P. 1
Buku Layang Djojobojo+Tehnik Dan Laku Sastra Cetha ( Sastra Jendra Hayuningrat )

Buku Layang Djojobojo+Tehnik Dan Laku Sastra Cetha ( Sastra Jendra Hayuningrat )

|Views: 1,543|Likes:

More info:

Published by: Herman Adriansyah AL Tjakraningrat on Aug 30, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

Buku Layang Djojobojo+Tehnik pencapaian laku Sastra Cetha ( Sastra Jendra Hayuningrat ) by Herman Adriansyah Jan 02, 2009;

08:45pm :: Rate this Message: (use ratings to moderate[?]) SASTRA JENDRA SEBAGAI AJARAN SINENGKER (RAHASIA) 1) Ajaran ini bersumber dari istilah Sastra Harjendra Yuning Rat yang bersumber dari kisah Arjoena-Sasra Baoe karya pujangga R.Ng.Sindoesastra (Van Den Broek, 1870:31,33). Ungkapan serupa : Sastra Herjendra Hayuning Bumi (ibid:30) Sastra Hajendra Hayuningrat Pangruwating Barang Sakilar (ibid:31), atau Sastradi (ibid:31), sastra Hajendra (ibid:31), sastra Hajendra Yuningrat Pangruwating Diyu (ibid:31), sastra Hajendra Wadiningrat (ibid:31), Sastrayu (ibid: 32, 34), atau sastra Ugering Agesang Kasampurnaning Titah Titining Pati Patitising Kamuksan (ibid:32), Jatining Sastra (ibid:32).

2) Arti masing-masing istilah (Pradipta 1995) adalah sbb: 1.. Sastra Hajendra Yuning Rat (ilmu ajaran tertinggi yang jelas tentang keselamatan alam semesta) 2.. Sastra Harjendra Wadiningrat (ilmu ajaran keselamatan alam semesta untuk Meruwat raksasa). 3.. Sastra Hajendra Wadiningrat (ilmu ajaran tertinggi tentang keselamatan alam semesta rahasia dunia) 4.. Sastrayu (ilmu ajaran keselamatan) 3) Penafsiran

1.. Seperti diketahui dalam kitab Arjoena-Sasra-Baoe tak ada uraian yang memadai tentang bentuk, isi, dan nilai ajaran Sastra Jendra yang sinengker itu. Namun demikian janganlah lalu ditafsirkan bahwa di kalangan masyarakat

Jawa tak ada seorangpun terutama pada waktu itu yang tidak tahu tentang bentuk, isi, dan nilai ajaran tersebut. Bahkan sebaliknya justru karena singkatnya uraian Sindusastra, dapat ditafsirkan bahwa masyarakat sudah tahu dan memahami betul tentang ajaran yang bersifat rahasia itu. Perihal Sinengker dapat ditafsirkan bahwa situasi, kondisi, lingkungan , iklim, suasana sosial dan budaya setempat /waktu Sastra Jendra dilahirkan ,mungkin belum dapat diterima secara iklas dan trasparan,akan kehadiran ajaran Sastra Jendra tersebut 2.. Didalam kitab Arjoena-Sasra-Baoe, Sastra Jendra hanya diuraikan secara singkat sbb: Sastrarjendra hayuningrat, pangruwat barang sakalir, kapungkur sagung rarasan, ing kawruh tan wonten malih, wus kawengku sastradi, pungkas-pungkasaning kawruh, ditya diyu raksasa, myang sato sining wanadri, lamun weruh artine kang sastrarjendra. Rinuwat dening bathara, sampurna patinireki, atmane wor lan manusa, manusa kang wus linuwih, yen manusa udani, wor lan dewa panitipun, jawata kang minulya mangkana prabu Sumali, duk miyarsa tyasira andhandhang sastra.

Terjemahannya :

Ilmu/ajaran tertinggi tentang keselamatan alam semesta, untuk meruwat segala hal, dahulu semua orang membicarakan pada ilmu ini tiada lagi, telah terbingkai oleh sastradi. Kesimpulan dari pengetahuan ini bahwa segala jenis raksasa, dan semua hewan di hutan besar, jika mengetahui arti sastra Jendra. Akan diruwat oleh dewa,menjadi sempurna kematiannya (menjadi) dewa yang dimuliakan, demikianlah Prabu Sumali, ketika mendengar hatinya berhasrat sekali mengetahui Sastra Jendra.

3.. Secara esensial ilmu/ajaran Sastra Jendra yang berarti ilmu/ajaran tertinggi tentang keselamatan, mengandung isi dan nilai Ketuhanan YME,mungkin karena pertimbangan tertentu, maka yang dipaparkan baik dalam Serat Arjunasastra maupun didalam lakonlakon wayang hanyalah sebatas kulit saja, belum mengungkap secara mendasar tentang pokok bahasan dan materi yang sebenarnya secara memadai. Namun demikian bagi orang yang memiliki ilmu semiotik Jawa (ilmu tanda atau ilmu tanggap samita), mungkin dapat menangkap maksud dan tujuan ilmu ini , serta dapat memaknai ilmu Ketuhanan YME dalam proyeksi mikro dan makro. 4.. Struktur ilmu/ ajaran sastra Jendra dapat disusun sebagai berikut.: Sastra Jendra/Sastradi/Jatining Sastra/Satrayu Sastra Jendra Hayuningrat (Sastra Jendra untuk setiap tatasurya) Sastra Jendra Hayuning Bumi (Sastra Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup) Sastra Jendra Pangruwating Barang Sakelir (Untuk Meruwat segala Macam mahluk hidup) SJP SJP SJP SJP Kewan Dayu Manungsa Lsp (Hewan) (Raksasa) (Manusia) (Lainnya)

Sastra Jendra Hayuning Bumi

(Sastra Jendra untuk bumi dimana manusia hidup) Agama Kepercayaan thd Tuhan YME ainnya Agama : Sastra Jendra Hayuning Bumi Sastra Jendra utk Bumi dimana manusia hidup Islam Katolik Kristen Hindu Budha Kepercayaan terhadap Tuhan YME : Sastra Jendra Hayuning Bumi (Serat Jendta utk Bumi dimana manusia hidup) Kanuragan Sangkan Paran Kasampurnan Kasucen (SUAKTTPPK) *SUAKTTPPK = Sastra Urgening Agesang Kasampurnaning Titah Titining Pati Patising Kamuksan. (Ilmu/ajaran) pedoman hidup kesempurnaan manusia kesempurnaan mati kesempurnaan moksa).

Lainnya : Sastra Jendra Hayuning Bumi (Sastra Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup)

Agama Kepercayaan thd Tuhan YME lainnya di dunia

a. Sastra Jendra sebagai terhadap Tuhan YME

paguyuban

Kepercayaan

Di Indonesia terdapat organisasi budaya spiritual bernama paguyuban Sastra Jendra Hayuningrat Pangaruwating Diyu, anggotanya tersebar luas ke 14 propinsi. Paguyuban ini berpusat di Jakarta, disesepuhi oleh KRMH. Darudriyo Soemodiningrat. Paguyuban ini meyakini adanya Tuhan YME dan keberadaannya tak dapat diibaratkan dengan apapun. Menurut naskah pemaparan Budaya Spiritual. Ada pola dasar ajaran : 1. Ajaran tentang Tuhan YME 2. Ajaran tentang Alam semesta 3. Ajaran tentang Manusia 4. Ajaran tentang Kesempurnaan (Uraian terperinci tidak disajikan di sini)

Menurut nama sumber Widyo Isworo SH (alm). Salah seorang warga senior dari paguyuban tersebut, Sastra Jendra yang amat luas berasal dari keraton, dipergunakan oleh para raja. Jadi sudah sejak dahulu ada. Sedangkan ilmu yang dikelola oleh paguyuban ini hanyalah terbatas pada Sastra Jendra yang berurusan dengan peningkatan watak dan perilaku raksasa saja. Itulah sebabnya diambil nama Sastra Jemdra Hayuningrat Pranguanting Diyu. Seseorang sebelum menyerap ilmu ini harys mengerti terlebih dahulu tentang mikro dan makro kosmos. Sesudah itu baru secara bertahap ia memahami, menghayati dan mengamalkan :

1). Kasatriyan (Kesatriaan) 2). Khadewasan (Kedewasaan) 3). Kesepuhan 4). Kawredhan

Sastra Jendra disebut pula Sastra Ceta Suatu hal yang mengandung kebenaran, keluhuran, keagungan akan kesempurnaan penilaian terhadap halhal yang belum nyata bagi manusia biasa. Karena itu Ilmu Sastra Jendra disebut pula sebagai ilmu atau pengetahuan tentang rahasia seluruh semesta alam beserta perkembangannya. Jadi tugasnya, Ilmu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu ialah jalan atau cara untuk mencapai kesempurnaan hidup.

Untuk mencapai tingkat hidup yang demikian itu, manusia harus menempuh berbagai persyaratan atau jalan dalam hal ini berarti sukma dan roh yang manunggal, antara lain dengan cara-cara seperti: Mutih : makan nasi tanpa lauk pauk yang berupa apapun juga. Sirik : menjauhkan diri dari segala macam keduniawian. Ngebleng : menghindari segala makanan atau minuman yang tak bergaram. Patigeni : tidak makan atau minum apa-apa sama sekali.

Selanjutnya melakukan samadi, sambil makan, minum, tidur dan lain sebagainya.

mengurangi

Pada samadi itulah pada mendapalkan ilham atau wisik.

galibnya

orang

akan

Ada tujuh tahapan atau tingkat yang harus dilakukan apabila ingin mencapai tataran hidup yang sempurna, yaitu :

Tapaning jasad Mengendalikan/menghentikan daya gerak tubuh atau kegiatannya. Janganlah hendaknya merasa sakit hati atau menaruh balas dendam, apalagi terkena sebagai sasaran karena perbuatan orang lain, atau akibat suatu peristiwa yang menyangkut pada dirinya. Sedapat-dapatnya hal tersebut diterima saja dengan kesungguhan hati.

Tapaning budi Mengelakkan/mengingkari perbuatan yang terhina dan segala hal yang bersifat tidak jujur.

Tapaning hawa nafsu

Mengendalikan/melontarkan jauh-jauh hawa nafsu atau sifat angkara murka dari diri pribadi. Hendaknya selalu bersikap sabar dan suci, murah hati, berperasaan dalam, suka memberi maaf kepada siapa pun, juga taat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memperhatikan perasaan secara sungguh-sungguh, dan berusaha sekuat tenaga kearah ketenangan (heneng), yang berarti tidak dapat diombang-ambingkan oleh siapa atau apapun juga, serta kewaspadaan (hening).

Tapaning sukma Memenangkan jiwanya. Hendaknya kedermawanannya diperluas. Pemberian sesuatu kepada siapapun juga harus berdasarkan keikhlasan hati, seakan-akan sebagai persembahan sedemikian, sehingga tidak mengakibatkan sesuatu kerugian yang berupa apapun juga pada pihak yang manapun juga. Pendek kata tanpa menyinggung perasaan.

Tapaning cahya Hendaknya orang selalu awas dan waspada serta mempunyai daya meramalkan sesuatu secara tepat. Jangan sampai kabur atau mabuk karena keadaan cemerlang yang dapat mengakibatkan penglihatan yang serba samar dan saru. Lagi pula kegiatannya hendaknya selalu ditujukan kepada kebahagiaan dan keselamatan umum.

Tapaning gesang Berusaha berjuang sekuat tenaga secara berhati-hati, kearah kesempurnaari hidup, serta taat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mengingat jalan atau cara itu berkedudukan pada tingkat hidup tertinggi, maka:

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu dinamakan pula "Benih seluruh semesta alam."

itu

Jadi semakin jelas bahwa Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu hanya sebagai kunci untuk dapat memahami isi Rasa Jati, dimana untuk mencapai sesuatu yang luhur diperlukan mutlak perbuatan yang sesuai.

Rasajati memperlambangkan jiwa atau badan halus ataupun nafsu sifat tiap manusia, yaitu keinginan, kecenderungan, dorongan hati yang kuat, kearah yang baik maupun yang buruk atau jahat.

Nafsu sifat itu ialah; Lumamah (angkara murka), Amarah, Supiyah (nafsu birahi). Ketiga sifat tersebut melambangkan hal-hal yang menyebabkan tidak teraturnya atau kacau balaunya sesuatu masyarakat dalam berbagai bidang, antara lain: kesengsaraan, malapetaka, kemiskinan dan lain sebagainya.

Sedangkan sifat terakhir yaitu Mutmainah (nafsu yang baik, dalam arti kata berbaik hati, berbaik bahasa, jujur dan lain sebagainya) yang selalu menghalang-halangi tindakan yang tidak senonoh.

oooOooo

Catatan Tambahan untuk Sastra Cetha / Sastra Jendra Hayuningrat Tentang Tehnik pencapaian laku :

Posisi tidur telentang kaki lurus, telapak tangan masing2 menempel ke paha, telapak kaki kanan menempel ke telapak kaki kiri (posisi saluku tunggal).

Nafas & konsentrasi : tarik nafas (dari pusar) naik ke dada - tenggorokan , kemudian naikkan lagi ke ubun2 , (tahan sekuatnya ), kemudian turunkan lagi perlahan -lahan ke pusar sambil membuang nafas.

Pada saat tarik nafas sambil mengucap batin ' huu ' pada saat melepas ' yaa ', setiap tahapan dilakukan 3 kali tarikan/ buang nafas (Tripandurat), kemudian baru istirahat dan kemudian dilakukan lagi .

Semakin lama kita bias menahan nafas (di ubun2) semakin bagus, dgn catatan setiap tripandurat hrs ada jeda istirahat sebentar, pada saat bersatunya rah (darah) atau roh di ubun2 (susuhunan) itulah bisa disebut manunggaling kawula gusti, dalam arti jika nafas naik kita jumeneng gusti dan pada saat turun kita kembali jd kawulo, namun yg dimaksud disini bukan berarti nafasnya tetapi adalah Cipta & rasa nya. Patrap/konsentrasi semedi ini bias dilakukan sambil beraktifitas sehari2 sambil tetap mengatur jalan nafas dan mantra "huu - yaa" diatas.

Banyaknya orang untuk mengetahui tentang sastra jendra ini diikuti sembah tulus kepadaNya, maka yang diperoleh adalah suatu ajaran hidup yang sumende karsaning widi, berserah kepada Tuhannya. Bila kesemuanya dilakoni maka tentunya akan diperoleh ajaran sejati yang berujud sastra jendra pangruwating diyu, kalau di tempat saya sastra = tulis, jendra = papan. Yaitu suatu ilmu yang diajarkan tanpa perantara, berujud tulisan kang tanpa papan (tulisan tanpa tempat menulis), untuk menuju kesana diperlukan papan tanpa tulisan, atau tempat yang tiada apa apa lagi selain Tuhan itu.

