You are on page 1of 21

247

PERAN KOMUNIKASI DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR


Siti Amanah1 ABSTRACT
Status and condition of coastal community relate to several factors included ecological characteristics, socio ecconomic and cultural characteristics, natural and geographical characteristics, government policy, local wisdom and knowledge, and their cosmopolites. Up to now, the coastal community especially small fishery communities still face the problems of lack of information, limited access of asset and capital, and dependency to the external assistances. This situation was also found at the north Bali, whereas most of the fishery communities ran their businesses traditionally. Effective development communication strategy and program would help the community to be more aware of coastal resources management. The study was conducted at the erokgak and Buleleng !istrict, "orth Bali. # number of $%& respondents involved in the research and $' informal leaders contributed information about various program in the region. (esearch results showed that development communication was urged to be able to provide more facilitation in terms of empowering the fishery group, capacity improvement of the group in coastal resources management) enlarging people choices, implementing participatory approaches, and strengthening network to support the community in managing the business. Key words: coastal community, development communication, empowerment

PENDAHULUAN Latar Belakang Masyarakat pesisir memiliki kehidupan yang khas, dihadapkan langsung pada kondisi ekosistem yang keras, dan sumber kehidupan yang bergantung pada pemanfaatan sumber daya pesisir dan laut selan!utnya disingkat S"#$% Masyarakat pesisir terutama nelayan ke&il, masih terbelit oleh persoalan kemiskinan dan keterbelakangan% 'erdapat persoalan tertentu terkait dengan aspek ekologis, sosial, dan ekonomi, sehingga masyarakat pesisir masih tertinggal (anson 1)*4$% +endahnya taraf hidup masyarakat pesisir dan akses yang terbatas akan aset dan sumber,sumber pembiayaan bagi nelayan ke&il merupakan persoalan utama yang di!umpai di kawasan pesisir% -elayanpun sangat rentan terhadap tekanan pemilik modal% Kegiatan pembangunan di kawasan pesisir tidak terlepas dari daya dukung lingkungan, keberlangsungan sumber daya alam dan dilakukan se&ara terpadu oleh berbagai pihak terkait dengan menekankan peningkatan kese!ahteraan masyarakat setempat% Ketersediaan sumber daya alam di daratan seperti hutan, bahan tambang, dan mineral serta lahan pertanian produktif semakin menipis sedangkan kebutuhan penduduk terus bertambah se!alan dengan !umlah penduduk .ndonesia yang terus meningkat dan diprediksikan akan men&apai 2/7 !uta !iwa pada tahun 2011% Kebutuhan penduduk
1

"osen "epartemen Sains Komunikasi dan #engembangan Masyarakat 2akultas 3kologi Manusia4 .nstitut #ertanian 5ogor

24*

tersebut tidak akan mampu dipenuhi seluruhnya oleh sumber daya alam di daratan "ahuri 2000$ mengingat luas daratan .ndonesia hanya sepertiga dari luas .ndonesia keseluruhan, yaitu 1%)2/%667 km 2% Sektor perikanan dan kelautan sangat potensial untuk dikembangkan, mengingat .ndonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17%10/ buah pulau, dengan garis pantai sepan!ang *1%000 km, dan luas laut sekitar 6,1 !uta km 2% Selain itu, .ndonesia !uga memiliki hak pengelolaan sumber daya alam hayati dan nonhayati di perairan 7ona 3konomi 3ksklusif .ndonesia 733.$, yaitu perairan yang berada 12 hingga 200 mil dari garis pantai titik,titik terluar kepulauan .ndonesia, yang luasnya 2%7 !uta km 2 berdasarkan United *onvention on the +aw of the Seas% Kegiatan sektor perikanan dan kelautan, memiliki dua bidang usaha Amanah dan 8ulianto 2002$ yaitu perikanan darat dan perikanan tangkap% (asil penelitian tentang pendekatan penyuluhan pada masyarakat pesisir Amanah et al.% 2004$ memperlihatkan bahwa setiap komunitas memiliki keunikan dan berbeda dalam hal nilai, orientasi, dan kebutuhan pengembangan diri, kelompok, komunitas, serta daya dukung lingkungan fisik% "alam hal ini komunikasi pembangunan dapat men!adi wahana transformasi situasi masyarakat dari sekarang ke kondisi yang lebih baik% Kabupaten 5uleleng memiliki pan!ang pantai sekitar 144 km dan ada enam dari sembilan ke&amatannya yang berbatasan langsung dengan pantai utara% Ke&amatan 5uleleng dan 9rokgak sangat berprospek untuk berkembang men!adi kawasan perikanan dan wisata bahari% Sampai saat ini masyarakat pesisir di kedua ke&amatan tersebut bergantung pada pemanfaatan sumber daya pesisir dan laut, baik untuk usaha perikanan, maupun untuk usaha !asa wisata% #ermasalahan yang dihadapi saat ini adalah bahwa proses,proses komunikasi pembangunan belum berlangsung simultan, dan nelayan masih dihadapkan pada persoalan klasik seperti hasil tangkapan yang ber:ariasi, keterbatasan akses pada sumber,sumber permodalan, pasar, dan program penyuluhan yang belum ber!alan sesuai harapan% 'elaahan tentang permasalahan yang dihadapi nelayan, penyebab masalah, alternatif penyelesaian masalah, diperlukan untuk mendesain ran&angan strategi komunikasi pembangunan yang rele:an% 'anpa strategi komunikasi pembangunan yang !itu, masyarakat pesisir akan makin tertinggal% 'erdapat beberapa program andalan pemerintah dalam konteks komunikasi pembangunan, namun belum memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir% ;leh karenanya, penya!ian pada makalah ini berfokus pada kondisi masyarakat pesisir dan peran komunikasi pembangunan dalam pemberdayaan komunitas, kasus Kabupaten 5uleleng% Tujuan 'u!uan makalah ini adalah 1$ mendeskripsikan kondisi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat pesisir, khususnya komunitas

24)

nelayan< dan 2$ menganalisis peran dan strategi alternatif komunikasi pembangunan dalam pemberdayaan masyarakat pesisir% Kegunaan 5agi pengambil kebi!akan di bidang pengembangan masyarakat pesisir, diharapkan makalah ini dapat berkontribusi sebagai referensi dalam mengembangkan masyarakat pesisir melalui pendekatan dan strategi komunikasi yang efektif% PERUMUSAN MASALAH Masalah merupakan faktor yang dapat menyebabkan tidak ter&apainya tu!uan% "alam konteks masyarakat pesisir di lokasi ka!ian, ada kesen!angan antara kondisi saat ini dan kondisi ideal yang diharapkan 9ambar 1$% Se&ara konseptual, komunikasi pembangunan berperan men!embatani kondisi saat ini menu!u kondisi yang diharapkan terrwu!ud di tingkat komunitas pesisir%
Kond ! !aat n Kapasitas pengelolaan potensi sumberdaya pesisir dan laut terbatas #endayagunaan media komunikasi tradisional masih belum optimal #engelolaan kelompok nelayan belum optimal #emberdayaan wanita nelayan pengolah hasil perikanan tangkap belum efektif =e!aring terbatas ker!asama masih Kond ! "ang D #ara$kan #engelolaan potensi sumber daya pesisir dan laut oleh komunitas beker!a sama dengan pemerintah dan swasta >o,management$ Masyarakat dapat mendayagunakan media rakyat dalam program pengelolaan Mana!emen pengelolaan kelompok yang menga&u pada pedoman tata perilaku Kelompok wanita nelayan pengolah hasil perikanan tangkap yang sesuai standar prosedur yang ditetapkan lembaga yang berwenang =e!aring ker!a sama luas dan saling memperkuat

