No 1

No SNI SNI 02-2406-1991

JUDUL Tata Cara Perencanaan Drainase Perkotaan Umum

RUANG LINGKUP Tata cara ini digunakan untuk memperoleh hasil perencanaan drainase perkotaan yang dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan teknik perencanaan Metode ini digunakan dalam menentukan debit banjir rencana yang andal dan terpercaya dalam perencanaan bangunan air. Metode ini digunakan dalam pemilihan lokasi pos duga air di sungai yang tidak terpengaruh oleh aliran yang dapat mempengaruhi kecermatan hubungan antara tinggi muka air dan debit dengan memperhatikan jenis tipe dan ukuran bangunan pos duga air yang akan dipakai. Tata cara ini digunakan agar pelaksanaan Irigasi Tambak Udang dalam mema-sok air baku berhasil dengan baik sesuai dengan keperluan budidaya udang. Metode ini digunakan untuk menghitung debit sungai dan saluran terbuka yang tidak terpengaruh arus balik atau aliran lahar pada saat muka air rendah sampai tinggi, yang masih tertampung di dalam alur sungai atau saluran terbuka. Standar ini menetapkan dimensi bronjong kawat dan persyaratan bahan baku, syarat mutu, pengambilan contoh, syarat lulus uji, pengemasan dan syarat penandaan bronjong kawat. Spesifikasi ini bertujuan untuk mewujudkan pembuatan, pemasangan, dan pengawasan pelaksanaan yang optimal

2

SNI 03 - 2415-1991

Metode Perhitungan Debit Banjir.

3

SNI 03 - 2526-1991

Metode Pemilihan Lokasi Pos Duga Air di Sungai.

4

SNI 03- 2402-1991

Tata Cara Perencanaan Umum Irigasi Tambak Udang. Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka.

5

SNI 03- 2414-1991

6

SNI 03-0090-1999

Spesifikasi Bronjong Kawat

7

SNI 03-0675-1989

8

SNI 03-1724 -1989

Spesifikasi Ukuran Kusen Pintu Kayu, Kusen Jendela Kayu, Daun Pintu Kayu Untuk Bangunan Rumah dan Gedung Tata Cara Perencanaann Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai.

9

SNI 03-1725-1989

Tata Cara Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya.

Tata cara ini digunakan dalam mendesain Bangunan disungai (bangunan pemanfaatan, konservasi dan silang) agar memenuhi persyaratan persyaratan hidrologi dan hidraulik, dan bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan keandalan bangunan di sungai dan sungainya sendiri. Tata Cara ini digunakan dalam menen-tukan beban-beban gaya-gaya untuk perhitungan tegangan-tegangan yang terjadi pada setiap bagian jembatan jalan raya. Penggunaan pedoman ini dimaksudkan untuk mencapai perenca-naan ekonomis sesuai kondisi setempat, tingkat keperluan, kemampuan pelaksanaan dan syarat teknis lainnya, sehingga proses perencanaan menjadi efektif. Tata cara ini digunakan untuk menentukan syarat-syarat perencanaan struktur gedung secara umum dan untuk penentuan pengaruh gempa rencana untuk strukturstruktur bangunan rumah dan gedung

10

SNI 03-1726-2002

Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung.

11

SNI 03-1727-1989

Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung

Tata cara ini digunakan untuk memberikan beban yang diijinkan untuk rumah dan gedung, termasuk beban-beban hidup untuk atap miring, gedung parkir bertingkat dan landasan helikopter pada atap gedung tinggi dimana parameter-parameter pesawat helikopter yang dimuat praktis sudah mencakup semua jenis pesawat yang biasa dioperasikan. Termasuk reduksi beban hidup untuk perencanaan balok induk dan portal serta peninjauan gempa, yang pemakaiannya optional, bukan keharusan, terlebih bila reduksi tersebut membahayakan konstruksi atau unsur konstruksi yang ditinjau. Tata cara ini digunakan untuk memberikan landasan dalam membuat peraturan-peraturan mendirikan bangunan di masing-masing daerah, dengan tujuan menyeragamkan bentuk dan isi dari peraturan-peraturan bangunan yang akan dipergunakan di seluruh kota-kota di Indonesia Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman dan ekonomi Tata cara ini mencakup : " perencanaan arsitektur, struktur / konstruksi dan utilitas gedung; " Sistem pendidikan sekolah menengah umum; " Perubahan sistem pendidikan sekolah menengah umum; " Pembakuan gedung sekolah menengah umum. Tata cara ini digunakan dalam melaksanakan kegiatan desain, konstruksi, operasi dan pemeliharaan, serta penghapusan bendungan dengan tujuan untuk menjamin keamanan bendungan dan lingkungannya. Tata Cara ini merupakan dasar dalam menentukan tebal perkerasan lentur yang dibutuhkan untuk suatu jalan raya. Tata cara ini bertujuan untuk menghasilkan suatu lingkungan perumahan yang fungsional sekurangkurangnya bagi masyarakat penghuni Tata cara ini digunakan untuk mempersingkat waktu perencanaan berbagai bentuk struktur yang umum dan menjamin syarat-syarat perencanaan tahan gempa untuk rumah dan gedung yang berlaku Tata cara ini digunakan dalam merencanakan bangunan dan lingkungannya khususnya dalam hal pencegahan terhadap bahaya kebakaran meliputi pengamanan dan penyelamatan terhadap jiwa, harta benda dan kelangsungan fungsi bangunan Tata cara ini digunakan untuk perencanaan struktur bangunan terhadap pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung Tata cara ini dimaksudkan untuk mendapatkan suatu permukaan atau lapis antara pada perkerasan jalan raya yang mampu memberikan sumbangan daya dukung yang terukur serta berfungsi sebagai lapisan kedap air yang dapat melindungi konstruksi di bawahnya. Metode ini digunakan untuk mengetahui nilai CBR (California Bearing Ratio) langsung di tempat (in place) atau bila diperlukan dapat dilakukan dengan mengambil contoh tanah asli dengan cetakan CBR (undisturb). Metode ini digunakan untuk menentukan mutu bahan bangunan dalam kelompok sukar terbakar (semi noncombustible), menahan api (fire retardant), agak menahan api (semi fire retardant) dan mudah terbakar (easilytible)

12

SNI 03-1728-1989

Tata Cara Pelaksanaan Mendirikan Bangunan Gedung

13

SNI 03-1729-2002

Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung

14

SNI 03-1730-1991 (2002)

Tata Cara Perencanaan Sekolah Menengah Umum

Gedung

15

SNI 03-1731-1989

Tata Cara Keamanan Bendungan.

16

SNI 03-1732-1989

Tata Cara Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Analisa Metode Komponen Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota. Tata Cara Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang Untuk Rumah dan Gedung Tata Cara Perencanaan Akses Bangunan dan Akses Lingkungan Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah dan Gedung. Tata Cara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebaka-ran pada Bangunan Rumah dan Gedung Tata Cara Pelaksanaan Lapis Aspal Beton (LASTON) untuk Jalan Raya

17

SNI 03-1733-1989

18

SNI 03-1734-1989

19

SNI 03-17351989(2000)

20

SNI 03-1736-1989

21

SNI 03-1737-1989

22

SNI 03-1738-1989

Metode Pengujian CBR Lapangan

23

SNI 03-1739-1989

Metode Pengujian Jalar Api Pada Permukaan Bahan Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Rumah dan Gedung.

24

SNI 03-1740-1989

Metode Pengujian Bakar Bahan Bangunan Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah dan Gedung Metode Pengujian Tahan Api Komponen Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung Metode Pengujian Kepadatan Ringan untuk Tanah

Metode ini digunakan untuk menentukan sifat bahan bangunan yang tidak terbakar dan yang dapat terbakar pada bangunan rumah dan gedung Metode ini digunakan untuk menentukan klasifikasi ketahanan api dari komponen bangunan yang dinyatakan dalam satuan waktu 1/2 jam, 1 jam, 2 jam dan 3 jam Metode ini digunakan untuk menentukan hubungan kadar air dan berat isi tanah dengan cara memadatkan tanah di dalam cetakan silinder berukuran tertentu menggunakan alat penumbuk 2,5 kg (5,5 lb) dan tinggi jatuh 30 cm (12 inci). Metode ini digunakan untuk menentukan hubungan kadar air dan berat isi tanah dengan memadatkan tanah di dalam cetakan silinder berukuran tertentu menggunakan alat penumbuk 4,5 kg (10 lb) dan tinggi jatuh 45,7 cm (18 inci). Metode ini digunakan untuk menentukan CBR (California Bearing Ratio) tanah dan campuran tanah agregat yang dipadatkan di laboratorium pada kadar air tertentu. Tata cara ini digunakan sebagai panduan dalam pemasangan sistem hidran untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan sistem hidran dalam upaya pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung Digunakan untuk pemasangan alat bantu evakuasi dalam upaya penyelamatan manusia dan meningkatkan keamanan terhadap bahaya kebakaran Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, teknis dan detail gambar Ren-cana Jembatan Balok "T" kelas Beban BM 70 (70 % pembebanan BM) Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, penjelasan teknis dan detail gambar Rencana Jembatan Balok "T" kelas Beban B.M 100 (100% pembe-banan BM ). Tata cara ini digunakan untuk penanganan longsoran setempat pada khususnya dan meliputi daerah yang luas pada umumnya. Tata cara ini digunakan sebagai pegangan dasar dalam merencana rumah dan gedung menggunakan koordinasi modular. Tujuannya untuk mewujudkan rencana teknis bangunan rumah dan gedung yang optimal Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya berat jenis (specific gravity ) tanah Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar air (water content) yang terdapat di dalam tanah. Metode ini digunakan untuk menentukan kadar air tanah menggunakan alat speedy Metode ini digunakan untuk menentukan batas plastis tanah dalam perencanaan jalan. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya batas cair tanah menggunakan alat Casagrande Metode ini digunakan untuk menen-tukan pembagian butir (gradasi) agregat halus dan agregat kasar menggunakan saringan. Metode ini digunakan untuk menentukan berat jenis curah, berat jenis kering permukaan jenuh, berat jenis semu dari agregat halus serta angka penyerapan dari agregat kasar. Metode ini digunakan untuk menentukan berat jenis curah, berat jenis kering permukaan jenuh, berat jenis semu, dan angka penyerapan dari pada agregat halus.

25

SNI 03-1741-1989

26

SNI 03-1742-1989

27

SNI 03-1743-1989

Metode Pengujian Kepadatan Berat untuk Tanah

28

SNI 03-1744-1989

Metode Pengujian CBR Laboratorium

29

SNI 03-1745-1989

Tata Cara Pemasangan Sistem Hidran untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sarana Jalan Keluar untuk Penyelamatan Terhadap Bahaya Kebakaran pada Gedung Spesifikasi Konstruksi Jem-batan Tipe Balok T Bentang s/d 25 meter untuk BM 70. Spesifikasi Konstruksi Jem-batan Tipe Balok T Bentang s/d 25 meter untuk BM 100 Tata Cara Perencanaan Penanggulangan Longsoran Tata Cara Dasar Koordinasi Modular untuk Perancangan Bangunan Rumah dan Gedung Metode Pengujian Berat Jenis Tanah Metode Pengujian Kadar Air Tanah Metode Pengujian Kadar Air Tanah dengan Alat Speedy Metode Tanah Pengujian Batas Plastis

30

SNI 03-1746-2000

31

SNI 03-1747-1989

32

SNI 03-1748-1989

33

SNI 03-1962-1990

34

SNI 03-1963-1990

35 36 37 38 39 40

SNI 03-1964-1990 SNI 03-1965-1990 SNI 03-1965.1-2000 SNI 03-1966-1990 SNI 03-1967-1990 SNI 03-1968-1990

Metode Pengujian Batas Cair dengan Alat Casagrande Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus

41

SNI 03-1969-1990

42

SNI 03-1970-1990

43 44 45

SNI 03-1971-1990 SNI 03-1972-1990 SNI 03-1973-1990

Metode Pengujian Kadar Air Agregat Metode Pengujian Slump Beton Metode Pengujian Berat Isi Beton

Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar agregat. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya slump beton (concrete slump ). Metode ini digunakan untuk menentukan berat isi (unit weight) beton segar (fresh concrete) serta banyaknya semen per meter kubik beton. Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan (compressive Strength) beton dengan benda uji berbentuk silinder yang dibuat dan dimatangkan (curring) di laboratorium maupun di lapangan. Metode ini digunakan dalam mempersiapkan contoh tanah dan tanah mengandung agregat secara kering untuk memperoleh benda uji sebagai penyiapan pengujian selanjutnya. Metode ini digunakan untuk mengoreksi nilai kepadatan maksimum yang didapat dari pengujian pemadatan yang dilakukan berdasarkan: SNI 03-1743-1989 dan SNI 031741-1989, yaitu jika bahan berbutir kasar yang tertahan saringan No. 4 berbeda dengan pengujian kepadatan di lapangan Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana teknis, pelaksana, produsen bahan bangunan, komponen bangunan, dan elemen bangunan, untuk memilih dimensi modul arah horisontal dan vertikal untuk bangunan rumah dan gedung. Tujuannya untuk menghemat bahan, komponen dan elemen bangunan serta waktu pemasangan dan penggunaan tenaga kerja. Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana teknis, pelaksana, produsen bahan bangunan, komponen bangunan, dan elemen bangunan, untuk memilih ukuran arah horisontal dan vertikal bangunan rumah dan gedung. Tujuannya untuk menghemat bahan, komponen dan elemen bangunan serta waktu pemasangan dan penggunaan tenaga kerja Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan mengenai acuan matra ruang minimum dalam perencanaan teknis rumah tinggal sesuai dengan ukuran modular. Tujuannya efisiensi penggunaan ruang dan bahan bangunan. Tata cara ini digunakan dalam pelaksanaan injeksi semen pada batu yang bertujuan untuk memperkecil kelulusan air dan meningkatkan kekuatan batu sebagai upaya dalam perbaikan batu pondasi suatu bangunan. Tata cara ini digunakan untuk merencanakan dan merancang bangunan radiasi khususnya untuk bangunan kedokteran nuklir Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan perancangan untuk bangunan radiologi di rumah sakit Tata cara ini digunakan untuk memberikan dasar-dasar ilmiah yang secara praktis dapat digunakan sebagai pedoman dalam merancang sistem penerangan alami siang hari di dalam ruangan

46

SNI 03-1974-1990

Metode Pengujian Kuat Tekan Beton

47

SNI 03-1975-1990

Metode Mempersiapkan Contoh Tanah dan Tanah mengandung Agregat Metode Koreksi untuk Pengujian Pemadatan Tanah yang Mengandung Butir Kasar

48

SNI 03-1976-1990

49

SNI 03-1977-1990

Spesifikasi Koordinasi Modular Bangunan Rumah dan Gedung

50

SNI 03-1978-1990

Spesifikasi Ukuran Terpilih Untuk Bangunan Rumah dan Gedung

51

SNI 03-1979-1990

Spesifikasi Matra Rumah dan Gedung

Ruang

Untuk

52

SNI 03-2393-1991

Tata Cara Pelaksanaan Semen Pada Batuan

Injeksi

53

SNI 03-2394-1991

Tata Cara Perencanaan dan Perancangan Bangunan Kedokteran Nuklir di Rumah Sakit Tata Cara Perencanaan dan Perancangan Bangunan Radiologi di Rumah Sakit Tata Cara Perancangan Penerangan Alami Siang Hari Untuk Rumah dan Gedung

54

SNI 03-2395-1991

55

SNI 03-2396-1991

56

SNI 03-2396-2001

Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung

" Standar tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi para perancang dan pelaksana pembangunan gedung di dalam merancang sistem pencahayaan alami siang hari, dan bertujuan agar diperoleh sistem pencahayaan alami siang hari yang sesuai dengan syarat kesehatan, kenyamanan dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku. " Standar ini mencakup persyaratan minimal sistem pencahayaan alami siang hari dalam bangunan gedung. Tata cara ini digunakan sebagai dasar perancangan rumah sederhana yang tidak ber-tingkat secara praktis untuk memberi jaminan keselamatan bagi masyarakat penghuni rumah sederhana di daerah rawan angin Tata cara ini memuat istilah dan definisi, persyaratan tangki septik dan sistem resapan yang berlaku bagi pembuangan air limbah rumah tangga untuk daerah air tanah rendah dan jumlah pemakai maksimal 10 Kepala keluarga (1 KK = 5 jw) Tata cara ini meliputi istilah dan definisih, persyaratan yang berlaku untuk sarana ruangan MCK yang terletak di lokasi permukiman padat, dengan beban pemakai maksimum 200 orang. MCK umum dapat merupakan satu kesatuan bang unan atau terpisah-pisah untuk mandi, cuci dan kakus. Tata cara Ini digunakan untuk menanggulangi kerusakan Sungai akibat arus dan dapat melestarikan bangunan di sungai. Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan desain bendung yang memenuhi persyaratan hidraulik dan struktur serta persyaratan pelaksanaan secara benar dan aman sesuai pola pembangunan berwawasan lingkungan. Tata cara ini bertujuan untuk menda-patkan hasil lapis perkerasan blok beton terkunci yang memenuhi syarat sebagai lapis perkerasan. Tata cara ini bertujuan untuk melindungi bangunan rumah dan gedung yang akan didirikan terhadap serangan rayap, agar keseragaman dan upaya efektifitas dapat tercapai Tata cara ini digunakan sebagai acuan dalam perlakuan penanggulangan rayap, untuk melindungi bangunan rumah dan gedung Tata cara ini memuat cara-cara pengecatan kayu yang berhubungan dengan udara luar dan penanggulangan kegagalan dalam pengecatan. Tata cara ini merupakan petunjuk teknis cara pengecatan logam yang baik dan benar serta cara penanggulangannya bila terjadi kegagalan dalam pengecatan

57

SNI 03-2397-1991

Tata Cara Perencanaan Sederhana Tahan Angin.

Rumah

58

SNI 03-2398-2002

Tata Cara Perencanaan Tangki Septik Dengan Sistem Resapan

59

SNI 03-2399-2002

Tata Cara Perencanaan Bangunan MCK Umum

60

SNI 03-2400-1991

Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai. Tata Cara Bendung. Perencanaan Umum

61

SNI 03-2401-1991

62

SNI 03-2403-1991

Tata Cara Pemasangan Blok Beton Terkunci untuk Permukaan Jalan Tata Cara Pencegahan Rayap Pada Pembuatan Bangunan Rumah dan Gedung Tata Cara Penanggulangan Rayap Pada Bangunan Rumah dan Gedung dengan Termitisida Tata Cara Pengecatan Kayu Untuk Rumah dan Gedung Tata Cara Pengecatan Logam

63

SNI 03-2404-1991

64

SNI 03-2405-1991

65

SNI 03-2407-1991

66

SNI 03-2408-1991

67 68 69

SNI 03-2410-1994 SNI 03-2411-1991 SNI 03-2416-1991

Tata Cara Pengecatan Tembok Dengan Cat Emulsi

Dinding

Tata cara ini memuat cara pencatan pada dinding tembok dan penanggulangan kegagalan dalam pengecatan. Metode ini digunakan untuk menentukan nilai koefisien kelulusan air dan nilai Lugeon batu dan tanah. Metode ini digunakan untuk mendapatkan data lapangan yang akan digunakan dalam penilaian struktur perkerasan, peramalan perwujudan perkerasan, perencanaan teknik perkerasan atau lapis tambahan di atas perkerasan. Metode ini digunakan untuk mengetahui angka keausan yang dinyatakan dengan perbandingan antara berat bahan aus lolos saringan No.12 terhadap berat semula (%). Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya koefisien kelulusan air dengan tekanan konstan pada contoh tanah.

Metode Pengujian Lapangan Tentang Kelulusan Air Bertekanan Metode Pengujian Lendutan Perkerasan Lentur dengan Alat Benkelman Beam Metode Pengujian Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles Metode Pengujian Laboratorium Tentang Kelulusan Air untuk Contoh Tanah

70

SNI 03-2417-1991

71

SNI 03-2435-1991

elevasi.72 SNI 03-2436-1991 Metode Pencatatan dan Inter-pretasi Hasil Pemboran Inti Metode ini digunakan dalam pencatatan dan interpretasi hasil pemboran inti untuk memperoleh data akurat sehingga dapat diinterpretasikan secara benar oleh ahli geologi teknik atau geoteknik. biaya dan waktu pelaksanaan. dan menghin dari kemungkinan terjadinya tabrakan frontal antara sesama kendaraan dari arah berlawanan Spesifikasi ini digunakan dalam pembangunan rumah tumbuh di atas tanah matang dengan tujuan untuk membuat rumah tumbuh rangka beratap tanpa dinding pengisi yang akan dikembangkan sesuai kebutuhan Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana. menghemat bahan. berat jenis semu. mudah dalam perencanaan dan pelaksanaan Spesifikasi ini digunakan dalam merencana. memproduksi dan melaksanakan di lapangan yang bertujuan untuk menghasilkan mutu kuda-kuda yang sama. memproduksi komponen dan melaksanakan bangunan. mudah dalam perencanaan dan pelaksanaan Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 10 m. tenaga dan waktu. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya angka kelekatan agregat terhadap aspal. antara lain yaitu kepadatan asli. Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana. pelaksanaan. produsen dan pelaksanan dalam merencanakan. penghematan bahan. berat jenis sebenarnya dan angka pori berdasarkan hasil pengkajian dan perhitungan laboratorium. Beton Tumbuh 82 SNI 03-2449-1991 Spesifikasi Kuda-kuda Kayu Balok Paku Tipe 15/6 83 SNI 03-2450-1991 Spesifikasi Kuda-kuda Kayu Balok Paku Tipe 30/6 84 SNI 03-2451-1991 85 SNI 03-2452-1991 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 10 meter dengan Pondasi Tiang Pancang Spesifikasi Rumah Tumbuh Rangka Beratap RTRB Kayu 86 SNI 03-2453-2002 Tata Cara Perencanaan Teknik Sumur Resapan Air Hujan Untuk Lahan Pekarangan . antara lain mengurangi limpasan permukaan yang sangat berlebihan dan sekaligus untuk menambah potensi air tanah 73 SNI 03-2437-1991 Metode Pengujian Labora-torium untuk Menentukan Parameter Sifat Fisika Pada Contoh Batu. Spesifikasi ini digunakan dalam merencana. Spesifikasi ini digunakan untuk menentukan ukuran kayu gergajian di pasaran sehingga memudahkan dalam pengerjaan dan menghemat pemakaian kayu bagi pemakai Spesifikasi ini digunakan dalam membuat bangunan pengaman tepi jalan agar kenda-raan tidak keluar dari jalurnya. kemiringan. 81 SNI 03-2448-1991 Spesifikasi Komponen Pracetak Untuk Rumah Rangka Beratap. pelaksana. Spesifikasi ini digunakan bagi perencana-an teknis. penghematan bahan. biaya dan waktu pelaksanaan Tata cara ini digunakan sebagai acuan dalam merencanakan teknik sumur resapan air hujan serta persyaratannya. Spesifikasi ini digunakan dalam peren-canaan teknis. dan bentuk trotoar. menghemat bahan. Tujuannya untuk keseragaman mutu. Spesifikasi ini digunakan dalam memilih bentuk dan ukuran kurb beton arah horizontal dan vertikal serta penempatannya di lapangan. produsen dan pelaksana dalam merencanakan. memproduksi komponen dan melaksanakan bangunan. 74 75 SNI 03-2439-1991 SNI 03-2442-1991 Metode Pengujian Kelekatan Agregat terhadap Aspal Spesifikasi Kurb Beton untuk Jalan 76 SNI 03-2443-1991 Spesifikasi Trotoar 77 SNI 03-2444-2002 Spesifikasi Bukaan Pemisah Jalur 78 SNI 03-2445-1991 Spesifikasi Ukuran Kayu Untuk Bangunan Rumah dan Gedung Spesifikasi Bangunan Pengaman Tepi Jalan 79 SNI 03-2446-1991 80 SNI 03-2447-1991 Spesifikasi Rumah Tumbuh Rangka Beratap dengan Komponen Beton. penyerapan kepadatan kering. Tujuannya untuk keseragaman mutu. dan pengawasan lapangan dalam menentukan dimensi. dan pengawas lapang-an dalam hal penggunaan pemisah jalur yang ada kaitannya dengan kelancaran arus lalulin-tas terutama pada jalan-jalan perkotaan yang jenis kendaraannya sangat bervariasi. derajat kejenuhan. kepadatan jenuh. kadar air asli. Metode ini digunakan untuk mengetahui sifat-sifat fisika contoh batu. memproduksi dan melaksanakan di lapangan yang bertujuan untuk menghasilkan mutu kuda-kuda yang sama. tenaga dan waktu. porositas.

yang digunakan sebagai bahan tambahan dalam campuran beton sehingga didapatkan sifat-sifat khusus dari beton Metode ini bertujuan untuk menetapkan karakteristik akifer tertekan dan produktivitas suatu sumur. Metode ini mencakup cara pengambilan beton inti. sehingga didapatkan sifat-sifat khusus dari beton yaitu kemudahan pengerjaan. yg meliputi persyuaratan mengenai komposisi kimia. Metode ini digunakan untuk pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium agar memenuhi syarat Spesifikasi ini bertujuan untuk menentukan klasifikasi dan persyaratan teknis agregat yang digunakan untuk keperluan beton penahan radiasi.87 SNI 03-2455-1991 Metode Pengujian Triaxial A 88 89 90 SNI 03-2457-1991 SNI 03-2458-1991 SNI 03-2460-1991 Metode Pengujian Agregat Beton Penahan Radiasi untuk Metode ini digunakan sebagai acuan dalam uji geser trisumbu tekan terkonsolidasi tanpa drainase untuk tanah berkohesi Metode ini digunakan untuk menentukan mutu agregat yang akan digunakan untuk beton penahan radiasi Metode ini digunakan untuk mendapatkan contoh beton segar yang dapat mewakili seluruh adukan beton Tujuan spesifikasi ini adalah untuk memberikan persyaratan mutu abu terbang sebagai bahan tambahan dalam campuran beton sehingga didapatkan sifat-sifat khusus dari beton Standar ini dimaksudkan utk digunakan sebagai pegangan bagi produsen perencana dan pelaksanaan pekerjaan beton dlm menilai mutu agregat ringan yang memenuhi persyaratan. Spesifikasi ini mencakup ketentuan mengenai agregat ringan yang digunakan dlm pembuatan beton struktural dgn pertimbangan utamanya adl ringannya bobot dan tingginya kekuatan. pengerasan. Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 11 m Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 12 m Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pe-mbangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 13 m Metode Pengujian Pengam-bilan Contoh untuk Campuran Beton Segar Spesifikasi Abu Terbang Sebagai Bahan Tambahan Untuk Campuran Beton Spesifikasi Agregat Ringan Untuk Beton Ringan Struktur 91 SNI 03-2461-2002 92 SNI 03-2491-1991 Metode Pengujian Kuat Tarik Belah Beton 93 SNI 03-2492-1991 Metode Pengambilan dan Pengujian Beton Inti 94 95 SNI 03-2493-1991 SNI 03-2494-1991 Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium Spesifikasi Agregat Penahan Radiasi Untuk Beton 96 SNI 03-2495-1991 Spesifikasi Bahan Tambahan Untuk Beton 97 SNI 03-2496-1991 Spesifikasi Bahan Tambahan Pembentuk Gelembung Udara Untuk Beton Metode Pengujian Karakteris-tik Akifer Tertekan dengan Uji Pemompaan Jacob I. kekedapan dan keawetan Spesifikasi ini memuat persyaratan bahan tambahan pembentuk gelembung udara. 2) Pengujian kuat tarik belah digunakan untuk mengevaluasi ketahanan geser dari komponen struktur yang terbuat dari beton yang menggunakan agregat ringan. 3) Metode ini tidak dilengkapi prosedur interpretasi hasil kuat tekan beton inti. Nilai dinyatakan dalam satuan metrik yang digunakan sebagai standar. Spesifikasi ini memuat persyaratan mutu bahan tambahan yang digunakan sebagai bahan tambahan campuran beton. Metode ini digunakan dalam pengukuran tahanan jenis perlapisan batu atau tanah di bawah permukaan tanah dengan susunan elektroda Wenner.. Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 11 meter dengan Pondasi Tiang Pancang Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 12 meter dengan Pondasi Tiang Pancang Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 13 meter dengan Pondasi Tiang 98 SNI 03-2527-1991 99 SNI 03-2528-1991 100 SNI 03-2532-1991 101 SNI 03-2533-1991 102 SNI 03-2534-1991 . 2) Metode ini tidak memberikan panduan penentuan pemboran beton inti atau lokasi pengeboran. Metode Eksplorasi Awal Air Tanah dengan Cara Geolistrik Wenner. persiapan pengujian dan penentuan kuat tekannya. 1) Metode pengujian ini mencakup cara penentuan kuat tarik belah benda uji yang dicetak berbentuk silinder atau beton inti yang diperoleh dengan cara pengeboran termasuk ketentuan peralatan dan prosedur pengujiannya serta perhitungan kekuatan tarik belah. sifat fisis serta penggantian pasir alam.

kohesi) dan modulus elastisitas batu (modulus young) Metode ini digunakan dalam uji konsolidasi satu dimensi pada benda uji tanah. Hasil yang diperoleh adalah parameter kekuatan geser tanah terganggu yang terkonsolidasi 116 SNI 03-2813-1992 Metode Pengujian Geser Langsung Tanah Terkonsolida. 118 SNI 03-2815-1992 Metode Pengujian Triaxial B . hasil yang diperoleh adalah parameter kekuatan geser (sudut geser dalam. 103 SNI 03-2535-1991 104 SNI 03-2536-1991 105 SNI 03-2537-1991 106 SNI 03-2538-1991 107 SNI 03-2539-1991 108 SNI 03-2540-1991 109 SNI 03-2541-1991 110 SNI 03-2542-1991 111 SNI 03-2543-1991 112 SNI 03-2544-1991 113 SNI 03-2545-1991 114 SNI 03-2546-1991 115 SNI 03-2812-1992 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 14 meter dengan Pondasi Tiang Pancang Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 15 meter dengan Pondasi Tiang Pancang Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 16 meter dengan Pondasi Tiang Pancang Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 17 meter dengan Pondasi Tiang Pancang Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 18 meter dengan Pondasi Tiang Pancang Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 19 meter dengan Pondasi Tiang Pancang Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 20 meter dengan Pondasi Tiang Pancang Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 21 meter dengan Pondasi Tiang Pancang Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 22 meter dengan Pondasi Tiang Pancang Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 23 meter dengan Pondasi Tiang Pancang Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 24 meter dengan Pondasi Tiang Pancang Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 25 meter dengan Pondasi Tiang Pancang Metode Pengujian Konsolidasi Tanah Satu Dimensi.Pancang. Metode pengujian ini digunakan sebagai pegangan dan acuan dalam pengujian laboratorium triaksial tekan pada batu tanpa konsolidasi dan tanpa drainase (Triaksial B). yang bertujuan untuk mendapatkan parameter kompressibilitas dan kecepatan konsolidasi tanah. Metode ini digunakan dalam pengujian laboratorium geser dengan cara uji langsung terkonsolidasi dengan drainase pada benda uji tanah. Tujuan untuk mendapatkan indek kekuatan batu dengan beban titik untuk menentukan klasifikasi batu secara cepat.si dengan Drainase 117 SNI 03-2814-1992 Metode Pengujian Indek Kekuatan Batu dengan Beban Titik. balok dan tak teratur. Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 14 m Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 15 m Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 16 m Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 17 m Spesifikasi ini bertujuan untuk memu-dahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 18 m Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 19 m Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 20 m Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 21 m Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunanjembatan serta penghematan pada jembatan sederhan bentang 22 m Spesifikasi ini bertujuan untuk memudah-kan perencanaan dan pelaksanaan pe-mbangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 23 m Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 24 m Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 25 m Metode ini digunakan dalam pengujian beban titik pada benda uji batu berben-tuk silinder.

dengan memper-gunakan uji pemompaan Papadopulos-Cooper. khususnya untuk eksplorasi awal air tanah dengan geologi bawah permukaan dan menduga air tanahnya berdasarkan anomali tahapan jenis. untuk memperoleh kepadatan tanah basah maksimum dan selisih kadar kadar air secara cepat serta dipakai sebagai standar kualitas kepadatan di lapangan. Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kuat tekan uniaxial suatu contoh batu dan untuk mengetahui nilai kuat tekan benda uji batu. Metode Pengujian Kuat Lentur Beton Memakai Gelagar Sederhana Dengan Sistem Beban Titik Di Tengah. Metode ini digunakan untuk menetapkan karakteristik hidrolik akifer serta produktifitas suatu sumur. Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter kuat geser batu. Metode Pengujian Uniaxial Batu Kuat Tekan 124 SNI 03-2820-1992 125 SNI 03-2821-1992 126 SNI 03-2822-1992 127 SNI 03-2823-1992 128 129 SNI 03-2824-1992 SNI 03-2825-1992 130 SNI 03-2826-1992 Metode Pengujian Modulus Elastisitas Batu pada Tekanan Sumbu Tunggal. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kepadatan tanah maksimum dengan kadar air optimum. Metode ini digunakan untuk menghitung tinggi muka air sungai sepanjang daerah hitungan tertentu dengan cara pias berdasarkan rumus Manning Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar bahan organik dalam tanah dengan pembakaran. perlawanan geser (rf).119 120 SNI 03-2816-1992 SNI 03-2816. Metode Pengujian Lapangan dengan Alat Sondir Metode Pengujian Kepadatan Lapangan Dengan Alat Konus Pasir Metode perhitungan tiang pancang beton pada krib di sungai. Metode ini digunakan dalam pengujian modulus elastis benda uji pada tekanan sumbu tunggal dan untuk mengetahui harga modulus elastisitas benda uji statik. dari suatu lapisan tanah di lapangan Metode ini digunakan untuk menentukan angka kepadatan lapangan dengan alat konus pasir Metode ini digunakan untuk mendesain tiang pancang beton pada krib di sungai yang aman dan berfungsi semestinya. Metode Eksplorasi Air Tanah dengan Geolistrik Susunan Schlumberger. Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Pelampung Permukaan. Metode Perhitungan Evapotranspirasi Potensial Dengan Panci Penguapan Kelas A Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai / Saluran Terbuka dengan Analisa Grafis. Metode Pengujian Geser Langsung Batu. Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning. Tata cara ini digunakan untuk mewujudkan rencana teknis jembatan Jalan Raya yang mempunyai ketahanan terhadap Gempa. Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter kuat lentur dari hasil pengujian di Laboratorium. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar bahan organik dalam tanah dengan pembakaran. Metode ini digunakan dalam pengukuran tahanan jenis pelapisan batu atau tanah di bawah permukaan tanah dengan susunan elektroda Schlumberger. Metode ini digunakan untuk pembuatan lengkung debit sungai / saluran terbuka dengan analisis grafis untuk mendapatkan gambaran hubungan antara tinggi muka air dengan debit sungai / saluran terbuka. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya debit sungai/saluran terbuka dan lokasi yang tidak terpengaruh arus balik aliran lahar.1-1992 Metoda Pengujian kotoran organik dalam tanah dengan pembakaran. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya debit sungai dan saluran terbuka yang tidak terpengaruh peninggian muka air langsung di lapangan. Metode Pengujian Kotoran Organik Dalam Pasir Untuk Campuran Mortar Dan Beton. Metode Pengujian Akifer Tertekan dengan Pemom-paan Papadopulos Cooper. Metode ini digunakan untuk mendapatkan parameterparameter perlawanan konus (qc). Metode Pengujian Kadar Bahan Organik Dalam Tanah Dengan Pembakaran Metode Pengujian untuk Mendapatkan Kepadatan Tanah Maksimum dengan Kadar Air optimum 131 SNI 03-2827-1992 132 133 SNI 03-2828-1992 SNI 03-2829-1992 134 SNI 03-2830-1992 135 SNI 03-2831-1992 136 SNI 03-2832-1992 137 SNI 03-2833-1992 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Jembatan Jalan Raya . Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya Evapotranspirasi potensial menggunakan panci penguapan kelas A. 121 SNI 03-2817-1992 122 SNI 03-2818-1992 123 SNI 03-2819-1992 Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-Baling. Metode ini digunakan dalam pekerjaan pengendalian mutu agregat.

b) Pekerjaan berapen pondasi dan plesteran kedap air menggunakan tambahan bahan kimia. * Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan disusun sebagai acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan berbagai pekerjaan untuk bangunan gedung dan perumahan. kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan. * Tata cara perhitungan ini. konsultan. 139 SNI 03-2835-2002 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Tanah 140 SNI 03-2836-2002 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Pondasi Batu Bel. 3) pembuatan pondasi sumuran.ah untuk bangunan Sederhana 141 SNI 03-2837-2002 Analisa Biaya Konstruksi (ABK) Bangunan gedung dan Perumahan Pekerjaan Plesteran. memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang bersangkutan. * Pelaksana pembangunan gedung dan perumahan yang dimaksud adalah pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan gedung dan perumahan yaitu para perencana. Yang meliputi : a) Pembuatan plesteran dalam berbagai ketebalan dan campuran. memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang bersangkutan. 142 SNI 03-2838-1992 Tata Cara Perencanaan Teluk Bis Tata cara ini digunakan untuk menyera-gamkan bentuk. memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang bersangkutan. sehingga dapat menjamin kelancaran lalu lintas. konsultan. 2) pemasangan anstamping / batu kosong. Yang meliputi : 1) pekerjaan pembuatan pondasi batu kali. kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan. ukuran dan lokasi teluk bis. dalam berbagai komposisi spesi. * Tata cara perhitungan ini. * Pelaksana pembangunan gedung dan perumahan yang dimaksud adalah pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan gedung dan perumahan yaitu para perencana. .138 SNI 03-2834-1992 (2000) Tata Cara Pembuatan Campuran Beton Normal Rencana Tata cara ini digunakan untuk merencanakan proporsi campuran beton tanpa menggunakan bahan tambahan dan bertujuan untuk mendapatkan proporsi campuran yang dapat menghasilkan mutu beton sesuai dengan rencana * Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan disusun sebagai acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan berbagai pekerjaan untuk bangunan gedung dan perumahan. * Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan disusun sebagai acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan berbagai pekerjaan untuk bangunan gedung dan perumahan. kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan. * Tata cara perhitungan ini. keselamatan dan kenyamanan bagi pemakai jalan. 4) pembuatan tiang pancang. konsultan. * Pelaksana pembangunan gedung dan perumahan yang dimaksud adalah pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan gedung dan perumahan yaitu para perencana.

konsultan. Tata Cara Pelaksanaan Asbuton Agregat (Lasbutag) Teknis 156 SNI 03-2852-1992 Lapis . saluran samping dan lereng untuk segmen jalan tanah dan kerikil. Tata Cara ini digunakan dalam pelak-sanaan pemantauan gerakan horisontal batuan dan bangunan dengan alat Inklinometer Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan cara pelaksanaan LASBUTAG agar diperoleh penggunaan bahan dan waktu yang efisien serta memenuhi mutu yang ditentukan. saluran samping dan lereng pada jalan beraspal. * Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan disusun sebagai acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan berbagai pekerjaan untuk bangunan gedung dan perumahan. Tata Cara ini digunakan untuk mendapatkan data jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi pada perkerasan. Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan data jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi pada perkerasan. Tata cara ini bertujuan untuk memberikan landasan perencanaan desain agar dapat diperoleh suatu perancangan bangunan rumah susun yang optimal dan memenuhi syarat bagi kelayakan suatu hunian Tata cara ini digunakan dalam perencanaan penggunaan lahan secara optimum yang bertujuan untuk merencanakan kepadatan lingkungan perumahan rakyat Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan struktur beton untuk bangunan gedung. * Tata cara perhitungan ini. trotoar. * Pelaksana pembangunan gedung dan perumahan yang dimaksud adalah pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan gedung dan perumahan yaitu para perencana. Tata cara ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatip akibat debu yang ditimbulkan pada waktu pengerjaan pemasangan penutup atap Tata cara ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatip akibat debu yang ditimbulkan pada waktu pengerjaan pemasangan dinding Tata cara ini digunakan untuk menda-patkan data mengenai lokasi jenis dan jarak antara titik-titik referensi pada suatu ruas jalan serta menentukan titik awal dan titik akhir dari ruas jalan tersebut yang akan digunakan pada survai-survai jalan berikutnya atau untuk keperluan lain dalam pembinaan jaringan jalan. Tata Cara Pelaksanaan Survai Titik Referensi Jalan 145 SNI 03-2841-1992 146 SNI 03-2842-1992 147 SNI 03-2843-1992 Tata Cara Pelaksanaan Kondisi Jalan Tanah / Kerikil Survai 148 SNI 03-2844-1992 Tata Cara Pelaksanaan Kondisi Jalan Beraspal Tata Cara Perencanaan Susun Modular Survai 149 SNI 03-2845-1992 Rumah 150 SNI 03-2846-1992 Tata Cara Perencanaan Kepadatan Bangunan Ling-kungan Bangunan Rumah Susun Hunian Tata Cara Penghitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung 151 SNI 03-2847-1992 152 SNI 03-2848-1992 Tata Cara Pembuatan Benda Uji Untuk Pengujian Labora-torium Mekanika Batuan 153 SNI 03-2849-1992 Tata Cara Pemetaan Geologi Teknik Lapangan. baik teknik maupun non teknik yang berkaitan dengan pemasangan utilitas di jalan. 144 SNI 03-2840-1992 Tata Cara Pengerjaan Lem-baran Asbes Semen Untuk Penutup Atap Pada Bangunan Rumah dan Gedung Tata Cara Pengerjaan Lem-baran Asbes Semen Untuk Dinding Pada Bangunan Rumah dan Gedung. atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur bangunan gedung Tata cara ini digunakan dalam pembuatan benda uji untuk pengujian laboratorium mekanika batuan dan untuk mendapatkan benda uji dengan bentuk dan dimensi yang benar. sesuai dengan persyaratan dan ketentuan tiap jenis pengujian laboratorium mekanika batuan yang akan dilakukan. 154 SNI 03-2850-1992 Tata Cara Pemasangan Utilitas di Jalan 155 SNI 03-2851-1991 Tata Cara Perencanaan Bendung Penahan Sedimen. memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang bersangkutan. bahu. bahu. Tata cara ini menjelaskan cara pelaksanaan/pemasangan yang memenuhi persyaratan-persyaratan. Tata cara ini digunakan sebagai Pegangan dalam pelaksanaan pemetaan geologi untuk kepentingan teknik sipil dan memberikan gambaran cara memperoleh data geologi teknik untuk parameter perencanaan teknis. kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan.143 SNI 03-2839-2002 Analisa Biaya Konstruksi (ABK) Bangunan Gedung dan Perumahan Pekerjaan Langit-Langit.

Sifat Tahan 175 SNI 03-3408-1994 Metode pengujian Sifat Kekekalan Bentuk Agregat Terhadap Larutan Natrium Sulfat Dan Magnesium Sulfat. " Spesifikasi ini bertujuan untuk mendapatkan beton yang mempunyai ketahanan dan keawetan terhadap sulfat. Metode Pengujian Lekang Batu. Metode Pengukuran Pola Aliran Pada Model Fisik. pencelupan atau rendaman ke dalam larutan kimia Tata cara ini digunakan untuk menentukan lokasi tempat pembuangan akhir sampah Tata cara ini digunakan untuk menentukan pengelolaan sampah di daerah permukiman. Metode ini digunakan untuk memperoleh indek tahan lekang batu. 158 SNI 03-2855-1992 159 160 SNI 03-2914-1992 SNI 03-2915-2002 161 SNI 03-2916-1992 Spesifikasi Sumur Gali Untuk Sumber Air Bersih Spesifikasi Instalasi Air Minum Tipe Cikapayang 5 Tata Cara Pengawetan Kayu untuk Bangunan Rumah dan Gedung Tata Cara Pemilihan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah Tata Cara Pengelolaan Sampah di Permukiman Metode Pengujian Kuat Tarik Kayu di Laboratorium Metode Pengujian Kuat Geser Kayu di Laboratorium Metode Pengujian Jenis dan Jumlah Hewan Bentos.dapatkan instalasi air bersih dengan kapasitas 5 Liter/detik Digunakan untuk meningkatkan keawetan kayu melalui pengawetan dengan cara pemulasan. Metode Pengukuran Tinggi Muka Air Pada Model Fisik Metode ini digunakan untuk menentukan kecepatan aliran pada model fisik dengan dasar tetap menggunakan alat ukur arus tipe baling-baling.157 SNI 03-2854-1992 Spesifikasi Kadar Ion Klorida Dalam Beton Spesifikasi Satuan Rumah Susun Modular Spesifikasi Beton Bertulang Kedap Air Spesifikasi Beton Tahan Sulfat Spesifikasi ini digunakan dalam merencanakan dan melaksanakan konstruksi beton untuk mencegah korosi tulangan dan pelapukan beton Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan landasan ukuran dan batasan dalam usaha menentukan kebutuhan minimum dalam pembangunan rumah susun Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan persyaratanpersyaratan teknis beton kedap air " Spesifikasi ini memuat persyaratan minimum untuk beton yang berhubungan dengan lingkungan yang mengandung sulfat. Metode ini digunakan untuk menentukan kecepatan aliran pada model fisik dengan dasar tetap menggunakan tabung Pitot Metode ini digunakan untuk mengetahui pola aliran pada model fisik menggunakan zat pena dan pelampung pada model fisik Metode ini digunakan untuk mengetahui tinggi muka air pada model fisik 176 SNI 03-3409-1994 177 SNI 03-3410-1994 178 SNI 03-3411-1994 . Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat tarik sejajar serat dan tegak lurus serat kayu Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat geser sejajar serat kayu Metode ini digunakan untuk memperoleh jenis dan jumlah individu hewan Bentos pada suatu perairan. Spesifikasi ini bertujuan memberikan persyaratan teknis sumur gali sebagai sumber air baku untuk air bersih yang terlindung dari pencemaran Spesifikasi ini bertujuan untuk men. " Spesifikasi ini dapat digunakan sebagai pegangan bagi para perencana dan pelaksana dalam merencanakan dan melaksanakan konstruksi beton yang dalam masa layannya berhubungan dengan lingkungan yang mengandung sulfat. Metode ini digunakan untuk memperoleh indek kekekalan agregat. sehingga akan diperoleh data yang teliti dari daerah yang ditinjau. Metode Pengukuran Kecepa-tan Aliran Pada Model Fisik Dengan Tabung Pitot. 162 163 SNI 03-2917-1992 SNI 03-3233-1998 164 165 166 167 168 169 170 171 SNI 03-3241-1994 SNI 03-3242-1994 SNI 03-3399-1994 SNI 03-3400-1994 SNI 03-3401-1994 SNI 03-3402-1994 SNI 03-3403-1994 SNI 03-3404-1994 172 173 174 SNI 03-3405-1994 SNI 03-3406-1994 SNI 03-3407-1994 Metode Pengujian Sifat Dispersif Tanah dengan Alat Pinhole. Metode ini digunakan untuk mengetahui sifat dispersi tanah. Metode Pengukuran Kecepa-tan Aliran pada Model Fisik dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-Baling. Metode Pengujian Berat Isi Beton Ringan Struktural Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Inti Pemboran Metode Pemasangan Inklinometer. Metode ini digunakan untuk menentukan berat isi dari beton ringan struktural Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya nilai kuat tekan beton inti pemboran Metode ini digunakan untuk melaksanakan pemasangan inklinometer secara benar di lapangan.

Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya koefisien abrasi beton di Laboratorium yang akan dipakai sebagai pembanding dengan nilai abrasi pada bangunan air akibat aliran nilai sedimen. Metode Pengambilan Contoh Muatan Sedimen Melayang di Sungai Dengan Cara Integ-rasi Kedalaman Berdasarkan Pembagian Debit Metode Pengujian Partikel Ringan Dalam Agregat Metode Penentuan Posisi Titik Perum Menggunakan Alat Penyipat Ruang. Metode pengujian abrasi beton di Laboratorium. Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh muatan sedimen layang di sungai untuk memperoleh contoh air yang mengandung muatan sedimen melayang di sungai Metode ini untuk menentukan besarnya kadar partikel ringan dalam agregat. Tata Cara Perencanaan Drainase Permukaan Jalan. sungai. Metode ini digunakan untuk menentukan posisi titik perum di perairan pantai. Tata Cara Penetapan Banjir Desain dan Kapasitas Pelimpah Untuk Bendung. Tata cara ini digunakan dalam merencanakan struktur Drainase permukaan jalan Tata cara ini bertujuan menyeragamkan cara pelaksanaan Lataston serta menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan Tata cara ini digunakan untuk pelaksanaan survai permukaan perkerasan jalan untuk mendapatkan keseragaman nilai kerataan. Tata Cara ini digunakan untuk merencanakan pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain yang menyebabkan kerusakan tebing 180 SNI 03-3413-1994 181 SNI 03-3414-1994 182 183 SNI 03-3416-1994 SNI 03-3417-1994 184 185 SNI 03-3418-1994 SNI 03-3419-1994 186 SNI 03-3420-1994 Metode Pengujian Kuat Geser Langsung Tanah Tidak terkonsolidasi tanpa Drainase Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Isolasi Ringan di Lapangan Metode Tanah. Pengujian Batas Susut 187 188 189 190 191 SNI 03-3421-1994 SNI 03-3422-1994 SNI 03-3423-1994 SNI 03-3424-1994 SNI 03-3425-1994 Metode Pengujian Analisis Ukuran Butir Tanah Dengan Alat Hidrometer. Tata cara ini digunakan dalam merencanakan kolam renang untuk mendapatkan perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan dasar-dasar perencanaan teknik Jembatan Gantung untuk lalu lintas pejalan kaki. danau. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya debit sungai harian pada lokasi yang tidak terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar. Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan bangunan yang menggunakan struktur pasangan blok beton berongga bertulang Tata Cara ini digunakan sebagai pegangan penghitungan dan pembuatan peta kemiringan lereng pada permukaan tanah atau batuan menggunakan rumus Horton. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya debit puncak sungai pada lokasi yang tidak terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar. muara dan saluran navigasi menggunakan dua buah alat penyipat ruang Metode ini bertujuan untuk memperoleh nilai kandungan udara pada beton segar dalam persentase (%) volume.179 SNI 03-3412-1994 Metode Perhitungan Debit Sungai Harian Metode Pengukuran Debit Puncak Sungai dengan Cara Tidak Langsung. Metode ini digunakan untuk memperoleh data parameter mengenai kuat geser langsung tanah yang tidak terkonsolidasi tanpa drainase. Tata Cara Pelaksanaan Lapis Tipis Beton Aspal untuk Jalan Raya. Tata Cara Survai Kerataan Permukaan Perkerasan Jalan dengan Alat Ukur Kerataan NAASRA Tata Cara Perencanaan Bangunan Kolam Renang Teknik 192 SNI 03-3426-1994 193 SNI 03-3427-1994 194 SNI 03-3428-1994 Tata Cara Perencanaan Teknik Jembatan Gantung untuk Pejalan Kaki. Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan beton isolasi ringan di lapangan Metode ini digunakan untuk memperoleh data mengenai nilai batas susut tanah pada klasifikasi tanah di lapangan. 195 196 SNI 03-3429-1994 SNI 03-3430-1994 197 SNI 03-3431-1994 198 SNI 03-3432-1994 . Tata Cara Pelaksanaan Jembatan Gantung untuk Pejalan Kaki. Metode ini digunakan untuk memperoleh gradasi tanah pada klasifikasi tanah. Tata Cara Perencanaan Dinding Struktur Pasangan Blok Beton Berongga Bertulang Untuk Bangunan Rumah dan Gedung Tata Cara Pemantauan Gera-kan Horizontal Batuan dan Bangunan Dengan Alat Inklinometer. Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan pelaksanaan teknik Jembatan Gantung untuk lalulintas pejalan kaki. Metode Pengujian Kandungan Udara Pada Beton Segar.

* Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan disusun sebagai acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan berbagai pekerjaan untuk bangunan gedung dan perumahan. Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dasar perhitungan harga satuan pekerjaan penutup langitlangit Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dasar perhitungan harga satuan pekerjaan penutup atap Tata Cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan kapur sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tata cara ini digunakan dalam pemasangan pisometer pipa terbuka Casagrande secara benar sehingga diperoleh data pengamatan yang cukup teliti tentang perilaku tekanan air por Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan cara dan prosedur pemantauan tekanan air pori untuk mendapatkan nilai air pori menggunakan pisometer pipa terbuka Casagrande. * Tata cara perhitungan ini. Tata Cara Perencanaan Teknik Pelindung Tebing Sungai Dari Pasangan batu. keawetan dan effisiensi. Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan perencanaan pondasi langsung untuk jembatan sehingga memenuhi tuntutan kekuatan. Tata Cara Pemasangan Panel Beton Ringan Berserat. " Tata cara ini dapat digunakan sebagai pegangan bagi para pelaksana dalam melaksanakan pengecatan genteng keramik sebagai penutup atap pada bangunan gedung dan perumahan. * Pelaksana pembangunan gedung dan perumahan yang dimaksud adalah pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan gedung dan perumahan yaitu para perencana. " Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan hasil pengecatan yang mempunyai ketahanan dan keawetan terhadap cuaca. 210 SNI 03-3444-1994 211 SNI 03-3445-1994 212 SNI 03-3446-1994 . Tata cara ini digunakan dalam pemasangan panel beton ringan berserat non struktural sesuai perencanaan yang mengacu pada koordinasi modular. konsultan. serta cara penanggulangan bila terjadi kegagalan. Tata Cara Pemasangan Pisometer Pipa Terbuka Casagrande 202 SNI 03-3436-1994 203 SNI 03-3437-1994 204 SNI 03-3438-1994 205 SNI 03-3439-1994 206 SNI 03-3440-1994 207 SNI 03-3441-1994 208 SNI 03-3442-1994 209 SNI 03-3443-1994 Tata Cara Pemantauan Teka-nan Air Pori Dengan Pisome-ter Pipa Terbuka Casagrande Tata cara perhitungan tinggi muka air sungai tampang ganda dengan cara pias berdasarkan rumus manning. kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan. ketentuan dan cara pengerjaan pengecatan genteng keramik. Tata cara ini digunakan dalam menghitung tinggi muka air sungai sepanjang daerah hitungan tertentu berdasarkan debit yang telah ditentukan. memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang bersangkutan.199 SNI 03-3433-2002 Tata Cara Keramik Pengecatan Genteng " Tata cara ini memuat persyaratan. Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil pelaksanaan stabilisasi tanah dengan semen di lapangan yang sesuai dengan perencanaan. 200 SNI 03-3434-2002 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Kayu 201 SNI 03-3435-1994 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Penutup Langit-langit Untuk Bangunan dan Gedung Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Atap Untuk Bangunan dan Gedung Tata Cara Pembuatan Rencana Stabilisasi Tanah dengan Kapur untuk Jalan. Tata Cara Perencanaan Teknis Pondasi Langsung Untuk Jembatan. Tata Cara Pelaksanaan Stabilisasi Tanah dengan kapur untuk Jalan Tata Cara Pelaksanaan Sta-bilisasi Tanah dengan Semen Portland untuk Jalan. Tata cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan semen sesuai dengan ketentuan yang berlaku. kemantapan. Tata cara ini digunakan untuk merencanakan pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain yang menyebabkan kerusakan tebing. Tata Cara Pembuatan Rencana Stabilisasi Tanah dengan Semen Portland untuk Jalan. Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil pelaksanaan stabilisasi tanah dengan kapur di lapangan yang sesuai dengan perencanaan.

Spesifikasi ini dimaksudkan untuk memberikan persyaratan mutu bahan yang digunakan sebagai perapat celah sambungan antara komponen maupun pada elemen bangunan untuk penanggulangan kebocoran pada bangunan rumah dan gedung. golongan agregat tertentu untuk beton penahan radiasi pengion. Tata Cara Pemantauan Gera-kan Vertikal Tanah Dengan Menggunakan Instrumen Magnetis. Spesifikasi ini digunakan sebagai acuan bagi produsen agregat / perencana dan pelaksana pekerjaan beton dalam menilai mutu agregat yang memenuhi persyaratan untuk keperluan beton penahan radiasi. perhitungan proporsi campuran. 215 SNI 03-3449-2002 216 SNI 03-3449.1-2002 Tata Cara Perancangan Campuran Beton Ringan Dengan Agregat Ringan. kemantapan. 219 SNI 03-3454-1994 220 SNI 03-3455-1994 221 SNI 03-3456-1994 222 SNI 03-3637-1994 Metode Pengujian Berat Isi Tanah Berbutir Halus dengan Cetakan Benda Uji Metode Pengujian Kuat Tekan Bebas Tanah Kohesif Metode Penentuan Kadar Parafin Lilin Dalam Aspal 223 224 SNI 03-3638-1994 SNI 03-3639-2002 . keawetan dan effisiensi. golongan agregat untuk beton penahan radiasi neutron dengan pertimbangan utama adalah komposisi atau berat jenis atau keduanya. bahan yang dipergunakan. 217 SNI 03-3452-1994 Tata Cara Pemasangan Pisometer Penumatik 218 SNI 03-3453-1994 Tata Cara Pemantauan Tekanan Air Pori Dengan Alat Pisometer Penumatik Tata Cara Pemasangan Instrumen Magnetis Untuk Mengukur Gerakan Vertikal Tanah. Nilai dinyatakan dalam satuan metrik yang digunakan sebagai standar. Spesifikasi Bahan Elastis Perapat Celah Sambungan Tata cara ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam pemasangan pisometer penumatik untuk memperoleh data pengamatan tentang perilaku tekanan air pori. Tata cara ini digunakan dalam pemasangan instrumen magnetis agar berfungsi dengan baik dan menghasilkan data gerakan tanah bagi keperluan pengawas lapangan Tata cara ini digunakan dalam melakukan pemantauan gerakan vertikal tanah. Agregat untuk beton penahan radiasi ini meliputi. Tata cara ini meliputi persyaratan proporsi campuran. Metode ini digunakan untuk menentukan berat isi tanah halus dengan cetakan benda uji. pemilihan proporsi campuran beton ringan. Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dalam pelaksanaan penyambungan tiang pancang beton pracetak serta mendapatkan mutu sambungan yang bersifat monolitik. Tata cara pembuatan rancangan campuran beton ringan dengan agregat ringan ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai salah satu acuan bagi para perencana dan pelaksana dalam merancang proporsi campuran beton ringan dengan menggunkan agregat ringan dengan tujuan untuk mendapatkan proporsi campuran bahan-bahan yang dapat menghasilkan beton ringan yang sesuai dengan rencana penggunaannya pada kontruksi struktural. Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan bebas tanah kohesif. tugas penanggung jawab pembuatan rancangan campuran. koreksi proporsi campuran dan prosedur pengerjaan pembuatan rancangan campuran beton ringan. struktural ringan dan sagat ringan. Spesifikasi ini mencakup ketentuan mengenai klasifikasi dan persyaratan teknis agregat untuk pembuat beton penahan radiasi.213 SNI 03-3447-1994 Tata Cara Perencanaan Teknis Pondasi Sumuran Untuk Jembatan. 214 SNI 03-3448-1994 Tata Cara Penyambungan Tiang Pancang Beton Pracetak Penampang Persegi Dengan Sistem Monolit Bahan Epoxy Spesifikasi Agregat Beton Penahan Radiasi Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan perencanaan pondasi sumuran untuk jembatan sehingga memenuhi tuntutan kekuatan. Tata cara ini bertujuan untuk menyera-gamkan cara dan prosedur pemantauan tekanan air pori untuk mendapatkan nilai air pori menggunakan alat pisometer penumatik. rancangan campuran. Metode ini digunakan untuk memperoleh kadar parafin lilin dalam aspal berdasarkan pemisahan dengan pelarutpelarut tertentu.

20. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tinggi muka air tanah bebas sesaat di sumur. Tata cara ini digunakan dalam merencanakan bangunan stadion untuk mendapatkan peren-canaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum Tata cara ini digunakan dalam merencanakan gedung olah raga untuk mendapatkan perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat tekan kayu Metode ini digunakan untuk menentukan kuat lentur kayu Metode ini digunakan elastisitas kayu untuk menentukan modulus 226 227 228 229 230 SNI 03-3641-1994 SNI 03-3642-1994 SNI 03-3643-1994 SNI 03-3644-1994 SNI 03-3645-1994 231 SNI 03-3646-1994 Metode Pengujian Pelekatan Dan Ketahanan Aspal Emulsi Terhadap Air. Metode ini untuk menentukan be-sarnya regangan tekan. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya partikel aspal emulsi. Metode Pengujian Kekakuan Tekan dan Kekakuan Geser Bantalan Karet Jembatan Metode Pengujian Regangan Tekan dan Tegangan Geser Bantalan Karet Jembatan Metode Pengukuran Kelulu-san Air pada Tanah Zone Tak Jenuh dengan Lubang Auger Metode Pemboran Air Tanah Dengan Alat Bor Putar Sistem Sirkulasi Langsung Metode Pengukuran Tinggi Muka Air Tanah Bebas di Sumur. Metode ini digunakan untuk melaksanakan pembuatan suatu lubang bor yang baik untuk mendapatkan air tanah dengan alat bor putar. Metode Pengujian Kadar Residu Aspal Emulsi Dengan Penyulingan.225 SNI 03-3640-1994 Metode Pengujian Kadar Ber-aspal Dengan Cara Ekstraksi Menggunakan Alat Soklet Metode Pengujian Kadar Air Aspal Emulsi. Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Stadion Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Gedung Olah Raga Metode Pengujian Kuat Tekan Kayu di Laboratorium Metode Pengujian Kuat Lentur Kayu di Laboratorium Metode Pengujian Modulus Elastisitas Lentur Kayu di Laboratorium Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gra-vimetri Dengan Pengendapan Metode Pengujian Distribusi Butir Sedimen Layang Secara Gravimetri Dengan Ayakan Metode pembuatan model fisik sungai dengan dasar tetap. Metode Pengujian Aspal Tertahan Saringan No. Metode Pengujian Modulus Elastisitas Lentur Kayu Kons-truksi Berukuran Struktural Metode Pengujian Modulus Elastisitas Tekan dan Kuat Tekan Sejajar Serat Kayu Konstruksi Berukuran Struktural Metode Pengujian Modulus Geser Kayu Konstruksi Berukuran Struktural Metode Pengujian Kuat Lentur Kayu Konstruksi Berukuran Struktural Tata Cara Pengadukan Pengecoran Beton 232 SNI 03-3647-1994 233 234 235 236 SNI 03-3958-1995 SNI 03-3959-1995 SNI 03-3960-1995 SNI 03-3961-1995 Metode ini digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang dalam air secara Gravimetri dengan pengendapan Metode ini digunakan untuk mengetahui distribusi butir sedimen layang dalam air secara gravimetri dengan ayakan Metode ini digunakan untuk pembuatan model fisik sungai berdasarkan data dan skala yang ditentukan. Metode ini digunakan untuk menentukan kekakuan tekan dan kekakuan geser bantalan karet jembatan. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya nilai kelulusan air pada tanah zone tak jenuh. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar air aspal emulsi. dan tegangan geser bantalan karet jembatan . Metode ini digunakan untuk menentukan nilai modulus elastisitas lentur dan kelas kuat kayu Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan dan modulus elastisitas tekan kayu konstruksi yang dipakai untuk komponen struktur bangunan Metode ini digunakan untuk menentukan nilai modulus geser dan kelas kuat kayu Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat lentur dari kayu konstruksi berukuran struktural Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan mutu pekerjaan beton sesuai dengan yang direncanakan 237 SNI 03-3962-1995 238 239 SNI 03-3965-1995 SNI 03-3966-1995 240 SNI 03-3967-2002 241 SNI 03-3968-1995 242 SNI 03-3969-1995 243 244 SNI 03-3970-1995 SNI 03-3972-1995 245 SNI 03-3973-1995 246 247 248 SNI 03-3974-1995 SNI 03-3975-1995 SNI 03-3976-1995 . Metode ini digunakan untuk mengetahui persentase kadar residu aspal emulsi Metode ini digunakan untuk menentukan bagian aspal emulsi yang tertahan saringan No. Metode ini digunakan untuk mengetahui persentase pelekatan aspal emulsi terhadap agregat dan ketahanan terhadap air. Emulsi Muatan Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar aspal dalam campuran beraspal dengan cara ekstraksi menggunakan alat soklet. Metode Pengujian Jenis Partikel Aspal Emulsi. sistem sirkulasi langsung.20.

Tata cara ini digunakan untuk menyeragamkan cara pelaksanaan campuran dingin dengan aspal emulsi agar diperoleh lapis perkerasan yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta dapat menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan. Tata cara ini digunakan untuk memperoleh lama masa operasi saringan yang optimum. Metode Pengujian Susut Linier. Spesifikasi Agregat Ringan Untuk Beton isolasi Tata Cara Perencanaan Pemasangan Sistem-Deteksi Alarm untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung Instalasi Sprinkler Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah dan Gedung Tata Cara Bangunan. 252 SNI 03-3980-1995 Tata Cara Pelaksanaan Laburan Aspal Dua Lapis (Burda) untuk Permukaan Jalan.075 mm). Tata Cara ini digunakan untuk meyeragamkan pelaksanaan pelapisan perkerasan jalan dengan laburan aspal Satu Lapis agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta untuk menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan. Tata Cara ini digunakan untuk meyeragam-kan pelaksanaan pelapisan perkerasan jalan dengan laburan aspal Dua Lapis agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta untuk menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan. Metode Pengujian Berat Jenis Sedimen Layang Dengan Piknometer Metode Pengujian Kadar Nitrogen Total Sedimen Layang Dengan Alat Destilasi Kjeldahl Secara Titrasi Spesifikasi Kapur Untuk Stabilisasi Tanah Spesifikasi Tabung Dinding Tipis Untuk Pengambilan Contoh Tanah Berkohesi Tidak Terganggu. 200 (0. Metode Pengujian Jumlah Bahan Dalam Agregat Yang Lolos Saringan No.075 MM). 253 SNI 03-3981-1995 Tata Cara Perencanaan Saringan Pasir Lambat. di luar atau di sekitar bangunan Metode ini digunakan untuk memperoleh bentuk agregat yang seragam Metode ini digunakan untuk meng-hitung besarnya persentasi jumlah gumpalan lempung dan butir-butir mudah pecah dalam agregat halus maupun kasar. Instalasi Petir Untuk 255 SNI 03-3984-1995 256 SNI 03-3985-1995 257 SNI 03-3989-1995 258 SNI 03-3990-1995 259 260 SNI 03-4137-1996 SNI 03-4141-1996 Metode Pengujian Tebal dan Panjang Rata-rata Agregat Metode Pengujian Gumpalan Lempung dan Butir-butir Mu-dah Pecah Dalam Agregat. Instalasi 254 SNI 03-3982-1995 Tata Cara Pengoperasian dan Perawatan Instalasi Saringan Pasir Lambat. kuantitas dan kualitas air olahan sesuai perencanaan Spesifikasi ini mencakup ketentuan gradasi dan berat isi agregat ringan dan konduktifitas panas beton isolasi yang digunakan khusus untuk bagian dalam bangunan Digunakan untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan sistem deteksi dan alarm kebakaran sehingga bila terjadi kebakaran dapat diketahui secara cepat dan tepat Digunakan untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan springkler dalam upaya pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung Pedoman ini bertujuan untuk membentuk sistem yang baik dan aman tanpa menimbulkan bahaya bagi manusia dan benda lain yang berada di dalam. 251 SNI 03-3979-1995 Tata Cara Pelaksanaan Laburan Aspal Satu Lapis (Burtu) untuk Permukaan Jalan. Metode ini digunakan untuk menentukan berat jenis sedimen layang Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar nitrogen total sedimen layang dalam air Spesifikasi ini mencakup mutu dan persyaratan kapur yang harus dipenuhi untuk pekerjaan stabilisasi tanah Standar ini mencakup persyaratan Tabung Dinding tipis yang akan digunakan untuk pengambilan contoh tanah berkohesi tidak terganggu. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya perubahan volume susut tanah. 261 SNI 03-4142-1996 262 263 264 265 SNI 03-4143-1996 SNI 03-4144-1996 SNI 03-4145-1996 SNI 03-4146-1996 266 267 SNI 03-4147-1996 SNI 03-4148-1996 . Metode ini digunakan untuk pengujian susut linier tanah. Metode ini digunakan untuk menghi-tung besarnya persentase jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan No. 200 (0. Tata Cara Pelaksanaan Beton Aspal Campuran Dingin dengan Aspal Emulsi untuk Perkerasan Jalan 250 SNI 03-3978-1995 Tata cara ini digunakan sebagai pegangan dalam penghitungan dan pembua-tan peta kemiringan lereng pada permukaan tanah atau batuan menggunakan rumus Horton. Tata cara ini digunakan untuk men-dapatkan Instalasi Saringan Pasir Lambat yang dapat mengolah air baku menjadi air bersih.249 SNI 03-3977-1995 Tata Cara Pembuatan Peta Kemiringan Lereng Menggu-nakan Rumus Horton. Metode Pengujian Perubahan Volume Susut Tanah.

Metode ini digunakan untuk memperoleh besaran atau angka kekesatan permukaan perkerasan beraspal atau perkerasan beton semen yang sudah dipadatkan. 271 SNI 03-4153-1996 272 SNI 03-4154-1996 273 SNI 03-4155-1996 274 SNI 03-4156-1996 275 SNI 03-4164-1996 276 SNI 03-4165-1996 277 SNI 03-4166-1996 278 SNI 03-4168-1996 279 SNI 03-4169-1996 280 SNI 03-4426-1997 281 SNI 03-4427-1997 Metode Pengujian Kekesatan Permukaan Perkerasan Jalan dengan Alat Pendulum Metode Pengujian Agregat Halus Atau Pasir Yang Mengandung Bahan Plastis Dengan Cara Setara Pasir 282 SNI 03-4428-1997 283 SNI 03-4429-1997 Metode Pengujian Karet Spon Sebagai Bahan Pengisi Siar Muai Pada Konstruksi Beton Metode Pengujian Kuat Tekan Elemen Struktur Beton Dengan Alat Palu Beton Tipe N dan NR Metode Pengujian Kuat Lentur Beton Normal Dengan Dua Titik Pembebanan 284 SNI 03-4430-1997 285 SNI 03-4431-1997 .268 SNI 03-4148. sehingga berguna bagi perencana dalam memilih bahan yang bermutu. Metode ini digunakan untuk memperoleh kuat lentur beton untuk keperluan perencanaan struktur Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat tekan relatif sebagai pembanding terhadap kuat lentur guna keperluan perencanaan dan pengendalian mutu beton Metode ini digunakan untuk menentukan tingkat bliding dari beton segar untuk keperluan perencana dan pelaksana dalam pengendalian mutu beton Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat tekan dinding pasangan bata merah yang digunakan sebagai dinding struktural bagi keperluan perencana dan pelaksana Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat lentur dinding pasangan bata merah yang digunakan sebagai dinding struktural bagi keperluan perencana dan pelaksana Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat geser dinding pasangan bata merah yang digunakan sebagai dinding struktural bagi keperluan perencana dan pelaksana Metode pengujian ini adalah untuk memperoleh nilai hilang pijar guna menentukan pemenuhan mutu bahan belerang untuk kaping guna meratakan bidang tekan benda uji Metode ini digunakan untuk memdapatkan nilai modulus elastisitas dan rasio poison untuk keperluan perencanaan struktur beton Metode ini digunakan untuk memperoleh besaran atau angka ketahanan agregat terhadap benturan atau tumbukan. Metode ini digunakan untuk menyera-gamkan cara pengujian pasir atau agregat halus yang plastis dengan cara setara pasir yang bertujuan untuk mengetahui kualitas pasir atau agregat halus yang lolos saringan nomor 4 (4.76 mm). Metode ini digunakan untuk memperoleh data pada mutu karet spon siap pakai sebagai bahan pengisi siar muai konstruksi beton.1-2000 Tata Cara Pengambilan Contoh Tanah dengan Tabung Dinding Tipis 269 SNI 03-4151-1996 270 SNI 03-4152-1996 Metode Pengujian Kadar Fosfat Dalam Sedimen Mela-yang Dengan Asam Klorida Menggunakan Spektrofoto-meter Secara Amonium Molibdate Metode Pengujian Kadar Kalium Dalam Sedimen Mela-yang Dengan Asam Klorida Menggunakan Alat Spektrofo-tometer Serapan Atom Metode pengujian penetrasi dengan SPT Metode Pengujian Kuat Lentur Beton Dengan Balok Uji Sederhana Yang Dibebani Terpusat Langsung Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Dengan Benda Uji Patahan Balok Bekas Uji Lentur Metode Pengujian Bliding dari Beton Segar Metode Pengujian Kuat Tekan Dinding Pasangan Bata Merah diLaboratorium Metode Pengujian Kuat Lentur Dinding Pasangan Bata Merah di Laboratorium Metode Pengujian Kuat Geser Dinding Pasangan Bata Merah di Laboratorium Metode Pengujian Hilang Pijar Bahan Belerang Untuk Kaping Metode Pengujian Modulus Elastisitas Statis dan Rasio Poison Beton Dengan Kompresor Ekstensometer Metode Pengujian Ketahanan Agregat Dengan Alat Tumbuk Tata cara ini mencakup prosedur penggunaan tabung logam dinding tipis dalam pengambilan contoh tanah tak terganggu untuk pengujian sifat fisik dan mekanik di laboratorium Metode ini digunakan untuk memperoleh kadar fosfat dalam sedimen melayang menggunakan alat spektrofotometer yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi pengukuran kualitas sedimen Metode ini digunakan untuk mengetahui kadar kalium dalam sedimen melayang yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas sedimen Metode ini adalah untuk memperoleh jumlah pukulan terhadap penetrasi dari splitbarrel sampler dan untuk keperluan identifikasi tanah. Metode ini digunakan untuk memperkira-kan nilai kuat tekan beton pada suatu elemen struktur untuk keperluan pengendalian mutu beton dan atau pengawas pelaksanaan pekerjaan Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat lentur beton normal guna keperluan perencanaan dan pelaksanaan.

286 SNI 03-4432-1997 Spesifikasi Karet Spon Sebagai Bahan Pengisi Siar Muai Pada Perkerasan Beton dan Konstruksi Bangunan Spesifikasi Beton Siap Pakai 287 SNI 03-4433-1997 Spesifikasi ini digunakan untuk menilai mutu karet spon dan bertujuan untuk mendapatkan mutu karet spon yang memenuhi persyaratan fisik yang digunakan sebagai bahan pengisi siar muai pada perkerasan beton dan konstruksi bangunan. Spesifikasi ini untuk mendapatkan mutu aspal emulsi kationik yang memenuhi persyaratan fisis untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jalan Spesifikasi ini untuk mendapatkan mutu aspal cair penguapan sedang yang memenuhi persyaratan fisis untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jalan Spesifikasi ini untuk mendapatkan mutu aspal yang memenuhi persyaratan fisis untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jalan Metode ini digunakan untuk pengujian bantalan karet jembatan yang polos maupun berlapis. Ukuran (30x30. Metode ini digunakan untuk menentukan kecepatan pulsa perambatan gelombang tekan dalam beton. Metode ini digunakan untuk menentukan angka pantul beton yang sudah mengeras menggunakan palu baja yang gerakannya dikendalikan oleh pegas . 40x40) cm2 Panjang 10-20 meter Dengan Baja Tulangan Bj 24 dan BJ 40 Metode Pengujian Pemulihan Aspal Dengan Alat Penguap Putar. Metode ini adalah untuk memisahkan aspal dari bahan pelarut. Spesifikasi Aspal Emulsi Kationik 289 290 SNI 03-4797-1998 SNI 03-4798-1998 291 SNI 03-4799-1998 Spesifikasi Aspal Cair Pengu-apan Sedang Spesifikasi Aspal Cair Pengu-apan Cepat Metode Pengujian Bantalan Karet Untuk Perletakan Jembatan Metode Pengujian Kecepatan Pulsa Melalui Beton Metode Pengujian Angka Beton Yang Sudah Mengeras Pantul 292 SNI 03-4800-1998 293 294 295 SNI 03-4801-1998 SNI 03-4802-1998 SNI 03-4803-1998 296 297 SNI 03-4804-1998 SNI 03-4805-1998 Metode Pengujian Bobot Isi Dan Rongga udara Dalam Agregat Metode Pengujian Kadar Semen Portland Dalam Beton Keras Yang Memakai Semen Hidrolik Metode Pengujian Kadar Semen Portland Dalam Beton Segar Dengan Cara Titrasi Volumetri Metode Pengujian Untuk Menentukan Suhu Beton Segar Semen Portland Metode Pengujian Kadar Air Dalam Beton Segar Dengan Cara titrasi Volumetri Metode Pengujian Untuk Membandingkan Berbagai Beton Berdasarkan Kuat Lekat Yang Timbul Terhadap Tulangan Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Lapangan Metode Pengujian Rangkak Pada Beton Yang Tertekan 298 SNI 03-4806-1998 299 300 SNI 03-4807-1998 SNI 03-4808-1998 301 SNI 03-4809-1998 302 303 SNI 03-4810-1998 SNI 03-4811-1998 304 SNI 03-4812-1998 Metode Pengujian Kuat Tarik Beton Secara Langsung . Spesifikasi ini digunakan dalam menilai mutu beton siap pakai yang akan diserahkan dalam bentuk beton segar dari produsen kepada konsumen yang bertujuan untuk mendapatkan mutu beton siap pakai yang memenuhi persyaratan teknis Spesifikasi ini digunakan dalam membuat pondasi tiang pancang beton untuk pondasi jembatan yang bertujuan untuk memudahkan bagi perencana dan pelaksana pembangunan jembatan sehingga tercapai efisiensi waktu. 35x35. bahan dan keseragaman mutu konstruksi. sehingga dapat digunakan kembali. Metode ini digunakan dalam menghitung bobot isi dan rongga udara dalam agregat Metode ini digunakan untuk menentukan kadar semen portland dari beton keras menggunakan semen hidrolik Metode ini digunakan untuk menentukan kadar semen portland dalam beton segar menggunakan titrasi volumetri Metode ini digunakan dalam menentukan suhu dari beton segar yang menggunakan semen portland Metode ini digunakan dalam penentuan kadar air dalam beton segar dengan cara titrasi volumetri Metode ini digunakan dalam menentukan perbandingan antara berbagai macam beton berdasarkan kuat lekat yang timbul terhadap baja tulangan Metode ini digunakan untuk membuat dan merawat benda uji di lapangan Metode ini digunakan dalam menentukan rangkak pada beton yang dicetak dalam bentuk silinder dan dibebani dengan gaya tekan aksial sentris yang besarnya tetap secara terus menerus Metode ini digunakan dalam menentukan nilai kuat tarik beton untuk keperluan perencanaan komponen struktur berdasarkan penampang benda uji berdiameter 1500 mm 288 SNI 03-4434-1997 Spesifikasi Tiang Pancang Beton Pracetak Untuk Ponda-si Jembatan.

limbah industri. adukan semen dan silinder keras serta beton inti dengan adukan gypsum berkekuatan tinggi atau adukan belerang. juga berfungsi untuk mengurangi naiknya temperatur beton yang permukaannya secara langsung terkena sinar matahari. Saluran Pelua-pan dari Gorong-gorong Spesifikasi Pipa Beton untuk Saluran Air Limbah. 306 SNI 03-4814-1998 Spesifikasi Bahan Penutup Sambungan Beton Tipe Elastis Tuang Panas Spesifikasi Pengisi Siar Muai Siap Pakai Untuk Perkerasan Dan Bangunan Beton Spesifikasi Bantalan Karet Untuk Perletakan Jembatan 307 SNI 03-4815-1998 308 SNI 03-4816-1998 309 SNI 03-4817-1998 Spesifikasi Lembaran Bahan Penutup Untuk Perawatan Beton 310 SNI 03-4818-1998 Spesifikasi Pipa Beton Berlubang Untuk Saluran Drainase Dalam Tanah Tata Cara Pembuatan Ekstrak Sedimen Untuk Pengujian Sifat Kimia Sedimen Tata Cara Penggunaan Peralatan Untuk Penentuan Perubahan Panjang. 311 SNI 03-4819-1998 312 SNI 03-4820-1998 313 SNI 03-6367-2000 Spesifikasi Pipa Beton untuk Air Buangan. rangkak dan susut. serta peralatan yang digunakan untuk menentukan perubahan panjang tersebut. dan sifat fisik. Spesifikasi ini digunakan sebagai bahan penutup sambungan beton tipe elastis tuang panas yang digunakan untuk menutup celah sambungan pada jalan beton. bahan an prosedur untuk pembuatan kaping untuk silinder beton segar dengan semen murni.305 SNI 03-4813-1998 Metode Pengujian Triaksial Untuk Tanah Kohesif Dalam Keadaan Tanpa Konsolidasi dan Drainase Metode ini digunakan untuk menentukan kekuatan contoh uji berbentuk silinder dalam keadaan tanpa konsolidasi dan drainase dari tanah kohesif baik tidak terganggu. Saluran Air Hujan dan Gorong-Gorong Tata Cara Pembuatan Kaping untuk Benda Uji Silinder Beton 314 SNI 03-6368-2000 315 SNI 03-6369-2000 316 317 SNI 03-6370-2000 SNI 03-6371-2000 Tata Cara Evaluasi Batuan Yang digunakan untuk Pengendalian Erosi Tata Cara Pengklasifikasian Tanah Dengan Cara Unifikasi Tanah 318 SNI 03-6372-2000 Tata Cara Pengkondisian Kelengasan Kayu Dan Bahan Berkayu . Spesifikasi ini meliputi pipa beton tidak bertulang yang digunakan sebagai pembuangan air kotoran. Spesifikasi ini membahas persyaratan untuk bantalan karet jembatan. berputar sudut. mortar dan beton semen yang sudah mengeras. baik yang polos maupun yang berlapis dengan pelat penguat dan harus memiliki kemampuan untuk memuai dan menyusut akibat temperatur. air hujan dan untuk gorong-gorong Tata cara ini meliputi peralatan. Tata cara ini mencakup evaluasi batuan yang akan digunakan untuk pengendalian erosi Tata cara ini menguraikan sistem klasifikasi tanah mineral dan mineral organik untuk keperluan teknik. jembatan. batas cair dan indeks plastisitas Tata cara ini mencakup prosedur untuk mengkondisikan dan menyeimbangkan tingkat kadar air konstan pada kayu dan bahan berkayu. Spesifikasi ini digunakan untuk perencanaan pipa drainase dalam tanah untuk mendapatkan pipa beton berlubang yang memenuhi syarat ukuran sebagai pipa drainase. Mortar dan Beton Semen Yang Sudah Mengeras. serat barang-barang dari kayu yang menggunakan perekat. cetak ulang maupun yang dipadatkan pada kecepatan deformasi yang tetap dari beban kompresi dimana benda uji tersebut diberi tekanan cairan semua arah di dalam sel triaksial. bahan-bahan dan papan buatan (panel) yang mengandung serat keyu dan partikel kayu. limbah pabrik. Klasifikasi ini berdasarkan hasil pengujian laboratorium tentang penentuan karakteristik ukuran butir. dan bangunan lainnya. ukuran dan toleransi. Pasta. air luapan dan bangunan gorong-gorong Spesifikasi ini meliputi pipa beton yang tidak bertulang untuk mengalirkan air limbah rumah tangga. perubahan lawan lendut. Spesifikasi ini membahas bahan penutup berupa lembaran yang digunakan untuk menutup permukaan beton semen guna menghindari hilangnya air selama masa perawatan dan dalam material tipe pemantul putih. Spesifikasi ini membahas bahan pengisi siap pakai. dan cara-cara penggunaannya. Tata cara ini digunakan untuk pembuatan ekstrak sedimen untuk pengujian sifat kimia sedimen sehingga dapat diuji dengan standar pengujian air Tata cara ini digunakan dalam menyiapkan benda uji untuk menentukan perubahan panjang pada pasta.

fungsi. Lapis Pondasi Atas dan Lapis Permukaan 330 SNI 03-6387-2000 331 SNI 03-6388-2000 332 SNI 03-6395-2000 Spesifikasi Alat Ukur Debit Orifice 333 334 SNI 03-6399-2000 SNI 03-6405-2000 Tata Cara Pengambilan Contoh Aspal Tata Cara Pengelasan Pipa Baja untuk Air di Lapangan . tempat penyimpanan atau saat pengiriman Tata cara ini memuat pengelasan di lapangan secara manual. batu atau slag hasil penyaringan. pemasangan. struktur dan persyaratan. kapur gumpal dan kapur bubuk untuk bahan bangunan Spesifikasi ini meliputi mutu dan gradasi campuran lempung berpasir. pencegat dan pemisah Spesifikasi ini mencakup perbaikan cacat dalam beton semen portland yang telah mengeras dengan mortar epoksi yang dicampur pasir Spesifikasi ini membahas tentang bentuk dan ukuran.150 Tata cara ini digunakan untuk pengambilan contoh aspal di Pabrik. tipe N dan S adalah cocok digunakan dalam adukan. sirtu pecah yang terdiri atas kerikil. batu pecah atau slag dengan atau tanpa tanah pengikat atau kombinasi dari bahan tersebut untuk digunakan pada bahan lapis pondasi bawah. kinerja dan debit persatuan lebar dari bangunan ukur debit cipoletti Spesifikasi ini meliputi bermacam-macam tipe dan kelas hidran kebakaran tabung basah. pada siar dan plesteran semen. S. langit-langit atau dinding penyekat dan mempunyai permukaan yang dapat didekorasi Spesifikasi ini memberikan kriteria desain kondisi lingkungan akustik di dalam ruang hunian. kapur butir. untuk menghilangkan atau melepaskan material halus seperti lanau. untuk dipasang pada jaringan sistem pelayanan air minum di kawasan permukiman Spesifikasi ini menjelaskan persyaratan-persyaratan peralatan pengolahan udara individual sebagai sistem pengendalian asap terzona di dalam bangunan gedung Spesifikasi ini meliputi panel atau papan gipsum. pondasi bangunan gedung dan lainnya Tata cara ini mencakup cara-cara pelaksanaan pembuatan sumuran uji dan paritan uji secara manual di dalam tanah Tata cara ini membahas tentang prosedur pekerjaan pencucian sumur. atau pasir. penggunaannya dirancang untuk dinding. dan lapis permukaan Spesifikasi ini memuat persyaratan-persyaratan dimensi. lapis pondasi. kerikil. Tipe NA dan SA adalah kapur hidrat mengandung "bahan pembentuk gelembung udara". NA dan SA). Spesifikasi ini mengatur mengenai bahan dan pemasangan dari unit perangkap. selimut kerikil dan saringan Spesffikasi ini meliputi empat tipe kapur hidrat (tipe N. kapur bongkah. semi otomatik dan otomatik dengan proses pengelasan busur logam pada pipa baja yang dibuat di pabrik 320 321 SNI 03-6376-2000 SNI 03-6377-2000 Tata Cara Pembuatan Sumur Uji dan Paritan Uji secara Manual Tata Cara Pencucian Sumur 322 SNI 03-6378-2000 Spesifikasi Kapur Hidrat keperluan Pasangan Bata. digunakan untuk bunyi mantap atau seolah-olah mantap seperti bising yang berasal dari sistem tata udara dan lalu lintas kendaraan yang kontinu Spesifikasi ini meliputi semua jenis kapur kembang seperti kapur pecah. pasir halus dan lumpur pemboran yang melekat pada dinding sumur.319 SNI 03-6374-2000 Tata Cara Pemantauan Peneumatik Pemasangan Sel Tekanan dan Total Tata cara ini mencakup pemasangan alat pengukur tekanan total dari jenis sel tekanan total peneumatik yang dipasang pada bangunan teknik sipil antara lain pada tubuh bendungan. untuk 323 324 SNI 03-6379-2000 SNI 03-6380-2000 Spesifikasi dan Tata Pemasangan Perangkap Bau Cara Spesifikasi Perbaikan Beton dengan Mortar Epoksi Spesifikasi Cippoletti Bangunan Ukur Debit 325 SNI 03-6381-2000 326 SNI 03-6382-2000 Spesifikasi Hidran Kebakaran Tabung Basah 327 SNI 03-6383-2000 328 SNI 03-6384-2000 Spesifikasi Peralatan Pengolah Udara Individual sebagai Sistem Pengendalian Asap Terzona dalam Bangunan Gedung Spesifikasi Panel atau Papan Gypsum 329 SNI 03-6386-2000 Spesifikasi Tingkat Bunyi dan Waktu Dengung dalam Bangunan Gedung dan Perumahan (Kriteria Desain yang Direkomendasikan) Spesifikasi Kapur Kembang untuk Bahan Bangunan Spesifikasi Agregat Lapis Pondasi Bawah. dinding tembok penahan tanah. persyaratan umum dan ketentuan dari pelat orifice serta penyimpangan pengukuran debit dalam pipa dengan diameter dari 50 mm sampai 1200 mm dan bilangan Reynold untuk pipa kurang dari 3. tambahan dinding dan sebagai bahan tambah untuk beton semen.

Penyerapan dan Rongga dalam Beton yang telah Mengeras Metode Pengujian Fisik Panel Gipsum dan Papan Gipsum 350 SNI 03-6434-2000 . jenis-jenis sambungan. pemilihan jenis dan bahan.335 SNI 03-6412-2000 336 SNI 03-6414-2002 Metode Pengujian Kadar Semen Dalam Campuran Segar SemenTanah Spesifikasi Timbangan yang digunakan pada pengujian bahan Spesifikasi Proteksi untuk Bukaan pada Konstruksi Tahan Api Spesifikasi Bahan Sambungan pada Bendungan Beton Bagian 1 : Pemilihan Bahan Penahan Air Spesifikasi Bahan Sambu-ngan pada Bendungan Beton Bagian 2 : Pelaksanaan. Pemasangan Penahan Air untuk Sambungan Metode ini digunakan untuk penentuan kadar semen dalam contoh campuran segar tanah semen Spesifikasi ini meliputi persyaratan timbangan dan anak timbangan. Metode ini digunakan untuk penentuan waktu pengikatan campuran graut semen hidraulik yang dipakai untuk beton dengan agregat praletak memakai alat vicat Metode ini digunakan untuk penentuan waktu alir beton berserat menggunakan kerucut slump yang dibalik dapat dilakukan di Lapangan dan di Laboratorium dan dipakai untuk campuran beton segar yang mempunyai agregat kasar yang lolos saringan 1 ½ inchi. konsep desain & pertimbangan. yang digunakan untuk keperluan pengujian bahan-bahan konstruksi. serta pertimbangan umum. serta pengujian praktis penahan air untuk sambungan Spesifikasi ini membahas ketentuan-ketentuan sifat-sifat bahan dan uji laboratorium. tidak dapat dipakai untuk beton yang mengalir bebas Metode ini digunakan untuk penentuan dengan cara pengukuran perubahan panjang prisma beton. kerantanan dari kombinasi semen agregat terhadap reaksi alkalikarbonat yang mengembang dengan melibatkan ion-ion hidroksida Metode ini mencakup penentuan kerapatan.2-2000 347 SNI 03-6431-2000 Metode Pengujian Waktu Alir Beton Berserat dengan Kerucut Uji Slump yang Dibalik 348 SNI 03-6432-2000 Metode Pengujian Perubahan Panjang Beton Akibat Reaksi AlkaliBatuan Karbonat 349 SNI 03-6433-2000 Metode Pengujian Kerapatan. persiapan dan pemasangan penahan air dari PVC dan karet logam. persentase penyerapan dan persentase rongga dalam beton yang telah mengeras Metode ini digunakan untuk pengujian fisik dari panel dan papan gipsum 345 SNI 03-6430. yang dibuat sesuai dengan ketentuan pada SNI yang berlaku Spesifikasi ini menjelaskan persyaratan-persyaratan untuk jenis-jenis sistem pengolahan udara 337 SNI 03-6415-2000 338 SNI 03-6416. metode konstruksi&prosedur pengawasan konstruksi serta evaluasi kinerja Spesifikasi ini meliputi bahan pengencer graut yang digunakan untuk beton dengan agregat praletak Standar ini mencakup pipa PVC diameter 110 mm sampai 315 mm untuk air bersih.1-2000 346 SNI 03-6430. campuran bitumen dan jenis penahan air permukaan. Spesifikasi ini mencakup persyaratan proteksi bukaan pada konstruksi tahan api yang dibuat untuk tempat penembusan sistem cerobong Spesifikasi ini mencakup penjelasan umum tentang sifatsifat.2-2000 340 SNI 03-6417-2000 Spesifikasi Semen-Tanah Bendungan Urugan untuk 341 342 SNI 03-6418-2000 SNI 03-6419-2000 Spesifikasi Pengencer Graut untuk Beton dengan Agregat Praletak Spesifikasi Pipa PVC Bertekanan Berdiameter 110-315 mm untuk Air Bersih Spesifikasi Sistem Pengolahan Udara di Dapur dan Ruang Parkir sebagai Pengendali Asap Kebakaran Dalam Bangunan Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Silinder dengan Cetakan Silinder di dalam Tempat Cetakan Metode Pengujian Kuat Tekan Graut untuk Beton dengan Agregat Praletak di Laboratorium Metode Pengujian Waktu Pengikatan Graut untuk Beton dengan Agregat Praletak di Laboratorium 343 SNI 03-6420-2000 344 SNI 03-6429-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan kuat tekan benda uji silinder beton menggunakan teknik pemasangan cetakan uji pada pelat beton pada waktu pengecoran dan dibatasi untuk tebal beton dari 125 mm sampai 300 m Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan graut semen hidrolik untuk beton dengan agregat praletak Metode ini digunakan untuk penentuan waktu pengikatan campuran graut semen hidraulik yang dipakai untuk beton dengan agregat praletak memakai alat vicat.1-2000 339 SNI 03-6416. jenis-jenis sambungan. serta spesifikasi bahan penahan air untuk sambungan pada bendungan beton Spesifikasi ini mencakup penjelasan umum.

dan kayu lapis yang berbahan dasar kayu lainnya.2-2000 Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka Bangunan ukur Ambang V-rata Metode Pengujian Aliran pada Saluran Terbuka dengan Bangunan Ukur Empat Persegi 365 SNI 03-6455.000 poises Metode ini digunakan untuk penentuan modulus geser dinamis dan sudut phase aspal dengan alat penguji geser dinamis menggunakan pelat uji pararel untuk aspal yang mempunyai nilai modulus geser dinamis dari 100 Pa sampai 10 Mpa pada suhu 5 sampai 85 C Metode ini digunakan untuk pengujian estimasi potensial elektrikal setengah sel baja tulangan yang tidak dilapisi pada beton di Lapangan dan di Laboratorium. dan metode elektroda selektif ion Metode ini digunakan untuk pengujian kekentalan aspal menggunakan viskometer pipa kapiler hampa pada suhu 60 C dan dapat digunakan untuk bahan-bahan lain yang memiliki kekentalan dalam rentang 0. kemampuan alir (% sisa) dengan pemanasan yang lebih lama Metode ini digunakan untuk penentuan kuat lentur adukan semen hidrolik Metode ini digunakan untuk pengujian kelulusan air untuk lapisan tanah pondasi menggunakan peralatan pompa di lapangan Metode ini digunakan untuk pemeriksaan ketegaklurusan sumur Metode ini meliputi pemilihan tipe flum. perak nitrat. menggunakan Parshall Flum dan Saniiri Flum Metode ini digunakan untuk pengukuran debit di sungai atau saluran buatan pada kondisi aliran katup atau berubah perlahan menggunakan Ambang V-rata Metode ini digunakan untuk pengukuran aliran sempurna pada saluran terbuka dengan bangunan ukur ambang lebar empat persegi 352 SNI 03-6436-2000 353 SNI 03-6438-2000 354 SNI 03-6439-2000 355 SNI 03-6440-2000 Metode Pengujian Kekuatan Aspal dengan Viskometer Pipa Kapiler Hampa 356 SNI 03-6442-2000 Metode Pengujian Sifat Reologi Aspal dengan Alat Reometer Geser Dinamis (RGD) 357 SNI 03-6444-2000 Metode Pengujian untuk Potensial Setengah Sel Baja Tulangan yang Tidak Dilapisi Bahan Dielektrik dalam Beton. Metode Pengujian Ion Khlorida dalam Air Metode ini digunakan untuk pengukuran profil permukaan lantai untuk memperoleh perkiraan karakteristik kedataran dan perataan permukaan lantai menggunakan sistem bilangan -F dalam satuan metrik (SI) Metode ini digunakan untuk memilih lokasi sumur. papan bahan serat teratur dan komposit venir.351 SNI 03-6435-2000 Metode Pengujian Kedataran dan Kerataan Lantai Menggu-nakan Sistem Bilangan F Metode Pengujian Sumur Injeksi dan Pemompaan untuk Penentuan Sifat Hidraulik untuk Sistem Akuifer (Prosedur Lapangan) Metode Pengujian Bakteri Besi dalam Air dan Dalam Endapan yang Dibentuk oleh Air. pemasangan.1-2000 364 SNI 03-6455. papan wapel. pemeliharaan. kadar titanium dioksida (TiO2). daya pantul dan indeks kekuningan. dengan tujuan untuk menentukan aktifitas korosi pada tulangan Metde ini digunakan untuk penentuan sifat tarik panel struktural dan dipakai untuk kayu lapis. air limbah dan air laut menggunakan filtrasi dengan merkuri. Metode ini digunakan untuk pengujian bahan termoplastik untuk marka jalan antara lain kadar manik-manik kaca dan analisa saringan. Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka dengan Bangunan ukur Parshall Flum dan Saniiri Flum 362 363 SNI 03-6454-2000 SNI 03-6455. Lentur Metode Pengujian Kelulusan Air untuk Lapisan Tanah Pondasi dengan Cara Pemompaan di Lapangan Metode Pengujian Ketegak-lurusan Sumur. Metode Pengujian Kuat Tarik Panel Kayu Struktural 358 SNI 03-6448-2000 359 SNI 03-6450-2000 Metode Pengujian Bahan Termoplastik untuk Marka Jalan 360 361 SNI 03-6451-2000 SNI 03-6453-2000 Metode Pengujian Kuat Adukan Semen Hidraulik.3-2000 .036 poises hingga lebih dari 200. pengendalian laju debit keluar atau laju debit injeksi dan pengukuran muka air untuk menganalisis sifat hidraulik suatu akuifer atau beberapa akuifer dan lapisan-lapisan pengukurannya Metode ini digunakan untuk penentuan bakteri besi dengan pemeriksaan menggunakan mikroskup juga dapat untuk mengidentifikasikan jenis bakteri yang terdapat dalam air dan endapan yang dibentuk oleh air Metode pengujian ini mencakup penentuan ion klorida dalam air. persyaratan umum dan ketentuan dari Parshall flum dan Saniiri Flum serta penyimpangan pada pengukuran debit untuk menentukan cara pengukuran debit pada saluran terbuka (khususnya saluran irigasi) pada kondisi aliran berubah lambat laun atau aliran langgeng/tuna.

Metode ini meliputi : bentuk dan ukuran. Kebisingan dan Transportasi Tata Cara Pemantauan Bervibrasi Pemasangan dan Pisometer Kawat 373 SNI 03-6460. lokasi pengukuran tinggi muka air. kalibrasi dan prosedur Metode ini digunakan untuk mengukur debit air dan air limbah. ambang tajam segi tiga. debit dan batasan penerapan. kemiringan muka iar dan koefisien kekasaran saluran sebagai masukan pada perhitungan aliran berubah lambat laun 368 SNI 03-6456. ambang pada aliran tidak sempurna. saluran masuk/pengarah.1-2000 Metode Pengujian Kuat Lentur Tanah Semen Menggunakan Balok Sederhana dengan Pembebanan Titik ke tiga Tata Cara Keamanan Pene-rowongan untuk Konstruksi Sipil Bagian 1 : Perencanaan dan Organisasi 372 SNI 03-6460.2-2000 . Metode ini mencakup penutupan alur sungai dan tipe-tipe bendungan pengelak yang berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi dan pengoperasiannya Metode ini digunakan untuk penentuan kuat lentur tanahsemen menggunakan balok sederhana dengan pembebanan titik ketiga Tata cara ini mencakup rekomendasi tentang petunjuk praktis mengenai penerowongan yang memenuhi syaratsyarat keamanan penerowongan. batas pemakaian rongga udara. gangguan dan peralatan. bentuk dan ukuran.2-2000 Metode Pengontrolan Sungai selama Pelaksanaan Kons truksi Bendungan Bagian 1 : Pengendalian Sungai selama Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Metode Pengontrolan Sungai Selama Pelaksanaan Kons-truksi Bendungan Bagian 2 : Penutupan Alir Sungai dan Bendungan Pengelak 370 SNI 03-6458-2000 371 SNI 03-6460. Metode ini meliputi : penggunaan. tabung pengukur muka air dan penghubung. tidak termasuk rekomendasi tentang penerowongan dengan pemotongan dan penutupan ataupun penerowongan dengan pipa yang dibenamkan maupun yang diterapkan dalam konstruksi dengan tujuan penambangan Tata cara ini digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan pekerjaan terowongan.2-2000 Tata Cara Keamanan Pene-rowongan Bagian 2 : Bahaya Darurat dan Lingkungan Kerja Tata Cara Keamanan Penerowongan Bagian : 3 Komunikasi. saluran masuk/pengarah. terutama yang menggunakan peralatan mekanis dengan memperhatikan keselamatan dan keamanan kerja Tata cara ini menguraikan dan memberikan rekomendasi supaya penerowongan dapat dilaksanakan dengan aman Tata cara ini mencakup pemasangan dan pemantauan pisometer kawat bervibrasi yang meliputi pemasangan alat pisometer tipe kawat bervibrasi Tata cara ini mengatur prosedur yang direkomendasikan untuk keselamatan manusia atau penghuni saat terjadi keadaan darurat dalam bangunan gedung Tata cara ini memuat pedoman untuk melaksanakan program mutu selama konstruksi di lokasi konstruksi bendungan urugan (tanah atau batu) terutama untuk material urugan Tata cara ini mencakup pengukuran aliran langgeng di sungai dan saluran terbuka menggunakan ambang lebar horizontal ujung hulu bulat Tata cara ini meliputi perhitungan debit (laju volume aliran) air pada saluran terbuka atau sungai menggunakan karakteristik penampang yang representatif. tabung pengukur dan penghubung. rongga udara. aliran tidak sempurna. kalibrasi Metode ini membahas tentang metode pengendalian sungai selama pelaksanaan konstruksi bendungan untuk memberikan ruangan kerja yang bebas dari air dan aman terhadap banjir Metode ini membahas tentang metode pengontrolan sungai selama pelaksanaan bendungan untuk memberikan ruangan kerja yang bebas dari air dan aman terhadap banjir.5-2000 Metode Pengukuran Debit Saluran Terbuka dengan Ambang Tajam Persegi Panjang Metode ini digunakan untuk mengukur debit dan air limbah.1-2000 Tata Cara Pengukuran Aliran Benda Cair pada Saluran Terbuka dengan Bangunan Ukur Ambang Lebar Horizontal dan Ujung Hulu Bulat. debit. konstruksi. kontraksi ambang.1-2000 369 SNI 03-6456.3-2000 374 SNI 03-6461-2000 375 SNI 03-6464-2000 Tata Cara Penanggulangan Keadaan Darurat untuk Bangunan Tata Cara Pengendalian Bendungan Urugan Mutu 376 SNI 03-6465-2000 377 SNI 03-6467. Tata Cara Pengukuran Aliran Air pada Saluran Terbuka secara Tidak Langsung dengan Metode Kemiringan Luas 378 SNI 03-6467.366 SNI 03-6455.4-2000 Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka dengan Ambang Tajam Segi Tiga 367 SNI 03-6455.

Hal-hal yang dipertimbangkan termasuk : Pasokan air. " Standar "Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung" ini dimaksudkan sebagai pedoman minimal bagi semua pihak yang terlibat dalam perancangan. penggerak elektrik dan kontrol. " Tujuan dari standar ini adalah sebagai pedoman dalam menerapkan sistem yang menggunakan perbedaan tekanan dan aliran udara untuk menyempurnakan satu atau lebih. " Standar ini diberlakukan terhadap kinerja peralatan (equipment) dan komponen sesuai kriteria penggunaan energi yang efektif untuk instalasi baru dan penggantian peralatan dan komponen sistem ventilasi dan pengkondisian udara. instalasi. pelepasan. " Standar ini digunakan untuk perancangan. pembangunan dan pengelolaan gedung. sehingga memungkinkan penghuni menyelamatkan diri dengan aman dari dalam bangunan. tidak termasuk dalam standar ini peralatan refrigerasi yang tidak dipakai untuk ventilasi atau pengkondisian udara dalam gedung. turbin uap penggerak dan kontrol. dan bertujuan untuk memperoleh kenyamanan dan keamanan bagi tamu dan penghuni yang berada maupun yang menempati gedung tersebut.1.379 SNI 03-6468-2000 Tata Cara Perencanaan Campuran tinggi dengan Semen Portland dengan Abu Terbang Tata cara ini digunakan untuk perencanaan campuran beton kekuatan tinggi dengan semen portland dan abu terbang dan dapat digunakan untuk menentukan proporsi campuran beton kekuatan tinggi dan untuk mengoptimasi proporsi campuran tersebut berdasarkan campuran coba Tata cara ini membahas tentang ketentuan dan prosedur pengerjaan.1) maupun persyaratan yang mencakup pemeriksaan berkala. pengoperasian dan pemeliharaan dari sistem pengolah udara mekanik baru atau perbaikan yang juga digunakan sebagai sistem pengendalian asap. agregat diuji dalam keadaan kering dan dalam keadaan sudah direndam Standar sistem plambing ini berlaku bagi sistem plambing yang baru dan bagian dari padanya yang dipasang setelah standar ini dinyatakan efektif berlaku. 380 SNI 03-6469-2000 Tata Cara Produksi Pembangunan Sumur 381 SNI 03-6476-2000 Metode Penentuan Sifat Regangan Tekan Permanen Campuran Beraspal dengan Pengujian Rangkak Dinamis 382 SNI 03-6477-2000 Metode Penentuan 10 % Kehalusan untuk Agregat 383 SNI 03-6481-2000 Sistem Plambing 384 SNI 03-6570-2001 Instalasi Pompa yang Dipasang Tetap untuk Proteksi Kebakaran 385 SNI 03-6571-2001 Sistem Pengendalian Asap Kebakaran pada Bangunan Gedung " Standar ini ditujukan untuk keselamatan jiwa dan perlindungan harta benda terhadap bahaya kebakaran. Pasokan daya. pengujian.2. Standar ini berhubungan dengan pemilihan dan instalasi pompa yang memasok air untuk proteksi kebakaran pada bangunan gedung. uji serah terima dan pengoperasian standar ini tidak mencakup kapasitas sistem pasokan air dan persyaratan tekanan (lihat A. atau bila dikehendaki ke dalam daerah aman di dalam bangunan. dan peralatan pelengkap. pelaporan hasil pemboran dan pembangunan sumur produksi Metode ini digunakan untuk penentuan akumulasi respon deformasi aksial campuran beraspal pada kondisi pengujian standar dapat dipakai untuk benda uji yang dipadatkan di Laboratorium atau benda uji contoh inti yang didapat dari lapisan beraspal Metode ini digunakan untuk menentukan nilai sepuluh persen kehalusan bahan agregat yang memberikan suatu ukuran relatif dari ketahanan suatu bahan agregat terhadap keremukan yang disebabkan oleh beban tekan yang meningkat secara berangsur-angsur. Standar ini juga tidak mencakup persyaratan untuk instalasi pengkabulan unit pompa kebakaran. " Standar ini menetapkan kriterial minimal untuk perancangan sistem pengendalian asap. 386 SNI 03-6572-2001 Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung . pengujian dan pemeliharaan sistem pompa kebakaran.

