II.

REPRODUKSI DAN GAMETOGENESIS
Tujuan Khusus setelah perkuliahan mhs mampu untuk: •mengindentifikasi dan menjelaskan fungsi organ-organ reproduksi, •Menjelaskan proses pembentukan gamet jantan (spermatogenesis) dan gamet betina (oogenesis).

ORGAN REPRODUKSI PRIMER
• Tipe perkembangan gonad
– Gonochoristic:gonad berkembang menurut satu arah perkembangan yang ditentukan sejak awal perkembangan – Hermaphrodite: true herpmaphodite, protandri, protoginous

• Betina:
– Ovarium – Saluran reproduksi: oviduk, uterus , vagina

• Jantan:
– Testis – Saluran reproduksi: vasa efferensia, epididymis, vasa deferensia

PERKEMBANGAN ORGAN REPRODUKSI

• Pada masa embrional

– Gonad bersifat indifferent – Calon saluran reproduksi jantan dan betina – Diferensiasi organ reproduksi primer
Gonad indiferent
Gen Sry

Testis
AMH +androgen

Ovarium
Estrogen

Fenotipe jantan

Fenotipe betina

Pembentukan gonad • Gonad promordia terbentuk pada daerah medioventral mesonephros • Gonad primordia tersusun atas dua komponen utama
– Jaringan somatis (mesenkim): epitelium germinal coelom dan jaringan mesonephrik – Sel germinalis primordia

• Sel germinalis primordia dibentuk/ dialokasikan di luar gonad primordia

Alokasi sel germinalis primordia (SGP)
• Ada dua mekanisme alokasi SGP
– Maternal determinant (germ plasm)  penentu SGP ditentukan sejak awal /segera setelah fertilisasi – Induksi  SGP dialokasikan setelah adanya induksi (contoh BMP4=bone morphogenetic 4)

• Setelah dialokasikan, SGP migrasi menuju gonad primordia • Di dalam gonad primordia SGP  germ cells  berdiferensiasi menurut genotip dan/atau induksi di dalam gonad primordia

Alokasi SGP pada mencit

Migrasi SGP pada manusia

Diferensiasi gonad

Diferensiasi Sifat Kelamin Sekunder

OVARIUM : Anatomi

Perkembangan oosit

Tahap perkembangan oosit pada saat diovulasikan

Sitoplasma telur
• Sitoplasma telur mengandung:
– – – – – Protein Ribosom dan tRNA mRNA Morphogenetic factor Senyawa pelindung

• Pada bagian terluar sitoplasma terdapat mikrofilamen (berperan dalam pembelahan sel dan pembentukan mikrovilli) dan granula kortikal (berasal dari aparatus golgi dan mengandung enzim)

Bungkus/membran telur
– Membran plasma (membungkus sitoplasma)— mengatur aliran ion selama fertilisasi dan mampu melakukan fusi dengan membran plasma sperma – Membran vitelin (di luar membran plasma):
• Mengandung sedikitnya 8 glikoprotein • Berperan dalam pengenalan spesies • Pada mammalia disebut zona pellucida (ZP1-3)

– Pada mammalia oosit dikelilingi oleh sel-sel kumulus – sel kumulus yang langsung berbatasan dengan ZP  zona radiata

Siklus reproduksi • Siklus estrus
– Proestrus fol mulai berkembang atas stimuli FSH, sejumlah estrogen dihasilkan – Estrus ovulasi – stimuli dari FSH dan LH, ovarium menghasilkan estrogen dan progesteron – Metestrus kons.gonadotropin dan hormon ovarium menurun (kecuali jika ada fertilisasi – Diestrus kons hormon gonadotropin dan hormon ovarium kembali ke level basal

•Siklus menstruasi
–Menstruasi
•Perombakan dan pelepasan lapisan fungsional endometrium  pendarahan

–Fase proliferasi/folikuler
•Pertumbuhan folikel dalam ovarium •Proliferasi lapisan fungsional endometrium •Diakhiri dengan ovulasi

