P. 1
Konsep Perilaku

Konsep Perilaku

|Views: 28|Likes:
konsep perilaku
konsep perilaku

More info:

Published by: Amelia Kharismayanti on Dec 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2014

pdf

text

original

Pengertian Perilaku Dalam sebuah buku yang berjudul “Perilaku Manusia” Drs. Leonard F. Polhaupessy, Psi.

menguraikan perilaku adalah sebuah gerakan yang dapat diamati dari luaR . Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku manusia! adalah semua kegiatan atau akti"itas manusia, baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati pihak luar #otoatmodjo $%%& hal ''(!. Menurut )nsiklopedia *merika perilaku diartikan sebagai suatu aksi atau reaksi organisme terhadap lingkungannya. +al ini berarti bahwa perilaku baru terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi, yakni yang disebut rangsangan. Dengan demikian maka suatu rangsangan akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu. Robert ,wi-k './(! menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. Perilaku tidak sama dengan sikap. 0ikap adalah hanya suatu ke-enderungan untuk mengadakan tindakan terhadap suatu objek, dengan suatu -ara yang menyatakan adanya tanda1tanda untuk menyenangi atau tidak menyenangi objek tersebut. 0ikap hanyalah sebagian dari perilaku manusia. Perilaku ,esehatan menurut 2o-hman '.33! “those attributes su-h as belie"s, e4pe-tations, moti5es, 5alues, per-eptions, and other -ogniti5e elements, personallity -hara-teristi-s, in-luding a""e-ti5e and emotional states and habits that relate to health maintenan-e, to health restoration and to health impro5ement” De"inisi tersebut tidak hanya meliputi tindakan yang dapat se-ara langsung diamati dan jelas tetapi juga kejadian mental dan keadaan perasaan yang diteliti dan diukur se-ara tidak langsung. ,omponen perilaku kesehatan dapat dilihat dalam dua aspek perkembangan penyakit 2era-e dan 6orp, '.37!. Pertama, adalah perilaku yang mempengaruhi "aktor resiko penyakit tertentu. Faktor resiko adalah -iri kelompok indi5idu yang menunjuk mereka sebagai at-high-risk terhadap penyakit tertentu. ,edua, perilaku itu sendiri dapat berupa "aktor resiko 0kiner '.&3! seorang ahli psikologi, merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus rangsangan dari luar!. 8leh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespon, maka teori skiner disebut teori “0 9 8 1 R”atau 0timulus 9 8rganisme 9 Respon. 0kiner membedakan adanya dua proses. '. Respondent respon atau re"le4si5e, yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan 9 rangsangan stimulus! tertentu. 0timulus sema-am ini disebutele-ting stimulation karena menimbulkan respon 9 respon yang relati5e tetap. Misalnya : makanan yang le;at menimbulkan keinginan untuk makan, -ahaya terang menyebabkan mata tertutup, dan sebagainya. Respondent respon ini juga men-akup perilaku emosinal misalnya mendengar berita musibah menjadi sedih atau menangis, lulus ujian meluapkan kegembiraannya ddengan mengadakan pesta, dan sebagainya. $. 8perant respon atau instrumental respon, yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. Pernagsang ini disebut rein"or-ing stimulation atau rein"or-e, karena memperkuat respon. Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan baik respon terhadap uraian tugasnya atau job skripsi! kemudian memperoleh penghargaan dari atsannya Pengertian Perilaku

dan sebagainya.wi-k '. lulus ujian meluapkan kegembiraannya ddengan mengadakan pesta. 8perant respon atau instrumental respon. moti5es. baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati pihak luar #otoatmodjo $%%& hal ''(!.Dalam sebuah buku yang berjudul “Perilaku Manusia” Drs. 0kiner membedakan adanya dua proses. per-eptions. yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan 9 rangsangan stimulus! tertentu. merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus rangsangan dari luar!. adalah perilaku yang mempengaruhi "aktor resiko penyakit tertentu. personallity -hara-teristi-s. perilaku itu sendiri dapat berupa "aktor resiko 0kiner '. in-luding a""e-ti5e and emotional states and habits that relate to health maintenan-e. Misalnya : makanan yang le. Perilaku . Dengan demikian maka suatu rangsangan akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu. maka teori skiner disebut teori “0 9 8 1 R”atau 0timulus 9 8rganisme 9 Respon. dan kemudian organisme tersebut merespon./(! menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. $. e4pe-tations. Perilaku tidak sama dengan sikap. Psi. -ahaya terang menyebabkan mata tertutup. Respondent respon ini juga men-akup perilaku emosinal misalnya mendengar berita musibah menjadi sedih atau menangis. . dengan suatu -ara yang menyatakan adanya tanda1tanda untuk menyenangi atau tidak menyenangi objek tersebut. Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan baik respon terhadap uraian tugasnya atau job skripsi! kemudian memperoleh penghargaan dari atsannya Bentuk Perilaku Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini. 0timulus sema-am ini disebutele-ting stimulation karena menimbulkan respon 9 respon yang relati5e tetap.37!. yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. . yakni yang disebut rangsangan. to health restoration and to health impro5ement” De"inisi tersebut tidak hanya meliputi tindakan yang dapat se-ara langsung diamati dan jelas tetapi juga kejadian mental dan keadaan perasaan yang diteliti dan diukur se-ara tidak langsung.33! “those attributes su-h as belie"s. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku manusia! adalah semua kegiatan atau akti"itas manusia. menguraikan perilaku adalah sebuah gerakan yang dapat diamati dari luaR . Faktor resiko adalah -iri kelompok indi5idu yang menunjuk mereka sebagai at-high-risk terhadap penyakit tertentu. +al ini berarti bahwa perilaku baru terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi. 8leh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme.&3! seorang ahli psikologi.esehatan menurut 2o-hman '. and other -ogniti5e elements. Leonard F.omponen perilaku kesehatan dapat dilihat dalam dua aspek perkembangan penyakit 2era-e dan 6orp. '. Robert . 5alues. Pernagsang ini disebut rein"or-ing stimulation atau rein"or-e. '. Pertama. dan sebagainya.at menimbulkan keinginan untuk makan. karena memperkuat respon. Polhaupessy.edua. 0ikap adalah hanya suatu ke-enderungan untuk mengadakan tindakan terhadap suatu objek. maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu : . Respondent respon atau re"le4si5e. Menurut )nsiklopedia *merika perilaku diartikan sebagai suatu aksi atau reaksi organisme terhadap lingkungannya. 0ikap hanyalah sebagian dari perilaku manusia.

dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. yang terdiri dari ranah kogniti" kognitif domain!.• • Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus dakam bentuk terselubung atau tertutup -o5ert!. $%%/ hal '&. +al ini berarti meskipun bentuk stimulusnya sama namun bentuk respon akan berbeda dari setiap orang. Faktor1"aktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang : . dan ranah psikomotor psicomotor domain!. baik lingkungan "isik. Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian. ranah a""ekti" affectife domain!. Pembagian kawasan ini dilakukan untuk kepentingan tujuan pendidikan. Pengetahuan knowlegde! Pengetahuan adalah hasil dari tahu. ekonomi. Dalam perkembangan selanjutnya oleh para ahli pendidikan dan untuk kepentingan pengukuran hasil. ketiga domain itu diukur dari : '. dan sebagainya. >anpa pengetahuan seseorang tidak mempunyai dasar untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan terhadap masalah yang dihadapi. Determinan perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu : • Faktor internal yaitu karakteristik orang yang bersangkutan yang bersi"at gi5en atau bawaan misalnya : tingkat ke-erdasan. membagi perilaku itu didalam & domain ranah<kawasan!. pengetahuan < kesadaran. dan sikap yang terjadi belumbisa diamati se-ara jelas oleh orang lain. seperti dikutip #otoatmodjo $%%&!. "isik. dan sebagainya. persepsi. Faktor 9 "a-tor yang membedakan respon terhadap stimulus disebut determinan perilaku. meskipun kawasan1kawasan tersebut tidak mempunyai batasan yang jelas dan tegas. politik. tingkat emosional. yaitu mengembangkan atau meningkatkan ketiga domain perilaku tersebut. Respon terhadap terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktek pra-ti-e!. Perilaku terbuka adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. #otoatmodjo. Domain Perilaku Diatas telah dituliskan bahwa perilaku merupakan bentuk respon dari stimulus rangsangan dari luar!. jenis kelamin. Faktor lingkungan ini sering menjadi "a-tor yang dominanyang mewarnai perilaku seseorang.! Menurut =loom. • Faktor eksternal yaitu lingkungan.

