BIODIVERSITAS Volume 5, Nomor 2 Halaman: 71-76

ISSN: 1412-033X Juli 2004

Keanekaragaman Tumbuhan dan Populasinya di Gunung Kelud, Jawa Timur
Plant diversity and population in Mount Kelud, East Java
INGE LARASHATI♥
"Herbarium Bogoriense", Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Bogor 16002 Diterima: 15 Desember 2003. Disetujui: 17 Mei 2004.

ABSTRACT
Mount Kelud is an upper shed Brantas area which has high potential plant diversity. But the land in that upper shed had experienced much erosion. Beside erosion process, human disturbances in the resort added the burdens to the existence of the vegetation. That is why the existence and condition of the plants must be monitored and studied. Assessment of the plants was conducted through literature studies, field surveys and using quadrate plot methods Oosting (Kent & Paddy, 1992) 0.75 ha each at different altitudes (600 m, 800 m and 1000 m) above sea level. The results showed that a total number of 125 species belonging to 94 genera, and 49 families were recorded. All three plots were dominated by Dendrocalamus asper and Villebrunea rubescens.  2004 Jurusan Biologi FMIPA UNS Surakarta Keywords: plants, diversity, population, Mount Kelud, East Java.

PENDAHULUAN Gunung Kelud adalah salah satu dari gugusan gunung-gunung yang terdapat di Jawa Timur dengan tinggi sekitar 1731 m dpl (di atas permukaan laut). Hutan di kawasan cagar alam gunung Kelud dikelompokkan dalam tipe hutan hujan dataran rendah dengan topografi berbukit sangat terjal. Di dalam kawasan ini terdapat sejumlah hulu anak sungai Brantas antara lain Kali Konto, Kali Ngobo, Kali Jengglong yang membelah Kabupaten Kediri. Kali Putih, Kali Semut yang melewati Kabupaten Blitar dan Pegunungan Gajah Mungkur. Keberadaan kawasan ini sangat penting karena berfungsi sebagai hidroorologis mengingat bahwa Kali Brantas adalah sungai terpanjang di Jawa Timur dengan total aliran mencapai 320 km (Heddy, 1996). Hutan di kawasan gunung Kelud ini mengalami kerusakan sejak dua abad yang lalu (Smiet, 1990). Kerusakan terjadi sebagai akibat penebangan liar, perencekan untuk kayu bakar dan pemangkasan sebagai pakan ternak (Hadipoernomo, 1980 dan Abdulhadi, 1981). Selain akibat gangguan manusia, kawasan ini mempunyai kondisi kemiringan dan
♥ Alamat korespondensi: Jl. Ir. H. Juanda 22, Bogor 16002. Tel.: +62-251-322035. Fax.: +62-251-336538. e-mail: herbogor@indo.net.id.

panjang lereng cukup besar menjadikan rawan erosi. Laju erosi yang terjadi pada Hulu Brantas menyebabkan terjadinya sedimentasi pada waduk Selorejo dan waduk Karangkates (Machfudh, 1984). Kondisi tanah yang demikian sangat berpengaruh terhadap keanekaragaman tumbuhan. Pemanfaatan sumberdaya hutan telah menunjukkan gangguan terhadap keseimbangan ekosisitem hutan. Survei keanekaragaman tumbuhan di wilayah ini belum banyak dilakukan, hanya ada laporan perjalanan singkat yang ditulis puluhan tahun yang lalu (van Steenis, 1972). Untuk menambah informasi mengenai keberadaan tumbuhan di sekitar gunung Kelud telah dilakukan analisis tumbuhan, sebagai salah satu upaya untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan dan populasinya serta mempelajari dinamika hutan di kawasan tersebut. BAHAN DAN METODE Waktu dan tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan PebruariMaret 2000, di sekitar kaki gunung Kelud, Jawa Timur pada ketinggian antara 600-1000 m dpl, terletak ± 60 km sebelah selatan Malang. Menurut Oldeman (1980) hujan di daerah itu termasuk tipe agoklimat C yang mempunyai 5-6 bulan curah hujan lebih dari 200 mm/bulan dan 2-4 bulan curah hujannya kurang dari

