You are on page 1of 5

Model-Model Belajar

Uraian berikut ini adalah untuk menjawab pertanyaan, bagaimana siswa belajar? Dengan memahami uraian ini, guru (kita) bisa menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi siswa. Bukankah pemberian harus diselaraskan dengan mereka yang akan menerima pemberian sehingga dapat berman aat se!ara optimal, dan tidak sebaliknya. Model-model belajar yang dimaksud pada judul di atas adalah berbagai !ara-gaya belajar siswa dalam akti"itas pembelajaran, baik di kelas ataupun dalam kehidupannya seharihari antar sesama temannya atau orang yang lebih tua. Dengan memahami model-model belajar ini, diharapkan para guru (kita semua) dapat membelajarkan siswa se!ara e isien sehingga tujuan pembelajaran dapat di!apai se!ara e ekti . #da berbagai model belajar yang akan dibahas, yaitu$ %. &eta &ikiran Buzan (1993) mengemukakan bahwa otak manusia bekerja mengolah informasi melalui mengamati, membaca, atau mendengar tentang sesuatu hal berbentuk hubungan fungsional antar bagian (konsep, kata kunci), tidak parsial terpisah satu sama lain dan tidak pula dalam bentuk narasi kalimat lengkap. ebagai contoh, kalau dalam pikiran kita ada kata (konsep) Bajuri, maka akan terkait dengan kata lain secara fungsional, seperti gemuk, supir baja!, kocak, sederhana, atau ke tokoh lain "neng, #ma, $cup, %indun, dan lain&lain dengan masing&masing karaktern!a. 'emikian pula kata dalam pikiran kita terlintas ()*+ $ni,ersitas -anglangbuana Bandung akan terkait alamatn!a, pejabatn!a, dosen&dosen dan staf administrasi, dan besar penghargaan untuk perkuliahan per&sks. ilakan anda mencoba menuliskan . menggambarkan peta pikiran tentang Bajuri dan ()*+ $nla di atas. )alau dibuat narasin!a akan ada perbedaan redaksi, meskipun dengan makna !ang tidak berbeda. 'alam bidang studi keahlian anda, misaln!a ambil satu materi dalam pelajaran /atematika, 0kuntansi, 0gama, atau !ang lainn!a. ilakan buat (tulis&gambar) peta pikiran !ang terlintas kemudian narasikan secara lisan. 1ulisan atau gambar peta pikiran tersebut dinamakan dengan peta konsep (concept map). elanjutn!a Buzan mengemukakan bahwa cara belajar siswa !ang alami (natural) adalah sesuai dengan cara kerja otak seperti di atas berupa pikiran. 2ang produkn!a berupa peta konsep. 'engan demikian belajar akan efektif dengan cara membuat catatan kreatif !ang merupakan peta konsep, sehingga setiap konsep utama !ang dipelajari semuan!a teridentifikasi tidak ada !ang terlewat dan kaitan fungsionaln!a jelas, kemudian dinarasikan dengan ga!a bahasa masing& masing. 'engan demikian konsep mendapat retensi !ang kuat dalam pikiran, mudah diingat dan dikembangkan pada konsep lainn!a. Belajar dengan menghafalkan kalimat lengkap tidak akan efektif, di samping bahasa !ang digunakan menggunakan ga!a bahasa penulis. /engingat hal itu, sajian guru dalam pembelajaran harus pula dikondisikan berupa sajian peta konsep, guru membumbuin!a dengan narasi !ang kreatif. elanjutn!a, Buzan mengemukakan bahwa kemampuan otak manusia dapat memproses informasi berupa bahasa seban!ak 344 5 644 kata permenit. 'engan kemampuan otak seperti itu dibandingkan dengan kemampuan komputer sangat tinggi. 7ika benar&benar dimanfaatkan secara optimal, setiap kesempatan dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran diri dalam segala hal. %an!a

