TEORI , HUKUM TEMPO DAN IRAMA PERKEMBANGAN

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Psikologi Perkembangan

Duisusun oleh : Riska Oktapiani NPM : 12.03.2806

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM ( IAID ) CIAMIS – JAWA BARAT 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya. Makalah ini berisikan tentang hal-hal mengenai Teori,hokum tempo dan irama perkembangan.Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua hal mengenai teori-teori perkembangan serta hukum tempo dan irama perkembangan. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Pangandaran, 12 Maret 2013

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... DAFTAR ISI ......................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1.1. LATAR BELAKANG ............................................................................... 1.2. PEMBATASAN MASALAH ................................................................... 1.3. RUMUSAN MASALAH .......................................................................... 1.4. TUJUAN PENULISAN ............................................................................ BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 2.1. TEORI PERKEMBANGAN ..................................................................... 2.2. HUKUM PERKEMBANGAN ................................................................. 2.3. HUKUM TEMPO PERKEMBANGAN ................................................... 2.4. HUKUM IRAMA PERKEMBANGAN ................................................... BAB III PENUTUP .............................................................................................. 3.1 KESIMPULAN ......................................................................................... 3.2 SARAN ....................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................

i

ii 1 1 2 2 2 3 3 5 6 7 9 9 10 11

ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG Suatu perkembangan selalu melalui proses , mudah sekali mengerti. Tapi bagaimana proses ini berlangsung ada beberapa teori yang perlu kita ketahui. Teori yang tertua adalah yang diajukan oleh seorang psokologi jerman yang bernama Johann Friedderische Herbart, teorinya disebut Teori Asosiasi. disebut demikian karena Herbart berpendapat bahwa seluruh proses perkembagan itu diatur dan dikuasai oleh kekuasaaan hukum asosiasi. Terjadinya perkembangan adalah oleh karena adanya unsur-unsur yang berasosiasi; sehingga sesuatu yang bersifat simpel (unsur yang sedikit ) makin lama makin kompleks. Teori Gestalt (Wilhelm Wundt), para psikologi modern (dengan laboratorium psikologinya mengajukan reaksi terhadap teori Herbart). Mereka perpendapat bahwa proses perkembangan bukan berlangsung dari suatu yang simpel ke suatu yang kompleks, melainkan berlangsung dari suatu yang bersifat global (menyuluruh tetapi samar-samar) menuju semakin lama semakin jelas keadaannya , tampak bagianbagian dari kesuluruhan itu. Jadi dari keadaan Gestalt ke struktur. Seperti halnya sepeda, (yang dapat dinaiki) adalah sesuatu Gestalt dari bagian-bagain yang masingmasing merupakan keasatuan: setir, roda, rantai, gir, dan sebagainya. Bila salah satu bagian kesatuan itu (roda misalnya) maka rusaklah Gestalt sepeda itu (tidak dapat dinaiki lagi). Neo-Gestalt, (Kurt Lewin) menambahkan adanya proses stratifikasi dalam proses diferensiasi. Disamping adanya diferensiasi yang berlangsung terus, kelanjutan diferensiasi itupun berkembang setahap demi setahap. Teori sosialisasi (James Mark Baldwin), berpendapat bahwa proses perkembangan itu adalah proses sosialisasi dari sifat individualis. Baldwin terkenal dengan teori: Circulair Reaction. Ia berpendapat bahwa perkembangan sebagai proses sosialisasi, adalah dalam bentuk imitasi yang berlangsung denagn adaptasi dan seleksi. Adaptasi dan seleksi berlangsung atas dasar hukum efek (law of effect). Tingkah laku seseorang adalah hasil peniruan (imitasi). Kebiasaan adalah imitasi
1

terhadap diri sendiri sedang adaptsi adalah peniruan terhadap orang lain. Teori Freudism (sigmund Freud), teori ini dapat dimaksudkan pula sebagai teori sosialisasi, ia menyusun teorinya ats empat asas yaitu : asas biologis, asas ketidakberdayaan, asas keamanan, dan asas eksplorasis.(Proses Perkembangan dan Teori Perkembangan:http//www.google.com.).Diposkan oleh Hary Kurniadi,Rabu 24 Maret 2010.(Akses : Selasa , 12 Maret 2013 , pukul : 20.34 WIB) 1.2. PEMBATASAN MASALAH Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah : a) b) c) d) Teori Perkembangan Hukum Perekembangan Hukum Tempo Perkembangan Hukum Irama Perkembangan

1.3. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latarbelakang dan pembatasan masalah tersebut, masalahmasalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut : a) b) c) d) Apa saja teori perkembangan itu? Apa itu hukum perkembangan? Bagaimana hokum tempo perkembangan itu? Bagaimana hokum irama perkembangan itu?