Kemudian dilakukan penjelajahan/ survei untuk mengetahui gambaran umum dan menentukan lokasi yang akan diamati. frekuensi dan dominansi masing-masing jenis tumbuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat mengikuti cara Oosting (dalam Kent dan Paddy.72 B I O D I V E R S I T AS Vol. kerapatan tergolong tinggi yaitu 772 anak pohon/ha dibandingkan dengan dua ketinggian yang berbeda lainnya yaitu hanya mencapai 464 anak pohon/ ha dan 576 anak pohon/ha. 1992).78. No. Hal tersebut diduga karena kawasan ini relatif masih dekat dengan aktivitas penduduk. sebagai berikut: i=n H’ =-∑ pi log pi i=1 H’ = indeks keanekaragaman jenis pi = proporsi jumlah individu jenis ke-i dengan jumlah individu semua jenis Indeks kesamaan jenis Untuk mengetahui kesamaan komposisi jenis dari dua contoh yang dibedakan dihitung dengan rumus Jaccard (Kent dan Paddy. namun di lokasi pengamatan bukan disebabkan oleh kebakaran hutan tetapi oleh kegiatan penebangan. Untuk tumbuhan bawah digunakan persentase penutupan tajuk. dominansi dinyatakan dengan luas bidang dasar dari setiap jenis per hektar untuk pohon dan anak pohon. 800 m dan 1000 m dpl. frekuensi dihitung berdasarkan jumlah petak dimana suatu jenis yang didapati dibagi dengan jumlah total petak. Juli 2004. Pada umumnya musim kemarau di tipe agroklimat C mempunyai curah hujan berkisar 75-80 mm/bulan. Pada masing-masing ketinggian dibuat petak penelitian berukuran 50 m x 50 m. Bogor. Penelitian ini tidak mencakup seluruh kawasan cagar alam yang terletak di puncak. Pengamatan secara morfologis dilakukan di lapangan. Bogor. Nilai penting Untuk mengetahui jenis tumbuhan yang mendominasi di suatu petak penelitian dilakukan analisis dengan menghitung nilai penting setiap petak penelitian. 1992) sebagai berikut: SJ = a a+b+c Sj = koefisien kesamaan Jaccard a = jumlah jenis yang terdapat pada kedua contoh yang dibandingkan b = jumlah jenis yang terdapat pada contoh 1 c = jumlah jenis yang terdapat pada contoh 2 HASIL DAN PEMBAHASAN Keanekaragaman jenis Pada ketinggian 600-700 m dpl kondisi medan bergelombang dengan kemiringan lereng sangat curam.27/ha untuk jenis pohon. Dendrocalamus asper mendominasi kawasan dengan nilai penting 50. Kerapatan adalah jumlah individu suatu jenis per hektar. Jumlah pohon dan anak pohon yang berhasil dikoleksi di kawasan ini masing-masing tercatat 29 jenis. 1965. NP = KR + FR + DR NP = Nilai Penting . 5. 2. 1968) dan membandingkan dengan spesimen yang ada di Herbarium Bogoriense. yaitu pada ketinggian 600 m . FR = Frekuensi Relatif dan DR = Dominansi Relatif Keanekaragaman jenis Untuk mengetahui keanekaragaman jenis dihitung dengan menggunakan rumus Shannon-Wienner (Kent dan Paddy. Analisis data Analisis data menggunakan metode kuadrat untuk menghitung kerapatan. 1992). Identifikasi dilakukan dengan menggunakan buku Flora of Java (Backer dan Bakhuizen van den Brink. dilakukan pengumpulan data terlebih dahulu berupa studi literatur. 1963. Pencacahan tumbuhan bawah dilakukan dalam sub anak petak ukuran 1 m x 1 m. Pada anak petak tersebut dibuat sub-sub petak berukuran 5 m x 5 m untuk pencacahan anak pohon. yang melimpah adalah Dendrocalamus asper dan Croton argyratus. dan untuk spesimen yang belum diketahui jenisnya dikumpulkan dan diatur pada kertas koran bekas serta dimasukkan ke dalam kantung plastik. Melimpahnya Dendrocalamus asper kemungkinan besar disebabkan oleh adanya gangguan manusia. 1992).). sedangkan kerapatan pohon di kawasan ini tergolong rendah (320 pohon/ha) dibandingkan dengan pengamatan pada ketinggian 800 dan 1000 m dpl (708 pohon/ha). . Selanjutnya spesimen tersebut diberi alkohol 70% hingga cukup basah supaya tidak membusuk yang kemudian dikeringkan di Herbarium Bogoriense. Dengan luas bidang dasar 24. (Tabel1. 71-76 100 mm/bulan. Teknik pengumpulan data Sebelum berangkat ke lokasi. Demikian pula untuk anak pohon. dipilih lokasi yang dianggap mewakili. hal. Dari setiap petak dibuat anak petak berukuran 10 m x 10 m untuk pencacahan pohon. Whitmore (1984) menyatakan bahwa bambu Dendrocalamus asper dapat berkembang baik di hutan yang terbakar atau hutan yang mengalami kerusakan yang parah. Tetapi untuk anak pohon. KR = Kerapatan Relatif . Identifikasi jenis Pengumpulan spesimen tumbuhan dilakukan untuk keperluan identifikasi. Nilai relatif dari ketiga parameter tersebut dapat dihitung dengan cara berikut (Cox.