Lalu sastra jendra dikatakan sastra cetha, yang artinya jelas, tetapi kok masih dicari, hal ini mengusik kita, walaupun dikatakan sastra cetha/jelas tetapi tanpa laku yang cukup untuk mengetahuinya, maka niscaya tiada

pernah didapat. Sastra cetha sendiri juga mengartikan bahwa siapa yang sudah paham akan isi sastra jendra sendiri akan tiada kesamaran sawiji - wiji, tiada akan bimbang akan isi dunia inikarena sudah yakin akan tujuan hidupnya.

Kemudian tentang laku awal untuk mencapai hal tersebut adalah dengan samadhi. Samadhi yang dilakukan dengan sungguh pasrah akan kehendak yang Kuasa dan sungguh pasrah atas segala dosa dan hidup kita.

Olah nafas yang dipergunakan adalah nafas halus, yaitu menjaga (bukan mengatur seperti yg lainya) untuk bernafas dengan teratur antara keluar dan masuknya nafas. Tidak boleh ditahan ataupun sengaja dihabiskan. Betul betul bafas teratur seperti kita tidur, jangan sampai goyah. Pikiran dipusatkan kepada jalannya nafas, terus merasakan keluar dan masuknya nafas. Kalau dalam tahap meditasi ini dirasakan atau pun merasa melihat sesuatu, jangan hiraukan terus kepada pemusatan kepada talining urip (nafas). Dengan terus melakukan ini bila berhasil akan mengetahui dengan sendirinya suatu rahasia kemampuan diri kita

Kemudian tentang laku awal untuk mencapai hal tersebut adalah dengan samadhi. Samadhi yang dilakukan dengan sungguh pasrah akan kehendak yang Kuasa dan sungguh pasrah atas segala dosa dan hidup kita.

Olah nafas yang dipergunakan adalah nafas halus, yaitu menjaga (bukan mengatur seperti yg lainya) untuk bernafas dengan teratur antara keluar dan masuknya nafas. Tidak boleh ditahan ataupun sengaja dihabiskan. Betul betul nafas teratur seperti kita tidur, jangan sampai

goyah. Pikiran dipusatkan kepada jalannya nafas, terus merasakan keluar dan masuknya nafas. Kalau dalam tahap meditasi ini dirasakan atau pun merasa melihat sesuatu, jangan hiraukan terus kepada pemusatan kepada talining urip (nafas). Dengan terus melakukan ini bila berhasil akan mengetahui dengan sendirinya suatu rahasia kemampuan diri kita .

Ini yang dikatakan olah rasa, yaitu mengolah dan merasakan rasa jati, berusaha merasakan rasa yang sejati.

Demikianlah Uraian Singkat Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu semoga semoga masih ada manfaatnya.

Rahayu rahayu

h3rm4n Nabble | Old Nabble1 | Spiritual Indonesia Login : Register Buku Layang DjojobojoView: New views 20 Messages — Rating Filter: Alert me < Prev | 1 - 2 | Next > Buku Layang Djojobojo by Mas Dipo Jan 02, 2009; 04:12pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Untuk rekan-rekan SI, Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh..

Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya.. Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah... Salam, dipo

tidak

Layang Djojobojo.pdf (6M) Download Attachment Re: Buku Layang Djojobojo by Nanda-4 Jan 02, 2009; 04:22pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Yaaaa.. Terjemahken dung pleeesss.. heheeee.. ... -----Original Message----From: Mas Dipo <dipo1601@...> Date: Fri, 2 Jan 2009 01:12:31 To: <spiritual-indonesia@...> Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo Untuk rekan-rekan SI, Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh.. Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya.. Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah... Salam, dipo

RE: Buku Layang Djojobojo by adji mudhita Jan 02, 2009; 04:23pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Mas Dipo, Terima kasih untuk sharingnya. Salam, Adji . ________________________________________ From: Spiritual-Indonesia@... [mailto:Spiritual-Indonesia@...] On Behalf Of Mas Dipo Sent: 02 Januari 2009 16:13 To: spiritual-indonesia@... Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo Untuk rekan-rekan SI, Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh.. Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya.. Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah... Salam, dipo Re: Buku Layang Djojobojo by Den Mas Bagus Dhika Jan 02, 2009; 04:39pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Terima Kasih Mas Dipo,

tapi saya kesulitan lho Mas... bukan hanya memahaminya, membacanya... :)

namun

juga

dalam

Klo gak keberatan mohon dibahas sedikit demi sedikit... soalnya klo langsung banyak takut kemampuan yang amat terbatas ini gak mampu menangkap... heheheh.... harap maklum yoo Mas.. Rahayu, dhika ----- Original Message ----From: Mas Dipo To: spiritual-indonesia@... Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI, Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh.. Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya.. Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah... Salam, dipo

Re: Buku Layang Djojobojo by Mas Dipo Jan 02, 2009; 04:45pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Ya nanti pelan2 saja dan bab yang mana yang akan ditanyakan..

Salam, dipo Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----From: "Den Mas Bagus Dhika" <pritasi@...> Date: Fri, 2 Jan 2009 16:50:04 To: <Spiritual-Indonesia@...> Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo Terima Kasih Mas Dipo, tapi saya kesulitan lho Mas... bukan hanya memahaminya, membacanya... :)

namun

juga

dalam

Klo gak keberatan mohon dibahas sedikit demi sedikit... soalnya klo langsung banyak takut kemampuan yang amat terbatas ini gak mampu menangkap... heheheh.... harap maklum yoo Mas.. Rahayu, dhika ----- Original Message ----From: Mas Dipo To: spiritual-indonesia@... Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI, Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh.. Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya.. Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah...

Salam, dipo

Re: Buku Layang Djojobojo by Den Mas Bagus Dhika Jan 02, 2009; 04:51pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Setuju Mas Dipo, pelan-pelan... dari bab awal sampe akhir... tapi pertama-tama mohon ijin dulu untuk mencetaknya.. Rahayu, dhika ----- Original Message ----From: dipo1601@... To: Spiritual-Indonesia@... Sent: Friday, January 02, 2009 4:45 PM Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo Ya nanti pelan2 saja dan bab yang mana yang akan ditanyakan.. Salam, dipo

Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------------------------------------------------

From: "Den Mas Bagus Dhika" Date: Fri, 2 Jan 2009 16:50:04 +0700 To: <Spiritual-Indonesia@...> Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Terima Kasih Mas Dipo, tapi saya kesulitan lho Mas... bukan hanya memahaminya, namun juga dalam membacanya... :) Klo gak keberatan mohon dibahas sedikit demi sedikit... soalnya klo langsung banyak takut kemampuan yang amat terbatas ini gak mampu menangkap... heheheh.... harap maklum yoo Mas.. Rahayu, dhika ----- Original Message ----From: Mas Dipo To: spiritual-indonesia@... Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI, Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh.. Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya.. Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah... Salam, dipo

RE: Buku Layang Djojobojo by adji mudhita Jan 02, 2009; 04:52pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Mas Dipo,

Kalau saya sih memang ndak ngerti bahasa Djawa, kalau mau tanya, ya pasti setiap halaman ditanya hehehehe.

