Secara umum dikatakan anak adalah seorang yang dilahirkan dari perkawinan anatar seorang perempuan dengan seorang

laki-laki dengan tidak menyangkut bahwa seseorang yang dilahirkan oleh wanita meskipun tidak pernah melakukan pernikahan tetap dikatakan anak PENGERTIAN ANAK MENURUT BEBERAPA UU YAITU ANTARA LAIN: 1. Menurut UU No.25 tahun 1997 ttg ketenagakerjaan Pasal 1 angka 20 “ anak adalah orang laki-laki atau wanita yang berumur kurang dari 15 tahun” 2.Menurut UU RI No.21 tahun 2007 ttg pemberantasan tindak pidana perdagangan orang Pasal 1 angka 5 “Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. “ Menurut UU RI No. IV th 1979 ttg kesejahteraan anak, disebutkan bahwa anak adalah seseorang yang belum mencapai umur 21 tahun dan belum menikah Sedangkan menurut UU RI No. I th 1974 Bab IX ps 42 disebutkan bahwa anak yang sah adalah yang dilahirkan dalam atau sebagai perkawinan yang sah.

FALSAFAH KEPERAWATAN ANAK merupakan keyakinan atau pandangan yang dimiliki perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan pada anak yang berfokus pada keluarga, pencegahan terhadap trauma dan manajemen kasus.

PARADIGMA KEPERAWATAN ANAK a. Manusia ( Anak ) Anak baik sebagai individu maupun bagian dari keluarga merupakan salah satu sasaran dalam pelayanan keperawatan. Untuk dapat memberikan pelayanan keperawatan yang tepat sesuai dengan masa tumbuh kembangnya, anak di kelompokkan berdasarkan masa tumbuh kembangnya yaitu Bayi : 0 – 1 th Toddler : 1 – 2,5 th Pra Sekolah : 2,5 – 5 th Sekolah : 5 – 11 th Remaja : 11 – 18 th Terdapat perbedaan dalam memberikan pelayanan keperawatan antara orang dewasa dan anak sebagai sasarannya. Perbedaan itu dapat dilihat dari struktur fisik, dimana secara fisik anak memiliki organ yang belum matur sepenuhnya. Sebagai contoh bahwa komposisi tulang pada anak lebih banyak berupa tulang rawan, sedangkan pada orang dewasa sudah berupa tulang keras. Proses fisiologis juga mengalami perbedaan, kemampuan anak dalam membentuk zat penangkal anti peradarangan belum sempurna sehingga daya tahan tubuhnya masih rentan dan mudah terserang penyakit. Pada aspek kognitif, kemampuan berfikir anak serta

1. 2. 3. 4. 5.

budaya Keperawatan Merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif meliputi biologi.. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan berupa lingkungan Internal dan lingkungan external . kuratif dan rehabilitatif yang diberikan dalam kondisi sehat maupun sakit. Hub. b. Konsep Sehat Sakit Menurut WHO. Ortu memberikan asuhan yg efektif selama hospitalisasi 3. Anak sebagai individu maupun salah satu anggota keluarga merupakan sasaran dalam pelayanan keperawatan Sehingga perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan harus memandang anak sebagai individu yang unik yang memiliki kebutuhan tersendiri sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. sehat adalah keadaan keseimbangan yang sempurna baik fisik.tanggapan terhadap pengalaman masa lalu sangat berbeda dari orang dewasa. persepsi terhadap fungsi fisik. Elemen pokok Family Centered Care : 1. Lingkungan Internal yang mempengaruhi kesehatan seperti tahap perkembangan. Keberhasilan pendekatan kesepakatan tim kesh & orangtua FILOSOFI KEPERAWATAN ANAK Perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada anak harus memahami bahwa semua asuhan Keperawatan anak harus berpusat pada keluarga ( family center care ) dan mencegah terjadinya trauma ( atraumatik care ) Family center care ( perawatan berfokus pada keluarga ) merupakan unsur penting dalam perawatan anak karena anak merupakan bagian dari anggota keluarga. keluarga. latar belakang intelektual. SEdangkan lingkungan external yang mempengaruhi status kesehatan antara lain keluarga. sosial ekonomi. pengalaman yang tidak menyenangkan selama di rawat akan di rekam sebagai suatu trauma. Anak dan Ortu Unik 2. Kerjasama kelg. mental. masyarakat dan kelompok khusus yang mengutamakan pelayanan promotif. preventif. dan spiritual. sehingga pelayanan keperawatan harus meminimalisasi dampak traumatis anak. Dan perawat Fleksibel dan menggunakan konsep dasar askep anak 4. c. dan tidak semata-mata hanya bebas dari penyakit atau cacad. faktor Emosional. sosial. sehingga kehidupan anak dapat ditentukan oleh lingkungan keluarga. Konsep sehat & sakit merupakan suatu spektrum yang lebar & setiap waktu kesehatan seseorang bergeser dalam spektrum sesuai dengan hasil interaksi yang terjadi dengan kekuatan yang mengganggunya Lingkungan LIngkungan berpengaruh terhadap terjadinya suatu kondisi sehat maupun sakit serta status kesehatan. d. social dan spiritual yang ditujukan pada individu. Untuk itu keperawatan anak harus mengenal keluarga sebagai tempat tinggal atau sebagai konstanta tetap dalam kehidupan anak yang dapat mempengaruhi status kesehatan anak . psikologis.

keluarga. e. membantu pasien melakukan ambulasi dini. Pemecahan masalah difokuskan pada. Peran perawat sebagai advocate keluarga dapt ditunjukkan dengan memberikan penjelasan tentang prosedur operasi yang akan di lakukan sebelum pasien melakukan operasi.kelompok atau masyarakat sesuai dengan masalah yang terjadi mulai dari masalah yang bersifat sederhana sampai yang kompleks. keluarga. b. Contoh peran perawat sebagai pemberi perawatan adalah peran ketika perawat memenuhi kebutuhan dasar seperti memberi makan. Adanya perubahan pola interaksi ini merupakan dasar dalam perencanaan tindakan keperawatan. keluarga. Pemberi perawatan Merupakan peran utama perawat yaitu memberikan pelayanan keperawatan kepada individu. Pendidik Perawat bertanggung jawab dalam hal pendidikan dan pengajaran ilmu keperawatan kepada klien. mencegah dan mengurangi cedera ( injury ) dan nyeri ( dampak psikologis ). masalah keperawatan. Prinsip dari atraumatic care adalah menurunkan dan mencegah dampak perpisahan dari keluarga. Konseling diberikan kepada individu. Kolaborasi Dalam hal ini perawat bersama klien. keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman masa lalu. c. team kesehatan lain berupaya mengidentfikasi pelayanan kesehatan yang diperlukan termasuk tukar pendapat terhadap pelayanan yang diperlukan klien. Peneliti . perawat berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan diet yang tepat pada anak dengan nefrotik syndrome. karena perubahan tingkah laku merupakan salah satu sasaran dari pelayanan keperawatan. Perawat berkolaborasi dengan dokter untuk menentukan dosis yang tepat untuk memberikan Antibiotik pada anak yang menderita infeksi f.Sedangkan maksud dari atraumatic care adalah semua tindakan keperawatan yang ditujukan kepada anak tidak menimbulkan trauma pada anak dan keluarga dengan memperhatikan dampak dari setiap tindakan yg diberikan. Memberi penyuluhan kesehatan tentang penanganan diare merupakan salah satu contoh peran perawat sebagai pendidik ( health educator ) d. Perawat harus bisa berperan sebagai pendidik bagi individu. perawat bertanggung jawab untuk memebantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan informasi dari berbagai pemberi pelayanan daninfo rmasi yang diperlukan untuk mengambil persetujuan (inform concent) atas tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya. mengubah perilaku hidup sehat (perubahan pola interaksi). paduan keahlian dan ketrampilan dari berbagai professional pemberi palayanan kesehatan. Sebagai contoh. tidak melakukan kekerasan pada anak dan modifikasi lingkungan fisik PERAN PERAWAT DALAM KEPERAWATAN ANAK a. meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengontrol perawatan pada anak. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam keperawatan adalah aspek pendidikan. Konseling Tugas utama perawat adalah mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat sakitnya. kelompok dan masyarakat. tenaga keperawatan maupun tenaga kesehatan lainya. Sebagai Advocat keluarga Sebagai client advocate. pemberian dukungan.

perawat dapat mengerakan orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan kebutuhan. menilai. ASIH ( Kasih sayang ). • meratanya penyakit: jumlah kasus pada populasi. pada hakekatnya adalah melakukan evalusai. • Mortalitas Bayi Angka mortalitas bayi merupakan jumlah kematian per 1000 kelahiran hidup selama tahun pertama kehidupan. mengukur kemampuan.3 % – Diare 13. dan mempertimbangkan sejauh mana efektifitas tindakan yang telah diberikan. yang kemudian dibagi menjadi mortalitan neonatal (usia <28 hari) dan mortalitas pascanatal (usia 28 hari-11 bulan) Proporsi Penyakit penyebab kematian bayi (Depkes. atau kecelakaan yang terjadi di dalam atau di sekitar rumah (Budi Utomo. hingga.5 % – Tetanus 3. Oleh karena itu perawat dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan memanfaatkan media massa atau media informasi lain dari berbagai sumber. perkembangan dan aspirasi individu. atau karena akibat yang spesifik) pada suatu populasi. keluarga. MORBIDITAS Morbiditas dapat merujuk kepada: • pernyataan terkena penyakit (dari bahasa Latin morbidus: sakit.Seorang perawat diharapkan dapat menjadi pembaharu (innovator) dalam ilmu keperawatan karena ia memiliki kreativitas. . tingginya prevalensi penyakit menular pada anak.000 terdapat 950 kematian per tahun. • derajat kerasnya penyakit. Kegiatan ini dapat diperoleh diperoleh melalui penelitian. ratarata mortalitas sebesar 9. kelompok dan masyarakat. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per 1000 individu per tahun. MORTALITAS Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian (umumnya. cepat tanggap terhadap rangsangan dari lingkunganya. ASUH ( pemenuhan kebutuhan fisik ) . inisiatif. Gartinah. Penelitian.5 % – Gangguan perinatal 29. kebersihan diri dan kebersihan yang buruk.5 % • Mortalitas anak-anak Yang dimaksud dengan anak (1-4 tahun) disini adalah penduduk yang berusia satu sampai menjelang 5 tahun atau tepatnya 1 sampai dengan 4 tahun 11 bulan 29 hari. LINGKUP PRAKTEK KEPERAWATAN ANAK Menurut. Lingkup praktek keperawatan anak merupakan batasan asuhan keperawatan yang diberikan pada klien anak usia 28 hari sampai usia 18 th atau BBL ( Bayi Baru Lahir ) sampai usia 12 th. tidak sehat). per dikali satuan.68% – Infeksi dan parasit lain 3.9 % – Penyakit sistem syaraf 5. Angka Kematian Anak mencerminkan kondisi kesehatan lingkungan yang langsung mempengaruhi tingkat kesehatan anak. dkk ( 1999). Selain itu perawat perlu melakukan penelitian dalam rangka mengembagkan ilmu keperawatan dan meningkatkan praktek profesi keperawatan. Dengan hasil penelitian.5 berarti pada populasi 100. skala besar suatu populasi. 1985). . Angka Kematian Anak akan tinggi bila terjadi keadaan salah gizi atau gizi buruk. 2004): : – Penyakit system pernafasan 29. Sedangkan Sularso ( 1993 ) memberikan penjelaskan bahwa asuhan keperawatan anak meliputi tumbang anak yang mencakup ASAH ( stimulasi mental ).

dipengaruhi oleh system luar.7% – 2001 : 26. cedera 15 %. 2004): – 1989 . interrelasi dan interdependensi.1% 2002 : 27. 37.3% – 2003 : 27.5% – BBLR : 350.Angka kurang gizi (Depkes. dan ketidakmampuan yang dapat diukur dengan aktivitas dalam derajat tertentu (Pless dan Pless.Penyebab utama hal ini adalah terbatasnya akses ke pelayanan kesehatan. • Cacat terlepas dari akibat (contoh cacat disebabkan oleh kecelakaan). 54% berkaitan dengan kurang gizi ( WHO.1997) Morbiditas meningkat pada mereka yang mengalami kesulitan ekonomi.% 2000 : 24. . FUNGSI KELUARGA: – Merawat fisik anak – Mendidik anak untuk menyesuaikan dengan kultur – Bertanggung jawab terhadap kesejahteraan anak secara psikologis/emosional.• insiden penyakit: jumlah kasus baru pada populasi.000 bayi / tahun PERAN KELUARGA DALAM KEPERAWATAN ANAK KELUARGA: – Suatu sistem terbuka – terdapat sub / komponen. memiliki tujuan/fungsi. infeksi dan penyakit parasit 11%). 11 juta balita dunia meninggal/tahun karena infeksi. Morbiditas anak-anak Banyak disebabkan oleh penyakit akut (penyakit pernapasan 50%. 2002).