You are on page 1of 16

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan lengkap praktikum Biokimia dengan judul “Reaksi Pewarnaan Protein” disusun oleh: Nama : Muharni Agus Nim : 1214141005 Kelas : Biologi sains Kelompok : II (Dua) telah diperiksa dengan teliti dan seksama oleh asisten dan koordinator asisten dan dinyatakan diterima.

Makassar, Desember 2013 Koordinator Asisten Asisten

Djumarirmanto, S.Pd

Ratna Mulyana Dewi

Mengetahui Dosen penanggung jawab

Prof.Dr.Ir.Yusminah Hala, M.S NIP. 1961 1212 1986 01 2002

. jumlah dan susunan asam aminonya. Protein dibedakan satu sama lain berdasarkan tipe. yaitu protein hemoglobin mengikat dan mengangkut oksigen dalam bentuk (Hb-O) ke seluruh bagian tubuh. Sebagai komponen penyimpanan dalam biji-bijian. pembentuk busa (foaming agent) dan pengental (thickener). Dalam tinjauan kimia protein adalah senyawa organik yang kompleks berbobot molekul tinggi berupa polimer dengan monomer asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptida. protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino. Latar Belakang Protein merupakan komponen utama dalam sel hidup yang memegang peranan penting dalam proses kehidupan. Misalnya. Protein juga berfungsi sebagai pelindung. pengemulsi (emulsifier). nitrogen dan sulfur serta posfor.BAB I PENDAHULUAN A. antara lain kemampuannya menghasilkan penampilanm tekstur atau stabilitas yang diinginkan. Molekul protein mengandung karbon. Protein berperan dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. serta sebagai sistem kendali dalam bentuk hormon. keratin yang terdapat pada kulit. Protein terisolasi sering digunakan dalam makanan sebagai unsur kandungan (ingredient) karena sifat atau fungsi uniknya. Perbedaan ini menyebabkan perbedaan struktur molekuler. Protein dalam bentuk enzim beperan sebagai katalis dalam bermacam-macam proses biokimia. Sebagai alat transport. hidrogen. oksigen. seperti antibodi yang terbentuk jika tubuh kemasukan zat asing. kuku dan rambut. Protein juga merupakan sumber gizi. protein digunakan sebagai agen pembentuk gel (gelling agent). Protein pembangun misalnya glikoprotein terdapat dalam dinding sel. kandungan nutrisi dan sifat fisikokimia.

Kita ketahui bersama bahwa variasi fungsi protein sama banyaknya dengan variasi fungsi kehidupan itu sendiri.Kira-kira 50% dari berat kering organisme yang hidup adalah protein. Semua katalisator yang jumblahnya mencapai ribuan memungkinkan terjadinya reaksi kimia dalam zat hidup adalah protein. seperti halnya polisakarida. baik melalui uji biuret. Tujuan Praktikum Mempelajari reaksi-reaksi perubahan warna pada protein. perlu dilakukan praktikum penentuan konsentrasi protein yang diharapkan dapat memperoleh konsentrasi protein total yang dibutuhkan pada sebuah sampel atau kandungan bahan makanan tertentu. uji xantoprotein. uji ninhidrin dan uji sakaguchi. Memperhatikan pentingnya peranan protein dalam tubuh kita. B. . Dan protein bukan hanya sekedar bahan simpanan atau struktural. uji molish.

sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Asam amino merupakan unit pembangun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida pada setiap ujungnya. Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. nitrogen dan beberapa ada yang mengandung sulfur. nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Kualitas protein ditentukan jumlah dan jenis asam aminonya (Devi. 20% dari susunan tubuh orang dewasa terdiri dari protein. sistem kendali dalam bentuk hormon. Dari keseluruhan asam amino yang terdapat di alam hanya 20 asam amino yang yang biasa dijumpa Asam amino merupakan . dan karbohidrat disebut protein kompleks. Molekul protein mengandung karbon. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Adapun yang mengandung bahan selain asam amino. H. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis. serta kadang-kadang P dan S. Tersusun dari serangkaian asam amino dengan berat molekul yang relative sangat besar. lemak. oksigen.000. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. O. seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. 2010). 1986). seperti turunan vitamin. Sebagai salah satu sumber gizi.000 sampai 10. yaitu berkisar 8. oksigen. dan N. Protein tersusun dari atom C. Secara biokimiawi. Protein yang tersusun dari hanya asam amino disebut protein sederhana. hydrogen. protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof) (Fessenden. hidrogen.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Protein adalah komponen yang terdiri atas atom karbon.

yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom.Dari struktur umumnya. . Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. atau dapat bersifat sebagai basa dan menerima proton dari basa kuat. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838. dan kelarutan dalam air. Beberapa asam amino mempunyai reaksi yang spesifik yang melibatkan gugus R-nya ( Hawab. Gugus amino dan gugus karboksil pada asam amino menunjukkan sifat-sifat spesifiknya. gugus karboksil dan amino diikat pada atom karbon yang sama. selain polisakarida. yang digambarkan sebagai struktur ion dipolar. Masing-masing berbeda satu dengan yang lain pada gugus R-nya. Asam amino juga bersifat amfoter. serta kadang-kadang P dan S. asam amino mempunyai dua gugus pada tiap molekulnya. Protein tersusun dari atom C. O. senyawa ini akan memberikan reaksi kimia yang yang mencirikan gugus-gugusnya. yaitu gugus amino dan gugus karboksil. terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi (Hala. hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa. ukuran. lipid. yang bervariasi dalam struktur. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA. dan polinukleotida.unit pembangun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida pada setiap ujungnya. Sampai tahap ini. dan N. H. Selain itu. Karena asam amino mengandung kedua gugus tersebut. Dari keseluruhan asam amino yang terdapat di alam hanya 20 asam amino yang yang biasa dijumpai pada protein. yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Sebagai contoh adalah reaksi asetilasi dan esterifikasi. protein masih "mentah". Melalui mekanisme pascatranslasi. 2013). Protein utama merupakan makro molekul yang paling berlimpah didalam sel dan menyusul lebih dari setengah berat kering pada hamper semu organisme. yaitu dapat bersifat sebagai asam dan memberikan proton kepada basa kuat. muatan listrik. Semua asam amino yang ditemukan pada protein mempunyai ciri yang sama. 2004).

karenanya bukan hanya merupakan makromolekul yang berlimpah. karbohidrat. Kebutuhan nutrient yang perlu diketahui antara lain protein. Tetapi juga amat bervariasi (Lehninger. tetapi protein hewani paling bernilai untuk tubuh manusia sebagai materi pembangun karena komposisinya sama dengan protein manusia. . Protein. didalam sel terdapat ribuan jenis protein yang berbeda. kebutuhan protein perlu dipenuhi terlebih dahulu (Fessenden. susu yang mengandung kaseinogen dan laktalbumin dan keju yang mengandung kasein. pembentukkan jaringan. Protein juga dapat digunakan sebagai sumber energi seperti halnya lemak dan karbohidrat. Sumber protein yang berasal dari nabati antara lain gandum dan gandum hitam yang mengandung zat perekat dan kacangkacangan yang mengandung polong-polongan (Watson. Mengingat harga protein relative lebih mahal dibandingkan dengan lemak dan karbohidrat. lemak. karbon. dalam menentukan kebutuhan nutrisi. vitamin dan mineral. Sumber protein yang berasal dari hewani antara lain telur yang mengandung albumin. 1995). serta penambahan protein tubuh dalam proses pertumbuhan. Protein merupakan zat makanan yang sangat dibutuhkan untuk pemeliharaan tubuh. Protein adalah suatu zat dalam susunan kimianya mengandung unsureunsur oksigen.Protein merupakan instrument yang mengekspresikan informasi genetic. Seperti juga terdapat ribuan gen didalam inti sel. 1986). penggantian jaringan-jaringan tubuh yang rusak. daging tanpa lemak yang mengandung myosin. maka protein diusahakan dimanfaatkan hanya untuk pertumbuhan dan penggantian jaringan yang rusak (Fessenden. Masing-masing membawa fungsi spesifik yang dibentuk oleh gen yang sesuai.1986). Protein merupakan bagian terbesar dari daging ikan. 2002). Masing-masing mencirikan suatu sifat nyata dari organisme. 1986). hydrogen. nitrogen dan kadang-kadang mengandung unsure-unsur lain seperti sulfur dan fosfor (Girindra. Protein terkandung dalam makanan nabati dan hewani. A. Oleh karena itu.