Salam guyon, Adji .

_____ From: Spiritual-Indonesia@... [mailto:Spiritual-Indonesia@...] On Behalf Of dipo1601@... Sent: 02 Januari 2009 16:46 To: Spiritual-Indonesia@... Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Ya nanti pelan2 saja dan bab yang mana yang akan ditanyakan.. Salam, dipo

Powered by Telkomsel BlackBerryR _____ From: "Den Mas Bagus Dhika" Date: Fri, 2 Jan 2009 16:50:04 +0700 To: <Spiritual-Indonesia@...> Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo Terima Kasih Mas Dipo, tapi saya kesulitan lho Mas... bukan hanya memahaminya, membacanya... :) namun juga dalam

Klo gak keberatan mohon dibahas sedikit demi sedikit... soalnya klo langsung banyak takut kemampuan yang amat terbatas ini gak mampu menangkap... heheheh.... harap maklum yoo Mas..

Rahayu, dhika

----- Original Message ----From: Mas Dipo <mailto:dipo1601@...> To: spiritual-indonesia <mailto:spiritual-indonesia@...>

@yahoogroups.com Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI, Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh.. Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya.. Silahkan untuk dibaca, bagi bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah... rekan yang tidak

Salam, dipo

Re: Buku Layang Djojobojo by Mas Dipo Jan 02, 2009; 04:52pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Silahken.. Salam, dipo Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----From: "Den Mas Bagus Dhika" <pritasi@...> Date: Fri, 2 Jan 2009 17:02:00

To: <Spiritual-Indonesia@...> Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo Setuju Mas Dipo, pelan-pelan... dari bab awal sampe akhir... tapi pertama-tama mohon ijin dulu untuk mencetaknya.. Rahayu, dhika ----- Original Message ----From: dipo1601@... To: Spiritual-Indonesia@... Sent: Friday, January 02, 2009 4:45 PM Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo Ya nanti pelan2 saja dan bab yang mana yang akan ditanyakan.. Salam, dipo

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----------------------------------------------------------------------------From: "Den Mas Bagus Dhika" Date: Fri, 2 Jan 2009 16:50:04 +0700 To: <Spiritual-Indonesia@...> Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Terima Kasih Mas Dipo, tapi saya kesulitan lho Mas...

bukan hanya memahaminya, namun juga dalam membacanya... :) Klo gak keberatan mohon dibahas sedikit demi sedikit... soalnya klo langsung banyak takut kemampuan yang amat terbatas ini gak mampu menangkap... heheheh.... harap maklum yoo Mas.. Rahayu, dhika ----- Original Message ----From: Mas Dipo To: spiritual-indonesia@... Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI, Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh.. Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya.. Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah... Salam, dipo

Re: Buku Layang Djojobojo by Mas Dipo Jan 02, 2009; 04:54pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Walah.. Gubrack..

Hehehe.. Salam canda juga, dipo Powered by Telkomsel BlackBerry® -----------------------------------Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:Spiritual-Indonesia-digest@... mailto:Spiritual-Indonesia-fullfeatured@... <*> To unsubscribe from this group, send an email to: Spiritual-Indonesia-unsubscribe@... <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ Re: Buku Layang Djojobojo by Empe Lojot Jan 02, 2009; 05:08pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Mas Dipo, Bagaimana kalau buka les privat untuk kupas Kitab tersebut? agar tidak menjadi Kitab tersebut sebagai "Hiasan" saja.heeee.....

);empe --- On Fri, 2/1/09, Den Mas Bagus Dhika <pritasi@...> wrote: From: Den Mas Bagus Dhika <pritasi@...> Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo To: Spiritual-Indonesia@... Date: Friday, 2 January, 2009, 10:02 AM

Setuju Mas Dipo, pelan-pelan. .. dari bab awal sampe akhir... tapi pertama-tama mohon ijin dulu untuk mencetaknya. . Rahayu, dhika ----- Original Message ----From: dipo1601@yahoo. com To: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com Sent: Friday, January 02, 2009 4:45 PM Subject: Re: [Spiritual-Indonesi a] Buku Layang Djojobojo

Ya nanti pelan2 saja dan bab yang mana yang akan ditanyakan.. Salam, dipo

Powered by Telkomsel BlackBerry® From: "Den Mas Bagus Dhika" Date: Fri, 2 Jan 2009 16:50:04 +0700 To: <Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com> Subject: Re: [Spiritual-Indonesi a] Buku Layang Djojobojo

Terima Kasih Mas Dipo, tapi saya kesulitan lho Mas... bukan hanya memahaminya, membacanya.. . :)

namun

juga

dalam

Klo gak keberatan mohon dibahas sedikit demi sedikit... soalnya klo langsung banyak takut kemampuan yang amat terbatas ini gak mampu menangkap... heheheh.... harap maklum yoo Mas.. Rahayu, dhika

----- Original Message ----From: Mas Dipo To: spiritual-indonesia @yahoogroups. com Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM Subject: [Spiritual-Indonesi a] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI, Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh.. Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya..

Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah... Salam, dipo

tidak

New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/ Re: Buku Layang Djojobojo by anto-3 Jan 02, 2009; 05:09pm :: Rate this Message: Use ratings to moderate (?) -

Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Wuih....baru masuk dah kerasa semilir nuansa kekeluargaanya... Jadi betah...saya boleh nginep ndak? Salam kenal buat Nanda (male or female?)....buat yang lain juga ... Jadi malu dicomplain ama Nanda. (he..he..)

Any way...Buka filenya pakai software apa ya? WM.player ndak bisa, notepad juga ndak bisa tuh mas Dipo. Salah hangat

3.jpg (31K) Download Attachment imstp_animation_butterflies_en_020908.gif Download Attachment RE: Buku Layang Djojobojo

(42K)

by adji mudhita Jan 02, 2009; 05:19pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Acrobat Reader.. sol. Salam, Adji . ________________________________________ From: Spiritual-Indonesia@... [mailto:Spiritual-Indonesia@...] On Behalf Of anto Sent: 02 Januari 2009 17:10 To: Spiritual-Indonesia@... Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo Wuih....baru masuk dah kerasa kekeluargaanya... Jadi betah...saya boleh nginep ndak? semilir nuansa

Salam kenal buat Nanda (male or female?)....buat yang lain juga ... Jadi malu dicomplain ama Nanda. (he..he..) Any way...Buka filenya pakai software apa ya? WM.player ndak bisa, notepad

juga ndak bisa tuh mas Dipo. Salah hangat

Re: Buku Layang Djojobojo by Yuyun Prasetyo Jan 02, 2009; 05:26pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message salam kenal juga mas Anto.... di SI orangnya ramah2 dan kekeluargaan....... klo ikut copdar boleh nginep kok,... salam hangat Yuyun

________________________________ From: anto <anto@...> To: Spiritual-Indonesia@... Sent: Friday, January 2, 2009 5:09:46 PM Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Djojobojohangat Wuih....baru masuk dah kerasa kekeluargaanya. .. Jadi betah...saya boleh nginep ndak? semilir

Layang

nuansa

Salam kenal buat Nanda (male or female?).... buat yang lain juga ... Jadi malu dicomplain ama Nanda. (he..he..) Any way...Buka filenya pakai software apa ya? WM.player ndak bisa, notepad juga ndak bisa tuh mas Dipo. Salah hangat