388 SNI 03-6574-2001 Tata Cara Perancangan Pencahayaan Darurat.2-2002 394 SNI 03-6720. " Standar ini mencakup persyaratan minimal sistem transportasi dalam gedung (Lif) untuk dapat terwujudnya pemakaian Lif yang nyaman.387 SNI 03-6573-2001 Tata Cara Perancangan Sistem Transportasi Vertikal dalam Gedung (lif) " Standar Tata cara perancangan sistem transportasi dalam gedung (Lif) ini dimaksudkan sebagai acuan bagi perencana. prinsip-prinsip filtrasi. " Petunjuk teknis sistem pencahayaan buatan dimaksudkan untuk digunakan sebagai pegangan bagi para perancang dan pelaksana pembangunan gedung di dalam merancang sistem pencahayaan buatan dan sebagai pegangan bagi para pemilik / pengelola gedung di dalam mengoperasikan dan memelihara sistem pencahayaan buatan. cara uji. dan pembangkit listrik di luar bangunan. Sistem rel kereta api. cara pengujian kekentalan aspal cair dan aspal emulsi dengan alat saybolt. persiapan peralatan. Sistem telekomunikasi di luar bangunan. Lingkup pengujin mencakup : persiapan contoh uji. drainase bawah tanah.3-2002 Geotekstil-Bagian 2 : Tata Cara Pengukuran Lubang dan Permeabilitas Geotekstil sebagai Filter dan Transisi dalam Bendungan Urugan Geotekstil-Bagian 3 : Tata Cara Pemasangan Geotekstil sebagai Filter dan Transisi dalam Bendungan Urugan Metode pengujian kekentalan aspal cair dengan alat saybolt 395 SNI 03-6721-2002 . dan lepas pantai. pesawat udara. aman dan handalan. pelaksana dan pengelola bangunan gedung dalam penggunaan Lif kelengkapan-kelengkapannya. Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada Bangunan Gedung 389 SNI 03-6575-2001 Tata Cara Perancangan Pencahayaan Buatan Bangunan Gedung Sistem Pada 390 SNI 03-6652-2002 Tata Cara Perencanaan Proteksi Bangunan dan Peralatan terhadap Sambaran Petir 391 SNI 03-6719-2002 Spesifikasi pipa baja bergelombang dengan lapis pelindung logam untuk pembuangan air dan drainase bawah tanah 392 SNI 03-6720. " Dengan mengikuti standar ini diharapkan diperoleh bangunan gedung yang memenuhi syarat keamanan sesuai ketentuan yang berlaku untuk bangunan. Tata cara ini mencakup pengukuran diameter lubang dan permeabilitas geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan untuk memenuhi persyaratan permeabilitas geotekstil sebagai filter Standar ini mencakup tata cara pemasangan geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan dan meliputi permasalahan konstruksi geotekstil dan persyaratan kekuatan serta ketahanan geotekstil Metode pengujian ini membahas tentang ketentuan. kriteria dan penggunaan geotekstil sebagai bidang permukaan geser. Standar ini emnetapkan suatu tata cara perencanaan proteksi bangunan dan peralatan instalasi SPP untuk bangunan gedung sampai ketinggian 60 m. lembaran baja yang digunakan dalam pembuatan pipa memiliki lapis pelindung seng galvanis. Instalasi kendaraan. " Standar pencahayaan darurat.1-2002 Geotekstil-Bagian 1 : Tata Cara Desain Geotekstil sebagai Filter dan Transisi dalam Bendungan Urugan 393 SNI 03-6720. c. timbunan kembali atau hubungan antara beban timbunan dan tebal lembaran pipa baja. kenyamanan. " Standar ini mencakup persyaratan minimal sistem pencahayaan buatan dalam bangunan gedung. Sistem transmisi. Kasus berikut adalah di luar lingkup standar ini : a. Standar ini mencakup tata cara desain geotekstil yang digunakan sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan dan meliputi uraian tentang penggunaan geotekstil secara umum. distribusi. d. Spesifikasi ini tidaktermasuk ketentuan untuk dudukan pipa. pembangunan dan pemeliharaan gedung. Spesifikasi ini berlaku untuk pipa pembuangan air. gorong-gorong dan bukan untuk pipa air limbah rumah tangga atau pembuangan limbah industri. tanda arah dan sistem peringatan bahaya pada bangunan gedung ini dimaksudkan sebagai standar minimal bagi semua pihak yang terlibat dalam perencanaan. b. kapal laut. dan pelaporan. dan memenuhi ketentuan yang berlaku untuk bangunan gedung. " Agar diperoleh sistem pencahayaan buatan yang sesuai dengan syarat kesehatan. aluminium atau campuran logam seng-alumunium. geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan.

atau mempunyai penyerapan air lebih dari 2 % terhadap isi. Spesifikasi ini digunakan dalam menilai mutu aspal dan mutu agregat yang akan digunakan yang bertujuan untuk menjamin keseragaman kekuatan dan keawetan lapis penetrasi makadam. cara uji. Spesifikasi ini digunakan dalam menilai mutu aspal dan agregat yang digunakan yang bertujuan untuk menjamin keseragaman dan keawetan laburan aspal satu lapis (BURTU) dan laburan dua lapis (BURDA). prosedur dan untuk digunakan dalam menghitung berat volume campuran Metode pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan kuat tekan campuran aspal panas yang digunakan untuk Lapis permukaan dan lapis Pondasi Jalan Tata cara ini digunakan untuk perencanaan bangunan gedung yang pengoperasian pemeliharaannya dapat menghemat energi suatu dan 397 SNI 03-6723-2002 Spesifikasi bahan campuran beraspal Metode Pengujian Aspal Emuls. persiapan peralatan. Spesifikasi ini berisi persyaratan aspal dan agregat yang akan digunakan untuk lapis tipis aspal pasir. dan perkerasan beton semen dalam keadaan basah. Berat jenis nyata dari campuran beraspal yang dipadatkan mungkin digunakan untuk menghitung satuan berat dari campuran itu Metode pengujian ini untuk menentukan tingkat kepadatan perkerasan beraspal yang dibandingkan terhadap benda uji standar dari material yang sama dan berada dalam toleransi perencanaan campuran Metode pengujian ini meliputi penentuan berat jenis nyata campuran beraspal dipadatkan. Metode ini digunakan untuk meng-hitung besarnya laju sedimentasi waduk. Tata cara ini digunakan dalam merencanakan suatu pondasi tiang untuk jembatan Metode ini meliputi ketentuan teknik peralatan. dan cara pengujian perkerasan jalan beraspal. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya persentase aspal emulsi yang mengendap (jenis anionik dan kationik dan tidak mengandung minyak). Spsifikasi ini memuat persyaratan teknis yang harus dipenuhi bahan pengisi tambahan yang dipakai pada campuran beraspal.396 SNI 03-6722-2002 Metode pengujian titik nyala aspal cair dengan alat tag open cup Metode pengujian ini membahas tentang ketentuan. pengisi untuk 398 SNI 03-6728-2002 Penge-ndapan 399 400 401 SNI 03-6737-2002 SNI 03-6747-2002 SNI 03-6748-2002 Metode Perhitungan Sedimentasi Waduk. baik campuran panas atau dingin. dan pelaporan. Metode ini membahas ketentuan persiapan dan tata cara pengujian kadar air dan kadar fraksi ringan dalam campuran perkerasan beraspal Metode ini berisi cara pengukuran penurunan kuat tekan yang disebabkan oleh penurunan kohesi karena pengaruh air pada campuran beraspal yang telah dipadatkan Metode ini meliputi penentuan persentase rongga udara pada campuran perkerasan beraspal rapat dan terbuka yang dipadatkan Metode ini meliputi penentuan berat jenis nyata campuran beraspal yang dipadatkan dan harus digunakan untuk benda uji yang mempunyai rongga udara terbuka atau saling berhubungan. cara pengujian titik nyala aspal cair dengan Tag Open Cup. Awal Laju Tata Cara Perencanaan Teknis Pondasi Tiang untuk Jembatan Metode pengujian kekesatan permukaan jalan dengan MU-meter 402 403 SNI 03-6749-2002 SNI 03-6750-2002 Spesifikasi bahan lapis tipis aspal pasir (latasir) Spesifikasi Bahan Laburan Aspal Satu Lapis (Burtu) Dan Bahan Laburan Aspal Dua Lapis (Burda) Spesifikasi Bahan Lapis Penetrasi Makadam 404 SNI 03-6751-2002 405 SNI 03-6752-2002 Metode Pengujian Kadar Air Dan Kadar Fraksi Ringan Dalam Campuran Perkerasan Beraspal Metode Pengujian Pengaruh Air Terhadap Kuat Tekan Campuran Beraspal Yang Dipadatkan Metode Pengujian Rongga Udara Dalam Campuran Perkerasan Beraspal Gradasi Rapat Dan Terbuka Yang Dipadatkan Metode Pengujian Berat Jenis Nyata Campuran Beraspal Yang Dipadatkan Dengan Menggunakan Benda Uji Berlapiskan Parafin 406 SNI 03-6753-2002 407 SNI 03-6754-2002 408 SNI 03-6755-2002 409 SNI 03-6756-2002 Metode Pengujian untuk Menentukan Tingkat Kepa-datan Perkerasan Beraspal Metode Pengujian Berat Jenis Nyata Campuran Beraspal di Padatkan Menggunakan Benda Uji Kering Permukaan Jenuh Metode Pengujian Campuran Beraspal Kuat Tekan 410 SNI 03-6757-2002 411 SNI 03-6758-2002 412 SNI 03-6759-2002 Tata Cara Perencanaan Teknis Konservasi Energi Pada Bangunan Rumah dan Gedung . Lingkup pengujin mencakup : persiapan contoh uji.

pelat dan tulangan berkualitas struktural untuk digunakan dalam konstruksi baja dan bangunan dengan paku keling. kaku maupun semi kaku dari suatu bahan bangunan atau komposit yang diuji pada posisi tegak Spesifikasi ini meliputi pembuatan dan pengujian pipa resin termoseting bertekanan berpenguat fiberglass (RTRP) diameter 1 inch (25 mm) sampai 144 inch (3700 mm). lingkungan dan sumber alam. Metode ini digunakan untuk pengujian tiang vertical dan tiang miring. Pemakai harus mnempertimbangkan persyaratan tambahan. seperti ukuran kehaluran austenitic dan persyaratan.01 M 419 SNI 03-6768-2002 420 SNI 03-6769-2002 421 SNI 03-6770-2002 Metode Pengujian Cat Penghambat Api Metode Pengujian Sifat Penyalaan Bahan Bangunan 422 SNI 03-6771-2002 423 SNI 03-6785-2002 Spesifikasi Pipa Resin Termoseting Bertekanan Berpenguat Fiber-Glass 424 SNI 03-6787-2002 Metode Pengujian pH Tanah Dengan Alat pH Meter . dipaku keeling atau baut 1. dan prosedur pengujian pH tanah sesuai penggunaannya meliputi: peralatan. ketentuan-ketentuan. cara pengujian dengan alat pH meter serta meliputi pengukuran pH tanah untuk keperluan pertanian. derajat pemulihan dan kapasitas nyata dari nilai setelah diberi beban uji Metode ini digunakan untuk menentukan response tiang atau tiang-tiang dalam kelompok tiang terhadap beban aksial tarik dan dapat digubnakan untuk semua kedalaman tiang. kecuali korosi. Metode ini digunakan untuk menentukan secara kuantitatif sifat-sifat penghambat api pada bahan lapisan cat atau sistem lapisan cat pada kayu Metode ini digunakan untuk menentukan sifat nyala pada suatu permukaan rata. baut atau las dan untuk tujuan struktural umum 2. Pengujian ini digunakan untuk menentukan derajat keasaman atau kebasaan tanah yang tersuspensi dalam air dan dalam larutan kalsium khlorida (CaCl2) 0. empat persegi atau tabung struktur berbentuk khusus untuk konstruksi jembatan. pipa adukan plastik berpenguat fiberglass (RPMP) dan sistem penyambungannya untuk penggunaan dalam jaringan air baik di atas maupun di bawah permukaan tanah. 415 SNI 03-6762-2002 416 SNI 03-6763-2002 Spesifikasi Tabung Baja Karbon Struktural yang Dibentuk Dalam Keadaan Panas dengan Dilas Tanpa Kampuh 417 SNI 03-6764-2002 Spesifikasi Baja Struktural 418 SNI 03-6767-2002 Spesifikasi Umum Sistem Ventilasi Mekanis dan Sistem Tata Udara sebagai Pengendali Asap Kebakaran Dalam Bangunan (Damper Kebakaran) Spesifikasi Umum Sistem Pengolahan Udara sebagai Pengendali Asap Kebakaran Dalam Bangunan Spesifikasi Sistem Pengola-han Udara Sentral Sebagai Pengendali Asap Kebakaran Dalam Bangunan Spesifikasi ini menjelaskan persyaratan umum yang berlaku untuk semua sistem pengolahan udara.413 SNI 03-6760-2002 414 SNI 03-6761-2002 Metode Pengujian Pembebanan Lantai Beton Bertulang Pada Bangunan Bertingkat dengan Beban Air Metode Pengujian untuk Tiang Tunggal terhadap Beban Tarik Aksial Statis Metode Pengujian pada Pondasi Tiang Bahan Lateral Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai lendutan nyata. bulat. bila kelompok 4 atau 5 profil bersayap lebar disyaratkan untuk digunakan selain kolom atau batang tekan lainnya. termasuk sistem prakiraan tekanan udara tidak termasuk unit individual yang memiliki laju aliran udara kurang dari 1000 liter/detik dalam semua ruang tertutup Spesifikasi ini menjelaskan sasran dari pengendalian asap dan persyaratan umum sistem pengolahan udara yang dapat digunakan untuk pengendalian asap. baik tiang pancang atau kelompok tiang untuk menentukan hubungan beban lendutan pada saat menerima bebanb lateral Spesifikasi ini mencakup baja karbon yang dibentuk dalam keadaan panas dengan dilas dan tanpa kampuh untuk tabung baja karbon berbentuk bujur sangkar. bangunan gedung dan bangunan umu lainnya yang dilas. Metode ini membahas pengertian. Spesifikasi ini mencakup penampang baja karbon. charpy V Notch Impact. bahan. Spesifikasi ini mencakup persyaratan mengenai sistem pengolahan udara sentral sebagai pengendali asap kebakaran dalam bangunan gedung dan dilakukan dengan dua cara yaitu : Pengendalian asap cara pembersihan dan Pengendalian asap terzona.

Pengujian ini digunakan untuk menentukan derajat keasaman atau kebasaan bahan gambut. Metode ini mencakup tentang ketentuan dan cara pengerjaan penyiapan benda uji dari contoh tanah terganggu dengan ukuran butir kurang dari 75 mm untuk uji tanah di laboratorium. batu serpih. Metode pengujian ini untuk memperkirakan daya dukung tanah dengan cara uji pembebanan di lapangan. granular yang cara lainnya tidak praktis dan digunakan untuk tanah yang sebagian besar terdiri dari tanah berbutir kasar yang mengandung butiran halus maksimum 5 % dan ukuran butiran maksimum 19 mm. kadar abu dan bahan organik dalam tanah gambut serta tanah organik lainnya seperti lempung organik. dan prosedur pengukuran pH secara elektrokimia dari bahan gambut. yang tersuspensi dalam air dan dalam larutan kalsium khlorida (CaCl2) 0. Pengujian kepadatan tanah di lapangan. 436 SNI 03-6799-2002 Spesifikasi Pipa Saluran Dari Tanah Lempung. dan merupakan bagian dari prosedur penyelidikan tanah yang diperlukan untuk desain pondasi. lanau dan lumpur. ketentuan-ketentuan. dan SNI 03-34381994.01 M Metode ini mencakup cara pengukuran menggunakan teknik pendugaan stang baja untuk memperkirakan tebal endapan gambut di permukaan yang menutupi tanah mineral atau lapisan batuan dasar. dengan cara Analisis Kimia di laboratorium yang dapat digunakan untuk kendali mutu pada waktu pelaksanaan konstruksi. 433 SNI 03-6796-2002 434 SNI 03-6797-2002 Tata Cara Klasifikasi Tanah Dan Campuran Tanah Agregat Untuk Konstruksi Jalan.Mengingat cukup sederhana serta pelaksanaannya tidak memerlukan peralatan yang rumit.425 SNI 03-6788-2002 Metode Pengujian pH Bahan Gambut Dengan Alat pH Meter 426 SNI 03-6789-2002 Metode Pengukuran Tebal Endapan Gambut 427 SNI 03-6790-2002 Metode Penyiapan Benda Uji dari contoh Tanah Terganggu 428 SNI 03-6791-2002 Metode Pengujian Kadar Semen pada Campuran Semen Tanah dengan Analisis Kimia Metode ini memuat pengertian. . Pekerjaan ini memberikan informasi tentang tanah hanya sampai kedalaman hingga sekitar dua kali diameter pelat dukung. Metode Pengujian ini meliputi penentuan kadar air. dimana jumlah contoh yang dibutuhkan untuk diuji cukup banyak serta kadar mineralnya rendah. Kadar Abu dan Bahan Organik dari Tanah Gambut dan Tanah Organik Lainnya Metode Pengujian untuk Penentuan Kadar Serat dari contoh Gambut dengan Cara Kering di Laboratorium 431 SNI 03-6794-2002 432 SNI 03-6795-2002 Metode Pengujian Untuk Menentukan Tanah Ekspansif Metode Pengujian Untuk Menentukan Daya Dukung Tanah Dengan Beban Statis Pada Pondasi Dangkal. . Tata cara ini meliputi prosedur pembuatan dan perawatan benda uji untuk pengujian kuat tekan dan lentur tanah semen di laboratorium dengan persyaratan bahan dan kondisi penge-tesan yang disyaratkan. atau geoteknik. atau campuran dari bahan tersebut lalu dibakar. Metode ini meliputi ketentuan dan prosedur pengujian untuk mengetahui kadar semen dari semen tanah yang sudah mengeras. Penentuan kepadatan tanah tidak berkohesi. Hasil pengukuran ini dapat digunakan untuk maksud energi. Dan sesuai ASTM D 1632-87 (1994). hortikultura. Metode pengujian ini untuk menentukan tanah yang ekspansif dan untuk memperkirakan besarnya pengembangan. Metode Pengujian ini : . Tata cara ini menjelaskan prosedur untuk mengelompokkan tanah ke dalam tujuh kelompok berdasarkan distribusi ukuran butir.Meliputi penentuan kadar serat dari contoh gambut (sesuai dengan pengertian klasifikasi gambut dalam ASTMD 4422). SNI 03-3437-1994. tanah lempung yang dibakar. batas cair dan indeks plastis. dapat pula digunakan untuk tanah organik bahan gambut. Evaluasi sifat-sifat tanah yang berada dalam satu kelompok atau sub kelompok dilakukan menggunakan grup indek yaitu suatu nilai hitung menggunakan rumus empiris. 2. Metode ini meliputi : 1. 435 SNI 03-6798-2002 Tata Cara Pembuatan Dan Perawatan Benda Uji Kuat Tekan Dan Lentur Tanah Semen Di Laboratorium. 429 SNI 03-6792-2002 Metode Pengujian Kepadatan Tanah di Lapangan dengan cara Selongsong 430 SNI 03-6793-2002 Metode Pengujian Kadar Air. Spesifikasi ini meliputi persyaratan pipa saluran yang dibuat dari tanah lempung. maka disarankan untuk digunakan pada pekerjaan pendahuluan yang bersifat rutin.

dan dinding pelindung. 2. Metode Pengujian ini untuk menentukan kemampuan mempertahankan air dari campuran graut semen hidrolis segar untuk beton agregat praletak Metode Pengujian ini : . Metode Pengujian Kekenta-lan Graut untuk Beton Agregat Praletak (Metode Pengujian Corong Alir) 445 SNI 03-6808-2002 446 SNI 03-6809-2002 Tata Cara Estimasi Kekuatan Beton dengan Metode Maturity . memelihara dan menguji benda uji beton keras pada umur awal. " benda uji dipelihara dalam kondisi perawatan standar dan diukur riwayat temperaturnya untuk digunakan dalam menghitung indeks kematangan yang dihubungkan dengan kenaikan kekuatannya " prosedur cara menggunakan hasil kuat tekan pada umur awal untuk memproyeksikan kekuatan potensial pada umur berikutnya Tata Cara Mencakup : " Beton tidak bertulang struktural untuk dinding basemen harus dikecualikan dari persyaratan-persyaratan standard ini untuk kondisi-kondisi lingkungan yang khusus sesuai SNI 03-2854-1992.Menggunakan graut murni dan graut bercampur agregat halus lolos saringan ukuran 2. dapat juga digunakan untuk graut lainnya . penetrasi air. " Perencanaan dan konstruksi pelat yang didukung oleh tanah. Penurunan hubungan kekuatan maturity dari campuran beton di laboratorium dan pencatatan riwayat suhu beton yang akan disetimasi kekuatannya yang diperlukan untuk estimasi. terasi. " Untuk struktur khusus.36 mm (No. misalnya jalan setapak dan pelat di atas tanah. struktur utilitas bawah tanah. misalnya struktur pelengkung. dinding gravitasi. ketentuan dalam standar ini berlaku bila bersifat menentukan. tidak harus mengikuti standar ini kecuali pelat yang meneruskan beban vertikal dari bagian struktur lain ke tanah. D) . kemampuan menahan air dari bahan gambut sesuai kondisi lapangan dalam keadaan jenuh air Tata cara ini digunakan untuk identifikasi dan penentuan jenis tanah dan batuan serta penentuan jenis tanah dan batuan serta penentuan keberadaan air tanah baik secara horisontal maupun vertikal dalam suatu daerah penyelidikan serta penentuan karakteristik tanah dan batuan bawah permukaan dengan melakukan pengambilan contoh uji dan pengujian di Lapangan Metode ini digunakan untuk penentuan kadar kapur dalam % yang terdapat dalam tanah atau agregat yang telah diolah dengan kapur padam Tata cara ini mencakup penyiapan benda uji tanah yang digraut dengan bahan kimia di laboratorium untuk digunakan pada uji laboratorium guna menentukan parameter kuat desain Metode ini mencakup : " prosedur untuk membuat.Dimaksudkan untuk penggunaan graut yang mempunyai waktu alir tidak lebih dari 35 detik.Untuk digunakan di laboratorium dan lapangan. Tata cara ini mencakup : 1. 439 SNI 03-6802-2002 440 SNI 03-6803-2002 Metode Pengujian Kadar Kapur dalam Tanah Stabili-sasi Kapur secara Titrasi Tata Cara Penyiapan Benda Uji Tanah yang di Graut Bahan Kimia di Laboratorium untuk mendapatkan Parameter Kuat Desain Metode Pengujian Untuk Mengukur Nilai Kuat Tekan Beton Pada Umur Awal Dan Memproyeksikan Kekuatan Pada Umur Berikutnya 441 SNI 03-6804-2002 442 SNI 03-6805-2002 443 SNI 03-6806-2002 Tata Cara Perhitungan Beton Tidak Bertulang Struktural 444 SNI 03-6807-2002 Metode Pengujian Kemam-puan Mempertahankan Air pada Campuran Graut untuk Beton Agregat Praletak di Laboratorium. untuk menentukan waktu alir dari volume cairan graut semen hidrolis yang ditentukan melalui corong alir standar dan digunakan untuk beton agregat praletak . Prosedur untuk mengestimasi kekuatan beton menggunakan metode maturity indeks maturity dinyatakan dengan faktor suhu waktu atau umur ekivalen pada suatu suhu yang disyaratkan.437 SNI 03-6800-2002 Metode Uji Kelulusan Hidraulik Khususnya Gambut Jenuh Air (Tinggi Tekan Tetap) 438 SNI 03-6801-2002 Metode Pengujian Berat Volume Kapasitas Mengikat Air dan Kapasitas Udara Bahan Gambut Jenuh Air Tata Cara Penyelidikan dan Pengambilan Contoh Uji Tanah dan Bahan Untuk Keperluan Teknik Metode ini digunakan untuk penentuan kelulusan hidraulik (permeabilitas) pada benda uji gambut dalam keadaan jenuh air (benda uji gambut berbentuk silinder untuk dengan kelulusan hidrauliknya lebih besar dari 1 x 10 -5 cm/detik Metode ini digunakan untuk mengevaluasi sifat.

. epoksi resin. Contoh uji beton tergantung pada mutu material. Diuraikan juga persyaratanpersyaratan perencanaan dan penggunaannya. Tata cara ini meliputi besarnya variasi kekuatan beton. cara uji dan pelaporan Spesifikasi ini membahas bahan-bahan yang akan ditambahkan pada campuran beton semprot dari semen portland untuk mengubah sifat campuran. Spesifikasi Bahan Pencampur untuk Beton Semprot Spesifikasi Anyaman Kawat Baja Polos Yang Dilas Untuk Tulangan Beton Tata Cara Pembuatan Silinder dan Prisma Uji untuk Menen-tukan Kekuatan dan Densitas Beton Agregat Praletak di Laboratorium Tata Cara Pelaksanaan Sambungan Mekanis untuk Tulangan Beton Metode ini membahas tentang ketentuan cara pengujian kadar bahan padat dalam air untuk campuran beton dan juga mencakup persiapan contoh uji. kelembaban relatif. pembuatan dan kontrol dalam pengujiannya. perencanaan detail dan pendetailan penulangan beton untuk pabrikasi dan pemasangan batang-batang tulangan Metode ini mencakup pengujian meter air yang digunakan dalam campuran beton dengan cara : 1) menggunakan metode A dan metode B untuk keasaman dan kelindian. menggunakan saringan dengan lubang persegi.perbedaan dalam perilaku kekuatan yang terbentuk dari campuran beton dan bahan penyusunnya perbedaan jelas dalam kekuatan yang disebabkan oleh perpaduan variasi dan pengujian Tata cara ini mencakup pemisahan dan pembatasan tanggung jawab antara perencanaan struktur beton dan pembuat detail baja penulangan. 458 SNI 03-6821-2002 459 SNI 03-6822-2002 Metode Pengujian Analisis Saringan Agregat Hasil Ekstraksi 460 SNI 03-6823-2002 Metode Pengujian Susut Kering Mortar yang Mengandung Semen Portland . dan polyester tidak termasuk sebagai bahan pengikat Spesifikasi ini digunakan untuk memperoleh susunan gradasi agregat halus. Standar ini mencakup spesifikasi dari agregat halus yang akan digunakan untuk pekerjaan adukan dan plesteran dengan bahan dasar semen Spesifikasi ini mencakup ketentuan mengenai agregat ringan yang digunakan dalam pembuatan batu cetak beton ringan untuk untuk pasangan dinding dan persyaratan yang meliputi komposisi kimia dan sifat-sifat fisis agregat ringan.447 SNI 03-6810-2002 Metode Pengujian Kadar Bahan Padat Total Dan Bahan Anorganik Dalam Air Untuk Campuran Beton. Bahan-bahan yang mengandung senyawa organis seperti bitumen. Spesifikasi ini meliputi anyaman kawat baja polos yang dilas untuk digunakan sebagai tulangan beton. Metode Pengujian ini mencakup prosedur untuk penentuan distribusi ukuran butir agregat halus dan kasar dari hasil ekstraksi campuran beraspal. persiapan peralatan. perbedaan kekuatan dapat ditemukan dari dua penyebab utama yang berbeda. dan laju penguapan lingkungannya 448 SNI 03-6811-2002 449 SNI 03-6812-2002 450 SNI 03-6813-2002 451 SNI 03-6814-2002 452 SNI 03-6815-2002 Tata Cara Mengevaluasi Hasil Uji Kekuatan Beton 453 SNI 03-6816-2002 Tata Cara Pendetailan Penulangan Beton 454 SNI 03-6817-2002 Metode Pengujian Mutu Air untuk Digunakan dalam Beton 455 SNI 03-6818-2002 Spesifikasi Bahan Kering Bersifat Semen. dalam Kemasan untuk Perbaikan Beton 456 457 SNI 03-6819-2002 SNI 03-6820-2002 Spesifikasi Agregat Halus Untuk Campuran Perkerasan Beraspal Spesifikasi Agregat Halus Untuk Pekerjaan Adukan dan Plesteran Dengan Bahan Dasar Semen Spesifikasi Agregat Ringan Untuk Batu Cetak Beton Pasangan Dinding. Tata cara ini mencakup prosedur pembuatan silinder uji standar untuk menentukan kuat tekan dan densitas beton agregat praletak Standar ini mencakup informasi dasar tentang tipe-tipe sambungan mekanis yang beredar di Indonesia sewaktu standar ini disusun. Metode ini digunakan untuk penentuan pengaruh semen portland pada susut kering mortar menggunakan pasir yang bergradasi standar. yang diakibatkan oleh kondisi suhu. 2) bahan padat total dan bahan organik Standar ini mencakup campuran kering bahan-bahan bersifat semen dari mortar atau beton yang cepat mengeras untuk perbaikan lapisan beton semen hidrolis dan struktur yang telah mengeras. Cepat Mengeras. termasuk kapabilitas dan tipe-tipe sambungan mekanis tertentu.

