Ta ata-C Cara Berw wudh hu Menu M rut Al A Q an dan Sunn Qur’a S ah Nabi N

O Oleh: Abu u Abd dirro ohma an Alb bayaty

Pus staka a al Bayat B ty

ww ww.wahono ot.wor rdpres ss.com m
1

J Judul:

Ta ata-C Cara Berw wudh hu Menu M rut Al A Q an dan Sunn Qur’a S ah Nabi N
O Oleh:

Ab bu Abdirrohman n Albayaty y

P Pustaka a al BA Ayaty

Silakan S me emperban nyak isi ebook ini dengan d syar rat bukan n untuk tu ujuan kom mersil, ser rta menye ertakan su umbernya a

Kunju ungi: htt tp://www w.wahon not.word dpress.co om http p://www.pustaka aalbayaty y.wordpr ress.com m Ema ail: waho onot@ya ahoo.com m HP: 08 8121517653 08 8889594463 08 85659217364 SERIAL L e-book # 6 0 060608

2

Tata-C Cara Berwu udhu Menur rut Al Qur’a an dan Sun nnah Nabi Ole eh : Abu Ab bdirrohman n Albayaty Wudhu adalah men nggunakan air a yang suc ci dan mensucikan deng gan cara yan ng khusus di d empat a anggota bad dan yaitu, wajah, w kedua a tangan, kepala, dan ke edua kaki. Adapun A sebab yang mew wajibkan w wudhu adal lah hadats, yaitu apa saja s yang mewajibkan m wudhu atau u mandi [te erbagi menjadi dua macam, (ha adats besar) ) yaitu segala yang mew wajibkan mandi dan (h hadats kecil) ) yaitu semu ua yang mewajibkan wudhu]. Adapun n dalil_wajibnya a_wudhu_ad dalah_firman n_Allah:

“Hai orang-o orang yang beriman, ap pabila kamu u hendak me engerjakan shalat, s maka a basuhlah mukamu m d tanganm dan mu sampai dengan d siku, , dan sapula ah kepalamu u dan (basuh h) kakimu sa ampai denga an kedua mata kaki,” ” (Q.S. Al-Mai aidah:6)
A Adapun dalil tata cara wudhu sec cara sempur rna adalah hadist riway yat Abdullah h bin Zaid tentang t tata_cara_w wudhu_(terda apat_lafal):

“Kemudian Rasulullah memasukkan m n tangannya a, kemudian n berkumur dan d memasu sukkan air ke dalam hidung deng gan satu tan ngan sebanya yak tiga kali.” (Mutafaq ‘a alaih). -Dan dari Humran H bahw wa Utsman pernah p mem minta dibawa akan air wud dhu, maka ia membasuh h kedua t telapak tang ngannya tiga a kali, …kem emudian mem embasuh tan ngan kanan nnya sampai i ke siku tiga tig kali, kemudian ta angan kiriny ya seperti itu u pula, kemu udian mengu usap kepala anya, kemud dian membas suh kaki kanannya sa ampai mata a kaki tiga ka ali, kemudian n kaki kiriny ya seperti itu u pula, kemu udian berkat ata, “Aku melihat Rasu sulullah berw wudhu sepert rti wudhuku ini. i (Mutafaq q alaih).
Dan dari Abd dullah bin Za aid bin Ashim m dalam tata acara wudhu u, ia berkata a,

“Dan Rasulu ullah mengus sap kepalany nya, menyapu pukannya ke belakang da an ke depan. n.” (Mutafaq alaih).
Dan lafal yang lain,

“(Beliau) me emulai dari bagian depa an kepalany ya sampai ke tengkuk, k, kemudian menariknya a lagi ke bagian depa an tempat se emula memu ulai.” Dan dalam riwayat Ibn nu Amr tent tang tata cara berw wudhu, katan anya, “Kemu udian (Ras sulullah) mengusap kepalanya, k dan memas sukkan dua a jari telunju juknya ke masing-masin m ing telingany nya, dan mengusapka kan kedua ja ari jempolnya a ke permuk kaan daun telinganya.” te ( (H.R . Abu Dawud, Nas sa`i dan d disahihkan o oleh Ibnu Kh huzaimah).
Takara an air dalam m berwudh hu adalah satu mud (Sa atu mud sam ma dengan 1 1/3 liter menurut m ukuran oran ng Hijaz dan 2 liter menu urut ukuran orang Irak. (lihat Lisanu ul Arab Jilid 3 hal 400). Adapun untuk mand di sebanyak satu s sha’ sampai lima mud. m Sebagaimana hadit ts yang diriw wayatkan ole eh Anas, katanya, “A Adalah Rasul lullah ketika a berwudhu dengan (ta akaran air se ebanyak) sa atu mud dan n mandi

( (dengan tak karan sebany yak) satu sha ha’ sampai lim ma mud.” ) (H.R. ( Muttaf faq alaih)
3

A. Tata T cara wudhu w yan ng diajarkan n Rosulullo oh adalah sebagai s ber rikut:
1. Apabila A seor rang muslim m mau berwu udhu atau mandi m (wajib b / junub), maka m henda aknya ia ber rniat di

d dalam hat tinya. Niat yang dima aksud dalam m berwudhu u dan man ndi (wajib) adalah niat t untuk menghilangk kan hadats atau untuk menjadikan boleh suatu u perbuatan n yang diwaj jibkan bersu uci, oleh karenanya amalan-amal a lan yang dila akukan tanp pa niat tida ak diterima a. Dalilnya_ada alah_firman_ _Allah:

“Dan merek ka tidaklah diperintahka kan melainka an agar beri ribadah kepa ada Allah dengan de mem murnikan ketaatan k kepada-Nya dalam (m (menjalankan n) agama dengan l lurus.” (Q.S S. Al-Bayy yinah:5).
Dan_hadits_ _dari_Umar_ _bin_al-Khaththab,_bahw wa_Rasululla ah_bersabda a,

“Sesungguh hnya segala amalan a itu tidak t lain ter rgantung pa ada niat; dan n sesungguh hnya tiap-tia ap orang t tidak lain (akan (a memp peroleh balas asan dari) ap pa yang din niatkannya. Barangsiapa a hijrahnya menuju ( (keridhaan) ) Allah dan rasul-Nya, maka hijra ahnya itu ke arah (ke eridhaan) Al llah dan ras asul-Nya. Barangsiapa a hijrahnya karena k (harta ta atau keme egahan) dun nia yang dia harapkan, atau a karena seorang s w wanita yang g ingin dinika kahinya, maka ka hijrahnya itu ke arah yang y ditujun nya.”.
Kemudian membaca m Basmalah B :

‫ﻢ اﷲ‬ ِ ِ ْ‫ِﺴ‬ ‫ ( ﺑﺴ‬Bismillaa a h)
s sebab Rasulullah be ersabda:

"Tidak sah wudhu oran ng yang tida ak menyebu ut nama Alla ah" (Diriway yatkan oleh Imam Ahm mad, dan d dinilai hasan n oleh Al-Alb bani di dalam m kitab Al-Irw wa' (81).
Dan apabila a ia lupa, maka m dia bis sa membaca anya tatkala dia ingat ketika k masih berwudhu, namun a apabila dia ingat tatkal la selesai be erwudhu ma aka tidaklah h mengapa dia tidak membaca m basmalah. A Adapun dalil gugurnya kewajiban mengucapka m n basmalah kalau lupa atau tidak tahu t adalah_ _hadits:

“Dimaafkan untuk umat tku, kesalaha han dan kelup paan.”
2. Kemudian mencuci m kedu ua telapak ta angannya se ebanyak tiga a kali . (Lihat t Gambar. 1) ).

angan kanan nnya sambil sebagian dimasukkan n kedalam mulut ( 3. Mengambil air dengan telapak ta

madhmadho oh ) dan se ebagian dim masukkan / di hirup ke e dalam hid dung ( istin nsyaq )

ke emudian

membuangn nya dengan bantuan tan ngan kirinya ( istintsar ). Tatkala air r masih di da alam mulut maka di usahakan ai ir tersebut dikumur-kum d mur ( Bhs ja awa : kemu ), begitu ju uga dengan yang ada di d dalam hidung sehin ngga kotorannya dapat keluar. (Liha at Gambar.2 2).
4

2a. . istintsar

2b. istin nsyaq

4. Disunnahkan n ketika me enghirup air r di lakukan n dengan ku uat, kecuali jika dalam keadaan berpuasa

maka ia tida ak mengeraskannya, ka arena dikhaw watirkan air masuk ke dalam tengg gorokan. Ra asulullah bersabd da:

"Keraskanla ah di dalam menghirup air dengan hidung, kec cuali jika kam mu sedang berpuasa".(Riwayat A Daud dan Abu da dishahihk hkan oleh Alb bani dalam shahih sh Abu Dawud D (629) ))
5.

Lalu mencu uci muka se ebanyak tiga a kali. Batas s muka ada alah dari batas tumbuhnya rambut t kepala bagian atas s sampai da agu (Gamba ar 3b), dan mulai dari batas telin nga kanan hingga telin nga kiri. (Gambar. 3a a).

(3a.)

(3b.)

6. Dan jika ram mbut yang ada pada mu uka tipis, ma aka wajib dic cuci hingga pada p kulit da asarnya. Tet tapi jika

t tebal maka wajib menc cuci bagian atasnya saj ja, namun disunnahkan d mencelah-c celahi rambut yang t tebal terseb but. Karena Rasulullah selalu me encelah-cela ahi jenggotny ya di saat berwudhu. b (Riwayat

A Daud dan Abu da dishahihk hkan oleh Al-A Albani dalam m Al Irwa (92 92)) (Lihat Ga ambar. 4)

7. Kemudian mencuci m kedu ua tangan sa ampai siku sebanyak s tiga a kali, karen na Allah berf firman :

"dan kedua tanganmu hingga h siku" ". (Surah Al-M Ma'idah : 6). .

5

Cara mencuci tangan adalah dimulai dengan mencuci tangan kanan sampai siku sebanyak tiga kali baru mencuci tangan kiri sampai siku sebanyak tiga kali. ( Lihat Gambar 5).

8. Kemudian mengusap kepala ( bedakan dengan mencuci / membasuh ) beserta kedua telinga

satu kali,

dimulai

dari

bagian

depan

kepala

lalu

diusapkan

ke

belakang

kepala

lalu

mengembalikannya ke depan kepala. (Lihat Gambar. 6).

9. Setelah itu langsung mengusap kedua telinga dengan air yang tersisa pada tangannya. Cara

mengusap telinga adalah dengan memasukkan jari telunjuk pada lubang telinga sedang ibu jari mengusap bagian luar daun telinga. Perbuatan ini dilakukan sebanyak satu kali saja. (Lihat Gambar. 7).

10. Lalu mencuci kedua kaki sampai kedua mata kaki sebanyak tiga kali, karena Allah berfirman:

6

"dan kedua kakimu hingga dua mata kaki". (Surah Al-Ma'idah : 6).
Yang dimaksud mata kaki adalah benjolan yang ada di sebelah bawah betis. Kedua mata kaki tersebut wajib dicuci berbarengan dengan kaki. Cara mencuci kaki adalah dimulai dari kaki kanan dulu sebanyak tiga kali baru kaki kiri sebanyak tiga kali. (Lihat Gambar. 8).

Mata kaki
11. Orang yang tangan atau kakinya terpotong, maka ia mencuci bagian yang tersisa yang wajib dicuci.

(Lihat Gambar. 9). Dan apabila tangan atau kakinya itu terpotong semua maka cukup mencuci bagian ujungnya saja.

12. Setelah selesai berwudhu mengucapkan do’a sebagaimana yang diajarkan Nabi berdasarkan hadist

yang diriwayatkan oleh Umar, katanya, “Berkata Rasulullah, ‘Tidaklah salah seorang diantara kalian

berwudhu dan meyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan:

Asyhadu allaa ilaaha illallooh wahdahulaa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh "Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali hanya Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan Allah”. Melainkan dibukakan untuknya delapan pintu syurga, ia dapat masuk dari mana saja yang ia kehendaki”(H.R. Muslim). Boleh ditambah dengan :