1986). dan c) Sebagai zat pembangun yaitu untuk membantu membangun sel-sel yang rusak maupun yang tidak rusak. protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof) (Fessenden. Protein juga berfungsi mengangkut senyawa-senyawa dan melindungi kita dari penyebaran mikroorganisme yang merugikan. membentuk jaringan dan membertikan kemungkinan bagai kita untuk bergerak. 1996).Fungsi protein adalah: a) sebagai bahan bakar atau energi karena mengandung karbon. dan 2) Analisa kuantitatif: Metode Dumas. Sebagai salah satu sumbergizi. sistem kendali dalam bentuk hormon. Spektrofotometri UV. seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein menentukan metabolisme. yaitu: karbohidrat. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim.1986). Test Molish. dan Metode Kjeldahl (Fessenden. Sebagai bahan pembentuk zat-zat yang mengatur berbagai proses tubuh. maka dapat digunakan oleh tubuh sebagai bahan bakar. Sebagian besar ilmu kimia organisme hidup menyangkut 5 golongan senyawa utama. sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi. Titrasi formol. Test Ninhidrin. Test Millon. Bahkan sifat-sifat yang diturunkan oleh suatu organisme untuk membentuk bermacam-macam jenis protein dengan kecepatan yang berbeda (Gilvery. Analisa protein dilakukan dengan beberapa cara yaitu: 1) Analisa kualitatif: Test Biuret. Test Xanthoprotein. Turbidimetri atau kekeruhan. b) Sebagai zat pengatur yaitu mengatur berbagai proses tubuh baik secara langsung maupun tidak langsung. lipida. Kebutuhan protein meningkat sesuai dengan pertambahan umur. asam nukleat dan protein. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis. Protein akan dibakar manakala keperluan tubuh akan energi tidak diterpenuhi oleh lemak dan karbohidrat. mineral. Protein menentukan kebanyakan sifat-sifat yang ditemukan dalam kehidupan. Selain itu proses kimia dalam tubuh dapat berlangsung dengan .

baik karena adanya enzim. suatu protein yang berfungsi sebagai biokatalis. Di samping itu hemoglobin dalam butir darah merah (eritrosit) yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh adalah salah satu jenis protein(Fessenden. . 1986).

Menambahkan 4 ml reagen biuret pada setiap tabung reaksi daN kemudian mengkocoknya hingga merata. Biuret 4.40 WITA : Laboratorium Biologi lantai II barat FMIPA UNM . 8 mg/l. Penjepit tabung 6 buah 5. kemudian mengisi masing-masing dengan 1 ml protein standar dengan konsentrasi 0.6. Gelas ukur 10 ml 6 buah b. 2. Putih Telur 5.BAB III METODE PRAKTIKUM A. Prosedur Kerja 1. Menyiapkan pula 2 tabung reaksi yang bersih dan kering yang masingmasing di isi dengan 1 ml sampel (X1 dan X2). Alkohol 70% 3. Pipet tetes 2. Bunsen 6 buah 6. Alat dan Bahan a. Alat 1. Waktu dan Tempat Hari/Tanggal Waktu Tempat B. Bahan 1. 2. Rak tabung reaksi 6 buah 4. Menyiapkan 5 buah tabung yang bersih dan kering. Kuning Telur C.4. 4.d 16.2. 6. Tabung reaksi 24 buah 3.10 ppm 2. 3. : Jumat/6 Desember 2013 : 15. Protein standart 0.00 s.8.

Membaca absorbansi masing-masing campuran pada panjang gelombang 550 nm dari campuran yang konsentrasinya rendah ke yang konsentrasinya lebih tinggi. . 5.4. Mendiamkan campuran tersebut pada suhu kamar sekitar selama 30 menit.

028 0.046 0.039 0.205 0.039 2.177 0.102 0.039 0.05 0 [X1] [X2] [0] [2] [4] [6] [8] [10] konsentrasi 0.2 0.205 0.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.028 .205 0. Grafik Hubungan Konsentrasi dan Absorbansi 0.046 0. Tabel Penentuan Konsentrasi Protein Cara Biuret Konsentrasi (ppm) 0 2 4 6 8 10 X1 X2 Reagen Biuret (ml) 4 4 4 4 4 4 4 4 Absorbansi 0.039 0.177 0. Hasil Pengamatan 1.25 0.205 0.102 0.15 absorbansi 0.1 0.

046 = 2a + b 0.056+ b 0.046 = 2( 0.0.046 = 2a + b Eliminasi persamaan pertama dan kedua 0.046 y2 = 0.028) + b 0.028 X1 .028 Untuk nilai b: Nilai a didistribusikan masuk ke persamaan pertama .056 = 2a a = a = 0. jadi: 0.B.046 = 2a + b 0. Analisis Data Data yang digunakan adalah konsentrasi 2 dan 4 Misalkan : x1 = 2 x2 = 4 Jadi: Untuk persamaan pertama: y1 = ax1 + b 0.046 = 0.046 – 0.039 = 0.01 = 0. nilai a dan b di distribusikan masuk kedalam persamaan y = ax + b Untuk konsentrasi X1 : y = ax + b 0.056 = b b = -0.049 = 0.01 Untuk persamaan kedua: y2 = ax2 + b 0.028 X1 0.039+0.102 untuk nilai konsentrasi X1 dan X2.028 (X1) .102 = 4a + b y1 = 0.102 = 4a + b 0.01 0.

039 + 0.0. dan 10 ppm. penentuan kadar protein didasarkan pada pengukuran serapan cahaya oleh ikatan kompleks yang berwarna ungu.yang tinggi dalam larutan sehingga mampu mengikat ion H+ pada larutan tersebut. Sampel yang digunakan untuk menetapkan kadar protein secara biuret adalah kuning telur. Hal ini terjadi apabila protein bereaksi dengan tembaga dalam lingkungan alkali.X1 = X1 = 1. putih telur dan protein standart 0.028 X2 .028 X2 X2 = X2 = 1.049 = 0.75 C. 4.75 Untuk konsentrasi X2 y = ax + b 0.01 = 0.028 X2 0.01 0. Pembahasan Pada percobaan penentuan kadar protein secara biuret ini. sehingga ion Cu2+ dapat bereaksi dengan gugus amino dari ikatan peptida dari protein dalam larutan susu (kasein). . 2. 6. 8. Ini bertujuan agar proses pembentukan senyawa kompleks berwarna dapat berlangsung dengan benar-benar sempurna. sampel ditambahkan 4 ml reagen biuret dan didiamkan selama 30 menit. Perlakuan yang sama juga di lakukan untuk sampel putih telur. Ion H+ yang lebih reaktif tersebut dapat diikat dan tak akan bereaksi dengan gugus amino. Untuk sampel putih telur dibuat 5 larutan dengan konsentrasi yang berbeda. Terjadinya ikatan komleks yang berwarna ungu apabila protein bereaksi dengan tembaga dalam suasana alkali dalam hal ini digunakan NaOH sebagai basa kuat yang memiliki ion OH. Senyawa kompleks ini terlihat segera setelah penambahan reagen biuret dengan terbentuknya warna ungu pada larutan.039 = 0.

sehingga harga absorbansi yang didapat semakin besar juga.Warna dari larutan protein berbedabeda dari berbagai konsentrasi. larutan protein mengadsorbsi cahaya yang diberikan kepadanya. Transisi ini terjadi dari ligan yang kaya elektron ke ion Cu 2+ yang miskin elektron. Semakin besar konsentrasi yang digunakan maka semakin pekat warna yang terbentuk dan sebaliknya. Pada percobaan ini digunakan metode spektroskopi yaitu pengidentifikasi suatu objek dengan menggunakan kriteria warna. Setelah senyawa kompleks berwarna terbentuk. baru dilakukan pengukuran dengan spektrometer UV pada panjang gelombang 540 nm. Sehingga terjadi transisi elektron pada senyawa kompleks (ligan-ion logam) dari orbital d yang satu ke orbital d lainnya. Dimana energi elektromagnetiknya ditransfer ke atom atau molekul sehingga partikel dalam protein dipromosikan dari tingkat energi yang lebih rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi. .Dalam praktikum ini harga konsentrasi protein pada x1 (putih telur) dan x2(kuning telur) adalah sama. Semakin besar konsentrasi maka semakin banyak protein yang diserap atau diabsorbsi. yaitu tingkat tereksitasi. Dalam percobaan ini. kita menggunakan kriteria warna ungu dari protein. Dari hasil pengidentifikasian pada spektrofotometer. Di dalam spektrofotometer.Senyawa dengan dua atau lebih ikatan peptida apabila direaksikan dengan garam Cu2+ (kupri) pada suasana basa maka akan membentuk suatu kompleks warna ungu violet yang absorbansinya dapat dibaca pada panjang gelombang 546nm. Reaksi warna bisa terjadi karena ion Cu2+ merupakan golongan transisi yang orbital d nya tidak penuh. didapatlah harga absorbansi pada masing-masing konsentrasi. Sehingga didapatkan larutan protein yang berwarna ungu pada masing-masing konsentrasi. Hukum Lambert-Beer menyatakan hubungan linieritas antara absorban dengan konsentrasi larutan analit dan berbanding terbalik dengan transmitan. Hal ini merupakan wujud dari interaksi suatu atom dengan cahaya.

Ketelitian menggunakan spektrofotometer sangat menentukan keberhasilan praktikum. cuvet terlebih dahulu disterilkan dengan alkohol. . 3. B. Gunakan alkohol untuk mengembalikan angka menjadi nol. Semakin tinggi konsentrasi protein yang terdapat dalam larutan maka semakin pekat pula kompleks warna ungu yang dihasilkan. Saran 1. 2.BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Kesimpulan dari praktikum ini adalah penetapan kadar protein secara biuret didasarkan atas pengukuran serapan cahaya oleh ikatan kompleks berwarna ungu violet yang terjadi ketika protein bereaksi denga tembaga dalam lingkungan alkali. sehingga harga absorbansi yang didapat semakin besar juga. Absorbansi suatu larutan berbanding lurus dengan konsentrasinya. Sebelum melakukan pengukuran dengan spektrofotometer. sehingga semakin besar konsentrasi maka semakin banyak protein yang diserap atau diabsorbsi.00 sebelum pengukuran dilakukan. Pastikan spektofotometer menunjukan angka 0.

Roger. Jakarta: EGC . 2002. Watson. Nutrition and Food. Kimia Organik Jilid 2. Biokimia I. Jakarta. HM. A. Jakarta : Bayu Media Publishing. 2004. Pengantar Biokimia. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara. 1986. FMIPA UNM Hawab. 1986. Fessenden. Nirmala. Girindra. 2013.DAFTAR PUSTAKA Devi. Yusminah. Jurusan Biologi. Gramedia. Penuntun praktikum biokimia umum. Jakarta : Erlangga. Hala. 2010. Anatomi dan Fisiologi Edisi 10.