LAPORAN PRAKTIKUM

FISIKA MODERN
(KONSTANTA STEFAN-BOLTZMANN)








Oleh :
Asisten Praktikum Fisika Modern






PROGRAM P. FISIKA JURUSAN PMIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013
A. Judul
Konstanta Stefan-Boltzmann
B. Latar Belakang
Kajian mengenai radiasi benda hitam dapat menjelaskan mengenai
fenomena yang terkait dengan intensitas radiasi (daya emisi) suatu benda pada
temperatur tertentu. Pada tahun 1972, T. Wedjwood mendapati bahwa sifat
universal dari sebuah objek yang dipanaskan tidak bergantung pada komposisi
dan sifat kimia, bentuk dan ukuran benda. Selanjutnya, pada tahun 1859 G.
Kirchoff membuktikan sebuah teorema yang didasarkan pada sifat termodinamika
benda bahwa pada benda dalam kesetimbangan termal, daya emisi (pancar) dan
daya absorpsi (serap) sama besar.
Teorema tersebut sama pentingnya dengan teorema rangkaian listrik
tertutupnya ketika ia menunjukkan argumen berdasarkan pada termodinamika
bahwa setiap benda dalam keadaan kesetimbangan termal dengan daya radiasi
yang dipancarkan adalah sebanding dengan daya yang diserapnya. Untuk benda
hitam, teorema Kirchoff dinyatakan:
R
f
= J (f,T)
Dengan J(f,T) adalah suatu fungsi universal (sama untuk semua benda)
yang bergantung hanya pada f, frekuensi cahaya dan T, suhu mutlak benda.
Persamaan tersebut menunjukkan bahwa daya yang dipancarkan per satuan luas
per satuan frekuensi cahaya dan tidak bergantung pada sifat fisika dan kimia yang
menyusun benda hitam, hasil ini sesuai dengan pengamatan.
Selanjutnya untuk memahami karakter universal dari radiasi benda hitam,
datang dari ahli fisika Josef Stefan tahun 1879. Ia mendapatkan secara eksperimen
bahwa daya total per satuan luas yang dipancarkan pada semua frekuensi oleh
suatu benda hitam panas, I total adalah sebanding dengan pangkat empat dari suhu
mutlaknya. Persamaan empirisnya:
}
= =
4
T df R Itotal
f
o
Lima tahun kemudian konfirmasi mengesankan dari teori gelombang
elektromagnetik cahaya diperoleh ketika Boltzmann menurunkan hukum Stefan
dari gabungan termodinamika dan persamaan-persamaan Maxwell.
Percobaan ini akan menentukan dan mengetahui besarnya tetapan Stefan-
Boltzmann dari suatu benda yang meradiasi dan membandingkannya dengan teori.
C. Tujuan
Menentukan tetapan Stefan-Boltzmann
D. Landasan Teori
Sebuah benda dalam suhu berapapun akan memancarkan radiasi termal dari
permukaannya. Karakteristik radiasi ini bergantung pad suhu dan sifat
permukaannya. Distribusi panjang gelombang radiasi dari benda berongga telah
diteliti pada akhir abad ke-19. Penemuan eksperimental pada abad itu yaitu:
“Daya total dari radiasi yang dipancarkan akan bertambah ketika suhu bertambah”
4
AeT o = P
P = daya dalam watt yang dihasilkan dari permukaan benda
o = konstanta Stefan-Boltzmann yang besarnya setara dengan 5,670 x 10
-8