(! *nalisis *dalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam komponen1 komponen tetapi masih dalam suatu struktur organisasi dan ada kaitannya dengan yang lain. $! Faktor )ksternal : "aktor dari luar diri. masyarakat. misalnya keluarga. misalnya intelegensia. 7! 0intesa 0intesa menunjukkan suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian1 bagian dalam suatu bentuk keseluruhan baru.'! Faktor ?nternal : "aktor dari dalam diri sendiri. . misalnya strategi dan metode dalam pembelajaran. &! Faktor pendekatan belajar : "aktor upaya belajar. minat. kondisi "isik. sarana. &! *plikasi Diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi yang sebenarnya. *da enam tingkatan domain pengetahuan yaitu : '! >ahu Know! >ahu diartikan sebagai mengingat kembali recall! terhadap suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. $! Memahami Comprehension! 0uatu kemampuan untuk menjelaskan se-ara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut se-ara benar.

sikap ini terdiri dari berbagai tingkatan : '! Menerima receiving! Menerima diartikan bahwa orang subyek! mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan obyek!. konsep terhadap suatu objek $! .e-enderungan untuk bertindak tend to behave! 0eperti halnya pengetahuan.ehidupan emosional atau e5aluasi terhadap suatu objek &! . $! Merespon responding! Memberikan jawaban apabila ditanya. ide. mengerjakan. dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap. $.eper-ayaan keyakinan!.@! )5aluasi )5aluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melaksanakan justi"ikasi atau penilaian terhadap suatu materi < objek. 0ikap attitude! 0ikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek.7(! menjelaskan bahwa sikap mempunyai tiga komponen pokok : '! . . *llport '. &! Menghargai 5aluing! Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga.

Praktik atau tindakan pra-ti-e! 0uatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan overt behavior!. hari atau bulan yang lalu . Pengukuran perilaku dapat dilakukan se-ara langsung yakni dengan wawan-ara terhadap kegiatan1kegiatan yang telah dilakukan beberapa jam. antara lain adalah "asilitas dan "aktor dukungan support! praktik ini mempunyai beberapa tingkatan : '! Persepsi perception! Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil adalah merupakan praktik tingkat pertama. &. maka ia sudah man-apai praktik tingkat tiga. (! *dopsi adoption! *daptasi adalah suatu praktik atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik. Antuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan yang nyata diperlukan "aktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan. &! Mekanisme mecanism! *pabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar se-ara otomatis. *rtinya tindakan itu sudah dimodi"ikasi tanpa mengurangi kebenaran tindakan tersebut.(! =ertanggung jawab responsible! =ertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko merupakan sikap yang paling tinggi. atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan. $! Respon terpimpin guide response! Dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar dan sesuai dengan -ontoh adalah merupakan indikator praktik tingkat kedua.

/(! seperti dikutip #otoatmodjo $%%&!. Asumsi Determinan Perilaku Menurut 0pranger membagi kepribadian manusia menjadi @ ma-am nilai kebudayaan. Menurut penelitian Rogers '. 0e-ara rin-i perilaku manusia sebenarnya merupakan re"leksi dari berbagai gejala . kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.esadaran awareness! Dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulus objek! $! >ertarik interest! Dimana orang mulai tertarik pada stimulus &! )5aluasi evaluation! Menimbang1nimbang terhadap baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya.epribadian seseorang ditentukan oleh salah satu nilai budaya yang dominan pada diri orang tersebut.recall!. mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru didalam diri orang tersebut terjadi proses berurutan yakni : '! . 7! Menerima Adoption! Dimana subyek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan. +al ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi. Pengukuran juga dapat dilakukan se-ara langsung. . (! Men-oba trial! Dimana orang telah mulai men-oba perilaku baru. yakni dengan mengobser5asi tindakan atau kegiatan responden. D.