1.4. TUJUAN PENULISAN a) b) c) d) Mengetahui apa saja teori perkembangan itu Mengetahui apa itu hukum perkembangan Mengetahui bagaimana hukum tempo perkembangan itu Mengetahui bagaimana hukum irama perkembangan itu

2

BAB II PEMBAHASAN
2.1. TEORI PERKEMBANGAN Suatu sistem pengertian atau konseptualisasi yang diorganisasikan secara logis, dan diperoleh melalui jalan (pendekatan) yang sistematis, biasa disebut sebagai teori, macam-macam teori perkembangan antara lain: a. Teori Empirisme Tokoh utama teori ini adalah Francis Bacon (Inggris 1561-1626) dan John Locke (Inggris 1632-1704), berpandangan bahwa pada dasarnya anak lahir ke dunia; perkembangannya ditentukan oleh adanya pengaruh dari luar, termasuk pendidikan dan pengajaran. Pendidikan atau pengajaran anak pasti berhasil dalam usahanya membentuk lain dari teori ini adalah :  Teori Optimisme (pedagogis optimisme) dengan alasan adanya karena teori ini sangat yakin dan optimis akan keberhasilan upaya pendidikan dalam membina kepribadian anak   Teori yang berorientasi lingkungan (enviromentalisme), dinamakan demikian karena lingkungan lebih banyak menentukan terhadap corak perkembangan anak Teori Tabularasa: karena paham ini mengibaratkan anak lahir dalam kondisi putih bersih seprti meja lilin (tabula/ table = meja; rasa = lilin) b. Teori Nativisme Shopenhauer (Jerman 1788-1860) mengemukakan bahwa anak lahir telah dilengkapi pembawaan bakat alami (kodrat). Dan pembawaan (nativus = pembawaan) inilah yang akan menetukan wujud kepribadian seorang anak. Istilah lain dari aliran ini disebut dengan :

3

 Teori Pesimisme (Pedagogis-pesimistis), karena teori ini menolak, pesimis terhadap pengaruh luar  Teori Biologisme, disebabkan menitikberatkan pada faktor biologis, faktor keturunan (genetic) dan kostitusi atau keadaan psikolofisik yang dibawa seajak lahir. c. Teori Konvergensi Konvergensi (converg = memusatkan pada satu titik; bertemu). Teori ini penganjur utamanya adalah Williams Stern dibantu istri setianya Clara Stern. Diungkapkan bahwa perkembangan jiwa anak lebih banyak ditentukan oleh dua faktor yang saling menopang. Yakni faktor bakat dan faktor pengaruh lingkungan d. Teori Rekapitulasi Rekapitulasi (recapitulation) berarti ulangan, yang dimaksudkan bahwa perkembangan jiwa anak adalah hasil ulangan dari perkembangan seluruh jiwa manusia Seorang manusia akan mengalami tingkatan masa sebagai berikut :  menangkap binatang, bermain panah, main pistol-pistolan dan lain-lain  kambing dan lain-lain  bunga dan lain-lain  -14 tahu, gemar bermain pasar-pasaran, tukar-menukar perangko, tukar gambar dan lain-lain  Masa industri 14 tahun keatas, anak mulai mencoba berkarya sendiri, membuat mainan, membuat kandang merpati, dan lain-lain -12 tahun, suka berkebun memelihara dan menanam tanaman, -10 tahun, seorang anak senang memelihara binatang, ikan

