You are on page 1of 65

TUTORIAL KASUS MATI BAGIAN KEDOKTERAN FORENSIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GAJAH MADA

Danar wicaksono Rasvinder singh ragbeer singh Dian herlusiatri rahayu Dina septiana H.M. Syahrul fauzi Aristida cahyono putro

IDENTITAS KLL 1

Serah terima jenazah
• Penyidik • Yang

menyerahkan

• Budi Setyawan
• Kompol NRP 82034481 • Kepala Kepolisian

Sektor Depok Timur • Surat B/333/KU/2013/Reskrim/ 2 Desember 2013 • Tersengat Aliran Listrik

jenazah : Furarihan S, S.Sos Kawir Lantas Depok Timur Polsek Depok Timur
• Yang menerima jenazah

Wartono Piket sore IKF

kakap raya depan masjid Minomartani. • Kematian karena tersengat aliran listrik • Permohonan dilakukan pemeriksaan luar Agung jamik. Ngalik.Kronologis dan permintaan pemeriksaan • Jenazah ditemukan pada senin 2 desember 2013 sekitar jam 15. . Sleman.00 di Jl.

sekitar 5-10 menit lalu korban jatuh dari pohon. ranting menempel pada kabel yang berada disebelah pohon tersebut.Kronologis dan permintaan pemeriksaan • Korban sedang menebang pohon. saat itu cuaca gerimis dan korban diperingatkan untuk tidak melanjutkan aktivitas menebang oleh temannya. . namun korban tidak mendengar ajakan temannya dan menetap melanjutkan menebang ranting pohon. Lalu korban berteriak “Allahuakbar” beberapa kali dengan kanan memegang gergaji kayu dan tangan kiri memegang cabang pohon lain. tangan kanan lalu melepas gergaji. dengan posisi tangan / punggung tangan terlebih dahulu dibarengi kepala lalu kaki. Saat ranting mulai patah.

• Tanda pengenal tidak disebutkan. celana dalam warna abu-abu. Jamper dibuka jenazah mengenakan kaos lengan pendek berwarna hitam. pengenalan dari surat permintaan penyidik • Labelling kaki tidak ada . dibagian depan kemaluan dan dipinggir kiri depan terdapat lubang bekas terbakar. Celana training berwarna jingga.Pakaian korban • Pakaian jas warna hitam. pinggang atas kanan depan meleleh. lengan pendek tanpa kerah.

samping kanan 3 cm.Ciri fisik • Panjang 163cm berat 50kg. badan • • • • • tampak sedang Rambut kepala hitam model lurus keatas. samping kiri 3 cm. panjang rambut depan 4 cm. warna kulit coklat. sukar dicabut dalam keadaan kering Rambut pada dagu panjang 2 cm Telinga tanpa tindik Ciri wajah lain tidak disebutkan Tidak ada tanda khas lain .

ASPEK MEDIKOLEGAL .

KASUS INI MEMENUHI AYAT 1 DAN AYAT 2 PASAL 133 KUHAP KARENA ADANYA SURAT PERMINTAAN VISUM ET REPERTUM .• Jenis Autopsi: Autopsi Forensic • Hukum Yang Bersangkutan: a) Pasal 133 KUHAP Ayat 1 : Penyidik untuk kepentingan peradilan menengani seorang korban yang diduga karena peristiwayang merupakan tindak pidana berwenang mengajukan pemerikasaan keteranganahli kepada Ahli Kedokteran Kehakiman atau dokter Ayat 2 : Permintaan keterangan ahli sebagaimana yang dimaksudkan dalam ayat 1 dilkukan secara bertulis yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan ayat dan atau pemeriksaan bedah mayat.

Ayat 2 : Dalam hal keluarga keberatan. Ayat 3 : Apabila dalam waktu 2 hari tidak ada tanggapan apapun dari keluarga atau pihak yang perlu diberitahu tidak ditemukan maka penyidik segera melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133 ayat(2) KASUS INI MEMENUHI AYAT 1 PASAL 134 KUHAP. penyidik wajib memberitahukan terlebih dahulu kepada keluarga korban. AYAT 3 TIDAK RELEVAN KARENA TERDAPAT SURAT PERSETUJUAN BEDAH MAYAT DARI KELUARGA . penyidik wajib menerangkan dengan sejelas-jelasnya tentang maksud dan tujuan bedah mayat.b) Pasal 134 KUHAP Ayat 1 : apabila keperluan pembuktian bedah mayat tidak mungkin dihindari.

• Keperluan Administratif a) Surat Permintaan Autopsi dari penyidik dilampiri surat persetujuan keluarga bermeterai b) Surat penyerahan jenazah dari penyidik dengan surat tanda bukti serah terima barang bukti jenazah c) Berita acara pemeriksaan perkara atas tempat kejadian perkara d) Berita acara penyegelan barang bukti e) Bukti pembayaran biaya pemeriksaan f) Rekam medis bila sebelumnya korban mendapatkan perawatan Kasus ini memenuhi Keperluan Administratif yang tersebut di atas. .

2 Desember 2013 pukul 14.45 WIB .57 s/d 16.Identitas Jenazah • • • • • • • • Nama: s Jenis Kelamin: Laki-laki Umur: 56thn Agama: Islam Alamat: Jogjakarta Jenis Kasus: Tersengat aliran listrik Jenis Pemeriksaan: Pemeriksaan Luar Tanggal Pemeriksaan: Senin.

2 Desember 2013 sekitar jam 15.00 WIB • Tempat: Jl. Minomartani. . Sleman.Setting Peristiwa • Tanggal: Pada hari Senin.kakap raya depan masjid Agung jamik. Ngalik.

Lipur R. Sp.Petugas Otopsi • Pemimpin • • • • • • • • • • : dr.F Obduktor I : Hendra pamuji Pramukti Obduktor II : Djoko triamojo Obduktor III : Yopizal idham Protokol I : Titis Setya ningrum Protokol II : Belladya Andriwati Wartawan I : Stefani Taming Wartawan II : Yuwita Laboran I : Stella Saleh Laboran II : Saksi : -Penegak hukum: -Yang lain :- .

PEMERIKSAAN LUAR .

Celana dibuka.Keadaan Jenazah • Jenazah tidak berlabel. Di bagian depan kemaluan dan di pinggang kiri depan terdapat lubang bekas terbakar. • Bungkus di buka. Jenazah menggunakan celana training berwarna jingga di bagian samping bertuliskan “SMPN 1”. jenazah dalam keadaan memakai kaos berwarna hitam lengan pendek tanpa kerah terdapat tulisan “siemens” di bagian dada kiri atas dan daun di bagian kanan atas. Diantara kedua tungkai bawah terdapat selembar koran “Tribun Jogja”. jenazah mengenakan celana dalam warna abu-abu. . ditutupi dengan kain biru muda dengan bercak darah di bagian kepala. tidak dibungkus.

• Telapak kaki kanan dan kiri menghadap bawah belakang. dengan tangan kiri tertelungkup di atas pusar.Sikap Jenazah • Terlentang. dengan tangan kanan tertelungkup di atas perut atas. • Lengan kiri atas terhadap lengan bawah kiri membentuk sudut 90º. jari-jari ke arah bawah depan. . • Lengan kanan atas terhadap lengan bawah kanan membentuk sudut 90º. dengan muka menghadap ke depan. • Tungkai kiri lurus. • Tungkai kanan lurus.

Kaku Jenazah Kaku yang Sukar Digerakan • pada rahang. kedua lutut. kedua pinggul . kedua siku. kedua tangan. jari-jari Kaku yang Mudah Digerakan • Seluruh jari-jari kaki tangan. leher. kedua pergelangan kaki. kedua pergelangan tangan.

lipatan lutut keduanya. paha atas belakang.Bercak Jenazah • Terdapat pada punggung atas. pinggang belakang. dan seluruhnya hilang pada penekanan. pada tengkuk. samping kanan-kiri. .