kejiwaan seperti pengetahuan. persepsi. moti5asi.Moti5asi... Faktor perilaku ditentukan atau dibentuk oleh : '! Faktor predisposisi predisposing factor!. misalnya puskesmas.Pengetahuan.. yang merupakan kelompok re"erensi dari perilaku masyarakat. .Persepsi. >eori Lawren-e 2reen '. tersedia atau tidak tersedianya "asilitas1"asilitas atau sarana1sarana kesehatan.#iat Determinan terbentuknya perilaku =eberapa teori lain yang telah di-oba untuk mengungkap "aktor penentu yang dapat mempengaruhi perilaku khususnya perilaku yang berhubungan dengan kesehatan. keyakinan. #amun demikian realitasnya sulit dibedakan atau dideteksi gejala kejiwaan tersebut dipengaruhi oleh "aktor lain diantaranya adalah pengalaman. keinginan.0osio1budaya. keper-ayaan. &! Faktor pendorong reinforcing factor! yang terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas lain. sosial budaya dan sebagainya. sarana<"asilitas. nilai1nilai dan sebagainya. yaitu "aktor perilaku behavior causes! dan "aktor diluar perilaku non behavior causes!. yang terwujud dalam pengetahuan.einginan.3%! 2reen men-oba menganalisis perilaku manusia berangkat dari tingkat kesehatan. yang terwujud dalam lingkungan "isik. obat1obatan. sikap dan sebagainya. antara lain : '. sikap. alat1alat steril dan sebagainya.eyakinan Fasilitas. keyakinan. minat...0ikap. $! Faktor pendukung enabling factor!. Proses terbentuknya perilaku dapat diilustrasikan pada gambar berikut : Pengalaman. kehendak.ehendak. =ahwa kesehatan seseorang dipengaruhi oleh $ "aktor pokok.

$! . $! Dukungan sosial dari masyarakat sekitarnya social support!.eper-ayaan sering atau diperoleh dari orang tua. 0ikap sering diperoleh dari pengalaman sendiri atau orang lain yang paling dekat. 0eseorang menerima keper-ayaan berdasarkan keyakinan dan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu.3&! . persepsi. '! Pengetahuan diperoleh dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain. &! *danya atau tidak adanya in"ormasi tentang kesehatan atau "asilitas kesehatan accesebility of information!. >eori B+8 '. sikap. >eori 0nehandu =.3(! B+8 menganalisis bahwa yang menyebabkan seseorang berperilaku tertentu adalah : '! Pemikiran dan perasaan thougts and feeling!. kakek.ar men-oba menganalisis perilaku kesehatan bertitik tolak bahwa perilaku merupakan "ungsi dari : '! #iat seseorang untuk bertindak sehubungan dengan kesehatan atau perawatan kesehatannya behavior itention!. &. 7! 0ituasi yang memungkinkan untuk bertindak action situation!.$. yaitu dalam bentuk pengetahuan. . atau nenek.ar '. 0ikap membuat . keper-ayaan dan penilaian seseorang terhadap objek objek kesehatan!. &! 0ikap menggambarkan suka atau tidak suka seseorang terhadap objek. (! 8tonomi pribadi orang yang bersangkutan dalam hal mengambil tindakan atau keputusan personal autonomy!.