52 3.62 19.07 100.00 3.77 4. Di kawasan ini banyak jenisdpl kawasan hutan Gunung Kelud (berdasarkan NP > 10%) jenis dari suku Urticaceae dan Euphorbiaceae . Kartawinata (1989) sangat mencolok ditinjau dari tinggi pohon dan menyatakan bahwa topografi medan.75 9.41 2.66 5. 1972 dan Riswan. 5 Lain-lain jenis 78046.16 11. Steenis. Evodia 1 Villebrune rubescens 27467.4 jumlah jenis yang melimpah.32 ketinggian ini memiliki tingkat 4 Ficus sp 10156. Dr = dominansi dan NP = nilai penting.50 16. 8 Glochidion arborescens 3217.06 6. NP = nilai penting.12 Karena apabila kerusakan diakibatkan letusan 9 Lain-lain jenis 9547.48 10. Jenis-jenis Ficus di hutan ini tersebut.89 Villebrunea rubescens merupakan jenis 4 Bischoffia javanica 5457. Laportea stimulans dan Villebrunea rubescens dikelompokkan sebagai jenis-jenis sekunder (van Steenis.36.00 7.91 17.98 6. Nilai relatif jenis jenis pohon pada ketinggian 600-700 m dpl kawasan hutan Gunung Kelud (berdasarkan NP > 10%) 73 sangat penting keberadaannya bagi kelangsungan hidup hewan pemencar bijibijian. sifat-sifat fisik ukuran batangnya dibandingkan dengan pohon dan kimia tanah sangat berpengaruh terhadap kondisi lainnya di kawasan ini. NP = nilai penting.76 3.53 23.00 1.00 19.39 88.66 3.5 14. .00 100. Kr yang berbeda yaitu 2.42 (Tabel 2.14 2.20 38. Perbedaan dua jenis pohon ini permudaan lebih banyak. penting suatu jenis.58 9.42 latifolia dan Glochidion arborescens. Jumlah pohon yang berhasil dikoleksi dikawasan ini tercatat 31 jenis. 1982).66 6.32 30. Kr jenis Casuarina sp atau Albizia sp (van = kerapatan pohon (/ha).56 18 24.46 3.14 31.50 1.88 10.61 yang melimpah setelah Laportea stimulans.98 16.70 17.77 5.58 48. No.12 6. Fr = frekuensi (%).61 7.77 24.09 30.61 sedikit lebih rendah dibandingkan 4 Laportea stimulans 5084.05 46. dengan nilai 2 Villebrunea rubescens 14886.78 100 100 100 300 akan berkembang dengan baik adalah jenisKeterangan: LBD = luas bidang dasar (cm²).598 30. Kr jenis yang melimpah ditentukan oleh nilai = kerapatan pohon(/ha).19 26.00 100 300 Keterangan: LBD = luas bidang dasar (cm²).85 6 Croton argyratus 1724. Pengamatan pada ketinggian 700-800 m dpl.40 4.94 100 100 100 300 dibandingkan dengan pada dua ketinggian Keterangan: LBD = luas bidang dasar (cm²).18 98. karena pada ketinggian ini memiliki topografi medan yang agak mendatar hingga landai dan kanopi terbuka.00 8.74 22.41 3.209 9.10 60.41 9.32 keanekaragaman jenis (H’) pohon tercatat 3 Mallotus paniculata 8123.18 10 19.50 