. harples A /athew (1996) mengemukakan pendapat bahwa metakognitrif dapat dimanfaatkan untuk menerapkan pola pikir pada situasi lain !ang dihadapi.itas metakognitif tergantung pada kesadaran indi. sekuensial. rasional.itas otak kanan. atau meditasi keheningan dengan prinsip kepasrahan kepada sang +encipta. %oller. !aitu kondisi indi. manfaat. )ecerdasan intelektual mengalir&bergerak (flow) antara kebosanan bila tuntutan pemikiran rendah dan kecemasan bila terjadi tuntutan ban!ak. intuitif. koneksi. Bod!&kinestic. suasana n!aman dan men!enangkan.idu. )ondisi ini akan bisa dinetralisir dengan relaksasi melalui penciptaan suasana kondusif.isual . linier. *nterpersonal&communication. dan aplikasi. berpikir tentang apa !ang dipikirkan dan bagaimana proses berpikirn!a. (e!erdasan )anda 9oldman (:44. !aituC kesadaran. terbagi dua menjadi kecerdasan intelektual pada otak kiri dan kecerdasan emosional pada otak kanan. musik. 'engan demikian akti. )emampuan metakognitif setiap indi. ide. dan kreati.itas lain. /etakognitif bisa digolongkan pada kemampuan kognitif tinggi karena memuat unsure analisis. dan simbolik. holistic. !aitu pacial&. ebagai orang beragama.ariabel meta kognitif. !aituC refleksi kognitif.itasa negatif. Bukankan ketentraman indi.sa!ang ban!ak orang !ang mengabaikann!a atau digunakan untuk hal&hal !ang kurang bermanfaat untuk peningkatan kualitas diri.itas otak kiri semestin!a dibarengi dengan akti. dan strategi berpikir.erbal. ada do@a sebagai permintaan dan harapan. teratur. )omponen meta kognitif menurut harples A /athew ada B.itas indi. pertan!aan. bantuan. dan ibadah lainn!a. 0r! 9inanjar (:44:) dan 7alaluddin >ahmat (:443) mengukakan kecerdasan ketiga. '. *ntrapersonal&reflecti. sebagai instrumen kecerdasan. Bagaimana dengan anda8. pengetahuan.idu sebesar :4< sedangkan kecerdasan emosional sebesar =4<. misal kenakalan atau lamunan. el s!araf pada otak kiri berfungsi sebagai alat kecerdasan !ang sifatn!a logis. bukankah ada ikhtiar dan ada pula ta?dir. dan regulasi.idu karena ke!akinan beragama ini.itas. ebalikn!a jika tuntutan kerja otak tinggi akan terjadi kecemasan&kelelahan. dan regulasi. emosional. pengalaman. mengobrol atau bercanda tanpa makna. natural.e. menonton.idu untuk memikirkan kembali apa !ang telah terpikir serta berpikir dampak sebagai akibat dari buah pikiran terdahulu. kita semestin!a berke!akinan tinggi terhadap kecerdasan ini. -ogic&thinking&reasoning. Bila terjadi kebosanan otak akan mengisin!a dengan akti. prediksi. dkk. monitoring. /usical& rithmic. -inguistic&. strategi.) mengemukakan bahwa struktur otak. (:44:) mengemukakan bahwa akti. kesadaran diri. jika positif akan mengembangkan penalaran akan tetapi jika diisi dengan akti. abstrak. !aitu )ecerdasan piritual (nurani&ke!akinan) atau kecerdasan fitrah !ang berkenaan dengan nilai& nilai kehidupan beragama. edangkan sela s!araf otak kanan berkaitan dengan kecerdasan !ang sifatn!a acak. metakognitif bisa diterjemahkan secara bebas sebagai kesadaran berfikir.erbal.idu akan berlainan.idu. realitas. !aitu akti. misaln!a keramahan. kelembutan. +enting untuk diketahui bahawa kecerdasan intelkektual berkontribusi untuk sukses indi. tergantung dari . monitoring. edangkan %oller berpendapat tentang komponen metakognitif. 9ardner (1963) mengemukakan tentang kecerdasan ganda !ang sifatn!a mulkti dengan akronim lim n Bill. misaln!a berangan&angan. inlah !ang disebut dengan sia&sia atau mubadzir (at tubadziru minas!&s!aithon).Metakogniti ecara harfiah. spasial. siswan!a seban!ak =4< dipengaruhi oleh hal lainn!a. kompleksitas. . *. sen!um&tertawa.

tut wuri handa!ani (jadilah fasilitator kegiatan siswa dalam mengembangkan life skill sehingga mereka menjadi pribadi mandiri). 0gar bermakna. tumbuhkan citra positif. "leh karena itu pelaksanaan pembelajaran semestin!a membiasakan siswa untuk melatih kemampuan metakognitif ini. pribadin!a berpola negati. bertan!a. mengerjakan. meng&identifikasi. belajar menjadi beban dan rasa erca!a dirin!a berkurang. keberanian. /akin lama ia makin dewasa. dan e. +erhatikan hasil penelitian 7ack Danfield (199:). tidak han!a berpikir sepintas dengan makna !ang dangkal. menimpakan kesalahan. menggunakan. Iernon 0 /adnesen (1963) san +eter heal (1969) mengemukakan bahwa kebermaknaan belajar tergantung bagaimana cbelajar. pemalu. katakana Fsa!a G. menjawab. menghindar.sintesis. mengembangkan). pembelajaran adalah solusi tepat untuk pelaksanaan kurikulum :443. jangan sungkan untuk apologi jika kesalahan. !aitu optimis. belajar tidak cukup dengan han!a mendengar dan melihat tetapi harus dengan melakukan akti. ada indi. setiap hari biasa menerima =34 komentar negatif dan B. (ebermaknaan Belajar 'alam belajar apapun. belajar efektif (sesuai tujuan) semestin!a bermakna. siswa dengan fasilitas belajar. menemukan). dan cemas. !ang selanjutn!a mempengaruhi poses pembelajaran. memanfaatkan.itas. partisipatidf. 'alam bahasa unda ada pepatah Fpok&pek&prakH !ang berarti bahwa belajar mempun!a indikator berkata&pok (bertan!a&menjawab&diskusi. dan sibuk dengan alasan. +. mEudah men!erah. dan mau memperbaiki diri.e seperti di atas dan tentun!a tidak untuk dibiarkan karena profesi guru adalah amanat. 7ika belajar han!a dngan membaca . ingin mencoba. presentasi. mengkomunikasikan. dan sosok panutan).idu !ang memiliki pribadi positif dan ada pula !ang berkpribadian negatif. 0kibatn!a sungguh mengejutkan. dan bukan dengan kegiatan mengajar.aluasi sebagai cikal bakal tumbuhkembangn!a kemampuan inkuiri dan kreati. tern!ata lama kelamaan ke!akinann!a terguncang dan rasa perca!a dirin!a menurun. suka tantangan.e. Berbeda dengan indi. tentun!a akan berhadapan dengan siswa !ang berkepribadian negati. elanjutn!a. menduga. nada suara.idu akan mempengaruhi proses dan hasil belajar !ang bersangkutan dan membentuk kepribadiann!a. .itas sehingga kompetensi siswa terbentuk).e.H bukan katan!a. sehingga dia tumbuh menjadi penakut. dan melaksanakan&prak (mengaplikasikan. gerak tubuh. prasangka. untuk kita simak dan renungkan. /encoba&pek (men!elidiki. diskusi). anak !ang pada awaln!a secara alami penuh ke!akinan. koentar positif dari oarng !ang lebih tua dalam kehidupann!a. seperti pesimis. ada kebebasan memilih. men!impulkan. membiarkan.presentasi).onis. 1okoh pendidikan nasional )i %ajar 'ewantoro (1946) mengemukakan tiga prinsip pembelajaran ing ngarso sung tulodo (jadi pemimpin&guru jadilah teladan bagi siswan!a). ingin tahu dengan pengaruh komunikasi negatif !ang lebih dominant dari orang sekelilingn!a. 'engan perkataan lain. ataupun dengan guru.itas (membaca. bersikap mengajak dan bukan memerintah.. ebagai guru. 'ampak selanjutn!a pada waktu bwersekolah. mengendalikan keadaan. pembenaran. dan jaga komunikasi non . ragu&ragu. berkomentar.idu !ang memiliki pribadi positif. /engapa demikian8 )arena cara berkomunikasi akan langsung berkenaan dengan akal dan rasa. (omunikasi iswa dalam belajar tidak akan lepas dari komunikasi antar siswa. Bagaimanakh menghadapi siswa dengan pola pribadi seperti irtu8 Daran!a anatar lain dengan cara tidak mem. )emampuan komunikasi setiap indi. bahwa seorang anak a!ang masih polos&natural.erbal (eksprsi wajah. pun!a alternati. ing mad!o mangun karso (dalam pembelajaran membangun ide siswa dengan akti. dikendalikan keadaan .

ism).4<. dan memang pembelajaran pada hakikatn!a adalah konstruksi. . presentasi. aksionmatik). tan!a&jawab.idual&kelompok. sesuai dengan pengertian kegiatan pembelajaran di atas. melainkan siswa sendiri ang mengemasn!a. berhipotesis. sehingga terpuku rasa tanggung jawab dan disiplin diri. !aituC konsistensi internal. dan dail! life (kontekstual).is&inkuiri.isme. minds&on. iswa membangun sendiri konsep atau struktur materi !ang dipelajarin!a. kontinuitas historical. (onstruksi"isme 'alam paradigma pembelajaran.diskusi. refeleksi&eksplanasi. mendengar dan melihat . membiarkan segalan!a terjadi. siswa !ang satu dengan siswa lainn!a berbeda.isme secara utuh (powerfull constructi.isme dapat terlaksana secara optimal. maka prinsip belajar !ang harus diterapkan adalah siswa harus sebaga subjek.. empati dan pengendalian diri. &rinsip Belajar #kti 0da dua jenis belajar. Belajar secara aktif indikatorn!a adalah belajar pada setiap situasi. !aitu belajar secara aktif dan secara reaktif (pasif). berupa!a terlaksana. menggeneralisasi. )eslahan siswa merupakan bagian dari belajar. 'alam kondisi tersebut suasana menjadi kondusif (tut wuri handa!ani) sehingga dalam belajar siswa bisa mengkonstruksi pengetahuan dan opengalaman !ang diperolehn!a dengan pemaknaan !ang lebih baik.isme dalam pembelajaran. dari melihat 34<. mengabaikan kesempatan. dan realistic&human acti. 'rai uraian di atas implikasi terhadap pembelajaran adalah bahwa kegiatan pembelajaran identik dengan akti. structuralistic (terstrutur. +rinsip belajar !ang dikemuakan leh 1reffers (1991) adalah memiliki indikatro mechanistic (latihan. empiristic (pngelaman induktif&deduktif). berkonjektur. belajar dengan melakukan&mengkomunikasikan sehingga kecerdasan emosionaln!a dapat berkembang. kontekstual&trealistik. konstruksi. dari mendengar :4<. atau mungkin terjadi eksalahan.itas siswa secara optimal. menggunakan kesempatan untuk meraih manfaat.it! (akti. tidak melalui pemberitahuan oleh guru.kebermaknaan bisa mencapai 14<. 'ari indikator belajar aktif. edangakan belajar reaktif indikatorn!a adalah tidak dapat melihat adan!a kesempatan belajart. mengatakan&komunikasi mencapai B4 <.itas kehidupan n!ata). ehingga jenis komunikasi !ang dilakukan antara guru&siswa tidak lagi bersifat transmisi sehingga menimbulkan imposisi (pembebanan). mengeksplorasi.itas siswa !ang sifatnb!a proaktif dan reaktif dalam membangun pengetahuan. dan partisipatif dalam setiap kegiatan. guru men!ajikan persoalan dan mendorong (encourage) siswa untuk mengidentifikasi. seperti kemampuan sosialisasi. da belajar dengan melakukan dan mengkomunikasikan besa mencapai 94<. %al ini bisa terlatih melalui kerja indi.itas pembelajaran. melainkan lebih bersifat negosiasi sehingga tumbuh suasana fasilitasi. tidak cukuop dengan mendengar dan melihat. justifikasi. karena pembelajaran adalah akti. dan sintaks ( "+). mengerjakan). Donfre! (1994) men!arankan konstruksi. melakukan&mengkomunikasikan. sitematik. dan inklusif life skill. konstruksi. iswa tidak lagi menerima paket&paket konsep atau aturan !ang telah dikemas oleh guru. keterpaduan. di sinilah tugas guru memberikan bantuan dan arahan (scalfolding) sebagai fasilitator dan pembimbing. simbolisasi. dan inkuiri dengan cara mereka sendiri untuk men!elesaikan persoalan !ang disajikan.is. . +risip tersebut akan terwujud dengan melaksanakan pembelajaran dengan memperhatikan keterlibatan intelektual& emosional. tepai harus dengan hands&on. jadi harus dihargai karena hal itu cirin!a ia sedang belajar. 0gar konstruksic. menghindar dari kegiatan. koherensi. -. tindak lanjut. /ungkin saja kemasann!a tidak akurat.ergenan. ikut partisipasi dan tidak menghindar dari akti. kekon. %al inilah !ang disebut dengan konstruksi.