You are on page 1of 15

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Penambahan gerbang tol serang timur sangat diperlukan, karena dilihat dari peningkatan kendaraan yang melalui tol serang timur relatif banyak sehingga sering terjadi kemacetan yang cukup panjang. Salah satu solusi untuk penyelesain tentang masalah ini yaitu dengan menambahkan gerbang tol dan pelebaran jalan tol. Pembangunan pelebaran jalan tol serang timur mempunyai manfaat besar bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Manfaat yang didapat antara lain : mengurangi tingkat kemacetan, memberikan kenyaman bagi pengguna jalan, meningkatkan pembangunan daerah serang, membangkitkan aktivitas ekonomi serta menjadi penunjang investasi.Direktur Operasi PT Marga Mandala Sakti Sunarto Sastrowiyoto mengatakan, tol Tangerang - Merak yang menjadi tanggungjawabnya telah memenuhi seluruh persyaratan standar pelayanan minimal yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum."Sudah menjadi kewajiban bagi kami selaku operator untuk memenuhi seluruh persyaratan SPM yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT)," .Dituangkan di dalam Peraturan Pemerintah No. 15 tahun 2005 tentang jalan tol dan Peraturan Menteri PU No. 392 tahun 2005 tentang SPM jalan tol yang penilaiannya mencakup kondisi jalan, kecepatan tempuh rata-rata, aksebilitas, mobilitas, keselamatan serta unit-unit pertolongan/ penyelematan yang secara berkala akan dievaluasi pemerintah.MMS selaku operator telah menataati peraturan tersebut diantaranya untuk pengamanan tersedia 4 unit ambulan, 8 unit derek, 4 unit PJR, 5 unit patroli jalan tol, 2 unit kendaraan rescue, 2 unit kendaraan water tank, 1 unit derek berat sampai dengan 35 ton, 2 unit crane, dan 1 unit skylift crane.Sedangkan untuk transaksi tol di gerbang masuk rata-rata 3,2 detik per kendaraan (peraturan mewajibkan kurang dari 7 detik), sedangkan di gerbang keluar rata-rata 5,1 detik per kendaraan (peraturan kurang dari 11 detik).Tetapi yang harus diperhatikan bagi pengguna jalan ada beberapa titik penerangan masih kurang sehingga pengemudi harus menyalakan lampu jauh agar lebih waspada apalagi jika turun hujan deras, kemudian juga masih sering ditemukan bus yang menaikan dan menurunkan di sepanjang jalan tol. Dengan demikian pembangunan pelebaran jalan tol dengan menambahkan gerbang tol serang timur banyak memberikan dampak positif.

1.2 Batasan Masalah Agar pembahasan tidak terlalu meluas, penulis merasa perlu memberikan batasan sebagai berikut : Batasan Masalah Untuk mempermudah didalam memahami laporan penelitian ini, penulis membatasi bagaimana dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan serta menentukan tingkat peningkatan yang diperlukan untuk memberikan perubahan yang terjadi akibat suatu pembangunan pelebaran jalan tol serang timur.

1

1.3 Tujuan penelitian 1. Menganalisa dampak yang dapat ditimbulkan dari pembangunan pelebaran jalan tol serang timur. 2. Menganalisa dampak pontensial dan tidak potensial pada lingkungan sekitar pembangunan jalan tol serang timur. 3. Menentukan rencana penanggulangan dampak negatif yang terjadi pada perbaikan fasilitas dan pelebaran jalan tol serang timur.

2

BAB II KONDISI WILAYAH STUDI
Sebuah gambaran umum dari komponen dan kondisi lingkungan untukPelebaran Jalan serta Penambahan Gerbang Tol daritiga sampai enamdijelaskan dalambagian deskripsi lingkungan dalam dokumen studi AMDAL untukJalan Tol Serang Timur - Banten yang dikerjakansejak awal tahun 2013, bagian ini berfokuspada daerah disekitar jalan tol dan data primer dari survei lapangan.