462 SNI 03-6825-2002 Metode Pengujian Kekuatan Tekan Mortar Semen Portland untuk Pekerjaan Sipil Metode Pengujian Konsis-tensi Normal Semen Portland dengan Alat Vicat untuk Pekerjaan Sipil Metode Pengujian Waktu ikat Awal Semen Port land dengan Menggunakan Alat Vicat untuk Pekerjaan Sipil Metode Pengujian Kadar Residu Aspal Emulsi Dengan Cara Penguapan. Metode ini digunakan untuk menen-tukan nilai kekuatan tekan mortar pada umur tertentu yang digunakan untuk menentukan mutu semen portland. Spesifikasi ini berlaku hanya untuk kayu yang akan digunakan untuk bangunan perumahan dan gedung. tetapi tidak berhubungan langsung dengan tanah. Netralisasi ini dilakukan dengan jalan menambahkan larutan asam secukupnya untuk menetralkan OH yang secara menerus akan terbebaskan selama berlangsungnya proses hidrasi dari semen. dan dimaksudkan untuk mensimulasi proses pelapukan akibat oksidasi bahan pengikat aspal selama masa pelayanan Tata cara ini mencakup pemadatan benda uji campuran beraspal menggunakan alat pemadat Gyratori 463 SNI 03-6826-2002 464 SNI 03-6827-2002 465 SNI 03-6829-2002 466 SNI 03-6830-2002 467 SNI 03-6831-2002 468 469 470 SNI 03-6832-2002 SNI 03-6833-2002 SNI 03-6834-2002 Spesifikasi Aspal Emulsi Metode Pengujian Kandungan Bahan An-Organik atau Abu dalam Aspal Metode Pengujian Konsistensi Aspal dengan cara Apung Metode Pengujian Pengaruh Panas dan Udara terhadap Lapisan Tipis Aspal yang diputar Metode Penentuan Modulus Resilien Campuran Beraspal dengan cara Tarik Tak Langsung Tata Cara Mempercepat Pelapukan Aspal dengan menggunakan Tabung Pelapuk Bertekanan 471 SNI 03-6835-2002 472 SNI 03-6836-2002 473 SNI 03-6837-2002 474 SNI 03-6838-2002 Tata Cara Penyiapan Contoh Uji Pemadatan Benda Uji Campuran Beraspal dengan Menggunakan Alat Pemadat Gyratori Spesifikasi kayu awet perumahan dan gedung untuk 475 SNI 03-6839-2002 Spesifikasi ini mencakup persyaratan dan ketentuan kayu dan bahan pengawet kayu. Metode Pengujian Pelekatan Aspal Emulsi Terhadap Agregat M . Metode Pengujian Kerusakan Campuran Aspal Emulsi Dengan Semen. Jumlah asam yang digunakan berbanding lurus dengan kadar semen dalam contoh yang diuji. Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji cabut paku. semi padat atau cair.50. Metode pengujian ini untuk menentukan kandungan bahan mineral dalam aspal padat. tipe mengendap sedang) Spesifikasi ini menetapkan persyaratan teknis aspal emulsi anionik yang digunakan dalam konstruksi perkerasan jalan.461 SNI 03-6824-2002 Metode Pengujian Penentuan Kadar Semen dalam Agregat Bersemen Secara Titrasi Metode pengujian ini meliputi prosedur untuk menentukan kadar semen berdasarkan netralisasi menerus suatu larutan dari benda uji dalam air berupa agregat yang telah bercampur semen untuk jangka waktu tertentu. Metode ini digunakan untuk mengukur pengaruh panas dan udara pada lapis tipis aspal semi padat yang diputar Metode ini digunakan untuk penentuan modulus resilien campuran beraspal di Laboratorium dengan cara tarik tak langsung dengan pembebanan berulang Tata cara ini meliputi percepatan pelapukan (oksidasi) aspal oleh tekanan udara dan suhu yang ditingkatkan dalam tabung pelapuk bertekanan. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar residu aspal emulsi (aspal yang diuji jenis kationik dan anionik) Metodeini digunakan untuk menentukan besarnya persentase kerusakan campuran aspal emulsi dengan semen (aspal emulsi kationik dan anionik tipe lambat mengendap CSS dan SS) Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya persentase pelekatan aspal emulsi terhadap agregat (aspal emulsi yang diuji adalah tipe lambat mengendap. dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana 476 SNI 03-6840-2002 Metode Pengujian Kuat Cabut Paku Di Laboratorium . Metode Pengujian ini membahas ketentuan dan cara pengujian untuk menentukan konsistensi aspal dengan cara apung. Metode ini digunakan untuk menentukan nilai konsistensi normal semen portland yang digunakan untuk mencantumkan mutu semen portland. baik di bawah atap maupun di luar naungan atap. serta persyaratan kayu awet. Metode ini digunakan untuk menentukan nilai waktu ikat awal semen Portland yang digunakan untuk menentukan mutu semen Portland.

kerapatan maupun kadar airnya. dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan mengukur volume benda uji yang berbentuk teratur. Metode ini digunakan untuk penentuan kadar air kayu. Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan mengukur volume dengan ketelitian yang tinggi dan tanpa pengeringan berbagai bentuk benda uji. Metode Pengujian Lentur Panel Kayu Struktural 487 SNI 03-6851-2002 488 489 490 SNI 03-6852-2002 SNI 03-6853-2002 SNI 03-6854-2002 Metode Perhitungan Karbonat Residu Dalam Air. vinir dan bahan berkayu. venir komposit dan lapisan kayu Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Natrium Karbonat Residu (NKR) dalam air. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar besi (Fe) dalam air Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Mangan (Mn) dalam air 479 SNI 03-6843-2002 Metode Pengujian Susut Radial Dan Tangensial Kayu Di Laboratorium 480 SNI 03-6844-2002 Metode Pengujian Berat Jenis Kayu dan Bahan dari Kayu dengan cara Pengukuran Metode Pengujian Berat Jenis Kayu Dan Bahan Dari Kayu Dengan Cara Pencelupan Dalam Air Raksa. 484 SNI 03-6848-2002 Metode Pengujian Berat Jenis Batang Kayu Dan Kayu Struktur Bangunan. Natrium Metode Perhitungan Perban-dingan Adsorpsi Natrium Dalam Air. termasuk didalamnya yang mengandung perekat dan bahan-bahan kimia aditif Metode ini menentukan sifat lentur potongan panel atau panel struktural yang berukuran sampai dengan (122 x 244) cm2 meliputi kayu lapis. kerapatan maupun kadar airnya. Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan cara mengebor atau melubangi bagian struktur dari kayu yang sulit dilakukan dengan cara konvensional dengan perhitungan berdasarkan berat kering oven dan volume pada saat pengujian. dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji kekerasan kayu dalam arah radial dan tangensial . Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan mengukur volume dengan ketelitian yang tinggi dan tanpa pengeringan berbagai bentuk benda uji. Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji susut arah radial dan tangensial. Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis serpih kayu berdasarkan volume basah dan berat kering oven. dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana. papan lapis. 483 SNI 03-6847-2002 Metode Pengujian Berat Jenis Kayu Dan Bahan Dari Kayu Dengan Cara Pencelupan Dalam Air. 485 SNI 03-6849-2002 Metode Pengujian Berat Jenis Serpih Kayu. Metode Pengujian Kadar Besi (Fe) Dalam Air Secara Kolo-rimetri Dengan Thiocyanat Metode Pengujian Kadar Mangan (Mn) Dalam Air Secara Kolorimetri Dengan Persulfat 491 SNI 03-6855-2002 . 481 SNI 03-6845-2002 482 SNI 03-6846-2002 Metode Pengujian Berat Jenis Kayu Dan Bahan Dari Kayu Dengan Tabung Pengambang. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya angka perbandingan Adsorpsi Natrium (PAN) dalam air. 486 SNI 03-6850-2002 Metode Pengujian Pengukuran Kadar Air Kayu dan Bahan Berkayu.477 SNI 03-6841-2002 Metode Pengujian Kuat Belah Kayu Di Laboratorium 478 SNI 03-6842-2002 Metode Pengujian Kekerasan Kayu Di Laboratorium Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji belah kayu tegak lurus serat. papan serat teratur. berat jenis ditentukan berdasarkan berat kering. Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secar umum maupun teknis serta cara pengujian perkiraan berat jenis yang dilakukan yang dilakukan dengan mengukur secara cepat berat jenis benda uji yang berbentuk memanjang dengan penampang melintang yang seragam dan diketahui kadar airnya.

Metode Pengujian Angka Rasa Dalam Air Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Nitrat dalam air Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Nitrit dalam air Metode ini digunakan untuk mengetahui jumlah bakteri koli total dalam air Metode ini membahas pengertian. Tata cara ini meliputi penentuan lokasi atau waktu yang tepat secara acak. memakai dan menilai mutu bahan bangunan bukan logam yang akan digunakan dalam perkerjaan konstruksi Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana. Metode Pengujian ini dapat digunakan untuk menganalisa angka bau dalam air alami sampai air limbah Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana. ketentuan-ketentuan. Spesifikasi ini meliputi saringan yang terbuat dari anyaman kawat yang dipasang pada suatu bingkai untuk pengujian yang teliti dalam pengklasifika-sian material sesuai dengan ukuran butiran nominal Spesifikasi ini mencakup abu terbang dan pozolan lainnya untuk digunakan bersama dengan kapur didalam adukan plastis. memakai dan menilai mutu bahan bangunan dari besi/baja yang akan digunakan dalam perkerjaan konstruksi Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana. dan campuran lain yang berpengaruh terhadap reaksi sifat pozolan kapur.1-2002 Metode Pengujian Angka Bau Dalam Air Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam) 498 SNI 03-6861. melaksanakan.3-2002 Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian C (Bahan Bangunan Dari Logam Bukan Besi) 500 501 SNI 03-6862-2002 SNI 03-6863-2002 Spesifikasi Peralatan Pema-sangan Dinding Bata Dan Plesteran. cara uji dan laporan uji. Tata Cara ini mencakup merencanakan. pelaksana. Metode ini mencakup prosedur pengambilan contoh dan pengujian abu terbang dan pozolan alam atau pozolan buatan yang digunakan sebagai mineral pencampur dalam beton semen portland.492 SNI 03-6856-2002 Metode Pengujian Kadar Nitrat Dalam Air Secara Kolorimetri Dengan Pereaksi Nessler Metode Pengujian Kadar Nitrit Dalam Air Secara Kolorimetri Dengan Pereaksi Gries Romeyer Metode Pengujian Kadar Bakteri Koli Total Dalam Air Dengan Saringan Membran. dimana pengambilan contoh bahan untuk konstruksi dapat dilakukan. Tata Cara Pelaksanaan Prog-ram Uji antar Laboratorium untuk Penentuan Presisi Metode Uji Bahan Konstruksi Spesifikasi Saringan Anyaman Kawat untuk Keperluan Pengujian 503 SNI 03-6865-2002 504 SNI 03-6866-2002 505 SNI 03-6867-2002 Spesifikasi Abu terbang Dan Pozolan Lainnya Untuk Digunakan Dengan Kapur Tata Cara Pengambilan contoh Uji Secara Acak untuk Bahan Konstruksi 506 SNI 03-6868-2002 . dapat digunakan untuk menguji angka rasa dalam benda uji air yang memenuhi ketentuan yang di isyaratkan dalam pengujian ini dan tidak berlaku untuk benda uji air limbah. pelaksana. Prosedur yang tepat untuk mengamankan contoh uji seperti diskripsi alat pengambilan contoh uji. pelaksana. pengawas lapangan dan yang berkepentingan dalam hal memilih. pengawas lapangan dan yang berkepentingan dalam hal memilih. Prosedur tersebut mengikuti urutan sebagai berikut: analisis kimia dan pengujian fisik serta pengambilan contoh Spesifikasi ini meliputi persyaratan dan kekuatan kapur yang akan digunakan untuk mengurangi pengaruh air yang terdapat dalam campuran aspal.2-2002 Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian B (Bahan Bangunan Dari Besi/Baja) 499 SNI 03-6861. dan menganalisis hasil-hasil studi metode uji antar laboratorium. harus merujuk pada metode standar yang sesuai 493 SNI 03-6857-2002 494 SNI 03-6858-2002 495 SNI 03-6859-2002 496 497 SNI 03-6860-2002 SNI 03-6861. Metode Pengambilan Contoh Dan Pengujian Abu Terbang Atau Pozolan Alam Sebagai Mineral Pencampur Dalam Beton Semen Portland 502 SNI 03-6864-2002 Spesifikasi Kapur untuk Campuran Beraspal. pengawas lapangan dan yang berkepentingan dalam hal memilih. memakai dan menilai mutu bahan bangunan dari logam bukan besi yang akan digunakan dalam perkerjaan konstruksi Standar ini mencakup spesifikasi peralatan yang diperlukan dalam pekerjaan pemasangan dinding bata.

507 SNI 03-6869-2002 Metode Pengambilan Contoh Bentuk. campuran tanah. Untuk mengontrol konstruksi.dengan contoh tanah yang sama untukmemperoleh indikasi karakteristik alami tanah dispersif. Cara uji ini meliputi penentuan koefisien kelulusan air dengan metode tinggi tekan tetap untuk aliran laminar dari air tanah yang melalui lapisan tanah berbutir kasar. Standar ini digunakan untukmengukur kadar amoniak pada rentang kadar antara 0. Untuk membatasi pengaruh konsolidasi selama pengujian. urugan jalan dan urugan bangunan. NH4-N terlarut dalam air dengan elektrode selektif ion. baik yang keruh maupun yang warna 512 SNI 03-6874-2002 Cara uji sifat dispersif tanah lempung dengan hidrometer ganda. prosedur ini dibatasi untuk tanah berbutir kasar terganggu tidak lebih dari 10 % yang melewati o Cara uji ini mencakup penentuan kepadatan tanah dan batuan di lapangan dengan cara menghitung berat isi material yang menggunakan air dalam mengisi sumur uni untuk menentukan volume sumur uji. o Cara uji ini mencakup dua prosedur yaitu prosedur . dan prosedur . baik contoh tanah tidak terganggu maupun contoh yang dipadatkan kembali. air permukaan. Nilai dari persentase kepadatan didapatkan dari pembuatan kurva kepadatan yang mlealui tiga titik pada kadar air yang sama dari tanah di lapangan tanpa harus mengetahui nilai kadar airnya. misalnya tanah lanauan atau lempengan.03 mg/L NH3-N sampai dengan 1400 mg/L NH3-N dalam air minum. agregat. lanau dan debu Cara uji ini mencakup cara uji kelulusan air di laboratorium untuk tanah berbutir halus yang mempunyai kelulusan air sedang sampai dengan rendah. 513 SNI 03-6876-2002 Cara uji kadar amoniak dalam air dengan elektrode selektif ion . atau material lain yang serupa. Cara uji ini hanya berlaku untuk tanah dengan indeks plastisitas lebih besar dari 4 dan lebih dari 12 % fraksi tanah lebih kecil dari 5mu. 509 SNI 03-6871-2002 Cara uji kelulusan air di laboratorium untuk tanah berbutir kasar dengan tinggi tekan tetap 510 SNI 03-6872-2002 Cara uji kepadatan tanah dan batuan di lapangan dengan cara penggantian volume air pada sumur uji 511 SNI 03-6873-2002 Cara uji penentuan kepadatan secara cepat persen-tase Cara uji ini menjelaskan mengenai prosedur penentuan persentase kepadatan secara cepat dan variasinya terhadap kadar air optimum dari tanah untuk digunakan dalam pengendalian pelaksanaan pekerjaan kepadatan tanah di lapangan. o Cara uji ini dipakai untuk menentukan berat isi material di lapangan yang dipadatkan pada konstruksi timbunan tanah. Prosedur ini menetapkan koefisien kelulusan yang mewakili tanah berbutir kasar yang mungkin terjadi di dalam alam seperti timbunan atau apabila digunakan sebagai pondasi perkerasan. Contoh tanah yang digunakan untuk pembuatan kurva kepadatan biasanya sama dengan contoh tanah yang digunakan pada uji kepadatan di lapangan.B (berat isi fraksi kontrol dan fraksi yang berbutir lebih besar). Ukuran dan Klasifikasi Uji. Cara uji ini berkaitan dengan cara uji SNI 03-34231994. metode ini dapat dipakai sebagai dasar untuk menilai material yang telah dipadatkan untuk mencapai berat isi tertentu atau prosentase berat isi maksimum yang telah ditentukan oleh cara uji di laboratorium. Standar ini menetapkan cara untuk menguji kadar amoniak. o Cara uji ini dapat digunakan untuk menentukan berat isi material di lapangan dari endapan tanah alami. air limbah domestik dan air limbah industri. 508 SNI 03-6870-2002 Cara uji kelulusan air di laboratorium untuk tanah berbutir halus dengan tinggi tekan menurun Metode ini digunakan untuk menentukan sifat-sifat ukuran dan bentuk agregat termasuk tanah lempung.A (berat isi total material).

Metode pengujian ini membahas ketentuan dan prosedur pengujian noda bahan-bahan aspal yang hanya berlaku untuk aspal yang dihasilkan dari petroleum dan seharusnya tidak digunakan terhadap aspal alam yang mengandung bahan tetap yang tidak larut dalam xylem. dan bahan beserta cara pelaksanaan konstruksi beton pasca tarik. dan spesifikasi berdasarkan sifat. Metode ini meliputi penentuan pH tanah. cara uji dan laporan hasil uji dari analisis saringan bahan pengisi untuk perkerasan jalan. Termasuk pula ketentuan mengenai pengujian. yang meliputi metodologi statistik analisis dan penyajian serta cara penerapannya Spesifikasi ini mencakup mortar yang digunakan dalam pekerjaan pasangan baik bertulang maupun tidak bertulang. dan menentukan penerapan dari batas-batas yang harus ditaati sebelum menggunakan standar ini. bentuk butir dan tekstur permukaan relatif terhadap agregat halus lain dengan gradasi yang sama. sehingga metode ini dapat mengidentifikasikan kondisi korosi logam dalam tanah dengan baik. baja tulangan dan prategang. dan 4) pelaporan. Bila pengujian permukaan terhadap agregat halus sesuai gradasi yang akan digunakan di lapangan. Ditetapkan pula perlakuan siar dan bagian-bagian tertanam. produksi pengecoran dan perawatan beton serta konstruksi cetakan. Lingkup pengujian mencakup : 1) persiapan benda uji. Merupakan tanggung jawab pengguna standar ini untuk menerapkan tindakan-tindakan yang sesuai dengan keamanan dan kesehatan. perbaikan permukaan beton.514 SNI 03-6877-2002 Metode Pengujian Kadar Rongga Agregat Halus yang Tidak Dipadatkan Metode ini adalah untukmenentukan kadar rongga agregat halus dalam keadaan lepas (tidak dipadatkan). beton masif. Metode ini meliputi ketentuan-ketentuan. 515 SNI 03-6879-2002 Metode pengujian pH tanah untuk korosi logam 516 SNI 03-6880-2002 Spesifikasi beton struktural Spesifikasi ini mencakup bahan dan proporsi beton. Spesifikasi ini mencantumkan daftar kendali sebagai petunjuk bagi arsitek atau ahli teknik dalam memilih persyaratan yang cocok antara spesifikasi teknis yang diperlukan dan persyaratan lain yang ada dalam spesifikasi proyek. Standar ini tidak dimaksudkan untuk semua permasalahan keamanan yang berkaitan dengan penggunaannya. 2) struktur prateken berbentuk bulat. 2. Penggunaan utama pengujian ini adalah untuk melengkapi pengukuran tahapan jenis kelistrikan tanah. Dalam beberapa pasal terpisah dibahas untuk konstruksi pelat dan finisingnya. kadar rongga dapat menjadi indikator angularitas. Bila pengujian dilakukan pada agregat yang gradasinya diketahui. beton arsitektural. kecuali tidak berlaku untuk : 1) struktur khusus seperti reaktor nuklir. 1. Terdapat 4 (empat) tipe mortar yang tercakup dalam setiap spesifikasi berikut ini : 1) spesifikasi berdasarkan proporsi. evaluasi dan penerimaan beton beserta strukturnya. dan finising permukaan yang tercetak. 518 SNI 03-6882-2002 Spesifikasi mortar untuk pekerjaan pasangan 519 SNI 03-6883-2002 Spesifikasi toleransi untuk konstruksi dan bahan beton 520 SNI 03-6884-2002 Metode pengujian analisis saringan bahan pengisi untuk perkerasan jalan 521 SNI 03-6885-2002 Metode pengujian noda aspal minyak . 3) prosedur konstruksi khusus beton semprot. kontainer berbentuk bulat dan silo-silo. 3) cara uji. 2) persiapan peralatan. kadar rongga merupakan indikator terhadap kemudahan pengerjaan suatu campuran. 517 SNI 03-6881-2002 Tata Cara Evaluasi Besaran Izin Untuk Klasifikasi Mutu kayu Struktural Tata cara ini mencakup cara pengambilan contoh dan cara analisis untuk penyelidikan populasi tertentu dari kayu struktural yang dipilih secara mekanis. Spesifikasi ini merupakan acuan bagi arsitek atau ahli teknik dalam menentukan toleransi untuk bahan dan konstruksi beton sebagaimana dicantumkan dalam spesifikasi proyek.

Penerimaan atau penolakan bahan (material) Tata cara ini membahas tentang ketentuan cara pengambilan contoh campuran beraspal yang digunakan sebagai bahan perkerasan Spesifikasi ini menjelaskan dua jenis bahan graut halus dan kasar. Tugastugas tersebut ditetapkan untuk menjamin pemenuhan pekerjaan kontraktor terhadap kontrak. digunakan untuk material tanah lewat saringan 19. persiapan peralatan. Metode pengujian terdiri dari metode A dan volume dan metode B. 3. Tata cara ini meliputi pengambilan contoh (sampling) agregat kasar dan halus ini digunakan untuk tujuan : Penyelidikan pendahuluan sumber potensial Pengendalian produksi pada sumber persediaan Pengendalian pelaksanaan lapangan . Lingkup pengujin mencakup : persiapan contoh uji.8 mm.75 mm) 523 SNI 03-6887-2002 Metode pengujian kuat tekan bebas campuran tanah-semen Metode pengujian ini meliputi pekerjaan pengujian untuk mendapatkan nilai kuat tekan benda uji campuran tanahsemen yang dicetak dalam cetakan silinder setelah benda uji tersebut diperam. 2. atau b) persyaratan kekuatan.522 SNI 03-6886-2002 Metode pengujian hubungan antara kadar air dan kepadatan pada campuran tanah .49 kgdengan tinggi jatuh 304. metode B. Metode pengujian ini membahas tentang ketentuan cara pengujian berat jenis maksimum campuran beraspal yang tidak dipadatkan. cara uji. Tata cara ini memuat persyaratan bahan dan alat. Tata cara ini meliputi ketentuan dan prosedur cara pemulihan aspal dari larutan yang berasal dari hasil ekstraksi dengan cara Abson. Metode A. 4 (4.semen 1. 4 (4. untuk digunakan dalam pelaksanaan struktur pasangan berdasarkan spesifikasi berikut : a) persyaratan komposisi campuran.00 mm tetapi ada sebagian yang tertahan pada saringan No. pekerjaan dan sama sekali tidak untuk membebaskan kontraktor dari tanggung jawabnya dalam menghasilkan campuran yang sesuai dengan kontrak. 524 SNI 03-6888-2002 Tata cara pemeriksaan campuran aspal pengolah 525 SNI 03-6889-2002 Tata Cara Agregat Pengambilan Contoh 526 SNI 03-6890-2002 Tata Cara Pengambilan Campuran Beraspal Spesifikasi bahan pekerjaan pasangan graut Contoh 527 SNI 03-6891-2002 untuk 528 SNI 03-6893-2002 Metode pengujian berat maksimum campuran beraspal jenis 529 SNI 03-6894-2002 Metode pengujian kadar aspal dan campuran beraspal dengan cara sentrifus 530 SNI 03-6895-2002 Tata cara pemulihan aspal larutan dengan cara abson Tata Cara Beton Pengecatan dari 531 SNI 03-6896-2002 Genteng . digunakan untuk material tanah 100 % lewat saringan No. Tata cara ini memuat wewenang dan tugas-tugas pengawas di lokasi pengolah campuran beraspal. Metode ini meliputi penujian untuk mendapatkan hubungan antara kadar airdan kepadatan pada campuran tanah-semen yang dipadatkan sebelum hidrasi semen. Metode pengujian ini membahas ketentuan cara uji pemisahan aspal dan penentuan kadar aspal dari campuran beraspal dengan cara sentrifus agregat yang diperoleh dengan cara ini dapat digunakan untuk pengujian analisa saringan menggunakan SNI 03-1968-1990. menggunakan cetakan dengan volume 944 cm3 dan penumbuk sebesar 2.75 mm). pelaksanaan pengecatan genteng pada lokasi baru dan lama. dan pelaporan. cat tipe A yang memakai pelarut / pengencer organik dan cat tipe B yang memakai pelarut / pengencer air serta cara penanggulangan bila ada kegagalan.

memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang bersangkutan.736 jiwa / Ha Metode ini meliputi penentuan panjang beton inti hasil pengeboran dari struktur beton Spesifikasi ini digunakan sebagai ketentuan teknis untuk pemilihan dan penggunaan bahan bangunan dalam upaya mengurangi resiko terhadap bahaya kebakaran. * Tata cara perhitungan ini.25 atau dengan kepadatan maksimum sama dengan 1. b) Pekerjaan pasangan conblock berbagai dimensi dan spesi. struktur dan criteria dari komponen dan elemen fasilitas tempat bermain di runang terbuka untuk rumah susun sederhana campuran yang disediakan 5 lantai bagi anak usia 1-5 tahun dan usia 6-12 tahun. dan menguraikan persyaratan umum maupun teknis yang harus dipenuhi dalam setiap perencanaan sistem jaringan jalan perumahan Spesifikasi ini mencakup uraian tentang bentuk dimensi.Persyaratan Umum 535 SNI 03-6967-2003 536 SNI 03-6968-2003 Fasilitas tempat bermain di ruang terbuka lingkungan rumah susun sederhana . c) Pekerjaan pemasangan roster atau bata berongga. bahan serta konstruksi saluran air hujan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman Standar ini menguraikan istilah dan definisi yang berhubungan dengan bidang perumahan dan prasarana jalan. Spesifikais ini memuat mengenai bentuk dan ukuran.Spesifikasi 537 538 SNI 03-6969-2003 SNI 03-7565-2002 Metode pengujian untuk pengukuran panjang beton inti hasil pengeboran Spesifikasi Bahan Bangunan Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah dan Gedung 539 SNI 03-7566-2002 Metode Pengujian Proteksi Kebakaran Terhadap Pintu Kebakaran Pada Bangunan. Metode Pengambilan Contoh Meter Air Bersih (Ukuran 13 mm sampai dengan 40 mm) Spesifikasi Meter Air Bersih (Ukuran 13 mm sampai dengan 40 mm) Tata Cara Pengambilan Contoh Air dari Saluran Tertutup 540 SNI 05-2418-1991 541 SNI 05-2419-1991 542 543 SNI 05-2547-1991 SNI 05-6375-2000 . Yang meliputi : a) Pekerjaan pasangan bata merah berbagai ketebalan dan spesi. kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan. mikrobiologi dan radiologi 534 SNI 03-6966-2003 Spesifikasi Saluran air huijan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman Sistem jaringan dan geometri jalan perumahan .40 mm Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh meter air dengan ukuran 13 mm . untuk analisis kimia.40 mm Spesifikasi ini digunakan dalam menilai mutu meter air yang digunakan untuk keperluan air bersih. 3) perhitungan kuat tekan beton inti.532 SNI 03-6897-2002 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Dinding * Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan disusun sebagai acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan berbagai pekerjaan untuk bangunan gedung dan perumahan. Metode Pengujian Meter Air Bersih (Ukuran 13 mm sampai dengan 40 mm). 533 SNI 03-6898-2002 Tata cara pelaksanaan pengambilan dan pengujian tekan beton inti. serta memperkecil resiko timbulnya kebakaran dan menyebarluasnya api Metode ini digunakan untuk melaksanakan pengujian proteksi kebakaran terhadap pintu kebakaran pada bangunan Metode ini digunakan untuk pengujian meter air dengan ukuran 13 mm . fungsi. pada lingkungan rumah susunsederhana yang mempunyai KDB 50 % dan KLB 1. Tata cara ini mencakup tentang peralatan dan cara pengambilan contoh air dari saluran tertutup seperti aliran pada stasiun pembangkit. fisika. * Pelaksana pembangunan gedung dan perumahan yang dimaksud adalah pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan gedung dan perumahan yaitu para perencana. d) Pekerjaan pasangan anyaman bambu untuk dinding rumah sederhana. konsultan. dan kuat Tata cara pelaksanaan pengambilan dan pengujian kuat tekan beton inti ini mencakup : 1) prosedur pengambilan beton inti. 2) prosedur pengujian kuat tekan beton inti.

Metode Pengujian Klorida dalam Air dengan Argento-metrik Mohr.544 SNI 05-6437-2000 Metode Pengujian Kinerja Pompa dengan menggunakan Model Metode ini digunakan untuk uji kinerja (termasuk uji kavitasi) menggunakan model pompa prototip dan untuk penentuan klasifikasi pompa sentrifugal berukuran besar. pompa aliran campur. Metode Pengujian Daktilitas Bahanbahan Aspal Metode Pengujian Titik Nyala dan Titik Bakar dengan cleveland Open Cup. Metode ini digunakan penetrasi bitumen. Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kadar Kalsium dalam air dengan Titrimetrik EDTA. pompa aliran aksial kecuali pompa untuk pembangkit tenaga Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Kadmium dalam air dengan metode ekstraksi dengan alat spektrofotometer serapan atom Metode ini digunakan sebagai pegangan dalam pengambilan contoh air di lapangan untuk uji kualitas air. Metode Pengujian Natrium dalam Air dengan Alat Spek-trofotometer Serapan Atom Metode Pengujian Kalsium dalam Air dengan Titrimetrik EDTA. Metode Pengujian Titik Lembek Aspal dan Ter Metode Pengujian Kadar Aspal Metode Pengujian Kehilangan Berat Minyak dan Aspal dengan Cara A 550 SNI 06-2422-1991 551 552 553 554 555 SNI 06-2423-1991 SNI 06-2424-1991 SNI 06-2425-1991 SNI 06-2426-1991 SNI 06-2427-1991 556 SNI 06-2428-1991 557 558 559 560 561 SNI 06-2429-1991 SNI 06-2430-1991 SNI 06-2431-1991 SNI 06-2432-1991 SNI 06-2433-1991 562 SNI 06-2434-1991 563 564 SNI 06-2438-1991 SNI 06-2440-1991 565 566 SNI 06-2441-1991 SNI 06-2456-1991 Metode Pengujian Berat Jenis Aspal Padat Metode Pengujian Penetrasi Bahan bahan Bitumen . Metode Pengujian Magnesium dalam Air dengan Titrimetrik EDTA.2465-1991 546 547 548 549 SNI 06-2412-1991 SNI 06-2413-2002 SNI 06-2420-1991 SNI 06-2421-1991 Metode Pengujian Kadar Kadmium dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Ektraksi. Metode Pengambilan Contoh Uji Kualitas Air. Metode Pengujian Keasaman dalam Air dengan Titrimetrik. Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kadar Natrium dalam air dengan alat Spektrofotometer. Metode Pengujian Keasaman dalam Air dengan Potensiometrik Metode Pengujian Oksigen Terlarut dalam Air dengan Titrimetrik Metode Pengujian Oksigen Terlarut dalam Air dengan Elektrokimia. Metode Pengujian Kelindian dalam Air dengan Potensiometrik. Metode ini digunakan dalam pelaksanaan pengujian Kadar Aspal dari bahan-bahan yang mengandung aspal. Metode ini digunakan dalam menentukan besarnya kadar kelindian dalam air dengan metode potensiometrik dengan alat pH meter. Metode ini digunakan untuk memper-oleh besarnya kadar Magnesium dalam air dengan Titrimetrik EDTA Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kadar Klorida dalam air dengan Alat Argentometrik Mohr Metode ini digunakan untuk menentukan daktilitas dari bahan-bahan aspal. Metode Pengujian Kalium dalam Air dengan Alat Spek-trofotometer Serapan Atom. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar keasaman dalam air dengan cara titrasi asam basa dengan alat buret atau alat titrasi lain. Metode ini digunakan untuk mengetahui sifat fisika air Metode ini digunakan dalam menentukan kadar kelindian dalam air dengan cara titrasi asam basa dengan alat buret. untuk menentukan besarnya 545 SNI 06. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar keasaman dalam air dengan Potensiometrik Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Oksigen dalam air dengan Titrimetrik. Metode Pengujian Kelindian dalam Air dengan Titrimetrik. Metode Pengujian Sulfat dalam Air dengan Alat Spektrofotometer. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya titik lembek aspal dan ter yang berkisar 30 C s/d 200 C dengan cara Ring and Ball. Metode ini digunakan dalam pelaksanaan pengujian kehilangan berat minyak dan aspal dengan cara pemanasan dan tebal tertentu yang dinyatakan dengan berat semula. Metode Pengujian Kadar Padatan Dalam Air . Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Oksigen dalam air dengan Elektrometrik Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kadar sulfat dalam air dengan Spektrofotometer. Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kadar Kalium dalam air dengan alat Spektrofotometer. Metode ini digunakan untuk menentukan besaran titik nyala dan titik bakar bahan aspal dengan cleveland open cup. Metode ini untuk menentukan berat jenis aspal padat dan ter dengan piknometer.

Metode Pengujian Kadar Detergen dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara Biru Metilena. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Selenium dalam air menggunakan metode atomisasi tungku karbon dengan alat spektrofotometer serapan atom. Tujuan dari spesifikasi ini adalah untuk digunakan dalam memilih. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Nitrogen . Metode Pengujian Kadar Sianida dalam Air dengan Alat Ion Selektif Meter. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Kobal dalam air dengan cara atomisasi dengan tungku karbon alat Spektrofotometer serapan atom. Metode Pengujian Kadar Barium dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Tungku Karbon. Metode Pengujian Kadar Silika dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara Molibdatsilikat. Metode Pengujian Kadar Nitrogen Organik dalam Air dengan Alat Spektrofoto-meter Secara Makro Kjeldahl. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Arsen dalam air dengan metode Perak Dietil Ditio Karbamat (PDDK) dalam piridin dengan alat spektrofotometer Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Kadmium dalam air dengan metode atomisasi dengan tungku karbon alat spektrofotometer serapan atom. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Kadmium dalam air dengan alat spektrofotmeter serapan atom secara langsung. Metode Pengujian Kadar Kobal dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Tungku Karbon Metode Pengujian Kadar Kobal dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Ekstraksi. bahan bangunan dan konstruksi sumur resapan air hujan di lahan pekarangan.567 SNI 06-2459-1991 Spesifikasi Sumur Resapan Air Hujan Untuk Lahan Pekarangan Spesifikasi Sumur Resapan Air Hujan Untuk Lahan Pekarangan Metode Pengujian Kadar Merkuri dalam Air Atomisasi Dingin Alat Spektrofotometer Serapan Atom Metode Pengujian Kadar Arsen dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara PDDK Dalam Piridin. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar detergen dalam air secara biru metilena dengan alat spektrofotometer Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Silika dalam air secara molibdat silikat dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 410 nm. bentuk.organik dalam air secara makro Kjeldahl dengan alat spektrofotometer pada kisaran panjang gelombang 400-500 nm. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar kadar merkuri terlarut dan Merkuri total dalam air. bahan bangunan dan konstruksi sumur resapan air hujan di lahan pekarangan. Metode Pengujian Kadar Fenol dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara Aminoantipirin. bentuk. Metode Pengujian Kadar Sulfida dalam Air dengan Alat Ion Selektif Meter Metode Pengujian Kadar Kobal dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara Langsung. ukuran. ukuran. 568 SNI 06-2459-2002 569 SNI 06-2462-1991 570 SNI 06-2463-1991 571 SNI 06-2464-1991 572 SNI 06-2466-1991 573 SNI 06-2467-1991 574 SNI 06-2468-1991 575 SNI 06-2469-1991 576 SNI 06-2470-1991 577 SNI 06-2471-1991 578 SNI 06-2472-1991 579 SNI 06-2473-1991 580 SNI 06-2474-1991 581 SNI 06-2475-1991 582 SNI 06-2476-1991 583 SNI 06-2477-1991 584 SNI 06-2478-1991 . Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar barium dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Barium dalam air dengan cara atomisasi tungku karbon dengan alat spektrofotometer serapan atom Metode ini digunakan untuk mengeta-hui besarnya kadar Fenol dalam air dengan metode Aminoantipirin dengan alat spektrofotometer Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Sulfida dalam air dengan metode elektroda dengan alat ion selektif Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Kobal dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung. Metode Pengujian Kadar Kadmium dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Tungku Karbon. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Kobal dalam air dengan cara ekstraksi dengan alat spektrofotometer serapan atom Metode ini digunakan untuk mengeta-hui besarnya kadar Sianida dalam air menggunakan metode elektroda dengan alat ion selektifmeter. Metode Pengujian Kadar Sele -nium dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Tungku Karbon. Metode Pengujian Kadar Barium dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Langsung. Tujuan dari spesifikasi ini adalah untuk digunakan dalam memilih. Metode Pengujian Kadar Kadmium dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Langsung.

Metode Pengujian Laborato-rium Cepat Rambat Ultrasonik dan Konstanta Elastis Benda Uji Batu. Metode Pengujian Kadar Minyak dan Lemak dalam Air Secara Gravimetri. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Nitrat dalam air secara Brusin dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 410 nm. Metode ini digunakan untuk pengujian campuran aspal dengan alat Marshall Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar air aspal dan bahan yang mengandung aspal dengan cara penyulingan. Metode Pengujian Kadar Ortofosfat dan Fosfat Total dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara Asam Askorbat. 586 SNI 06-2480-1991 587 SNI 06-2481-1991 588 SNI 06-2482-1991 589 SNI 06-2483-1991 590 SNI 06-2484-1991 591 SNI 06-2485-1991 592 SNI 06-2486-1991 593 SNI 06-2487-1991 594 SNI 06-2488-1991 595 596 SNI 06-2489-1991 SNI 06-2490-1991 597 SNI 06-2497-1991 598 SNI 06-2498-1991 599 SNI 06-2499-1991 600 SNI 06-2500-1991 601 SNI 06-2501-1991 602 SNI 06-2502-1991 603 SNI 06-2503-1991 . Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Seng dalam air secara atomisasi tungku karbon dengan alat spektrofotometer serapan atom. Metode Pengujian Kadar Nitrat dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara Brusin Sulfat. Metode ini digunakan menentukan besarnya kadar Kebutuhan Oksigen Biokimiawi (KOB) dalam air berdasarkan selisih Oksigen terlarut sebelum dan sesudah pemeraman. Metode Pengujian Kadar Kebutuhan Oksigen Bioki-miawi dalam Air. Metode Pengujian Kadar Nitrit dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara Asam Sulfanilat. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Seng dalam air secara ekstraksi dengan alat spektrofotometer serapan atom. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Nitrit dalam air secara asam Sulfanilat dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 543 nm. Metode Pengujian Kadar Mangan dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Ekstraksi. Metode Pengujian Lapangan Kekuatan Geser Baling pada tanah berkohesi. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Mangan dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Mangan dalam air secara atomisasi dengan tungku karbon alat spektrofotometer serapan atom. Metode Pengujian Kadar Seng dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Tungku Karbon. Metode Pengujian Kadar Boron dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara Kurkumin. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Boron dalam air secara Kurkumin dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 540 nm. Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter cepat rambat gelombang ultrasonik serta menentukan konstanta elastis batu. Metode Pengujian Fraksi Aspal Cair dengan Cara Penyulingan Metode Pengujian Campuran Aspal dengan Alat Marshall Metode Pengujian Kadar Air Aspal dan Bahan yang mengandung Aspal Metode Pengujian Kadar Mangan dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Langsung. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Mangan dalam air secara ekstraksi dengan alat spektrofotometer serapan atom. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar minyak dan lemak dalam air secara gravimetri dengan alat neraca analitik. Metode ini digunakan untuk memisahkan fraksi aspal cair berdasarkan perbedaan titik didih dengan cara penyulingan. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar amonium dalam air secara Nessler dengan alat spektrofotometer. Metode ini digunakan untuk mendapatkan parameter kuat tarik dari hasil pengukuran di laboratorium secara cepat dan mudah Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter kekuatan geser tanah lembek berkohesi yang jenuh air pada kondisi tanpa drainase. Metode Pengujian Kadar Fluorida dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara Alizarin Merah. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Fluorida dalam air secara Alizarin merah dengan alat spektrofotometer Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Ortofosfat terlarut dan Fosfat total dalam air Vsecara asam Askorbat dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 880 nm.585 SNI 06-2479-1991 Metode Pengujian Kadar Amonium dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara Nessler. Metode Pengujian Kadar Seng dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Ekstraksi. Metode Pengujian Laborato-rium Kuat Tarik Benda Uji Batu dengan Cara Tidak Langsung. Metode Pengujian Kadar Mangan dalam Air dengan Alat Tungku Karbon Spekt-rofotometer Serapan Atom.

7 nm. Metode Pengujian Kadar Krom dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Tungku Karbon. Heptaklor. Metode Pengujian Kadar Pestisida Karbamat dalam Air dengan Alat Kromatograf Gas. Endosulfan. Dimethoate. Metode Pengujian Kadar Tembaga dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Sera-pan Atom Secara Ekstraksi.9 nm Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Krom dalam air secara ekstraksi dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 357. Endrin. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar pestisida Klororganik (BHC.3 nm. 612 SNI 06-2512-1991 613 SNI 06-2513-1991 614 SNI 06-2514-1991 615 SNI 06-2515-1991 616 SNI 06-2516-1991 617 SNI 06-2517-1991 618 SNI 06-2518-1991 619 SNI 06-2519-1991 . aldrin. Metode ini digunakan untuk menentukan be-sarnya kadar Timbal dalam air secara ekstraksi dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 283.9 nm Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Tembaga dalam air secara langsung dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 324.9 nm. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Timbal dalam air secara langsung dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 283. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar pestisida Karbamat (Sevin) dalam air secara kromatografi gas dengan alat kroma-tograf gas yang dilengkapi dengan Detektor Alkali Ionisasi Nyala (DAIN). Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Seng dalam air secara langsung dengan alat spektrofotometer serapan atom. Metode pengujian ini untuk menentukan besarnya kadar Timbal (Pb) dalam air menggunakan alat Spektro-fotometer Serapan Atom Tungku Karbon 605 SNI 06-2505-1991 606 SNI 06-2506-1991 607 SNI 06-2507-1991 608 SNI 06-2508-1991 609 SNI 06-2509-1991 610 SNI 06-2510-1991 611 SNI 06-2511-1991 Metode Pengujian Kadar Krom dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Langsung. Metode Pengujian Kadar Timbal dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Langsung. Metode Pengujian Kadar Tembaga dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Sera-pan Atom Secara Langsung. Methoksklor) dalam air secara kromatografi gas.604 SNI 06-2504-1991 Metode Pengujian Kadar Kebutuhan Oksigen Kimiawi dalam Air dengan Alat Refluks Tertutup Metode Pengujian Kadar Karbon Organik Total dalam Air dengan Alat KOT-Meter Inframerah. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Kebutuhan Oksigen Kimiawi (KOK) dalam air dengan metode refluks tertutup dan cara titrimetrik Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Karbon Organik Total (KOT) dalam air dengan pembakaran dan analisis inframerah.7 nm Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Tembaga dalam air secara ekstraksi dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 324. PCB's. Metode Pengujian Nilai Permanganat dalam Air Secara Asam. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Tembaga dalam air secara atomisasi tungku karbon dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom pada panjang gelombang 324. Metode Pengujian Kadar Timbal dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Ekstraksi. Dikloran. Metode Pengujian Kadar Seng dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Langsung. Metode Pengujian Kadar Pestisida Fosfat Organik dalam Air dengan Alat Kromatograf Gas. Metode Pengujian Kadar Pes-tisida Klor Organik dalam Air dengan Alat Kromatograf Gas. Epoksid Dieldrin. Metode Pengujian Kadar Krom dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Ekstraksi. DDT. Metode Pengujian Kadar Tembaga dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Tungku Karbon. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya nilai Permanganat dalam air dengan metode oksidasi dalam suasana asam.3 nm. Metode Pengujian Kadar Timbal dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Tungku Karbon. Metode ini digunakan untuk menge-tahui besarnya kadar Krom dalam air secara atomisasi tungku karbon dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom pada panjang gelombang 357. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar pestisida fosfat-organik ( Diazinon.7 nm. Fosfamidon dan Fenintrotion ) dalam air secara kromatografi gas dengan alat kromatograf gas yang dilengkapi dengan detektor fotometrik nyala (DFN) pada filter optik 526 nm Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Krom dalam air secara langsung dengan alat spektrofotometer serapan atom (SSA) pada panjang gelombang 357.

633 SNI 06-2555-1991 634 SNI 06-2556-1991 635 SNI 06-2909-1992 636 SNI 06-2910-1992 637 SNI 06-2911-1992 638 639 SNI 06-2912-1992 SNI 06-2913 -1992 .3 nm Metode ini digunakan untuk menentukan diameter pipa PVC menggunakan jangka sorong Metode ini digunakan untuk menentukan kekuatan pipa PVC terhadap tekanan hidrostatik Metode ini digunakan untuk menentukan ketebalan dinding pipa PVC Metode ini digunakan untuk menguji bentuk dan sifat tampak pipa PVC untuk air minum Metode ini digunakan untuk memperoleh contoh uji yang dapat mewakili Metode ini digunakan untuk menentukan perubahan panjang pipa PVC dengan uji tungku besarnya 623 SNI 06-2523-1991 624 SNI 06-2524-1991 625 SNI 06-2525-1991 626 SNI 06-2548-1991 627 SNI 06-2549-1991 628 629 630 631 SNI 06-2550-1991 SNI 06-2551-1991 SNI 06-2552-1991 SNI 06-2553-1991 632 SNI 06-2554-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan ketahanan pipa PVC terhadap metilen klorida Metode ini digunakan untuk menentukan kadar PVC pada pipa PVC dengan THF Metode ini digunakan untuk menentukan diameter luar rata-rata pipa PVC Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Arsen dalam air dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom Tungku Karbon. Metode Pengujian Kadar Kalsium dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Besi dalam air secara atomisasi tungku karbon dengan alat spektrofotometer serapan atom pada panjang gelombang 248. Metode Pengujian Kadar Nikel dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Tungku Karbon.0 nm Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Besi dalam air secara langsung \dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 248. Metode Pengujian Kadar Besi dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Langsung. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Arsen dalam air dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Natrium Borohidrida. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Besi dalam air secara Ekstraksi dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 248.620 SNI 06-2520-1991 Metode Pengujian Kadar Nikel dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Langsung.0 nm. Metode Pengujian Kadar Besi dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Ekstraksi. Metode Pengujian Diameter Luar Pipa PVC Untuk Air Minum Dengan Jangka Sorong. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Nikel dalam air secara ekstraksi dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 232. Metode Pengujian Kadar Merkuri dalam Air dengan Alat Merkurimeter Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Merkuri dalam air dengan alat Merkurimeter. Metode Pengujian Kadar Magnesium dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Magnesium dalam air dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Kalsium dalam air dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom. 621 SNI 06-2521-1991 622 SNI 06-2522-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besar-nya kadar Nikel dalam air secara langsung dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 232. Metode Pengujian Kadar Nikel dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Ekstraksi. Metode Pengujian Kekuatan Pipa PVC Untuk Air Minum Terhadap Tekanan Hidrostatik. Metode Pengujian Kadar Besi dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Tungku Karbon.0 nm Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Nikel dalam air secara atomi-sasi tungku karbon dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom pada panjang gelombang 232.3 nm. Metode Pengujian Ketebalan Dinding Pipa PVC Untuk Air Minum Metode Pengujian Bentuk dan Sifat Tampak Pipa PVC Untuk Air Minum Metode Pengambilan Contoh Uji Pipa PVC Untuk Air Minum Metode Pengujian Perubahan Panjang Pipa PVC Untuk Air Minum Dengan Uji Tungku Metode Pengujian Ketahanan Pipa PVC Untuk Air Minum Terhadap Metilen Khlorida Metode Pengujian Kadar PVC Pada Pipa PVC Untuk Air Minum Dengan THF Metode Pengujian Diameter Luar Pipa PVC Untuk Air Minum Dengan Pita Meter Metode Pengujian Kadar Arsen dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Tungku Karbon.3 nm. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Merkuri dalam air dengan alat Merkurimeter.

Metode ini adalah untuk memperoleh kadar aluminium dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air. Metode ini adalah untuk memperoleh kesadahan total yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air.640 641 SNI 06-3415-1994 SNI 06-3685. Metode Pengujian Jumlah Total Bakteri Golongan Koli Dalam Air dengan Tabung Fermentasi Metode pengujian kadar karbon kloroform ekstrak dalam air secara gravimetri. Metode ini untuk memperoleh kadar khlorofil a fitoplankton dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air. guna keperluan pelaksanaan pengecatan di lapangan. Spesifikasi ini adalah untuk memberikan persyaratan teknis kalsium kholorida sebagai bahan pencampur untuk mempercepat pengerasan beton.1-2000 Metode Pengujian Kadar Sulfit Dalam Air Dengan Titrimetrik. Metode Pengujian Kadar Karbon Dioksida Agresif Dalam Air Secara Titrimetrik. Metode Pengujian Besi Terlarut Dalam Air Dengan Alat Spektrofotometer Meng-gunakan Fenantrolin. Metode ini digunakan untuk menentukan kadar sulfit (SO3) dalam air dengan alat Spektrofotometer. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya nilai produktivitas primer pada sumber air permukaan. Metode pengujian kadar aluminium dalam air dengan alat spektrofotometer secara tungku karbon. Metode ini adalah untuk menguji jumlah total bakteri golongan koli dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air Metode ini adalah untuk memperoleh kadar karbon klorofom ekstrak dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air. Metode Pengujian Produktivitas Primer Dalam Air Dengan Pengukuran Oksigen Terlarut Metode pengujian kadar khlorofil a fitoplakton dalam air dengan spektrofotometer. Spesifikasi Cat Merah Timbal Siap pakai Metode ini digunakan untuk menentukan kadar sulfit (SO3) dalam air dengan Titrimetrik. Metode Pengujian Jenis Dan Jumlah Plankton Dalam Air Metode Pengujian Kadar Sulfit Dalam Air Dengan Alat Spektrofotometer. Metode ini membahas cara uji untuk menentukan diameter luar dan tebal dinding pipa PE 649 SNI 06-4140-1996 650 SNI 06-4157-1996 651 SNI 06-4158-1999 652 SNI 06-4159-1996 653 SNI 06-4160-1996 654 SNI 06-4161-1996 655 SNI 06-4162-1996 656 SNI 06-4163-1996 657 658 SNI 06-4167-1996 SNI 06-4170-1996 659 SNI 06-4821-1998 . 642 SNI 06-3822. Metode ini digunakan untuk mengetahui jumlah bakteri koli tinja dalam air dengan Tabung Fermentasi Metode ini digunakan untuk memperoleh komposisi jenis dan jumlah individu plankton dalam air. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar besi (Fe) terlarut dalam air. Spesifikasi ini mencakup empat tipe cat merah timbal siap pakai yang berfungsi sebagai lapis dasar. Metode ini adalah untuk menguji kadar aluminium terlarut dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air.` Metode pengujian kadar aluminium terlarut dalam air dengan alat spektrofotometer secara eriokromsianin-R. Metode ini adalah untuk memperoleh kadar perak dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air. Metode pengujian kadar perak dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon.1-2000 Spesifikasi Poli-Aluminium Khlorida Cair untuk Pengolahan Air Metode Pengujian Jumlah Bakteri Koli Tinja Dalam Air Dengan Saringan Membran. Metode pengujian kadar kesadahan tootal dalam air dengan titrimetrik EDTA. atau lapis penutup atau lapis pemelihara permukaan rangka jembatan dan struktur baja lainnya Spesifikasi ini menjelaskan polialumunium klorida cair untuk pengelolaan air beserta cara pengujian yang berkaitan Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya jumlah bakteri koli tinja dalam air dengan Saringan membran. Metode Pengujian Jumlah Bakteri Koli Tinja Dalam Air Dengan Tabung Fermentasi. Metode Pengujian Kekentalan Cat Dengan Alat Viscometer Stometer Spesifikasi Kalsium Khlorida untuk mempercepat penegrasan beton Metode Pengujian Dimensi Pipa Polietilen (PE) Untuk Air Minum 643 SNI 06-3956-1995 644 SNI 06-3957-1995 645 646 647 SNI 06-3963-1995 SNI 06-3971-1995 SNI 06-4138-1996 648 SNI 06-4139-1996 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Karbon Dioksida Agresif dalam air. Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kekentalan cat.

ukuran. tipe I dan II dari cat warna hijau daun yang digunakan sebagai lapis penutup akhir pada jembatan baja tipe II digunakan pada daerah yang bercurah hujan rendah karena dapat menghambat pengapuran pada pigmen dasar putih timbal karbonat yang tidak diharapkan Tata cara ini menyediakan tabel faktor koreksi volume aspal yang dapat mengkonversikan volume aspal pada berbagai temperatur ke volume temperatur standar. baja tempa dan struktur baja lainnya dan perangkat keras pada pekerjaan pertanian 661 SNI 06-4823-1998 662 SNI 06-4824-1998 663 SNI 06-4825-1998 664 SNI 06-4826-1998 665 SNI 06-4827-1998 666 SNI 06-4828-1998 667 SNI 06-4829-1998 Spesifikasi Cincin Karet Sambungan Pipa Air Minum. pipa dan perlengkapannya untuk sistem ven juga mengatur diameter minimum pipa ven.0) mg/L Mn dalam air minum menggunakan sinar tampak pada panjang gelombang 515 nm. macam-macam pipa tegak ven dan ven pipa tegak Standar ini meliputi penggunaan soda abu untuk pengolahan air dalam penyediaan air bersih dan air industri ini mencakup persyaratan umum. pengemasan. spesifikasi bahan. pengiriman dan penandaan serta pengujian Spesifikasi ini mencakup dua tipe cat. Metode Pengujian Viskositas Aspal Minyak dengan Alat Brookfield Termosel Metode Pengujian untuk Menentukan Daerah Lapisan Seng Paling Tipis dengan Cara Dreece Pada Besi atau Baja Digalvanis 672 SNI 06-6428-2000 673 SNI 06-6430-2000 674 SNI 06-6441-2000 675 SNI 06-6443-2000 . Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis cat marka jalan yang siap pakai warna putih dan kuning dari jenis alkyd resin sebagai bahan untuk membuat marka jalan pada perkerasan aspal dan beton semen Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis cat termoplastik pemantul. Metode ini digunakan untuk menentukan kadar Klorin (0. berwarna putih dan warna kuning yang digunakan sebagai bahan untuk marka jalan. ukuran. panjang ven.042-15) mg/L Mn dalam air baku dan air limbah spektrofotometer pada panjang gelombang 525 nm. perubahan panjang dan densitas Tata cara ini mengatur mengenai pemilihan dan pemasangan perpipaan. baja cor.660 SNI 06-4822-1998 Metode Pengujian Kadar Mangan Dalam Air Dengan Spektrofotometer Secara Persulfat Metode pengujian kadar timah dalam air dengan alat spektrofotometer atom secara tungku karbon Metode pengujian klorin bebas dalam air dengan Spektrofotometer sinar tampak secara dietil fenilindiamin (DFD) Spesifikasi Campuran Cat Marka Jalan Siap Pakai Warna Putih dan Kuning Spesifikasi Cat Termoplastik Pemantul Warna Putih dan Warna Kuning Untuk Marka Jalan (Bentuk Padat ) Spesifikasi Campuran Cat Siap Pakai Berbahan Dasar Minyak Metode ini digunakan untuk menentukan kadar Mangan (0. bahan dan kekuatan Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis tentang bahan. menggunakan alat Brookfield Termosel Metode ini digunakan untuk penentuan daerah paling tipis dari lapisan seng yang ada pada besi atau baja dengan pencelupan pada tembaga sulfat untuk baja berbentuk tabung. pengambilan contoh. baja berbentuk pipa pelindung kabel listrik kaku. berlaku untuk berbagai jenis aspal kecuali aspal emulsi Metode ini digunakan untuk penentuan ketahanan baik untuk beton atau mortar terhadap abrasi Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya ekspansi dan akumulasi air bliding pada permukaan campuran graut semen hidrolik yang dipakai untuk memproduksi beton dengan agregat praletak Metode ini mencakup prosedur pengukuran viskositas apparen aspal minyak pada temperatur 38 0 C sampai 260 0 C.6 nm. Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis campuran cat siap pakai berbahan dasar minyak warna putih dan warna lain dari jenis alkyd resin untuk digunakan sebagai lapis penutup pada permukaan kayu dan logam di dalam dan di luar ruangan. Metode ini digunakan untuk menentukan kadar timah pada daerah konsentrasi (20-300) g/L Sn spektrofotometer serapan atom dengan tungku karbon 224.011-4. Air Limbah dan Air Hujan Spesifikasi Pipa Polietilen (PE) dan Sambungannya Untuk Air Minum Tata Cara Pemilihan Pemasangan Ven pada Plambing dan sistem 668 SNI 06-6373-2000 669 SNI 06-6396-2000 Spesifikasi Soda Abu Pengolahan Air Bersih untuk 670 SNI 06-6397-2000 Spesifikasi Cat Hijau Daun Jembatan Warna 671 SNI 06-6400-2000 Tata Cara Penentuan Koreksi Volume Aspal Terhadap Volume pada Temperatur Standar Metode Pengujian Ketahanan Abrasi Permukaan Beton atau Mortar dengan Metode Pemotong Berputar Metode Pengujian Ekspansi dan Bliding campuran graut segar untuk beton dengan agregat praletak di laboratorium. Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis tentang bentuk dasar. kekuatan hidrostatik.

40 mm). pembagian cara perempatan dan pengkondisian campuran beraspal di laboratorium sebelum pengujian berdasarkan kinerja 677 678 SNI 06-6446. Sistem pelapisan dapat terdiri dari dua atau lebih lapisan epoksi yang sama tanpa menggunakan lapisan daasar. Sistem Pelapisan ini tidak digunakan bagi pipa yang belum ditekuk dan terpasang. galvanis secara panas.1-2000 SNI 06-6446. dilas untuk penggunaan dengan hubungan tipe solder dalam penerapan umum Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya nilai kuat tarik baja beton dan parameter lainnya yang dapat digunakan dalam pengendalian mutu baja. Sistem pelapisan ini pada umumnya dilakukan untuk perpipaan air bersih Spesifikasi ini meliputi kawat baja yang diproses dengan canay dingin. untuk tiga ukuran tipikal pipa baja dengan berat standar ujung polos.1-2000 Spesifikasi Pipa Baja yang Dilas dan Tanpa Sambungan dengan Lapis Hitam dan Galvanis Panas Standar ini merupakan cara untuk menguji kadar sulfida dalam air dengan cara iodometri serta sumber berasal dari air dan air limbah. Lapisan penutup ini dapat menggunakan ter batu bara sebagai pelapis epoksi.175 mm) sampai 16 inci (406. dan satu atau lebih lapisan penutup berupa dua lapis epoksi.676 SNI 06-6445-2000 Metode Pengujian Volume Bahan Padat pada Lapisan Cat Bening atau Berpigmen Metode Pengujian Berat Jenis EpoksiResin dan Bahan Pengeras Metode Pengujian Viskositas EpoksiResin dan Bahan Pengeras Metode Pengujian Cat sebagai Lapis Pelindung Bitumen Metode ini digunakan untuk menentukan volume bahan padat dalam berbagai jenis lapisan Metode ini untuk menentukan berat jenis epoksi resin dan bahan pengeras Metode ini digunakan untuk menentukan viskositas epoksi resin dan bahan pengeras dalam keadaan cair pada suhu kamar atau dilarutkan dalam pelarut Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh uji dan pengujian cat emulsi bitumen yang digunakan sebagai cat pelindung dengan ketebalan yang cukup pada logam dan penutup atap Tata cara ini mencakup penyiapan contoh uji campuran. hal ini sesuai untuk digunakan pada air bersih dan akan melindungi perpipaan terhadap korosi pada bagian dalam dan luar pada pipa baja.1 mg/L Spesifikasi ini meliputi pipa baja untuk pengguna umum yang dilas tanpa sambungan dengan lapisan hitam dan galvanis panas dalam ukuran tipikal 1/8 inci (3.03 mm Spesifikasi ini mencakup baja karbon yang dibuat dalam keadaan dingin dengan dilas dan tanpa kampuh berbentuk bulat. Sisitem pelapisam harus disesuai kan dengan persyaratan kinerja dalam standar ini.2-2000 679 SNI 06-6452-2000 680 SNI 06-6472-2000 Tata Cara Penyiapan Contoh Uji Pencampuran Pembagian Cara Perempatan dan Peng-kondisian Campuran Beraspal di Laboratorium untuk Pengujian Berdasarkan Kinerja Cara uji kadar sulfida dalam air dengan iodometri 681 SNI 06-6875-2002 682 SNI 07-0242. Sistem pelapisan dapat dilakukan di pabrik atau di lapangan. bangunan gedung dan bangunan umum lainnya yang dilas. bujursangkar. atau dalam bentuk jaring kawat baja yang dilas. Sistem pelapisan terdiri dari satu lapisan dasar berupa dua lapisan epoksi. sebagai tulangan beton. dan sambungan yang dipasang di bawah tanah atau atau terendam air. pada kondisi konstruksi normal. ditarik dan digalvanisasi untuk digunakan secara langsung. dipaku keling atau bulat 683 SNI 07-2529-1991 Metode Pengujian Kuat Tarik Baja Beton Tata Cara Pelapisan Epoksi Cair untuk Bagian dalam dan Luar pada Perpipaan air dari Baja 684 SNI 07-6398-2000 685 SNI 07-6401-2000 Spesifikasi Kawat Baja dengan Proses Canay Dingin untuk Tulangan Beton 686 SNI 07-6402-2000 Spesifikasi Tabung Baja Karbon Struktural Berbentuk Bulat dan Lainnya yang Dibentuk Dalam Keadaan Dingin dengan Dilas Tanpa Kampuh . sedangkan untuk pengelasan sambungan dan kerusakan permukaan dilakukan di lapangan. dengan ukuran diameter nominal tidak lebih kecil dari 2. tetapi memenuhi persyaratan standar ini. atau menggunakan pelapis epoksi yang tidak mengandung ter batu bara. Standar ini digunakan untuk menguji sulfida dalam contoh air yang kadarnya lebih besar dari 0. empat persegi atau tabung structural berbentuk khusus untuk konstruksi jembatan. sambungan las. Standar ini mencakup bahan dan persyaratan pelaksanaan pada sisitem pelapisan epoksi cair. bagian khusus.

perubahan kadar air dan perubahan volume (kembang dan susut) yang disebabkan oleh proses pembasahan dan pengeringan berulang pada benda uji campuran tanah semen yang telah mengeras Metode ini mencakup metode uji untuk menentukan indeks kuat tekan-bebas jangka pendek atau tanah yang digraut dengan bahan kimia. jalan kereta api. Tata cara ini digunakan untuk memperoleh sistem pengelolaan sampah di daerah perkotaan Metode ini digunaknan untuk mendapatkan besaran timbulan sampah yang digunakan untuk perencanaan dan pengelolaan sampah 689 SNI 07-6892-2002 690 SNI 12-6423-2000 691 SNI 13-6424-2000 Metode Pengujian Potensi Penyumbatan Sistem Tanah Geotekstil dengan Menggunakan Rasio-Gradien Metode ini digunakan untuk menentukan kelulusan air dan potensi penyumbatan sistem tanah geotekstil dengan kondisi aliran satu arah Metode Pengujian Pengembangan Tanah Indeks 692 SNI 13-6425-2000 693 SNI 13-6427-2000 Metode Pengujian Uji Basah dan Kering Campuran Tanah Semen Dipadatkan 694 SNI 13-6474-2000 Metode Uji Penentuan Indeks Kuat Tekan Bebas dari Tanah yang di Graut dengan Bahan Kimia Tata Cara Penyiapan Benda Uji dari Contoh Agregat Metode Pengujian Kehalusan Semen Portland Metode Pengujian Berat Jenis Semen Portland Spesifikasi Manik-manik Kaca (Glass Bead) Untuk Marka Jalan 695 SNI 13-6717-2002 696 697 698 SNI 15-2530-1991 SNI 15-2531-1991 SNI 15-4839-1998 699 SNI 16-6421-2000 Spesifikasi Standar Termometer 700 SNI 16-6485-2000 Spesifikasi Terak Besi Tanur Tinggi Granular untuk diguna-kan Dalam Beton dan Mortar Metode Penentuan Posisi Titik Perum Menggunakan Dua Buah Sextant Tata Cara Pengelolaan Sampah Perkotaan Teknik 701 702 703 SNI 19-1746-2002 SNI 19-2454-2002 SNI 19-3964-1994 Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan.B. .687 688 SNI 07-6403-2000 SNI 07-6404-2000 Spesifikasi Pelat Baja Karbon dengan Kuat Tarik Rendah dan Medium Spesifikasi Flensa Pipa Baja untuk Penyediaan Air Bersih Ukuran (110366) mm Spesifikasi pagar anyaman kawat baja berlapis seng Spesifikasi ini ditujukan untuk pelat baja karbon struktural bermutu A. Metode ini digunakan untuk menentukan berat isi semen portland. Metode ini digunakan untuk menentukan kelulusan air dan potensi penyumbatan sistem tanah geotekstil dengan kondisi aliran satu arah Metode ini mencakup 3 alternatif metode pengujian laboratorium untuk penentuan besarnya pengembangan atau penurunan tanah kohesif yang relatif tak terganggu atau yang dipadatkan Metode ini digunakan untuk menetapkan suatu indeks potensi pengembangan tanah yang dipadatkan apabila digenangi dengan air suling dan untuk mengontrol variabelvariabel yang mempengaruhi sifat-sifat pengembangan tanah Metode ini meliputi prosedur penentuan kehilangan campuran tanah semen. Spesifikasi ini meliputi berbagai desain anyaman. ditabur atau disemprotkan pada cat marka jalan sehingga mampu memantulkan cahaya. tiga jenis tingkat kekuatan tarik. dan pagar sejenisnya yang mempunyai pola anyaman kawat horisontal dan vertikal atau lilitan yang membentuk pola segi empat terbuka. dan klasifikasi berat pelapisan seng yang sesuai untuk pagar anyaman kawat. Spesifikasi ini mencakup termometer gelas berisi cairan dengan satuan derajat celsius atau fahrenheit yang sering digunakan pada metode pengujian untuk produk minyak bumi juga mencakup termometer skala pembanding yang rentangnya dapat diatur dalam satuan derajat celsius yang disyaratkan dalam metode pengujian Spesifikasi ini meliputi tiga kelas kekuatan terak besi tanur tinggi granular halus sebagai bahan yang bersifat semen untuk digunakan pada beton dan mortar. Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis manik-manik kaca untuk dicampurkan di dalam cat.C dan D Spesifikasi ini mencakup dua tipe flensa yang dapat digunakan saling tukar bila dimensi yang digunakan sesuai standar yang ditentukan Spesifikasi ini mencakup pagar anyaman kawat baja berlapis seng yang digunakan pada tanah pertanian. Metode ini digunakan untuk menentukan posisi titik-titik perum di perairan lepas pantai dan muara sungai. menggunakan aplikasi kendali regangan terhadap beban uji Tata cara ini membahas ketentuan dan cara penyiapan benda uji agregat dari suatu contoh agregat benda uji yang dihasilkan mempunyai sifat sama dengan contohnya Metode ini digunakan untuk menentukan kehalusan semen portland dengan cara penyaringan.

pertanian dan dalam industri pemrosesan Tata cara ini bertujuan untuk menjelaskan metode-metode untuk mengklarifika-sikan maksud dari nilai batas yang disyaratkan. kapur serta produk kapur yang digunakan dalam industri kimia. oksidasi atau asimilasi 712 SNI 19-6407-2000 713 SNI 19-6408-2000 714 SNI 19-6409-2000 Tata Cara Pengambilan Contoh Limbah Tanpa Pemadatan dari Truk 715 SNI 19-6410-2000 Tata Cara Penimbunan Tanah untuk Bidang Resapan pada Pengolahan Air Limbah RT. Metode Pengujian Konsen-trasi Hidrogen Sulfida (H2S) Dalam Udara dengan Alat Spektrofoto-meter. tempat pengiriman dan gudang penyimpanan Tata cara ini meliputi pengambilan contoh uji. pemeriksaan. Pengemasan dan Penandaan Batu Gamping. Metode Pengujian Kandu-ngan Gas Hidrokarbon (HC) di Udara dengan Alat Gas Kromatograp. pengujian ulang. dengan membandingkan nilai observasi atau nilai perhitungan dari sejumlah pengujian terhadap nilai batas yang disyaratkan untuk menentukan kesesuaiannya dengan spesifikasi Tata cara ini mencakup beberapa metode untuk pengambilan contoh limbah dari truk. Pemeriksaan. Tata Cara Pencatatan Pemeliharaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Fasilitas Pengolahan Sampah Metode Pengujian Kepadatan Berat Isi Tanah di Lapangan dengan Balon Karet Metode Pengujian Penguku-ran pH Pasta Tanah-Semen untuk Stabilisasi 716 SNI 19-6411-2000 717 SNI 19-6413-2000 718 SNI 19-6426-2000 719 SNI 19-6447-2000 Metode Pengujian Kinerja Pengolah Lumpur Aktif . Metode Pengujian Kadar NOx diUdara dengan Menggunakan Alat Spektrofotometer Metode Pengujian kandungan Gas O3 di Udara dengan Menggunakan Alat Spektrofotometer.704 SNI 19-3983-1995 Spesifikasi Timbulan Sampah Untuk Kota Kecil dan Sedang di Indonesia Metode Pengujian Kadar Partikel Debu di Udara Secara Gravimetri dengan Menggunakan High Volume Air Sampler (HVS). memperoleh besarnya 710 SNI 19-4845-1998 711 SNI 19-6406-2000 Tata cara ini digunakan untuk pengambilan contoh uji kapur hidrat dari berbagai ban berjalan (konveyor). Metode Pengujian Kandung-an Gas CO di Udara dengan Menggunakan NDIR Tata Cara Pengambilan Contoh Uji Kapur Hidrat Tata Cara Pengambilan Contoh Uji. Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya partikel debu di udara. pengemasan dan penandaan batu gamping. Metode ini digunakan untuk kandungan Gas CO di udara. 705 SNI 19-4840-1998 706 SNI 19-4841-1998 Metode ini digunakan untuk kandungan Gas NOx di Udara Metode ini digunakan untuk kandungan Gas O3 di Udara memperoleh besarnya 707 SNI 19-4842-1998 memperoleh besarnya 708 SNI 19-4843-1998 Metode ini digunakan untuk memperoleh kandungan Gas Hidrokarbon (HC) di Udara besarnya 709 SNI 19-4844-1998 Metode ini digunakan untuk mengukur Kandungan partikulat mengenai pencemaran udara oleh H2S. khusus untuk pengambilan contoh limbah tanpa pemadatan dari tumpukan limbah menggunakan beberapa macam peralatan pengambilan contoh Tata cara ini mencakup bidang perencanaan dan pelaksanaan sistem penimbunan tanah untuk bidang resapan pada pengolahan air limbah rumah tangga Tata cara ini bertujuan untuk memberikan petunjuk bagi pengelola fasilitas pengolah sampah yang bertanggung jawab untuk membuat catatan kondisi kesehatan dan keselamatan para pekerja Metode ini digunakan untuk penentuan kepadatan dan berat isi tanah hasil pemadatan di Lapangan atau lapisan tanah yang teguh menggunakan alat balon karet Metode ini digunakan untuk pengukuran pH pasta tanahsemen untuk mendeteksi keberadaan bahan organik dalam tanah yang dapat mempengaruhi proses hidrasi semen portland Metode ini digunakan untuk memisahkan benda tersuspensi dan benda terlarut yang sukar mengendap menjadi hasil olahan lumpur yang yang mudah mengendap. dengan pencampuran air buangan dan lumpur aktif yang merupakan agregat mikro organik aerobik melalui absorpsi bio-kimia. penolakan. Kapur serta Produk Kapur Tata Cara Penentuan Suku Bilangan yang Signifikan terhadap Nilai Batas yang Dipersyaratkan Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan kriteria perencanaan persampahan untuk kota sedang dan kota kecil di Indonesia.

pengendapan sedimen. serta pemeliharaan program kerja pengerukan dan pembiayaannya Tata cara ini bertujuan untuk menjaga kedalaman semula yang telah mengalami kedangkalan endapan dan dipergunakan dengan alat yang ringan dengan selang waktu beberapa minggu dan paling lama beberapa tahun. Metode Pengujian Untuk Penentuan Kapasitas Jenis Dan Penaksiran Transmisivitas Pada Sumur Uji. sudu penutup tunggal atau ganda dan mempunyai cara kerja engsel atau buka tutup tirai Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya laju sedimentasi waduk. mobilisasi alat. kriteria kinerja dan ketentuan-ketentuan yang harus dilaksanakan dalam sistem udara bertekanan untuk sarana jalan keluar kedap udara Tata cara ini meliputi ketentuan-ketentuan survei dan investigasi untuk keperluan kegiatan pengerukan muara sungai dan pantai yang dilakukan dengan bantuan wahana apung Tata cara ini digunakan untuk memberikan acuan tentang pemilihan jenis kapal keruk yang umum digunakan sesuai dengan persyaratan kemampuan alat dan modelnya. yang mencakup serahan sedimen. kerukan dan kondisi setempat.1-2000 Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 1 : Survei Lokasi dan Investigasi Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 2 : Pertimbangan yang Mem-pengaruhi Pekerjaan Pengerukan 727 SNI 19-6471. pembuatan. Tata Cara Perencanaan Udara Bertekanan untuk Jalan Keluar Kedap Api Sistem Sarana 725 SNI 19-6470-2000 726 SNI 19-6471. Metode ini untuk menentukan angka kapasitas jenis sumur uji dan menaksir angka transmisivitas pada sekitar tempat sumur uji tersebut. manometer yang telah dikalibrasi akan memberikan koreksi terhadap pembacaan/pengukuran yang dilakukan Tata Cara ini mengatur tentang cara evaluasi lapangan untuk sistem peresapan pembuangan limbah air rumah tangga . pengelolaan. 733 SNI 19-6739-2002 .3-2000 Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 3 : Pemilihan Peralatan 729 SNI 19-6471. rancangan. pengendalian sedimen.4-2002 Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 4 : Pelaksanaan dan Pengawasan Metode Uji Kelulusan Air dengan Perumusan Tinggi Tekan Air 730 SNI 19-6473-2000 731 SNI 19-6718-2002 Spesifikasi Damper Kebakaran 732 SNI 19-6738-2002 Metode Perhitungan Debit Andal Air Sungai Dgn Analisis Lengkung Kekerapan. kinerja pengujian dan penandaan damper kebakaran yang dapat berbentuk persegi atau bulat.2-2000 728 SNI 19-6471. serta pemeliharaan program kerja pengerukan dan pembiayaannya Tata cara ini digunakan untuk memberikan acuan tentang pemilihan jenis kapal keruk yang umumnya digunakan sesuai dengan persyaratan kemampuan alat dan metodenya. pengaruh sekunder Tata cara ini meliputi petunjuk pelaksanaan dalam melakukan kalibrasi alat pengukur tekanan (manometer) jenis Bourdon. 721 SNI 19-6457-2000 Metode Dasar Pengukuran Tubuh Manusia untuk Rancangan Teknologi 722 SNI 19-6459-2000 Tata Cara Pengontrolan Sedi-mentasi pada Waduk 723 SNI 19-6463-2000 Tata Cara Kalibrasi Manome-ter Bourdon dengan Alat Dead Weight Tester 724 SNI 19-6466-2000 Tata Cara Evaluasi Lapangan untuk Sistem Peresapan Pembuangan Air Limbah RT. mobilisasi alat keruk dan kondisi setempat. Hal ini dibutuhkan untuk menentukan pengertiannya pada desain geometri untuk tempat-tempat manusia bekerja dan tinggal Tata cara ini menguraikan segi-segi utama tentang pengendalian sedimentasi pada waktu berhubungan dengan desain bendungan.720 SNI 19-6449-2000 Metode Pengujian Koagulasi Flokulasi dengan Cara jar Metode ini digunakan untuk mengevaluasi pengolahan dalam rangka mengurangi bahan-bahan terlarut. pemeliharaan bendungan. koloid dan yang tidak dapat mengendap dalam air dengan memakai bahan kimia dalam proses koagulasi flokulasi yang dilanjutkan dengan pengendapan secara gravitasi Metode ini meliputi suatu desteripsi ukuran-ukuran anthropometri yang dapat dipakai sebagai dasar pembandingan berbagai kelompok populasi. Tata cara ini mencakup tujuan. Metode ini meliputi petunjuk pelaksanaan praktis dalam melakukan pengujian kelulusan air dengan cara penurunan tinggi tekan air yang dilakukan di Laboratorium sehingga nilai kelulusan air (k) contoh tanah yang diuji dapat diketahui Spesifikasi ini memuat persyaratan bahan.

Tata cara ini digunakan untuk meren-canakan suatu unit paket Instalasi Penjernihan Air yang optimal Tata cara ini digunakan untuk peng-operasian dan pemeliharaan unit paket IPA agar diperoleh kontinuitas. cara pengerjaan. Penentuan sifat hidraulik yaitu transmisivitas T dan koefisien kandungan S dari akuifer tertekan tunggal. yang tersusun dari batuan atau media berbutir yang tak padu dan bersifat menerus. Tata cara ini memuat persyaratan yang harus dipenuhi sistem pemadam api dengan bahan HFC .01 Mpa dan 0.wasan pelaksanaan pemasangan unit Instalasi Penjernihan Air yang sesuai dengan perencanaan Metode ini digunakan untuk menentukan mutu dari Paket Unit Instalasi Penjernihan Air Cara pengujian ini pada sambungan fiting berulir dan pipa PE bertekanan dengan diameter nominal maksimal 63 mm dilaksanakan dua tahap yang berbeda antara tekanan external dan internal 0. medium density (MDPE). dan laporan. kualitas dan kuantitas air hasil olahan yang sesuai dengan perencanaan Tata cara ini digunakan untuk penga. Metode Pengujian Sifat Hidraulik Akuifer Dengan Cara Theis. cara pemilihan. Metode Pengujian Untuk Penentuan Transmisivitas Akuifer Tertekan Dengan Cara Uji Kolom Air. dan high density (HDPE) dengan uji rendam maupun uji oven dan menetapkan nilai maksimum perubahan panjang untuk semua pipa polietilena. Pemilihan metode penentuan sifat hidraulik dari akuifer (yakni transmisivitas T dan koefisien kandungan S) dengan memakai data uji pemompaan dan data uji kolom air di lapangan. Metode ini mencakup : Cara pengujian menentukan densitas referensi pipa PE serta sambungannya yang mengandung anti oksida atau stabiliser.227 ea (FM200) yang digunakan pada ruang tertutup bangunan gedung dan berlaku untuk sistem catu tunggal dan sistem catu terdistribusi Spesifikasi ini berisikan penjelasan mengenai persyaratan teknis dari unit Paket Instalasi Penjernihan Air dengan sistem konvensional. Tata Cara Pengawasan Pemasangan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air Metode Pengujian Kinerja Unit Paket Instalasi Penjernihan Air Kapasitas di Bawah 5 Liter per Detik Metode Pengujian Tekanan Internal Rendah Sambun-gan Mekanik Pipa Polietilena (PE) 743 744 SNI 19-6774-2002 SNI 19-6775-2002 745 SNI 19-6776-2002 746 SNI 19-6777-2002 747 SNI 19-6778-2002 748 SNI 19-6779-2002 Metode Pengujian Perubahan Panjang Pipa Polietilena (PE) 749 SNI 19-6780-2002 Metode Penentuan Densitas Referensi Polietilena (PE) Hitam dan PE tidak berwarna pada Pipa PE dan Sambungan . 739 740 741 SNI 19-6745-2002 SNI 19-6746-2002 SNI 19-6772-2002 Metode Penentuan Posisi Titik Perum Menggunakan Dua Buah Sextant. dan laporan. Metode Pengujian Kolom Air Di Lapangan Untuk Penentuan SifatSifat Hidraulik Akuifer. Tata Cara Perencanaan Sistem Pemadam Api FM 200 (hfc-227ea) 742 SNI 19-6773-2002 Spesifikasi Unit Paket Instalasi Penjernihan Air Sistem Konvensional Dengan Struktur Baja Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air Tata Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air Kapasitas 5 Liter/detik Ke atas. juga dengan penambahan karbon hitam serta menentukan densitas nominal.08 Mpa minimal 1 jam tidak bocor Met Periode ini mencakup : Menentukan perubahan panjang dari pipa polietilena baik low density (LDPE). Tata cara ini meliputi ketentuan. Metode ini membahas prosedur analitis untuk penentuan transmi-sivitas akuifer tertekan dengan cara pemulihan theis (dari data pemulihan muka air sebagai akibat pemompaan atau injeksi yang berlaju tetap) Metode ini membahas penentuan transmisivitas akuifer tertekan akibat suatu perubahan muka air di dalam sumur secara tiba-tiba Metode ini membahas Prosedur Lapangan untuk melakukan pengujian kolom air serta sifat hidraulik akuifer yang ada hubungannya dengan prosedur analitis Standar ini meliputi ketentua. 735 SNI 19-6741-2002 736 SNI 19-6742-2002 737 SNI 19-6743-2002 738 SNI 19-6744-2002 Tata Cara Pemilihan Metode Uji Sifat Hidraulik Akuifer Dengan Teknik Sumur. Metode Penentuan Posisi Titik Perum Menggunakan Tris-ponder.734 SNI 19-6740-2002 Metode Pengujian Untuk Penentuan Transmisivitas Akuifer Tertekan Dengan Cara Pemulihan Theis. Metode ini digunakan untuk memperoleh data kedalaman dan informasi tentang konfigurasi dasar perairan Metode ini digunakan untuk menentukan posisi titik-titik perum di perairan lepas pantai dan muara sungai. dengan cara analisis Jacob (yang merupakan modifikasi dari cara Theis) terhadap data uji pemompaan atau data uji penginjeksian di lapangan.

dan atau keduanya serta media filter dalam memisahkan padatan terlarut dan koloid dari air baku dan air limbah 753 SNI 19-6784-2002 754 SNI 19-6786-2002 Spesifikasi Simbol Gambar Sistem Penyediaan Air dan Sistem Drainase di dalam Tanah Spesifikasi ini menetapkan simbol-simbol gambar untuk saluran-saluran perpipaan dan parit termasuk simbolsimbol bagian dan peralatan yang dibuat dipabrik untuk dipergunakan pada gambar dan perencanaan sistem penyediaan air dan sistem drainase. Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan lapis pondasi jalan menggunakan batu pecah yang memenuhi syarat sebagai lapis pondasi 755 SNI 19-6878-2002 Metode uji tingkat kebisingan jalan L10 dan Leg 756 SNI03-2853-1992 Tata Cara Pelaksanaan Lapis Pondasi Jalan dengan Batu Pecah . untuk setiap ukuran diameter filter lebih besar dari 100 mm. Metode ini digunakan untuk menentukan efektifitas flokulasi atau koagulasi. Untuk suatu gambar yang lebih detail. Semua perpipaan baru harus didesinfeksi sebelum dipasang Metode ini meliputi prosedur yang digunakan untuk melaksanakan prakiraan tekanan dalam rangkaian koagulasi flokulasi filtrasi air baku dan air limbah dalam pipa yang bertekanan. Tata cara ini mencakup cara pemasangan perpipaan besi daktail dan perlengkapannya untuk pelayanan air bersih Standar ini meliputi prosedur untuk desinfeksi pipa PVC yang baru dan yang perlu diperbaiki.750 SNI 19-6781-2002 Metode Pengujian Kehilangan Tekanan pada Sistem Sambungan Mekanik Pipa Polietilena (PE) 751 752 SNI 19-6782-2002 SNI 19-6783-2002 Tata Cara Pemasangan Perpipaan Besi Daktil dan Perlengkapannya Spesifikasi Desinfeksi Perpipaan Air Bersih Metode Pengujian Koagulasi Flokulasi dan Filtrasi Bertekanan Metode Pengujian ini mencakup tentang : Cara pengujian turunnya tekanan pada sistem pengembangan pipa PE secara mekanik dan persyaratan kehilangan tekanan maksimum yang diperbolehkan pada sistem sambungan Pipa PE. yang mengandung padatan terlarut relatif rendah ( 30mg/l). Metode uji ini menjelaskan suatu prosedur untuk penentuan tingkat kebisingan L10 dan Leg jalan secara langsung dengan alat SLM yang memenuhi standar ANSI tipe 2. simbol-simbol dasar ini dapat dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang disyaratkan dalam satu sistem simbol-simbol yang lebih rinci pada penggambaran atau pada penjelasan yang diuraikan secara terpisah simbol-simbol digambarkan pada potongan-potongan galian dan elevasi.