4

e. Teori Psikodinamika Berpendapat bahwa perkembangan jiwa atau kepribadian seseorang ditentukan oleh komponen dasar yang bersifat sosioefektif, yakni ketegangan yang ada didalam diri seseorang itu ikut menemukan dinamikanya ditengah-tengah lingkungannya. f. Teori Kemungkinan Berkembang Teori ini disampaikan oleh Dr. M.J. Langeveld salah seorang ilmuan dari Belanda. Teori ini berlandaskan pada alasan-alasan :  Anak adalah makhluk manusia yang hidup  Waktu dilahirkan anak dalam kondisi tidak berdaya, sehingga ia membutuhkan perlindungan  Dalam perkembangan anak melakukan kegiatan yang bersifat pasif (menerima) dan aktif (eksplorasi) g. Teori Interaksionisme Menurut teori ini, perkembangan jiwa atau perilaku anak banyak ditentukan oleh adanya dialektif dengan lingkungannya. Maksudnya, perkembangan kognitif seorang anak bukan merupakan perkembangan yang wajar, melainkan ditentukan interaksi budaya.(Proses Perkembangan dan Teori

Perkembangan.:http//www.google.com.).Diposkan oleh Hary Kurniadi,Rabu 24 Maret 2010.(Akses : Selasa , 12 Maret 2013 , pukul : 20.34 WIB).
.

2.2. HUKUM PERKEMBANGAN Suatu konsepsi yang biasanya bersifat deduktif dan menunjukkan adanya hubungan yang ajeg(continue) serta dapat diramalkan sebelumnya antara variabelvariabel yang empirik, hal itu lazimnya disebut sebagai hukum perkembangan.

5

Misalnya , akan mudah sekali diperhatikan jika mengamati perkembangan pada anak-anak menjelang remaja. Ada anak yang menampakkan kegoncangan yang hebat, tetapi adapula anak yang melewati masa tersebut dengan tenang tanpa menunjukkan gejala-gejala yang serius. (Hukum Perkembangan , Pengertian Psikologi : http//www.google.com).Diposkan oleh Sunny.Selasa , 05 Mei 2009. Pukul : 07.05. (Akses : Selasa , 12 Maret 2013 . Pukul : 20.59 WIB) Macam – macam Hukum perkembangan a) b) c) d) e) f) g) h) i) Hukum-hukum perkembangan tersebut antara lain : Hukum tempo perkembangan Hukum iramaperkembnagan Hukum konvergensi perkembnagan Hukum kesatuan organ Hukum hierachi perkembangan Hukum masa peka Hukum mengembangkan diri Hukum rekapitulasi (Macam – macam Hukum Perkembangan:http//www.google.com).Diposkan oleh Fitri Nuriyni. Selasa , 8 Februari 2011.Pukul : 06.09. (Akses : Selasa , 12 Maret 2013.Pukul : 20.41 WIB) 2.3. HUKUM TEMPO PERKEMBANGAN Perkembangan anak ada yang cepat (tempo singkat) ada pula yang lambat. Sebagai contoh keterampilan berbicara dan berjalan. .(Proses Perkembangan dan Teori Perkembangan:http//www.google.com.).Diposkan oleh Hary Kurniadi,Rabu 24 Maret 2010.(Akses : Selasa , 12 Maret 2013 , pukul : 20.34 WIB) Hukum Tempo Perkembangan. Bahwa perkembangan jiwa tiap-tiap anak itu berlainan, menurut temponya masing-masing perkembangan anak yang ada. Ada

6

yang cepat (tempo singkat) adapula yang lambat. Suatu saat ditemukan seorang anak yang cepat sekali menguasai ketrampilan berjalan, berbicara,tetapi pada saat yang lain ditemukan seorang anak yang berjalan dan berbicaranya lambat dikuasai. Mereka memiliki tempo sendiri-sendiri. (Macam – macam Hukum

Perkembangan:http//www.google.com).Diposkan oleh Fitri Nuriyni. Selasa , 8 Februari 2011.Pukul : 06.09. (Akses : Selasa , 12 Maret 2013.Pukul : 20.41 WIB) Bahwa perkembangn jiwa setiap anak itu berbeda, menurut temponya perkembangna masing-masing perkembangan anak yang berbeda. Ada yang cepat (tempo singkat) adapula yang lambat. (Psikologi Perkembangan : http//psikologi perkembangan.com-www.google.com).Diposkan oleh Alfan Dienk.Jumat , 18 November 2011. Pukul : 09.05. (Akses : Selasa 12 Maret 2013. Pukul : 21.04 WIB) 2.4. HUKUM IRAMA PERKEMBANGAN Perkembangan anak itu mengalami gelombang “pasang surut”, mulai lahir hingga dewasa, kadangkala anak juga mengalami kemunduran dalam suatu bidang tertentu. .(Proses Perkembangan dan Teori