‫ﻪ‬ ُ‫ﻟ‬ ُ‫ﻮ‬ ْ‫ﺳ‬ ُ‫ر‬ َ‫و‬ َ ‫ﻩ‬ ُ‫ﺪ‬ ُ‫ﺒ‬ ْ‫ﻋ‬ َ ‫ًا‬ ‫ﻤﺪ‬ ‫ﺤﱠ‬ َ‫ﻣ‬ ُ ‫ن‬ ‫أﱠ‬ َ‫ﺪ‬ ُ‫ﻬ‬ َ‫ﺷ‬ ْ ‫أ‬ َ‫و‬ َ ‫ﻪ‬ ُ‫ﻟ‬ َ‫ﻚ‬ َ‫ﻳ‬ ْ‫ﺮ‬ ِ‫ﺷ‬ َ ‫ﻻ‬ َ ‫ﻩ‬ ُ‫ﺪ‬ َ‫ﺣ‬ ْ‫و‬ َ ‫ﷲ‬ ُ ‫ﻻا‬ ‫إﱠ‬ ِ‫ﻪ‬ َ ‫َـ‬ ‫إﻟ‬ ِ‫ﻻ‬ َ ‫ن‬ ْ‫أ‬ َ‫ﺪ‬ ُ‫ﻬ‬ َ‫ﺷ‬ ْ ‫أ‬ َ

7

.‫ﻦ‬ َ‫ﻳ‬ ْ‫ﺮ‬ ِ‫ﻬ‬ ‫ﻄﱢ‬ َ‫ﺘ‬ َ‫ﻤ‬ ُ‫ﻟ‬ ْ‫ﻦ ا‬ َ‫ﻣ‬ ِ ‫ﻲ‬ ْ ‫ﻨ‬ ِ‫ﻠ‬ ْ‫ﻌ‬ َ‫ﺟ‬ ْ ‫َا‬ ‫ﻦو‬ َ‫ﻴ‬ ْ‫ﺑ‬ ِ ‫ﱠا‬ ‫ﺘﻮ‬ ‫ﻦ اﻟ ﱠ‬ َ‫ﻣ‬ ِ ‫ﻲ‬ ْ ‫ﻨ‬ ِ‫ﻠ‬ ْ‫ﻌ‬ َ‫ﺟ‬ ْ ‫ﱠا‬ ‫ﻬﻢ‬ ُ‫ﱠ‬ ‫َﻟﻠ‬ ‫ا‬
Allohummaj ‘alnii minattawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriin “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat dan jadikanlah aku sebagai bagian dari orang-orang yang bersuci".( dalam riwayat At-Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa (96) )
13. Ketika berwudhu wajib mencuci anggota-anggota wudhunya secara berurutan, tidak menunda

pencucian salah satunya hingga yang sebelumnya kering.
14. Boleh mengelap anggota-anggota wudhu seusai berwudhu.

B. Syarat-Syarat Sahnya Wudhu diantaranya adalah : 1. Islam, 2. Berakal, 3. Tamyiz ( mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk ), 4. Niat, 5. Meneruskan niat dengan tidak berniat untuk menghentikannya sampai selesai wudhunya, 6. Tidak adanya yang mewajibkan wudhu, 7. Istinja’ (bersuci dengan air) atau istijmar (bersuci dengan batu) sebelum wudhu (bila setelah buang hajat), 8. Air yang dipakai untuk berwudhu adalah air yang thohur ( suci lagi mensucikan ), atau yang mubah (bukan hasil curian -misalnya-), 9. Menghilangkan sesuatu yang menghalangi sampainya air ke kulit, 10. Tiba waktu sholat bagi orang yang hadastnya terus menerus (karena sakit). C. Hal – hal yang wajib dalam wudhu ada 6 (enam), Yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Membasuh muka termasuk berkumur dan menghirup air ke dalam hidung lalu dikeluarkan, Membasuh kedua tangan sampai kedua siku, Mengusap (menyapu) seluruh kepala (termasuk mengusap kedua daun telinga), Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki, Tertib (berurutan). Yang dimaksud dengan tertib (urut) adalah sebagaimana yang tertera dalam ayat yang mulia. Yaitu membasuh wajah, kemudian kedua tangan (sampai siku), kemudian mengusap kepala, kemudian membasuh kedua kaki. Adapun dalilnya :

8

a seba agaimana te ersebut dala am ayat di atas (surat al-Maidah :6). Di dala am ayat Pertama, adalah t tersebut te elah dimasukkan kata mengusap diantara dua d kata membasuh. m Orang Arab tidak melakukan hal h ini melain nkan untuk suatu faedah tertentu yang tidak lain adalah ter rtib (urut). Kedua, sab bda Rasululla ah:

“Mulailah de engan apa yang ya Allah te elah memulai ai dengannya a.”
Ketiga, had dits yang dir riwayatkan dari d ‘Amr bin n ‘Abasah. Dia D berkata, “Wahai Ras sulullah berit itahukan

kepadaku tentang te wud dhu?” Rasulu ullah berkata ta, “Tidaklah h salah seor orang dari kalian ka mende ekati air w wudhunya, kemudian berkumur-k kumur, mem masukkan air a ke hidu ungnya lalu u mengelua arkannya kembali, melainkan me gu ugurlah dosa sa-dosa di (rongga) ( mu mulut dan ro ongga hidun ngnya bersa ama air w wudhunya, kemudian (tidaklah) ia i membasu suh mukany ya sebagaim mana yang Allah perin ntahkan, melainkan gugurlah g dos sa-dosa waja ahnya melalu lui ujung-uju ung janggutn nya bersama a tetesan air r wudhu, kemudian (tidaklah) (t ia membasuh kedua tang gannya samp pai ke siku, melainkan gugurlah g da asa-dosa bersama air t tangannya a wudhu melalui m jari i-jari tangan nnya, kemu udian (tidak klah) ia me engusap kepalanya, melainkan gugur dosa a-dasa kepa alanya bersa sama air me elalui ujung g-ujung ram mbutnya, kemudian (tidaklah) (t ia membasuh kedua kakin inya, melain nkan gugur dosa-dasa d k kakinya bers sama air melalui ujun ng-ujung ja ari kakinya.” ” (H.R Musl lim). Dan dalam riwaya at Ahmad terdapat t ung gkapan, “Kemudian mengusap kepalanya (sebagaiman ( na yang Alla lah perintah hkan),….. ke emudian me embasuh kedua kakiny nya sampai mata m kaki se ebagaimana yang y Allah perintahkan. p ”
Dan di dala am riwayat Abdullah A bin n Shanaji te erdapat apa yang menu unjukkan aka an hal itu. Wallahu W

A A’lam.
6. Muwalah ( langsung antara a mem mbasuh an nggota wud dhu yang satu denga an yang lainnya, d dengan tida ak diselingi dengan d perk kara-perkara a yang lain). Maksudnya a adalah jan ngan menga akhirkan membasuh anggota wudhu sampai mengering anggota se ebelumnya setelah bebe erapa saat. Dalilnya, D hadits yang diriwayatkan Ahmad da an Abu Dawud dari Nabi, bahwa be eliau melihat seorang lak ki-laki di kakinya ada a bagian sebesar s mat ta uang lo ogam yang tidak terke ena air wu udhu, maka a beliau memerintahkan untuk mengulangi m wudhunya. Imam Ahma ad meriwaya atkan dari Umar U bin al-K Khathab ang laki-laki i berwudhu, , tetapi men ninggalkan satu s bagian sebesar kuk ku di kakiny ya (tidak bahwa seora membasahin nya den ngan ai ir wudh hu). Rasulullah_me elihatnya_ma aka_beliau_b berkata:

“Berwudhula lah_kembali,_ _kemudian_ _shalatlah.”
S Sedangkan d dalam riway yat Muslim tidak menyeb butkan lafal, “Berwudhul lah kembali.” D. Sunnah-su S unnah wudh hu diantara anya adala ah: 1. Disunnatkan n bagi setiap s mus slim mengg gosok gigi ( bersiwak ) sebelum memulai m wud dhunya,

karena Rasu ulullah

be ersabda :

9

"Sekiranya aku

tidak k

membera atkan kali ak kan

uma atku,

nisca aya

aku

perintah

mereka

b bersiwak

( (menggosok k gigi) setia ap d dalam Al Irw wa' (70))
2.

berwud dhu".(Riwaya yat Ahmad dan d dishahih hkan oleh Al-Albani A
berdasarkan

Disunnatkan n pula men ncuci kedua a telapak tangan tiga a kali sebelum berwudhu,

hadist yang diriwayatka an oleh Ahm mad dan Na asa’i dari Au us bin Aus ats-Tsaqafi a i berkata, ia kedua telap pak tangan sebanyak tig ga kali sete elah bangun n tidur, ma aka boleh jadi kedua tang gannya nya. Rasululla ah merasakann telah menyen ntuh

“Aku

melihat Nab bi berwudhu u, maka beli liau mencuci i dua telapa ak tangannya ya sebanyak k tiga kali.” Mencuci M
hukum mnya wajib. Sebab, koto oran di wakt tu tidurnya sedangkan ia tidak

bersabda:

"Apabila seo orang di antara a kam mu bangun tidur, ma aka hendak knya tidak mencelupkan m n kedua t tangannya di dalam bejana air r sebelum Muslim )
3. Disunnatkan n menyemp purnakan wu udhu, menye ela-nyela antara a jari je emari tangan n maupun kaki k dan menghirup air ke dala am hidung dilakukan dengan ku uat kecuali bagi b yang be erpuasa. Hal ini berdasarkan hadits yan ng diriway yatkan oleh h Laqith bin Shabrah, katany ya, ‘Aku

mencucinya ya

terlebih h

dahulu

tiga

kali, karena

s sesungguhn nya ia tidak k me-ngetahu ui di mana tangannya a berada ( ketika ia tidur ). (Riwayat

berkata,

‘Wahai

Rasululla ah,

kabarka kan

kepada aku

tentan ng

wudhu? ?’

Nabi

b berkata:

“Sempurnak kan wudhu-m mu, dan sela a-selailah an ntara jari-jem marimu, dan n bersungguh h sungguhlah ah dalam memasukka an air ke da alam hidung kecuali jika a kamu dala am keadaan berpuasa.” ” (Diriwayatk kan oleh lima imam, di d shahihkan n oleh Tirmid dzi). (Lihat Gambar. G 10)

4.

Disunnatkan n bagi ora ang muslim m mencelah h-celahi jen nggot jika tebal ketika a membasuh h muka. S Sebagaiman na penjelasan di muk ka.(Lihat ga ambar 4).C Cara menye ela-nyela je enggot ini dengan mengambil seraup s air dan d meletakk kannya dari bawahnya dengan d jari-j jemarinya at tau dari dua a sisinya d menggo dan osokkan ked duanya. Dan dalam riwayat Abu Daw wud dari Ana as, “Bahwa Nabi jika be erwudhu

mengambil seraup air, kemudian meletakkanny m nya dibawah h dagunya dan da berkata, “Demikianla lah yang d diperintahka an oleh Tuha an kepadaku u.”

10

5.

ggota wudh hu yang kan nan terlebih dahulu seb belum menc cuci anggota a wudhu ya ang kiri. Mencuci ang Mencuci ta angan kana an terlebih dahulu ke emudian tangan kiri, dan d begitu pula menc cuci kaki kanan sebelum mencuci i kaki kiri. Ha al ini berdas sarkan hadist t sebagai be erikut :

Dan dari ‘A Aisyah, ia be erkata, “Nab bi suka men ngawali sesu uatu dengan n yang kana an, dalam memakai m t terompah, b bersisir, bers suci dan dala am segala se esuatu.” (Mu utafaq alaih) ).
6. Mencuci ang ggota-anggo ota wudhu dua d atau tig ga kali dan tidak boleh h lebih dari itu. Namun n kepala c cukup diusa ap satu kali saja. Men ncuci anggo ota wudhu yang wajib adalah sek kali, sedang g_kedua kali_dan_ket tiga_kalinya_adalah_sun nnah. 7. T Tidak berleb bih-lebihan dalam p pemakaian air, karena ulullah Rasu berwudhu dengan

mencuci tig ga kali, lalu bersabda :

"Barangsiap pa

mencuci ci

lebih

( dari tiga

kali )

mak ka

ia

tela lah

berbuat at

kesalaha an

dan

kezhaliman" ".( Riwayat Abu A Daud da an dishahihk kan oleh Al-A Albani dalam m Al Irwa' (11 17))
E. 1. 2. 3. Hal-hal Yang Membatalkan Wud dhu dianta aranya adal lah : Keluarnya se esuatu dari qubul q (kema aluan) atau dubur, d baik berupa air kecil k ataupun n air besar. Keluar angin n dari dubur (kentut). Hilang akaln nya, baik karena k gila, pingsan, mabuk m atau karena tidu ur yang nye enyak hingg ga tidak menyadari apa a yang ke eluar darinya a. Adapun tidur ringan yang y tidak menghilangk m kan perasaan n, maka t tidak membatalkan wud dhu. 4. Menyentuh kemaluan dengan tan ngan tanpa pembatas dengan sya ahwat, apak kah yang disentuh d t tersebut k kemaluannya a sendiri atau k milik orang lain, karena Rasulullah be ersabda:

"Barangsiap pa yang me enyentuh ke emaluannya hendaklah ia berwudh dhu".(Riwaya at Ibnu Maj jah dan d dishahihkan n oleh Al-Alba bani)
5. Memakan daging d unt ta, karena ketika Rasulullah ditanya: "Ap Apakah kam mi harus be erwudhu

karena

m makan

daging d

un nta?

Nab bi

menjaw awab

:

Ya."

(Riwayat R

Muslim)

Begitu pula memakan usus, u hati, babat b atau sumsumnya s adalah mem mbatalkan wudhu, w kar rena hal t tersebut sa ama dengan n dagingnya a. Adapun air susu unta u tidak membatalka an wudhu, karena Rasulullah pernah menyuruh suatu kaum m minum air r susu unta a dan tidak menyuruh mereka maka seb baiknya be erwudhu

berwudlu se esudahnya. (Muttafaq 'alaih) . Unt tuk lebih be erhati-hati, s sesudah min num atau ma akan kuah daging d unta. 6.

Riddah / Murtad ( Kelu uar dari aga ama islam ), ) semoga Alloh A menjag ga kita dari dan seluruh kaum muslimin da ari hal terseb but.

11

F.

ng haram dilakukan d o oleh yang tidak t berwu udhu: Hal-hal yan A Apabila seor rang muslim berhadats kecil k (tidak berwudhu), b m melakukan n hal-hal berikut ini: maka haram

1.

Menyentuh mushaf Al-Qur'an, A

karena Ras sulullah

mengata akan di da alam suratny ya yang

beliau kirimk kan kepada penduduk negeri Yaman n:

"Tidak bole eh menyent ntuh Al-Qur r'an

selain

orang ya ang suci". ( Riwayat Ad-Daruqut tni dan

d dishahihkan n oleh Al-Alba bani dalam Al Irwa' (122) ))
A Adapun mem mbaca Al-Qur'an denga an tidak me enyentuhnya a, maka hal itu boleh dilakukan ole eh orang y yang berhad dats kecil. 2. Mengerjakan n shalat. Or rang yang g berhadat ts tidak b boleh mel lakukan sha alat kecuali setelah

berwudhu te erlebih dahu ulu, karena Rasulullah R 3.

bersabda: :

"Allah

tida dak

mener rima

shala at

yang

dilakukan

tanpa

w wudhu".(

Riwayat

Muslim)

Boleh bag gi orang yang y tidak berwudhu melakukan n sujud tilaw wah atau su ujud syukur, karena keduanya bukan b mer rupakan shalat, sekali ipun melakukan sujud. s 4. Melakukan thawaf. t Ora ang yang berhadats kecil s sebelum ber rwudhu, kare ena Rasulullah tidak boleh melakukan m t thawaf di Ka`bah lebih h afdhalnya a adalah berwudhu b s sebelum

h bersabda : telah

"Thawaf di Baitullah itu u adalah sha halat". (Riway ayat Turmu udzi dan dinilai d shahi hih oleh d dalam Al- Irw rwa' (121) )
Dan juga karena Na abi

A Al-Albani

ber rwudhu terlebih dahulu sebelum m melakukan n thawaf. (Muttafaq M

'alaih) W Wallahu a`la lam, wa shal llallahu `alaa a nabiyyinaa a Muhammad d wa `alaa aalihi a washa ahbihii wa sa allam.
Maro oji’
1. 2. 3.

S Sifat wudhu Nabi

, Syaikh S Abdullah bin Abdu urrahman Al-Jibrin.

Beberapa pe elajaran penting untuk segenap s umm mat, syaikh Abdul Aziz bin b Abdulloh Bin Baz. Dan beberap pa sumber yang y lain. Diambil dari i Kurikulum TPQ Abu Ba akar Masjid Baitul Jann nah Pilang Sari karangan n Abu Abdir rrohman A Albayaty .

ww ww.wahono ot.wor rdpres ss.com m
12