You are on page 1of 14

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Di dalam kehidupan tidak akan pernah terlepas dari hukum. Bukan hanya hukum dari alam yang sudah diterima manusia sejak ia lahir, tetapi juga hukum yang dibuat oleh manusia sendiri untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Hukum selalu berlaku di dalam kehidupan sehari-hari. Segala kegiatan yang dilakukan manusia tidak terlepas dari hukum, meskipun setiap individu memiliki hak kebebasan. Tidak hanya hukum saja yang mengatur di dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi adanya norma moral juga ikut mengatur kegiatan bermasyarakat. Dengan adanya hukum tetapi tidak ada moral yang berlaku maka hal itu tidak etis karena hukum dan moral itu memiliki hubungan yang erat.

1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah dari makalah yang kami buat adalah, a. b. c. Bagaimana hubungan antara manusia, moral dan hukum? Bagaimana peran hukum di indonesia? Bagaimana perbedaan hukum dengan moral?

1.3 Batasan Masalah Batasan dalam masalah ini adalah kami hanya membahas manusia, moral dan hukum. Serta hubungan antara manusia dan hukum, manusia dan moral. Dan kami juga membahas perbedaan antara moral dan hukum.

1.4 Tujuan Tujuan dari materi yang kami bahas di makalah ini adalah, a. b. c. Untuk mengetahui hubungan antara manusia, moral dan hukum. Untuk mengetahui peran hukm di Indonesia. Untuk mengetahui perbedaan hukum dengan moral.

1.5 Manfaat Hubungan antara manusia, moral dan hukum, manfaat dari makalh ini adalah : a. Bagi mahasiswa  Sebagai bidang pembelajaran agar Mahasiswa lebih peka terhadap lingkungan.
1|Page

Bagi Pemerintah  Dapat mengetahui bagaimana lemahnya kekuatan hukum di negara indonesia. 2|Page . dan bagaimana peran pemerintah seharusnya agar kekuatan hukum kembali adil tanpa membeda-bedakan derajat masyarakatnya. c. Bagi Penulis dan Pembaca  Hasil penulisan makalah ini di harapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan.b.

Kebebasan dan tanggung jawab Manusia pada dasarnya adalah makhluk bebas. PEMBAHASAN 2. 3|Page . Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Moral adalah produk dari budaya dan Agama.BAB 2. b. Menurut istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta. berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Tetapi di dalam kebebasan tersebut juga ada batasannya karena tidak boleh menyinggung kebebasan dari orang lain. 2. Moral lebih bersifat aplikatif yaitu berupa nasehat tentang hal-hal yang baik. Dalam bahasa Indonesia.2. “mens” (Latin). manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism). Dalam hubungannya dengan lingkungan. Ada beberapa unsur kaidah moral yaitu : a. yang berarti berpikir. Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. jadi dapat dikatakan bahwa kebebasan adalah milik setiap individu.1 Pengertian Manusia Menurut bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta).kata moral berarti akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau tata tertib hati nurani yang menjadi pembimbing tingkah laku batin dalam hidup. maka orang itu dinilai mempunyai moral yang baik. Jadi moral adalah tata aturan norma-norma yang bersifat abstrak yang mengatur kehidupan manusia untuk melakukan perbuatan tertentu dan sebagai pengendali yang mengatur manusia untuk menjadi manusia yang baik. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya. Pengertian Moral Moral berasal dari kata bahasa Latin mores yang berarti adat kebiasaan. sebuah gagasan atau realitas. Hati nurani Hari nurani merupakan penghayatan naik atau buruk perilaku manusia dan hati nurani selalu berhubungan dengan kesadaran manusia. sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. begitu juga sebaliknya.

c.  UTRECHT Hukum adalah himpunan peraturan (baik berupa perintah maupun larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat dan seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan. pelanggaran petunjuk hidup tersebut dapat menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah. Pengertian Hukum menurut beberapa ahli hukum:  VAN KAN Hukum ialah keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusai di dalam masyarakat. Oleh karena itu setiap masyarat berhak untuk mendapat pembelaan didepan hukum sehingga dapat di artikan bahwa hukum adalah peraturan atau ketentuan-ketentuan tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur kehidupan masyarakat dan menyediakan sangsi bagi pelanggarnya. 2. kebahagiaan. Sedangkan tujuan dari hukum adalah untuk mengadakan keselamatan.  MOCHTAR KUSUMAATMADJA Hukum merupakan keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat. dan ketertiban dalam masyarakat. Hukum mempunyai tugas untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Oleh karena itu.3 Pengertian Hukum Hukum adalah suatu sistem yang dibuat manusia untuk membatasi tingkah laku manusia agar tingkah laku manusia dapat terkontrol. Peraturan dalam menjalankan kehidupan diperlukan untuk melindungi kepentingan dengan tertib. dan juga mencakupi lembaga- 4|Page . Nilai dan norma moral Nilai moral berhubungan dengan tanggung jawab seseorang.  WIRYONO KUSUMO Hukum adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur tata tertib dalam masyarakat dan terhadap pelanggarnya umumnya dikenakan sanksi.

Tetapi pada hakekatnya manusia juga bersifat sebagai makhluk sosial. dan yang ketiga. hukum sebagai kaidah-kaidah positif yang berlaku pada waktu dan tempat tertentu. penciptaannya tidak sama antara manusia satu dengan yang lain.  A. sebab itu manusia disebut sebagai makhluk sosial. Karena manusia bersifat individu. Oleh karena itu manusia membentuk hubungan sosial-ekonomi antar sesama yaitu hubungan antar manusia guna untuk memenuhi kebutuhannya. dimana yang membentuk hukum adalah yang tertinggi. hukum dikonsepkan sebagai institusi yang riil dan fungsional dalam sistem kehidupan bermasyarakat.lembaga (institutions) dan proses-proses (processes) yang mewujudkan berlakunya kaidah-kaidah itu dalam kenyataan. 2.  LILY RASJIDI Hukum bukan sekedar merupakan norma melainkan juga institusi . 5|Page . karena dimana ada manusia pasti disitu ada hukum yang berlaku untuk mengatur segala tindakan manusia. Karena sebenarnya hukum terdiri dari 3 konsep: hukum sebagai asas moralitas.L OODHART Hukum adalah keseluruhan dari peraturan yang dipakai oleh pengadilan.  AUSTIN Hukum adalah tiap-tiap undang-undang positif yang ditentukan secara langsung atau tidak langsung oleh seorang pribadi atau sekelompok orang yang berwibawa bagi seorang anggota atau anggota-anggota suatu masyarakat politik yang berdaulat. Manusia terlahir secara individu.4 Hubungan Manusia dengan Hukum Manusia dan hukum tidak dapat dipisahkan.  SOETANDYO WIGJOSOEBROTO Bahwa tidak ada yang konsep tunggal mengenai apa yang disebut hukum itu. dan memiliki sifat yang individu. maka dengan adanya perbedaan tersebut manusia membutuhkan peran orang lain.

Substansi hukum tersebut juga tidak boleh bertentangan dengan substansi hukum lain yang telah ada dan hukum juga harus bersifat koheren dengan keseluruhan sistem norma sosial yang ada di lingkungan masyarakat agar hukum tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar. Komponen yang ketiga adalah budaya dari masyarakat hukum yang bersangkutan. Hukum yang ideal adalah hukum yang merupakan produk langsung dari budaya masyarakat yang bersangkutan. Sebaliknya suatu lembaga kekuasaan tersebut juga perlu diatur oleh hukum agar tidak berlaku sewenang-wenang. Komponen dalam pembuatan hukum yaitu yang pertama adalah substansi atau isi hukum yang bersangkutan. Di lingkungan masyarakat tentu tidak selalu terjadi hubungan yang harmonis. Komponen yang kedua adalah struktur. termasuk dengan hukum. 6|Page . dan hukum juga dapat besifat sebagai sarana penindasan.Untuk mewujudkan hubungan antar manusia yang teratur. Karena hukum hanyalah alat untuk menciptakan keteraturan dengan perwujudan keadilan atas interaksi antar manusia dan di dunia tidak ada satu alat pun yang tidak dapat disalahkan gunakan. instansi penuntut umum seperti kejaksaan dan pengadilan. maka dibentuklah suatu organisasi yang disebut dengan masyarakat. yaitu lembaga yang memiliki kewenangan untuk menegakkan hukum. sehingga sistem nilai yang diatur dalahm hukum sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat. untuk menjaga keteraturan dalam masyarakat maka perlu adanya hukum sebagai alat pengatur dan agar hukum tersebut dapat memiliki kekuatan untuk mengatur maka perlu suatu lembaga kekuasaan yang dapat memaksakan keberlakuan hukum tersebut sehingga dapat bersifat imperatif. misalkan instansi penyidik seperti kepolisian. Hukum dapat bersifat sebagai pembebasan manusia dari ketertindasan. Lembaga yang memiliki kekuasaan untuk menjalankan hukum ini terdiri dari setiap subyek yang memiliki kewenangan. Suatu hukum agar benar-benar mampu dalam mengatur masyarakatnya maka isi dari hukum itu harus benar-benar berfungsi sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di lingkungan masyarakat dan rasa keadilan dari hukum tersebut.

