BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS

)

PEDOMAN TATA KERJA
NOMOR 007 REVISI-II/PTK/I/2011

TENTANG

PEDOMAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS)

PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA
Nomor: 007 REVISI-1/PTK/IX/2009

BUKU KESATU KETENTUAN UMUM

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB I.

DAFTAR ISI ISI HALAMAN 1 2 4 4 5 5 6 7 8 9 9 10 10 11 12 12 12 13 13 14

UMUM 1. PENGERTIAN ISTILAH 2. MAKSUD DAN TUJUAN 3. LINGKUP PENGATURAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 4. SUSUNAN PEDOMAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 5. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 6. ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 7. KESEHATAN, KESELAMATAN LINGKUNGAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN KEWENANGAN 1. KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 2. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 3. KEWENANGAN PENGELOLAAN KEPABEANAN 4. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK PENGAWASAN 1. PENGAWASAN MELEKAT 2. PENGAWASAN FUNGSIONAL 3. PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA 4. LAPORAN 5. TINDAK LANJUT PENGAWASAN KETENTUAN PERALIHAN

II.

III.

IV.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum

BAB I UMUM

1

pelaksanaan dan pengendalian/pengawasan kegiatan Pengadaan Barang/Jasa. 1. Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan. 1.8. Plan of Development (POD) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1.7. Plan of Development dan Authorization for Expenditure. 1. Pengelolaan Aset. Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (BPMIGAS) adalah Badan Hukum Milik Negara yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2002. Eksplorasi adalah kegiatan yang bertujuan memperoleh informasi mengenai kondisi geologi untuk menemukan dan memperoleh perkiraan cadangan Minyak dan Gas Bumi di Wilayah Kerja yang ditentukan. 2 1.4. Proyek adalah kegiatan yang bersifat tidak rutin untuk membangun atau menghasilkan sesuatu yang spesifik/unik dengan batasan waktu mulai dan akhir yang telah ditetapkan sebelumnya.2. 1. Kontraktor KKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) adalah Badan Usaha atau Badan Usaha Tetap.3. Pejabat Berwenang adalah Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS atau pekerja struktural Kontraktor KKS yang telah mendapat pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS. Kepabeanan dan Pengelolaan Proyek.5. yang dipergunakan atau sedang tidak dipergunakan atau sudah tidak dipergunakan untuk kegiatan operasional Kontraktor KKS. . 1. Aset adalah harta benda berujud (tangible) dan tidak berujud (intangible).1.6. 1. termasuk Manajemen Penyedia Barang/Jasa. Rantai Suplai (Suply Chain) adalah kegiatan penyediaan dan pendayagunaan barang dan jasa yang mencakup tahap perencanaan. harta benda inventaris (HBI) dan material persediaan. terdiri dari harta benda modal (HBM). PENGERTIAN ISTILAH 1. sebagaimana disebut dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. yang dibeli atau diperoleh dengan cara lainnya oleh Kontraktor KKS.

9.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 1. Plan of Development dan Authorization for Expenditure. 3 . Work Program And Budget (WP&B) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget.

1. 3. Pengelolaan Aset. 3. 3. MAKSUD DAN TUJUAN Pedoman ini DIMAKSUDKAN UNTUK Memberikan satu pola pikir.2. Tujuan Pengelolaan Rantai Suplai adalah memperoleh dan mendayagunakan barang/jasa yang dibutuhkan dalam jumlah. 2. pengertian dan pedoman pelaksanaan teknis serta administratif yang terintegrasi dan jelas bagi seluruh pengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Republik Indonesia. Lingkup Pemberlakuan Pedoman ini berlaku untuk pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. Lingkup Pengaturan Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai ini mencakup pengaturan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. termasuk pengaturan tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa dan pedoman untuk Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan. 4 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 2.1. harga.2. LINGKUP TATACARA RANTAI SUPLAI 3.3. waktu dan tempat yang tepat secara efektif dan efisien serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku serta memenuhi prinsip-prinsip etika rantai suplai. Kepabeanan serta Pengelolaan Proyek. 2. dalam pengelolaan Rantai Suplai. kualitas.

4. 5.5. 4. 5 .1. 4.3.2.3.5. Kompetitif. Transparan.2. Efektif. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan rantai suplai wajib dilaksanakan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: 5. yaitu: Buku Kesatu Buku Kedua Buku Ketiga Buku kelima : Ketentuan Umum Rantai Suplai : Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa : Pedoman Pengelolaan Aset : Pedoman Pengelolaan Proyek 4.4. Buku Keempat : Pedoman Pengelolaan Kepabeanan 5. daya dan fasilitas yang sekecil-kecilnya untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya bagi keuntungan negara. hasil evaluasi dan penetapan pemenang harus bersifat terbuka bagi Penyedia Barang/Jasa yang berminat. 5. berarti harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesarbesarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan perusahaan. 5. berarti tidak diskriminatif dalam memberikan perlakuan bagi semua penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu. 5.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 4. Adil. baik teknis maupun administratif termasuk tata cara evaluasi. 4. berarti harus dilakukan melalui seleksi dan persaingan yang sehat di antara Penyedia Barang/Jasa yang setara dan memenuhi syarat/kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas serta transparan.1. berarti harus diusahakan dengan menggunakan dana. 4. dengan cara dan atau alasan apapun. berarti semua ketentuan dan informasi. Efisien. SUSUNAN PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai (Suply Chain Manual) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) terdiri dari 5 (lima) buku.

Mencegah terjadinya kerugian negara dan perusahaan.6. Tidak menerima/memberi. profesional dengan menjunjung tinggi kejujuran. 6. 6. golongan atau pihak lain.1. Mendukung dan menumbuh-kembangkan kemampuan Nasional untuk lebih mampu bersaing ditingkat nasional. Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung.8. 6. Panitia Pengadaan. Berwawasan lingkungan. regional dan internasional.7. 5.4.2. 6 . Tidak menyalahgunakan wewenang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 5. Penyedia Barang/Jasa dan para pihak yang terkait dalam pengelolaan rantai suplai harus memenuhi etika sebagai berikut: 6. kemandirian dan menjaga informasi yang bersifat rahasia.8.6. Dalam pengambilan keputusan tidak melebihi batas kewenangan yang telah ditetapkan dan tidak terpengaruh oleh kepentingankepentingan lain diluar kepentingan perusahaan dan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar angka 5 diatas. keuangan maupun manfaat bagi kelancaran pelaksanaan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip dan kebijakan serta ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan rantai suplai. Tidak menggunakan dokumen-dokumen yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keaslian dan kebenarannya. 5. 6. berarti harus mencapai sasaran baik fisik. 6. berarti mendukung dan mengembangkan kegiatan dengan memperhatikan kemampuan dan dampak lingkungan. Bertanggung jawab. baik secara langsung atau tidak langsung dengan tujuan untuk keuntungan pribadi.3. Bekerja secara tertib dengan mematuhi peraturan yang berlaku dan melaksanakan prinsip-prinsip dasar rantai suplai.7. 6. ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pejabat Berwenang. tidak menawarkan. Pengguna Barang/Jasa.5. 6. tidak meminta atau berjanji memberi imbalan/hadiah berupa apa saja kepada/dari siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan pengelolaan rantai suplai. penuh rasa tanggung jawab. yang mengakibatkan persaingan yang tidak sehat dan penurunan kualitas hasil pekerjaan. Mencegah terjadinya pertentangan kepentingan (conflict of interest) pada pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses pengelolaan rantai suplai. 6.

Penyedia Barang/ Jasa dan para pihak yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai wajib memperhatikan ketentuan K3LL yang berlaku di lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Panitia/Pejabat Pengadaan. KESELAMATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) Pejabat Berwenang. 7 . KESEHATAN.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 7.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB II KEWENANGAN 9 .

Semua Aset yang berwujud maupun tidak berwujud berpindah menjadi milik Negara yang dikelola oleh BPMIGAS pada saat dibeli dan berpindah tangan ke dalam penguasaan Kontraktor KKS. Beberapa tahapan proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS.5. 1. 2. pengelolaan dan/atau penguasaan Aset harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. Kontraktor KKS berwenang untuk menggunakan aset dalam kegiatan operasional kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia.2. Pada dasarnya proses dan pengambilan keputusan pengadaan barang/jasa dilakukan oleh Kontraktor KKS. Pengaturan secara rinci dimuat Pengelolaan Aset Kontraktor KKS. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh Kontraktor KKS. 2. KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 1.3. Setiap pengalihan peruntukan. 2.2. 10 . Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Status Aset kepada BPMIGAS.3.4. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 2. 1. dalam Buku Pedoman 2. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan Pengadaan ke BPMIGAS.1. Pengaturan secara rinci dimuat dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS.1. sebelum dapat dilaksanakan. 2.

4.3. Pengaturan secara rinci dimuat Kepabeanan Kontraktor KKS. 3. dalam Buku Pedoman 3. 3. 11 .1. Beberapa tahapan proses pelaksanaan impor dan ekspor harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan kegiatan impor dan ekspor kepada BPMIGAS. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK Struktur kewenangan di bidang pengelolaan proyek akan ditentukan kemudian.2. KEWENANGAN KEPABEANAN Kontraktor KKS berwenang untuk melaksanakan impor atau ekspor barang atau peralatan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3. 3. 4. sebelum dapat dilaksanakan. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan impor dan ekspor yang dilakukan oleh Kontraktor KKS.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB III PENGAWASAN 13 .

teknis. yang meliputi sekurang-kurangnya: Kepatuhan terhadap pedoman ini dan pedoman yang terkait serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. 14 . tahap setelah penyelesaian (post audit).1. Efisiensi dan optimalisasi pemanfaatan asset. Bilamana diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan khusus. PENGAWASAN MELEKAT 1.1. waktu. PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KKS 3. tahap pelaksanaan sampai tahap penyelesaian (current audit). PENGAWASAN FUNGSIONAL 2. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS dilakukan oleh lembaga pengawas fungsional internal maupun eksternal. Penilaian Kinerja Kontraktor KKS dalam lingkup pengelolaan rantai suplai dilakukan dengan menggunakan Key Performance Indicator (KPI).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. Dalam pelaksanaan pengawasan melekat perlu memperhatikan masukan dari pengawas fungsional dan pengawasan masyarakat. 3. 3. Pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan oleh fungsi pengawasan eksternal dikoordinasikan oleh BPMIGAS untuk mencegah terjadinya pemeriksaan yang tumpang tindih.1. 3. 2. Efisiensi biaya.1. sehingga menjadikan pengawasan melekat sebagai unsur pengendalian internal yang efektif. pelaksanaan hingga penyelesaian secara fisik.1. 1.2. 3. Pemanfaatan produksi dan kompetensi dalam negeri. keuangan maupun K3LL sesuai dengan sasaran kerja.1.3. 2. 2. kewenangan dan tanggung jawab berdasarkan peraturan yang berlaku mulai dari tahap perencanaan. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai dilakukan sejak tahap perencanaan (pre audit).4. Pengawasan melekat dilakukan oleh setiap atasan secara struktural dan fungsional atas aspek administrasi.3. 3.1.2.1. Pimpinan Kontraktor KKS wajib melakukan pengawasan melekat secara intensif terhadap para pejabat yang melaksanakan tugas di lingkungan kerja masing-masing.2.

Pelaksanaan tindak lanjut sanksi dan penghargaan harus dipantau dan dievaluasi oleh fungsi pengawasan internal Kontraktor KKS dan dilaporkan kepada BPMIGAS. maupun sumber daya manusia. 5. Target KPI disepakati bersama oleh BPMIGAS dan Kontraktor KKS. 15 . yang tata caranya diatur oleh masing-masing Kontraktor KKS.2. LAPORAN: Sistem pelaporan untuk masing-masing bidang kegiatan diatur dalam setiap buku Pedoman Pelaksanaan. Pemberian sanksi atas pelanggaran.1.1.3.1.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3. kelembagaan. TINDAK LANJUT PENGAWASAN 5.4. Tindak lanjut hasil pengawasan dapat berupa: Penyempurnaan/perbaikan proses/prosedur. Pemberian penghargaan kepada individu atau kelompok yang berprestasi dan dinilai layak mendapat penghargaan.3. Pada saat yang sama dilakukan evaluasi atas KPI Kontraktor KKS yang bersangkutan tahun sebelumnya. pada saat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)/ Work Program and Budget (WP&B). 4. 5. 5.1. 5. yang pengajuannya dapat dilakukan pada pertengahan tahun kalender. 5.2. Revisi target KPI yang telah disepakati. 5.1.2. Pelaksanaan tindak lanjut sanksi merupakan kewenangan dan tanggung jawab pimpinan tertinggi Kontraktor KKS sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor. 5.1.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB IV KETENTUAN PERALIHAN 17 .

Dengan berlakunya Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Tentang Pengelolaan Rantai Suplai ini maka semua ketentuan yang pernah ada dan diterbitkan oleh BPMIGAS yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai. ---ooo0ooo--- 18 . 3.3. Apabila tahap evaluasi dan negosiasi sudah selesai.1. dilanjutkan dengan mengacu pada ketentuan lama. akan diatur kemudian oleh BPMIGAS. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam pedoman ini. Apabila belum mencapai tahap pemasukan penawaran. Proses pengelolaan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan barang/jasa. berupa sisipan dan/atau penambahan lampiran pada setiap Buku Pedoman Pelaksanaan atau Buku Pedoman Pengelolaan. pengelolaan Aset dan pelaksanaan prosedur kepabeanan yang sedang berjalan dilanjutkan mengikuti ketentuan lama. 2. dilakukan penyesuaian seperlunya dengan menggunakan tatacara negosiasi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. dengan mengubah isi dokumen pengadaan. dinyatakan tidak berlaku. Khusus untuk kegiatan pengadaan barang/jasa: 2. harus dilakukan penyesuaian mengikuti ketentuan dalam pedoman ini. 2. Apabila sudah mencapai tahap pemasukan penawaran namun proses evaluasi dan/atau negosiasi penawaran belum selesai. 2.2.

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (B P M I G A S) PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA NOMOR 007 REVISI-II/PTK/I/2011 BUKU KEDUA PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA Edited 15-6-2010 .

.

I S I UMUM 1. PENGAWASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI STRATEGI PENGADAAN 1. DAFTAR BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 5. JENIS DAN MASA BERLAKU KONTRAK HALAMAN 2 8 9 II. PREFERENSI HARGA 10. PROGRAM PENINGKATAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 6. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP EKSPLORASI 2. KEBIJAKAN UMUM 3. PENYUSUNAN PAKET PEKERJAAN 3. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP PRODUKSI 3. PERNYATAAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI 9. PENGUTAMAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI 7. RUANG LINGKUP KEGIATAN KEWENANGAN DAN PENGAWASAN 1.DAFTAR ISI BAB I. PENGERTIAN ISTILAH 2. SUMBER PENGADAAN 4. 11 12 14 III. 16 17 18 20 22 24 30 41 47 49 IV. PEMANFAATAN JASA DALAM NEGERI 8. TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI 4. RENCANA PENGADAAN 2. UMUM 2. 51 52 53 54 . KOMPONEN DALAM NEGERI BARANG/JASA 3. PENGAWASAN PENGUTAMAAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 1.

KETENTUAN UMUM 2. I S I PERENCANAAN 1. PENYEDIA BARANG/JASA HARGA PERHITUNGAN SENDIRI / OWNER ESTIMATE 1. PENYAMPAIAN RENCANA PENGADAAN PELAKU PENGADAAN BARANG/JASA 1. JAMINAN PEMELIHARAAN 97 98 99 105 107 110 114 115 . PANITIA PENGADAAN/TIM INTERNAL 5. RENCANA KERJA PENGADAAN 2. JAMINAN PENAWARAN 2. PENGGUNA BARANG/JASA 3. STRUKTUR DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 2.DAFTAR ISI BAB V. 68 70 72 73 77 VII. JAMINAN UANG MUKA 4. DOKUMEN PENGADAAN 4. JAMINAN 1. 94 94 VIII. BIAYA PENGGANTIAN DOKUMEN PENGADAAN IX. PEJABAT BERWENANG 2. PENGELOLA PENGADAAN 4. DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 1. JAMINAN PELAKSANAAN 3. TATA CARA DAN DASAR PENYUSUNAN HALAMAN 64 65 VI. DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI 3.

PENGULANGAN PENGADAAN (REPEAT ORDER) 22.DAFTAR ISI BAB X. PENDAFTARAN PENYEDIA BARANG/JASA 3. TENGGANG WAKTU HALAMAN 117 119 122 126 132 132 136 139 140 142 146 148 150 152 154 159 174 178 180 181 182 186 188 190 190 191 193 194 194 XI. PENGEMBALIAN SURAT JAMINAN PENAWARAN 18. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 8. PELELANGAN TERBATAS 3. PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 17. PEMBATALAN PELELANGAN 21. PROCARD 6. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN 9. PENENTUAN CALON PEMENANG 12. PELELANGAN GAGAL 19. PEMBERIAN PENJELASAN 5. DOKUMEN PENAWARAN 7. SANGGAHAN 15. PENILAIAN KUALIFIKASI 4. PELELANGAN UMUM 2. PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT) 7. PENGUMUMAM PEMENANG PENGADAAN 14. I S I METODA DAN TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/ JASA PEMBORONGAN/ JASA LAINNYA 1. PELELANGAN ULANG 20. PERSETUJUAN RENCANA PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 16. SWAKELOLA TATA CARA PELELANGAN UMUM 1. KEPUTUSAN PENETAPAN CALON PEMENANG 13. EVALUASI PENAWARAN 10. PENGUMUMAN 2. NEGOSIASI HARGA PENAWARAN 11. PEMILIHAN LANGSUNG 4. PROTES 6. PENUNJUKAN LANGSUNG 5. .

DAFTAR ISI BAB XII. KONTRAK 1. PELELANGAN ULANG 9. PENYIAPAN DOKUMEN PENGADAAN 3. MANAJEMEN KONTRAK 6. PENYUSUNAN DAFTAR PENYEDIA JASA TERSELEKSI 6. PENYESUAIAN KETENTUAN 257 . PENYELESAIAN PERSELISIHAN 7. PELAPORAN KEGIATAN PENGADAAN BARANG/JASA 223 223 230 231 237 242 244 247 248 248 249 255 XVI. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 7. I S I METODA DAN TATA CARA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 1. PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERORANGAN HALAMAN 196 197 198 198 199 200 200 220 221 XIII. PENILAIAN KINERJA 3. PERUBAHAN LINGKUP KERJA DAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU KONTRAK 5. PELAKSANAAN PEKERJAAN MENDAHULUI KONTRAK 4. HARGA PERHITUNGAN SENDIRI 4. PEMBINAAN PENYEDIA BARANG/JASA 1. SISTIM EVALUASI PENAWARAN 8. ISI KONTRAK 3. PENUTUPAN KONTRAK XIV. PENERBITAN KONTRAK 2. PENGHARGAAN ATAS KINERJA 4. KETENTUAN UMUM 2. METODA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 5. PEMBINAAN 2. SANKSI ATAS PELANGGARAN XV.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB I UMUM 1 .Buku Kedua .

4. 1. Dokumen Pengadaan adalah dokumen yang sekurangkurangnya berisi uraian tentang lingkup pekerjaan. 1.2. 1. Bank Umum Nasional adalah Bank Umum yang lebih dari 50% (lima puluh persen) saham kepemilikannya dimiliki atau berasal dari pemerintah Republik Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia dan/atau warganegara Republik Indonesia. syarat-syarat kerja (terms & conditions).3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. 1.7. 1.8. disusun secara sistimatis berdasarkan kerangka acuan kerja (KAK) yang ditetapkan oleh pengguna barang/jasa.6. 1.Buku Kedua . tata cara proses pengadaan dan persyaratan administratif pengadaan. Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD) adalah badan usaha yang modalnya atau sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia/ Pemerintah Daerah sebesar lebih dari 50% (lima puluh persen).5. tidak dapat digantikan dengan barang atau peralatan lain yang sejenis. Anggaran adalah dana yang dialokasikan oleh Kontraktor KKS untuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa tertentu. Harga Barang Jadi adalah jumlah biaya untuk memproduksi barang yang terdiri dari biaya bahan (material) langsung. yang digunakan sebagai pedoman bagi calon Penyedia Barang/Jasa dalam proses pembuatan dan penyampaian penawaran serta pedoman bagi Panitia Pengadaan/Tim Internal dalam melakukan evaluasi penawaran. 2 .1. Jasa Konsultansi adalah layanan jasa profesional untuk mencapai sasaran tertentu yang hasil akhirnya berbentuk piranti lunak. yang bersumber dari Work Program & Budget (WP&B) dan/atau dari Daftar Rencana Pengadaan (Procurement List). usulan atau rekomendasi sebagai hasil analisis data dan/atau keadaan. Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. tenaga kerja langsung dan biaya tidak langsung pabrik. PENGERTIAN ISTILAH 1. 1. Barang Spesifik adalah barang atau peralatan yang karena tuntutan teknis dan kepentingan operasi.

4.11. 1. 1. sedangkan seluruh proses serta pengerjaannya termasuk penyediaan tenaga kerja. Penggunaan peralatan pembangunan dan peralatan angkut termasuk bahan bakar yang diperlukan.11. 1.3. 1. Penggunaan tenaga kerja. Jasa Pengerjaan adalah bagian dari pekerjaan Jasa Pemborongan.2. Pelaksanaan konstruksi (construction) dan/atau perakitan (assembly) dan/atau instalasi (installation) fasilitas produksi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. peralatan dan material yang diperlukan. dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. meliputi antara lain namun tidak terbatas pada: 1.11. 1. 1. 1. (yard) penimbunan dan Penggunaan pabrik dan/atau bengkel (workshop) dan/atau galangan kapal untuk pembuatan (fabrication) komponen atau bagian dari komponen fasilitas produksi.11. Pelaksanaan sertifikasi kelayakan operasi. Penggunaan bengkel (workshop) untuk perawatan dan/atau perbaikan mesin dan/atau peralatan produksi.11. 1.7.13. Jasa Pemborongan adalah jasa pekerjaan yang perencanaan teknis. Penggunaan kantor dan sarana pendukung lainnya.11. 3 . Jasa Lainnya dan/atau Jasa Konsultansi yang berupa pelaksanaan fisik pekerjaan.11. 1. Penggunaan laboratorium untuk pengujian (test).11.9. Kendali mutu (quality control).1.8.9. Jasa Lainnya adalah segala pekerjaan dan/atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi. 1. 1.10. Penggunaan lapangan pembangunan.6.11. 1. Penggunaan jasa pengangkutan.11.5. Jasa Pemborongan atau pemasokan barang.10. 1. Pengerjaan rekayasa dan rancang bangun (engineering and design). penetapan spesifikasi dan pengawasan pelaksanaannya dilakukan oleh Kontraktor KKS. 1.11.11.11.12. Pelaksanaan survey. pengkajian (evaluation) dan/atau penelitian (study).11.11.

tsunami.14. 1. Tidak termasuk dalam pengertian ini adalah barang kebutuhan utama dalam Jasa Pemborongan. Keadaan mendesak terjadi antara lain namun tidak terbatas karena equipment failure. gunung meletus. gempa bumi. start up delay atau keadaan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan kegiatan operasional dan apabila tidak segera ditanggulangi dapat menyebabkan kerugian bagi negara. Penggunaan barang habis pakai (consumable) yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. 1. process upset. 4 . sabotase.14. 1. 1. atau revolusi. Keadaan Krisis adalah keadaan seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Keadaan Krisis. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Keadaan Kahar (Force Majeure) adalah suatu kejadian atau keadaan yang terjadi di luar kuasa atau kontrol para pihak yang mengikatkan diri dalam Kontrak yang mengakibatkan pihak yang menyatakan Keadaan Kahar tidak dapat melaksanakan seluruh atau sebagian kewajibannya berdasarkan Kontrak.13. barang/bahan pembuatan komponen bangunan atau sukucadang pada pekerjaan perbaikan. angin topan.11. kerusuhan. tanah longsor atau wabah penyakit). yang dapat mengakibatkan terganggunya kelancaran produksi minyak dan/atau gas bumi baik sebagian maupun keseluruhan dan/atau mengakibatkan terhentinya kegiatan operasional baik sebagian maupun keseluruhan. well shut down.Buku Kedua . peperangan. Jasa Spesifik adalah jasa yang memerlukan persyaratan teknologi dan/atau keahlian tertentu dan hanya dapat dipenuhi dan/atau hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia jasa. plant shut down. Keadaan Kahar termasuk tetapi tidak terbatas pada bencana alam atau act of God (antara lain banjir. Keadaan Mendesak (Urgent) harus dinyatakan oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS setempat dan dilaporkan kepada BPMIGAS. Keadaan Darurat (Emergency) adalah keadaan seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Keadaan Emergency. Keadaan Mendesak (Urgent) adalah kegagalan operasi (operation failure) yang terjadi secara tiba-tiba. badai.12.16.15. komponen bangunan.

serta kemampuan pengelolaan program kesehatan. 1. Konsorsium adalah gabungan dari 2 (dua) atau lebih orang perorangan. tingkat kemampuan usaha. 1. kemampuan finansial. selama proses pengadaan. Lingkup Kerja adalah bagian dari Dokumen Pengadaan yang berisi uraian tentang spesifikasi dan/atau fungsi barang atau uraian pekerjaan termasuk jumlah/volume serta waktu yang dimaksudkan untuk menghasilkan sesuatu. sepanjang tidak mengubah substansi penawaran. 1. 5 .21. Kontrak adalah perjanjian pelaksanaan pekerjaan penyediaan barang/jasa antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa yang dituangkan dalam kesepakatan tertulis dan bersifat mengikat. atau pembiayaan bersama dalam rangka mencapai tujuan tertentu dalam batas waktu tertentu dengan menyatukan sumberdaya yang dimiliki para pihak yang bergabung.20. dimana masing-masing anggota Konsorsium tetap berdiri sendirisendiri.17. 1. 1.19.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Panitia Pengadaan adalah panitia yang dibentuk dan disahkan oleh Pejabat Berwenang untuk melaksanakan pemilihan Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Kontraktor KKS. Klarifikasi adalah permintaan penjelasan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal kepada peserta pengadaan barang/jasa atas materi penawaran. Pascakualifikasi adalah proses penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan setelah evaluasi penawaran harga.18. kemampuan penyediaan peralatan. 1. organisasi atau kombinasi dari elemen-elemen tersebut. perusahaan. Surat Perjanjian (Agreement). Kualifikasi adalah status hukum. Kontrak dapat berupa antara lain Surat Pesanan (Purchase Order) atau Kontrak Jasa (Service Contract).24. Pejabat Berwenang adalah pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pekerja struktural Kontraktor KKS yang telah mendapat pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pimpinan tertinggi Kontraktor KKS.22.23. kemampuan personalia. keselamatan kerja dan lindungan lingkungan (K3LL). untuk mengadakan suatu kegiatan. 1. usaha.

27. Perusahaan Asing adalah perusahaan yang didirikan bukan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia. Pekerjaan Bersifat Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi dan/atau mempunyai risiko tinggi dan/atau menggunakan peralatan dengan desain khusus. secara langsung atau tidak langsung untuk mempengaruhi jalannya proses dan/atau keputusan pengadaan dengan mengutamakan/menguntungkan kepentingan pribadi dan/atau kelompoknya dan/atau kroninya dan/atau korporasi (termasuk afiliasinya) dan/atau penyedia barang/jasa tertentu. Pengguna Barang/Jasa adalah fungsi dalam lingkungan organisasi Kontraktor KKS yang memerlukan barang/jasa untuk mendukung pelaksanaan kegiatannya. Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) adalah situasi dimana pekerja Kontraktor KKS secara sendiri dan/atau secara bersama-sama.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).31. 1.Buku Kedua . Perusahaan Nasional adalah perusahaan yang berdasarkan hukum negara Republik Indonesia. Badan Usaha Milik Negara BUMN) atau Badan Usaha Millik Daerah (BUMD). 1. 1. Perusahaan Dalam Negeri adalah Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh perseorangan warga negara Indonesia.28. dan bernilai lebih besar dari Rp50.30.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. dan memiliki surat izin usaha yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang. negara Republik Indonesia. 1. gabungan beberapa badan usaha atau perorangan yang memiliki kemampuan untuk menyediakan barang/jasa untuk kepentingan Kontraktor KKS sesuai dengan bidang usaha dan kualifikasinya.26.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha. 1. Pengelola Pengadaan adalah fungsi dan/atau organisasi yang ditunjuk untuk mengelola kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS.000.000. didirikan 6 .25.000. sebagai pribadi atau bertindak untuk kepentingan perusahaan atau afiliasinya.000. sedemikian rupa sehingga bertentangan dengan ketentuan pelaksanaan pengadaan barang/jasa. 1.000. 1.32. menggunakan kekuasaannya.29. pemerintah daerah.

dibangun atau dikerjakan oleh perusahaan yang berproduksi dan/atau berinvestasi langsung di Indonesia. yang disampaikan setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Tim Internal mempunyai persyaratan. 1.34. 7 .36. Produksi Dalam Negeri adalah semua jenis barang/jasa termasuk rancang bangun dan perekayasaan yang diproduksi. Post Bidding adalah pengubahan atau penambahan atau pengurangan persyaratan pengadaan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal atau pengubahan/penambahan/pengurangan kelengkapan dokumen penawaran dan/atau data pada pelelangan umum.35.33.37. tanggung-jawab dan tugas pokok sama seperti Panitia Pengadaan namun memiliki kewenangan dan ruang lingkup kerja yang lebih rendah.38. Post Bidding dilarang untuk dilakukan. Wakil Penyedia Barang/Jasa adalah seseorang yang bertindak untuk dan atas nama Penyedia Barang/Jasa sesuai akte pendirian/perubahan atau secara hukum mempunyai kapasitas untuk mewakili Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Prakualifikasi adalah proses penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan sebelum tahap pemasukan dokumen penawaran. 1. 1. yang dinyatakan dalam persentase. Tim Internal adalah tim di lingkungan Pengelola Pengadaan yang dibentuk dan disahkan oleh pimpinan pengelola pengadaan atau oleh Pejabat Berwenang. 1. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah besaran komponen dalam negeri pada barang/jasa atau pada gabungan barang dan jasa. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung oleh peserta pengadaan. 1.

4.3. dan lindungan lingkungan (K3LL) yang berlaku di lingkungan kegiatan hulu minyak dan gas bumi.10. 2. Melaksanakan pengadaan barang/jasa di dalam wilayah negara Republik Indonesia sesuai ketentuan perundangundangan yang berlaku di negara Republik Indonesia. Membina kemampuan berusaha dan memberikan kesempatan berusaha bagi Perusahaan Dalam Negeri terutama usaha kecil termasuk koperasi kecil. Melaksanakan pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa melalui bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional.Buku Kedua . Memperoleh barang/jasa yang diperlukan secara efektif dan efisien. keselamatan kerja. baik rekening pembayar maupun rekening penerima.8. Melaksanakan ketentuan kesehatan. Meningkatkan kinerja dan tanggungjawab para perencana.5. 2. dengan cara meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan pengadaan barang/ jasa. 2. dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional.9. Menciptakan iklim persaingan yang sehat.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Mempercepat proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa.2.7.6.1. 2. Para pihak yang mengikatkan diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia. pelaksana. 2. 2. Bagi Kontraktor KKS tahap produksi. tertib dan terkendali. 2. 2. semua transaksi pembayaran menggunakan Bank Umum yang berstatus Badan Usaha Milik Negara/Daerah. 8 . serta pengawas pengadaan barang/jasa. Melaksanakan sendiri pengadaan barang/jasa secara swakelola atau dapat pula dilakukan melalui Penyedia Barang/Jasa. KEBIJAKAN UMUM 2. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengusahakan pelaksanaan pekerjaan dilakukan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. 2.

3. Jasa Pemborongan dan pemasokan barang. 3. peralatan dan material yang diperlukan. pembinaan Penyedia Barang/Jasa dan penyelesaian perselisihan (apabila ada). Pengadaan Jasa Pemborongan merupakan kegiatan pengadaan jasa pekerjaan yang perencanaan teknis. 9 . 3. Pengadaan Jasa Konsultansi merupakan kegiatan pengadaan layanan jasa profesional untuk mencapai sasaran tertentu yang hasil akhirnya berbentuk piranti lunak. penetapan spesifikasi dan pengawasan pelaksanaannya dilakukan oleh Kontraktor KKS. Lingkup kegiatan pengadaan barang/jasa meliputi penyusunan rencana pengadaan. disusun secara sistimatis berdasarkan kerangka acuan kerja (KAK) yang ditetapkan oleh pengguna barang/jasa. dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. Pengadaan barang meliputi pengadaan barang untuk kepentingan pengisian persediaan (inventory) di gudang atau untuk dipergunakan secara langsung dalam kegiatan operasional atau proyek atau membeli peralatan (equipment). sedangkan seluruh proses serta pengerjaannya termasuk penyediaan tenaga kerja. Membeli barang atau peralatan hasil produksi masal (mass product) kepada pabrikan atau kepada pedagang.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Tata cara pengadaannya mengikuti tata cara pengadaan Jasa Pemborongan.3.1. Pengadaan barang dapat dilakukan dengan cara: 3.3.6. pemilihan Penyedia Barang/Jasa. pengadministrasian Kontrak.2.3. 3.1.2. RUANG LINGKUP KEGIATAN 3.5. Pedoman Pelaksanaan ini berlaku untuk semua kegiatan pengadaan barang/jasa kecuali pengadaan lahan dan jasa pengacara/konsultan hukum.4. atau Membeli barang pesanan kepada bengkel (workshop) atau pabrikator barang atau peralatan yang harus dibuat/ dipabrikasi terlebih dahulu dengan desain tertentu (tailor made). usulan atau rekomendasi sebagai hasil analisis data dan/atau keadaan. Bagi pengadaan jasa asuransi harus tetap mengikuti ketentuan dalam pedoman ini dan dilengkapi dengan pengaturan tata cara yang bersifat khusus. 3. 3. Pengadaan Jasa Lainnya merupakan kegiatan pengadaan segala pekerjaan atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi.

.

10 .Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB II KEWENANGAN DAN PENGAWASAN 1.

2.5.000. Bentuk ringkasan pelaksanaan pengadaan sesuai lampiran nomor FL-003. 1. Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi berwenang untuk melaksanakan dan mengambil keputusan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa. apabila berdasarkan temuan audit yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah ditemukan penyimpangan pada 1 (satu) atau beberapa kebijakan maupun prosedural yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dan dilakukan berulang-ulang serta telah pernah diberikan peringatan 1 (satu) kali oleh BPMIGAS. Kontraktor KKS wajib menyampaikan laporan pengadaan sebagaimana diatur dalam bab XV.1. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP EKSPLORASI: 1.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000. 1.000. pelaksanaan 11 . Untuk kepentingan pengawasan proses pengadaan. Pengiriman harus dilakukan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang. Kontraktor KKS wajib mengirimkan 1 (satu) set ringkasan pelaksanaan pengadaan dari setiap paket pengadaan yang bernilai lebih dari Rp5.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.3. 1. Tata cara pengadaan harus mengikuti tata cara pengadaan yang diatur dalam pedoman ini. Kewenangan Kontraktor KKS dapat dibatasi dengan surat penetapan dari Kepala BPMIGAS.000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. 1.

000.000.1. Kontraktor KKS dalam tahap produksi berwenang untuk melaksanakan dan mengambil keputusan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa.000. Pembatalan dan/atau pemutusan dini Kontrak yang penunjukan pemenang pengadaannya telah disetujui oleh BPMIGAS.000.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).1. dalam hal: 1.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).1.00 (lima puluh milyar rupiah) atau kurang dari US$5. pemilihan langsung atau penunjukan langsung.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP PRODUKSI: 2.2. Rencana penunjukan pemenang pengadaan dengan nilai per paket pengadaan lebih besar dari Rp50. 2. Nilai awal Kontrak lebih besar dari Rp50. namun total kumulatif penambahan nilai ditambah dengan nilai awal Kontrak menjadi lebih besar dari Rp50.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.1.000.000. Perubahan lingkup kerja (PLK) dari Kontrak kegiatan pemboran (drilling) dan konstruksi terintegrasi (EPC/EPCI) serta bagianbagiannya yang mengakibatkan penambahan nilai.000.000. dengan ketentuan tahapan kegiatan pengadaan berikut sebelum dilaksanakan harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS.2.000. Rencana pengadaan yang akan dilakukan secara langsung dengan Perusahaan Asing di luar negeri sebagaimana diatur pada bab IV angka 3.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (lima puluh milyar rupiah) atau menjadi lebih besar dari US$5.000.000. Nilai awal Kontrak kurang dari Rp50.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).4.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).1.1.000.3.000.000.000.5.000.000. 2. 12 .1.000.1.Buku Kedua . Tata cara penyampaian diatur dalam bab V angka 2. dengan nilai per paket rencana pengadaan lebih besar dari Rp50.000.000. 2.000. yaitu: 2. dan total kumulatif penambahan nilai lebih besar dari 10% dari nilai awal Kontrak atau lebih besar dari Rp50.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 2.000.000.000. 2.000.000. Rencana pengadaan barang/jasa untuk pelelangan.

000. 2.4. pelaksanaan 13 . 2.000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). 2. Tata cara pengadaan harus mengikuti tata cara pengadaan yang diatur dalam pedoman ini.000.5.2. Kewenangan Kontraktor KKS dapat dikurangi dengan surat penetapan dari Kepala BPMIGAS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Kontraktor KKS wajib mengirimkan 1 (satu) set ringkasan pelaksanaan pengadaan dari setiap paket pengadaan yang bernilai lebih dari Rp5.3. Pengiriman harus dilakukan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang. Kontraktor KKS wajib menyampaikan laporan pengadaan sebagaimana diatur dalam bab XV.000. apabila berdasarkan temuan audit yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah ditemukan penyimpangan pada 1 (satu) atau beberapa kebijakan maupun prosedural yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dan dilakukan berulang-ulang serta telah pernah diberikan peringatan 1 (satu) kali oleh BPMIGAS. Untuk kepentingan pengawasan proses pengadaan. Bentuk ringkasan pelaksanaan pengadaan sesuai lampiran nomor FL-003.

BPMIGAS melaksanakan pengawasan secara current dan post audit atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS.3. ketentuan ini diperhitungkan pada saat wilayah kerja bersangkutan dinyatakan komersial untuk dikembangkan. 3. kecuali apabila kemudian harga yang disepakati dalam Kontrak dapat dibuktikan memenuhi kriteria kewajaran. Khusus untuk Kontraktor KKS pada tahap eksplorasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Kontraktor KKS yang bersangkutan diberi Surat Peringatan oleh BPMIGAS. dan/atau pekerja dari fungsi pengguna Barang/Jasa.2. dan/atau Penetapan harga Kontrak yang melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Kemahalan harga dapat berupa: 3. yang terlibat dan terbukti bersalah diberikan sanksi administratif sesuai derajat tanggungjawabnya. Bagian biaya yang dinyatakan sebagai kemahalan harga untuk kegiatan pengadaan bersangkutan tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan kontrak kerja sama (KKS) dan langsung tidak diperhitungkan sebagai bagian dari penggantian biaya pada Kontraktor KKS pada periode perhitungan berikutnya.3. kepada Kontraktor KKS dikenakan sanksi sebagai berikut: 3.1. 3. Selanjutnya kepada Pejabat Berwenang. PENGAWASAN.Buku Kedua . dan/atau pekerja dari fungsi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa dan/atau Panitia Pengadaan dan/atau pekerja lain. pekerja dari fungsi Pengguna Barang/Jasa dan/atau pekerja dari fungsi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa yang bertanggungjawab diberikan Surat Peringatan oleh pimpinan Kontraktor KKS. maka Pejabat Berwenang. 14 .2. anggota Panitia Pengadaan. Dalam hal penyimpangan dari ketentuan yang sejenis berulang lebih dari 2 (dua) kali. berdasar ketentuan dalam penyusunan HPS/OE dan/atau pelaksanaan negosiasi. Penetapan dasar harga dalam penyusunan HPS/OE yang lebih tinggi dari 10% dibanding harga yang wajar berlaku di pasar. Apabila berdasar hasil audit final yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah. pelaksanaan dan tata cara pengadaan barang/jasa tidak mengikuti dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam pedoman ini dan/atau menimbulkan kemahalan harga. 3.3.1. berdasar ketentuan dalam penyusunan HPS/OE.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB III PENGUTAMAAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 15 .

memaksimalkan atau memberdayakan barang Produksi Dalam Negeri yang memenuhi jumlah. Penilaian kinerja Kontraktor KKS dilakukan terhadap pencapaian target penggunaan Produksi Dalam Negeri tahun berjalan. UMUM Dalam melaksanakan setiap kegiatan pengadaan barang/jasa Kontraktor KKS harus mengutamakan penggunaan barang.2. 1. Mensyaratkan agar sebagian besar Jasa Pengerjaan pada Kontrak jasa dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Target penggunaan Produksi Dalam Negeri merupakan persentase perbandingan antara potensi penggunaan Produksi Dalam Negeri dengan total nilai rencana pengadaan barang/jasa periode tertentu atau paket pekerjaan tertentu.3.1.2. Kontraktor KKS harus mengakomodasi barang/jasa Produksi Dalam Negeri yang telah memenuhi persyaratan teknis minimal yang dapat dipertanggung-jawabkan. 1. 16 .2. 1.2.1. dan atas pencapaian target 5 (lima) tahun terakhir.1. 1.1.3. Kontraktor KKS wajib mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri dalam pelaksanaan pengadaan jasa.3.2. Target penggunaan Produksi Dalam Negeri pada WP&B merupakan salah satu Ukuran Kinerja Terpilih (UKT)/Key Performance Indicator (KPI) Kontraktor KKS tahun berjalan yang disepakati bersama BPMIGAS. Kontraktor KKS harus memperhitungkan waktu produksi atau waktu penyerahan yang wajar dalam menyusun rencana pengadaan.3.1.1. Kontraktor KKS semaksimal mungkin menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI). dalam bab ini. jasa dan sumber daya manusia dalam negeri.2.Buku Kedua . waktu penyerahan dan harga dengan memperhatikan daftar pada ketentuan angka 5. Kontraktor KKS wajib memasukkan target penggunaan Produksi Dalam Negeri. Dalam menyusun Daftar Rencana Pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. 1. 1. Kontraktor KKS harus mengutamakan penggunaan jasa dan sumber daya manusia dalam negeri dengan cara: 1.1. 1.2. 1. kecuali ditentukan lain seperti tersebut dalam bab IV angka 3. 1. Kontraktor KKS wajib menetapkan target penggunaan Produksi Dalam Negeri. Kontraktor KKS wajib menggunakan.1. kualitas.

Komponen dalam negeri jasa adalah jasa yang berasal dari dalam negeri. 2. 2. perangkat lunak dan tenaga kerja termasuk tenaga ahli yang berasal dari dalam negeri.2. 2.3. ditambah biaya rancang bangun dan pengerjaan sampai dengan menjadi barang jadi yang dilakukan di dalam negeri. atau barang yang dihasilkan atau dibuat di dalam negeri yang digunakan dalam proses pengerjaan pekerjaan Jasa Pemborongan.1. keuntungan dan biaya lain yang bukan merupakan komponen langsung dalam memproduksi barang atau menyelesaikan pekerjaan jasa bukan merupakan komponen dalam negeri. Pajak keluaran sebagai konsekuensi dari terjadinya transaksi jual beli. Dalam proses pembuatan Produksi Dalam Negeri dan pelaksanaan pekerjaan jasa di dalam negeri dimungkinkan penggunaan komponen atau unsur yang berasal dari luar negeri. 2. yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan di dalam negeri berupa antara lain biaya penggunaan peralatan.6. Komponen dalam negeri terdiri dari komponen dalam negeri barang dan komponen dalam negeri jasa. buah pikiran. asuransi dan penanganan/handling) dalam rangka penyerahan barang pesanan. 2. rancang bangun. Barang impor yang dijual di dalam negeri atau dijual oleh perusahaan dalam negeri bukan merupakan Produksi Dalam Negeri dan bukan merupakan komponen dalam negeri. pengepakan. Komponen dalam negeri barang adalah bahan baku dan bahan pembantu langsung yang dihasilkan atau dibuat di dalam negeri. biaya transportasi (termasuk biaya kemasan. barang habis pakai. Tenaga kerja asing (TKA) walaupun berdomisili di Indonesia bukan merupakan komponen dalam negeri.5. KOMPONEN DALAM NEGERI BARANG/JASA 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. 17 .4. sarana pendukung.

18 . Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) barang merupakan hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri dalam rangka pembuatan produk jadi sebagaimana diatur dalam angka 2. 3.1.5. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan unsur jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan.2. TKDN digunakan sebagai dasar pemberian preferensi harga. Besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk jasa dinyatakan dalam bentuk surat pernyataan berisi janji/komitmen untuk mencapai besaran TKDN pada akhir pelaksanaan Kontrak Jasa. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan pembuatan produk jadi.2. Besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk barang dinyatakan dengan sertifikat atau surat pernyataan yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian atau dinyatakan sendiri oleh Penyedia Barang/Jasa.3.3. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) jasa merupakan: Hasil perbandingan antara nilai biaya komponen jasa dalam negeri dalam rangka pelaksanaan pekerjaan sebagaimana diatur dalam angka 2.3. atau Hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan sebagaimana diatur dalam angka 2. 3. 3. TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) 3.2. 3.2. 3.Buku Kedua .2. dengan nilai biaya keseluruhan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.1.4. 3.6. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) gabungan merupakan hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri dari barang Produksi Dalam Negeri ditambah nilai biaya komponen dalam negeri jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan termasuk biaya untuk mendatangkan barang yang diperlukan. 3. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Lainnya.

antara lain berupa surat perjanjian rencana pembelian peralatan terkait. 19 .7. Peralatan produksi luar negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh warganegara asing atau Perusahaan Asing.4. termasuk nilai biaya barang/jasa untuk mendukung kegiatan tenaga kerja tersebut.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 100% (seratus persen) komponen dalam negeri.2. atau didasarkan pada fakta yang meyakinkan bahwa pada saat akan melaksanakan pekerjaan.7.7. atau dimiliki oleh Perusahaan Asing atau warga negara asing. 3. Peralatan produksi luar negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Dalam Negeri atau dimiliki oleh warga negara Indonesia. TKDN dari nilai Jasa Konsultansi dihitung berdasarkan nilai jasa penggunaan tenaga kerja warganegara Republik Indonesia. Penetapan status kepemilikan dari peralatan didasarkan pada fakta bahwa peralatan tersebut telah tercatat dalam pembukuan sebagai milik.8. peralatan tersebut sudah menjadi milik. 3. atau dimiliki oleh Perusahaan Asing atau warga negara asing.7.3. 3. 3.1.5. 3. Peralatan Produksi Dalam Negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh warganegara asing atau Perusahaan asing. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 0% (nol persen) komponen dalam negeri. TKDN dari nilai jasa penggunaan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan pemborongan dan Jasa Lainnya dihitung sebagai berikut: Peralatan Produksi Dalam Negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Dalam Negeri atau dimiliki oleh warga negara Indonesia. 3.7.7. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 100% (seratus persen) komponen dalam negeri. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 75% (tujuh puluh lima persen) komponen dalam negeri.

2. Barang kebutuhan utama. Barang kebutuhan pendukung yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).1. meliputi semua jenis barang dan peralatan yang dibutuhkan dan harus tersedia dalam kegiatan operasional eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi serta bersifat spesifik untuk kegiatan tersebut.2. DAFTAR BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 4.2.1. Pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa khususnya dalam rangka mengutamakan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri dan mengutamakan pemanfaatan jasa dalam negeri. yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. Daftar tersebut berisikan informasi tentang: 4.2. 4. Barang kebutuhan utama yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). 2. Barang Wajib Dipergunakan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Barang kebutuhan operasional Kontraktor KKS terdiri dari: 4.1. 4.1. 4.Buku Kedua . namun belum ada pabrikan dengan pencapaian TKDN 25% (dua puluh lima persen). 4. Barang Diberdayakan. berisi daftar barang kebutuhan kegiatan operasional Kontraktor KKS yang telah diproduksi di dalam negeri dan TKDN salah satu pabrikan telah mencapai minimal 5% (lima persen). namun belum ada pabrikan yang mencapai penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) minimal 40% (empat puluh persen). berisi jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) minimal 40% (empat puluh persen). Kontraktor KKS wajib menggunakan buku APDN tersebut sebagai acuan untuk menetapkan strategi pengadaan serta menetapkan persyaratan dan ketentuan pengadaan.2. 20 . Barang Dimaksimalkan. meliputi semua jenis barang dan peralatan yang dibutuhkan dan harus tersedia dalam kegiatan operasional Kontraktor KKS namun tidak bersifat spesifik untuk kegiatan kegiatan operasional eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi. Barang kebutuhan pendukung.3. berisi jenis: 1.1. menggunakan Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (buku APDN).2.

1. 4.2. dan 6. kekurangannya dapat dipenuhi dengan melakukan pengadaan dari sumber luar negeri. maka proses pengadaan dilakukan mengikuti pola memaksimalkan atau memberdayakan barang Produksi Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam angka 6. Kontraktor KKS menggunakan data pencapaian TKDN pekerjaan jasa yang tercantum pada Daftar Jasa Dalam Negeri sebagai acuan dalam menetapkan persyaratan target pencapaian TKDN minimum yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan Jasa Pemborongan.3.4. Dalam hal pada saat akan melaksanakan pengadaan dan/atau pada saat pelaksanaan proses pemilihan Penyedia Barang/Jasa diperoleh fakta yang meyakinkan bahwa kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa. dalam bab ini. 4.2.2. Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi. Jasa Dalam Negeri.2.4.3.2. Dalam hal satu atau beberapa jenis barang diketahui telah diproduksi di dalam negeri namun belum tercantum dalam daftardaftar tersebut pada angka 4. berisi daftar jasa yang telah pernah diselesaikan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional di wilayah negara Republik Indonesia dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. 21 . di atas. dan 4. dengan pencapaian TKDN minimal 30% (tiga puluh persen).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.5. 4.

Dalam hal Kontraktor KKS melaksanakan pengadaan barang/jasa yang diperlukan terus menerus (rutin) dengan Kontrak tahun jamak. 5.4. Pengalihan secara bertahap atau sekaligus fasilitas fabrikasi dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia.3. Peningkatan capaian TKDN yang disyaratkan sedapat mungkin berupa program alih teknologi. 5.4.2. antara lain: Penggantian secara bertahap atau sekaligus peran tenaga kerja asing dengan tenaga kerja Indonesia.4. dengan memperhatikan antara lain persyaratan teknis minimal. peralatan pemboran/produksi (drilling & production) minyak dan gas bumi atau kapal. harus dilengkapi dengan program peningkatan capaian TKDN yang disyaratkan semakin meningkat dari tahun awal ke tahun-tahun berikutnya.2. 22 . 5. dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia.1.3.1. dengan menerapkan standar teknis yang berlaku di Indonesia. 5. 5. serta kepada instansi pemerintah yang membidangi perindustrian. PENGGUNAAN BARANG/JASA BPMIGAS melakukan koordinasi upaya memperluas dan memutakhirkan buku APDN. Pada awal tahun atau secara terus menerus Kontraktor KKS secara sendiri-sendiri atau bersama Kontraktor KKS lain melakukan penelitian (survey/assessment) tentang jenis-jenis barang/jasa yang mampu dipenuhi pabrikan dalam negeri atau oleh penyedia jasa di dalam negeri. Hasil upaya perluasan dan/atau pemutakhiran disampaikan kepada instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. 5.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. harus dilengkapi dengan alasan yang kuat dan disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI DALAM NEGERI 5. Jika program peningkatan capaian TKDN tidak mungkin dilaksanakan. Kontraktor KKS secara sendiri-sendiri atau bersama Kontraktor KKS lain melakukan upaya kerjasama pengembangan produksi barang kebutuhan Kontraktor KKS atau pengembangan teknologi pengerjaan pekerjaan jasa. Pengalihan secara bertahap atau sekaligus fasilitas perbaikan atau perawatan permesinan.4.

Proses pengadaan mengikuti ketentuan memaksimalkan barang Produksi Dalam Negeri. dan Bagi barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen) diberikan preferensi harga. 5. BPMIGAS mendorong Kontraktor KKS untuk mampu memenuhi target pencapaian penggunaan Produksi Dalam Negeri yang telah dinyatakan dalam WP&B dan/atau AFE. 5. terdiri dari barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri. Evaluasi harga berdasarkan pencapaian TKDN diterapkan bagi setiap jenis (item) barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). 5. Pengadaan barang dari suatu paket kebutuhan yang terdiri dari beberapa kategori barang dilaksanakan dalam 1 (satu) paket.1. dengan ketentuan: Peserta pengadaan harus menawarkan dan akan membeli dari sumber dalam negeri Barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan dan dimaksimalkan.5.7.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. 5.6.2. Kontraktor KKS atas inisiatif sendiri atau atas permintaan Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan uji coba penggunaan barang Produksi Dalam Negeri berdasarkan persyaratan yang wajar dan dapat dipertanggung jawabkan dengan tetap mempertimbangkan dampak terhadap kegiatan operasi. 23 .5.5.

Dalam Daftar Barang Wajib Dipergunakan pada buku APDN dimaksud dalam angka 4. dalam hal kegiatan sebagaimana tersebut dalam angka 6. dan 2.1.2. wajib mengikuti tata cara sebagai berikut: 6.3. Pada dasarnya proses pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas bagi barang Produksi Dalam Negeri.1.1. 6. Kontraktor KKS wajib menggunakan barang Produksi Dalam Negeri. Memenuhi jumlah.1. dengan pencapaian TKDN minimal 15% (lima belas persen). PENGUTAMAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI: Kontraktor KKS dalam memenuhi kebutuhan barang.1. dalam hal : 1.3. WAJIB MENGGUNAKAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI 6. 2. di atas dan Pengadaan yang dikoordinasikan oleh BPMIGAS belum atau tidak dilaksanakan. 24 . yang mengatur tata cara pelelangan terbatas. Untuk pelaksanaan Kontrak Bersama di antara beberapa Kontraktor KKS. standar kualitas minimum dan waktu penyerahan yang wajar. Pengadaan dilaksanakan oleh Kontraktor KKS: 1.Buku Kedua . untuk jangka waktu antara 1 (satu) tahun sampai dengan 3 (tiga) tahun.1. dengan menggunakan strategi kontrak bersama berbentuk kontrak berdasar permintaan (call off order) atau perjanjian harga.2. di atas terdapat paling kurang 1 (satu) pabrikan yang memproduksi jenis barang yang dibutuhkan dengan penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) mencapai minimal 40% (empat puluh persen). Perincian tata cara pengadaan diatur secara terperinci dalam bab X angka 2. 6. Harga penawaran berdasarkan evaluasi dan/atau setelah dilakukan negosiasi lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dan 3. Panitia Pengadaan mengundang semua pabrikan dalam negeri atau agen tunggal yang bertindak sebagai distributor tunggal yang ditunjuk oleh pabrikan dalam negeri yang tercantum dalam buku APDN.1. Tata cara pelaksanaan pengadaan: 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. 2. Untuk memenuhi kebutuhan satu Kontraktor KKS.1.

Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya wajib untuk hanya menggunakan barang Produksi Dalam Negeri yang telah dinyatakan wajib dipergunakan. Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan barang wajib dipergunakan untuk seluruh lingkungan kegiatan usaha hulu. Dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan pada bab ini. 4.5. Menggunakan strategi kontrak bersama berbentuk kontrak berdasar permintaan (call off order) atau perjanjian harga. Kepentingan operasional Kontraktor KKS. Kesempatan berusaha bagi pabrikan-pabrikan dalam rangka menciptakan persaingan usaha yang sehat. Anggota Panitia Pengadaan merupakan gabungan pekerja Kontraktor KKS dan pekerja BPMIGAS. c.1. 2. Keekonomian penyediaan barang. Kontraktor KKS harus menyatakan secara tegas dalam Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak tentang ketentuan ini.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Jangka waktu kontrak ditetapkan dengan mempertimbangkan antara lain: a.1. 6. 3. Pengadaan yang dikoordinasikan oleh BPMIGAS: 1.4. Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek Kontraktor KKS atau untuk memenuhi kebutuhan Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi. 25 . BPMIGAS dapat melaksanakan pengadaan bagi kepentingan Kontraktor KKS untuk barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi. b. 6.

26 . Nilai pengadaan lebih besar dari Rp1. bab ini.5. masa pendaftaran diperpanjang dengan waktu tambahan minimal 5 (lima) hari kerja dengan mengundang pabrikan maupun Penyedia Barang/Jasa pada umumnya.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. 6.2. dan 6. Pelaksanaan Pengadaan : 1.5.2.2. yaitu: 6.3. Proses pengadaan barang dilakukan dengan pola memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri. atau 6. Khusus untuk pengadaan jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi. Pengadaan dari 1 (satu) paket kebutuhan yang terdiri dari beberapa jenis barang sebagaimana ditetapkan dalam angka 5.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).2.2.000.000. Pada dasarnya dilakukan dengan metode pelelangan umum dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 10% (sepuluh persen). Perpanjangan masa pendaftaran diumumkan. Dalam buku APDN dimaksud dalam angka 4.2.000. 2.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. bab ini terdapat paling kurang 1 (satu) pabrikan yang memproduksi jenis barang yang dibutuhkan Kontraktor KKS yang memenuhi standar kualitas teknis minimum dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). bab ini.4.Buku Kedua .000.1. Dalam hal peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). Barang yang dibutuhkan belum tercantum pada buku APDN tersebut pada angka 4.2. 6.2. namun diketahui telah diproduksi oleh salah satu pabrikan dalam negeri dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). MEMAKSIMALKAN PENGGUNAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI Kontraktor KKS harus memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori dimaksimalkan. pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 10% (sepuluh persen).

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dengan pabrikan dalam negeri. dan 6.2.4.5. dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS /OE. maka proses pelelangan ulang dilanjutkan dengan pemilihan langsung atau penunjukan langsung kepada Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran.1.2. Bagi peserta yang menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun lebih dari 10% (sepuluh persen). Kontraktor KKS harus menyatakan secara tegas dalam Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak tentang ketentuan ini. 4.5. di atas gagal. b. Pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan pada angka 6.2.2. Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya wajib untuk memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori dimaksimalkan. Dalam hal pelelangan tersebut pada angka 6. Memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). pada saat pendaftaran: a.6. di atas gagal. Preferensi harga diberikan bagi barang dengan pencapaian TKDN sekurangkurangnya 25% (dua puluh lima persen).2. 6. 5.5. Peserta wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan. Dalam hal pada proses pelelangan ulang tersebut pada angka 6.2. pada bab ini. tanpa mengganti penawaran.5. 6. proses pengadaan diulang menggunakan metode pelelangan umum. 27 .

000.000.1. di dalam negeri sekurangkurangnya terdapat 1 (satu) pabrikan. dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS /OE. Dalam hal pelelangan tersebut pada angka 6.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. MEMBERDAYAKAN PENGGUNAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI Kontraktor KKS harus memberdayakan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori diberdayakan. Dalam hal pada proses pelelangan ulang tersebut pada angka 6. Dalam hal peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). masa pendaftaran diperpanjang dengan waktu tambahan minimal 5 (lima) hari kerja dengan mengundang pabrikan maupun Penyedia Barang/Jasa pada umumnya.2. maka proses pelelangan ulang dilanjutkan dengan pemilihan langsung atau penunjukan langsung kepada Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. bab ini belum terdapat pabrikan yang memproduksi barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).2. Pada dasarnya dilakukan dengan metode pelelangan umum dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 5% (lima persen).3. Khusus untuk pengadaan jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi. yaitu dalam hal : 6.3.3.1.000. 28 .3. proses pengadaan diulang menggunakan metode pelelangan umum. pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 5% (lima persen). dan 6. Tidak memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). 6.3. Perpanjangan masa pendaftaran diumumkan.3. Pelaksanaan Pengadaan : 1.2. 2. namun pencapaian TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) dan dalam buku APDN dimaksud dalam angka 4. di atas gagal.3.3.Buku Kedua .00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. Untuk jenis barang yang dibutuhkan. di atas gagal. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp1.000. 3. 5. 4.3.3.3. tanpa mengganti penawaran.4. dan 6.

4. 6. atau 4.4.1.4.000.4.4.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) peserta pengadaan harus menyatakan capaian TKDN sesuai ketentuan pada angka 8.000. Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut pada angka 6. atau dengan metode penunjukan 2.1. Pengadaan dengan nilai setinggi-tingginya Rp1. Pengadaan barang Produksi Dalam Negeri wajib dipergunakan tetap mengikuti ketentuan dalam angka 6.1.000. Pada dasarnya pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan umum.000. Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut pada angka 6. TIDAK MEMPERHITUNGKAN PREFERENSI HARGA Pengadaan dilaksanakan tanpa memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP).000. Diyakini di dalam negeri belum terdapat perusahaan yang memproduksi barang dengan spesifikasi dan standar kualitas teknis yang sesuai dengan kebutuhan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 6.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. yang bukan merupakan hasil pemecahan paket kebutuhan.1.1. peserta pengadaan harus menyatakan capaian TKDN yang wajar berdasarkan perhitungan peserta pengadaan sendiri atau berdasarkan bukti sah yang dimiliki.1. dan bukan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan.4.4. di atas. 29 . Peserta pengadaan harus mencantumkan pernyataan TKDN yang wajar berdasarkan perhitungan peserta pengadaan sendiri atau berdasarkan bukti sah yang dimiliki.1.4.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).2. kecuali untuk pengadaan tersebut pada angka 6. dengan nilai lebih besar dari Rp1. 6. bab ini.000. apabila: 1.1. Dalam rangka memenuhi sebagian kebutuhan barang yang tidak mungkin dipenuhi dari sumber dalam negeri karena kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan.3.000. Pengadaan dilaksanakan langsung.4. pada bab ini. 6. atau 3.00 (satu milyar rupiah) atau setinggitingginya US$100.4. 6.

Tata cara pemanfaatan jasa dalam negeri: Pengadaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri. sarana pengerjaan di dalam negeri dan peralatan/barang Produksi Dalam Negeri. tenaga kerja Indonesia. 4. 2. Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. 7. Penyedia jasa harus mengutamakan penggunaan subkontraktor yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri.Buku Kedua .1. Penyedia jasa dapat diwajibkan untuk bekerjasama dengan subkontraktor yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri dalam meningkatkan kapabilitas dan kapasitas sarana pengerjaan. dan dapat diikuti oleh Perusahaan Nasional: 1. baik dalam segi volume maupun kemampuan K3LL (HSE). Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. 6.1. 5. Minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. 3. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. Perusahaan Dalam Negeri disarankan untuk membentuk Konsorsium dengan Perusahaan Dalam Negeri lainnya atau dengan Perusahaan Nasional. 30 . Apabila kemampuan salah satu Perusahaan Dalam Negeri tidak mencukupi.1. PEMANFAATAN JASA DALAM NEGERI 7. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional dapat bekerja sama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. perjanjian Konsorsium harus mencantumkan program alih teknologi dari anggota Konsorsium asing kepada Perusahaan Dalam Negeri anggota Konsorsium.

000. Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak.1.000. BPMIGAS dapat menetapkan besaran persentase persyaratan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal yang lebih besar daripada 35% (tiga puluh lima persen). Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia.000. proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. 2. Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing.2.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100. dengan ketentuan: a.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa yang bernilai sampai dengan Rp1. Kontraktor KKS wajib menggunakan persentase yang ditetapkan oleh BPMIGAS sebagai persyaratan minimal komitmen TKDN yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan. 31 .000.1.000. Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya dan Jasa Pemborongan kecuali jasa konstruksi terintegrasi. 7. dengan nilai lebih besar dari Rp1. evaluasi harga dilakukan dengan cara membandingkan harga penawaran dari peserta pengadaan tanpa memperhitungkan preferensi harga.1.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).000.3. dilakukan sebagai berikut: 1. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing. 7. Peserta pengadaan harus mencantumkan pernyataan TKDN dalam penawaran yang disampaikan.1. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional yang bersedia memenuhi ketentuan pada angka 7.000. Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen pencapaian TKDN atau TKDN gabungan minimal 35% (tiga puluh lima persen).00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. b. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri. di atas.

namun harus lebih tinggi atau sama dengan 30% (tiga puluh persen). 6. Dalam hal target pencapaian TKDN atau TKDN gabungan dipersyaratkan lebih tinggi dari pada 35% (tiga puluh lima persen) dan jumlah calon Penyedia barang/Jasa yang memenuhi persyaratan kurang dari 3 (tiga). Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta pengadaan yang mendaftar dan menyanggupi untuk memenuhi persyaratan tersebut pada angka 7. 7.3. Target pencapaian TKDN ditetapkan menjadi minimal sama dengan komitmen TKDN terendah yang masih mungkin dicapai oleh Penyedia Barang/Jasa. Dalam hal proses pengadaan setelah perpanjangan masa pendaftaran mengalami kegagalan karena jumlah calon peserta yang mendaftar hanya 2 (dua) proses dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung kepada calon peserta yang mendaftar.1. di atas kurang dari persyaratan minimal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 4. maka dilakukan pengumuman bahwa masa pendaftaran diperpanjang dengan penambahan waktu minimal 5 (lima) hari kerja dengan target pencapaian TKDN atau TKDN gabungan ditetapkan menjadi minimal 30% (tiga puluh persen). 32 .Buku Kedua . maka dilakukan pengumuman bahwa masa pendaftaran diperpanjang dengan penambahan waktu minimal 5 (lima) hari kerja. Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen bahwa minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan akan dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. 5. Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen bahwa minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak akan dilaksanakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri.2.

proses dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung atau penunjukan langsung sesuai ketentuan dalam Bab XI angka 19. di atas. e. d. di atas maksimal 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak. Jumlah dana tersebut dapat digunakan untuk mengkompensasi salah satu atau ketiga persyaratan sekaligus. Penjumlahan TKDN atau TKDN gabungan dengan persentase penggunaan dana pinjaman dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak. 9.9. Dalam hal proses pengadaan setelah perpanjangan masa pendaftaran mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar hanya 1 (satu) atau tidak ada yang mendaftar.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. b. 33 . Peserta pengadaan dapat mengkompensasikan sebagian komitmen TKDN atau TKDN gabungan atau pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan/atau pelaksanaan Jasa Pengerjaan di wilayah negara Republik Indonesia dengan penggunaan dana pinjaman yang berasal dari Bank BUMN/BUMD untuk mendanai pelaksanaan pekerjaan. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. di atas. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 50% (lima puluh persen) terhadap nilai Jasa Pengerjaan. Besarnya penggunaan dana dari Bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. di atas. Dalam hal proses pelelangan ulang mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar tidak memenuhi persyaratan minimal atau penawaran yang masuk kurang dari ketentuan minimal. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan Jasa Pengerjaan di dalam wilayah negara Republik Indonesia dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. c. dilakukan pelelangan ulang dengan ketentuan: a.

3.7. b. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan: • Komitmen pencapaian TKDN.3. namun harus sama atau lebih besar dari 5% (lima persen) terhadap nilai Kontrak. komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan/atau komitmen pelaksanaan pekerjaan di wilayah negara Republik Indonesia dinyatakan oleh peserta pengadaan. atau • Tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mampu atau memiliki teknologi untuk mengerjakan pekerjaan terkait. Pelaksanaan sebagai berikut: a. di atas tidak mungkin dapat dipenuhi. • Tenaga kerja spesialis atau superspesialis yang dibutuhkan belum tersedia di Indonesia.a.1. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) terhadap nilai Kontrak. di atas. • Penjumlahan persentase komitmen pencapaian TKDN dalam pernyataan tersebut di atas dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut di atas.Buku Kedua . Dapat dilakukan apabila: Tidak ada satupun warga negara Indonesia atau Perusahaan Dalam Negeri yang memiliki peralatan utama yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dimaksud. atau • Barang kebutuhan utama yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dimaksud belum diproduksi di Indonesia. dapat dilakukan perpanjangan masa pendaftaran pelelangan ulang dengan menurunkan persyaratan. Dalam hal proses pelelangan ulang mengalami kegagalan karena tidak ada peserta yang mendaftar dan diketahui secara luas bahwa ketentuan tersebut angka 7. • 34 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10.7. • Peserta pengadaan harus bersedia menggunakan dana yang berasal dari Bank BUMN/BUMD sebesar maksimal 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak. sebagaimana diatur dalam angka 7. atau • Tidak ada fasilitas pengerjaan di Wilayah RI.1.

Dalam hal nilai perkiraan paket pengadaan lebih besar dari Rp50.1. Evaluasi harga menggunakan tata cara perhitungan harga evaluasi harga evaluasi penawaran (HEP) dengan memperhitungkan preferensi harga berdasar janji/komitmen pencapaian TKDN dalam penawaran.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.000. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.000.000. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9.000.000.000. Pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi: 1.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) Kontraktor KKS harus terlebih dahulu melaporkan rencana tindakan tersebut pada angka 7. dilaksanakan sepenuhnya mengikuti • 35 .1. dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf b. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) Jasa Pengerjaan.4. di atas ke BPMIGAS.3.9.4.9. • Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan pekerjaan di wilayah negara Republik Indonesia tersebut huruf a.000. di atas. 12. Dalam hal pelelangan ulang mengalami kegagalan. dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.000.1.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp50.000. 2.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung atau penunjukan langsung yang diatur dalam tata cara pelelangan umum bab XI angka 19.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$5. BPMIGAS dapat menyatakan tidak setuju atas rencana tersebut dalam masa 5 (lima) hari kerja terhitung mulai 1 (satu) hari setelah diterimanya laporan.10. 11. Pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi dapat dilaksanakan secara terintegrasi yang mencakup kegiatan engineering procurement and construction (EPC) atau engineering procurement construction and installation (EPCI) atau dilaksanakan secara tidak terintegrasi.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.6.4. c.000.000.000. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) terhadap nilai Kontrak.000. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dalam pernyataan di atas dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut di atas.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.1.

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

ketentuan tersebut pada angka 7.1.1. dan 7.1.3. di atas, kecuali: a. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional. b. Dalam hal Perusahaan Dalam Negeri melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional, maka Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai leader dari Konsorsium. c. Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. d. Dalam hal pada saat pendaftaran tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang menyatakan sanggup memenuhi ketentuan tersebut pada huruf c. di atas, maka minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri. e. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional dapat mensubkontrakkan maksimal 50% (lima puluh persen) jasa pengerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak kepada Perusahaan Asing. Untuk pekerjaan konstruksi lepas pantai (offshore), Kontraktor KKS dapat mengijinkan pelaksanaan subkontrak kepada Perusahaan Asing dengan nilai maksimal 70% (tujuh puluh persen) dari nilai Kontrak. f. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri, proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing, dengan ketentuan: • Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing, Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak.

36

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. 3. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.1.4.1. dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) sampai dengan Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah) atau lebih besar dari US$5,000,000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$200,000,000.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat) harus dilaksanakan sepenuhnya mengikuti ketentuan tersebut pada angka 7.1.1. dan 7.1.3. di atas, kecuali: a. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional. b. Untuk pekerjaan jasa konstruksi darat (onshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional. Dalam hal ini, Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. c. Untuk pekerjaan jasa konstruksi lepas pantai (offshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Dalam hal ini, Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. d. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. Apabila pada saat pendaftaran tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri yang menyatakan sanggup memenuhi ketentuan tersebut, maka minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasarkan ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau oleh Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri.

37

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

e. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri, proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing, dengan ketentuan: • Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing, Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak. • Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. f. Pekerjaan dapat disubkontrakkan kepada Perusahaan Asing maksimal sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah nilai Kontrak.

g. Minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik pekerjaan berdasarkan ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. h. Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar kurang dari persyaratan minimal, maka proses selanjutnya mengikuti ketentuan tersebut pada angka 7.1.3.7. sampai dengan 7.1.3.10. di atas. i. Dalam hal peserta pengadaan tidak sanggup memenuhi persyaratan 7.1.4.3.e. sampai dengan 7.1.4.3.f. dan/atau fasilitas pengerjaan tidak tersedia atau tidak sepenuhnya tersedia di wilayah negara Republik Indonesia, maka peserta pengadaan selain mengikuti ketentuan tersebut pada 7.1.4.3.h. dapat memilih untuk menempuh tindakan berikut: • Bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memperluas atau meningkatkan kapasitas yang tersedia di dalam wilayah Negara Republik Indonesia sehingga mampu digunakan untuk mengerjakan seluruh atau sebagian pekerjaan terkait; dan/atau

38

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Membuat janji tertulis bahwa akan melaksanakan pengerjaan bagian pekerjaannya dari Kontrak lain dengan menggunakan fasilitas yang tersedia di wilayah Negara Republik Indonesia, baik yang merupakan bagian Kontrak dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia maupun bagian Kontrak dari negara lain, dengan nilai setara dengan bagian pekerjaan yang seharusnya dikerjakan di wilayah Negara Republik Indonesia namun tidak dapat dipenuhi. Pernyataan tersebut harus diperkuat dengan menunjukkan bukti kerjasama untuk menggunakan fasilitas pengerjaan Kontrak yang dimiliki oleh perusahaan di Indonesia serta disaksikan oleh instansi Pemerintah Republik Indonesia yang berwenang; dan/atau Ketentuan tersebut di atas wajib dituangkan sebagai persyaratan mutlak dalam Kontrak dan Kontraktor KKS berkewajiban memastikan bahwa ketentuan ini dipenuhi oleh penyedia jasa pelaksana Kontrak.

j.

Apabila Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan sampai dengan akhir masa Kontrak tidak mampu memenuhi kewajiban tersebut pada angka 7.1.4.3.i. di atas, maka: • Pembayaran tahap terakhir setara nilai kewajiban Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat dipenuhi dan setinggi-tingginya 5% (lima persen) dari nilai Jasa Pengerjaan ditahan sampai dengan terpenuhinya kewajiban tersebut, selama-lamanya 3 (tiga) tahun. Nilai pembayaran yang ditahan dapat dibayarkan secara bertahap setara dengan persentase pemenuhan kewajiban. Pembebanan biaya proyek menjadi biaya operasi berdasar Kontrak Kerja Sama ditangguhkan sampai dengan terpenuhinya kewajiban tersebut, selamalamanya 3 (tiga) tahun. Nilai pembebanan biaya yang ditahan adalah sebesar sisa nilai kewajiban Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat dipenuhi.

39

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

Apabila dalam waktu 3 (tiga) tahun, terhitung mulai dengan tanggal serah terima pekerjaan, janji tersebut tidak terlaksana, nilai pembayaran yang ditahan tidak dibayarkan dan dianggap lunas serta penyedia jasa pelaksana Kontrak dikenakan sanksi kategori hitam.

k.

Kontraktor KKS terlebih dahulu harus melaporkan rencana pelaksanaan ketentuan tersebut pada angka 7.1.3.9. dan/atau 7.1.4.3.i. untuk nilai paket lebih besar dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5,000,000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). BPMIGAS dapat menyatakan tidak setuju dalam masa 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah penerimaan laporan.

4. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.1.4.1. dengan nilai lebih besar dari Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah) atau lebih besar dari US$200,000,000.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat) harus dilaksanakan mengikuti ketentuan pada angka 7.1.4.3 di atas, kecuali: a. Untuk pekerjaan jasa konstruksi darat (onshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. b. Untuk pekerjaan jasa konstruksi lepas pantai (offshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Perusahaan yang bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium ditetapkan berdasar kesepakatan para anggota Konsorsium. c. Apabila Perusahaan Dalam Negeri bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium, dimungkinkan untuk diberikan preferensi status perusahaan sebagaimana diatur dalam angka 9.9. bab ini.

40

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8. PERNYATAAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) 8.1. 8.1.1. PERNYATAAN TKDN BARANG: Dalam pelaksanaan pengadaan barang atau Jasa Pemborongan, apabila peserta pengadaan menawarkan barang dengan TKDN mencapai sama atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen), maka harus dibuktikan dengan: 1. Telah tercantum dalam Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN) yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih; atau 2. Sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian; atau 3. Telah tercantum dalam Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. 8.1.2. Ketentuan tersebut pada angka 8.1.1. di atas juga diberlakukan bagi peserta pengadaan barang wajib dipergunakan yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih. Ketentuan tersebut pada angka 8.1.1. di atas tidak berlaku bagi barang yang diyakini merupakan hasil alam atau produk pertanian/perkebunan/peternakan dari Indonesia. Dalam hal salah satu atau beberapa Penyedia Barang/Jasa atau calon peserta pengadaan menyatakan TKDN barang dengan persentase sama atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen), namun berbeda dengan yang tercantum dalam buku APDN, maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan harus dapat membuktikan persentase TKDN barang dengan sertifikat yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian. Data dalam sertifikat tersebut digunakan sebagai dasar penentuan TKDN dari barang yang ditawarkan atau diserahkan. Apabila peserta yang bersangkutan tidak dapat membuktikan, pernyataan TKDN terkait diabaikan.

8.1.3.

8.1.4.

41

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

8.1.5.

Bagi peserta yang menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun sama atau lebih dari 10% (sepuluh persen), pada saat pendaftaran: 1. Peserta pabrikan wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan dan/atau menunjukkan telah tercantum dalam Daftar Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN) yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. 2. Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dari pabrikan dalam negeri.

8.1.6.

Bagi peserta yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan TKDN kurang dari 10% (sepuluh persen) harus menyatakan lokasi pembuatan dan komponen dalam negeri dalam pembuatan barang. PERNYATAAN TKDN JASA: Pada saat pendaftaran untuk mengikuti proses pengadaan dan dalam surat penawaran, peserta pengadaan menyatakan janji/komitmen untuk memenuhi pencapaian TKDN tertentu dalam pelaksanaan pekerjaan yang akan ditawarkan. Pernyataan TKDN pada surat penawaran harus dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap kelompok/bagian pekerjaan.

8.2.

8.3. PERNYATAAN TKDN PADA TAHAP PENDAFTARAN: 8.3.1. Dalam hal diketahui bahwa di dalam negeri telah terdapat perusahaan yang memproduksi barang yang dibutuhkan maka peserta pengadaan pada saat pendaftaran menyatakan bahwa telah memproduksi dan/atau akan menawarkan barang Produksi Dalam Negeri dan sanggup memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan pada angka 6. dan angka 8.1.1. dalam bab ini. 8.3.2. Apabila calon peserta pabrikan menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih namun belum terdaftar dalam Buku APDN, maka calon peserta harus membuktikan telah memiliki Surat Kemampuan Usaha Penunjang (SKUP) Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. Kepemilikan SKUP Migas harus dapat dibuktikan paling lambat pada masa penilaian Prakualifikasi.

42

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8.3.3.

8.3.4.

Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan secara pascakualifikasi, maka SKUP Migas harus dilampirkan sebagai bagian dari persyaratan administrasi dokumen penawaran harga. Ketentuan tersebut pada angka 8.3.2. di atas juga diberlakukan bagi peserta pengadaan barang wajib dipergunakan yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih namun belum terdaftar dalam Buku APDN. Penyedia jasa harus menyatakan secara tertulis kesanggupan memenuhi target minimal pencapaian TKDN jasa atau TKDN gabungan yang dipersyaratkan Kontraktor KKS, sebagaimana diatur dalam angka 7. pada bab ini. PERNYATAAN TKDN PADA TAHAP PENAWARAN: Peserta pengadaan menyatakan dalam penawarannya: 1. Persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa dalam penawaran teknis beserta rinciannya dan bukti-bukti yang mendukung sebagaimana diatur pada angka 8.1. dan 8.2. di atas; dan 2. Nilai serta persentase TKDN barang, dan/atau nilai serta persentase komitmen TKDN jasa beserta rinciannya dalam penawaran harga. Unsur nilai dalam formulir Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (form SC-12 A/B/C) harus terdiri dari 2 (dua) komponen utama yang dipisahkan, yaitu: a. Komponen biaya, terdiri dari: • Komponen biaya langsung, meliputi biaya produksi langsung, biaya pemasangan barang pesanan dan biaya pelaksanaan pekerjaan langsung. Komponen biaya tidak langsung, meliputi biaya pengangkutan barang pesanan dari pabrik sampai dengan tempat penyerahan akhir, biaya lain-lain (overhead) yang berkaitan dengan penjualan barang atau pelaksanaan pekerjaan.

8.4. 8.4.1.

b. Komponen bukan biaya, meliputi keuntungan dan resiko yang diperhitungkan dalam penyerahan barang atau pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan.

43

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

3. Dalam hal peserta tidak menyatakan nilai komponen bukan biaya: a. Panitia Pengadaan melakukan Klarifikasi untuk menetapkan nilai komponen bukan biaya, minimal 8% (delapan persen) terhadap nilai komponen biaya yang dinyatakan dalam formulir SC-12 A/B/C. b. Nilai komponen bukan biaya hasil klarifikasi dikurangkan dari unsur komponen biaya. c. Panitia menghitung TKDN dan TKDN gabungan hasil klarifikasi berdasar komponen biaya langsung hasil klarifikasi. d. TKDN hasil klarifikasi dipergunakan sebagai dasar evaluasi penawaran harga dan dicantumkan dalam Kontrak. Kegiatan ini tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. 4. Pernyataan TKDN dalam penawaran teknis dan/atau penawaran harga minimal harus sama dengan persentase TKDN minimal yang dipersyaratkan sebagaimana diatur pada angka 6. atau pada angka 7. dalam bab ini. 5. Dalam hal sebagian komitmen pencapaian TKDN jasa atau komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau komitmen pelaksanaan Jasa Pengerjaan di wilayah Republik Indonesia diizinkan untuk dikompensasi dengan penggunaan dana Bank BUMN/BUMD, peserta harus menyerahkan Surat Keterangan persentase penggunaan dana dari bank bersangkutan sebagai kelengkapan penawaran teknis. 6. Dalam pengadaan Jasa Pemborongan: a. Persentase dan nilai komponen dalam negeri barang dan jasa harus dinyatakan secara terpisah. b. Apabila peserta pengadaan menyatakan TKDN kumpulan unsur barang mencapai 25% (dua puluh lima persen) atau lebih, harus dilengkapi dengan daftar jenisjenis barang yang TKDN-nya mencapai 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. 7. Dalam hal pengadaan barang atau jasa dengan tata cara tidak memperhitungkan TKDN, Penyedia Barang/Jasa yang menawarkan barang atau jasa dalam negeri harus menyatakan dalam penawaran harganya: persentase dan nilai TKDN secara self assessment dalam batas kewajaran tanpa diharuskan mengisi formulir Penghitungan TKDN.

44

3. Dalam penawaran harga harus dicantumkan persentase TKDN dan nilai komponen dalam negeri. dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap kelompok/bagian pekerjaan.2. Formulir SC-12B pengadaan Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi.5. Formulir SC-12C dipergunakan pada pengadaan gabungan barang dan jasa.4. 8. terdiri dari: a. 2. dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap jenis/kelompok/bagian pekerjaan.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. c. atau pada pengadaan barang pesanan yang harus dipabrikasi terlebih dahulu atau pada pengadaan Jasa Pemborongan. 45 . Dalam hal jumlah jenis (item) barang dan/atau pekerjaan lebih dari 1 (satu). dilengkapi dengan pernyataan yang menjamin kebenaran perhitungan TKDN dan didukung dengan formulir isian menggunakan formulir SC-12. 8. 8.4. meliputi pengadaan barang berikut jasa perakitan dan/atau pemasangan. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap: 1. Dalam penawaran administratif dan teknis (sampul pertama) peserta menyatakan persentase TKDN barang atau pernyataan komitmen persentase TKDN jasa atau keduanya. Formulir SC-12A dipergunakan pada pengadaan barang yang akan diserahkan tanpa tambahan kegiatan jasa perakitan atau pemasangan di tempat penyerahan. maka angka yang tertera formulir perhitungan TKDN (Form SC12 A/B/C) atau daftar/table rinciannya digunakan sebagai dasar evaluasi. Apabila terdapat perbedaan angka TKDN antara yang tercantum dalam surat penawaran dengan yang tertera dalam rincian.4. b. harus dilengkapi dengan daftar/tabel perhitungan TKDN yang isi pada tiap jenis (item) berisi data-data yang harus ada. 8. Pernyataan TKDN ditandatangani oleh pimpinan Penyedia Barang/Jasa di atas meterai. dilakukan koreksi aritmatik dengan ketentuan unsur-unsur biaya yang telah tercantum tidak boleh diubah. sama seperti pada formulir SC-12. Apabila terdapat kesalahan penghitungan persentase TKDN atau penjumlahan nilai komponen biaya dalam rincian yang tercantum dalam formulir SC-12A atau SC-12B atau SC-12C.4.

4. Pada sistim pemasukan penawaran 2 (dua) tahap. dan pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis.Buku Kedua . dan apabila dilakukan negosiasi teknis minimal harus sama dengan hasil kesepakatan dalam negosiasi teknis.6. 5. Pada sistim pemasukan penawaran 2 (dua) sampul. 46 . persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga minimal harus sama dengan persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. dan pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis. 8.5. Pada proses negosiasi harga tidak diperbolehkan menurunkan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa sebagaimana telah dinyatakan dalam penawaran. Peserta pengadaan bertanggungjawab penuh atas kebenaran pernyataan nilai TKDN yang dinyatakannya. Dalam negosiasi teknis tidak diperbolehkan menurunkan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa sebagaimana telah dinyatakan dalam penawaran. 8. persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga minimal harus sama dengan persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.

5. Dalam kegiatan pengadaan barang dan Jasa Pemborongan. tidak diberikan preferensi harga berdasar TKDN.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9.1. Dalam kegiatan pengadaan Jasa Pemborongan.3. bagi penawaran yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. 9.1.6. 9.6. dan 9. di atas.4.1. 47 .1. 9. Dalam hal janji/komitmen TKDN jasa dikombinasikan dengan kompensasi berupa penggunaan dana dari Bank BUMN/BUMD. 9.1. terhadap unsur barang Produksi Dalam Negeri diberikan preferensi harga berdasar TKDN setinggi-tingginya 15% (lima belas persen). terhadap unsur jasa dalam negeri diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN setinggi-tingginya 7.1. terhadap barang/jasa Produksi Dalam Negeri diberikan preferensi harga.1. PREFERENSI HARGA BERDASAR TKDN: Dalam rangka memberikan apresiasi.1. PREFERENSI HARGA 9.5% (tujuh setengah persen) dihitung secara proporsional berdasar komitmen pencapaian TKDN.1. 9. dihitung secara proporsional berdasar pencapaian TKDN. Preferensi harga diberikan apabila TKDN barang mencapai minimal 25% (dua puluh lima persen) atau janji/komitmen pencapaian TKDN jasa mencapai minimal 30% (tiga puluh persen). Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi.1. bagi penawaran yang bersangkutan tidak diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN dan/atau preferensi status perusahaan.5. Barang/jasa dengan pencapaian TKDN kurang dari ketentuan tersebut.7.2. Preferensi harga digunakan sebagai salah satu unsur alat perbandingan harga penawaran pada tahap evaluasi harga. 9. 9.1. Untuk pengadaan Jasa Pemborongan preferensi harga diperhitungkan bagi masing-masing unsur barang dan jasa mengacu pada ketentuan tersebut pada angka 9.

Preferensi harga atas status perusahaan tidak diberikan apabila kondisi tersebut pada angka 9. 9.2. disamping diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN sesuai ketentuan pada angka 9.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. Sebesar 5 % (lima persen). 48 . Sebesar 7.5.1. Dalam kegiatan pengadaan barang. serta c. di atas. dan 9.5. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan di wilayah Indonesia.2.1.2.Buku Kedua .2.1.2.4.2. 9. apabila: a. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan di wilayah Indonesia.2. dan Perusahaan Dalam Negeri bertindak sebagai pemuka (leader) dalam Konsorsium. 9. diberikan tambahan preferensi status Perusahaan Dalam Negeri sebesar 2. di atas tidak terpenuhi. apabila: a. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi dengan komitmen TKDN atau TKDN gabungan minimal 30%.2.3. dan b.2. bagi Perusahaan Dalam Negeri disamping diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN sesuai ketentuan pada angka 9. harus dapat dibaca dan dinyatakan secara jelas pada tahap penilaian kualifikasi dan/atau dalam penawaran teknis.2. Dalam kegiatan pengadaan Jasa Pemborongan. atau 9.2.2. Kondisi tersebut pada angka 9. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan oleh Perusahaan Dalam Negeri.6.5 % (tujuh setengah persen).5% (dua setengah persen).2. 2.1. diberikan tambahan preferensi status Perusahaan Dalam Negeri: 1.1.2. di atas. dan 9.2.2. dan b. khususnya apabila peserta merupakan badan Konsorsium. bagi peserta pabrikan yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). Pelaksana Kontrak adalah Perusahaan Dalam Negeri tanpa melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional yang berstatus penanaman modal asing (PMA) dan/atau dengan Perusahaan Asing. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan oleh Perusahaan Dalam Negeri.1. PREFERENSI STATUS PERUSAHAAN: 9. Pelaksana Kontrak adalah Perusahaan Dalam Negeri yang berKonsorsium dengan Perusahaan Nasional yang berstatus PMA dan/atau dengan Perusahaan Asing. serta c.

PENGAWASAN PELAKSANAAN JASA PRODUKSI DALAM NEGERI PENGADAAN BARANG/ Kontraktor KKS melakukan pengawasan pada tahap pelaksanaan kontrak dengan cara memantau dan mendorong Penyedia Barang/Jasa untuk memenuhi kewajiban yang disepakati dalam Kontrak atas komitmen pencapaian TKDN.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 10. 10.6. Kontraktor KKS melaporkan secara tertulis pengadaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri kepada BPMIGAS dengan menggunakan formulir SC.3. dikenakan sanksi administrasi dan/atau sanksi finansial sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 5.1. 10. 49 .1. di atas. Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat memenuhi komitmen pencapaian TKDN termasuk komitmen penggunaan dana dari bank BUMN/BUMD yang telah disepakati dalam kontrak.4. 10.2.2.07/SC.3.. atau (PLK) yang mengakibatkan 10.09 pada lampiran FL-007/ FL-009. Alasan teknis lain yang telah disepakati oleh Kontraktor KKS dan BPMIGAS. kecuali kegagalan tersebut merupakan akibat dari: Perubahan lingkup kerja penurunan TKDN.2.2. BPMIGAS secara rutin melakukan pengawasan atas realisasi pencapaian TKDN dalam kegiatan Pengadaan barang/jasa oleh Kontraktor KKS berdasarkan laporan sebagaimana disebutkan pada angka 10. 10. 10.

.

50 . keseimbangan hak dan kewajiban antara Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa serta pemberian kesempatan kepada Perusahaan Dalam Negeri untuk berpartisipasi.Buku Kedua . risiko terhadap operasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB IV STRATEGI PENGADAAN Strategi pengadaan barang/jasa dinyatakan dalam bentuk kebijakan penyusunan paket pekerjaan termasuk penetapan paket pengadaan. Dalam pembuatan Kontrak dapat menggabungkan beberapa bentuk Kontrak sesuai kebutuhan dengan pertimbangan efektifitas pencapaian target pekerjaan maupun demi pertimbangan efisiensi biaya. Penetapan strategi Kontrak antara lain mempertimbangkan nilai pemakaian barang/jasa yang dibutuhkan. kondisi pasar. cara pembayaran maupun berdasarkan bentuk perikatan. Untuk melaksanakan pekerjaan dapat dipergunakan jenis Kontrak yang sesuai berdasarkan pertimbangan masa perjanjian. pengutamaan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. penetapan sumber barang/jasa dan penetapan jenis Kontrak.

5. berdasar hasil penelitian (survey/ assessment) tersebut pada angka 1 di atas. 51 . Teknologi tepat guna dan efisien.3. Mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi operasional.1. Memperhitungkan faktor keekonomian dengan memperhatikan hal-hal dibawah ini: 1. Melakukan penelitian (survey/assessment) tentang jenisjenis barang/jasa yang mampu dipenuhi pabrikan dalam negeri atau oleh penyedia jasa di dalam negeri. 1.2. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengikutsertakan Perusahaan Dalam Negeri. kuantitas dan jangka waktu. 2. 2.1. 1. RENCANA PENGADAAN 1. sewa beli. 4. 4. 1. antara lain dengan cara: 1. Mempertimbangkan ketentuan kesehatan. keselamatan kerja. Melaksanakan pengadaan suatu paket kebutuhan yang terdiri dari berbagai jenis barang mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam bab III angka 5.1. beli. kualitas. dan lindungan lingkungan (K3LL) yang berlaku di lingkungan kegiatan hulu minyak dan gas bumi.4. Jenis Kontrak. target pencapaian TKDN dan jenis-jenis pekerjaan yang harus dikerjakan di dalam wilayah negara Republik Indonesia.5.Buku Kedua .1. Dalam pelaksanaan jasa kontruksi terintegrasi (EPC atau EPCI).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.1. 3. mengupahkan atau membangun sendiri. Tata waktu proses pengadaan. Optimasi pengadaan dengan menentukan strategi pengadaan antara lain: sewa. 3. Risiko bisnis. Melakukan upaya kerjasama pengembangan produksi barang kebutuhan Kontraktor KKS dengan pabrikan di dalam negeri atau pengembangan teknologi pengerjaan pekerjaan jasa dengan penyedia jasa di dalam negeri.1. Pada tahap perencanaan pengadaan harus: 1. menetapkan sejak tahap penyusunan desain awal (FEED) jenis barang/jasa yang harus dipenuhi dari sumber dalam negeri. Pelaksanaan penelitian (survey/assessment) dapat menggunakan konsultan peneliti (surveyor) independen yang memiliki keahlian untuk itu.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. efektifitas dan efisiensi yang dikalkulasikan secara keahlian. Kebutuhan barang/jasa dari beberapa jenis kegiatan dan/atau dari beberapa Kontraktor KKS dapat digabungkan dalam 1 (satu) paket Pengadaan. dengan cara memisahkan paket barang/jasa Produksi Dalam Negeri dari paket pekerjaan utama.2. dan 2. mekanik dan sipil dalam suatu proyek. dengan syarat: 1. atau 2. Merupakan bagian-bagian dari paket Pekerjaan Bersifat Kompleks yang dalam pelaksanaannya membutuhkan berbagai kualifikasi. atau 6.1. misalnya pemisahan pekerjaan listrik. serta 3. Bukan merupakan jenis pekerjaan yang menurut sifat pekerjaan dan besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh usaha kecil termasuk koperasi kecil. Bukan merupakan usaha untuk menghindarkan kewajiban pemanfaatan produksi/kompetensi dalam negeri. atau 4. Untuk memenuhi kebutuhan pengisian kembali persediaan.1. PENYUSUNAN PAKET PEKERJAAN 2. Merupakan pemisahan beberapa pekerjaan jasa yang secara teknis dapat dipertanggung jawabkan. Paket pekerjaan merupakan kebutuhan barang/jasa yang diperlukan oleh satu Kontraktor KKS untuk melaksanakan salah satu jenis kegiatan eksplorasi/produksi dan/atau kegiatan terkait lainnya. keekonomian.1. atau 5. Dalam upaya mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. Dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis. Dalam usaha menghidarkan penguasaan seluruh pekerjaan oleh satu Penyedia Barang/Jasa. Merupakan pemberian kesempatan berusaha kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil setempat. Pemecahan paket pekerjaan dalam rangka menghindari kewajiban melaksanakan pelelangan dan/atau menghindari batas kewenangan tidak dibenarkan. 52 . 2. Pemecahan paket pekerjaan ke dalam beberapa paket pengadaan diizinkan dalam hal: 1.1. 2. atau 3.

3.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Di dalam negeri tidak ada Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai agen atau perwakilan atau pemilik lisensi/ hak kepemilikan/proprietary right tidak bersedia menunjuk agen atau Perwakilan di Indonesia.3.2.3.1.2. Kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan. Perusahaan Asing dapat diikut sertakan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa dengan mengikuti ketentuan dalam angka 3. Pembayaran dapat dilakukan dari rekening bank yang berada di wilayah negara Republik Indonesia ke rekening bank di luar negeri. sehingga sebagian kebutuhan barang harus dipenuhi dari sumber luar negeri. atau 3. untuk: a. insurance and freight (CIF) terendah produk impor. dan b. di atas serta bab VI angka 5. dan 5.2.5. Barang/jasa yang terikat dengan persyaratan kepemilikan lisensi/hak kepemilikan/proprietary right. SUMBER LUAR NEGERI 3. atau 2. Pengadaan perangkat lunak teknologi informasi (information technology software) dapat dilakukan secara langsung kepada Perusahaan Asing di luar negeri. antara lain berdasar hasil uji kualitas dari badan penguji independen. Standar kualitas Produksi Dalam Negeri tidak memenuhi persyaratan teknis minimal berdasarkan pengujian/ pembuktian secara teknis. 5. atau 4. Dalam pelaksanaan evaluasi harga pada pelelangan ulang yang mengikut sertakan produk impor.4. dengan terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS. Impor barang dimungkinkan apabila: 1. 53 . Belum diproduksi di dalam negeri. SUMBER PENGADAAN 3.2.1.Buku Kedua .2.5.1. Kontraktor KKS harus mengikut sertakan Perusahaan Dalam Negeri dan mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam bab III. harga Produksi Dalam Negeri sebagai hasil penghitungan harga evaluasi (HE) berdasar preferensi TKDN masih lebih tinggi dibanding dengan harga cost.4. SUMBER DALAM NEGERI Dalam pengadaan barang/jasa. 3.

4. 3. Kontrak Tunggal (Single Kontrak) 1. 2. JENIS DAN MASA BERLAKU KONTRAK 4. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa yang masa pelaksanaannya tidak melebihi 1 (satu) tahun kalender. Khusus untuk pengadaan barang.3. Pada akhir masa Kontrak dimungkinkan adanya sisa jumlah (volume) barang/jasa yang belum dipasok atau dikerjakan. yang masa pelaksanaannya melebihi 1 (satu) tahun anggaran.1. Kontrak Tahun Jamak 1. dengan jenis barang atau jasa yang pada dasarnya sama namun diserahkan atau dikerjakan secara bertahap atau terus menerus. dengan masa perpanjangan maksimal 2 (dua) tahun.2.1. jumlah (volume) harus dipasok secara penuh sesuai yang tercantum dalam Kontrak. Masa berlaku Kontrak akan berakhir apabila waktu atau volume yang ditetapkan dalam Kontrak telah habis. 4. 2. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa. JENIS KONTRAK BERDASARKAN SIFAT/MASA PERJANJIAN: 4. 54 . namun dimungkinkan untuk diserahkan secara bertahap (partial delivery). Dimungkinkan untuk memperpanjang masa Kontrak sampai dengan jumlah (volume) barang/jasa yang tertera dalam Kontrak habis dimanfaatkan.1.1. Masa berlaku Kontrak akan berakhir dalam periode tahun kalender. 3. 2. Kontrak Tahun Tunggal 1. Masa pelaksanaan Kontrak dapat melebihi dari 1 (satu) tahun kalender.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.1. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa yang merupakan satu kesatuan paket utuh dan tidak dapat dipisahkan.

1. Kontrak ini digunakan untuk suatu pekerjaan konsultansi yang cara pelaksanaannya belum baku. Kontrak berdasar harga satuan 1. Kontrak harga satuan adalah Kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian pekerjaan dalam batas waktu tertentu berdasarkan harga satuan yang pasti atau berupa formula harga yang pasti untuk setiap satuan barang. Kontrak Lumpsum a. Semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan tersebut. Pengurangan atau penambahan volume pekerjaan dimungkinkan. b. JENIS KONTRAK BERDASARKAN CARA PEMBAYARAN: 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Kontrak Persentase a.2.Buku Kedua . 2. 55 . atau belum ada standar operasinya. peralatan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu.2. 3. b. Kontrak lumpsum adalah Kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu dengan jumlah harga pasti.2. Tidak dimungkinkan adanya pengurangan atau penambahan volume pekerjaan. Kontrak terima jadi (turn key) adalah Kontrak Pengadaan barang/Jasa Pemborongan atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh konstruksi/ peralatan/ pabrik dan jaringan utama maupun penunjangnya dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan kriteria kinerja yang telah ditetapkan. Kontrak persentase adalah perjanjian/Kontrak pelaksanaan jasa dimana Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan menerima imbalan berdasarkan persentase tertentu dari pekerjaan fisik. Kontrak Terima Jadi (Turn Key) a. Kontrak Harga Satuan a. Kontrak bersifat lumpsum 1. b.2. 4. sepanjang sesuai gambar dan spesifikasi sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa. atau jenis dan volume keluarannya belum dapat ditentukan secara pasti.

Pembayaran didasarkan pada biaya yang telah disetujui dalam Kontrak ditambah dengan penghargaan. c. Apabila diperlukan dapat ditetapkan jumlah barang/ peralatan atau volume pekerjaan yang masih bersifat perkiraan sementara. Kontrak biaya ditambah imbalan jasa (cost plus fee) adalah Kontrak jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. 56 . d. c. dimana jenisjenis pekerjaan dan volumenya belum diketahui dengan pasti. Pembayaran dilakukan berdasarkan pengeluaran biaya nyata (at cost) yang dikeluarkan oleh Penyedia Barang/ Jasa yang meliputi pembelian bahan. 3. Umumnya suatu Kontrak biaya ditambah insentif (cost plus incentives) juga menerapkan sanksi/penalti apabila suatu target minimal tidak tercapai. Jumlah maksimum nilai Kontrak atau bagian dari Kontrak yang merupakan penjumlahan dari biaya nyata (cost) dengan imbalan jasa (fee) harus dicantumkan dalam Kontrak. ditambah dengan imbalan jasa (fee) yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. penyediaan peralatan dan/atau penyediaan tenaga kerja dan lainlain. 2. Kontrak biaya ditambah insentif (cost plus incentives) adalah Kontrak untuk pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan kriteria tertentu sebagai target keberhasilannya. c. Pembayaran didasarkan pada jumlah barang. peralatan atau pekerjaan yang dipesan dan telah diserah terimakan atau dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. Kontrak Biaya Ditambah Imbalan Jasa (Cost Plus Fee) a. Kontrak Biaya Ditambah Insentif (Cost Plus Incentives) a. Penghargaan berupa suatu nilai tertentu yang dijanjikan apabila mencapai target keberhasilan yang disepakati dalam Kontrak. b. b. Imbalan jasa (fee) dapat ditetapkan dalam bentuk nilai uang pasti atau berupa persentase tertentu terhadap nilai yang diperjanjikan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b.

Kontrak pengadaan bersama (sharing contract) adalah Kontrak antara beberapa Kontraktor KKS atau Kontrak yang dilakukan oleh BPMIGAS sebagai koordinator beberapa Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan 1 (satu) atau beberapa pekerjaan. Kesepakatan antar Kontraktor KKS atau antara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS dapat dilakukan pada awal Kontrak atau pada saat Kontrak sedang berlangsung. BPMIGAS dapat mewajibkan penerapan Kontrak pengadaan bersama (sharing contract) untuk jenis kegiatan atau pekerjaan tertentu. 2. dalam batas waktu tertentu.3.1. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. 4. Kontrak Pengadaan Bersama (Sharing Contract) 1.2. Beberapa Kontraktor KKS atau BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS membuat suatu perjanjian kerjasama yang memuat antara lain peran. 57 . termasuk menetapkan persyaratan dan kondisi Kontrak yang akan diterapkan.Buku Kedua .3. Dalam hal pemanfaatan waktu jeda dimungkinkan penambahan volume pekerjaan. Kesepakatan untuk melakukan Kontrak bersama pada saat Kontrak sedang berlangsung hanya dapat dilaksanakan untuk memanfaatkan kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) dari Kontrak yang sedang berlangsung tanpa mengubah syaratsyarat dan ketentuan lainnya. yang dituangkan dalam kesepakatan yang direncanakan sejak awal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.3. Kontrak kemitraan atau aliansi strategis adalah Kontrak pengadaan barang/jasa antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan tertentu dalam rangka pencapaian sasaran.001 4. atau pemanfaatan suatu kontrak yang sedang berjalan di suatu Kontraktor KKS oleh Kontraktor KKS lainnya. kewajiban dan hak masingmasing Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS serta Kontraktor KKS yang bertindak sebagai pemuka (leader). JENIS KONTRAK BERDASARKAN BENTUK PERIKATAN: 4. 3. setelah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan para Kontraktor KKS terkait. Kontrak Kemitraan atau Aliansi Strategis (Strategic Alliance) 1.

3. Pada dasarnya daftar harga satuan harus berlaku untuk jangka waktu minimal 1 (satu) tahun. dimana Penyedia Barang/Jasa harus menyediakan barang/jasa dalam jenis dan jumlah yang diminta sewaktu-waktu oleh Kontraktor KKS. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. jujur. 1.3. Kontrak call off order adalah Kontrak pengadaan barang/ jasa untuk jangka waktu satu tahun atau lebih. Perjanjian harga (price agreement) adalah perjanjian dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai pabrikan (manufacturer) atau agen tunggal. Perjanjian harga dapat diterapkan pada: a. 58 . 3. adil berdasarkan kesepakatan yang ditetapkan dalam Kontrak. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. Perjanjian Harga (Price Agreement) 1. Kontrak kesepakatan harga (frame contract) yang dilakukan oleh BPMIGAS dengan pabrik pembuat barang.4. Penentuan harga yang disepakati dan sistim pembayaran menggunakan sistim Kontrak berdasar harga satuan. Dalam Kontrak dicantumkan perkiraan jumlah dan nilai pemesanan. Pelaksanaan pengadaan menggunakan metoda penunjukan langsung. yang dibuat berdasarkan harga satuan barang atau peralatan yang dikeluarkan resmi oleh pabrikan/prinsipal. 2. 2. Perjanjian berlaku untuk suatu jangka waktu tertentu bagi 1 (satu) kelompok barang/jasa yang bersifat spesifik. Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call Off Order).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.002 4. Harga satuan dapat direvisi apabila dapat dibuktikan bahwa perubahan harga berasal dari pabrikan/prinsipal. 4. Kontrak kemitraan menganut prinsip pembagian keuntungan dan pembebanan risiko bersama.003. Harga yang disepakati digunakan sebagai dasar pembuatan Kontrak pemesanan oleh Kontraktor KKS.3. namun pengguna barang/jasa hanya akan membayar sejumlah barang/jasa yang diminta/dipesan. peralatan atau permesinan yang digunakan secara luas oleh beberapa Kontraktor KKS untuk mendapatkan harga yang paling efisien.

000.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa b. dengan tingkat pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekuensi pekerjaan tinggi.00 (sepuluh juta rupiah) atau US$1. 4. Diterapkan pada pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). Harga dapat berupa harga pasti atau berupa formula harga. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/penggunaan yang sama.Buku Kedua .004. Penentuan harga yang disepakati dan sistim pembayaran menggunakan sistim Kontrak berdasar harga satuan. 3. 2.000. yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS. harga satuan dapat lebih besar dari ketentuan tersebut. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. c. Kontrak pembelian sukucadang dari peralatan atau permesinan induk yang sudah digunakan. 59 . Harga satuan (unit price) tidak lebih dari Rp10. Perjanjian dengan beberapa Penyedia Barang/Jasa adalah suatu perikatan Kontrak harga satuan barang/jasa dengan lebih dari satu Penyedia Barang/Jasa dalam kurun waktu bersamaan untuk barang atau jasa yang sama/sejenis dalam hal spesifikasi. Pelaksanaan pengadaan dengan perjanjian harga tidak memerlukan Jaminan Penawaran dan Jaminan Pelaksanaan. Bagi barang/jasa tertentu (antara lain: drill bit. Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (Multi Standing Agreement/MSA) 1.005. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK.00 (seribu dolar Amerika Serikat). ukuran dan kemampuan dalam jangka waktu Kontrak tertentu. 4. Pelaksanaan pengadaan menggunakan metoda penunjukan langsung kepada agen tunggal sukucadang atau kepada penyedia barang yang ditunjuk oleh pabrikan peralatan tersebut.5. alat kesehatan). 3. Kontrak jasa perbaikan dari peralatan atau permesinan induk yang sudah digunakan dan dapat dilakukan secara penunjukan langsung kepada penyedia jasa tunggal yang ditunjuk oleh pabrikan peralatan tersebut.000.

dan b. Bukan merupakan usaha untuk menghindarkan kewajiban pemanfaatan produksi/kompetensi dalam negeri.3.000.00 (sepuluh milyar rupiah) atau akan lebih besar dari US$1. Spesifikasi teknis yang tersebut dalam Kontrak bersifat tetap dan mengikat.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Bukan merupakan jenis pekerjaan yang menurut sifat pekerjaan dan besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh usaha kecil termasuk koperasi kecil.000. tata cara pembayaran (terms of payment) serta kewajiban dan hak para pihak. dan d.000. dan f. berlaku sama untuk semua Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) 1. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dapat diterapkan untuk pengadaan barang/jasa: a. dan e. 2. Bukan merupakan barang standar atau barang/jasa spesifik.6.000. Spesifikasi rincian termasuk merek barang dapat berbedabeda di antara Penyedia Barang/Jasa. kecuali dalam pelaksanaan pengadaan jasa tenaga kerja profesional.00 (satu juta dolar Amerika Serikat). dan c. 4.000. 3. terutama namun tidak terbatas pada tempat pelaksanaan. Secara kumulatif nilai perkiraan pemakaian barang/jasa selama masa Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) akan lebih besar dari Rp10. Merupakan Kontrak kesepakatan dengan beberapa Penyedia Barang/Jasa untuk menyediakan barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS pada rentang waktu tertentu dengan spesifikasi teknis dan persyaratan Kontrak (terms & conditions) yang telah disepakati oleh Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak. Spesifikasi teknis pokok yang ditawarkan oleh semua Penyedia Barang/Jasa pada dasarnya harus sama. Yang diperlukan terus menerus oleh Kontraktor KKS atau minimal dibutuhkan oleh Kontraktor KKS pada 4 (empat) bulan dalam 1 (satu) tahun kalender. Dapat dipenuhi dari atau oleh minimal 3 (tiga) sumber barang/jasa. 60 . Syarat dan kondisi (terms and conditions) Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract).

10. Minimal terdapat 3 (tiga) penawaran yang lulus evaluasi teknis. 8. Penyedia Barang/Jasa wajib memasukkan penawaran harga.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50. Kontraktor KKS meminta Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) untuk mengajukan penawaran harga pada saat barang/jasa yang bersangkutan dibutuhkan. Dalam Dokumen Pengadaan dicantumkan nilai perkiraan pemakaian barang/jasa selama masa berlakunya Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. 7. ditetapkan menjadi pemasok barang atau pelaksana pekerjaan jasa untuk paket yang dibutuhkan oleh Kontraktor KKS pada suatu waktu tertentu. 9. Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan penawaran untuk paket kebutuhan dengan nilai lebih besar dari Rp500. Masa berlaku Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) paling lama adalah 5 (lima) tahun.000. Kontrak berakhir apabila nilai perkiraan Kontrak telah habis atau masa Kontrak telah mencapai masa Kontrak yang ditetapkan dalam Kontrak. Dalam hal ini. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi teknis mendahului evaluasi harga.000.000. Khusus untuk pengadaan jasa penyediaan tenaga kerja profesional. 12. 6. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dibuat berdasarkan hasil evaluasi teknis dari penawaran yang masuk. dalam penawaran harga dimungkinkan adanya penawaran tenaga kerja alternatif dari yang telah disepakati pada tahap kesepatan teknis.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). mengikuti ketentuan penawaran untuk Kontrak berdasar harga satuan.Buku Kedua . Penyedia Barang/Jasa dengan harga terendah berdasar hasil evaluasi harga yang baku. Nilai yang sama dicantumkan dalam Kontrak. Pemasukan penawaran dari Penyedia Barang/Jasa menggunakan sistem 2 (dua) tahap. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa menggunakan metode Pelelangan Umum atau Pelelangan Terbatas. 61 . 11.

4. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dapat diterapkan sebagai Kontrak Bersama di antara beberapa Kontraktor KKS. namun demikian harus tetap memperhatikan kesempatan berusaha bagi Penyedia Barang dan Jasa. 14. 4.4. Pelaksanaannya harus memperhatikan prinsip persaingan usaha yang sehat. Kontrak akan dinyatakan habis masa berlakunya apabila: 1.4. Pelaksanaan penambahan lingkup Kontrak. dapat diterapkan pada Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) hanya apabila terjadi perubahan rencana kerja yang signifikan. MASA BERLAKU KONTRAK 4. Penentuan masa berlaku kontrak pada dasarnya disesuaikan dengan kebutuhan operasi dengan mempertimbangkan keekonomian. 4. Kontrak dapat dihentikan sebelum masa berlakunya habis apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memasok barang atau gagal menyelesaikan pekerjaan jasa. Nilai Kontrak sesuai dengan yang dinyatakan dalam Kontrak telah habis dimanfaatkan.5. 4. atau 2. Pemanfaatan sisa nilai Kontrak yang belum habis dimanfaatkan sedangkan masa berlaku Kontrak sesuai yang dinyatakan dalam Kontrak telah terlewati.4. 2. 62 . Amandemen perpanjangan harus dibuat sebelum masa Kontrak berakhir.2. Masa Kontrak sesuai dengan yang dinyatakan dalam Kontrak telah terlewati.3. 4.1. sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 4. Ketentuan tentang penghentian Kontrak sebelum masa berlakunya habis.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 13.4. Masa berlaku Kontrak dapat diperpanjang dalam hal: 1.4. 15.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB V PERENCANAAN 63 .

4.3. Daftar rencana pengadaan pengadaan untuk: berisikan rencana kegiatan 1.2.1. Pada saat penyusunan WP&B. 1. harus sudah dimasukkan dalam daftar rencana pengadaan tahun pertama Kontrak atau tahun sebelumnya. 1. Daftar rencana pengadaan dimungkinkan untuk direvisi. Daftar rencana pengadaan juga mencantumkan perkiraan persentase TKDN dari: 1.2.000. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.000.3. Kontraktor KKS menyusun daftar rencana pengadaan yang berisikan rencana kegiatan pengadaan yang bernilai lebih besar dari Rp50. 1.000. Keseluruhan rencana bersangkutan. Kebutuhan barang/jasa tahun mendatang yang kegiatan pengadaannya dimulai atau dilakukan pada tahun atau beberapa tahun periode anggaran sebelumnya. 1.3.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.3. dan 2. Proses pengadaan dilakukan dengan menggunakan rencana kerja dalam WP&B yang telah disetujui oleh BPMIGAS sebagai acuan jenis kegiatan pengadaan. Setiap jenis (item) rencana pengadaan.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).Buku Kedua . 1.3. 64 .3. Dalam hal revisi rencana pengadaan menyebabkan penurunan perkiraan persentase TKDN.000. Rencana pengadaan barang/jasa harus didasarkan pada rencana kerja dalam Plan Of Development (POD) dan/atau Work Program and Budget (WP&B) yang telah disetujui oleh BPMIGAS. Rencana pengadaan barang/jasa dengan jangka waktu kontrak lebih dari 1 (satu) tahun.000. RENCANA KERJA PENGADAAN 1. harus dilengkapi dengan penjelasan penyebab penurunan tersebut. baik Kontrak tunggal maupun Kontrak tahun jamak. Kebutuhan barang/jasa tahun anggaran yang bersangkutan.1. pengadaan pada tahun yang Persentase TKDN dalam daftar rencana pengadaan merupakan perbandingan antara jumlah total nilai perkiraan penggunaan Produksi Dalam Negeri terhadap total nilai rencana pengadaan. serta 2.

Formula penyesuaian harga (apabila ada).4.1. 3. 2. Ketentuan tentang kewajiban penyedia jasa untuk mengusulkan daftar pabrikan (manufacturers list) atau daftar sub kontraktor (sub contractors list). dengan melampirkan dokumen sebagai berikut: Rencana kerja yang sesuai dengan WP&B yang telah disetujui. meliputi: a. Sanksi dan penalti. 2. 2. 6. Strategi.2. 2. serta alasan pemilihan metode 2. 5.1. Ketentuan tentang cara pembayaran.3. memaksimalkan atau memberdayakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan.1. PENYAMPAIAN RENCANA PENGADAAN 2. Rencana tata waktu proses pengadaan termasuk proses penilaian kualifikasi. Ringkasan strategi pengadaan meliputi: 1. 65 .1.5. Bilamana akan dilakukan pemilihan langsung atau penunjukan langsung harus dilengkapi dengan justifikasi berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam bab X angka 3 dan 4. c. Lingkup kerja dan spesifikasi. 7. Ketentuan tentang tata cara penyelesaian perselisihan. 4. 8. b. bentuk dan masa berlaku Kontrak. Hasil pembahasan aspek teknis lingkup kerja pengadaan dengan fungsi terkait BPMIGAS yang rincian aspek teknisnya belum disetujui dalam WP&B. disampaikan oleh Kontraktor KKS kepada BPMIGAS. 2. b. mencakup: a.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.1. Rencana pengadaan yang memerlukan persetujuan BPMIGAS. Skema pembayaran.1. Kriteria dan tata cara evaluasi penawaran. Metode pengadaan pengadaan tersebut. Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. Ketentuan untuk mewajibkan.1.

2. Waktu 10 (sepuluh) hari kerja tersebut tidak termasuk waktu yang diperlukan oleh Kontraktor KKS untuk melengkapi permintaan penjelasan tambahan dari BPMIGAS.3.1.4. Dalam keadaan tertentu. 2.3. Persetujuan atas rencana pengadaan oleh BPMIGAS meliputi aspek-aspek yang tercantum pada angka 2. Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses pengadaan apabila setelah batas akhir waktu persetujuan sebagaimana diuraikan dalam nomor 2. di atas.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/Owner’s Estimate (OE). Apabila diperlukan BPMIGAS dapat meminta salinan Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP) dan konsep Kontrak. 66 .6.3.2. Berdasarkan daftar isian tentang dokumen-dokumen yang diserahkan Kontraktor KKS. maka Kontraktor KKS harus menyampaikan ulang rencana pengadaan tersebut.3. dengan ketentuan: 2.1. 2.1.3.1. BPMIGAS harus sudah menyampaikan persetujuan atau penolakannya paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penerimaan dokumen secara lengkap yang dinyatakan oleh BPMIGAS.4. Apabila sampai dengan batas akhir masa 10 (sepuluh) hari kerja atau jumlah waktu lain yang diberitahukan oleh BPMIGAS. 2. di atas. 2. Apabila setelah masa perpanjangan terlewati dan proses pengadaan belum dilaksanakan serta Kontraktor KKS masih memerlukan pengadaan barang/jasa tersebut.5. sampai dengan 2. Kontraktor KKS dapat mengajukan permintaan 1 (satu) kali perpanjangan masa berlaku persetujuan dimaksud. BPMIGAS tidak memberikan jawaban.1. maka Kontraktor KKS harus menyampaikan ulang rencana pengadaan tersebut. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa waktu penelitian memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 10 (sepuluh) hari kerja.Buku Kedua . Persetujuan BPMIGAS berlaku untuk jangka waktu selama 60 (enam puluh) hari kalender terhitung setelah tanggal surat persetujuan tersebut. 2. BPMIGAS mencantumkan catatan status kelengkapan dokumen yang diterima. dengan waktu tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kalender. 2.3. dokumen yang disampaikan tidak lengkap dan/atau tidak sesuai.3. 2. khususnya untuk pekerjaan yang sangat kompleks.2.3. 2.4.7.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB VI PELAKU PENGADAAN BARANG/ JASA Pelaku proses pengadaan barang/jasa adalah Pejabat Berwenang. Fungsi Pengelola Pengadaan. Pengguna Barang/Jasa. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Penyedia Barang/Jasa atau penerima kuasa dalam pelaksanaan Swakelola. 67 .

2.3. 1. 1.2.4. Harus mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. 1. 1. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan persyaratan pengadaan.2. 1. rujukan dan 1.1. PEJABAT BERWENANG 1. 1. menetapkan strategi dan metoda pengadaan. 1.1.7. mengesahkan HPS/OE. kriteria.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Harus menandatangani dan/atau mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS. 68 .1.1. 1.3. 1. Melakukan usaha-usaha untuk mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri dalam kegiatan pengadaan barang/jasa. 1.3. PERSYARATAN PEJABAT BERWENANG Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan salah satu atau lebih dari satu fungsi untuk menetapkan paket dan lingkup pekerjaan.Buku Kedua . Memberikan kesempatan berusaha bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil.3. TUGAS DAN WEWENANG PEJABAT BERWENANG Menyetujui/menetapkan/mengesahkan rencana dan jadwal pelaksanaan proyek/kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan paket-paket barang/jasa yang akan dilaksanakan pengadaannya. 1.3. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri.1.3.2.6.3. serta menetapkan dan memutuskan pemenang proses pengadaan.5.3.2. 1. Menunjuk/menugaskan Panitia Pengadaan/Tim Internal.2.1.1. 1. TANGGUNGJAWAB Bertanggungjawab atas terselenggaranya pengadaan barang/ jasa sesuai dengan prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai.3. Memastikan ketersediaan Anggaran.

1.3.3.3. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE). LARANGAN: Pejabat Berwenang dilarang: Menetapkan spesifikasi barang/jasa. 1. 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Menyerahkan aset proyek yang telah selesai dikerjakan berikut dokumen pendukungnya baik secara langsung ataupun melalui pejabat yang diberi pelimpahan wewenang. kriteria. Menyetujui pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa berdasarkan Kontrak atau kepada penerima kuasa swakelola. Menjawab dan memberikan tanggapan atas sanggahan banding dari peserta pengadaan. 69 . kepada fungsi pengguna.8.4. jadwal. 1.10. 1. 2. kepada penerima 1. 1. 1.13. 1.11.4. Memberikan sanksi kepada Penyedia Barang/Jasa sesuai ketentuan yang berlaku. Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak. Menjadi anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal untuk lingkup pekerjaan dalam hal pejabat yang bersangkutan memiliki kewenangan untuk menetapkan Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau memiliki kewenangan untuk menetapkan/menunjuk pemenang pengadaan. 1.3.4. lokasi pengadaan dan cara pelaksanaan pengadaan.3. Menunjuk pemenang pengadaan barang/jasa. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest). 1.3. Menetapkan besaran uang muka. 1.12.16.17.2.3. persyaratan atau prosedur pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu.3.3. Mengesahkan Kontrak atau surat kuasa kuasa swakelola.18.14. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan/ penyelesaian pengadaan barang/jasa kepada BPMIGAS sebagaimana diatur dalam bab XV. 1. Menetapkan pemenang pengadaan barang/jasa.3.1.15.9.3.

1. TUGAS DAN WEWENANG 2.3. Bertanggungjawab atas perencanaan kebutuhan.1. mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Kontrak. 2. 2.2. Mengajukan permintaan proses pengadaan paket-paket barang/ jasa yang diperlukan. Menyusun rencana kriteria.1. Menandatangani dan mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS.4. PENGGUNA BARANG/JASA 2. 70 . Melakukan usaha-usaha untuk mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Mengendalikan.3. rujukan dan persyaratan pengadaan.5.3. Mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. PERSYARATAN 2.3. Menggunakan aset yang telah diserah terimakan atau jasa yang telah disediakan oleh Penyedia Barang/Jasa secara efektif dan efisien. 2.2.3.1.Buku Kedua .2. Menetapkan rencana kebutuhan dan jadwal kebutuhan barang/jasa berdasar rencana proyek atau kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan dan tahun-tahun berikutnya.1.7.3.2. pengelolaan dan pemanfaatan barang/ jasa secara efektif dan efisien sesuai dengan prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. 2. TANGGUNGJAWAB 2. 2. Menyusun Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE). 2.6. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. 2.1.3. 2. 2.2.3. 2.2.3.

4.3.4. 2. kriteria dan persyaratan dalam Dokumen Pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu.4. Menetapkan spesifikasi barang/jasa.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Mempengaruhi jalannya proses pengadaan baik di dalam maupun di luar lingkup organisasi Kontraktor KKS yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest).2. kriteria dan persyaratan dalam Dokumen Pengadaan yang mengarah kepada upaya menghindarkan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. LARANGAN : Pengguna Barang/Jasa dilarang: 2. 2. Menetapkan spesifikasi barang/jasa.1.4. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest). 71 .

5. Menyusun rencana pengadaan barang/jasa berdasar kebutuhan dari Pengguna Barang/Jasa atau berdasarkan kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan dan/atau tahun-tahun berikutnya. Mampu merencanakan strategi dan menguasai tata cara pengadaan barang/jasa.5. Mengelola data spesifikasi barang/jasa sebagai salah satu acuan dalam menyusun kebutuhan barang/jasa.6. Menyiapkan dan mengirimkan laporan Pengadaan sesuai ketentuan. Bagi Kontraktor KKS dalam tahap berproduksi. 3.1. TUGAS DAN WEWENANG 3.Buku Kedua .2.1.2.1. serta pengadministrasian Kontrak.1. Memahami situasi dan kondisi pasar barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. perencanaan strategi serta pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara efektif dan efisien. Mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. 3. LARANGAN: Pengelola Pengadaan dilarang mempengaruhi jalannya proses pengadaan baik di dalam maupun di luar lingkup organisasi Kontraktor KKS yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest).1.3. PERSYARATAN 3. organisasi pengelola pengadaan tidak boleh berada di dalam lingkup organisasi pengguna barang/jasa.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 3.3.1. 3.3.3.3.2. 3. Menandatangani dan mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masingmasing Kontraktor KKS.4.3. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Mengelola administrasi Kontrak.1. 3.1. 3.3. 3.1. 3. 3. TANGGUNGJAWAB 3.2. 3. 3.3.4. 72 .4. Menyiapkan Dokumen Pengadaan termasuk kriteria pengadaan dan persyaratan pengadaan berdasarkan masukan dari Pengguna Barang/Jasa dan peraturan/ ketentuan terkait.2. Bertanggungjawab atas perencanaan dan proses pencarian sumber barang/jasa (sourcing).2. PENGELOLA PENGADAAN 3. Mengelola data sebagai salah satu acuan dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE).3. 3.

1. PANITIA PENGADAAN/TIM INTERNAL 4. • Telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pelatihan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai Memahami seluruh pekerjaan dan menguasai pedoman tata kerja pengadaan barang/jasa berikut isi Dokumen Pengadaan. Ketua atau wakil ketua bukan berasal dari dalam organisasi pengguna barang/jasa.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. 4. Tidak mempunyai hubungan keluarga semenda dengan Pejabat Berwenang. Ketua dan sekretaris harus berkewarganegaraan Indonesia. isteri. Anggota dapat dijabat oleh pekerja berkewarganegaraan asing. Menandatangani dan/atau mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masingmasing Kontraktor KKS. Kontraktor KKS dalam tahap berproduksi: a. dan Memiliki sertifikat pengadaan industri perminyakan di Indonesia yang diterbitkan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pendidikan yang ditunjuk oleh BPMIGAS.5. sekretaris dan anggota harus berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT).2.1. Ketua. yaitu hubungan keluarga antara suami. d.4. sekretaris dan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal: 1. Status dan hubungan kerja ketua.1.1. Hubungan keluarga semenda adalah hubungan kekerabatan langsung sebagai akibat terjadinya perkawinan. 4. 4. PERSYARATAN Mematuhi suplai. sekretaris dan anggota lain harus: • 73 .1. Ketua.1. 4. c. 4.3. anak dan menantu. b.

dan Memiliki sertifikat pengadaan industri perminyakan di Indonesia yang diterbitkan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pendidikan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. berasal dari fungsi pengelola pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. kecuali Ketua dan Sekretaris. Sekretaris dan anggota harus berkewarganegaraan Indonesia dan dapat berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT) atau pekerja waktu tertentu (PWT) dari Kontraktor KKS yang bersangkutan. Untuk menjaga kesinambungan dan kelancaran proses. 2. maka anggota Pantia Pengadaan. d. dapat berstatus pekerja Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. 74 . Anggota dari fungsi perencana pekerjaan. Fungsi lainnya sesuai kebutuhan. 4. Fungsi pengguna. ditambah minimal 1 (satu) anggota dari: 1. Sekretaris merangkap sebagai anggota. 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota. Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi: a. 3.Buku Kedua . Ketua merangkap sebagai anggota.1. 2. terdiri dari: 1. 5 (lima) • 4. Ketua harus berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT) dan dapat dijabat oleh pekerja berkewarganegaraan asing.6. c. Dalam hal Kontraktor KKS menunjuk suatu Penyedia Barang/Jasa sebagai pengelola kegiatan pengadaan barang/jasa. Anggota dari fungsi hukum. termasuk ketua dan sekretaris harus: • Telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pelatihan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. Fungsi keuangan. b. Panitia Pengadaan terdiri dari sekurang-kurangnya orang anggota tetap dan harus gasal. anggota Panitia Pengadaan untuk satu paket pengadaan tertentu sedapat mungkin bersifat tetap. 3.

TUGAS POKOK Menyiapkan Dokumen Pengadaan.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal bertanggungjawab kepada Pejabat Berwenang. 4. Panitia Pengadaan dapat dilengkapi dengan Sub Panitia Administrasi yang bertugas mewakili Panitia Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan yang bersifat administrasi.3. pemilihan langsung. dokumen penilaian kualifikasi termasuk kriteria dan tata cara penilaian penawaran.9.1.2. berdasarkan pertimbangan jumlah beban pekerjaan. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Apabila diperlukan. 4.3.3. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan dapat dilengkapi dengan 1 (satu) orang Wakil Ketua yang bertugas menjalankan fungsi Ketua dalam hal Ketua berhalangan secara tidak tetap.3.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. penunjukan langsung dan metoda pengadaan lainnya. Tim Internal beranggotakan pekerja fungsi pengelola pengadaan yang berjumlah sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dan harus gasal.7.2.3. 4. 4.000. 4. 4. 4. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa sampai dengan nilai sebesarbesarnya Rp1. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan dapat dibantu oleh pekerja ahli yang bukan anggota untuk melakukan evaluasi aspek teknis maupun aspek lainnya.10.2. 4.4.1. 4. 4.1.1.8. 75 .1.2.000. 4.2.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan oleh Tim Internal di dalam fungsi pengelola pengadaan yang tanggungjawab dan tugas pokoknya sama seperti Panitia Pengadaan.00 (satu milyar rupiah) atau US$100. Memastikan kewajaran dan keabsahan HPS/OE. TANGGUNG JAWAB Panitia Pengadaan/Tim Internal bertanggungjawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa melalui pelelangan.000.3.2. Menyusun jadwal dan cara pelaksanaan serta menentukan tempat pelaksanaan pengadaan.1. 4.

4. Melaksanakan dan mengesahkan hasil penilaian kualifikasi secara adil dan transparan.6.3. Mengumumkan pemenang yang telah ditetapkan oleh Pejabat Berwenang.4. 4.3. serta mendorong terjadinya persaingan sehat. Menjawab protes dan sanggahan Penyedia Barang/Jasa.5.8. mengadakan Klarifikasi. 4.12.5.3.3. LARANGAN: Panitia Pengadaan/Tim Internal dilarang melaksanakan proses pengadaan atau menjalankan prosedur pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of I nterest). 4.3.3.Buku Kedua .3. 4. 76 . 4.13. Mengusulkan calon pemenang lelang/pemilihan langsung/ penunjukan langsung kepada Pejabat Berwenang. Membuat laporan proses dan hasil pengadaan kepada Pejabat Berwenang. 4. Mengumumkan pelelangan melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS.4.3. Menyusun daftar Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi syarat kualifikasi dan klasifikasi (bidang dan sub bidang usaha) untuk diundang mengikuti pengadaan. 4. 4. MASA TUGAS Masa tugas Panitia Pengadaan/Tim Internal berakhir sesuai masa penugasan.10. 4.11. cara penyampaian penawaran dan tata cara evaluasinya. Memberikan penjelasan serta membuat berita acara pemberian penjelasan mengenai isi dokumen Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP) termasuk syarat-syarat penawaran.9.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. 4.7.3. Membuka dokumen penawaran dan membuat berita acara pembukaan penawaran serta mengumumkan dan/atau memberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa yang tidak lulus/gugur/diskualifikasi. Melakukan evaluasi atas penawaran yang masuk.3. dan/atau media cetak serta jika memungkinkan melalui media elektronik. negosiasi dan menetapkan urutan calon pemenang dan membuat berita acara evaluasi pengadaan.

000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.000.000. dan c. Dimiliki oleh warga negara Indonesia atau dimiliki oleh badan hukum Indonesia. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya paling banyak Rp2.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.500. dan c. GOLONGAN PENYEDIA BARANG/JASA 5.1.000.000.000. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a.1. pengadaan barang. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. dan b.000.00 (sepuluh milyar rupiah). Penyedia barang.500. dan b. Dimiliki oleh warga negara Indonesia atau dimiliki oleh badan hukum Indonesia. dan d. PENYEDIA BARANG/JASA 5. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500. Koperasi kecil dengan unit usaha Jasa Pemborongan.000.000.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dengan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia.00 (lima ratus juta rupiah).000.000. Berdiri sendiri.00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan maksimal Rp10.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan maksimal Rp50. penyedia Jasa Lainnya dan penyedia Jasa Konsultansi digolongkan ke dalam 4 (empat) kelompok: 1. Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dengan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia. penyedia Jasa Pemborongan. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Usaha kecil termasuk koperasi kecil. bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki. 2.000. Usaha menengah. atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya lebih dari Rp2.000.000.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau US$250. dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar.000.000. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya.000.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) atau sampai dengan maksimal US$5.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih dari US$250. atau e. Memiliki kekayaan bersih maksimal Rp500. dan 77 .

2. atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya lebih besar dari Rp50.000. Apabila Penyedia Barang/Jasa memiliki nilai kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan yang memenuhi syarat untuk 2 (dua) golongan yang berbeda. atau e. 78 . d. Koperasi yang memenuhi kriteria angka 5. atau c.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa d.000.000. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya. huruf a.000. dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia.1.00 (sepuluh milyar rupiah). 5. maka golongan yang lebih tinggi ditetapkan sebagai golongan dari Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya. 4. pengadaan barang.000.3.1. Perusahaan Asing yang merupakan mitra Perusahaan Dalam Negeri dalam perikatan Konsorsium atau sub kontraktor dari Perusahaan Dalam Negeri atau bertindak sebagai prinsipal dalam pengadaan barang.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). usaha patungan. Koperasi yang mempunyai unit usaha Jasa Pemborongan.3.1. dan b. Usaha besar meliputi badan usaha nasional milik negara atau swasta.000. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a.000. Berdiri sendiri. di atas serta mempunyai unit usaha Jasa Pemborongan. dan b. Usaha besar.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000. bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki. dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha kecil atau usaha besar.Buku Kedua . Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia.1. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Memiliki kekayaan bersih lebih besar dari Rp10. 5. 3. Golongan dari peserta pengadaan berbentuk Konsorsium ditentukan berdasar hasil penjumlahan kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan seluruh anggota Konsorsium. pengadaan barang.

000. bukti kepemilikan peralatan dan fasilitas penunjang usaha terkait.000. sub bidang pekerjaan di lingkungan Kontraktor KKS ditetapkan sebagaimana tercantum pada Lampiran No.000. Penyedia Jasa Pemborongan.500.000. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp2. Penyedia Jasa Konstruksi. Ketentuan ini tidak diberlakukan dalam pengadaan barang wajib dipergunakan. antara lain: bukti pengalaman usaha.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Dalam hal peserta berbentuk Konsorsium.000.1.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). 4.000. Penyedia Barang/Jasa menyatakan sub bidang usahanya menurut kompetensi dasar/spesialisasi yang dimilikinya dengan melampirkan data-data pendukung. 5. 3. 5.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$100. Dalam rangka penyederhanaan proses serta penyeragaman.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). BIDANG PEKERJAAN PENYEDIA BARANG/JASA 5.000. 5.000.2. Penyedia Jasa Konsultansi. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1. 79 .000.500.2.000. bukti afiliasi dagang/usaha.000. Pada tahap proses kualifikasi.2. 2.00 (satu milyar rupiah) atau US$100. PQ-003. 3.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$250. 5. Bidang pekerjaan bagi Penyedia Barang/Jasa meliputi: 1. Pengadaan Barang: 1.000.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).2. 2.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp2.3. Penyedia Jasa Lainnya.3.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$250. BATAS NILAI PEKERJAAN/KEGIATAN PENYEDIA BARANG/ JASA Batas nilai pekerjaan/kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa sesuai dengan golongannya: 5.3.1.000. Data-data dimaksud diteliti dan dinilai kebenarannya oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada tahap penilaian kualifikasi. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1. salah satu anggota Konsorsium harus memiliki sub bidang usaha yang sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam pengumuman. Penyedia barang.

Untuk nilai lebih besar dari Rp50.000. 5. b. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).500.00 (lima juta dolar Amerika Serikat): • Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.000.Buku Kedua . Perusahaan asing dapat mengikuti kegiatan Pengadaan barang impor dengan nilai lebih besar dari Rp25.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500.000. 2.000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil.000.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5.000.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.00 (dua juta lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.000.000. dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk keagenan dengan Perusahaan Dalam Negeri atau merupakan mitra Konsorsium.000.000. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20.000.00 (dua puluh lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2.3.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000.00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.000. 80 . Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000.2.000.000. Bentuk kerjasama tersebut harus dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.000. a.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.00 (lima milyar rupiah).000.000. Jasa Pemborongan: 1.000.000. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000. 3.000. atau antara US$100.

Jasa Konstruksi: 1.000. mengikuti ketentuan pada Bab III angka 7.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (lima milyar rupiah). Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20. Perusahaan Dalam Negeri dapat bekerjasama dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. • c.000.000. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1.000. 5.1.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). Untuk pekerjaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) Penyedia Barang/Jasa wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil.000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000.000. atau antara US$100.000.3. usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). 4.000. 2.000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000. Kerjasama dengan usaha kecil.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (satu milyar rupiah) atau US$100.00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000.000.000. 3.000. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5. 5.3.000.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 • Perusahaan Dalam Negeri dapat bekerjasama dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.4.000. Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak.000.000. 81 . Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.000.000.

Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah.000.000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. 2.000.4.000. atau antara US$100.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6.000. 3.000.000. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1.Buku Kedua .000. Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak.000.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5. 7.000.000. Kerjasama dengan usaha kecil. a.000.000.00 (lima milyar rupiah).000. Penyedia Barang/Jasa harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensub-kontrakkan sebagian pekerjaan.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500.000. 82 .00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000. Untuk nilai lebih besar dari Rp50. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5. Usaha kecil termasuk koperasi kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.3.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2.000. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20. Jasa Lainnya: 1.000.000. 8. 5.000.000.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil.000.000.

Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp500.5.000.000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$250.00 (dua milyar limaratus juta rupiah) atau US$250.000.500.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah. 5. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp2. usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b.3.000. Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau US$50. • • c.000.000.000.000.000.000. Perusahaan Asing dapat mengikuti pengadaan dengan nilai lebih dari Rp10.000.000.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).500.000. 4.00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp2. Usaha kecil termasuk koperasi kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan yang bernilai sampai dengan Rp500. Kerjasama dengan usaha kecil.000. 3.000. Jasa Konsultansi 1.00 (limapuluh ribu dolar Amerika Serikat).000.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50. 2.00 (sepuluh milyar rupiah) atau 83 .000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat): • Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.000. Untuk nilai lebih besar dari Rp50.000.

tenaga ahli spesialis. sampai dengan 5.6.2.000. Untuk pekerjaan yang bersifat kompleks dapat ditambahkan persyaratan lain seperti peralatan khusus. barang. Memiliki: a. KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA 5.4.00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk Konsorsium dengan Perusahaan Dalam Negeri atau mensubkontrakkan kepada Perusahaan Dalam Negeri yang dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. 5. Apabila proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah Penyedia Barang/Jasa golongan usaha kecil atau usaha menengah yang sesuai untuk nilai paket pekerjaan yang diadakan tidak mencukupi. di atas. Pabrikan.4. Penyedia Barang/Jasa dengan golongan usaha yang sesuai dengan nilai paket pengadaan tetap dapat diikutsertakan. dalam pelelangan ulang dapat mengikutsertakan Penyedia Barang/Jasa dengan golongan usaha 1 (satu) tingkat lebih tinggi. penyedia Jasa 84 .3.Buku Kedua .1.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa lebih besar dari US$1. 5. Persyaratan kualifikasi penyedia Pemborongan dan Jasa Lainnya: 1. agen tunggal barang dan agen tunggal jasa pemeliharaan peralatan (authorized workshop) dikecualikan dari ketentuan tentang batas nilai pekerjaan/kegiatan tersebut angka 5.3.3.000. 5.1.4. atau pengalaman tertentu. bengkel kerja pembuat peralatan (workshop). 5. agar terwujud persaingan sehat.3.4.4. terhadap yang bersangkutan akan dikenakan sanksi pembatalan sebagai calon pemenang dan dimasukkan dalam daftar hitam. 5. Akte pendirian perusahaan berikut perubahannya yang disahkan oleh instansi/departemen yang berwenang. Persyaratan kualifikasi yang ditetapkan merupakan persyaratan minimal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan. Penyedia Barang/Jasa wajib menanda-tangani surat pernyataan di atas meterai bahwa semua informasi yang disampaikan dalam proses kualifikasi adalah benar. dan apabila ditemukan penipuan/pemalsuan atas informasi yang disampaikan.7.

yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang. d. 5. salah satu anggota Konsorsium harus memiliki surat izin usaha yang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam dokumen penilaian kualifikasi. Surat Keterangan Domisili. Ketentuan ini secara khusus diberlakukan bagi usaha besar. Penyedia Barang/ Jasa wajib mempunyai perjanjian kerjasama kemitraan yang memuat antara lain persentase kepemilikan. b. b. Ketentuan ini tidak diberlakukan bagi pabrikan dan agen tunggal barang. Pasal 21 atau Pasal 23 dan PPN. Mempunyai pengalaman pengadaan barang/jasa sejenis dengan paket pengadaan. paling tidak 1 (satu) kali dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. 4. Tidak dalam pengawasan pengadilan. Dalam hal peserta berbentuk Konsorsium. 3. 85 . baik sebagai pelaksana utama maupun sebagai anggota Konsorsium ataupun sebagai sub kontraktor. seperti Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk jasa perdagangan atau Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK). Memberikan surat pernyataan bahwa: a. tidak sedang menjalani sanksi pidana. tidak bangkrut. serta perusahaan yang mewakili kemitraan Konsorsium (lead firm) tersebut. Khusus untuk pengadaan jasa konstruksi. kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan. hak dan tanggung jawab para pihak.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir. dibuktikan dengan copy bukti pelunasan PPh Pasal 25. c. Surat izin usaha pada bidang usahanya yang masih berlaku. Tidak sedang dalam proses berperkara di peradilan atau arbitrase dengan Kontraktor KKS bersangkutan dan/atau dengan BPMIGAS. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa melakukan kemitraan dalam bentuk Konsorsium atau keagenan. di industri perminyakan maupun di luar industri perminyakan. Surat keterangan terdaftar (SKT) yang diterbitkan oleh Instansi pemerintah yang mebidangi industri minyak dan gas bumi. peserta juga harus menyerahkan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) serta sertifikat badan usaha jasa konstruksi dari asosiasi jasa konstruksi yang terakreditasi oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional. e.

Buku Kedua . yang dibuktikan dengan neraca tahun terakhir. atau pengadaan barang/jasa dan pengadaan kumpulan kebutuhan barang/jasa dengan masa tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. tidak termasuk dalam kelompok Penyedia Barang/Jasa yang terkena sanksi merah pada Kontraktor KKS yang bersangkutan dan/atau tidak termasuk dalam kelompok Penyedia Barang/Jasa yang terkena sanksi hitam pada Kontraktor KKS yang lain. Memiliki kinerja baik. nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai pengadaan rata-rata untuk masa 12 (dua belas) bulan. Penyedia Barang/Jasa usaha kecil dan usaha menengah harus memiliki bidang usaha sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan. • untuk pengadaan barang/jasa dengan jangka waktu kontrak sangat panjang [lebih dari 5 (lima) tahun]. nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai kontrak selama jangka waktu 5 (lima) tahun. • untuk pengadaan barang/jasa atau kumpulan kebutuhan barang/jasa. memenuhi KD = 5 NPt. 9. 8. Penyedia Barang/Jasa usaha besar harus memiliki kemampuan dasar (KD) pada sub bidang pekerjaan yang bersangkutan sebagai berikut: a. b. memenuhi KD = 2 NPt. dengan masa lebih dari 12 bulan. khususnya kekayaan bersih serta hasil penjualan tahunan. Untuk Jasa Pemborongan. nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai pengadaan. 86 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. Dengan pengertian: KD = kemampuan dasar: • untuk pengadaan proyek tunggal. Termasuk dalam golongan Penyedia Barang/Jasa yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan. Untuk pengadaan barang atau Jasa Lainnya. 7.

pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan. peserta pengadaan diminta untuk menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dilaksanakan. e. 87 . Kemampuan dasar calon sub kontraktor tidak diperhitungkan sebagai bagian dari komponen perhitungan kemampuan dasar. Penyedia Barang/Jasa harus menyampaikan dokumen perhitungan kemampuan dasar (KD) sebagai lampiran dokumen penawaran.000. Jika diperlukan dapat disyaratkan memiliki sisa kemampuan keuangan (SKK) dan sisa kemampuan paket (SKP) yang cukup. yang diperhitungkan adalah jumlah kemampuan dasar dari perusahaan anggota Konsorsium/keagenan. 11.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 NPt = nilai pengalaman tertinggi pekerjaan. d. 10.00 (lima milyar rupiah) atau lebih dari US$500.000. c.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). Dalam hal calon peserta pengadaan mendaftarkan diri sebagai Konsorsium untuk pengadaan dengan nilai lebih dari Rp5. Prosedur penghitungan Kemampuan Dasar (KD) dapat dilihat pada Lampiran PQ-002. berupa: • nilai Kontrak tunggal bagi pengadaan kegiatan/proyek tunggal atau pengadaan barang/jasa dengan masa Kontrak tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. Dalam hal Konsorsium/keagenan.000. maka salah satu anggota Konsorsium harus memenuhi persyaratan sebagai golongan usaha besar.000. Prosedur penghitungan SKK dan SKP dapat dilihat pada Lampiran PQ-002. Khusus pada pengadaan Jasa Pemborongan. yang telah diselesaikan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. • kumpulan nilai Kontrak selama masa 1 (satu) tahun kalender (1 Januari sampai dengan 31 Desember) bagi pengadaan kumpulan kebutuhan barang/jasa dengan masa Kontrak lebih dari 12 (dua belas) bulan.

Jasa perencanaan pembangunan desain awal (front end engineering design/FEED). untuk dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan atau penyediaan barang. Pelaksana Kontrak jasa pembangunan desain awal (front end engineering design/FEED) tidak dapat mengikuti Pengadaan barang dan jasa pelaksanaan konstruksi atau jasa pengawasan dari paket pekerjaan yang sama. 88 . Khusus untuk pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi: a. c. yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang. b. Surat Keterangan Domisili.Buku Kedua . Memiliki: a. b. Ketentuan ini tidak dikenakan bagi Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil. dan 5% (lima persen) dari nilai rencana Kontrak pekerjaan penyediaan barang atau Jasa Lainnya. Persyaratan kualifikasi penyedia Jasa Konsultansi: 1. Akte pendirian perusahaan berikut perubahannya yang disahkan oleh instansi/departemen yang berwenang. 5.4. Nilai dukungan pendanaan dari Bank Umum sekurang-kurangnya 10% (sepuluh persen) dari nilai rencana Kontrak untuk pekerjaan Jasa Pemborongan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 12. Surat izin usaha pada bidang usahanya yang masih berlaku. Untuk paket pekerjaan yang bersifat kompleks dapat dipersyaratkan keharusan memiliki surat keterangan dukungan pendanaan dari bank umum. dengan mengutamakan penggunaan Bank BUMN/BUMD. pengadaan barang dan pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan secara terintegrasi dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos. 14. 13. Pelaksana Kontrak jasa pengawasan tidak dapat mengikuti Pengadaan jasa perencanaan awal (front end engineering design/FEED) atau pengadaan barang dan jasa pelaksanaan konstruksi dari paket pekerjaan yang sama.4. c.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

2.

3.

4.

5.

Memberikan surat pernyataan bahwa: a. Tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak bangkrut, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan, tidak sedang menjalani sanksi pidana; b. Tidak sedang dalam proses berperkara di lembaga peradilan atau badan arbitrase dengan Kontraktor KKS bersangkutan dan/atau BPMIGAS; Dalam hal penyedia Jasa Konsultansi akan melakukan kemitraan dalam bentuk Konsorsium, wajib mempunyai perjanjian kerjasama kemitraan yang memuat antara lain persentase kepemilikan, hak dan tanggung jawab para pihak, serta perusahaan yang mewakili kemitraan Konsorsium/joint venture (lead firm) tersebut; Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir, dibuktikan dengan copy bukti pelunasan PPh Pasal 25 atau Pasal 21/Pasal 23 dan PPN; Mempunyai pengalaman menyelesaikan pekerjaan konsultansi sejenis di industri perminyakan maupun diluar industri perminyakan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir sebagai pelaksana utama, sebagai anggota Konsorsium/joint venture maupun sebagai sub kontraktor; kecuali untuk pekerjaan konsultansi sampai dengan nilai Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat); Memiliki kinerja baik dan tidak masuk dalam kelompok penyedia Jasa Konsultansi yang terkena sanksi pada Kontraktor KKS yang bersangkutan; Termasuk dalam golongan penyedia Jasa Konsultansi yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan, yang dibuktikan dengan neraca tahun terakhir; Penyedia Jasa Konsultansi usaha kecil termasuk koperasi kecil harus memiliki bidang usaha sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan; Penyedia Jasa Konsultansi usaha besar harus dapat menunjukkan bukti pengalaman menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan. Bilamana diperlukan dapat disyaratkan untuk memiliki Kemampuan Dasar (KD) yang mencukupi.

6.

7.

8.

9.

89

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

Formula penghitungan adalah sebagai berikut: a. KD = 3 NPt, dengan pengertian: KD = kemampuan dasar, nilai KD minimal sama dengan perkiraan nilai pengadaan; NPt = nilai pengalaman tertinggi pekerjaan pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan, yang telah diselesaikan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir; b. Dalam hal Konsorsium, yang diperhitungkan adalah jumlah kemampuan dasar dari perusahaan yang bermitra. c. Perhitungan Kemampuan Dasar (KD) harus diserahkan sebagai lampiran dokumen penawaran. d. Prosedur dan contoh penghitungan Kemampuan Dasar (KD) dapat dilihat pada Lampiran PQ-002 10. Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. 11. Tenaga ahli yang akan ditugaskan untuk melaksanakan pekerjaan Jasa Konsultansi memenuhi persyaratan antara lain: a. Lulus perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi oleh instansi berwenang, atau perguruan tinggi luar negeri yang telah disahkan/ diakui oleh instansi pemerintah yang berwenang di bidang pendidikan tinggi, dibuktikan dengan copy ijazah dan/atau memiliki sertifikat keahlian terkait; dan b. Mempunyai pengalaman di bidangnya yang dituangkan dalam daftar riwayat hidup (curriculum vitae) yang dapat dipertanggungjawabkan, ditandatangani oleh yang bersangkutan, dan dalam hal yang bersangkutan adalah pekerja harus diketahui oleh pimpinan perusahaan. c. Tenaga ahli asing harus memenuhi ketentuan di bidang ketenagakerjaan dan keimigrasian yang berlaku. 12. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos.

90

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

5.5. KETENTUAN LAIN 5.5.1. Penyedia Barang/Jasa yang keikutsertaannya menimbulkan Pertentangan Kepentingan bagi Kontraktor KKS dan/atau Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau Pejabat Berwenang dan/atau Pengguna akhir, dilarang menjadi peserta pengadaan. 5.5.2. Hubungan istimewa: 1. Penyedia Barang/Jasa yang memiliki hubungan istimewa dengan Penyedia Barang/Jasa Lainnya, tidak diperbolehkan secara bersama-sama menjadi peserta dalam satu paket pengadaan. Hubungan istimewa antara lain dapat dilihat dari status kepemilikan dan/atau kepengurusan, termasuk kuasa perusahaan-perusahaan peserta pengadaan oleh orang yang sama. 2. Pada dasarnya ketentuan angka 1. di atas tidak diberlakukan bagi Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD). 3. Kondisi hubungan istimewa tersebut harus dapat diidentifikasi pada tahap pendaftaran peserta pengadaan. Apabila hal tersebut baru diketahui setelah pembukaan dokumen penawaran, maka perusahaan-perusahaan tersebut harus menetapkan salah satu perusahaan yang akan tetap menjadi peserta pengadaan sedangkan perusahaan lainnya lainnya yang memiliki hubungan istimewa tersebut harus mengundurkan diri tanpa dikenakan ketentuan pencairan jaminan penawaran. 5.5.3. Pegawai negeri, pegawai Bank Indonesia (BI), pegawai BHMN/ BUMN/BUMD dan pekerja Kontraktor KKS tidak dapat ikut serta sebagai Penyedia Barang/Jasa kecuali bertindak sebagai yang mewakili BUMN/BUMD. 5.5.4. Dalam 1 (satu) paket pengadaan, perusahaan pendukung (principal) hanya dapat memberikan dukungan pemasokan barang atau pengerjaan pekerjaan jasa bagi 1 (satu) peserta pengadaan. 5.6. DAFTAR PENYEDIA BARANG/JASA MAMPU 5.6.1. Dalam rangka penyederhanaan pelaksanaan pengadaan, Kontraktor KKS menyusun Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM). Daftar tersebut berisi semua data pokok tentang Penyedia Barang/Jasa yang diperlukan sebagai acuan dalam menetapkan kemampuan Penyedia Barang/Jasa untuk dapat mengikuti kegiatan pengadaan melalui penilaian kualifikasi atas golongan, bidang dan sub bidang.

91

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

5.6.2. Penyedia Barang/Jasa dapat mendaftarkan diri untuk terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu kepada Kontraktor KKS dengan menyerahkan data administrasi yang diperlukan antara lain: 1. 2. Akte pendirian dan/atau akte perubahan perusahaan yang sudah disahkan; Surat Izin Usaha sesuai dengan bidang usahanya yang diwajibkan menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku; Data perusahaan (lihat lampiran PQ-001); Fotocopy NPWP; Daftar pengalaman dan/atau pekerjaan; menyelesaikan penyediaan barang

3. 4. 5. 6.

Neraca perusahaan tahun terakhir.

5.6.3. Kontraktor KKS melakukan penilaian kemampuan dasar (KD) perusahaan Penyedia Barang/Jasa, berdasarkan data administrasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa. Kontraktor KKS dapat melakukan verifikasi dan penelitian atas kebenaran data yang diserahkan oleh calon Penyedia Barang/Jasa, termasuk penelitian domisili usaha. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang dinyatakan memenuhi syarat, dicatat dalam DPM dan diberi Tanda Daftar (TD) oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. 5.6.4. Penyedia Barang/Jasa yang telah terdaftar wajib menyerahkan data-data terbaru yang berlaku menggantikan data yang kadaluwarsa. 5.6.5. Dalam proses pengadaan, Kontraktor KKS dapat menggunakan DPM sebagai acuan tanpa harus meminta lagi data yang diperlukan dari Penyedia Barang/Jasa yang sudah terdaftar dalam DPM. Penyedia Barang/Jasa cukup melampirkan foto copy TD dan tambahan dokumen lain yang diperlukan. 5.6.6. Kontraktor KKS dapat menggunakan DPM dari Kontraktor KKS yang lain untuk keperluan proses pengadaan. 5.7. Ketentuan lebih rinci tentang batas nilai pengadaan yang dapat diikuti oleh usaha besar dan persyaratan kualifikasi usaha besar akan diatur sebagai tambahan ketentuan atas pedoman ini.

92

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

BAB VII HARGA PERHITUNGAN SENDIRI / OWNER ESTIMATE

Dalam setiap proses pengadaan barang/jasa, Kontraktor KKS harus mempersiapkan Harga Perhitungan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) yang dikalkulasikan secara keahlian (profesional). Pada dasarnya HPS/OE harus sudah tersedia pada saat proses lelang dimulai, kecuali untuk Pekerjaan Bersifat Kompleks, HPS/OE harus sudah tersedia dan disahkan oleh Pejabat Berwenang pada saat pembukaan penawaran harga.

93

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

1. KETENTUAN UMUM 1.1. 1.2. 1.3. HPS/OE disusun dengan mempertimbangkan harga Produksi Dalam Negeri. HPS/OE dibuat dengan mengacu kepada harga pasar yang sewajarnya berlaku pada saat penyusunan HPS/OE. Nilai total HPS/OE tidak bersifat rahasia setelah pembukaan penawaran harga. Rincian HPS/OE bersifat rahasia bagi peserta pengadaan. Dalam hal pembukaan penawaran harga dihadiri oleh peserta pengadaan, Panitia Pengadaan/Tim Internal memberitahukan nilai total HPS/OE kepada peserta pengadaan. Pemberitahuan hanya dilakukan apabila jumlah penawaran harga yang sah memenuhi syarat untuk dievaluasi lebih lanjut. HPS/OE digunakan sebagai salah satu acuan penilaian dalam menetapkan calon pemenang.

1.4.

1.5.

2. TATA CARA DAN DASAR PENYUSUNAN 2.1. HPS/OE disusun dan ditandatangani oleh fungsi yang merencanakan pengadaan barang/jasa (pengguna/user, fungsi perencana, pengadaan/procurement) dan disahkan oleh Pejabat Berwenang. HPS/OE disusun secara cermat, dengan acuan antara lain: Harga barang/jasa Produksi Dalam Negeri dan luar negeri yang diperoleh secara langsung, melalui internet atau melalui media lainnya. Dalam hal barang sudah diproduksi di dalam negeri, HPS/OE dibuat berdasarkan harga pasar dalam negeri dan dibandingkan dengan rata-rata harga internasional yang wajar dengan kondisi cost insurance and freight (CIF) pelabuhan tujuan akhir di Indonesia ditambah dengan preferensi harga bagi barang Produksi Dalam Negeri berdasarkan pencapaian TKDN barang Produksi Dalam Negeri.

2.2. 2.2.1.

2.2.2.

94

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Rumusan penghitungan sebagai berikut: HPS/OE = [Harga barang Produksi Dalam Negeri + {Harga barang produksi luar negeri x (100% + Pb)}] / 2 Dimana: Pb = Persentase preferensi harga berdasarkan TKDN bagi barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN tertinggi dan minimal sama dengan 25%.

2.2.3.

Daftar harga atau penawaran harga pabrik, agen tunggal atau agen yang ditunjuk oleh pabrik, toko, bengkel, fabrikator atau sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan. Hasil analisa harga satuan pekerjaan (cost structure). Harga pembelian/Kontrak terakhir dengan perkembangan harga dan/atau faktor inflasi. Perkiraan harga yang disusun oleh konsultan; Sumber informasi tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan. HPS/OE tidak memasukkan biaya tak terduga, biaya lain-lain, pajak penghasilan Penyedia Barang/Jasa dan pajak pertambahan nilai (PPN). Bagi pekerjaan jasa memperhitungkan keuntungan dan risiko, namun harus dihindarkan perhitungan keuntungan ganda. Bagi pengadaan barang, perhitungan HPS/OE memperhitungkan seluruh komponen biaya sampai dengan pelabuhan tujuan/ tempat penyerahan akhir. Apabila untuk keperluan pengadaan barang di dalam negeri diperlukan pembanding dengan harga di luar negeri, dapat dilakukan dengan cara price built up dengan harga dasar free on board (FOB). Contoh perhitungan sesuai Lampiran CP-001. memperhatikan

2.2.4. 2.2.5. 2.2.6. 2.2.7. 2.3.

2.4. 2.5.

2.6.

95

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

BAB VIII DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA

96

1.2.2.3. 1. 1. 1.3. Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa terdiri dari: Dokumen penilaian kualifikasi. Penggunaan bahasa Inggris dimungkinkan untuk istilah atau spesifikasi teknis barang/jasa atau yang terkait dengan gambargambar teknis. 97 .1.3. 1.3.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.1.1.3. dan Dokumen Pengadaan RUJUKAN PERATURAN: Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa harus secara jelas menyatakan rujukan peraturan dan persyaratan pengadaan yang tunduk pada ketentuan yang diatur dalam pedoman ini dan peraturan perundangan terkait. BAHASA DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA: Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa menggunakan bahasa Indonesia atau 2 (dua) bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. 1. Jika terdapat perbedaan penafsiran mengenai hal-hal yang diatur dalam 2 (dua) bahasa tersebut. STRUKTUR DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 1. 1. maka harus ditegaskan hanya 1 (satu) bahasa yang mengikat secara hukum yaitu bahasa Indonesia.1.2.

2.2.3.3. Pada tahap evaluasi administrasi. 2. dokumen penilaian kualifikasi juga memuat waktu dan tempat pengambilan serta pemasukan dokumen isian kualifikasi. 2.1. tentang kualifikasi penyedia barang/jasa. Penilaian kualifikasi diselesaikan. peralatan. 98 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.2.1. Metoda penilaian. pengalaman.2. Dokumen persyaratan kualifikasi dimasukkan sebagai bagian dari persyaratan administrasi dokumen penawaran. 2.4. dilakukan setelah evaluasi harga 2. Tata cara penilaian kualifikasi. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan pascakualifikasi: 2. sebagaimana diatur dalam bab VI angka 5. Persyaratan kualifikasi.1. tenaga kerja. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus meyakini bahwa semua persyaratan kualifikasi telah disertakan sebagai bagian dari kelengkapan penawaran secara lengkap. penilaian aspek administrasi. permodalan.4. 2.1. Persyaratan golongan calon peserta. Dokumen isian penilaian kualifikasi dapat dilihat dalam lampiran PQ-001.3.1.3.3.1. Dokumen penilaian kualifikasi sekurang-kurangnya memuat: 2. 2.Buku Kedua .3.1. DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI 2. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan Prakualifikasi. mempergunakan metoda sistim gugur atau sistim nilai.

Syarat Penyedia Barang/Jasa.3.2. tanggal. 3. 3. Tempat. 3.2. Metoda dan tata cara evaluasi. dan waktu pemberian penjelasan mengenai dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa. DOKUMEN PENGADAAN 3.1. Ketentuan umum: 1. nomor telepon/facsimile/e-mail Panitia Pengadaan/ Tim Internal. 3. INSTRUKSI KEPADA PESERTA PENGADAAN (IKPP)/ INSTRUCTION TO BIDDERS (ITB) Instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB) antara lain terdiri dari: 3. dan Instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB). hari. Dokumen Pengadaan terdiri dari: Undangan kepada Penyedia Barang/Jasa. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan pascakualifikasi. Bentuk surat penawaran dan cara penyampaiannya. Alamat. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan Prakualifikasi.1. Tempat.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. tanggal. Alamat tujuan pengiriman dokuman penawaran. dan waktu penyampaian dokumen penawaran. 3. dan waktu untuk memperoleh dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa. 4.1.1. 2. 4.2.1. 3. 3.3. 3. 2. hari. undangan kepada Penyedia Barang/Jasa yang lulus Prakualifikasi disampaikan secara tertulis atau melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS. 99 .2.2. UNDANGAN KEPADA PENYEDIA BARANG/JASA Undangan kepada Penyedia Barang/Jasa sekurang-kurangnya memuat: 1. undangan disampaikan secara tertulis atau melalui pengumuman Kontraktor KKS kepada Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dan memenuhi persyaratan.2. hari. 3. tanggal. Tempat.1.3.

3. Surat jaminan keaslian dokumen penawaran dan dokumen pendukungnya. menggunakan barang-barang ilegal dan melanggar etika bisnis. Ketentuan pemutusan Kontrak. Ketentuan yang menyatakan tidak akan melakukan praktekpraktek monopoli dan persaingan tidak sehat. Surat Penawaran harus ditanda tangani oleh pejabat yang memiliki kewenangan menurut anggaran dasar perusahaan atau kuasanya. termasuk rujukan/dasar hukum negara yang digunakan dalam penyelesaian perselisihan. Tata waktu dan tempat pelaksanaan pengadaan. Ketentuan mengenai pemberian penghargaan (apabila ada). 8. Syarat teknis. Ketentuan tentang tata cara penyelesaian perselisihan. Syarat administrasi Persyaratan administrasi yang terdiri dari: 1.Buku Kedua . antara lain: 1. 3. dan tempat untuk penyelesaian 11. Masa berlaku penawaran. Pengertian/batasan substansi penawaran (mandatory atau optional) harus dicantumkan dengan jelas pada Dokumen Pengadaan. 12. 3. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. 10. 9.3. 7. Ketentuan pemanfaatan fasilitas impor. 14. Sanksi kepada Penyedia Barang/Jasa yang sanggahannya ternyata tidak benar.2. 6. Sanksi administrasi dan/atau finansial dalam hal Penyedia Barang/Jasa tidak memenuhi kewajiban. Metoda negosiasi. 2. Lingkup pekerjaan. Penentuan forum perselisihan. 15.3. 13. 100 . 16. 3. Jenis dan uraian pekerjaan yang harus dilaksanakan termasuk kerangka acuan kerja dalam hal Jasa Konsultansi. Dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. dan/atau melanggar ketentuan.

sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Keharusan menggunakan semaksimal mungkin hasil produksi dan kompetensi dalam negeri dengan menyampaikan program penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa. Keharusan untuk melampirkan fotocopy SKUP yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dan sertifikat TKDN yang diterbitkan olehj instansi pemerintah yang membidangi perindustrian dalam pengadaan barang. bagi peserta yang menawarkan barang dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. Status sebagai barang/jasa spesifik. Ketentuan tentang cara melaksanakan pekerjaan dan syarat-syarat khusus yang diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan. c. b. d. Dalam hal pengadaan barang wajib dipergunakan. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Spesifikasi teknis dan gambar-gambar tidak mengarah kepada merek/produk tertentu. barang/jasa standar dan/atau approved brands. 6. 7. Ketentuan tentang prosedur penilaian fisik (apabila diperlukan). Dikecualikan dari ketentuan ini adalah barang/jasa spesifik. 101 . Ketentuan tentang tata cara pengawasan pemenuhan komitmen TKDN serta sanksi apabila komitmen pemenuhan TKDN tidak dapat dipenuhi. Persyaratan TKDN: a. standar atau approved brands harus telah dinyatakan secara tertulis sebagai bagian dari kebijakan (policy) pengelolaan rantai suplai Kontraktor KKS dan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS. 5. Persyaratan persentase minimal TKDN yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan. ketentuan untuk melampirkan fotocopy SKUP dan sertifikat TKDN berlaku bagi peserta pabrikan atau agen tunggal yang mewakili pabrikan yang menawarkan barang dengan TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih. Jenis dan mutu bahan yang disyaratkan.

b. Penawaran harus mencantumkan jumlah (volume/ quantity) dari setiap barang/jasa yang tercakup dalam paket pekerjaan. Surat penawaran komersial ditandatangani pejabat yang memiliki kewenangan menurut anggaran dasar perusahaan atau kuasanya dan dibubuhi dengan meterai dengan nilai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. sesuai dengan permintaan atau sesuai dengan yang telah disepakati dalam tahap evaluasi dan/atau negosiasi teknis. Apabila tanpa dilengkapi dengan penjelasan. 3.4. b. dianggap tidak menawarkan jenis barang/jasa dimaksud. Jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price) setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran bersifat pasti dan tidak boleh diubah. Penawaran harus juga dilengkapi dengan harga satuan untuk setiap jenis (item) barang/jasa/pekerjaan. 102 . 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. Penawaran harus dilengkapi dengan daftar rincian jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price). 2. Ketentuan khusus untuk Kontrak bersifat lumpsum: a. c. 3. Jenis barang/jasa yang tidak diberi harga satuan. 9. d.3. Penawaran untuk Kontrak berdasar harga satuan: a. Ketentuan tentang diijinkan atau tidak diijinkannya memasukkan penawaran alternatif. Daftar jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price) setiap jenis (item) barang/jasa harus diisi dengan penuh dan lengkap.Buku Kedua . antara lain bahwa jenis pekerjaan tersebut sudah tercakup dalam komponen lain. berikut nilai total penawaran untuk seluruh paket. kecuali diizinkan memasukkan penawaran hanya sebagian (partial). Syarat Komersial: 1. Jenis mata uang penawaran. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan. dalam dokumen penawaran harus dilengkapi dengan penjelasan. Ketentuan tentang diijinkan atau tidak diijinkannya memasukkan pengecualian dan penawaran bersyarat.

Nilai denda tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi berdasarkan Kontrak Kerja Sama. Kontraktor KKS wajib melaksanakan pembayaran dalam masa tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kerja. dari nilai tagihan yang terlambat dibayarkan. c. Pada Kontraktor KKS tahap produksi. • • 103 . transaksi pembayaran dilakukan melalui rekening pembayar dan rekening penerima pada Bank Umum berstatus BUMN/BUMD. 7. Ketentuan bahwa pembayaran akan dilaksanakan kepada Penyedia Barang/Jasa melalui rekening bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional. Sistim evaluasi harga yang akan digunakan dan ketentuan tentang normalisasi harga (apabila akan diterapkan). Para pihak yang mengikat diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia baik sebagai rekening pembayar maupun sebagai rekening penerima. Tata cara pembayaran: a. Jangka waktu pembayaran. Apabila Kontraktor KKS terlambat memenuhi kewajiban pembayaran dari jangka waktu yang ditentukan dalam Kontrak. • Kontraktor KKS wajib menyelesaikan verifikasi atas dokumen penagihan dalam waktu maksimal 15 (lima belas) hari kerja. Apabila dokumen penagihan diketemukan kurang lengkap dan/atau tidak benar dikembalikan kepada Penyedia Barang/Jasa paling lambat pada akhir masa verifikasi. Pola konversi mata uang yang akan diberlakukan dalam hal peserta pengadaan diizinkan untuk meyampaikan penawaran dalam mata uang yang berbeda-beda. 6. b. Penyedia Barang/Jasa dapat mengenakan denda atas keterlambatan pembayaran sebesar 1‰ (satu per mil) per hari kalender keterlambatan. terhitung 1 (satu) hari setelah masa verifikasi berakhir.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.

masa berlaku.7. pernyataan TKDN dalam penawaran harga pada dasarnya harus sama dengan hasil kesepakatan pada evaluasi teknis atau negosiasi teknis. 3.9.Buku Kedua . masa berlaku. dan persyaratan jaminan pelaksanaan.3. maka Penyedia Barang/Jasa terkait dikenakan sanksi merah. Persentase. Persyaratan K3LL sesuai ketentuan yang berlaku. 10. d. 11. Konsep Kontrak sebagaimana diatur pada bab XIII dalam pedoman ini. dan persyaratan jaminan penawaran. dilengkapi dengan informasi tambahan. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim dua sampul.3. Kewajiban Penyedia Barang/Jasa kepada sub kontraktor Perusahaan Dalam Negeri: • Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan/ pemasok barang harus memenuhi kewajiban pembayaran kepada sub kontraktor Perusahaan Dalam Negeri sesuai ketentuan dalam kontrak antara Penyedia Barang/Jasa dengan sub kontraktor.8. pembetulan kesalahan atau perubahan atas IKPP yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari IKPP. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim dua tahap. 104 . pernyataan TKDN dalam penawaran harga pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 3.3. 8. Persentase. penjelasan. Persentase. 3.3. 3.6. dan/atau tanggal penyerahan barang/jasa. masa berlaku. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan. Risalah rapat penjelasan pelelangan (apabila ada). 9. • Dalam hal Penyedia Barang/Jasa lalai atau gagal memenuhi kewajiban yang diperjanjikan kepada sub kontraktor dan digugat oleh sub kontraktor ke pengadilan atau arbitrase. dalam penawaran teknis maupun dalam penawaran harga. Ketentuan untuk menyatakan besaran tingkat komponen dalam negeri. Ketentuan tentang denda atas keterlambatan penyerahan barang dan/atau penyelesaian pekerjaan. dan persyaratan jaminan pemeliharaan (jika diterapkan).5.3.

000. 4.000.1.1.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk nilai perkiraan pengadaan lebih besar dari Rp1. BIAYA PENGGANTIAN DOKUMEN PENGADAAN 4.000.00 (lima milyar rupiah) atau sampai dengan US$ 500. Biaya penggantian Dokumen Pengadaan tersebut dapat diambil kembali apabila Kontraktor KKS membatalkan pelelangan sebelum penunjukan pemenang. Sebesar Rp250.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan Rp5.000. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah biaya yang telah dipungut.000.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). Pada saat pengambilan dokumen instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB) dalam pelaksanaan pelelangan dan pemilihan langsung.000. Biaya penggantian Dokumen Pengadaan dapat tidak dipungut apabila proses pengadaan dilakukan dengan metode e-Bidding.00 (lima ratus ribu rupiah) untuk nilai perkiraan pengadaan lebih besar dari Rp5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Penyedia Barang/Jasa dipungut biaya penggantian Dokumen Pengadaan sebagai berikut: 4. 105 .1.2. Pengambilan kembali biaya penggantian Dokumen Pengadaan dilakukan dengan cara mengembalikan Dokumen Pengadaan dan menunjukkan bukti pembayaran asli.1. 4. Biaya penggantian Dokumen Pengadaan dibukukan ke rekening Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi.2.000.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.000.4. Sebesar Rp500.000. 4.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000.3. 4.000.000.

.

106 . Demikian juga bagi Kontrak yang bernilai setara dengan nilai pelelangan dilengkapi dengan surat jaminan pelaksanaan. pada masa pemeliharaan. Khusus bagi Kontrak jasa konstruksi. Penyedia Barang/Jasa harus menangguhkan sebagian tagihan pembayaran atau menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebagai jaminan pelaksanaan kewajiban pemeliharaan.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB IX JAMINAN Pada dasarnya untuk setiap penawaran harga dalam proses pelelangan atau penawaran harga melalui metode pengadaan lainnya yang bernilai setara dengan nilai pelelangan didukung dengan surat jaminan penawaran.

2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. 1.1. 1. 1. Memiliki izin dari Menteri Keuangan untuk menerbitkan surety bond.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) dapat disyaratkan untuk menyerahkan jaminan penawaran.1. Apabila jaminan penawaran yang diserahkan lebih besar dari 3% (tiga persen) tidak menyebabkan diskualifikasi.4. Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan penawaran.2. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. 1. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD. dalam hal: Pengadaan barang/jasa dilakukan dengan metoda pelelangan. Perusahaan asuransi harus: a.1.3. Jenis mata uang jaminan penawaran harus sama dengan jenis mata uang yang digunakan dalam penawaran.2. harus memenuhi kriteria berikut: 1.3. Harus membuat surat pernyataan kesediaan membayar klaim asuransi sebesar nilai pertanggungan segera pada saat diminta oleh Kontraktor KKS. b.2.3.000. 1. Apabila diterbitkan oleh perusahaan asuransi. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia atau diterbitkan oleh perusahaan asuransi dalam negeri. Mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) dan direasuransikan kepada perusahaan asuransi di luar negeri yang bonafid sesuai keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia yang berlaku.1. 1. Pengadaan dengan metoda pemilihan langsung atau penunjukan langsung sebagai tindak lanjut dari pelelangan gagal.000. 107 1.000. .00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih dari US$50. KETENTUAN JAMINAN PENAWARAN: Nilai jaminan penawaran adalah antara 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen) dari harga penawaran.3.3.3. JAMINAN PENAWARAN 1. 1.1. Pengadaan barang/jasa yang dilakukan dengan metoda pemilihan langsung dengan nilai lebih dari Rp500.

Jaminan penawaran harus berupa polis penjaminan dalam bentuk: a.Buku Kedua . Counter bank guarantee (CBG).3. Dalam surat jaminan penawaran.5.3. Permintaan perpanjangan masa laku jaminan penawaran disampaikan kepada peserta pengadaan atau pemenang pengadaan paling lambat 5 (lima hari kerja) sebelum masa laku jaminan penawaran berakhir. Penjamin bersedia mencantumkan persyaratan unconditional bond. Nama Penyedia Barang/Jasa yang tercantum dalam surat jaminan penawaran harus sama dengan nama penawar. Surat jaminan penawaran harus dijamin keasliannya dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi penerbit surat jaminan.3.6. 1.3.7. 1. nilai jaminan dicantumkan dalam angka dan huruf. 1.3. maka Kontraktor KKS harus meminta Penyedia Barang/Jasa untuk memperpanjang masa berlaku jaminan penawaran untuk kurun waktu sampai dengan perkiraan terbitnya Kontrak. sehingga dapat dicairkan tanpa menunggu penyelesaian antara pihak penjamin dengan pihak prinsipal/Penyedia Barang/ Jasa sesuai pasal 1832 KUH Perdata dan menyimpang dari pasal 1831 KUH Perdata. 108 . 1. atau b. Nama Kontraktor KKS yang melaksanakan pengadaan harus tercantum di dalam jaminan penawaran sebagai yang menerima jaminan penawaran. maka penawaran dinyatakan diskualifikasi. Jaminan penawaran (bid bond). Nilai tersebut dalam angka harus sama dengan yang dinyatakan dalam huruf. 4. Masa berlaku jaminan penawaran tidak kurang dari jangka waktu berlakunya penawaran. Apabila masa berlaku jaminan penawaran sudah habis sedangkan evaluasi penawaran belum selesai atau Kontrak belum dapat diterbitkan.9. 1. Apabila nilai yang tercantum dalam angka berbeda dengan yang tercantum dalam huruf. yaitu jaminan penawaran yang dikeluarkan oleh Bank Umum berdasarkan jaminan asuransi kerugian yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi.8.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.

Judul dan nomor paket pengadaan yang tercantum dalam jaminan penawaran harus sama seperti judul dan nomor paket pengadaan.3. Dalam hal jaminan penawaran (bid bond) dibatalkan secara sepihak oleh Penyedia Barang/Jasa sebelum masa berlakunya habis. Apabila dalam evaluasi penawaran diketahui ada peserta pengadaan menggunakan jaminan penawaran yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan tersebut pada angka 1.13. maka peserta pengadaan diminta untuk mengganti jaminan penawaran dalam waktu tidak lebih dari 5 (lima) hari kerja. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud. 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. 1.3.3.11.3. 1.10.14.3. 1. maka untuk selanjutnya jaminan penawaran yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud tidak dapat diterima. Dalam hal Kontraktor KKS mengajukan permintaan pencairan jaminan dan tidak dapat mencairkan dengan segera atau paling lambat dalam masa 3 (tiga) bulan.3. di atas.12. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa membatalkan penawaran atau mengundurkan diri dalam masa berlakunya penawaran. jaminan penawaran dicairkan dan masuk ke dalam kas Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi.12. Jaminan penawaran dari perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud baru dapat diterima 12 (dua belas) bulan setelah perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud melunasi kewajibannya yang tertangguhkan. Setiap 3 (tiga) bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah dan nilai jaminan penawaran yang telah dicairkan. 109 . kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi merah.

b.3. perkantoran atau 2.1. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah selama jangka waktu Kontrak atau untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Jaminan pelaksanaan bagi penawaran yang nilainya lebih kecil dari 80% (delapan puluh persen) terhadap HPS/OE.4. 2. dapat dikenakan jaminan pelaksanaan lebih dari 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen). Kontrak jasa asuransi.2.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50.000. 2. 2. perumahan.1. 110 . 2.Buku Kedua . Untuk kegiatan/pekerjaan berisiko tinggi. dinaikkan menjadi sekurang-kurangnya 5% (lima persen) sampai 10% (sepuluh persen) terhadap 80% (delapan puluh persen) HPS/OE. Sebelum penanda-tanganan Kontrak yang bernilai lebih besar dari Rp500.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.2. 2.4.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan pelaksanaan. 2. Pada tahun ke-1 (kesatu) : a. Pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Kontraktor KKS. 2. jaminan penawaran dari pemenang yang bersangkutan dikembalikan. Ketentuan jaminan pelaksanaan: Nilai jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari nilai Kontrak.2. Untuk Kontrak pengadaan barang/jasa dengan Kontrak tahun jamak jaminan pelaksanaan dapat ditetapkan sebagai berikut : 1.4.1.3. 2. Pada tahun ke-2 (kedua) dan/atau tahun berikutnya: a.000.2.2. Ketentuan tentang kewajiban menyerahkan jaminan pelaksanaan dapat tidak diterapkan pada: Kontrak penyewaan pergudangan.4. JAMINAN PELAKSANAAN 2. Nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap total nilai Kontrak. Nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap sisa nilai Kontrak.

4. 2.5.12. Untuk Kontrak call off order nilai jaminan pelaksanaan ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap perkiraan pemakaian per tahun yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. 2. Nilai jaminan dicantumkan dalam angka dan huruf. Nama Penyedia Barang/Jasa yang tercantum dalam jaminan pelaksanaan harus sama dengan nama pelaksana. Jenis mata uang (currency) jaminan pelaksanaan harus sama dengan jenis mata uang yang digunakan dalam Kontrak. 2.9.4. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia.4. 2. Dalam hal masa berlaku jaminan pelaksanaan ditetapkan 1 (satu) tahun.10.4.11. 2. Nama Kontraktor KKS pemilik pekerjaan harus tercantum di dalam jaminan pelaksanaan sebagai yang menerima jaminan pelaksanaan. Nilai dalam angka harus sama dengan nilai yang dinyatakan dalam huruf. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan harus dicantumkan pada Dokumen Pengadaan. dijelaskan pada rapat penjelasan dan tercantum dalam kontrak. termasuk masa pembuktian pencapaian TKDN pekerjaan jasa.7. ditambah sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan. 2. Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan jaminan pelaksanaan tahun berikutnya.4. 2. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. 111 . maka paling lambat 2 (dua) minggu sebelum berakhirnya masa berlaku jaminan pelaksanaan.4.4. 4. 2. 3.8.4.4. 2.6. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah selama sisa jangka waktu Kontrak atau untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Besaran persentase jaminan pelaksanaan tidak berubah selama masa pelaksanaan Kontrak.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah sama dengan masa penjaminan.4. Untuk Kontrak lumpsum dan/atau Kontrak turnkey nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap keseluruhan nilai selama jangka waktu Kontrak.

sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud.14. 2. maka untuk selanjutnya jaminan pelaksanaan yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud tidak dapat diterima.17. Dalam hal jaminan pelaksanaan (performance bond) dibatalkan secara sepihak oleh Penyedia Barang/Jasa sebelum masa berlakunya habis. maka jaminan pelaksanaan dicairkan dan masuk ke dalam kas Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi. Penyedia Barang/Jasa harus membuat pernyataan yang menjamin keaslian jaminan pelaksanaan yang ditandatangani oleh pemimpin perusahaan atau pejabat lain yang memiliki kewenangan sesuai dengan akte pendirian perusahaan dan perubahannya.4. kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi merah.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Penyedia Barang/Jasa harus mengganti jaminan pelaksanaan dengan yang benar.15. 2.4.13. Apabila terdapat perbedaan. 2. Jaminan pelaksanaan dari perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud baru dapat diterima 12 (dua belas) bulan setelah perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud melunasi kewajibannya yang tertangguhkan.18.16. 2.4.4. Apabila dalam proses penandatangan Kontrak Penyedia Barang/Jasa menyerahkan jaminan pelaksanaan yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan tersebut pada 112 . dan denda keterlambatan telah mencapai maksimum namun pekerjaan dapat dilanjutkan dan diselesaikan. maka jaminan pelaksanaan tidak dicairkan. 2. Penerbit jaminan harus menyatakan bahwa jaminan pelaksanaan bisa dicairkan dengan segera sesuai pasal 1832 KUH Perdata dan menyimpang dari pasal 1831 KUH Perdata. Dalam hal Kontraktor KKS mengajukan permintaan pencairan jaminan dan perusahaan penerbit jaminan tidak dapat mencairkan dengan segera atau paling lambat dalam masa 3 (tiga) bulan. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah dan nilai jaminan pelaksanaan yang telah dipungut. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa mengundurkan diri atau oleh Kontraktor KKS dinilai tidak mampu untuk menyelesaikan pekerjaan sehingga Kontrak diputus sebelum berakhirnya masa Kontrak.4.4.19. Dalam hal terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan atau terlambat menyerahkan barang. 2.Buku Kedua .

Berdasarkan pemberitahuan dari Kontraktor KKS. Apabila dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender setelah tanggal pemberitahuan jaminan pelaksanaan tersebut tidak diambil. maka Kontraktor KKS tidak bertanggung jawab atas kehilangan. dan 2. kerusakan atau penyalahgunaan jaminan pelaksanaan tersebut. dan 3. 2. maka peserta pengadaan diminta untuk mengganti jaminan pelaksanaan dalam waktu tidak lebih dari 5 (lima) hari kerja.4. di atas.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 angka 2.18.4.20. Jaminan pelaksanaan dapat diambil Penyedia Barang/ Jasa: 1. 113 . Setelah pelaksanaan pekerjaan/penyerahan barang seluruhnya selesai. Setelah pembuktian pencapaian target TKDN jasa disepakati.

Buku Kedua .4. 3. Dalam hal diberikan uang muka. Jaminan atas uang muka dikembalikan kepada Penyedia Barang/ Jasa pada saat dibuat berita acara penyelesaian pekerjaan tahap pertama. 3. Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan jaminan uang muka.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 3. Besarnya jaminan uang muka harus bernilai sekurang-kurangnya sama dengan jumlah uang muka yang diberikan. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD. JAMINAN UANG MUKA 3. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD.1. 114 .2.3.

JAMINAN PEMELIHARAAN 4. Apabila pekerjaan telah selesai 100% (seratus persen) maka pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa dapat dilaksanakan sebagai berikut: 4. atau 2. dapat disyaratkan untuk menahan sebagian pembayaran atas penyerahan barang atau hasil pekerjaan sebesar 5% (lima persen) dari total nilai Kontrak sebagai jaminan selama masa pemeliharaan.5. 95% (sembilan puluh lima persen) dari nilai Kontrak. Bagi pekerjaan konstruksi. Bagi Pekerjaan konstruksi yang Bersifat Kompleks: 1.3.2. sedangkan sisa 10% (sepuluh persen) merupakan retensi selama masa pemeliharaan. atau 2.4. namun Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebesar 5% (lima persen) dari nilai Kontrak. 4. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD. 4. 4. 115 . Dalam hal pekerjaan tersebut dapat dikategorikan sebagai Pekerjaan Bersifat Kompleks. Bagi Pekerjaan konstruksi yang tidak Bersifat Kompleks: 1. besarnya pembayaran terakhir yang ditahan dapat ditetapkan lebih besar dari 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen). namun Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebesar 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak. Sebagai pengganti ditahannya sebagian nilai pembayaran.3. Apabila Penyedia Barang/Jasa tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan selama masa pemeliharaan sebagaimana mestinya maka Kontraktor KKS berhak menggunakan uang retensi atau mencairkan jaminan pemeliharaan untuk membiayai perbaikan atau pemeliharaan.2. sedangkan sisa 5% (lima persen) merupakan retensi selama masa pemeliharaan. 4. 90% (sembilan puluh persen) dari nilai Kontrak. dapat disepakati kewajiban pemeliharaan dijamin menggunakan surat jaminan pemeliharaan.1.3. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. 4. 100% (seratus persen) dari nilai Kontrak. Masa berlaku jaminan pemeliharaan minimal sama dengan masa pemeliharaan.1. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia. 100% (seratus persen) dari nilai Kontrak.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.

.

pemilihan langsung. pelelangan terbatas dan pemilihan langsung wajib mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri yang memenuhi persyaratan. kartu pengadaan (procurement card).Buku Kedua . Pemilihan Penyedia Barang/Jasa melalui pelelangan umum.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB X METODA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG / JASA PEMBORONGAN / JASA LAINNYA Pada prinsipnya pemilihan Penyedia Barang/Jasa dalam pengadaan barang/ Jasa Pemborongan /Jasa Lainnya dilakukan melalui pelelangan umum. pemilihan Penyedia Barang/Jasa dapat dilakukan melalui pelelangan terbatas. Dalam keadaan tertentu sesuai ketentuan pedoman ini. 116 . penunjukan langsung. pengadaan secara elektronik (e-Procurement) atau melalui swakelola.

000.000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). 3. 1. PELELANGAN UMUM 1.2.000.1.000.1. atau barang/jasa yang mempunyai persyaratan khusus dapat dilakukan dengan hanya mengundang Penyedia Barang/Jasa usaha menengah dan usaha besar.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.2. Diikuti oleh Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi kualifikasi kompetensi dan kemampuan usaha sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 2. Dalam hal pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan. Pelelangan umum adalah pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara terbuka untuk umum.2. sekurang-kurangnya diikuti oleh 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus kualifikasi dan memasukkan penawaran. SYARAT PELELANGAN: Dilakukan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp500.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. 1.2. 117 . Dalam hal pengadaan Barang/Jasa yang menggunakan teknologi atau berisiko tinggi. 1.3. Pengadaan pekerjaan dengan nilai sampai dengan Rp1. mengacu kepada prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dengan diumumkan terlebih dahulu melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS.000.2.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50. perangkat lunak teknologi informasi (information technology software).00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat): 1.1. Dalam hal penilaian kualifikasi menggunakan sistim Prakualifikasi.000. 1. 1.4. Diutamakan bagi Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil yang terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM).2. atau spesifik (seperti bahan kimia khusus.000.2. media cetak dan apabila memungkinkan melalui media elektronik. tetap menggunakan ketentuan yang diatur dalam bab III angka 6.

dan yang memenuhi kualifikasi sekurang-kurangnya 1 (satu).5. Dalam hal penilaian kualifikasi menggunakan sistim pascakualifikasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. sekurang-kurangnya diikuti oleh 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. 118 .2. 1. 1. Dilakukan negosiasi harga apabila setelah pembukaan penawaran diketahui bahwa tidak ada satupun penawaran yang bernilai sama atau lebih rendah dibanding HPS/OE.6. TATA CARA PELELANGAN UMUM Tata cara pelelangan umum yang dimulai sejak pengumuman pelelangan sampai dengan penunjukan pemenang pengadaan mengikuti ketentuan dalam bab XI pedoman ini.Buku Kedua .2.3.

2. Pengadaan barang dengan pelelangan antar pabrikan.2. atau 4. apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar.1. PELELANGAN TERBATAS 2.2. Diketahui secara luas bahwa jumlah Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan terbatas.3. Pengumuman dimaksudkan untuk menjaring peserta lain yang memenuhi persyaratan. Dalam hal pabrikan tidak melaksanakan sendiri pemasaran produknya. kecuali: 2. Dalam pengumuman dicantumkan kriteria peserta dan nama Penyedia Barang/Jasa yang akan diundang. apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu). 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Apabila pelelangan terbatas ulang gagal.2. pelelangan dinyatakan gagal dan dilakukan pelelangan terbatas ulang. atau 2.3.1. Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar. maka pabrikan dapat menunjuk satu distributor tunggal untuk bertindak atas nama pabrikan. maka proses dilanjutkan dengan cara: 1. apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua). 2.3. 2. Apabila peserta yang mendaftar dan memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga). Metode pelelangan terbatas dapat dilaksanakan untuk pengadaan barang/jasa yang memenuhi kondisi berikut: 2. Tata cara pelelangan terbatas pada dasarnya sama seperti proses pelelangan umum. Apabila setelah diumumkan terdapat Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dan memenuhi kriteria namun tidak tercantum dalam pengumuman.1.2. atau 3. 2. Pemilihan langsung kepada penawaran yang masuk.3. Peserta yang mendaftar dan memasukkan penawaran minimal 3 (tiga). Pelelangan terbatas dilaksanakan dengan cara mengundang melalui pengumuman minimal 2 (dua) calon peserta yang memenuhi kriteria tertentu. wajib diikutsertakan.3.2. Penunjukan langsung kepada penawaran yang masuk. 119 .

proses dilanjutkan dengan penunjukan langsung kepada peserta yang memasukkan penawaran.4. Apabila setelah dilakukan negosiasi bersamaan harga penawaran hasil negosiasi masih lebih tinggi dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang melalui pengumuman semua pabrikan yang tercantum dalam buku APDN yang memenuhi persyaratan pencapaian TKDN. apabila dalam buku APDN hanya tercantum 1 (satu) pabrikan yang memenuhi persyaratan pencapaian TKDN. proses dilanjutkan melalui metode pelelangan umum dengan mengundang pabrikan dalam negeri yang menawarkan barang produksi dalam negeri dengan TKDN minimal 10% (sepuluh persen). 2.Buku Kedua . proses dilanjutkan dengan melakukan negosiasi bersamaan kepada penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan penawaran peringkat III (ketiga) berdasarkan harga evaluasi penawaran (HEP). Apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu) dilakukan penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar. Apabila peserta yang memasukkan penawaran hanya 2 (dua). Khusus untuk pengadaan barang wajib dipergunakan: 1. 6. Apabila peserta yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu). 3. Apabila pelelangan terbatas atau pemilihan langsung atau penunjukan langsung mengalami kegagalan karena setelah dilakukan negosiasi bertahap kepada penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan penawaran peringkat III (ketiga) berdasarkan harga evaluasi penawaran (HEP) masih lebih tinggi dibanding dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. 7. Apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. proses dilanjutkan dengan pemilihan langsung kepada peserta yang memasukkan penawaran. 5.3. 120 . proses dilanjutkan dengan pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat mencantumkan dalam pengumuman hanya 1 (satu) pabrikan.

atau b. Apabila proses pelelangan umum mengalami kegagalan. Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar. atau c.4. apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu). Penunjukan langsung kepada penawaran yang masuk. atau d. proses dilanjutkan dengan cara: a. Pemilihan langsung kepada penawaran yang masuk. 121 . Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar. apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua). apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). 2. Penilaian kualifikasi dilakukan dengan cara Prakualifikasi.

3. 3.00 (lima ratus juta rupiah) atau sampai dengan nilai US$50.000.2. Untuk pemasangan telepon.4. Untuk penyewaan pertama kali atau pindah lokasi fasilitas perumahan. Sebagai proses lebih lanjut atas pelelangan ulang gagal. 3.000.7.3.2. 3.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan nilai Rp500.4.000. PEMILIHAN LANGSUNG Pemilihan langsung adalah pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan mengundang sekurang-kurangnya 3 (tiga) Penyedia Barang/ Jasa. Merupakan kelanjutan proses dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua).2. dan bab X angka 2. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan gagal karena peserta yang mendaftar atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua) dan diketahui secara luas bahwa hanya terdapat 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan tersebut.2.000.1. 3. SYARAT PEMILIHAN LANGSUNG: Pemilihan langsung dilaksanakan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp50.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan apabila memenuhi salah satu kondisi berikut: 1.2. 3.Buku Kedua .000. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.3.1. 3.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) Pemilihan Langsung dengan nilai lebih besar dari Rp500.3.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50. pemasangan air untuk fasilitas perumahan dan perkantoran.a. perkantoran atau pergudangan. Pemilihan langsung dapat dilaksanakan dengan cara mengundang sekurang-kurangnya 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa. 2.1.00 (lima puluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5. apabila memenuhi salah satu keadaan berikut: Diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan hanya 2 (dua). 3.2.000. 3.3. 122 .2. pemasangan gas.000.000.3.000.2. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan atau pelelangan terbatas sebagaimana diatur pada bab III angka 7.3.1.

Dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh Pejabat Berwenang. yang apabila tidak segera dilaksanakan akan mengakibatkan kehilangan kesempatan mempertahankan tingkat produksi minyak dan/atau gas bumi atau akan menunda pelaksanaan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi. Diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan hanya 2 (dua). dalam hal: a. Dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pimpinan tertinggi setempat sesuai batas nilai kewenangannya. Merupakan kelanjutan dari proses lelang gagal karena peserta yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua) dan diketahui secara luas bahwa hanya terdapat 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan tersebut. 123 . Tata cara mengikuti ketentuan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang wajib dipergunakan. Pengadaan perabotan (furniture) Produksi Dalam Negeri untuk perumahan atau perkantoran. atau b. Merupakan pelaksanaan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang wajib dipergunakan namun jumlah yang mendaftar dan/atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua). d. Penetapan standar barang/peralatan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS. 6. dalam hal memenuhi salah satu dari keadaan berikut: a. namun dapat dipenuhi dengan beberapa merek (approved brands).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Merupakan pekerjaan mendesak sebagai akibat kejadian yang tidak terduga. c. Pelaksanaan standarisasi barang/peralatan sehingga diperlukan barang/peralatan yang sama dengan yang telah terpasang. Merupakan pekerjaan yang harus segera dilaksanakan untuk memenuhi ketentuan pemerintah dan/atau peraturan perundang-undangan yang harus segera dipatuhi. b.

Penilaian kualifikasi calon Penyedia Barang/Jasa dilakukan secara Prakualifikasi. Urutan proses sejak pemberian penjelasan sampai dengan penunjukan pemenang.6. 3.1.2.4. 3. 3.Buku Kedua .d. 124 . Penawaran yang masuk sekurang-kurangnya 2 (dua) dan yang memenuhi syarat sekurang-kurangnya 1 (satu). dalam bab ini. 3.4. Pelaksanaan negosiasi mengikuti tata cara negosiasi pada proses pelelangan umum.4.00 (lima puluh ribu dollar Amerika Serikat). sesuai batas nilai kewenangannya. 3. Pemilihan langsung dilaksanakan dengan mengundang calon Penyedia Barang/Jasa dari: 1.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa e. dengan menara pemboran (drilling rig) yang diadakan dengan metoda penunjukan langsung sebagai akibat terjadinya kelangkaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) sebagaimana diatur dalam angka 4.5. 2. 3.000. Pelaksanaan pemilihan langsung dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.2.4. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang Penyedia Barang/Jasa dengan cara mengumumkan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS atau mengirimkan surat undangan kepada Penyedia Barang/Jasa terundang. Dalam hal harga penawaran terendah sudah lebih rendah dari pada HPS/OE maka negosiasi harga hanya dilakukan kepada penawar terendah pertama. berlaku selama 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal pengumuman pemenang serta diterapkan hanya untuk paket pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp500. TATA CARA PEMILIHAN LANGSUNG: 3. Barang/jasa yang diperlukan dalam kegiatan pemboran lepas pantai (offshore).5.2. mengikuti tata cara pelelangan.4. kecuali : 1.000. Daftar Penyedia Mampu (DPM).3.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.4.4. 3. Apabila yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu) dilanjutkan dengan evaluasi sesuai dengan tata cara penunjukan langsung. Masa sanggah hanya 1 (satu) kali. Dilakukan negosiasi harga namun tidak boleh mengubah lingkup pekerjaan.000. atau 2. Sumber lain di luar DPM. Pemberian penjelasan dilakukan apabila dianggap perlu.

00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.000.00 (seratus ribu dollar Amerika Serikat).000. 5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. pembukaan penawaran dilakukan Panitia Pengadaan/Tim Internal tanpa harus dihadiri oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa. Hasil evaluasi diumumkan atau diberitahukan secara terulis kepada peserta pengadaan. 125 . Bagi paket pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000. Berita acara pembukaan penawaran ditandatangani Panitia Pengadaan/Tim Internal.000.

00 (lima ribu dolar Amerika Serikat).4.Buku Kedua .000. Proses pengadaannya tidak memerlukan persetujuan BPMIGAS terlebih dahulu.2. a.3.000.000. Pekerjaan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi sehubungan dengan telah terjadinya keadaan darurat (emergency). 2.00 (lima puluh juta rupiah) atau US$5. Untuk penunjukan langsung dengan nilai lebih besar dari Rp50.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat). c. 4.000.1.4. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan atau pelelangan terbatas sebagaimana diatur pada bab X angka 2. PENUNJUKAN LANGSUNG Pengadaan secara penunjukan langsung dilaksanakan dengan cara menunjuk langsung kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. Syarat Penunjukan Langsung: Penunjukan langsung dapat dilaksanakan untuk pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp50. Sebagai proses lanjut atas pemilihan langsung gagal karena hanya ada 1 (satu) peserta yang memasukkan penawaran.2.00 (lima puluh juta rupiah) atau US$5.2. disertai permohonan izin untuk melakukan tindakan pengadaan barang/jasa yang diperlukan untuk mengatasi keadaan tersebut.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. 4.1. b.2.000. Pada saat selesainya penanggulangan keadaan darurat (emergency) Kontraktor KKS melaporkan dan meminta untuk dilakukan audit kepada BPMIGAS bagi semua kegiatan pengadaan barang/jasa yang telah dilakukan. 126 . 4. Pimpinan tertinggi Kontraktor KKS menyatakan keadaan darurat (emergency) dan harus melaporkan ke BPMIGAS dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam. Sebagai proses lanjut atas pelelangan ulang gagal karena hanya ada 1 (satu) peserta yang memasukkan penawaran. dapat dilakukan untuk hal-hal berikut: 1.000. 3. 4. 4.

00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih dari US$5. Pekerjaan tertentu dengan dilengkapi justifikasi yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. Pekerjaan mendesak yang tidak dapat ditunda dan harus segera dilaksanakan.000. d. lebih dari 50% (lima puluh persen) saham BUMN tersebut dimiliki oleh Negara.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). lapangan penumpukan (termasuk shore base) atau pelabuhan. Dalam hal ini dapat dilakukan penunjukan langsung kepada BUMN tersebut. Pengadaan barang/jasa tertentu yang diketahui secara luas hanya dapat dilaksanakan oleh 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. b. e. c. Untuk perpanjangan masa penyewaan rumah. Pengadaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) dan barang/jasa pendukung pelaksanaan pemboran terkait dan kapal survei seismic.000. 127 .000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. dengan nilai perkiraan lebih dari Rp50.000. pada kondisi terjadi kelangkaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) atau kapal survei seismic. kantor. yang diproduksi oleh 1 (satu) perusahaan yang berstatus badan usaha milik negara (BUMN). Pengadaan jenis barang dengan penjumlahan TKDN + BMP mencapai minimal 40% (empat puluh persen). Dengan ketentuan. 6.000. sebagai akibat Keadaan Mendesak yang terjadi mendadak. Pekerjaan mendesak yang diperlukan untuk meningkatkan volume produksi minyak dan/atau gas bumi berdasarkan permintaan Pemerintah Republik Indonesia melalui BPMIGAS dan harus dipenuhi dalam waktu selama-lamanya 1 (satu) tahun. f. sedangkan di wilayah negara Republik Indonesia terdapat peralatan dimaksud dengan kemungkinan akan segera diekspor karena masa kontraknya akan segera berakhir. yaitu: a. Merupakan kelanjutan dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar hanya ada 1 (satu). gudang.

Buku Kedua . dan • Secara kumulatif waktu pelaksanaan tidak melebihi 6 (enam) bulan. antara lain pengadaan barang/jasa yang terkait dengan kepemilikan lisensi/hak kepemilikan/ proprietary right. misalnya perangkat lunak teknologi informasi termasuk jasa pemeliharaannya. sementara proses lelang atau pemilihan langsung belum selesai. 128 . Dalam hal diperlukan kesinambungan (bridging) pekerjaan yang sedang berlangsung. Untuk pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga menurut harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan dan secara teknis merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan terdahulu berdasarkan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. e. Pekerjaan tertentu dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh Pejabat Berwenang dan memenuhi sekurangkurangnya salah satu syarat sebagai berikut: a. Untuk pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dari pekerjaan yang tidak ada harga standarnya. Pengadaan barang/jasa spesifik yang hanya dapat dipenuhi oleh 1 (satu) pabrikan atau Penyedia Barang/ Jasa tertentu. dengan ketentuan: • Masa pelaksanaan paling lama hanya sampai dengan 1 (satu) hari sebelum tanggal dimulainya pekerjaan berdasar Kontrak baru. Pelaksanaan pekerjaan ini tidak boleh dilakukan secara berturutan dengan penambahan lingkup kerja (PLK) kesinambungan (bridging) pada Kontrak yang sama. d. c.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. b. tetapi sehubungan dengan homogenitasnya perlu dijaga kontinuitas pelaksanaannya sesuai dengan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. Pekerjaan tambahan yang tidak dapat dihindarkan dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan sepanjang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

yang disahkan oleh pimpinan fungsi pengguna barang/jasa. h. • Pekerjaan Jasa Konsultansi dan/atau pelatihan pekerja yang dilaksanakan penyedia Jasa Konsultansi dan dikerjakan oleh tenaga ahli yang secara pribadi per pribadi diyakini mampu memberikan hasil yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. Pekerjaan Jasa Konsultansi yang hanya dapat dilakukan oleh 1 (satu) pemegang hak cipta yang telah terdaftar atau pihak yang telah mendapat izin pemegang hak cipta. Merupakan kelanjutan dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar hanya ada 1 (satu).00 (lima milyar rupiah) atau maksimal US$500.000. dengan nilai per paket pekerjaan maksimal Rp5. Penetapan standar barang/peralatan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS.000.000. Dalam rangka uji coba penggunaan barang/peralatan hingga diperoleh hasil yang diinginkan berdasarkan analisa keekonomian dan/atau evaluasi kinerja (performance based evaluation). k. Pekerjaan Jasa Konsultansi. j.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Dalam rangka standarisasi barang/peralatan sehingga diperlukan barang/peralatan yang sama dengan yang telah terpasang.000. dalam rangka pengoperasian dan/atau pengelolaan peralatan atau permesinan tersebut. Pelaksanaan pengadaan harus dilengkapi dengan program uji coba yang lengkap. g.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat): • Pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh 1 (satu) penyedia Jasa Konsultansi yang telah terbukti berhasil mencapai suatu target yang sangat baik dan dipercaya akan berhasil mencapai target yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000. termasuk tatawaktu dan kriteria evaluasi. 4. i. 129 f. dengan nilai perkiraan maksimal Rp50.00 (lima puluh milyar rupiah) atau maksimal US$5.000.000.000. .3. Pekerjaan Jasa Konsultansi atau pelatihan pekerja yang dilaksanakan oleh pabrikan atau agen tunggal peralatan atau permesinan.

Pembukaan penawaran tidak harus dihadiri oleh Penyedia Barang/Jasa. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa TATA CARA PENUNJUKAN LANGSUNG: Pelaksanaan penunjukan langsung dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal sesuai batas nilai kewenangannya. 4.500.4.000.00 (dua ribu lima ratus dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan secara tunai atau cara lain tanpa perikatan Kontrak. 4. 6. Jaminan penawaran tidak diperlukan. 2.000.3.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) mulai dari permintaan penawaran mengikuti tata cara pelelangan.000.000.5. dapat dilakukan sampai dengan nilai Rp50. Pemberian penjelasan dilakukan hanya apabila dianggap perlu.000.00 (limapuluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5.3.000. Urutan proses penunjukan langsung dengan nilai lebih besar dari Rp50. Tidak disediakan masa sanggah.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) tanpa Kontrak. 5. 130 . Paket pengadaan dengan nilai setinggi-tingginya Rp25.00 (dua puluh lima juta rupiah) atau setinggitingginya US$2.000. 4. Lebih besar dari Rp25.1. kecuali merupakan kelanjutan dari proses pelelangan ulang yang gagal atau merupakan kelanjutan dari proses pemilihan langsung yang gagal. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengirimkan undangan kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus penilaian kualifikasi untuk memasukkan penawaran.000.Buku Kedua .00 (dua ribu lima ratus dolar Amerika Serikat) harus dilakukan dengan Kontrak. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat meminta tambahan dokumen pendukung penawaran. 7.000. Tindakan ini tidak dikategorikan sebagai post bidding.00 (limapuluh juta rupiah) atau sampai dengan nilai US$5. Dilakukan negosiasi harga dan bila diperlukan sebelum negosiasi harga dilakukan Klarifikasi dan negosiasi aspek lainnya. Negosiasi tidak boleh mengubah sasaran pekerjaan. Dalam hal menggunakan kartu pengadaan (procurement card). 4. 4.3.00 (dua puluh lima juta rupiah) atau lebih besar dari US$2. Dalam hal ini berita acara pembukaan penawaran ditandatangani oleh anggota Panitia Pengadaan/ Tim Internal.3. kecuali: 1.000.500.3.3. 3.2.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8. Tata waktu disesuaikan dengan kebutuhan. 9. Tidak diperlukan pengumuman hasil pengadaan kecuali merupakan kelanjutan dari proses pelelangan ulang yang gagal atau merupakan kelanjutan dari proses pemilihan langsung yang gagal. 4.3.6. Pengadaan barang/jasa spesifik: 1. Penentuan kebutuhan barang/jasa spesifik ditetapkan dalam suatu kebijakan tertulis oleh Kontraktor KKS, berdasarkan hasil penelitian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. 2. Pengguna barang/jasa yang bersangkutan harus membuat spesifikasi teknis lengkap dan analisis teknis bahwa barang/jasa tersebut tidak dapat digantikan oleh barang/jasa lain dan/atau berdasarkan peraturan hanya boleh disediakan oleh Penyedia Barang/Jasa tertentu. 3. Dilaksanakan kepada penyedia jasa tunggal untuk jasa spesifik, atau kepada penyedia barang spesifik yaitu pabrikan atau agen tunggal/agen/distributor yang berstatus agen dari merek/ jenis barang spesifik tersebut. Penyedia Barang/Jasa berstatus agen harus memenuhi syarat: a. Memiliki perjanjian keagenan dengan pabrikan atau surat penunjukan dari pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan, dan/atau surat keterangan dari Instansi Pemerintah yang berwenang; b. Penawaran harga harus didukung dengan daftar harga yang dikeluarkan oleh prinsipal yaitu pabrikan atau yang mewakili pabrikan.

131

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

5. 5.1.

PROCARD Pengadaan dengan procurement card (procrad) adalah pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung dengan menggunakan media procard sebagai sarana pembayaran tanpa harus menerbitkan surat perjanjian/ Kontrak, surat pesanan, atau purchase order (PO). Tata cara mengenai pengadaan dengan Procard dapat dilihat pada lampiran MP- 001.

5.2.

6. PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT): 6.1. Pengadaan secara elektronik (e-Procurement) merupakan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan menggunakan jaringan elektronik (jaringan internet atau intranet) atau electronic data interchange (EDI). Metoda pelaksanaan e-Procurement terdiri dari e-Bidding dan e-Reverse Auction (e-RA). Tata cara pengadaan secara elektronik dapat dilihat pada lampiran MP- 002, dengan ketentuan: Pemanfaatan e-Procurement harus tetap memberikan kesempatan berusaha bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil dan memberdayakan Perusahaan Dalam Negeri serta mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Pelaksanaannya harus tetap menerapkan konsep transparansi dan persaingan usaha secara sehat. e-BIDDING: e-Bidding merupakan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan cara penyampaian informasi dan/atau data pengadaan dari Kontraktor KKS maupun dari Penyedia Barang/Jasa, dimulai dari pengumuman sampai dengan pengumuman hasil pengadaan, dilakukan melalui media elektronik antara lain menggunakan media internet, intranet dan/atau electronic data interchange (EDI). e-Bidding dapat dilaksanakan untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.000,00 (limapuluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5.000,00 (lima ribu dolar Amerika Serikat).

6.2. 6.2.1.

6.2.2.

6.3. 6.3.1.

6.3.2.

132

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

6.3.3.

Dalam hal menggunakan metoda pelelangan umum atau pelelangan terbatas, pengumuman juga dilakukan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau media massa sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk nilai sampai dengan Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau nilai sampai dengan US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat), Penyedia Barang/Jasa tidak menyerahkan dokumen penawaran dan dokumen pendukung penawaran. 1. Penyedia Barang/Jasa yang ditunjuk sebagai pemenang pengadaan wajib menyerahkan surat penawaran sesuai ketentuan yang berlaku lengkap dengan perincian dan dokumen pendukung yang berkaitan, dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah tanggal penunjukan. 2. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dianggap mengundurkan diri. Selanjutnya peserta dengan penawaran peringkat berikutnya dapat ditunjuk sebagai pemenang. Ketentuan penunjukan pemenang mengikuti ketentuan pada bab XI angka 15.

6.3.4.

6.3.5.

Untuk nilai lebih besar dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp20.000.000.000,00 (dua puluh milyar rupiah) atau nilai lebih besar dari US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$2,000.000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat), dokumen-dokumen tertentu dapat disyaratkan untuk diserahkan dalam sampul tertutup, antara lain surat penawaran harga dan surat jaminan penawaran. Untuk nilai lebih besar dari Rp20.000.000.000,00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2,000,000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat), surat penawaran teknis dan harga serta surat jaminan penawaran harus diserahkan dalam sampul tertutup selambat-lambatnya pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam IKPP/ITB. Bagi peserta pengadaan yang ditetapkan sebagai calon pemenang dengan nilai lebih besar dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau nilai lebih besar dari US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) diwajibkan untuk menyerahkan seluruh kelengkapan dokumen yang disyaratkan. Urutan proses mulai dari pengumuman sampai dengan penunjukan pemenang mengikuti tata cara pelelangan atau pemilihan langsung atau penunjukan langsung.

6.3.6.

6.3.7.

6.3.8.

133

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

6.4. e-REVERSE AUCTION (e-RA): 6.4.1. e-Reverse Auction merupakan proses pelelangan dimana pada tahap pembukaan penawaran harga dilanjutkan dengan upaya penurunan harga melalui media elektronik bagi penawaran yang memenuhi persyaratan. 6.4.2. Dapat digunakan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100,000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). 6.4.3. Tidak boleh digunakan untuk pengadaan jasa tenaga kerja. 6.4.4. Dilakukan melalui metoda pelelangan umum, pelelangan terbatas atau pemilihan langsung, dengan sistim pemasukan dokumen penawaran dua sampul atau dua tahap. 6.4.5. Urutan proses sejak pengumuman sampai dengan penunjukan pemenang, mengikuti tata cara pelelangan umum atau pelelangan terbatas dengan ketentuan: 1. Penawaran yang telah lulus evaluasi tahap administrasi, teknis, dan penawaran harganya memenuhi persyaratan diberikan kesempatan berkompetisi secara ‘real-time’, dengan cara memasukkan penawaran harga lebih dari satu kali dan bersifat menurun dalam jangka waktu maksimal 24 (dua puluh empat) jam melalui media elektronik (online). 2. Tata cara pembukaan penawaran harga: a. Panitia Pengadaan membuka sampul penawaran harga di hadapan peserta pengadaan. Selanjutnya dilakukan penelitian pemenuhan syarat administrasi, terutama keabsahan surat penawaran harga dan surat jaminan penawaran. Penawaran tidak dibacakan dan tidak diperlihatkan kepada peserta yang lain. b. Pelaksanaan e-RA dimulai dengan meminta peserta yang penawaran harganya memenuhi persyaratan administrasi untuk mengunggah (upload) nilai penawaran masing-masing atau Panitia Pengadaan mengunggah nilai penawaran dari penawaran yang masuk. Identitas penawar dirahasiakan. c. Penawaran dengan nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran yang diunggah dinyatakan diskualifikasi dan dikeluarkan dari daftar peserta e-RA.

134

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

d. Penetapan peringkat (rangking) penawaran dilakukan pada setiap ada perubahan nilai penawaran yang diunggah oleh salah satu atau beberapa peserta. • Penetapan peringkat penawaran untuk pengadaan barang produksi dalam negeri didasarkan pada harga evaluasi penawaran (HEP) menggunakan TKDN yang dinyatakan dalam penawaran tertulis tersebut pada angka 6.4.5.2.a. di atas dan nilai penawaran terakhir dalam proses e-RA. Penetapan peringkat penawaran untuk pengadaan barang produksi luar negeri didasarkan pada perbandingan nilai penawaran.

e. Penawaran barang produksi dalam negeri dengan nilai harga evaluasi penawaran (HEP) terendah atau penawaran barang produksi luar negeri dengan nilai terendah pada akhir masa pelaksanaan e-RA, dan nilai penawaran terakhirnya telah lebih rendah dibanding dengan HPS/OE, ditetapkan sebagai calon pemenang. f. Semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis beserta pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan e-RA. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dianggap mengundurkan diri dan jaminan penawaran dicairkan;

g. Tata cara rinci dapat dilihat dalam lampiran MP-002 6.4.6. Penyedia Barang/Jasa peserta e-Procurement harus menandatangani pernyataan bahwa akan mematuhi ketentuan dan prosedur e-procurement yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS.

135

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

7. SWAKELOLA 7.1. Swakelola merupakan pekerjaan yang pelaksanaannya direncanakan, dikerjakan dengan menggunakan tenaga dan peralatan sendiri dan diawasi sendiri atau pelaksanaannya dikuasakan kepada pihak lain. Jenis-jenis pekerjaan yang dapat dilakukan secara swakelola oleh Kontraktor KKS sendiri, antara lain namun tidak terbatas pada pekerjaan penyelenggaraan pendidikan dan latihan, kursus, penataran, seminar, lokakarya; Pelaksanaan swakelola dapat dikuasakan kepada instansi pemerintah, lembaga ilmiah, perguruan tinggi, kelompok masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional. Swakelola tidak dapat dikuasakan kepada Badan Usaha. Jenis pekerjaan yang dapat dikuasakan kepada: 1. Instansi pemerintah, antara lain: a. Pemetaan lokasi, pengawalan bahan peledak, pengelolaan menara kontrol bandara; b. Pengamanan wilayah kerja; c. Sertifikasi dan verifikasi TKDN. 2. Lembaga pemerintah, lembaga ilmiah dan perguruan tinggi, antara lain: a. Seleksi penerimaan pekerja; b. Penelitian, studi, sertifikasi dan interpretasi geologi dan pertambangan minyak dan gas bumi; c. Penelitian, studi dan pengembangan sesuai bidang spesifikasinya; 3. Kelompok masyarakat, antara lain menyerahkan pelaksanaan pekerjaan tertentu kepada kelompok masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat setempat. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional yang terdaftar di Departemen Dalam Negeri, antara lain pelaksanaan jasa peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan di bidang pendidikan, penyuluhan, penerapan dan penyebarluasan teknologi sederhana atau madya yang tepat guna untuk kepentingan masyarakat.

7.2.

7.3.

4.

136

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

7.3.2.

Swakelola dengan cara dikuasakan, dilaksanakan dengan surat kuasa yang dilengkapi dengan uraian kewajiban dan hak masing-masing pihak. TATA CARA SWAKELOLA: Pelaksanaan swakelola yang dilakukan sendiri oleh Kontraktor KKS dilaksanakan sesuai dengan ketentuan masing-masing Kontraktor KKS. Pelaksanaan swakelola yang dikuasakan: 1. Pemilihan penerima kuasa disesuaikan kebijakan masingmasing Kontraktor KKS dengan memperhatikan ketentuan/ peraturan terkait; 2. Kontraktor KKS menunjuk langsung 1 (satu) penerima kuasa dengan cara membuat surat kuasa untuk melaksanakan pekerjaan tertentu. Surat kuasa tersebut mengatur antara lain tentang tanggung jawab, tugas, hak dan kewajiban masing-masing pihak, jenis dan lingkup pekerjaan, ketentuan pembayaran. Hal-hal yang tersebut dalam surat kuasa tersebut harus terlebih dahulu disepakati oleh kedua belah pihak; 3. Pengadaan barang/jasa termasuk pengadaan tenaga ahli yang diperlukan oleh penerima kuasa, menggunakan ketentuan yang berlaku pada penerima kuasa; 4. Pencapaian target pelaksanaan pekerjaan dilaporkan dan dievaluasi secara berkala, sesuai kesepakatan antara Kontraktor KKS dengan penerima kuasa; 5. Pengawasan di lapangan dilakukan oleh penerima kuasa; 6. Pada dasarnya pembayaran dilakukan dengan menggunakan panjar kerja yang secara berkala harus dipertanggungjawabkan oleh penerima kuasa. Sesuai sifat pekerjaannya, dapat dilakukan pembayaran berdasarkan kesepakatan para pihak.

7.4. 7.4.1.

7.4.2.

137

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

BAB XI TATA CARA PELELANGAN UMUM

138

hari. struktur kepemilikan.2. struktur kepengurusan perusahaan.000. 2. 7. dicantumkan persyaratan bahwa Penyedia Barang/Jasa harus bersedia memenuhi tingkat pencapaian TKDN yang ditetapkan Kontraktor KKS dalam pelaksanaan pekerjaan. tanggal dan waktu untuk pengambilan dokumen kualifikasi dan/atau Dokumen Pengadaan. 6.(seratus ribu dolar Amerika Serikat) diumumkan juga melalui media cetak dan apabila memungkinkan melalui media elektronik antara lain website BPMIGAS. 8..(satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. 139 . Pengumuman pelelangan memuat antara lain: 1. Judul dan nomor lelang serta uraian singkat mengenai barang/ jasa yang dilelangkan. PENGUMUMAN 1. Syarat pendaftaran pelelangan yaitu golongan. Pengumuman pelelangan dilakukan secara terbuka melalui papan pengumuman Kontraktor KKS. Tempat. 1.000. hari.000. surat ijin usaha serta biaya penggantian Dokumen Pengadaan (apabila ada). Pelelangan dengan nilai lebih besar dari Rp1.000. 5.1. Tempat. Syarat persentase TKDN barang yang akan ditawarkan atau syarat komitmen persentase TKDN jasa yang harus dicapai.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Nama dan alamat Kontraktor KKS yang akan mengadakan pelelangan. tanggal dan batas waktu untuk mendaftarkan diri sebagai calon peserta pelelangan.. Khusus untuk pengadaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya. Tata cara dan tata waktu pelaksanaan penilaian kualifikasi calon peserta pelelangan. bidang/sub bidang. 3. 4.

00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) wajib menyerahkan: 2. 2. Konsorsium harus terbentuk pasti sebelum penilaian Prakualifikasi.000. Badan usaha yang mendaftar untuk ikut serta dalam pelelangan dengan nilai lebih besar dari Rp1. Penyedia Barang/Jasa harus mendaftar pada waktu yang telah ditentukan dengan melengkapi semua persyaratan.3.000. Penyedia Barang/Jasa yang menyatakan telah memiliki atau akan menawarkan barang Produksi Dalam Negeri dengan TKDN sama dengan atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.6.Buku Kedua . Penyedia Barang/Jasa yang melakukan Konsorsium harus mendaftar sebagai Konsorsium. Pada tahap pendaftaran harus telah dapat diidentifikasi kemungkinan adanya hubungan istimewa di antara peserta pengadaan. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar kurang dari 3 (tiga) maka Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat memperpanjang masa pendaftaran sesuai kebutuhan. PENDAFTARAN PENYEDIA BARANG/JASA 2. dengan cara mengumumkan perpanjangan masa pendaftaran sesuai ketentuan pengumuman.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. Dalam hal menggunakan sistim Prakualifikasi.2. antara lain harus menyerahkan salinan akte pendirian dan perubahannya. wajib menyerahkan salinan SKUP Migas yang diterbitkan oleh kementerian yang membidangi industri minyak dan gas bumi. 2.6. 140 . Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara bahwa pelelangan gagal. Pendaftaran terbuka untuk semua badan usaha yang memiliki bidang usaha dan sub bidang usaha yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilelangkan.1. 2. Apabila sampai dengan berakhirnya perpanjangan masa pendaftaran jumlah yang mendaftar kurang dari 3 (tiga).5.1. 2. Untuk pengadaan barang produksi dalam negeri: a.000.000.4. 2. Lembar isian pernyataan awal TKDN: 1. Selanjutnya dilakukan pelelangan ulang dimulai dengan melakukan pengumuman pelelangan ulang.

di atas. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi.6. Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dalam pengadaan barang wajib dipergunakan dan akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN minimal 15% (lima belas persen). Untuk pengadaan Jasa Pemborongan. • Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dari pabrikan dalam negeri. c.3. 2.6. maka bagi peserta yang akan menawarkan atau menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun sama atau lebih besar dari 10% (sepuluh persen). tidak diikutsertakan dalam proses selanjutnya. 2. harus menunjukkan copy SKUP Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dan sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian. pada saat pendaftaran: • Peserta pabrikan wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan atau menunjukkan copy SKUP Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. Bagi badan usaha yang mendaftar namun tidak bersedia memenuhi ketentuan di atas. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat daftar peserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti proses pengadaan selanjutnya.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. 141 .7. Untuk pengadaan barang di luar dari yang tersebut pada huruf b. 2. calon peserta pengadaan wajib menyerahkan surat pernyataan bersedia memenuhi target pencapaian TKDN minimal yang disyaratkan oleh Kontraktor KKS. Lembar pernyataan yang menyatakan persetujuan untuk mengikuti ketentuan pendayagunaan produksi dan kompetensi dalam negeri sebagaimana diatur pada bab III dalam pedoman ini. 2.2.

tidak diharuskan mengikuti proses penilaian kualifikasi. . 3. dan finansial. waktu dan tempat yang telah ditentukan. Dokumen kualifikasi dibuat sesuai dengan lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan.5.4. PENILAIAN KUALIFIKASI Penilaian kualifikasi dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan Penyedia Barang/Jasa dalam bidang administrasi. 3. K3LL. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang telah terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM) dan menurut Panitia Pengadaan/Tim Internal memenuhi persyaratan kualifikasi.1. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan/ Tim Internal Kontraktor KKS dapat melakukan peninjauan ke fasilitas pendukung Penyedia Barang/Jasa.1.1. Pelaksanaan Prakualifikasi dilakukan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal dan dapat dibantu oleh pihak terkait di dalam lingkungan Kontraktor KKS maupun pihak luar yang independen. teknis. 142 3. sumber daya manusia. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan dan memberitahukan kepada peserta pengadaan waktu penyampaian dokumen persyaratan kualifikasi dan jangka waktu penilaian kualifikasi.3.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal Kontraktor KKS melakukan verifikasi dokumen Prakualifikasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa.1. Peserta Pengadaan harus dapat membuktikan dan menjamin kebenaran semua data dalam informasi kualifikasi yang disampaikan. kecuali untuk melengkapi dokumen-dokumen yang telah kadaluwarsa.1. PRAKUALIFIKASI: 3. dalam pedoman ini. 3. 3.Buku Kedua .1. Penyedia Barang/Jasa menyampaikan dokumen kualifikasi pada tanggal.4. Penilaian kualifikasi dilakukan melalui proses Prakualifikasi atau pascakualifikasi. 3.6.2. Persyaratan kualifikasi Penyedia Barang/Jasa mengikuti ketentuan pada bab VI angka 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal Kontraktor KKS melakukan penilaian kualifikasi dengan cara melakukan penilaian kompetensi dan/atau kemampuan Penyedia Barang/Jasa berdasarkan dokumen Prakualifikasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.1.

Perjanjian Konsorsium harus mencantumkan kondisi tanggung resiko bersama (jointly liabilities) di antara anggota Konsorsium. 3. Konsultasi dilakukan sebelum hasil penilaian diumumkan. maka penilaian kualifikasi dilakukan terhadap keseluruhan kemampuan anggota Konsorsium. 3.1.1.1. 3.000.00 (dua ratus milyar rupiah) atau lebih besar dari US$20. Selama proses verifikasi dan penilaian kualifikasi. waktu untuk pengambilan Dokumen Pengadaan dan waktu pelaksanaan pemberian penjelasan. 3.7. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat daftar Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus Prakualifikasi.1. dapat digunakan hasil penilaian dari Kontraktor KKS lain yang telah dilakukan dalam waktu 2 (dua) tahun terakhir.1.9.8.000. dengan ketentuan kriteria penilaian yang digunakan sama atau lebih tinggi dari kriteria penilaian yang disyaratkan.1.12. Selanjutnya dilakukan lelang ulang dimulai dengan melakukan pengumuman lelang ulang dan proses Prakualifikasi ulang. Penyedia Barang/Jasa dapat menambahkan dokumen yang diminta maupun tidak diminta oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.11. Untuk pekerjaan yang sejenis. pelelangan dinyatakan gagal. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa mendaftar sebagai Konsorsium. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi maupun meminta tambahan dokumen yang dipersyaratkan pada dokumen kualifikasi dalam waktu yang telah ditentukan. 3. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara tertulis kepada peserta pengadaan tentang hasil Prakualifikasi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.13.00 (dua puluh juta dolar Amerika Serikat). Kontraktor KKS dalam tahap produksi wajib mengkonsultasikan hasil penilaian kualifikasi ke BPMIGAS apabila perkiraan nilai pengadaan lebih besar dari Rp200.000. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang lulus penilaian kualifikasi kurang dari 3 (tiga). Penambahan dokumen oleh Penyedia Barang/Jasa tidak dikategorikan sebagai Post-Bidding. 143 .000.000. BPMIGAS dapat menyatakan ketidaksetujuan atas hasil penilaian Prakualifikasi dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah tanggal pelaksanaan konsultasi pertama.10.1. 3.

3.1. Penyedia Barang/Jasa yang dinyatakan lulus penilaian kualifikasi diundang untuk mengambil Dokumen Pengadaan sesuai waktu yang ditetapkan. Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus penilaian kualifikasi dan diundang atau mendaftar kembali tidak perlu mengikuti tahap Prakualifikasi ulang. paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah pengumuman hasil Prakualifikasi.17. Pertanyaan tentang ketidaklulusan pada tahap Prakualifikasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.Buku Kedua .000.15.14. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi atau menanggapi secara tertulis pertanyaan tentang ketidaklulusan pada tahap Prakualifikasi paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah diterimanya pertanyaan.000. 144 .00 (satu trilliun rupiah) atau lebih dari US$100.1.000.1.000.16. Pertanyaan diajukan secara tertulis kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal dan ditandatangani oleh pejabat Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan untuk menandatangani penawaran.00 (seratus juta dolar Amerika Serikat). Hasil penilaian Prakualifikasi harus mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. Selama masa tunggu pelaksanaan pelelangan tersebut tidak dimungkinkan adanya penambahan calon peserta pelelangan baru. kecuali apabila salah satu atau lebih calon peserta pelelangan mengundurkan diri sehingga jumlah calon peserta pelelangan menjadi kurang dari 3 (tiga). 3. sebelum diumumkan. Pada proses pelelangan ulang. bagi rencana pengadaan pekerjaan yang bersifat kompleks dan bernilai lebih dari Rp1.1. Pelaksanaan Prakualifikasi dengan cara ini harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS.000. Hasil penilaian kualifikasi dengan cara ini hanya berlaku untuk pekerjaan yang telah ditetapkan sejak sebelum pelaksanaan Prakualifikasi dan berlaku hanya untuk masa tidak lebih dari 2 (dua) tahun. proses Prakualifikasi dapat dilaksanakan sebelum pelaksanaan pelelangan. Pada Kontraktor KKS tahap produksi. hanya dapat diajukan oleh Penyedia Barang/Jasa yang tidak lulus penilaian kualifikasi. 3. Proses pelelangan dilanjutkan setelah Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan klarifikasi dan hasilnya dicatat dalam berita acara klarifikasi atau setelah tanggapan tertulis dikirimkan kepada peserta yang bersangkutan.000.

4.000. 3.2.2.1. 3.2. Kontraktor KKS mengkonsultasikan hasil penilaian kualifikasi ke BPMIGAS apabila perkiraan nilai pengadaan lebih besar dari Rp200.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. PASCAKUALIFIKASI Pada dasarnya penilaian kualifikasi pada proses pascakualifikasi sama seperti penilaian pada proses Prakualifikasi. 3. Pada proses evaluasi pascakualifikasi tidak diperbolehkan menyampaikan tambahan dokumen atau mengganti dokumen yang telah diserahkan sebagai bagian dari dokumen penawaran.000.2. sebagaimana diatur dalam angka 14.000. dalam bab ini.5.3. dikategorikan sebagai post-bidding.00 (dua puluh juta dolar Amerika Serikat).2.7. 3. Pertanyaan tentang ketidaklulusan terhadap hasil penilaian pascakualifikasi dikategorikan sebagai sanggahan terhadap proses pengadaan. 3. Apabila Penyedia Barang/Jasa melakukan hal tersebut.2. 3. Penilaian kualifikasi dilaksanakan terhadap 3 (tiga) penawaran dengan peringkat penawaran harga terbaik berdasarkan hasil evaluasi harga.00 (dua ratus milyar rupiah) atau lebih besar dari US$20. BPMIGAS dapat menyatakan ketidaksetujuan atas hasil penilaian kualifikasi dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah tanggal pelaksanaan konsultasi pertama.000. 3.000. Penilaian kualifikasi didasarkan pada dokumen persyaratan kualifikasi yang diserahkan bersamaan dengan dokumen penawaran harga.2. 145 .2. Semua data dalam informasi kualifikasi yang disampaikan oleh peserta pelelangan harus dapat dibuktikan dan dijamin kebenarannya oleh peserta pengadaan.2.6. Konsultasi dilakukan sebelum pengumuman calon pemenang pengadaan.

4.1. dengan dihadiri sekurangkurangnya 1 (satu) Wakil Penyedia Barang/Jasa. 4.00 (satu milyar rupiah) atau dengan nilai sampai dengan US$100. Hasil pemberian penjelasan terhadap Dokumen Pengadaan dan keterangan lainnya. . PEMBERIAN PENJELASAN 4. Penyedia Barang/Jasa dapat menanyakan hal-hal yang diperlukan sehubungan dengan Dokumen Pengadaan dan pelaksanaan pelelangan. termasuk perubahannya.000. yang dinyatakan lulus penilaian 4.5.6. Pada kesempatan tersebut.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. 4.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). K3LL atau kompleksitas lingkup kerja/spesifikasi.000.000.Buku Kedua .1. pada bab ini. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa dengan nilai sampai dengan Rp1. di tempat dan pada waktu yang telah ditentukan. Dalam hal pemberian penjelasan (prebid meeting) tidak dilakukan dan Penyedia Barang/Jasa memerlukan penjelasan. 146 4. pemberian penjelasan dilakukan apabila dianggap perlu. atau dalam pengadaan barang. Pemberian penjelasan tentang Dokumen Pengadaan diberikan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal kepada: Peserta pelelangan Prakualifikasi. dapat meminta secara tertulis paling lambat 4 (empat) hari kerja sebelum tanggal penutupan pemasukan dokumen penawaran. serta diberikan kepada semua peserta pelelangan sebagaimana diatur pada angka 4.2.3.4.2.2. Penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan dilakukan sekurangkurangnya oleh 2 (dua) orang anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan dapat dibantu oleh pihak terkait di dalam lingkungan Kontraktor KKS maupun pihak ketiga yang independen.2. 4. Berita acara penjelasan ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal yang hadir dan seluruh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. 4. Peserta yang mendaftar pada pengadaan dengan sistim pascakualifikasi.2. Penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan diberikan secara jelas agar dapat dimengerti. Peninjauan lapangan tempat pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan berdasar kesepakatan antara Panitia Pengadaan dengan peserta pengadaan. dengan mempertimbangkan risiko teknis. dibuatkan berita acara yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan.

Dalam hal terjadi perubahan isi Dokumen Pengadaan dan/atau penjelasan tambahan setelah rapat penjelasan. 4. Ketentuan dimaksud diatur dalam Dokumen Pengadaan. Rapat penjelasan dapat dilakukan lebih dari 1 (satu) kali sesuai kebutuhan. 4. Kontraktor KKS dapat mengatur secara khusus mengenai kewajiban peserta pengadaan untuk hadir dan kriteria Wakil Penyedia Barang/Jasa yang harus hadir. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat mempertimbangkan untuk tidak melaksanakan rapat pemberian penjelasan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.7. 147 . 4. Panitia Pengadaan/Tim Internal menerbitkan adendum Dokumen Pengadaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan dan harus diberitahukan kepada peserta lelang yang memenuhi syarat.9.8. Dalam hal terjadi lelang ulang dan tidak terdapat peserta lelang yang baru. namun harus tetap dalam batasan waktu yang telah direncanakan.10.

Setelah dilakukan pertemuan klarifikasi atau tanggapan atas protes telah disampaikan kepada peserta pengirim protes. Praktek korupsi. Proses pengadaan dilanjutkan: 5.6.3. kriteria. Protes harus diajukan secara tertulis dengan melampirkan buktibukti yang mendukung keberatan tersebut.3.3.3. selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah diterimanya surat protes. 5. 148 .2. Penyimpangan isi dokumen dan proses lelang terhadap peraturan dan ketentuan pengadaan barang/jasa dan/atau perundangan yang berlaku.1. atau prosedur pengadaan yang mengarah kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa atau jenis produk tertentu. Persyaratan.4.3. Permintaan klarifikasi.1. Apabila diyakini bahwa protes tersebut tidak benar. 5.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak akan menanggapi protes yang tidak memenuhi ketentuan tersebut di atas. atau 5. 5.5. dan proses pengadaan dilanjutkan setelah diyakini bahwa protes tersebut tidak benar. Tanggapan atas protes: 5. Apabila materi protes benar.5. 5. kolusi dan nepotisme (KKN) antar peserta pengadaan.6. 5. Protes adalah keberatan Penyedia Barang/Jasa yang diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja sebelum hari terakhir masa pemasukan dokumen penawaran.2.3. Protes hanya dapat diajukan terhadap adanya: 5.1. antara peserta pengadaan dengan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau dengan Pejabat Berwenang. 5. 5. 5.6.Buku Kedua . dan 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. 5. Setelah dilakukan perbaikan atas dokumen dan/atau proses pengadaan.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal memberikan tanggapan tertulis atau mengadakan pertemuan Klarifikasi.5.1.6.2.5. pertanyaan maupun keberatan yang diajukan peserta pengadaan sehubungan dengan angka-angka di atas diperlakukan sebagai protes. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan perbaikan atas dokumen dan/atau proses pelelangan. PROTES 5.

Apabila ternyata protes yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau tidak disertai dengan bukti-bukti dan/atau materi protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah. Kepada pemrotes tersebut dikenakan sanksi tidak dapat mengikuti aktifitas pengadaan selama 12 (dua belas) bulan pada Kontraktor KKS yang bersangkutan. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi. 149 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.7.

bertanggal serta ditandatangani oleh pimpinan perusahaan yang berwenang sesuai akte pendirian/perubahan atau oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa. dilengkapi dengan rincian TKDN barang dan jasa dimaksud. SC-12B (Jasa Lainnya) atau SC12C (gabungan). maka yang digunakan adalah nilai dalam huruf yang tercantum dalam surat penawaran.3. namun berbeda dengan jumlah nilai dalam perincian. Surat jaminan penawaran sesuai ketentuan yang berlaku. 150 . 6. maka nilai penawaran yang digunakan adalah nilai yang sesuai dengan yang dinyatakan dalam perincian penawaran.1. 1.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. 6. uraian penawaran harga dan dokumen pendukung. yang dinyatakan dalam formulir SC-12A (barang). Apabila nilai penawaran yang dinyatakan dalam angka dan yang dinyatakan dalam huruf sama. Apabila nilai penawaran dalam angka.1. 3. Dalam hal tidak ada perincian penawaran. uraian penawaran teknis. nilai 6.1. DOKUMEN PENAWARAN Dokumen penawaran disampaikan dalam sampul tertutup terdiri dari surat penawaran harga. 2. 4.1. Jumlah yang tertera dalam angka harus sesuai dengan jumlah yang tertera dalam huruf. maka penawaran dinyatakan diskualifikasi. Surat Penawaran Harga: 6.1. Surat penawaran harga harus dilampiri dengan: 1. Dalam surat penawaran harga harus dicantumkan penawaran dengan jelas dalam angka dan huruf. Perincian perhitungan nilai TKDN. huruf dan perincian ketiga-tiganya berbeda. Harga dan nilai penawaran bersifat pasti dan mengikat. 5. Surat penawaran harus memenuhi ketentuan yang diatur dalam Dokumen Pengadaan dan bermeterai cukup. 2.1. Apabila terdapat perbedaan antara pernyataan dalam angka dengan pernyataan dalam huruf.2. syarat administratif. maka yang digunakan adalah nilai dalam surat penawaran.4. 6.

4. Dokumen administrasi dan dokumen kelengkapan lainnya yang wajib dilampirkan sebagai persyaratan administratif sesuai dengan yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 6. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan ditetapkan sebagai calon pemenang. Dokumen yang berkaitan dengan program K3LL. Dokumen kelengkapan Dokumen Pengadaan. 151 . pernyataan TKDN barang dan pernyataan komitmen TKDN jasa dinyatakan dalam persentase tanpa nilai. antara lain: Spesifikasi teknis barang/jasa termasuk merek dan tipe barang/ peralatan yang ditawarkan merupakan penawaran yang pasti.3. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap. 6. hal ini tidak dikategorikan sebagai postbidding. 6. 6. lainnya yang disyaratkan dalam Surat pernyataan tentang kebenaran dari isi dokumen penawaran dari pimpinan perusahaan Penyedia Barang/Jasa yang berwenang sesuai akte pendirian/perubahan atau oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa.2. 6. dan merupakan bagian dari persyaratan administratif dan penawaran teknis (sampul pertama).3. Dokumen penawaran teknis dan dokumen pendukung penawaran teknis. 6. yang dinyatakan dalam formulir SC-12A (barang).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 6. sebelum penunjukan pemenang harus melengkapi dokumen-dokumen persyaratan kualifikasi yang sudah habis masa berlakunya.3. SC-12B (Jasa Lainnya) atau SC-12C (gabungan). Pada pelelangan dengan Prakualifikasi.1. Dalam pekerjaan jasa konstruksi yang bersifat kompleks dapat ditetapkan bahwa merek dan type peralatan akan ditetapkan pada tahap penyusunan rancang bangun rinci (detail engineering design) dengan mengacu pada merek-merek dan type-type yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan dan/atau dokumen penawaran.3.3.5. dilengkapi dengan rincian TKDN barang dan jasa dimaksud. dokumen kualifikasi tidak perlu lagi dilampirkan dalam dokumen penawaran.4.2. Komitmen persentase penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. 6.3.

Buku Kedua . 152 . Pada bagian depan sampul ini ditulis “Data Harga Penawaran”. yaitu dengan sistim satu sampul. 7. Pemasukan dokumen penawaran menggunakan satu sampul coklat polos yang berisi surat penawaran harga. Dalam proses ini tidak boleh dilakukan negosiasi teknis dan/atau penambahan dokumen penawaran. 7.2. Sampul I (pertama) berisi kelengkapan data administrasi dan penawaran teknis serta dokumen pendukung yang disyaratkan. Sampul II (kedua) berisi penawaran harga berikut perinciannya.1.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan salah satu dari tiga tata cara pemasukan dokumen penawaran.1. 7.3. serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 7.2.2. Sistim Satu Sampul: Sistim ini dianjurkan untuk dilakukan pada pengadaan barang/jasa dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang sudah jelas dan diperkirakan sebagian besar Penyedia Barang/Jasa yang diundang untuk memasukkan penawaran akan mampu melaksanakan pekerjaan tersebut.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7.3.2. dokumen penawaran teknis dan dokumen penawaran komersil serta dokumen pendukung yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. Di bagian depan sampul tersebut hanya boleh dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan.2.1.1. Sistim Dua Sampul Sistim ini dianjurkan untuk pekerjaan yang lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknisnya sudah pasti namun memerlukan evaluasi teknis yang mendalam. Pemasukan dokumen penawaran menggunakan satu sampul penutup coklat polos yang berisi sampul I (pertama) dan sampul II (kedua). Masing-masing sampul tertutup dengan perekat. 7. antara lain surat jaminan penawaran. Sistim yang dipilih harus dinyatakan dengan jelas dalam Dokumen Pengadaan dan dijelaskan pada waktu pemberian penjelasan. dokumen kelengkapan data administrasi. Pada bagian depan sampul ini ditulis ”Data Administrasi dan Teknis”. 7. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN: Pemasukan dokumen penawaran menggunakan sampul tertutup dengan perekat.4. dua sampul atau dua tahap.2.1. 7. 7. judul dan nomor pengadaan dimaksud.1. 7.

7. Pemasukan dokumen penawaran pada sistim ini dilakukan dengan dua tahap.3. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. 153 . antara lain perincian perhitungan nilai TKDN dan surat jaminan penawaran. judul dan nomor pengadaan dimaksud.2.3. tidak dapat diterima dan dinyatakan tidak mengajukan penawaran. Sistim Dua Tahap: Sistim ini dianjurkan dalam pengadaan Pekerjaan Bersifat Kompleks. penawaran teknis serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan.3. Pada bagian depan sampul ini ditulis ”Data Administrasi dan Teknis”. Di bagian depan sampul penutup hanya boleh dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. 7.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.5. Pejabat Berwenang atau pekerja Kontraktor KKS.3.2. Dokumen penawaran yang disampaikan setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup. melalui Sub Panitia Administrasi atau melalui pos atau jasa kurir. Pada tahap I (pertama) dimasukkan dalam sampul tertutup. Harga penawaran tersebut dikalkulasikan berdasarkan penawaran teknis dan syarat lainnya yang telah disepakati pada proses evaluasi dan/atau negosiasi tahap I (pertama). Dokumen penawaran disampaikan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam IKPP/ITB. judul dan nomor pengadaan serta dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. judul dan nomor pengadaan dimaksud serta dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal. 7.3. 7. menggunakan sistim desain yang tidak/belum standar sehingga mungkin akan banyak memerlukan penyesuaian teknis.5. Penyampaian dokumen penawaran dilarang ditujukan kepada atau dititipkan melalui anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. Pada tahap II (kedua) disampaikan dalam sampul tertutup penawaran harga berikut perinciannya serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 7.4. 7. Dokumen penawaran disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal secara langsung.1. kelengkapan data administrasi. Pada bagian depan sampul ini ditulis “Data Harga Penawaran”.

7.Buku Kedua . Pemilihan langsung kepada peserta pengadaan yang memasukkan penawaran. 8.4. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat dan di tempat pembukaan pelelangan oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. Pembukaan penawaran dilakukan dalam suatu rapat yang dihadiri oleh sekurangkurangnya 2 (dua) orang anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. Penunjukan langsung kepada peserta pengadaan yang memasukkan penawaran. Pada waktu pembukaan penawaran.5. peserta lelang diberikan kesempatan untuk melihat penawaran peserta lelang lainnya dan diijinkan untuk membuat catatan. Apabila jumlah penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) dan diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang ada memang kurang dari 3 (tiga). atau 8. dan dihadiri sekurang-kurangnya 1 (satu) peserta lelang.6. Setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup. tidak dapat lagi diterima susulan. dalam batasan waktu yang ditentukan oleh Panitia Pengadaan /Tim Internal. Pembukaan dokumen penawaran dapat dilakukan apabila terdapat sekurang-kurangnya 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. 8. apabila penawaran yang masuk hanya 2 (dua). apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). . diijinkan jika diatur dalam Dokumen Pengadaan. 8. 8. Selanjutnya proses pengadaan dilanjutkan dengan cara: 8.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal menyatakan di hadapan para Penyedia Barang/Jasa yang hadir.6. dibuat berita acara lelang gagal beserta justifikasinya. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan penawaran.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN: 8.6. Pada waktu yang telah ditentukan dalam Dokumen Pengadaan dilakukan pembukaan penawaran. 8. Dalam hal ini di dalam sampul penawaran harga harus disertakan fotocopy jaminan penawaran. Penyampaian jaminan penawaran asli setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup. bahwa waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup serta dilanjutkan dengan pembukaan dokumen penawaran.2. tidak termasuk Penyedia Barang/Jasa yang mengundurkan diri.3. perubahan atau tambahan dokumen penawaran.1. 154 8. kecuali untuk memenuhi kekurangan nilai meterai dan tanggal.1.

8. ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal yang hadir dan oleh minimal 1 (satu) Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. penawaran dinyatakan diskualifikasi.9. 8.10.10.1.2. Berita acara pembukaan dokumen penawaran cukup ditandatangani oleh anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. Dokumen kelengkapan persyaratan administrasi.9. 8. 8. maka pembukaan penawaran tetap dilaksanakan. Apabila sampai waktu yang ditentukan peserta lelang tidak ada yang hadir. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN SISTIM DUA SAMPUL 8. Berita acara.2.11.1. 8. 155 . setelah dibacakan atau diperlihatkan kepada Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir.2.8.11. harga. komitmen penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta jaminan penawaran dari semua penawaran diperiksa kelengkapannya dan dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul penutup yang berisi sampul-I (pertama) dan sampul-II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa. Pembukaan dokumen penawaran ditunda sekurang-kurangnya 1 (satu) hari kerja. Dalam hal tidak terdapat Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir: 8.10.11. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat dan membacakan berita acara pembukaan dokumen penawaran. melaksanakan pembukaan sampul dokumen penawaran di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa. 8. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul-I (pertama) dan memeriksa kelengkapan persyaratan administrasi dan teknis dari semua penawaran yang masuk dan mencatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran sampulI (pertama). Apabila dalam sampul-I (pertama) terdapat dokumen komersial atau dokumen pendukung penawaran harga. 8.9. 8. PEMBUKAAN SAMPUL DOKUMEN PENAWARAN SISTIM SATU Panitia Pengadaan/Tim Internal. teknis.1.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. Copy berita acara diberikan kepada seluruh peserta lelang.11.

Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang diundang. 8.Buku Kedua . diundang untuk hadir pada pembukaan penawaran sampul II (kedua). Dokumen penawaran harga diperiksa kelengkapannya.11.6.11.12.11.11. Sampul II (kedua) disimpan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan akan dibuka apabila penawaran yang bersangkutan dinyatakan lulus/memenuhi persyaratan administrasi dan teknis.7. Bila tidak diambil dalam batas waktu yang ditentukan. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak bertanggungjawab terhadap keberadaan dokumen tersebut. 8. 8. 2. 8. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus menanggapi sanggahan sebagaimana diatur pada angka 14. Dokumen penawaran diperiksa kelengkapannya dan dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran. Copy berita acara.9. Peserta lelang yang penawarannya lulus atau memenuhi persyaratan evaluasi administrasi dan teknis. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN SISTIM DUA TAHAP 8. Sampul II (kedua) dari penawaran yang tidak lulus evaluasi administrasi dan/atau teknis. Tahap I (pertama) 1. Hasil evaluasi sampul I diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan secara tertulis kepada peserta pengadaan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada hari dan tanggal yang sama. diberikan kepada peserta lelang yang penawaran harganya dibuka. tidak dibuka dan kepada peserta lelang yang bersangkutan diminta untuk mengambil sampul tersebut dalam batas waktu yang ditentukan. 8. dibacakan besaran TKDN.8. 156 .11. Dalam hal peserta pengadaan mengajukan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8.12. Copy berita acara. 8.1.5. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul tahap-I (pertama) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa.11.4. nilai jaminan penawaran dan harga penawaran. diberikan kepada peserta lelang. Selanjutnya dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran sampul II (kedua). bab ini.

nilai jaminan penawaran dan harga penawarannya. sedangkan yang memasukkan penawaran tahapII (kedua) hanya 1 (satu) atau penawaran tahap ke-II (kedua) yang memenuhi syarat hanya 1 (satu). Panitia Pengadaan/Tim Internal yang bertugas membuka sampul penawaran tahap-II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. Apabila penawaran yang lulus tahap-I (pertama) lebih dari 1 (satu). 4. Apabila penawaran yang lulus tahap-I (pertama) hanya 1 (satu).12. Hasil evaluasi tahap-I diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada peserta pengadaan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada hari dan tanggal yang sama. diberikan kepada peserta lelang. 6. 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus menanggapi sanggahan sesuai diatur pada dalam angka 14. serta dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran tahap-II (kedua). Kelengkapan dokumen penawaran diperiksa dan dibacakan besaran TKDN. bab ini. Dalam hal peserta pengadaan mengajukan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. 8. 3. maka pelelangan dinyatakan gagal.2. Peserta lelang yang lulus evaluasi tahap-I diundang untuk memasukkan penawaran harga dan dokumen kelengkapannya. Copy berita acara. Tahap II (kedua) 1. 2. 157 . proses pelelangan dilanjutkan.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. atau 5.1. atau 2. 8. atau 6. PENAWARAN TIDAK MEMENUHI SYARAT Penawaran dinyatakan tidak memenuhi syarat (diskualifikasi) apabila tidak memenuhi persyaratan administrasi atau ketentuan penyampaian dokumen penawaran seperti yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan.13. Dalam hal surat penawaran: 1.13. data penawaran harga dimasukkan dalam sampul-I (pertama). Berkas penawaran disampaikan melalui atau ditujukan kepada individu anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal.13. dan/atau perubahan nilai jaminan penawaran sebagai akibat pelaksanaan koreksi aritmatik tersebut di atas. 8. 8.3.4.13. Tidak ditanda-tangani oleh pimpinan/direksi peserta lelang yang mempunyai kewenangan seperti yang tercantum dalam akte pendirian/perubahannya atau yang diberi kuasa.13. atau mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi kurang dari yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan. Jaminan Penawaran tidak dimasukkan dalam sampul penawaran harga. Tidak terdapat daftar rincian kuantitas dan/atau harga satuan (khusus untuk Kontrak harga satuan). Dalam hal menggunakan sistim dua tahap. sebagai berikut: 8. 158 . Dalam hal menggunakan sistim dua sampul. atau 3.5. memenuhi ketentuan dalam 8. atau perubahan urutan penawaran. Pejabat Berwenang atau pekerja Kontraktor KKS. Tidak ditanda-tangani oleh pejabat yang menurut perjanjian Konsorsium/kerjasama berhak mewakili Konsorsium/ kerjasama tersebut. Tidak mencantumkan masa berlaku penawaran. Jaminan Penawaran tidak Dokumen Pengadaan.2. atau 4.13. Penyedia Barang/Jasa tidak menyetujui nilai total penawaran harga sebagai hasil koreksi aritmatik. data penawaran harga dimasukkan dalam sampul tahap-I (pertama).Buku Kedua .

Negosiasi teknis hanya dapat dilakukan kepada penawaran yang memenuhi persyaratan teknis minimal dan harus dibatasi pada hal-hal yang merupakan rincian atau komponen pendukung. dimulai dengan evaluasi persyaratan administrasi (evaluasi administrasi). kecuali sebagai tindak lanjut dari Klarifikasi dan negosiasi untuk tahap-I (pertama) pada sistim dua tahap. Pada tahap-I (pertama) sistim dua tahap. Evaluasi penawaran dilaksanakan dengan urutan. 9.3. EVALUASI PENAWARAN Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi administrasi. evaluasi penawaran teknis (evaluasi teknis) dan evaluasi penawaran harga (evaluasi harga). atau melakukan perubahan penawaran sesudah pembukaan dokumen penawaran. penelitian atas pemenuhan persyaratan kualifikasi merupakan bagian dari evaluasi administrasi penawaran harga. Apabila Peserta lelang melakukan penambahan atau pengurangan atau perubahan penawaran. teknis dan harga.2. 9. 159 . Panitia Pengadaan/ Tim Internal tidak diperkenankan menambah atau mengurangi Dokumen Pengadaan termasuk kriteria dan tata cara evaluasi.6.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. Pada pemasukan penawaran yang menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap.1. maka penawarannya dinyatakan diskualifikasi. 9.4. Dalam hal menggunakan sistim pascakualifikasi. 9. menambah atau mengurangi penawaran teknis sehingga penawaran yang semula tidak memenuhi persyaratan teknis minimal menjadi memenuhi persyaratan.7. penelitian atas pemenuhan persyaratan kualifikasi merupakan bagian dari evaluasi administrasi. 9.5. Setelah pembukaan dokumen penawaran. namun tidak diijinkan untuk mengubah materi penawaran dan tidak melakukan sesuatu yang bersifat Post Bidding. Panitia Pengadaan/ Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi dan verifikasi teknis tanpa mengubah. 9. Penilaian kualifikasi dilaksanakan setelah tahap evaluasi harga diselesaikan. 9. Peserta lelang tidak diperbolehkan menambah atau mengurangi dokumen penawaran yang sudah diserahkan.

Spesifikasi teknis dan gambar-gambar teknis. Apabila pada evaluasi teknis terdapat hal-hal yang kurang jelas atau meragukan. 9. peralatan dan tenaga kerja yang akan digunakan. Pemenuhan syarat-syarat khusus dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 9. EVALUASI ADMINISTRASI. 2. 9. Terhadap penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi selanjutnya dilakukan evaluasi teknis. 9. Persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa. 3. 2. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi apabila: 1. Memenuhi syarat-syarat administrasi yang telah ditentukan dalam Dokumen Pengadaan harus diserahkan.9.8.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan evaluasi atas aspek-aspek teknis penawaran antara lain: 1.9. Evaluasi Penawaran Alternatif : 1. Penawaran alternatif berupa penawaran yang mengandung perbedaan dengan penawaran utama dalam segi spesifikasi teknis. 160 .9. 9. Tata cara evaluasi dan faktor-faktor yang dinilai pada evaluasi teknis harus sesuai dengan yang ditetapkan pada Dokumen Pengadaan. 4. 5. Jenis.2. kualitas dan jumlah bahan.8. EVALUASI TEKNIS. Jenis dan uraian pekerjaan.9. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan Klarifikasi.9. 9.2.4.Buku Kedua .1. kondisi pelaksanaan pekerjaan dan/atau kondisi penyerahan barang. Isi dari dokumen yang diserahkan oleh peserta pengadaan dipastikan benar. 9. dan harus dapat dijamin kebenarannya oleh peserta pengadaan yang bersangkutan dan masih berlaku.8.

Hanya satu penawaran di antara penawaran utama atau alternatif dapat ditetapkan menjadi salah satu calon pemenang pengadaan. Penawaran yang dievaluasi adalah penawaran utama. Jumlah penawaran alternatif yang dapat disampaikan peserta pengadaan dibatasi berdasar pertimbangan kewajaran. Dalam penawaran harga. Penawaran yang bersangkutan tidak dinyatakan diskualifikasi.4.3. Apabila tidak diberi identitas secara jelas. e.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Apabila dalam Dokumen Pengadaan diijinkan adanya pemasukan penawaran alternatif. sedangkan penawaran alternatif tidak dievaluasi. Penyedia Barang/ Jasa tidak diizinkan memasukkan kondisi teknis atau persyaratan penyerahan barang/jasa selain yang telah dinyatakan lulus pada tahap evaluasi teknis atau yang telah disepakati dalam tahap negosiasi teknis. namun Penyedia Barang/Jasa memasukkan penawaran alternatif. diperlakukan sama seperti angka 9. 161 . b. b. c. Apabila dalam Dokumen Pengadaan tidak diperbolehkan memasukkan penawaran alternatif namun Penyedia Barang/Jasa mengajukan penawaran alternatif. f. Penawaran harga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penawaran teknis utama atau alternatif. penawaran dinyatakan diskualifikasi. di atas. Semua penawaran alternatif dievaluasi dengan perlakuan yang sama seperti penawaran utama. maka: a. Nilai jaminan penawaran harus memenuhi ketentuan perhitungan berdasarkan nilai penawaran tertinggi di antara penawaran yang dimasukkan. Apabila Dokumen Pengadaan tidak menyebutkan perihal penawaran alternatif.9. Penawaran utama harus dinyatakan atau diberi identitas secara jelas. maka: a. status lulus atau tidak lulus penawaran utama dan/atau penawaran alternatif dinyatakan pada pengumuman hasil evaluasi administrasi dan teknis. 3. Pada pelelangan dengan menggunakan sistim pemasukan penawaran 2 (dua) sampul dan 2 (dua) tahap. 4. c. d.

Buku Kedua . Apabila Penyedia Barang/Jasa menempatkan pengecualian dan/atau permintaan dalam penawarannya di luar lembar tersebut. 2. Dalam hal pengecualian/penawaran bersyarat diperbolehkan dalam Dokumen Pengadaan : a. 162 . maka penawaran dari Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat dinyatakan diskualifikasi.5. Apabila Dokumen Pengadaan tidak menyebutkan perihal pengecualian/penawaran bersyarat. Evaluasi Penawaran Bersyarat: Dengan Pengecualian/Penawaran 1. maka penawaran dari Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat dinyatakan diskualifikasi. 3. namun Penyedia Barang/Jasa memasukkan pengecualian/penawaran bersyarat. penawaran tersebut dinyatakan diskualifikasi. pengecualian/ penawaran bersyarat yang ditawarkan harus sudah ditentukan diterima atau ditolak. c. dan/atau negosiasi teknis atas pengecualian dan/atau persyaratan yang diajukan oleh Penyedia Barang/Jasa.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. d. b. Dalam hal pada Dokumen Pengadaan dinyatakan tidak diperbolehkan mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat. Penawaran bersyarat hanya dapat diizinkan pada pelelangan yang menggunakan pemasukan penawaran sistim 2 (dua) tahap dan hanya untuk penawaran teknis termasuk syarat-syarat dan kondisi (terms & conditions) penawaran. verifikasi. Dalam evaluasi tahap-I (pertama).9. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi. Semua pengecualian/penawaran bersyarat dalam penawaran harus dijelaskan pada lembar khusus dan harus mudah diketahui keberadaannya oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen penawaran.

penawaran bersangkutan dinyatakan gugur. • b. Evaluasi Pernyataan TKDN: 1. verifikasi dan/atau negosiasi terhadap konsep Kontrak dengan tetap memperhatikan kesempatan (opportunity) dan risiko. 9.6. apabila pernyataan persentase TKDN gabungan pada penawaran teknis kurang dari persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. untuk kepentingan evaluasi atau sebagai tindak lanjut adanya sanggahan. Keberatan peserta pengadaan atas TKDN penawaran peserta lain hanya dapat disampaikan sebagai sanggahan: • Atas hasil evaluasi penawaran teknis. Dalam pengadaan barang. Panitia Pengadaan memintakan verifikasi atas pernyataan TKDN barang kepada instansi pemerintah yang membidangi perindustrian atau melakukan verifikasi dengan menggunakan jasa lembaga survey independen yang kompeten di bidangnya. Jasa pada yang yang 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi. Dalam hal pada pelelangan ulang yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu) dan di dalam penawaran memasukkan pengecualian/penawaran bersyarat yang berbeda dari ketentuan dalam Dokumen Pengadaan. apabila pernyataan persentase TKDN penawaran teknis kurang dari persyaratan minimal ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. 3. 163 . Jasa Lainnya atau Konsultansi. Peserta pengadaan dapat menyampaikan keberatan kepada Panitia Pengadaan atas TKDN penawaran yang diajukan peserta lainnya.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Dalam pengadaan Jasa Pemborongan. Dalam pengadaan barang: a.9. penawaran yang bersangkutan dinyatakan gugur. Atas pengumuman pemenang pengadaan pada sistem pemasukan penawaran 1 (satu) sampul. Dalam hal diperlukan. pada pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap.

bukan untuk diverifikasi. Hasil verifikasi bersifat final dan akan berpengaruh terhadap pelaksanaan evaluasi penawaran harga. TKDN hasil verifikasi tersebut menjadi dasar evaluasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pelaksanaan verifikasi merupakan bagian dari evaluasi penawaran dan bukan dikategorikan sebagai post bidding. b. apabila merupakan tindak lanjut dari adanya sanggahan dan persentase TKDN hasil verifikasi lebih kecil dari persentase TKDN dalam penawaran yang diajukannya. • Hasil verifikasi TKDN lebih kecil dari pernyataan pada penawaran peserta pengadaan. atau • Biaya operasional Kontraktor KKS. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi. d. tersebut di atas dicantumkan pada Dokumen Pengadaan. Ketentuan huruf a. Biaya verifikasi yang timbul dibebankan ke: • Penyanggah. . Pada pengadaan Jasa Pemborongan. Pada tahap evaluasi penawaran teknis Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan evaluasi kewajaran pernyataan TKDN dalam penawaran. apabila dilakukan untuk kepentingan kewajaran evaluasi penawaran.Buku Kedua . Apabila: • Hasil verifikasi TKDN sama atau lebih besar dari pernyataan pada penawaran peserta pengadaan. Nilai TKDN yang dicantumkan dalam Kontrak adalah nilai TKDN pada penawaran peserta pengadaan yang bersangkutan. Nilai TKDN seperti yang tertera pada penawaran peserta pengadaan tersebut yang dicantumkan pada Kontrak. e. 164 c. apabila merupakan tindak lanjut dari adanya sanggahan dan hasil verifikasi menyatakan persentase TKDN yang sama atau lebih besar dari persentase TKDN tersanggah. atau • Peserta tersanggah. dan c. dengan selisih lebih dari 2% (dua persen). pernyataan TKDN bersifat komitmen yang harus dipenuhi pada tahap pelaksanaan pekerjaan. 4. nilai TKDN pada penawaran tersebut tetap menjadi dasar evaluasi pengadaan.

12.10. 9. Pada tahap evaluasi teknis. Dalam pelaksanaan negosiasi teknis pada pelelangan dengan sistim dua tahap dimungkinkan adanya perubahan materi perincian penawaran dan/atau penambahan dokumen yang mendukung penawaran teknis dan tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. 9. Berdasarkan tata cara evaluasi harga terendah ini. para pihak tidak boleh melakukan Post Bidding. 9. Untuk kondisi tertentu dapat digunakan sistim evaluasi biaya selama masa operasi penggunaan tertentu (lifecycle cost) atau evaluasi kinerja dan harga. maka pelelangan dinyatakan gagal. 1. Apabila kondisi tersebut angka 9. 9. Hasil evaluasi administrasi dan teknis pada sistim dua sampul dan sistim dua tahap diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. di atas tidak terpenuhi. dan 9. Proses dilanjutkan dengan pemasukan penawaran harga apabila pada pelelangan dengan sistim dua tahap terdapat minimal 2 (dua) penawar yang memenuhi persyaratan teknis.9. 9.9.9.9.9.9.10.7.9.8.11. Proses dilanjutkan dengan evaluasi harga apabila pada pelelangan dengan sistim satu sampul dan pada sistim dua sampul terdapat minimal 1 (satu) penawar yang memenuhi persyaratan teknis.8.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. 165 .9. 9. Evaluasi harga terendah. EVALUASI HARGA : Sistim Evaluasi Harga: Pada dasarnya evaluasi harga menggunakan sistim evaluasi harga terendah. 9. yang diusulkan sebagai calon pemenang pengadaan adalah penawaran dengan HE TKDN terendah atau hasil normalisasi terendah. Pada sistim dua sampul dan sistim dua tahap Panitia Pengadaan/Tim Internal menyusun risalah evaluasi dan hasil evaluasi administrasi dan teknis yang selanjutnya disahkan oleh Pejabat Berwenang.9.9.1.10.

Untuk fasilitas penghasil: Biaya per satuan keluaran dihitung dengan cara: Jumlah harga penawaran Jumlah keluaran per periode waktu Koreksi Aritmatik: Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan koreksi aritmatik atas kesalahan hitung yang diketemukan dalam surat penawaran harga dan/atau perinciannya. Evaluasi kinerja dan harga. Unsur-unsur biaya operasi dan biaya pemeliharaan selama masa operasi harus dinyatakan dalam Dokumen Pengadaan. pengurangan.10. 2. Koreksi aritmatik juga dilakukan apabila diketemukan kesalahan penghitungan persentase dan/atau nilai TKDN pada lembar perhitungan TKDN (form SC-12 A/B/C). d. a. Evaluasi biaya selama masa operasi penggunaan tertentu (lifecycle cost). Nilai harga hasil normalisasi hanya digunakan untuk kepentingan evaluasi. b. a. Sistim evaluasi ini digunakan khususnya untuk pengadaan peralatan yang bernilai tinggi. bukan merupakan nilai Kontrak.Buku Kedua . Berdasarkan tata cara evaluasi ini. 3. Metoda evaluasi ini dimaksudkan untuk menetapkan penawaran yang menjanjikan harga per satuan keluaran (output) yang terendah. Untuk barang: Biaya per satuan keluaran dihitung dengan cara: Harga penawaran per satuan barang Jumlah keluaran per satuan barang b. Metoda ini hanya sesuai untuk digunakan dalam evaluasi barang dengan efektifitas kinerja atau fasilitas penghasil yang jumlah keluarannya dapat dihitung secara matematis.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. yang diusulkan sebagai calon pemenang pengadaan adalah penawaran dengan hasil penjumlahan terendah dari HE TKDN ditambah Net Present Value (NPV) biaya pengoperasian dan pemeliharaan selama masa penggunaan tertentu (lifecycle cost).2. 166 . c. dan perkalian dari volume dengan harga satuan. meliputi kesalahan penjumlahan.

5. Apabila terjadi kesalahan penghitungan persentase TKDN pada form SC-12 A/B/C. Apabila Penyedia Barang/Jasa menerima nilai total penawaran hasil koreksi. 8. maka penawaran dinyatakan gugur. Koreksi aritmatik tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. 7. Koreksi aritmatik dapat mengubah nilai total penawaran harga atau urutan penawaran menjadi lebih tinggi atau lebih rendah. 2. maka dilakukan koreksi hasil penjumlahan/ pengurangan. 9. 3. Bilamana Penyedia Barang/Jasa menyatakan tidak bersedia menerima hasil koreksi aritmatik walaupun bersedia memenuhi kewajibannya sesuai penawaran awal. maka penawarannya dinyatakan diskualifikasi. maka dilakukan koreksi hasil perkalian dengan ketentuan bahwa harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah. Apabila terjadi kesalahan hasil penjumlahan/pengurangan nilai penawaran. atau perubahan urutan penawaran.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Koreksi dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. maka jaminan penawaran harus diganti/ditambah sehingga nilainya menjadi sekurang-kurangnya 1% (satu persen) dari nilai total penawaran harga hasil koreksi. Apabila Penyedia Barang/Jasa tidak menyetujui nilai total penawaran harga sebagai hasil koreksi aritmatik. dan/atau perubahan nilai jaminan penawaran sebagai akibat pelaksanaan koreksi aritmatik tersebut di atas. 4. 6. maka Penyedia Barang/Jasa harus memberikan pernyataan persetujuan yang ditandatangani oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa di atas meterai dengan nilai yang cukup. dengan ketentuan nilai komponen dalam negeri tidak boleh diubah. Apabila koreksi aritmatik tersebut mengubah nilai total penawaran harga dan mengakibatkan nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai total penawaran harga hasil koreksi. dilakukan koreksi perhitungan. 167 . Apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan.

dalam dokumen penawaran harus dilengkapi dengan penjelasan. Ketentuan khusus untuk pelelangan bersifat lumpsum: 1. Daftar volume dan harga satuan setiap jenis (item) barang/jasa harus diisi dengan penuh dan lengkap. antara lain bahwa jenis pekerjaan tersebut sudah tercakup dalam komponen lain. 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan klarifikasi dan verifikasi kepada peserta pengadaan terkait untuk mendapatkan keyakinan atas kewajaran harga penawaran. Jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. Apabila tanpa dilengkapi dengan penjelasan. maka penawaran dinyatakan gugur. Dilakukan evaluasi terhadap nilai total penawaran. 9. maka volume pekerjaan terkait disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. Penawaran yang tidak mencantumkan volume atau volume penawaran tidak sesuai dengan permintaan. Penawaran yang tidak dilengkapi dengan daftar rincian volume dan harga satuan. 168 . kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan. Apabila nilai penawaran salah satu atau beberapa peserta lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. Apabila peserta tidak bersedia menerima ketentuan ini. Pekerjaan tersebut harus tetap dikerjakan sesuai dengan volume yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. 4. 2. dinyatakan gugur.Buku Kedua . Volume dan harga satuan setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran bersifat pasti dan tidak boleh diubah. dan dilakukan koreksi aritmatik apabila ditemukan kesalahan perhitungan.5. Ketentuan khusus untuk pelelangan berbasis harga satuan: 1. a.3. dengan harga satuan dan nilai total penawaran tetap seperti yang tertera dalam penawaran serta bersifat mengikat. dianggap tidak menawarkan jenis pekerjaan dimaksud dan penawaran dinyatakan diskualifikasi. 9.10. 3.10. kecuali diizinkan memasukkan penawaran hanya sebagian (partial). Penyedia Barang/Jasa terkait harus dapat membuktikan kewajaran harga penawaran termasuk harga-harga yang tercantum dalam perincian.4. 5.10. maka: 1.

1. Apabila Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak dapat meyakini kewajaran harga penawaran. Persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga dan minimal sama dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. maka dalam pelaksanaan Kontrak: a. Tidak diizinkan mengurangi komitmen pencapaian TKDN. penawaran yang bersangkutan dinyatakan gugur. Tidak diizinkan adanya penambahan lingkup kerja (PLK tambah). 169 . Apabila kewajaran harga penawaran dapat diyakini. dengan menggunakan rumusan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN. Pada dasarnya evaluasi harga dikaitkan dengan kebijakan mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. 9. Evaluasi Harga Dalam Rangka Pendayagunaan Produksi Dalam Negeri. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal menyelesaikan pekerjaan atau gagal menyerahkan barang sesuai ketentuan dalam Kontrak. d. 2.10. Dalam hal persentase TKDN atau TKDN gabungan pada penawaran harga lebih kecil dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.6. 2. digunakan sebagai dasar evaluasi harga. Apabila peserta pengadaan dengan nilai penawaran lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE tersebut ditunjuk sebagai pemenang. c. dan b. Tidak diizinkan untuk mengurangi kualitas maupun kuantitas barang dan/atau pekerjaan. dan c. maka Penyedia Barang/ Jasa yang bersangkutan dikenai sanksi kategori hitam. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat analisis tertulis yang mendukung kesimpulan tersebut. penawaran dinyatakan gugur. maka penawaran dapat dinyatakan tidak gugur.

Evaluasi harga dengan menggunakan rumusan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN: a. d. b. namun sama dengan atau lebih besar dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Penentuan peringkat pemenang atas penawaran Penyedia Barang/Jasa ditentukan berdasarkan harga evaluasi yang telah memperhitungkan preferensi atas TKDN. 4. Jasa Konsultansi dan Jasa Lainnya. minimal 8% (delapan persen) terhadap nilai komponen biaya yang dinyatakan dalam formulir SC-12 A/B/C. 170 . maka: a. Panitia Pengadaan melakukan Klarifikasi untuk menetapkan nilai komponen bukan biaya. TKDN hasil klarifikasi dipergunakan sebagai dasar evaluasi penawaran harga dan dicantumkan dalam Kontrak. Pada proses pengadaan dengan sistem 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap: • Pada pengadaan barang. Panitia menghitung TKDN dan TKDN gabungan hasil klarifikasi berdasar nilai komponen biaya langsung hasil klarifikasi. b. Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi. c. maka persentase TKDN dalam penawaran harga digunakan sebagai dasar evaluasi harga dan dicantumkan dalam Kontrak. • Pengadaan Jasa Pemborongan. Nilai komponen bukan biaya hasil klarifikasi dikurangkan dari nilai unsur komponen biaya.Buku Kedua . c. Dilakukan dalam: • Pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan dan memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri. Kegiatan ini tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. Dalam hal peserta tidak menyatakan nilai komponen bukan biaya dalam penawaran atau dalam formulir perhitungan TKDN (form SC-12 A/B/C).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. apabila persentase TKDN dalam penawaran harga berbeda dengan persentase TKDN dalam penawaran teknis.

apabila persentase TKDN gabungan dalam penawaran harga berbeda dengan persentase TKDN gabungan dalam penawaran teknis. d. Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan barang produksi masal (mass product) adalah sebagai berikut: HE-TKDN Barang = (100% / (100% + Pb)) x HPb HE PSp Barang HEP Barang = (HE-TKDN Barang) x (100% / (100% + PSpb)) = HE PSp Barang + Komponen Bukan Biaya • e.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Pada pengadaan Jasa Pemborongan. namun sama dengan atau lebih besar dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. maka persentase TKDN unsur barang serta persentase TKDN unsur jasa dalam penawaran harga digunakan sebagai dasar evaluasi harga dan dicantumkan dalam Kontrak. Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi adalah sebagai berikut: HE-TKDN Jasa HE PSp Jasa HEP Jasa f. = (100% / (100% + Pj)) x HPj = (HE-TKDN Jasa) x (100% / (100% + PSpj)) = HE PSp Jasa + Komponen Bukan Biaya Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan gabungan barang dan jasa adalah sebagai berikut: HE-TKDN Gabungan = (HE-TKDN Barang) + (HE-TKDN Jasa) HE PSp Gabungan = {(HE-TKDN Barang) + (HE-TKDN Jasa)} x (100% / (100% + PSpj)) HEP Gabungan = HE PSp Gabungan + Komponen Bukan Biaya 171 .

pedoman ini.000.000. • 9.2.10.00 (satu milyar rupiah) atau setinggi-tingginya US$100.000. 172 .6. tersebut di atas tidak diberlakukan pada pengadaan barang sebagaimana tersebut pada bab III angka 6. dan 7.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat. mengikuti ketentuan dalam bab III angka 9.1. Pengadaan barang/jasa dengan nilai setinggitingginya Rp1.000. Tata cara evaluasi tersebut pada angka 9.2.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Dengan pengertian: HPb = Komponen biaya langsung dalam penawaran harga barang HPj = Komponen biaya langsung dalam penawaran harga jasa Pb = Preferensi harga barang. mengikuti ketentuan bab III angka 9.5% PSp = Preferensi status Perusahaan Dalam Negeri: • Untuk pengadaan barang (PSpb). Pj = TKDN x 7.1. pedoman ini. mengikuti ketentuan dalam bab III angka 9. pedoman ini.41.2.7. Pb = TKDN x 15% Pj = Preferensi harga jasa. mengikuti ketentuan bab III angka 9.1. Evaluasi harga dengan membandingkan harga penawaran tanpa memperhitungkan preferensi harga dilakukan dalam hal: • Pengadaan barang impor dan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen). • Untuk pekerjaan jasa (PSpj).2. Contoh penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dapat dilihat pada Lampiran CP-001 sampai dengan CP-009 g.1. pedoman ini.10.

Panitia Pengadaan menyusun daftar peringkat 3 (tiga) penawaran terbaik berdasarkan Harga Evaluasi (HE) TKDN atau sebagai hasil normalisasi. Penetapan peringkat penawaran dapat dilakukan secara parsial berdasarkan harga terendah untuk setiap jenis (ítem) barang/jasa.9. dan jika persyaratan tersebut akan lebih menguntungkan negara. Nilai hasil normalisasi hanya digunakan untuk kepentingan evaluasi penetapan urutan calon pemenang dan tidak digunakan sebagai nilai pengikatan Kontrak. 2. 9. maka penawaran dengan nilai atau materi teknis lebih baik ditetapkan untuk menduduki peringkat yang lebih tinggi. Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan nilai HE TKDN atau hasil normalisasi yang sama. 9. maka penawaran dengan TKDN yang lebih besar ditetapkan untuk menduduki peringkat yang lebih tinggi. ketentuan dan cara penghitungannya harus dicantumkan dalam Dokumen Pengadaan. 173 . Normalisasi 1. PENETAPAN PERINGKAT PENAWARAN 9. Namun apabila Penyedia Barang/ Jasa yang mengajukan persyaratan tertentu tersebut ditunjuk sebagai pemenang pengadaan. Dalam hal peserta yang memasukkan penawaran dan memenuhi persyaratan kurang dari 3 (tiga) maka daftar peringkat penawaran berisikan semua penawaran yang masuk dan memenuhi persyaratan. dan/atau untuk mengoperasikan fasilitas tertentu. Persyaratan tertentu yang diajukan dalam penawaran harga tidak diperhitungkan dalam evaluasi.8. 3. 4. Nilai normalisasi diperhitungkan dengan cara menambahkan seluruh biaya penyetaraan pada HE TKDN. Berdasarkan hasil evaluasi harga penawaran.3.11.2. Normalisasi digunakan untuk menyetarakan penawaran harga.10. menurut tata cara evaluasi harga yang telah ditetapkan.11.11.1.11.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9.10. maka persyaratan dimaksud dicantumkan dalam Kontrak. Apabila akan diterapkan. Nilai penawaran disetarakan dengan memperhitungkan keseluruhan biaya nyata yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS (total cost) atau peluang untuk mendapatkan penghematan/keuntungan bagi negara dan/ atau mengoperasikan barang/peralatan. 9. 9. Apabila ternyata TKDN masingmasing juga sama.

Harga penawaran peringkat penawaran I (pertama) telah lebih rendah dibanding HPS/OE namun masih lebih tinggi dibanding harga penawaran terendah yang wajar. 174 . Negosiasi dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan harga yang lebih rendah lagi dan mendekati harga penawaran terendah. 10.4. Penyampaian penawaran hanya dapat dilakukan satu kali. Wakil Penyedia Barang/Jasa menyampaikan dalam sampul tertutup penawaran harga tertulis. Negosiasi bertujuan untuk mendapatkan harga yang lebih rendah atau setinggi-tingginya sama dengan HPS/OE.2.1. 2. Negosiasi langsung dengan salah satu Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi dapat dilakukan dalam beberapa tahap sampai dicapai kesepakatan atau tidak tercapai kesepakatan. bertanggal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10.3. 10. 10. METODA NEGOSIASI Langsung 1. Tertulis 1.1.4. Negosiasi dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. Dilakukan tawar menawar secara lisan dan langsung antara Panitia Pengadaan/Tim Internal dengan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi dan memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan dalam negosiasi. diketahui bahwa: Harga penawaran dari penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan peringkat III (ketiga) atau harga penawaran peringkat I (pertama) lebih tinggi dibanding HPS/OE.4. Negosiasi langsung dapat diakhiri dengan negosiasi tertulis.2.1. 10. 10. 10.2. bermeterai cukup dan ditandatangani oleh pejabat Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan dan disampaikan pada waktu yang telah ditentukan. kepada Penyedia Barang/Jasa diberitahukan tempat dan waktu pelaksanaan negosiasi.Buku Kedua . Sebelum negosiasi dilakukan. NEGOSIASI HARGA PENAWARAN 10.1. Upaya negosiasi dilakukan dan harus dilakukan apabila setelah evaluasi harga.1. termasuk penghitungan HE TKDN (apabila diterapkan) dan/atau penghitungan normalisasi harga. 10.

Negosiasi dapat dilakukan secara langsung atau tertulis.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.5. Jika negosiasi terhadap penawar peringkat-III (ketiga) tidak mencapai kesepakatan karena hasil negosiasi masih lebih tinggi daripada nilai HPS/OE.000.1. Pada dasarnya negosiasi dilaksanakan secara bertahap. 4. Bila tercapai kesepakatan harga dan hasil negosiasi adalah di bawah atau sama dengan nilai HPS/OE.00 (lima ratus ribu dolar Amerika serikat).5. maka diteruskan dengan melakukan negosiasi bersamaan. Negosiasi dilakukan dengan mengusahakan harga penawaran bersangkutan dapat turun mendekati harga penawaran yang lebih rendah. Dalam hal harga penawaran peringkat-I (pertama) telah lebih rendah dibanding HPS/OE namun masih lebih tinggi dibanding harga penawaran terendah dilakukan negosiasi hanya kepada penawaran peringkat-I (pertama).3. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka penawaran.5. PELAKSANAAN NEGOSIASI 10. 10. Untuk pengadaan dengan nilai lebih dari Rp5. 3. pembukaan penawaran dilakukan di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa dan dibuat berita acara negosiasi. 1.5. 5. maka diteruskan kepada penawar peringkat-II (kedua) dan seterusnya sampai dengan penawar peringkat-III (ketiga). 10. Negosiasi harga dilakukan kepada Penyedia Barang/Jasa dengan penawaran peringkat-I (pertama) dan apabila diperlukan sampai dengan peringkat-III (ketiga) menurut urutan harga evaluasi penawaran (HEP) atau menurut hasil penghitungan normalisasi harga. 10. Jika negosiasi terhadap penawar peringkat-I (pertama) tidak mencapai kesepakatan karena hasil negosiasi masih lebih tinggi daripada nilai HPS/OE.000. dan membuat nota evaluasi penawaran harga negosiasi.000. Dalam hal negosiasi bertahap tidak menghasilkan kesepakatan harga atau dalam pelaksanaan pelelangan ulang.000. dilakukan negosiasi secara bersamaan. 175 . maka tidak dilakukan negosiasi kepada Penyedia Barang/Jasa yang lain. 2.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Negosiasi bertahap. Negosiasi harga dilakukan pertama-tama kepada penawaran peringkat-I (pertama).

Hasil negosiasi hanya dapat disepakati apabila harga penawaran telah mencapai lebih rendah atau sama dengan nilai HPS/OE.2. seperti penggunaan kontrak Call Off Order. Terhadap keseluruhan harga paket. 10.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10. 3. Perjanjian Harga dan lain-lain. dapat dilakukan koreksi/penyesuaian atas HPS/OE dengan penambahan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) dan didukung dengan analisa pasar sebagaimana disyaratkan pada tata cara penyusunan HPS/OE. dalam hal paket pengadaan tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan utuh. Apabila HPS/OE dinilai tidak sesuai dengan kondisi pasar pada saat tersebut. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka penawaran harga di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi secara bersamaan.9. 10. 4. mengubah lingkup kerja.5.8. Negosiasi bersamaan 1. Dalam hal menggunakan strategi Kontrak Harga Satuan. 10.6.9.6. Jika hasil negosiasi bersamaan terhadap penawaran peringkat pertama sampai dengan peringkat ketiga masih lebih tinggi dibanding HPS/OE. Hasil negosiasi harga tidak boleh mengurangi komitmen persentase TKDN. ditandatangani di atas meterai dengan nilai yang cukup oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan. Negosiasi bersamaan hanya dilakukan 1 (satu) kali. dapat dilakukan negosiasi: 10.1. 2. Dilakukan secara tertulis kepada 3 (tiga) penawar peringkat-I (pertama) sampai dengan peringkat-III (ketiga) menurut hasil harga evaluasi penawaran (HEP) atau hasil normalisasi.6. dalam hal kontrak tersebut meliputi jenis-jenis barang/jasa yang tidak terikat sebagai satu kesatuan utuh.7. 176 . Peserta ternegosiasi diminta untuk memasukkan penawaran harga yang lebih rendah daripada penawaran yang diajukan pada tahap negosiasi bertahap.1. 10. maka: 10. spesifikasi penawaran teknis dan/atau hasil kesepakatan negosiasi teknis. Terhadap harga per jenis barang/jasa.4.Buku Kedua . Penawaran harga diserahkan dalam sampul tertutup. 10. Dilakukan analisa atas HPS/OE.

10. surat penawaran harga dari peserta negosiasi dilampirkan dalam risalah. 10. Risalah ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.12. Dalam pelaksanaan negosiasi harga. Apabila negosiasi dilaksanakan secara langsung. maka negosiasi dinyatakan gagal. 177 . Apabila telah diperoleh kesepakatan harga.10. 10.10. maka risalah pelaksanaan negosiasi ditandatangani juga oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi.10.9. dan ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau Wakil Penyedia Barang/Jasa di atas meterai dengan nilai yang cukup. Penawar dengan harga hasil negosiasi bersamaan yang paling rendah dan dinilai wajar dan lebih rendah dibanding HPS/OE yang telah dikoreksi dapat ditetapkan sebagai calon pemenang. Dalam hal dilaksanakan secara tertulis.2. Apabila tidak ada satupun harga hasil negosiasi yang lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 10. 10.1. 10.11. 10.3. dibuat risalah pelaksanaan negosiasi harga yang memuat paling tidak: 10. Harga penawaran semula dan harga yang ditawarkan peserta negosiasi pada pelaksanaan negosiasi. Penyedia Barang/ Jasa diwajibkan untuk menyampaikan harga penawaran dan TKDN baru berikut rinciannya. Metode negosiasi.2. Kesimpulan pelaksanaan negosiasi.

1. atau setelah dilakukan normalisasi dan/atau telah dilakukan negosiasi sesuai ketentuan yang berlaku.2. dan merupakan harga penawaran hasil negosiasi yang paling rendah.Buku Kedua . 11.3.1. PENENTUAN CALON PEMENANG 11. di atas dituangkan dalam bentuk berita acara yang disetujui oleh seluruh anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal.2. keputusan diambil berdasarkan rapat yang disetujui oleh paling sedikit dua-pertiga jumlah anggota. Telah mengupayakan pengutamaan penggunaan hasil produksi dan kompetensi dalam negeri. setelah dilakukan evaluasi menggunakan prinsip mengutamakan penggunaan Produksi Dalam Negeri. Penawaran secara administrasi. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan 1 (satu) calon pemenang yang penawarannya: Memenuhi persyaratan sesuai Dokumen Pengadaan dan dapat dipertanggung-jawabkan. 11. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal memilih peserta yang menawarkan TKDN lebih besar. Dalam hal digunakan sistim Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (Multi Standing Agreement/MSA) atau Kontrak Harga Satuan secara itemized. Dalam hal tidak tercapai kesepakatan bulat. Dalam hal dua Penyedia Barang/Jasa atau lebih memiliki harga evaluasi penawaran (HEP) atau hasil normalisasi harga penawaran yang sama. 11. calon pemenang yang diusulkan dapat lebih dari satu.4. teknis dan kualifikasi memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pengadaan. Merupakan harga terendah. Apabila TKDN penawaran juga sama. maka dipilih Penyedia Barang/Jasa yang memiliki nilai atau materi teknis yang lebih baik. 11. dinilai wajar dan tidak lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dan 2.1.1. yaitu: 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 11. Penentuan calon pemenang sebagaimana dimaksud dalam huruf 11. 11. Materi ketidak sepakatan tersebut harus dicatat dalam berita acara.1. 178 .

5. 179 .5.3. Setelah menentukan calon pemenang pengadaan: Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) yang memuat hasil pelaksanaan pelelangan meliputi: 1.1. Nilai HPS/OE atau nilai HPS/OE yang telah dikoreksi. harga penawaran dan/atau harga penawaran terkoreksi. Tanggal berita acara. BAHP dilengkapi dengan formulir Ringkasan Proses Pelaksanaan Lelang (Form SC-03). Keterangan-keterangan yang dianggap perlu mengenai proses pelaksanaan pelelangan. Nama.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 11. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang dilengkapi dengan BAHP serta penjelasan tambahan yang dianggap perlu. 11. 4. BAHP ditandatangani oleh sekurang-kurangnya dua-pertiga dari jumlah anggota termasuk Ketua Panitia Pengadaan/Tim Internal. judul/nomor lelang. sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan dalam penetapan calon pemenang oleh Pejabat Berwenang. 2. 11. yang telah mencakup jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. nama Penyedia Barang/Jasa yang mengikuti pengadaan dimaksud. 11.5. alamat dan NPWP calon pemenang pengadaan.5.2. lampiran nomor FL-003. 3. harga hasil negosiasi (bila ada) dan komitmen TKDN serta hasil evaluasi pengadaan. nilai Kontrak dan komitmen TKDN serta masa berlakunya Kontrak.

HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan disahkan. Apabila Pejabat Berwenang berpendapat lain atas usulan penetapan calon pemenang pengadaan yang diajukan. 4. 7. Berita acara hasil pengadaan. Tabulasi evaluasi teknis untuk masing-masing penawar. Berdasarkan usulan Panitia Pengadaan/Tim Internal. Pejabat Berwenang membahas dengan Panitia Pengadaan/Tim Internal. Pejabat Berwenang segera menetapkan pemenang pengadaan apabila merupakan kewenangan Kontraktor KKS. KEPUTUSAN PENETAPAN PEMENANG 12. untuk mendapatkan keputusan akhir.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 12. 6. 12. 180 . 12. Usulan penetapan calon pemenang pengadaan disampaikan dengan melampirkan dokumen sebagai berikut: 1. 5. 9. Tabulasi perbandingan harga evaluasi penawaran (HEP) dari seluruh penawaran harga yang masuk. 3.2. Risalah hasil negosiasi (bila dilakukan). 12.Buku Kedua .3. Hasil evaluasi kewajaran harga dan surat pernyataan kesanggupan dari Penyedia Barang/Jasa untuk melaksanakan Kontrak sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE. Ringkasan Proses Pelaksanaan Lelang (form SC-03). Salinan Daftar Rencana Pengadaan. Berita acara pemberian penjelasan (bila dilakukan). 10. 8.1. Berita acara pembukaan penawaran. Tabulasi perbandingan dari 3 (tiga) penawaran peringkat pertama sampai dengan peringkat ketiga dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Formulir perhitungan TKDN (form SC-12A atau SC-12B atau SC-12C). 11. 2.

181 .00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Keputusan tentang penetapan pemenang pengadaan.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000. sehingga perlu dilakukan evaluasi ulang atau proses pengadaan harus dibatalkan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 13.000.000.2.1.000. PENGUMUMAN PEMENANG PENGADAAN 13. Untuk paket pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp50. dalam pengumuman dicantumkan bahwa penetapan sebagai pemenang pengadaan dapat dibatalkan apabila berdasarkan penelitian BPMIGAS proses pengadaan dan/atau kriteria penetapan calon pemenang pengadaan tidak benar.000. 13. diumumkan melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan secara tertulis kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pelelangan. segera setelah diterimanya keputusan tersebut oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.

14.1. Terhadap hasil evaluasi administrasi dan teknis pada pelelangan sistim 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap.2.1. 2.6. 14. 182 . 5. Praktek KKN diantara peserta pelelangan.1.1. antara peserta pelelangan dengan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau dengan Pejabat Berwenang.Buku Kedua .4. dengan melampirkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Ketidaklulusan hasil penilaian pascakualifikasi. SANGGAHAN 14.5. 14. 14.1.1.2.1. Penyalahgunaan wewenang oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau Pejabat Berwenang.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 14. Terhadap keputusan penetapan pemenang pelelangan.1. Sanggahan harus diajukan secara tertulis oleh peserta pelelangan.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi sanggahan yang diajukan di luar angka 14. yaitu: 1. dan/atau 2. PENGAJUAN SANGGAHAN Keberatan peserta atas keputusan dalam pelelangan dapat diajukan pada masa sanggah. Rekayasa proses pelelangan sehingga menghalangi terjadinya persaingan yang sehat. 14.3. Permintaan Klarifikasi dan pertanyaan yang bersifat mempersoalkan maupun keberatan yang diajukan peserta pelelangan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis serta evaluasi harga diperlakukan sebagai sanggahan. 14. ditandatangani oleh pimpinan perusahaan yang menandatangani penawaran atau yang menggantikan fungsinya. di atas dan proses pelelangan dapat diteruskan. Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap: 1. 4. 3. Sanggahan ditujukan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal. Penyimpangan atas ketentuan dan prosedur yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan dan/atau ketentuan BPMIGAS tentang pengadaan barang/jasa yang berlaku. dengan tembusan kepada Pejabat Berwenang. dalam waktu yang telah ditentukan.

dan 14. Apabila terdapat sanggahan.1. 183 . dan memberikan tanggapan. 14. Masa sanggah untuk pelelangan yang menggunakan sistim 1 (satu) sampul adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman hasil pelelangan. Sanggahan dalam pelelangan dengan sistim 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap dapat dilakukan atas: 1. 14. 3. harus dilakukan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja.2. TANGGAPAN ATAS SANGGAHAN 14. 1.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 14. 2. Hasil evaluasi harga pada tahap penetapan pemenang.2.2. terhitung mulai tanggal setelah tanggal pengumuman hasil evaluasi administrasi dan teknis.1. terhitung mulai tanggal setelah tanggal pengumuman penetapan pemenang.2.3. maka penawaran peserta pelelangan tersebut dinyatakan gugur dan dilakukan evaluasi ulang kepada penawaran lain yang memenuhi persyaratan. sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis dan memasukkan penawaran harga. sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. Sanggahan dapat mencakup hasil evaluasi administrasi dan teknis serta penetapan pemenang. Hasil evaluasi administrasi dan teknis. Pada sistim 2 (dua) sampul. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang memasukkan penawaran. MASA SANGGAH 14. harus dilakukan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja.2. Sanggahan tentang hasil evaluasi administrasi dan teknis yang diajukan pada masa sanggah setelah pengumuman penetapan pemenang.1. 14. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang memasukkan penawaran.2.3. di atas dan proses pengadaan dapat diteruskan. diabaikan dan tidak akan ditanggapi.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi sanggahan yang diajukan di luar angka 14.2. Pada sistim 2 (dua) tahap. tidak dapat diterima. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan penelitian atas proses dan hasil evaluasi. Apabila sanggahan terhadap kondisi penawaran atau kondisi salah satu peserta pelelangan yang ditetapkan sebagai calon pemenang pengadaan benar.

Kepada penyanggah tersebut dikenakan sanksi kategori merah.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Apabila penyanggah keberatan atas tanggapan sanggahan terhadap penetapan pemenang. Apabila materi sanggahan tersebut angka 14. dianggap tidak ada sanggahan banding dan proses penetapan pemenang dapat dilanjutkan. Jika sanggahan banding diajukan melewati batas waktu di atas.Buku Kedua . Apabila ternyata sanggahan yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau tidak disertai dengan bukti-bukti dan/atau materi sanggahan atau protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah. Tanggapan terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung setelah tanggal diterimanya sanggahan. dapat mengajukan 1 (satu) kali sanggahan banding dan ditujukan kepada kepada Pejabat Berwenang dengan tembusan kepada atasan Pejabat Berwenang atau kepada pimpinan tertinggi Kontraktor KKS dan kepada BPMIGAS. pelelangan dapat dibatalkan atau dilakukan pelelangan ulang.3.00 (lima puluh juta rupiah). Jaminan sanggahan banding ditetapkan sebesar 1‰ (satu permil) dari nilai total penawaran harga penyanggah dan paling tinggi sebesar Rp50. 14.2.1.000.2. 3. Apabila sampai dengan batas waktu 5 (lima) hari kerja tidak ditanggapi. dapat diajukan sanggahan ulang kepada Pejabat Berwenang Kontraktor KKS dengan tembusan kepada atasan Pejabat Berwenang Kontraktor KKS dan fungsi pengawasan internal Kontraktor KKS.3. Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan sanggahan banding wajib menyerahkan jaminan sanggahan banding berupa cek tunai atau cek perjalanan (traveler cheque) untuk keuntungan Kontraktor KKS: 1. di atas ternyata benar.3. Sanggahan ulang dapat diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal batas waktu tanggapan. 14. 14.3.2. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi. maka dilakukan evaluasi ulang. dan apabila perlu.000.4. 184 . Sanggahan banding dapat diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal pengiriman tanggapan sanggahan.

Tindakan tersebut angka 14.1. 14. 14. 14.000. sanggahan ulang atau sanggahan banding dalam batas waktu yang telah ditentukan. Apabila sanggahan banding tidak terbukti.000. atau 2. sanggahan ulang dan sanggahan banding telah ditanggapi dan diyakini tidak benar.3.000.5. 185 .000.000.1. atau 3. Proses penunjukan calon pemenang pengadaan harus ditangguhkan sampai tanggapan atas sanggahan atau tanggapan atas sanggahan banding diberikan. di atas dapat dijalankan apabila: 1.3.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. jaminan sanggahan banding dicairkan dan dibukukan sebagai pengurang biaya operasi Kontraktor KKS.2. atau 14. 3.4.4. Sanggahan.3. Proses pelelangan dilanjutkan dengan: Menyampaikan usulan penunjukan pemenang pengadaan kepada BPMIGAS apabila nilai pengadaan lebih besar dari Rp50. Jaminan sanggahan banding dikembalikan kepada Penyedia Barang/Jasa apabila sanggahan terbukti benar.4. 14.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Sanggahan atau protes yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau materi sanggahan atau protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih kecil dari US$5.4. Pejabat Berwenang harus menanggapi sanggahan banding selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung setelah tanggal diterimanya sanggahan banding.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.000.6.2. atau Penunjukan pemenang pengadaan untuk nilai pengadaan lebih kecil dari Rp50.4.4.000. Tidak ada sanggahan.000. 14.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.000. 14.

1. 2. Surat usulan dilampiri dengan salinan dokumen-dokumen seperti dimaksud pada angka 12. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati BPMIGAS.4. 15. Perubahan Dokumen Pengadaan secara rinci. dan dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. Surat usulan penunjukan pemenang pengadaan yang memerlukan persetujuan BPMIGAS harus ditandatangani oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS.2.3. 186 .Buku Kedua .1. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang.1. Risalah proses pengadaan termasuk proses dan pertimbangan evaluasi dan negosiasi sesuai lampiran FL-003.3.1. Surat pernyataan dari pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dalam penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. berdasarkan pembandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat. BPMIGAS harus sudah menyampaikan persetujuan atau penolakan atas rencana penunjukan pemenang pengadaan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja sejak penerimaan dokumen secara lengkap yang dinyatakan oleh BPMIGAS.5. Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar.1.1. 15. 15. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya.2. Tabulasi dasar pendanaan.6. PERSETUJUAN RENCANA PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 15. penyusunan HPS/OE.1. 15. 15.1. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 15. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. berisi pernyataan bahwa: 1. di atas dan: 15. Apabila dokumen yang disampaikan tidak lengkap berkas dikembalikan kepada Kontraktor KKS. 15.

Bahwa lingkup pekerjaan sesuai dengan rencana pengadaan yang telah disetujui oleh BPMIGAS. 15. 15. sebagaimana diuraikan di atas. Kontraktor KKS melakukan pelelangan ulang atau membatalkan pelelangan. dan dimulai lagi setelah penjelasan dapat diterima oleh BPMIGAS dan/atau dokumen tambahan telah diterima oleh BPMIGAS. khususnya untuk pekerjaan yang sangat kompleks. Dalam hal BPMIGAS tidak menyetujui usulan penunjukan pemenang pengadaan. 15.2. 15. 15.2. Apabila dalam masa 20 (dua puluh) hari kerja penelitian. 15. 15.4. Kontraktor KKS mengajukan usulan penunjukan pemenang baru kepada BPMIGAS. 15.6. Persetujuan BPMIGAS mencakup lingkup sebagai berikut: Bahwa proses pengadaan telah dilaksanakan menurut ketentuan dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Kontraktor KKS dan telah sesuai dengan rencana pengadaan yang telah disetujui oleh BPMIGAS serta sesuai dengan isi Dokumen Pengadaan. Bahwa harga penawaran yang diusulkan merupakan hasil proses pengadaan yang sesuai dengan ketentuan dan telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. maka Kontraktor KKS melakukan evaluasi ulang atas proses pelaksanaan pengadaan dan/atau atas penawaran-penawaran yang masuk. Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses pengadaan apabila setelah 20 (dua puluh) hari kerja.1.3. 187 . BPMIGAS tidak memberikan persetujuan atau penolakan.6.1.7.6. BPMIGAS memerlukan tambahan penjelasan (Klarifikasi) dan/atau tambahan dokumen pendukung maka penghitungan jumlah hari penelitian dihentikan. Apabila diperlukan. Kontraktor KKS membatalkan penetapan calon pemenang yang telah diumumkan sebelumnya dan mengumumkan calon pemenang pengadaan baru. 15.5.7.3. Dalam keadaan tertentu. 15.6. Bahwa telah mengupayakan untuk mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri.7.4. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa penelitian memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 20 (dua puluh) hari kerja. Berdasar hasil evaluasi ulang.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 15.6. Selanjutnya: Apabila diperlukan.

apabila: Dalam sistim 2 (dua) sampul.1. hanya terdapat satu peserta yang lulus evaluasi teknis. terdapat lebih dari 1 (satu) peserta yang lulus evaluasi teknis.2. namun hanya terdapat satu penawaran harga dan harga penawaran dapat diterima atau dicapai kesepakatan dalam tahap negosiasi harga.1.3. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani kontrak dalam waktu sebagaimana ditetapkan dalam angka 16. dilakukan negosiasi. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah tanggal penunjukan. 16. serta lulus evaluasi harga atau dicapai kesepakatan dalam tahap negosiasi harga.2. 16.3.8. 16.2.2. selanjutnya: Calon pemenang pengadaan peringkat kedua dapat ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan. Dalam hal BPMIGAS tidak menyetujui usulan penunjukan pemenang pengadaan dan Kontraktor KKS tetap melanjutkan proses pengadaan maka biaya yang timbul yang berkaitan dengan kegiatan pengadaan tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi berdasar Kontrak Kerja Sama. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan.Buku Kedua . 16.1 di atas.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 15. Apabila harga penawaran urutan kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 16. Dalam sistim 2 (dua) tahap.1. 16. Penunjukan pemenang pengadaan dilakukan tanpa melalui masa sanggah. 16. atau tidak bersedia untuk memenuhi dokumen penawarannya. Penunjukan pemenang terhadap calon pemenang urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. 188 .

atau setelah hasil negosiasi disepakati.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 16. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Selanjutnya calon pemenang peringkat ketiga dapat ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan.3. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa. Apabila harga penawaran urutan ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa.4.3. 189 . Apabila calon pemenang peringkat kedua tidak bersedia ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan berdasar harga penawarannya yang telah lebih rendah dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dilakukan negosiasi.3. Apabila calon pemenang peringkat ketiga juga tidak bersedia ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan berdasar harga penawarannya yang telah lebih rendah dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. atau setelah hasil negosiasi disepakati.3.2. 16. 16. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pelelangan ulang.

2.1. 3. calon Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga). 2. Tidak tercapai kesepakatan harga pada proses negosiasi bersamaan. Pada tahap II (kedua) tidak ada yang memasukkan penawaran. Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga). . 18. Untuk penawar peringkat kedua dan peringkat ketiga berdasarkan hasil evaluasi harga baru dapat diambil 15 (lima belas) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang. Pelelangan dinyatakan gagal apabila: Dalam pelelangan dengan Prakualifikasi.1. yang lulus evaluasi teknis hanya 1 (satu). calon Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar atau memenuhi syarat kualifikasi kurang dari 3 (tiga).1. Pada pelelangan sistim 2 (dua) tahap.2. PELELANGAN GAGAL 18. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan teknis. 190 18. Pada dasarnya surat jaminan penawaran dapat diambil oleh Penyedia Barang/Jasa. 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang pengadaan. PENGEMBALIAN SURAT JAMINAN PENAWARAN. 2. 17. Apabila dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah penunjukan pemenang jaminan penawaran tersebut tidak diambil.1. 18. 17. Pada tahap I (pertama). b. Pada tahap evaluasi penawaran: 1. kecuali: Untuk pemenang pengadaan ditukar dengan surat jaminan pelaksanaan pada saat akan menandatangani Kontrak.1.1. 17. Pada sistim 2 (dua) tahap: a.1.2. 18. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi. kerusakan atau penyalahgunaan surat jaminan tersebut.1. maka Kontraktor KKS tidak bertanggung jawab atas kehilangan.1.3. 17. Pada tahap pemasukan penawaran: 1. Pada sistim satu sampul dan dua sampul. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 17.Buku Kedua .

kedua dan ketiga tidak memenuhi syarat kualifikasi. 19. Apabila tidak ada peserta yang memasukkan penawaran harga atau penawaran harga yang masuk tidak ada yang memenuhi syarat. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang. calon pemenang peringkat pertama. Pelelangan ulang diselenggarakan dengan mengundang peserta pengadaan lama atau mengikutsertakan peserta pengadaan lama dan Penyedia Barang/Jasa baru. Anggaran yang dialokasikan tidak mencukupi. Dalam hal mengikutsertakan peserta baru. Calon pemenang peringkat pertama. 19. PELELANGAN ULANG 19.2.3. Dalam pelelangan menggunakan sistim 2 (dua) tahap dapat dilakukan pelelangan ulang tahap II (kedua) saja dengan mengundang peserta yang penawarannya telah dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. Pelelangan ulang dilaksanakan 1 (satu) kali dan prosesnya dimulai sesegera mungkin setelah lelang dinyatakan gagal.3. kedua dan ketiga tidak bersedia ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan. 19. Penyusunan HPS/OE mengikuti ketentuan yang diatur pada bab VII. 19.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Dalam pelaksanaan pelelangan ulang dapat mempergunakan HPS/OE baru.2.1. Dalam pelelangan menggunakan sistim evaluasi pascakualifikasi. TINDAK LANJUT PELELANGAN GAGAL Dalam hal pelelangan dinyatakan gagal.2.4. Peserta lama harus mendaftar ulang. 191 . 18. Pelaksanaan pelelangan terbukti tidak sesuai dengan ketentuan Dokumen Pengadaan. Peserta yang telah dinyatakan telah lulus penilaian kualifikasi tidak dilakukan penilaian kualifikasi lagi.5. kecuali ditetapkan lain seperti tersebut pada Bab III angka 6. 19.4. proses dimulai dengan tahap pengumuman. 19. dan 6. Terhadap peserta baru harus dilakukan penilaian kualifikasi.2. 6.4. 8.4. 7.1.5. apabila: Negosiasi bersamaan tidak menghasilkan kesepakatan harga.

2. 19. Dalam hal pelelangan Pengadaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya mengalami kegagalan. 19.1.1. Evaluasi harga dilakukan dengan memperhitungkan preferensi harga untuk menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). apabila penawaran yang masuk minimal 3 (tiga) dan negosiasi bersamaan mengalami kegagalan. 19.9.7. 19.6. atau 19. atau Pemilihan langsung dengan cara meminta peserta memasukkan penawaran harga baru.6. dapat dilakukan pelelangan ulang kedua dengan mengikutsertakan Penyedia Barang/Jasa usaha menengah. 192 .8. Pelelangan ulang untuk Pengadaan Barang: Dalam hal pengadaan memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri mengalami kegagalan: 1.000.5. dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan persyaratan pengadaan yang sama.5. Dalam hal dilakukan pelelangan ulang atas pekerjaan dengan nilai sampai dengan Rp1.Buku Kedua .9. mengalami kegagalan. Dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan mengikutsertakan penyedia barang Produksi Dalam Negeri dan penyedia barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS/OE. maka proses pengadaan selanjutnya dilaksanakan dengan: Melakukan negosiasi bersamaan terhadap penawaran yang masuk. Preferensi harga diberikan bagi barang dengan pencapaian TKDN sekurang-kurangnya 25% (dua puluh lima persen).000.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100. apabila penawaran yang masuk minimal 3 (tiga). 19. Apabila pelelangan ulang tersebut pada angka 19. Dalam hal pelelangan Pengadaan barang/ Jasa Pemborongan / Jasa Lainnya yang tidak memperhitungkan preferensi harga mengalami kegagalan.7. dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan mengikut sertakan Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN dan ketentuan lainnya yang diatur dalam bab III angka 7.9. 2. atau 19.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 19. atau 19.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) dan ternyata tidak ada penawaran yang masuk atau setelah negosiasi harga penawaran masih lebih tinggi dibanding HPS/OE.

9.9. di atas dapat mempergunakan HPS/OE baru. Pembatalan pelelangan hanya dapat dilakukan oleh Kontraktor KKS apabila salah satu kondisi berikut terpenuhi: 20.2.1. Adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atas pelaksanaan lelang tersebut. 19.4. Penyedia Barang/Jasa yang telah ditunjuk sebagai pemenang dapat meminta penggantian biaya penyiapan dokumen penawaran. 20.1. 19.. Penyusunan HPS/OE mengikuti ketentuan yang diatur pada bab VII. Pembatalan pelelangan sedapat mungkin dihindarkan. dengan dimungkinkan adanya perubahan lingkup kerja. Perubahan lingkup kerja karena perubahan pada rencana kerja atau karena lelang ulang gagal.9.1.4. 19.5.9. atau 19. Pemilihan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk. 20. Anggaran yang dialokasikan tidak mencukupi.4.8. 19. PEMBATALAN PELELANGAN 20. atau Membatalkan lelang tersebut dan melaksanakan lelang baru.9. Pembatalan lelang yang rencana pengadaannya melalui persetujuan BPMIGAS harus dilaporkan kepada BPMIGAS dan menjadi catatan BPMIGAS terhadap penilaian kinerja Kontraktor KKS.5. atau Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 19. 20.6.3.3. Dalam pelaksanaan pemilihan langsung atau penunjukan langsung tersebut pada angka 19.3. 20.1.9. Proses pengadaan terbukti tidak dilaksanakan sesuai ketentuan perundangan-undangan yang berlaku. 19.2.1. atau Penunjukan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu).1. 20. apabila penawaran yang masuk hanya 2 (dua). atau Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu). 19.9.9.7.9. Dalam hal terjadi pembatalan pelelangan pekerjaan jasa konstruksi dan tahapan pelelangan telah sampai pada penunjukan pemenang.1.3. 20. 193 . Berdasarkan kesimpulan pimpinan tertinggi Kontraktor KKS telah terjadi tindak KKN.2. 20.

2. Setinggi-tingginya sama dengan nilai jaminan penawaran. 21.000. 194 .Buku Kedua . TENGGANG WAKTU PELELANGAN 22.000.3. kecuali untuk pengadaan pekerjaan yang bersifat kompleks dan bernilai lebih dari Rp1. Hari akhir pengambilan Dokumen Pengadaan sekurangkurangnya 2 (dua) hari kerja setelah hari terakhir pendaftaran atau setelah pengumuman hasil Prakualifikasi.000.4. 22. apabila Kontraktor KKS belum menerbitkan Surat Perintah Memulai Pelaksanaan Pekerjaan (SPK)/Letter of Intent (LOI). Hari pemasukan dokumen penawaran sekurang-kurangnya 4 (empat) hari kerja setelah hari akhir pemberian penjelasan. 22. Proses lelang sejak pengumuman sampai dengan penandatanganan Kontrak diupayakan dalam tenggang waktu 6 (enam) bulan. atau 20. 22. 22.5.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dalam hal ini nilai penggantian biaya dihitung dengan menggunakan salah satu dari ketentuan berikut: 20. Sebesar nilai kompensasi menurut ketentuan yang tertuang dalam draft kontrak yang menjadi bagian dari Dokumen Pengadaan. PENGULANGAN PENGADAAN (REPEAT ORDER) Pengulangan pengadaan barang/jasa (repeat order) dengan menggunakan hasil pelelangan sebelumnya untuk melaksanakan paket pekerjaan yang lain/berbeda tidak diperbolehkan. Hari pemberian penjelasan sekurang-kurangnya 2 (dua) hari kerja setelah hari akhir pengambilan Dokumen Pengadaan. Masa pendaftaran sekurang-kurangnya 3 hari kerja setelah tanggal pengumuman.00 (seratus juta dolar Amerika Serikat).00 (satu trilliun rupiah) atau lebih dari US$100.3. 22.000. apabila Kontraktor KKS telah menerbitkan Surat Perintah Memulai Pelaksanaan Pekerjaan (SPK)/Letter of Intent (LOI).000.1.3.000.2.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XII METODA DAN TATA CARA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 195 .Buku Kedua .

PQ-003. jasa informasi. koperasi. Kegiatan Jasa Konsultansi meliputi jasa perencanaan konstruksi. Penyedia Jasa Konsultansi antara lain perusahaan Jasa Konsultansi. 1. Jasa Konsultansi harus dilaksanakan di Indonesia. 1. Dalam hal jasa yang akan dilelangkan belum dapat dilaksanakan oleh Perusahaan Nasional.000.4. 1.000.00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk Konsorsium atau sub kontrak dengan Perusahaan Nasional yang dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.1.Buku Kedua . badan usaha yang dimiliki perguruan tinggi negeri/perguruan tinggi swasta (PTN/PTS).2. penelitian. Jasa Konsultansi harus bersifat tidak rutin dengan jangka waktu tertentu dan mengutamakan konsultan dalam negeri. 1. Perusahaan Asing dapat mengikuti pengadaan dengan nilai lebih dari Rp10.00 (sepuluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$1.3. Pengadaan diikuti oleh Penyedia Barang/Jasa yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal 35% (tiga puluh lima persen). 196 . KETENTUAN UMUM 1. jasa pengujian.6.000. jasa survey. kecuali untuk kegiatan yang belum dapat atau tidak mungkin dilaksanakan di Indonesia.8. Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta pengadaan yang menyanggupi untuk memenuhi persyaratan angka 1. perusahaan jasa industri dan perbankan yang memiliki unit litbang dengan keahlian khusus. di atas kurang dari persyaratan minimal. 1. bidang produksi dan industri. jasa manajemen. 1.000.000. jasa K3LL. jasa studi makro/mikro. pemeliharaan serta rehabilitasi. maka Perusahaan Nasional dapat menggunakan tenaga ahli asing bertaraf internasional atau membuat kerjasama dalam bentuk Konsorsium atau sub kontrak dengan konsultan asing bertaraf internasional. 1. Jasa Konsultansi dapat dilakukan untuk semua kegiatan sesuai sub bidang pekerjaan pada lampiran buku kedua no. pelatihan serta jasa pelayanan profesi lainnya.9.5. konsultansi operasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. jasa pengawasan konstruksi. dilakukan pelelangan ulang dengan mengikut sertakan Penyedia Barang/Jasa yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal 30% (tiga puluh persen).7.4. konsultan perorangan. 1.

197 . SURAT UNDANGAN Surat undangan untuk memasukkan penawaran administrasi. 3.2. PENYIAPAN DOKUMEN PENGADAAN Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi terdiri dari: 2. teknis dan harga ditujukan kepada penyedia Jasa Konsultansi. KAK sekurang-kurangnya memuat: 1. jumlah penggunaan tenaga ahli.2. dasar pembuatan Kontrak dan acuan evaluasi hasil kerja konsultan. standar teknis. antara lain berisi latar belakang. PENGADAAN (IKPP)/ Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP)/Instruction to Bidders (ITB). maksud dan tujuan.2.3.1. 2. Uraian pendahuluan berupa gambaran secara garis besar mengenai proyek/kegiatan yang akan dilaksanakan. Klarifikasi dan negosiasi dengan calon konsultan terpilih. Sebagai acuan dan informasi bagi para konsultan yang diundang mengikuti pengadaan dalam rangka menyiapkan kelengkapan administratif. usulan teknis dan usulan harga. klarifikasi.1. 2. sepanjang tidak mengubah sasaran.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Data penunjang berupa data yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek. tujuan dan keluaran/output yang dihasilkan. Sebagai acuan dalam evaluasi usulan. Dalam persyaratan teknis memuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) dengan ketentuan sebagai berikut: 2. Menjelaskan tujuan dan lingkup Jasa Konsultansi serta keahlian yang diperlukan. 2. 2. antara lain data dasar. 2. Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan HPS/OE kegiatan Jasa Konsultansi disusun secara keahlian dan digunakan sebagai acuan dalam evaluasi penawaran. jumlah bulan kerja (man-months) dan satuan biaya personil. Tujuan pembuatan KAK adalah: 1. studi-studi terdahulu yang pernah dilaksanakan dan peraturan serta ketentuan yang berlaku.10. Dimungkinkan adanya perbedaan hasil negosiasi terhadap KAK dan HPS/OE seperti klasifikasi. IKPP (ITB) memuat hal-hal seperti pada bab VIII angka 3. INSTRUKSI KEPADA PESERTA INSTRUCTION TO BIDDERS (ITB). lokasi. dan/atau negosiasi dengan calon konsultan terpilih.

METODA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 4. Jenis dan jumlah laporan yang disyaratkan (laporan pendahuluan. Pelelangan Terbatas. peralatan dan material yang disediakan oleh Kontraktor KKS serta peralatan dan material yang harus disediakan oleh konsultan. biaya perjalanan. persyaratan kerjasama dengan konsultan lain (apabila diperlukan). perkiraan jangka waktu penyelesaian pekerjaan Jasa Konsultansi. dan pedoman tentang pengumpulan data lapangan. 4. Biaya personil (remuneration). laporan sela dan laporan akhir). kualifikasi tenaga ahli yang harus disediakan oleh konsultan dan jadwal setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan. 198 . pemilihan langsung dan penunjukan langsung pada prinsipnya mengikuti tata cara yang sebagaimana diatur pada bab X. Pengadaan Jasa Konsultansi dilakukan dengan metoda Pelelangan Umum. Hal-hal lain seperti fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa untuk membantu kelancaran tugas konsultan. Tujuan dan ruang lingkup pekerjaan yang memberikan gambaran mengenai tujuan yang ingin dicapai. Biaya langsung non personil (direct reimbursable cost) yang meliputi antara lain biaya untuk sewa kantor. biaya komunikasi. Swakelola. 5. HARGA PERHITUNGAN SENDIRI Penyusunan Harga perhitungan sendiri (HPS) atau owner estimate (OE). pelelangan terbatas. Pemilihan Langsung. biaya pengurusan surat ijin.2. 4. 3. Tata cara pelaksanaan dan pertimbangan pemilihan metoda pelelangan umum. Penunjukan Langsung. biaya pengiriman dokumen. tunjangan perumahan / akomodasi dan lain-lain.1.Buku Kedua . mengikuti ketentuan sebagaimana diatur pada bab VII HPS/OE yang terdiri dari dua komponen pokok : 3.2. lingkup kewenangan yang dilimpahkan kepada konsultan. 4. keluaran lain.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 3.1. kecuali secara khusus dinyatakan lain.

DPT berisi daftar penyedia Jasa Konsultansi yang mempunyai kualifikasi dan sub bidang usaha yang sama dan telah lulus Prakualifikasi atau konsultan perorangan yang memiliki keahlian khusus. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaksanakan Prakualifikasi terhadap calon peserta pengadaan yang mendaftar dengan cara meneliti dan menilai data kualifikasi calon peserta dimaksud.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.3. dilakukan pelelangan ulang. 5. 2. 2. Peserta yang lulus penilaian Prakualifikasi dicantumkan dalam DPT / Short List.3. Menggunakan Metoda Pemilihan Langsung : 1.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaksanakan Prakualifikasi terhadap calon peserta pengadaan yang mendaftar dengan cara meneliti dan menilai data kualifikasi calon peserta dimaksud. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang calon peserta. 5. PENYUSUNAN DAFTAR PENYEDIA JASA TERSELEKSI (DPT) / SHORT LIST 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan rencana pelelangan. 4.1. Peserta yang mendaftar sekurang-kurangnya 3 (tiga).1. Panitia Pengadaan/Tim Internal menyusun Daftar Penyedia Jasa Terseleksi (DPT)/Short List berdasarkan hasil proses Prakualifikasi. Tata cara penyusunan DPT / Short List sebagai berikut: Menggunakan Metoda Pelelangan : 1. 5.3.2. 199 .3. Apabila calon peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta lain. Peserta yang diundang sekurang-kurangnya 3 (tiga). Menggunakan Metoda Penunjukan Langsung: Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang satu penyedia Jasa Konsultansi /konsultan perorangan. 3. Peserta yang lulus penilaian Prakualifikasi dicantumkan dalam DPT / Short List. 3. 5. 4. 5. Apabila calon peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga).

SISTIM EVALUASI KUALITAS Sistim evaluasi kualitas adalah evaluasi berdasarkan nilai terbaik penawaran teknis dan dilanjutkan dengan Klarifikasi serta negosiasi teknis dan harga.8. Dilakukan evaluasi kelengkapan administrasi sesuai yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 7. 7.Buku Kedua . Evaluasi persyaratan administrasi: 1. Urutan proses sebagai berikut : 7. disampaikan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal sesuai dengan tempat dan jadwal waktu yang ditetapkan. 200 .11. Pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas digunakan bagi pekerjaan Jasa Konsultansi yang permasalahannya kompleks.1. Dalam hal ini.2. 2. sesuai dengan tata cara evaluasi administrasi sebagaimana diatur pada bab XI. memerlukan teknologi tinggi.. Sistim evaluasi penawaran dicantumkan dalam Dokumen Pengadaan. SISTIM EVALUASI PENAWARAN Evaluasi penawaran Jasa Konsultansi menggunakan sistim evaluasi kualitas atau sistim evaluasi kualitas teknis dan harga atau sistim evaluasi harga terendah. kecuali Jasa Konsultansi perorangan dapat menggunakan sistim 1 (satu) sampul. angka 9. Evaluasi kelengkapan administrasi. Pembukaan dokumen penawaran sesuai tata cara pembukaan dokumen penawaran untuk sistim 2 (dua) sampul sebagaimana diatur pada bab XI. angka 8.1..1. kualitas usulan merupakan faktor yang menentukan hasil pekerjaan (outcome) secara keseluruhan. 7. memerlukan inovasi atau Jasa Konsultansi dengan lingkup pekerjaan yang sulit ditetapkan dalam KAK.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN Pemasukan dokumen penawaran dilakukan dengan sistim 2 (dua) sampul.1.

sedangkan untuk jasa supervisi dan perencanaan teknis penekanan lebih diberikan kepada kualifikasi tenaga ahli. Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi antara lain: a. Lingkup dan sasaran pencapaian Jasa Konsultansi. Penilaian penawaran teknis a.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.1. g. Jadwal pelaksanaan pekerjaan. Evaluasi Penawaran Teknis 1. Klarifikasi Teknis Klarifikasi dilakukan untuk memperoleh kepastian dan/atau kejelasan teknis. dalam rentang tersebut di atas berdasarkan jenis pekerjaan jasa yang akan dilaksanakan. h. 201 . Program alih pengetahuan. Unsur-unsur pokok yang dinilai dan pembobotannya: Unsur Pokok Pengalaman Konsultan Pendekatan dan Metodologi Kualifikasi Tenaga Ahli Jumlah Bobot (%) 10-20 20-45 45-60 100 Penetapan bobot yang digunakan untuk masing-masing unsur. d. Organisasi pelaksanaan. Klarifikasi tidak boleh mengubah sasaran kerangka acuan kerja. Kualifikasi tenaga ahli. b. Cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja. e. 2. guna pencapaian hasil kerja yang optimal. b. Persentase komitmen TKDN jasa. dengan memperhatikan bobot pekerjaan dan tenaga ahli yang akan mengerjakan serta pertimbangan kebutuhan perangkat pendukung yang proposional. Fasilitas penunjang. c. i. Dilakukan dengan cara memberikan nilai angka (merit point) pada unsur-unsur pokok yang terdapat pada dokumen penawaran teknis dengan memperhatikan bobot yang diberikan pada unsur-unsur tersebut.3. f. Untuk jasa studi analisa perlu diberikan penekanan kepada pengalaman konsultan dan pendekatan metodologi. Jadwal penugasan personil.

lingkup serta Jasa Konsultansi yang diperlukan (aspek-aspek utama yang diindikasikan dalam KAK) dan pengenalan lapangan. kualitas metodologi. pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan di Indonesia dan/atau di luar negeri. Pengalaman konsultan harus dilengkapi dengan referensi dari pengguna jasa sebelumnya yang menunjuk kinerja konsultan yang bersangkutan. lingkup dan data proyek/kegiatan secara singkat. antara lain : • Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui pengalaman dan mengukur kemampuan/kapasitas konsultan yang bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya.Buku Kedua . pemahaman atas tujuan. penilaian terutama meliputi pengertian terhadap tujuan proyek. Pengalaman tersebut diuraikan secara jelas dengan mencantumkan informasi nama proyek/kegiatan. lokasi. Pengalaman kerja di Indonesia dan/atau lokasi proyek di Indonesia mendapat nilai tambah. kapasitas perusahaan dengan antara lain memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. pemberi tugas.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa c. Pengalaman konsultan: • Penilaian dilakukan atas pengalaman konsultan dalam melaksanakan pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. antara lain pengalaman melaksanakan proyek/ pekerjaan sejenis. nilai dan waktu (bulan dan tahun) pelaksanaan. Penilaian juga dilakukan terhadap jumlah proyek/ pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh konsultan. Unsur-unsur yang dinilai. 202 . Unsur yang dinilai. Pendekatan dan Metodologi Dimaksudkan untuk menilai pemahaman konsultan atas lingkup pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK. kemampuan manajerial dan fasilitas yang dimiliki. • • • • d. dan hasil kerja.

jadwal penugasan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 • Kualitas Metodologi. program kerja. perhitungan teknis dan laporan-laporan yang diusulkan dalam penawaran. uraian tugas. gambargambar kerja. yaitu lulusan perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah lulus ujian negara atau yang telah diakreditasi. Kualifikasi Tenaga Ahli Penilaian dilakukan terhadap tenaga ahli konsultan yang diusulkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan jenis keahlian. jadwal pekerjaan. dibuktikan dengan foto copy ijazah. laporan-laporan yang disyaratkan. • Konsultan yang mengajukan gagasan baru guna meningkatkan kualitas hasil kerja (output) seperti tersebut dalam KAK meskipun berakibat perubahan KAK. jangka waktu pelaksanaan. Penilaian meliputi antara lain: analisis. serta jumlah tenaga yang ditetapkan dalam KAK. diberikan nilai lebih. atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi. penilaian terutama meliputi: − ketepatan menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK. dan kebutuhan fasilitas penunjang. jumlah bulan kerja (manmonths) tenaga ahli. interpretasi terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia. e. apresiasi terhadap inovasi. 203 . spesifikasi teknis. jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli yang diperlukan. Unsur yang dinilai: • Tingkat pendidikan. persyaratan. konsistensi antara metodologi dengan rencana kerja. organisasi. − − − • Hasil kerja (deliverable).

3. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaporkan hasil penilaian teknis kepada Pejabat Berwenang untuk mendapatkan persetujuan. dan memilih konsultan yang mengajukan penawaran teknis yang nilainya sama atau melampaui nilai minimal ambang batas (passing grade). Penyusunan dan Pengumuman Peringkat Evaluasi Teknis.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal memberitahukan secara tertulis urutan peringkat konsultan berikut nilai teknisnya kepada seluruh peserta. • • • Pembobotan dan penilaian untuk tiap sub-unsur ditetapkan lebih lanjut oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. kondisi dan adat istiadat setempat. Berdasarkan keputusan Pejabat Berwenang. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan peringkat konsultan yang dituangkan dalam berita acara evaluasi penawaran teknis.Buku Kedua . pengenalan (familiarity) atas tata cara. Kualifikasi dari tenaga ahli yang melebihi kualifikasi persyaratan dalam KAK tidak memperoleh tambahan nilai. Aspek lainnya meliputi penguasaan bahasa Inggris.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Jenis keahlian (spesialisasi) yang dibuktikan dengan sertifikat.4. didukung dengan referensi dari pengguna jasa. Pengalaman kerja profesional sesuai persyaratan dalam KAK. selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman tersebut. 204 . bahasa Indonesia (bagi konsultan asing). 7. situasi. aturan. a. Hal lebih rinci tentang sanggahan diatur pada bab XI angka 14. b. c. Berdasarkan hasil evaluasi penawaran teknis. harus sesuai dengan persyaratan dalam KAK. Sanggahan Peserta pengadaan yang berkeberatan atas pengumuman hasil evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis.

4. dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Demikian seterusnya sampai dengan peringkat teknis ketiga. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal melanjutkan dengan membuka penawaran konsultan yang lulus dengan peringkat teknis kedua serta apabila perlu dilakukan Klarifikasi dan negosiasi. Aspek-aspek yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi antara lain kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya. harga satuan dibandingkan dengan harga yang berlaku dipasaran/ kewajaran harga. 7.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Klarifikasi dan negosiasi harga dilakukan untuk memperoleh kesepakatan harga yang dapat dipertanggung-jawabkan. Klarifikasi dan negosiasi harga dapat dilakukan bersamaan dengan negosiasi penawaran teknis. Klarifikasi dan Negosiasi Klarifikasi dan negosiasi tidak boleh mengubah sasaran.1. 6. 205 . tujuan dan keluaran yang dihasilkan serta tidak melampaui HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan konsultan. Pembukaan Penawaran Harga 1. Panitia Pengadaan/Tim Internal hanya membuka sampul II (kedua) penawaran konsultan dengan peringkat teknis tertinggi yang melampaui atau sama dengan nilai ambang batas. Unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dengan ketentuan 1 (satu) bulan dihitung minimal 22 (duapuluh dua) hari kerja dan 1 (satu) hari kerja dihitung minimal 8 (delapan) jam kerja. volume kegiatan dan jenis pengeluaran.6. 3.5. Apabila dianggap perlu dapat dilakukan negosiasi atas penawaran teknis dan kemudian dilakukan Klarifikasi dan negosiasi harga. 2.1. 2. Negosiasi terhadap unit harga personil dapat dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setoran pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. 5. Apabila Klarifikasi dan negosiasi dengan konsultan peringkat pertama tidak menghasilkan kesepakatan.

Panitia Pengadaan/Tim Internal mengajukan usulan penetapan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi. c.000. Ketentuan sanggahan diatur pada bab XI angka 14. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15. 8. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan. 7. 7.9.000. 2. penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara hasil Klarifikasi dan negosiasi dan melaporkan hasil Klarifikasi dan negosiasi kepada Pejabat Berwenang.8. 7.Buku Kedua . Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5.1. Pejabat Berwenang menetapkan pemenang pengadaan berdasarkan usulan dari Panitia Pengadaan/Tim Internal. 206 .7. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penunjukan pemenang.000.000. Penunjukan Pemenang 1. Sanggahan a. b. 3.000. 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan keputusan penetapan pemenang melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara tertulis kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pelelangan.1.1. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Penetapan Pemenang 1.

Penawaran harga peringkat teknis kedua dibuka. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. f. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang. Apabila harga penawaran peringkat teknis ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. e.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Selanjutnya: a. Selanjutnya penawaran harga peringkat teknis ketiga dibuka. Apabila harga penawaran peringkat teknis kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. b. dilakukan negosiasi. dilakukan negosiasi. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Apabila calon pemenang peringkat ketiga telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan juga tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. 207 . d. Apabila harga penawaran calon pemenang peringkat teknis kedua telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. c.

dilakukan negosiasi penawaran teknis serta Klarifikasi dan negosiasi harga dilakukan kepada calon pemenang peringkat ketiga. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pembatalan Penunjukan Pemenang 4. maka dilakukan pelelangan ulang. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. b. kecuali dokumen penawaran harga peringkat dua dan tiga baru dikembalikan setelah penandatanganan Kontrak. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya. 208 .Buku Kedua . Dokumen penawaran harga yang tidak dibuka dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah atas hasil evaluasi administrasi dan teknis selesai. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri.10. Dilakukan negosiasi penawaran teknis serta Klarifikasi dan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua. 7. atau c. atau b.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta. Pengembalian Dokumen Penawaran 1. c. 5. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a. Dokumen penawaran teknis peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang pengadaan dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah selesai. dan 3. mengundurkan diri. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a.

7.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan peringkat konsultan yang dituangkan dalam berita acara evaluasi penawaran teknis. 3.2.2.2. 1. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan pada papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara terulis urutan peringkat konsultan berikut nilai teknisnya kepada Penyedia Barang/Jasa. Sanggahan atas keputusan evaluasi administrasi dan teknis: Peserta pengadaan yang berkeberatan atas pengumuman hasil evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 SISTIM EVALUASI KUALITAS TEKNIS DAN HARGA Sistim evaluasi berdasarkan teknis dan harga adalah evaluasi berdasarkan kombinasi skor penawaran teknis dan skor nilai penawaran harga.2. 7.4.3. Urutan proses sebagai berikut : 7. Berdasarkan hasil evaluasi penawaran teknis. Sistim evaluasi berdasarkan teknis dan harga digunakan untuk pekerjaan yang lingkup. kemudian dipilih penawaranpenawaran yang sama atau melampaui nilai ambang batas (passing grade). waktu penugasan dan hal-hal lain dapat diperkirakan dengan baik dalam KAK.2. keluaran (output). Penyusunan dan Pengumuman Peringkat Evaluasi Teknis. selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman tersebut. Berdasarkan keputusan Pejabat Berwenang. . 209 7.2. Penilaian/evaluasi penawaran teknis menggunakan sistim pembobotan (merit point). dilanjutkan dengan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga. Hal lebih rinci mengenai sanggahan diatur dalam bab XI angka 14. Demikian juga besarnya biaya (HPS/OE) dapat diperhitungkan dengan baik. Prosedur pembukaan dan evaluasi penawaran administrasi dan teknis [sampul I (pertama)] mengikuti prosedur pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas. dan memilih konsultan yang mengajukan penawaran teknis yang nilainya sama atau melampaui nilai minimal ambang batas (passing grade). 2. 7. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaporkan hasil penilaian teknis kepada Pejabat Berwenang untuk meminta persetujuan.

Calon konsultan yang lulus evaluasi teknis berikut nilai evaluasi penawaran teknis masing-masing. Ketentuan pembobotan nilai evaluasi penawaran teknis dan nilai evaluasi penawaran harga sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pengadaan. 6. 3. Dilakukan perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN (HE-TKDN).2. 7. b. 210 . Panitia Pengadaan/Tim Internal dihadapan peserta pelelangan menyampaikan hal-hal sebagai berikut: a.5. Penilaian penawaran harga terhadap konsultan yang telah lulus evaluasi teknis dengan menggunakan sistim nilai (merit point system) berdasarkan urutan harga evaluasi penawaran (HEP) (jika tanpa normalisasi) atau menggunakan harga setelah normalisasi (jika ada normalisasi). 5. 2. harga evaluasi penawaran (HEP) atau harga setelah normalisasi yang terendah diberikan skor paling tinggi (maksimal). Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara pembukaan penawaran harga yang harus ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan sekurangkurangnya 1 (satu) wakil peserta pengadaan. membacakan dan menulis harga penawaran. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta yang lulus evaluasi penawaran teknis untuk menghadiri pembukaan penawaran harga [sampul II (kedua)].Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Pembukaan dan evaluasi penawaran harga [sampul II (kedua)]: 1. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul-II (kedua). TKDN serta nilai jaminan penawaran dari seluruh peserta yang lulus evaluasi teknis. Penyetaraan (normalisasi) penawaran harga dengan antara lain menambahkan biaya manajemen (management cost) yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS pada harga evaluasi penawaran (HEP). dalam hal pelaksanaan Jasa Konsultansi dilaksanakan di luar negeri. 4.

6. b. Penyusunan daftar peringkat konsultan didasarkan hasil perhitungan kombinasi nilai terbobot penawaran teknis dan harga. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang konsultan dengan nilai tertinggi untuk hadir dalam rapat negosiasi teknis dan negosiasi harga. Pelaksanaan sebagai berikut: a. 211 . 2.2. Konsultan dengan peringkat pertama diberi waktu yang memadai untuk mempersiapkan negoasiasi teknis dan negosiasi harga. Berdasarkan berita acara evaluasi gabungan penawaran teknis dan penawaran harga. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara hasil negosiasi dan melaporkan hasil negosiasi kepada Pejabat Berwenang. Panitia Pengadaan/Tim Internal menghitung kombinasi nilai (score) penawaran teknis dan nilai penawaran harga dengan cara perhitungan sebagai berikut : Nilai akhir = [Nilai Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis] + [Nilai Penawaran Harga x Bobot Penawaran Harga] Dimana : − − − Bobot penawaran teknis antara 0.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. 3. Klarifikasi tidak boleh mengubah sasaran KAK.40 Harga penawaran terendah diberikan nilai (score) penawaran harga tertinggi. Prosedur negosiasi mengikuti ketentuan pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas. Apabila tidak ada satupun harga penawaran yang lebih rendah atau sama dengan HPS/OE. c. Evaluasi gabungan teknis dan harga: 1. dilakukan negosiasi terhadap konsultan yang mempunyai nilai tertinggi sesuai hasil evaluasi kombinasi penawaran teknis dan penawaran harga.20 sampai 0.80 Bobot penawaran harga antara 0.60 sampai 0.

50 Score Penawaran Teknis Score Penawaran Teknis Tertimbang Penawaran Harga (Bobot :   0.00 1.000.000.72    Nilai Kombinasi Teknis dan Harga             86.100.75 ) 84 63.000 40 3.50 86 64.050.00 82 61.067.626.004.00    1.Buku Kedua .08 23.000 50 3.784.000 60 4.506 86.52       Harga Penawaran TKDN Preferensi HE TKDN Score Harga Penawaran Score Harga Penawaran Tertimbang        1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh: Penghitungan Nilai Kombinasi Evaluasi Kualitas Teknis dan Harga Pengadaan Jasa Konsultansi           A   B   C Penyedia Barang/Jasa Penawaran Teknis (Bobot :   0.25 ) (Rp) (%) (%) (Rp) 1.75 1.22      1. 4.156.689 100.50 1.             Score harga penawaran = (HE TKDN Terendah) / (HE TKDN) x 100 Score Penawaran Teknis Tertimbang = Score Teknis x Bobot Teknis Score Penawaran Harga Tertimbang = Score Harga x Bobot Harga Nilai Kombinasi = Score Teknis Tertimbang + Score Harga Tertimbang 212 .50    86.00 25.200.52    86.000.87 21.165 94.961. 3. 2.

00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5.8. 3. Hal mengenai sanggahan diatur pada bab XI angka 14. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan keputusan penetapan pemenang melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pengadaan.2.000. Penetapan Pemenang 1. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani Kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi.000.2. 213 . 7.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 2. 2. Sanggahan atas penetapan pemenang: 1. Penunjukan Pemenang 1.000.000. penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengajukan usulan penetapan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. 3. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penetapan pemenang.000. Sanggahan atas penetapan pemenang hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis.9. 7.2.7. 3. Pejabat Berwenang menetapkan pemenang pengadaan berdasarkan usulan dari Panitia Pengadaan/Tim Internal.

Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a. Apabila calon pemenang peringkat teknis kedua tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. Selanjutnya penawaran harga peringkat teknis ketiga dibuka. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. 7. atau 214 . dilakukan negosiasi. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Pembatalan Penunjukan Pemenang 1. d. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya.10.2. Apabila harga penawaran peringkat teknis ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dilakukan negosiasi.Buku Kedua . Penawaran harga peringkat teknis kedua dibuka. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Selanjutnya: a. Apabila harga penawaran peringkat teknis kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. b. c. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila calon pemenang peringkat ketiga juga tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana.

atau c. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a. Dokumen penawaran teknis peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang pengadaan dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah selesai. c. dan 2. b. maka dilakukan pengadaan ulang. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta. Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri dilakukan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga dilakukan kepada calon pemenang peringkat ketiga. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b.2. Pengembalian Dokumen Penawaran 1. mengundurkan diri. 7.11. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. 2. Dilakukan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua. 215 .

3. 216 . Evaluasi Teknis 1. membacakan dan menulis harga penawaran [(sampul II (kedua)] dari semua peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis. Dilakukan perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN (HE-TKDN). penyusunan peringkat nilai teknis sampai dengan pengumuman hasil evaluasi teknis serta prossedur sanggahan mengikuti ketentuan dalam sistim evaluasi kualitas teknis dan harga.3.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. 4. 2. 3. Tata cara evaluasi penawaran teknis.2. SISTIM EVALUASI HARGA TERENDAH Sistim evaluasi harga terendah adalah evaluasi berdasarkan penawaran harga terendah dari konsultan yang memenuhi atau melampaui nilai minimal ambang batas teknis (passing grade). 2. Penawaran harga [Sampul II (kedua)] peserta yang tidak lulus evaluasi penawaran teknis. dikembalikan. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara pembukaan penawaran harga yang harus ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan sekurangkurangnya 1 (satu) wakil peserta pengadaan. Pembukaan penawaran harga 1. 7. Panitia Pengadaan/Tim Internal dihadapan peserta pengadaan menyampaikan calon konsultan yang lulus evaluasi teknis berikut nilai evaluasi penawaran teknis masing-masing.3. Panitia Pengadaan/Tim aritmatik. Pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi harga terendah digunakan bagi pekerjaan Jasa Konsultansi yang bersifat standar atau secara teknis dapat dilaksanakan dengan metoda yang sederhana.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan penilaian usulan teknis dan tata cara penilaian mengikuti ketentuan pengadaan Jasa Konsultansi berdasarkan sistim evaluasi kualitas dan dibuatkan daftar peserta yang nilainya sama dengan atau di atas nilai minimal ambang batas teknis (passing grade). Internal melakukan koreksi 5. 7.Buku Kedua .

7.000. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja. 6.5. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. 2. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani Kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi.3. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50.000. Penyetaraan (normalisasi) penawaran harga dengan antara lain menambahkan biaya manajemen (management cost) yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS pada harga evaluasi penawaran (HEP).3. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15.4.3. dalam hal pelaksanaan Jasa Konsultansi dilaksanakan di luar negeri. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. Hal lebih rinci mengenai sanggahan diatur pada bab XI angka 14. 3. Dilakukan negosiasi harga mengikuti prosedur negosiasi pengadaan barang/Jasa Lainnya. 3.000.000. Penunjukan Pemenang 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5.000. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan. Penyusunan daftar peringkat konsultan didasarkan hasil perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) (jika tanpa normalisasi) atau hasil normalisasi (jika ada normalisasi). 7. penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 2. Sanggahan 1. Negosiasi harga terhadap konsultan calon pemenang tidak boleh mengubah sasaran kerangka acuan kerja. 217 . 7. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penunjukan pemenang.3.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Selanjutnya: a. Apabila harga penawaran calon pemenang peringkat ketiga telah lebih rendah dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. d. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/ Jasa. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila harga penawaran peringkat ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Selanjutnya Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan untuk menetapkan peserta peringkat ketiga sebagai calon pemenang. g.Buku Kedua . e. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan untuk menetapkan peserta peringkat kedua sebagai calon pemenang. b. dilakukan negosiasi. f. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/ Jasa. Apabila calon pemenang peringkat kedua telah lebih rendah dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. dilakukan negosiasi. Apabila harga penawaran peringkat kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. c. 218 .

tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. 2. 7.7. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a. maka dilakukan pelelangan ulang. c. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.3. dilakukan negosiasi harga kepada calon pemenang peringkat ketiga. Pembatalan Penunjukan Pemenang 1. Dilakukan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua. 219 . dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah disusun peringkat evaluasi teknis.3. Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri. atau b. atau c. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. 2. b. mengundurkan diri. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta.6. Dokumen penawaran harga dari penawaran yang tidak lulus evaluasi teknis. Pengembalian Dokumen Penawaran 1. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a.

Peserta lama harus mendaftar ulang.3. sesegera mungkin setelah 8. atau 8.1.3. Pelelangan ulang dilaksanakan pelelangan dinyatakan gagal. PELELANGAN ULANG 8. 8.1.2.2. Evaluasi harga memperhitungkan preferensi harga berdasar janji/ komitmen TKDN dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). Terhadap peserta baru harus dilakukan penilaian kualifikasi. Pemilihan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. Pelelangan ulang diselenggarakan dengan mengundang Peserta Pengadaan lama dan/atau mengundang Penyedia Barang/Jasa baru. apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua). Penunjukan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). atau 8.1.2. Dalam hal pelelangan Pengadaan Jasa Konsultansi mengalami kegagalan. Dalam hal mengundang peserta baru. 8.Buku Kedua . maka proses pengadaan selanjutnya dilaksanakan dengan: 8.1.2. peserta yang telah dinyatakan telah lulus penilaian kualifikasi tidak dilakukan penilaian kualifikasi lagi. Apabila pelelangan ulang mengalami kegagalan.1.2. dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang: 8. proses dimulai dengan tahap pengumuman. dengan dimungkinkan adanya perubahan lingkup kerja 220 .2. Membatalkan lelang tersebut dan melaksanakan lelang baru.

2.3.4. 9. 9. Pengadaan jasa kosultansi perorangan dilakukan melalui penunjukan langsung dengan mempertimbangkan faktor kewajaran harga serta memenuhi salah satu persyaratan sebagai berikut: Pelaksanaan pekerjaan tidak memerlukan kerja kelompok (team work) untuk penyelesaiannya. Kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya.1.3.1.2. Aspek-aspek yang perlu dinegosiasi terutama : 9. 9. 9.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. 9. 221 . KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan Klarifikasi dan negosiasi harga kepada penyedia Jasa Konsultansi perorangan yang akan ditunjuk sebagaimana pada pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas.2. Harga satuan dibandingkan dengan harga yang berlaku di pasar/ harga yang wajar.1. 9. Jenis dan volume kegiatan serta jumlah pengeluaran. Jasa Konsultansi tersebut bukan merupakan proyek/kegiatan secara utuh yang berdiri sendiri.2.1. PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERORANGAN 9. 9. Pekerjaan hanya memungkinkan dilakukan oleh orang yang ahli di bidangnya (spesialis).2.1.1.2. Jasa Konsultansi tersebut merupakan tugas khusus untuk memberikan masukan/saran (advice) dalam pelaksanaan proyek/ kegiatan.1.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB XIII KONTRAK 222 .

1.2. Apabila penyesuaian harga mengakibatkan diperlukannya PLK.2. 2. 2. Para pihak yang menanda tangani Kontrak. 2. 1. Anggota Konsorsium atau bentuk kerja sama lainnya yang berdasarkan perjanjian kemitraan berhak menandatangani Kontrak. 2. ISI KONTRAK: Kontrak sekurang-kurangnya memuat secara jelas hal-hal sebagai berikut: 2.1. Harga dan nilai. Identitas para pihak dinyatakan dengan jelas. Harga dan nilai yang bersifat pasti sesuai hasil proses pengadaan. 2.4.1.5. Penerbitan Kontrak yang tidak kompleks dilakukan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penunjukan pemenang. Ketentuan tersebut harus dinyatakan pada Dokumen Pengadaan.3.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. 223 . 2. PENERBITAN KONTRAK 1. Lingkup pekerjaan termasuk persyaratan dan spesifikasi teknis sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan sebagai hasil proses pengadaan.5. maka secara kumulatif nilai penambahan PLK tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak awal. Hak.1. Penyedia Barang/Jasa yang mewakili atau memimpin (leader) dalam hal Kontrak dilakukan dengan Konsorsium atau bentuk kerja sama lainnya. 2.5. Apabila tidak dinyatakan.2. 2. Ketentuan mengenai penyesuaian harga dan nilai pekerjaan. kewajiban dan tanggung-jawab kedua belah pihak sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan sebagai hasil proses pengadaan. sebagai akibat fluktuasi harga atau perubahan tarif resmi yang berlaku. Penerbitan Kontrak yang bersifat kompleks diupayakan 90 (sembilan puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penunjukan pemenang.2. untuk Kontrak tahun jamak.1. maka harga Kontrak tersebut berlaku untuk seluruh masa Kontrak tanpa suatu perubahan. 2.

kepada Perusahaan Dalam Negeri diberikan uang muka sebesar minimal 5% (lima persen) dan maksimal 10% (sepuluh persen).000.000. Tanggal saat dimulainya pekerjaan dan jangka waktu Kontrak. Kontraktor KKS harus menetapkan kriteria dasar pemberian uang muka sebagai bagian dari kebijakan pengelolaan rantai suplai Kontraktor KKS yang bersangkutan. Komitmen Penyedia Barang/Jasa dalam penggunaan produksi/ kompetensi dalam negeri yang terdiri dari: Jenis barang/jasa. 224 .6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.6.8.2.4. sesuai yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan seperti diatur dalam bab VIII angka 3.1.7. 2.000.2. 2. 2.1. dengan nilai Kontrak sampai dengan Rp.8. 2.000. transaksi pembayaran dilakukan melalui rekening pembayar dan rekening penerima pada Bank Umum berstatus BUMN/BUMD.8.4.3.000.00 (dua triliun rupiah) atau sampai dengan US$200.000. Pada Kontraktor KKS tahap produksi. nilai dan persentase komponen dalam negeri sesuai hasil proses pengadaan. Jenis mata uang yang digunakan dalam pembayaran.5.8. Jangka waktu dan tahapan pembayaran.2.3. Dalam pengadaan jasa pemboran dan jasa konstruksi (engineering procurement & construction-EPC). Kewajiban Penyedia Barang/Jasa untuk melaporkan dan membuktikan pencapaian TKDN.8.6. 2. Syarat-syarat pembayaran: Ketentuan bahwa pembayaran akan dilaksanakan kepada Penyedia Barang/Jasa melalui rekening bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum yang berstatus BUMN/BUMD sebagaimana diatur pada bab VIII angka 3.Buku Kedua .3. 2. Pemberian uang muka: 1.7. 2. Para pihak yang mengikat diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia baik sebagai rekening pembayar maupun sebagai rekening penerima. 2. jangka waktu penyelesaian pekerjaan atau waktu penyerahan.7.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat).4. 2. 2.8.

di atas. Apabila akan diberikan kepada Usaha menengah dan usaha besar. Uang muka dimaksud harus sepenuhnya dipergunakan bagi pelaksanaan kegiatan/proyek bersangkutan.8.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. 225 . c. sebagaimana diatur dalam bab IX angka 3. 5. 2. Penyedia Barang/Jasa bersangkutan dapat diikutsertakan kembali dalam kegiatan pengadaan apabila seluruh kewajibannya kepada sub kontraktor terkait dipenuhi. 6. Kontraktor KKS wajib memenuhi kewajiban pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa dan tidak mengaitkan dengan proses formalitas dari BPMIGAS yang belum selesai. b. apabila akan diberikan: a. 4. Diutamakan bagi usaha kecil atau badan usaha yang dimiliki perguruan tinggi/lembaga ilmiah.8. besaran persentase uang muka yang dapat diberikan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen). Pembayaran uang muka dilakukan setelah Penyedia Barang/Jasa menyerahkan surat jaminan uang muka. 2. Untuk kegiatan pengadaan selain jasa pemboran dan jasa konstruksi seperti tersebut pada angka 2. Penyedia Barang/Jasa wajib memenuhi kewajiban pembayaran kepada sub kontraktor yang berkaitan dengan pelaksanaan Kontrak. atau Pemenang pengadaan sebagai realisasi kesepakatan dalam proses pengadaan termasuk proses negosiasi.6. Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan tidak dapat diikutsertakan dalam kegiatan pengadaan pada semua Kontraktor KKS. Apabila Penyedia Barang/Jasa lalai atau gagal memenuhi kewajiban yang diperjanjikan kepada sub kontraktor dan digugat oleh sub kontraktor ke pengadilan atau arbitrase. Besaran persentase uang muka yang dapat diberikan setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen). Uang muka diperhitungkan sebagai pembayaran tahap (termijn) pertama. 7. Dapat juga diberikan kepada: • • Badan usaha milik negara (BUMN) atau badan usaha milik daerah (BUMD). Pelaksanaan pembayaran berikutnya dilakukan pada tahap (termijn) kedua berdasarkan tahap tahap pembayaran yang telah ditetapkan dalam Kontrak.7.

2.3.6. 2. Besarnya denda maksimum ditetapkan 5% (lima persen). Jika diperlukan.2.6.10. Penyedia Barang/Jasa terlambat menyelesaikan pekerjaan/ menyerahkan barang dikenakan sanksi sebagai berikut: 2.10. 2. 2. 226 . untuk proyek/kegiatan yang mempunyai risiko tinggi dapat dikenakan denda lebih dari 5% (lima persen) dan setinggitingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai Kontrak.Buku Kedua . Ketentuan ini berlaku apabila telah dinyatakan dalam Dokumen Pengadaan dan tidak dapat dilaksanakan pada Kontrak lumpsum dan Kontrak turnkey. maka denda keterlambatan dihitung sebagai persentase denda keterlambatan dikalikan nilai Kontrak untuk masa 12 (duabelas) bulan. dikenakan sanksi sesuai ketentuan pada angka 5. maka tidak dikenakan denda tambahan. Penyedia Barang/Jasa tidak memenuhi komitmen pencapaian TKDN yang dinyatakan dalam Kontrak.10.9.10. 2. 2. maka denda keterlambatan dihitung berdasarkan nilai barang/jasa yang terlambat diserahkan.10.3. Dalam hal Kontrak menyatakan penyerahan barang/jasa dapat dilakukan secara bertahap (parsial) atau pada prinsipnya dilakukan atau diserahkan secara bertahap (parsial). 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Tata cara pengenaan sanksi ini mengikuti ketentuan pengenaan sanksi kategori hitam pada bab XIV angka 4. dalam bab ini.2.1. Ketentuan tentang Sanksi.10. Ketentuan ini tidak diterapkan apabila Penyedia Barang/Jasa dapat membuktikan bahwa pemenuhan kewajiban kepada sub kontraktor tidak atau belum dapat dilakukan karena kegagalan pihak sub kontraktor dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya.10.5. Dalam hal Kontrak penyewaan dan/atau penggunaan peralatan dengan masa Kontrak lebih dari 12 (dua belas) bulan. 2. Jaminan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pengadaan barang/jasa sebagaimana diatur pada bab IX angka 2. namun Kepada Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan dikenakan sanksi kategori kuning atau merah sesuai ketentuan dalam bab XIV. Dikenakan denda paling sedikit 1‰ (satu permil) dari harga Kontrak untuk setiap hari keterlambatan. Apabila denda keterlambatan telah mencapai maksimum namun pekerjaan dapat dilanjutkan dan diselesaikan.4.

Penyedia Barang/Jasa dilarang mengalihkan atau mensub kontrakkan: 1. 2.12. 2.14. Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi kategori merah sebagaimana diatur pada bab XIV. Ketentuan tentang penyelesaian perselisihan. dan menurut pertimbangan Kontraktor KKS pekerjaan tersebut berpotensi tidak mungkin diselesaikan. Ketentuan tentang asuransi. 227 . Apabila ketentuan ini dilanggar. pajak dan bea masuk (BM) serta pajak dalam rangka impor (PDRI). Ketentuan tentang amandemen (perubahan isi) Kontrak. Nilai kompensasi yang harus dibayar oleh Kontraktor KKS kepada Penyedia Barang/Jasa sebagai konsekuensi dari pembatalan Kontrak lebih awal (apabila ada). 2. 2.1. 1. Ketentuan pengalihan pekerjaan. 2. 2. tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasional berdasar Kontrak Kerja Sama. Pekerjaan utama dan/atau lebih dari 50% (lima puluh persen) dari nilai jasa pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya kepada Penyedia Barang/Jasa lain. 2.2.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. misalnya apabila denda keterlambatan telah mencapai maksimum.15.15.2. Harus menggunakan dasar dan kriteria yang jelas.11. 2.13. Penyediaan barang dan/atau peralatan dalam kontrak pengadaan barang atau kontrak pengupahan. Ketentuan tentang kompensasi yang harus dibayar oleh pihak yang memutuskan untuk mengakhiri Kontrak lebih awal harus dinyatakan secara jelas.12. maka jaminan pelaksanaan yang bersangkutan dicairkan. Pengalihan sebagian pekerjaan harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Kontraktor KKS.15. Ketentuan tentang pemutusan Kontrak lebih awal: 2. Apabila Penyedia Barang/jasa memutuskan secara sepihak Kontrak yang sedang berjalan dan alasan yang mendasari pemutusan Kontrak tidak dapat diterima oleh Kontraktor KKS. 2.12.

maka yang mengikat secara hukum adalah yang dinyatakan dalam bahasa Indonesia. 2.17. 3. 228 . 2. 2.16.2.16 di atas tidak diberlakukan dalam: 1.2.16. peleburan atau akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan lain setelah Kontrak berjalan yang harus dibuktikan dengan dokumen-dokumen pendukung yang sah dan dapat dipertanggung-jawabkan. Ketentuan tentang kewajiban kerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil dan usaha menengah sebagaimana diatur pada bab VI angka 5.17. Pelaksanakan pekerjaan sejak awal dirancang oleh Kontraktor KKS menggunakan sistim sub kontrak.2. yang apabila dinyatakan dalam bahasa Indonesia dapat menimbulkan salah tafsir atau secara umum istilah dalam bahasa Inggris lebih menjamin kebenaran pemahaman.3.17. dimana penyedia jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil tidak mampu melaksanakan. Ketentuan di atas dikecualikan untuk: 1. Pengadaan barang. Sanksi apabila penyedia jasa yang bersangkutan tidak melaksanakan ketentuan di atas sebagaimana diatur pada bab XIV angka 4.3. dan 2. Kontrak dibuat dengan menggunakan bahasa Indonesia atau dapat menggunakan 2 (dua) bahasa. 2. 2.1. Hasil penggabungan.17. Kewajiban penyedia jasa bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil setempat dan/atau usaha menengah. yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. 2.2.: 2. antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan tertentu. Bahasa Kontrak. dapat menggunakan bahasa Inggris. Pelaksanaan pekerjaan jasa dengan teknologi canggih (sophisticated).1. Penyedia jasa tetap bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan tersebut.16. Spesifikasi teknis barang atau pekerjaan dan/atau istilah teknis lainnya.1. dan 5.3. 2. Ketentuan pada angka 2. Jika terdapat perbedaan penafsiran mengenai hal-hal yang diatur dalam Kontrak yang menggunakan 2 (dua) bahasa tersebut di atas. 2.15. Dalam Kontrak dicantumkan: 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.Buku Kedua .3.3. Pengalihan harus meliputi seluruh hak dan kewajiban termasuk penyelesaian pekerjaan.

19. Khusus untuk Kontrak Jasa Konsultansi harus memuat secara jelas ketentuan-ketentuan mengenai: 2.19.4. Lampiran Kontrak Apabila di dalam Kontrak terdapat lampiran (exhibit.19. attachment) maka harus dinyatakan bahwa lampiran tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari Kontrak. Hak kepemilikan hasil pekerjaan dan data (Proprietary and Intelectual Rights) harus menjadi milik negara. 2. 229 . Dalam hal konsultan melakukan kerja sama harus dinyatakan tanggung jawab setiap konsultan. Tanggung jawab profesi (professional responsibilities / liabilities terhadap Jasa Konsultansi yang ditanganinya). 2. Rincian tanggung jawab serta hak dan kewajiban kedua belah pihak. 2. appendix.18. jenis tenaga ahli.2. unit biaya personel. jadwal kerja tenaga ahli dan staf konsultan dan unit biaya-biaya langsung.19.1. jumlah tenaga ahli. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Penjelasan tentang jumlah biaya keseluruhan.19.3.

3. Pelaksanaan dilakukan sebagai berikut: Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak yang sudah ditetapkan/diputuskan pemenangnya. 3.3. disetujui oleh pimpinan tertinggi atau pejabat yang diberi kewenangan untuk hal ini.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.2. 3. 230 . Apabila pemenang pengadaan belum ditetapkan. di atas terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS.2.3. Dalam hal Keadaan Sangat Mendesak (urgent) yang apabila tidak segera dilaksanakan dapat menimbulkan kerugian Kontraktor KKS yang bersangkutan dan/atau membahayakan lingkungan. Dalam hal ini: Apabila pemenang pengadaan telah ditetapkan harus didukung dengan justifikasi kuat dari Pejabat Berwenang. 3. namun belum ada penetapan atau penunjukan pemenang.2. PELAKSANAAN PEKERJAAN MENDAHULUI KONTRAK Pelaksanaan pekerjaan pada dasarnya baru dapat dimulai setelah diterbitkan Kontrak. 3. maka langkah angka 3. Dalam keadaan Kontrak belum diterbitkan.3. maka ketentuanketentuan yang mengikat para pihak adalah ketentuan-ketentuan dan/atau persyaratan-persyaratan sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan dalam proses pengadaan. 3. Dalam Keadaan Darurat (Emergency) dapat ditunjuk calon pemenang urutan pertama untuk melaksanakan pekerjaan dengan persetujuan tertulis dari pimpinan tertinggi Kontraktor KKS tanpa memperhatikan batasan nilai pekerjaan.3.1.1.3.1.2. Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak yang telah ditentukan urutan pemenangnya. Pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak hanya dapat dilaksanakan apabila: 3.2. Apabila proses penunjukan pemenang memerlukan persetujuan BPMIGAS. disetujui oleh pejabat yang menandatangani Kontrak. dan 3.1. 3.2. Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak harus segera disusul dengan penerbitan Kontrak.2.Buku Kedua . 3. 3.4.2. Pembebanan biaya kedalam biaya operasi dalam rangka KKS akan diperhitungkan setelah dilakukan penelitian (audit) oleh BPMIGAS. 3.2. dapat ditunjuk calon pemenang peringkat pertama dengan persetujuan tertulis pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pejabat yang diberi kewenangan untuk hal ini.

sebagai akibat dari kondisi yang terjadi berada di luar kendali Penyedia Barang/Jasa maupun Kontraktor KKS. Pemanfaatan kondisi ini hanya dimungkinkan sampai dengan berakhirnya masa Kontrak. 231 . 4. PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) DAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK): 4. 4.3. jenis pekerjaan dan/atau jangka waktu pelaksanaan Kontrak dapat dilakukan apabila memenuhi sekurang-kurangnya salah satu syarat sebagai berikut: Merupakan pekerjaan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi sehubungan dengan telah terjadinya Keadaan Darurat (Emergency) berdasarkan pernyataan pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. PJWK dapat dilakukan pada saat masa berlaku Kontrak akan berakhir. 4. dengan menggunakan satuan harga pada Kontrak yang bersangkutan sepanjang dapat dipertanggung-jawabkan secara profesional. Perubahan Lingkup Kerja (PLK) dan Perpanjangan Jangka Waktu Kontrak (PJWK) sedapat mungkin dihindari. PLK dan/atau PJWK yang tidak dapat dihindari harus dilengkapi dengan justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan dilengkapi dengan alasan kuat yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau yang diberi kewenangan.2.5.3.4.5.2. 4.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula yang tidak dapat dielakkan berdasarkan pertimbangan teknis. 4. karena semua rencana kerja harus sudah dibuat secara professional. bagi Kontrak yang volume serta nilai Kontraknya belum sepenuhnya dimanfaatkan.5. sepanjang dapat dipertanggung-jawabkan secara profesional. jenis pekerjaan dan/atau jangka waktu pelaksanaan Kontrak. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak diduga sebelumnya dalam usaha memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) penggunaan peralatan dalam Kontrak yang sedang berjalan oleh Kontraktor KKS lain.5. 4.1. 4.5. PLK adalah penambahan atau pengurangan volume pekerjaan. sesuai azas keteknikan yang baik. dengan menggunakan satuan harga pada Kontrak yang bersangkutan. PLK yang berupa penambahan volume pekerjaan. 4. Dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula yang pelaksanaannya tertunda atau terhambat.1.

000.7. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan sehubungan dengan homogenitasnya perlu dijaga kontinuitas pelaksanaannya sesuai dengan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis.6.5.6.5. 232 4. 4. tetapi tidak ada harga standarnya.2.5. Penetapan harganya harus memperhatikan harga pasar.5.2. 4. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga menurut harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan dan secara teknis merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan terdahulu berdasarkan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. . Jangka waktu PLK kesinambungan (bridging) ini hanya diperbolehkan paling lama sampai dengan 1 (satu) hari sebelum tanggal dimulainya pekerjaan sesuai Kontrak baru dan paling lama 6 (enam) bulan. atau 4.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). kecuali: Untuk pelaksanaan PLK sebagaimana tersebut pada angka 4. sementara proses pengadaan yang baru sedang dilaksanakan namun belum selesai. 1.6.6.000.000. Secara kumulatif jumlah nilai penambahan tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal dan tidak boleh lebih besar dari Rp50.1.Buku Kedua .5. Jumlah nilai penambahan untuk Kontrak proyek konstruksi terintegrasi (engineering procurement construction and installation/EPCI) atau bagian-bagiannya tidak boleh melebihi 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak awal.3. Untuk kegiatan proyek konstruksi terintegrasi (EPC atau EPCI) atau bagian-bagiannya.5. atau dalam rangka penyelesaian program pemboran (drilling) 1 (satu) sumur tertentu termasuk pengadaan barang dan jasa pendukungnya.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. 4. 4..1. 4.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau tidak boleh lebih dari US$5.000. Diperlukan kesinambungan (bridging) pekerjaan yang sedang berlangsung. PLK kesinambungan (bridging) ini tidak boleh dilakukan sebagai kelanjutan dari PLK kesinambungan (bridging) yang dilaksanakan secara penunjukan langsung atau dilanjutkan dengan PLK kesinambungan (bridging) yang dilaksanakan secara penunjukan langsung.5.

atau • Setiap akumulasi nilai PLK akan melebihi Rp10. BPMIGAS dapat memutuskan untuk menunda pembebanan nilai biaya PLK yang melebihi batas 10% (sepuluh persen) ke dalam biaya operasional Kontraktor KKS. PLK yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap rencana/sasaran kerja yang tersebut dalam AFE. 2. Kontraktor KKS harus meminta persetujuan dari BPMIGAS untuk melaksanakan PLK.000.000.000. dalam hal: 1. 233 .000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat). Permintaan persetujuan kepada BPMIGAS diajukan oleh Kontraktor KKS pada saat: • Nilai PLK secara kumulatif akan melebihi batas 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal.3.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau telah melebihi US$5. Ketentuan tentang penundaan pembebanan diatur terpisah dari Pedoman ini.00 (dua puluh milyar rupiah) atau melebihi US$2. b.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dan kelipatannya kemudian yang merupakan penambahan dari nilai PLK sebelumnya yang secara kumulatif telah melebihi 10% (sepuluh persen) atau telah melebihi Rp50.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau akan melebihi US$5.000. 2.000.6.000.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. PLK untuk kegiatan proyek konstruksi terintegrasi (EPC atau EPCI) atau bagian-bagiannya.000.000. Untuk pelaksanaan PLK jenis ini hanya bisa dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. dengan ketentuan: a.000.000.000.000.000.000.000. atau • Nilai PLK secara kumulatif akan melebihi Rp50. atau dalam rangka penyelesaian program pemboran (drilling) 1 (satu) sumur tertentu termasuk pengadaan barang dan jasa pendukungnya.000. Pelaksanaan PLK tidak dapat dihindarkan dan akan mengakibatkan jumlah nilai penambahan melebihi 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal atau akan mengakibatkan jumlah nilai penambahan melebihi Rp20. yang tidak mengakibatkan perubahan rencana/sasaran kerja AFE.00 (sepuluh milyar Rupiah) atau US$1.

7. Apabila Kontraktor KKS telah melaksanakan PLK yang melebihi batas tersebut angka 4. di atas atau yang seharusnya mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari BPMIGAS sesuai ketentuan di atas. PLK jenis ini dapat dilaksanakan secara paralel dengan proses persetujuan BPMIGAS.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.7.000.000. PLK harus dituangkan dalam amandemen Kontrak tertulis dan ditandatangani oleh para pihak yang menandatangani Kontrak. dan Nilai kelebihan PLK atau nilai PLK yang seharusnya mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS tersebut berpotensi tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS).2. dengan memperhatikan ketentuan konsultasi. pelaksanaan PLK secara teknis tidak dapat dipertanggung jawabkan kelayakannya. 4.6.7. • 4. 234 .1. 4. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Setiap pelaksanaan PLK yang tidak dapat dihindarkan dan jumlah nilai penambahan berpotensi akan melebihi 10% (sepuluh persen) dan nilai per paket PLK lebih besar dari Rp5. maka biaya pelaksanaan PLK tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS).8.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat) harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan fungsi pengendali/ pengawas teknis terkait di BPMIGAS. pelaporan dan ketentuan lain yang diatur dalam Buku Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai Buku ke-V tentang Pedoman Pengelolaan Proyek Pembangunan Fasilitas Produksi.3. Apabila berdasarkan temuan audit. maka: Pimpinan tertinggi Kontraktor KKS dan pimpinan fungsi pengguna diberikan peringatan/sanksi administratif oleh BPMIGAS.000.Buku Kedua .7. 4.000.

4.9. BPMIGAS tidak memberikan komentar maka Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses PLK. 4.1. dapat tidak dilakukan negosiasi biaya. keekonomian. 235 .4. Hasil pemeriksaan/evaluasi atas PLK oleh BPMIGAS menjadi dasar disetujui atau ditolaknya pembebanan biaya sebagai biaya dalam rangka Kontrak Kerja Sama (KKS). 1.3.9. harga perolehan. 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Usulan PLK dilengkapi sekurang-kurangnya dengan: a. TATA CARA: Kontraktor KKS harus melakukan negosiasi lingkup pekerjaan dan biaya atas usulan penambahan/pengurangan pekerjaan kepada Penyedia Barang/Jasa. BPMIGAS akan melakukan evaluasi atas pengajuan PLK paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak tanggal penerimaan usulan yang telah lengkap berdasarkan daftar kelengkapan dokumen. Apabila setelah 10 (sepuluh) hari kerja dimaksud atau waktu lain yang yang diberitahukan tersebut di atas. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa evaluasi memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 10 (sepuluh) hari kerja. 4. Usulan PLK yang diajukan harus memperhatikan kondisi suplai pasar.2.9. Usulan PLK yang memerlukan persetujuan BPMIGAS diajukan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari kerja sebelum dilaksanakan. Dalam kedaan tertentu. 2. Justifikasi/alasan teknis dan keekonomian yang dapat dipertanggungjawabkan dan telah dibahas serta disepakati secara tertulis dengan fungsi terkait di BPMIGAS. Jenis pekerjaan yang sama dengan yang ada dalam Kontrak dan menggunakan dasar harga satuan dalam Kontrak. Fotocopy Kontrak awal.9. PLK yang memerlukan persetujuan BPMIGAS diajukan kepada fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS dan didistribusikan kepada fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS untuk dilakukan evaluasi kelayakan berdasarkan pertimbangan kebutuhan teknis operasional.9. b. komitmen target produksi dan pemenuhan kontrak PSC.

f. ketentuan/peraturan yang mendukung. Fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS akan menyetujui atau menolak usulan PLK berdasarkan pertimbangan justifikasi teknis dan komersial tentang perlu atau tidaknya perubahan tersebut. Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK. 236 . kondisi lingkungan kerja. Dokumen pendukung yang memperkuat justifikasi/ alasan diperlukannya PLK. e. Berita acara negosiasi dan/atau kesepakatan harga hasil negosiasi.Buku Kedua . 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa c. antara lain: perubahan gambar disain. d. Hasil evaluasi kelayakan yang dinyatakan dalam pendapat fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS merupakan persyaratan mutlak yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan persetujuan oleh fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS. survey pasar yang mendukung kewajaran harga. 4. Formulir FL-006 Ringkasan Pemeriksaan PLK.

5.000. 5. Khusus untuk pengadaan barang dengan nilai lebih dari Rp. biaya. 5.2. 5. Apabila diperlukan dapat dilengkapi dengan dokumen pendukung.4. agar semua dokumen terkait tersimpan secara lengkap dan mudah ditemukan. Penyedia Barang/Jasa harus dapat memberikan penjelasan dan sekaligus menyampaikan rencana pemenuhan kekurangan tersebut.2.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.4. 237 . Mengelola pengeluaran biaya antara lain dengan cara: Mengendalikan penerbitan perintah kerja.00 (sepuluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$1. antara lain dengan cara memintakan bukti dan rincian perhitungan realisasi TKDN dari Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan. Kontraktor KKS bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendorong pencapaian nilai TKDN oleh Penyedia Barang/Jasa.2.1.1.4. Melakukan evaluasi kinerja untuk memenuhi spesifikasi pekerjaan dan jangka waktu pelaksanaan. sebagaimana diatur pada bab III angka 7.000. 5. 5.5. jangka waktu dan ketentuan lain yang telah disepakati. 5. Sedapat mungkin menghindarkan terjadinya PLK/PJWK. Mencegah terjadinya kelebihan pembayaran. Apabila pada tahap tertentu pencapaian TKDN lebih rendah daripada rencana. Memastikan pelaksanaan Kontrak sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku dan/atau standard engineering practices serta ketentuan K3LL. MANAJEMEN KONTRAK Selama pelaksanaan Kontrak.00 (satu juta dolar Amerika Serikat). Memantau agar Penyedia Barang/Jasa memenuhi komitmen pencapaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sesuai Kontrak. antara lain: 5. dan memberikan arahan perbaikan jika diperlukan kepada Penyedia Barang/Jasa.10.4. pengawasan dapat dilakukan dengan cara menempatkan pengawas di lokasi produksi (on site witness). 5. Mengelola administrasi arsip Kontrak termasuk penutupan Kontrak (close out).1.3. Masa penyimpanan dokumen Kontrak disesuaikan dengan peraturan kearsipan yang berlaku.2.3.4. 5.5.000.5.000. penanggung jawab Kontrak bertanggungjawab untuk mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak sesuai dengan lingkup kerja.

000.5. Penelitian atas kebenaran dapat dilakukan sendiri oleh Kontraktor KKS atau dapat menggunakan lembaga survei independen yang memiliki kapabilitas untuk pekerjaan tersebut. 2.000. • c.3. di atas. Penyedia jasa wajib melaporkan capaian TKDN kepada Kontraktor KKS secara berkala sesuai tahapan yang disepakati dalam Kontrak dan/atau pada akhir masa Kontrak.000.000. Penyedia barang Produksi Dalam Negeri pada saat serah terima barang harus dapat membuktikan bahwa barang yang diserahkan benar-benar dibuat pada pabrik/bengkel di dalam negeri sebagaimana dinyatakan dalam Kontrak.000. Penyedia Barang/Jasa wajib dan bertanggungjawab untuk memenuhi besaran TKDN sesuai dengan yang telah tercantum dalam Kontrak.000. Penelitian dilakukan secara acak bagi Kontrak yang tidak termasuk dalam kategori tersebut pada angka b. 1.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5.000. a. di atas. 3. dan dengan TKDN jasa lebih besar dari 30% (tiga puluh persen) dan bernilai lebih besar dari Rp50.Buku Kedua .00 (lima juta dolar Amerika Serikat) dan Bersifat Kompleks.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). dengan melampirkan perincian perhitungannya yang dibandingkan dengan perincian perhitungan pada Kontrak dan perubahannya jika ada.000. dan/atau menyerahkan fotocopy dari asli sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh Departemen yang membidangi perindustrian. dan/atau nomor 2.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. b. Penelitian menggunakan lembaga survei independen diutamakan bagi Kontrak: • dengan TKDN barang lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen) dan bernilai lebih besar dari Rp50.000. 238 . Kontraktor KKS harus meneliti kebenaran pernyataan Penyedia Barang/Jasa tersebut nomor 1.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.

Pengenaan sanksi finansial dilakukan sebagai berikut: • Pecapaian tingkat komponen dalam negeri pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran tidak mengubah peringkat pemenang.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Mengenakan penalti berupa: 5. Gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN termasuk gagal dalam memenuhi komitmen penggunaan dana bank BUMN/BUMD dalam 1 (satu) kali Kontrak dikenakan sanksi kategori merah. pencapaian persentase dan nilai TKDN kurang dari komitmen yang tertulis dalam Kontrak.1. kepada Penyedia Barang/ Jasa yang gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN juga dikenakan sanksi finansial apabila penunjukan sebagai pelaksana Kontrak ditetapkan berdasar peringkat sesuai hasil evaluasi harga evaluasi penawaran (HEP).6. Bilamana setelah pelaksanaan Kontrak. berupa 12 (dua belas) bulan tidak dapat mengikuti pengadaan barang/jasa di Kontraktor KKS yang bersangkutan. namun nilai Kontraknya masih lebih tinggi dari harga penawaran terendah pada tahap proses pengadaan. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sama seperti tersebut pada huruf a. 239 . Besarnya sanksi adalah selisih perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) yang dimenangkan dengan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN yang sebenarnya dalam pelaksanaan. Catatan atas kinerja Penyedia Barang/Jasa ini tidak dapat dihilangkan. dikenakan sanksi kategori hitam. di atas mengalami kegagalan dalam memenuhi komitmen pencapaian TKDN 1 (satu) kali Kontrak lagi pada periode 2 (dua) tahun pertama setelah menjalani sanksi kategori merah. b. b.6. Sanksi Administrasi: a.2. 5. Sanksi Finansial a. Selain sanksi administrasi. 2. Denda atas keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi administrasi dan/atau finansial sebagai berikut: 1.6. c.10.

000.000 27.00 27.) PELAKSANAAN KONTRAK PERING TKDN KAT (%) I III II 22% 0% 25% H E P (Rp.000.961.114.000.114.000.000.831.45 27.500.500.494.500.870.870.000 26.45 Rp101.000 28. Besarnya sanksi adalah selisih nilai penawaran yang dimenangkan dengan nilai penawaran peringkat II dalam evaluasi harga.558.558.000.524.00 27.HEP Realisasi Kontrak Rp26.) PELAKSANAAN KONTRAK PERING TKDN KAT (%) I III II 25% 0% 25% H E P (Rp.77 27.00 27.114.77 .000.000. TKDN (%) 28% 0% 25% H E P (Rp. ditambah selisih perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) yang dimenangkan dengan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN yang sebenarnya dalam pelaksanaan.Buku Kedua .500. Contoh: PENYE DIA BARANG PENAWARAN NILAI (Rp).Rp26.33 26.558.00 27.000.000.32 • Pencapaian TKDN pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran mengubah peringkat pemenang.000 28.831.455.45 27.500.457.000.455.972.457.000.500.494.870.457.000 26.000.083.000 27.500.972. TKDN (%) 28% 0% 25% H E P (Rp.114.000.000.500.) PERING KAT I III II A B C 28.000.000.) PERING KAT III II I A B C 28.500.33 240 .33 28.457.831.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh: PENYE DIA BARANG PENAWARAN NILAI RP.33 Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa A adalah : = = = HEP Penawaran .000.494.083.831.00 27.

000.441.441.000.129.55 + Rp500. dan Penyedia Barang/Jasa mengalihkan sumber pengadaan sebagian atau seluruh barang dari sumber dalam negeri menjadi sumber dari luar negeri.000.870. dikurangkan langsung dari nilai pembayaran terakhir atau dengan cara mencairkan sebagian atau seluruh nilai jaminan pelaksanaan. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah penalti yang telah dipungut.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa A adalah = = (HEP Penawaran .000.Rp28.6.500. Pengenaan penalti harus diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa. 5.505. Nilai tersebut menjadi pengurang nilai akhir Kontrak.HEP Realisasi Kontrak) + (Nilai Kontrak .000.00 . Nilai penalti sebagai akibat keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan dan/atau kegagalan pencapaian TKDN sesuai kesepakatan dalam Kontrak. • Apabila realisasi TKDN pengadaan barang lebih kecil dari yang tersebut dalam Kontrak.558.Nilai Penawaran Peringkat II) = (Rp28.-) = = Rp1. 5.55 Contoh penghitungan denda dapat dilihat pada lampiran nomor CP-010 dan CP-011. 241 .00 Rp2. sehingga Kontraktor KKS harus menggunakan fasilitas impor.500.000.505.000.00 .3.Rp26.4.6.45) + (Rp28.000. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan dikenakan sanksi tambahan sejumlah nilai bea masuk (BM) ditambah pajak dalam rangka impor (PDRI) dari nilai komponen dalam negeri yang tidak dapat dipenuhi.000.629.494.

2.2. Penyelesaian perselisihan dapat dilakukan dengan cara 1. 6. 2. 3. Apabila terjadi perselisihan antar penyedia barang/jasa dan/atau antara penyedia barang/jasa dengan sub kontraktor/prinsipal/pekerjanya.2. Upaya penyelesaian 1. Perselisihan sedapat mungkin diselesaikan dengan cara musyawarah. Penyelesaian melalui arbitrase a.Buku Kedua . PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6. harus melaporkan gugatan tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS. PENGERTIAN Perselisihan adalah perbedaan pendapat mengenai proses Pengadaan barang/jasa maupun pelaksanaan Kontrak Pengadaan barang/jasa yang terjadi antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa. Apabila para pihak memilih penyelesaian perselisihan melalui arbitrase maka Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak harus telah mencantumkan forum penyelesaian arbitrase melalui Lembaga Arbitrase di Indonesia yang sudah memiliki reputasi dengan menggunakan peraturan prosedur Lembaga Arbitrase tersebut dan dilaksanakan di wilayah Negara RI. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6.2. Apabila tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah. Penyelesaian melalui pengadilan Apabila dalam proses pengadaan barang/jasa atau dalam pelaksanaan kontrak terjadi gugatan ke pengadilan oleh penyedia barang/jasa. maka para pihak yang terlibat harus membebaskan dan melepaskan Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS dari segala tuntutan/gugatan/klaim yang mungkin timbul. 242 .1. maka akan diselesaikan melalui pengadilan atau arbitrase sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pengadaan atau dokumen Kontrak.1. 2. 6. maka Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya surat gugatan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. dengan atau tanpa mediator.

Apabila Kontraktor KKS akan melaksanakan tindakan penyelesaian perselisihan harus berpedoman kepada ketentuan yang berlaku di BPMIGAS. 243 . Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan Kontraktor KKS. Apabila Penyedia barang/jasa melakukan gugatan melalui pengadilan atau arbitrase. para pihak dapat menggunakan Forum Penyelesaian selain Lembaga Arbitrase di Indonesia apabila materi/substansi perjanjian yang berpotensi untuk disengketakan bersifat kompleks. penyedia barang/jasa bersangkutan tidak dapat diikutsertakan dalam pengadaan barang/jasa pada: 1. Kontraktor KKS yang bersangkutan. apabila dalam gugatan mengikutsertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat.6. namun tempat pelaksanaan arbitrase tetap di wilayah Negara Republik Indonesia. apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud.2. 6. Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan penyedia barang/jasa. Semua Kontraktor KKS. maka selama proses penyelesaian perselisihan tersebut berjalan sampai dengan adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde). Dengan mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Kepala BPMIGAS. Kontraktor KKS yang bersangkutan. apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud. Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak menerima surat pemberitahuan arbitrase.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b.2. harus melaporkan hal tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS. 6.2.5. c. maka penyedia barang/jasa tersebut diikutsertakan kembali dalam kegiatan pengadaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor KKS. 6. 2.2. maka penyedia barang/jasa dimaksud sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun dan maksimal 2 (dua) tahun terhitung setelah tanggal putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde) tidak diikutsertakan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa yang diadakan di: 1. 6. apabila dalam gugatan mengikut sertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat. Semua Kontraktor KKS.4. 2.

dengan kewajiban untuk melunasi bea masuk (BM) dan pajak dalam rangka impor (PDRI).Buku Kedua .2.6.5.2. 7.2.3. peralatan dan/atau pekerjaan harus dibuatkan berita acara penyerahan barang/pekerjaan. 7.2. Dalam hal pengadaan barang menggunakan fasilitas impor (master list). 7.2.1.4. antara lain: Pemeriksaan atas jumlah barang. 7. Pembayaran terakhir apabila seluruh kewajiban Penyedia Barang/ Jasa telah dipenuhi sesuai ketentuan dalam Kontrak. 7. peralatan. Serah terima barang berupa scrap/aset/sisa proyek dari pelaksana proyek kepada Kontraktor KKS dilengkapi dengan berita acara penyerahan barang. 244 . 2.1. Mengekspor peralatan yang semula diimpor untuk digunakan dalam pelaksanaan Kontrak. persentase Memastikan bahwa setiap pekerjaan diluar lingkup kerja Kontrak awal. apabila ada.1.2. 7. 7. telah dibuatkan amandemen Kontrak sebelum pelaksanaannya. Pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak. PENUTUPAN KONTRAK: Penanggung jawab Kontrak (pengguna Kontrak) melakukan kegiatan yang meliputi: 7.2.2. Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Penyedia Barang/Jasa apabila menggunakan jenis Kontrak bukan Kontrak lumpsum atau turnkey.1. Pemeriksaan dan penetapan hak kepemilikan sisa material dan/atau peralatan sebagai akibat pelaksanaan pekerjaan sesuai lingkup Kontrak. Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Kontraktor KKS jika menggunakan jenis Kontrak lumpsum atau turnkey.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. maka: 1.1. Evaluasi pelaksanaan Kontrak. Serah terima barang. dan/atau hasil pelaksanaan pekerjaan yang akan diserah terimakan dari Penyedia Barang/Jasa kepada Kontraktor KKS. antara lain: Penilaian atas tingkat penyelesaian penyelesaian pekerjaan dan kinerjanya. 7.2. Kontrak. bangunan. 7. Penetapan nilai penalti yang masih harus dikenakan kepada Penyedia Barang/ Jasa.

Pembuatan laporan dari Pejabat Berwenang yang menyatakan bahwa Kontrak dimaksud telah selesai dilaksanakan dan ditutup. dan 7.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. 245 . 7.3.7.1. Pengembalian surat jaminan pelaksanaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaksanakan setelah berita acara penyerahan barang/pekerjaan ditandatangani.2. telah dipenuhi. Satu salinan laporan dikirimkan ke BPMIGAS bagi Kontrak yang penunjukan pemenangnya melalui persetujuan dari BPMIGAS. yang berisi antara lain bahwa semua kewajiban tersebut angka 7.

.

Buku Kedua . dan penilaian kinerja serta pemberian penghargaan atau sanksi bagi para Penyedia Barang/Jasa. Pengelolaan Penyedia Barang/Jasa meliputi sistim administrasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XIV PEMBINAAN PENYEDIA BARANG / JASA Pembinaan Penyedia Barang/Jasa dimaksudkan untuk membina Penyedia Barang/Jasa. pembinaan. terutama bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kinerjanya. 246 .

Pelatihan Kontraktor KKS dapat memberikan pelatihan-pelatihan yang memberikan manfaat dalam meningkatkan kinerja Penyedia Barang/Jasa dan kemampuan usaha masyarakat. 3. dapat diberikan uang muka apabila keuangan Kontraktor KKS memungkinkan. kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil. K3LL. Peraturan-peraturan barang/jasa.1.4. 1. Bagi Penyedia Barang/Jasa usaha besar sedapat mungkin memberikan sebagian pekerjaannya kepada Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil di daerah operasi Kontraktor KKS.1.1. Standard operating procedure (SOP) Kontraktor KKS. 1. Pembinaan Usaha Kecil Termasuk Koperasi Kecil 1. 1. Hal tersebut harus dinyatakan dalam dokumen penawarannya. antara lain tentang: 1. Dalam melaksanakan pekerjaan. Dalam pengadaan barang/jasa yang bernilai besar serta dimungkinkan adanya bagian yang diberikan kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil.3. 1. yang terkait dengan pengadaan 247 . Untuk memberdayakan usaha kecil termasuk koperasi kecil diberikan kesempatan berusaha sesuai bidang usahanya.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.2. 2.2. maka bagian ini harus ditetapkan terlebih dahulu dalam Dokumen Pengadaan. PEMBINAAN 1.1.

3.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.3. Pemberian penghargaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaporkan kepada BPMIGAS oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. Insentif /bonus apabila telah diatur dalam Kontrak dan hanya berlaku untuk Kontrak jasa.1. Dasar dari penilaian kinerja Penyedia Barang/Jasa dapat diukur antara lain berdasarkan: 1. Keaktifan: Aktif berpartisipasi dalam proses pengadaan. 3. PENILAIAN KINERJA Kinerja Penyedia Barang/Jasa dinilai oleh fungsi terkait di lingkungan Kontraktor KKS dengan tata cara penilaian sesuai dengan sistim dan prosedur yang ada pada masing-masing Kontraktor KKS. 248 . Pelaksanaan penerapan K3LL dalam pengadaan barang/jasa. PENGHARGAAN ATAS KINERJA: Kontraktor KKS dapat memberikan penghargaan kepada para Penyedia Barang/Jasa yang tata caranya disesuaikan dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS. 1. Respon terhadap undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengadaan. 1. Kepatuhan terhadap etika pengelolaan rantai suplai. Surat penghargaan dari Kontraktor KKS yang bersangkutan.5. 1.2.2. Ketepatan penyerahan barang/jasa dari segi mutu. Aktif dalam memberikan informasi antara lain tentang perkembangan teknologi baru. Pembebasan seleksi (Prakualifikasi).1. Penghargaan antara lain dapat berupa: 3.3. 1. alat-alat baru dan saran-saran untuk perbaikan proses pengadaan. 1.2.4. waktu dan harga.2. 1. sebagai calon peserta pengadaan 3.Buku Kedua .2.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.1. Dua kali dalam setahun tidak memberikan respon pada saat diminta Klarifikasi. Kategori Kuning. 7. 4. Tidak dapat memasok barang atau tidak melaksanakan jasa karena meminta kenaikan harga barang/jasa yang bukan disebabkan oleh peraturan pemerintah Republik Indonesia. 9. Dua kali dalam setahun terlambat mengambil dan menandatangani Kontrak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja dari batas waktu yang telah ditetapkan Kontraktor KKS. Dua kali dalam setahun terlambat memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak namun tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. yang 6. 249 . Dua kali dalam setahun terkena diskualifikasi karena mengajukan penawaran yang tidak memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang. Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. 1. 3. 8. 10. 5.1. Mendaftar namun tidak mengambil Dokumen Pengadaan barang/jasa sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. 2. KATEGORI PELANGGARAN 4. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4.1. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tanpa memberikan keterangan tertulis (no response) sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tetapi memberikan keterangan tertulis (no quote) sebanyak 5 (lima) kali dalam setahun. Dua kali dalam setahun membatalkan penawaran telah diajukan setelah pembukaan penawaran. Aturan batas waktu toleransi keterlambatan ditetapkan sendiri oleh Kontraktor KKS.

000. 5.2.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. 8.000. tanpa alasan yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS. Kategori Merah. Mengirimkan atau mengajukan protes atau sanggahan secara tertulis ke Panitia Pengadaan/Tim Internal di luar waktu yang ditentukan. 7. 2. 3. Menolak memasok barang atau melaksanakan pekerjaan setelah ditunjuk sebagai pemenang/pelaksana. Mengalihkan lebih dari 50% (lima puluh persen) dari nilai jasa pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain. Terbukti melakukan usaha atau mempengaruhi untuk melakukan KKN atau bersekongkol untuk mengatur harga di antara sesama peserta pengadaan atau dengan pekerja Kontraktor KKS. Terbukti dengan caranya sendiri berusaha untuk memaksa dengan ancaman atau dengan kekerasan kepada Kontraktor KKS.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 11. 4. 12.1. Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. Memasok barang atau melaksanakan jasa tidak memenuhi spesifikasi teknis dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. Memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dengan mempekerjakan pekerja Kontraktor KKS terkait. 4. Menolak untuk menyerahkan sebagian pekerjaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya kepada usaha kecil seperti yang disepakati dalam Kontrak. 1. Penyedia Barang/Jasa usaha besar tidak melaksanakan kewajiban untuk bekerjasama dengan usaha kecil untuk Pengadaan dengan nilai lebih besar Rp50. 250 .Buku Kedua . 6.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) sesuai dengan kesepakatan dalam Kontrak.000.000.000.

11. 10. Uang muka yang diterima dari Kontraktor KKS tidak sepenuhnya dipergunakan untuk mendanai pelaksanaan pekerjaan yang tersebut dalam Kontrak. Mengajukan sanggahan atau protes tidak sesuai dengan ketentuan dan/atau materi sanggahan tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh pemrotes atau penyanggah. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud atau Kontraktor KKS gagal mencairkan jaminan penawaran dan/atau jaminan pelaksanaan dalam waktu 6 (enam) bulan. Dalam melaksanakan pekerjaannya. Tidak menyelesaikan pekerjaan dan tidak melunasi denda yang dikenakan sampai batas waktu yang ditentukan. Membatalkan secara sepihak jaminan penawaran (bid bond) dan/atau jaminan pelaksanaan (performance bond) sebelum masa berlakunya habis. yang dibuktikan hasil pemeriksaan atau tes yang dilakukan oleh badan independen. Terbukti memalsukan atau memanipulasi data. Terlambat dalam memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. 13. 12.3.1. pabrik atau pihak yang ditunjuk oleh pabrik. kolusi dan/atau nepotisme. instansi yang berwenang. baik dengan Penyedia Barang/Jasa lain dan/atau dengan pekerja Kontraktor KKS.2. 4. 14. 2. 251 . sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 5. dan mengakibatkan tertundanya pelaksanaan pekerjaan. 3. 1.1.a. 16. terbukti melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. 15. Terkena peringatan akibat pelanggaran kategori kuning dalam periode surat peringatan pelanggaran kategori kuning yang masih berlaku. Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN. Terbukti melakukan tindakan yang termasuk dalam kategori tindakan korupsi. Kategori Hitam. Memasok barang palsu.6.

Buku Kedua .2. 4. Tidak mampu memenuhi kewajiban komitmen melaksanakan jasa pengerjaan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. 7. sebagaimana diatur dalam Bab XIII angka 5. seperti diatur dalam bab III angka 7.2.j. Diberikan surat yang menyatakan tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan pengadaan baru selama masa 1 (satu) tahun berikutnya di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan. 5. Dalam pelaksanaan pekerjaan mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian pekerja Penyedia Barang/ Jasa maupun orang lain.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN. 1.b. dengan tembusan kepada BPMIGAS. 2. sebagai akibat kelalaian pekerja sendiri ataupun karena kelalaian perusahaan Penyedia Barang/Jasa. 6.1.1.1. dinyatakan telah terbukti melakukan tindak pidana di bidang perdagangan dan/atau perpajakan berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4. 9.2. Diberikan surat peringatan yang masa berlakunya 6 (enam) bulan terhitung mulai sejak dikeluarkannya surat peringatan.2. Gagal menyerahkan barang atau menyelesaikan pekerjaan sebagai akibat nilai Kontrak yang lebih rendah dari 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. Kategori KUNING. 4. perlu Klarifikasi kepada instansi yang berwenang. Apabila batas waktu sanksi telah berakhir. Penyedia Barang/Jasa berkewajiban untuk mengajukan surat kepada Kontraktor KKS yang bersangkutan disertai pernyataan permintaan untuk dapat kembali mengikuti kegiatan pengadaan di lingkungan Kontraktor KKS. Untuk informasi yang diperoleh dari media. Kategori Merah. 252 .4. Perusahaan atau salah satu pimpinan yang tertulis dalam akte pendirian perusahaan dan/atau perubahannya yang sah. 8.2.6.3. Terkena sanksi 2 (dua) kali kategori merah dalam periode waktu 5 (lima) tahun.

dengan tembusan kepada BPMIGAS. 3. Kontraktor KKS wajib memperhatikan daftar ini. Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang.4. Penyedia Barang/Jasa dapat mengajukan permintaan untuk dapat mengikuti kegiatan pengadaan pada Kontraktor KKS tertentu. Selanjutnya BPMIGAS memasukkan nama Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan dalam daftar Penyedia Barang/ Jasa terkena sanksi hitam yang dapat diakses secara on line oleh semua Kontraktor KKS. Apabila masa berlaku sanksi kategori hitam tersebut telah dilewati. Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang.6. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan.4. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan.4. kepada yang bersangkutan dikenakan sanksi kategori hitam untuk selamanya di semua Kontraktor KKS.6. Pada saat pelaksanaan pengadaan. 5.3.2. 253 . Apabila Penyedia Barang/Jasa tertentu terkena sanksi kategori hitam sebanyak 2 (dua) kali dari 1 (satu) atau beberapa Kontraktor KKS. 4. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan di seluruh Kontraktor KKS. Diberikan surat yang menyatakan bahwa Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan dilarang mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan selama masa 1 (satu) tahun berikutnya. Pemberitahuan sanksi disampaikan dengan tembusan kepada BPMIGAS. Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan yang terkena sanksi kategori hitam dilarang mengikuti kegiatan pengadaan di semua Kontraktor KKS selama 1 (satu) tahun berikutnya. Kategori Hitam: 1. dan angka 5. 2.3. sesuai ketentuan pada bab VI angka 5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.

maka: 1.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. dan angka 5. dinyatakan diskualifikasi pada saat diterimanya pemberitahuan tentang pengenaan sanksi. Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan harus tetap menyelesaikan kewajibannya berdasar Kontrak yang sedang berjalan.4. Penawaran dari Penyedia Barang/Jasa terkait yang masih dalam tahap evaluasi atau belum ditunjuk sebagai pemenang.2. sesuai ketentuan dalam bab VI angka 5.4. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa terkena sanksi kategori merah atau kategori hitam.4.6.6.Buku Kedua . 254 .4. 2.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB XV PELAPORAN KEGIATAN PENGADAAN BARANG/JASA 255 .

. paling lambat 3 (tiga) minggu setelah pekerjaan fisik Kontrak selesai dilaksanakan.000.1. harus dikirimkan selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari kerja setelah Kontrak ditandatangani. Kontraktor KKS wajib mengirimkan laporan bulanan dan/atau data kegiatan pengadaan barang/jasa kepada fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS paling lambat minggu kedua bulan berikutnya. menggunakan Form SC 12-D. Laporan realisasi pencapaian TKDN dalam pelaksanaan Kontrak.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Untuk keperluan pengawasan. 1.Buku Kedua . maka kepada pimpinan tertinggi Kontraktor KKS diberikan teguran tertulis oleh BPMIGAS..00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 1. 1.000. 1. Untuk pengadaan barang menggunakan Form SC.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).10. 1. dan usaha menengah dan usaha besar menggunakan Form SC.000.4. Apabila setelah diberikan teguran tertulis. Dalam hal Kontraktor KKS lalai menyampaikan laporan.08.5. Laporan PLK/PJWK menggunakan Form SC. 1 (satu) eksemplar salinan/ copy Kontrak pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp50. yang terdiri dari: 1.6.000. 2.000. wajib disampaikan oleh Kontraktor KKS.000. 256 .3.08 dan untuk pengadaan jasa menggunakan Form SC.09.07 dan SC.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. serta laporan kegiatan pengadaan jasa menggunakan Form SC..000. maka kepada pimpinan Kontraktor KKS akan dikenai sanksi manajerial yang akan diatur secara terpisah dari ketentuan ini. Salinan/ copy Kontrak..09. Laporan kegiatan pengadaan barang menggunakan Form SC.2. Laporan pengadaan termasuk komitmen pencapaian TKDN dalam Kontrak. 1.000.7.11. Laporan Akhir Kontrak dengan nilai lebih besar dari Rp50. kejadian sejenis berulang atau menerus.09 dan SC. Laporan Akhir Kontrak. Laporan pengadaan barang/jasa untuk Penyedia Barang/Jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.07 dan SC.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XVI PENYESUAIAN KETENTUAN 257 .Buku Kedua .

5. proses selanjutnya harus mengikuti ketentuan sebagai berikut: 1. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2. Pelaksanaan evaluasi administrasi. Semua ketentuan berupa pedoman dan surat edaran yang pernah ada dan diterbitkan oleh BPMIGAS yang terkait dengan kegiatan pengadaan barang/jasa dinyatakan tidak berlaku untuk kegiatan pengadaan baru.8. harus menyesuaikan dengan semua ketentuan dalam Buku Kedua tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa ini.4.2. Semua kegiatan pengadaan yang telah dimulai dan telah melewati tahap Prakualifikasi.10.4. 1. khususnya angka 2.4. dan 2. Semua kegiatan pengadaan yang telah diproses atau sedang diproses menggunakan ketentuan lama dan telah melewati tahap Prakualifikasi serta peserta pengadaan telah memasukkan dokumen penawaran. Bagi kegiatan pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 1 (satu) sampul dan 2 (dua) sampul: 1. 1.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dengan berlakunya Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini.3. maka dengan mengesampingkan ketentuan pada Buku Kesatu Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak Kerja Sama tentang Ketentuan Umum khususnya Bab IV tentang Ketentuan Peralihan. b. 2.4. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE.8. 1. d.7. khususnya angka 9. 258 . Semua kegiatan pengadaan yang telah dimulai namun belum melewati tahap Prakualifikasi.2. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2.3. evaluasi teknis dan evaluasi harga dari penawaran yang masuk tetap mengikuti ketentuan lama.10.1.3.5.4.2.4.8. Pelaksanaan penunjukan pemenang dan pembuatan dokumen Kontrak harus mencantumkan syarat komersial sebagai berikut: a. namun belum sampai pada tahap pemasukan penawaran harus menyesuaikan dengan ketentuan dalam Buku Kedua tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa ini. ditetapkan bahwa: 1. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9.1. c.

2.4. b. khususnya angka 9.10.3. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2.7.5.4. dan 2. Dalam pelaksanaan ketentuan ini apabila diperlukan dapat diadakan rapat pemberian penjelasan mendahului pemasukan penawaran.8. 259 . sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9.2. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.8.5. khususnya angka 9. dan bab IX angka 1.2.4.10. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2.2.4. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3.4.10. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE.8. Selanjutnya sebelum pemasukan dokumen penawaran tahap II (kedua) dilakukan penyesuaian terhadap Dokumen Pengadaan.7.3.3.5. 2. d.10. e. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2. f.10. dan 2. Apabila peserta pengadaan belum memasukkan dokumen penawaran tahap II (kedua).8.6.8. c.8. khususnya harus mencantumkan tata cara evaluasi dan syarat komersial sebagai berikut: a.8. d.3.10. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE.4.Buku Kedua .2.10. khususnya angka 2. Pelaksanaan penunjukan pemenang dan pembuatan dokumen Kontrak harus mencantumkan syarat komersial sebagai berikut: a. Ketentuan bahwa tata cara evaluasi penawaran harga akan menggunakan tata cara yang diatur dalam bab XI angka 9.5. pelaksanaan evaluasi administrasi dan evaluasi teknis dari penawaran yang masuk tetap mengikuti ketentuan lama.4. Bagi kegiatan pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 2 (dua) tahap: 1.4.4.3.4.5. dan 9. khususnya angka 9. c. khususnya angka 2. Ketentuan tentang jaminan penawaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3. b. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3.

sampai dengan angka 1. berupa sisipan. dengan tetap memperhatikan ketentuan pada angka 1. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam pedoman pelaksanaan ini. tambahan ketentuan.2. di atas.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. 260 . 3. perincian ketentuan dan/atau penambahan lampiran pada Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini. akan diatur kemudian oleh BPMIGAS.4. Masa penyesuaian untuk penerapan sepenuhnya Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini adalah 30 (tiga puluh) hari kerja setelah tanggal berlakunya ketentuan sebagaimana dinyatakan dalam Surat Keputusan tentang Buku Kedua Revisi-II Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak kerja Sama.Buku Kedua .

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR MP-001 MP-002 MP-003 METODE PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) ELECTRONIC BIDDING

NOMOR JK-001 JK-002 JK-003 JK-004 JK-005

JENIS KONTRAK KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT / SHARING CONTRACT) SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) PERJANJIAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT)

NOMOR PQ-001 PQ-002 PQ-003 NOMOR DF-001

DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA, KEMAMPUAN PAKET, KEMAMPUAN DASAR DAFTAR BIDANG DAN SUB BIDANG PEKERJAAN DAFTAR DAFTAR KELOMPOK BARANG KEBUTUHAN KEGIATAN UTAMA EKSPLORASI & PRODUKSI i

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR CONTOH PERHITUNGAN

PENGHITUNGAN HARGA EVALUASI PENAWARAN (HEP) BERDASAR HE-TKDN & HE PSP CP-001 CP-002 CP-003 CP-004 BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI DENGAN TKDN ≥ 25% BARANG PTODUKSI DALAM NEGERI DENGAN TKDN ≥ 25% DAN BARANG PRODUKSI LUAR NEGERI JASA LAINNYA DENGAN TKDN ≥ 35% JASA PEMBORONGAN BUKAN JASA KONSTRUKSI DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI ≥ RP50 MILYAR (≥ US$5 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI-ONSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP1 MILYAR S/D RP2 TRILIUN ( > US$100,000.00 S/D US$200 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI ONSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP2 TRILIUN (> US$200 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI ≤ RP50 MILYAR (≤ US$5 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI-OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP50 MILYAR S/D RP2 TRILIUN (> US$5 JUTA S/D US$200 JUTA) CP-009 JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP2 TRILIUN (> US$200 JUTA) CP-010 PENGHITUNGAN DENDA KARENA TARGET TKDN PENGADAAN BARANG TIDAK TERCAPAI – TIDAK MENGUBAH PERINGKAT PENGHITUNGAN DENDA KARENA TARGET TKDN PENGADAAN BARANG TIDAK TERCAPAI – MENGUBAH PERINGKAT

CP-005

CP-006

CP-007

CP-008

CP-011

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR FL-001 FL-002 FORMULIR DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN RINGKASAN PELAKSANAAN LELANG DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU (PJWK) RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAPORAN PELAKSANAAN PLK/PJWK PERHITUNGAN TKDN BARANG PERHITUNGAN TKDN JASA PERHITUNGAN TKDN GABUNGAN PENAWARAN BARANG PRODUKSI MASAL SC-02 NOMOR FORMULIR SC-01

FL-003 FL-004

SC-03 SC-04

FL-005

SC-05

FL-006

SC-06

FL-007 FL-008 FL-009 FL-010 FL-011 FL-012A FL-012B FL-012C FL-012D

SC-07 SC-08 SC-09 SC-10 SC-11 SC-12A SC-12B SC-12C SC-12D

iii

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR FL-012E FL-012F FL-012D FORMULIR PENAWARAN JASA LAINNYA ATAU JASA KONSULTANSI PENAWARAN BARANG PABRIKASI ATAU JASA PEMBORONGAN LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG/JASA NOMOR FORMULIR SC-12D SC-12D SC-12D

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 METODA PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) 1. UMUM 1.1. TUJUAN Pedoman ini mengatur pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara penunjukan langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card). 1.2. DEFINISI Kartu Pengadaan (Procurement Card) merupakan sarana pembayaran dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung tanpa menggunakan Kontrak, Surat Perintah (SP), atau Purchase Order (PO). 1.3. RUANG LINGKUP Pedoman ini berlaku dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung di lingkungan Kontraktor KKS. 1.4. KRITERIA Sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) dipergunakan dalam pengadaan barang/jasa yang berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1.4.1. 1.4.2. Merupakan langsung. pengadaan barang/jasa secara penunjukan

Nilai pengadaan maksimum Rp50.000.000,00 (Lima puluh juta rupiah) atau US$5.000,00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) untuk setiap transaksi atau sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tidak menggunakan Kontrak /SP/PO.

1.4.3.

Halaman 1 of 7

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 1.5. MANFAAT Manfaat penggunaan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bagi Kontraktor KKS adalah sebagai berikut: 1.5.1. 1.5.2. 1.5.3. 1.5.4. 1.5.5. 1.5.6. Menurunkan biaya pengadaan barang/jasa. Menurunkan aktivitas transaksi pembayaran. Mempermudah pelaksanaan konsolidasi pembayaran. Mempermudah kontrol pembelanjaan. Meningkatkan produktifitas kerja. Mempercepat proses dan pengambilan keputusan dalam pengadaan barang/ jasa.

2. TATA CARA PELAKSANAAN 2.1. PEMESANAN BARANG/JASA Pengadaan barang/jasa yang menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bisa dilaksanakan dengan cara: 2.1.1. 2.1.2. 2.1.3. Datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa (Spot) atau Pemesanan melalui faksimili, telepon, e-Mail, atau e-Comerce Apabila pemesanan barang dilakukan melalui faksimili, pejabat berwenang harus menandatangani faksimili tersebut. Apabila pemesanan barang dilakukan melalui telepon, E-Mail, atau E-Commerce, Pengguna Kartu cukup memberitahu nomor kartu, nama pemegang, dan masa berlaku kartu tersebut kepada Penyedia Barang/Jasa. PENGIRIMAN BARANG/JASA Barang dapat diambil langsung di tempat Penyedia Barang/Jasa, atau Pembeli dapat memerintahkan Penyedia Barang/Jasa untuk mengirimkannya ke tempat penerimaan (Point of Delivery). Sebagai bukti transaksi, Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan Delivery Order (DO) asli, faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) asli, Surat Setoran Pajak (SSP) asli, dan copy struk pada saat penyerahan barang/jasa ke Pembeli.

2.2. 2.2.1.

2.2.2.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 2.3. 2.3.1. PEMBAYARAN Dari Bank Penjamin ke Penyedia Barang/Jasa Pembayaran untuk barang/jasa yang dibeli segera dilakukan oleh Bank Penjamin (atas nama Kontraktor KKS) kepada Penjedia Barang/Jasa setelah struk asli dan bukti pengiriman barang/jasa diajukan kepada Bank Penjamin. Pembayaran dapat juga dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati di dalam perjanjian antara Bank Penjamin dan Penyedia Barang/Jasa. 2.3.2. Dari Kontraktor KKS kepada Bank penjamin 1. Pembayaran untuk barang/jasa kepada Bank Penjamin dilakukan setelah faktur tagihan bulanan (billing statement) diserahkan oleh Bank Penjamin atau dilakukan sesuai dengan waktu pembayaran yang disepakati kedua belah pihak. 2. Pembayaran untuk biaya transaksi penggunaan sarana Procurement Card ke Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jumlah dan waktu yang disepakati kedua belah pihak. 3. PETUNJUK KHUSUS 3.1. BANK PENJAMIN Penunjukan Bank Penjamin dilakukan berdasarkan kriteria minimal sebagai berikut: 3.1.1. 3.1.2. Memiliki reputasi baik dalam dunia perbankan. Memiliki jaringan pelayanan atau kerjasama yang luas di wilayah Republik Indonesia sehingga dapat menjangkau daerah operasi Kontraktor KKS yang bersangkutan. Memiliki fasilitas pelayanan kartu kredit. Memiliki teknologi yang memadai untuk implementasi, pemakaian, pengawasan, dan pemeliharaan sarana Procurement Card. Bersedia melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada Penyedia Barang/Jasa untuk setiap transaksi pembelian yang menggunakan sarana Procurement Card.

3.1.3. 3.1.4.

3.1.5.

Halaman 3 of 7

4. 4. nama Manajer Proyek dari calon Pembeli yang ditunjuk. Penyedia Barang/Jasa Penunjukan Penyedia Barang/Jasa dilakukan kurangnya berdasarkan kriteria sebagai berikut: 3. Tugas dan tanggung jawab karyawan sehari-hari.1.1.1. nama calon Pengguna Kartu.3. 3. dengan Penyedia Barang/Jasa.2. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP). 4.2. MP-001 3. 4.3.2. nilai maksimum per transaksi.2. Bersedia menjalin kerja sama dengan Penyedia Barang/Jasa yang direkomendasikan oleh Kontraktor KKS. PENGAWASAN INTERNAL 4. dan masa berlaku kartu Procurement Card yang akan diterbitkan. .3. brosur. Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) baru bisa dilaksanakan setelah persetujuan tertulis antara Kontraktor KKS (sebagai Pengguna Kartu). Bersedia menerima cara pembayaran dengan menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card).6. 3. Maksimum nilai total transaksi pembelian setiap bulan. sekurang- Memiliki ketersediaan barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS. 3.2. 3.3.2.2. Memiliki daftar harga.4.1. 3.1. dan Bank Penjamin ditandatangani.1. 3. Penunjukan karyawan sebagai calon pengguna kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) dapat dilakukan berdasarkan peraturan internal yang berlaku di masing-masing Kontraktor KKS dengan memperhatikan kriteria berikut: Integritas karyawan.1. 3. Dalam persetujuan tertulis antara calon Pengguna Kartu dan Bank Penjamin. pagu kredit. minimal harus disebutkan jumlah kartu yang akan diterbitkan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.2.3. atau fasilitas-fasilitas sejenis yang dapat memberikan informasi mengenai barang/jasa yang disediakan dan biasa dibutuhkan oleh Kontraktor KKS maupun perusahaan lain yang bergerak di bidang perminyakan.1.

2. Batasan mengenai barang/jasa yang pengadaannya bisa menggunakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card).2. Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan penagihan dengan cara mengirimkan struk asli.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pengguna Kartu bisa menghubungi Penyedia Barang/Jasa melalui telepon. Sanksi untuk penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Penyedia Barang/Jasa dapat diberikan dalam bentuk pemutusan hubungan dagang ataupun dikeluarkannya nama Penyedia Barang/Jasa tersebut dari Daftar Rekanan yang berlaku di Kontraktor KKS yang bersangkutan. E-commerce.1.5. copy DO.3. Surat Setoran Pajak (SSP).2. Untuk pengadaan barang/jasa yang nilainya tidak melebihi nilai maksimum untuk penunjukan langsung. MP-001 4.2. Halaman 5 of 7 . 5.2. 4. faksimili. 5. atau datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa untuk membeli barang/jasa yang diperlukan. PENGGUNAAN PROCUREMENT CARD 5. Peraturan/Standard Operating Procedure (SOP) khusus untuk penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card). Setelah menerima pesanan barang/jasa dari Pengguna Kartu dan mengecek keabsahan pesanan tersebut. dan tagihan kepada Bank Penjamin untuk memperoleh pembayaran barang/jasa yang telah dijual pada hari yang sama atau pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. 4. 5.1. 4. Pemegang Kartu dapat juga mengambil barang langsung dari tempat Penyedia Barang/Jasa. Penyedia Barang/Jasa akan mengirimkan barang/jasa yang dipesan bersama dengan faktur pajak. dan copy struk ke tempat penerimaan barang yang telah ditetapkan. E-mail.1. SANKSI Penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Pengguna Kartu dapat dikenakan sanksi dalam bentuk pencabutan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) ataupun tindakan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masing-masing perusahaan. 4.1.4.

1. Semakin cepatnya pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang diperlukan Menurunnya biaya pengadaan barang/jasa Meningkatnya kreatifitas kinerja dan pelayanan petugas pengadaan barang/jasa.1. 8. Pemasok. 7.4.1. 8. Pengguna Kartu adalah pejabat yang diberi wewenang oleh instansi terkait untuk melakukan pengadaan barang/jasa secara langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card).3. 7.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.3. MP-001 5. Sesuai dengan perjanjian.1. Pembayaran kepada Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama. DAFTAR ISTILAH 8. 8. Konsultan. 7. Bank Penjamin adalah Instansi perbankan yang menyediakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) kepada Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa untuk keperluan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung. Penyedia Barang/Jasa adalah perusahaan atau mitra kerja yang melaksanakan pengadaan barang/jasa yang terdiri dari Kontraktor. Usaha Kecil. . TOLOK UKUR KINERJA Tolok ukur kinerja dan hasil akhir penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan Procurement Card bisa dilihat dari beberapa segi antara lain sebagai berikut: 7. 6.1.1.1.2. Koperasi.1. MEKANISME PEMBAYARAN FAKTUR PPN Mekanisme pembayaran PPN untuk pengadaan barang/jasa yang pembeliannya dilakukan sama seperti halnya dengan metode pengadaan lain. Bank Penjamin akan mengirimkan tagihan bulanan kepada Kontraktor KKS untuk pembayaran seluruh transaksi pembelian barang/jasa yang terjadi dalam bulan tersebut.

1. Manajer Proyek adalah petugas yang ditunjuk oleh perusahaan untuk memimpin proyek implementasi Kartu Pengadaan (Procurement Card) di lingkungan Perusahaan tersebut.5. 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan). PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah pajak yang timbul karena dipakainya faktor-faktor produksi di setiap jalur perusahaan dalam menyiapkan. Halaman 7 of 7 . 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan). menyalurkan. 8. SSP (Surat Setoran Pajak) adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melakukan pembayaran pajak yang terhutang di Kas Negara atau di tempat pembayaran lainnya yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.1.7. (UU No. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak setelah mendaftarkan dirinya pada Direktorat Jenderal Pajak (UU No.1.4.1.9.8. (UU No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.1. Pengguna Barang/Jasa adalah pejabat yang berwenang sebagai pemilik pekerjaan yang memberi tugas kepada Penyedia Barang/Jasa untuk melaksanakan pekerjaan tertentu guna memenuhi kebutuhan barang/jasa tertentu di lingkungannya. dan memperdagangkan barang atau pemberian pelayanan jasa kepada para konsumen. 8. Pembeli adalah Kontraktor KKS yang melakukan pembelian barang/jasa dari Penyedia Barang/Jasa. ---ooo0ooo--- 8. 8. 8 th 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah).1. menghasilkan.6. dan/atau untuk melaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak. 8. MP-001 8.

.

MP-002 METODE PENGADAAN ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) 1.5.1. 3. mengikuti prinsip auction. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.2. Halaman 1 of 7 . Dapat dilakukan untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung. dengan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta lelang untuk dapat mengajukan penawaran terbaik. 3. dengan cara memasukkan penawaran harga lebih dari satu kali dan bersifat menurun dalam suatu jangka waktu yang telah ditentukan melalui media elektronik (online). Peserta pengadaan harus memahami. 3. Mengutamakan penggunaan jasa penyedia e-RA dalam negeri.000. mempunyai kemampuan dan mematuhi tatacara e-RA yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. 3.000. Dilakukan hanya pada tahap penawaran harga. dimana peserta lelang yang telah lulus pada tahap administrasi dan teknis berkompetisi secara ‘real-time’.3. melalui suatu proses yang lebih efisien. yaitu nilai penawaran terbaik menjadi pemenang pelelangan. dengan metode pelelangan umum.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).000.7.4. 2. Tidak dapat dilakukan untuk pengadaan jasa tenaga kerja.6.00 (satu miliar rupiah) atau lebih besar dari US$100. PRINSIP DASAR e-RA: 3. 3.000. DEFINISI: Electronic Reverse Auction (e-RA) merupakan salah satu metoda pengadaan yang dilakukan secara transparan dengan memanfaatkan jaringan elektronik. TUJUAN: Pelaksanaan e-RA dimaksudkan untuk mendapatkan harga penawaran yang lebih kompetitif dan mencerminkan harga pasar. Selama dalam proses auction identitas penawar harga harus dirahasiakan. Dianjurkan untuk dilakukan dalam pengadaan barang/ jasa yang secara teknis dapat didefinisikan secara rinci dan terukur. 3.1.

waktu dan jangka waktu pelaksanaan e-RA ditetapkan oleh Panitia Pengadaan dan dikomunikasikan ke peserta lelang.2. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung. sehingga calon peserta e-RA dapat memahami.1. 4.3.2.1. 4.5. DOKUMEN PENGADAAN: Dalam dokumen pengadaan harus dicantumkan tatacara pelaksanaan e-RA secara jelas. 4.3. 4. Penyedia barang/jasa yang mendaftar harus menyatakan secara tertulis persetujuannya untuk mengikuti metoda pengadaan dengan e-RA.1. Apabila diperlukan kepada calon peserta diberikan pelatihan.4.5.2. TATACARA PELAKSANAAN: 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Ketentuan dokumen pengadaan lainnya mengikuti ketentuan dalam metoda pelelangan umum.2. PEMBERIAN PENJELASAN: Kepada calon peserta diberikan penjelasan secara lengkap tentang tata cara pemasukan penawaran. Tanggal. 4. PENGUMUMAN: Dalam pengumuman harus dinyatakan secara jelas bahwa metoda pengadaan akan menggunakan sistim e-RA. Penilaian kualifikasi calon peserta e-RA menggunakan sistem prakualifikasi. 4. 4. 4. Halaman 2 of 7 .2. 4. KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA.5.2. PENDAFTARAN: Pendaftaran dapat dilakukan secara elektronik atau manual. MP-002 4. kecuali dinyatakan secara khusus dalam pedoman ini. 4.1.3.

2. 4. 4.5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.7. 4.2. peserta memasukkan dokumen penawaran dan dokumen jaminan penawaran harga sesuai ketentuan. peserta harus menyerahkan dokumen jaminan penawaran sesuai ketentuan.7.000. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) sampul.00 (dua juta dolar Amerika Serikat).00 (dua juta dolar Amerika Serikat).1.20. 2.000.3.7.00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2.000. Pemasukan dokumen penawaran administrasi dan teknis harus dilakukan secara tertulis dalam sampul tertutup. MP-002 SISTEM PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN: Pemasukan dokumen penawaran menggunakan Sistem Dua Sampul atau Dua Tahap: 4.6.000.000.7. Apabila pemasukan penawaran harga pertama dilakukan secara elektronik.000.1. Untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp.000. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) tahap.000.000.6. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum. Evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis. Panitia Pengadaan menetapkan cara pemasukan penawaran harga pertama: 1. Nilai jaminan penawaran (bid bond) adalah 1% (satu persen) s/d 3% (tiga persen) dari harga penawaran terakhir yang dimasukkan oleh peserta. 4.4. Penawaran yang menyertakan jaminan penawaran yang lebih besar dari 3% (tiga persen) tidak diskualifikasi. Halaman 3 of 7 4. Diundang untuk memasukkan penawaran harga.7. Diundang untuk menghadiri pembukaan penawaran harga. Untuk pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp 20. PENYAMPAIAN PENAWARAN HARGA Peserta yang telah lulus evaluasi tahap administrasi dan teknis: 4.6. peserta harus memasukkan berkas penawaran harga pertama secara tertulis yang dilengkapi dengan jaminan penawaran (bid bond) beserta pernyataan persentase dan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Apabila pemasukan penawaran harga pertama dilakukan secara tertulis. 4. .00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$ 2. 4.7.000.

7. Menggunakan perbandingan nilai penawaran untuk penawaran barang produksi luar negeri. Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan. Nilai penawaran peserta diunggah (up loaded) ke dalam sistim e-RA oleh masing-masing peserta. dapat dilakukan perpanjangan waktu.00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$2. kecuali untuk melengkapi kekurangan nilai meterai dan tanggal. Menggunakan sistim HE TKDN untuk penawaran barang produksi dalam negeri.000. Penawaran yang tidak memenuhi syarat administrasi dinyatakan gugur dan tidak diikutsertakan dalam proses selanjutnya. atau b.1. sistim langsung menetapkan peringkat penawaran: a. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran. Segera pada hari yang sama. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga. setelah pembukan penawaran harga pertama. Kepada setiap peserta yang penawarannya memenuhi persyaratan administrasi diberi nomor identitas yang dirahasiakan bagi peserta lainnya. Apabila pemasukan penawaran harga pertama secara tertulis: 1.000. Apabila terjadi kegagalan komunikasi.000. 3. Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti dan maksimal 24 (dua puluh empat) jam. Selama pelaksanaan e-RA. 8. atau perubahan. Halaman 4 of 7 . 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.00 (dua juta dolar Amerika Serikat): 5. 2. Pada waktu yang telah ditentukan. Panitia Pengadaan meneliti kelengkapan administrasi penawaran. Nilai pengadaan sampai dengan Rp. MP-002 5.1. PELAKSANAAN E-RA: 5. Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran harga telah ditutup. 6.20. 4.1.000.000. dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik.

Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi.000. Pemasukan penawaran harga dilaksanakan secara elektronik. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp.2. 5. dengan cara mengunggah nilai HPS/OE ke dalam sistim e-RA. Apabila pemasukan penawaran harga pertama secara elektronik: Tatacara pemasukan harga penawaran ketentuan angka 5.1.000. semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis.1. 10. 5. MP-002 9.1.1. 5. pada waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan. Halaman 5 of 7 .000.000.. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri /Owner Estimate (HPS/OE). kecuali: 1.00 (dua juta dolar Amerika Serikat): Peserta pengadaan memasukkan penawaran mengikuti ketentuan sistim pemasukan 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap.000. Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga. Panitia Pengadaan membuat berita acara pelaksanaan eRA. penawaran yang bersangkutan dinyatakan diskualifikasi. 13.2. Peserta menyerahkan dokumen jaminan penawaran sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran terakhir yang dimasukkan.00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2. sama dengan langsung pertama 2.20. 12. 11.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Penawaran dilengkapi dengan pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA.2. Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis.

3.2. Menggunakan perbandingan nilai penawaran penawaran barang produksi luar negeri 5. Nilai penawaran peserta diunggah (up loaded) ke dalam sistim e-RA oleh masingmasing peserta.2. Panitia Pengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis. 5. Selama pelaksanaan e-RA. Apabila terjadi kegagalan komunikasi.4. Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran telah ditutup.9. Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga.2.2.2. Segera pada hari yang sama.2. Pada waktu yang telah ditentukan. Apabila nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran terakhir yang dimasukkan.7. untuk 5.5.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 5. MP-002 5. maksimal 24 (dua puluh empat) jam. 5.6.2. sistim langsung menetapkan peringkat penawaran: a. perubahan atau susulan penyampaian jaminan penawaran (bid bond). dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik. 5. Kepada setiap peserta yang penawarannya memenuhi persyaratan administrasi diberi nomor identitas yang dirahasiakan bagi peserta lainnya. Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik. kecuali untuk melengkapi kekurangan nilai meterai dan tanggal. atau b. Menggunakan sistim HE TKDN untuk penawaran barang produksi dalam negeri. penawaran yang bersangkutan dinyatakan diskualifikasi.8. Halaman 6 of 7 . dapat dilakukan perpanjangan waktu. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran.2. Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti. setelah pembukaan penawaran harga pertama. 5.

2. Apabila harga penawaran peringkat I (pertama).12. oo0oo Halaman 7 of 7 . Panitia Pengadaan melakukan evaluasi terhadap harga penawaran hasil pelaksanaan e-RA. masih lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE hasil koreksi. Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga.11. maka diadakan proses pengadaan ulang. 6.3.2.2. 5.1. menurut tatacara baku pada metode pelelangan umum. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi. 6. Dalam hal harga penawaran terendah hasil e-RA masih lebih tinggi dibanding dengan HPS/OE maka dilakukan pengkajian ulang atas HPS/OE.2. EVALUASI HARGA 6. 5. 7. termasuk kelanjutan prosesnya. Apabila ternyata HPS/OE terlalu rendah dapat dilakukan koreksi atas HPS/OE sesuai ketentuan. MP-002 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Panitia Pengadaan membuat berita acara pelaksanaan e-RA. 6. berdasar hasil evaluasi harga. semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis beserta pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA. PENETAPAN DAN PENUNJUKAN PEMENANG Urutan proses mulai dari penetapan pemenang sampai dengan penunjukan pemenang dan ketentuan tentang pengadaan gagal dan pengadaan ulang. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum atau pemilihan langsung. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri/ Owner Estimate (HPS/OE). Metode pengadaan ulang dapat dilakukan dengan metode pelelangan (tanpa e-RA) atau metode e-RA.10.

.

Halaman 1 of 7 . 2. 3.3.2. DEFINISI Kontrak pengadaan bersama adalah Kontrak antara beberapa Kontraktor KKS atau Kontrak yang dilakukan oleh BPMIGAS sebagai koordinator beberapa Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan 1 (satu) atau beberapa pekerjaan. dengan Penyedia Barang/Jasa bersangkutan.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.2.4. Kontrak Bersama Pengadaan Barang/Jasa ini dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Terdapat kesamaan kebutuhan barang/jasa dari beberapa Kontraktor KKS.5. dan Terdapat kesepakatan diantara beberapa Kontraktor KKS atau diantara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS. dan Barang/jasa yang dibutuhkan berada dalam wilayah atau tempat yang berdekatan secara geografis atau berada dalam 1 (satu) kelompok usaha Kontrak Kerja Sama dalam wilayah Negara Republik Indonesia. 3. pemanfaatan kapasitas lebih serta optimalisasi pemanfaatan peralatan atau jasa yang tercantum pada suatu kontrak. TUJUAN Tujuan kontrak bersama pengadaan barang/jasa adalah pemanfaatan kontrak secara bersama yang saling menguntungkan dalam rangka efisiensi biaya. atau pemanfaatan suatu kontrak yang sedang berjalan di suatu Kontraktor KKS oleh Kontraktor KKS lainnya. Kesepakatan antar Kontraktor KKS atau antara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS dapat dilakukan pada awal Kontrak atau pada saat Kontrak sedang berlangsung. 3.6. 3. yang dituangkan dalam kesepakatan yang direncanakan sejak awal. 3. mengutamakan penggunaan barang produksi dalam negeri. JK-001 KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT CONTRACT) 1. PERSYARATAN 3.2. percepatan proses.

2. Dalam hal pemanfaatan waktu jeda dimungkinkan penambahan volume pekerjaan. Pengelolaan aspek financial termasuk tatacara pembayaran dan pembagian biaya pengelolaan kepentingan bersama. e. direncanakan untuk membuat kontrak secara bersama-sama oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS atau 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS dalam koordinasi BPMIGAS. d.2. f. Diawali dengan adanya informasi/identifikasi suatu jenis kebutuhan barang/jasa yang sama yang dibutuhkan oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS. Beberapa Kontraktor KKS dalam koordinasi dengan BPMIGAS atau BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS membuat suatu perjanjian kerjasama yang memuat antara lain: a. b.4. pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan.4. TATA CARA 4. Pengurusan perijinan (Formalities). c. Persiapan : 1. Kesepakatan untuk melakukan Kontrak bersama pada saat Kontrak sedang berlangsung hanya dapat dilaksanakan untuk memanfaatkan kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) dari Kontrak yang sedang berlangsung tanpa mengubah syarat-syarat dan ketentuan lainnya. Peran. Masa kontrak. Halaman 2 of 6 . KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA YANG DIRENCANAKAN SEJAK AWAL (JOINT CONTRACT). hak dan kewajiban para pihak. Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan. 4. JK-001 3. 4. Pihak (Kontraktor KKS atau BPMIGAS) yang bertindak sebagai koordinator Kontrak atau pemuka (leader).2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS.5. Tata cara pengadaan mengikuti ketentuan yang berlaku. Merupakan pengguna barang/jasa terbanyak/terlama. atau b. Penetapannya antara lain memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a.6. 3. Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang da/atau penyelesaian pekerjaan. Penyusunan Kontrak : Tata cara penyusunan kontrak mengikuti tata cara yang berlaku dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. h. Semua perintah pelaksanaan kepada Penyedia Barang/Jasa disampaikan melalui Koordinator Kontrak.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 3 of 7 . JK-001 g. Perintah pelaksanaan pekerjaan atau penyerahan barang dilakukan: a. Para pihak dalam kontrak adalah para Kontraktor KKS pengguna kontrak dengan/tanpa koordinasi BPMIGAS secara bersama-sama dengan Penyedia Barang/Jasa. 4. 2. atau kepada kepada b. Prosedur Pelaksanaan: 1. Oleh masing-masing Kontraktor KKS Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan Koordinator Kontrak.2.2. Persetujuan tahap perencanaan pengadaan dan/atau persetujuan pemenang pengadaan dari BPMIGAS diperlukan apabila nilai keseluruhan kontrak melebihi batas kewenangan Kontraktor KKS. 4. Pelaksanaan proses pengadaan dilakukan oleh koordinator kontrak dibantu oleh atau bersama-sama dengan calon pengguna kontrak pengadaan bersama. Merupakan pencetus awal program. 2. Koordinator Kontrak atau pemuka (leader) ditetapkan berdasar kesepakatan para pihak. Hal-hal khusus yang perlu diperhatikan antara lain: 1.

Rencana pemanfaatan ini harus disepakati oleh para pihak. 4. Inisiatif pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan dapat dilakukan oleh: a. Jaminan pelaksanaan dan denda atas keterlambatan diperhitungkan berdasar ketentuan dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan barang/Jasa ini. 6. JK-001 3.4.5. 4. Suatu kontrak yang sedang berjalan di salah satu Kontraktor KKS dapat dimanfaatkan oleh satu atau beberapa Kontraktor KKS lain berdasarkan adanya kesamaan kebutuhan dan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau dalam usaha memanfaatkan waktu jeda (windows/idle).3. 4. PEMANFAATAN KONTRAK YANG SEDANG BERJALAN 4. Penagihan pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan ditujukan kepada masing-masing Kontraktor KKS oleh Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan kepada Koordinator Kontrak atau semua penagihan melalui Koordinator Kontrak. atau b.3. 5. Persiapan 1. Kontraktor KKS yang membutuhkan barang/jasa meminta informasi dari Kontraktor KKS lain tentang kemungkinan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/idle) dari kontrak yang sedang berjalan yang bisa dimanfaatkan. Pengawasan pelaksanaan pekerjaan oleh masing-masing Kontraktor KKS pengguna Kontrak. dalam hal ini Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa bersangkutan. terutama pemanfaatan barang/jasa oleh Kontraktor KKS pengguna Kontrak. Koordinator Kontrak berkewajiban mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 4 of 6 .3. Pengaturan tentang alokasi denda atas keterlambatan sesuai dengan yang diatur didalam Nota Kesepahaman. Kontraktor KKS pengguna Kontrak yang sedang berjalan menyampaikan informasi melalui BPMIGAS kepada Kontraktor KKS lain tentang adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/ idle) yang bisa dimanfaatkan Kontraktor KKS lain.

Apabila amandemen mengakibatkan penambahan nilai. 2. 3. b.6. 5. Pengurusan perijinan (Formalities). c. Koordinator Kontrak atau pemuka (leader) adalah Kontraktor KKS pemegang Kontrak awal. Masa kontrak. Perjanjian kerjasama memuat antara lain namun tidak terbatas pada hal-hal berikut: a. 4. g. Pengelolaan aspek financial. Pelaksanaan dalam kelompok usaha Kontraktor KKS disesuaikan dengan kebijaksanaan yang berlaku di dalam kelompok usaha tersebut. e. 4. Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang dan/atau penyelesaian pekerjaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Perjanjian kerjasama disusun antara Kontraktor KKS pengelola kontrak dengan Kontraktor KKS yang akan memanfaatkan. Koordinator Kontrak bersama-sama Kontraktor KKS yang akan memanfaatkan Kontrak menyusun amandemen kontrak yang memuat antara lain hal-hal yang telah disepakati dalam perjanjian kerjasama. Halaman 5 of 7 .3.1. pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan. Rencana pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan ini harus dikomunikasikan dan disetujui oleh Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. Ketentuan tentang persetujuan atau pelaporan mengikuti ketentuan Bab II angka 2. Hak dan Kewajiban para pihak.3 dan Bab XIII angka 4. Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan. f. Pelaksanaan 1. d. Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS. diperlakukan sebagai Penambahan Lingkup Kerja (PLK). JK-001 2.

7. Ketentuan impor barang diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku pada masing-masing Kontraktor KKS yang bersangkutan. Pelaporan Koordinator Kontrak berkewajiban menyampaikan laporan formalitas kontrak awal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pelaporan pelaksanaan kontrak dilakukan oleh masing-masing Kontraktor KKS.3. JK-001 3. sesuai ketentuan yang berlaku. maka penyelesaiannya terlebih dahulu dilakukan oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan dengan cara musyawarah/ mufakat. maka Koordinator Kontrak membantu untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi dan harus diupayakan agar tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan lainnya. Penyelesaian Perselisihan Dalam hal terjadi perselisihan antara salah satu Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa. 4. Jaminan pelaksanaan yang ada direvisi dengan mencantumkan nama pengguna barang/jasa yang baru sesuai perjanjian kerjasama dan apabila diperlukan nilai jaminan ditambah. 4. Apabila tidak terjadi kesepakatan. 5. ------ooo000ooo------- Halaman 6 of 6 .

JK-002 SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) 1. dan saling menguntungkan (win-win). keterbukaan.9. Saling memberikan manfaat sumber daya seperti teknologi. Perbaikan kinerja improvement). 3.3. Mempunyai komitmen dan obyektif bersama.7. daya dan/atau fasilitas yang dimiliki/dikuasai dalam rangka mencapai sasaran strategis yang disepakati bersama antara penyedia dan pengguna barang/jasa. KARAKTERISTIK Kontrak kemitraan mempunyai karakteristik sebagai berikut: 3. TUJUAN Tujuan dari Kontrak Kemitraan (Strategic Alliance) adalah pemanfaatan potensi teknis. pengalaman dan sumber daya lainnya dari para pihak yang disinergikan untuk mencapai hasil yang paling optimal dalam hal pengembangan suatu jenis barang/peralatan. yang berkesinambungan (continuous Efisien dan efektif dalam desain konsep dan penerapannya.2. 3.8. 3. Kerjasama yang erat dan interaktif dengan mengintegrasikan proses dan aktivitas utama.5. keahlian.4. Dilandasi dengan kepercayaan. standar mutu dan penekanan biaya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3. Pembagian risiko dan keuntungan (Risk & Benefit).6. manajemen. 3. Halaman 1 dari 5 . dan proses. kepastian pasokan (security of supply). 2. Kerjasama jangka panjang. finansial. 3. 3. keahlian. DEFINISI Kontrak Kemitraan adalah Kontrak pengadaan barang/jasa berdasarkan konsep kerjasama jangka panjang dimana para pihak memberikan kontribusi sumber dana. 3.

4.2. d. Kompleksitas proses pengadaan dan rantai suplai yang berdampak pada harga dan ‘cycle time’. c.4. 4. Halaman 2 of 5 . Menyusun rancangan langkah-langkah yang diperlukan pada periode transisi antara lain tentang integrasi sistem & proses (perangkat keras dan lunak).6. Semakin tinggi peranan barang/jasa tersebut. 4.5. Sasaran strategis ditentukan dengan melakukan evaluasi terhadap pengadaan barang/jasa di perusahaan yang berpeluang memberikan efisiensi yang besar bagi Kontraktor KKS.2. menentukan kriteria calon mitra dan rencana pra-kualifikasi. 4. PERENCANAAN Penentuan Sasaran Strategis 1.2. Hal-hal yang dapat dijadikan tolok ukur untuk menetapkan nilai strategis dalam melakukan evaluasi antara lain: a.2. 4. Penjajakan Pasar (market survey).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pemilihan Mitra dan Pelaksanaan kontrak. maka kontrak kemitraan semakin diperlukan.2. Sosialisasi. Melakukan evaluasi potensi internal yang dapat disinergikan. Peranan barang/jasa tersebut dalam pelaksanaan operasi. TATA CARA Kontrak Kemitraan dilakukan melalui tahapan Perencanaan. JK-002 4. 2.7. Pengembangan suatu jenis barang/produk baru yang secara jangka panjang akan dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan produksi minyak dan/atau gas bumi. Membuat model pengadaan barang/jasa yang sesuai dengan konsep kontrak kemitraan. menyusun lingkup kerja awal. Nilai pengadaan b.

4. 4. 4.5. PENJAJAKAN PASAR Mencari sumber-sumber yang berpotensi untuk melaksanakan konsep pengadaan yang telah dibuat dengan cara: 4. Melakukan prakualifikasi melalui asesmen terhadap kemampuan sumber-sumber yang berminat/ potensial. Membangun tujuan (obyective) bersama. Menyamakan persepsi semua pihak tentang kontrak kemitraan yang akan dilaksanakan antara lain lingkup kerja serta hak dan tanggung jawab para pihak. 2.3. Apabila calon peserta pengadaan yang lulus tahap prakualifikasi hanya 2 (dua) diteruskan dengan proses pemilihan langsung dan apabila yang lulus tahap prakualifikasi hanya 1 (satu) proses proses dinyatakan gagal. SOSIALISASI Tahap sosialisasi dimaksudkan untuk: 4. serta menetapkan tolok ukur keberhasilan (Key Performance Indicator).4. Hasil asesmen digunakan untuk menetapkan calon peserta pengadaan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses selanjutnya. PEMILIHAN MITRA Pemilihan mitra menggunakan metoda pelelangan atau pelelangan terbatas. JK-002 4. 4.3.6.5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.4. antara lain dengan cara: 1. Halaman 3 dari 5 . 4.4. 4. Mengirimkan kuestioner.3.3.4.4.4. Menyusun dokumen pengadaan. Peserta pelelangan adalah calon peserta pengadaan yang telah lulus tahap asesmen. 4.5. Melakukan kunjungan ke pabrik atau fasilitas yang dimiliki calon mitra. Menetapkan metoda evaluasi bersama dengan calon peserta yang lulus tahap asesmen. 3.6.7. 4. Diskusi/ dialog. Mengumumkan rencana pelaksanaan kontrak kemitraan melalui media cetak dan/atau media elektronik dan mengundang sumber-sumber yang telah diketahui.

Mendorong pencapaian unjuk kinerja (performance) dan hasil produksi yang semakin efektif dan semakin efisien. Ketentuan tentang pinalti telah tercakup didalam ketentuan tentang resiko dan keuntungan (Risks & Rewards). Pengaturan resiko dan keuntungan (Risks & Rewards) meliputi pembagian atas hasil pencapaian yang relatif terhadap KPI. Mempersiapkan laporan pelaksanaan perihal angka 1) dan 2) diatas. pengkajian dan perbaikan atas pelaksanaan pekerjaan sesuai yang telah diatur di dalam Kontrak. Dalam pelaksanaan Kontrak Kemitraan dibentuk Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body) antara Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa. 4.6. h. Kriteria yang dapat dijadikan tolok ukur kinerja keberhasilan pelaksanaan kontrak maupun kinerja mitra. misalnya: a. Tingkat inventori atau sumber daya yang digunakan. Melakukan pengawasan. d. 2. Pemanfaatan barang/jasa produksi dalam negeri.6. Harga barang/jasa. Waktu penyerahan atau penyelesaian pekerjaan. Waktu yang diperlukan (cycle time). harus juga memuat ketentuan sebagai berikut: 1. Tolok Ukur Kinerja (Key Performance Indicator).5. baik keuntungan/manfaat/nilai tambah maupun kerugian dengan menggunakan konsep “seimbang/proportional” dan harus sudah disepakati sejak awal.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Nilai Total Cost of Ownership (TCO). PELAKSANAAN KONTRAK 4. b. 3. Mengukur unjuk kinerja (performance) berdasarkan parameter KPI (Key Performance Indicator). g.6. Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lindungan Lindungan (Health Safety and Environment) 2. Kualitas barang/jasa. JK-002 4. e. 4. dengan tugas: 1. Halaman 4 of 5 . Kontrak Kontrak selain memuat ketentuan umum. c. f.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Susunan dan tugas Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body). Pengaturan hak kepemilikan (proprietory right) dan hak intelektual (intellectual right) atas aset/fasilitas/patent yang dihasilkan dari pembiayaan bersama dimana biaya yang dikeluarkan Kontraktor KKS dibebankan sebagai biaya operasi. 5. 6. 4. JK-002 3. Dalam hal ini jaminan pelaksanaan dicairkan. ---ooo0ooo--- Halaman 5 dari 5 . Pemutusan kontrak dini (Early termination) dapat dilakukan apabila mitra tidak menunjukkan kinerja (KPI) sesuai ketentuan yang telah disepakati secara berkelanjutan. Pengaturan tanggung jawab dalam pengelolaan asset yang digunakan dalam kontrak.

.

pelelangan atau 3.2. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan cara Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang/jasa dan meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya pengelolaan sumber daya. Apabila barang/jasa telah mampu diproduksi atau dikerjakan di dalam negeri maka harus menggunakan barang produksi dalam negeri dan/atau jasa dalam negeri. JK-003 PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) 1. Halaman 1 dari 3 . 3. 3. Diterapkan bagi pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). Pengadaan dilakukan dengan metode pemilihan langsung sesuai ketentuan. 3. 2. dimana pengguna barang/jasa dapat meminta Penyedia Barang/Jasa untuk menyerahkan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa sewaktu-waktu diperlukan dan pembayaran dilakukan terhadap sejumlah barang/jasa yang benar-benar dipergunakan atau dikerjakan.3.1. PERSYARATAN Perjanjian Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: 3. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/penggunaan yang sama. DEFINISI Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order) adalah kontrak pengadaan barang/jasa untuk jangka waktu yang relatif panjang (satu sampai tiga tahun) untuk suatu jumlah nilai tertentu dengan harga satuan yang telah disepakati. dengan frekwensi atau jumlah pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekwensi kebutuhan pekerjaan tinggi.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

kejadian) terjadi. Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS yang bertindak sebagi coordinator beberapa Kontraktor KKS menetapkan jenis barang/jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order).1. Jumlah setiap pembayaran adalah sebesar jumlah barang yang telah dipasok atau jasa yang telah dilaksanakan.2.5. PEMBUATAN KONTRAK 5. 5. Kontrak call off order dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan barang.2. setelah atau tanpa melalui negosiasi. Dilakukan prakualifikasi/asesmen untuk mengetahui kemampuan calon penyedia barang/jasa yang dapat diikutkan dalam proses pengadaan. pemilihan langsung mengikuti 4. Di dalam kontrak dicantumkan tata cara pembayaran. Dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang jumlah minimum nilai penggunaan kumulatif (minimum cummulative order) selama periode kontrak. Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak. JK-003 4.3. Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak.3. TATA CARA 4. Harga satuan yang berlaku dalam Kontrak adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari Penyedia Barang/ Jasa. 5.4. 5. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga. 4. 5. 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga.1. Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu. Proses pelelangan atau ketentuan yang berlaku. antara lain kemampuan untuk menyediakan barang/jasa sewaktu-waktu. maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Halaman 2 of 3 .jasa yang sama dari beberapa kegiatan dari 1 (satu) Kontraktor KKS atau untuk beberapa Kontraktor KKS dalam bentuk Kontrak Bersama (Joint Contract).

----ooo000ooo---- 6. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan yang diminta oleh Kontraktor KKS. 6. PELAKSANAAN KONTRAK 6. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.3. dikategorikan sebagai kelompok merah dan Kontrak dapat diakhiri lebih awal.1.6. Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO). Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JK-003 5.2. 6. Halaman 3 dari 3 . Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban secara berkesinambungan.

.

Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan pabrikan (manufacturer) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan sebagai berikut: Merupakan kegiatan pengadaan bagi barang atau peralatan (equipment) tertentu yang dipakai secara luas dalam lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di Indonesia.1. JK-004 PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) 1. untuk 1 (satu) kelompok barang/jasa yang bersifat spesifik.2.1. yang dibuat berdasarkan harga satuan barang atau peralatan yang dikeluarkan resmi oleh pabrikan/principal yang berlaku umum.1. 3. PERSYARATAN 3. 2.1. untuk suatu jangka waktu tertentu. Halaman 1 dari 5 . 3. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan Perjanjian Harga (Price Agreement) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa tertentu dengan cara mengadakan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu tertentu dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. DEFINISI Perjanjian harga (price agreement) adalah perjanjian dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai pabrikan (manufacturer) atau agen tunggal (sole agent/sole distributor). Terdapat pabrikan dalam negeri maupun luar negeri yang bersedia melakukan ikatan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun. 3.

peralatan atau jasa yang memungkinkan untuk diadakan melalui Kontrak perjanjian harga. dengan mempertimbangkan kondisi antara lain sebagai berikut: 1. meliputi namun tidak terbatas pada: 1. bekerjasama dengan Perusahaan nasional. 2. 3. Tersedia Agen Tunggal yang merupakan Perusahaan Nasional.1.1. 3.3.2. baik perbaikan kecil maupun perbaikan besar (overhaul).1. yang memiliki perjanjian keagenan atau surat penunjukan keagenan dari pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia.2. JK-004 3. Penyediaan suku cadang melalui Perusahaan Nasional yang ditunjuk sebagai agen atau agen tunggal. peralatan atau jasa yang diperlukan cukup besar sedemikian sehingga ekonomis untuk dilakukan perikatan harga jangka panjang. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3.2. Jumlah barang. 4.1. Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan agen tunggal (sole agent/sole distributor) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Dilakukan untuk pengadaan barang/jasa bersifat spesifik. Pabrikan (manufacturer) bersedia membuat dan melakukan aktivitas purna jual (after sales service) di dalam wilayah negara Republik Indonesia.1.3.4.1. Tersedia daftar harga barang (price list) yang dikeluarkan oleh prinsipal yaitu pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan berlaku umum.2. Digunakan secara luas oleh banyak atau oleh beberapa Kontraktor KKS.2. 3. Pabrikan bersama BPMIGAS dan Kontraktor KKS bersedia melakukan upaya-upaya perbaikan untuk mendapatkan tingkat pelayanan yang lebih efektif dan biaya yang semakin efisien. Halaman 2 of 5 . Pelaksanaan perbaikan dan penyediaan sarana bengkel (workshop). 4. PENETAPAN STANDAR JENIS BARANG ATAU PERALATAN Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan jenis barang. atau 2. TATA CARA 4.

Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan satu atau beberapa jenis dan type barang dan peralatan yang dijadikan standar bagi penggunaan pada suatu kebutuhan pemakaian tertentu. Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan peralatan (equipment). 4.3. Berdasarkan hasil seleksi.1. 2. 4.2. dengan kriteria antara lain sebagai berikut: 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS melakukan seleksi variasi jenis. 3. 4. Penetapan harga yang diperjanjikan: 1. Jumlah penggunaan tinggi dan bersifat terus menerus diperlukan. Harga yang diperjanjikan dapat berupa harga pasti atau berupa formula harga yang berbasis pada harga dengan kondisi tertentu. 4. Harga yang ditetapkan harus berbasis pada harga yang diberlakukan secara internasional oleh pabrikan.2.1. Halaman 3 dari 5 .3. Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan (manufacturer) bersama agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan sukucadang atau jasa perbaikan peralatan. pabrik pembuat (merk) dan tipe (type) dari barang atau peralatan.2. Jasa tersebut bersifat spesifik menurut ketentuan dalam pedoman ini. dengan tujuan untuk menyederhanakan (simplification) variasi jenis. JK-004 4. 4. PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA Pemilihan Penyedia Barang/Jasa pada dasarnya menggunakan metode penunjukan langsung kepada pabrikan (manufacturer). 4.3.3.1. 4. spesifikasi.1.2. agen tunggal atau penyedia jasa yang ditunjuk secara eklusif oleh pabrikan (manufacturer). PENETAPAN JENIS JASA Kontraktor KKS dengan/atau BPMIGAS menetapkan jenis jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Harga (Price Agreement). 2.

3. Membandingkan dengan harga yang telah disepakati dalam kontrak sebelumnya.3. Perubahan harga harus berdasar pada formula yang telah disepakati sebelumnya dan berdasar pada harga yang diberlakukan secara inetrnasional oleh pabrikan (manufacturer). Negosiasi syarat dan kondisi (terms & conditions). meliputi: 1. di dalam negeri atau di negara lain. 4. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kewajaran harga penawaran antara lain dengan: 1. 5. Melakukan perhitungan normalisasi dan membandingkan hasil normalisasi dengan altenatif cara pengadaan yang lain 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3. Syarat dan kondisi (terms & conditions) penjualan.5. Harga satuan atau formula harga satuan yang berlaku untuk perjanjian adalah harga berdasarkan harga setelah dilakukan negosiasi. 3. Halaman 4 of 5 .3. Syarat dan kondisi penawaran tidak boleh menyebabkan Kontraktor KKS terikat sedemikian sehingga tidak boleh memiliki alternatif sumber pengadaan.2. 2. 5. JK-004 4. Dilakukan negosiasi atas penawaran yang diajukan. Membandingkan dengan harga yang disepakati dengan pembeli lain. Negosiasi harga atau formula harga.1. Harga atau formula harga yang didasarkan pada daftar harga (price list) yang diberlakukan secara internasional. Penawaran harga Panitia Pengadaan mengundang pabrikan atau bersama dengan agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mengajukan penawaran meliputi sekurang-kurangnya: 1. 2. PEMBUATAN KONTRAK 5. 5.4. Harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa perjanjian yang ditetapkan sebelumnya. Penawaran jenis-jenis barang/peralatan/jasa lengkap dengan spesifikasi dan kemungkinan perubahannya.3.3. 2.

6. dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal.5. 5. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban untuk memenuhi permintaan Kontraktor KKS berdasar SP/SPK (PO/SO) secara berkesinambungan. 6. Halaman 5 dari 5 . Minimum order tidak diterapkan dalam Perjanjian Harga (Price Agreement). Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO).4. ----ooo000ooo---- 6. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini.2. PELAKSANAAN KONTRAK 6. JK-004 5. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.3.1.

.

00 (seribu dolar Amerika Serikat). PERSYARATAN 3. 3.2. Halaman 1 dari 4 . 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. DEFINISI Multi Standing Agreement (MSA) adalah suatu perikatan kontrak harga satuan (unit price) dengan lebih dari satu rekanan secara simultan untuk pengadaan barang atau jasa yang sama/sejenis dalam hal spesifikasi. 3. 2. dengan tingkat pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekuensi pekerjaan tinggi. JK-005 PERJANJIAN PEMASOKAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT / MSA) 1.00 (sepuluh juta rupiah) atau US$1. Kontrak MSA dapat dilakukan bila memenuhi persyaratanpersyaratan berikut: Diterapkan pada pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/ penggunaan yang sama.000. 3.1. Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit.1. Harga satuan (unit price) tidak lebih dari Rp10.1. ukuran.1. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan kontrak Multi Standing Agreement adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa. kualifikasi dan kemampuan dalam jangka waktu kontrak tertentu.000.1.3. dengan selalu tersedianya pilihan/alternatif dari beberapa rekanan yang terikat kontrak harga satuan untuk suatu jangka waktu tertentu.000. alat kesehatan) harga satuan dapat lebih besar dari ketentuan tersebut.

Proses pra-kualifikasi dan peraturan yang berlaku. dilakukan negosiasi. Harga satuan yang berlaku untuk setiap perjanjian adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari masing-masing Penyedia Barang/Jasa terpilih. Dalam hal ini apabila jumlah harga satuan lebih tinggi daripada HPS/OE.2. Kontraktor KKS menetapkan jenis dan perkiraan jumlah/nilai barang/jasa yang akan diadakan dengan jenis Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA). Secara keseluruhan jenis (item) barang/jasa dalam penawaran. Disusun 3 (tiga) peringkat penawaran berdasarkan nilai jumlah harga satuan.3. 4.2. 4. Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak. 5. JK-005 4.1.5. Halaman 2 of 4 . 4. PEMBUATAN KONTRAK 5. menyusun dokumen pengadaan dan tatacara evaluasi. dilakukan negosiasi. Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/Owner Estimate (OE) merupakan daftar harga satuan (unit price) dan nilainya merupakan hasil penjumlahan harga satuan (unit price) yang ada dalam daftar tersebut. atau 2.2. 4. Dalam hal ini apabila harga satuan dari setiap jenis (item) lebih tinggi daripada harga satuan dalam HPS/OE. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga. Pemilihan penyedia barang/jasa: Dipilih 3 (tiga) penyedia barang/jasa yang menawarkan jumlah harga satuan terendah. proses pengadaan mengikuti 4.5.1.4. Penetapan calon pemenang dapat dilakukan: 1. 4. Kontrak perikatan harga satuan dibuat bagi masing-masing Penyedia Barang/Jasa yang telah terpilih. TATA CARA 4.1. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kelayakan penggunaan metode Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA). 5. Dilakukan dengan memilih harga satuan terendah untuk setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran peringkat 1 (satu) sampai dengan peringkat 3 (tiga).5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

4. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua. 6. Dalam hal jumlah kebutuhan barng/jasa suatu saat cukup besar dan harus dipenuhi dalam waktu yang bersamaan. 5. Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga.3. kejadian) terjadi.2. 5.3. JK-005 Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu.5.1. Dalam Kontrak ditetapkan ketentuan tentang jumlah hari keterlambatan maksimal yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS. 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PELAKSANAAN KONTRAK 6. Halaman 3 dari 4 . Minimum order tidak dapat diterapkan dalam MSA. SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah. SP/SPK (PO/SO) dapat diberikan sekaligus kepada lebih dari 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa pemegang perjanjian MSA. Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak. maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Apabila pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua tidak mampu memasok barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah ketiga. Permintaan untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan Surat Pesanan (SP)/Purchase Order (PO) atau Surat Perintah Kerja (SPK)/ Service Order (SO). Pengaturan mengenai sanksi dan terminasi dini. 6. 6. Dalam hal ini Penyedia Barang/Jasa peringkat 1 (satu) harus diberi porsi terbesar. sehingga tidak ada komitmen terhadap pemegang kontrak MSA.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. alat kesehatan). Halaman 4 of 4 . Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit. 6. ----ooo000ooo---- 6. JK-005 6.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.000.6.000. Kontraktor KKS dapat meminta Penyedia Barang/Jasa peringkat berikutnya yang terikat dalam Kontrak untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa bersangkutan.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Nilai setiap SP/SPK (PO/SO) yang diterbitkan tidak boleh lebih besar dari Rp500. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sudah menerima SP/SPK (PO/SO) tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang tidak bersedia menerima SP/SPK (PO/SO) atau gagal memenuhi kewajiban atas SP/SPK (PO/SO) 3 (tiga) kali dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal. Dalam hal jumlah hari keterlambatan melewati batas toleransi yang telah ditetapkan dalam kontrak.4.5.000.

...... (sesuai akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa......................................... PQ-001 FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI Pengadaan Kontraktor KKS : ........................................... Saya tidak pernah dihukum berdasarkan putusan pengadilan atas tindakan yang berkaitan dengan kondite profesional saya........... :…………………………………………….…………............................................ Saya/perusahaan saya tidak sedang dinyatakan pailit atau kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan atau tidak sedang menjalani sanksi pidana atau sedang dalam pengawasan pengadilan............................................................. : …………………….......…………………………........................................................................... Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama Jabatan Bertindak untuk dan atas nama Alamat Telepon/Fax :…………………................................ : PT/KOPERASI…………….......Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.....………………………….................. Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa: 1...... 3.... 2...... sebutkan secara jelas nomor akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa dan tanggalnya). : ... Halaman 1 dari 8 ......................... Saya secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak berdasarkan surat ...……………………………............. ....................... : ………………………………........ Proyek/Unit Kerja : …………………..........

Data-data saya/perusahaan saya adalah sebagai berikut: A. Ijin Usaha 1. Akte Pendirian PT/ Koperasi a. Telpon No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Telpon No. 3. dalam hal yang menawar cabang perusahaan/bukan perusahaan pusat) No. 2. Nama Notaris Halaman 2 of 8 . Umum 1. Fax 4. PQ-001 4. 3. Jenis Ijin Usaha Nomor Tanggal Masa Berlaku Instansi pemberi ijin usaha IUJK/SIUP/SIUI/TDP 3. Data Administrasi 1. Nama (PT/ KOPERASI) Status Alamat Pusat atau Cabang No. Landasan Hukum Pendirian Perusahaan 1. 2. 4. Alamat Kantor Pusat (diisi. Tanggal c. Nomor Akta b. Fax 2.

KTP Jabatan dalam perusahaan Nama No. Data Keuangan 1. Susunan Kepemilikan Saham No 1 2 3 4 5 … Halaman 3 dari 8 Nama No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Komisaris (untuk PT): No 1 2 3 b. c. Akta Perubahan Terakhir a. Pengurus: a. KTP Warganegara Indonesia /Asing %ase . b. Direksi/Penanggung Jawab/Pengurus Perusahaan No 1 2 3 Nama No. PQ-001 2. KTP Jabatan dalam perusahaan B. Nomor Akta Tanggal Nama Notaris 4.

Utang pajak ....Peralatan dan Mesin .........................Persediaan Barang Rp Rp Rp Rp PASIVA IV Utang jangka pendek .........000.....Piutang *) .. Neraca Perusahaan Terakhir per Tanggal...Gedunggedung III Rp Rp Rp Rp VI Kekayaan bersih (a+b+c)–(d+e) Rp Jumlah (b) Rp Aktiva lain (c) Rp Jumlah Rp Jumlah Rp *) Piutang jangka pendek (sampai dengan enam bulan): Rp......................Bank ....Pekerjaan dalam Proses Rp Jumlah (a) II Aktiva tetap ..... tanggal............ ..... Tahun...............Kas ......200x PT/Koperasi. .Bulan ........ Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan Materai Rp 6............ PQ-001 2.Utang lainnya Jumlah(d) V Utang jangka panjang (e) Rp Rp Rp Rp ...Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No............... Piutang jangka panjang (lebih dari enam bulan) : Rp........Nama Jelas Halaman 4 of 8 ........Inventaris ... ________________________ Jumlah : Rp...............Utang dagang ............ (dalam ribuan rupiah/satuan US$) AKTIVA I Aktiva Lancar ............

Data Personalia Tenaga ahli/teknis yang diperlukan (hanya untuk pekerjaan jasa). 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pajak Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor/Tanggal Bukti Pelunasan Pajak Tahun Terakhir Nomor/Tanggal Laporan bulanan PPH/PPN tiga bulan terakhir 3. PQ-001 3. C. 2. No Nama Tgl/bln/th Pendidikan lahir 2 3 4 Jabatan dalam “proyek” 5 Pengalaman Kerja. (tahun) 6 Profesi/ keahlian 7 Sertifikat/ Ijasah 8 1 Direktur Utama/ Penanggung Jawab Perusahaan Nama jelas Halaman 5 dari 8 .

PQ-001 D.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. E. Data Pengalaman Perusahaan (3 paket Kontrak dengan nilai tertinggi yang pernah diselesaikan dalam bidang/ subbidang yang sesuai) Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Tanggal Selesai Menurut Kontrak Berita Acara Serah Terima 10 No Nama Paket Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 1 2 4 5 6 7 8 9 Halaman 6 of 8 . Data Peralatan/Perlengkapan (hanya untuk pekerjaan jasa) No 1 Nama 2 Jumlah 3 Kapasitas (output) saat ini 4 Merk dan tipe 5 Tahun Kondisi baik/ pembuat rusak an 6 7 Lokasi sekarang 8 Bukti Kepe milikan 9 Catatan: bila diperlukan dapat dibuat rincian tersendiri untuk setiap jenis dan bukti-bukti surat pemilikan harus dapat ditunjukkan pada waktu diperlukan.

Data Pekerjaan Yang Sedang Dilaksanakan (hanya untuk jasa pemborongan) Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Progres Terakhir Tanggal Prestasi Kerja 9 10 No Bidang Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 5 6 7 1 2 4 8 G. Modal Kerja Surat dukungan pendanaan dari Bank: Nomor Tanggal : : Nama Bank : Nilai : Halaman 7 dari 8 . PQ-001 F.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

.................. . ditemui bahwa data/dokumen yang kami sampaikan tidak benar dan ada pemalsuan.... Tanggal dan Cap Perusahaan (Nama Jelas) Jabatan Halaman 8 of 8 ....Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.... …... PQ-001 Demikian persyaratan ini kami buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab...................... Materai Rp6000... maka kami bersedia dikenakan sanksi administrasi yaitu dimasukkan dalam daftar hitam perusahaan dalam jangka waktu selama 2 (dua) tahun dan sanksi perdata dan pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.......... Apabila dikemudian hari...……..............20xx PT/ Koperasi .

KB Dimana: KB = kekayaan bersih fl = faktor likuiditas: fl = 0.MK Dimana: MK = Modal Kerja (hasil hitungan diatas) fp = faktor perputaran modal: fp = 5 untuk penyedia jasa usaha kecil. PENETAPAN KEMAMPUAN PEMBORONGAN. kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (KP). fl = 0. Penetapan kemampuan keuangan (KK) KK = fp.1. 1.8 untuk penyedia jasa asing. fp = 8 untuk penyedia jasa asing..3 untuk penyedia jasa usaha kecil. PQ-002 TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA.2. Halaman 1 dari 4 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. KP. KEMAMPUAN PAKET DAN KEMAMPUAN DASAR 1. • NYATA UNTUK JASA Kemampuan Nyata adalah kemampuan penuh/keseluruhan penyedia jasa saat melakukan penilaian kualifikasi meliputi kemampuan keuangan (KK).. fl = 0. Cara perhitungan KK. dan kemampuan dasar (KD) untuk setiap sub bidang pekerjaan. fp = 7 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil.6 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil. • 1. dan KD dapat menggunakan rumusan berikut : Perhitungan Modal Kerja (MK) MK = fl.

KP = KP = KP = KP = 3. Penetapan kemampuan dasar (KD) KD = 2 NPt Dimana: NPt = Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir... dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan menggunakan perhitungan “present value”. Halaman 2 of 4 . Penyedia jasa usaha kecil Penyedia jasa bukan usaha kecil atau b. 8 1. Kemampuan proyek adalah kemampuan menangani proyek pada saat yang bersamaan untuk setiap sub bidang pekerjaan. PQ-002 1. 2.4. Penyedia jasa golongan asing Dimana: N adalah jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat yang bersamaan selama kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.5. Dengan memperhatikan kemampuan manajemen proyek yang dapat dilakukan oleh penyedia jasa.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.. Sisa kemampuan keuangan (SKK) dan sisa kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (SKP) untuk jasa pemborongan: SKK = KK – ∑ Nilai paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan SKP = KP – Jumlah paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan 1. Untuk nilai pekerjaan dengan umur lebih dari 2 (dua) tahun. Penetapan kemampuan menangani paket pekerjaan (KP) 1.2 N 1. maka KP maximum ditetapkan sbb : a.2 N 1.

Penetapan kemampuan dasar untuk jasa konsultansi. 3. NILAI KONVERSI PENGALAMAN PEKERJAAN. Halaman 3 dari 4 Io Npo x ------Is .1. NPt = dilakukan konversi dengan Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. pemasokan barang atau jasa lainnya dapat menggunakan rumusan berikut: 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.... Io = Indeks Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan PHO..2. Kemampuan dasar untuk jasa konsultansi KD = 3 NPt 2.1. Pengalaman pekerjaan dapat menggunakan rumus berikut: 3. Nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan “present value” menggunakan perhitungan sebagai berikut : NPs = Dimana: NPs = Nilai pekerjaan sekarang Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (bila ada) pada saat penyerahan pertama/professional hand over (PHO). Is = Indeks BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (bila belum ada dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya).2. PENETAPAN KEMAMPUAN DASAR UNTUK JASA KONSULTANSI DAN PEMASOKAN BARANG/JASA LAIN. Penetapan kemampuan dasar untuk pemasokan barang atau jasa lainnya KD = 5 NPt 3. PQ-002 2.

PQ-002 Indeks BPS yang dipakai adalah: • Untuk jasa pemborongan: indeks perdagangan besar barang-barang konstruksi atau lainnya yang merupakan komponen terbesar dari pekerjaan. Untuk jasa lainnya: indeks yang sesuai. Untuk jasa konsultansi: indeks biaya hidup (consumer price index / CPI). ---ooo0ooo--- Halaman 4 of 4 . • • • Indeks yang digunakan dicantumkan didalam dokumen kualifikasi. Untuk pemasokan barang: indeks perdagangan besar barang-barang yang sesuai.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

equipment. 05. Peralatan/suku cadang boiler. parts and accessories. 02. Peralatan/suku cadang pemboran. Instrumentation and machinery accessories. tubing and accessories. hoisting /lifting and transportation. generators. 04. pembangkit listrik. equipment and materials. packing. road and construction. accessories and parts. 03.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. A. engines. CONSTRUCTION. gas and chemical. Boilers. Peralatan/bahan lumpur/kimia pemboran dan penyemenan. Building. jalan dan konstruksi. KONSTRUKSI. accessories and parts. MECHANICAL AND ELECTRICAL Container. pompa dan kompresor. eksplorasi dan produksi. plants. Peralatan/suku cadang bangunan. 03. Peralatan/suku cadang pengolah dan pemurni minyak/gas /kimia. Oil. equipment. MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL 01. 02. mesin. Peralatan/suku cadang instrumentasi dan kelengkapan mesin.02. turbin. PRODUKSI DAN PENGOLAH LANJUTAN Activities Section /Group PURCHASING: GOODS EXPLORATION. Halaman 1 dari 12 . pengangkat dan pengangkut. turbines. Drilling mud and cementing. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan PENGADAAN BARANG EKSPLORASI. Well casing. Selubung sumur. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A A. PRODUCTION AND PROCESSING Drilling exploration and production. pumps and compressors. Peralatan/suku cadang pengemas.01. pipa produksi dan kelengkapannya. 01. equipments and parts. equipment and parts.

Peralatan/bahan bangunan/ tangki. Halaman 2 of 12 . chains. Tools and other shop equipment. bahan bakar. senjata api dan amunisi. pemadam kebakaran dan lindungan lingkungan. Fire safety and environmental conservation equipments and materials. 04. accessories and parts. Tubular goods. navigasi. bahan pengikat dan kelengkapannya. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Mechanical and electrical. 02. 08. lubricant and paints. Peralatan/suku cadang/bahan peledak. hoses. navigation and computers. Telecommunication. Explosives. ropes. Peralatan/suku cadang alat ukur. survey and laboratory. fuel. non metals. 09. dan penyambung. A. CHEMICALS AND EXPLOSIVES Chemicals. katup. 07. equipment. rantai. 06. bahan metal/ bukan metal. fitting and flanges. metals. 05. survai dan laboratorium.03. Buildings and tanks materials. equipment and parts. tali baja. pelumas dan cat. Peralatan/suku cadang telekomunikasi. Bahan kimia. fasteners and general hardware. valve.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. dan komputer. selang. Alat-alat kerja dan peralatan bengkel. packaging. equipment and accessories. Peralatan/suku cadang keselamatan kerja. bahan kemasan. Peralatan/suku cadang mekanikal serta elektrikal. Pipa. 10. gun and ammunitions. Measuring. BAHAN KIMIA DAN BAHAN PELEDAK 01.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Peralatan. warehouse and personnel. perlengkapan. KESEHATAN DAN RUMAH TANGGA Activities Section /Group OFICE. peternakan. PERGUDANGAN. Furniture. Agricultural equipment and parts. WAREHOUSE. perkebunan. 01. MEDICALS AND HOUEHOLD Ofice. olah raga. kesenian. 02. pergudangan dan perlengkapan pegawai. equipment. dan kehutanan. household and housing/club requisites. Medical equipment. kantor. accessories and supplies. 04. perikanan. Peralatan/suku cadang kesehatan. Peralatan/suku cadang/bahan pertanian. peragaan/ visualisasi. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan KANTOR.04. Halaman 3 dari 12 . accessories and materials. pendidikan. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A. barang cetakan. perabotan dan bahan-bahan kebutuhan rumah tangga. farmasi dan obatobatan. 03. Peralatan/perlengkapan tulis.

Pipeline and supports. Housing. bridges. Fasilitas produksi darat. 07. 02. Dam. Reclamation and dredging. Halaman 4 of 12 . Ofshore production platform and facilities. 08. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. Building and plants. 09. pier and bandwall. Water and waste treatment. Fasilitas produksi dan platform lepas pantai.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 11. Gardening and landscaping. Interior. Interior. Pemboran air tanah. Drainase dan jaringan pengairan. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA PEMBORONGAN PEKERJAAN SIPIL 01. 05. Water well drilling. 12. 13. 10. Jalan. landasan dan lokasi pemboran darat/rawa. field and onshore/swamp drilling foundation. 14. Onshore production facilities. Bangunan pengolahan air bersih dan limbah. Activities Section /Group PROJECTS CIVIL WORKS Drainage. Jalur pipa dan fasilitas pendukungnya. Reklamasi dan pengerukan. Perumahan dan permukiman. 04. B. Roads. Dermaga. Gedung dan pabrik. 03. channel and other water system. penahan gelombang dan penahan tanah (talud). Pertamanan dan lanskap. 06.01. Bendung dan bendungan. Jetty. jembatan.

Pemasangan fasilitas produksi dan fasilitas lain lepas pantai.02. telecommunication. Pemasangan & pemeliharaan instrumentasi. Halaman 5 dari 12 . telekomunikasi. heat exchanger.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pembangkitan dan jaringan transmisi listrik. Vessels. Radio.03. B. TELECOMMUNICATION AND INSTRUMENTATION Meteorology &geophysics Radio. 04. Hoist. sarana bantu navigasi laut/udara. Tata Udara. Information and communication technology network installation. boiler. heater. BIDANG RADIO. 06. Pabrikasi vessels. Electric installation and other electrical services. DBM. mooring facility. heat exchanger. 05. Pemasangan jaringan teknologi informasi dan telekomunikasi. RADIO. 02. 03. lift and convey facilities. structure and pile . struktur dan pancang. 02. Ofshore production facilities. navigation and SAR facilities. bolier. 07. 04. Pabrikasi platform. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG MEKANIKAL/ELEKTRIKAL Activities Section /Group MECHANICAL AND ELECTRICAL Generating and electric transmission. Pekerjaan mekanikal. tanki dan pipa. 08. 01. Instalasi kelistrikan dan jasa kelistrikan lain. Meteorologi dan geofisika. 03. SBM. rambu sungai dan peralatan SAR. Pemasangan alat angkut dan alat angkat. Instrument installation & maintenance. tanks and pipe fabrication. TELEKOMUNIKASI DAN INSTRUMENTASI 01. Platform. heater. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. Air conditioning. Mechanical services.

06. Marine vessels and production facilities scraping. peti kemas dan lain-lain yang sejenis. Pemboran inti. BIDANG PERTAMBANGAN MINYAK/GAS BUMI & PANAS BUMI 01. Reboisasi/penghijauan. 02. Pemboran rawa dan lepas pantai. 05. AGRICULTURES Agriculture and fish nursery. Pemboran terarah. B. Pengangkatan kerangka kapal. BIDANG PERTANIAN 01. 04.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Onshore drilling services. WOOD AND PLASTIC Ship building and repair. Replanting and plantation. 04. KAYU DAN PLASTIK Activities Section /Group METALS. Forging and forming. Pengecoran dan pembentukan. Seismic drilling services. 01. Pembibitan/pembenihan tanaman dan perikanan. Pekerjaan pemancingan Halaman 6 of 12 . Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG LOGAM. Barak. Pemboran seismic. Pembangunan dan reparasi kapal. Directional drilling services. Hydraulic drilling services. 02. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. 03. 06. Penjajagan dan pemindaian. Pemboran hidrolik. 02. Fishing services. Living quarter/cabins/ camps and container. Ofshore drilling services. B. Pembesituaan kapal dan fasilitas produksi.04. Vessel floatation. Pemboran darat. 07. 05. OIL & GAS AND GEOTHERMAL Survey and seismic. Coring services. 08.05. 03.

10. Pekerjaan ulang/work over dan perawatan sumur. Jasa pertambangan minyak dan gas bumi lainnya. Well logging and perforating services. 11. Miscellaneous oil gas mining services. Pelayanan casing dan tubing. 16. 12.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 7 dari 12 . Work over and well maintenance services (including wireline and snubbing). Provision: oil and gas trunk line. 21. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Mud logging. Well production test. Penyewaan alat penyimpanan minyak dan gas. Casing and tubing setting services. Stimulasi sumur dan penambangan sekunder. DST test. Loging dan perforasi. 13. Well cementing services. 18. Oil well pump installation and maintenance services. 20. 09. Penyewaan jaringan pipa pengaliran minyak dan gas bumi. di darat atau laut. 15. 19. 22. Production facilities maintenance services. Perawatan fasilitas produksi. Rekayasa lumpur dan jasa lumpur lainnya. Onshore and offshore drilling rig provision. Pengujian produksi sumur. Penyemenan sumur. Onshore & offshore oil and gas storage facilities provison. Well stimulation and secondary recovery services. Penyewaan menara pemboran darat atau laut. 14. Pengujian lapisan bawah tanah. 17. mud engineering and mud services. Pemasangan dan perawatan pompa produksi.

00. Penyedia tenaga kerja. 13. termite control dan fumigasi. Penjahitan/konpeksi. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan kantor. 10. Jasa importir/eksportir. Maintenance and repair: land/sea/air transport equipment. pengangkutan. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan angkutan darat/laut/udara. alat/peralatan elektronik/telekomunikasi. 03.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Packing. Jasa boga. preserved items. 01. pest control. Jasa penulisan dan penerjemahan. Cleaning. 05. fauna dan lain-lain. Printing and binding Maintenance and repair: ofice equipment. 09. 04. Maintenance and repair: library. fauna etc. Catering. C. 12. 11. film and photography. Pengepakan. electronics /telecommunication equipments . pest control. 06. 07. termite control and fumigation. Perawatan komputer. barang-barang awetan. transportation and courier services. Writing and translation. 08. Maintenance and repair: computers. Percetakan dan penjilidan 02. pemotretan. pengurusan dan penyampaian barang melalui darat/laut/udara. Importation /exportation formalities. Pemeliharaan/perbaikan pustaka. Convection. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode C. Labor supply. Advertising. film. Jasa pembersihan. Iklan/reklame. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA LAINNYA Activities Section /Group GENERAL SERVICES Halaman 8 of 12 .

19. Pengadaan/pembebasan tanah. 17. gudang dan perlengkapan terkait. Diving and underwater services. Miscellaneous services.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. production/ construction equipment. 22. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Rental/lease: transport equipment. Lease: Housing. warehouse and related equipment. 15. landing yards. Penyewaan peralatan kerja/produksi/konstruksi. offices. Penyewaan rumah. lapangan penumpukan. Rental/lease: tools. 16. Jasa penyelaman/pekerjaan bawah air. Penyewaan peralatan/ perlengkapan pemboran. Akomodasi dan angkutan penumpang. 14. Insurance. Jasa asuransi. Land procurement and formalities Accommodation and travel. Halaman 9 dari 12 . Penyewaan alat angkutan darat/laut/udara. 18. 20. kantor. yards. Rental: Drilling tools. Pekerjaan jasa lain-lain. 21.

Transport equipment and infrastructures: river and channel. Technologi kelautan. rawa dan pantai. Housing and camps. Sistem terminal. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA KONSULTANSI BIDANG PEKERJAAN UMUM Activities Section /Group CONSULTANCY BUILDING AND CONSTRUCTIONS Building and plants. river and channel transportation. 05. 08. Goods transportation. Bangunan gedung dan bangunan pabrik. Sea technology. 06. udara. Bendung dan waduk. TRANSPORTATION Land.01.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Air transport equipment and infrastructures. Transport equipment and infrastructures: land. Sungai. D. air. Road and bridges. 06. Teknik lingkungan. Jalan dan jembatan. swamp and shore. River. Sea transport equipment and infrastructures. laut. Sarana/prasarana transportasi darat. 03. D.02. Sarana/prasarana transportasi laut. 04. 04. 07. 05. 01. Angkutan barang. Halaman 10 of 12 . PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. sungai dan penyeberangan. 03. Jaringan. sea. Transportasi darat. 07. Perumahan dan pemukiman. Terminal system. Sarana/prasarana transportasi sungai dan penyeberangan. Sarana/prasarana transportasi udara. BIDANG TRANSPORTASI 01. Transmission network. Environment technology. 02. Water dam. 02.

PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. 04. BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA 01. Conservation and replant.06. Sistem/teknologi pos dan telekomunikasi. POST AND TELECOMMUNICATION Post and telecommunication system. INDUSTRY Machinery and metals. Pembangkitan tenaga lainnya.03. BIDANG PERINDUSTRIAN 01. 05. 03. Other power generating services. Agriculture. D. 02. Perikanan. Halaman 11 dari 12 . Fishery. Forestry. AGRICULTURE Farming. Perindustrian lainnya. D. Perkebunan/pertanian/ peternakan. Electronics.05. Industri Bahan Bangunan. Konservasi dan Penghijauan. 02. Kehutanan. BIDANG PERTANIAN 01. POS DAN TELEKOMUNIKASI Activities Section /Group TOURISM. Industri Kimia. 03. 02. Tourism and hotels. Industri Hasil Pertanian.04.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 06. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG PARIWISATA. Other agriculture services. 01. Industri Elektronika. Pertanian lainnya. 04. Other industrial services. Pariwisata dan perhotelan D. POWER GENERATION Electric transmission and distribution. 02. 05. Industri Mesin dan Logam. Building materials. Chemistry. Distribusi dan Transmisi.

Sumber Daya Manusia. Study kelayakan. human resources and community. 04. 05. Halaman 12 of 12 . Keuangan. 03. Jasa survey. Health. General planning. Supervision. Perencanaan Umum. 04. Kesehatan. Asuransi. education. Manajemen. Management. Pengawasan 07.08. Legal and information. 02.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 03. D. Perbankan. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan MENURUT LINGKUP LAYANAN PEKERJAAN Activities Section /Group GENERAL CONSULTANCY Survey.. 06. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. Pendidikan. Kependudukan. Sub bidang lainnya. Technical engineering and planning. Penelitian. Other consultancy services. Perencanaan teknis. OTHER CONSULTANCY Insurance. BIDANG LAIN-LAIN 01. Feasibility study. banking and finance. 02.07. Hukum dan penerangan. 01. Research and study.

05. Spesifikasi Dasar Pengeboran. Pipa Alir Kerangan dan Kelengkapannya Material Penyambung Pipa Besi Baja Konstruksi Utama Mesin. 04. 14. Pompa Produksi Bawah Tanah dan Rangkaian Penggeraknya. Materials and Equipment Liner Hanger Systems Fishing Tools and Repair Tools Wellhead. 02. Kepala Sumur. Silang Sembur dan Kelengkapannya. Pembangkit Daya Listrik. 06. 08. Bahan Kimia. 01. Fuel and Lubricants (Oil) Explosives Halaman 1 dari 1 . Kompresor. Turbines. Bahan Bakar dan Minyak Pelumas Bahan Peledak Basic Specification Drilling and Production Tools and Drilling Bits Casing . Turbin. Pumps. Generator. 07. 12.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 11. serta Kelengkapan dan Rincikannya. Pipa Produksi dan Kelengkapannya Peralatan dan Material Lumpur Pengeboran dan Penyemenan Peralatan dan Kesistiman Penggantung Pipa Produksi Peralatan Pancing dan Perbaikan Lubang Sumur. DF-001 DAFTAR KELOMPOK BARANG KEBUTUHAN KEGIATAN UTAMA EKSPLORASI DAN PRODUKSI No. 03. 13. Christmastree and Accessories Production Subsurface Pumps and String Component Pipes and Tubes Valves and Accessories Pipes and Tubes Fittings Structural Steel / Primary Construction Steel Engines. Alat-alat Produksi dan Mata Bor Selubung Sumur. Compressors and Equipment Accessories and Parts Chemicals. Tubing and Accessories Drilling Mud and Cementing. 09. Pompa. 10.

.

660.000.000.834.38 1.000.229.000.000.905.000.000.250. CP-001 Harga Evaluasi HE TKDN: (100%/(100%+Pb))*HPb Uraian Harga Penawaran Komponen Dalam Negeri (TKDN) HE PSp: ((100%/(100%+PSp)) * (HE TKDN + TH) Per ingkat Nilai Rp. e Nilai Rp.000. 55% saham dimiliki WNI 2.100.000.905.000.254.000.000. h 23.5% Rumus f 40% x 15% % g=d*15% 6.00 28.176. b Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya A Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 2.00% 10.00 % d=e/c Nilai Rp.00 Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.38 i 40.350.000.000.00 24.00% Lampiran No.660.50% 24.176.250.584.00 26.000.254.100.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH-1 Penghitungan HE-TKDN & HE-PSp Barang dengan TKDN ≥ 25% Pe nye dia Ba rang a Preferensi Harga Barang (Pb) Maksimal 15% Preferensi Status Perusahaan (PSp) = 2.250.03 2.03 I Halaman 1 dari 3 .000.00 c 25.00 26.000.329.00 1.000.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 24.000.050.000.542.715.00 25.463.000.000.076.215.590.500.090.00 28.00 26.408.000.000.159.159.00 28.408.000.000.976.75% 25.00 27.00 0.00 25.463.000. CP-001 23.265. 75% saham dimiliki BUMN 2.168.12 III Halaman 2 of 3 .000.590.00 Pabrikan berstatus Perusahaan Nasional 2.976.209.000.000.000.70 1.000.00 25% x 15% 3.000.000.775.000.305.56 II B 26.000.395.132.625.674.000.000.56 25.000.56 1.076.000.000.000.000.56 2.000.000.976.12 2.350.305.00% 7.00 1.00 1.976.715.076.444.168.076.470.00 27.00 28.50% 26.000.000.500.70 C Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.00 30% x 15% 4.50% Lampiran No.000.00% 6.00% 30.00 2.000.00 30.050.000.674.

CP-001 PENJELASAN: 1. Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = (100%/(100%+kolom g)) x [HE TKDN + Komponen Biaya Transport & Handling (TH)] c. e. data dikutip dari formulir SC-12A baris I yang relevan. Biaya Produksi Langsung Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Produksi Langsung Barang. b.. 3. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya. Biaya Transport & Handling (TH) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Transport & Handling. Komponen Biaya = Biaya Produksi Langsung Barang + Komponen Biaya Transport Handling + Biaya Lain yang terkait dengan penyerahan barang pesanan yang tidak termasuk Komponen Bukan Biaya d. 5. Kolom (g): a. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya. Kolom (h): a. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. c. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Kolom (c): a. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan.a. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = (100%/(100%+kolom g)) x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.d. dengan memperhatikan Status Perusahaan. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . 2. 4.

.

000.45 2.000.00 25.81 1.00 Nilai Rp.322. 55% saham dimiliki WNI 2.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.00 TKDN (%) d=e/c 28.000.00 26. e 7. CP-002 CONTOH-2 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Pengadaan Barang Produksi Dalam Negeri dan Produksi Luar Negeri Preferensi Harga Barang (Pb) Maksimal 15% Preferensi Status Perusahaan (PSp) = 2.456.500.000.500.00 26.000.870.20% Harga Evaluasi HE TKDN: (100%/(100%+Pb))*HPb Pe nye dia Nilai Penawaran Uraian Komponen Dalam Negeri (KDN) HE PSp: (100%/(100%+PSp)) * HE TKDN Nilai Rp.00 i Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.494.000.558.000.45 I Halaman 1 dari 3 .00 28.000.494.456.000.81 Per ing kat Nilai Rp.000.000.00 1.870. h 23.00 c 25. a b Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya A Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 2.000.000.000.000.000.500.000.000.322.558.500.492.000.50% 24.5% Rumus f 28% x 15% % g=d*15% 4.992.

000.000.614.00 Agen barang impor 2.000.000.000.000.831.000.000.000.00 23.457.084.00 1.33 25.000.000.500.00 27.00% 25.457.457.000.00% Lampiran No.000.00 27.125.200.00 28.000.000.000.200.470.000. 2.75% 0.030.000.000. CP-002 24.00 NA 0.00 2.00 25.33 II III Halaman 2 of 3 .000.000.470.00 1.200.000.00 27.000.00 25.00 1.831.00 0.00 25.030.970.300.000.000.000.00 25.000.831.000.000.33 2.457.000.084.000.00% 0.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya B Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 24.000.831.300.000.000.00 0.000.33 1.000.00 24.000.00 25.00 25% x 15% 3.200.00 6.500.000.200.000.114.500.000.00 Pabrikan bertatus Perusahaan Nasional.

Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya. Kolom (c): a. c. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 5. Kolom (h): a. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = (100%/(100%+kolom g)) x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.d. e. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. dengan memperhatikan Status Perusahaan. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = (100%/(100%+kolom g)) x [HE TKDN + Komponen Biaya Transport & Handling (TH)] c. Biaya Transport & Handling (TH) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Transport & Handling.. 2. b. data dikutip dari formulir SC-12A baris I yang relevan. Biaya Produksi Langsung Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Produksi Langsung Barang. Komponen Biaya = Biaya Produksi Langsung Barang + Komponen Biaya Transport Handling + Biaya Lain yang terkait dengan penyerahan barang pesanan yang tidak termasuk Komponen Bukan Biaya d.a. Kolom (g): a. CP-002 PENJELASAN: 1. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran. 3. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . 4.

.

(a) (b) Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) (c) 75.102.00% Nilai (Rp) (e) 45.5% Preferensi Status Perusahaan (PSp) Maksimal 7.000.000.5% % (g=d*7.250.82 (i) Nilai Rp.334.000.00 73.000.000.00 81.23 66.258.250.250. CP-003 Penye dia Jasa Uraian Harga Penawaran Komponen Dalam Negeri (TKDN) Harga Evaluasi HE TKDN= (100%/(100%+Pj)*HPj PeringHE PSp= kat (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Nilai (Rp) (h) 71.000.000.5% Formula (f) 60% x 7.00 Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di Indonesia 6.50% 7.82 I Halaman 1 dari 3 .000.763.5%) 4.258.000.000.770.928.50% Lampiran No.00 % (d=e/c) 60.000.000.013.102.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh-3 Penghitungan HE-TKDN & PSp JASA LAINNYA dengan TKDN ≥ 35% Preferensi Harga Jasa (Pj) Maksimal 7.00 A 6.

211.000.20 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri (Leader) + Perusahaan Nasional 50% oleh Perusahaan Dalam negeri 50% di Indonesia 7.514.000.000.000.56 67.000.000.000.00 76.000.675.000.5% 3.500.012.000.347.012.00 50.000.00 29.000.00% Lampiran No.000.5% B 7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 72.675.000.000.00 40.048.00 74.00% 5.175.00 79.00 83.012.928.048.00 38.20 3.523.523.00 C 7.00% 73.175.00 50% x 7.19 73.00 40% x 7.000.000.75% 0.675.388.349.000.000.19 II Perusahaan Nasional 100% oleh Perusahaan Nasional 60 % di Indonesia 7.347.000.000.048. CP-003 70.000.19 III Halaman 2 of 3 .675.253.000.036.253.00 80.

6. dengan memperhatikan Status Perusahaan. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran. data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI. 3. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya. data dikutip dari formulir SC-12B kotak C. 2. data dikutip dari formulir SC-12B kotak B. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 15% b. Kolom (h): a. b. 4.d.d. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c).d.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Kolom (f): diisi dengan “% TKDN * 7.d. Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = [100%/(100%+kolom g)] x (HE TKDN) c. Komponen Biaya (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Pengerjaan Jasa Langsung. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Kolom (c): a. b. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI.b..5%” 5. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. CP-003 PENJELASAN: 1. Kolom (g): a. c.

.

00 29.000.000.60 Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 8.750. (c) 76.250.500.92 Nilai Rp.273.5% Status Perusahaan (PSp) Maksimal 7.00 35.000.775.000.5% % (f) (g=d*P) 35% x 15% 50% x 7.000.250.000.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.00 5.000.00 81.25% 3.510.362.000.819.096.00 Penawaran (HEP) 8.50% 72.500.500.151.00 50. (h) 72.00 % (d=e/c) 35.000.000. (e) 26.000.00 Biaya Harga Evaluasi 89.75% Harga Evaluasi HE TKDN (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Uraian Harga Penawaran HE Status Perusahaan (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Pering -kat (a) A (b) Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Nilai Rp.619.275.00 80.151.00 2.273.4 Penghitungan HE-TKDN & PSp Jasa Pemborongan Bukan Jasa Konstruksi dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai ≥ Rp50 milyar (≥ US$5 juta) Preferensi Harga (P) Penye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (TKDN) Barang (Pb) Maksimal 15% Jasa (Pj) Maksimal 7.5% 5.43 77.000.684. CP-004 CONTOH .277.60 II Halaman 1 dari 3 .000.00 Nilai Rp.000.000.000.000.12 (i) Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 7.085.108.69 4.503.346.

500.000.00 72.70 III Halaman 2 of 3 .75% Lampiran No.000.00 35% x 15% 50% x 7.000.000.000.00 50.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.5% 5.236.303.780.70 I Perusahaan Nasional.27 4.000.000.500.000.112.650.00 3.00 35.000.650.70 77.236.00 80.00 5.00 50.303.000.43 77.75% 72.00 Penawaran (HEP) C Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 7.500.00 29.000.780.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.526.100.120.000.209.228.000. CP-004 68. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 50% di wilayah Indonesia 7.000.000.108.000.000.31 7.277.108.028.780.120.000.000.000.000.000.915.00 Biaya Harga Evaluasi 88.125.00 84.00 Penawaran (HEP) 76.000.93 26.650.00% 72.451.138.000.53 35.000.5% 5.00 7.00 2.00 0.00 81.750.488.41 29.113.819.25% 3.00% 35% x 15% 50% x 7.000.000.108.000.236.000.000.00 80.00 35.128.65 76.25% 3.000.000.96 5.000.808.610.000.00 25.00 Biaya Harga Evaluasi 87.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 7.375.028. 50% oleh Perusahaan Nasional 60 % di wilayah Indonesia 7.53 36.600.000.000.000.000.662.026.883.303.

3. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B.d. 4. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. d. (jasa). (barang) dan A.e.II. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia.3. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d.f.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. 5.5.5.d.e. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). 2.f. Kolom (g): a. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.5% c.3. c. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.5. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (h): a.d.d.II. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. CP-004 1.I.I. Kolom (c): a. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.d. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. (jasa). Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya.I.3. (barang) dan A.II.III. b. e.

.

896.000.620.132.630.000.00 370.00 55.158.000.00 35.76 51.00 80. CP-005 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi-Onshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp1 milyar s/d Rp2 triliun (> US$100.000.000.806.000. A % Nilai Rp.981.000.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80 % di wilayah Indonesia 7.896.672.013.47 317.000.544.075.938.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.00% Nilai Rp.00 44.5% PSp Maksimal 7.000.00 334.500.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .91 39. 71.000.000.00 115.685.000.90% 6.000.00 330.390.5 Lampiran No.23 Biaya Barang (HPb) 275.000.50% 295.000.390.672.000.00 26% X 15% 80% x 7.00 26.5% % 3. 265.100.5% HE TKDN Brg = (100%/(100%+Pb))*HPb HE TKDN Js = (100%/(100%+Pj))*HPj HE PSp = (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Per ing kat Nilai Rp.000 s/d US$200 juta) Harga Evaluasi (HE): Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Komponen Dalam Negeri (KDN) Preferensi Harga (P) Barang Maksimal 15% Jasa Maksimal 7.000.91 I Halaman 1 dari 3 .000.600.080.710.139.272.

000.5% 0.207.250.000.00 24.000.759.000.81 331.00 5.200.00 367.00 II Biaya Barang (HPb) 265.000.500.34 265.00 35.20 Perusahaan Nasional.00 335.000.00% 80% x 7.000.000.000.000.000.00 35.500.000.209.00 327.000.00 327.000.000.200.00 0.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 40.000.207.81 315.000.200.250.00 331.000.000.000.000.320.000.000.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.34 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.000. 50% oleh Perusahaan Nasional 100% di wilayah Indonesia 39.000.000.000.00 63.209.00 66.00 375.000.000.169.000.000.000.00 355.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39. CP-005 268.000.00 63.000.169.600.750.000.00% 80% x 7.750.759.00 24.000.000.000.000.250.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 268.547.547.00 III Halaman 2 of 3 .000.000.00% 6.000.00% 67.000.920.00 53.635.00 117.5% 0. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80% di wilayah Indonesia 40.000.00 371.000.00 116.000.00 53.00% 6.20 64.000.000.00 62.000.00 80.435.000.00% Lampiran No.000.000.000.00 80.600.500.000.000.600.

b. e.5.d.5. 4. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. CP-005 1. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. 3. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.f. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya.II.3.e. c. Kolom (g): a.II. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. 2. Kolom (h): a.III.d.f.d.d. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia.5% c. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.d.5.II. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B.e. (barang) dan A.I. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. (jasa).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. (barang) dan A. (jasa).I. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .I.3.3. Kolom (c): a. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. d. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. 5.

.

000.000.008.000.743.90% 6.32 452.880.000.00 80% x 7.378.000.57 I Halaman 1 dari 3 .015.000.994.000. 624.56 7.000.00 26% X 15% 384.746.000.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 432.00% Nilai Rp.00 A Biaya Barang (HPb) 2.000.000.000.000.746.927.830.000.000.000.569.5% 1.5% (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.015.000.312.00 26.309.913. 2.00 480.00 3. CP-006 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Onshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp2 triliun (> US$200 juta) Preferensi Harga (P) Harga Evaluasi (HE): Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.6 Lampiran No.000.25 2.00 3.00 35.000.000.762.00 2.400.5% HE TKDN Gabungan % 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH . Komponen Dalam Negeri (TKDN) TKDN (%) Nilai Rp.000.000.000.679.57 Per ing kat Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Nilai Rp.000.001.566.00 80.188.994.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 432.248.50% 2.000.000.000.

00 36.00 65% x 7.000.00 28.00 28% x 15% 4.000.00 632.500.000.5% 995.00% 5.296.973.52 2.661.000.000.50 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 431.000.37 546.624.309.00 35.113.88% 575.00 3.00 2.80 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.755.25% Lampiran No.000. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 450.00 3.76 5.000.435.91 II Halaman 2 of 3 .000.000.208.500. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.000.289.13% 402.953.000.22 2.318.875.296.000.00 3.000.00 27.421.000.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.262.000.00 5.000.396.500.251.000.00 65.000.000.000.000.00 27.207.000.5% 1.000.300.883.066.000.000.40 365.000.000.786.000.812.250.00 2.695.000.00 70.000.00 3.017.000.800.59 2.000.91 III Biaya Barang (HPb) 2.755.000.000.306.435.500.250.000.000.553.843.250.00% 2.24 536.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 2.000.20% 4.001.035.822.352.000.80 2.755.973.055.00 70% x 7.5% x 15% 4.201.625.625.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 450.000.00 562. CP-006 2. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 70% di wilayah Indonesia 431.567.159.500.000.00 630.396.021.250.

2.5.d. (barang) dan A.d.II.II. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Kolom (h): a. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. Kolom (c): a. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.3.3.II.d. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia.f. (barang) dan A. d. Kolom (g): a. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa).e. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.5% c.I. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. 4. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. c. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. 5. e.III.5.I. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.5. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.f. (jasa). Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.I. (jasa). CP-006 1.d. b. 3.d.e. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.

.

000.00 75.00 42.00 43.00 Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 6.10 6.674.54 Rp.755.000.000.627.000.000.000.300.000.5% HE TKDN Gabungan Formula 20% X 15% 30% x 7.00 7.195.455.00 35.714.000.5% (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.539.539.5% % 4.300.00 48.000.714.01 7.130. 9.000.000.000.00 Harga Evaluasi (HE) Pering -kat Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.637.05% 5.000. CP-007 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Offhore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai ≤ Rp50 milyar (≤ US$5 juta) Preferensi Harga (P) Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Rp.000.7 Lampiran No. 33.300.000.450.000.00 14.000.000. A Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 6.63% Rp.218.264.91 40.893.50% 37.000.00 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .934.250.000.700.00 35.00 Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 27.000.54 I Halaman 1 dari 3 .

000.076.734.000.280.025. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 50% di wilayah Indonesia 7.000.02 40.433.315.997.580.930.00 47.493.87 38.00 7.5% 3.000.000.283.745.000.296.000.00 8.500.00% 25% x 15% 85% x 7.000.000.00 80.875.000.00 44.144.00 25.00 7.000.000.11 6.000.04 6.74 8.000.759.000.170.00 35.000.939.000.00% Lampiran No.000.433.00 39.000.296.018.000.00% 26% x 15% 30% x 7.75% 6.214.000.000.65 33.628.628.150. CP-007 31.00 26.000.05 II Perusahaan Nasional.950.00 0.000.00 14.65 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.560.000.000.720.00 35.38% 32.433.296.000.5% 3.00 5.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 7.560.000.000.000.750.700.00 5.586.90% 6.00 47.000.580.315.00 7.00 42.00 14. 50% oleh Perusahaan Nasional 60 % di wilayah Indonesia 7.000.360.450.00 49.05 III Halaman 2 of 3 .00 35.000.98 36.560.537.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.000.00 85.00 5.000.000.586.05 40.015.930.650.

d.III. Kolom (g): a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No.5. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.e. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya.3. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d.5% c. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .3. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.II. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. 5.f.5. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.I. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa).f. (jasa). Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d.3.d. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.II. (barang) dan A.d.d.5.d. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.I. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. e.II. CP-007 1. Kolom (h): a. b.I. c. (jasa). 3. Kolom (c): a.e. (barang) dan A. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. 4. 2.

.

000.544.00 44. 265.5% % 3.00 35.013.938.158.000.000.90% 6.23 A Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80 % di wilayah Indonesia 7.000.600.806.76 51.91 39.00 275.710.50% 295.00 115.139.00 370.00 334.000.000.896. CP-008 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi-Offshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp50 milyar s/d Rp2 triliun (> US$5 juta s/d US$200 juta) Pe nye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 26. 71.000. Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.47 317.000.5% PSp Maksimal 7.500.272.630.075.00% Harga Evaluasi (HE): (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Nilai Penawaran Uraian Rp.91 I Halaman 1 dari 3 .8 Lampiran No.000.685.000.00 Per ing kat Rp.080.981.000.000.896.672.000.672.00 80.000.00 330.100.00 Rp.132.00 Preferensi Harga (P) Barang Maksimal 15% Jasa Maksimal 7.00 55.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .000.620.390.000.000.5% Rumus 26% X 15% 80% x 7.000.390.

000.000.000.00 53.000.5% 0.000.000.00 5.200.320.000.000. CP-008 268. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80% di wilayah Indonesia 40.000.000.759.00 331.000.000.000.00 375.000.904.00 63.34 265.209.000.000.600.00% 80% x 7.000.250.000.00% 268.000.00 265.81 315.761.000.00 40.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.435.000.207.000.00% 6.000.750.00 80.00 62.20 63.000.000.000.00 351.00 67.00 355.200.000.00 35.000.500.00 53.761.169.76 II Halaman 2 of 3 .000.00 311.000.000.81 331. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.250.00 117.000.5% 0.000.00 335.00 327.000.600.00% Lampiran No.000.000.600. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 100% di wilayah Indonesia 39.000.920.000.000.500.635.000.00 5.000.00 116.00 24.000.000.00 371.00 80.00% 80% x 7.207.000.000.209.750.000.000.759.000.00 24.904.00 66.654.000.169.00 35.547.00% 6. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.76 III Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.000.000.200.547.34 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.904.20 64.

3. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. b. 5. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.d. 3. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.II.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. 2.3.I. (jasa). 4.5. (barang) dan A. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.f. Kolom (h): a. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Kolom (g): a. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia.5.I. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. CP-008 1.f.d. (jasa). d.II.d.5% c.d. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Kolom (c): a.III.3. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. e. (barang) dan A. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.e.5.d.I. c.e.II.

.

5% kat (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .000.00 A Biaya Barang (HPb) 2.000.000.312.000.00 1.00 3.015.90% 6.000.378.015.927.913.008.57 I Halaman 1 dari 3 .880.743.000.000. 2.000.000.000.001.5% % 3.25 2.994.00 2.569.746.00 480.00% Rp.248.000.000.00 35.000.400.000.679.000.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 432.56 7. CP-009 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Offshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp2 triliun (> US$200 juta) Pe nye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 26.000.830.50% 2.00 80.000.188.00 3.000.00 Per Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb ing (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.000.9 Lampiran No.000.762.000.000.000.000.00 384. Rp.5% HE TKDN Gabungan Formula 26% X 15% 80% x 7.000.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 432.746.32 452.566.57 Preferensi Harga (P): Harga Evaluasi (HE): Nilai Penawaran Uraian Rp.994.309. 624.000.000.

500.318.000.000.000.76 III Halaman 2 of 3 .000.250.159.000.624. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 70% di wilayah Indonesia 431.00 0.000.00 995.822.113.000.800.80 2.000.251.145.035.37 546.021.5% x 15% 4.000.000.40 630.435.5% 5.822.000.309.000.352.001.00 562.306.953.00 28.25% Lampiran No.000.000.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.59 2.822.661.000.755.262.000.000.000.625.661.00 27.066.201.289.661.000.812.000.250.00 365.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 2.00% 70% x 7. CP-009 2.000.00 3.000.76 II Biaya Barang (HPb) 2.00% 28% x 15% 65% x 7.207.50 70.500.421.000.000.695.00 632.250.500.00 1.000.250.300.000.000.000.00 3.553.755.000.000.000.786.52 2.00 3.5% 4.000.00 2.066.80 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 450.00 36.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 450.20% 4.755.208.435.00 5.000.055.000.00 3.00 27.000.625.000.24 536.000.22 2.695.875.000.76 2.00 65.00 35.883.066.88% 575.000.000.00 2.000.000.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 431.500.000.843.500.13% 402. Leader: Perusahaan Asing.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.

Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.I.5. (barang) dan A. 3. 4. (barang) dan A. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. (jasa).II. 5. (jasa).d. e. CP-009 1. d. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B.I. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.I.e. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.3. 2.5% c.3.d. Kolom (h): a. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. c.d.d.f.f. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. b. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .II.5. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.II.3. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.e. Kolom (g): a. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (c): a.d.III.5.

.

322.972.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .00 25.096.500.000.870.500.494.000.500.200.500.000.385.17 1.00 Realisasi Kontrak Harga Evaluasi Penawaran (Rp.000.000.00 27.000.000.) 28.000.000.000.385.00 1.000.083.00 Pering kat TKDN (%) 25.00 1.) 24.00 1.000.000.200.972.300.870.000.00 27.000.000.000.300.455.000.000.00 25.000.000.000.00 2.000.596.000.000.00 26.000.000.000.558.000.00 25.000.00 26.000.000.542.322.000.81 1.000.000.000.000.000.81 24.000. 25.000.00 25.500.500.455.542.200.992.00 23.00 III I Pering kat Nilai Rp.000.000.77 24.000.00 2.494.00 0.00 24.200.000.00 25.00 28.500.500.000.45 2.00 25.10 Lampiran No.456.200.000.000.000.200.45 24.000.00 A B Halaman 1 dari 2 .00 27.000.000.456.00 26.000.00 1.000.000.00 25.00 2.00 2.083.000.00 III I 0.000. CP-010 Penghitungan Denda Karena Target TKDN Tidak Tercapai Pengadaan Barang .200.000.200.Tidak Mengubah Urutan Peringkat Pe nye dia Uraian Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Penawaran TKDN Harga Evaluasi (%) Penawaran (Rp.77 2.000.492.300.558.17 24.000.

114.00 1.33 II 25.00 24.030.831.970.457.457.000.558.455.000.000.33 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 2.00 25.000.084.000.00 27.457.77 .Rp26.000.457.470.114.457.000.00 25.083.00 27.33 1.000.000.000.524.831.494.000.084.831.961.972.33 2.00 Lampiran No.614.000.030.831.00 28.000.870.32 Halaman 2 of 2 . CP-010 23.457.030.831.00 25.470.00 25.33 II Nilai Denda = HEP Realisasi Kontrak (A) .500.00 23.831.457.45 = Rp101.614.000.084.000.084.33 2.000.000.000.457.831.000.33 25.470.HEP Penawaran (A) Nilai Denda = Rp26.831.33 25.

000.000.000.494.000.000.000.00 28.000.000.00 26.000.11 Lampiran No.000.00 25.000.000.00 26.558.000.000.00 1.200.000.000.00 TKDN (%) 28.322.000.000.200.200.456.000.000.000.000.000.000.00 Realisasi Kontrak Harga Evaluasi Penawaran (Rp.300.500.00 2.00 Harga Evaluasi Penawaran (Rp.00 24. 25.000.000.000.500.000.500.000.000.000.00 25.000.500.000.200.000.00 25.00 1.000.00 III I 0.200.Mengubah Urutan Peringkat Pe nye dia Penawaran Uraian Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Nilai Rp.456.00 26.) 23.00 26.000.000.45 2.00 2.000.000.000.000.45 24.000.000.81 24.00 0.000.000.500.000.870.870.000.00 28.300.500.494.000.00 25.000.322.000.00 Pering kat TKDN (%) 22.) 25.200.000.00 27.000.558.000.500.00 25.000.000.000.000.00 25.00 2.00 1.500.500. CP-011 Penghitungan Denda Karena Target TKDN Tidak Tercapai Pengadaan Barang .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .000.000.200.000.000.00 1.00 1.500.992.000.000.00 27.00 2.200.000.492.00 24.000.00 27.00 II III Pering kat A B Halaman 1 dari 2 .000.000.00 2.000.500.81 1.300.

970.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 24.33 2.45) + (Rp28.000.000.457.558.000.000.00 .00 2.000.500.000.457.00 Lampiran No.500.-) Rp1.030.470.33 2.030.505. CP-010 23.831.000.457.457.505.831.00 28.000.441.114.457.629.831.000.000.00 27.457.084.831.457.000.084.000.00 23.33 25.00 25.000.Nilai Penawaran Peringkat II) (Rp28.500.000.33 II 25.00 1.000.441.000.00 .494.33 1.030.470.000.831.000.084.000.114.00 25.33 I Nilai Denda = Nilai Denda = = = (HEP Realisasi Kontrak .000.000.870.000.33 25.000.00 25.614.55 Halaman 2 of 2 .000.000.129.470.831.831.831.000.00 27.00 Rp2.000.457.614.Rp26.HEP Penawaran) + (Nilai Kontrak .00 25.084.000.Rp28.33 1.55 + Rp500.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 1 dari 1 . FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) SC-01 Catatan: Untuk Item pengadaan yang bersifat rutin. nilainya tidak besar dan terdiri dari beberapa kontrak seperti jenis peralatan kantor dapat digabungkan menjadi satu item pengadaan.

FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN  (PROCUREMENT LIST) SC-01 CONTOH PENGISIAN Halaman 1 of 1 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

C. 1. Halaman 3 dari 3 . Lingkup kerja dan spesifikasi Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri (komitmen minimum TKDN). 2. : : Status Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu No. Surat Tanggal Dokumen Keterangan/Catatan Surat pengantar (cover letter) Ringkasan startegi pengadaan (Procurement strategy executive summary) A. D. FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 KKKS Judul Pengadaan No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. B. Pengadaan : : : Lampiran File (dalam pdf) No. Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan Metode pengadaan serta alasan pemilihan metode pengadaan tersebut.

Analisa pasar (market analysis). 7. F. I. 9. Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/ Owner’s Estimate (OE).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa E. 4. Rencana jangka waktu berlakunya kontrak. Persetujuan rencana kerja dan spesifikasi teknis barang/jasa. 3. Kriteria dan tatacara evaluasi penawaran Strategi pengadaan dan jenis Kontrak. Ketentuan cara penyelesaian perselisihan Klausula tentang pemutusan Kontrak lebih awal (early termination). Persyaratan pembayaran H. Copy dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa Copy rencana pengumuman pengadaan Halaman 2 of 3 . Copy permintaan pengadaan dari fungsi pengguna barang/jasa. 6. Lampiran No. 8. J. 5. Rencana tatawaktu proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi. FL-002 G.

Halaman 3 dari 3 . tanggal. bulkan. Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang di Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. tahun pemeriksaan Pemeriksa: Nama pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Tempat. FL-002 10.

.

Pengadaan No. 1. 1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 Halaman 1 dari 5 . Surat Tanggal Status Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu (tulis yang relevan) No. FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 Panduan dan Contoh Pengisian KONTRAKTOR KKS Judul Pengadaan No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Dokumen Surat pengantar (cover letter) Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: − Judul Pengadaan − Latar belakang pengadaan − Lingkup kerja − Metode pengadaan (pelelangan/pemilihan langsung/penunjukan langsung) − Metode pembukaan sampul − Masa berlaku (duration) kontrak − Perkiraan (estimate) nilai kontrak − RK yang disepakati BPMIGAS − Persyaratan TKDN minimum − Contact person − Daftar isi dokumen pendukung Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No.

e-bidding. Ringkasan startegi pengadaan (Procurement strategy executive summary) A. Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri (komitmen minimum TKDN). barang impor. memaksimalkan. • Strategi dan persyaratan dalam dokumen pengadaan. • Metode: pelelangan umum. Justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan tentang akan dilaksanakannya pemilihan langsung atau penunjukan langsung. FL-002 B. memberdayakan. • • E. Halaman 2 dari 5 . Kriteria dan tatacara evaluasi penawaran F. Strategi pengadaan dan jenis Kontrak. Calon peserta potensial (potential bidders). swakelola. pemilihan langsung. pelelangan terbatas. tidak memperhitungkan. Penjelasan singkat mengenai lingkup kerja dan/atau spesifikasi barang/pekerjaan. e-reverse auction. Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan Metode pengadaan serta alasan pemilihan metode pengadaan tersebut.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. penunjukan langsung. • Klasifikasi barang: wajib dipergunakan. Lingkup kerja dan spesifikasi idem Lampiran No. • Klasifikasi jasa: minimum TKDN C. • • Strategi pengadaan Jenis Kontrak berdasarkan cara pembayaran. D.

l: Material Requisition. • WP & B: procurement list dan hasil pembahasan lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknis barang/jasa. idem Permintaan dari pengguna barang/jasa. 4. J.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Analisa pasar (market analysis). pengadaan)-(initial KKKS) Jenis Kontrak berdasar bentuk perikatan. Persetujuan rencana kerja dan spesifikasi teknis barang/jasa. I. Service Requisition. Ketentuan cara penyelesaian perselisihan Klausula tentang pemutusan Kontrak lebih awal (early termination). • AFE: copy ususlan AFE dan hasil pembahasan lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknis barang/jasa. Copy permintaan pengadaan dari fungsi pengguna barang/jasa. Persyaratan pembayaran • • • H. 3. Menggunakan Bank Umum Nasional Untuk Kontraktor KKS tahap berproduksi menggunakan Bank Umum BUMN/BUMD. berupa a. FL-002 • G. • Pekerjaan yang belum masuk dalam procurement list dapat Permintaan-(no. Denda keterlambatan pembayaran. Halaman 3 dari 5 . Request for Tendering).

bulan. 5 orang dan gasal serta telah memiliki sertifikat panitia pengadaan • • panitia-(no.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa menggunakan persetujuan Revisi Procurement List dan hasil pembahasan lingkup kerja spesifikasi teknis dan/atau. Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/ Owner’s Estimate (OE). konsep Kontrak. IKPP. FL-002 5. Rencana jangka waktu berlakunya kontrak. pengadaan)-(initial KKKS) Tempat. idem Jadwal-(no. Copy dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa 9. Rencana tatawaktu proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi. Idem Dokumen penilaian kualifikasi Dokumen pengadaan. tahun pemeriksaan Pemeriksa: Nama pekerja KKKS dan BPMIGAS Halaman 4 dari 5 . Apabila diperlukan dapat melampirkan copy persetujuan POD. pengadaan)(initial/nama depan Kontraktor KKS) 6. tanggal. Copy rencana pengumuman pengadaan Idem 10. 8. Idem 7. Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang di Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan. • Nama media cetak / media elektronik • Website BPMIGAS Surat pengangkatan sebagai panitia pengadaan dengan keanggotaan min. meilputi: undangan. Tata waktu pengadaan dari inisiasi sampai penandatanganan kontrak Durasi kontrak serta tanggal mulai dan berakhir kontrak Lampiran No.

Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.Keterangan: - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-002 Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Halaman 5 dari 5 .

.

FL-003 RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN (FORM SC-003) I. 4. Tanggal pemberitahuan pengadaan gagal/batal kepada perusahaan yang mengajukan penawaran. 4. 1. 8. 5. 3. sebutkan alasan kegagalan. Halaman 1 dari 5 . 3. 5. Dalam hal sebagai proses ulang. 8. KRONOLOGI PENGADAAN Pertama Proses Ulang 1. 6. dan nama Surat Kabar) / website Nomor dan tanggal persetujuan rencana pengadaan Tanggal undangan pengadaan Tanggal Pengambilan Dokumen Pengadaan Tanggal Penutupan/pembukaan penawaran a. persetujuan BPMIGAS) Harga Perkiraan Sendiri (HPS) / Owners Estimate (OE). 2. Rincian Terlampir Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak/ penyerahan barang II. Tahapan Proses Tata cara pemasukan dokumen penawaran (satu sampul/dua sampul/dua tahap) Pengumuman di media cetak (tgl. 2. 7. Pengadaan KONTRAKTOR KKS Pejabat Tertinggi KONTRAKTOR KKS Wilayah Pekerjaan yang diadakan No. 7. dan nilai AFE/Budget (ref.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. b. DATA PRA PENGADAAN Nama Kegiatan Pengadaan No. 6.

7. 6. dst. 5. (Ada/ Tidak Ada) Berakhir s/d 1. Halaman 2 dari 5 . Peninjauan Lapangan 1. 2. Jum lah 2. Rapat Penjelasan Tgl. 3. 3. FL-003 III. 7. 2. 8. 4. Perusahaan Diundang Perusahaan yang tidak Mengajukan Penawaran 1. 6. 4. Kelengkapan Dokumen pada pembukaan penawaran (Berita Acara Pembukaan Penawaran dilampirkan) Akte Pendirian Per Per usahaan usahaan (Ada/ Tidak Ada) Sertifikat Asosiasi Penyedia Barang/Jasa terdaftar di DITJEN MIGAS (Ada/Tid (Ya/Tidak) ak Ada) SIUP / SIUJK (Ada/ Tidak Ada) No. 5. No. DATA PENGADAAN Perusahaan Perusahaan Mengambil Mengajukan Dokumen Penawaran Pengadaan Mengikuti Tgl. dst.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

Halaman 3 dari 5 . 1. 2. 5. FL-003 Lanjutan No.: Referensi Bank (Ada/ Tidak Ada) 1. 2. * Administrasi Memenuhi/Tidak Teknis Memenuhi/Tidak 7. dst. 7. PT. PT. PT. 5. 6. 4. 5. PT. 4. 5. 6. dst Jumlah Penawar yang sah Jumlah Penawar yang tidak sah Alasan bagi penawaran yang tidak sah untuk masing-masing penawaran Penilaian Administrasi & Teknis Perusahaan ASTEK/ Neraca Pengalaman Perusahaan JAMSOSTEK Kerja Terakhir (Ada/ (Ada/ (Ada/ Tidak Ada) Tidak Ada) Tidak Ada) 3. 4. 2. 4. Penjelasan untuk masing-masing * perusahaan apabila penawaran tidak memenuhi syarat Harga Penawaran pada Pembukaan Lelang Harga Sesuai Penawar an (US$/Rp) Penawaran Masa DitandaBerlakun tangani TKDN Oleh Yang Penawaran (%) Berwenang (Ya/Tidak) (Ya/Tidak) No. 3. Perusahaan 1. 6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3. PT. 8. 3.2 No NPWP No.

8. 5. 1. * Halaman 4 dari 5 . dst. DATA PENGADAAN (Lanjutan) Lanjutan No. 4. 2. 14 15. 2. 10. 7. 12. * 2. Perusahaan yang diusulkan Harga Usulan Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak Alasan yang jelas untuk perusahaan yang diusulkan (baik secara teknis maupun ekonomis) Keterangan lain 16. US$/Rp. 3. Harga penawaran terendah yang sah dan memenuhi persyaratan Harga penawaran tertinggi yang sah dan memenuhi persyaratan Evaluasi 3 Penawaran peringkat terbaik Harga (US$/Rp. 6. 3. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-003 III. 3.) Setelah Preferensi Normalisasi Kandungan Lokal No.7 No. 11. Jaminan Penawaran (Bid Bond) Judul/ Masa Persyaratan Berlaku 1-3% Memenuhi/ Tidak (bln/hari) memenuhi s/d Keterangan 9. 13. Nama Perusahaan Sesuai Penawaran (As Bid) Peringkat I II III 1. dst.

................. Menyetujui/Tidak menyetujui Pejabat Yang Berwenang Ketua Panitia Pengadaan (.......... Kolom........................................) (.. Halaman 5 dari 5 ............................ FL-003 .... Form isian ringkasan Evaluasi tersebut adalah merupakan lampiran surat rekomendasi KONTRAKTOR KKS.. tgl..................... 2.... ...Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No... Bila kolom-kolom (*) tidak mencukupi dapat dibuat pada kertas lain atau merupakan lampiran dengan menyebutkan No.........) Catatan: 1.....

.

Halaman 1 dari 3 . 4. Berita acara hasil negosiasi. 5. Berita acara pemberian penjelasan. 7. Copy AFE untuk main project multi years atau. Surat Tanggal Dokumen Surat pengantar (cover letter) Bukti pengumuman dan pengundangan. 2. Pengadaan No. FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 KKKS Judul Pengadaan No. 3. 1. Berita acara hasil pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 6. Berita acara pembukaan penawaran. Annex Procurement Program selain main project multi years Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Keterangan/Catatan Lampiran File (dalam pdf) No.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Formulir perhitungan TKDN. B. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. 11. 12. FL-004 8. berdasarkan perbandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat. Tabulasi perbandingan rincian penawaran 3 (tiga) calon pemenang dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. HPS/OE/EE yang telah disahkan. berisi pernyataan bahwa: A. C. 9. 13. Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE. 10. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati oleh BPMIGAS. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-03). Tabulasi evaluasi teknis dari masing-masing penawar. Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar. Surat pernyataan dari Pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat diketgorikan sebagai tindakan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam: 14. Halaman 2 dari 3 . 15.

19. Tabulasi dasar pendanaan Perubahan dokumen pengadaan secara rinci. 18. Penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. Surat pernyataan komitmen TKDN dan penggunaan rekening Bank BUMN/BUMD untuk pembayaran. Penyusunan HPS/OE.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 17. Surat persetujuan rencana pengadaan. tanggal. dan C. Tempat. Dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. FL-004 A. 20. 16. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. Halaman 3 dari 3 . tahun pemeriksaan Pemeriksa : pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan : Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. bulan. B.

.

Halaman 1 dari 5 . Pengadaan No. Surat Tanggal Dokumen Surat pengantar (cover letter) Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: • Kronologi pelaksanaan pengadaan • Calon pemenang • Nilai hasil pengadaan • TKDN • Pekerja Kontraktor KKS yang dapat dihubungi (contact person). Bukti pengumuman dan pengundangan. FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 Panduan dan contoh pengisian KKKS Judul Pengadaan No. Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No. 1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 2. 1.

pengadaan)(initial KKKS) budget-(no. 5. pengadaan)(initial KKKS) 4. 7. Tabulasi evaluasi teknis dari masing-masing penawar. pemilihan langsung dan/atau penunjukan langsung. tabulasi-(no. • Copy HPS/OE yang ditandatangani oleh Pejabat Berwenang dari Kontraktor KKS. pengadaan)(initial KKKS) contoh: penjelasanb2054856cnooc sampul-(no. FL-004 3. pelelangan ulang. pengadaan)(initial KKKS) bahp-(no. Copy berita acara rapat pemberian penjelasan disertai daftar hadir. Berita acara pembukaan penawaran. pengadaan)(initial KKKS) Halaman 2 dari 5 . Berita acara hasil negosiasi. Annex Procurement Program selain main project multi years HPS/OE/EE yang telah disahkan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. pemilihan langsung atau penunjukan langsung. Berita acara pemberian penjelasan. 8. Copy AFE untuk main project multi years atau. baik pada pelelangan awal. pelelangan ulang. penjelasan-(no. 6. pelelangan ulang. • Justifikasi kenaikan HPS/OE yang disusun dan ditandatangani oleh fungsi yang merencanakan pengadaan barang/jasa dan disahkan oleh Pejabat Berwenang. Copy verita acara negosiasi Copy berita acara hasil pelelangan awal. pengadaan)(initial KKKS) hps-(no. baik pada pelelangan awal. pengadaan)(initial KKKS) negosiasi-(no. 9. pemilihan langsung dan/atau penunjukan langsung. Copy berita acara pembukaan sampul penawaran disertai daftar hadir. Berita acara hasil pengadaan. Copy AFE atau WP & B dilengkapi rincian dan tabulasi alokasi untuk pengadaan.

pengadaan)(initial KKKS) 14. Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar. Halaman 3 dari 5 . 11.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Tabulasi perbandingan rincian penawaran 3 (tiga) calon pemenang dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. sc03-(no. pengadaan)(initial KKKS) sanggup-(no. Sudah jelas Copy formulir SC-12A / SC-12B/ SC12C dari peringkat pertama s/d ketiga. Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. B. C. 12. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati oleh BPMIGAS. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya. Formulir perhitungan TKDN. berdasarkan perbandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat. pengadaan)(initial KKKS) sc02-(no. FL-004 10. pengadaan)(initial KKKS) sesuaiptk007(no. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-03). berisi pernyataan bahwa: A. 13.

• Copy penawaran harga setelah dilakukan negosiasi (bila ada). Apabila menggunakan berbagai sumber dasar pendanaan. • Copy penawaran harga. 17. Tabulasi dasar pendanaan Perubahan dokumen pengadaan secara rinci. FL-004 15.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Tempat. Surat pernyataan dari Pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat diketgorikan sebagai tindakan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam: A. bulan. tanggal. 20. Surat pernyataan komitmen TKDN dan penggunaan rekening Bank BUMN/BUMD untuk pembayaran. Surat persetujuan rencana pengadaan. Penyusunan HPS/OE. Dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. dan C. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang. Dokumen penawaran dari penawar yang ditetapkan sebagai calon pemenang oleh Kontraktor KKS. tahun pemeriksaan Pemeriksa Halaman 4 dari 5 : pekerja KKKS dan BPMIGAS . berupa: • Copy penawaran administrasi dan teknis. sesuaiptk007(no. pengadaan)(initial KKKS) 16. B. Hard file only 19. 18. Penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak.

FL-004 Keterangan : Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 5 dari 5 . Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.

.

Halaman 1 dari 1 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 1 2 3 4 5 6 Foto copy kontrak awal Dokumen Keterangan Lampiran File (dalam pdf) Justifikasi / alasan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan Berita acara negosiasi dan kesepakatan harga hasil negosiasi Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK/PJWK Persetujuan Teknis dari fungsi terkait BPMIGAS Formulir FL-003 Ringkasan Pemeriksaan PLK/PJWK Jakarta. Pengadaan No. FL-005 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form SC-05 KKKS Judul Pengadaan No. Surat Tanggal Status: Ada/Tidak Ada/Tidak Perlu Tulis yang relevan idem idem idem idem idem No. tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.

.

Persetujuan BPMIGAS Nilai Penawaran (6) Hasil Negosiasi (7) Perbedaan (8=6-7) : : : : : Persetujuan BPMIGAS Perubahan Lingkup (9) Nilai (10) Jumlah Nilai PLK Diusulkan Jumlah Nilai PLK Disetujui Keterangan : No (1) s/d (8) diisi Kontraktor KKS No (9) s/d (10) diisi BPMIGAS Halaman 1 dari 1 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.Nilai .Nomor .Nilai .Persetujuan BPMIGAS No. : SC-06 Kontraktor KKS No Mata Anggaran / AFE . (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 Nomor PLK / PJWK (2) : : : : : Lingkup Kerja Penambahan/ Pengurangan (3) Alasan Perubahan (4) Sesuai Kontrak (5) Nama Proyek Kontrak .Nomor . No. FL-006 RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PENAMBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form.

.

. Form No. TAHUN …….. Pemilihan Langsung Penunjukan Langsung Pro Card 3.. 4. (1) 1. S/D ………………. Metode Pengadaan (2) Pelelangan US$ / Rp (3) US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp : (8=7/6) Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS BPMIGAS (4) (5) Keseluruhan (6=4+5) Komponen Dalam Negeri Nilai % (7) (8) Usaha Kecil/ Koperasi Kecil Nilai % (9) (10) 2. : SC-07 No. 5..Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa KONTRAKTOR KKS Lampiran No. FL-007 : RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG BULAN: ……………. E-Procurement Jumlah Keterangan (10=9/6) Halaman 1 dari 1 .

.

Land Freight) Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK). Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Kurs Dolar terhadap rupiah pada saat PO dikeluarkan Nilai total HPS/OE bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total HPS/OE bila menggunakan mata uang US$ Nilai total PO bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total PO bila menggunakan mata uang US$ Sub-Bidang pekerjaan utama sesuai dengan kode pada Lampiran No. FL-008 Kontrator KKKS: UK UM DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG Bulan : Tahun : Form SC-08 NO. Air Freight.01 untuk Pemboran Darat) Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Bank yang digunakan KKKS untuk pembayaran kepada Supplier/Perusahaan Halaman 1 dari 1 . Penunjukan Langsung. A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NOMOR B PO NAMA C METODA PENGADAAN D JANGKA WAKTU MULAI E AKHIR F SUPPLIER/ PERUSAHAAN G METODE PENGIRIMAN H UB Sea Freigh Land Freight JALUR TRANSPORTASI I UK/ UM/ UB J KURS K HPS / OE RP L US$ M NILAI PO RP N US$ O KODE KLASIFIKASI MATERIAL P TKDN RP Q % R US$ S % T Bank U JUMLAH KETERANGAN A B C D E F H I J K L M N O P Q R S T U Nomor baris Nomor PO Deskripsi PO Metoda pengadaan (Pelelangan. Pemilihan Langsung.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PQ-003 (Misal B.06. atau E-Procurement) Tanggal mulai efektif PO (dd-mm-yyyy) Tanggal akhir efektif PO (dd-mm-yyyy) Metode Pengiriman berdasarkan INCOTERMS 2000 Jalur transportasi (Sea Freight. Pro Card.

.

5... : SC-09 No. FL-009 KONTRAKTOR KKS : RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA BULAN: ……………. E-Procurement Jumlah Keterangan Halaman 1 dari 1 . 4. TAHUN ……..Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pemilihan Langsung Penunjukan Langsung Pro Card 3.. S/D ………………. Metode Pengadaan (2) Pelelangan US$/Rp (3) US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp : (8=7/6) (10=9/6) Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS (4) BPMIGAS (5) Keseluruhan (6=4+5) Komponen Dalam Negeri Nilai (7) % (8) Usaha Kecil/ Koperasi Kecil Nilai (9) % (10) 2. (1) 1. Form No.

.

Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Nilai total Kontrak bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total Kontrak bila menggunakan mata uang US$ Sub-Bidang pekerjaan utama sesuai dengan kode pada Lampiran No. Pro Card. atau E-Procurement) Tanggal mulai efektif kontrak (dd-mm-yyyy) Tanggal akhir efektif kontrak (dd-mm-yyyy) Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK). PQ-003 (Misal B.01 untuk Pemboran Darat) Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Bank yang digunakan KKKS untuk pembayaran kepada Supplier/Perusahaan UM UB Halaman 1 dari 1 . A NOMOR B NAMA C METODA PENGADAAN D MULAI E AKHIR F Tahun : JANGKA WAKTU SUPPLIER/ PERUSAHAAN G UK/ UM/ UB H HPS / OE KURS I RP J US$ K NILAI KONTRAK RP L US$ M KODE SUB-BIDANG PEKERJAAN N TKDN Bank RP O % P US$ Q % R S UK KETERANGAN D E F H I J K L M N O P Metoda pengadaan (Pelelangan. Penunjukan Langsung. Pemilihan Langsung. FL-010 Kontrator KKKS: DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA Bulan : Form SC-10 KONTRAK NO.06.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

.

No (1) s/d (8) diisi Kontraktor KKS .No (9) s/d (10) diisi BPMIGAS Halaman 1 dari 1 . FL-011 Kontraktor KKS : Ringkasan Pemeriksaan Perubahan Lingkup Kerja (PLK)/Penambahan Jangka Waktu Kontrak Bulan : Tahun : Penambahan Form SC-11 No Mata Anggaran / AFE No Nama Proyek Nomor Nilai (4) Persetujuan BPMIGAS (5) Nomor 6) Kontrak Nilai (7) Nomor PLK / Persetujuan PJWK Penambahan/P BPMIGAS engurangan (8) (9) (10) Lingkup Kerja Alasan Perubahan (11) Sesuai Kontrak (12) Nilai Penawaran (13) Persetujuan BPMIGAS Hasil Perubahan Perbedaan Negosiasi Lingkup (14) (15=13-14) (16) Nilai (17) (1) (2) (3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah Nilai PLK Diusulkan Jumlah Nilai PLK Disetujui Keterangan : .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

.

NAMA PABRIKAN: PENGHITUNGAN OLEH PRODUSEN Biaya per 1 (satu) satuan produk Biaya Komponen Dalam Negeri a I. Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) III.BARANG (DOMESTIC CONTENT CALCULATION .a) Jumlah Biaya Total (IV.1. FL-012A.b) Jumlah Biaya Total (IV. Pernyataan TKDN mencapai > 15% harus dilampiri dengan Surat Kemampuan Usaha Penunjang Migas (SKUP) dari instansi pemerintah yang membidangi industri migas.c) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (IV.c) . JUMLAH BIAYA PRODUKSI (TOTAL PRODUCTION COST) Biaya Komponen Luar Biaya Negeri Total Rp / US$ b c=a+b % Komponen Biaya d=a/c KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) Catatan (Note): * * * d = Biaya Total Per Jenis Biaya / Jumlah Biaya Total Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri % TKDN Barang = % TKDN Barang = * * Jumlah Biaya Total (IV. Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) IV.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.1. FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . Halaman 1 dari 1 .Biaya Komponen Luar Negeri (IV.GOODS) Formulir No : SC-12 A. Bahan Material Langsung (Direct Material Cost) II.c) Perhitungan TKDN dilakukan oleh Produsen.

.

2.BARANG (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . FL-012A. V. C.c) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (IV. VII.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.b) Jumlah Biaya Total (IV. II. COST COMPONENT) I. B. Bila peserta pengadaan bukan Pabrikan. III. PENGHITUNGAN OLEH PESERTA PENGADAAN Biaya per 1 (satu) jenis (item) produk Biaya KDN Biaya KLN b Biaya Total % Komponen Biaya d=a/c A.Biaya Komponen Luar Negeri (IV.a) Jumlah Biaya Total (IV. KOMPONEN BIAYA (A.2. VI. Bahan Material Langsung (Direct Material Cost) Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) JUMLAH BIAYA PRODUKSI (TOTAL PRODUCTION COST) Biaya Pengangkutan (Transport & Handling Cost) Biaya Lain (Other Cost) JUMLAH BIAYA PENAWARAN (BID TOTAL COST) KOMPONEN BUKAN BIAYA (NON COST COMPONENT) JUMLAH NILAI PENAWARAN (TOTAL QUOTED PRICE) a Rp / US$ c=a+b Catatan (Note): * * * d = Biaya Total Per Jenis Biaya / Jumlah Biaya Total Biaya Komponen Dalam Negeri = biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri Biaya Komponen Luar Negeri = biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri % TKDN Barang = % TKDN Barang = * * Jumlah Biaya Total (IV.c) . harus dilampiri dengan Form SC-12A. Pernyataan TKDN mencapai > 15% harus dilampiri dengan Surat Kemampuan Usaha Penunjang Migas (SKUP) dari instansi pemerintah yang membidangi industri migas.c) Perhitungan TKDN dilakukan oleh peserta Pengadaan.GOODS) Formulir No : SC-12 NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: A. IV. Halaman 1 dari 1 .1.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. V.VI.VI. FL-012 B FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI .) . II. IV. B.d) % TKDN Jasa = * Perhitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa.d) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (A.Biaya Komponen Luar Negeri (A. % TKDN Jasa = Jumlah Biaya Total (A.c) Jumlah Biaya Total (A.VI. Halaman 1 dari 1 .VI.b) Jumlah Biaya Total (A. III. Material Terpakai (Material Used) Peralatan & Fasilitas Kerja (Equipment) Tenaga Kerja & Konsultan (Personnel) Manajemen (Management) Jasa Umum.SERVICES) Formulir No : SC-12 B NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) a I.dll (Other Services) JUMLAH BIAYA (∑ I s/d V) (TOTAL COST) (∑ I s/d V) KOMPONEN BUKAN BIAYA (Non Cost Component) JUMLAH NILAI PENAWARAN (Total Quoted Price) Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Perincian Nilai Biaya (Cost Summarry) KDN b KLN Rp / US$ c d TOTAL % e=b/d TKDN Rp / US$ f=d x e A. dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional * Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing. Catatan (Note): * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri . C.JASA LAINNYA (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . VI.d.VI.

.

III.dll (Other Services) Sub Jumlah (Sub Total) II. B. 1. FL-012 C FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI .GABUNGAN (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . 4. 2. JASA (SERVICES) Personil/Konsultan (Personnel) Alat Kerja/Peralatan (Equipment) Konstruksi/Fabrikasi (Construction/Fabrication) Jasa Umum. 2. 3. II. Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ KDN KLN Rp / US$ b c d= b + c TOTAL % e=b/d TKDN Rp/ US$ f=d x e Rp JUMLAH BIAYA BARANG+JASA (TOTAL COST GOODS+SERVICES) US$ KOMPONEN BUKAN BIAYA (NON COST COMPONENT) JUMLAH NILAI PENAWARAN TOTAL QUOTED PRICE Rp US$ Rp US$ Halaman 1 dari 2 . 5. C. KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) a I. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.COMBINED) Formulir No : SC-12 C NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: A. 3. BARANG (GOODS) Material Terpakai (Material Used) Peralatan Terpasang (Installed Equipment) Sub Jumlah (Sub Total) I.

atau ** Pengadaan Jasa Pemborongan. atau ** Pengadaan barang pesanan yang harus dipabrikasi terlebih dahulu. dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional * Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri .. TKDN Jasa (Services) dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah (Sub Total) A. Penghitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa.. seperti halnya tatacara penghitungan dengan formulir SC-12B. FL-012 C Catatan (Note): * Digunakan pada pengadaan: ** Pengadaan barang berikut jasa perakitan dan/atau pemasangan. seperti halnya tatacara penghitungan dengan formulir SC-12A. TKDN Gabungan digunakan sebagai data dalam tahap pendaftaran. % TKDN Gabungan = (Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri Barang + Komponen Dalam Negeri Jasa) Jumlah Biaya Total ** ** ** ** TKDN Barang (Goods) dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah (Sub Total) A. * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri. dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.I. pemenuhan persyaratan penawaran dan kontrak. Halaman 2 dari 5 .II.

Realisasi biaya pengadaan Komponen Dalam Negeri pada akhir Kontrak Persentase realisasi pencapaian TKDN pada akhir Kontrak Informasi kesesuaian capaian vs komitmen TKDN: lebih tinggi dari target / sesuai target / lebih rendah dari target Halaman 1 dari 1 . mata uang dalam Kontrak adalah US$. Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Nilai total Kontrak. Persentase Komitmen Pencapaian TKDN berdasar Kontrak.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. mata uang dalam Kontrak adalah Rp. Bulan-tahun (mm-yyyy) mulai efektif Kontrak Bulan-tahun (mm-yyyy) berakhir efektif Kontrak Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK). H US$ I KOMITMEN TKDN J CAPAIAN TKDN KETERANGAN NILAI K % L M KETERANGAN: B&C D E G H I J K L M = = = = = = = = = = Nomor & Judul Kontrak-Kontrak yang telah ditutup pada bulan pelaporan. S/D …………………………………. Nilai total Kontrak. TAHUN …………… FORM No. FL-012 D Kontraktor KKS:        LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG / JASA BULAN: ………………………………. : SC 12 D N O A 1 2 3 4 5 6 KONTRAK NOMOR B JUDUL C JANGKA WAKTU MULAI D AKHIR E PENYEDIA BARANG/ JASA F UK / UM / UB G NILAI KONTRAK Rp..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.