You are on page 1of 13

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Hamster Campbell adalah salah satu jenis hamster yang memiliki keunggulan dewasa kelamin lebih cepat dibandingkan hamster jenis lain, hamster jenis ini dapat mulai dikawinkan umur 2,5-3 bulan. Jenis hamster Campbell mempunyai kemampuan berkembang biak dengan cepat, menghasilkan jumlah anak per induk per kelahiran (litter size rata-rata !-" ek#r dengan lama waktu kebuntingan $%-2$ hari (&n#nym#us a, 2''( . Hamster Campbell dewasa dapat mencapai panjang antara (-$2 cm dengan berat sekitar 22-2% g. )mur hamster Campbell rata-rata $,5-2 tahun. *asa kebuntingan dari hamster Campbell adalah $%-2$ hari (Handayani, 2''( . +#la warna yang unik dari hamster Campbell yang membedakan dari jenis hamster lainnya adalah albin#, panda, black bear, argente, #pal dan blue (&n#nym#us h, 2''( . +r#dukti,itas merupakan kemampuan suatu sistem untuk menghasilkan sesuatu (&n#nym#us, 2'$$ . *erupakan suatu perbandingan antara #utput dengan input (-a.tali, 2''% . /akt#r-.akt#r yang mempengaruhi pr#dukti,itas ternak hamster antara lain adalah genetik, pakan dan pemeliharaan hamster. +r#dukti,itas induk hamster dipengaruhi #leh kemampuan induk mengasuh anak, masa pr#duksi dan beberapa .akt#r lain seperti daya adaptasi, ketahanan terhadap penyakit dan lingkungan (&n#nym#us a, 2''( . +engembangan usaha peternakan hamster juga harus melakukan seleksi untuk memilih ternak yang dianggap mempunyai mutu genetik unggul untuk dikembangkan lebih lanjut serta culling untuk ternak-ternak yang kurang baik. +r#ses pemeliharaan yang baik merupakan hal penting dalam mengembangbiakkan hamster, pr#ses pemeliharaan hamster biasanya peternak cenderung menggunakan media serutan kayu sebagai alas kandang untuk tempat tinggal hamster dan enggan beralih atau menc#ba menggunakan media lain karena

sudah menjadi kebiasaan dan berdampak kurang baik bagi pr#dukti,itas hamster yang dipeliharanya terutama dalam hal tingkat kematian anak (m#rtalitas . 0etersediaan bahan sebagai media alas kandang hamster juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan peternak dalam menentukan pemilihan media alas kandang. +eternak hamster cenderung menggunakan satu pilihan media saja yaitu serutan kayu. 0elemahan apabila hanya mengandalkan satu macam media alas kandang adalah tidak disemua tempat terdapat media alas kandang tersebut apabila ada kadang juga sulit didapatkan atau harganya relati. mahal selain itu kualitasnya juga masih belum diketahui. +enggunaan media selain serutan kayu sebagai alas kandang tempat tinggal hamster yang selama ini kurang sesuai, masih perlu untuk dibuktikan pengaruhnya terhadap pr#dukti,itas hamster. &pakah terdapat media lain yang bisa digunakan untuk alas kandang tempat tinggal hamster dan apakah berpengaruh pada pr#dukti,itasnya serta pada tingkat m#rtalitas. 1erdasarkan pertimbangan diatas perlu dilakukan penelitian pengaruh media alas kandang terhadap pr#dukti,itas pada hamster Campbell.

1.2. Perumusan Masalah +eningkatan pr#dukti,itas hamster akan memberikan keuntungan ek#n#mis yang besar pada peternak. Hal ini terkait dengan .akt#r pemeliharaan hamster termasuk dalam hal pemilihan media alas kandang. 2elama ini media alas kandang yang sering digunakan #leh peternak adalah serutan kayu sedangkan masih ada beberapa media lain yang dimungkinkan dapat digunakan sebagai alas kandang hamster seperti pasir 3e#lit akti. dan sekam padi. 1eberapa media alas kandang tersebut belum diketahui pengaruhnya terhadap pr#dukti,itas hamster sehingga perlu adanya penelitian untuk mengetahui pengaruh media alas kandang terhadap pr#dukti,itas hamster Campbell. 1.3. Tujuan 4ujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media alas kandang terhadap pr#dukti,itas hamster Campbell.

