You are on page 1of 34

Bed Side Teaching Osteosarkoma

Oleh : Ramadhan Ananda P

Preseptor : dr. Adrian Riza Sp.OT M.Kes

TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI
 Osteosarkoma (osteogenik sarkoma) adalah

suatu neoplasma ganas yang berasal dari sel primitif (poorly differentiated cells) di daerah metafise tulang panjang. Disebut osteogenik oleh karena perkembangannya berasal dari seri osteoblastik sel mesenkim primitif.  Osteosarkoma biasanya terdapat pada metafisis tulang panjang di mana lempeng pertumbuhannya (epiphyseal growth plate) yang sangat aktif; yaitu pada distal femur, proksimal tibia dan fibula, proksimal humerus dan pelvis.

. Rata-rata penyakit ini terdiagnosis pada umur 15 tahun.  Kanker tulang (osteosarkoma) lebih sering menyerang kelompok usia 15-25 tahun (pada usia pertumbuhan).EPIDEMIOLOGI  Di RSCM osteosarkoma merupakan tumor ganas yang sering didapati yakni 22% dari seluruh jenis tumor tulang dan 31 % dari seluruh tumor tulang ganas.  Angka kejadian pada anak laki-laki sama dengan anak perempuan.  Dari jumlah seluruh kasus tumor tulang 90% kasus datang dalam stadium lanjut.

FAKTOR PREDISPOSISI  Trauma  Ektrinsik karsinogenik  Karsinogenik kimiawi  Virus  Genetik .

batuk.MANIFESTASI KLINIS  Nyeri dan/atau pembengkakan pada ekstremitas yang terkena. demam. akibat adanya penempatan sel-sel neoplasma pada sumsum tulang.  Anemia.  Teraba massa tulang dan peningkatan suhu kulit di atas massa serta adanya pelebaran vena.  Gejala-gejala penyakit metastatik meliputi nyeri dada. berat badan .  Terbatasnya pergerakan pada sendi yang terkena/pada pembengkakan.

KLASIFIKASI Klasifikasi tumor tulang menurut TNM  Tx : Tumor tidak dapat dicapai  T0 : Tidak ditemukan tumor primer  T1 : Tumor terbatas pada periosteum  T2 : Tumor menembus periosteum  T3 : Tumor masuk organ atau struktur sekitar tulang  N0 : Tidak ditemukan tumor di kelenjar limfe  N1 : Tumor di kelenjar linfe regional  M0 : Tidak ditemukan metastase jauh  M1 : Metastase jauh .

dimana proses destruksi merupakan proses utama. yang diakibatkan oleh banyak pembentukan tumor tulang. .PEMERIKSAAN PENUNJANG Radiologi  Didapat 3 macam gambar radiologi yaitu:  Gambaran osteolitik.  Gambaran osteoblastik.  Gambaran campuran antara proses destruksi dan proses pembentukan tumor tulang.

yang semuanya mengindikasikan proses yang agresif. tetapi kebanyakan menunjukkan campuran antara area litik dan sklerotik.X-ray  Gambaran foto polos dapat bervariasi. termasuk Codman triangles dan multilaminated. spiculated. dan reaksi sunburst. .  Berbagai spektrum perubahan dapat muncul.

. mineralisasi osteoid diantara jaringan lunak.Foto polos dari osteosarkoma dengan gambaran Codman triangle (arrow) dan difus.

.Perubahan periosteal berupa Codman triangles (white arrow) dan masa jaringan lunak yang luas (black arrow).

Sunburst appearance pada osteosarkoma di femur distal .

.  Merupakan tehnik pencitraan yang paling akurat untuk menentuan stadium dari osteosarkoma dan membantu dalam menentukan manajemen pembedahan yang tepat.MRI  Merupakan modalitas untuk mengevaluasi penyebaran lokal dari tumor karena kemampuan yang baik dalam interpretasi sumsum tulang dan jaringan lunak.

.Gambaran MRI menunjukkan kortikal destruksi dan adanya massa jaringan lunak.

hemoglobin. Pemeriksaan urine yang penting adalah pemeriksaan protein Bence-Jones.  Darah. . asam fosfatase serum yang memberikan nilai diagnostik pada tumor ganas tulang. Pemeriksaan darah meliputi pemeriksaan laju endap darah. elektroforesis protein serum.Laboratorium  Pemeriksan laboratorium merupakan pemeriksaan tambahan/ penunjang dalam membantumenegakkan diagnosis tumor. alkali fosfatase serum.  Urine.

DIAGNOSIS BANDING  Ewing’s sarcoma  Osteomyelitis  Osteoblastoma  Giant cell tumor  Aneurysmal bone cyst  Fibrous dysplasia .