Pembusukan Jenazah • Ukuran Jenazah Tidak ada pembusukan jenazah • Panjang : Seratus enam puluh dua sentimeter • Berat : lima puluh kilogram .

samping kiri tiga sentimeter. dalam delapan milimeter. dalam keadaan kotor. belakang dua sentimeter. panjang bagian depan empat sentimeter. lebar setengah sentimeter. • Bagian yang tertutup rambut: tepat lima sentimeter diatas telinga kiri terdapat luka robek.Kepala • Rambut: warna hitam. samping kanan tiga sentimeter. panjang tiga sentimeter. Tidak terdapat derik tulang . sukar dicabut. tidak beruban.

Diatas mata kiri terdapat luka lecet geser sepanjang empat sentimeter dengan ujung kanan luka menyentuh alis. diameter dua sentimeter dasar kulit kondisi bersih. Pada pangkal alis kanan terdapat luka robek dengan ukuran satu kali tiga sentimeter dan terdapat jembatan haringan . warna merah keunguan bentuk bulat.• Dahi: Terdapat luka lecet tekan pada dahi kiri dua sentimeter dari sumbu tubuh dan tepat dua sentimeter diatas alis. ujung kiri dua sentimeter dari ujung alis.

• Mata kanan: Mata kanan menutup dengan rambut mata sepanjang tujuh milimeter. selaput lendir mata keruh. Pada kelopak mata bagian dalam pucat. Selaput bening mata keruh. bola mata tampak utuh dan perabaan kenyal . Pada kelopak mata bagian luar terdapat memar warna kebiruan dengan ukuran dua kali lima sentimeter. manik mata ukuran lima milimeter. Sekitar mata tidak teraba derik tulang.

Kelopak mata bagian luar terdapat memar tepat di kelopak mata bagian luat. Pada perabaan tidak terdapat derik tulang.• Mata kiri: Mata kiri menutup dengan rambut mata sepanjang tujuh milimeter. manik mata ukuran lima milimeter. Terdapat luka lecet tekan setengah sentimeter dibawah mata kiri dengan panjang satu sentimeter. kelopak mata bagian dalam berwarna pucat. Selaput bening mata keruh. selaput lendir mata keruh. bola mata tampak utuh dan perabaan kenyal . terdapat luka lecet geser empat sentimeter dari hidung dengan ukuran dua sentimeter . Satu sentimeter dibawah luka satu.

bibir atas tidak terdapat luka. Lidah tidak tergigit. memar.• Hidung: Dari kedua lubang hidung keluar cairan merah kental. satu sentimeter dari garis sumbu tubuh dengan warna merah keunguan. tidak terdapat memar dan derik tulang • Mulut: Dalam keadaan terbuka satu sentimeter dengan seluruh gigi seri dan taring atas kelihatan. Bibir bawah kiri terdapat luka lecet tekan dengan ukuran satu kali satu sentimeter. memar. . Dari lubang mulut tidak keluar cairan. terdapat luka lecet tekan tepat dua sentimeter diatas hidung kanan. tidak terdapat luka. dalam keadaan tidak menjulur keluar.

• Pipi: Pada pipi kanan terdapat luka lecet tekan tepat dua sentimeter dibawah mata dan dua sentimeter dari hidung dengan ukuran tiga kali dua sentimeter.• Dagu: Terdapat rambut setengah sentimeter. tidak terdapat memar dan derik tulang . warna hitam. Terdapat luka lecet geser satu sentimeter dari sumbu tubuh. ukuran tiga kali dua sentimeter dengan warna merah keunguan. sukar dicabut. Tidak terdapat memar dan derik tulang.

tidak terdapat memar dan derik tulang .• Telinga: Telinga kiri atas terdapat luka lecet geser dengan ukuran satu kali satu sentimeter dengan warna merah keunguan.

