Mikropropagasi Tanaman Stroberi (Fragaria x ananassa Duch.

)
Stroberi merupakan tanaman yang cukup populer di Indonesia dan dunia. Dari tahun ke tahun, permintaan buah stroberi di Indonesia terus meningkat. Hal ini mengakibatkan terjadinya perluasan areal penanaman dan peningkatan permintaan bibit stroberi. Sampai saat ini penyediaan bibit stroberi di Indonesia masih menggunakan stolon. Bibit yang diperoleh dari stolon memiliki beberapa keterbatasan, antara lain bibit tidak dapat tersedia dalam jumlah banyak dan seragam, adanya penurunan kualitas bibit bila tanaman induk telah diambil stolonnya diambil berulang-ulang, dan memungkinkan tertular patogen dari tanaman induknya. Pada tahun 1 !", #orel dan #artin mampu menciptakan bibit stroberi bebas penyakit melalui kultur meristem. Sejak diaplikasikan pada stroberi, $%dams 1 &", #ullin et al. 1 &', (ishi et al. 1 &)* kultur meristem yang diambil dari stolon diaplikasikan secara komersial untuk mengeliminasi patogen pada bibit stroberi $Bo+us 1 &', Bo+us et al. 1 &&*. ,ebro-ska et al. $"..)* mensitasi beberapa literatur yang menunjukkan bah-a tanaman yang dihasilkan dari sistem mikropropagasi memiliki stolon lebih banyak, jumlah anakan meningkat dan produksi buah juga meningkat. Beberapa komposisi media untuk mikropropagasi stroberi telah banyak dipublikasikan, umumnya menggunakan media #S $#urashige and Skoog 1 /"* yang ditambah dengan jenis dan konsentrasi 0at pengatur tumbuh yang berbeda-beda. Salah satu penelitian telah menunjukkan bah-a konsentrasi 0at pengatur tumbuh yang optimal dapat ber1ariasi antara kulti1ar yang satu dengan yang lainnya $2ero1ic and 3u0ic 1 4 *. 5abel 1 mempresentasikan contoh komposisi media untuk mikropropagasi stroberi. 5abel 1. #edia mikropropagasi stroberi yang direkomendasikan Bo+us $1 &'*
Komponen Makronutrien Mikronutrien Vitamin ZPT(mg/L) MediaInisiasi Knop (1865) Murashige and Skoog (1962) Murashige and Skoog (1962) MediaMultiplikasi Knop (1865) (1962) (1962) MediaPerakaran

6nop $14/!*
(1962) (1962) IBA 1.0

Murashige and Skoog Murashige and Skoog Murashige and Skoog Murashige and Skoog

B% ..1 IB% 1..
GA3 0.1

B% 1.. IB% 1..
GA3 0.1

#eristem ditumbuhkan pada media ini sampai membentuk planlet.)0/ 012nghia et al. Penggunaan sel6sel somatik sebagai eksplan dalam protokol kultur jaringan akan memungkinkan pertumbuhan dan di33erensiasi sel6sel somatik tersebut menjadi embrio! (ang disebut embrio somatik.mbr(ogenesis ('. 'umber sel somatik ini biasan(a se ara alamiah tidak terlibat dalam pembentukan dan perkembangan embrio. Perkembangan protokol kultur jaringan dalam perban(akan sel dan jaringan telah sampai kepada le&el (ang memungkinkan untuk melakukan industrialisasi perbenihan dan pen(edian bahan dasar industri. 'omati . 5unas-tunas yang telah cukup de-asa kemudian dipindahkan ke media perakaran.) adalah suatu pembentukan embrio dari bagian somatik tanaman (ang bukan termasuk sel 5(goti .al. Pembelahan sel as(metrik juga berlaku untuk perkembangan embrio somatik. 5anaman yang telah berakar dan siap untuk diaklimatisasi akan terbentuk setelah / 7 4 minggu. *eunggulan lain teknologi '.0 #etode mikropropagasi menggunakan kultur meristem dia-ali dengan isolasi meristem yang diambil dari stolon tanaman induk kemudian ditanam pada media inisiasi $5abel 1*.! $.Gula (g/L) Glukosa 40 Agar (g/L) 8. 'elain mampu memperban(ak tanaman (ang sama dengan indukn(a (true to t(pe)! menghasilkan tanaman (ang bebas patogen sistemik! dan mengatasi permasalahan perban(akan tanaman (ang tidak dapat diperban(ak se ara kon&ensial. Somatic Embryogenesis: Teknologi Penye ia !ibit Secara Massal Pemerintah telah menetapkan tujuan pembangunan dan pengembangan agribisnis jeruk di Indonesia untuk men ukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri! pemenuhan bahan baku industri! subtitusi impor dan mengisi peluang pasar ekspor. dalam pen(ediaan bibit adalah mampu men(ediakan bibit dalam jumlah ban(ak dan relati3 seragam dalam 4aktu (ang bersamaan. "ingga tahun #0$0 dibutuhkan sekitar $% juta bibit jeruk dari beberapa &arietas jeruk ('upri(anto et al. 7ika embrio somatik berasal dari hasil 3ertilisasi! sementara embrio somati berasal dari sel6sel somatik.0 Glukosa 40 8. .mbrio somatik se ara mor3ologi juga sama dengan embrio 5(goti (aitu bipolar dengan tipe organ (ang sama terdiri dari radi al! h(po ot(ls dan ot(ledone (Arnold et al. *ebutuhan tersebut menuntut ketersediaan bibit bermutu dalam jumlah ban(ak dan seragam.mbr(ogenesis ('. +eknologi 'omati . #000 dan #00$) sehingga tanaman (ang dihasilkan melalui teknologi '. berpotensi bebas pen(akit. Planlet yang terbentuk kemudian dipindahkan ke media multiplikasi. Pada media ini. .0 Glukosa 40 8. .mbr(ogenesis sama dengan embriogenesis 5igoti .! #00#). tunas baru akan terbentuk cepat.mbrio 5(goti dan somatik memiliki karakteristik tahapan perkembangan (ang sama! ke uali pada tahap (ang paling a4al! karena berasal dari dua jenis sel (ang berbeda.) dapat digunakan untuk mengeliminasi beberapa pen(akit (-itters et. Proses 'omati .! #00)).

! #00. -elakangan! teknologi bioreaktor tampakn(a lebih menjanjikan karena terbukti mengurangi tenaga kerja! dan ongkos produksi (ang rendah. antara lain genotip tanaman! komposisi media kultur! tipe dan umur eksplan (ang digunakan.)! :hr(santhemum ('i&akumar et al. +eknologi ini ukup untuk mem3asilitasi komersialisasi dalam perban(akan tanaman. 'etelah melalui prosedur sterilisasi! bagian tersebut diinokulasikan pada medium untuk induksi kalus! perban(akan kalus! induksi kalus embrogenik dan di3erensiasi serta regenerasi.mbr(ogenesis dimulai dengan penanaman bagian &egetati&e tanaman seperti daun! akar! bunga dari tanaman indukn(a.). 0alam proses pembuatan bibit jeruk berlabel bebas pen(akit alur peredaran mata tempel (entris) sudah dibakukan se ara nasional dan perlu disosialikan oleh semua pihak (ang berkepentingan. Alur peredaran entris jeruk dapat dilihat .! #00%)! dan 'te&iol Gl( osides (-ondare& et al.! #00%)! 'iberian Ginseng (:hoi and 7eong! #00#)! dan metabolite sekunder .8.! #00=)! dan sejumlah tanaman lain. 'omati . 9mumn(a! eksplan (ang diambil dari jaringan pada 3ase ju&enil akan menghasilkan embrio lebih ban(ak.! #00%)! embrio somatik .! #00=)! 'pathiph(llum (0e4ir et al. Perbanyakan !ibit "eruk Melalui Teknologi Somatik Embriogenesis (SE) >irmala 8ri(anti 0e&( dan 8arida ?ulianti -alai Penelitian +anaman 7eruk dan -uah 'ubtropika P2 -2@ ##! -atu67a4a +imur! Indonesia Perban(akan jeruk di Indonesia umumn(a dilakukan dengan men(ambung suatu batang ba4ah 7: atau AL dengan batang atas komersial (ang dikehendaki. Istilah bioreaktor digunakan untuk menggambarkan sebuah tempat untuk melakukan reaksi6reaksi biologi atau sebagai 4adah kultur sel se ara aerobi (:oombs! $.leuthero o us ('hohael et al. 'aat ini! teknologi bioreaktor telah berkembang dengan pesat dan diaplikasikan untuk produksi massal tanaman apel (:hakrabart( et al. <etode ini dalam 4aktu (ang lama telah digunakan oleh industi mikrobia dan metabolit tanaman.leutherosides ('hohael et al.mbr(ogenesis untuk membentuk embrio somatik terjadi ketika sel6sel baru terbentuk dari eksplan! badan6badan globular! heart! torpedo dan kotiledon hingga plantlet dibentuk pada 3ase tumbuh kalus embriogenik! di3erensiasi! dan regenerasi. 'istem baru dalam perban(akan skala besar dengan protokol (ang sederhana dengan melibatkan jumlah peralatan (ang terbatas dan ongkos operasional (ang rendah perlu digunakan. 8aktor63aktor (ang mempengaruhi keberhasilan '.'e ara praktikal! 'omati . 9saha pertama kali mengalihkan 3ungsi alamin(a tersebut kepada perban(akan tanaman dilaporkan oleh +aka(ama pada $.8$ (ang bekerja untuk perban(akan -egonia. +eknologi somati embr(ogenesis akan membutuhkan ongkos produksi (ang mahal apabila masih menggunakan teknologi kultur jaringan kon&ensional menggunakan media padat.

000 batang ba4ah/ kebutuhan untuk sentra produksi lainn(a belum terekam dengan baik. -agi penangkar (ang tidak memiliki induk sumber mata tempel (-P<+) sendiri di4ajibkan mengambil entris dari -P<+ lain(ang terdekat. Calaupun s(stem perban(akan jeruk sudah dibakukan se ara nasional! pada ken(ataan (ang ada di lapang saat ini adalah kurangn(a ketersediaan benih bermutu. 0ari analisa di lapang! umumn(a 3aktor63aktor (ang men(ebabkan rendahn(a mutu bibit jeruk saat ini antara lain adalah kurang ketersediaan entries batang atas dan batang ba4ah (ang dibutuhkan. -an(ak petani mengeluhkan bah4a benih jeruk (ang ada dipasaran kualitasn(a rendah! ditandai dengan kondisi 3isik benih (ang merana/kurang subur! perakarann(a jelek! batang ba4ahn(a tidak seragam bahkan kemurnian &arietasn(a tidak bisa dijamin kebenarann(a. 'ebagai ontoh! pada tahun #0$0 *albar membutuhkan biji 806$00 kg atau setara dengan =#0. "al ini disebabkan permintaan (ang sangat tinggi terhadap benih 7:! namun pertanaman khusus untuk batang ba4ah tidak tersedia. *urangn(a ketersediaan batang ba4ah juga menjadi masalah utama pen(ediaan benih bermutu. pengelolaann(a dilakukan oleh -ALI+7. 9mumn(a penangkar tidak menggunakan entris dari -P<+ tetapi mengambil dari pohon produksi biasa (ang status pen(akitn(a tidak diperhitungkan.'+A2! dimana sampai dengan tahun #0$0 pohon induk bebas &irus (ang telah dihasilka men apai B ##0 &arietas ! sedangkan untuk tanaman induk jeruk bebas pen(akit kelas benih 0asar dan benih Pokok (-lok 8ondasi dan -P<+) pengelolaannn(a dapat dilakukan oleh 0inas Pertanian! Pengangkar s4asta (petani) (ang mampu. Pada tahapan tsb. penggunaan entris (ang dorman dan tidak terda3tar proses produksin(a pada 0inas Penga4asan dan 'erti3ikasi -enih (-P'-).pada gambar diba4ah ini 0ari alur pada Gambar di atas dapat dijelaskan bah4a distribusi mata tempel jeruk dia4ali dari penentuan alon pohon induk jeruk sampai menghasilkan pohon induk jeruk bebas pen(akit.0006400. 9ntuk memenuhi kebutuhan (ang amat tinggi ini! maka pedagang umumn(a menjual biji dengan kualitas rendah! (aitu biji (ang masih muda dan ter ampur oleh biji jeruk &arietas lainn(a! sedangkan penangkardengan alasan e3isiensi maka akhirn(a menggunakan semua semaian (ang tumbuh! tidak melakukan seleksi terhadap semai batang ba4ah (ang men(impang dan berakar bengkok! Pemerintah telah menetapkan bah4a tujuan pembangunan dan pengembangan agribisnis jeruk di Indonesia untuk men ukupi kebutuhan konsumsi dalam .

Proses multiplikasi kalus dapat kita hentikan dengan merubah komposisi media tumbuh! dimana kalus (ang tumbuh kita induksi untuk berkembang menjadi embrio.mbr(ogenesis somatik untuk membentuk embrio somatik terjadi ketika sel6sel baru terbentuk dari eksplan! badan6badan globular! heart! torpedo dan kotiledon hingga plantlet dibentuk pada 3ase tumbuh kalus embriogenik! di3erensiasi! dan regenerasi. 'umber sel somatik ini biasan(a se ara alamiah tidak terlibat dalam pembentukan dan perkembangan embrio. *alus (ang dihasilkan dapat diperban(ak baik di media padat maupun air. dimulai dengan menanam in &itro eksplan jaringan nuselus (ang didapat pada biji muda ($#6$4 minggu setelah bunga mekar).mbrio 5(goti dan somatik memiliki karakteristik tahapan perkembangan (ang sama! ke uali pada tahap (ang paling a4al! karena berasal dari dua jenis sel (ang berbeda.mbrio somatik se ara mor3ologi juga sama dengan embrio 5(goti (aitu bipolar dengan tipe organ (ang sama terdiri dari radi al! h(po ot(ls dan ot(ledone. *alus akan tumbuh pada bagian ujung serta seluruh permukaan! kemudian diikuti oleh tumbuhn(a embrio (ang berasal dari jaringan bagian dalam. Pada media padat (ang optimal! setiap $000 mg kalus dapat tumbuh dan memperban(ak diri =0 6 %0E dari &olume asal setiap 4 minggu (setiap sub kultur)! dan proses multiplikasi ini akan berlangsung terus sepanjang media (ang mendukung selalu optimal.. . Mengapa Somatik Embriogenesis# . 'etiap $00 mg kalus embrionik akan tumbuh $06#% embrio (ang akan berkembang normal menjadi planlet atau tanaman ke il.mbr(ogenesis somatik adalah suatu pembentukan embrio dari bagian somatik tanaman (ang bukan termasuk sel 5(goti . . 7umlah embrio (ang langsung tumbuh berkisar antara %6#0 buah/eksplan tergantung &arietasn(a. +eknologi kultur jaringan tanaman memiliki berbagai keuntungan dibanding metode tradisional seperti mampu memperban(ak tanaman dengan le&el (ang sama dengan indukn(a! menghasilkan tanaman (ang bebas pen(akit! mengatasi permasalahan perban(akan tanaman (ang tidak dapat diperban(ak se ara normal termasuk hasil trans3ormasi! membersihkan tanaman unggul dari kontaminasi pathogen dan menjadikann(a sebagai tanaman induk. 'e ara praktikal! embr(ogenesis somatik dimulai dengan menanam bagian &egetati&e tanaman seperti daun! akar! bunga dari tanaman indukn(a. 'etelah melalui prosedur sterilisasi! bagian tersebut ditanam pada medium untuk induksi kalus! perban(akan kalus! induksi kalus embrogenik dan di3erensiasi serta regenerasi. Somatik Embriogenesis pa a $eruk Pada tanaman jeruk! perban(akan dengan menggunakan teknologi '. 0ari kultur dengan struktur halus! akan berubah se ara perlahan menjadi kalus berstruktur remah! bulat dan akhirn(a menjadi embrio sempurna ber4arna hijau. 'e ara umum pada jaringan nuselus! kalus dan embrio akan tumbuh se ara bersamaan pada minggu ke #6. 9ntuk memenuhi kebutuhan tersebut! maka pembangunan agribisnis jeruk harus dia4ali pada pembangunan perbenihan! artin(a agribisnis jeruk (ang berkelanjutan dan kompetiti3 menuntut dukungan industri benih (ang tangguh! dimana pola perbenihan harus dirubah dari (ang tradisional menuju industr( perbenihan masal dan berkualitas tinggi (aitu! bebas pen(akit serta Dtrue6to6t(pe1 atau kualitas benih (ang dihasilkan sesuai dengan indukn(a.negeri! pemenuhan bahan baku industri! subtitusi impor dan mengisi peluang pasar ekspor. . . Perkembangan protokol kultur jaringan dalam perban(akan sel dan jaringan telah sampai kepada le&el (ang memungkinkan untuk melakukan industrialisasi perbenihan dan pen(edian bahan dasar industri. +ahapan pertumbuhan embrio dapat terlihat dari perubahan se ara 3isik kalus (ang dikulturkan.