9ambar 1

Kesen!angan kondisi yang dihadapi masyarakat

pesisir Kondisi nelayan di Kabupaten 5uleleng di&irikan oleh tipologi nelayan ke&il, dan armada penangkapan ikan oleh mayoritas nelayan di Ke&amatan 5uleleng dan 9rokgak adalah perahu bermotor tempel% -elayan di Ke&amatan 5uleleng lebih banyak menggunakan pan&ing ulur dan tonda untuk menangkap ikan, sedangkan seser dan pan&ing ulur lebih banyak digunakan oleh nelayan di Ke&amatan 9rokgak% =enis

210

ikan hasil tangkapan umumnya berupa tongkol, teri, walang dan tuna% Sampai saat ini, masyarakat pesisir setempat masih belum terlepas dari persoalan klasik yang dihadapi nelayan ke&il yakni keterbatasan aset, akses, dan peluang untuk meningkatkan produkti:itas dan daya saing% ?paya peningkatan kualitas hidup nelayan ke&il sulit terwu!ud tanpa adanya perubahan sikap, pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia% Menghadapi permasalahan tersebut, komunikasi pembangunan diperlukan peran utamanya sebagai sebuah proses yang dialogis dalam penyampaian ide, informasi dan ino:asi, oleh pihak,pihak terkait guna menun!ang ter!adinya proses perubahan sosial ke arah yang lebih baik daripada sebelumnya% #erubahan tersebut dampaknya dapat dilihat pada tingkat indi:idu, keluarga, kelompok, organisasi, komunitas dan masyarakat yang lebih luas% #roses,proses komunikasi pembangunan akan memiliki dampak luas apabila dilaksanakan se&ara sistemik dan berkelan!utan% KONSEPSI DAN HASIL PENELITIAN TERDAHULU TENTAN% KOMUNIKASI PEMBAN%UNAN DAN PEMBERDAYAAN Ko&un ka! Pe&'angunan -asution 2004$ mengutip pernyataan (edebro tentang tiga aspek komunikasi dan pembangunan yang berkaitan dengan tingkat analisisnya% Ketiga aspek tersebut meliputi hal berikut: i$ #endekatan yang berfokus pada pembangunan suatu bangsa, dan peran media massa menyumbang upaya tersebut% "i sini, politik dan fungsi,fungsi media massa dalam pengertian yang umum merupakan ob!ek studi, sekaligus masalah,masalah struktur organisasional dan pemilikan, serta kontrol terhadap media% ?ntuk studi !enis ini, digunakan istilah kebi!akan komunikasi dan merupakan pendekatan yang paling luas dan bersifat umum< ii$ #endekatan untuk memahami peranan media massa dalam pembangunan nasional, namun lebih !auh spesifik% #ersoalan utama dalam studi ini adalah penggunaan media agar dapat dipakai se&ara efisien, untuk menga!arkan pengetahuan tertentu bagi masyarakat suatu bangsa< dan iii$ #endekatan yang berorientasi kepada perubahan yang ter!adi pada suatu komunitas lokal atau desa% Studi !enis ini mendalami bagaimana akti:itas komunikasi dapat dipakai untuk mempromosikan penerimaan yang luas akan ide,ide dan produk baru% (asil penelitian Kifli 2007$ tentang strategi komunikasi pembangunan pada komunitas dayak di Kalimantan 5arat menemukan bahwa berbagai bentuk materi komunikasi yang selama ini tersedia, ternyata belum dapat dipahami atau diakses dengan optimal oleh orang "ayak% Materi komunikasi dari luar baik berupa materi ter&etak maupun elektronik, seperti brosur, leaflet, ma!alah atau program radio dan tele:isi, tidak dapat diakses% Kendala dari sisi fisik disebabkan karena keterisoliran geografis, sedangkan kendala sisi bahasa menyebabkan mereka tidak dapat memahami isi &ontent$ yang

211

terkandung di dalamnya% Konsep dan strategi pembangunan yang &enderung seragam, belum mampu men!angkau komunitas "ayak se&ara memadai% 5erbagai asumsi dan prasyarat penerima re&ei:er$ dari kebi!akan strategi komunikasi tersebut tidak mampu dipenuhi oleh sebagian masyarakat, termasuk oleh masyarakat "ayak% #enelitian Amanah 2007$ tentang pengembangan masyarakat pesisir mengungkap pula bahwa terdapat korelasi positif yang nyata antara kompetensi komunikasi yang dimiliki oleh penyuluh terhadap perilaku masyarakat pesisir dalam mengelola sumber daya pesisir yang dimiliki% Selain faktor keterisoliran dan kompetensi komunikasi, strategi komunikasi pun berpengaruh terhadap efektifitas komunikasi% (arris 5essete @ +a!asunderam 1))/$ menyatakan bahwa pendekatan komunikasi pembangunan partisipatif perlu dikembangkan untuk mengembangkan masyarakat di tingkat bawah melalui pendekatan pendidikan non formal% 'erkait dengan pendekatan pembangunan yang diterapkan di .ndonesia, Aaskita 2001$ men&ermati bahwa pembangunan sampai saat ini masih terlalu berfokus pada hal,hal fisik dan terukur% (al ini pada gilirannya, berkontribusi terhadap model komunikasi yang dianut &enderung menun!ukkan pola interaksi yang terbatas dan berkaitan dengan kekuasaan dan pelayanan% Alternatif model komunikasi yang diusulkan adalah komunikasi dialogis antar orang yang terlibat dalam proses pembangunan% Pe&'erda"aan #emberdayaan memiliki berbagai interpretasi, pemberdayaan dapat dilihat sebagai suatu proses dan program% #ayne 1))7$ mengemukakan bahwa pemberdayaan empowerment$ pada hakekatnya bertu!uan untuk membantu klien mendapatkan kekuatan daya$ untuk mengambil keputusan dan tindakan yang akan dilakukan dan berhubungan dengan diri klien tersebut, termasuk mengurangi kendala pribadi dan sosial dalam melakukan tindakan% #emberdayaan dilakukan dengan !alan meningkatkan kapasitas, pengembangan rasa per&aya diri untuk menggunakan kekuatan dan mentransfer kekuatan dari lingkungannya% Sebagai suatu proses, pemberdayaan adalah usaha yang ter!adi terus menerus sepan!ang hidup manusia% 5owling dan 5arbara 2002$ mengemukakan bahwa program penyuluhan dapat membentuk perubahan perilaku melalui prinsip berbagi pengetahuan, dan pengalaman dengan masyarakat% 5ersama4sama masyarakat, dapat dilakukan berbagai kegiatan yang mengarah pada pembentukan perilaku masyarakat% #emberdayaan sebagai sebuah program mempunyai makna bahwa pemberdayaan merupakan tahapan4tahapan kegiatan untuk men&apai suatu tu!uan dalam kurun waktu tertentu% "alam konteks ini, pelaksanaan program pemberdayaan dibatasi waktu, sehingga tampak sebagai kegiatan keproyekan% Kondisi seperti ini tentu tidak menguntungkan bagi pelaksana program maupun komunitas target, karena sering ter!adi

212

kegiatan terputus di tengah !alan dan kurangnya koordinasi antar lembaga yang terlibat dalam program% #emberdayaan masyarakat pesisir men&akup dua dimensi yaitu budaya dan struktur sosial Satria 2002$% Selain itu, pemberdayaan dalam komunitas nelayan akan lebih berhasil !ika menerapkan prinsip ke!elasan tu!uan, prinsip dihargainya pengetahuan dan penguatan nilai lokal, prinsip keberlan!utan, prinsip ketepatan kelompok sasaran atau tidak bias pada nelayan pada strata maupun golongan tertentu, dan prinsip kesetaraan gender, artinya baik pria maupun wanita memiliki se&ara aktif diakui hak4haknya dalam masyarakat, memiliki status dan peran sesuai budaya setempat dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan dalam keluarga dan masyarakat% (asil penelitian Mubyarto dan "o:e 1)*4$ menyimpulkan bahwa modernisasi perikanan melalui introduksi kapal,kapal motor telah menimbulkan !urang yang bertambah lebar antara mereka yang mampu dan yang tidak mampu memanfaatkan teknologi tersebut, bahkan introduksi budidaya tambak udang yang padat modal hanya berpihak pada kelompok kaya atau dengan perkataan lain pembangunan berakibat pada menguatnya mar!inalisasi kelompok miskin% "ampak positif maupun negatif dari modernisasi perikanan, khususnya bagi masyarakat nelayan, petani petambak, maupun kelompok masyarakat pesisir yang lain pengolah hasil laut, pemberi !asa wisata bahari dan lain,lain$ perlu diantisipasi, yaitu melalui penerapan paradigma pembangunan yang lebih menekankan pada aspek manusianya% .mplikasinya adalah pembangunan akan berkelan!utan sustainability$, karena program,program pembangunan men&iptakan manusia,manusia yang berdaya dan mandiri% Soedi!anto 1))7$ menyatakan bahwa pembangunan yang hanya menekankan pada produkti:itas, !ustru hanya menimbulkan ketergantungan petani pada pemerintah% 5erkaitan dengan permasalahan di atas, peran komunikasi pembangunan sangat dibutuhkan dalam membantu masyarakat pesisir, khususnya nelayan dalam menghadapi modernisasi% Seperti telah dikemukakan oleh :an "en 5an 1)))$ bahwa peranan berbagai program penyuluhan sebagai implementasi komunikasi pembangunan adalah dengan membantu petani untuk mengambil keputusan sendiri dengan &ara menambah pilihan bagi mereka, dan dengan &ara menolong mereka mengembangkan wawasan mengenai konsekuensi dari masing,masing pilihan tersebut% ?paya pemberdayaan nelayan ke&il menurut Satria 2001$ perlu memahami struktur sosial masyarakat nelayan, tidak hanya melihat aspek ekonomi atau teknologi sa!a, melainkan !uga aspek sosial,budaya perlu diperhatikan, sehingga program tidak lagi hanya bersifat Bingin &epat selesai%C METODE PENELITIAN #enelitian dilaksanakan di dua wilayah pesisir Kabupaten 5uleleng yakni di Ke&amatan 9rokgak dengan !arak lebih kurang 11 km sebelah barat ibu kota kabupaten, dan di Ke&amatan 5uleleng yang

216

letaknya lebih kurang delapan kilometer dari ibu kota kabupaten% #enelitian dilaksanakan mulai tahun 2004,200/% +esponden penelitian adalah pelaku utama dalam usaha penangkapan, pengolahan, pembudidaya dan pemasar% 'er&atat lebih kurang /)2 rumah tangga perikanan +'#$ melaksanakan usaha di dua wilayah tersebut dan 11) +'# dipilih sebagai responden se&ara a&ak< namun untuk keperluan analisis statistik dipilih responden yang memiliki akti:itas serupa untuk mewakili populasi yaitu 12* +'#% 'abel 1 +esponden penelitian di Ke&amatan 9rokgak dan #emuteran, 200/
o 1 Ke&amatan dan Kegiatan ?saha 9erokg ak -elayan ikan konsumsi #engolah #engolah dan pemasar #embudidaya =umlah -elayan ikan konsumsi #engolah dan pemasar =umlah +umah 'angga #erikanan +'#$ 24/D$ /0 20 21 641 24*D$ 10) 611 +esponden +umah tangga$ 44 21 11 10 */ 4) 24 76 +epresentasi +umah tangga$ 44 , 11 , 11 4) 24 76

5ulelen g

D$ Armada motor tempel "ata primer yang diperoleh dari responden meliputi: 1$ keragaan sosial ekonomi responden penelitian< 2$ informasi tentang S"# terutama masalah penurunan kualitas S"# meliputi !enis ikan hasil tangkapan, kualitas terumbu karang, dan kondisi pantai< 6$ program pemberdayaan dan atau inter:ensi yang pernah berlangsung, hasil yang di&apai dan kontinuitas program< 4$ kompetensi komunikasi penyuluhEfasilitator program pemberdayaan< 1$ kualitas sarana dan prasarana pendukung kegiatan perikanan% Selain dari responden, data diperoleh pula dari sumber sekunder yakni "inas Kelautan dan #erikanan, Kantor Ke&amatan, 5adan #usat Statistik, literatur dan media% #anduan metode wawan&ara semi terstruktur, pengamatan dan diskusi dilaksanakan untuk memperoleh data dan informasi selama penelitian% "ata dianalisis se&ara deskriptif dengan menerapkan konsep >he&kland 1)*1$ tentang soft system methodology SSM$% "i dalam SSM dikemukakan bahwa untuk mendinamiskan akti:itas manusia sebagai sebuah sistem, perlu adanya desain konsep tentang >A'A;3% >A'A;3 merupakan singkatan dari *ustomers >$, #ctors A$, Transformation '$, ,elstanchaung A$, -wner ;$ dan Environment 3$% Konsep >A'A;3 digunakan untuk menganalisis peran para pihak dalam pengembangan

214

strategi komunikasi pembangunan dalam pemberdayaan masyarakat pesisir% HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ( la"a# dan %a&'aran Ma!"arakat Pe! ! r d Loka! Penel t an Kabupaten 5uleleng merupakan salah satu kabupaten di #ro:insi 5ali yang terletak di 5agian ?tara dengan luas wilayah 1%6// km 2 dan pernah men!adi ibukota pro:insi pas&a kemerdekaan +epublik .ndonesia hingga tahun 1)/0,an% 5atas,batas wilayah Kabupaten 5uleleng adalah di utara berbatasan dengan Faut =awa, di barat berbatasan dengan Kabupaten =embrana, di selatan berbatasan dengan Kabupaten 'abanan, 5adung dan 5angli, serta di 'imur berbatasan dengan Kabupaten Karang Asem% =umlah penduduk berdasarkan hasil registrasi pada tahun 2007 ber!umlah sebanyak /46%274 !iwa, dari !umlah 1/7%7*0 kepala keluarga% "ari !umlah tersebut terdiri dari penduduk perempuan sebanyak 620%*6) !iwa atau 4),** persen dan penduduk laki,laki sebanyak 622%461 !iwa atau 10,12 persen dari kondisi tersebut ter&ermin penduduk laki,laki relatif dominan !ika dibandingkan dengan penduduk perempuan% #enyerapan tenaga ker!a per lapangan usaha di Kabupaten 5uleleng pada tahun 2001,200/ 'abel 2$ memperlihatkan bahwa sektor pertanian dalam arti luas menyerap paling banyak tenaga ker!a dibanding sektor lain% .ni berarti, kebi!akan pemerintah harus mampu memakukan pembangunan pertanian dalam arti luas yang men!adi tumpuan hidup sebagian besar penduduk Kabupaten 5uleleng% Se&ara umum, sebagaimana disa!ikan pada 'abel 6, mayoritas responden berusia produktif, mayoritas berpendidikan formal SM# tidak tamat, dengan pengalaman usaha terbanyak antara 12 sampai dengan 20 tahun, pendapatan dari usaha perikanan ber:ariasi mulai +p 420 ribu sampai lebih dari +p 1 !uta per bulan% 'anggungan keluarga umumnya tiga sampai empat orang% #engelolaan pesisir Kabupaten 5uleleng dibagi ke dalam tiga wilayah pengembangan yaitu 1$ 5uleleng 5arat dengan usaha utama adalah penangkapan ikan di laut, budi daya laut, dan pembenihan, 2$ 5uleleng 'engah untuk usaha penangkapan ikan, dan pengolahan hasil perikanan, dan 6$ 5uleleng 'imur untuk penangkapan ikan hias, ikan konsumsi, dan pengolahan "inas Kelautan @ #erikanan 2006$% 9una mengantisipasi hal tersebut, strategi komunikasi pembangunan perikanan dan kelautan harus berfokus pada peningkatan kemampuan nelayan dalam pengelolaan teknologi penangkapan, penguatan kapasitas permodalan, kemampuan pengelolaan keuangan dan yang paling urgen adalah perubahan sikap dan perilaku yang positif memanfaatkan kekayaan bahari% 'abel 2 #enyerapan tenaga ker!a per lapangan Kabupaten 5uleleng dari tahun 2001,200/
-o% Fapangan ?saha 2001 200/