.  Obat-obat kemoterapi yang mempunyai hasil cukup efektif untuk osteosarkoma adalah: doxorubicin(adriamycin). mempermudah melakukan eksisi pada metastase tersebut.  Kemoterapi juga mengurangi metastase ke paruparu dan sekalipun ada. dan methotrexate.  Diberikan pre operatif dan post operatif. mesna. cisplatin. ifosfamide.TATALAKSANA Kemoterapi  Merupakan pengobatan yang sangat vital pada osteosarkoma.

Setelah melakukan reseksi tumor. sehingga memerlukan kecakapan untuk merekonstruksi kembali dari ekstremitas tersebut . terjadi kehilangan cukup banyak dari tulang dan jaringan lunaknya.Pembedahan  Saat ini prosedur Limb Salvage merupakan tujuan yang diharapkan dalam operasi suatu osteosarkoma.  Amputasi terpaksa dikerjakan apabila prosedur limb-salvage tidak dapat atau tidak memungkinkan lagi dikerjakan.

LAPORAN KASUS .

IDENTITAS  Nama  Umur  No MR  Pekerjaan  Alamat : Nel : 26 tahun : 847603 : Ibu rumah tangga : Lubuk Alung .

Djamil Padang pada tanggal dengan keluhan utama : Timbul benjolan yang semakin nyeri pada lutut kiri sejak 1 bulan yang lalu . M.ANAMNESIS  Seorang pasien perempuan berusia 26 tahun dirawat di bagian bedah RSUP Dr.

 Benjolan awalnya sebesar kelereng namun semakin lama semakin besar. sejak 3 bulan yang lalu. Benjolan terasa nyeri. nyeri semakin bertambah dan dirasakan bahkan saat istirahat atau pada malam hari dan tidak berhubungan dengan aktivitas.Riwayat Penyakit Sekarang :  Timbul benjolan yang semakin nyeri pada lutut kiri sejak 1 bulan sebelum masuk rumah sakit.  Lutut tidak bisa digerakkan sejak benjolan .

namun pasien tidak mengetahui secara pasti jumlahnya. .  Riwayat penurunan nafsu makan ada.  Riwayat menggunakan kontrasepsi hormonal ada. riwayat diurut pada lutut ada  Riwayat penurunan berat badan ada.Riwayat Penyakit Sekarang :  Riwayat trauma pada lutut disangkal. riwayat penggunaan pestisida dan terpapar radiasi tidak ada.

Riwayat Penyakit Dahulu :  Riwayat timbul benjolan dan keganasan pada tempat lain sebelumnya tidak ada. . Riwayat Penyakit Keluarga :  Tidak ada anggota keluarga dengan riwayat keganasan sebelumnya.

80 C .PEMERIKSAAN FISIK  Keadaan umum : sakit sedang  Kesadaran : CMC  Tekanan darah : 120/80 mmHg  Nadi : 78x/menit  Nafas : 21x/menit  Suhu : 36.

Status Generalisata  Kepala : normocephal  Mata : konjungtiva anemis (-) sklera ikterik (-)  Leher : pembesaran KGB (-)  Thoraks  Cor I : iktus kordis tidak terlihat Pa : iktus kordis tidak teraba Pe : batas jantung dalam batas normal Au : HR:78x?menit. murmur (-) .

 Pulmo I : statis dan dinamis simetris kiri dan kanan Pa : fremitus simetris kiri dan kanan Pe : sonor di seluruh paru Au : vesikuler. ronkhi (-) wheezing ()  Abdomen I : distensi (-) Pa : supel. hepar dan lien tidak teraba Pe : timpani Au : bising usus (+) normal  Ekstremitas : akral hangat. perfusi baik .

konsistensi kenyal padat. venektasi (+). sewarna dengan kulit.Status Lokalis Regio genu sinistra  Look : tampak benjolan sebesar kepala bayi. batas tidak tegas. nyeri tekan (+). tukak (-)  Feel : teraba hangat.  Move : ROM terbatas nyeri .

DIAGNOSIS KERJA Osteosarkoma regio distal femur sinistra T3N0M0 .

8 detik .1 g/dl  Hematokrit 22%  Leukosit 17400/mm3  Trombosit 580000/mm3  PT 13.PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium  Hemoglobin 7.2 detik  APTT 51.

 Foto rontgen cruris sinistra .

USG Abdomen  Sesuai gambaran metastasis pada hepar .

DIAGNOSIS Osteosarkoma regio distal femur sinistra dengan metastasis hepar T3N0M1 .

PENATALAKSANAAN  Diet MB  IVFD Ringer Laktat 28 tetes/menit  Transfusi PRC sampai Hb > 10 gr/dl  Ceftriaxon 2x1 gram iv  Ranitidine 2x1 amp iv  Ketorolac 2x1 amp iv  Kemoterapi neoadjuvant  Prosedur limb salvage .