13.30 109. Laportea stimulans adalah jenis yang sangat No.72 menggambarkan bahwa pohon-pohon pada 3 Ficus infectoria 11726. Fr = frekuensi (%).47 4.27 14.71 12 22.00 5. Selain itu jenis-jenis Tabel 3. Bischoffia javanica.34 5.LARASHATI – Vegetasi Gunung Kelud Tabel 1.25 11.00 6. Sterculia oblongata mencapai 6.72 65. Hal tersebut mencerminkan dan Elaeocarpus petiolatus.6 per ha.42 seluruhnya mencapai 76 individu.86 6 12.19 76. Lithocarpus sundaicus. Jenis LBD Fr Kr Dr NP Indeks keanekaragaman jenis (H’) pohon 1 Dendrocalamus asper 5541. 1972).429 5.05 47. Jenis LBD Fr Kr Dr NP aphanamixis.18 penting 76.93 5. sundaicus. Dr = dominansi.90 23.77 1.75 keanekaragaman yang tinggi tidak dapat 8 Elaeocarpus petiolatus 903.67 5.17 22.42 Melimpahnya kedua jenis ini diduga karena 7 Evodia latifolia 2080.13 73. 3 Lithocarpus sundaicus 5023. 5 Amoora aphanamixis 3428.68 14.48 keanekaragaman pohon-pohon di dua 6 Ficus variegata 708. Ficus infectoria dan bahwa pohon kecil (berdiameter < 30 cm) cukup Artocarpus elasticus merupakan jenis pohon yang tinggi keadaan tersebut diduga karena banyaknya memiliki diameter mencapai 111-120 cm dengan intensitas cahaya yang masuk mengakibatkan tinggi tajuk 40-49 m.19 dengan pada ketinggian 600-700 m dpl. Nilai relatif jenis-jenis pohon pada ketinggian 800-1000 m yang banyak ditemukan adalah Lithocarpus dpl di kawasan hutan Gunung Kelud (berdasarkan NP > 10%).21 1. Dr = dominansi.82 5.97 31. Indeks 2 Ostodes paniculata 27113.00 3. Fr = frekuensi (%).92 hasil perhitungan tersebut 2 Croton argyratus 8477.). Luas bidang Jenis pohon utama lain diantaranya adalah Ficus dasar (LBD) pohon tergolong paling rendah hanya infectoria.26 5. Kawasan ini memiliki topografi medan mendatar sampai landai dengan sebagian Tabel 2.61 54 21.293 31. maka yang 10 Jumlah 65951.13 50.81 15.34 kerusakan hutan oleh aktivitas manusia.43 16.78 tercatat 2. Diduga hal ini terjadi = kerapatan pohon (/ha).75 13.00 2.25 1.24 keanekaragaman tinggi dibandingkan dengan 5 Lithocarpus sundaicus 1813.66 namun untuk anak pohon tercatat paling tinggi Jumlah 88237. Karena jumlah 10 Jumlah 60669. Indeks 7 Sterculia oblongata 91.50 5.43 ketinggian yang berbeda. Jenis LBD Fr Kr Dr NP melimpah baik pohon maupun anak pohon 1 Laportea stimulans 20586.14 gunung berapi atau kebakaran.62 13.98 dijadikan sebagai indikator untuk menentukan 9 Lain-lain jenis 1486. Nilai relatif jenis-jenis pohon pada ketinggian 700-800 m kanopi terbuka.50 2. Amoora No. Croton argyratus.

A Michelia montana Bl. ex Heyne. Radermachera glandulosa (Bl. Piper betle L. Sterculia foetida Linn. Isoglossa sp Jaegeria sp Lansium domesticum Corr.ex Bl. Evodia latifolia D C. Laportea stimulans (L. Pterospermum javanicum Jungh. Callicarpa longifolia Auct. Costus specious (Koen. Corypha elata Roxb. Syzygium sexangulatum (Miq.A Macaranga tanarius (L. Cassia occidentalis Linn.non. Elatostema sesquifolium (Reinw. Forrestia mollissima (Bl.) Radlk. non.) Kds. Pouzolzia sanguinea (Bl) Merr. Bischoffia javanica Bl. Pavetta indica L. Anthropyum sp Antidesma montanum Bl. Psychotria fimbricalyx Miq. Jenis-jenis yang . Vitex pubescens Vahl. Mycetia javanica (Bl) Reinw.) Croton argyratus Bl.) K. Paspalum conjugatum Berg. Voacanga grandiflora (Miq.74 B I O D I V E R S I T AS Vol. terletak pada punggung gunung dengan topografi medan bergelombang sampai terjal dengan kanopi hampir seluruhnya tertutup. Daftar jenis dan suku tumbuhan di kawasan hutan gunung Kelud. Nama suku Malvaceae Rutaceae Lauraceae Lauraceae Amaranthaceae Meliaceae Vitariaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Tectaria group Myrsinaceae Myrsinaceae Moraceae Moraceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Compositae Rubiaceae Euphorbiaceae Papilionaceae Caesalpiniaceae Arecaceae Verbenaceae Leguminosae Leguminosae Vitaceae Vitaceae Ulmaceae Chloranthaceae Palmae Zingiberaceae Euphorbiaceae Lauraceae Hypoxidaceae Poaceae Papilionaceea Papilionaceae Dilleniaceae Poaceae Poaceae Anacardiaceae Meliaceae Elaeagnaceea Elaeocarpaceae Elaeocarpaceae Urticaceae Myrtaceae Myrtaceae Compositae Compositae Compositae Rutaceae Rutaceea Moraceae Moraceae Moraceae Moraceae Moraceae Moraceae Moraceae Sterculiaceae Commelinaceae Rubiaceae Zingiberaceae Euphorbiaceae Pengamatan pada ketinggian 800-1000 m dpl. 2. Eupatorium inulifolium H. Evodia glabra Bl. ex Miq.f) Backer.) Domin. Antidesma tetandrum Bl.)Rolfe.K.) D C. Macaranga rhizinoides (Bl.ex W.) Vahl. 5.Sch. ex Bl. Glochidion arborescens Bl. Chloranthus officinalis Bl. Diplazium esculentum Swartz. Pseuduvaria reticulata Miq.) D C.(L) M. Oplismenus compositus (L.T. & Perry. Leea indica (Burm. Psychotria viridiflora Reinw.f) Merr. Ficus hispida L . Cayratia trifolia (L. Ficus callosa Willd. Poikilospermum suaveolens (Bl. Saurauia bracteosa D C.A. Elaeagnus latifolia L. & V. Sterculia oblongata Bl. Neonauclea excelsa (Bl. Elaeocarpus floribunda Bl. Actinodaphne procera Nees. Ardisia lanceolata Roxb.f Eugenia polyantha Wight. Acronychia trifoliata Zoll.) Hassk. Symplocos costata (Bl) Choisy.R & G. Mycetia cauliflora Reinw. Guioa diplopetala (Hassk.) Beauv.) L. Forst. Bridelia glauca Bl. Caesalpinia crista Auct. Cryptocarya nitens K. Cassia siamea Lamk. Litsea robusta Bl.) Miq. Mallotus moluccanus Auct. Dysoxylum amooroides Miq. Lamk. Kondisi hutan ini masih cukup baik diduga karena jauh dari aktivitas penduduk.C) Merr & Perry. (L.) Rehd.f. Curculigo latifolia Dryand. Borreria latifolia (Aubl.) Merr. N o.) Rehd.) Bakh. Planchonella nitida Dubard.) Amsh. Johnston.) M.B. Litsea tomentosa Bl. Villebrunea rubescens (Bl. Pohon yang dapat dikoleksi dari ketinggian ini tercatat hanya 28 jenis. Alternanthera sessilis (L.) M. M. Actinodaphne glomerata Nees. Dracontomelum mangiferum Bl.K Eupatorium riparium Reg. Baccaurea racemosa (Reinw. Ostodes paniculatus Bl. Lithocarpus sundaicus (Bl.) Gaud. Juli 2004.A Mallotus paniculata (Lmk) M.ex Nees. Nauclea orientalis Auct. Eupatorium triplinerve Vahl. 71-76 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 117 118 119 120 121 122 123 124 125 Glochidion rubrum Bl.f.M.) Taub. Amoora aphanamixis Roem.) Gagn. Turpinia