$%%&!. *pabila seseorang itu penting untuknya. baik lambat ataupun -epat sesuai dengan peradapan umat manusia #otoatmodjo.ebudayaan ini terbentuk dalam waktu yang lama dan selalu berubah. tenaga dan sebagainya. yakni orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui setimulus objek! terlebih dahulu $! ?nterest. . Proses Tejadinya Perilaku Penelitian Rogers '. sikap diikuti atau tidak diikuti oleh suatu tindakan berdasar pada banyak atau sedikitnya pengalaman seseorang. orang telah mulai men-oba perilaku baru 7! *doption. sikap akan diikuti oleh tindakan menga-u kepada pengalaman orang lain. $! >okoh penting sebagai Panutan. kebiasaan. uang. subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan. #otoatmodjo. kesadaran. (! Perilaku normal. 0ikap positi" terhadap tindakan1tindakan kesehatan tidak selalu terwujud didalam suatu tindakan tergantung pada situasi saat itu. $%%& hal '$$! Perilaku kesehatan lingkungan 0aparinah 0adli menggambarkan indi5idu lingkungan so-ial yang '.seseorang mendekati atau menjauhi orang lain atau objek lain. '! *wareness kesadaran!./(! mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru berperilaku baru!. &! 0umber1sumber daya resources!. . nilai1nilai dan penggunaan sumber1sumber didalam suatu masyarakat akan menghasilkan suatu pola hidup way of life! yang pada umumnya disebut kebudayaan. . Perilaku kesehatan indi5iduC sikap dan kebiasaan indi5idu yang erat kaitannya dengan lingkungan.eterangan : a. maka apa yang ia katakan atau perbuat -enderung untuk di-ontoh. yakni orang mulai tertarik kepada stimulus &! )5aluation menimbang 9 nimbang baik dan tidaknya stimulus bagi dirinya!. dan sikap yang positi" maka perilaku tersebut akan menjadi kebiasaan atau bersi"at langgeng long lasting!. dan sikapnya terhadap stimulus *pabila penerimaan perilaku baru atau adopsi perilaku melalui proses seperti ini didasari oleh pengetanhuan. kesadaran. waktu. yakni. didalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan.+al ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi (! >rial. men-akup "asilitas.3$! dengan saling mempengaruhi didalam suatu diagram.

Perilaku peran sakit the si-k role beha5ior! yakni segala tindakan atau kegiatan yang dilakukan indi5idu yang sedang sakit untuk memperoleh kesembuhan. -. Perilaku kesehatan health beha5ior! yaitu hal1hal yang berkaitan dengan tindakan atau kegiatan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. perilaku kesehatan dapat diklasi"ikasikan menjadi & kelompok : '. Klasifikasi Perilaku Kesehatan Perilaku kesehatan menurut #otoatmodjo $%%&! adalah suatu respon seseorang organisme! terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sakit atau penyakit. makanan. kebersihan perorangan. >ermasuk juga tindakan1 tindakan untuk men-egah penyakit. serta lingkungan. d. Perilaku ini disamping berpengaruh terhadap kesehatan < kesakitannya sendiri. Lingkungan keluargaC kebiasaan1 kebiasaan tiap anggota keluarga mengenai kesehatan. program1 program kesehatan. Lingkungan terbatasC tradisi. Perilaku pemeliharaan kesehatan health maintanance!. dan sebagainya. atau sering disebut perilaku pen-airan pengobatan health seeking behavior!.! mengajukan klasi"ikasi perilaku yang berhubungan dengan kesehatan health related beha5ior! sebagai berikut : a. dan minuman. adat1 istiadat dan keper-ayaan masyarakat sehubungan dengan kesehatan. >ermasuk disini kemampuan atau pengetahuan indi5idu untuk mengidenti"ikasi penyakit. sistim pelayanan kesehatan. *dalah perilaku atau usaha1usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit. Perilaku pen-arian atau penggunaan sistem atau "asilitas kesehatan. memilih makanan./. Klasifikasi prilaku =e-ker '. Perilaku sakit illness beha5ior! yakni segala tindakan atau kegiatan yang dilakukan seorang indi5idu yang merasa sakit untuk merasakan dan mengenal keadaan kesehatannya atau rasa sakit. Lingkungan umumC kebijakan1 kebijakan pemerintah dibidang kesehatan. sanitasi. dan sebagainya. undang1undang kesehatan. penyebab penyakit serta usaha1usaha men-egah penyakit tersebut. -. Dari batasan ini. B. . $.b. juga berpengaruh terhadap orang lain terutama kepada anak1 anak yang belum mempunyai kesadaran dan tanggung jawab terhadap kesehatannya. b.

