BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Emphysema adalah kondisi abnormal paru-paru di mana pasien tidak dapat mengeluarkan udara dari paru-parunya. Sering dikenal sebagai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), Emfisema adalah penyakit paru-paru obstruktif progresif dan jangka panjang di mana al eoli (kantung ke!il) tempat pertukaran oksigen dan aliran darah rusak yang disebabkan peningkatan sesak napas dan hilangnya elastisitas dinding al eolar yang belum han!ur. Emphysema disebabkan oleh terdapatnya bahan kimia bera!un, termasuk jangka panjang paparan asap tembakau. "ntuk memahami lebih lanjut tentang Emphysema, marilah kita men!oba untuk memahami anatomi paru-paru manusia. ( #$O, %&'() Pada tahun %&'', ),* juta orang +merika dilaporkan pernah didiagnosis emfisema, tingkat pre alensi seumur hidup %&,% , per '.&&& orang dan lebih dari -&, kasus emfisema berada pada indi idu di atas usia ). tahun. ( +meri!an /ung +sso!iation, %&'() Perempuan se!ara historis memiliki tingkat pre alensi rendah emfisema daripada pria, namun, tren ini mungkin akan berubah karena tingkat kematian pada perempuan akibat emfisema meningkat. Selama lima tahun terakhir, tingkat pre alensi di kalangan perempuan telah meningkat lebih dari pria yaitu 0(, dibandingkan dengan penurunan 0, pada pria. 1ahkan, 2anita benar-benar melampaui laki-laki pada tahun %&'' yaitu %',) per '.&&& 2anita memiliki emfisema (%,. juta), dibandingkan dengan '-,& per '.&&& orang (%,'juta) pada pria. ( +meri!an /ung +sso!iation, %&'() 3ata epidemiologis di 4ndonesia sangat kurang. 5a2as dkk pada tahun %&&melakukan penelitian di poliklinik paru 6S Persahabatan 7akarta dan

'

mendapatkan pre alensi PPOK sebanyak %0 ,, kedua terbanyak setelah tuberkulosis paru (0. ,).

%

merupakan keadaan dimana al eoli menjadi kaku mengembang dan terus menerus terisi udara 2alaupun setelah ekspirasi. dengan sedikit penyakit inflamasi. B.%.(8or2in. ( +meri!an /ung +sso!iation. Klasifikasi 9erdapat % (dua) jenis emfisema utama. P/E terjadi akibat kerusakan bronkus pernapasan.%&&). %&'() Emfisema 4rianto.%'0). Pengertian Empisema adalah suatu perubahan anatomis paru yang ditandai dengan melebarnya se!ara abnormal saluran udara bagian distal bronkus terminal.(6obbins. Emfisema adalah penyakit obtruktif kronik akibat kurangnya elastisitas paru dan luas permukaan al eoli.(). dimana al eolus yang terletak distal dari bronkhiolus terminalis mengalami pembesaran serta kerusakan se!ara merata. atau perubahan anatomis parenkim paru yang ditandai pelebaran dinding al eolus.%&&&. yang disertai kerusakan dinding al eolus.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. P/E). duktus al eolar. dan al eoli.)(. yang diklasifikasikan berdasarkan perubahan yang terjadi dalam paru-paru : '. Emfisema merupakan kelainan morfologik yang didefinisikan sebagai pembesaran abnormal ruang-ruang udara distal dari bronkiolus terminal dengan desruksi dindingnya.(Kus ( . Panlobular merupakan bentuk morfologik yang lebih jarang.). Panlobular (Emfisema Panlobular . duktus al eolaris dan destruksi dinding al eolar. Semua ruang udara di dalam lobus sedikit banyak membesar.'--).

bergabung dan akhirnya !enderung menjadi satu ruang. 3iperkirakan alfa-antitripsin sangat penting untuk perlindungan terhadap protease yang terbentuk se!ara alami( 8hernia!k dan !hernia!k. 6okok 6okok se!ara patologis dapat menyebabkan gangguan pergerakan silia ) . edema perifer. Sentrilobular (8/E) 8/E adalah perubahan patologi terutama terjadi pada pusat lobus sekunder. polisitemia. hiperkapnia (peningkatan 8O% dalam darah arteri). Kondisi mengarah pada sianosis. dan penurunan berat badan. dan gagal napas. 3inding-dinding mulai berlubang. Alfa-1antitripsin adalah anti protease. 8/E lebih banyak ditemukan pada pria dengan bron!hitis kronik. tapi !enderung menyebar tidak merata. membesar. dan episode gagal jantung sebelah kanan. 8/E ini se!ara selektif hanya menyerang bagian bronkhiolus respiratorius.entilasi. dan perifer dari asinus tetap baik. tetapi telah diketahui adanya defisiensi en<im alfa 1-antitripsin. dan jarang ditemukan pada mereka yang tidak merokok (Syl ia +. Seringkali terjadi keka!auan rasio perfusi. Penyebab emfisema primer ini tidak diketahui. P/E juga ditemukan pada sekelompok ke!il penderita emfisema primer. 9etapi dapat juga dikaitkan dengan emfisema akibat usia tua dan bron!hitis kronik. Etiologi 1eberapa hal yang dapat menyebabkan emfisema paru yaitu : 1.). Pri!e '--. C. yang menimbulkan hipoksia.P/E ini mempunyai gambaran khas yaitu tersebar merata diseluruh paru-paru. '-=(). >ula-mula duktus al eolarisyang lebih distal dapat dipertahankan penyakit ini sering kali lebih berat menyerang bagian atas paru-paru. !iri khasnya yaitu memiliki dada yang hiperaerasi dan ditandai oleh dispnea saat akti itas. %.

selain itu mungkin disebabkan fa!tor lingkungan dan ekonomi yang lebih jelek. (. 4nfeksi 4nfeksi saluran nafas akan menyebabkan kerusakan paru lebih berat. . mungkin kerena perbedaan pola merokok. $ipotesis Elastase-+nti Elastase 3idalam paru terdapat keseimbangan antara en<im proteolitik elastase dan anti elastase supaya tidak terjadi kerusakan jaringan. @enetik +da ke!enderungan genetik pada emphysema. Penyakit infeksi saluran nafas seperti pneumonia. 4nsiden dan angka kematian emfisema bisa dikatakan selalu lebih tinggi di daerah yang padat industrialisasi. . Kondisi yang relatif jarang yang dikenal sebagai kekurangan alpha '-antitrypsin adalah kekurangan genetik dari kimia yang melindungi paru dari kerusakan oleh proteases.. ). dapat menyebabkan gangguan pada silia menghambat fungsi makrofag al eolar. %. dapat mengarah pada obstruksi jalan nafas. bronkiolitis akut dan asma bronkiale. yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya emfisema. Aaktor Sosial Ekonomi Emfisema lebih banyak didapat pada golongan so!ial ekonomi rendah. +rsitektur paru akan berubah dan timbul emfisema. . Se!ara patologis rokok berhubungan dengan hyperplasia kelenjar mu!us bronkus dan metaplasia epitel s?uamus saluran pernapasan. menyebabkan hipertrofi dan hiperplasia kelenjar mukus bronkus. menghambat fungsi makrofag al eolar. Perubahan keseimbangan menimbulkan jaringan elastik paru rusak. 0. Polusi Polutan industri dan udara juga dapat menyebabkan emfisema. polusi udara seperti halnya asap tembakau.pada jalan nafas.

%. dan tegangan-tegangan yang berkembang dapat berakibat pada area-area yang ke!il dari emphysema.-(.-0& tahun sudah ada kor-pulmonal. dan perpanjangan ekspirasi 0 imun dapat dimana infeksi-infeksi seperti menyebabkan perubahan-perubahan .. Ketika paruparu menua. jiro e!i peradangan dalam paru Penyakit-penyakit jaringan penghubung (Ehlers-3anlos Syndrome. . Penyebab-penyebab yang kurang umum lain dari emphysema termasuk: '. >arfan syndrome) dimana jaringan elastis yang abnormal dalam tubuh dapat menyebabkan kegagalan al eoli D. Penuaan Emphysema adalah juga komponen dari penuaan (aging). Pada perkusi: hiperesonor dan penurunan fremitus pada seluruh bidang paru. tahun mulai timbul perubahan pada saluran nafas ke!il dan fungsi paru.. 1iasanya mulai pada pasien perokok berumur '.-. Manifestasi Klinis Emfisema paru adalah suatu penyakit menahun. 3ispnea %. Pada pengkajian fisik didapatkan : '. Pada auskultasi: terdengar bunyi napas dengan krekels. sifat-sifat elastisnya berkurang.*. yang dapat menyebabkan kegagalan nafas dan meninggal dunia.-). tahun terjadi sesak nafas. tahun. "mur (. Pada umur .%. Penggunaan obat intra ena dimana beberapa dari additi e-additi e Kekurangan-Kekurangan Pneumo!ystis (. pernapasan abnormal tidak efektif. Pada umur ). terjadi sedikit demi sedikit bertahun-bertahun. dan penggunaan otot-otot aksesori pernapasan (sternokleidomastoid) ).. hipoksemia dan perubahan spirometri. tahun timbul batuk yang produktif. Pada inspeksi: bentuk dada Bburrel !hestC (. Pernapasan dada. ronki. Pada umur %.

eliminasi karbon dioksida mengalami kerusakan. 9ingkat kerusakan paru semakin parah * menjadi lebih sukar dari pemasukannya. Sekresi meningkat dan tertahan menyebabakan indi idu tidak mampu untuk membangkitkan batuk yang kuat untuk mengeluarkan sekresi. menyebabkan peningkatan ruang rugi (area paru dimana tidak ada pertukaran gas yang dapat terjadi) dan mengakibatkan kerusakan difusi oksigen sehingga mengakibatkan hipoksemia. dapat bersifat menyeluruh atau terlokalisasi. Pada tahap akhir penyakit. Patofisiologi Emfisema paru merupakan suatu pengembangan paru disertai perobekan al eolus-al eolus yang tidak dapat pulih. 4nfeksi akut dan kronis dengan demikian menetap dalam paru-paru yang mengalami emfisema. mengakibatkan peningkatan tekanan karbon dioksida dalam darah arteri dan menyebabkan asidosis respiratoris. Sering mengalami infeksi pada saluran pernafasan %. 3istensi ena leher selama ekspirasi. F. penurunan berat badan. Pada emfisema terjadi penyempitan saluran nafas. Karena dinding al eoli terus mengalami kerusakan. +noreksia. dan kelemahan umum *. area permukaan al eolar yang kontak langsung dengan kapiler paru se!ara kontinu berkurang. Ko !likasi '. penyempitan saluran nafas disebabkan oleh berkurangnya elastisitas paru-paru. penyempitan ini dapat mengakibatkan obstruksi jalan nafas dan sesak. E. 3aya tahan tubuh kurang sempurna (. Pengisian udara berlebihan dengan obstruksi terjadi akibat dari obstrusi sebagian yang mengenai suatu bronkus atau bronkiolus dimana pengeluaran udara dari dalam al eolus bertambah di sebelah distal dari al eolus.0. 3alam keadaan demikian terjadi penimbunan udara yang . mengenai sebagian tau seluruh paru.

Sinar D dada: dapat menyatakan hiperaerasi paru-paruE mendatarnya diafragmaE peningkatan area udara retrosternalE penurunan tanda askularisasi. >eningkatkan resiko gagal nafas pada pasien. Proses peradangan yang kronis pada saluran nafas . *. mis. %. +telaktasis *. untuk menentukan apakah fungsi abnormal adalah obstruksi atau restriksi. untuk memperkirakan derajat disfungsi dan untuk menge aluasi efek terapi. Pneumonia 0. memperkirakan 1ronkogram: dapat menunjukkan dilatasi silindris bronkus pada inspirasi. bronkitis kronis..bula (emfisema)E peningkatan tanda bronko askuler (bronkitis).). . kollaps bronkial pada ekspirasi kuat (emfisema)E pembesaran duktus mukosa yang terlihat pada bronkitis =. Pe eriksaan #iagnostik '. = . dan asma AEF'.. peningkatan eosinofil (asma) Kimia darah: +lfa '-antitripsin dilakukan untuk meyakinkan defisiensi dan diagnosa emfisema primer -. Pemeriksaan darah lengkap: hemoglobin meningkat (emfisema luas). 0.. bronkodilator.AF8: rasio @3+: olume ekspirasi kuat dengan kapasitas progresi proses penyakit ital kuat kronis menurun pada bronkitis dan asma ). 9/8: peningkatan pada luasnya bronkitis dan kadang-kadang pada asmaE penurunan emfisema Kapasitas inspirasi: menurun pada emfisema Folume residu: meningkat pada emfisema. hasil normal selama periode remisi (asma). 9es fungsi paru: dilakukan untuk menentukan penyebab dispnea. ". Pneumothoraks =. (.

+FA (bronkitis. +pakah gejala-gejalanya menjadi lebih parah H 0. EK@: de iasi aksis kanan. 9elah berapa lama hadirnya sesak napas H %. peninggian gelombang P pada lead 44. +pakah pasien merokok H *. +pa yang membuatnya lebih baik H (. mengidentifikasi patogenE pemeriksaan sitolitik untuk mengetahui keganasan atau gangguan alergi ''. EK@ latihan. "ntuk format pertanyaan yang dibuat adalah : '.. +pa yang membuatnya lebih buruk H ).'&. +pakah ada ri2ayat penyakit paru keluarga H I. emfisema)E aksis ertikal G6S (emfisema) '%. +pakah pasien terpapar pada asap rokok tangan kedua atau uap-uap atau asap-asap bera!un lainnya H =. Sputum: kultur untuk menentukan adanya infeksi. peninggian gelombang P (asma berat)E disritmia atrial (bronkitis). +pakah ada peningkatan ke!epatan pernapasan H %.e aluasi program latihan H. tes stres: membantu dalam mengkaji derajat disfungsi paru. dokter akan mengambil ri2ayat penyakit dahulu yang teliti untuk mempelajari tentang gejala-gejala paru dan pernapasan. 444. +pakah ada infeksi baru-baru ini H . namun mungkin juga termasuk sistim jantung dan sirkulasi. Men#iagnosa E !$%se a Seperti kasus dengan kebanyakan penyakit-penyakit. +pakah pasien sesak napas hanya duduk di kamar pemeriksaan H - . peren!anaan. menge aluasi keefektifan terapi bronkodilator. Pe eriksaan Fisik Pemeriksaan fisik akan berkonsentrasi pada penemuan-penemuan paru. '.