W/m
2
K
4

A = luas permukaan benda dalam m
2

e = emisivitas permukaan
T = suhu permukaan dalam Kelvin
(Serway Jewett, 2010: 275-277)
Bahwa energi radiasi benda per satuan luas per satuan waktu atau rapat fluks
energi dari benda sebanding dengan pangkat empat dari suhu mutlak benda yaitu
(u~T
4
). Problem utama untuk membuktikan hukum Stefan-Boltzman tentang
radiasi adalah menentukan suhu suatu benda yang meradiasi serta mengukur rapat
fluks energi radiasi benda tersebut. Bagaimana bunyi hukum Stefan-Boltzman
tentang radiasi sebuah benda? Bagaimana rumusnya?
Untuk membuktikan suatu benda yang meradiasi dapat digunakan hubungan
antara hambatan listrik dari benda dengan suhunya yaitu
( )
t 0
R =R 1 - αt ;
t
0
R 1
t = - 1
α R
| |
|
\ .
;
t
0
R 1
T = 273 + - 1
α R
| |
|
\ .

t = Suhu benda dalam derajat celcius
R
t
= Hambatan dari benda yang meradiasi pada suhu t
α = Koefisien resistansi dari wolfram (4,8 x 10
-3
/ K)
T = suhu dalam kelvin.
R
o
= Hambatan Wolfram pada 0
o
C




Gambar 1. Percobaan Stefan-Boltzmann
(Dwi Teguh Rahardjo, 2013: 12)
Setiap benda secara kontinu memancarkan radiasi panas dalam bentuk
gelombang elektromagentik. Setiap benda memancarkan radiasi panas, tetapi
umumnya benda terlihat oleh kita karena benda itu memantulkan cahaya yang
datang padanya, bukan karena ia memancarkan radiasi panas. Benda baru terlihat
karena meradiasikan panas jika suhunya melebihi 1000 K. Pada suhu ini benda
mulai berpijar merah, seperti kumparan pemanas sebuah kompor listrik. Pada
suhu di atas 2000 K benda berpijar kuning atau keputih-putihan, seperti besi
berpijar putih. Begitu suhu benda terus ditingkatkan, intensitas relatif dari
spektrum cahaya yang dipancarkannya berubah. Ini menyebabkan pergeseran
dalam warna-warna spektrum yang diamati, yang dapat digunakan untuk menaksir
suhu suatu benda.
(http://atophysics.files.wordpress.com/2008/11/materi-23.pdf)
Saat benda meradiasikan energi pada laju sesuai persamaan
4
AeT o = P ,
benda tersebut juga menyerap radiasi elektromagentik. Jika proses yang kedua ini
tidak terjadi, benda itu akhirnya akan meradiasikan seluruh energinya dan
suhunya akan mencapai nol mutlak. Ketika sebuah benda pada keadaan seimbang
dengan sekelilingnya, benda tersebut akan meradiasikan dan menyerap energi
yang sama besarnya dan suhunya akan tetap. Ketika benda tersebut lebih panas
daripada sekelilingnya, benda tersebut akan meradiasikan lebih banyak energi
dibandingkan energi yang diserapnya, dan suhunya akan menurun.
(Serway-Jewett, 2004: 71)

A
V
~
E. Alat dan Bahan
No. Nama alat dan bahan Jumlah
1. Regulator voltage 1
2. Voltmeter digital 1
3. Amperemeter digital 1
4 Lampu wolfram 1
5. Papan rangkaian dan saklar 1
6. Kabel penghubung+penjepit buaya 1
7. Sumber tegangan PLN 1