usaha

di

211

#enduduk yang beker!a ;rang$ 1 2 6 4 1 / 7 * ) 10 #ertanian dalam arti luas 141%*6) #ertambangan dan #enggalian 6%)10 .ndustri 10%066 Fistrik, 9as @ Air Minum 1%410 5angunan 1)%61) #erdagangan 72%2*1 Angkutan @ Komunikasi 14%1/1 KeuanganE#ersewaan 2%)66 =asa,=asa 60%*1/ Fainnya , =umlah 667%111

#enduduk yang beker!a ;rang$

42,07 1,1/ 14,*4 0,46 1,76 21,44 4,62 0,*7 ),14 , 100

141%*6) 6%)10 10%066 1%410 1)%61) 72%2*1 14%1/1 2%)66 60%*1/ , 667%111

42,07 1,1/ 14,*4 0,46 1,76 21,44 4,62 0,*7 ),14 , 100

Sumber : 5uleleng "alam Angka 'ahun 200* Kegiatan nelayan di 9rokgak dan 5uleleng adalah melakukan penangkapan ikan% 5eberapa desa pesisir di Ke&amatan 5uleleng seperti Kaliasem, 'ukadmungga dan Anturan melakukan kegiatan memandu wisatawan menikmati pemandangan laut dan mengamati perilaku lumba,lumba di pagi hari,hari, dan perempuan nelayan men!ual ikan hasil tangkapan% Kegiatan nelayan di Ke&amatan 9rokgak meliputi budidaya ikan hias, memandu wisata laut berupa taman laut, budidaya bandeng, pembenihan kerapu dan pengolahan ikan oleh wanita nelayan% Akti:itas penangkapan ikan di dua lokasi ka!ian sangat dipengaruhi oleh musim, yaitu pada musim panen ikan, nelayan umumnya berangkat pada dini hari dan pulang lebih &epat sekitar pukul 2%00 atau 6%00 dini hari melaut dan kembali pukul 7%00 hingga pukul *%00$% #ada saat populasi ikan rendah, nelayan di dua desa melakukan kegiatan tani dan mengandalkan hasil ikan di alat tangkap bagan dan berangkat pukul 1*%00 petang dan baru kembali keesokan hari pada pukul 0/%00 pagi hari% -elayan membutuhkan pendampingan dalam hal pemasaran hasil, pemeliharaan terumbu karang, kawasan pesisir dan penguatan kelembagaan kelompok nelayan% #roses,proses komunikasi pembangunan yang saat ini berlangsung masih terlalu berfokus pada sosialisasi informasi tentang program ker!a dan prioritas pemerintah, belum mengarah pada terobosan pendayagunaan saluran dan media komunikasi lokal untuk memperkuat !aringan sosial masyarakat pesisir%

21/

'abel 6 >iri,&iri responden di dua lokasi penelitian, 200/


#erihal 1% =enis kelamin !iwa$: Faki,laki #erempuan 'otal 2% ?sia tahun$: a% Kurang dari 62 b% 62 4 H 42 &% 42 4 H12 d% I 12 'otal 6% #endidikan formal tahun$ a% H 4 b% 4 , H / &% / , H * g% I * 'otal 4% =umlah tanggungan !iwa$ a% 1 b% 1 , H 6 &% 6 , H 1 d% I 1 'otal 1% #engalaman berusaha tahun$ a% H 12 b% 12 4 H 20 &% 20 4 H 2* d% I 2* 'otal /% #endapatan J +p 1000Ebulan$ a% H 420 b% 420 , H710 &% 710 , H1%0*0 d% I 1%0*0 'otal 9erokgak =umlah G 46 12 11 / 26 1* * 11 * 10 24 16 11 6 61 17 4 11 / 24 14 11 11 1 2) 11 / 11 7*,2 21,* 100,0 10,) 46,* 61,1 16,7 100,0 14,1 1*,2 46,/ 26,/ 100,0 1,4 1,6 61,0 7,6 100,0 10,) 46,/ 21,1 20,0 100,0 ),1 12,7 27,6 10,) 100,0 5uleleng =umlah G 4* 21 76 * 62 26 10 76 1 11 60 27 76 2 62 61 * 76 11 66 21 * 76 2 2) 20 22 76 /1,* 64,2 100,0 11,0 46,* 61,1 16,7 100,0 16,4 20,1 41,1 67,0 100,0 2,7 46,* 42,1 11,0 100,0 11,1 41,2 2*,* 10,) 100,0 2,7 62,7 27,4 60,1 100,0

Sumber: "ata primer diolah Peran Strateg Ko&un ka! Pe&'angunan dala& Menje&'atan Ke!enjangan Menghadapi permasalahan masyarakat pesisir di lokasi ka!ian, maka dalam aplikasinya di lapangan dapat dikomunikasikan program berikut: 1% #eningkatan keterampilan nelayan dan keluarganya dalam mengelola hasil tangkapan, memperbaiki sikap yang merusak lingkungan dengan mensosialisasikan pentingnya men!aga kelestarian sumber daya alam<