+pakah gerakan dari diafragma berkurang H =.. atau nebuli<er ma!hine.membesar dan membuat lebih banyak aliran udara. ipratropium bromide (+tro ent). +pakah pasien meggunakan otot-otot aksesori untuk bernapas. !hlorofluoro!arbons (8A8s) telah dihilangkan dari pasar karena efek dari agen-agen ini pada lapisan o<one di atmosphere. apakah ada 2he<ing. sebagai tambahan pada otot-otot tulang rusuk dan diafragma H ). terutama jika pasien diminta untuk menghembuskan napas se!ara !epat H J. +pakah pasien !yanoti! (mempunyai 2arna biru pada kulit yang menandakan kekurangan oksigen dalam darah) H -. Penatalaksanaan Me#is '. dahulu pasien-pasien telah diinstruksikan untuk menghitung jumlah dari tiupan-tiupan yang digunakan dari alat-alat ini atau ImengapungkanI penghirup dalam air untuk menentukan jumlah obat tersisa yang tersedia.(. propellant (bahan pembakar) untuk >34s . dan Pro +ir) dan agen anti!holinergi!. po2der inhaler de i!es. 1aru-baru ini. Obat-obat ini dapat dihirup menggunakan >34 (metered dose inhaler). Propellants ini telah digantikan dengan hydrofluori! alkanes ($A+s). Pro entil $A+. 1ronkodilator 1ron!hodilators digunakan untuk mengendurkan otot-otot halus yang mengelilingi bron!hioles dan saluran pernapasan untuk melebar. dan '& . +pakah rongga dada membesar atau berbentuk tong H . Sebagai sampingan. Obat-obat ini dapat bekerja jangka pendek atau panjang. +lat-alat $A+ tidak dapat diapungkan. 3engar pada paru-paru. +pakah pernapasan keluar memakan 2aktu lebih lama daripada ia seharusnya H *. 1ron!hodilators yang bekerja singkat termasuk agen-agen albuterol (Fentolin $A+. +pakah rongga dada bunyinya lebih bergema daripada ia seharusnya H 0.

+erosol yang dinebuliser menghilangkan brokospasme. membantu mengendalikan proses inflamasi. ampisilin. menurunkan edema mukosa. Prednison biasanya diresepkan. 9erapi +erosol +erosolisasi dari bronkodilator salin dan mukolitik sering kali digunakan untuk membantu dalam bronkodilatasi. %. amoksisilin. ).menghitung jumlah dari tiupan-tiupan adalah metode satu-satunya yang tersedia untuk menentukan kehadiran yang terus menerus dari obat. Satu alat. (. atau trimetroprimsulfametoDa<ol biasanya diresepkan. Pengobatan 4nfeksi Pasien dengan emfisema rentan terhadap infeksi paru dan harus diobati pada saat a2al timbulnya tanda-tanda infeksi. $al ini memudahkan proses pembersihan bronkiolus. formoterol (Aoradil) dan tiotropium (Spiri a). 9erapi antimikroba dengan tetrasiklin. +dalah penting bah2a pasien mengetahui obat mana yang diresepkan. dan memperbaiki fungsi entilasi. +gen-agen yang bekerja lama termasuk salmeterol (Sere ent). karena penghiruppenghirup (inhalers) yang bekerja lama tidak dapat digunakan untuk pertolongan karena timbulnya aksi yang tertunda. Sering bron!hodilator yang bekerja lama digunakan untuk mengontrol gejala-gejala dari emphysema sebagai terapi pemeliharaan. dan mengen!erkan sekresi bron!hial. terapi yang '' . dan yang bekerja singkat digunakan ketika gejala-gejala menyala atau timbul (terapi pertolongan). mempunyai penghitung didalamnya. Kortikosteroid 3igunakan setelah tindakan lain untuk melebarkan bronkiolus dan membuang sekresi. Karena kebanyakan pasien-pasien tidak mempunyai emphysema yang murni dan biasanya juga mempunyai komponen-komponen lain dari 8OP3. Fentolin $A+.