. '(stem ini memerlukan beberapa kali proses subkultur! energi dan tenaga (ang lebih ban(ak! dan ruang kultur (ang besar men(ebabkan rendahn(a e3isiensi perban(akan dan ongkos produksi (ang besar. antara lain 7:! *eprok -atu%%! keprok Garut! *eprok -orneo Prima! *eprok <adu +erigas! 'iam *intamani! 'iam Pontianak! <anis Pa itan dan Pamelo >ambangan. -eberapa &arietas jeruk (ang telah dimultiplikasi melalui '. 'eban(ak . Penelitian pada tanaman jeruk (Citrus deliciosa) menggunakan temporar( immersion s(stem menunjukkan bah4a bioreaktor menghasilkan lebih ban(ak embrio somatik dan persentase kon&ersi pembentuk kotiledon (ang lebih tinggi dibanding metode shake ulture. Istilah bioreaktor digunakan untuk menggambarkan sebuah tempat untuk melakukan reaksi6reaksi biologi atau sebagai 4adah kultur sel se ara aerobi .8$ (ang bekerja untuk perban(akan Begonia.! $. <etode ini dalam 4aktu (ang lama telah digunakan oleh industi mikrobia dan metabolit tanaman. +eknologi ini memerlukan sejumlah besar botol ke il atau petridish dan tenaga pekerja (ang ban(ak. 9saha pertama kali mengalihkan 3ungsi alamin(a tersebut kepada perban(akan tanaman dilaporkan oleh +aka(ama pada $.%plikasi bioreaktor untuk pro uksi benih +eknologi kultur jaringan (ang umum digunakan adalah menggunakan media mengandung agar sebagai pemadat. 'aat ini! teknologi bioreaktor telah berkembang dengan pesat dan diaplikasikan untuk produksi massal tanaman apel! Spathiphyllum!Chrysanthemum! Eleutherococcus! 'iberian Ginseng! dan dan sejumlah tanaman lain.)00 embrio somati / $ gram kultur kalus embriogenik (:abasson et al. Penggunaan bioreactor pa a meto e SE i !alit$estro 'elama beberapa tahun terakhir! -alijestro telah melakukan penelitian berkaitan dengan aplikasi embriogenesis somatik untuk memproduksi benih jaruk.)). "asil . 'ampai saat ini! -alitjestro telah menghasilkan proto ol untuk menginduksi embrio somati jeruk dan memultiplikasikann(a baik batang ba4ah maupun batang atas.

'elain itu! hasil pengujian menunjukkan bah4a tanaman hasil '. Prospek perbenihan $eruk hasil perbanyakan SE : Penyambungan batang atas pa a batang ba&ah hasil SE +eknologi perban(akan masal melalui embriogenesis somatik (somati embr(ogenesis) merupakan teknologi terbaik untuk menghasilkan benih tanaman (ang seragam dan sama dengan indukn(a. . Lebih lanjut lagi! adan(a karakter ju&enil merupakan hambatan (ang besar dalam perban(akan jeruk melalui teknologi '.. -atang ba4ah dan batang atas (ang digunakan berasal dari perban(akan '. >amun demikian! produk akhir (aitu tanaman bisa diman3aatkan dengan optimal sangat tergantung pada kesuksesan di beberapa tahapan! salah satun(a adalah 3ase aklimatisasi (ang menentukan persen tanaman (ang hidup serta tumbuh dan berkembang dengan optimal se ara eF &itro. Pada tanaman jeruk penggunaan batang ba4ah tetap merupakan hal (ang penting.penelitian menunjukkkan bah4a dalam satu biorea tor mampu menghasilkan $00. +eknik tersebut dianggap lebih simpel dan lebih epat dibanding teknik tradisional karena adan(a pengurangan 4aktu di tahapan in &itro dan aklimatisasi! tidak ada permasalahan serangan jamur atau ph(toptora! pertumbuhan tunas juga akan lebih epat. mampu membebaskan benih dari pen(akit (ang disebabkan oleh &irus.000 embrio dengan peningkatan seban(ak #00E selama 8 minggu. 9ntuk meme ahkan permasalahan tersebut di atas! -alitjestro telah mengembangkan teknik gra3ting embrio dan planlet. bersi3at true to type dengan tanaman indukn(a! dan (ang paling penting adalah ba4a teknologi '..