217

2% #eningkatan kemampuan mana!emen usaha penangkapan dan di:ersifikasi usaha yang disertai penguatan ekonomi keluarga melalui usaha produktif< 6% #enguatan kelembagaan lokal termasuk organisasi pemasaran hasil perikanan< 4% #engelolaan wilayah pesisir se&ara terpadu dengan mengedepankan prinsip sustainability sumber daya alam$ dan kese!ahteraan masyarakat< dan 1% Membangun !e!aring network$ dengan mitra usaha guna memperbesar armada dan menggunakan alat tangkap yang lebih efektif dan tidak merusak lingkungan% "engan demikian, pesan,pesan atau materi dalam komunikasi pembangunan masyarakat pesisir tidak sekedar mentransferkan informasi sa!a, tetapi menyangkut aspek transformasi keadaan dari kondisi sekarang yakni nelayan dan keluarganya yang masih terpinggirkan, men!adi lebih mandiri, se!ahtera dan bermartabat% Komunikasi pembangunan dapat memainkan peran dalam perubahan beren&ana, sebagaimana dikemukakan pula oleh S%>% "ube Shramm @ Ferner 1)7/$, bahwa dalam pembangunan di .ndia, komunikasi memegang peran nyata dalam mengembangkan media untuk memobilisasi masyarakat dan pemerintahnya% 2enomena berlangsung di salah satu desa di Ke&amatan 9rokgak yakni di "esa #emuteran adalah ker!a sama antara nelayan dengan pe&alang dalam pengelolaan kelestarian sumber daya laut% Sebetulnya "esa #emuteran sudah memiliki peraturan adat atau Bawig.awig/ yang menyebutkan bahwa setiap perusak lingkungan akan dikenakan sanksi, yakni pembinaan awal, yang apabila dilanggar sampai tiga kali maka ada sanksi khusus% Akan tetapi, kesadaran bahwa laut harus dipelihara kelestariannya sudah mulai tumbuh di kalangan masyarakat% Seperti yang pernyataan seorang nelayan berikut: 011kami nelayan di sini sangat kuatir dengan kegiatan pengeboman nelayan pencari ikan hias. Sudah banyak sekali karang2karang hancur dan ini menyebabkan rusaknya lingkungan di sini. 3ami 4uga men4adi rugi, karena ndak bisa nangkap ikan banyak11..mohon yang berwenang mengambil tindakan1.. dan kami 4uga kekurangan modal untuk ngembangkan usaha1 KK%C Komentar nelayan itu memperlihatkan bahwa nelayan sesungguhnya memiliki kepedulian atas degradasi lingkungan yang dipi&u oleh kebutuhan ekonomis% -elayan mengeluhkan minimnya penegakan hukum dan modal yang terbatas untuk berusaha di bidang lain% Atas latar belakang inilah maka se&ara bertahap, se!ak tahun 1))6 diadakan pendekatan melalui pertemuan dengan tokoh4tokoh adat dan nelayan untuk menimbulkan kesadaran pemahaman pentingnya pemeliharaan laut, khususnya kawasan wisata% ?saha ini

21*

mulai menampakkan hasil yang menggembirakan% 5eberapa tahun kemudian, kegiatan penangkapan ikan dengan bom dan potasium sudah berkurang dan penghasilan nelayan pun bertambah% (al ini didukung oleh ker!asama antara pe&alang dengan nelayan dalam pelarangan penangkapan ikan di kawasan wisata, serta pembuatan terumbu karang buatan% Se!atinya, dalam kaitan pengelolaan sumber daya perikanan berbasis masyarakat #S#5M$, -iki!uluw 2002$ menyebutkan bahwa di beberapa daerah di .ndonesia seperti Maluku, dalam menangkap ikan hanya menggunakan alat tangkap sederhana% Sedangkan di .rian =aya menurut -iki!uluw 2002$ menerapkan aturan bahwa !ika penduduk suatu suku ingin menangkap ikan di perairan yang men!adi wilayah suku lain, maka teknologi yang digunakan harus sama% Kehadiran alat tangkap modern, &enderung mendesak nelayan ke&il untuk meninggalkan daerahnya dan keluar dari perairan daerah asalnya, sehingga seringkali menimbulkan konflik antara nelayan satu dengan lain karena perebutan fishing ground dan penggunaan teknologi yang berbeda% Atas dasar pemikiran ini, maka sebenarnya peran program komunikasi pembangunan sangat luas mulai dari sekedar pentransferan informasi dan teknologi, pemberdayaan hingga peningkatan pemahaman masyarakat akan nilai,nilai budaya lain able to understand$% (asil wawan&ara dengan perempuan nelayan di "esa Anturan memperlihatkan bahwa kaum perempuan masih berkutat pada persoalan domestik, belum ada ino:asi yang sesuai dengan nilai,nilai lokal yang dapat mengefisienkan waktu untuk kegiatan domestik% =ika dapat diefisienkan, maka kaum perempuan ada kesempatan untuk mengembangkan diri dan keluarganya dalam kegiatan sosial ekonomi untuk peningkatan kualitas hidup keluarga% #engolahan hasil perikanan tangkap untuk fish nugget belum men!adi minat nelayan setempat% Salah seorang perempuan nelayan berkata: 01111.Saya ndak dikasi ker4a macem2macem, yang penting 4ualan ikan ini dulu. "anti kan kalo laku, bisa buat mencari ikan lagi di laut. 3alo ngolah ikan pasti perlu ini itu dan tambah repot, iya kalo ada yang beli, kalo ndak ada yang beli, kan rugi1./ 'erdapat tiga hal yang menyebabkan perempuan nelayan tidak ada peluang untuk mengelola usaha pengolahan ikan, yaitu i$ kebutuhan uang &ash$ yang mendesak< ii$ keterbatasan waktu dan modal usaha< dan iii$ pemasaran% "engan demikian, orientasi komunikasi pembangunan di kawasan pesisir &ukup berat karena bukan hanya dituntut mampu mengubah pengetahuan, tetapi !uga mengubah sikap dan membantu memperkuat struktur sosial ekonomi nelayan, sehingga lebih kuat dalam menghadapi tantangan% Strateg Ko&un ka! Pe&'angunan $ada Ma!"arakat Pe! ! r

21)

#elaksanaan program pemberdayaan di lokasi penelitian hingga tahun 1))0,an masih belum berorientasi pada pengutamaan kebutuhan masyarakat% #ada tahun 2000 se&ara lebih intensif diterapkan pendekatan yang mengutamakan penyelesaian persoalan masyarakat problem sol:ing$ dan berpusat pada kebutuhan masyarakat people &entered de:elopment$ . #endapat masyarakat pesisir tentang pendekatan penyuluhanEpemberdayaan masyarakat dirangkum pada 'abel 4% >ontoh kasus: pendekatan berpusat pada nelayan diterapkan pada program rehabilitasi karang sebagai salah satu pilihan atas solusi persoalan degradasi lingkungan% Selain itu, dikembangkan usaha penangkapan ikan hias yang ramah lingkungan untuk meningkatkan pendapatan nelayan melalui penggunaan !aring khusus stable net$% Komunikasi pembangunan harus diselenggarakan se&ara partisipatif, sebab pendekatan ini memudahkan agent of change membantu masyarakat menyelesaikan persoalannya% Komunikasi pembangunan dapat dipandang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, yang dalam kegiatannya berkaitan dengan orang dewasa% .mplikasi hal ini, pendekatan yang digunakan adalah pembela!aran orang dewasa adult learning approa&h$ dalam penyiapan dan penyelenggaraan perlu dipusatkan dalam kebutuhan nyata peserta proses bela!ar Amanah 1))/$ atau lebih dikenal dengan learner2 centred approaches. ;rang dewasa merupakan orang yang sudah kaya pengalaman sebagaimana dikemukakan oleh Simpson 1))6$ sehingga perlu memperhatikan hal,hal berikut: 1% #embela!aran orang dewasa didasarkan pada pengalaman masa lalu dan patut dihargai% 2% #engalaman masa lampau tersebut harus dihargai oleh peserta lainnya dan harus diupayakan diterapkan dalam proses bela!ar% #embela!aran yang melibatkan transformasi pengalaman masa lalu membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih besar dibandingkan model bela!ar lainnya% 6% Fingkungan mempengaruhi kemampuan orang dewasa dalam bela!ar% Fingkungan terbaik seperti kondisi yang mengurangi gangguan pada orang dewasa yang sedang bela!ar akan memberikan dukungan yang berharga% #eserta dewasa akan bela!ar dengan baik di lokasinya sendiri% ;rang dewasa tidak akan efektif !ika bela!ar di bawah tekanan atau waktu yang dibatasi% Mereka tidak suka membuang waktu, dan orang dewasa lebih tertarik padaa proses bela!ar yang memberikan hasil nyata yang nyata dan &epat% 4% ;rang dewasa akan bela!ar bahan atau materi yang dia perlukan selektif$% 1% ;rang dewasa dapat didorong untuk bela!ar pada materi yang rele:an pada peran dan kehidupannya saat ini% /% ;rang dewasa bela!ar untuk kehidupannya dan untuk mereka yang terlibat dalam kelompoknya%