48S. dan ketika penyakit memburuk. dan sekarang ini dalam perjalanan di +merika. namun yang lain-lain memerlukan terapi harian. kemudian dengan latihan. Seringkali ia mulai dengan penggunaan malam hari. dapat diminum sebagai tambahan pada steroid yang dihirup jika lebih jauh efek-efek anti peradangan diperlukan. pasien-pasien mungkin memerlukan suplemen oksigen untuk mampu berfungsi. . 8orti!osteroids mempunyai aksi yang langsung pada jaringan paru. '% . 48S yang lainK. Penyerapan kedalam aliran darah adalah minimal. Kortikosteroid yang dihirup atau inhaled !orti!osteroid (48S) membantu menekan komponen-komponen yang meradang dari 8OP3. Pada situasi-situasi darurat. !orti!osteroids mungkin disuntikan se!ara intra ena. Oksigenasi 9erapi oksigen dapat meningkatkan kelangsungan hidup pada pasien dengan emfisema berat. Prednisone.digabungkan seringkali diresepkan yang termasuk bron!hodilator yang bekerja lama dan !orti!osteroid yang dihirup.. Studi-studi telah dilakukan di Eropa pada agen yang serupa.olahraga. lebih jauh menyederhanakan pera2atan ke alat penghirup tunggal. keperluan untuk menggunakan oksigen selama seharian untuk akti itas-akti itas rutin meningkat. +gen-agen ini seperti +d air. Ketika penyakit berlanjut. yang adalah !ampuran dari salmeterol (Sere ent) dan fluti!asone (Alo ent). Symbi!ort Jkombinasi dari formoterol (Aoradil) dan budesonide (Pulmi!ort). 1anyak pasien-pasien dengan emphysema perlu hanya meminum steroids ketika gejala-gejalanya menyala (timbul). !orti!osteroid oral.

'( . tahun timbul batuk yang produktif.-%..BAB III PENUTUP A.-). hipoksemia dan perubahan spirometri.-0& tahun sudah ada kor-pulmonal.-(. tahun. Pada umur ).-. tahun terjadi sesak nafas. 1iasanya mulai pada pasien perokok yang berkisar '. "mur (.. yang dapat menyebabkan kegagalan nafas dan meninggal dunia. tahun mulai timbul perubahan pada saluran nafas ke!il dan fungsi paru. Pada umur . &es' e Se!ara umum emfisema adalah suatu perubahan anatomis parenkim paru yang ditandai dengan pelebaran dinding al eolus. duktus al eolaris dan destruksi dinding al eolar yang terjadi sedikit demi sedikit selama bertahun-bertahun. Pada umur %.

>.!om dia$ses 1O$to!er -21. Patolo*i +m(m dan )istemati$ Ed%.'--) Supriono. '--* Soemarto. '-->ills.7ohn L /u!e. Pedoman Dia*nosis dan Terapi% Surabaya : 6S"3 3r..E. %&'&. B($( )a$( Patofisiolo*i. %&&& edi$al Bedah Ed% & 'ol 1.8.3. (http:.8 L $a!kley.a#at Dar(rat Par(-Par(.3. 7akarta: E@8.. COPD Trend Report (Chronic Bronchitis and Emphysema): or!idity and ortality : Epidemiology and Statisti!s "nit 6esear!h and $ealth Edu!ation 3i ision. %&'( 1aughman. 7akarta : E@8. 7akarta: E@8. "epera#atan 1runner dan Suddarth.8..)% 9homas /. Eli<abeth 7. "nder2ood.%&&' 8or2in.DAFTA& PUSTAKA +meri!an /ung +sso!iation. Rencana As(han "epera#atan: Pedoman +nt($ Perencanaan dan Pendo$(mentasian Pera#atan Pasien Ed%.5ational /ung $ealth Edu!ation Program.blogspot. >.askep-supriyono. . 7akarta : E@8.'ol -.% 7akarta: E@8. 1nformation for Physicians on the Dia*nosis and Treatment of COPD .%&&& 7. 8.7ohn >.'--( Smelt<er.6. %&&& 3oenges. L 3ennis E. B($( A/ar "epera#atan E@8 : 7akarta.7. 7akarta: E@8. >arilynn E.Soetomo. "epera#atan edi$al Bedah. Su<anne. As$ep s(priono. Petty. 3oherty.%&'% edical Bedah0 Edisi0 ED1)1 &0 ') .3.

!airan • @ejala: >ual. ketidakmampuan untuk makan karena distres pernapasan. penurunan massa otot. ketidakmampuan untuk tidur. 4ntegritas ego • @ejala: Peningkatan faktor resiko. 2arna kulit. penurunan berat badan.ASUHAN KEPE&A(ATAN I. • 9anda: 9urgor kulit buruk. distensi ena leher (penyakit berat). . disritmia. '. kelemahan umum.kehilangan massa otot.lemak subkutan. perlu tidur dalam posisi duduk tinggi. ketakutan. perubahan pola hidup. • 9anda: Keletihan. insomnia. peka rangsang.muntah. sianosisE kuku tabuh dan sianosis perifer. kelelahan. 8. >akanan.membran mukosa: normal atau abuabu. • 9anda: Peningkatan 93. +kti itas. pu!at dapat menunjukkan anemia. gelisah. 1.takikardia berat. bunyi jantung redup. 3. berkeringat. edema dependen. napsu makan buruk. • 9anda: +nsietas. PEN"KAJIAN +.anoreksia.istirahat • @ejala: Keletihan. ketidakmampuan untuk melakukan akti itas sehari-hari karena sulit bernapas. peningkatan frekuensi jantung. Sirkulasi • @ejala: Pembengkakan pada ekstremitas ba2ah. dispnea pada saat istirahat atau respons terhadap akti itas atau latihan. edema dependen. malaise. penurunan berat badan menetap.

episode batuk hilang-timbul. tabuh pada jari-jari. Pernapasan • @ejala: 5apas pendek khususnya pada kerja. mis: defisiensi alfa-antitripsin. Mlapar udaraN kronis. bunyi napas: mungkin redup dengan ekspirasi mengi. dapat lambatE fase ekspirasi memanjang dengan mendengkur. @. dada: dapat terlihat hiperinflasi dengan peninggian diameter +P (bentuk-barrel)E gerakan diafragma minimal. batuk menetap dengan produksi sputum setiap hari (terutama pada saat bangun) selama minimum ( bulan berturut-turut tiap tahun sedikitnya % tahun. terpajan pada polusi kimia. penggunaan otot bantu pernapasan. Seksualitas • @ejala: Penurunan libido. bau badan.peningkatan kebutuhan bantuan melakukan akti itas sehari-hari. '0 . • 9anda: Pernapasan: biasanya !epat. A. adanya.E. biasanya tidak produktif pada tahap dini meskipun dapat menjadi produktif. napas bibir. • 9anda: Kebersihan buruk.berulangnya infeksi.iritan pernapasan dalam jangka panjang. penggunaan oksigen pada malam hari atau terus menerus. faktor keluarga dan keturunan. 2arna: Mpink pufferN karena 2arna kulit normal meskipun pertukaran gas tak normal dan frekuensi pernapasan !epat. $. $igiene • @ejala: Penurunan kemampuan. perkusi: hipersonan pada area paru. ri2ayat pneumonia berulang. kesulitan bi!ara kalimat atau lebih dari ) atau . Keamanan • @ejala: 6i2ayat reaksi alergi atau sensitif terhadap <at. kata sekaligus.faktor lingkungan.

4. transportasi.d peningkatan produksi lendir. ). kebutuhan pera2atan diri.d kurangnya informasi mengenai penyakit yang dideritanya.d ketidaksamaan entilasi-perfusi..d keletihan sekunder akibat peningkatan upaya pernapasan dan insufisiensi entilasi dan oksigenasi. DIA"N)SA KEPE&A(ATAN '. kurang sistem pendukung. (.orang terdekat.terhadap pasangan. Kurang pengetahuan b. @angguan pertukaran gas b. Ke!emasan b.d perubahan status kesehatan. . • Pertimbangan: 36@ menunjukkan rerata lama dira2at: .program terapeutik. • 9anda: Ketidakmampuan untuk membuat.mempertahankan tugas rumah. kesulitan menghentikan merokok. • 6en!ana pemulangan: 1antuan dalam berbelanja. perubahan pengobatan. 0. kelalaian hubungan dengan anggota keluarga lain.. kegagalan dukungan dari. keterbatasan mobilitas fisik. kegagalan untuk membaik. 7. %.mempertahankan suara karena distres pernapasan.pembelajaran • @ejala: Penggunaan. 4nteraksi sosial • @ejala: $ubungan ketergantungan. penyakit lama atau ketidakmampuan membaik. 3efisit pera2atan diri b.penyalahgunaan obat pernapasan.d anoreksia. 44. '* . 1ersihan jalan napas tidak efektif b.hari. 5utrisi kurang dari kebutuhan b. penggunaan alkohol se!ara teratur.. pera2atan rumah. Penyuluhan.

eksitasi SSP. 4nter ensi: ') Kaji frekuensi. dosis obat disesuaikan dengan !ermat untuk setiap pasien. kedalaman pernapasan. 6. 1erikan bronkodilator oral atau 4F pada 2aktu yang berselingan dengan tindakan nebuliser. 3orong napas dalam perlahan atau napas bibir sesuai kebutuhan. )) E aluasi efekti itas tindakan nebuliser. mual dan muntah. bantu pasien untuk memilih posisi yang mudah untuk bernapas. . atau inhalasi. inhaler dosis terukur. inhaler dosis terukur. sesuai dengan toleransi dan respons klinisnya. atau 4PP1 untuk memperpanjang keefektifan obat. '= entilasi dan oksigenasi jaringan adekuat dengan @3+ dalam rentang normal dan bebas gejala . 1erguna dalam e aluasi derajat distres pernapasan dan.toleransi indi idu. disritmia. 4F. rektal.berbin!ang. INTE&*ENSI '. dispnea. 3apat diberikan peroral.III. Karena efek samping dapat terjadi pada tindakan ini. penurunan mengi atau krekels. dan kerja napas. Obser asi efek samping: takikardia. 8atat penggunaan otot aksesori. ketidak mampuan bi!ara. 6.atau kronisnya proses penyakit. () 1erikan bronkodilator sesuai yang diharuskan. %) 9inggikan kepala tempat tidur. 6.an**(an pert($aran *as !3d $etida$samaan 4entilasi-perf(si% 9ujuan: >enunjukkan perbaikan distres pernapasan. napas bibir. Pengiriman oksigen dapat diperbaiki dengan posisi duduk tinggi dan latihan napas untuk menurunkan kolaps jalan napas. atau 4PP1. 1ronkodilator mendilatasi jalan napas dan membantu mela2an edema mukosa bronkial dan spasme muskular. Kaji penurunan sesak napas.

Perbaikan pertukaran gas. 0) 1erikan oksigen tambahan yang sesuai dengan indikasi hasil @3+ dan toleransi pasien. 4nter ensi: ') 9ingkatkan masukan !airan sampai (&&& ml. Bersihan /alan napas tida$ efe$tif !3d penin*$atan prod($si lendirl% 9ujuan: >empertahankan jalan napas paten dengan bunyi napas bersih. 8airan selama makan dapat meningkatkan distensi gaster dan tekanan pada diafragma. '- . . mempermudah pengeluaran. 3apat memperbaiki. >engkombinasikan medikasi dengan aerosoli<ed bronkodilator nebulisasi biasanya digunakan untuk mengendalikan bronkokonstriksi. 6. >emberikan air hangat. 6. $idrasi membantu menurunkan kekentalan sekret. Pastikan bah2a tindakan diberikan sebelum makan untuk menghindari mual dan untuk mengurangi keletihan yang menyertai akti itas makan. 6.) 4nstruksikan dan berikan dorongan pada pasien pada pernapasan diafragmatik dan batuk yang efektif. Penggunaan !airan hangat dapat menurunkan spasme bronkus. 9eknik ini memperbaiki entilasi dengan membuka jalan napas L membersihkan jalan napas dari sputum.hari sesuai toleransi jantung. 6. Pemberian tindakan yang tidak tepat akan mengurangi keefektifannya. membantu mengendalikan proses inflamasi. %.kelonggaran sekresi. dan memperbaiki fungsi entilasi.men!egah memburuknya hipoksia. +njurkan masukan !airan antara. +erolisasi memudahkan klirens bronkial. sebagai pengganti makan. penurunan ansietas. jelas.

peningkatan kekentalan sputum.) +jarkan tentang tanda-tanda dini infeksi yang harus dilaporkan pada dokter dengan segera: peningkatan sputum. keletihan. (. )) 1antu pengobatan pernapasan.atau mempertahankan berat yang tepat. fisioterapi dada. . rasa sesak di dada. peningkatan batuk. 8atat derajat kesulitan makan. mis: nebuliser ultranik. mis: 4PP1. 4nfeksi pernapasan minor yang tidak memberikan konsekuensi pada indi idu dengan paru-paru yang normal dapat menyebabkan gangguan fatal. 6. 3rainase postural dan perkusi bagian penting untuk membuang banyaknya sekresi. E aluasi berat badan dan ukuran tubuh. 5(trisi $(ran* dari $e!(t(han !3d anore$sia% 9ujuan: >enunjukkan perilaku. 6.%) +jarkan dan berikan dorongan penggunaan teknik pernapasan diafragmatik dan batuk.men!egah pembentukan mukosa tebal pada bronkus. 0) 1erikan antibiotik sesuai resep dokter. 6. humidifier aerosol ruangan.perubahan pola hidup untuk meningkatkan dan. 6. 6. peningkatan napas pendek. perubahan dalam 2arna sputum. Kelembaban menurunkan kekentalan sekret mempermudah pengeluaran dan dapat membantu menurunkan. 4nter ensi: ') Kaji kebiasaan diet. 9eknik ini akan membantu memperbaiki keletihan. +ntibiotik untuk men!egah atau mengatasi infeksi. %& entilasi dan untuk menghasilkan sekresi tanpa menyebabkan sesak napas dan . Pengenalan diri sangat penting.kental dan memperbaiki entilasi pada segmen dasar paru. () 1erikan humidifikasi tambahan. masukan makanan saat ini.

6. buang sekret. berikan 2adah khusus untuk sekali pakai dan tisu. 4nter ensi: ') +jarkan klien untuk mengkoordinasikan pernapasan diafragmatik dengan akti itas (mis: berjalan. 6asa tak enak. 1erikan makan porsi ke!il tapi sering. pemeriksaan keseimbangan nitrogen. pemeriksaan fungsi hati. 1erikan itamin. >etode makan dan kebutuhan kalori didasarkan pada situasi. transferin. se!ara nutrisi seimbang. Pasien distres pernapasan akut sering anoreksia karena dispnea. 6.elektrolit sesuai indikasi.) Kaji pemeriksaan laboratorium.selang. . elektrolit. ). >embantu menurunkan kelemahan selama 2aktu makan dan memberikan kesempatan meningkatkan masukan kalori total. dan obat. glukosa. Defisit pera#atan diri !3d $eletihan se$(nder a$i!at penin*$atan (paya pernapasan dan ins(fisiensi 4entilasi dan o$si*enasi% 9ujuan: Kemandirian dalam akti itas pera2atan diri. %) 1erikan pera2atan oral sering. () 3orong periode istirahat semalam ' jam sebelum dan sesudah makan.mineral.nutrisi pendukung tim untuk memberikan makanan yang mudah di !erna. >enge aluasi. mis: tambahan oral. membungkuk). nutrisi parenteral. profil asam amino. 6. mis: albumin serum. produksi sputum. %' .6.mengatasi kekurangan dan menga2asi keefektifan terapi nutrisi. 6. )) Konsultasikan dengan ahli gi<i.penggunaan energi. besi.kebutuhan indi idu untuk memberikan nutrisi maksimal dengan upaya minimal pasien. bau dan penampilan adalah pen!egah utama terhadap napsu makan dan dapat membuat mual dan muntah dengan peningkatan kesulitan napas.

() +jarkan tentang drainase postural bila memungkinkan. 6. %) 3orong akti itas sampai tingkat toleransi gejala. %% . () +jarkan teknik relaksasi atau berikan rekaman untuk relaksasi bagi klien. >emberikan dorongan untuk terlibat dalam pera2atan dirinya.. klien mampu melakukan lebih banyak namun perlu didorong untuk menghindari peningkatan ketergantungan. Suatu perasaan harapan atau memberikan klien sesuatu yang dapat dikerjakan dan bukan sikap yang merasa kalah tidak berdaya. Sejalan dengan teratasinya kondisi. berjalan. %) 1erikan dorongan untuk mulai mandi sendiri. 6. 4nter ensi: ') >engadopsi sikap yang penuh harapan dan memberikan semangat yang ditujukan pada klien. 6. membangun harga diri dan menyiapkan klien untuk mengatasinya di rumah. berpakaian sendiri. +kan memungkinkan klien untuk lebih aktif dan untuk menghindari keletihan yang berlebihan atau dispnea selama akti itas. . 6. 1ahas tentang tindakan penghematan energi.6. "ecemasan !3d per(!ahan stat(s $esehatan% 9ujuan: >endapatkan mekanisme koping yang efektif dan ikut serta dalam program rehabilisasi paru. +kti itas mengurangi ketegangan dan mengurangi tingkat dispnea sejalan dengan klien menjadi terkondisi. dan minum !airan.

)) 3aftarkan klien pada program rehabilitasi pulmonari bila tersedia. %( . %) 3iskusikan keperluan untuk berhenti merokok. . +sap tembakau menyebabkan kerusakan pasti pada paru dan menghilangkan mekanisme proteksi paru-paru. pasien harus mengetahui apa yang diperkirakan. berikan informasi tentang sumber-sumber kelompok. 6. >odifikasi pekerjaan mungkin harus dibuat dan sumber-sumber yang sesuai digunakan untuk men!apai tujuan ini. 6. 6. 4nter ensi: ') 1antu klien mengerti tentang tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. +jarkan klien tentang penyakit dan pera2atannya. Klien harus mengetahui bah2a ada ren!ana dan metode dimana ia memainkan peranan yang besar. 0.) Sarankan konseling okasional untuk menggali kesempatan alternatif pekerjaan (jika memungkinkan). "(ran* pen*etah(an !3d $(ran*nya informasi men*enai penya$it yan* dideritanya% 9ujuan: >elakukan perubahan pola hidup dan berpartisipasi dalam program pengobatan. 6. +liran udara terhambat dan kapasitas paru menurun. Program rehabilitasi paru telah menunjukkan dapat meningkatkan perbaikan subjektif status dan harga diri pasien juga meningkatkan toleransi latihan serta mengurangi hospitalisasi. 6elaksasi mengurangi stress dan ansietas serta membantu klien untuk mengatasi ketidakmampuannya. >engajarkan klien tentang kondisinya adalah salah satu aspek yang paling penting dari pera2atannyaE tindakan ini akan menyiapkan klien untuk hidup dalam dan mengatasi kondisi serta memperbaiki kualitas hidup.6.

>elakukan perubahan pola hidup dan berpartisipasi dalam program pengobatan. >enunjukkan perbaikan pernapasan.atau mempertahankan berat yang tepat. .perubahan pola hidup untuk meningkatkan dan. ). jelas.I*. entilasi dan oksigenasi jaringan adekuat dengan @3+ dalam rentang normal dan bebas gejala distres %) . Kemandirian dalam akti itas pera2atan diri. >endapatkan mekanisme koping yang efektif dan ikut serta dalam program rehabilisasi paru. (. E*ALUASI '.. %. 0. >enunjukkan perilaku. >empertahankan jalan napas paten dengan bunyi napas bersih.

Related Interests