KASUS PENYAKIT GASTROINTESTINAL

Hari pertama, Nyonya GE, 86 tahun mengeluh mengalami kecapekan, lemah, ketidaknyamanan epigastrik dan mual selama seminggu belakangan. Nyonya GE mengalami milena dan muntah darah pagi hari ini. Riwayat penyakit yang lalu adalah: osteoartritis, gout, hipertensi. Nyonya GE tidak mempunyai riwayat alergi dan riwayat penggunaan obat adalah: Propranolol 40 mg 3 kali sehari, Arthrotec (diclofenac 50 mg + misoprostol 200 microgram) tablets 2 kali sehari, Indometacin 25 mg kali sehari, Allopurinol 100 mg sehari, Ramipril 10 mg sehari danSimvastatin 40 pada malam hari. Hasil hematologi dan biokimia adalah :            Hb 8.3 g/dL (11–13) PCV 0.275 (0.360–0.470) Platelet 264 × 109/L (150–400) Hct 0.31 (0.36–0.46) CRP 45 mg/L (0–4) INR 1.01 Na 141 mmol/L (135–145) K 4.0 mmol/L (3.5–5) Kreatinin 105 micromol/L(45–84) Urea 20.3 mmol/L (1.7–8.3) Tekanan darah: 115/59 mmHgA

Diagnosis: Pendarahan pada gastrointestinal bagian atas Pertanyaan : 1. Seberapa serius pendarahannya? 2. Terapi apa yang secepatnya harus diberikan? 3. Bagaimana anda mengatasi simtom pasien? 4. Apa yang anda rekomendasikan sehubungan dengan terapi obat yang pernah diterima nyonya GE? 5. Bagaimana mekanisme NSAID dapat menginduksi tukak? 6. Bagaimana efektifitas misoprostol dalam mencegah tukak peptik? 7. Obat penghambat asam mana yang anda rekomendasikan (dosis dan rutenya)? Berikan evidence base yang mendukung rekomendasi anda, dan alternatif apa yang bisa digunakan berikutnya?

Apa yang anda rekomendasikan untuk mengatasi infeksi akibat Helicobacter pylori? 10. Terapi obat apa yang kemudian anda rekomendasikan untuk mengatasi gout dan osteoartritis yang dialami oleh nyonya GE? . Adakah hubungan antara infeksi akibat Helicobacter pylori dengan NSAID yang menginduksi kerusakan mukosa? 9.8.