sphaerocarpa Hassk. Dillenia excelsa Gilg. Desmodium trifoliastrum Miq.) D C.ex Bl.) D C. Ficus recurva Bl.) ex Bl. No.) Planch. F Ficus infectoria Roxb. Calamus ciliaris Bl. Synedrella nodiflora Gaertn. Pometia pinnata J.) Radlk. Leucosyke alba Z & M Lithocarpus pseudomoluccus (Bl. Elaeocarpus petiolatus (Jack) Wall. Syzygium lineatum (D. Butea monosperma (Lmk. Cayratia genisculata (Bl. Ficus sp 1 Ficus sp2 Ficus variegata Bl. Malaisia scandens (Lour. Grewia acuminata Juss.) Merr. Tabernaemontana macrocarpa Jack. Geophila repens (L) I. Sapindus rarak D C.) Walp. Firmiana malayana Kosterm.) O.non. Stachytarpheta indica (L. Arcypteris sp Ardisia crispa (Thunb. Globba marantina L. Euphorbiaceae Tiliaceae Sapindaceea Sapindaceae Acanthaceae Sapindaceae Anacardiaceae Urticaceae Vitaceae Urticaceae Fagaceea Fagaceea Lauraceae Lauraceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Rhamnaceae Moraceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Magnoliaceae Rubiaceae Rubiaceae Apocynaceea Rubiaceae Apocynaceae Poaceea Euphorbiaceae Poaceae Rubiaceae Piperaceea Sapotaceae Moraceea Commelinaceae Sapindaceae Moraceea Anonaceae Rubiaceea Rubiaceae Sterculiaceae Bignoniaceae Sapindaceea Saurauiaceae Verbenaceae Sterculiaceae Sterculiaceae Sterculiaceae Symplocaceae Compositae Myrtaceae Myrtaceae Myrtaceae Myrtaceae Apocynaceea Staphyleaceae Urticaceae Verbenaceae Apocynaceea Polygalaceae Tabel 4. Desmodium gangeticum (L. Xanthophyllum excelsum Miq. & Schult. Dendrocalamus asper (Schult. Blumea balsamifera (L. Dinochloa scandens (Blume. Artocarpus elasticus Reinw.non. Syzygium pycnanthum Merr.A Maesopsis emanii Engl. Ochrosia acuminata Valet.) Bl. Ait. Nama jenis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 Abelmoschus moschatus Medik. Sterculia javanica R. Eugenia aquea Burm. Harpulia arborea (Blanco.ex Korth. Artocarpus heterophyllus Lmk. Br. Syzygium polyanthum (Wight. hal.ex Planch. Celtis cinamomea Lind.L. Pollia secundiflora (Bl.

Kesamaan jenis pada tiga ketinggian yang berbeda tergolong rendah tercatat tidak mencapai 50% sehingga tumbuhan di kawasan hutan ini memiliki variasi yang cukup besar. Berdasarkan kisaran nilai tersebut. Fenomena tersebut menggam-barkan semakin rendahnya nilai Indeks Kesamaan. Hal ini diduga karena adanya variasi tanggap yang berbeda dari setiap jenis terhadap kondisi lingkungannya. Kesamaan jenis Dari hasil analisis kesamaan jenis pada tiga ketinggian yang berbeda. Demikian pula Indeks keanekaragaman (H’) anak pohon hanya mencapai 2. Dari ketiga ketinggian berbeda yang dibandingkan. Indeks kesamaan (Sj) pohon. 1992). namun juga keberadaan hewan dan manusia (Kartawinata.33% 27.22% yaitu antara lokasi pada ketinggian 600-700 m dpl dan lokasi pada ketinggian 800-1000 m dpl. khususnya pada ketinggian antara 600-1000 m dpl ditemukan 125 jenis yang tergolong ke dalam 94 marga dan 49 suku. Selain itu jenis yang banyak dijumpai adalah Mallotus paniculata dan Laportea stimulans . Indeks keanekaragaman jenis (H’) pohon pada ketinggian 800-1000 m dpl ini tergolong paling rendah dibandingkan dengan dua ketinggian yang berbeda. Lithocarpus sundaicus. Hal tersebut terbukti dengan melimpahnya jenis Dendrocalamus asper. pada ketinggian 600-700 m dpl merupakan daerah yang paling berat tingkat kerusakkannya. Kent dan Paddy (1992) menyatakan bahwa Nilai Indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 07. Ketiga lokasi kajian terdapat perbedaan komposisi yang nyata.43% 28. Keanekaragaman vegetasi di kawasan hutan gunung Kelud cukup tinggi dan sangat berpotensi oleh karena . sehingga secara kese-luruhan nilai indeks kesamaan