5 Hubungan Hukum dengan Moral Hubungan antara hukum dan moral sangat erait sekali. namun hukum harus diakui oleh negara supaya berlaku sebagai hukum. Bahkan ada pepatah roma yang mengatakan “quid leges sine moribus?” (apa artinya undang-undang jika tidak disertai moral?). namun hukum dan moral tetap berbeda. akibatnya banyak terjadi diskusi untuk mencari kejelasan tentang yang harus dianggap etis dan tidak etis. Sendangkan moral lebih subjektif. jadi hukum tidak akan berarti tanpa disertai moralitas. Dilihat dari pelaksanaanya hukum secara lahiriah dapat dipaksakan. sedangkan moral bersifat otonom (datang dari diri sendiri). tapi masyarakat tidak dapat mengubah suatu moral. hukum memiliki dasar yuridis. Sedangkan Gunawan Setiardja membedakan hukum dan moral : a. Di sisi lain moral juga membutuhkan hukum. Dilihat dari otonominya hukum bersifat heteronom (datang dari luar diri manusia). kegiatan yang melanggar hukum akan terkena hukuman. Hukum dibukukan secara sistematis dalam kitab perundang-undangan.Berten : a. Dilihat dari dasarnya. sedangkan perbuatan etis justru berasal dari dalam. Perbedaan antara hukum dan moral menurut K. sedangkan moral menyangkut juga sikap batin seseorang. b. Hukum untuk sebagian besar dapat dipaksakan. b. sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja jika tidak di undangkan atau di lembagakan dalam masyarakat. yang berarti ketidakcocokan antara hukum dan moral. d. Sedangkan moral tidak bisa dipaksakan karena paksaan hanya menyentuh bagian luar. Sedangkan moral berdasarkan atas norma-norma pada individu dan masyarakat. 7|Page . konsesus dan hukum alam sedangkan moral berdasarkan hukum alam. Karena di dalam kenyataannya “mungkin” ada hukum yang bertentangan dengan moral atau undang-undang yang immoral. Hukum membatasi diri manusia sebatas lahiriah saja. oleh sebab itu norma hukum lebih memiliki kepastian dan objektif. Meskipun hukum dan moral sangat erat hubungannya. Manusia dengan cara demokratis dapat merubah hukum. Hukum didasari atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara.2. Meskipun hukum tidak langsung berasal dari negara. c. c.

6 Macam-macam Hukum Hukum dapat dibedakan menurut bentuk. Hukum Traktat. moral berbentuk sanksi kodrati. Hukum Undang-Undang. hukum dibagi menjadi 2 : i. Hukum tertulis. batiniah. hukum tergantung pada waktu dan tempat. yaitu hukum yang tidak dituliskan dalam perundang-undangan. malu terhadap diri sendiri. yaitu hukum yang terbentuk karena keputusan hakim di masa yang lampau dalam perkara yang sama. c. Dilihat dari tujuannya. yaitu hukum yang ditulis dalam perundang-undangan. Menurut sifatnya. 2. b. yaitu hukum yang terbentuk karena adanya perjanjian antara negara yang terlibat di dalamnya. Hukum yang mengatur. Hukum Kebiasaan (adat). Hukum tidak tertulis. f. isi dan cara mempertahankannya. yaitu hukum yang dapat diabaikan bila pihakpihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri. iii. iv. Dilihat dari waktu dan tempat.d. tempat berlaku. yaitu hukum yang dalam keadaan apapun memiliki paksaan yang tegas. a. sedangkan moral secara objektif tidak tergantung pada tempat dan waktu (1990. hukum mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan bernegara. e.119). Menurut sumbernya. 8|Page . sedangkan moral mengatur kehidupan manusia sebagai manusia. hukum dibagi menjadi 2 : i. Hukum yang memaksa. yaitu hukum yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan. Menurut bentuknya. ii. ii. Dilihat dari sanksinya hukum bersifat yuridis. hukum itu dibagi menjadi 4 : i. ii. menyesal. sifat. sumber. yaitu hukum yang ada di dalam peraturanperaturan adat. Hukum Jurisprudensi.

hukum itu dibagi menjadi : i.d. ii. tata negara dan administrasi negara. Hukum Asing adalah hukum yang berlaku di negara asing. Tetap dalam arti sempit hukum sipil disebut juga hukum perdata. yaitu hukum yang mengatur cara-cara mempertahankan dan melaksanakan hukum materiil. Hukum Materiil. hukum itu dibagi menjadi : i.    Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur hubungan antara warganegara dengan negara Hukum Tata Negara adalah hukum yang mengatur hubungan antara warganegara dengan alat perlengkapan negara. 9|Page . Yang dimaksudkan adalah Hukum Pidana Materiil dan Hukum Perdata Materiil. ii. Contoh Hukum Pidana. adalah hukum yang mengatur hubungan antara perseorangan dan orang yang lain. Hukum Negara (Hukum Publik) dibedakan menjadi hukum pidana. f. Menurut isinya. Hukum Privat (Hukum Sipil). Dapat dikatakan hukum yang mengatur hubungan antara warganegara dengan warganegara. ii. hukum itu dibagi menjadi : i. Menurut cara mempertahankannya. Hukum Formil. Contoh Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara Perdata. yaitu hukum yang mengatur kepentingan-kepentingan dan hubungan-hubungan yang berwujud perintah dan larangan. iii. Hukum Administrasi Negara adalah hukum yang mengatur hubungan antar alat perlengkapan negara. e. Menurut tempat berlakunya. Hukum Perdata. Hukum Nasional adalah hukum yang berlaku dalam suatu negara. Contoh : Hukum Perdata dan Hukum Dagang. hubungan pemerintah pusat dengan daerah. Hukum Internasional adalah hukum yang mengatur hubungan antar negara.

Ada beberapa ahli yang berpendapat tentang tujuan dari hukum. L. Menurut Jeremy Bentham  tujuan hukum adalah semata-mata untuk mewujudkan apa yang berfaedah bagi orang. Secara singkat tujuan hukum yaitu keadilan. Hal itu dinyatakan dalam bukunya yang berjudul Inleiding tot de studie van het Nederlandse recht. Tujuan hukum juga untuk menjaga dan mencegah agar tiap orang tidak seenaknya sendiri (main hakim sendiri) namun setiap timbul perkara harus diselesaikan oleh hakim berdasarkan dengan ketentuan hukum yang berlaku.7 Tujuan Hukum Tujuan hukum pada umumnya ditujukan untuk mendapatkan keadilan dan menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Hal tersebut dinyatakan Geny dalam Science et technique en droit prive positif. Subekti SH  tujuan hukum adalah mengabadi pada tujuan negara yang pada pokoknya tujuan negara adalah mewujudkan kemakmuran dan memberikan kebahagiaan pada rakyat di negaranya. antara lain : Menurut Prof. terdapat unsur yang dikatakan kepentingan daya guna dan kemanfaatan. kepastian. Menurut Prof. Menurut Geny  tujuan hukum adalah semata-mata untuk mewujudkan keadilan. Tujuan hukum tidak hanya untuk memperoleh keadilan tetapi harus ada keseimbangan antara tuntutan kepastian hukum dan tuntutan keadilan hukum. Di dalam keadilan tersebut.J Van Apeldoorn  tujuan hukum adalah untuk mengatur pergaulan hidup manusia secara damai karena hukum menghendaki perdamaian.2. Jeremy Bentham adalah seorang yang menganut teori utilistis. 10 | P a g e .Mr. dan kemanfaatan. Hal tersebut dinyatakan dalam bukunya yang berjudul Dasardasar hukum dan pengadilan. Hal ini dinyatakan dalam bukunya yang berjudul Introduction to the morals legislation. Dr.