Pusat datar tidak terdapat memar pada perabaan kenyal. pada ketukan redup. dan derik tulang.5 cm. . bentuk melintang dengan panjang 25 cm lebar 2.5 cm di bawah pusat terdapat luka bakar derajat 3 dengan warna coklat kehitaman. dan derik tulang.• Leher: Tidak terdapat luka. memar. memar. Pada bagian perut bawah tepat 0. Pada ketukan terdengar redup. • Dada: Tidak terdapat luka. • Perut: Permukaan sejajar dengan permukaan dada.

Rambut berwarna hitam keriting panjang 4 cm dan sukar dicabut. Terdapat luka bakar derajat 3 pada batang penis sampai buah pelir bagian kiri atas dengan panjang luka 2x1 cm. Dari lubang kelamin keluar cairan berwarna putih kental. bentuk tidak beraturan warna kehitaman. . Pada buah pelir kiri atas terdapat luka bakar derajat 3 dengan panjang 3x2 cm. Pada kantung pelir terlihat adanya luka bakar derajat 3 pada bagian kiri atas dengan dua buah pelir.• Alat kelamin: jenis kelamin laki-laki tidak disunat. kondisi kotor.

• Tangan: Terdapat luka bakar derajat 3 teraba keras tepat 5 cm dari pergelangan tangan. ukuran 5x2 cm. jaringan di bawah kulit berwarna merah keunguan. arah dari bawah ke atas. • Lengan bawah: Tidak terdapat luka. dan derik tulang. warna kehitaman. warna pucat. pada pangkal potongan ibu jari terdapat sekumpulan luka lecet geser. dan derik tulang. kondisi bersih. dan derik tulang. warna pucat. . kondisi ersih. • Anggota atas kiri • Lengan atas: bahu kiri terdapat luka lecet geser tepat 4 cm dari sendi bahu dengan ukuran 8x0. memar. bentuk tidak beraturan. memar. • Lengan bawah: Tidak terdapat luka.• Anggota atas kanan • Lengan atas: Tidak terdapat luka.2 cm. • Tangan: Tidak terdapat ibu jari. jaringan di bawah kulit berwarna keunguan. memar.

ukuran 1x1. dasar kulit. . bentuk bulat. kondisi kotor.2x0. kondisi bersih. dasar kulit. Terdapat luka lecet geser 15 cm dari sendi lutut. arah dari kiri ke kanan.5 cm. kondisi kotor.• Anggota bawah kanan: • Paha: Pada bagian dalam didapatkan luka bakar satu derajat 3 dengan dasar kulit. Terletak tepat 7 cm di bawah selangkangan. kondisi kotor. warna merah. Terdapat luka bakar dua derajat 3 tepat 18 cm dari luka bakar satu. dasar kulit. kondisi kotor. warna merah. Pada paha bagian belakang tepat 19 cm dari sendi lutut. • Kaki: Terdapat luka lecet geser tepat 2 cm dari pangkal jari kaki kedua. Terdpat luka bakar tiga derajat 3 terletak 4 cm dari sendi lutut. • Tungkai bawah: Tidak terdapat luka. ukuran diameter 4 cm. ukuran 0.3 cm. kondisi kotor. ukuran 1x1. dan derik tulang. arah dari depan ke belakang. warna kehitaman.5 cm.5 cm. terdapat luka bakar empat derajat 3. memar. warna kehitaman dengan ukuran 5x2. dasar kulit. warna kehitaman.5x4 cm. ukuran 2.

kondisi kotor.• Anggota bawah kiri • Paha: Tidak terdapat luka. warna kemerahan. warna kemerahan.5 cm. dan derik tulang.5x0. arah dari atas ke bawah. bentuk beraturan. bentuk tidak beraturan. panjang 5 cm dan lebar 0.5 cm. terdapat memar tepat 11 cm dari sendi lutut. • Tungkai bawah: Pada bagian dalam. dasar kulit. memar. • Kaki: Pada bagian depan terdapat luka lecet geser ukuran 1. .