3.1KIMIA FISIK 3.1.1 Iklim
Iklim di wilayah Kabupaten Serang khususnya kawasan Serang Timur memiliki iklim tropis dengan musim hujan antara November-April dan musim kemarau antara Mei-Oktober. 1) Suhu Udara, Arah dan Kecepatan Angin Temperatur udara rata-rata berkisar antara 25,8ºC - 27,6ºC. Temperatur udara minimum 20,90ºC dan maksimum 33,8ºC. Tekanan udara dan kelembaban nisbi rata-rata 81,00 mb/bulan. Kecepatan arah angin rata-rata 2,80 knot, dengan arah terbanyak adalah dari barat dengan sesekali dari timur ketika musim kemarau. 2) Rainfall Menurut seri data 10 tahun dari parameter Klimatologi terbaru padawilayah Serang timur, curah hujan rata-rata 3,92 mm/hari, tertinggi pada bulan Januari (384 mm) dengan 19 hari hujan danterendah adalah pada bulan Agustus (50 mm) dengan 3 hari hujan. Iklim di Indonesia diklasifikasikanke bulan basah dan bulan kering. Bulan basah memiliki jumlah curah hujan lebih dari 100 mm, sedangkanbulan kering memiliki total curah hujan kurang dari 60 mm.

3.1.3 Geografi dan Topografi
Secara Geografis wilayah Kabupaten Serang terletak pada koordinat 5°50’ sampai dengan 6°21’ Lintang Selatan dan 105°0’ sampai dengan 106°22’ Bujur Timur. Jarak terpanjang menurut garis lurus dari utara keselatan adalah sekitar 60 km dan jarak terpanjang dari Barat ke Timur adalah sekitar 90 km, sedangkan kedudukan secara administratif dengan : berbatasan

3

Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Kabupaten Serang memiliki luas 172.402,25 Ha. Topografi bervariasi mulai dari pantai sampai pegunungan dengan ketinggian 0 - 1.788 meter dpl, berhawa sedang 26˚-30˚Celcius dengan curah hujan sedang 142 mm/bulan. Kabupaten serang di aliri 4 sungai yaitu sungai Cidurian, Ciujung, Cibanten dan Cidanau. Seluruh kawasan mempunyai aksesibilitas yang tinggi, mendapat layanan listrik dan telepon yang memadai, tersedia jaringan internet dan telepon genggam serta mempunyai sumber air baku/bersih yang mencukupi.

3.1.4 Jenis Tanah
Sumber daya tanah wilayah Serang Timur secara geografis terbagi menjadi dua tipe tanah, yaitu kelompok tipe tanah sisa atau residu, dan kelompok tipe tanah hasil angkutan. Masingmasing tipe tanah yang terdapat di wilayah Serang Timur antara lain : 1. Aluvial pantai dan sungai 2. Latosol 3. Podsolik merah kuning 4. Regosol 5. Andosol 6. Brown Forest 7. Glei

3.1.5 Geologi
Struktur geologi daerah Serang Timur terdiri dari formasi batuan dengan tingkat ketebalan dari tiap-tiap formasi berkisar antara 200-800 meter dan tebal keseluruhan diperkirakan melebihi 3500 meter. Serang Timur terdiri atas batuan sedimen, batuan gunung api, batuan trobosan dan alluvium. Batuan gunung api dapat dikelompokkan dalam batuan gunung api tua dan muda yang berumur Plistosen Tua hingga Holosen. Batuan trobosan yang dijumpai bersusunan andesiot sampai basal.

3.2 Biologi
Provinsi Banten memiliki kekayaan keanekaragaman hayati berupa floran dan fauna. Sebagian diantaranya jenis dan tipe ekosistem yang bersifat endemik. Kawasan Serang memiliki lahan pertanian sangat luas yang dikelola oleh masyarakat.Memberikan hasil
4

pertanian yang beragam seperti buah-buahan pisang, mangga, rambutan, dan durian untuk konsumsi lokal dan memasok kebutuhan buah kota Jakarta. Serang juga memiliki perkebunan rakyat yang menghasilkan kelapa, kacang tanah, melinjo, kopi, cengkeh, lada, karet, vanili, kakao, dan bumbu-bumbu. Juga untuk memenuhi kebutuhan lokal serta lebih banyak untuk memasok kebutuhan masyarakat Jakarta.Jenis flora dalam ekosistem pertanian pada umumnya adalah jenis tanaman palawija, ubi kayu, kacang kedelai, jagung, dan padi. Sedangkan jenis fauna yang biasa diternak pada umumnya sejenis hewan unggas (burung, ayam) dan hewan mamalia seperti kucing, tikus, kambing, kerbau, dan sapi.

3.3EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA
Kabupaten Serang terletak di ujung Pulau Jawa bagian barat, adalah salah satu Kabupaten dari 4 Kabupaten dan 3 Kota di wilayah Provinsi Banten yaitu Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang, Kota Tangsel. Pengembangan potensi wilayah Kabupaten Serang tak dapat dipisahkan sebagai bagian integral Provinsi Banten, sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah serta sosial ekonomi masyarakatnya menekankan pengembangan pembangunan pada pertanian, industri, parawisata, perdagangan dan jasa. Masyarakat Kabupaten Serang memiliki sifat-sifat religius, kekeluargaan dan kegotongroyongan yang cukup kental. Sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari mempunyai kesetiakawanan sosial yang tinggi dilandasi oleh kesadaran penuh rasa tanggung jawab untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya, sehingga potensi konflik gejolak politik di Kabupaten Serang relatif rendah. Situasi ini jelas mendukung suasana yang tentram dan aman serta kondusif untuk perkembangan dunia usaha, sehingga membuat banyak investor merasa tenang dan nyaman melakukan aktivitasnya berusaha di wilayah Kabupaten Serang.

3.3.1 Demografi (Penduduk dan Kepadatan)
Demografi sangat penting bagi kemajuan suatu daerah. Sebuah daerah yang memiliki kualitas sumber daya yang baik dapat diklasifikasikan sebagai daerah berkembang dan sebaliknya. Jumlah penduduk Kabupaten Serang hanya 1,6 juta jiwa, dengan komposisi laki-laki dan perempuan berimbang, dan laju populasi 2%. Penduduk tersebar merata di wilayah kabupaten seluas 1.700 km2, hidup di dataran rendah dari 0 m sampai 1.778 m di atas permukaan laut.

5

3.3.2Sektor Industri Kota Serang
Di sektor industri, terdapat dua zona industri yaitu Zona Industri serang Barat dan Zona Industri Serang Timur. Zona Industri Serang Barat terletak di Kecamatan Bojonegara, Puloampel dan Kramatwatu dengan luas total 4,000 Ha berada di sepanjang pantai Teluk Banten untuk pengembangan industri mesin, logam dasar, kimia, maritim dan pelabuhan. Sudah beroperasi 64 perusahaan seperti Industri Gunanusa Utama Fabricators dan Berlian Sarana Utama. Sedangkan Zona Industri Serang Timur terletak di Kecamatan Cikande dan Kragilan dengan luas kawasan industri 1.115 ha. Terdapat beberapa kawasan industri seperti Nikomas Gemilang, Indah Kiat dan Modern Cikande.

3.3.3Sektor Pariwisata Kota Serang
Selain sektor industri, kabupaten Serang juga memiliki potensi dibidang pertanian seperti kelapa dan melinjo yang menjadi khas Banten. Di sektor kelautan potensi yang ada berupa ikan bandeng,udang windu, rumput laut dan perikanan tambak. Sektor pariwisata juga memiliki potensi yang cukup besar. Hal ini mengingat terdapat lokasi wisata berupa Pantai Anyer dan awasan Heritage Banten lama. Daya tarik wisata lain adalah Mercusuar, Karang Bolong dan Anyer Kidul, Rawa Dano, Cagar Alam Pulau Dua, Pemandian air Panas Batukuwung, serta air terjun.

6

BAB III SCOOPING

3.1 Dampak Pembangunan Jalan Tol Serang Timur Terhadap Sosial-Ekonomi 1. Pra Konstruksi Dampak Negatif a. Keresahan masyarakat dan kekhawatiran serta ketidakpuasan atas nilai ganti rugi dan lokasi pemindahan terutama yang memiliki lahan pertanian. b. Keresahan masyarakat akan kehilangan pekerjaan. c. Terputusnya hubungan kekerabatan penduduk. d. Terganggunya lalu lintas. e. Meningkatnya resiko kejadian kejahatan dan kecelakaan f. Peningkatan resiko masalah kesehatan Dampak Positif a. Tersedia mata pencaharian sementara b. Peningkatan kesempatan kerja 2. Konstruksi Dampak Negatif a. Akses menuju lokasi pertanian menjadi terhambat karena adanya truk pengangkut bahan bangunan, sehingga menurunkan hasil produksi serta panen. b. Mobilisasi tenaga kerja dapat menimbulkan kecemburuan sosial, karena tenaga kerja lokal tidak diprioritaskan. c. Pekerjaan tanah, badan jalan dan sistem drainase dapat menggangu lalu lintas. d. Mobilisasi peralatan berat dapat merusak prasarana jalan. Dampak Positif a. Kegiatan ekonomi daerah membaik. b. Tersedian mata pencaharian baru. 3. Pasca Konstruksi Dampak Negatif a. Terputusnya hubungan kekerabatan penduduk, karena keberadaan bangunan jalan.
7

Dampak Positif a. Jalan bebas hambatan. b. Adanya mata pencaharian baru. c. Kegiatan ekonomi yang meningkat. d. Mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. e. Nilai lahan lebih tinggi. f. Adanya perbaikan kondisi lingkungan sepanjang koridor proyek. 4. Pasca Operasi Dampak Negatif a. Mata pencaharian berkurang dikarenakan kegiatan pasca operasi hanya berupa pemeliharaan sehingga tidak membutuhkan tenaga kerja yang lebih. Dampak Positif a. Peningkatan pendapatan daerah warga yang terlibat dalam pemeliharaan.

4.2 Lingkungan Sosial-Ekonomi 3.2.1 Deksripsi Lokasi Proyek Dan Sekitarnya 3.2.1.1 Penggunaan tanah sekarang di lokasi proyek: [ ] Tanah Murni Pertanian [ ] Kebun buah-buahan [ ] Padang rumput [ ] Rawa/Hutan bakau [ ] Kolam ikan [ ] Telah dibangun
8

[ ] Lain-lain (jelaskan) _________________ 3.2.1.2 Pemukiman yang ada di lokasi proyek: [ ] Ya [ ] Tidak Bila ya: Jumlah rumah tangga atau keluarga: ________________ Jumlah pemilik resmi tanah: ________________ Jumlah penyewa: _______________ Jumlah penghuni liar: _________________ Sumber informasi: ______________________________________ 3.2.1.3 Infrastruktur sosial / budaya di wilayah tersebut [ ] Sekolah [ ] Mesjid [ ] Tempat suci [ ] RS / Puskesmas / klinik [ ] Tempat berkumpul [ ] Lain-lain (jelaskan): ____mall of serang__________ 3.2.1.4 Apakah lokasi sesuai dengan rencana tata guna tanah kota / kotapraja? [ ] Ya [ ] Tidak Bila tidak, sebut nama kota/kotapraja serta uraian ke-tidak sesuaian!

3.2.1.9 Apakah alokasi lahan dan garis jalan serta fasilitas lainnya terintegrasi ke dalam jaringan (jalan) dan pola pemukiman yang terdapat diluar batas – batas lokasi proyek? [ ] Ada [ ] Tidak Bila tidak, jelaskan: ____________________________________ 3.2.1.11 Kelompok penduduk asli bermukim di lokasi atau sekitarnya (< 5 km)? [ ] Ada [ ] Tidak Bila ada, catat dan nyatakan lokasinya: pemukiman terletak 1 km dari lokasi proyek Bila ada, apakah kelompok-kelompok ini disertakan dalam perencanaan proyek? [ ] Ya [ ] Tidak Bila ya, uraikan partisipasinya: ___________________________ 3.2.2 Analisa Dampak Lingkungan 3.2.2.1 Risiko adanya sengketa penggunaan tanah; risiko perubahan infrastruktur sosial: [ ] Ada [ ] Tidak 3.2.2.2 Pemindahan / Pemukiman kembali masyarakat atau komunitas; pembebasan lahan pertanian; sengketa hak jalan: [ ] Ada [ ] Tidak 3.2.2.3 Risiko perubahan jaringan jalan: peningkatan lalu-lintas; pengurangan akses pada- atau melalui daerah proyek [ ] Ada [ ] Tidak
9