2/0

'abel 4 #endapat masyarakat pesisir tentang penyuluhanEprogram pemberdayaan di lokasi penelitian, 200)
-o ?raian Ke&amatan 9erokgak S G$ *1 )0 10 0 10 0 10 0 )0 *1 'S G$ 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 'otal G$ 10 0 100 100 100 100 100 100 5uleleng S G$ )0 *1 10 0 10 0 10 0 )0 *0 'S G$ 1 0 1 1 0 0 0 1 0 2 0 'otal G$ 10 0 100 100 100 100 100 100

1 2 6 4 1 / 7

Metode partisipatori bermanfaat #roses komunikasi harus berorientasi kepada perubahan perilaku (arus beker!asama dengan penyuluh #rioritas kebutuhan diperhatikan #erlu dukungan mitra usaha nelayan

"ukungan pemerintah dan swasta #eran lembaga pemberdayaan lokal dalam

Keterangan: ' L Setu!u< 'S L 'idak Setu!u Sumber: "ata primer diolah #rinsip partisipasi dalam komunikasi pembangunan bukan sebatas proses sekedar hadir, memberikan pendapat atau hanya berdasarkan persepsi pemerintah atau penyuluh sendiri% Sangat rasional, !ika masyarakat pesisir belum mau terlibat dalam berbagai program pembangunan khususnya kegiatan penyuluhan karena se!ak awal masyarakat tidak terlibat dalam menentukan kegiatan yang diprogramkan% 'erkait dengan hal ini, proses aksi sosial dan proses pengambilan keputusan dalam model adopsi ino:asi +ogers 1))4$ dapat dimodifikasi% #roses aksi sosial meliputi lima tahap: 1$ stimulasi minat stimulation of interest$ yaitu inisiatif dalam komunitas mulai berkembang pada tahap awal dalam ide baru dan praktek< 2$ inisiasi initiation$ yaitu kelompok yang besar mempertimbangkan ide baru atau praktek dan alternatif dalam implementasi< 6$ legitimitasi legitimation$ merupakan tahap saat pimpinan komunitas memutuskan akan meneruskan tindakan atau tidak< 4$ keputusan bertindak adalah ren&ana spesifik tindakan mulai dibangun< dan 1$ aksi yaitu penerapan ren&ana "onnermeyer et al. 1))7$% Model adopsi ino:asi +ogers meliputi lima tahap: 1$ pengetahuan knowledge$ seseorang men!adi sadar akan adanya ide atau &ara baru< 2$ persuasi persuasion$ yaitu indi:idu mulai mengembangkan sikap suka atau tidak suka terhadap ide tersebut, 6$ keputusan de&ision$ adalah indi:idu membuat keputusan awal untuk mengadopsi atau tidak ide tersebut< 4$ implementasi implementation$ adalah indi:idu men&oba ide atau &ara baru tersebut untuk pertama kali< dan 1$ konfirmasi &onfirmation$ adalah indi:idu memutuskan menerapkan ide atau &ara baru se&ara berulang dan dapat disertai modifikasi% Menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan wilayah pesisir tidak &ukup hanya dengan

2/1

mengidentifikasi isu yang dihadapi sa!a, tetapi perlu diwu!udkannya beberapa aspek yaitu adanya aspek situasional, kolaborasi dan e:aluasi diri dari setiap unsur yang terkait dengan peren&anaan, pelaksanaan dan e:aluasi program% #gent of change seyogyanya mampu mengembangkan empat aspek Kemmis @ M&'aggart 1)**$, yaitu: a% Suatu kondisi yang memungkinkan tumbuhnya kebersamaan dalam kelompok masyarakat dan rasa memiliki problem yang tengah dihadapi< b% Adanya kemampuan berkreasi dan pemikiran yang kritis< &% #rogram yang dilaksanakan adalah untuk tu!uan perbaikan dan pengembangan< dan d% Kemampuan memfasilitasi masyarakat untuk membantu menyelesaikan masalah% Keterlibatan masyarakat dalam program,program pengembangan dan proyek pembangunan dapat digolongkan kedalam tu!uh tipe Adnan et al. dalam #retty 1))1$, seperti tampak pada 'abel 1% 'abel 1 'ipologi partisipasi masyarakat menurut Adnan et al. #retty 1))1$
'ipologi 1% #artisipasi pasif 2% #artisipasi dalam memberikan informasi 6% #artisipasi melalui konsultasi 4% #artisipasi dalam menyediakan materi penting dalam programEproyek 1% #artisipasi fungsional /% #artisipasi interaktif Karasteristik Masyarakat hanya berpartisipasi karena diperintah% Masyarakat berpartisipasi dengan men!awab kuesioner atau dalam wawan&ara tertentu% Masyarakat berpartisipasi dalam proses konsultasi% Agen pembaharu berperan dalam membantu masyarakat menyelesaikan persoalannya Masyarakat berpartisipasi dalam menyediakan sumber daya seperti tenaga ker!a, uang tunai, bahan pangan dsb% Masyarakat berpartisipasi dengan membentuk kelompok yang beker!a untuk pengembangan organisasi setempat% Fembaga masyarakat ini masih bergantung sepenuhnya kepada fasilitator Masyarakat berpartisipasi dalam analisis bersama, guna penyusunan ren&ana kegiatan dan program yang akan dilaksanakan guna memperkokoh kelembagaan yang telah dibentuk% Masyarakat berpartisipasi dengan berinisiatif untuk mengubah sistem, bebas dari pengaruh institusi luar% Masyarakat bebas mengadakan kontak dengan dunia luar dalam rangka pengembangan sumber daya dan saran, saran teknis yang dibutuhkan%

7% Mobilisasi diri

Sumber: Adnan et al. dalam #retty 1))1$ #ara pihak terkait dengan program komunikasi pembangunan perlu mengetahui tipe partisipasi masyarakatnya, sehingga dapat mengembangkan pendekatan yang dapat mempertahankan dan meningkatkan partisipasi masyarakat di wilayahnya% .dealnya,