Punggung • Luka-luka pada punggung tengah didapatkan luka lecet geser terletak 11 cm dari sumbu tengah berukuran 3x2.5 cm berdasar kulit berwarna kemerahan berbentuk tidak beraturan dengan kondisi bersih. . • Memar: didapatkan pada punggung atas kanan terletak 11cm dari sumbu tengah tubuh berukuran 2x1cm dasar kulit warna kemerahan kondisi bersih.

5 cm dari sumbu tubuh terdapat memar warna kemerahan panjang 4x1cm bentuk tidak beraturan . 2. • Pada punggung kiri bawah tepat 25cm dari bahu.5 cm .• Pada punggung kiri atas terdapat memar tepat 8cm dari sumbu tubuh warna kemerahan bentuk tidak beraturan ukuran 3x0.

7cm dasar kulit berwarna kemerahan kondisi bersih.2cm dasar kulit warna kemerahan kondisi bersih. 6cm dari leher berukuran 1.3cm dari sumbu tengah tubuh berukuran 1.5x1. Terdapat sekumpulan luka lecet terletak tepat 1cm dari sumbu tubuh dengan luas area 1.• Punggung atas kanan terdapat luka lecet geser arah bawah ke atas terletak 1.3x1. . • Terdapat luka lecet geser 2cm tepat dari sumbu tengah tubuh .4cm dasar kulit kemerahan kondisi bersih.8x0.

• Pada pinggang kiri bawah tepat 5cm dari sendi panggul. . 6cm dari sumbu tubuh terdapat luka bakar derajat tiga bentuk tidak beraturan. dengan panjang 11x4cm disisi sebelah dalam warna kemerahan. Disisi sebelah luar warna kuning kehitaman.

maupun retak tulang. memar.Pantat • Tidak ada luka. memar. ataupun kotoran. . Dubur • Tidak ada luka.

.

PEMERIKSAAN PENUNJANG .

.Pemeriksaan Penunjang • Didapatkan sampel darah dari v.Alkohol (1 jam pertama) : Negatif • Pemeriksaan Patologi Anatomi (PA) tidak dilakukan karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam. femoralis korban dan dilakukan pemeriksaan: .Golongan Darah : A .

3. Pemeriksaan golongan darah dilakukan untuk memastikan identitas korban. golongan darah dan pemeriksaan PA. 2. 1. 4.Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang dapat dipertimbangkan untuk kasus kesetrum listrik umumnya adalah pemeriksaan alkohol. Pemeriksaan PA dilakukan untuk menentukan sebab kematian yang jelas dengan menilai kerusakan pada organ yang berkaitan. Pemeriksaan alkohol ditujukan supaya dapat menentukan apakah pengaruh alkohol dapat membawa kepada sebab kematian. .

ANALISA KASUS .

• Luka sekunder pada kepala korban diduga adalah penyebab kematian karena yang mengalami kerusakan ada pada bagian dalam kepala (otak dan pembuluh darah cerebral) akibat benturan kepala korban dengan benda tumpul. ini haruslah dipastikan dengan pemeriksaan dalam. alat kelamin. Namun. dan paha kanan merupakan luka primer yang terjadi akibat senggatan listrik. . kedua telapak tangan.Analisa Kasus • Pada kasus ini. perut. luka bakar pada bagian tubuh.

korban diperkirakan meninggal 2-6jam sebelum dilakukan pemeriksaan. • Berdasarkan tanda-tanda kematian di atas. . Kaku jenazah sudah mulai muncul pada lengan dan kaki yang mudah dan sulit digerakkan. sehingga kematian korban diperkirakan sudah lebih dari 2 jam.Analisa Kasus • Pada kasus ini. Pada korban belum ada tanda pembusukan. lebam mayat sudah mulai tampak pada punggung dan paha yang masih hilang dengan penekanan. sehingga dapat diperkirakan waktu kematian korban kurang dari 6 jam dan lebih dari 30 menit.

