Hemoroid A. Defenisi “Hemorrhoid are dilated, engorged veins in the lining of the rectum”.

Hemoroid adalah pembesaran dan penonjolan vena disekitar rektum. (Potter, 1997 ; 1374). “Hemorrhoid are dilated varicose veins of the anus and rectum”. Hemoroid adalah dilatasi pembuluh darah vena varicose pada anus dan rektum. (Reeves, 1999 ; 162). Hemoroid adalah dilatasi pleksus (anyaman pembuluh darah) vena yang mengitari rektal dan anal. (Tambayong, 2000 ; 142). Hemoroid (Wasir) adalah pembengkakan jaringan yang mengandung pembuluh balik (vena) dan terletak di dinding rektum dan anus. (www.medicastore.com, 2001). “Hemorrhoids are a common problem of the anus and rectum. They occur when the veins around the anus or lower rectum become swollen and inflamed, often as a result of straining during a bowel movement”. Hemoroid adalah suatu masalah umum pada anus dan rektum. Yang terjadi bila vena-vena disekitar anus dan rektum mengalami peradangan yang diakibatkan karena mengedan selama buang air besar. (www.hemorrhoids.emedtv.com, 2001) Hemoroid adalah pelebaran pembuluh darah di bawah selaput lendir anus menjadi semacam benang khusus sehingga membentuk gumpalan benjolan.

(www.kaltimpost.web.id, 2002). Hemoroid adalah perdarahan yang keluar lewat anus berupa darah segar dengan atau tanpa disertai lendir tidak termasuk perdarahan yang berasal dari bagian-bagian lambung dan usus halus. (www.ultinetindonesia.com, 2005) Hemoroid adalah pelebaran varises satu segmen / lebih pembuluh darah vena hemoroidales (bacon) pada poros usus dan anus yang disebabkan karena otot & pembuluh darah sekitar anus / dubur kurang elastis sehingga cairan darah terhambat dan membesar. (www.fkuii.org, 2006). Hemoroid adalah suatu penyakit pelebaran pembuluh darah balik (vena) yang terdapat di daerah saluran cerna bagian bawah yang berbatasan dengan dubur/anus. (www.balipost.com, 2003).

B. Etiologi Hemoroid dapat terjadi karena dilatasi (pelebaran), inflamasi (peradangan) atau pembengkakan vena hemoroidalis yang disebabkan: 1. Konstipasi kronik: sulit buang air besar, sehingga harus mengejan.

2006 . obstruksi (sumbatan) fungsional akibat spasme (kejang).2. 2002 . 7. 2005) C. Duduk terlalu lama 6. Patofisiologi Mengedan selama buang air besar dapat meningkatkan tekanan intra abdominal dan vena hemoroidal.suaramerdeka. (Lukman’s. 1085) Hemoroid timbul akibat kongesti vena yang disebabkan oleh gangguan aliran darah balik dari vena hemoroidalis. Hubungan seks peranal. Pada beberapa individu terjadi hipertrofi sfingter ani (pembengkakan otot/klep dubur).com. 4. Bila ujung rektum penuh oleh kotoran obstruksi vena mungkin bisa terjadi. 1997 . Usia lanjut. (Smeltzer. 5. Kehamilan karena penekanan janin pada perut. Distensi juga dapat mengakibatkan terjadinya trombosis dan perdarahan. Diare kronik. Trombosis adalah pembekuan darah dalam hemoroid. 467) Hemoroid dapat menimbulkan nyeri hebat akibat inflamasi dan edema yang disebabkan oleh trombosis. dan penyempitan kanal anorektal (saluran dubur-ujung akhir usus besar) (www. (Price. 1138) . sehingga dilatasi permanen pada vena hemoroidal dapat terjadi. 3. Sebagai salah satu akibat dari pengulangan dan perpanjangan meningkatkan tekanan dan obstruksi. menimbulkan distensi pada vena hemoroidal.

Tingkat 3 : prolapsus hemoroid. Tingkat 4 : terjadi prolaps dan sulit kembali dengan spontan. Klasifikasi 1. (www. b. terletak dibawah garis anorektal dan ditutupi oleh mukosa usus. hemoroid ini keluar dari anus (wasir luar) 2. c. 2006) . Berdasarkan asal/tempat penyebabnya: a. Hemoroid interna diklasifikasikan lagi berdasarkan perkembangannya : a.fkuii.org. b. terletak diatas garis anorektal dan ditutupi oleh mukosa anus. prolapsus dapat kembali dengan dibantu. hemoroid ini tetap berada di dalam anus. Hemoroid eksterna Hemoroid ini dikarenakan adanya dilatasi (pelebaran pembuluh darah) vena hemoroidales inferior. Tingkat 2 : gejala perdarahannya berwarna merah segar pada saat defekasi (buang air besar) benjolan dapat dilihat disekitar pinggir anus dan dapat kembali dengan spontan. benjolan dapat masuk kembali dengan spontan. Hemoroid interna Hemoroid ini berasal dari vena hemoroidales superior dan medial. Tingkat 1 : biasanya asimtomatik dan tidak dapat dilihat.D. d. jarang terjadi perdarahan. terjadi setelah defekasi dan jarang terjadi perdarahan.

4. (Lukman’s. 2006) Gejala-gejala yang lain termasuk : 1. Keluar lendir yang menyebabkan perasaan isi rektum belum keluar semua.E. 5. 2. Hemoroidal strangulasi. 1997 . 1826) F. Hemoroidal strangulasi adalah hemoroid yang prolaps dengan suplai darah dihalangi oleh sfingter ani. Rasa sakit yang timbul karena prolaps hemoroid (benjolan tidak dapat kembali) dari anus terjepit karena adanya trombus. Komplikasi Komplikasi hemoroid yang paling sering adalah : 1. 4. Perih.fkuii. Perdarahan berwarna merah terang. Perasaan tidak nyaman (duduk terlalu lama dan berjalan tidak kuat lama) 6. 1997 . Rasa gatal pada rektal. 3.org. Perdarahan terjadi dikarenakan adanya ruptur varises. Nyeri. Konstipasi. 1085) . Trombosis adalah pembekuan darah dalam hemoroid. Perdarahan. 2. 3. Trombosis. Prolaps dapat terjadi pada kasus berat. Perdarahan segar disekitar anus. Terjadi benjolan-benjolan disekitar dubur setiap kali buang air besar. Tanda dan Gejala 1. (www. 5. 3. 2. (Black. Rasa sakit atau nyeri.

banyak digunakan adalah campuran diosmin (90%) dan hesperidin (10%) b. dan dalam bentuk krim / salep untuk hemoroid eksterna. Farmakologis  Menggunakan obat untuk melunakkan feses / psillium akan mengurangi sembelit dan terlalu mengedan saat defekasi. dengan demikian resiko terkena hemoroid berkurang.  Obat untuk menghentikan perdarahan.  Perbaiki pola buang air besar : mengganti closet jongkok menjadi closet duduk.G. Jika terlalu banyak jongkok otot panggul dapat tertekan kebawah sehingga dapat menghimpit pembuluh darah. Pemeriksaan colok dubur 2. Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan yang dilakukan antara lain : 1. Proctoscopi atau colonoscopy (untuk menunjukkan hemoroid internal) (Reeves. Mengurangi makanan yang terlalu pedas atau terlalu asam. Pemeriksaan rectal dan palpasi digital. Anorektoskopi (untuk melihat kelainan anus dan rektum) 3.  Menggunakan obat untuk mengurangi/menghilangkan keluhan rasa sakit. Tidak mengkonsumsi alkohol. kopi. Nonfarmakologis  Perbaiki pola hidup (makanan dan minum) perbanyak konsumsi makanan yang mengandung serat (buah dan sayuran) kurang lebih 30 gram/hari. dan minuman bersoda. Obat ini tersedia dalam dua bentuk yaitu dalam bentuk supositoria untuk hemoroid interna. selain itu serat selulosa dapat menyimpan air sehingga dapat melunakkan feses. Medis a. 4. 1999 . Menghindari makanan yang sulit dicerna oleh usus. Perbanyak minum air putih 30-40 cc/kg BB/hari. 162) H. gatal. serat selulosa yang tidak dapat diserap selama proses pencernaan makanan dapat merangsang gerak usus agar lebih lancar.  Penderita hemoroid dianjurkan untuk menjaga kebersihan lokal daerah anus dengan cara merendam anus dalam air selama 10-15 menit tiga kali . Penatalaksanaan 1. dan kerusakan pada daerah anus.

trombosis. Pemberian laksatif yang berfungsi mengabsorbsi air saat melewati anus. tindakan yang dapat dilakukan diantaranya adalah :       Skleroskopi hemoroid.suaramerdeka. Menghindari mengejan yang berlebihan selama defekasi. Dialiri arus listrik (elektrokoagulasi) Hemoroideolysis (www.org. Tindakan non operatif seperti : fotokoagulasi infra merah. dilakukan dengan cara mengikat hemoroid. Tindakan minimal invasive 1) Dilakukan jika pengobatan farmakologi dan non farmakologi tidak berhasil. 2006) 2) Pembedahan Terapi bedah dilakukan pada hemoroid derajat III dan IV dengan penyulit prolaps. Diit tinggi serat. Penyinaran sinar laser. atau secara submukosa. Pilihan pembedahan adalah hemoroidektomi secara terbuka. dapat diberikan obat hemostatik seperti asam traneksamat yang terbukti secara bermakna efektif menghentikan perdarahan dan mencegah perdarahan ulang. (www. hemoroid tanpa komplikasi dengan manifestasi ringan. 2005) Terapi medikal hanya digunakan untuk kasus ringan. c. Prolaps akan menjadi layu dan putus tanpa rasa sakit. Bila terjadi komplikasi perdarahan. secara tertutup. Selain itu penderita disarankan untuk tidak terlalu banyak duduk atau tidur. lebih baik banyak berjalan. Disinari sinar infra red.com. Ligasi pita karet. Tirah baring. dilakukan dengan cara menyuntikkan obat langsung kepada benjolan / prolaps hemoroidnya. atau hemoroid yang besar dengan perdarahan berulang.sehari.fkuii. . Pengobatan meliputi :        Gejala hemoroid dan ketidaknyamanan dapat dihilangkan dengan hygiene personal yang baik. diatermi bipolar dan terapi laser. Rendam duduk dengan salep dan supositoria yang mengandung anastesi.

 Laser Nd yang digunakan terutama pada hemoroid eksternal. Pertanyaan lain berhubungan dengan pola eliminasi dan penggunaan laksatif 1) Riwayat diet. 2002 . Pemeriksaan fisik pada klien dengan hemoroid adalah sebagai berikut: 1) Kaji tingkat kesadaran (kacau mental. Proses keperawatan hemoroid 1. 2002 . dingin). 3) Auskultasi bunyi nafas. (Smeltzer.   Injeksi larutan sklerosan untuk hemoroid berukuran kecil dan berdarah. tidak merespon). Pengkajian Pengkajian yang dapat dilakukan pada klien dengan Hemoroid meliputi : a. Riwayat kesehatan diambil untuk menentukan adanya gatal. rasa terbakar dan nyeri berserta karakteristiknya 1) Apakah ini terjadi selama defekasi ? 2) Berapa lama ini berakhir ? 3) Adakah nyeri abdomen dihubungkan dengan hal itu ? 4) Apakah terdapat perdarahan dari rektum ? 5) Seberapa banyak ? 6) Seberapa sering ? 7) Apakah warnanya ? 8) Adakah rabas lain seperti mukus atau pus ? b. 2) Ukur tanda-tanda vital (TD meningkat/ menurun. Tindakan bedah konservasif hemoroid internal adalah prosedur ligasi pita-karet. 179) c. Hemoroidektomi kriosirurgi adalah metode untuk mengangkat hemoroid dengan cara membekukan jaringan hemoroid selama waktu tertentu sampai timbul nekrosis. takikardi). 4) Kaji kulit (pucat. bengkak. letargi. . 1138) I. termasuk masukan serat 2) Jumlah latihan 3) Tingkat aktivitas 4) Pekerjaan (khususnya bila mengharuskan duduk atau berdiri lama) (Smeltzer.

1999 . Nyeri berhubungan dengan iritasi. Rencana tindakan : Mandiri 1) Kaji karakteristik. nyeri pada anus. Perencanaan Keperawatan a. perdarahan. Tujuan Kriteria hasil    : Nyeri berkurang atau hilang : Melaporkan nyeri hilang. 6) Abdomen : Nyeri tekan pada abdomen. 2002 . tekanan. b. (Smeltzer. Nyeri berhubungan dengan iritasi. Resiko terhadap infeksi berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat. (Engram. tekanan.5) Kaji terhadap nyeri atau mual. 789) 2. d. . Mengungkapkan metode yang memberikan penghilangan Mendemonstrasikan penggunaan intervensi terapeutik (misal keterampilan relaksasi) untuk menghilangkan nyeri. 4) Hindarkan hal-hal yang dapat menimbulkan nyeri 5) Ajarkan tehnik distraksi dan relaksasi 6) Dorong klien untuk ambulasi dini. 3) Kaji hal-hal yang dapat meningkatkan rasa nyeri. bisa terjadi konstipasi. dan sensitifitas pada area rektal atau anal sekunder akibat penyakit anorektal. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada pasien dengan hemoroid adalah : a. 7) Anus : Pembesaran pembuluh darah balik (vena) pada anus. Konstipasi berhubungan dengan mengabaikan dorongan untuk defekasi akibat nyeri selama eliminasi c. terdapat benjolan pada anus. 2) Pantau tanda-tanda vital. dan sensitifitas pada area rektal atau anal sekunder akibat penyakit anorektal. Ansietas berhubungan dengan rencana pembedahan dan rasa malu. intensitas dan lokasi nyeri. 179) 3.

5) Anjurkan untuk melakukan pergerakan atau ambulasi sesuai kemampuan. laksatif atau enema jika diperlukan. 2) Anjurkan latihan defekasi secara teratur 3) Anjurkan pasien untuk minum paling sedikit 2000 ml/ hari 4) Anjurkan pasien untuk makan-makanan yang sehat dan yang termasuk makanan yang berserat. Kriteria hasil  : : Pasien dapat menerima secara nyata kondisi penyakit Menunjukkan rileks dan melaporkan penurunan ansietas sampai tingkat ditangani. 6) Periksa kembali adanya defekasi.Kolaborasi 7) Berikan analgesik sesuai indikasi. Ansietas berhubungan dengan rencana pembedahan dan rasa malu\ Tujuan dengan positif. 8) Beri obat pelembek feses. supositoria. karena feses yang keras atau karena penurunan/ sampai tidak adanya feses atau diare. b. Konstipasi berhubungan dengan mengabaikan dorongan untuk defekasi akibat nyeri selama eliminasi Tujuan Kriteria hasil    : Eliminasi kembali normal. . c. : Membuat kembali pola yang normal dari fungsi usus Pasien dapat mengeluarkan feses lunak/ konsistensi agak berbentuk tanpa mengejan Menciptakan kembali kepuasan pola eliminasi usus Rencana tindakan : Mandiri 1) Catat adanya distensi abdomen dan auskultasi peristaltik usus. Kolaborasi 7) Tingkatkan diit makanan berserat.

takipnea 4) Anjurkan klien dan keluarga untuk menjaga kebersihan daerah anus. 5) Berikan lingkungan yang tenang pada pasien.  Mengatakan perasaan dan cara yang sehat untuk menghadapi masalah Menunjukkan keterampilan pemecahan masalah dan penggunaan sumber secara efektif Rencana tindakan : Mandiri 1) Evaluasi tingkat ansietas. 3) Dorong menyatakan perasaan. Ulangi penjelasan dengan sering atas sesuai kebutuhan. takikardia.. Dorong ekspresi bebas akan emosi. catat tidak membaiknya atau berlanjutnya hipotensi. 3) Kaji tanda-tanda vital dengan sering. Resiko terhadap infeksi berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat. misal : tehnik mengatasi stress. bebas tanda infeksi Tidak demam Berpartisipasi pada aktifitas untuk menurunkan resiko infeksi. demam. contoh perbaikan nilai laboratorium. 2) Jelaskan prosedur atau asuhan yang diberikan. penurunan tekanan darah. Tujuan Kriteria hasil     : Infeksi tidak terjadi : Menyatakan pemahaman penyebab atau faktor resiko Meningkatkan waktu penyembuhan. 4) Tunjukkan indikator positif pengobatan. Rencana tindakan : Mandiri 1) Kaji tanda-tanda infeksi. berkurangnya kelelahan. keterampilan organisasi. catat respon verbal dan non verbal pasien. TD stabil. Kolaborasi . 6) Bantu pasien belajar mekanisme koping baru. 2) Pertahankan teknik aseptik pada perawatan hemoroid. d. Berikan umpan balik.

5) Berikan antibiotik sesuai indikasi .

Daftar Pustaka Smeltzer. 2002.fkuii. 2006 . dkk. Second Edition. Volume 2 Edisi 8. S. Nursing Interventions Classification (NIC).org. Philadelpia: Mosby. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner Suddarth. Jakarta : EGC. 1995. McCloskey. www.

Tanda & Gejala 1. Usia lanjut 3. Rasa gatal pada rektal. Pengertian Etiologi 1. Konstipasi kronik 2. Perdarahan. Konstipasi. Duduk terlalu lama 4. 3. 2. Diare kronik. Hemoroidal strangulasi. 5. Kehamilan karena penekanan janin 6. Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Tingkat 4 Proses Keperawatan Pengkajian Diagnosa Pemeriksaan Diagnostik 1. Prolaps terjadi kasus berat dapat pada Intervensi . 3. Hubungan seks peranal. Nyeri. 2. 2. Perdarahan 1. Patofisiologi (Pathway) Eksterna Klasifikasi Interna : Hemoroid Komplikasi 1. Pemeriksaan colok dubur Proctoscopi atau colonoscopy Pemeriksaan rectal dan palpasi digital Anorektoskopi (untuk melihat kelainan berwarna merah terang. 5. 4.MIND MAP pembengkakan jaringan yang mengandung pembuluh balik (vena) dan terletak di dinding rektum dan anus. 4. 3. Trombosis.