Re: Buku Layang Djojobojo by Nanda-4 Jan 02, 2009; 05:31pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Ehem.. Ehem.. ceneng bener nama nda di tulis eheeeem.. Rasanya gimana gichuuuih Heheheeee.. Nda (lagi GR neh) -----Original Message----From: "anto" <anto@...> Date: Fri, 2 Jan 2009 02:09:46 To: <Spiritual-Indonesia@...> Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo Wuih....baru masuk dah kerasa kekeluargaanya... Jadi betah...saya boleh nginep ndak? semilir nuansa

Salam kenal buat Nanda (male or female?)....buat yang lain juga ... Jadi malu dicomplain ama Nanda. (he..he..) Any way...Buka filenya pakai software apa ya? WM.player ndak bisa, notepad juga ndak bisa tuh mas Dipo. Salah hangat Re: Buku Layang Djojobojo by Mas Dipo Jan 02, 2009; 05:34pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Jadi ngebacanya sambil akrobat getoo loh, alias jungkir balik, kah? Hehehe.. Makasih mas Adji sudah membalasnya.. Nuwun, dipo Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----From: "adji mudhita" <sangwaktu@...> Date: Fri, 2 Jan 2009 17:27:26 To: <Spiritual-Indonesia@...> Subject: RE: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo Acrobat Reader.. sol. Salam, Adji . ________________________________________ From: Spiritual-Indonesia@...

[mailto:Spiritual-Indonesia@...] On Behalf Of anto Sent: 02 Januari 2009 17:10 To: Spiritual-Indonesia@... Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo Wuih....baru masuk dah kerasa kekeluargaanya... Jadi betah...saya boleh nginep ndak? semilir nuansa

Salam kenal buat Nanda (male or female?)....buat yang lain juga ... Jadi malu dicomplain ama Nanda. (he..he..) Any way...Buka filenya pakai software apa ya? WM.player ndak bisa, notepad juga ndak bisa tuh mas Dipo. Salah hangat

Re: Buku Layang Djojobojo by Mas Dipo Jan 02, 2009; 05:52pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Empe Lojot, Boleh saja tuh.. Empe yang jadi dosennya yah.... Salam, dipo

________________________________ From: Empe Lojot <empelojot@...> To: Spiritual-Indonesia@... Sent: Friday, January 2, 2009 7:08:57 PM Subject: Re: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo Mas Dipo, Bagaimana kalau buka les privat untuk kupas Kitab tersebut? agar tidak menjadi Kitab tersebut sebagai "Hiasan" saja.heeee.. ... );empe --- On Fri, 2/1/09, Den Mas Bagus Dhika <pritasi@yahoo. co.id> wrote: From: Den Mas Bagus Dhika <pritasi@yahoo. co.id> Subject: Re: [Spiritual-Indonesi a] Buku Layang Djojobojo To: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com Date: Friday, 2 January, 2009, 10:02 AM Setuju Mas Dipo, pelan-pelan. .. dari bab awal sampe akhir... tapi pertama-tama mohon ijin dulu untuk mencetaknya. . Rahayu, dhika ----- Original Message ----From: dipo1601@yahoo. com To: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com Sent: Friday, January 02, 2009 4:45 PM

Subject: Re: [Spiritual-Indonesi a] Buku Layang Djojobojo Ya nanti pelan2 saja dan bab yang mana yang akan ditanyakan.. Salam, dipo Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ From: "Den Mas Bagus Dhika" Date: Fri, 2 Jan 2009 16:50:04 +0700 To: <Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com> Subject: Re: [Spiritual-Indonesi a] Buku Layang Djojobojo Terima Kasih Mas Dipo, tapi saya kesulitan lho Mas... bukan hanya memahaminya, membacanya.. . :)

namun

juga

dalam

Klo gak keberatan mohon dibahas sedikit demi sedikit... soalnya klo langsung banyak takut kemampuan yang amat terbatas ini gak mampu menangkap... heheheh.... harap maklum yoo Mas.. Rahayu, dhika ----- Original Message ----From: Mas Dipo To: spiritual-indonesia @yahoogroups. com Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM Subject: [Spiritual-Indonesi a] Buku Layang Djojobojo Untuk rekan-rekan SI, Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh.. Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya.. Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah...

Salam, dipo ________________________________ Happy Holidays from Yahoo! Messenger Spread holiday cheers to your friends and loved ones today!

Re: Buku Layang Djojobojo by Herman Adriansyah Jan 02, 2009; 08:32pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Mas Dipo, Terima kasih lho, saya kirain ada terjemahannya, maklum mboten ngartos boso Jowo Mas, Halo mas Bens, dan mas Dodo, gimana hasil terjemahannya Layang Joyoboyonya yang lalu .... hehehehehehe ...... Salam h3rm4n

----- Original Message ----From: Mas Dipo To: spiritual-indonesia@... Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI, Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh.. Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya..

Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah... Salam, dipo

tidak

Re: Buku Layang Djojobojo+Tehnik pencapaian laku Sastra Cetha / Sastra Jendra Hayuningrat by Herman Adriansyah Jan 02, 2009; 08:45pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Selain Layang Joyoboyo saya mau nambahin (kalo boeh nih) denga ajaran SASTRA JENDRA SEBAGAI AJARAN SINENGKER (RAHASIA)

1) Ajaran ini bersumber dari istilah Sastra Harjendra Yuning Rat yang bersumber dari kisah Arjoena-Sasra Baoe karya pujangga R.Ng.Sindoesastra (Van Den Broek, 1870:31,33). Ungkapan serupa : Sastra Herjendra Hayuning Bumi (ibid:30) Sastra Hajendra Hayuningrat Pangruwating Barang Sakilar (ibid:31), atau Sastradi (ibid:31), sastra Hajendra (ibid:31), sastra Hajendra Yuningrat Pangruwating Diyu (ibid:31), sastra Hajendra Wadiningrat (ibid:31), Sastrayu (ibid: 32, 34), atau sastra Ugering Agesang Kasampurnaning Titah Titining Pati Patitising Kamuksan (ibid:32), Jatining Sastra (ibid:32).

2) Arti masing-masing istilah (Pradipta 1995) adalah sbb: 1.. Sastra Hajendra Yuning Rat (ilmu ajaran tertinggi yang jelas tentang keselamatan alam semesta)

2.. Sastra Harjendra Wadiningrat (ilmu ajaran keselamatan alam semesta untuk Meruwat raksasa). 3.. Sastra Hajendra Wadiningrat (ilmu ajaran tertinggi tentang keselamatan alam semesta rahasia dunia) 4.. Sastrayu (ilmu ajaran keselamatan) 3) Penafsiran

1.. Seperti diketahui dalam kitab Arjoena-Sasra-Baoe tak ada uraian yang memadai tentang bentuk, isi, dan nilai ajaran Sastra Jendra yang sinengker itu. Namun demikian janganlah lalu ditafsirkan bahwa di kalangan masyarakat Jawa tak ada seorangpun terutama pada waktu itu yang tidak tahu tentang bentuk, isi, dan nilai ajaran tersebut. Bahkan sebaliknya justru karena singkatnya uraian Sindusastra, dapat ditafsirkan bahwa masyarakat sudah tahu dan memahami betul tentang ajaran yang bersifat rahasia itu. Perihal Sinengker dapat ditafsirkan bahwa situasi, kondisi, lingkungan , iklim, suasana sosial dan budaya setempat /waktu Sastra Jendra dilahirkan ,mungkin belum dapat diterima secara iklas dan trasparan,akan kehadiran ajaran Sastra Jendra tersebut 2.. Didalam kitab Arjoena-Sasra-Baoe, Sastra Jendra hanya diuraikan secara singkat sbb: Sastrarjendra hayuningrat, pangruwat barang sakalir, kapungkur sagung rarasan, ing kawruh tan wonten malih, wus kawengku sastradi, pungkas-pungkasaning kawruh, ditya diyu raksasa, myang sato sining wanadri, lamun weruh artine kang sastrarjendra. Rinuwat dening bathara, sampurna patinireki, atmane wor lan manusa, manusa kang wus linuwih, yen manusa udani, wor lan dewa panitipun, jawata kang minulya mangkana prabu Sumali, duk miyarsa tyasira andhandhang sastra.