jenis yang dibanding-kan relatif rendah. Pada tingkat tumbuhan bawah sebagian besar berupa gulma dan hanya satu dua jenis saja sebagai tumbuhan asli hutan.38%.22% 21.).42 dan Ostodes paniculata dengan nilai penting 65. nilai indeks kesamaan tidak mencapai 50% (Tabel 5. Luas bidang dasar (LBD) pohon tercatat paling tinggi terdapat di ketinggian ini yaitu 35. sedangkan untuk anak pohon yang sama adalah Callicarpa longifolia. Faktor lain yang menentukan keanekaragaman jenis tumbuhan tidak hanya pengaruh dari fisik dan kimia saja. kerapatan pohon tertinggi terdapat pada kawasan ini tercatat 708 per ha yang di dominasi oleh jenis Villebrunea rubescens.32. Lithocarpus sundaicus dan Villlebrunea rubescens. Evodia glabra. Komunitas Villebrunea rubescens yang banyak ditemukan dan melimpah di ketinggian antara 7001000 m dpl. Euphorbiaceae tercatat sebagai suku yang berperan pada awal proses pemulihan hutan setelah mendapat gangguan (Soemarno.38% 22. maka semakin rendah tingkat kemiripannya. gunung Anjasmoro dan gunung Kelud (Smiet. Villebrunea rubescens merupakan satu komunitas dari enam komunitas yang pernah ditemukan di gugusan gunung Kawi.73% Anak pohon 27. Croton argyratus. Ketinggian 600-700 m 700-800 m 900-1000 m Pohon 15. Syzygium pycnanthum dan Villebrune arubescens. gunung Anjasmoro. yaitu hanya mencapai 2. Jenis-jenis pohon yang sama terdapat kedua lokasi tersebut adalah Bischoffia javanica. 1989). Tabel 5. Euphorbiaceae adalah suku yang mendominasi di daerah pengamatan yang anggotanya banyak tumbuh di pinggir-pinggir hutan.41% 28. Indeks kesamaan paling tinggi hanya mencapai 22. Evodia glabra. Chloranthus officinalis. Tumbuhan bawah yang sama pada dua lokasi tersebut adalah Laportea simulans. anak pohon dan tumbuhan bawah pada tiga ketinggian yang berbeda di kawasan hutan gunung Kelud. Dari tiga ketinggian yang berbeda. Lithocarpus sundaicus dan Villebrunea rubescens. 1935). Pollia secundiflora. yaitu sangat terjal dengan kemiringan lereng yang besar.Tumbuhan bawah yang berhasil dikoleksi dari hutan ini tercatat 38 jenis (Tabel 4. maka nilai indeks keanekaragaman pada ketinggian 800-1000 m dpl tergolong rendah. Jenis-jenis pohon yang sama terdapat pada kedua ketinggian tersebut adalah Laportea stimulans. baik pada tingkatan pohon maupun anak pohon(Tabel 3.30 per ha yang di dominasi oleh suku Euphorbiaceae.). Jawa Timur memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan yang cukup tinggi.LARASHATI – Vegetasi Gunung Kelud 75 melimpah di hutan ini adalah Villebrunea rubescens dengan nilai penting 73. Costus specious. ternyata nilai indeks kesamaan jenis pohon sangat rendah. 2001). Leea indica.).56% Tumbuhan bawah 32. Jawa Timur. merupakan satu komunitas yang tersisa dari enam komunitas yang pernah ditemukan oleh Smiet (1992) di sekitar gunung Kawi.23. Psychotria fimbricalyx. Jenis yang melimpah adalah Cayratia trifolia. Indeks kesamaan terendah adalah antara lokasi pada ketinggian 600-700 m dpl dan lokasi pada ketinggian 700-800 m dpl yaitu sebesar 15.22.07% 21. dan Stachytarpetha indica. dan gunung Kelud. Kedua ketinggian tersebut memiliki kesamaan kondisi medan. Rendahnya indeks keanekaragaman pohon dan anak pohon. Leea indica dan Michellia montana. Jenis ini biasa tumbuh sangat melimpah di lembah atau di jurang yang dalam di sekitar gunung Kelud (Clason. dari jumlah jenis tersebut tidak ditemukan jenis-jenis yang menjadi karakteristik tumbuhan sekunder. Dari tiga ketinggian yang diteliti.92% KESIMPULAN Kawasan hutan gunung Kelud. diduga karena kawasan ini jauh dari aktivitas penduduk. Laportea stimulans. Laportea stimulans. Syzygium polyanthum.

