PENGANTAR APRESIASI PUISI

Dosen: Indayani, S.S., M.Pd

Disusun Kelompok 1:
Agatha Prida Rinawati Elok Salfina Fitriana Dewi Ni’amur Rohman Selviya Ningsih (125200009) (125200121) (125200031) (125200116) (125200118)

PENGERTIAN APRESIASI
Istilah “Apresiasi” berasal dari bahasa inggris “Apreciaton”. Akan tetapi dalam perkembangannya istilah apresiasi sangat populer dan mengandung pengertian yang sangat luas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “apresiasi” berarti : • Kesadaran terhadap nilai seni atau budaya • Penilaian (penghargaan) terhadap sesuatu Menurut S. Effendi dalam buku Bimbingan Apresiasi Puisi, apresiasi sastra adalah kegiatan menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh hingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra (2004:6).

misalnya kumpulan puisi Abad yang Berlari karya Afrizal Malna. Sastra lisan. Sastra tulis merupakan karya sastra dalam bentuk tertulis. Sastra ini berkembang turun temurun dari mulut ke mulut. semakin hilang dan punah. sastra lisan. wujud sastra ini tidak tertulis dalam bentuk cetakan. Pada umumnya karya satra ini bisa ditemukan dalam buku-buku yang tecetak. Namun sastra lisan dalam perkembangan zaman ini. novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. karena itu variasinya sangat beragam. dan sastra pentas atau pertunjukan. .KEGIATAN APRESIASI SASTRA Dilihat dari wujudnya karya sastra dapat berupa sastra tulis. tetapi berbentuk lisan. dan sebagainya.

LANJUTAN.. .. ketoprak. bahkan sampai pada sinetron dan film. pertunjukan wayang kulit. ludruk. wayang golek. Sastra pentas atau pertunjukan. sastra ini berupa sebuah pementasan atau pertunjukan seperti teater. wayang orang.

jika karya sastra yang digaulinya berupa sastra tulis. menghindari kesalahan pembaca dalam menilai karya sastra yang hanya didasarkan pada senang atau tidak senang terhadap karya yang dibacanya. maka kegiatan yang dilakukan oleh seorang apresiator adalah membaca. Jika sastra yang digaulinya berupa sastra lisan. kegiatan yang wajib dilakukan oleh seorang apresiator adalah menonton. Artinya. Kegiatan langsung ini untuk menghindari apa yang dalam teori disebut dengan affective fallacy. kegiatan yang harus dilakukan oleh seorang apresiator adalah menyimak. Artinya. . Jika sastra yang digaulinya berupa sastra pentas.KEGIATAN LANGSUNG Kegiatan Langsung berarti apabila seorang apresiator secara langsung terlibat menggauli karya sastra secara langsung.

karena kegiatan ini dapat membantu apabila dalam menggauli karya sastra menemukan kesulitan dalam upaya pemahamannya. Kegiatan ini berupa (1) mempelajari teori sastra. (4) mempelajari kritik sastra.KEGIATAN TIDAK LANGSUNG Kegiatan tidak langsung merupakan kegiatan yang tidak serta merta menggauli karya sastra yang diapresiasi. Tetapi. bukan berarti kegiatan ini boleh diabaikan begitu saja. meskipun kegiatan tidak langsung ini sebagai pendukung kegiatan utama. (3) mempelajari esai sastra. (2) mempelajari sejarah sastra. . Kegiatan tidak langsung ini bersifat pendukung terhadap kegiatan langsung.

KEGIATAN MENDOKUMENTASIKAN SASTRA Kegiatan mendokumentasikan karya sastra ini meliputi (1) kegiatan mengumpulkan buku-buku sastra baik teori. (2) kegiatan mengumpulkan bahan sastra berupa kliping sastra dari koran maupun majalah. ketekunan dan . sejarah. Kegiatan ini membutuhkan kejelian dari seorang dokumenter. maupun kritik sastra. esai.

seorang seniman adalah orang yang aneh. melakukan tindakan sekehendak hatinya. sering seharian tak mandi. memakai topi. Mereka cenderung sulit diatur. dan ganjil dalam kehidupannya. Pendek kata mereka menjadi manusia yang berbeda dengan kebanyakan orang. terbiasa memanjangkan rambutnya. memakai baju yang kumal dan lusuh.BEKAL AWAL SEORANG APRESIATOR Bekal awal seorang apresiator. Kepekaan Emosi Menurut pandangan orang awam. misalnya. . Maka dari itu. seorang seniman sering berpenampilan nyentrik. Mereka menganalisi dirinya sebagai manusia yang bebas dan merdeka. unik. menurut Aminuddin mencakup: 1.

Pengalaman tidak langsung dapat diperoleh dari membaca buku-buku. menyimak berita. 2.. Pengalaman Hidup Seorang apresiator dituntut memiliki pengalaman hidup yang kompleks. . cerita dari orang lain. menonton televisi dan sebagainya. karena pada hakikatnya karya satra terlahir dari kehidupan itu sendiri.LANJUTAN. Pengalaman hidup.. mengandung pengertian bisa pengalaman langsung yang dialami sendiri bisa juga pengalaman tidak langsung. majalah. koran.

4. keamanan.. Bahasa menjadi syarat awal apresiator.LANJUTAN. . 3. Pemahaman terhadap unsur intrinsik karya sastra. 5. dan lain sebagainya merupakan aspek ekstrinsik dalam karya sastra yang juga harus dimiliki oleh seorang apresiator. karena bahasa merupakan media ekspresi pengarang dalam mewujudkan karya satranya. ekonomi. Aspek-aspek semacam: politik. budaya. Yaitu pemahaman terhadap cipta sastra yang akan berhubungan dengan telaah teori sastra. seni. seorang apresiator harus berkemampuan dalam bidang kebahasaan. Pemahaman terhadap unsur ekstrinsik karya sastra. Oleh karena itu secara otomati jika igin memahami karya sastra. Faktor ekstrinsikalitas hakikatnya adalah faktor diluar karya sastra.. agama. Kemampuan di Bidang Kebahasaan. pendidikan.

. b. Problem Pembelajaran Puisi Di antara Kendala atau problem pembelajaran puisi adalah: a. merumuskan kembali. Guru bahasa Indonesia sering memperhatikan kata kerja. mendefinisikan.APRESIASI DAN PROBLEMATIKANYA 1. Hal ini sering membuat bingung. Terjebaknya guru pada rumusan-rumusan pengertian karya puisi yang sering tidak relevan denga kepentingan pembelajaran puisi. dan menjelaskan pengertian dan lain-lain yang mengacu pada rekognisi yang bersifat hafalan. Keterjebakan guru ke dalam pola mengajar melalui ceramah.

Ungkapan seperti. c. Buku begituan itu isinya kan hanya khayalan para pelamun..” Guru yang baik.LANJUTAN. d. tentunya harus mampu mematahkan hal negatif demikian. “Membaca puisi? Kurang kerjaan dan membuang-buang waktu saja. Munculnya kognifikasi pembelajaran puisi melalui ujian nasional dan ujian lainnya yang kurang mengakomodasi afeksi dan pergulatan batin siswa. sikap masyarakat terhadap kegiatan membaca (apresiasi) karya puisi yang rendah.. .

Fenomena puisi media massa memasukkan hampir dua dekade telah membantu mengokohkan isme realis dan rilis dalam dunia puisi di tanah air. klaim-klaim berseliweran.. Kubu-kubu dunia puisi bermunculan.. muncullah pertanyaan mendasar mengenai bagaimana apresiasi puisi bisa menukik pada otentisitas. Ketika perkembangan pemahaman mengenai “puisi” ditentukan oleh media komunikasi apa yang paling mempengaruhi proses-proses pengetahuan manusia. Ketika era reproduksi dan penyebaran estetika puisi terlalu dikemas oleh kecanggihan teknologi.LANJUTAN. Problem Apresiasi Ketika puisi dalam konteks mutakhir tidak dipisahkan dengan kekuatan modal dan sistem pasar maka banyak kepentingan yang melingkari proses pemahaman atas puisi. kejatidirian karya puisi beserta prosesnya hingga orang tidak berhenti menaruh karya puisi pada kemasannya? Apa yang terjadi? . 2.

apresiasi puisi dilakukan lewat titian sejarah arus-arus estetika yang tiap gelombang arusnya berusaha mengkristalkan apa itu keindahan dan apa itu estetis. . Pertama. Jembatan komunikasi yang tertutup antara rumah tembok tebal puisinya sastrawan dan puisinya pembaca hanya akan terbuka bila dikurangi penutupan dengan klaim-klaim yang tidak mendidik seperti “proses kreatif puisi adalah proses yang tidak bisa diceritakan” dan “apresiasi itu tugas pembaca bukan pengarang”..LANJUTAN.. Tawaran apresiasi selanjutnya adalah forum dialog puisi yang menuntut dijebolnya sekat-sekat tembok tebal masing-masing rumah permenungan sastrawan dan rumah kita sebagai penikmat puisi. Tanpa menjebol sekat-sekat tertutup lantaran tak ada dialog. yang ada hanyalah merasa paling indah dan paling benar sendiri baik sebagai sastrawan maupun sebagai pembaca.

seperti halnya lukisan yang menggunakan garis dan warna dalam menggambarkan gagasan pelukisnya. Secara etimologis. Pengertian Puisi • Puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang paling banyak diminati.JENIS-JENIS PUISI 1. karena dengan memahami puisi berarti telah menciptakan sebuah dunia. . puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti “membuat” atau poeisis yang berarti “pembuatan”. Puisi berarti pembuatan. • Dalam bahasa Inggris disebut dengan poem atau poetry. • Menurut Hudson. puisi adalah salah satu cabang sastra yang menggunakan kata-kata sebagai medium penyampaian untuk membuahkan ilusi dan imajinasi.

LANJUTAN. • Hakikat puisi. menurut Herman J... Waluyo (1991:25). adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya. .

• Diksi bersifat kias. . • Bersajak a-a-a-a. • Berisi nasihat atau cerita.CIRI-CIRI PUISI Adapun ciri-ciri dari puisi adalah sebagai berikut: • Berbentuk bait. • Penggunaan majas sangat dominan. • Padat dan indah. • Diksi yang digunakan untuk mempertimbangkan adanya rima dan persajakan.

Puisi Didaktik: Puisi ini merupakan puisi yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan yang dapat diambil oleh pembaca 6. Puisi Fabel: Puisi yang berisi tentang cerita kehidupan binatang. Puisi Satirik: Puisi ini merupakan puisi yang mengandung sindiran atau kritik tentang kepincangan yang terjadi. Puisi deskriptif: Puisi ini merupakan puisi yang menekankan pada impresi penyair. maka ragam puisi itu dapat dikemukakan sebagai berikut. 5. 3. 10. Puisi Lirik: Puisi ini berisi tentang luapan batin penyair. 9. 7. 1. Jika dilihat dari bentuk maupun isinya. Puisi Romance: Jenis puisi yang merupakan luapan batin penyair (seseorang) terhadap sang pujaan.JENIS-JENIS PUISI Ragam puisi itu bermacam-macam. Puisi Dramatik: Puisi ini merupakan penggambaran dari perilaku seseorang. 8. Puisi Epik (epos): Puisi ini merupakan puisi yang di dalamnya bercerita tentang kepahlawanan. 2. 4. Puisi Naratif (Balada): Puisi ini merupakan puisi yang berisi tentang cerita. . kekasih. Puisi Elegi : merupakan puisi yang berisi tentang ratapan dan kepedihan penyair.

Puisi Objektif: Puisi ini biasanya mengungkapkan hal-hal di luar diri sang penyair. 13. Puisi Metafisikal: Ragam puisi ini hakikatnya merupakan puisi yang bersifat filosofis. 20.. Puisi Subjektif: Jenis puisi ini sesungguhnya merupakan puisi personal. 11. Puisi Diafan: Puisi ini seringkali juga disebut dengan puisi polos. 17. dan pengimajian. 16. verifikasi. Puisi Konkret: Puisi ini merupakan puisi yang mengandalkan visualisasi konkret. Puisi Fisikal: Ragam puisi ini merupakan puisi yang bersifat realistis. 15. Puisi Hukla (Auditorium): Jenis puisi ini merupakan jenis puisi yang menarik untuk dipanggungkan. Puisi Platonik: Puisi ini merupakan puisi yang sepenuhnya berisi tentang hal-hal yang bersifat spiritual atau kejiwaan. diksi. 18.LANJUTAN. 19. . 14. Puisi Prismatis: Puisi prismatis biasanya mampu menyelaraskan kemampuan menciptakan majas. Puisi Kamar: Puisi ini biasanya merupakan puisi yang hanya menarik 12.. ketika dibaca sendiri dalam kamar.

Puisi Parnasian: Puisi-puisi demikian biasanya banyak mengandung nilai keilmuan. 27. Biasanya. Puisi Gelap: puisi gelap biasanya memang sulit untuk ditafsirkan maknanya. 24. dan abstrak. Puisi Passion (Inspiratif): Puisi ini ditulis penyair biasanya berdasarkan mooding tertentu. absurd. jenis puisi ini relatif sulit untuk dipahami.. 26.. 21. 22. 23. 25.LANJUTAN. Puisi Kognitif: Puisi ini merupakan jenis puisi lirik yang menekankan isi gagasan penyairnya. . Puisi Pamflet: Jenis puisi ini biasanya banyak digunakan untuk kepentingan demonstrasi. Puisi Kontemporer: Jenis puisi ini biasanya disebut juga dengan puisi mbeling. Puisi Afektif: Puisi ini merupakan puisi lirik yang menekankan akan pentingnya mempengaruhi perasaan pembacanya.

32. Epigram: Epigram ini termasuk puisi lirik yang berisi ajaran kehidupan sifatnya mengajak dan menggurui. Parodi: merupakan puisi lirik yang berisi ejekan (mirip dengan satire) tetapi ditujukan kepada karya seni. Puisi Humor: Puisi ini adalah puisi yang mencari efek humor. 30. Puisi Ekspresif: Jenis puisi ini merupakan puisi lirik yang menonjolkan ekspresi pribadi penyairnya. 33. Pastoral: Puisi pastoral ini merupakan puisi lirik yang berisi penggambaran kehidupan kaum gembala atau petani di sawah-sawah. .. bentuknya pendek dan bergaya ironis.. 35. dan padang-padang. 28. perbukitan. Ode: Puisi yang berisi pujian terhadap seorang pahlawan atau seorang tokoh yang dikagumi penyair. Idyl: Puisi lirik yang berisi tentang nyanyian tentang kehidupan dipedesaan. 34. 31. 29. Hymne: Puisi lirik yang berisi tentang pujian Tuhan atau kepada tanah air.LANJUTAN.

Jenis unsur Instrinsik : • Tema (inti permasalahan) • Tipografi (bentuk ukiran puisi) • Amanat (pesan pengarang yang disampaikan kepada pembaca) • Perasaan (sedih.UNSUR INTRINSIK PUISI Unsur Instrinsik adalah unsur yang membangun dari dalam karya sastra. senang) • Akulirik (tokoh yang berbicara dalam puisi) • Rima (nada atau bunyi dalam bacaan puisi) • Citraan (indera seperti penglihatan. penciuman) • Enjabemen (perlompatan baris) • Gaya Bahasa (menggunakan bahasa sehari-hari atau majas) • Sikap (memotivasi) .

TERIMA KASIH !!!!! .