GAS DAN TITIK NOL ABSOLUT Tujuan : Setelah melakukan percobaan, dapat menerangkan kelakuan gas pada volume

konstan dengan kondisi tekanan dan temperatur yang berbeda. Dapat mengerti prinsip kerja Hg-U manometer dan termometer gas. Dapat membedakan antara skala Celcius dan skala Kelvin, dan

memperkirakan temperatur nol absolut.

Perincian kerja : enyelidiki kelakuan gas pada berbagai kondisi tekanan, temperatur !Hukum gas". enggunakan Hg # U manometer. enentukan koe$isisen ekspansi untuk udara. enentukan%memperkirakan temperatur titik nol absolut. enggunakan termometer digital dan termokopel.

Alat yang Digunakan : &elas kimia '(( ml +abu leher bulat )((( ml ,ermometer anometer Hg # U .ipa kaca dan pengaduk Sumbat labu leher bulat ) *uah ) *uah - *uah ) *uah )/) *uah ) *uah

Klem / Selang .enangas uap

0/- *uah ) *uah

Bahan yang digunakan : 12uadest 3s

Dasar Te ri : !uku"#huku" gas 4 !uku" B yle .enemuan bah5a tekanan udara dapat diukur dalam bentuk tinggi kolom cairan, segera mendorong pengkajian yang cermat mengenai perubahan volume contoh-contoh gas dengan berubahnya tekanan. .erilaku yang dibuktikan oleh eksperimen yang serupa bersi$at khas dari semua gas. .ada temperatur konstan apa saja, makin besar tekanan suatu contoh gas, makin kecil volumenya. Karena semua gas bertindak seperti ini disebut suatu hukum alam. .ertama kali diperagakan kira-kira dalam tahun )66( oleh Robert Boyle, hukum ini dikenal dengan hukum *oyle. Jika temperatur tetap konstan, volume suatu massa tertentu berbanding terbalik dengan tekanan. Secara matematis dapat ditulis 4
Vα I P

Dengan menggunakan data dari contoh khusus nampak bah5a perkalian tekanan dan volume adalah konstan4 ).78( mm 9 '( ml : ;7.((( mm.ml ;7( mm 9 )(( ml : ;7.((( mm.ml

1rtinya 4 v : Konstan jika dinyatakan secara matematis dengan cara lain.
P1 ⋅ V2 = P2 ⋅ V2 atau V1 P = 2 V2 P1

<<<<< !)"

+ambang =) dan .) merujuk ke volume dan tekanan a5al, = 0 dan .0 merujuk ke volume dan tekanan pada kondisi baru atau yang telah diubah.

$e"ecahkan "asalah#"asalah !uku" Gas *anyak diantara masalah yang berkaitan dengan hukum gas yang dapat dipecahkan dengan cara sistematis yang sama. .ertama, harus dipahami bah5a untuk memeriksa dengan lengkap suatu contoh gas, empat besaran harus diketahui 4 *anyaknya materi yang ada !Dinyatakan dalam massa atau banyaknya mol", =olume, ,ekanan dan ,emperatur. Kedua, seringkali ternyata menolong untuk menda$tar satu perangkat kondisi yang memberikan gas itu dalam keadaan aslinya dan seperangkat lain yang memerikan gas itu dalam keadaan yang telah berubah. *iasanya problem itu dapat dirumuskan sebagai problem dimana suatu besaran anu dalam keadaan berubah harus dicari.

Katakan terdapat gas dengan massa tertentu m, menghuni volume asli =), pada tekanan tertentu .), dan gas itu diubah ke tekanan . 0. problemnya ialah menghitung volume =0 dalam keadaan terubahkan. >n$ormasi tambahan ialah bah5a temperatur a5al dan akhir sama, sebesar ,. ,entu saja diandaikan !*iasanya tidak disebut" bah5a tak ada kebocoran dalam alat, sehingga massa gas juga konstan. Dapatlah in$ormasi ini ditata dalam tabel berikut4 1sli Diubah m k k = =) !diketahui" =0 !?" . .) !diketahui" .0 !diketahui" Untuk menyatakan bah5a suatu variabel tidak berubah, ditulis lambang k, yang menunjukkan suatu tetapan !konstanta". entabelkan , k k

in$ormasi itu akan memperjelas bah5a hanya tekanan dan volume berubah, dan karena itu hukum *oyle dapat diterapkan.

Pengaruh Te"%eratur @ika kuantitas tertentu gas dikurung pada tekanan konstan dalam sebuah bejana, volume gas akan berubah dengan temperatur. &as terkurung diatas cairan dalam suatu silinder berskala yang diselubungi suatu selubung le5at mana dapat dialirkan suatu cairan pada temperatur tertentu. bila temperatur dinaikkan, volume gas bertambah, bila diturunkan volume

berkurang. Dengan menaik turunkan labu pengatur permukaan cairan, permukaan dalam labu A dengan cara ini tekanan gas yang terkurung dapat dijaga agar konstan dan sama dengan tekanan udara luar !tekanan gas dapat juga dibuat konstan diba5ah atau diatas tekanan udara luar, dengan meletakkan labu itu pada posisi yang benar". Katakan suatu silinder mengandung )(( ml udara kering pada ( °C. ,abel 7-) mencantumkan volume udara itu pada pelbagai temperatur lain. Untuk mengurung udara diba5ah #-8,8; °C, haruslah digunakan cairan lain pengganti merkurium, karena merkurium membeku pada dan diba5ah temperatur itu A juga diatas )(( °C penguapan merkurium mulai menambah volume gas yang terkurung. ,abel 7.) .erubahan volume udara dengan berubahnya temperatur, pada tekanan konstan.

,emperatur, °C 0;0(( )'( )(( '( ( - '( - )(( - )'(

=olume, ml 0(( );)'' )-; )08 )(( 80 67'

Data dari tabel dialurkan pada gra$ik pada gambar 7.-. Dalam jangka temperatur yang luas, terdapat hubungan garis lurus antara perubahan temperatur dan perubahan volume. .ada temperatur yang sangat rendah, udara akan mencair. =olume mengecil secara mendadak bila terbentuk cairan. Hubungan garis lurus antara temperatur dan volume menunjukkan bah5a perubahan dalam volume gas berbanding lurus dengan perubahan temperatur, artinya 4 B= C B, Kesebandingan ini pertama-tama dijumpai oleh ilmuan .erancis, Jacque Charles kira-kira dalam tahun );8; dan dinyatakan dalam rumus umum oleh J.L. Gay-Lussac dalam tahun )8(0.

Skala Mutlak Temperatur 3kstrapolasi garis lurus dalam &ambar 7.- mendorong ke gagasan bah5a seandainya temperatur cukup direndahkan volume yang dihuni oleh udara itu akan menjadi nol. eskipun sukar dibayangkan bah5a materi dapat

bervolume nol, temperatur yang berkaitan dengan D volume nolE pada gra$ik itu sangat penting artinya. ,emperatur ini, yang menurut perhitungan adalah 0;-,)'° diba5ah (°Celcius, disebut nol mutlak. eskipun ekstrapolasi

sederhana seperti yang ditunjukkan dalam gambar 7.- menyatakan bah5a temperatur nol mutlak itu ada, baru dalam tahun )878 Lord elv!n secara

meyakinkan memperagakan berlakunya skala temperatur mutlak.

.ada skala Kelvin itu, nol mutlak diberi harga ( °K. suatu perubahan )°K sama besarnya dengan perubahan ) °C, sehingga titik beku air, yang

0;-,)' derajat diatas nol mutlak, mempunyai harga sebesar 0;-,)' °K pada skala Kelvin. Mengubah 0C ke K, 273 (lebih tepat 273,1 ! harus ditambahkan ke temperatur Cel"ius. ,ak terdapat temperatur tertinggi yang dapat dihitung karena tak dikenal data atas teoritis untuk temperatur. ,emperatur didalam matahari diperkirakan setinggi -(.(((.((( °K A temperatur yang dicapai dalam ledakan bom hidrogen diperkirakan )((.(((.((( °K.

"ukum Charles Dalam gambar 7.- gra$ik garis lurus temperatur suatu gas versus volumenya menunjukkan bah5a perubahan dalam besaran # besaran ini berbanding lurus satu sama lain. Famun, angka banding langsung antara volume dan temperatur tak diperoleh jika temperatur yang digunakan diambil dari skala Celsius atau Gahrenheit. *ilangan dalam skala-skala ini hanyalah harga relati$. *aik (°C maupun (°G tidak menyatakan ketiadaan temperatur, karena pada masing-masing skala ini masih dapat dibaca temperatur Ddiba5ah nolE. Karena hanya dalam skala mutlak nol berarti tak ada temperatur, rujukan apa saja ke angka banding langsung antara volume dan temperatur haruslah menyebut bah5a digunakan harga-harga mutlak. .ernyataan hubungan ini dikenal sebagai hukum Charles. Jika

tekanan tak berubah, volume gas dengan massa tertentu, berbanding lurus dengan temperatur mutlak. Secara matematis, &'T Dengan menggunakan data dari tabel dan mengubah ke temperatur mutlak, nampak bah5a koe$isien volume dibagi oleh temperatur mutlak suatu konstanta 4
155 ml 150 + 273 K 100 ml 0 + 273 K 82 ml - 50 + 273 K = 0,366 ml/K

= 0,366 ml/K

= 0,368 ml/K

1rtinya, =%, : suatu konstanta, atau 4
V1 V2 V T = atau 1 = 1 T1 T2 V2 T2

<<<<<. !0"

"ubun#an antara Tekanan dan Temperatur ,erutama dinegeri subtropis, setelah diukur pada pagi hari yang dingin, tekanan udara dalam ban ditengah hari dimusim panas dapat naik secara menyolok setelah mobil dikendarai beberapa jam. Sementara itu volume ban praktis tidak bertambah. Hubungan antara tekanan dan temperatur pada volume konstan tidak laHim dirujuk ke nama penemunya, agaknya karena hubungan ini dikenal secara bertahap oleh beberapa penyelidik. Kadang-kadang diberi nama menurut nama Joseph Gay-Lussac

dan

kadang-kadang

menurut

nama

Gu!llaume

$montons,

yang

menghubungkan tekanan gas ke temperaturnya dan membuat suatu termometer gas atas dasar ini dalam tahun );(-. sumbangan kedua ilmuan ini akan kita hargai dengan menyebut hubungan itu hukum Gay Lussac dan $montons. #ekanan gas dengan massa tertentu berbanding lurus dengan temperatur mutlak, bila volume tidak berubah. Dinyatakan secara matematis4 P'T 1tau .%, : suatu konstanta. .ernyataan yang setara adalah
P1 P P T = 2 atau 1 = 1 T1 T2 P2 T2

<<<<<. !-"

 $pl!kas! hukum-hukum #as pada percobaan
.ercobaan kali ini akan diselidiki hubungan antara tekanan dan temperatur gas pada volume konstan. Selanjutnya akan digunakan hubungan antara tekanan dan temperatur untuk membuat kurva antara tekanan vs temperatur. Dari hukum Charles dapat diketahui bah5a jika sejumlah volume gas dijaga agar tekanannya konstan, maka volume gas akan berbanding lurus dengan temperatur absolut. Dapat dilihat pula bah5a dari ekstrapolasi terhadap garis lurus akan diperoleh harga volume nol, pada temperatur #0;- °C atau (°K. ,etapi karena volume pada tekanan konstan dan tekanan pada volume konstan adalah

berbanding lurus terhadap temperatur !hukum &ay +ussac" volume pada gra$ik 7.- !sumbuI" dapat diganti dengan tekanan, sehingga diperoleh gra$ik yang sejenis !tekanan vs temperatur" jika kita lakukan ekstrapolasi terhadap garis lurus maka akan diperoleh harga tekanan nol, pada temperatur #0;- °C atau (°K. Untuk membuat gra$ik tekanan vs temperatur paling sedikit dibutuhkan - titik yang diukur pada volume konstan. >si labu gelas dengan udara dan dihubungkan dengan pipa karet vakum !vacum rubber hose". Setelah labu gelas didinginkan hingga ( °C, tekanan udara dalam labu akan turun. Hal ini dapat diukur dengan Hg # U manometer p antara nol mmHg dan kenaikan tinggi kolom pada sisi kiri sesuai dengan penurunan tekanan. Dengan demikian diperoleh 4 .( : .atm # B. ,( : (°C atau 0;-°K .( adalah tekanan pada (°C atau 0;-°K, ini adalah titik pertama pada gra$ik antara tekanan vs temperatur. @ika temperatur dalam labu yang berisi udara dinaikkan )°C atau )°K tekanan akan bertambah sebanding dengan kenaikan temperatur !pers - Hukum &ay +ussac".

.( : . ) ,( ,)

.) : ,ekanan pada ,) ,) : )°C atau 0;7°K

Dengan demikian dapat kita tulis 4

T1 273 + ∆ t 0 CatauK P1 = P0 = P0 ⋅ T0 273

( )

1+ : Po   

∆ t

(

0

CatauK 273

) 
 

1tau dalam bentuk yang lebih umum .t : .o ! ) / Bt"<<<..!7"

.erbedaan temperatur dalam °C atau °K .t : ,ekanan pada temperatur t Bt : ,emperatur dalam °C : )%0;- K-) !koe$isien ekspansi untuk gas ideal" .ersamaan !7" adalah bentuk persamaan dari gra$ik, tekanan vs temperatur yang ada, yang percobaan ini divariasikan untuk temperatur ( # )(( °C. @ika

.( !tekanan pada (°C" diketahui, tekanan .t pada temperatur ! °C" yang lain dapat dihitung. @ika garis lurus pada gra$ik tekanan vs temperatur diekstrapolasi hingga .t : C, maka dari persamaan !7" dapat dilihat temperatur yang sesuai adalah sekitar #0;-°C, atau (°K. Koe$isien ekspansi γ =
1 K −1 = 0,00366 K −1 <<<<<< !7" 273 ⋅15

"anya berlaku untuk #as !deal. ,api pada kenyataannya tidak terdapat gas ideal. Semua gas akan mencair pada kondisi temperatur dan tekanan tertentu. dengan demikian gra$ik vs tekanan untuk gas nyata hanya beralaku untuk range tertentu, tetapi dalam range ini untuk kebanyakan gas nyata hampir sama, seperti dapat dilihat pada tabel 4

oe%!s!en ekspans! &- untuk beberapa #as '

Udara H0 He CJ0

(,((-6;7 K-) (,((-66- K-) (,((-66( K-) (,((-;06 K-)

Untuk tujuan-tujuan praktis dapat kita asumksikan bah5a pada temperatur dan tekanan lingkungan, H 0, helium dan udara berkelakuan mendekat gas ideal sebab jauh dari titik cairnya !embunnya". .ada percobaan ini udara ditentukan dengan persamaan !7" 4 .t) : .o !) / K Bt)" atau .o : .t % !) / K B t)" .t0 : .o !)/ K Bt0" atau .o : .t % !) / K B t0" Dari dua persamaan diatas diperoleh 4

γ =

Pt2 − Pt1 P 1∆t 2 − P 2 ∆t1

(r!ns!p Termometer #as

.ada termometer gas penentuan temperatur didasarkan pada prinsip alat ukur tekanan dengan hukum &ay # +ussac.Dengan dapat digerakkannya tabung sebelah kanan, maka permukaan Hg pada kaki sebelah kiri dapat diatur pada ketinggian h+ dengan menyentuh jarum", oleh sebab itu volume gas dalam labu dapat dibuat konstan untuk setiap pengukuran temperatur. .erbedaan tekanan yang diakibatkan kenaikan temperatur sebanding dengan perbedaan tinggi permukaan h : hr # h+ !mmHg". 1danya perbedaan temperatur t) dan t0 akan mengakibatkan perbedaan tinggi permukaan Hg, h) dan h0. dari hubungan tekanan h) dan h0 serta dari tekanan barometer b kita peroleh tekanan dalam labu 1. .) : b / h ) .0 : b / h 0

Sesuai dengan persamaan !7" maka 4 .0 : .) !) / K B t" jika .) : ,ekanan pada (°C !camp. 1ir # es"

Pr sedur Pengerjaan Ditempatkan labu gelas pada sandaran dan dihubungkan dengan Hg # U manometer, Dicatat temperatur dan tekanan ruang serta diatur agar Hg # U manometer pada posisi ( mmHg,

Dimasukkan labu gelas secara keseluruhan kedalam air es, di tunggu agar permukaan Hg menjadi konstan, Dikeluarkan dari air es dan dibiarkan labu menjadi panas sesuai dengan temperatur ruangan, Diambil 5aterbath dan dimasukkan labu secara lengkap didalamnya, dipanaskan sekitar -(°C, dicatat temperatur sesungguhnya jika temperatur sudah konstan, 1ir dipanaskan hingga mencapai suhu 7( °C dicatat temperatur

sesungguhnya jika temperatur sudah konstan !diulangi untuk suhu '( °C dan 6(°C", Dihitung tekanan . didalam labu dari perbedaan tekanan dan tekanan barometer b untuk tiap temperatur yang sesuai Dibuat gra$ik tekanan . dan temperatur dan ekstrapolasi garis yang terbentuk sampai . : ( mmHg, untuk temperatur digunakan skala °C atau °K Ditentukan udara dari pengukuran . pada ( °C dan titik didih t
b

dengan

menggunakan persamaan ' dan dibuat hubungan antara tekanan dan temperatur.

Data Penga"atan: .embacaan pada manometer !volume konstan" L pada saat dipanaskan ,emperatur !°C" ;' ;( ∆h !mmHg" -8 0( ∆p !mmHg" -8 0)

6' 6( '' '( 7' 7(

8 ' 8 )) )8

)) ' ) 8 )) )8

.embacaan pada manometer !volume konstan" L pada saat didinginkan ,emperatur !oC" 08 07 0( Mh !mmHg" 70 777 Mp !mmHg" )(0 )()(7

=olume labu Diameter selang &III( Perhitungan :

4 ).)7( cm4 8 mm : (,8 cm

T ) *° C = : =labu # N % 7 . d0 . t : ).)7( cm- # -,)7 % 7 9 (,80 9 O 8 cm : ).)7( cm- # (,;8' 9 (,67 9 7 cm : ).)7( cm- # 0,((P6 cm

: ).)-;,PP(7 cm- : ).)-;,PP(7 ml

 +ntuk T ) *° C
Dik4 ,o : (°C : 0;-°K .) : .ruang : ;76 mmHg ,) : ,ruang : -) / 0;-°K : -(7°K =) : ).)7( cmDit4 .(°C : <.? .enyelesaian4
P0 .V0 P .V = 1 1 T0 T1
P0 = P1 .V1 .T0 T1 .V0 = 746 mmHg x 1140 cm 3 x 273°K

304°K x 1137,9904 cm 3 232.170.120 = 345.949,0816 = 671,1107 mmHg

+ntuk T ) ,*° C = : =labu # N % 7 . d0 . t : ).)7( cm- # -,)7 % 7 9 (,80 9 O ( cm : ).)7( cm- # (,;8' 9 (,67 9 ( cm : ).)7( cm- # ( cm

: ).)7( cm- : ).)7( ml
P30 . V30 P .V = 1 1 T30 T1
P30 = P1 .V1 .T30 = T1 .V30 746 mmHg x 1140 cm 3 x 303°K

304°K x 1140 cm 3 257.683.320 = 346.560 = 743,5461 mmHg

+ntuk T ) -*° C = : =labu # N % 7 . d0 . t : ).)7( cm- # -,)7 % 7 9 (,80 9 O 6 cm : ).)7( cm- # (,;8' 9 (,67 9 - cm : ).)7( cm- # ),'(;0 cm : ).)-8,7P08 cm- : ).)-8,7P08 ml

P40 . V40 P .V = 1 1 T40 T1
P40 = P1 .V1 .T40 = T1 .V40 746 mmHg x 1140 cm 3 x 313°K

304°K x 1.138,4928 cm 3 266.187.720 = 346.101,8112 = 769,1024 mmHg

 +ntuk T ) .*° C
= : =labu # N % 7 . d0 . t : ).)7( cm- # -,)7 % 7 9 (,80 9 O )0,7 cm : ).)7( cm- # (,;8' 9 (,67 9 6,0 cm

: ).)7( cm- # -,))7P cm : ).)-6,88') cm- : ).)-6,88') ml
P50 . V50 P .V = 1 1 T50 T1
P50 = P1 .V1 .T50 = T1 .V50 746 mmHg x 1140 cm 3 x 323°K

304°K x 1.1136,8851 cm 3 274.692.120 = 345.613,0704 = 794,7967 mmHg

 +ntuk T ) /*° C
= : =labu # N % 7 . d0 . t : ).)7( cm- # -,)7 % 7 9 (,80 9 O )P,7 cm : ).)7( cm- # (,;8' 9 (,67 9 P,; cm : ).)7( cm- # 7,8;-- cm : ).)-',)06; cm- : ).)-',)06; ml
P60 . V60 P .V = 1 1 T60 T1
P60 = P1 .V1 .T60 = T1 .V60 746 mmHg x 1140 cm 3 x 333°K

304°K x 1.135,1267 cm 3 283.196.520 = 345.078,5168 = 820,6727 mmHg

+ntuk har#a koe%!s!en ekspans!

Dimana 4

.0 : , .) : Q Bt0 : ---°K # -(7°K : 0P°K Bt) : 0;-°K # -(7°K : −-)°K

γ =

Pt1

Pt 2 − Pt1 ( 820,6727 − 671,1107 ) mmHg = ⋅ ∆t 2 − Pt 2 ⋅ ∆t 1 !671,1107 mmHg x 29°K − !820,6727 mmHg x !− 31°K
= = 149,562 mmHg 19462,2103mmHg° K −! − 25440,8537 mmHg° K 149,562 mmHg 44903,064 mmHg° K
1 =0,003331 K −

I)( Pe"*ahasan hasil %erc *aan : .ercobaan ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara tekanan dan temperatur gas pada volume konstan. Hubungan ini dapat dilihat dari gambar gra$ik. Dilihat dari gra$ik tampak jelas masih terdapat kesalahan dalam percobaan. Koe$isien ekspansi untuk gas ideal yaitu (,((-66 K -), namun dalam kenyataannya dalam percobaan kami memperoleh beda yang sangat jauh. >ni mungkin diakibatkan karena semua gas akan mencair pada tekanan dan temperatur tertentu. Sesuai dengan hukum gay lussac dan 1montons tentang hubungan tekanan dan temperatur diperoleh bah5a tekanan udara di dalam labu bulat berbanding lurus dengan temperatur mutlak bila volumenya tidak

berubah. 1rtinya semakin besar tekanan di dalam labu maka temperatur di dalam labu pun akan meningkat jika volumenya tetap. .ada temperatur di ba5ah suhu ruang dalam artian ( oC diperoleh HgU manometer bergerak ke arah labu sehingga volume udara di dalam labu mengecil dan sebaliknya pada temperatur di atas suhu ruang dalam artian setelah air dipanaskan dari -( °C sampai 6(°C volume udara dalam labu bertambah sehingga cairan Hg-U manometer bergerak ke arah berla5anan

Gra+ik hu*ungan antara Tekanan dengan Te"%eratur

)(

Kesi"%ulan :

 ,ekanan pada suhu -(°C adalah

743,5461 mmHg

 ,ekanan pada suhu 7(°C adalah  ,ekanan pada suhu '(°C adalah  ,ekanan pada suhu 6(°C adalah

769,1024 mmHg 794,7967 mmHg 820,6727 mmHg

 Dari hasil percobaan disimpulkan bah5a Koe$isien ekspansi dari udara
dalam ruangan pada saat praktikum adalah
1 0,003331 K −

)I( ,a-a*an Pertanyaan :

 .ada thermometer gas, pada kaki sebelah kiri Hg dapat digerakgerakkan untuk menjaga agar permukaan Hg pada kaki kiri konstan !volume yang tetap dalam labu 1 mengikuti hukum &ay +ussac". .ada percobaan ini tabung Hg # U manometer adalah tetap. 1pa akibatnya. *erikan pernyataan dan buat perkiraan untuk menunjukan

kemungkinan perbedaan besarnya tekanan di dalam labu.  1kan berakibat volume gas didalam labu akan dapat kita buat konstan untuk setiap pengukuran temperatur.  Kita dapat memperkirakan besarnya beda tekanan yang terjadi didalam labu karena tekan gas dengan cara memperhatikannya pada tabung Hg # U manometer besarnya skala yang ditunjukan oleh kedua sisi Hg, dengan jalan mengukur jauhnya setiap sisi dan hal ini dijadikan besarnya beda tekanan yang terjadi didalam labu.

 Iang mana dari 0 temperatur tetap !$i9 points" dalam skala Celcius
dan bagaimana cara mengukurnya ?  Iaitu (°C, diukur dengan menggunakan thermometer raksa, dengan melihat skalanya pada thermometer yang terdapat didalam labu bulat dan ditunggu selama 0 menit hingga suhu konstan.

 *agaimana hubungan antara skala Celcius dan Kelvin R
 Skala celcius jika dihubungkan dengan skala Kelvin maka harga temperatur (°C akan setara dengan 0;-°K !tetapi sebenarnya yang tepat adalah 0;-,)'°K", dan jika celcius ingin dikompersikan kedalam Kelvin maka cukup tinggal menambahkan besarnya 9 °C dengan 0;-°K

 1pa de$enisi titik nol absolut R
 ,itik nol absolut adalah temperature yang berkaitan dengan volume nol yang menurut perhitungan adalah 0;-,); derajat diba5ah ( °C

 *agaimana caranya mengkalibrasi !secara kasar" thermometer gas,
jika tidak terdapat thermometer yang tepat A sedang yang ada hanya barometer.  Untuk pertanyaan ini tidak terja5ab, karena berhubung tidak dipraktekkan.

)II( Da+tar %ustaka :

 Sienko .@, 39perimental Chemistry, C &ra5-Hill, Singapore, )P8'.