MAKALAH AKUNTANSI PEMERINTAHAN “LAPORAN ARUS KAS”

Disusun Oleh Kelompok 4: 1. M. Adhiatmaja Fredyra Pangastika 2. Precilia Prima Queena 12030112220061 12030112220044

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI UNIVERSITAS DIPONEGORO 2013

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL PERNYATAAN NO. 03 LAPORAN ARUS KAS

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar akuntansi Pemerintahan, pasal 4 ayat (1) Pemerintah menerapkan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis Akrual. SAP Berbasis Akrual adalah SAP yang mengakui pendapatan, beban, aset, utang, dan ekuitas dalam pelaporan finansial berbasis akrual, serta mengakui pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam pelaporan pelaksanaan anggaran berdasarkan basis yang ditetapkan dalam APBN/APBD. SAP berbasis akrual tercantum dalam Lampiran I PP 71 Tahun 2010. Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual paragraf 60 menyatakan bahwa Laporan keuangan pemerintah terdiri dari laporan pelaksanaan anggaran (budgetary reports), laporan finansial, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan pelaksanaan anggaran terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih. Laporan finansial terdiri dari Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Laporan Arus Kas. CaLK merupakan laporan yang merinci atau menjelaskan lebih lanjut atas pos-pos laporan pelaksanaan anggaran maupun laporan finansial dan merupakan laporan yang tidak terpisahkan dari laporan pelaksanaan anggaran maupun laporan finansial.

1. PENDAHULUAN A. Tujuan Tujuan Pernyataan Standar Laporan Arus Kas adalah mengatur penyajian laporan arus kas yang memberikan informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas suatu entitas pelaporan dengan mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris selama satu periode akuntansi. Informasi ini bertujuan untuk pertanggungjawaban dan

pengambilan keputusan.

B. Ruang Lingkup Pemerintah pusat dan daerah yang menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan basis akuntansi akrual wajib menyusun laporan arus kas sesuai dengan standar ini untuk setiap periode penyajian laporan keuangan sebagai salah satu komponen laporan keuangan pokok. Hal ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan kecuali perusahaan negara/daerah.

C. Manfaat Informasi Arus Kas Informasi arus kas berguna sebagai:  indikator jumlah arus kas di masa yang akan datang, serta berguna untuk menilai kecermatan atas taksiran arus kas yang dibuat sebelumnya.  alat pertanggunjawaban arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan. jika dikaitkan dengan laporan keuangan lainnya, laporan arus kas memberikan informasi kepada pengguna informasi dalam

mengevaluasi perubahan ekuitas suatu entitas pelaporan dan struktur keuangan pemerintah.

2. DEFINISI  Aset Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.

 Aktivitas pendanaan Aktivitas pendanaan adalah aktivitas penerimaan kas yang perlu dibayar kembali dan/atau penerimaan kas yang akan diterima kembali yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan komposisi utang dan piutang jangka panjang.  Aktivitas operasi aktivitas operasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk kegiatan operasional pemerintah selama satu periode akuntansi. Arus Kas Arus Kas adalah arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas pada Bendahara Umum Negara/Daerah.  Aktivitas transitoris Aktivitas transitoris adalah aktivitas penerimaan atau pengeluaran kas yang tidak termasuk dalam aktivitas operasi.  Aktivitas non anggaran Aktivitas non anggaran adalah penerimaan atau pengeluaran kas yang tidak mempengaruhi anggaran pendapatan.  Beban .  Basis akrual Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi. tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. pendanaan. dan pembiayaan pemerintah.  Aktivitas investasi aktivitas investasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk perolehan dan pelepasan aset tetap serta investasi lainnya yang tidak termasuk dalam setara kas. dan investasi. transfer. belanja.

 Kas Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan.  Entitas pelaporan Entitas pelaporan adalah unit pemerintah yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi atau entitas pelaporan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitas yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.  Dana cadangan Dana cadangan adalah dana yang disisihkan untuk menampung kebutuhan yang memerlukan dana relatif cukup besar yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun anggaran.  Ekuitas Ekuitas adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah.  Kas daerah Kas daerah adalah tempat penyimpana uang daerah yang ditentukan oleh Gubernur/Bupati/Walikota untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh pengeluaran daerah.  Kas negara Kas negara adalah tempat penyimpana uang Negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum .  Beban transfer Beban transfer adalah beban berupa pengeluaran uang atau kewajiban untuk mengeluarkan uang dari entitas pelaporan kepada suatu entitas pelaporan lain yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.

penangguhan (deferral) atau pengakuan .  Metode langsung Metode langsung adalah metode penyajian arus kas dimana pengelompokan utama penerimaan dan pengeluaran kas bruto harus diungkapkan.  Metode ekuitas Metode ekuitas adalah suatu metode akuntansi yang mencatat nilai investasi awal berdasarkan harga perolehan.  Kemitraan Kemitraan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih yang mempunyai komitmen untuk melaksanakan kegiatan yang dikendalikan bersama dengan menggunakan aset dan atau hak usaha yang dimiliki. Nilai investasi tersebut kemudian disesuaikan dengan perubahan bagian investor atas kekayaan bersih/ekuitas dari badan usaha penerima investasi (investee) yang terjadi sesudah perolehan awal investasi.  Metode biaya Metode biaya adalah suatu metode akuntansi yang mencatat nilai investasi berdasarkan harga perolehan.Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara.  Metode tidak langsung Metode tidak langsung adalah metode penyajian laporan arus kas dimana surplus atau defisit disesuaikan dengan transaksi-transaksi operasional nonkas.  Mata uang pelaporan Mata uang pelaporan adalah mata uang rupiah yang digunakan dalam menyajikan laporan keuangan. Mata uang asing Mata uang asing adalah mata uang selain mata uang pelaporan entitas.   Kurs Kurs adalah rasio pertukaran dua mata uang.

serta unsur penerimaan dan pengeluaran dalam bentuk kas yang berkaitan dengan aktivitas investasi dan pendanaan.  Periode akuntansi Periode akuntasi adalah periode pertanggungjawaban keuangan entitas pelaporan yang periodenya sama dengan periode tahun anggaran.  Perusahaan negara/daerah Perusahaan negara/daerah adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh pemerintah pusat/daerah.  Pengeluaran kas Pengeluaran kas adalah semua aliran kas yang keluar dari Bendahara Umum Negara/Daerah.(accrual) penerimaan kas atau pembayaran yang lalu/yang akan datang.  Pendapatan-LO Pendapatan-LO adalah hak pemerintah yang diakui sebagai penambah ekuitas dalam periode pelaporan yang bersangkutan.  Tanggal pelaporan Tanggal pelaporan adalah tanggal hari terakhir dari suatu periode pelaporan.  Penerimaan kas Penerimaan kas adalah semua aliran kas yang masuk ke Bendahara Umum Negara/Daerah.  Pos luar biasa .  Pendapatan transfer Pendapatan transfer adalah pendapatan berupa penerimaan uang atau hak untuk menerima uang oleh entitas pelaporan dari suatu entitas pelaporan lain yang diwajibkan oleh peraturan perundangundangan.  Setara kas Setara kas adalah investasi jangka pendek yang sangat liquid yang siap dijabarkan menjadi kas serta bebas dari resiko perubahan nilai yang signifikan.

Pemerintah daerah. Pemerintah pusat. KAS DAN SETARA KAS Setara kas pemerintah ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kas jangka pendek atau untuk tujuan lainnya. tidak diharapkan sering atau rutin terjadi. d. Satuan organisasi di lingkungan pemerintahan pusat/daerah atau organisasi lainnya. dan transitoris memberikan informasi yang memungknkan para pengguna laporan untuk menilai pengaruh dari aktivitas tersebut terhadap posisi kas dan setara kas pemerintah. b. misalnya transaksi pelunasan utang yang terdiri dari pelunasan pokok utang dan bunga utang. pendanaan. Masing-masing kementerian negara atau lembaga di lingkungan pemerintah pusat. Entitas pelaporan yang wajib menyusun dan menyajikan laporan arus kas adalah unit organisasi yang mempunyai fungsi perbendaharaan umum. 5. investasi. dan berada di luar kendali atau pengaruh entitas bersangkutan. Untuk memenuhi persyaratan setara kas. investasi jangka pendek harus segera diubah menjadi kas dalam jumlah yang dapat diketahui tanpa ada risiko perubahan nilai yang signifikan. Satu transaksi tertentu dapat mempengaruhi arus kas dari beberapa aktivitas. Entitas laporan dimaksud terdiri dari: a. c. ENTITAS PELAPORAN ARUS KAS Entitas pelaporan adalah unit pemerintah yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan. PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS Klasifikasi arus kas menurut aktivitas operasi.Pos luar biasa adalah pendapatan luar biasa atau beban luar biasa yang terjadi karena kejadian atau transaksi yang bukan merupakan operasi biasa. 4. 3. Dalam hal entitas .

bersangkatan masih membukukan penerimaan dan pengeluaran dalam buku kas berdasarkan akun pelaksanaan anggaran maka laporan arus kas dapat disajikan dengan mengacu pada akun-akun pelaksanaan anggaran tersebut. belanja. investasi aset non keuangan. A. transfer. dan transaksi non anggaran yang di dalam Laporan Arus Kas dikelompokkan menjadi aktivitas operasi. pembiayaan. pembiayaan. Yang dimaksud dengan akun-akun pelaksanaan anggaran adalah akun yang berhubungan dengan pendapatan. Aktivitas Investasi 1) Arus masuk kas dari aktivitas investasi terdiri dari:    Penjualan Aset Tetap Penjualan Aset lainnya Pencairan Dana cadangan . dan non anggaran. Aktivitas Operasi 1) Arus masuk kas dari aktivitas operasi diperoleh dari:               Penerimaan Perpajakan Penerimaan Negara Bukan Pajak Penerimaan Hibah Penerimaan Bagian Laba perusahaan negara/daerah dan Investasi lainnya Penerimaan lain-lain/penerimaan dari pendapatan luar biasa Penerimaan Transfer 2) Arus keluar kas dari aktivitas operasi digunakan untuk: Pembayaran Pegawai Pembayaran Barang Pembayaran Bunga Pembayaran Subsidi Pembayaran Hibah Pembayaran Bantuan Sosial Pembayaran lain-lain/kejadian luar biasa Pembayaran Transfer B.

Aktivitas Transitoris Arus masuk kas dari aktivitas transitoris meliputi penerimaan PFK dan penerimaan transitoris seperti kiriman uang masuk dan penerimaan kembali uang persediaan dari bendahara pengeluaran.       Penerimaan dari Divestasi Penjualan Investasi dalam bentuk sekuritas 2) Arus keluar kas dari aktivitas investasi terdiri dari: Perolehan Aset tetap Perolehan Aset lainnya Pembentukan Dana cadangan Pernyertaan Modal pemerintah Pembelian Investasi dalam bentuk sekuritas C. . Aktivitas Pendanaan 1) Arus masuk kas dari aktivitas pendanaan:     Penerimaan utang luar negeri Penerimaan dari utang obligasi Penerimaan kembali pinjaman kepada pemerintah daerah Penerimaan kembali pinjaman kepada perusahaan negara 2) Arus keluar kas dari aktivitas pendanaan:     Pembayaran pokok utang luar negeri Pembayaran pokok utang obligasi Pengeluaran kas untuk dipinjamkan kepada pemerintah daerah Pengeluaran kas untuk dipinjamkan kepada perusahaan negara D. Arus keluar kas dari aktivitas transitoris meliputi pengeluaran PFK dan pengeluaran transitoris seperti kiriman uang keluar dan pemberian uang persediaan kepada bendahara pengeluaran.

b) Lebih mudah dipahami oleh pengguna laporan. PELAPORAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI.6. Entitas pelaporan pemerintah pusat/daerah sebaiknya menggunakan metode langsung dalam melaporkan arus kas dari aktivitas operasi. serta unsur penerimaan dan pengeluaran dalam bentuk kas yang berkaitan dengan aktivitas investasi dan pendanaan. 7. INVESTASI. PELAPORAN ARUS KAS ATAS DASAR ARUS KAS BERSIH Arus kas yang timbul dari aktivitas operasi dapat dilaporkan atas dasar arus kas bersih dalam hal: a) Penerimaan dan pengeluaran kas untuk kepentingan penerimaan manfaat arus kas tersebut lebih mencerminkan aktivitas pihak lain daripada aktivitas pemerintah. PENDANAAN. surplus atau defisit disesuaikan dengan transaksi-transaksi operasional nonkas. Keuntungan penggunaan metode langsung adalah sebagai berikut: a) Menyediakan informasi yang lebih baik untuk mengestimasikan arus kas di masa yang akan datang. . penangguhan (deferral) atau pengakuan (accrual) penerimaan kas atau pembayaran yang lalu/yang akan datang. DAN TRANSITORIS Entitas pelaporan dapat menyajikan arus kas dari aktivitas operasi dengan cara: a) Metode Langsung Metode ini mengungkapkan pengelompokan utama penerimaan dan pengeluaran kas bruto. c) Data tentang kelompok penerimaan dan pengeluaran kas bruto dapat langsung diperoleh dari catatan akuntansi. b) Metode Tak Langsung Dalam metode ini.

BUNGA DAN BAGIAN LABA Arus kas dari transaksi penerimaan pendapatan bunga dan pengeluaran beban untuk pembayaran bunga pinjaman serta penerimaan pendapatan dari bagian laba peruasahaan negara/daerah harus diungkapkan secara terpisah. Jumlah penerimaan pendapatan bagian laba perusahaan yang dilaporkan dalam arus kas aktivitas operasi adalah jumlah kas yang benar-benar diterima dari bagian laba perusahaan pada periode akuntansi akuntansi yang bersangkutan. ARUS KAS MATA UANG ASING Arus kas yang timbul dari transaksi mata uang asing harus dibuktikan dengan menggunakan mata uang rupiah dengan menjabarkan mata uang asing tersebut ke dalam mata uang rupiah berdasarkan kurs pada tanggal transaksi. 8. Jumlah penerimaan pendapatan bunga yang dilaporkan dalam arus kas aktivitas operasi adalah jumlah kas yang benar-benar diterima dari pendapatan bunga pada periode akuntansi akuntansi yang bersangkutan. volume transaksi banyak. 9. dan jangka waktunya singkat. Arus kas yang timbul dari aktivitas entitas pelaporan di luar negeri harus dijabarkan ke dalam mata uang rupiah berdasarkan kurs pada tanggal transaksi. Jumlah pengeluaran beban pembayaran bunga yang dilaporkan dalam arus kas aktivitas operasi adalah jumlah pengeluaran kas untuk pembayaran bunga pada periode akuntansi akuntansi yang bersangkutan.b) Penerimaan dan pengeluaran kas untuk transaksi-transaksi yang perputarannya cepat. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasikan akibat perubahan kurs mata uang asing tidak akan mempengaruhi arus kas. .

investasi. Entitas melaporkan pengeluaran investasi jangka panjang dalam perusahaan negara/daerah dan kemitraan dalam arus kas aktivitas investasi. Entitas mengungkapkan seluruh perolehan dan pelepasan perusahaan negara/daerah dan unit operasi lainnya selama satu periode. b) Bagian dari harga pembelian atau pelepasan yang dibayarkan dengan kas dan setara kas. Hal-hal yang diungkapkan adalah: a) Jumlah harga pembelian atau pelepasan. 11. PENGUNGKAPAN LAINNYA . KOMPONEN KAS DAN SETARA KAS Entitas pelaporan mengungkapkan komponen kas dan setara kas dalam laporan arus kas yang jumlahnya sama dengan pos terkait di neraca. dan d) Jumlah aset dan utang selain kas dan setara kas yang diakui oleh perusahaan negara/daerah dan unit operasi lainnya yang diperoleh atau dilepas. 12. Arus kas yang berasal dari perolehan dan pelepasan perusahaan negara/daerah dan unit operasi lainnya harus disajikan secara terpisah dalam aktivitas investasi. dan pendanaan yang tidak mengakibatkan penerimaan atau pengeluaran kas dan setara kas tidak dilaporkan dalam laporan arus kas. PEROLEHAN DAN PELEPASAN INVESTASI PEMERINTAH DALAM PERUSAHAAN NEGARA/DAERAH/KEMITRAAN DAN UNIT OPERASI LAINNYA Investasi pemerintah dalam perusahaan negara/daerah dan kemitraan dicatat sebesar nilai kas yang dikeluarkan.10. transaksi tersebut harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. 13. TRANSAKSI BUKAN KAS Transaksi operasi. c) Jumlah kas dan setara kas pada perusahaan negara/daerah dan unit operasi lainnya yang diperoleh atau dilepas.

14.Entitas pelaporan mengungkapkan jumlah saldo kas dan setara kas yang signifikan yang tidak boleh digunakan oleh entitas. Hal ini dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan. . TANGGAL EFEKTIF Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan atas pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran mulai Tahun Anggaran 2010.

000. Dibayar gaji dan tunjangan Rp.00 dengan LS g.000.000. SKPD X membeli obat-obatan (5.000. Beban penyusutan tahun 2011 ditetapkan sebesar Rp 50.00 telah disetorkan langsung ke Kas Daerah d.200.2.00 3. SKPD X dibentuk pada akhir tahun 2011 dan menempati sebidang tanah dan bangunan yang didalamnya telah diisi dengan peralatan dan mesin yang lengkap. Realisasi belanja barang dan jasa untuk ATK yang dibayar secara LS sebesar Rp20.2.00 c.000 dengan SP2D LS (abaikan pajak) j.000.000.3.01) senilai Rp800. Rekening listrik bulan Desember 2011 Rp 5. 2. Selanjutnya dalam Tahun 2012 telah terjadi transaksi yang disajikan dalam Tabel 1 berikut ini.2. Bendahara Pengeluaran menyetorkan sisa UP Rp4.000.000. Menurut dokumen pembelian.03.000. SKPD X membeli Alat Tulis Kantor (5. Persediaan ATK per akhir tahun Rp.120.04) senilai Rp13.00 dan dibayar dengan SP2D LS i.500.000. Bendahara pengeluaran menerima SP2D Uang Persediaan(UP) sebesar Rp5.000.000.000.02.000.20.000.150.100.00 2.000.000. SKPD X menerima pendapatan retribusi yang tidak diterbitkan Surat Ketetapan retribusi sebesar Rp 80.01.00 e.00.2. harga perolehan tanah sebesar Rp1.000.000.000.000.000. Setoran retribusi yang sudah di-SKP-kan sebesar Rp. Bendahara Penerimaan menyetorkan uang ke Kasda Rp80.Data untuk simulasi akuntansi berbasis akrual Berikut ini diberikan data yang ada di Pemda XYZ yaituSKPD X yang mulai ada kegiatan pada tanggal 1 Januari 2012. SKPD X membeli mobil ambulan (5.00 Kondisi akhir tahun: 1.00 dan persediaan obat-obatan Rp 500.000.000. Surat Ketetapan Retribusi yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp.00 serta peralatan dan mesin Rp300.000 berdasarkan SP2D-LS Belanja Barang dan Jasa k. bangunan Rp.300.00 .00 f.00 b.00 dan dibayar dengan UP h.10) yang dilengkapi dengan alat kesehatan untuk keperluan darurat senilai Rp275.000.000.2.000.000.00. a.000.000.

000 4.000 150.000 600.0.000 800.000.500.0. 131-Tanah Kantor 133-Bangunan Kantor 132-Peralatan dan mesin Akun Debit 1.000. Unit Akuntansi yang pertama bertanggung jawab untuk menyusun Laporan Operasional.200.124.000. f.0.0-RK-PPKD 111-Kas di Bendahara Penerimaan 911-Beban Gaji dan Tunjangan 0.000 Kredit 3.000 800.000.000 5.000 4.000 20.0-RK-PPKD 115-Piutang Retribusi 111-Kas di Bendahara Penerimaan 811.000 275.Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Penulis mengusulkan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dibentuk dua unit akuntansi.000. m.300.000 600.0-RK-PPKD 921-1-Beban Barang-ATK 111-Kas di Bendahara Pengeluaran 921-2-Belanja Barang dan Jasa-Obat obatan 0.000 120.0-RK-PPKD 921-1-Beban Barang-ATK 0.0. c.000 20.000.000 50. k.000.124.000 120.000.0-RK-PPKD 111-Kas di Bendahara Pengeluaran 117-Persediaan 921-1-Beban Barang-ATK 922-1-Beban jasa 219.300.0.000 4.000.000 80. g.Kedua .000.000 4. d.000.300.000 13.000 5.0.000 50.000.000 2.000. h.000. i. Laporan Perubahan Ekuitas Neraca serta Laporan Arus Kas.Tgl a.09-Pendapatan Retribusi Pelayanan Kesehatan 0. 311-Ekuitas Dana-Diinvestasikan Dalam Aset Tetap 111-Kas di Bendahara Pengeluaran 0.000 80. Unit akuntansi ini disebut Unit Akuntansi Finansial Unit akuntansi kedua bertanggung jawab menyusun Laporan Realisasi Anggaran yang menurut penulis dapat disebut Unit Akuntansi Pelaksanaan Anggaran.000 80.0-RK-PPKD 115-Piutang Retribusi 811. e.400. n.09-Pendapatan Retribusi Pelayanan Kesehatan 0.000.000 5.000 b.Utang Beban Barang dan Jasa 991-Beban Penyusutan Aset Tetap 137.0.000 20.000.000 20.000 275.200.000.000. j.000 80.000.400. l.000 5.000.000 300. o.0.000.000 150.000.0-RK-PPKD 0.000.000 13.0-RK-PPKD 132-Peralatan dan mesin 0.500.000.

600.714.300.000 1.000 5.300.000.000.000 20.000 2.714.000. akun ekuitas.000 Kredit 0 0 0 0 0 0 0 50.000 Tabel 3 : Neraca Saldo Unit Akuntansi Finansial Ekuitas .200.000 230.000.000.000 0 0 0 0 0 3.000.300.300.09-Pendapatan Retribusi Pelayanan Kesehatan 911-Beban Gaji dan Tunjangan 921-1-Beban Barang-ATK 921-2-Belanja Barang dan Jasa-Obat obatan 922-1-Beban jasa 991-Beban Penyusutan Aset Tetap Debit 0 0 30. transaksi selama tahun berjalan serta data penyesuaian pada akhir tahun. unit akuntansi ini akan membuat jurnal atas saldo awal.0-RK-PPKD 811.000. akun kewajiban. Berdasarkan data di atas.000 3.000 129.Akumulasi Penyusutan Aset Tetap 219.000 575.000 3.000 50. Akun 111-Kas di Bendahara Penerimaan 111-Kas di Bendahara Pengeluaran 115-Piutang Retribusi 117-Persediaan 131-Tanah Kantor 133-Bangunan Kantor 132-Peralatan dan mesin 137.000.Utang Beban Barang dan Jasa 311-Ekuitas Dana-Diinvestasikan Dalam Aset Tetap 0. Jurnal yang dibuat oleh Unit Akuntansi Finansial tampak pada Tabel 2 sebagai berikut : Jika jurnal tersebut diposting ke buku besar dan selanjutnya disusun neraca saldo maka neraca saldo tersebut akan tampak pada Tabel 3 berikut.000.000 600. akun pendapatan LO serta akun beban LO.500.000 13.000 5.000. Unit Akuntansi Finansial Unit akuntansi ini melakukan menggunakam persamaan dasar akuntansi : Aset + Beban = Kewajiban + Ekuitas Dana dan Pendapatan LO Persamaan tersebut diaplikasikan dengan disiapkan Rekening/akun untuk mendukung sistem akuntansi yaitu akun aset.600.unit akuntansi dapat menggunakan sistem pembukuan ganda (double entry) dalam membangun sistem akuntansinya.0.000 0 0 0 0 0 20.000.

000. dan lain-lain serta ekuitas akhir. Dalam akuntansi double entry.000. kita harus membicarakan terlebih dahulu persamaan akuntansi yang berbunyi “Aset = Kewajiban + Ekuitas”. surplus atau defisit operasional tahun yang bersangkutan.200. Laporan Perubahan serta Neraca Satuan Kerja Perangkat Daerah. Jika jumlah pendapatan lebih besar daripada jumlah beban operasional. PEMERINTAH DAERAH XYZ SKPD X LAPORAN OPERASIONAL UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2012 (DALAM RUPIAH) Pendapatan Retribusi Pelayanan Kesehatan Beban Operasional : Beban Gaji dan Tunjangan Beban Barang-ATK Belanja Barang dan Jasa-Obat obatan Beban jasa Beban Penyusutan 230. maka selisihnya disebut Surplus Operasional. Selanjutnya disusun laporan Perubahan Ekuitas.000 50. Sebaliknya jika Pendapatan Operasional lebih kecil daripada Beban Operasional selisihnya disebut defisit Operasional.000 13. Beban Barang ATK.000 5.000.300.000 Jumlah Beban operasional Surplus (defisit) Operasional Tabel 4 : Laporan Operasional SKPD X Laporan Operasional menyajikan informasi mengenai pendapatan yang diperoleh oleh SKPD selama tahun berjalan. Sebelum kita lebih dalam membahas mengenai ekuitas.000.000 20. Dampak Perubahan Kebijakan/Kesalahan Akuntansi.000 121. Laporan Operasional yang disusun berdasarkan neraca saldo tersebutdalam Tabel 4 di bawah ini. Beban Barang dan Jasa Obatobatan. Beban operasional yang meliputi Beban gaji dan tunjangan.000 20. Beban Jasa serta Beban Penyusutan. namun menurut penulis laporan perubahan ekuitas ini menyajikan informasi mengenai Ekuitas pada awal tahun. jika aset bertambah maka .000.Dari neraca saldo di atas akan disusun Laporan Operasional. Standar Akuntansi Pemerintahan tidak memberi contoh Laporan Perubahan Ekuitas untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah.000 109.500.

makasaldo RK-PPKD tersebut akan ditambahkan ke Ekuitas. SKPD X dapat menyusun Laporan Perubahan Ekuitas sebagaimana nampakdalam Tabel 5 berikut ini. SKPD di satu sisi wajib menyetorkan semua penerimaan kas ke Kas Daerah. dan telah dialihkan ke PPKD sehingga saldo RK-PPKD akan ditambahkan ke Ekuitas. yang menunjukkan aliran kas masuk ke SKPD (diterima dari Kas Daerah).000. maka saldo RK-PPKD tersebut akan dikurangkan ke Ekuitas.000 . Ini artinya penambahan aset karena adanya surplus (LRA)telah dialihkan dari SKPD ke PPKD. Hubungan keuangan antara SKPD dengan Kas Daerah dalam praktik saat ini oleh SKPD dicatat dalam akun “RK-PPKD”.penambahan aset akan diikuti oleh kenaikan kewajiban atau kenaikan ekuitas.421. Hal ini terjadi karena dalam pengelolaan keuangan Negara/daerah. sementara itu jika akun RKPPKD bersaldo debit. Sehubungan dengan itu penulis mengusulkan untuk memasukkan pengaruh kebijakan pengelolaan keuangan negara/daerah ini dalam laporan perubahan ekuitas.000 3. PEMERINTAH DAERAH XYZ SKPD X LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2012 (DALAMRUPIAH) Ekuitas awal tahun Surplus operasional Ekuitas akhir tahun 3300000000 121. Sebaliknya jika rekening RK-PPKD bersaldo kredit penyetoran uang ke Kasda lebih kecil daripada pembayaran yang dilakukan dari Kasda untuk SKPD. Saldo Ekuitas pada Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) tidak hanya dipengaruhi oleh surplus atau defisit operasional.000.yang artinya terjadi defisit. Saldo debit akun “RK-PPKD” mencerminkan bahwa SKPD yang bersangkutan lebih banyak menyetor Kas ke Kasda dibanding SKPD kas yang diterima dari Kasda. Di sisi lain beban yang dikeluarkan oleh SKPD didanai dari Kas Daerah dan pada akhir tahun semua uang kas yang ada di SKPD harus disetorkan ke Kas Daerah. saldo akun RK-PPKD jika bersaldo kredit. Konkritnya. oleh karena itu saldo ekuitas harus dikurangi. Setelah disusun Laporan Operasional sebagaimana terlihat di atas. yang menunjukkan aliran kas keluar dari SKPD (disetorkan ke Kas Daerah).

000 129.421.000.550.000 -50.Saldo RK-PPKD Total ekuitas (3.000.000.600.000.300. Dengan demikian jika pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran telah . maka ekuitas dana SKPD X menjadi Rp3.300.000. Namun karena semua penerimaan dan pengeluaran anggaran harus melalui Kas Umum Daerah.000 575.555.000.000) Total kewaiban dan ekuitas 30.000.000 3.000 Tabel : 6 Neraca SKPD X Perlakuan di atas juga sesuai dengan SE-BAKD-316 bahwa saldo akun RK-PPKD dilaporkan sebagai bagian dari Ekuitas Dana.421.000.555.Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Nilai Buku Aset Tetap Total Aset Kewajiban Dan Ekuitas Utang Beban Barang dan Jasa .000.000+ 129.000 3.600. Saldo ini tentu harus sama dengan total aset dikurangi dengan kewajiban SKPD X per 31 Desember 2012.300.000 3.300.000. SKPD X menghasilkan surplus sebesar Rp 121.000.00.550.000 30.550.000 3.00 sehingga ekuitas dari SKPD X menjadi Rp3.525. Saldo ekuitas akhir sebesar Rp3.000.Penyajian di atas dimaksudkan untuk menyajikan informasi bahwa sebenarnya secara operasional.000 2.000 5. Menurut penulis akun RK-PPKD merupakan akun pembantu ekuitas yang terkait dengan pelaksanaan anggaran.00 dapat dilihat di neraca SKPD X.Ekuitas Dana .000 3.00 yaitu saldo ekuitas akhir di laporan perubahan ekuitas di atas ditambah saldo kredit rekening RK-PPKD.421.300.000 600.000.Neraca SKPD X per 31 Desember 2012 dapat dilihat dalam Tabel 6 berikut ini.000.600.000.300.575.000.000 1.000 3. PEMERINTAH DAERAH XYZ SKPD X NERACA PER 31 DESEMBER 2012 (DALAM RUPIAH) Aset Lancar : -Piutang Retribusi -Persediaan Jumlah aset lancer Aset Tetap : -Tanah Kantor -Bangunan Kantor -Peralatan dan mesin .000.

Akun pendapatan dan beban saldonya tidak akan menjadi saldo awal tahun berikutnya.000 121.000. PSAP 01 berbasis Akrual (Lampiran I PP 71 tahun 2010) Paragraph 85 mengatakan bahwa Saldo ekuitas di Neraca berasal dari saldo akhir ekuitas pada Laporan Perubahan Ekuitas. paragraph 84Ekuitas adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah pada tanggal laporan. sehingga akun pendapatan dan beban harus dipindahkan ke akun ekuitas sehingga akun Pendapatan dan Beban bersaldo nol. Jurnal penutup yang dibuat akan tampak pada Tabel 7 berikut. Akun Pendapatan Retribusi Pelayanan Kesehatan Beban Gaji dan Tunjangan Beban Barang-ATK Belanja Barang dan Jasa-Obat obatan Beban jasa Beban Penyusutan Ekuitas Dana RK-PPKD Debit 230.300. Dipindahkannya jumlah yang sudah dipertanggungjawabkan ke ekuitas juga agar neraca SKPD menggambarkan adanya hubungan antara jumlah aset yang dikuasai oleh suatu SKPD dengan kewajiban dan ekuitas SKPD yang bersangkutan. Dalam proses penggabungan. Hal ini sesuai dengan PSAP 01 berbasis akrual Lampiran I PP 71 tahun 2010. akun RK-PPKD nanti akan dieliminasi dengan akun RK-SKPD yang ada di laporan keuangan BUD.000 Kredit 20.000 50.000 129.200.000.disetujui oleh Bendahara Umum Daerah.000 5. Paragraf ini terutama memang untuk pelaporan tingkat pemerintah daerah yang laporannya dihasilkan dari penggabungan laporan keuangan dari berbagai SKPD dan BUD (PPKD).000.000 20. maka perlu dilakukan rekonsiliasi antara Unit Akuntansi Finansial dengan Unit Akuntansi Pelaksanaan Anggaran bahkan dengan Bendahara Umum Daerah. jumlah pendapatan dan belanja serta UP dan TUP sudah dipertanggungjawabkan makasaldo akun RK-PPKD harus dikoreksi terhadap akun ekuitas. Untuk mengetahui jumlah yang sudah dipertanggungjawabkan dan untuk keandalan informasi yang dihasilkan.300.000 13.500.000 .000.

Lampiran III angka 3 huruf B terkait dengan pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran diatur bahwa apabila terdapat Tambahan Uang Persediaan (TU) yang tidak digunakan maka uang tersebut harus disetorkan ke Kas Daerah dan surat tanda setoran atas penyetoran itu dilampirkan sebagai lampiran pertanggungjawaban TU.300.300. pasal 127 ayat(1) mengakatakan bahwa semua pendapatan daerah dilaksanakan melalui rekening kas umum daerah Peratuan Pemerintah 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 57 ayat 2 mewajibkan bendahara penerimaan untuk menyetorkan seluruh penerimaannya ke rekening kas Umum Daerah selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) hari kerja. Pertanggungjawaban tersebut dilampiri bukti setor Uang Persediaan. Selanjutnya masih dalam permendagri yang sama pada Lampiran III angka 3 huruf D dikatakan bahwa Pertanggungjawaban fungsional dibuat oleh Bendahara Pengeluaran dan disampaikan kepada PPKD selaku BUD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya.000 359.Ekuitas Dana Jumlah 359. Pertanggungjawaban fungsional bulan terakhir tahun anggaran disampaikan paling lambat hari kerja terakhir bulan tersebut.000 Unit Akuntansi Pelaksanaan Anggaran Pelaksanaan anggaran daerah dilakukan dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa mestinya uang yang . Permendagri 55 Tahun 2008 tentang Tatacara Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara serta Penyampaiannya.Masih dalam Permendagri yang sama. pasal 122 ayat (1) mengatakan bahwa semua penerimaan daerah dan pengeluaran daerah dalam rangka pelaksanaan urusanpemerintahan daerah dikelola dalam APBD.000 Tabel 7 : Jurnal Penutup Unit Akuntansi Finansial 129.pasal 13 ayat 2 mengatakan bahwa semua penerimaan dan pengeluaran daerah dilakukan melalui Rekening Kas Umum Daerah. UU no 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Permendagri 13 Tahun 2006 sebagaimana terakhir diubah dengan Permendagri 21 Tahun 2011.300.

Untuk tujuan konsolidasi laporan keuangan mestinya pemerintah daerah sudah menetapkan peraturan kepala daerah terkait dengan penggunakan akun buku besar.000. Selanjutnya dalam tulisan ini penulis menggunakan pendekatan yang menggunakan akun RKPPKD dan RK-SKPD untuk mencatat transaksi keuangan antara SKPD dengan BUD terkait dengan realisasi anggaran SKPD. Sebagai gantinya SKPD akan menyusun akun buku besar yang banyak dan nama akunnya disesuaikan kebutuhan. Pengaruh dari transaksi ini adalah uang yang ada di Bendahara Pengeluaran bertambah dan RK-PPKD bertambah.000. Pada awal tahunn anggaran SKPD dapat diberikan Uang Persediaan.000 .0.000 0 0 120. Akun 1. Kondisi ideal ini yang melandasi usulan penulis dalam menyusun arsitektur akuntansi di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).01-Pendapatan Retribusi Pelayanan Kesehatan Debit 5000. Persamaan ini nanti akan berkembang manakala ada setoran pendapatan daerah yang diterima oleh bendahara penerimaan sehingga persamaan itu akan menjadi : Kas di Bendahara Penerimaan + Kas di Bendahara Pengeluaran = RK-PPKD + Pendapatan Tentunya SKPD tidak akan menggunakan persamaan akuntansi tersebut.000. RK-PPKD dipandang rekening ekuitas.1. Berdasarkan data di atas unit akuntansi Pelaksanaan Anggaran yang bertanggungjawab untuk menyusun Laporan realisasi Anggaran akan membuat jurnal yang nampak pada Tabel 8 sebagai berikut : Tanggal a.1.0-RK-PPKD 0.1.0.03.000 0 Kredit 0 5. Kondisi ini dapat dituangkan dalam persamaan akuntansi sebagai berikut : Kas di Bendahara Pengeluaran = RK-PPKD.2.ada di Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran harus disetorkan ke Kas Daerah.0.0.0-RK-PPKD 4.0.01-Kas di Bendahara Pengeluaran 0.0.000 120.01.

000.0.0.02.1. maka dilakukan penyesuaian dengan mendebit akun Pendapatan dan mengkredit akun Pendapatan yang ditangguhkan.000 80.2.000 275.01.1.01.1.000 0 0 20.01-Kas di Bendahara Pengeluaran g.000.1.0. 5.0.0.1.000 20.0.0.000 0 4. pencatatan atas penerimaan uang oleh Bendahara Penerimaan menggunakan pendekatan pendapatan yaitu yang dikredit akun “Pendapatan”.04-Belanja Barang dan Jasa-Obat obatan 0.000.01-Kas di Bendahara Penerimaan 4.10-Belanja Modal Ambulance 0.1.000 0 0 800.1.1.000 0 0 20.000 493.0.000 Tabel : 8 Jurnal Unit Akuntansi Pelaksanaan Anggaran Dalam ilustrasi di atas.01.1.0.0-RK-PPKD f.0-RK-PPKD 1.03. maka setiap terjadi penyetoran uang dari Bendahara .2.000 0 275.02.01.0.01-Belanja Barang dan jasa-ATK 1.1.0.2.2. k. 5.0-RK-PPKD j.000.500. 0. 5.000.500.000 80.000.2.000 800. 5. 1.200.02.000 13.03.01-Kas di Bendahara Pengeluaran 4.1.000.01-Belanja Gaji 0.000 0 0 13.2.2. 0.000 0 493.500.Jika menggunakan pendekatan Pendapatan dan pada akhir tahun terdapat kas di Bendahara Penerimaan yang belum disetor.000 0 0 80.000.000 0 0 80.500.2.3. 5.200.01-Belanja Barang dan jasa-ATK 0.0-RK-PPKD 1.0.03.0.01-Kas di Bendahara Penerimaan e.0-RK-PPKD h.0.01-Pendapatan Retribusi Pelayanan Kesehatan d.0. Terdapat pendekatan lainyaitu transaksi penerimaan pendapatan oleh bendahara pengeluaran dicatat dengan mendebit akun Kas di Bendahara Penerimaan dan mengkredit akun Pendapatan yang ditangguhkan. Jika digunakan pendekatan ini.000.0.0.0.000 20.0-RK-PPKD i.000.c.

000 -500.02.300.01.000.000.03.2.0.500.2.10-Belanja Modal Ambulance Debit 0 0 0 0 20.1.01-Belanja Gaji 5.000 13. Jurnal kedua adalah mendebit akun Pendapatan yang ditangguhkan dan mengkredit akun Pendapatan.02.Penerimaan ke Kas Daerah perlu dua jurnal yaitu jurnal pertama mendebit akun RK-PPKD dan mengkredit akun Kas di Bendahara Penerimaan.3.2.1.03.000 Realisasi 200.01-Kas di Bendahara Pengeluaran 1.000 Tabel 9 : Neraca Saldo Unit Akuntansi Pelaksanaan Anggaran Berdasarkan neraca saldo di atas disusun Laporan Realisasi Anggaran yang tampak berikut ini: PEMERINTAH DAERAH XYZ DINAS KESEHATAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2012 (DALAM RUPIAH) Keterangan Pendapatan Retribusi Kesehatan Belanja : Belanja Gaji Anggaran 190. Selanjutnya jurnal tersebut di atas diposting ke akun buku besar yang sesuai dan dari buku besar tersebut akan disusun neraca saldo sebagaimana terlihat pada Tabel 8 berikut ini.01-Belanja Barang dan jasa-ATK 5.0. PEMERINTAH DAERAH XYZ SKPD X NERACA SALDO PER 31 DESEMBER 2012 Nomor dan nama akun 1.000 Selisih 10.2.000 0 0 0 0 329.01.0.000.2.000.000 275.01-Kas di Bendahara Penerimaan 0.0-RK-PPKD 4.500.000 329.1.1.1.000 .000.000 20.01.000 Kredit 0 0 129.300.300.1.800.000 200.1.000 21.01-Pendapatan Retribusi Pelayanan Kesehatan 5.000.000.000 20.04-Belanja Barang dan Jasa-Obat obatan 5.2.

500.000 Tabel 11 : Jurnal Penutup Unit Akuntansi Pelaksanaan Anggaran Jika jurnal penutup ini diposting ke buku besar.000 Jumlah Belanja 336.000 Surplus (defisit) (146.000 200.000 20. Sementara itu.200.000 275.000 -1000.500.300.500.000 -5.000) (129.Belanja Barang dan jasa-ATK 21.000 329. tentang Modul Akuntansi Pemerintah Daerah. Namun . belanja akan bersaldo nol. data anggaran dapat ditulis di header dari masing-masing akun pendapatan dan belanja.000.300.000 17.000 329.000. Data anggaran ini sebenarnya dapat juga dijurnal atau menurut SE. kolom realisasi diisi dari neraca saldo di atas.200.000.000 -7.800.000.300. Jurnal penutup yang dibuat pada akhir Tahun 2012 oleh unit akuntansi pelaksanaan anggaran adalah sebagai berikut : Akun RK-PPKD Pendapatan Retribusi Kesehatan Belanja Gaji Belanja Barang dan jasa-ATK Belanja Barang dan Jasa-Obat obatan Belanja Modal Ambulance Jumlah Debit 129.000 Belanja Barang dan Jasa-Obat obatan 14.000 13.000.500.000.300.000 20. data anggaran dapat diperoleh dari DPA setelah perubahan.000. sehingga menurut penulis akun-akun tersebut pada akhir tahun harus ditutup yaitu dengan mendebit akun Pendapatan dan mengkredit akun berbagai belanja. Saldo akun pendapatan. Sementara itu selisihnya akan dimasukkan di sisi debit atau kredit akun RK-PPKD.800.000 Kredit 20.000 329. belanja tidak akan menjadi saldo awal tahun berikutnya.000 275.000.000) Tabel 10 : Laporan Realisasi Anggaran Untuk menyusun Laporan Realisasi Anggaran.000 Belanja Modal Ambulance 280.300. sehingga akun-akun tersebut sudah siap untuk menampung transaksi pelaksanaan anggaran tahun berikutnya.000 -700.900/743/BAKD tahun 2007.000 13. maka semua akun pendapatan.

Aktivitas nonanggaran adalah . Arus kas bersih setiap aktivitas dijumlahkan sehingga diperoleh kenaikan atau penurunan kas. BENTUK DAN STRUKTUR LAPORAN ARUS KAS Bentuk dan struktur Laporan Arus Kas merupakan kerangka atau acuan dalam penyajian Laporan Arus Kas. Kenaikan atau penurunan kas akan ditambahkan dengan saldo akhir sehingga diperoleh saldo akhir. dan utang pemerintah sehubungan dengan pendanaan defisit atau penggunaan surplus anggaran. pembiayaan.Akun RK-PPKD belum tentu bersaldo nol manakala ada saldo Uang Persediaan pada akhir tahun belum dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya. dan nonanggaran. Sebaliknya jika penjumlahan arus kas bersih setiap aktivitas negatif maka terjadi penurunan kas. Bentuknya terdiri dari uraian berbagai aktivitas yang disajikan secara stafel diurutkan dari atas ke bawah. aset nonkeuangan. Aktivitas yang dijadikan dasar dalam penyajian Laporan Arus Kas terdiri dari aktivitas operasi. Jika arus penjumlahan arus kas bersih setiap aktivitas positif berarti ada kenaikan kas. Saldo akhir yang dihasilkan dari penjumlahan ini harus sama dengan yang tercatat di neraca untuk masing-masing akun yang berkaitan. Aktivitas operasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk kegiatan operasional pemerintah selama satu periode akuntansi. piutang jangka panjang. Penyajian didahului dengan arus kas masuk dan keluar berbagai aktivitas. Struktur Laporan Arus Kas terdiri dari berbagai aktivitas. arus masuk dan keluar kas Dari arus masuk dan arus masuk setiap aktivitas akan diperoleh arus kas bersih dari setiap aktivitas. Aktivitas investasi aset nonkeuangan adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk perolehan dan pelepasan aset tetap dan aset nonkeuangan lainnya. Aktivitas pembiayaan adalah aktivitas penerimaan kas yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran kas yang akan diterima kembali yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan komposisi investasi jangka panjang. Kemudian disajikan saldo awal dan saldo akhir kas.

Aktivitas Operasi Arus kas bersih aktivitas operasi merupakan indikator yang menunjukkan kemampuan operasi pemerintah dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas operasionalnya di masa yang akan datang tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. 4. Penerimaan Bagian Laba perusahaan negara/daerah dan Investasi Lainnya. Transfer masuk.aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang tidak mempengaruhi anggaran pendapatan. atau untuk membiayai aktivitas periode berjalan. 3. maka perolehan dan penjualan surat berharga tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi. 3. belanja. Subsidi. dan 5. dan 8. Belanja Lain-lain. Belanja Pegawai. 2. yang dibeli untuk dijual. 5. 7. Arus masuk kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari: 1. maka pemberian dana . Hibah. Arus keluar kas untuk aktivitas operasi terutama digunakan untuk pengeluaran: 1. Jika suatu entitas pelaporan mempunyai surat berharga yang sifatnya sama dengan persediaan. 2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Transfer keluar. Aktivitas-aktivitas dalam penyajian Laporan Arus Kas diuraikan lebih rinci sebagai berikut: A. 4. Penerimaan Perpajakan. Penerimaan Hibah. transfer. 6. Bantuan Sosial. Bunga. penyertaan modal. Belanja Barang. dan pembiayaan pemerintah. yang peruntukannya belum jelas apakah sebagai modal kerja. Jika entitas pelaporan mengotorisasikan dana untuk kegiatan suatu entitas lain.

Perolehan Aset Lainnya. yang bertujuan untuk memprediksi klaim pihak lain terhadap arus kas pemerintah dan klaim pemerintah terhadap pihak lain di masa yang akan datang. Aktivitas Pembiayaan Arus kas dari aktivitas pembiayaan mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto sehubungan dengan pendanaan defisit atau penggunaan surplus anggaran. Penjualan Investasi Jangka Panjang Lainnya. Hasil Privatisasi Perusahaan Negara/Daerah. Aktivitas Investasi Aset Nonkeuangan Arus kas dari aktivitas investasi aset nonkeuangan mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto dalam rangka perolehan dan pelepasan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan pemerintah kepada masyarakat di masa yang akan datang. Pencairan Dana Cadangan. Kejadian ini dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan. Penjualan Aset Lainnya. 2. 2. Penjualan Surat Utang Negara Pemerintah. 2.tersebut harus diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi. 3. C. Arus masuk kas dari aktivitas pembiayaan antara lain: 1. dan 5. Penerimaan Pinjaman. B. . Pembayaran Obligasi Pemerintah. Arus keluar kas dari aktivitas pembiayaan antara lain: 1. Pembayaran Cicilan Pokok Utang. Perolehan Aset Tetap. 2. 4. Arus keluar kas dari aktivitas investasi aset nonkeuangan terdiri dari : 1. Arus masuk kas dari aktivitas investasi aset nonkeuangan terdiri dari: 1. Penjualan Aset Tetap.

dan 5. arus keluar kas dari aktivitas nonanggaran meliputi pengeluaran PFK dan kiriman uang keluar. Sedangkan. Arus masuk kas dari aktivitas nonanggaran meliputi penerimaan PFK dan kiriman uang masuk. Entitas Penyaji Laporan Arus Kas Laporan Arus Kas mempunyai ciri khas dalam penyajiannya. belanja dan pembiayaan pemerintah. Di pemerintah pusat unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan adalah bendaharawan umum negara. Pemberian Pinjaman Jangka Panjang. Selanjutnya dalam paragraf 13 disebutkan: unit organisasi yang mempunyai fungsi perbendaharaan adalah unit yang ditetapkan sebagai bendaharawan umum negara/daerah dan/atau kuasa bendaharawan umum negara/daerah. Di pemerintah daerah unit yang mempunyai fungsi . Arus kas dari aktivitas nonanggaran antara lain Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) dan kiriman uang. D. Tidak seluruh entitas menyajikan Laporan Arus Kas. Hal ini diatur dalam paragraf 12 PSAP 03 yang berbunyi sebagai berikut: Entitas pelaporan yang wajib menyusun dan menyajikan laporan arus kas adalah unit organisasi yang mempunyai fungsi perbendaharaan. Laporan ini hanya disajikan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan.3. 4. PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS A. PFK menggambarkan kas yang berasal dari jumlah dana yang dipotong dari Surat Perintah Membayar atau diterima secara tunai untuk pihak ketiga misalnya potongan Taspen dan Askes. Kiriman uang menggambarkan mutasi kas antar rekening kas umum negara/daerah. Aktivitas Nonanggaran Arus kas dari aktivitas nonanggaran mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi anggaran pendapatan. Pembentukan Dana Cadangan. Penyertaan Modal Pemerintah.

Dengan demikian SKPD bukan tidak membuat Laporan Arus Kas.perbendaharaan adalah Bendahara Umum Daerah (BUD). Transaksi-transaksi nonkas tidak secara . Lebih mudah dipahami oleh pengguna laporan. Laporan Arus Kas hanya dibuat oleh Bendaharawan Umum Negara yaitu Menteri Keuangan. Menyediakan informasi yang lebih baik untuk mengestimasikan arus kas di masa yang akan datang. B. Pada pemerintah daerah. Metode Tidak Langsung Dalam metode ini. Metode Penyajian Laporan Arus Kas Laporan Arus Kas dapat disajikan dalam dua metode. 2. Disamping itu. entitas pelaporan yaitu entitas yang menyajikan laporan keuangan yang dimaksudkan untuk tujuan umum hanya satu. 2. Keuntungan penggunaan metode langsung adalah sebagai berikut: 1. dan 3. Entitas pelaporan pemerintah pusat/daerah sebaiknya menggunakan metode langsung dalam melaporkan arus kas dari aktivitas operasi. Metode Langsung Metode ini mengungkapkan pengelompokan utama penerimaan dan pengeluaran kas bruto. Entitas pelaporan dapat menyajikan arus kas dari aktivitas operasi dengan cara: 1. penangguhan (deferral) atau pengakuan (accrual) penerimaan kas atau pembayaran yang lalu/yang akan datang. Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bukan merupakan entitas pelaporan. Dengan demikian yang membuat Laporan Arus Kas di pemerintah pusat adalah Bendahara Umum Negara dan di pemerintah daerah Bendahara Umum Daerah. Data tentang kelompok penerimaan dan pengeluaran kas bruto dapat langsung diperoleh dari catatan akuntansi. surplus atau defisit disesuaikan dengan transaksi- transaksi operasional nonkas. Lain halnya di pemerintah pusat. dengan basis yang dianut saat ini belum memungkinkan digunakannya metode tidak langsung. Kementerian/Lembaga merupakan entitas pelaporan tetapi tidak membuat Laporan Arus Kas. serta unsur pendapatan dan belanja dalam bentuk kas yang berkaitan dengan aktivitas investasi aset nonkeuangan dan pembiayaan.

langsung mempengaruhi posisi kas dan penangguhan-penangguhan tidak dapat disajikan.000. Hubungan Laporan Arus Kas Dan Neraca Paragraf 52 PSAP 03 menyebutkan “Entitas pelaporan mengungkapkan komponen kas dan setara kas dalam Laporan Arus Kas yang jumlahnya sama dengan pos terkait di Neraca”.00 dan mengeluarkan belanja sebesar Rp700.00.00. Misalkan di awal tahun 2005 sebuah entitas pemda memiliki struktur kas sebagai berikut: .000. Belanja tersebut termasuk pengeluaran dari Bendahara Pengeluaran yang sudah di-SPJ-kan dan telah terbit SPM/SP2D GU Nihil sebesar Rp250.000.00.000. C.000. dan saldo Kas di Bendahara Pengeluaran sebesar Rp9.00 Rp Rp 8. Dengan demikian jumlah belanja yang dibayar langsung oleh Kas Daerah hanya sebesar Rp450.000.Kas di Bendahara Penerimaan Rp 60. Oleh karena itu sangat beralasan jika metode yang disarankan untuk digunakan adalah metode langsung.000. saldo Kas di Kas Daerah pada akhir tahun sebesar Rp99.000. Dengan transaksi di atas maka dalam Neraca per 31 Desember 2005. Hal ini dapat dilihat dalam bentuk saldo buku besar sebagai berikut: . Untuk menjelaskan hubungan Neraca dan Laporan Realisasi Anggaran tersebut diambil contoh di bawah ini.00.00. Dalam realisasi pendapatan termasuk yang berasal dari pendapatan yang telah diterima oleh Bendahara Penerimaan.00 Pada tanggal 10 Januari 2005 saldo kas yang ada di Bendahara Pengeluaran disetorkan ke Kas Daerah.Kas di Kas Daerah .Kas di Bendahara Pengeluaran .000.000. Nilai Uang Persediaan awal yang diterima oleh Bendahara Pengeluaran dari Kas Daerah adalah sebesar Rp259. Artinya.00 3. Selama tahun 2005 Pemda tersebut menerima pendapatan sebesar Rp740.00. ada hubungan atau kesesuaian antara jumlah-jumlah yang ada dalam Laporan Arus Kas dan Neraca.

00-258.000 - Transaksi selama satu tahun di atas mengakibatkan kenaikan kas sebesar Rp40.000 259.000.000 8.000 259.000.00 yang terdiri dari kenaikan Kas di Kas Daerah sebesar Rp39.000.000 99.000 250.000 808.000 Kas di Bendahara Pengeluaran Uraian Saldo Awal Setoran ke Kas Daerah Penerimaan UP dari Kas Daerah Pengeluaran Belanja 259.000 450.00.00 bagaimana melaporkan posisi kas awal dan akhir serta kenaikan kas dalam .000 Debet Kredit Saldo 60.000.000 549.000 Debet Kredit Saldo 8.000.Kas di Kas Daerah Uraian Saldo Awal Setoran dari Bend Pengeluaran Pendapatan Pengeluaran ke Bend Pengel Pengeluaran Belanja 8.000.00 serta selisih antara pembentukan UP dan penerimaan pengembalian UP (Rp259.000.000 9.00 dan kenaikan Kas di Bendahara Pengeluaran sebesar Rp1.00).000 740. Kenaikan Kas di Kas Daerah adalah selisih antara pendapatan sebesar Rp740.000 68. Diasumsikan bahwa pada akhir tahun terdapat Kas di Bendahara Penerimaan sebesar Rp4.00 dengan belanja sebesar Rp700.500.

000. .Saldo Akhir Kas Saldo akhir kas dalam Laporan Arus Kas adalah sebesar Rp 39.00 4.00 Rp 112.Kenaikan Kas .Saldo Akhir Kas di Kas Daerah .000.Saldo Akhir Kas di Bendahara Penerimaan .00 Rp112.00 Rp 60.000.00 Rp Rp 9.00.Saldo Akhir Kas di Bendahara Pengeluaran .500.00 Rp 99.500.Saldo Awal Kas di BUD .Laporan Arus Kas? Mengikuti Ilustrasi yang ada di PSAP 03 maka kenaikan kas serta posisi awal dan posisi akhir akan dilaporkan sebagai berikut: .500.000.