3.2.2.4 Peningkatan kegiatan ekonomi didaerah tersebut karena peningkatan kesempatan kerja dan peningkatan keperluan rumah dan layanan umum untuk pekerja sementara pada tahap (pra-) konstruksi [ ] Ada [ ] Tidak 3.2.2.5 Risiko peningkatan kejadian kejahatan dan kecelakaan pada tahap (pra-) konstruksi [ ] Ada [ ] Tidak 3.2.2.6 Peningkatan risiko bahaya / masalah kesehatan akibat potensi terpolusinya tanah, air dan udara, bahan-bahan konstruksi berbahaya dan sampah (tertinggal setelah penyelesaian) [ ] Ada [ ] Tidak 3.2.2.7 Risiko terjadinya sengketa dengan kelompok penduduk asli [ ] Ada [ ] Tidak 3.2.2.8 Perkiraan dampak positif pada struktur sosial: [ ] Ada [ ] Tidak Bila ada, maka dampak positif pada: [ ] Ekonomi lokal [ ] Transportasi/jaringan jalan/akses [ ] Angkutan umum [ ] Kesehatan [ ] Tatanan pendidikan dan budaya [ ] Lain-lain (jelaskan): _______________________________________ 3.2.2.9 Risiko lain akibat dampak pada lingkungan sosial: [ ] Ada [ ] Tidak g. Jelaskan: Terputusnya hubungan kekerabatan penduduk.

10

BAB IV RKL dan RPL

Dampak  Keresahan masyarakat dan kekhawatiran serta ketidakpuasan atas nilai ganti rugi dan lokasi pemindahan terutama yang memiliki lahan pertanian.

Tindakan Mitigasi  Melaksanakan konsultasi dan capai kesepakatan sebelum menyelesaikan disain terinci.  Beri penjelasan dan kompensasi kepada para pemangku kepentingan sebelum dialihkan.  Melaksanakan konsultasi dan capai kesepakatan sebelum menyelesaikan disain terinci.  Beri penjelasan dan berikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat sekitar.  Terapkan rencana pengendalian lalu lintas.  Perubahan jalan lalu lintas kejalan-jalan yang kurang padat. 

 Keresahan masyarakat akan kehilangan pekerjaan.

Metode Pemantauan Periksa laporan mengenai daerah-daerah bermasalah. Lakukan diskusi dengan para wakil masyarakat setempat. Teliti daftar pengaduan guna mengidentifika si masalah yang belum terselesaikan . Memeriksa masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Melakukan diskusi dengan para wakil masyarakat setempat.

Frekuensi dan lokasi

Parameter / indikator  Jumlah lahan pertanian yang terkena dampak.  Pengaduan dari masyarakat setempat.

 Jumlah masyarakat yang terkena dampak.  Pengaduan dari masyarakat setempat.  Kritik yang ditulis di media.

 Terganggunya lalu lintas.

 Inspeksi lapangan.  Sensus lalu lintas.  Teliti daftar pengaduan berita harian.

 Kemacetan lalu lintas yang meningkat.  Pengaduan dari masyarakat setempat.  Kritik yang ditulis di media.

11

 Resiko sengketa dengan kelompok asli setempat

 Peningkatan dalam kegiatankegiatan ekonomi.

 Lakukan hubungan dan kerja sama dengan wakilwakil masyarakat setempat.  Pertimbangkan aspek-aspek sensitive khusus sementara merencanakan tata ruang proyek.  Laksanakan pelatihan dan latihan karayawan dibidang aspek prilaku social.  Prioritas penyewaan harus diberikan pada penduduk local yang berhak.  Bangun fasilitas sementara.