F. Prosedur Kerja
1. Alat dan bahan disiapkan
2. Rangkai alat dan bahan seperti skema di atas.
3. Nyalakan amperemeter digital dan voltmeter digital sesuai yang
dikehendaki (ubah ke AC dan atur digit koma)
4. Nyalakan saklar
5. Nyalakan voltage regulator
6. Putar pengatur pada regulator tegangan sampai nilai tegangan yang terbaca
di voltmeter sebesar 2 volt, kemudian baca nilai arus pada amperemeter
(pada suhu kamar t = 25
0
C)
7. Ulangi langkah 6 untuk mengambil data sesuai yang diinginkan
8. Selama percobaan, amati lampu wolfram ketika mulai menyala dan
menandai data (arus dan tegangan) pada saat kondisi tersebut
9. Memasukkan data ke dalam tabel pengamatan
10. Menentukan hambatan kawat wolfram pada suhu kamar R
t
di mana (t =
25
0
C). Ini dapat dilakukan dengan mengatur agar lampu radiasi yang telah
dialiri arus belum/hampir memijar.
11. Setelah mendapatkan R
t
tentukan R
0
harga hambatan listrik dari filamen
wolfram pada suhu 0
o
C.
12. Tentukan nilai R
t
setiap pengukuran arus dan voltase kemudian
tabulasikan ke dalam tabel
13. Plotlah grafik antara log P dengan log T dan tentukan kemiringan grafik.
14. Dari grafik tersebut tentukan nilai tetapan Stefan Bolztmann o. Artinya
untuk membuktikan hukum Stefan Boltzmann harus dapat membuat grafik
seperti di bawah ini dan menemukan kemiringannya (slope) = 4



Gambar 2. Hubungan antara log P dengan log T

Gambar 3. Rangkaian Fisis
G. Data Pengamatan
No. V (volt) I (mA)
1. 2 28,2
2. 4 45,1
3. 6 55,1
4. 8 62,1
5. 10 67,4
6. 12 71,6
7. 14 75,4
8. 16 78,7
9. 18 81,6
10. 20 84,5
11. 25 91,1
12. 30 97,2
Log T
Log P
13. 40 108,9
14. 50 120,0
15. 100 168,0
16. 150 207,3
17. 200 241,3
Keterangan :

Artinya lampu tepat akan menyala

H. Analisis Data
1. Analisis Kuantitatif
1) Mencari Rt dengan Hukum Ohm (saat lampu tepat akan menyala)
O = = =
÷
2
3
10 36 , 2
10 5 , 84
20
x
A x
V
I
V
R
t

2) Mencari R
0
pada suhu kamar
t = 25
o
C sehinggan T = 298 K
K J x / 10 8 , 4
3 ÷
= o
O =
=
+
=
+
=
+
=
+ =
÷
1 , 97
4304 , 2
236
) 4304 , 1 1 (
10 36 , 2
) 298 . 10 8 , 4 1 (
10 36 , 2
) 1 (
) 1 (
2
3
2
0
0
x
x
x
T
R
R
T R R
t
t
o
o

3) Mencari P dan T
a. V = 2 V
I = 28,2 mA = 28,2 x 10
-3
A
3661 , 2 log
83 , 216
17 , 56 273
1
1 , 97
92 , 70
10 8 , 4
1
273
1
1
273
2487 , 1 log
0564 , 0 ) 10 2 , 28 ( 2
92 , 70
10 2 , 28
2
3
0
3
3
=
=
÷ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
÷ =
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o
b. V = 4 V
I = 45,1 mA = 45,1 x 10
-3
A
4064 , 2 log
96 , 254
04 , 18 273
1
1 , 97
69 , 88
10 8 , 4
1
273
1
1
273
7437 , 0 log
1804 , 0 ) 10 1 , 45 ( 4
69 , 88
10 1 , 45
4
3
0
3
3
=
=
÷ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
÷ =
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o
c. V = 6 V
I = 55,1 mA = 55,1 x 10
-3
A
4746 , 2 log
29 , 298
29 , 25 273
1
1 , 97
89 , 108
10 8 , 4
1
273
1
1
273
4806 , 0 log
3306 , 0 ) 10 1 , 55 ( 6
89 , 108
10 1 , 55
6
3
0
3
3
=
=
+ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
÷ =
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o
d. V = 8 V
I = 62,1 mA = 62,1 x 10
-3
A
5328 , 2 log
05 , 341
05 , 68 273
1
1 , 97
82 , 128
10 8 , 4
1
273
1
1
273
3038 , 0 log
4968 , 0 ) 10 1 , 62 ( 8
82 , 128
10 1 , 62
8
3
0
3
3
=
=
+ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
÷ =
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o
e. V = 10 V
I = 67,4 mA = 67,4 x 10
-3
A
5831 , 2 log
98 , 382
98 , 109 273
1
1 , 97
36 , 148
10 8 , 4
1
273
1
1
273
1713 , 0 log
674 , 0 ) 10 4 , 67 ( 10
36 , 148
10 4 , 67
10
3
0
3
3
=
=
+ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
÷ =
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o
f. V = 12 V
I = 71,6 mA = 71,6 x 10
-3
A
6276 , 2 log
24 , 424
24 , 151 273
1
1 , 97
59 , 167
10 8 , 4
1
273
1
1
273
0659 , 0 log
8592 , 0 ) 10 6 , 71 ( 12
59 , 167
10 6 , 71
12
3
0
3
3
=
=
+ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
÷ =
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o
g. V = 14 V
I = 75,4 mA = 75,4 x 10
-3
A
6656 , 2 log
03 , 463
03 , 190 273
1
1 , 97
67 , 185
10 8 , 4
1
273
1
1
273
0232 , 0 log
055 , 1 ) 10 4 , 75 ( 14
67 , 185
10 4 , 75
14
3
0
3
3
=
=
+ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
=
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o
h. V = 16 V
I = 78,7 mA = 78,7 x 10
-3
A
6997 , 2 log
85 , 500
85 , 227 273
1
1 , 97
30 , 203
10 8 , 4
1
273
1
1
273
1000 , 0 log
2592 , 1 ) 10 7 , 78 ( 16
30 , 203
10 7 , 78
16
3
0
3
3
=
=
+ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
=
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o
i. V = 18 V
I = 81,6 mA = 81,6 x 10
-3
A
7307 , 2 log
93 , 537
93 , 264 273
1
1 , 97
58 , 220
10 8 , 4
1
273
1
1
273
1669 , 0 log
4688 , 1 ) 10 6 , 81 ( 18
58 , 220
10 6 , 81
18
3
0
3
3
=
=
+ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
=
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o
j. V = 20 V
I = 84,5 mA = 84,5 x 10
-3
A
7577 , 2 log
47 , 572
47 , 299 273
1
1 , 97
68 , 236
10 8 , 4
1
273
1
1
273
2278 , 0 log
69 , 1 ) 10 5 , 84 ( 20
68 , 236
10 5 , 84
20
3
0
3
3
=
=
+ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
=
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o
k. V = 25 V
I = 91,1 mA = 91,1 x 10
-3
A
8152 , 2 log
44 , 653
44 , 380 273
1
1 , 97
42 , 274
10 8 , 4
1
273
1
1
273
3574 , 0 log
2775 , 2 ) 10 1 , 91 ( 25
42 , 274
10 1 , 91
25
3
0
3
3
=
=
+ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
=
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o
l. V = 30 V
I = 97,2 mA = 97,2 x 10
-3
A
8614 , 2 log
87 , 726
87 , 453 273
1
1 , 97
64 , 308
10 8 , 4
1
273
1
1
273
4647 , 0 log
916 , 2 ) 10 2 , 97 ( 30
64 , 308
10 2 , 97
30
3
0
3
3
=
=
+ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
=
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o
m. V = 40 V
I = 108,9 mA = 108,9 x 10
-3
A
9308 , 2 log
72 , 852
72 , 579 273
1
1 , 97
30 , 367
10 8 , 4
1
273
1
1
273
6390 , 0 log
356 , 4 ) 10 9 , 108 ( 40
30 , 367
10 9 , 108
40
3
0
3
3
=
=
+ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
=
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o
n. V = 50 V
I = 120,0 mA = 120,0 x 10
-3
A
9816 , 2 log
63 , 958
63 , 685 273
1
1 , 97
66 , 416
10 8 , 4
1
273
1
1
273
7781 , 0 log
6 ) 10 120 ( 50
66 , 416
10 120
50
3
0
3
3
=
=
+ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
=
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o

o. V = 100 V
I = 168,0 mA = 168 x 10
-3
A
1276 , 3 log
76 , 1341
76 , 1068 273
1
1 , 97
23 , 595
10 8 , 4
1
273
1
1
273
2253 , 1 log
8 , 16 ) 10 168 ( 100
23 , 595
10 168
100
3
0
3
3
=
=
+ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
=
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o

p. V = 150 V
I = 207,3 mA = 207,3 x 10
-3
A
2087 , 3 log
14 , 1617
14 , 1344 273
1
1 , 97
58 , 723
10 8 , 4
1
273
1
1
273
4926 , 1 log
095 , 31 ) 10 3 , 207 ( 150
58 , 723
10 3 , 207
150
3
0
3
3
=
=
+ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
=
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o
q. V = 200 V
I = 241,3 mA = 241,3 x 10
-3
A
2655 , 3 log
98 , 1842
98 , 1569 273
1
1 , 97
84 , 828
10 8 , 4
1
273
1
1
273
6835 , 1 log
26 , 48 ) 10 3 , 241 ( 200
84 , 828
10 3 , 241
200
3
0
3
3
=
=
+ =
|
.
|

\
|
÷ + =
|
|
.
|

\
|
÷ + =
=
= = =
O = = =
÷
÷
÷
T
K
x
R
R
T
P
watt x VxI P
x I
V
R
t
t
o
4) Tabel
No. V (volt) I (mA) R
t
( O) P (watt) T (K) log P log T 4 log T
1. 2 28,2 92 , 70 0564 , 0 216,83 -1,2487 2,3361 9,3444
2. 4 45,1 69 , 88 0,1804 254,96 -0,7437 2,4064 9,6256
3. 6 55,1 89 , 108 0,3306 298,29 -0,4806 2,4746 9,8984
4. 8 62,1 82 , 128 0,4968 341,05 -0,3038 2,5328 10,1312
5. 10 67,4 36 , 148 0,674 382,98 -0,1713 2,5831 10,3324
6. 12 71,6 59 , 167 0,8592 424,24 -0,0659 2,6276 10,5104
7. 14 75,4 67 , 185 1,055 463,03 0,0232 2,6656 10,6624
8. 16 78,7 30 , 203 1,2592 500,85 0,1000 2,6997 10,7988
9. 18 81,6 58 , 220 1,4688 537,93 0,1669 2,7307 10,9228
10. 20 84,5 68 , 236 1,69 572,47 0,2278 2,7577 11,0308
11. 25 91,1 42 , 274 2,2775 653,44 0,3547 2,8152 11,2608
12. 30 97,2 64 , 308 2,916 726,87 0,4647 2,8614 11,4456
13. 40 108,9 30 , 367 4,356 852,72 0,6390 2,9308 11,7232
14. 50 120,0 66 , 416 6 958,63 0,7781 2,9816 11,9264
15. 100 168,0 23 , 595 16,8 1341,76 1,2253 3,1276 12,5104
16. 150 207,3 58 , 723 31,095 1617,14 1,4926 3,2087 12,8348
17. 200 241,3 84 , 828 48,26 1842,98 1,6835 3,2655 13,062

5) Metode grafik (menggunakan Ms. Excel) untuk mencari hubungan data
log P dengan log T

Persamaan garis berdasarkan grafik di atas yaitu:
4 2 8
/ 10 02 , 3
) 520 , 7 log(
log 520 , 7
520 , 7 808 , 2
K m W x
anti
x y
÷
=
÷ =
= ÷
÷ =
o
o
o

2. Analisis Kualitatif
Prinsip dasar percobaan yaitu saat lampu tepat akan menyala, lampu
wolfram mulai memancarkan cahaya tampak. Apabila suhu terus naik, maka
panjang gelombang ( ) ì akan turun. Lampu wolfram yang semula menyala
dengan warna merah tua, lama kelamaan menjadi warna kuning. Daya radiasi
total yang dipancarkan akan bertambah ketika suhu bertambah. Apabila sebuah
benda lebih panas daripada sekelilingnya, benda tersebut akan meradiasikan
lebih banyak energi dibandingkan energi yang diserapnya dan suhunya akan
menurun.
y = 2.8081x - 7.5208
-1.5
-1
-0.5
0
0.5
1
1.5
2
0 1 2 3 4
l
o
g

P

log T
Grafik hubungan antara log P dengan
log T
y
Linear (y)
Hasil perhitungan pada percobaan berdasarkan grafik yaitu sebesar
4 2 8
/ 10 02 , 3 K m W x
÷
= o . Berdasarkan teori nilai konstanta Stefan-Boltzmann
sebesar
4 2 8
/ 10 67 , 5 K m W x
÷
= o .
Dari perbandingan hasil teori dan percobaan terdapat perbedaan. Adanya
perbedaan ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu :
a. Pembacaan nilai pada voltmeter dan amperemeter yang kurang tepat.
b. Suhu ruang saat percobaan kurang diperhitungkan, sehingga mempengaruhi
nilai.
c. Emisivitas wolfram yang kurang.
d. Beberapa alat aus dan umurnya sudah tua.
e. Proses perhitungan yang kurang cermat.
Fungsi alat-alat yang digunakan dalam percobaan yaitu:
a. Voltage regulator
Fungsinya untuk mengatur dan mengubah nilai tegangan yang terbaca
pada voltmeter digital
b. Voltmeter digital
Fungsinya untuk mengukur besarnya tegangan pada percobaan
c. Amperemeter digital
Fungsinya untuk mengukur besarnya arus listrik pada percobaan
d. Lampu wolfram
Fungsinya sebagai indikator proses terjadinya radiasi dengan mengamati
dan mencatat data saat lampu tepat akan menyala
e. Papan rangkaian dan saklar
Fungsinya sebagai tempat merangkai dan memutus/menyambung arus
listrik
f. Kabel penghubung+penjepit buaya
Fungsinya sebagai penghubung antar rangkaian
g. Sumber tegangan PLN



I. Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan, tetapan Stefan-Boltzmann yang didapatkan yaitu
sebesar
4 2 8
/ 10 02 , 3 K m W x
÷
= o sedangkan berdasarkan percobaan sebesar
4 2 8
/ 10 67 , 5 K m W x
÷
= o .

J. Daftar Pustaka
Jewett, Serway. 2004. Physics for Scientist and Engineers. Singapore: Cengage
Learning Asia Pte Ltd.
Jewett, Serway. 2010. Fisika untuk Sains dan Teknik Buku 3 Edisi 6. Jakarta:
Salemba Teknika
Rahardjo, Dwi Teguh. 2013. Petunjuk Praktikum Fisika Modern. Surakarta: FKIP
UNS
http://atophysics.files.wordpress.com/2008/11/materi-23.pdf, diakses pada tanggal
22 November 2013

K. Lampiran
1 lembar laporan sementara



Surakarta, ....................................
Mengetahui,


( )
Praktikan


( )






LAPORAN SEMENTARA
PRAKTIKUM FISIKA MODERN
Nama :
NIM :
Kelas :
Judul : Konstanta Stefan-Boltzmann
Kelompok :
Data pengamatan
No. V (volt) I (mA)
1. 2 28,2
2. 4 45,1
3. 6 55,1
4. 8 62,1
5. 10 67,4
6. 12 71,6
7. 14 75,4
8. 16 78,7
9. 18 81,6
10. 20 84,5
11. 25 91,1
12. 30 97,2
13. 40 108,9
14. 50 120,0
15. 100 168,0
16. 150 207,3
17. 200 241,3
Keterangan:
Nomor 10 keadaan ketika lampu tepat akan menyala