KTT ASEAN

KTT ASEAN

REBUT PANSER MILITER: Demonstran anti pemerintah bersorak-sorai sambil melambaikan bendera Thailand setelah merebut satu panser militer, Minggu (12/4) di Bangkok. Sejumlah kendaraan lapis baja militer terlihat berpatroli di jalan-jalan kota Bangkok menyusul pengumuman keadaan darurat oleh pemerintah sebagai buntut dari dibatalkannya KTT ASEAN. (AP Photo/David Longstreath) Bangkok (SIB) Menyusul dibatalkannya pelaksanaan KTT ASEAN akibat aksi demo besar-besaran, pemerintah Thailand menyatakan kondisi darurat di Bangkok dan sekitarnya. Massa proThaksin Sinawatra pun berdemo di Bangkok hingga menimbulkan chaos. Pernyataan darurat itu dilontarkan Pemerintah Thailand dalam jumpa pers yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Bangkok, seperti yang disiarkan salah satu TV Thailand yang dilansir Reuters, Minggu (12/4). Dalam jumpa pers itu, hadir beberapa menteri termasuk Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri. Saat itu sekitar 50 orang demonstran pun berhasil menembus pengamanan Kantor Kementerian Mendagri. Mereka diberitakan mengepung mobil PM Thailand Abhisit Vejjajiva dan memukulinya dengan tongkat dan pentungan. Namun Abhisit rupanya berhasil melarikan diri. Pantauan Reuters, tentara tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan demonstran memasuki gedung kementerian itu. Namun, akhirnya tentara melontarkan tembakan peringatan agar yang lain tak ikut masuk ke gedung itu. Tak hanya di luar Kementerian Dalam Negeri saja, para demonstran juga berkumpul di luar Markas Besar Kepolisian Thailand kendati tidak sampai masuk. Beberapa demonstran terlihat menghalangi jalan kendaraan lapis baja dekat Mabes Kepolisian itu, beberapa bahkan menari di atas kendaraan itu. Selain di Mabes Kepolisian Thailand, kendaraan lapis baja juga terdapat di luar Kementerian Luar Negeri Thailand. Juru bicara Tentara Nasional Thailand mengatakan, masyarakat tidak perlu takut terhadap keberadaan kendaraan lapis baja ini. Ini bukan tanda-tanda kudeta, namun bagian dari prosedur tetap pengamanan yang diinstruksikan pemerintah. Sementara itu di luar Gedung Pemerintahan, kantor Abhisit, demonstran sudah mencapai lebih dari 4 ribu orang. PM Thailand Ambil Tindakan Pulihkan Politik & Keamanan PM Thailand, Abhisit Vejjajiva berjanji mengambil tindakan pasca dibatalkannya KTT ASEAN+3 Sabtu kemarin. Abhisit bertekad akan memulihkan keamanan dan pemerintahan. “Saya minta dengan tegas dalam tiga atau empat hari ke depan, paling penting bagi pemerintah untuk membawa kembali perdamaian bagi bangsa ini,” tegas Thaksin seperti dilansir dari Reuters, hari ini. Dia menambahkan, dirinya tidak berkeberatan untuk mundur karena banyaknya desakan itu. Namun, yang terpenting saat ini adalah pulihnya keadaan politik dan keamanan. “Jika ada permintaan kepada saya untuk mundur, atau membubarkan parlemen, jangan khawatir, saya siap mengambil keputusan itu. Tapi hari ini, dalam situasi sekarang, yang

saya lakukan adalah membawa perdamaian bagi bangsa ini, memulihkan pemerintahan dan proses reformasi politik,” jelasnya. Pemerintahan PM Abhisit mendapat tamparan karena ulah demonstran kaos merah yang antipemerintah. Para demonstran kemarin memasuki hotel tempat KTT ASEAN diadakan yaitu Royal Cliff Beach Hotel di Pattaya, Thailand. Para demonstran serta merta memasuki hotel, menaiki tangga, memecahkan beberapa pintu kaca. Media center KTT ASEAN yang terletak di resort Pantai Pattaya pun tidak luput dijamah demonstran. Padahal beberapa pemimpin negara Asia dari China, Jepang, dan Korea Selatan sudah ada di hotel itu. Namun mereka dievakuasi dengan helikopter. Presiden SBY yang sempat ditawari menuju hotel dengan heli pun menolak karena tak yakin dengan keamanan hotel. Akhirnya, PM Abhisit mengatakan KTT ASEAN dibatalkan. Polisi Thailand Tangkap Pemimpin Demonstran Anti Pemerintah Tekad Perdana Menteri (PM) Thailand Abhisit Vejjajiva memulihkan kondisi politik dan keamanan segera ditindaklanjuti. Pemimpin demonstrasi kaos merah yang antipemerintah itu ditangkap. Salah satu pemimpin demo itu, Arisman Pongruangrong ditangkap pagi hari ini seperti dilansir dari situs Bangkok Post, Minggu (12/4). Ditahannya Arisman karena aksinya yang mencolok dalam memimpin demo kelompok kaos merah Himpunan Front Demokrasi melawan Kediktatoran (United Front of Democracy against Dictatorship/UDD). Dia juga terlihat dalam garda depan demonstran, saat mengepung hotel tempat KTT ASEAN diadakan, di Royal Cliff Beach, Pattaya sementara pimpinan beberapa negara Asia berada di dalamnya. Buntut dari aksi demosntran pro-Thaksin Sabtu kemarin itu membuat KTT ASEAN terpaksa dibatalkan. Beberapa pemimpin negara Asia dievakuasi dengan helikopter dari hotel itu. Setelah insiden itu PM Abhisit langsung mengadakan rapat dengan para menteri di bidang pertahanan keamanan. Julukan ‘musuh negara’ pun langsung disematkan ke kelompok pro-Thaksin itu. Sementara kelompok kaos merah pada saat yang sama berkumpul di luar Kantor Pemerintah, mengancam akan menimbulkan kekacauan baru di Bangkok. Sedangkan mantan PM Thaksin Sinawatra pun memberikan dukungan bagi pendukungnya untuk mengadakan aksi antipemerintah berikutnya. “Orang-orang kita di Bangkok dan seluruh provinsi dapat bergabung untuk mengubah negara,” seru Thaksin. Demonstran Rebut Tank Militer Para pemrotes anti pemerintah Thailand merebut paling tidak sebuah tank militer yang dikerahkan untuk memberlakukan keadaan darurat di Bangkok, kata seorang jurubicara polisi kepada AFP, Minggu. “Protes meluas ke banyak bagian kota Bangkok. Para pemrotes telah merebut tank-tank dan kendaraan lapis baja ,” kata Mayjen Suporn Phansua ,jurubicara Kepolisian Metropolitan Bangkok kepada AFP. Ia menambahkan mereka masih mengecek berapa jumlah tank yang dikuasai para pemrotes. Beberapa menit sebelumnya pemimpin protes Hweng Tojirakarn mengumumkan kepada para pendukung di luar kantor pemerintah bahwa kelompok itu telah menguasai dua tank dan sebuah kendaraan lapis baja di tengah distrik perbelanjaan Bangkok. (detikcom/Ant/AFP)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful