MAKALAH EKONOMI MIKRO

“Konsep Tentang Teori Jangka Pendek dan Jangka Panjang”

Disusun Oleh: 1. Anggun Distarani 2. Anisa Fitrilia Dewi 3. Deby Putri Rahmawati 4. Evie Oktaviani 5. Muhammad Rohimi 6. Siti Munawaroh 1294208 1294268 1294498 1294938 1295578 1296108

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) JURAI SIWO METRO 2013/2014

1

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr… wb… Segala puji syukur selalu tercurahkan atas kehadirat Allah swt yang telah memberikan petunjuk, nikmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang berjudul “Konsep Tentang Teori Jangka Pendek dan Jangka Panjang” dengan sebaik-baiknya. Sholawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, satu-satunya suritauladan terbaik bagi umat manusia. Makalah ini disusun berdasarkan dari beberapa sumber, baik dari meminjam buku perpustakaan STAIN maupun internet. Penulis menyadari makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, baik dalam content maupun penyajian. Oleh karena itu, penulis membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar lebih baik untuk selanjutnya. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam penyusunan makalah ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu, Allah swt yang akan memberikan balasan-Nya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Jazakumullah khairan katsir. Wassalamu’alaikum wr… wb… Metro, 19 September 2013

Kelompok Tiga

2

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................. KATA PENGANTAR ............................................................................................... DAFTAR ISI .............................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ............................................................................................... B. Rumusan Masalah .......................................................................................... BAB II PEMBAHASAN A. Teori Produksi ................................................................................................ B. Teori Biaya Produksi...................................................................................... C. Konsep Biaya ................................................................................................. 1. Biaya Tenaga Kerja .................................................................................. 2. Biaya Barang Modal ................................................................................ 3. Biaya Kewirausahaan ............................................................................... D. Jenis-Jenis Biaya Produksi ............................................................................. 1. Berdasarkan Periode Produksi ................................................................. 2. Berdasarkan Biaya Total dan Biaya Rata-Rata ........................................ BAB III KESIMPULAN .................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA

i ii iii

1 1

2 3 3 3 3 3 4 4 6

7

3

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Ahli-ahli ekonomi dan terutama dosen-dosen yang mengajarkan teori-teori dasar kepada para mahasiswa, perlulah menyadari tentang pertautan yang erat antara teori mikro ekonomi dengan gambaran tetang kegiatan perekonomian yang diatur oleh mekanisme pasar. Teori mikro ekonomi, dipandang secara keseluruhan, menggambarkan tentang pola operasi suatu perekonomian pasar. Ketika mengacu pada persoalan penawaran, diketahui bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi penwaran adalah biaya produksi. Faktor ini adalah faktor yang sangat penting dalam menentukan penawaran. Untuk melihat seluk beluk kegiatan perusahaan dalam

memproduksi dan menawarkan berangnya diperlukan analisis ke atas berbagai aspek kegiatan memproduksinya. Pertama–tama harus dianalisis sampai dimana faktor–faktor produksi akan digunakan untuk

menghasilkan barang yang akan di produksikan. Sesudah itu perlu pula dilihat biaya produksi untuk menghasilkan barang–barang tersebut. Dan pada akhirnya perlu dianalisis bagaimana seorang pengusaha akan membendingkan hasil penjualan produksinya dengan biaya produksi yang dikeluarkannya, untuk menentukan tingkat produksi yang akan

memberikan keuntungan yang maksimum kepadanya.

B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud produksi? 2. Bagaimanakah konsep produksi itu? 3. Apa saja jenis-jenis biaya produksi?

4

BAB II PEMBAHASAN

A. TEORI PRODUKSI Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output, sehingga nilai barang tersebut bertambah. Penentuan kombinasi faktorfaktor produksi yang digunakan dalam proses produksi sangatlah penting agar proses produksi yang dilaksanakan dapat efisien dan hasil produksi yang didapat menjadi optimal. Teori produksi merupakan analisa mengenai bagaimana seharusnya seorang pengusaha atau produsen, dalam teknologi tertentu memilih dan mengkombinasikan berbagai macam faktor produksi untuk menghasilkan sejumlah produksi tertentu, seefisien mungkin (Suherman, 2000). Dalam proses produksi, perusahaan mengubah input (faktor produksi), yang mencakup segala sesuatu yang harus digunakan perusahaan sebagai bagian dari proses produksi, menjadi output. Misalnya sebuah pabrik roti menggunakan input yang mencakup

tenaga kerja, bahan baku roti serta alat-alat yang digunakan untuk membuat roti. Tentu saja setelah proses produksi berjalan akan menghasilkan produk berupa roti (outputnya). Semua faktor-faktor produksi yang dipakai adalah merupakan pengorbanan dari proses produksi dan juga berfungsi sebagai ukuran untuk menentukan harga pokok barang. Pyndick (Salvatore, 2006) menjelaskan bahwa hubungan antara input pada proses produksi dan output dapat digambarkan melalui fungsi produksi. Fungsi ini menunjukkan input Q yang dihasilkan suatu unit usaha untuk setiap kombinasi input tertentu. Untuk

menyederhanakan fungsi tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: Q = f{K, L}.

5

B. TEORI BIAYA PRODUKSI Menurut Suherman Rosyidi, biaya produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk dapat diambil kesimpulan bahwa biaya apa saja yang diperlukan untuk membuat produk, baik barang maupun jasa. Biaya Produksi dapat dibagi menjadi dua, biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya-biaya yang secara eksplisit terlihat, terutama melihat laporan keuangan, pengeluaran-pengeluaran nyata dari kas perusahaan untuk membeli atau menyewa jasa-jasa faktor produksi yang dibutuhkan dalam berproduksi. Contoh: biaya tenaga kerja, sewa gedung, dll. Biaya implicit adalah biaya yang tidak terlihat. Biaya implicit ini tidak dikeluarkan langsung dari kas perusahaan. Biaya implicit diperhitungkan dari faktor-faktor produksi yang dimiliki sendiri oleh perusahaa, bisa disebut juga dengan biaya kesempatan (oportunity cost) Contoh: Penggunaan gedung milik perusahaan sendiri.

C. KONSEP BIAYA 1. Biaya Tenaga Kerja Biaya tenaga kerja adalah Biaya yang harus di keluarkan untuk menggunakan tenaga kerja per orang per satuan waktu. 2. Biaya barang modal Ada perbedaan konsep antara Biaya ekonom dan akuntan dalam perhitungan Biaya barang modal. Akuntan menggunakan konsep Biaya historis (Historical cost). Ekonom melihat Biaya barang modal bukanlah berapa besar uang yang harus dikeluarkan untuk

menggunakannya, melainkan berapa besar pendapatan yang diperoleh bila mesin disewakan kepada pengusaha lain. 3. Biaya kewirausahaan Wirausaha (pengusaha) adalah orang yang mengkombinasikan berbagai factor produksi untuk di transformasi menjadi output berupa barang dan jasa. Dalam upaya tersebut, dia harus menanggung resiko

6

kegagalan. Atas keberanian menanggung resiko, pengusaha mendap balas jasa berupa laba. Makin besar (tinggi) resikonya, laba yang diharapkan harus makin besar. Begitu juga sebaliknya.

D. JENIS-JENIS BIAYA PRODUKSI 1. Berdasarkan Periode Produksi Periode produksi diperusahaan dibagi menjadi : a. Biaya Jangka Pendek, yaitu jangka waktu dimana sebagian faktor produksi tidak dapat ditambah jumlahnya. 1) Biaya Total (total cost/TC) Yaitu keseluruhan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan. Biaya produksi total atau biaya total didapat dari

menjumlahkan biaya tetap total dan biaya berubah total. Dengan demikian biaya total dapat dihitung dengan

menggunakan rumus berikut: TC = TFC + TVC 2) Biaya Tetap Total (total fixed cost/TFC) Yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat diubah jumlahnya. 3) Biaya Berubah Total (total variable cost/TVC) Yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya.

b. Biaya Jangka Panjang, yaitu jangka waktu dimana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan. Jangka panjang dalam pengertian ini tidak terkait dengan waktu. Penyebutan jangka panjang oleh para ekonom menandai suatu proses produksi dimana sumber daya yang digunakan tidak ada lagi yang bersifat tetap. Isoquant menunjukkan kombinasi 2 macam input yang berbeda yang menghasilkan output yang sama.

7

Ciri-ciri isoquant Mempunyai kemiringan negatif Semakin ke kanan kedudukan isoquant menunjukkan semakin tinggi jumlah output Isoquant tidak pernah berpotongan dengan isoquant yang lainnya Isoquant cembung ke titik origin. Semua sumber daya yang digunakan dalam proses produksi bersifat variable atau jumlahnya dapat berubah-ubah. Produksi dalam jangka panjang memungkinkan perusahaan untuk mengubah skala produksi (tingkat produksi) dengan cara mengubah, baik mengubah maupun mengurangi jumlah sumberdaya. Hal ini tentu akan berdampak pada biaya yang ditimbulkan. Dalam jangka panjang hanya dikenal biaya total rata-rata (ATC). Sebagaimana telah dijelaskan pada pemahaman teori tentang biaya sebelumnya diketahui bahwa dalam jangka panjang (umumnya lebih dari setahun)semua biaya perusahaan bersifat variable, artinya perusahaan tidak lagi memiliki beban tetap yang harus di keluarkan dalam masa produksi melainkan semua biaya yang dikeluarkan berhubungan dengan proses dan operasional produksi. Sebagai missal upah atau gaji tenaga kerja dalam jangka digolongkan sebagai biaya tetap, akan tetapi dalam jangka panjang gaji atau upah itu bukan lagi merupakan beban tetap akan tetapi telah menjadi variable karena telah mempertimbangkan factor internal (kinerja dan kapasitas produksi) dan factor eksternal (inflasi atau biaya hidup).Dengan demikian secara matematis biaya total (TC)=TVC,dalam hal ini : “Oleh karena dalam jangka panjang semua biaya bersifat variable, maka konsep terpenting darinya tentu saja adalah seberapa besar

8

biaya rata-rata yang di keluarkan dalam masa produksi dan operasional perusahaan”. Secara umum setiap produkasi dalam jumlah yang banyak pastilah mengalami masa skala ekonomis lalu kemudian akan mengalami masa non ekonomis karena tambahan biaya lebih besar dari tambahan produksi (dalam nilai). 2. Berdasarkan Biaya Total dan Biaya Rata – Rata
a. Biaya – Biaya Total

Semua sumber daya yang digunakan dalam proses produksi bersifat variable atau jumlahnya dapat berubahubah. Produksi dalam jangka panjang memungkinkan perusahaan untuk mengubah skala produksi (tingkat produksi) dengan cara mengubah, baik mengubah maupun mengurangi jumlah sumberdaya. Hal ini tentu akan berdampak pada biaya yang ditimbulkan. Dalam jangka panjang hanya dikenal biaya total rata-rata (ATC). Biaya total sama dengan perubahan biaya variabel.di tulis dengan rumus:

LTC = LVC

Di mana : LTC = Biaya total Jangka Panjang (Long Run Total Cost) LVC = Biaya Variabel Jangka Panjang (Long Run Variable Cost)

b. Biaya Marjinal

Adalah tambahan biaya karena menambah produksi sebanyak satu unit. Perubahan biaya total adalah sama dengan perubahan biaya variabel.Maka rumusnya adalah : LMC =∆LTC / ∆Q

9

Di mana : LMC = Biaya Marjinal Jangka Panjang (Long Run Marginal Cost) ∆LTC = Perubahan Biaya Total Jangka Panjang ∆Q = Perubahan Output

c. Biaya Rata – Rata

Adalah Biaya total di bagi jumlah output.Di tunjukkan dengan rumus :

LAC = LTC / Q

Dimana : LAC = Biaya Rata – Rata Jangka Panjang (Long Run Average Cost) Q = Jumlah output.

10

BAB III KESIMPULAN

Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output, sehingga nilai barang tersebut bertambah. Teori produksi merupakan analisa mengenai bagaimana seharusnya seorang pengusaha atau produsen, dalam teknologi tertentu memilih dan mengkombinasikan berbagai macam faktor produksi untuk menghasilkan sejumlah produksi tertentu, seefisien mungkin (Suherman, 2000). Menurut Suherman Rosyidi, biaya produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk dapat diambil kesimpulan bahwa biaya apa saja yang diperlukan untuk membuat produk, baik barang maupun jasa. Biaya Produksi dapat dibagi menjadi dua, biaya eksplisit dan biaya implisit. Jenis-jenis biaya produksi terdiri dari produksi jangka panjang dan produksi jangka pendek. Biaya produksi jangka pendek, yaitu jangka waktu dimana sebagian faktor produksi tidak dapat ditambah jumlahnya. Sedangkan biaya jangka panjang, yaitu jangka waktu dimana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan.

11

DAFTAR PUSTAKA

Sadono Sukirno. 2000. Pengantar Mikroekonomi. Raja Grafindo Persada, Jakarta Ari Sudarman, 1994. Teori Ekonomi Mikro Jilid I. BPFE-UGM, Yogyakarta. http://www.scribd.com/doc/52732407/Teori-Produksi-dan-TEORI-BIAYAPRODUKSI http://id.shvoong.com/business-management/accounting/2138610-macammacam-biaya/

12

Related Interests