. pembengkakan di mata dan keluar cairan merah kental dari hidung. dengan posisi kepala di bawah dan membentur tanah atau jalan dengan sangat keras sehingga menyebabkan cedera kepala berat pada korban. kemungkinan korban terjatuh dari pohon setelah tersengat listrik. lecet geser. terdapatnya luka robek.Analisa Kasus • Pada aspek traumatologi. memar.

tidak tidak Manner of death : Falling due to grave electrical injury .Perkiraan Sebab Kematian Cause of death : Tidak bisa ditentukan dikarenakan dilakukan pemeriksaan dalam. Mechanism of death : Tidak bisa ditentukan dikarenakan dilakukan pemeriksaan dalam.

KESIMPULAN .

Kesimpulan Jenazah laki-laki panjang badan 162cm. 2. Terdapat luka bakar di kedua belah telapak tangan. 4. paha kanan akibat senggatan listrik. 3. . Kelainan pada poin 2 di atas kemungkinan dapat menyebabkan kematian. keluar cairan merah kental dari kedua lubang hidung akibat kekerasan tumpul. Waktu kematian dua sampai enam jam sebelum pemeriksaan dilakukan. perut. alat kelamin. Terdapat beberapa luka robek di kepala dan wajah disertai memar dan lecet geser. 1. berat badan 50 kg dengan golongan darah A. pembengkakan kedua belah kelopak mata.

HASIL TUTORIAL .

1. Apa saja yang harus dinilai dari sebuah luka korban?
Yang dinilai dalam suatu perlukaan: • Area luka • Lokasi luka • Jenis luka • Bentuk luka • Ukuran luka • Arah luka • Waktu luka • Keadaan luka • Dasar luka

2. Sebutkan tanda kematian primer dan sekunder! bagaimana cara menilai tanda kematian primer dan sekunder?
• Tanda kematian primer

: tanda yg muncul pada awal

kematian • henti kerja jantung, henti pernapasan, henti SSP • Tanda kematian sekunder : tanda yg muncul beberapa saat setelah kematian • livor mortis, rigor mortis, algor mortis, dekomposisi, mummifikasi, adiposera .

3. Kalau keluarga korban mendesak dilakukannya otopsi karena alasan tertentu, tanpa surat permintaan penyidik, apakah tetap dilakukan?
• Tidak boleh dilakukan.

Bagaimana pemeriksaan korban trauma listrik di TKP? • Langkah pertama adalah mematikan aliran listrik dan menjauhkan kawat listrik dengan kayu kering • Pastikan korban apakah masih hidup atau sudah meninggal • Bila lebam mayat (-) mungkin masih mati suri dan perlu pertolongan segera sampai timbul tanda kematian pasti .4.

Pemeriksaan Luar pada pasien trauma listrik? • Cari tanda tanda listrik atau current mark( electric mark= joule burn) • Current mark merupakan tanda untuk luka akibat listrik dan merupakan tempat masuknya aliran listrik .5.

Berwarna kuning atau coklat keputihan .Bentuk oval .Dikelilingi daerah kemerahan dan edema sehingga menonjol dari jaringan sekitarnya .Gambaran current mark .

• Cara mencari current mark pada tubuh korban terutama pada telapak tangan dan kaki dan sebelumnya harus dicuci dulu • Tanda lain adalah: dapat terjadi metalisasi akibat panas yang ditimbulkan sedemikian besar sehingga ion-ion asam jaringan bereaksi dengan ion-ion logam dari kawat membentuk garam yang menyebar di jaringan .