 Lakukan diskusi dengan wakilwakil masyarakat setempat.  Periksa laporan daerah bermasalah.  Periksa daftar pengaduan guna mengidentifika si masalah yang belum tertangani.  Lakukan kunjungan lapangan.

 Pengaduan dari masyarakat setempat.  Kritik yang diterbitkan dimedia masa.

 Peningkatan kejadian kriminalitas dan kecelakaan.

 Dengan tegas mengharuskan kontraktor dan karyawan mematuhi keselamatan konstruksi dan lokasi (dengan berkordinasi dengan pejabat setempat).  Kembangkan dan laksanakan rencana tanggap darurat

 Diskusi dengan wakil-wakil masyarakat local.  Periksa laporan mengenai daerah-daerah berpotensi masalah ataupun yang sedang bermasalah.  Teliti daftar pengaduan harian.  Pengumpulan statistic mengenai jumlah kecelakaan yang terjadi.  Lakukan diskusi dengan para wakil masyarakat setempat.  Periksa laporan mengenai daerah-daerah berpotensi 12

 Jumlah usaha kecil.  Persepsi masyarakat tentang proyek ditinjau dari efektivitas pemanfaatan tenaga local.  Kritik yang ditulis dalam media.

 Peningkatan kecelakaan dibidang konstruksi.  Penigkatan kecelakaan lalu – lintas.  Kritik yang ditulis dimedia.

 Peningkatan resiko masalah berbahaya/kesehat an

keselamatan dan kesehatan lokasi.  Sediakan peralatan keselamatan dan rambu-rambu peringatan yang sesuai.  Laksanakan pelatihan karyawan, pertemuan harian pra-kerja dibidang keselamatan, perlindungan karyawan.  Jangan menimbun brangkal secara terbuka.  Terapkan tindakan penghilangan baud an pengendalian binatang pengerat.

masalah ataupun sedang bermasalah.  Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur dan kumpulkan statistic kesehatan.

 Teliti daftar pengaduan, berita harian.  Observasi visual dan inspeksi lapangan.

 Baku mutu untuk bahan beracun dan berbahaya (B3).  Timbulnya penyakit menular dan tidak menular dengan berlangsungny a waktu.

13

BAB V KESIMPULAN

Setelah melakukan pengamatan dan penelitian amdal tentang perbaikan fasilitas dan pelebaran jalan Tol Serang Timur, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

Kegiatan perbaikan fasilitas dan pelebaran jalan Tol Serang Timur menimbulkan dampak positif seperti kegiatan ekonomi daerah yang membaik dan tersedianya lapangan pekerjaan yang baru. Selain menimbulkan dampak positif, kegiatan ini juga menimbulkan dampak negatif seperti Keresahan masyarakat dan kekhawatiran serta ketidakpuasan atas nilai ganti rugi dan lokasi pemindahan terutama yang memiliki lahan pertanian, Keresahan masyarakat akan kehilangan pekerjaan dan Peningkatan kejadian kriminalitas dan kecelakaan. Sehingga perlu adanya analisa dampak potensial dan non potensial pada lingkungan sekitar pembangunan jalan, dalam pengamatan kali ini terfokus pada dampak terhadap sosial ekonomi. Analisa dampak ini berguna untuk menentukan rencana rencana penanggulangan dampak negatif yang terjadi pada perbaikan fasilitas dan pelebaran jalan Tol Serang Timur. Adapun rencana penanggulangan dampak dapat berupamelakukan tindakan mitigasi seperti, rencana penanggulangan dampak negatif yang terjadi pada perbaikan fasilitas dan pelebaran jalan tol serang timur, Prioritas penyewaan harus diberikan pada penduduk local yang berhak.

14

TUGAS BESAR ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (Perbaikan Fasilitas dan Pelebaran Jalan Tol Serang Timur)

Disusun Oleh Nama NPM Jurusan : Nuhman : 3333120629 : Teknik Industri

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
15