2/2

masyarakat memiliki tipologi keenam dan ketu!uh% Meskipun demikian, !ika masyarakat sudah berada pada tipologi kelima itu sudah bagus karena sudah ada langkah ma!u untuk berinisiatif membentuk dan mengembangkan organisasi di lingkungan mereka sendiri% (al ini dapat dibanding dengan hasil penelitian "ouglah dan Si&ilima di 'anMania 1))7$ tentang pelibatan masyarakat dalam dua pendekatan penyuluhan yaitu Fatihan dan Kun!ungan dan Sasakawa 9lobal 2000% #artisipasi pada kedua pendekatan belum menerapkan pendekatan partisipasi yang berimbang% #artisipasi masih ditekankan hanya pada pelaksanaan ketimbang pelibatan petani saat peren&anaan dan e:aluasi program% 'ampak bahwa prinsip partisipasi bukanlah hal yang mudah untuk diterapkan% #enerapan metode partisipasi memerlukan proses yang bertahap% #enumbuhan partisipasi perlu dimulai dengan fasilitasi pada masyarakat pesisir tentang pentingnya keterlibatan yang bersangkutan pada kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus untuk memperbaiki hidup dan kehidupan% #ada tahap awal bentuk partisipasi bisa berupa pemanfaatan hasil,hasil penyuluhan ino:asi$, lalu partisipasi akan lebih intensif se&ara bertahap, hingga akhirnya masyarakat mampu mandiri untuk mengelola kegiatannya dengan mobilisasi diri% Stakeholders "ang dala& Ko&un ka! Pe&'angunan Ma!"arakat Pe! ! r Masyarakat pesisir merupakan sistem sosial, sehingga framework >A'A;3 ini rele:an dengan proses transformasi masyarakat pesisir ke arah yang lebih baik% "engan demikian, pihak terkait yang dapat komunikasi pembangunan berorientasi pemberdayaan meliputi: *ustomers: Masyarakat pesisir termasuk nelayan dan anggota keluarganya, #ctors: #emuka masyarakat, agen pembaharu, penyuluh, ketua dan anggota kelompok nelayan, Transformation: proses perubahan berupa proses komunikasi pembangunan yang ditu!ukan untuk meningkatkan martabat masyarakat pesisir, seperti kegiatan penguatan kelembagaan lokal seperti lembaga pemasaran, kelompok nelayan$, pengembangan kapasitas sumber daya manusia setempat, pengelolaan sumber daya pesisir dan lautan terpadu dan lain,lain% ,elstanchaung 5 worldview: pemahaman terhadap &ara pandang, nilai,nilai lokal yang dianut oleh masyarakat pesisir, dan dihargai sebagai aset masyarakat setempat% "i wilayah penelitian, masing, masing kelompok nelayan memiliki awig2awig peraturan yang dikelola oleh komunitas lokal dan didasarkan pada adat istiadat dan budaya 5ali$ sangat ditaati oleh nelayan dan masyarakat pesisir setempat% -wners: "inas Kelautan dan #erikanan, "inas #ariwisata, "inas #erdagangan dan #erindustrian, pemerintahan desa dan ke&amatan

2/6

dan instansi terkait lainnya yang berfungsi mengembangkan masyarakat setempat Environment6 kondisi lingkungan setempat perlu diperhatikan seperti kebi!akan lokal apakah mendukung atau tidak terhadap program pemberdayaan masyarakat pesisir% Sebagai sebuah sistem sosial, masyarakat pesisir tentunya memiliki struktur sosial tertentu, dan dikenalnya status dan peran pada tiap anggota masyarakat% Strategi komunikasi pembangunan pada masyarakat bersifat spesifik untuk tiap wilayah, setiap upaya perubahan perlu mempertimbangkan berbagai faktor seperti masalah sosial ekonomi, kondisi fisik lingkungan sumber daya alam$, dan sumber daya manusia se&ara umum termasuk agen pembaharu$% ?nsur,unsur yang terlibat dalam komunikasi pembangunan berubah, ubah dan harus diantisipasi se&epatnya% #erubahan merupakan proses alamiah yang tidak bisa dihindari dan harus ter!adi pada sesuatu, indi:idu atau masyarakat sebagai reaksi atau adaptasi pada kondisi yang dihadapi% #roses perubahan pada masyarakat pesisir dalam konteks perubahan sosial ke arah yang lebih baik berkaitan dengan transformasi struktur dan interaksi sosial dari sebuah masyarakat (orton @ (unt dalam 9ar&ia 1)*1$ dan merupakan :ariasi atau modifikasi dalam pola organisasi sosial atau subkelompok dalam masyarakat atau pada keseluruhan masyarakat itu sendiri #anopio, >ordero, @ +aymund dalam 9ar&ia 1)*1$% "engan demikian, kendala, kendala yang dihadapi dan masalah yang timbul diantaranya adalah adanya keinginan untuk mempertahankan status 7uo relu&tant to &hange$ oleh sekelompok masyarakat yang dapat mempengaruhi proses perubahan% Sebagai mana diketahui, dalam teori adopsi,ino:asi ada tahapan yang dilalui !ika suatu ide baru diterapkan dan proses itu merupakan proses mental% Setiap tahap akan memerlukan waktu, pemikiran dan respon yang berlainan awareness, interest, trial, e:aluation dan keputusan apakah menolak ataukah menerima ino:asi pembaharuan 4 ide atau teknologi baru$% 9una mengantisipasi hal ini, maka sangat rele:an bagi agen pembaharu untuk menerapkan pendekatan penyuluhan yang tepat sesuai dengan tahapan komunikasi yang sedang berlangsung di masyarakat 9ambar 6$%
Metode $endekatan ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Menggerakkan ?saha . ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Meyakinkan K keinginan ,,,,,,,,,,,,,,,,,, Menggugah hati M ,,,,,,,,,,,, Minat ,,,,,,,,,,,,,,,,,, Membangkitkan ,,,,,,,,,,, >oba ,,,,,,,,,,,, 3:aluasi ,,,,,,,,,,, Adopsi Ta#a$ ko&un ka! Ta#a$ ado$!

2/4

,,,,,,,,,,,, #erhatian

Menarik

,,,,,,,,,,,, Sadar

9ambar 6 Kaitan antara metode pendekatan, tahap komunikasi dan tahap adopsi Airiaatmad!a, 1)76$ Keterangan: . L .ndi:idu< K L Kelompok dan M L Massal 'erdapat tiga pilihan metode pendekatan atau kombinasi ketiganya yang dapat digunakan dalam pelaksanaan program ketahanan pangan, yaitu: 1% #endekatan perorangan, misalnya kegiatan kun!ungan perorangan, konsultasi ke rumah, penggunaan surat atau telpon, dan magang% 2% #endekatan kelompok, misalnya kursus tani,nelayan, demonstrasi &ara atau hasil, kun!ungan kelompok, karyawisata, diskusi kelompok, &eramah, pertun!ukan film, slide, karyawisata, penyebaran brosur, buletin, folder, liptan, asah terampil, sarasehan, rembug utama atau madya, temu wi&ara, temu usaha, temu karya dan temu lapang% 6% #endekatan massal seperti pameran, #ekan -asional #enas$, #ekan "aerah #eda$, pertun!ukan film atau wayang, drama, penyebaran pesan melalui siaran radio, tele:isi, surat kabar, selebaran atau ma!alah, pemasangan poster atau spanduk dan sebagainya% KESIMPULAN Kondisi masyarakat pesisir dan nelayan di lokasi penelitian belum terbebas dari persoalan yang dihadapi oleh pelaku usaha ke&il menengah meliputi, akses terhadap aset dan sumber,sumber modal terbatas, kebutuhan akan penguatan kelembagaan kelompok untuk pengembangan kapasitas pengelolaan sumber daya pesisir dan laut% #eran penting komunikasi pembangunan dalam pemberdayaan masyarakat pesisir adalah men!embatani kesen!angan yang ter!adi antara kondisi masyarakat saat ini dengan kondisi yang ingin di&apai melalui proses,proses komunikasi yang partisipatif, dialogis dan memoti:asi% Strategi komunikasi pembangunan untuk wilayah pesisir hendaknya spesifik lokasi, dengan mempertimbangkan hal,hal berikut: i$ #rogram pembangunan perlu men!aga keseimbangan antara pembangunan fisik dan non fisik, tidak hanya menge!ar pertumbuhan, tetapi harus menanamkan modal manusia untuk masa depan< ii$ #esan,pesan dalam komunikasi pembangunan tersebut ditentukan berdasarkan kebutuhan masyarakat nelayan dan ditransformasikan kepada masyarakat melalui metode,metode yang rele:an dengan situasi dan kondisi setempat, iii$ "iperlukan peren&anaan yang matang dalam ran&ang bangun strategi komunikasi pembangunan,