Derajat current mark : • Tanda listrik yg terkecil sebesar kepala jarum dengan warna kemerahan • Tanda lain berupa gelembung berisi cairan • Tanda yang lebih berat yaitu kulit menjadi hangus arang. rambut terbakar. tulang dapat meleleh dengan pembentukan butir kapur • Panas tinggi sehingga kawat listrik menguap dan mengkondensir dijaringan tubuh = electric metalisas .

durasi kontak. Selain itu. c) Neurology Trauma listrik dimana titik kontaknya dekat dengan kepala dapat mengakibatkan trauma pada pusat pernafasan dan sirkulasi yang mengakibatkan respiratory/cardiac arrest. . sedangkan mati mendadak akibat trauma listrik karena asistol biasanya terjadi pada listrik tegangan tinggi. Bagaimana mekanisme kematian dari trauma listrik? Trauma listrik dapat menyebabkan disfungsi multiorgan.5. Mati mendadak akibat trauma listrik karena VF biasanya terjadi pada listrik tegangan rendah. Berdasarkan sistem organ. dampak trauma listrik adalah sebagai berikut: a) Cardiovascular Pasien biasanya meninggal karena kondisi asistol atau fibrilasi (paling sering adalah ventricular fibrillation). arus listrik. b) Respiratory Trauma listrik dapat mengakibatnadanya kontraksi tetani pada otot-otot pernafasan yang berakibat adanya gagal nafas. Trauma listrik juga dapat mengakibatkan kerusakan langsung pada otot jantung hingga menyebabkan syok kardiogenik. Kerusakan organ tergantung dari voltase/tegangan listrik. dll. resistensi. trauma listrik juga dapat merusak parenkim paru yang mengakibatkan kegagalan pertukaran udara.

mekanisme. dan mungkin cara kematian pada kasus ini. Yang kemudian dari hasil pemeriksaan ini akan dituangkan pada visum et repertum yang menjadi alat bukti sah pada proses peradilan. Apa kepentingan dilakukannya pemeriksaan pada kasus kematian ditinjau dari aspek medikolegal? • Untuk mencari kausa.6. .

darah menginfiltrasi jaringan dan tidak bisa dilunturkan/dihilangkan dengan air. perdarahan terbatas di dalam pembuluh darah yang terdilatasi. Bagaimana cara membedakan lebam jenazah dan memar? • Salah satu cara membedakan lebam jenazah dan memar adalah dengan melakukan insisi. namun pada memar. Di area yang ada lividitas. .7.

the extent of digestion of the last known meal.8.e. perubahan suhu badan dan lain-lain. For example. a wrist watch stopped by a blow during an assault. i. death. Pada metode ini. seperti proses rigor mortis."Comparing the occurrence of events which took place at known times with the time of occurrence of the event under investigation." . dilakukan pengukuran proses-proses alami yang terjadi pada seseorang setelah kematian. Cara pertama dinamakan the rate method. • Cara kedua untuk menentukan waktu kematian adalah dengan concurrence method . Bagaimana cara menentukan waktu kematian pada seorang korban? • Terdapat dua cara untuk menentukan waktu kematian korban. pembusukan jenazah.

9. Apa saja yang menyebabkan lebam mayat tidak terlihat kecuali perpindahan posisi? • Pada keadaan perpindahan posisi yang terus menerus sampai batas maksimal lebam mayat terbentuk. (8-12 jam) • perdarahan masif • riwayat anemia .

10. .bisa diketahui sebab kematian dan mekanisme kematian pada kasus ini? Tidak bisa. Apakah hanya dengan pemeriksaan luar.

obat2an. alkohol. .Pemeriksaan penunjang apa yang sebenarnya dibutuhkan pada kasus ini? • Pemeriksaan golongan darah dapat dilakukan untuk memastikan identitas korban • Pemeriksaan PA untuk melihat adanya reaksi intravital.11.

properti pelabelan Pemotretan Pencatatan Pembungkusan barang bukti Pengumpulan di tempat penampungan sementara Inventarisasi barang bukti Evakuasi ke kamar jenazah . Apa saja yang harus diperiksa dari TKP? • • • • • • • • Pencarian barang bukti berupa mayat.12. potongan tubuh.