1.4. Man aat Hasil penelitian ini nantinya akan digunakan dalam menentukan penggunaan media alas kandang pada pemeliharaan hamster Campbell.

BAB II TIN!AUAN PU"TA#A

2.1. Pera$atan Hamster %am&'ell 2.1.1. #an(ang Hamster membutuhkan kandang yang besar sehingga memudahkan dalam bergerak. 4emperatur n#rmal hamster sebesar $%-2" 5C. &las untuk tempat tinggal hamster biasanya dipenuhi dengan serutan kayu (&n#nym#us d, 2''( . )kuran kandang yang ideal untuk hamster adalah panjang 2' cm, lebar 2' cm dan tinggi 3' cm. 2emakin besar kandang semakin baik. 1ahan yang dianjurkan untuk membuat kandang adalah plastik, a6uarium dan jeruji besi (Handayani, 2''( .

2.1.2. Pakan +akan adalah kumpulan bahan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan disusun dengan cara tertentu (4illman, $(%! . Hamster adalah hewan pemakan segala (#mni,#ra tetapi tidak berarti b#leh diberikan segala jenis makanan. *akanan berupa campuran biji-bijian, kacang-kacangan, jagung dan pelet. Hamster membutuhkan $%7 pr#tein. 2ayuran juga dapat digunakan sebagai pakan hamster yaitu w#rtel, mentimun, k#l, selada dan t#mat. 2ayuran untuk pakan hamster bersi.at sebagai pakan tambahan (Handayani, 2''( . *akanan yang tidak dianjurkan untuk diberikan pada hamster yaitu sawi (dapat menyebabkan kelemahan pada tulang punggung , kangkung (menyebakan diare pada hamster dan cabai (menyebabkan gangguan pencernaan (&n#nym#us
g

, 2''( .

2.1.3. A)r M)num 2emua makluk hidup memerlukan air, begitu juga dengan hamster yang berasal dari daerah padang rumput yang minim air, tetap saja hamster

membutuhkan air. &ir dapat diberikan dalam b#t#l minum hamster yang dapat dibeli di pasaran. &ir yang dapat digunakan adalah air tawar. 8#rtel juga dapat digunakan untuk pengganti air minum (&n#nym#us ., 2''( . 2.1.4. *e&r+(uks) Hamster mulai berepr#duksi ketika memasuki bulan ketiga dengan jumlah anak yang dilahirkan rata-rata !-" ek#r. Hamster termasuk dalam ternak pr#li.ik yaitu dapat menghasilkan anak lebih dari satu. Jumlah anak yang dilahirkan ditentukan #leh #,ulasi, .ertilitas dan m#rtalitas. 0etiga .akt#r tersebut dipengaruhi #leh umur induk, b#b#t badan induk dan nutrisi induk. 9,ulasi pada ternak pr#li.ik terjadi implantasi kemudian sel-sel blast#sit membelah dengan cepat sehingga terjadi penambahan jumlah dan masa sel. 2emakin tinggi jumlah anak maka semakin tinggi pula m#rtalitas baik sejak dari embri# sampai anak umur sapih (2umaryadi dan *analu, $((( . Hamster melakukan pembuahan pada usia yang berbeda tergantung dari spesiesnya tetapi hal ini bisa dilakukan pada umur $ bulan sampai 3 bulan. Hamster jantan tetap dapat melakukan pembuahan selama hidupnya namun betina tidak. Hamster betina mengalami estrus kira-kira setiap 3 hari. :estasi terjadi $"$% hari untuk hamster 2iria, $%-2$ hari untuk hamster ;usia, 2$-23 hari untuk hamster 4i#ngk#k dan 23 sampai 3' untuk hamster Roborovski (&n#nym#us d, 2''( . Hamster jantan memiliki jarak antara alat kelamin dan anus, jaraknya < ',5 cm. Hamster jantan memiliki kelenjar bau pada bagian perutnya, kelenjar bau ini terlihat pada hamster dewasa. 0elenjar ini dapat diidenti.ikasi dengan adanya bagian bulu yang seperti basah dan menempel pada bagian perut hamster. Hamster betina jarak antara alat kelamin dan anus sangat dekat bahkan hampir menempel. Hamster betina tidak memiliki kelenjar bau melainkan memiliki puting susu yang terletak di bagian perutnya.

:ambar $. *embedakan Jenis 0elamin Hamster (Handayani, 2''= Hamster jantan dan betina dipisah pada saat hamster betina melahirkan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. &nak dari hamster juga tidak b#leh dipegang agar tidak dimakan #leh induk. )mur satu minggu anak mulai berjalan keluar sarang. 2eluruhnya selesai setelah 3 minggu atau ! minggu untuk hamster Roborovski (&n#nym#us d, 2''( .

2.1.,. Tan(a-Tan(a #e'unt)ngan 4anda-tanda kebuntingan seek#r hamster menurut (&n#nym#us b, 2''( adalah sebagai berikut > $. 0#nsumsi pakan bertambah banyak dan berlangsung secara tiba-tiba. 2. +eningkatan berat badan, tubuh menjadi lebih gemuk dan perut membulat seperti buah pir. 3. 4erlihat agresi. terhadap pasangannya atau terhadap hamster lain yang mendekat. !. *embangun sarang dengan meng#rek dan menimbun bahan sarang di sekitarnya. 2arang yang baik akan menghangatkan tubuh bayi hamster sehingga dapat memperkecil kematian bayi hamster. 5. )jung puting susu men#nj#l terutama mendekati masa kelahiran. 2.1... Litter Size Jumlah anak per induk per kelahiran (litter size adalah jumlah anak t#tal yang lahir hidup dan mati pada waktu dilahirkan #leh induknya. Litter size

dipengaruhi #leh bangsa ternak, umur induk, musim kelahiran, makanan dan k#ndisi lingkungan (2uardi, 2''" . Hamster Campbell betina dapat melakukan pembuahan mulai umur 2-3 bulan dengan litter size $-$3 ek#r dan memiliki umur $,5-2 tahun (&n#nym#us e, 2''( . Litter size pada babi dipengaruhi #leh peningkatan makanan sebelum betina dikawinkan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah #,um yang di#,ulasikan #leh betina sehingga akan meningkatkan litter size (1ackly and 1ade, $((! . 2.1./. B+'+t Lah)r 1#b#t lahir yaitu b#b#t badan suatu indi,idu pada saat dilahirkan. 1#b#t lahir ternak ditentukan #leh pertumbuhan .etus sebelum lahir atau pertumbuhan selama didalam kandungan induknya. +ertumbuhan sebelum lahir dipengaruhi #leh beberapa .akt#r diantaranya mutu genetik ternak, umur serta b#b#t badan induk yang melahirkan, pakan induk dan suhu lingkungan selama kebuntingan (2uardi, 2''" . *enurut (-uryadi, 2''' beberapa peran men#nj#l h#rm#n kebuntingan adalah mengatur pertumbuhan dan perkembangan .etus, memberi signal pada pr#ses maturasi dan nutrisi#nal dalam uterus. 1#b#t lahir juga dipengaruhi #leh b#b#t induk dan keturunan. 1#b#t lahir merupakan .akt#r penting yang mempengaruhi pr#dukti,itas ternak. 1#b#t lahir yang tinggi umumnya akan memiliki kemampuan hidup lebih tinggi dalam melewati masa kritis, pertumbuhannya cepat dan akan memiliki b#b#t sapih yang lebih tinggi (2uardi, 2''" . /akt#r genetik (keturunan , litter size, jenis kelamin dan pakan dimungkinkan lebih berpengaruh terhadap b#b#t lahir anak jika dibandingkan dengan pengaruh lingkungan misalnya perbedaan media alas kandang. 1#b#t lahir diduga dipengaruhi #leh kemampuan induk hamster dalam mengk#nsumsi pakan berbeda-beda sehingga anak yang dilahirkan akan memiliki b#b#t lahir yang berbeda. /akt#r lain adalah semakin tingginya litter size maka akan memiliki

b#b#t lahir yang rendah dan sebaliknya semakin rendah litter size maka akan semakin tinggi b#b#t lahirnya (&rindini, 2''= . ?nduk hamster bisa beranak pada pagi, siang, s#re atau malam hari dan dapat diartikan hamster tidak memilih waktu untuk beranak. 1ayi hamster 2iria berukuran kecil memiliki b#b#t lahir anak < 3 g per ek#r (&n#nym#us j, 2''( . *enurut /ranci, 2argetini, &s#ciai#li dan 1ianchi (2''3 b#b#t lahir dari jumlah anak yang dilahirkan seragam tetapi akan berbeda b#b#tnya saat disapih. 2.1.0. B+'+t "a&)h 1#b#t sapih adalah b#b#t badan ternak pada saat dipisah dari induknya (disapih . 1#b#t sapih juga dipengaruhi #leh b#b#t badan dan umur induk serta suhu lingkungan. 1eberapa .akt#r yang mempengaruhi pertumbuhan sebelum sapih adalah pengaruh genetik, b#b#t lahir, pr#duksi susu induk, perawatan induk dan umur induk (2uardi, 2''" . *encit tumbuh sesuai dengan umurnya. 1#b#t mencit yang baru lahir $,3! g ($,22-$,!2 g , b#b#t sapih (2$ hari besarnya (,'3 g (=,!"-$',2$ g dan 2= hari besarnya $3,%2 g ($$,($-$5,(% g (@uw#n#, 2ulaks#n# dan @ekti, $((2 . *enurut :ibs#n dan 1rady (2'$$ b#b#t sapih hamster Syrian adalah 35-!' g pada umur 2$ hari.

2.2. Me()a Alas #an(ang 2.2.1. "erutan #a1u 2erutan kayu banyak disediakan di berbagai tempat. Harus dipilih yang tidak berbau bahan-bahan kimia dan kering. 4erutama untuk serutan l#kal yang murah kebanyakan serutan kayu itu berasal dari serutan kayu bekas kayu perab#t rumah tangga dan sudah diberi bahan-bahan kimia. 4erdapat dua macam serutan kayu yaitu serutan l#kal dan serutan imp#r yang lebih mahal harganya. +enggunaan serutan imp#r lebih memuaskan walaupun harganya mahal. 2erutan kayu imp#r lebih kering, lebih bersih, bebas debu, lebih putih dan bebas bahan kimia berbahaya (&dmin, 2''( .

2erutan kayu yang baik dapat menjamin keselamatan hamster dan juga memperindah bulunya. 0etebalan serutan kayu yang baik adalah sekitar 2-3 cm dari dasar kandang. 0egunaan serutan kayu di sini adalah sebagai berikut > $. 2ebagai alas tidur. Hamster memerlukan alas ketika tidur. 2. 2ebagai media penyerap urine hamster. )rine hamster jika tidak terserap akan menimbulkan bau dan menempel di bulu hamster sehingga akan merusak bulu indahnya. 3. 2ebagai tempat berlindung dari panas dan dingin. !. 2ebagai bahan pembuat sarang. Hamster membuat sarang biasanya di p#j#k-p#j#k kandang. 2arang hamster berbentuk tumpukan serutan dengan lubang untuk tidur di tengahnya. ?nduk hamster biasa meletakkan anakanaknya dalam sarang ini (&dmin, 2''( . 0andungan air serutan kayu sebelum digunakan sekitar $",%27 setelah digunakan dalam pemeliharaan br#iler sampai umur 35 hari kandungan air mencapai 23,2"7 sehingga daya serap air untuk media serutan kayu sekitar ",5!7. 0adar air untuk pemeliharaan br#iler pada umur % minggu kadar air mencapai 3',"'7. 2erutan kayu memiliki daya serap air lebih baik jika dibandingkan dengan media lain seperti sekam padi, serbuk gergaji dan jerami padi (*ugiy#u# dan 2ukardi, 2''3 . 2.2.2. "ekam Pa()
2ekam padi merupakan salah satu limbah dari pr#duk pertanian. 2ekam padi atau kulit padi adalah bagian terluar dari butir padi yang menjadi hasil sampingan. 2aat pr#ses penggilingan padi dilakukan, sekitar 2'7 dari b#b#t padi adalah sekam padi. 2ekam padi mengandung abu yang mempunyai kandungan silika yang tinggi. 2alah satu peman.aatan silika adalah sebagai penyerap kadar air sehingga memperpanjang masa simpan (2it#rus, 2''( .

2ekam padi sebaiknya dikeringkan sampai kering sebelum digunakan untuk alas. 2ekam relati. murah dan mudah diper#leh namun sekam tidak bisa menyerap bau dan sedikit menyerap air. 2ecara berkala sekam ini harus diganti, terutama jika sudah menunjukkan tanda-tanda k#t#r, lembab dan sering

menggaruk-garuk tubuhnya (?sr#i, 2''( . 0andungan air sekam padi sebagai media alas kandang adalah $",3'7. Aigunakan untuk pemeliharaan br#iler selama 35 hari kandungan air menjadi $%,(57 sehingga daya serap sekam padi mencapai 2,"57. 0andungan air mencapai 3!,$7 saat digunakan sebagai alas kandang pemeliharaan br#iler selama % minggu (*ugiy#u# dan 2ukardi, 2''3 .

2.2.3. Pas)r 2e+l)t Akt) +asir 3e#lit akti. berukuran butiran 2-3 mm, seperti kerikil-kerikil halus. Be#lit akti. bisa menyerap bau dan air sehingga kandang relati. bersih dan tidak bau. 0elebihan lain dari 3e#lit akti. adalah bisa dicuci jika sudah k#t#r dan digunakan. 0elemahannya adalah harganya yang relati. mahal. 4ikus-tikus yang harganya mahal, unik dan eks#tik, sebaiknya menggunakan 3e#lit akti. sebagai alasnya namun jika tikus ini berpasangan atau lebih dari satu, sebaiknya ditambahkan juga serabut kelapa yang bisa ber.ungsi untuk sarang tikus (?sr#i, 2''( . &las kandang merupakan salah satu penyebab penyakit selain itu juga berpengaruh terhadap kelembaban kandang, p#lusi udara dan mengganggu peternak akibat gas am#niak. Hasil penelitian menunjukkan 3e#lit ber.ungsi mengatasi pers#alan p#lusi udara karena si.atnya dapat mempertukarkan i#n secara selekti., mampu menyerap kadar air dan mengikat gas am#niak. +enggunaan 3e#lit pada alas kandang dapat menurunkan kadar air sampai ('7 dan menurunkan kelembaban kandang. kandang br#iler dengan penaburan 3e#lit pada alas kandang cenderung menciptakan alas kandang yang kering (+attiselann# dan ;anda, 2''5 .

2.3. Pr+(ukt)3)tas +r#dukti,itas merupakan kemampuan suatu sistem untuk menghasilkan sesuatu (&n#nym#us, 2'$$ . +r#dukti,itas adalah suatu perbandingan antara #utput dengan input (-a.tali, 2''% . +r#dukti,itas ternak dipengaruhi #leh