–Fase sekresi/luteal
•Kelenjar pada uterus aktiv bersekresi •Pembentukan korpus luteum (CL) dalam ovarium •Bila tidak ada fertilisasi  CL meregresi

Siklus menstruasi

Siklus ovarium pada beberapa spesies
Spesies manusia sapi babi domba kuda mencit tikus kelinci Lama siklus (hari) 24-32 20-21 19-21 16-17 20-22 4-5 4-5 1-2 Fase folikuler (hari) 10-14 2-3 5-6 1-2 5-6 2 2 1-2 Fase luteal (hari) 12-15 18-19 15-17 14-15 15-16 2-3 2-3 0

TESTIS: anatomi

Sel penghasil hormon: • Leydig sel  testosteron • Sertoli sel  AMH dan inhibin

Tipe testis
• Tubuler
– Unit berupa tubulus seminiferus (TS) – Seluruh tahapan spermatogenesis berlangsung di dalam TS – Contoh: vertebrata tingkat tinggi

• Lobuler
– Unit berupa lobus – Setiap lobus basanya berisi satu tahapan spermatogenesis – Contoh: ikan

• Intermedier

SPERMATOGENESIS
• Urutan perkembangan sel spermatogenik:
– Spermatogonia tipe A (1-4): mitotik, setelah 3x mitosis satu kembali menjadi stok spermatogonia – Spermatogonia intermedier (I) – Spermatogonia tipe B – Spermatosit primer: meiosis I – Spematosit sekunder: meiosis II – Spermatid: – spermatozoa

Gambaran skematis Spermiasi

Perubahan spermatid-spematozoa:
• Pembentukan akrosom –aparatus golgi, menghasilkan granula yg kaya akan glikoprotein • Dua centriola berpindah ke kutub yg berlawanan dg akrosom: proksimal –connecting piece, distal – ekor • Kondensasi kromatin • Membran inti dan nukleoplasma menghilang • Mitokondria bermigrasi ke bag. anterior ekor

Morfologi spermatozoon

Struktur spermatozoon

Kinetik spermatogenesis pada beberapa spesies
Spesies Manusia Sapi Domba Babi
Waktu untuk menyelesaikan spermatogenesis (hari) Lama siklus dalam tubulus seminiferus (hari)

64 56 40 32

16 14 10 8

Perbedaan antara oogenesis dan spermatogenesis
• Oogenesis • Meiosis dimulai pada satu periode tertentu • Dari setiap meiosis hanya dihasilkan 1 gamet • Meiosis terinterupsi pada promase meiosisI • Meiosis dimulai pada tahap fetus, istirahat, dimulailagi stl pubertas • Diferensiasi gamet berlangsung pada saat masih diploid • Spermatogenesis • Mitosis dan meiosis berkesinambungan • Dari setiap meiosis dihasilkan 4 gamet • Meiosis dan diferensiasi berlangsung tanpa interupsi • Meiosis dimulai pada masa pubertas • Diferensiasi gamet berlangsung pada saat haploid

Perbedaan oogenesis dan spermatogenesia
• Oogenesis • Semua kromosom melakukan transkripsi dan rekombinasi selama profase meiosis • Ukuran gamet besar, terdapat cadangan makanan • Pada ovarium dewasa hanya dijumpai oosit  berahir pada masa menopause • Spermatogenesis • Kromosom kelamin tidak diikutkan dalam transkripsi dan rekombinasi selama profase meiosis • Ukuran gamet kecil, tidak memiliki cadangan makanan • Selalu ada stok spermatogonia  relatif berlangsung seumur hidup

Buku acuan: • Essential Reproduction (1991) Johnson&Everit, Blackwell Scientific Publication • Reproduction in mammals Book 1 2nd ed. (1982), Hort& Austin. Cambidge Uni. Press • Developmental Biology 6th ed (2000) Gilbert. Sinauer Associates Publiser.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful