You are on page 1of 5

Pembuatan Alat Bantu Praktek Haryadi, Ali Mahmudi

1

Pembuatan Alat Bantu Praktek Turbin Propeler Kapasitas
600 Watt

Haryadi, Ali Mahmudi
Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bandung
Jln. Gegerkalong Hilir, Ds. Ciwaruga, Bandung
INDONESIA
E-mail: haryadi.mesin@polban.ac.id

Abstrak
Alat bantuSelama ini, mahasiswa kurang memiliki gambaran yang memadai mengenai turbin air secara khusus
dan PLTA secara umum. Bahkan konsep daya poros, yang terdiri atas aspek torsi dan aspek putaran poros,
juga masih belum dipahami dengan baik.
Untuk itu perlu dibuat alat bantu praktek yang bisa menjelaskan PLTA yang mengubah energi potensial air
menjadi energi listrik, terdiri atas turbin air dan generator. Di samping itu juga perlu dilengkapi dengan
sistem pengukur daya poros, yang bisa menjelaskan aspek torsi dan putaran.
Alat bantu praktek turbin propeler telah berhasil dibuat dan diuji. Alat bantu praktek tersebut telah digunakan,
dan sangat membantu mahasiswa dalam memahami turbin air serta konsep daya mekanik poros yang
berputar. Bahkan alat bantu tersebut juga telah digunakan untuk praktek generator listrik. Meskipun demikian
alat bantu praktek ini masih memerlukan perbaikan-perbaikan berupa: penggantian dengan ampermeter yang
lebih presisi dan penggunaan penyerap daya mekanik yang sesuai, berupa generator yang bisa diatur
putarannya secara independen.

Kata kunci: turbin propeler, praktek, mikrohidro
1 Pendahuluan
1.1 Kondisi Kelistrikan di Jawa Barat
Mata Kuliah Boiler dan Turbin Turbin Air,
dengan Kode Mata Kuliah PBME3153 dengan
bobot 2 SKS, sebelumnya tidak memiliki alat
bantu paraktek, khususnya untuk turbin
Kaplan/Propeler. Mata kuliah ini terdiri atas: teori
dan praktek masing-masing 2 jam per minggu. Isi
mata kuliah ini di antaranya adalah: pengantar,
dasar mekanika fluida, turbin-turbin air, praktek
dan perawatan. Selama ini, mahasiswa kurang
memiliki gambaran yang memadai mengenai
turbin air secara khusus dan PLTA secara umum.
Bahkan konsep daya poros, yang terdiri atas aspek
torsi dan aspek putaran poros, juga masih belum
dipahami dengan baik.
Untuk itu perlu dibuat alat bantu praktek yang
bisa menjelaskan PLTA yang mengubah energi
potensial air menjadi energi listrik, terdiri atas
turbin air dan generator. Di samping itu juga perlu
dilengkapi dengan sistem pengukur daya poros,
yang bisa menjelaskan aspek torsi dan putaran.
1.2 Kondisi Pengembangan Mikrohidro
Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini
memerlukan dukungan pasokan energi yang
handal termasuk tenaga listrik. Kebutuhan tenaga
listrik akan semakin meningkat sejalan dengan
perkembangan ekonomi dan pertumbuhan
penduduk. Semakin meningkatnya ekonomi pada
suatu daerah mengakibatkan konsumsi tenaga
listrik akan semakin meningkat pula. Kondisi ini
tentu harus diantisipasi sedini mungkin agar
penyediaan tenaga listrik dapat tersedia dalam
jumlah yang cukup dan harga yang memadai.
Dengan mempertimbangkan asumsi pertumbuhan
ekonomi nasional rata-rata tumbuh sebesar 6,1%
pertahun dan pertumbuhan penduduk secara
nasional tumbuh sebesar 1,3% pertahun, prakiraan
kebutuhan tenaga listrik nasional sesuai Rencana
Umum Ketenagalistrikan Nasional 2008-2027
diperkirakan akan mencapai rata-rata sebesar
9,2 % per tahun.
Tingginya perkiraan pertumbuhan rata-rata
kebutuhan tenaga listrik nasional yang sebesar
9,2% tersebut juga memperhatikan banyaknya
daftar tunggu calon pelanggan PT PLN (Persero)
yang jumlah kapasitasnya telah mencapai kurang
lebih sekitar 6.000 MW akibat diterapkannya
pembatasan penjualan tenaga listrik (suppressed
demand) pada tahun-tahun sebelumnya.
Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik
di Provinsi Jawa Barat, telah direncanakan
tambahan infrastruktur ketenagalistrikan tahun
2010-2014, diataranya adalah pembangunan
PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro)
dengan daya total 400 kW. (Kementerian ESDM,
2009). Mempertimbangkan hal-hal tersebut, perlu
Pembuatan Alat Bantu Praktek Haryadi, Ali Mahmudi
2

ditingkatkan studi mengenai PLTA, khususnya
PLTMH.
1.3 Tujuan
Dari sisa peralatan penelitian dan berbagai tugas
akhir mahasiswa, akan ditingkatkan menjadi alat
bantu praktek turbin Kaplan/propeler, yang bisa
juga digunakan untuk penelitian mikrohidro
(PLTMH). Penelitian ini bertujuan untuk:
menghasilkan alat bantu praktek turbin propeler,
dan melakukan studi menganai performansi pada
PLTMH turbin propeler.
2 Tinjauan Pustaka
Turbin adalah mesin yang mengubah, atau
mengekstraksi energi fluida yang mengalir
kontinyu menjadi daya poros. Turbin air
mengubah energi air berupa energi potensial
maupun kinetik air menjadi daya poros.
Turbin air umumnya digunakan pada pembangkit
daya tenaga air dalam bentuk Pembangkit Listrik
Tenaga Air. PLTA memiliki kelebihan-kelebihan
dibanding dengan PLTU maupun pembangkit
listrik lainnya, seperti: mempunyai efisiensi
tinggi, fleksibel dalam pengoperasian, keausan
relatif rendah, bahan energi masukannya
terbarukan dan tidak akan habis selama bisa
dijaga kelestariannya, tidak menghasilkan polusi
atmosfir, reservoirnya bisa digunakan sebagai
cadangan air baku, pariwisata, perikanan maupun
irigasi.
Meskipun begitu PLTA juga memiliki
kekurangan-kekurangan di antaranya adalah:
biaya investasi yang lebih besar, memerlukan
lahan yang cukup luas untuk reservoir air
sehingga sangat berpotensi untuk menimbulkan
masalah sosial dan lingkungan, walaupun suplai
sumber energi PLTA berupa adanya air pada
ketinggian selalu ada namun pada prakteknya
umur waduk terbatas terutama akibat adanya
sedimentasi dan berbagai aktifitas manusia
lainnya.
2.1 Berbagai Studi mengenai PLTMH
Beberapa studi mengenai turbin air skala mikro
telah dilakukan, khususnya yang berkaitan dengan
PLTMH. Studi hubungan efisiensi terhadap
putaran pada turbin Banki menunjukkan bahwa
setiap pembukaan sudu pengarah, efisiensi turbin
maksimum terjadi pada putaran konstan 550 rpm
dimana pada pembukaan sudu pengarah 12°
efisiensi turbin mencapai 30,692 %, pada
pembukaan sudu pengarah 14° efisiensi turbin
mencapai 38,269 %, pada pembukaan sudu
pengarah 16° efisiensi turbin mencapai 45,75 %,
pada pembukaan sudu pengarah 18° efisiensi
turbin mencapai 68,54 % dan pada pembukaan
sudu pengarah 20° efisiensi turbin mencapai
78,906 %. (Andi Ade Larasakti, 2012). Dalam
penelitaian ini dilakukan perbandingan antara
sudu mangkok dan Sudu Silinder Tertutup
Dibelah Dua. Pada putaran yang sama 1500 rpm
dimana tegangan dipertahankan 220 Volt, untuk
sudu silinder dibelah dua daya maksimal yang
dihasilkan 613 Watt, dengan efisiensi 97,67 %.
Sudu dengan bentuk sudu silinder dibelah dua
lebih efisien digunakan untuk PLMH.
(Pamungkas Irwan N dkk., 2006) Sunomo
melakukan studi turbin propler berkapaitas 500
Watt. Efisensi maksimum turbin propeler dapat
mencapai 71% (Sunomo, 2004). Studi
perbandingan propeler yang dibuat secara
manual/pengecoran dan CNC menunjukkkan
bahwa propeler yang dibuat dengan CNC
menghasilkan daya elektrik yang lebih tinggi.
(Haryadi dkk., 2012). Studi literatur ini
menunjukkan bahwa dimungkinkan untuk
membuat berbagai jenis turbin air skala kecil
untuk tujuan alat bantu praktek.
2.2 Turbin Propeler
Turbin propeler dan Kaplan adalah turbin reaksi.
Dimensinya relatif kecil dengan putaran yang
tinggi , sehingga bisa menggunakan generator
yang relatif kecil dan tidak mahal. Selain itu,
turbin propeler dan turbin Kaplan menunjukkan
kapasitas overload besar. Air mengalir masuk
dalam arah radial, kemudian air akan berbelok
dan masuk sudu gerak dalam arah aksial.
Perbedaan antara propeler dan turbin Kaplan
adalah bahwa turbin propeler tetap memiliki sudu
gerak yang tidak dapat disesuaikan posisinya
terhadap beban sedangkan turbin Kaplan
memiliki sudu gerak yang bisa disesuaikan.
Turbin Propeler hanya dapat digunakan pada laju
aliran dan head yang relatif konstan, sedangkan
turbin Kaplan cukup fleksibel (Flaspöhler, 2007)
3 Metodologi
Skema peralatan bantu praktek turbin proler yang
diusulkan dapat dilihat pada Gambar 1. Sebagai
alat bantu ajar, alat ini dilengkapi dengan: pipa
dari bahan transparan pada bagian turbin, torsi
meter, orifis dan manometer, untuk mengukur
debit, manometer pada sisi masuk dan keluar
turbin, serta photo tachometer secara terpisah.
Head dan debit desain turbin adalah 6 meter dan
30 liter/s. Generator yang digunakan dimodifikasi
dari motor induksi 3 fasa dengan menambahkan
kapasitor, berkapasitas 600 Watt.
Pembuatan Alat Bantu Praktek Haryadi, Ali Mahmudi
3














Gambar 1 Skema alat bantu praktek
3.1 Torsi Meter
Daya poros yang dikeluarkan oleh turbin dapat
diketahui melalui pengukuran putaran dan torsi
pada poros turbin, besarnya adalah:

Putaran turbin diukur menggunakan photo-
tachometer. Sedangkan torsi diukur dengan
torsimeter lengan – bandul yang dipasang pada
generator, sebagaimana pada Gambar 2 di bawah
ini. Besar torsi dinyatakan oleh persamaan berikut
ini:
I = w × I










Gambar 2 Skema torsimeter
3.2 Orifis
Desain orifis menggunakan standar ISO 5167-2
2003. Dimensi orifis ditentukan berdasarkan
diameter pipa (D) sebesar 150 mm dan debit air
maksimum sebesar 30 liter/s. Diameter orifis (d)
sebesar 90 mm, tebal sisa chamfer (e) adalah 2
mm, tebal plat (E) sebesar 7 mm, dan sudut
chamfer (α) adalah 45°, sebagaimana terlihat pada
Gambar 3.
Laju aliran massa air yang melewati orifis
dinyatakan oleh persamaan:
µ =
C
¸1 −[
4
e
n
4
J
2
_
2∆p
p

Dimana:
Q = laju aliran massa fluida
C = Koefisien discharge
d = diameter orifis
D = diameter pipa
∆p= beda tekanan diantara kedua tapping
ρ = massa jenis air
β = d/D
ε = faktor ekspansi (≈ 1)








Gambar 3 Orifis
Dengan diameter pipa (D) sebesar 150 mm,
diameter orifis (d) sebesar 90 mm, dengan
demikian diperoleh koefisien discharge (C)
sebesar 0,6088 (Tabel A2 ISO 5167-2 2003)
3.3 Propeler
Runner dibuat dengan menggunakan CNC,
dengan bahan alumunium paduan. Langkah-
langkah desain dan pembuatan propeler adalah:
menentukan dimensi dasar propeler, melakukan
perhitungan profil sudu propeler, pembuatan
gambar, pembuatan NC (numercial Code), dan
prototype menggunakan CNC. Diameter luar
propeler adalah 123 mm, diameter hub sebesar
48,5 mm.
Dalam pembuatan toolpath dan g-code Propeler
Turbin Kaplan, penulis menggunakan piranti
lunak CAD/CAM. Penggunaan piranti lunak
CAD/CAM karena untuk memudahkan penulis
saat pembuatan g-code dan dapat langsung
mentransfer kode g-code ke mesin CNC HURCO
VM2.
Proses pembuatan Propeler Turbin Kaplan di
mesin CNC dilakukan dengan dua kali proses
pencekaman. Pertama pencekaman bagian bawah
propeler untuk mengerjakan permukaan bagian
atas propeler dan kedua adalah pencekaman
bagian atas propeler untuk mengerjakan
permukaan bagian bawah propeler. Sebelum
proses eksekusi di mesin CNC, bahan terlebih
dahulu dibentuk menggunakan mesin bubut
Pembuatan Alat Bantu Praktek Haryadi, Ali Mahmudi
4

manual agar memudahkan pada saat proses
pencekaman dan proses eksekusi di mesin CNC.
4 Pengujian dan Pembahasan
Tekanan pada empat lokasi, yaitu: P1, P2, P3 dan
P4. Efisiensi turbin, efisiensi generator, efisiensi
keseluruhan (overall) masing-masing adalah:
gQH
P
S
T
ρ
η =

s
L
G
P
P
= η
p = p
1
× p
u

Dimana:
P
s
= daya poros
P
L
= daya listrik (V x I)
p
1
= efisiensi turbin
p
u
= efisiensi generator
p = efisiensi keseluruhan (overall)
w = berat bandul
I = Panjang lengan bandul

Hasil pengujian ditunjukkan oleh Gambar 4
berikut ini.






Gambar 4 Hasil pengujian

Dari gambar di atas terlihat, bahwa daya turbin
mencapai harga poros maksimum sebesar 1076
Watt, pada putaran 2123 rpm, debit sekitar 32,16
liter/s, pada head 5,61 m. Pada kondisi tersebut
daya hidrolik adalah 1770 Watt, dengan daya
listrik sebesar 484 Watt.
Dari gambar tersebut juga terlihat, bahwa daya
turbin mencapai harga listrik maksimum sebesar
592,2 Watt, pada putaran 2077 rpm, debit sekitar
29,35 liter/s, pada head 5,36 m. Pada kondisi
tersebut daya hidrolik adalah 1543 Watt, dengan
daya poros sebesar 1534 Watt.
Dari gambar kurva efisiensi terhadap putaran
terlihat bahwa pada kedua kondisi di atas efisiensi
mekanik turbin mencapai di atas 60%. Hanya saja
efisiensi generator menurun pada putaran 2123
rpm, sehingga daya lestrik yang dihasilkan lebih
kacil dibandingan dengan 2077 rpm..
5 Kesimpulan dan Saran
Alat bantu praktek turbin propeler telah berhasil
dibuat dan diuji. Alat bantu praktek tersebut telah
digunakan, dan sangat membantu mahasiswa
dalam memahami turbin air serta konsep daya
mekanik poros yang berputar. Bahkan alat bantu
tersebut juga telah digunakan untuk praktek
generator listrik.
Meskipun demikian alat bantu praktek ini masih
memerlukan perbaikan-perbaikan:
1. Tingkat kepresisian alat ukur yang digunakan
masih telalu rendah, khususnya ampermeter.
Perlu diganti dengan ampermeter yang lebih
presisi.
2. Beban daya mekanik poros belum bisa diatur
seperti yang dikehendaki, yaitu putaran
konstan dengan torsi yang bervariasi.
3. Temperatur bantalan generator naik tinggi
untuk pemakaian yang lama. Hal ini
disebabkan karena bantalan generator
didesain untuk mendukung berat rotor,
sementara pada instalasi ini bantalan
digunakan untuk menyangga beban stator.
Berat stator jauh lebih besar dibandingkan
berat rotor.
Dengan demikian perlu dilakukan penelitian
lanjutan mengenai penyerap daya mekanik yang
sesuai, berupa generator yang bisa diatur
putarannya secara independen.
Daftar Pustaka
1. Andi Ade Larasakti, Syukri Himran dan A.
Syamsul Arifin, 2012; Pembuatan dan
Pengujian Pembangkit Listrik Tenaga
Mikrohidro Turbin Banki Daya 200 Watt,
Jurnal Mekanikal, Vol. 3 No. 1: Januari 2012:
245-253
2. Dietzel, Fritz, 1998; Turbin Pompa dan
Kompresor, Erlangga. Jakarta
3. Flaspöhler ,Timo, 2007 Design of the Runner
of a Kaplan Turbine for Small Hydroelectric
Power Plants, Final Thesis Tampere
University of Applied Scienes, Tampere,
Finland
4. Haryadi, Deni Mulyana, 2012; Pengujian
Runner Turbin Propeler yang Dibuat
Pembuatan Alat Bantu Praktek Haryadi, Ali Mahmudi
5

Menggunakan CNC, Jurnal Metrik Polban
No. 1 Vol. 6, Januari 2012
5. Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral RI, 2009; Master Plan Pembangunan
Ketenagalistrikan 2010 s.d. 2014, Jakarta,
Desember 2009
6. Pamungkas Irwan N, Franciscus Asisi Injil P,
Karwanto, Samodra Wasesa Jurusan Teknik
Mesin; Rancang Bangun Turbin Pelton untuk
Sistem Pembangkit Listrik Tenaga
Mikrohidro dengan Variasi Bentuk Sudu,
Universitas Muhammadiyah Malang, Pimnas
2006
7. Purwanto, 2011; Analisis Finansial dan
Ekonomi Pembangkit Listrik Mikrohidro di
Beberapa Lokasi, Propinsi Jawa Tengah,
Indonesia, Jurnal Penelitian Sosial dan
Ekonomi Kehutanan Vol. 8 No. 4 Desember
2011, Hal. 251 – 264
8. Sunomo, 2004; Karakteristik Turbin Propeler
Skala Mikrohidro untuk Mesin Percobaan,
Forum Penelitian Juni, 2004, Thn. 16, No. 1,
pp. 51 – 67.