p#pulasi ternak itu sendiri yaitu angka penambahan karena akti.itas repr#duksi (beranak dan angka m#rtalitas (@urleni, 2''' . +r#dukti,itas pada ternak kelinci menurut *inarti, Junus, 4risunuwati dan -asich ($(($ didasarkan pada masukan awal dan keluaran akhir juga didasarkan pada pertumbuhan anak, penampilan dan daya hidup. *enurut J#hn dan 2#esant# ($((% pr#dukti,itas hamster dapat diketahui dari pertumbuhan anak, penampilan dan daya tahan hidup. +enampilan dapat berupa penampilan pr#duksi dan penampilan repr#duksi. +enampilan pr#duksi meliputi pertambahan b#b#t badan yang pada umumnya digunakan untuk menyatakan pertumbuhan ternak dalam waktu tertentu yang dilakukan dengan penimbangan berulang-ulang. +r#dukti,itas hamster dipengaruhi #leh kemampuan induk mengasuh anak, masa pr#duksi dan beberapa .akt#r lain seperti daya adaptasi, ketahanan terhadap penyakit dan lingkungan (temperatur (&n#nym#us i, 2''( . 1anyak hal yang menyebabkan kematian anak selama diasuh induknya, antara lain > anak hamster disentuh, anak hamster berukuran terlalu kecil, kesehatan induk terganggu, induk betina terlalu muda, k#ndisi lingkingan kandang yang k#t#r, induk kekurangan pakan sehingga dengan tingginya kematiaan anak-anak tersebut kurang dapat meningkatkan pr#dukti,itas hamster. /akt#r-.akt#r yang mempengaruhi pr#dukti,itas ternak hamster antara lain adalah genetik, pakan dan kemampuan dalam pemeliharaan hamster. )mur bibit hamster, umur bibit hamster sebaiknya !-$$ bulan dengan p#stur tubuh dan kesehatan yang baik. 1ila kurang dari umur tersebut hamster betina akan beresik# melahirkan anak-anak yang lemah karena pertumbuhannya belum maksimal jika melebihi umur tersebut pr#duksinya sudah berkurang (Handayani, 2''( .

2.4. M+rtal)tas 4erdapat beberapa .ak#r yang mempengaruhi tingkat m#rtalitas pada hamster adalah sebagai berikut >

$. &nak hamster berukuran terlalu kecil. 1iasanya lahir pada jumlah kelahiran yang tinggi, anak hamster ini akan mati karena terlalu lemah untuk menyusu pada induknya. &nak ini akan habis dimakan #leh induknya. 4indakan induk memakan anaknya sendiri yang k#ndisinya lemah bukan kanibalisme tetapi dilakukan untuk mempertahankan dan menjaga k#ndisi lingkungan atau sarangnya. 1ayi hamster yang mati dan tidak segera dimakan akan membusuk dan meng#t#ri atau membasahi sarang sehingga bayi yang masih sehat bisa mati karena kedinginan. 2. &nak hamster yang sudah mandiri tetapi tidak segera disapih bisa membuat induk merasa terganggu. ?nduk yang terlalu lama bersama anaknya akan kehilangan stamina karena harus berbagi pakan. ?nduk harus cepat dipindahkan dari anak-anaknya agar tidak memakan anaknya. 3. 0esehatan induk terganggu. ?nduk yang sakit dalam masa menyusui dan mengasuh anaknya akan membunuh anaknya karena merasa tidak mampu mengurus dan menyusui anaknya. !. 2aat mengasuh anak induk membutuhkan pakan yang kaya gi3i, ,itamin, dan kalsium yang berguna untuk menguatkan tulang-tulang bayi hamster agar cepat besar dan memilki p#stur yang baik. lnduk betina kurang gi3i, ,itamin dan mineral. 0ekurangan 3at-3at penting ini bisa menyebabkan bayi hamster lahir berukuran terlalu kecil dengan angka kematian tinggi karena k#ndisi kesehatannya kurang baik. ?nduk betina yang hamil perlu meng#nsumsi pakan yang cukup mengandung gi3i, ,itamin dan mineral (&n#nym#us i, 2''( .

BAB III MET4DE #E5IATAN

3.1. L+kas) (an 6aktu Penel)t)an +enelitian ini dilakukan di peternakan rakyat, yang beralamat di +erumahan J#y# :rand 1l#k H -#."( k#ta *alang. +enelitian dilaksanakan selama dua bulan mulai $5 /ebruari sampai $" &pril 2'$$. 3.2. "asaran

3.3 E3aluas) Has)l #eg)atan $. +enulisan Judul 2. +enulisan Cap#ran 3. +elaksanaan +0C !. +enutupan +0C