ANALISIS FORMALDEHID BEBAS DAN TERIKAT DALAM CUMI-CUMI DENGAN GAS KROMATOGRAFI – SPEKTROMETRI MASSA Tai-Sheng

Yeh * , Tzu-Chun Lin, Ching-Chuan Chen, Hwui-Mei Wen Departemen Ilmu Pangan dan Gizi, Universitas Meiho, Pingtung, Taiwan, ROC

Ruci Riski Amanda (1010413016), Dr. Zamzibar Zuki, M.P* *Dosen Pembimbing

ABSTRAK

Formaldehid dapat ditambahkan secara ilegal sebagai bahan pengawet makanan selain formaldehid endogen yang secara alami terbentuk pada produk-produk akuatik. Pada penelitian ini, formaldehid diderivatisasi dengan 2,4-dinitrofenilhidrazin dan dianalisis menggunakan gas kromatografispektrometri massa untuk menyelidiki formaldehid bebas dan terikat secara reversibel dalam 10 cumicumi. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan HPLC. Batas deteksi adalah 2,0 mg/kg. Rata-rata total konsentrasi formaldehid bebas dan terikat secara reversibel lebih tinggi dari konsentrasi formaldehid bebas yaitu 26,6 mg/kg. Rata-rata formaldehid bebas yang terbentuk yaitu 39 % dari total formaldehid bebas dan terikat secara reversibel. Rata-rata konsentrasi formaldehid bebas dan terikat secara reversibel lebih tinggi dari konsentrasi formaldehid bebas dengan metode HPLC yaitu 19,3 mg/kg. Rata-rata formaldehid bebas yang terbentuk yaitu 39 % dari total formaldehid bebas dan terikat secara reversibel dengan metode HPLC. Penggunaan GC-MS untuk mendeteksi formaldehid dalam produk akuatik disesuaikan dengan informasi waktu retensi dan massa molekul. Pemantauan formaldehida bebas dalam produk akuatik dan kontrol yang tepat dari proses pembuatannya dapat membantu mengurangi tingkat formaldehida dalam abon cumi. Jadi, kadar formaldehid dari mengonsumsi abon cumi diperkirakan kurang dari 0,2 mg/kg, yang merupakan dosis yang disarankan oleh US Environmental Protection Agency. Kata kunci : produk akuatik, formaldehid bebas, GC-MS, HPLC, cumi-cumi
References : 1. International Agency for Research on Cancer. Monographs on the evaluation of carcinogenic risks to humans, vol. 88, formaldehyde, 2-butoxyethanol and 1-tert-butoxy-2-propanol. Lyon, France: IARC; 2004.. 2. Mason DJ, Sykes MD, Panton SW, et al. Determination of naturally-occurring formaldehyde in raw and cooked Shiitake mushrooms by spectrophotometry and liquid chromatographyemass spectrometry. Food Addit Contam 2004;21:1071-82. 3. Lin JK, Hurng DC. Thermal conversion of trimethylamine-Noxide to trimethylamine and dimethylamine in squids. Food Chem Toxicol 1985;23:579-83.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful