P. 1
14_Srt Perjanjian Kontrak Kerja

14_Srt Perjanjian Kontrak Kerja

|Views: 5,576|Likes:
Published by restuutomo

More info:

Published by: restuutomo on Sep 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Alamat :Jl. Raya Gringging No.195 Telp.(0354) 773677 Grogol-Kediri

SMP NEGERI 1 GROGOL

DINAS PENDIDIKAN

SURAT PERJANJIAN/KONTRAK PEKERJAAN PEMBELIAN PERALATAN LABORATORIUM BAHASA DAN LABORATAORIUM KOMPUTER TAHUN ANGGARAN 2007 Nomor: 420/284/418.47.0205/2007 Pada hari ini Jum’at tanggal enam belas tahun du ribu tujuh, bertempat di SMP Negeri 1 Grogol, telah ditandatangani Surat Perjanjian/Kontrak pekerjaan Pembelian Peralatan Laboratorium IPA antara: 1. N a m a NIP Jabatan Alamat : : : : Drs. Gondo Hariyono, M.Si 130 911 465 Kepala SMP Negeri 1 Grogol Kab. Kediri Jl. Raya Gringging No. 195 Grogol Kediri Telp. (0354) 773677

bertindak untuk dan atas nama SMP Negeri 1 Grogol, sebagai Pengguna Barang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA 2. N a m a : Drs. H. Moch Alimin Jabatan : Direktur NPWP : Alamat Kantor : JL. MT. Haryono IV/3 Tulungagung 66218 JAWA TIMUR, INDONESIA Nomor Rekening : bertindak untuk dan atas namanya sendiri, sesuai dengan Akta Notaris ..........................., Nomor : ............. Tanggal ...................... sebagai Penyedia Barang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA Kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan Perjanjian/Kontrak Pembelian Peralatan Laboratorium Multimedia yang telah ditetapkan dengan ketentuan yang diatur dan ditetapkan sebagaimana yang tercantum dalam pasal-pasal berikut: Pasal 1 Pemberi dan Penerima Pekerjaan PIHAK PERTAMA memberi tugas dan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA, dan PIHAK KEDUA menerima tugas dan pekerjaan dari PIHAK PERTAMA untuk melaksanakan pekerjaan Pembelian Peralatan Laboratorium IPA yang telah ditetapkan seperti tercantum pada lampiran Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Pasal 2 Lingkup Pekerjaan 1. Lingkup Pekerjaan ini adalah mengadakan Peralatan Laboratorium IPA . 2. Pekerjaan Pengadaan yang dimaksud pada butir 1 di atas adalah mengadakan peralatan laboratorium IPA sesuai dengan jumlah dana spesifikasi yang diminta oleh PIHAK PERTAMA. 3. Penyerahan hasil pekerjaan Pengadaan Peralatan Laboratorium IPA kepada PIHAK PERTAMA dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan, yang menyatakan bahwa pekerjaan telah selesai 100%. Pasal 3 Dasar Pelaksanaan Pekerjaan 1. Pekerjaan yang dimaksud dalam Pasal 2 Surat Perjanjian/Kontrak ini wajib dilaksanakan berdasarkan referensi yang diberikan pihak Pertama. 2. Dalam pekerjaan pengadaan yang dimaksud dalam pasal 2 Surat Perjanjian /Kontrak ini, wajib tunduk dan patuh pada petunjuk serta pengarahan PIHAK PERTAMA atau yang ditunjuk sebagai pelaksana Teknis. Pasal 4 Hak dan Kewajiban Para Pihak 1. Hak dan Kewajiban PIHAK PERTAMA 1.1. Mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan PIHAK KEDUA; 1.2. Membayar sesuai harga kontrak yang telah disepakati dalam perjanjian/kontrak; 2. Hak dan Kewajiban PIHAK KEDUA 2.1. Menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam perjanjian/kontrak. 2.2. Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam perjanjian/kontrak. 2.3. Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA. 2.4. Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam perjanjian/kontrak. Pasal 5 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 1. Waktu untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dalam Surat Perjanjian Kontrak ini selama 14 (empat belas) hari kalender terhitung sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

2. Waktu penyelesaian pekerjaan tersebut dalam ayat (1) pasal ini tidak dapat diubah oleh PIHAK KEDUA tanpa persetujuan dari PIHAK PERTAMA. 3. PIHAK PERTAMA menerbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan. Pasal 6 Nilai Kontrak Kedua belah Pihak sepakat untuk melaksanakan Perjanjian/kontrak Pekerjaan Pembelian Peralatan Laboratorium IPA dengan nilai sebesar Rp. 80.000.000,00 (delapan puluh juta rupiah) dan nilai tersebut sudah termasuk Pajak-pajak yang berlaku seperti tercantum pada lampiran Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Pasal 7 Harga-harga Harga-harga dan jasa-jasa yang dibebankan kepada PIHAK KEDUA, yang dilaksanakan menurut kontrak, tidak boleh berubah dari hargaharga yang disebutkan oleh PIHAK KEDUA dalam penawarannya dan sudah termasuk pajak-pajak dan bea lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. Pasal 8 Pembayaran Pembayaran dilakukan dengan 2 (dua) tahap. 1. Pembayaran tahap pertama diberikan sebesar 50 % (limapuluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. 40.000.000,00 setelah peralatan diterima di sekolah dengan dibuktikan Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima yang menyatakan baik, layak pakai sesuai dengan jumlah dan spesifikasi yang diminta. 2. Pembayaran tahap kedua diberikan sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai kontrak atau sebesar Rp. 40.000.000,00 setelah peralatan selesai diinstalasi dan diuji oleh tim yang ditunjuk untuk proses uji coba tersebut serta dinyatakan sesuai dan tidak ada klaim dari PIHAK PERTAMA. Pasal 9 Perlindungan Hak Cipta, Hak Paten dan Merk PIHAK KEDUA harus menjamin PIHAK PERTAMA terhadap semua tuntutan dari PIHAK KETIGA untuk pelanggaran hak cipta, hak paten yang timbul karena penggunaan hasil pekerjaan atau setiap bagiannya. Pasal 10 Pemeriksaan Pelaksanaan Pekerjaan 1. PIHAK PERTAMA berhak untuk memeriksa dan/atau menguji Barang, guna mengklarifikasi terhadap kontrak.

2 Pemeriksaan dan pengujian dilaksanakan dilokasi PIHAK PERTAMA. 3. Apabila hasil pekerjaan yang diperiksa atau diuji ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi, PIHAK PERTAMA Pertama dapat menolak hasil pekerjaan tersebut, dan PIHAK KEDUA harus menggantinya. Sesuai spesifikasi yang diminta, tanpa mengenakan biaya kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender. Pasal 11 Pengunduran Batas Waktu Penyerahan 1. Permintaan perpanjangan batas waktu penyerahan hasil pekerjaan pengadaan peralatan laboratorium multimedia dapat diajukan PIHAK KEDUA hanya 1 (satu) kali saja, dalam hal yang berhubungan dengan Pasal 5. 2. Permohonan ini diajukan secara tertulis paling lambat 7 (tujuh) hari kalender terhitung sebelum batas waktu yang ditetapkan dalam Surat Perjanjian/Kontrak berakhir. 3. Permintaan perpanjangan batas waktu penyerahan yang disebabkan oleh kelalaian PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan hingga mengakibatkan kelambatan pekerjaan tidak diluluskan. 4. Untuk penyelesaian permintaan pengunduran batas waktu penyerahan oleh PIHAK KEDUA akan diselesaikan oleh Panitia Khusus yang diangkat oleh PIHAK PERTAMA dengan memperhatikan alasan-alasan yang dapat diterima. Pasal 12 Penyerahan Barang 1. Pada akhir jangka waktu pelaksanaan pekerjaan seperti ditetapkan pada pasal 5 Surat Perjanjian/Kontrak ini, PIHAK KEDUA harus sudah dapat menyerahkan seluruh hasil pekerjaannya kepada PIHAK PERTAMA; 2. Penyerahan hasil Pekerjaan harus sesuai dengan apa yang telah diperjanjikan dengan PIHAK PERTAMA; 3. Berita Acara Pemerikasaan dan Serah Terima Barang beserta lampirannya harus dibuat rangkap 7 (tujuh) dan merupakan bukti keadaan barang dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA, serta merupakan bukti penyelesaian pekerjaan dan merupakan bahan kelengkapan permintaan pembayaran. Pasal 13 Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan 1. Pengiriman hasil pekerjaan dan pelaksanaan atas jasa-jasa juga harus dilakukan oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh PIHAK PERTAMA dalam Jadwal Permintaan.

2. Penundaan pelaksanaan pekerjaan dalam jangka waktu kontrak, yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh PIHAK KEDUA dikenakan sanksi kehilangan jaminan pelaksanaan, pembebanan atas kerusakan yang tidak dapat tergantikan, dan/atau pemutusan Kontrak. 3. Denda yang dikenakan adalah 1 0/00 (satu permil) perhari untuk setiap hari keterlambatan dari sisa nilai kontrak (tahapan pekerjaan yang belum diselesaikan). Pasal 14 Force Majeure (Kahar) 1. "Force Majeure" berarti suatu peristiwa diluar kekuasaan PIHAK KEDUA dan tidak melibatkan kesalahan atau kelalaian, dan tidak dapat diduga. Peristiwa-peristiwa itu antara lain meliputi bencana alam, sabotase, huru-hara, kebakaran dan sebagainya tetapi tidak dibatasi, kepada tindakan dari Pengguna Barang/Jasa dalam kapasitas dan kekuasaannya, perang atau revolusi, kebakaran, banjir, wabah penyakit, daerah karantina dan embargo pengangkutan. 2. PIHAK KEDUA tidak dikenakan penyitaan jaminan pelaksanaannya, mengganti kerugian atau penghentian karena kesalahan, sepanjang penundaan dalam pelaksanaan atau kegagalan lain untuk melaksanakan kewajibannya menurut kontrak adalah akibat peristiwa Force Majeure. 3. Apabila situasi Force Majeure timbul, PIHAK KEDUA harus dengan cepat memberitahukan PIHAK PERTAMA secara tertulis mengenai kondisi dan penyebabnya. Kecuali diarahkan secara tertulis oleh PIHAK PERTAMA. 4. PIHAK KEDUA dapat melanjutkan pelaksanaan kewajibannya menurut kontrak sejauh hal itu masih wajar, dan masuk akal, dan harus mencari semua alternatif yang rasional untuk melaksanakan tugasnya yang tidak dibatasi oleh kejadian Force Majeure.

Pasal 15 Itikad Baik 1. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dalam hak-hak dalam kontrak. 2. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur untuk kepentingan kedua belah pihak. Pasal 16 Pemutusan Kontrak 1. PIHAK PERTAMA, tanpa maksud mengabaikan cara lain dalam menyelesaikan pelanggaran Kontrak, dengan memberitahukan kesalahan/kelalaian secara tertulis kepada PIHAK KEDUA, dapat memutuskan kontrak ini sebagian atau seluruhnya apabila PIHAK KEDUA gagal mengirimkan sebagian atau seluruh barang-barang dalam jangka waktu yang telah ditetapkan dalam Kontrak, atau dalam perpanjangan waktu yang dijanjikan oleh PIHAK KEDUA;

2. Jika karena suatu hal PIHAK PERTAMA menghentikan sebagian atau seluruh kontrak, sesuai dengan persyaratan dan dengan cara yang dianggap pantas dapat mengadakan hasil pekerjaan dan jasa-jasa yang sama dengan yang tidak dikerjakan oleh PIHAK KEDUA, bertanggung jawab kepada PIHAK PERTAMA terhadap setiap tambahan biaya untuk pekerjaan tersebut. Bagaimanapun, PIHAK PERTAMA harus melanjutkan pelaksanaan dari kontrak yang tidak dihentikan. Pasal 17 Amandemen Kontrak 1. PIHAK PERTAMA kapan saja, dengan perintah secara tertulis kepada PIHAK KEDUA, dapat membuat perubahan sejauh masih dalam jangkauan umum kontrak untuk satu atau beberapa hal berikut ini: 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. Spesifikasi Teknis; Cara dan metode pengujian, pengiriman dan pengepakan Lokasi Proyek. Jasa-jasa yang disediakan oleh PIHAK KEDUA

2. Bila perubahan bersangkutan, mengakibatkan penambahan, penurunan biaya, atau waktu yang dibutuhkan PIHAK KEDUA untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan menurut kontrak, penyesuaian yang wajar harus dibuat dalam harga kontrak atau jadwal pengiriman, atau kedua-duannya dan kesepakatan akan perubahan tersebut dituangkan dalam addendum kontrak. Setiap tuntutan oleh PIHAK KEDUA terhadap penyesuaian ini harus dinyatakan dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak PIHAK KEDUA menerima perintah perubahan pesanan dari PIHAK PERTAMA. Pasal 18 Bahasa dan Hukum 1. 2. Kontrak harus ditulis dalam BAHASA INDONESIA Semua korespondensi dan dokumentasi yang berkaitan dengan kontrak antara kedua belah pihak harus ditulis dalam bahasa tersebut. Kontrak harus ditafsirkan sesuai dengan hukum di Indonesia. Pasal 19 Perpajakan Semua pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya yang dikenakan atas pelaksanaan kontrak menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia.

Pasal 20 Korespondensi Setiap pemberitahuan yang menurut Kontrak ini harus dikirimkan melalui telegram, teleks, atau facsimile dan dikonfirmasikan secara tertulis ke alamat : Sekretariat Panitia Pelaksanaan Pembelian Peralatan Laboratorium IPA Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Grogol Jl. Raya Gringging No. 195 Grogol Kab. Kediri Telp. 0354 773677

Pasal 21 Penyelesaian Perselisihan 1. Semua perselisihan dalam bentuk apapun yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini akan diselesaikan secara musyawarah; 2. Bila hal ini tidak membawa hasil, maka penyelesaian akhir melalui pengadilan, dan dalam hal ini kedua belah pihak memilih domisili yang tetap di Kantor Pengadilan Negeri Kediri. Pasal 22 Lain - lain 1. Semua dokumen yang mendahului Surat Perjanjian/Kontrak ini merupakan kelengkapan yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini dan bersifat mengikat bagi kedua belah pihak; 2. Surat Perjanjian/Kontrak ini dibuat rangkap 7 (tujuh), berkas pertama dan kedua masing-masing dibubuhi meterai Rp. 6.000,(enam ribu rupiah) dan lainnya tanpa meterai memiliki kekuatan hukum yang sama; 3. Surat Perjanjian/Kontrak ini dianggap sah setelah ditanda tangani oleh kedua belah pihak; Terhadap hal-hal yang belum tercakup dalam Surat Perjanjian/Kontrak ini, apabila dipandang perlu dengan kesepakatan kedua belah pihak akan dituangkan dalam Surat Perjanjian Tambahan (Addendum) yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Surat Perjanjian/Kontrak ini. Dengan dasar tersebut, kedua belah pihak telah sepakat/setuju untuk melaksanakan perjanjian ini, pada hari, bulan dan tahun sebagaimana yang ditulis di atas. Ditandatangani di: Kediri 2007 PIHAK KEDUA CV CANDRA INDORAMA Grogol Tanggal : 16 Nopember

PIHAK PERTAMA Kepala SMPN 1

Drs. H. Moch Alimin Hariyono, M.Si Direktur 911 465

Drs. Gondo NIP. 130

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->