You are on page 1of 2

Hipestesia adalah berkurangnya perasaan raba Pola defisit sensorik yang bersifat organik ditentukan oleh lesi pada

saraf penghantar impuls protopatik dan oleh sifat proses patologiknya. Defisit sensorik Lesi (1) Ujung-ujung serabut sensorik setempat (2) Saraf tepi Hipestesia neuritik Pola Hipestesia lokal Manifestasi Hipestesia yang terbatas pada permukaan tubuh yang terluka. Hipestesia yang terasa pada kawasan sensorik suatu saraf tepi tertentu (3) Radiks dorsalis Hipestesia radikular (4) Lubang disubstansia grisea Hipestesia jenis “dissociated sensibility” (5) Hemilesi medula spinalis Hipestesia jenis BrownSeguard Hipestesia yang terasa disuatu dermatoma Suatu kawasan sensorik yang hipestetik terhadap rangsang nyeri, tetapi masih peka terhadap rangsang vibrasi Hipestesia sesisi bagian bawah tubuh yang kontralateral terhadap hemilesi dengan kelumpuhan sesisi bagian bawah tubuh yang ipsilateral terhadap hemilesi. (6) Lesi tranversal medula spinalis Para-hipestesia Hipestesia yang terasa dari tingkat abdomen atau torakal sampai kebawah (7) Hemilesi medula HemiHipestesia hemi-fasialis

abdomen dan anggota gerak (8) Hemilesi di korteks sensorik primer Hemihipestesia Hipestesia kontralateral pada sesisi seluruh tubuh (9) Degenerasi serabut-serabut distal sensorik (neuropatia) Hipestesia polineuropatia Hipestesia distal bilateral pada anggota gerak (hipestesia sarung tangan dan kaos kaki) Alasan hiperglikemia karena kebiasaan makan pasien yang tidak teratur. toraks. Muttaqin. Namun perlu dicek kadar gula darah pasien untuk menentukan apakah pasien benar mengalami hiperglikemia atau tidak. Salemba Medika: Jakarta . Arif. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan system Persyarafan.oblongata hipestesia alternans ipsilateral dengan hipestesia kontralateral dibelahan leher. dan menyukai makanan yang manis-manis serta lebih memilih minum minuman yang manis. 2009.