You are on page 1of 11

REFLEKSI KASUS PATOGENESIS GASTROPATI NSAID

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Kepaniteraan Klinik di Bagian Penyakit Dalam Rumah Sakit Jogja

Diajukan kepada : dr. Mulyo Hartana., Sp.PD

Disusun oleh : Ade Mayashita 2007 031 0057

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2012

Steroid menghambat enzim phospholipase A2 sehingga tidak terbentuk asam arakidonat. Pasien didiagnosis dengan drugs-induced-gastritis. Golongan steroid.4 MCV = 87. nafsu makan turun.8 Hmt = 41. Obat ini merupakan antiinflamasi yang poten. hingga perforasi. Asam mefenamat. 1. rasa tidak enak/pegal-pegal ini sebenarnya adalah manifestasi dari radang/ inflamasi yang akhirnya menimbulkan reaksi nyeri pada tubuh. dan perdarahan tersebut pastinya berasal dari saluran cerna bagian atas yaitu berasal dari esophagus dan lambung.3 I. obat anti inflamasi golongan satu tidak boleh digunakan dengan bebas karena efek samping yang besar seperti moon face. Ibuprofen. osteoporosis dll. Namun. betametason.REFLEKSI KASUS PATOGENESIS GASTROPATI OAINS KASUS Seorang laki-laki berusia 84 tahun dirawat di rumah-sakit dengan keluhan buang air besar berwarna hitam tidak berbau sebanyak satu kali.1 MCHC = 34. Contoh : Aspirin / Asetosal / Asam asetil salisilat. hipertensi. BAK pasien dalam batas normal. 2. ulkus. BAB yang berwarna hitam disebabkan karena adanya darah yang telah teroksidasi dengan asam lambung. Golongan AINS (Anti Inflammatory Non Steroid) Obat golongan AINS menghambat COX sehingga tidak terbentuk prostaglandin dan tromboksan. . deksametason. MCH = 30. Potensinya lebih kecil daripada golongan steroid. Pilihan terapi inflamasi sebenarnya ada 2 yaitu Obat antiinflamasi dibagi jadi dua: golongan steroid dan nonstreoid.4 PERMASALAHN Bagaimanakah pathogenesis gastropati NSAID? PEMBAHASAN A. Vital Sign: Tekanan Darah : 100/70 mmHg Respirasi : 24 kali/menit Nadi : 80 bpm. Pendahuluan Gastropati merupakan kelainan pada mukosa lambung dengan karakteristik perdarahan subepitelial dan erosi. Salah satu penyebab dari gastropati adalah efek dari NSAID (Non steroidal anti inflammatory drugs) serta beberapa faktor lain seperti alkohol.4oC AL = 8. reguler Suhu : 36. Dari anamnesis didapatkan pasien mengalami BAB berwarna hitam. Antalgin / metampiron. erosi. Penggunaan rheumacyl pada pasien ini ditujukan untuk mengobati rasa tidak enak/pegal-pegal pada pasien. Gastropati NSAID dapat memberikan keluhan dan gambaran klinis yang bervariasi seperti dispepsia. Contoh : hidrokortison. ataupun faktor kimiawi.6 Hb = 14. prednisone. dan mual. II. stres. pusing. Diklofenak. Pasien mempunyai riwayat mengkonsumsi rheumacyl dan decolgen setiap merasa tidak enak badan. Pasien mengeluhkan tidak nafsu makan sejak 13 hari sebelum dirawat di rumah-sakit.

ibuprofen. Sebagai analgesik.Obat anti inflamasi non steroid. dengan demikian mencegah/mengurangi difusi balik ion hidrogen. antipiretik dan. Efek sistemik NSAID lebih penting yaitu kerusakan mukosa terjadi akibat produksi prostaglandin menurun secara bermakna. atau biasa disingkat OAINS/NSAID. Menurut data dari Moskow Ilmiah Lembaga Penelitian Gastroenterology. yang memiliki peran eikosanoid yang hampir serupa – efek depresi. Gastropati NSAID merupakan penyebab kedua gastropati setelah Helicobacter pylori dan penyebab kedua perdarahan saluran cerna bagian atas setelah ruptur varises oesophagus. Di Indonesia. Lesi erosif gastrointestinal terjadi pada 20-40% pasien. dari hanya berupa keluhan nyeri ulu hati sampai pada tukak peptic dengan komplikasi perdarahan saluran cerna bagian atas. Yang termasuk ke dalam kelompok obat-obatan ini adalah aspirin. dan naproxen. NSAID merusak mukosa lambung melalui 2 mekanisme yaitu topical dan sistemik. akan memberikan efek anti inflamasi. Kerusakan mukosa secara tropikal terjadi karena NSAID bersifat asam dan lipofili. bila diberikan dalam dosis yang lebih besar. Seperti diketahui prostaglandin merupakan substansi sitoprotektif yang amat penting bagi mukosa lambung. Dalam sebuah referensi. Efek sitoproteksi itu dilakukan dengan cara menjaga aliran darah mukosa. Istilah “non steroid” digunakan untuk membedakan obat-obat ini dari obat golongan steroid. OAINS mengurangi nyeri. meningkatkan sekresi mukosa dan ion bikarbonat dan meningkakan epitel defensif. kekhususan dari obat OAINS adalah obat ini bukan golongan narkotik. yang menerima secara teratur NSAID. sehingga mempermudah trapping ion hydrogen masuk mukosa dan menimbulkan kerusakan. Selain itu. dan anti inflamasi. demam. Mekanisme NSAID menginduksi traktus gastrointestuinal tidak sepenuhnya dipahami. dan inflamasi (peradangan). prostaglandin juga . Ia memperkuat sawar mukosa lambung duodenum dengan meningkatkan kadar fosfolipid mukosa sehingga meningkatkan hidrofobisitas permukaan mukosa. Gastropati akibat OAINS bervariasi sangat luas. adalah obatobat yang memiliki efek analgesik. pengobatan dengan NSAID menyebabkan gastritis akut dalam 100% kasus dalam satu minggu setelah awal pengobatan.

dimana obat ini menghambat isoenzim siklooksigenase 1 (COX-1) dan siklooksigenase 2 (COX-2). COX(siklooksigenase) merupakan tahap katalitikator dalam produksi prostaglandin. Endotel vaskular secara terus-menerus menghasilkan vasodilator prostaglandin E dan I yang apabila terjadi gangguan atau hambatan (COX-1) akan timbul vasokonstriksi sehingga aliran darah menurun dan menyebabkan nekrosis epitel. ginjal. Siklooksigenase mengkatalisis pembentukkan prostaglandin dan tromboksan dari asam arakidonat. Sampai saat ini dikenal ada dua bentuk COX. COX-1 ditemukan terutama dalam gastrointestinal. yakni COX-1 dan COX-2. Prostaglandin bekerja sebagai molekul pembawa dalam proses inflamasi. dengan memperpanjang daur hidup sel-sel epitel yang sehat (terutama sel-sel di permukaan yang memproduksi mukus). Peningkatan ekspresi molekul adhesi seperti molekul adhesi antar sel-1 oleh mediator pro-inflamasi seperti tumor necrosis factor-α mengarah ke peningkatan adheren dan aktivasi neutrofil-endotel. .menyebabkan hiperplasia mukosa lambung duodenum (terutama di antara antrum lambung). Asam arakidonat ini dihasilkan dari lapisan ganda fosfolipid oleh fosfolipase A2). otak dan trombosit dan berperan penting dalam pembentukan prostaglandin dari asam arakidonat. Sebagian besar obat OAINS bekerja sebagai inhibitor non selektif enzim siklooksigenase. Leukotrien yang memberikan kontribusi terhadap cedera mukosa lambung dengan mendorong iskemia jaringan dan peradangan. Penghambatan COX oleh NSAID ini lebih lanjut dikaitkan dengan perubahan produksi mediator inflamasi. tanpa meningkatkan aktivitas proliferasi. COX-2 pula ditemukan dalam otak dan ginjal yang juga bertanggungjawab dalam respon inflamasi. Sebagai konsekuensi dari penghambatan COX-2. Elemen kompleks yang melindungi mukosa gastroduodenal merupakan prostaglandin endogenous yang disintesis di mukosa traktus gastrointestinal bagian atas. endotelin. terjadi sintesis leukotrien yang disempurnakan dapat terjadi oleh shunting metabolisme asam arakidonat terhadap oxygenase jalur 5.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang mekanisme aksi NSAID (baik yang selective atau tidak). bisa dilihat di bagan berikut : .

NSAID tidak hanya merusak perut. Rebamipid juga menstimulasi ekspresi gen reseptor prostaglandin EP4 yang menstimulasi sekresi mukus. pasien dapat dianjurkan pengobatan rawat jalan. Arakawa. bila kurang berhasil atau ada komplikasi baru dianjurkan rawat inap dirumah sakit. Pada terapi non-medikametosa. Rebamipid memiliki efektifitas setara dgn misoprostol & famotidin dalam mencegah tukak peptik pada pasien dlm terapi OAINS jangka panjang. Mucosta merupakan .79. Mucosta digolongkan sebagai obat anti-inflamasi karena mengobati inflamasi di mukosa saluran cerna dengan cara menghambat pelepasan radikal bebas superoksida dan mengeliminasi radikal bebas hidroksil radikal serta menghambat pelepasan sitokin inflamasi. terdiri dari non-mediamentosa dan medikamentosa. retensi natrium dan cairan. Meningkatkan pembebasan dari radikal bebas yang berasal oksigen. aktivasi EGF & VEGF. tetapi dapat mempengaruhi saluran pencernaan seluruh dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi ekstraintestinal parah seperti kerusakan ginjal sampai gagal ginjal akut pada pasien yang memiliki faktor risiko.Wallace mendalilkan bahwa pengaruh NSAID terhadap neutrofil adheren mungkin berkontribusi terhadap patogenesis kerusakan mukosa lambung melalui dua mekanisme utama: 1. Rebamipide Rebamipide merupakan sitoprotektor dengan cara meningkatkan aliran darah. kemudian. Du Y. dan. Oklusi microvessels lambung oleh microthrombi menyebabkan aliran darah lambung berkurang dan kerusakan sel iskemik 2. Terapi yang disarankan untuk gastropati OAINS antara lain dengan Rebamipide dan Fucoidan. Penatalaksanaan pada pasien gastropati NSAID. penghentian penggunaan NSAID. diet dan jika memungkinkan. meningkatkan biosintesis prostaglandin & menurunkan radikal bebas. Salah satu contoh obat yang mengandung Rebamipide adalah Mucosta. Oksigen radikal bebas bereaksi dengan poli asam lemak tak jenuh dari mukosa menyebabkan peroksidasi lipid dan kerusakan jaringan. gagal jantung. hipertensi arterial. Evaluasi sangat penting karena sebagian besar gastropati NSAID ringan dapat sembuh sendiri walaupun NSAID tetap diteruskan. Selain itu. yakni berupa istirahat. Secara umum. dkk menemukan rebamipid menunjukkan efek supresi lebih kuat dibandingkan sukralfat pd inflamasi mukosa gastritis erosif kronik. Mekanisme kerja rebamipid antara lain melalui induksi prostaglandin endogen dan COX-2 yang berperan dalam produksi prostaglandin sitoprotektif. Mucosta adalah obat anti-gastritis dan gastropati yang mengandung zat aktif rebamipide dengan berat molekul 370. dkk membuktikan rebamipid meningkatkan kualitas penyembuhan tukak dan mengurangi rekurensi bila diberikan bersama dengan PPI.

steroid. Uji klinis terbaru oleh Niwa dan Goto di tahun 2008 melaporkan bahwa pemberian obat Mucosta bisa mencegah kejadian lesi di saluran usus halus akibat pemberian Diklofenac. dapat menggunakan obat yang mengurangi terjadinya inflamasi. . p = 0. Mucosta terbukti dapat mengobati lesi dan mengurangi proses inflamasi di saluran cerna akibat penggunaan obat NSAID. antioksidan. ulkus lambung. Bukti klinis terdahulu menginformasikan penggunaan obat Mucosta sebagai prevensi lesi saluran cerna. NSAIDs. antitumor. Mucosta tidak berinteraksi dan tidak mengganggu absorpsi obat lain yang sering diberikan bersamaan (misalnya. steroid. Cina dan Thailand. ulkus. antivirus. dan Naito pada individu yang menerima indometasin Selain itu. umumnya berasal dari rumput laut coklat. antibiotik. seperti Kitagami pada pasien rematik yang mendapatkan obat NSAID. pelepasan radikal bebas oleh obat NSAID.gastrobioregulator yang dapat menjaga ketahanan mukosa lambung dan memperbaiki kerusakan jaringan melalui regulasi sistem biologik yang dimiliki lambung itu sendiri Mucosta dianjurkan dalam penatalaksanaan gastritis. Pada pendekatan Cara Baru (New Fashion) dalam mencegah terjadinya efek samping obat NSAID.023). Fucoidan Fucoidan adalah jenis polisakarida yang mengandung persentase substansial Lfucose dan kelompok ester sulfat. Pada penderita yang diberikan obat Mucosta persentase kejadian erosi multiple. uji klinis internasional yang dilakukan di Korea. antiimflammatory. Obat ini mempunyai daya penetrasi yang kuat ke dalam jaringan mukosa saluran cerna dengan absorpsi ke dalam darah yang minimal. pengurangan lipid darah. antibiotik) sehingga tidak menganggu efektivitas obat tersebut. dan pencegahan lesi akut mukosa saluran cerna akibat pemakaian NSAIDs. dan immunomodulatory. serta memiliki efek PG inducer. Damman pada individu yang menerima aspirin. Fucoidan telah diteliti karena beragam aktivitas biologinya termasuk sifat antikoagulan. perdarahan dan kemerahan lebih kecil dibandingkan kelompok placebo (20% vs 80%. dan anticomplementary. serta anti peptic nya. dan lain-lain. antitrombosit. Terdapat lebih 900 penelitian mengenai keuntungan kesehatan dari fucoidan dan sekitar 90 penelitian mengenai fucoidan sebagai pengobatan kanker untuk masa depan. Banyak penelitian yang telah dan masih dijalankan mengenai fucoidan. juga menunjukkan bahwa efektifitas obat Mucosta dalam mencegah ulkus gastroduodenum yang diinduksi obat NSAID setara dengan misoprostol dengan profil keamanan yang lebih baik (efek samping saluran cerna yang secara signifikan lebih rendah). Dalam beberapa dekade fucoidan telah dipelajari secara intensif karena beberapa aktivitas biologinya. atau antibiotik). Fucoidan merupakan polisakarida kompleks yang tersusun dalam bagian fucopyranoside dalam jumlah besar yang dapat ditemukan di rumput laut coklat. gastropati (misalnya akibat NSAIDS.

sebaiknya dberikan terapi pencegahan mengunakan PPI atau analog prostaglandin. dapat juga digunakan Antagonis reseptor H2 (ARH2) atau PPI untuk mengatasi rasa sakit perut. obat-obat tukak seperti golongan sitoproteksi. Omeprazol lebih superior dibandingkan dengan ranitidin untuk erosi gastroduodenal. subyek dengan dispepsia non-ulkus (gangguan pencernaan) diberi 1.5 mg / kg / hari fucoidan oral selama dua minggu. Pasien yang dapat menghentikan NSAID. . KESIMPULAN Patogenesis Gastropati OAINS pada pasien ini : OAINS→ menghambat siklooksigenase (COX)→menghambat pembentukan prostaglandin dan prostasiklin→terjadi perubahan kualitatif mukosa lambung→mempermudah terjadinya degradasi mukosa oleh pepsin→mengubah permeabilitas sawar epitel→Difusi balik HCl→Kerusakan jaringan (Pemb. Dalam satu percobaan klinis. Gejala dispepsia non-ulkus membaik pada subyek yang diberikan fucoidan. Para peneliti percaya bahwa hasil ini menjelaskan penelitian-penelitian yang telah dilakukan yang mana menunjukkan fucoidan dapat menghentikan bakteri penyebab tukak Helicobacter pylori dari menempel/mengikat sel lambung. III.5-4. Dapat dipertimbangkan memberikan OAINS selektif/spesifik anti cox2. ARH2 dan PPI dapat diberikan dengan hasil yang baik. Fucoidan telah menunjukkan memiliki beberapa sifat penyembuhan pada gangguan lambung. Bila harus memakai terus OAINS non seleiktif dapat diberikan PPI atau misoprostol. hijiki. mozuku. Sedangkan pasien yang tidak mungkin menghentikan NSAID dengan berbagai pertimbangan sebaiknya menggunakan PPI. limu dan hewan laut seperti timun laut.darah) →Histamindikeluarkan→Merangsang sekresi HCl + pepsin→Permeabilitas thd protein→Mukosa edema sejumlah > protein plasma hilang→Mukosa rusak / erosi mukosa→Hemorragic interstisial dari perdarahan→Melena. wakame. Mereka yang mempunyai factor risiko untuk mendapat komplikasi berat.Beberapa jenis rumput laut yang mengandung fucoidan adalah kombu. Selain obat-obat di atas.

(ed). . 43. dalam Patofisiologi.Price & Wilson 2002. L. Potofisiologi : Konsep klinis proses – proses penyakit EGC. S. 2006. J. Jakarta: EGC . Suyono. No 9. dalam Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam.. . 52: 1776-82. J Gastroenterol 2008: 43: 270-6.Tierney.2002. pp 270 – 276 . Digestive Disease and Science 1998. Y.. dkk. Dig Dis Sci 2007. Jakarta. Sp. Combination PPI & Cytoprotector . Ulkus Peptikum dan Gastritis. G.FKUI Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. Vol.IV. 2000. No 10: pp 911 – 915 . Gastroenterol & Hepatology 1994. No. REFERENSI .. H. Jakata: EGC . 2006 FK UI . Digestives diseases and sciences 2005: 50: S3-11.Niwa. Patrick. Y..PD . 53: 2886-2895 . Gangguan Lambung dan Duodenum. European J.. . Balai Penerbit FKUI.McGuigan. 6.Naito. Vol. 2006. Medical at Glance 3 rd Edition . 4.Hirlan. Gastritis. Diagnosis dan Terapi Kedokteran Ilmu Penyakit Dalam. dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 20 Januari 2012 Dokter Pembimbing dr. Jakarta: Salemba Medika Yogyakarta.Simadibrata M. Dig Dis Sci 2008. Vol. Journal Gastroenterology 2008.Lindes. Jakarta..Damman. 43.. Mulyo Hartana.Davey. pp 30S – 34S.