Terjemahannya :

Ilmu/ajaran tertinggi tentang keselamatan alam semesta, untuk meruwat segala hal, dahulu semua orang membicarakan pada ilmu ini tiada lagi, telah terbingkai oleh sastradi. Kesimpulan dari pengetahuan ini bahwa segala jenis raksasa, dan semua hewan di hutan besar, jika mengetahui arti sastra Jendra. Akan diruwat oleh dewa,menjadi sempurna kematiannya (menjadi) dewa yang dimuliakan, demikianlah Prabu Sumali, ketika mendengar hatinya berhasrat sekali mengetahui Sastra Jendra.

3.. Secara esensial ilmu/ajaran Sastra Jendra yang berarti ilmu/ajaran tertinggi tentang keselamatan, mengandung isi dan nilai Ketuhanan YME,mungkin karena pertimbangan tertentu, maka yang dipaparkan baik dalam Serat Arjunasastra maupun didalam lakonlakon wayang hanyalah sebatas kulit saja, belum mengungkap secara mendasar tentang pokok bahasan dan materi yang sebenarnya secara memadai. Namun demikian bagi orang yang memiliki ilmu semiotik Jawa (ilmu tanda atau ilmu tanggap samita), mungkin dapat menangkap maksud dan tujuan ilmu ini , serta dapat memaknai ilmu Ketuhanan YME dalam proyeksi mikro dan makro. 4.. Struktur ilmu/ ajaran sastra Jendra dapat disusun sebagai berikut.: Sastra Jendra/Sastradi/Jatining Sastra/Satrayu Sastra Jendra Hayuningrat (Sastra Jendra untuk setiap tatasurya) Sastra Jendra Hayuning Bumi

(Sastra Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup) Sastra Jendra Pangruwating Barang Sakelir (Untuk Meruwat segala Macam mahluk hidup) SJP SJP SJP SJP Kewan Dayu Manungsa Lsp (Hewan) (Raksasa) (Manusia) (Lainnya)

Sastra Jendra Hayuning Bumi

(Sastra Jendra untuk bumi dimana manusia hidup) Agama Kepercayaan thd Tuhan YME ainnya Agama : Sastra Jendra Hayuning Bumi Sastra Jendra utk Bumi dimana manusia hidup Islam Katolik Kristen Hindu Budha Kepercayaan terhadap Tuhan YME : Sastra Jendra Hayuning Bumi (Serat Jendta utk Bumi dimana manusia hidup) Kanuragan Sangkan Paran Kasampurnan Kasucen (SUAKTTPPK)

*SUAKTTPPK = Sastra Urgening Agesang Kasampurnaning Titah Titining Pati Patising Kamuksan. (Ilmu/ajaran) pedoman hidup kesempurnaan manusia kesempurnaan mati kesempurnaan moksa).

Lainnya : Sastra Jendra Hayuning Bumi (Sastra Jendra untuk Bumi dimana manusia hidup)

Agama Kepercayaan thd Tuhan YME lainnya di dunia

a. Sastra Jendra sebagai terhadap Tuhan YME

paguyuban

Kepercayaan

Di Indonesia terdapat organisasi budaya spiritual bernama paguyuban Sastra Jendra Hayuningrat Pangaruwating Diyu, anggotanya tersebar luas ke 14 propinsi. Paguyuban ini berpusat di Jakarta, disesepuhi oleh KRMH. Darudriyo Soemodiningrat. Paguyuban ini meyakini adanya Tuhan YME dan keberadaannya tak dapat diibaratkan dengan apapun. Menurut naskah pemaparan Budaya Spiritual. Ada pola dasar ajaran : 1. Ajaran tentang Tuhan YME 2. Ajaran tentang Alam semesta 3. Ajaran tentang Manusia 4. Ajaran tentang Kesempurnaan

(Uraian terperinci tidak disajikan di sini)

Menurut nama sumber Widyo Isworo SH (alm). Salah seorang warga senior dari paguyuban tersebut, Sastra Jendra yang amat luas berasal dari keraton, dipergunakan oleh para raja. Jadi sudah sejak dahulu ada. Sedangkan ilmu yang dikelola oleh paguyuban ini hanyalah terbatas pada Sastra Jendra yang berurusan dengan peningkatan watak dan perilaku raksasa saja. Itulah sebabnya diambil nama Sastra Jemdra Hayuningrat Pranguanting Diyu. Seseorang sebelum menyerap ilmu ini harys mengerti terlebih dahulu tentang mikro dan makro kosmos. Sesudah itu baru secara bertahap ia memahami, menghayati dan mengamalkan :

1). Kasatriyan (Kesatriaan) 2). Khadewasan (Kedewasaan) 3). Kesepuhan 4). Kawredhan

Sastra Jendra disebut pula Sastra Ceta Suatu hal yang mengandung kebenaran, keluhuran, keagungan akan kesempurnaan penilaian terhadap halhal yang belum nyata bagi manusia biasa. Karena itu Ilmu Sastra Jendra disebut pula sebagai ilmu atau pengetahuan tentang rahasia seluruh semesta alam beserta perkembangannya. Jadi tugasnya, Ilmu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu ialah jalan atau cara untuk mencapai kesempurnaan hidup.

Untuk mencapai tingkat hidup yang demikian itu, manusia harus menempuh berbagai persyaratan atau jalan dalam hal ini berarti sukma dan roh yang manunggal, antara lain dengan cara-cara seperti: Mutih : makan nasi tanpa lauk pauk yang berupa apapun juga. Sirik : menjauhkan diri dari segala macam keduniawian. Ngebleng : menghindari segala makanan atau minuman yang tak bergaram. Patigeni : tidak makan atau minum apa-apa sama sekali.

Selanjutnya melakukan samadi, sambil makan, minum, tidur dan lain sebagainya.

mengurangi

Pada samadi itulah pada mendapalkan ilham atau wisik.

galibnya

orang

akan

Ada tujuh tahapan atau tingkat yang harus dilakukan apabila ingin mencapai tataran hidup yang sempurna, yaitu :

Tapaning jasad Mengendalikan/menghentikan daya gerak tubuh atau kegiatannya. Janganlah hendaknya merasa sakit hati atau menaruh balas dendam, apalagi terkena sebagai sasaran karena perbuatan orang lain, atau akibat suatu peristiwa yang menyangkut pada dirinya.

Sedapat-dapatnya hal tersebut diterima saja dengan kesungguhan hati.

Tapaning budi Mengelakkan/mengingkari perbuatan yang terhina dan segala hal yang bersifat tidak jujur.

Tapaning hawa nafsu Mengendalikan/melontarkan jauh-jauh hawa nafsu atau sifat angkara murka dari diri pribadi. Hendaknya selalu bersikap sabar dan suci, murah hati, berperasaan dalam, suka memberi maaf kepada siapa pun, juga taat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memperhatikan perasaan secara sungguh-sungguh, dan berusaha sekuat tenaga kearah ketenangan (heneng), yang berarti tidak dapat diombang-ambingkan oleh siapa atau apapun juga, serta kewaspadaan (hening).

Tapaning sukma Memenangkan jiwanya. Hendaknya kedermawanannya diperluas. Pemberian sesuatu kepada siapapun juga harus berdasarkan keikhlasan hati, seakan-akan sebagai persembahan sedemikian, sehingga tidak mengakibatkan sesuatu kerugian yang berupa apapun juga pada pihak yang manapun juga. Pendek kata tanpa menyinggung perasaan.

Tapaning cahya Hendaknya orang selalu awas dan waspada serta mempunyai daya meramalkan sesuatu secara tepat. Jangan sampai kabur atau mabuk karena keadaan cemerlang yang dapat mengakibatkan penglihatan yang serba samar dan saru. Lagi pula kegiatannya hendaknya selalu ditujukan kepada kebahagiaan dan keselamatan umum.

Tapaning gesang Berusaha berjuang sekuat tenaga secara berhati-hati, kearah kesempurnaari hidup, serta taat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mengingat jalan atau cara itu berkedudukan pada tingkat hidup tertinggi, maka:

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu dinamakan pula "Benih seluruh semesta alam."

itu

Jadi semakin jelas bahwa Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu hanya sebagai kunci untuk dapat memahami isi Rasa Jati, dimana untuk mencapai sesuatu yang luhur diperlukan mutlak perbuatan yang sesuai.

Rasajati memperlambangkan jiwa atau badan halus ataupun nafsu sifat tiap manusia, yaitu keinginan, kecenderungan, dorongan hati yang kuat, kearah yang baik maupun yang buruk atau jahat.

Nafsu sifat itu ialah; Lumamah (angkara murka), Amarah, Supiyah (nafsu birahi). Ketiga sifat tersebut melambangkan hal-hal yang menyebabkan tidak teraturnya atau kacau balaunya sesuatu masyarakat dalam berbagai bidang, antara lain: kesengsaraan, malapetaka, kemiskinan dan lain sebagainya.

Sedangkan sifat terakhir yaitu Mutmainah (nafsu yang baik, dalam arti kata berbaik hati, berbaik bahasa, jujur dan lain sebagainya) yang selalu menghalang-halangi tindakan yang tidak senonoh.

oooOooo

Catatan Tambahan untuk Sastra Cetha / Sastra Jendra Hayuningrat Tentang

Tehnik pencapaian laku :

Posisi tidur telentang kaki lurus, telapak tangan masing2 menempel ke paha, telapak kaki kanan menempel ke telapak kaki kiri (posisi saluku tunggal).

Nafas & konsentrasi : tarik nafas (dari pusar) naik ke dada - tenggorokan , kemudian naikkan lagi ke ubun2 , (tahan sekuatnya ), kemudian turunkan lagi perlahan -lahan ke pusar sambil membuang nafas.

Pada saat tarik nafas sambil mengucap batin ' huu ' pada saat melepas ' yaa ', setiap tahapan dilakukan 3 kali tarikan/ buang nafas (Tripandurat), kemudian baru istirahat dan kemudian dilakukan lagi .

Semakin lama kita bias menahan nafas (di ubun2) semakin bagus, dgn catatan setiap tripandurat hrs ada jeda istirahat sebentar, pada saat bersatunya rah (darah) atau roh di ubun2 (susuhunan) itulah bisa disebut manunggaling kawula gusti, dalam arti jika nafas naik kita jumeneng gusti dan pada saat turun kita kembali jd kawulo, namun yg dimaksud disini bukan berarti nafasnya tetapi adalah Cipta & rasa nya. Patrap/konsentrasi semedi ini bias dilakukan sambil beraktifitas sehari2 sambil tetap mengatur jalan nafas dan mantra "huu - yaa" diatas.

Banyaknya orang untuk mengetahui tentang sastra jendra ini diikuti sembah tulus kepadaNya, maka yang diperoleh adalah suatu ajaran hidup yang sumende

karsaning widi, berserah kepada Tuhannya. Bila kesemuanya dilakoni maka tentunya akan diperoleh ajaran sejati yang berujud sastra jendra pangruwating diyu, kalau di tempat saya sastra = tulis, jendra = papan. Yaitu suatu ilmu yang diajarkan tanpa perantara, berujud tulisan kang tanpa papan (tulisan tanpa tempat menulis), untuk menuju kesana diperlukan papan tanpa tulisan, atau tempat yang tiada apa apa lagi selain Tuhan itu.

Lalu sastra jendra dikatakan sastra cetha, yang artinya jelas, tetapi kok masih dicari, hal ini mengusik kita, walaupun dikatakan sastra cetha/jelas tetapi tanpa laku yang cukup untuk mengetahuinya, maka niscaya tiada pernah didapat. Sastra cetha sendiri juga mengartikan bahwa siapa yang sudah paham akan isi sastra jendra sendiri akan tiada kesamaran sawiji - wiji, tiada akan bimbang akan isi dunia inikarena sudah yakin akan tujuan hidupnya.

Kemudian tentang laku awal untuk mencapai hal tersebut adalah dengan samadhi. Samadhi yang dilakukan dengan sungguh pasrah akan kehendak yang Kuasa dan sungguh pasrah atas segala dosa dan hidup kita.

Olah nafas yang dipergunakan adalah nafas halus, yaitu menjaga (bukan mengatur seperti yg lainya) untuk bernafas dengan teratur antara keluar dan masuknya nafas. Tidak boleh ditahan ataupun sengaja dihabiskan. Betul betul bafas teratur seperti kita tidur, jangan sampai goyah. Pikiran dipusatkan kepada jalannya nafas, terus merasakan keluar dan masuknya nafas. Kalau dalam tahap meditasi ini dirasakan atau pun merasa melihat sesuatu, jangan hiraukan terus kepada pemusatan kepada talining urip (nafas). Dengan terus melakukan ini bila berhasil akan mengetahui dengan sendirinya suatu rahasia kemampuan diri kita

Kemudian tentang laku awal untuk mencapai hal tersebut adalah dengan samadhi. Samadhi yang dilakukan dengan sungguh pasrah akan kehendak yang Kuasa dan sungguh pasrah atas segala dosa dan hidup kita.

Olah nafas yang dipergunakan adalah nafas halus, yaitu menjaga (bukan mengatur seperti yg lainya) untuk bernafas dengan teratur antara keluar dan masuknya nafas. Tidak boleh ditahan ataupun sengaja dihabiskan. Betul betul nafas teratur seperti kita tidur, jangan sampai goyah. Pikiran dipusatkan kepada jalannya nafas, terus merasakan keluar dan masuknya nafas. Kalau dalam tahap meditasi ini dirasakan atau pun merasa melihat sesuatu, jangan hiraukan terus kepada pemusatan kepada talining urip (nafas). Dengan terus melakukan ini bila berhasil akan mengetahui dengan sendirinya suatu rahasia kemampuan diri kita .

Ini yang dikatakan olah rasa, yaitu mengolah dan merasakan rasa jati, berusaha merasakan rasa yang sejati.

Demikianlah Uraian Singkat Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu semoga semoga masih ada manfaatnya.

Rahayu rahayu

h3rm4n

----- Original Message ----From: Mas Dipo To: spiritual-indonesia@... Sent: Friday, January 02, 2009 4:12 PM Subject: [Spiritual-Indonesia] Buku Layang Djojobojo

Untuk rekan-rekan SI, Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh.. Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya.. Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak bisa/mengerti bahasa jawa mohon maaf yah... Salam, dipo

Re: Buku Layang Djojobojo by dodo_yogya Jan 02, 2009; 08:51pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Mas Dipo saya bantu kasih sedikit uraian dari salah satu sumber nggeh ,... ++++++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++ *Dalam Bhs. Indonesia :* Wejangan tentang Sabda Gusti,

menciptakan Anak manusia. Juga tentang asal – usul Sedhulur papat yang mengasuh umat manusia Sebelum bumi ini ada yang mendiami, Gusti sudah ada terlebih dahulu, menciptakan hukum untuk manusia. Kemudian Gusti mengeluarkan kuasaNya, menciptakan sukma, dan wujud raga, yang dititiskan oleh Gusti ke muka bumi ini, pada saat wanita baru baru saja hamil. Kemudian, saat sang bayi akan berumur sebulan : Gusti mengeluarkan kuasaNya membuat wujud rupa kepada sang bayi tersebut, yang artinya bangsa ( bongoso ).2. Kemudian saat umur sang bayi baru memasuki umur 2 bulan : Gusti mengeluarkan kuasaNya menciptakan ujud : Warna.3. Kemudian saat umur sang bayi tersebut, mau memasuki umur 3 bulan : Gusti mengeluarkan kuasaNya menciptakan ujud : Kulit.4. Kemudian saat umur sang bayi mau memasuki 4 bulan : Gusti mengeluarkan kuasaNya menciptakan ujud : Otak. 5.Kemudian saat umur bayi tersebut akan memasuki umur 5 bulan : Gusti mengeluarkan kuasaNya menciptakan ujud : Otot. 6. Kemudian saat umur bayi tersebut akan memasuki umur 6 bulan : Gusti mengeluarkan kuasaNya menciptakan ujud : Tulang.7.Kemudian saat umur bayi tersebut akan memasuki umur 7 bulan : Gusti mengeluarkan kuasaNya menciptakan ujud : rambut, darah dan daging. Dan inilah yang disebut kesempurnaan Gusti, menciptakan anak manusia melalui ujud jabang bayi itu sudah sempurna. Oleh karena itu, Untuk manusia yang sudah terlebih dahulu ada di bumi mulia ini, sang Gusti meminta : berterima

kasihlah, kepada Gusti yang Maha Kuasa, karena ujud jabang bayi, yang diciptakan Gusti di bumi suci ini, sudah sempurna. Dan musnahkanlah mara bahaya yang mengancam bayi tersebut, karena sengkalane Setan. Kemudian mohonlah bapak ibu jabang bayi itu, doa keselamatan. 8. Kemudian saat umur bayi tersebut akan memasuki umur 8 bulan : Gusti mengeluarkan kuasaNya, menciptakan asal usul sedhulur papat. Juga arti sedhulur papat : 1. 2. 3. Darah putih. Artinya welas asih Bungkus. Artinya : Yang membuat kekuatan Ari – ari. Artinya : yang menjaga sukma Darah Merah. Artinya : yang melawan segala

4. bahaya

Kemudian selanjutnya, Gusti menampakkan kuasaNya menciptakan sedhulur papat yang sejati. Yang menempati raga jabang bayi, yang ujudnya seperti berikut : 1. Djoborolo. Bertempat di kulit jabang bayi 2. Mokoholo. Bertempat di tulang jabang bayi 3. Hosoropolo. Bertempat di nyawa jabang bayi 4. Hodjorolo. Bertempat di daging jabang bayi 9. Kemudian saat umur bayi tersebut, akan memasuki umur 9 bulan : Gusti menampakkan kuasaNya dengan menciptakan Roso untuk bayi tersebut, yang ujudnya demikian : 1. Budi. Didalam budi terkandung pikiran.

2. Roso. Didalam Rasa terkandung sukmo. 3. Pikiran. Didalam pikiran terkandung roso. 4. Kahuripan. Didalam kahuripan terkandung Ingsoen. Jo ingsun sejatinya manusia, yang diciptakan Gusti Yang Maha Suci, yang membawa kesempurnaan Gusti : Maha Kuasa Gusti, yang menganugerahi kesempurnaan jabang bayi, di bumi mulia ini, yang berasal dari KuasaMu. Kemudian Gusti bersabda kepada Ingsun, tinggalkan bumi suci. Lepas dari jalan yang kecil, bersamaan sempurna dengan ujud sedhulur papat yang Maha suci : Duh Gusti Yang Maha Suci, mengapa seperti demikian ( wajah ) bumi mulia itu. Semua itu sudah sempurna sebagaimana dititahkan Gusti kepada anak manusia. Dan kamu, anak manusia tidak perlu takut terhadap kehidupan di bumi mulia ini. Sebab kehidupanmu dibumi mulia ini tidak sendiri kecuali membawa kuasa Gusti. Juga kamu ditunggu sedhulur papat yang bernama Djoborolo, Mokoholo, Hosoropolo, Hodjorolo siang maupun malam, yang menjadi utusan Gusti. Oleh sebab itu, ingatlah kepada sabda Hosoropolo, yang diutus Gusti untuk member khabar untukmu, bangsa Djawa. Agar kamu sekalian mengerti, dan mengingat hari yang menjadi kesialan ( pengapesan ) dirimu, setiap harinya, di hari kamis malam dan minggu malam. Karena di hari itu, sengkalan kamu datang, dari smoro bumi ( asal Setan?) yang menjadikan hidupmu dalam mara bahaya apabila kamu melupakan ujud merah

dan putih. Untuk itu, ingatlah kepada ujudmu, agar kamu bisa memiliki kesempurnaan pada kehidupanmu yang ditunggu oleh sedhulur papat di bumi mulia ini. Salam Sejati do2 Pada 2 Januari 2009 16:12, Mas Dipo <dipo1601@...> menulis: > Untuk rekan-rekan SI, > Jangan di kira orang jawa tidak mempunyai kitab loh.. > Ini saya kirimkan KITAB kering dari Jayabaya.. > Silahkan untuk dibaca, bagi rekan yang tidak bisa/mengerti bahasa jawa > mohon maaf yah... > > Salam, dipo > > > ... [show rest of quote] Re: Buku Layang Djojobojo by Mas Dipo Jan 02, 2009; 08:57pm :: Rate this Message: - Use ratings to moderate (?) Reply | Reply to Author | Print | View Threaded | Show Only this Message Mas Do2, Monggo silahken.. Matur nuwun, dipo Powered by Telkomsel BlackBerry® ------------------------------------

Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:Spiritual-Indonesia-digest@... mailto:Spiritual-Indonesia-fullfeatured@... <*> To unsubscribe from this group, send an email to: Spiritual-Indonesia-unsubscribe@... <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ < Prev | 1 - 2 | Next >

« Search Nabble for "Sastra Cetha Sastra Jendra Hayuningrat"Free embeddable forum powered by Nabble Forum Help

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->