1Men-ari pengobatan ke "asilitas modern Fasilitas modern disini adalah seperti puskesmas atau rumah sakit umum. dokter praktek.. sinshe. kemauan indi5idu! 0a-ket '. maupun ke "asilitas kesehatan tradisional dukun. dan sebagainya!. 1Men-ari pengobatan tradisional Melakukan pengobatan ini biasanya terjadi pada dikarenakan suatu kebiasaan kebudayaan. Dengan bantuan media promosi akan mempermudah hal ini. &. Perilaku kepatuhan Murty '. no a-tion! Perilaku ini biasanya terjadi pada penduduk yang umumnya kurang berpengetahuan atau pun dengan tingkat ekonomi yang rendah. +al ini disebabkan karena dia tidak merasakan sakit yang parah atau pun karena tidak memiliki pembiayaan biaya pengobatan. misalnya usaha1 usaha mengobati sendiri penyakitnya atau men-ari pengobatan ke "asilitas1"asilitas kesehatan modern puskesmas./3! : >ingkat perilaku penderita dalam mengambil suatu tindakan untuk pengobatan seperti diet. 1Perilaku tidak melakukan apa1 apa. aturan pengobatan yang diterapkan mengikuti jadwal pemeriksaan dan rekomendasi hasil penyelidikan. 1Men-ari pengobatan ke "asilitas swasta Fasilitas swasta disini adalah klinik swasta atau pun klinik pribadi dokter yang notabennya lebih mahal. sehingga menyebabkan tidak melakukan pengobatan sosial budaya.im terjadi karena banyaknya obat1 obat yang terjual bebas di pasar. 1Membeli obat1 obatan diwarung +al ini sudah la. baik lingkungan "isik maupun sebagainya. 0eperti adanya alternati5e ataupun duku. dan sebagainya!. >epati lebih tersebar disuatu daerah. Perilaku mencari pengobatan Perilaku sehubungan dengan pen-arian penngobatan health seeking beha5iour!. Perilaku kesehatan lingkungan *dalah apabila seseorang merespon lingkungan. 1Megobati diri sendiri./! : kepatuhan pasien berkenan dengan kemauan dari indi5idu untuk mengikuti -ara yang sehatyang berkaitan dengan nasehat dan. mantri.kebiasaan hidup sehat dan ketetapan berobat. yaitu perilaku untuk melakukan atau men-ari pengobatan. tingkat perilaku! tradisional masyarakat atau pun pengobatan . sel" treatment! +al ini juga biasanya dikarenakan tingkat ekonomi yang rendah. dan dan lebih memilih untuk mengobati diri sendiri.Perilaku ini adalah menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita penyakit dan atau ke-elakaan.

&! sikap danperilaku indi5idu dimulai dari tahap kepatuhan.prote-tion!: upaya spesi"ik untuk men-egah terjadinya penularan penyakit tertentu. dan $! untuk mengobati dan menghentikan proses penyakit. Melalui komunikasi teraupetik penderita disetiap kunjungan berobat. tahap ini disebut dengan kepatuhan. . $. (. dan sebagainya. peningkatan ketrampilan remaja untuk men-egah ajakan menggunakan narkotik dan untuk menanggulangi stress dan lain1lain. mental dan sosial. Mula1 mula indi5idu memenuhi anjuran atau interaksi petugas tanpa kerelaan untuk memberikan tindakan tersebut dan seing menghindar. identi"ikasi masalah menjadi ininternalisasi.. imunisasi.ellman -it. '. tujuan utama dari tindakan ini ialah: '! men-egah penyebaran penyakit bila penyakit ini merupakan penyakit menular. Pembatasan -a-at disability limitation! pada tahap ini -a-at yang terjadi diatasi. upaya yang dilakukan ialah: 1Promosi kesehatan<health promotion yang ditujukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap masalah kesehatan. . Pembentukan perilaku Prosedur pembentukan perilaku dalam operant -onditioning ini menurut 0kinner adalah sebagai berikut : a. Diharapkan mampu untuk mengatiasi masalahnya. Melakukan identi"ikasi tentang hal1hal yang merupakan penguat atau rein"or-er berupa hadiah1hadiah atau rewards bagi perilaku yang akan dibentuk. pada proses ini diusahakan agar -a-at yang di derita tidak menjadi hambatan sehingga indi5idu yang menderita dapat ber"ungsi optimal se-ara "isik. 7. >ermasuk perilaku untuk tidak menularkan penyakit kepada orang lain. b. menyembuhkan orang sakit dan men-egah terjadinya komplikasi dan -a-at. Pen-egahan primer dilakukan pada masa indi5idu belum menderita sakit. menyadari mengetahui sikap melaksanakan adanya PM8 pengawas minum obat! 1Perlindungan khusus spe-i"i. Pen-egahan tersier dengan rehabilitasi. misalnya tidur memakai kelambu untuk men-egah gigitan nyamuk malaria. membantu untuk meningkatkan kesadaran penyakitnya bisa sembuh apabila penderita patuh hingga perawatan berakhir. Langkah1 langkahnya adalah: '. terutama untuk men-egah penyakit menjadi berkelanjutan hingga mengakibatkan terjadinya -a-at yang lebih buruk lagi. Melakukan analisis untuk mengidenti"ikasi komponen1komponen ke-il yang Perilaku pencegahan Perilaku pen-egahan penyakit health pree5ention beha5iour! adalah respons untuk melakukan pen-egahan penyakit. Pen-egahan sekunder dilakukan pada masa indi5idu mulai sakit Diagnosa dini dan pengobatan segera early diagnosis and prompt treatment!.omunikasi teraupetik : proses penyampaian pesan atau nasihat untuk mendukung upaya penyembuhan. &.0arwono.. misalnya melakukan imunisasi. hukuman atau sangsi bila tidak patuh untuk memperolehimbalan yang menjanjikan jika memenuhi anjuran tersebut.

Misalnya melakukan diet. 0etelah itu dilanjutkan dengan komponen Dketiga. d. dan selanjutnya sampai seluruh perilaku yang diharapkan Dterbentuk. sinshe. +al ini akan mengakibatkan komponen atau perilaku D D tindakan! tersebut -enderung akan sering dilakukan. *pabila komponen pertama telah dilakukan maka Dhadiahnya diberikan. dan sebagainya. dan sebagainya!. Misalnya makan makanan yang bergi. Perilaku ini menyangkut respons terhadap "asilitas pelayanan. petugas kesehatan dan obat1obatannya. misalnya usaha1usaha mengobati sendiri penyakitnya atau men-ari pengobatan ke "asilitas1"asilitas kesehatan modern puskesmas. yaitu perilaku untuk melakukan atau men-ari pengobatan. 1 Perilaku sehubungan dengan pemulihan kessehatan health rehabilitation beha5iour! yaitu perilaku yang berhubungan dengan usaha1usaha pemulihan kesehatan setelah sembuh dari suatu penyakit.membentuk perilaku yang dikehendaki. diberi hadiah D komponen pertama tidak memerlukan hadiah lagi!. yakni : 1 Perilaku sehubungan dengan peningkatan ddan pemeliharaan kesehatan health promotion beha5iour!. 1 Perilaku pen-egahan penyakit health pree5ention beha5iour! adalah respons untuk melakukan pen-egahan penyakit. demikian berulang1ulang Dsampai komponen kedua terbentuk. dan sebagainya. b. mengidenti"ikasi rein"or-er atau hadiah untuk masing1masing komponen tersebut. Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit yaitu bagaimana manusia berespons. Dengan demikian se-ara lebih perilaku kesehatan itu men-akup : terin-i Perilaku terhadap sakit dan penyakit ini dengan sendirinya sesuai dengan tingkat1 tingkat pen-egahan penyakit. dokter praktek. persepsi. -. 1 Perilaku sehubungan dengan pen-arian penngobatan health seeking beha5iour!. imunisasi.i. . olah raga. dan sebagainya!. sikap a. maupun akti" tindakan! yang dilakukan sehubungan dengan penyakit atau sakit tersebut. mematuhi anjuran1anjuran dokter dalam rangka pemulihan kesehatannya!. maupun ke "asilitas kesehatan tradisional dukun. misalnya tidur memakai kelambu untuk men-egah gigitan nyamuk malaria. Perilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan adalah respons seseorang terhadap sistem pelayanan kesehatan baik sistem pelayanan kesehatan modern maupun tradisional. Melakukan pembentukan perilaku dengan menggunakan urutan komponen Dyang telah tersusun itu.alau perilaku ini sudah Dterbentuk kemudian dilakukan komponen perilaku! yang kedua. yang terwujud dalam pengetahuan. . bersikap dan mempersepsi penyakit atau rasa sakit yang ada pada dirinya dan diluar dirinya. >ermasuk perilaku untuk tidak menularkan penyakit kepada orang lain. mantri. .emudian komponen1komponen tersebut disusun dalam urutan yang tepat untuk menuju kepada terbentuknya perilaku yang dimaksud. baik se-ara pasi" mengetahui. -ara pelayanan. Dengan menggunakan se-ara urut komponen1komponen itu sebagai tujuan1 tujuan sementara. keempat.

dan sebagainya!. >eori teori tentang perubahan perilaku: 108R 0timulus1 8rganisme1 Respon!Dimana adanya stimulus akan menyebabkan suatu respon 1Festinger : psikologi so-ial. misalnya tidur memakai kelambu untuk men-egah gigitan nyamuk malaria. dan sebagainya. dokter praktek. d. 1 Perilaku sehubungan dengan pembersihan ssarang1sarang nyamuk 5ektor! dan sebagainya. dan sebagainya. inblan-e ketidak seimbangan biologis. yang meliputi 5entilasi. yang menyangkut segi1segi higiene.at gi. Misalnya makan makanan yang bergi. pen-ahayaan.i!.dan penggunaan "asilitas. sinshe. Lingkup perilaku ini seluas lingkup kesehatan lingkungan itu sendiri. petugas dan obat1 obatan. Perilaku ini meliputi pengetahuan. dan sebagainya sehubungan kebutuhan tubuh kita. persepsi. 1 Perilaku sehubungan dengan rumah yang seehat. 1 Perilaku sehubungan dengan pen-arian penngobatan health seeking beha5iour!. ttermasuk didalamnya komponen. mantri. >ermasuk perilaku untuk tidak menularkan penyakit kepada orang lain. 1 Perilaku sehubungan dengan limbah. dan sebagainya. baik limbah padat maupun limbah -air. imunisasi. 1 Perilaku sehubungan dengan pemulihan kessehatan health rehabilitation beha5iour! . pengelolaan makanan.urt lawin : prilaku adalah keadaan seimbang antara kekuatan pendorong dengan kekuatan penahan. 1 Perilaku sehubungan dengan pembuangan aiir kotor. >ermasuk didalamnya sistem pembuangan sampah dan air limbah yang sehat serta dampak pembuangan limbah yang tidak baik. Perilaku terhadap makanan nutrition beha5iour! yakni respons seseorang terhadap makanan sebagai kebutuhan 5ital bagi kehidupan. Perilaku ini antara lain men-akup : 1 Perilaku sehubungan dengan air bersih. 1. -. misalnya usaha1usaha mengobati sendiri penyakitnya atau men-ari pengobatan ke "asilitas1"asilitas kesehatan modern puskesmas. olah raga. Perilaku terhadap sakit dan penyakit Respon yang dilakukan oleh stimulus yang berhubungan dengan sakit atau penyakit.i. dan penggunaannya. maupun ke "asilitas kesehatan tradisional dukun. yaitu perilaku untuk melakukan atau men-ari pengobatan. dan sebagainya!. 1Fungsi : perubahan yang terjadi pada suatu indi5idu tergantung pada kebutuhan indi5idu. man"aat. sikap dan praktek kita terhadap makanan serta unsur1unsur yang terkandung didalamnya . 1 Perilaku sehubungan dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan health promotion beha5iour!. pemeliharaan teknik. dan penggunaan air bersih untuk kepentingan kesehatan. Perilaku terhadap lingkungan kesehatan en5iromental health beha5iour! adalah respons seseorang terhadap lingkungan sebagai determinan kesehatan manusia. lantai. 1 Perilaku pen-egahan penyakit health pree5ention beha5iour! adalah respons untuk melakukan pen-egahan penyakit.

Misalnya melakukan diet. mematuhi anjuran1anjuran dokter dalam rangka pemulihan kesehatannya!. .yaitu perilaku yang berhubungan dengan usaha1usaha pemulihan kesehatan setelah sembuh dari suatu penyakit.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->