Perkembangan:http//www.google.com.).Diposkan oleh Hary Kurniadi,Rabu 24 Maret 2010.(Akses : Selasa , 12 Maret 2013 , pukul : 20.34 WIB) Hukum ini tidak lagi membahas cepat atau lambatnya perkembangan anak. Akan tetapi tentang irama atau ritme perkembangan. Jadi perkembangan anak itu mengalami gelombang “pasang surut” mulai lahir hingga dewasa, kadangkala mengalami kemunduran dalam suatu bidang tertentu. (Psikologi Perkembangan : http//psikologi perkembangan.com-www.google.com).Diposkan oleh Alfan

Dienk.Jumat , 18 November 2011. Pukul : 09.05. (Akses : Selasa 12 Maret 2013. Pukul : 21.04 WIB) Hukum Irama Perkembangan. Hukum ini mengungkapkan bukan lagi cepat atau lambatnya perkembangan anak, akan tetapi tentang irama atau rythme perkembangan. Jadi perkembangan anak tersebut mengalami gelombang “pasang

7

surut”. Mulai lahir hingga dewasa, kadangkala anak tersebut mengalami juga kemunduran dalam suatu bidang tertentu. Misalnya , akan mudah sekali diperhatikan jika mengamati perkembangan pada anak-anak menjelang remaja. Ada anak yang menampakkan kegoncangan yang hebat, tetapi adapula anak yang melewati masa tersebut dengan tenang tanpa menunjukkan gejala-gejala yang serius. (Macam– macam Hukum Perkembangan:http//www.google.com).Diposkan oleh Fitri Nuriyni. Selasa , 08 Februari 2011.Pukul : 06.09. (Akses : Selasa , 12 Maret 2013.Pukul : 20.41 WIB).

8

BAB III PENUTUP
3.1. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang ada, dapat di simpulkan bahwa : Suatu sistem pengertian atau konseptualisasi yang diorganisasikan secara logis, dan diperoleh melalui jalan (pendekatan) yang sistematis, biasa disebut sebagai teori, macam-macam teori perkembangan antara lain: a. Teori Empirisme b. Teori Nativisme c. Teori Konvergensi d. Teori Rekapitulasi e. Teori Psikodinamika f. Teori Kemungkinan Berkembang g. Teori Interaksionisme Suatu konsepsi yang biasanya bersifat deduktif dan menunjukkan adanya hubungan yang ajeg(continue) serta dapat diramalkan sebelumnya antara variabelvariabel yang empirik, hal itu lazimnya disebut sebagai hukum perkembangan. Hukum Tempo Perkembangan. Bahwa perkembangan jiwa tiap-tiap anak itu berlainan, menurut temponya masing-masing perkembangan anak yang ada. Ada yang cepat (tempo singkat) adapula yang lambat. Suatu saat ditemukan seorang anak yang cepat sekali menguasai ketrampilan berjalan, berbicara,tetapi pada saat yang lain ditemukan seorang anak yang berjalan dan berbicaranya lambat dikuasai. Mereka memiliki tempo sendiri-sendiri. Hukum Irama Perkembangan. Hukum ini mengungkapkan bukan lagi cepat atau lambatnya perkembangan anak, akan tetapi tentang irama atau rythme perkembangan. Jadi perkembangan anak tersebut mengalami gelombang “pasang surut”. Mulai lahir hingga dewasa, kadangkala anak tersebut mengalami juga kemunduran dalam suatu bidang tertentu.

9

3.2. SARAN Dari pembahasan tersebut kiranya penyusun dapat memberikan saran bahwa hendaknya perkembangan anak itu di perhatikan dari semua segi atau pola yang di alaminya.Disini lah peran Psikologi khusunya Psikologi Perkembangan dengan semua teori-teori dan semua point yang dipelajari di dalamnya,membantu kita sebagai manusia dalam menjalan kehidupan yang baik, terutama kehidupan pada segi psikis.

10

DAFTAR PUSTAKA

Sri Purnami S. Psi. Psiilogi perkembangan. Teras. Yogyakarta. 2008 Sunarto.H dan Hartono.1994.Perkembangan Peserta Didik.Jakarta. Hurlock B Elizabeth.1978.Perkembangan Anak Jilid 1. Jakarta :Erlangga. http://www.google.com

11