2/1

melibatkan peran serta masyarakat pesisir dan stakeholders terkait dalam proses peren&anaan, pelaksanaan, e:aluasi hingga tindak lan!ut dan i:$ Sinkronisasi dan koordinasi antar stakeholders terkait dengan masyarakat pesisir dapat men!amin keberlan!utan program pembangunan dan mendorong terwu!udnya struktur sosio,ekonomi masyarakat lokal yang kuat% DA)TAR PUSTAKA S5A, -urul Alam SM, 5rustinow A% 1))1% 8eople9s 8articipation. " -s and the :lood #ction 8lan % "alam =% -% #retty% +egenerating Agri&ulture% Fondon: 3arths&an #ubli&ation Ftd% Amanah S% 1))/% A Fearner,>entred Approa&h to .mpro:e 'ea&hing and Fearning #ro&ess in Agri&ultural #olyte&hni& in .ndonesia% 'hesis% Australia: ?ni:ersity of Aestern Sydney% Amanah S, 2at&hiya A, "ewi S% 2004% #emodelan #enyuluhan #erikanan #ada Masyarakat #esisir Se&ara #artisipatif% Faporan #enelitian (ibah 5ersaing N% .#5, 5ogor% Amanah S, 8ulianto 9% 2002% 8rofil 8enyelenggaraan 8enyuluhan 8erikanan ;enun4ang 3iner4a !38 di Era lobalisasi % =akarta: S'# dulu A?#$% Amanah S% 2007% 3earifan +okal dalam 8engembangan 3omunitas 8esisir% 5andung: >O% >itra #raya% 5owling >=, 5rahm 5A% 2002% Shaping >ommunities through 3Jtension #rograms% =ournal of 3Jtension, =une 2002 Oolume 40 -umber 6% http:EEwww% !oe%orgE!oe 2002!uneEa2%html% "ahuri +% 2000% #endayagunaan Sumber "aya Kelautan ?ntuk Kese!ahteraan +akyat Kumpulan #emikiran "+% .r% +okhmin "ahuri, MS$% =akarta: F.S#. Fembaga .nformasi dan Studi #embangunan .ndonesia$ beker!asama dengan ".rektorat =enderal #esisir, #antai dan #ulau,#ulau Ke&il, "ep% 3ksplorasi Faut dan #erikanan% "inas Kelautan dan #erikanan 5uleleng% 2006% !ata 8erikanan 3abupaten Buleleng Tahun %''%% Singara!a: "inas Kelautan dan #erikanan% "irektur =enderal #erikanan, 2000% Oisi dan Misi #embangunan #erikanan% =akarta: "ep% #erikanan dan .lmu Kelautan% "onnermeyer, =oseph 2, #lested 5A, 3dwards +A, ;etting 9, Fittlethunder F% 1))7% B>ommunity +eadiness and #re:ention #rograms%C =ournal of the >ommunity "e:elopment So&iety, Ool% 2*% -o%1: /1,*6% "ouglah M, Si&ilima -% 1))7% A >omparati:e Study of farmersP #arti&ipation in 'wo Agri&ultural 3Jtension Approa&hes in 'anMania% =ournal of .nternational Agri&ultural and 3Jtension 3du&ation% Oolume 4, -umber1, Spring 1))7 "ube S>% 1)7/% !evelopment *hange and *ommunication in <ndia % Adnan

2//

"alam S&hramm, A dan Ferner, "% editors$% >ommuni&ation and >hange: 'he Fast 'en 8ears 4 and 'he -eJt% (onolulu: An 3ast,Aest >enter 5ook, 'he ?ni:ersity #ress of (awaii% >he&kland #% 1)*4% Systems Thinking, System 8ractice % >hi&hester: =ohn Ailey @ Sons% 9ar&ia M5% 1)*1% Sociology of !evelopment6 8erspective and <ssues % #hilippines: -ational 5ook Store, .n&% (anson A=% 1)*4% >oastal >ommunity: .nternational #erspe&ti:es% #aper #resented at the 2/ th Annual Meeting of the >anadian >ommission for ?-3S>;, St =ohnPs -ewfoundland, / th =une 1)*4% (arris 3M% 1))/% The (ole of 8articipatory !evelopment *ommunication as a Tool of rassroots "onformal Education6 ,orkshop (eport% "alam 9uy 5essette and >%O% +a!asunderam 3ditor$% #arti&ipatory "e:elopment >ommuni&ation: A Aest Afri&an Agenda% 'he .nternational "e:elopment +esear&h >entre: S&ien&e for (umanity% Kemmis, Stephen, Ma&%'aggart, +obin% 1)**% The #ction (esearch 8lanner% Melbourne: "eakin ?ni:ersity #ress% Kifli 9>% 2007% Strategi Komunikasi #embangunan pada Komunitas "ayak di Kalimatan 5arat% 2orum #enelitian Agro 3konomi% Ool% 21 -o% 2, "esember 2007 : 117 4 121 Mubyarto SF, "o:e M% 1)*4% "elayan dan 3emiskinan% =akarta: +a!awali% -asution 7% 2002% 3omunikasi 8embangunan6 8engenalan Teori dan 8enerapannya% 3disi +e:isi% =akarta: "i:isi 5uku #erguruan 'inggi #' +a!a9rafindo #ersada% -iki!uluw O% 2002% (e=im 8engelolaan Sumber !aya 8erikanan% =akarta: Ker!asama #usat #emberdayaan dan #embangunan +egional #6+$ dengan #' #ustaka >idesindo% #ayne M% 1))7% ;odern Social ,ork Theory % 3disi Kedua% Fondon: Ma&Millan #ress Ftd% #retty =-% 1))1% (egenerating #griculture% Fondon: 3arths&an #ubli&ation% +ogers 3M% 1))4% The !iffusion 8rocess% 3disi Keempat% -ew 8ork: 'he 2ree #ress% Satria A% 2000% !inamika ;odernisasi 8erikanan, :ormasi Sosial dan ;obilitas "elayan% (umaniora ?tama #ress, 5andung% QQQQQQQQ% 2001% Sosiologi ;asyarakat 8esisir% =akarta: #' #ustaka >idesindo% Shumsky A% 1)**% *ooperation in #ction (esearch6 # (ationale % "alam Kemmis, S dan +% M&'aggart eds$% 'he A&tion +esear&h +eader% Oi&toria, Melbourne: "eakin ?ni:ersity #ress% Simpson .% 1))6% +ural 3Jtension 4 A >hange in 3mphasis% #ro&eedings of the Aorkshop: "efiningEredefining 3Jtension

2/7

#ra&ti&e S&ien&e FeadersP9roup% 9oulburn: -SA Agri&ulture% Soediyanto% 1))7% Sekolah Fapangan #engendalian (ama 'erpadu SF#('$ sebagai Salah Satu Alternatif model #enyuluhan untuk Mendukung #embangunan #ertanian di Awal "atangnya Millenium 5aru% #resentasi #ertemuan #enyegaran #emandu Fapangan% Malang: ?ni:% 5rawi!aya% Oan den 5an AA, (awkins (S% 1)*)% #gricultural Extension% Fondon: 3lse:ier% Aaskita "% 2001% Komunikasi #embangunan untuk #emberdayaan% =urnal ;rganisasi dan mana!emen% Ool 1% -o% 1, September 2001%