d. sedangkan politik pencitraan diutamakan agar tetap eksis di hadapan masyarakat. Sedangkan 11 | P a g e . Hal ini dapat terlihat jelas terhadap hukuman yang diberikan kepada penguasa yang terjerat oleh kasus korupsi yang hanya diberikan hukuman ringan.2.8 Penegakan Hukum Penegakan hukum di Indonesia saat ini tidak mencerminkan keadilan sebagaimana tujuan dari hukum. Praktik-praktik penyelewengan dalam proses hukum di Indonesia sudah menjadi kegiatan sehari-hari yang secara nyata dapat ditemukan dalam penegakan hukum di Indonesia. Peraturan perundangan yang lebih berpihak kepada kepentingan penguasa dibandingkan kepentingan rakyat. Maksudnya keadilan hukum di Indonesia terhambat karena adanya campur tangan politik di dalamnya. Contohnya saja kasus penyalahgunaan dana wisma atlet yang menyeret Nazarudin sebagai tersangka dimana ia adalah salah seorang bendahara umum di salah satu partai yang sedang berkuasa di Indonesia. c. kalau pun hukum ditegakkan unsur diskriminatid terlihat jelas dalam proses penegakan hukum tersebut. Sikap kooperatif dan transparansi dalam penegakan hukum dianak tirikan. Campur tangan politik. Sikap saling serang para kader di partai politik termasuk ketidakmauan untuk memberikan informasi kepada lembaga penegak hukum terkait dengan beberapa kasus korupsi misalkan yang sedang terjadi saat ini. antara lain : a. b. Terdapat beberapa faktor sulitnya penegakan hukum di Indonesia. Dampak dari penyelewengan hukum ini adalah kerusakan di segala bidang (politi. sosial dan budaya) dan dapat menyebabkan masyarakat tidak percaya kepada lembaga penegak hukum sehingga membuat masyarakat mencari keadilan sendiri (contohnya main hakim sendiri ketika timbul masalah dalam lingkungan masyarakat). Kedewasaan berpolitik. Lemahnya politic will dan politic action para pemimpin negara. padahal mereka sudah merugikan negara. Seharusnya hukum tidak bisa dicampur dengan politik. siapa pun yang terlibat kasus yang bertentangan dengan hukum harus benar-benar diganjar hukuman sesuai dengan perbuatannya tanpa melihat siapa itu dan apa kedudukan di Negara ini. Maksudnya keadilan hukum hanya sebatas janji-janji ketika adanya kampanye tanpa ada bukti yang pasti. ekonomi.

Rendahnya moral dan kesadaran aparat penegak hukum dalam menegakkan hukum. Padahal proses peradilan bukan hanya tentang pasal-pasal melainkan proses perilaku masyarakat dan berlangsung dalam struktur social tertentu. f. e. Akibatnya baik buruknya hukum selalu dikaitkan dengan pola perilaku para penegak hukum.rakyat kecil yang melakukan kesalahan yang dikarenakan kemiskinan. Untuk bisa menegakan hukum sesuai dengan amanat UUD 1945 maka para aparat hukum haruslah taat terhadapa hukum dan berpegang pada nilai-nilai moral dan etika yang berlaku di masyarakat. Mereka dapat dengan mudah disuap oleh para tersangka agar mereka bisa terbebas atau paling tidak mereka mendapatkan hukuman yang ringan. mereka dihukum dengan berat tanpa adanya perikemanusiaan. 12 | P a g e . semuanya Masyarakat para Indonesia aparat cenderung adanya menyerahkan terhadap tanpa pengawasan. Dapat dikatakan moral yang ada di beberapa aparat penegak hukum saat ini sangat rendah. Faktor sosial masyarakat.

13 | P a g e . PENUTUP 3. Lemahnya hukum di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor yang pada intinya penegak hukum masih saja membedakan masyarakat biasa dengan para pejabat yang samasama terlibat dalam kasus pelanggaran hukum. begitu juga sebaliknya. karena jika salah satu hubungan tersebut tidak terjalin maka kehidupan antar individu (masyarakat) tidak akan berjalan harmonis dan akan terjadi banyak konflik antar individu. Adanya hukum juga harus disertai dengan adanya moral.1 Kesimpulan Kesimpulan dari bab pembahasan yaitu hubungan manusia dan hukum serta hubungan manusia dengan moral adalah sangat erat sekali.BAB 3.

com/2013/06/01/penegakan-hukum-di-indonesia/ http://efriawan.wordpress.com/2013/07/28/tujuan-hukum-menurut-para-ahli/ http://makalahskripsioke.html 14 | P a g e .wordpress.com/2012/02/02/makalah-isbd-manusia-nilai-moral-dan-hukum/ http://mysterimanedin.com/2012/03/hubungan-manusia-dengan-hukum.wordpress.blogspot.com/2010/02/macam-macam-hukum.blogspot.html http://sikumendes84.DAFTAR PUSTAKA http://belajarhukumindonesia.