[Tesis]. K. Vol. Effects of man’s behaviour on the Konto river basin: the problems and efforts to settle them. 1968. itu faktor ekologi dan konservasi perlu diperhatikan dengan serius serta dilakukan secara berkelanjutan.C. Laporan Perjalanan ke Konto Pujon. S. Jakarta: P.W. Iowa: Wm. A. 1996. S. Groningen: P. R. Dalam Seminar Regional Aspek Konservasi dalam Pembangunan Sumberdaya Hutan Tropika Humida di Kalimantan. 5. Ecological Studies in Primary.A and R. Vol. Bogor: LIPI. Forest ecology on Java: human impact and vegetation of montane forest.1935. Flora of Java. Duta Rimba 71-72: 19-28. 1965. 1984.Noorhoof. 71-76 Kartawinata.J.76 B I O D I V E R S I T AS Vol. 1. A. Keanekaragaman flora dalam hutan pamah. London: BelhavenPress. Secondary and Experimentally Cleared Mixed Forests Dipterocarp Forest and Kerangas Forest in East Kalimantan. dan M. Masyarakat sekitar hutan perlu mendapat penyuluhan akan pentingnya hutan oleh stakeholder terkait. Groningen: P. DAFTAR PUSTAKA Abdulhadi. Oldeman. Second Ed.Noorhoof. Duta Rimba 6 (38): 21-32.C. Hadipoernomo. Jakarta: Universitas Indonesia. 3. van Steenis. Analisis keragaman vegetasi di daerah sebelum dan sesudah bendungan Karangkates suatu pandangan ekologi.C. 1992 Laboratory Manual of General Ecology.R. 2.T. Bulletin Jardin Botanique de Buitenzorg 3 (13): 509-518. Aberdeen: University of Aberdeen. Flora of Java. [Thesis].) PrinsipPrinsip Dasar Ekologi Bahasan tentang Kaidah Ekologi dan Penerapannya. Dubuque. 1980. S. Brill & Co. Backer. Watershed management strategy trough the control of erosion variable at Sumber Brantas sub watershed. . Dalam: Suwarsono. Malang Jawa Timur. Oxford: Oxford University Press. Kurniati (eds.C. Brown Company Publisher. Whitmore.G. and C. Bakhuizen van den Brink Jr. Vegetation Description and Analysis: a Practical Approach. Vol. C. Bakhuizen van den Brink Jr. Heddy. Paddy. Backer. Cox. 1984. 1992. 2001. hal. 1989. 1981. 1963. Forest ecology on Java: conversion and usage in a historical perspective. Kent. 17. Leiden: E.A and R. Botanical analysis recolonization.G. An Agro-climatic Map of Java. Bogor: CRIA. No. H. C. C. Raja Grafindo Persada. Journal of Tropical Forest Science 2 (4): 286-302. 18-19 Oktober 1989. Samarinda. 1982. Journal of Tropical Ecology 8 (2): 129-152. Smiet. Bakhuizen van den Brink Jr.Noorhoof. Riswan. 2.A and R. Indonesia. Groningen: P. Struktur dan Komposisi Vegetasi pada Tapak Tebang dan Pola Pemulihan Tapak Prasarana Pasca Pembalakan Mekanis di Sikundur Taman Nasional Gunung Leuser. Smiet. L. C. 1972. Juli 2004. M. 1992. Clason. 1990. Soemarno.C. Machfud. Tropical Rain Forest the Far East. T. 1980. Contribution from the Central Research Institute for Agriculture no. G. C. The Mountain Flora of Java. Backer.C. Flora of Java.J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful