Tonsilitis atau Penyakit Amandel Tonsilitis atau kalangan masyarakat awam menyebut dengan istilah penyakit Amandel.

Tonsillitis adalah infeksi (radang) tonsil (amandel) yang pada umumnya disebabkan oleh mikro-organisme (bakteri dan virus). Terbanyak dialami oleh anak usia 5-15 tahun. Tonsillitis, berdasarkan waktu berlangsungnya (lamanya) penyakit, terbagi menjadi 2, yakni Tonsilitis akut dan Tonsilitis kronis. Dikategorikan Tonsilitis akut jika penyakit (keluhan) berlangsung kurang dari 3 minggu. Sedangkan Tonsilitis kronis jika infeksi terjadi 7 kali atau lebih dalam 1 tahun, atau 5 kali selama 2 tahun, atau 3 kali dalam 1 tahun secara berturutan selama 3 tahun. Adakalanya terdapat perbedaan penggolongan kategori Tonsilitis akut dan Tonsilitis kronis. Tonsilektomi adalah operasi pengangkatan tonsil/mandel/amandel. Operasi ini merupakan operasi THT-KL yang paling sering dilakukan pada anak-anak. Para ahli belum sepenuhnya sependapat tentang indikasi tentang tonsilektomi, namun sebagian besar membagi alasan (indikasi) tonsilektomi menjadi: Indikasi absolut dan Indikasi relatif. Tonsilektomi merupakan pembedahan yang paling banyak dan biasa dilakukan di bagian THT (Telinga, Hidung dan Tenggorok), oleh karena itu sering dianggap sebagai pembedahan kecil saja. Tetapi bagaimanapun juga, tonsilektomi adalah suatu pembedahan yang merupakan tindakan manipulasi yang dapat menimbulkan trauma dengan risiko kerusakan jaringan. Komplikasi mulai dari yang ringan bahkan sampai mengancam kematian atau gejala subyektif pada pasien berupa rasa nyeri pasca bedah dapat saja terjadi. GEJALA DAN TANDA Keluhan yang dapat dialami penderita Tonsilllitis, antara lain:
     

Tengorokan terasa kering, atau rasa mengganjal di tenggorokan (leher) Nyeri saat menelan (nelan ludah ataupun makanan dan minuman) sehingga menjadi malas makan. Nyeri dapat menjalar ke sekitar leher dan telinga. Demam, sakit kepala, kadang menggigil, lemas, nyeri otot. Dapat disertai batuk, pilek, suara serak, mulut berbau, mual, kadang nyeri perut, pembesaran kelenjar getah bening (kelenjar limfe) di sekitar leher. Adakalanya penderita tonsilitis (kronis) mendengkur saat tidur (terutama jika disertai pembesaran kelenjar adenoid (kelenjar yang berada di dinding bagian belakang antara tenggorokan dan rongga hidung). Pada pemeriksaan, dijumpai pembesaran tonsil (amandel), berwarna merah, kadang dijumpai bercak putih (eksudat) pada permukaan tonsil, warna merah yang menandakan peradangan di sekitar tonsil dan tenggorokan.

Tentu tidak semua keluhan dan tanda di atas diborong oleh satu orang penderita. Hal ini karena keluhan bersifat individual dan kebanyakan para orang tua atau penderita akan ke dokter ketika mengalami keluhan demam dan nyeri telan. PENCEGAHAN

Namun setidaknya upaya yang dapat dilakukan adalah:   Mencuci tangan sesering mungkin untuk mencegah penyebaran mikro-organisme yang dapat menimbulkan tonsilitis. nyeri telan yang berat. Tonsil (amandel) yang besar hingga mengakibatkan gangguan pernafasan. Dan pembesaran tonsil yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan wajah atau mulut yang terdokumentasi oleh dokter gigi bedah mulut. Tonsillitis yang mengakibatkan kejang demam. setidaknya hingga 24 jam setelah penderita infeksi tenggorokan (yang disebabkan kuman) mendapatkan antibiotika. Secara umum disebutkan bahwa pencegahan ditujukan untuk mencegah tertularnya infeksi rongga mulut dan tenggorokan yang dapat memicu terjadinya infeksi tonsil. operasi tonsillitis (tonsillectomy) perlu dilakukan jika memenuhi syarat-syarat berikut: INDIKASI ABSOLUT: 1. Abses peritonsiler (Peritonsillar abscess) yang tidak menunjukkan perbaikan dengan pengobatan. Menghindari kontak dengan penderita infeksi tanggorokan. 3.Tak ada cara khusus untuk mencegah infeksi tonsil (amandel). KAPAN PERLU OPERASI Berdasarkan The American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery (AAOHNS). . gangguan tidur atau sudah terjadi komplikasi penyakit-penyakit kardiopulmonal. 2.

Tonsilektomi sebaiknya baru dilakukan setelah minimal 23 minggu bebas dari infeksi akut. Pembesaran tonsil di salah satu sisi (unilateral) yang dicurigai berhubungan dengan keganasan (neoplastik) Alasan Yang Tidak benar yang dijadikan Pertimbangan Operasi    Bila tidak operasi kecerdasan menurun Bila tidak dioperasi mengakibatkan sakit jantung dan sakit paru-paru Bila tidak di operasi maka oksigen ke otak berkurang anak jadi kurang konsentrasi dan kurang cerdas KONTRAINDIKASI Ada beberapa keadaan yang merupakan kontraindikasi melakukan pembedahan tonsil karena bila dikerjakan dapat terjadi komplikasi pada penderita. INDIKASI RELATIF: 1. 2. Di samping itu tonsilektomi juga tidak dilakukan pada penyakit-penyakit sistemik yang tidak terkontrol seperti diabetes atau penyakit jantung pulmonal . Jika mengalami Tonsilitis 3 kali atau lebih dalam satu tahun dan tidak menunjukkan respon sesuai harapan dengan pengobatan medikamentosa yang memadai. Kontraindikasi pada kelainan hematologik adalah anemi. sebaiknya tidak dilakukan tonsilektomi bila pengobatan kurang dari 6 bulan kecuali bila terdapat gejala sumbatan karena pembesaran tonsil. Pada kelainan alergi-imunologik seperti penyakit alergi pada saluran pernapasan. Tonsilektomi juga tidak dikerjakan apabila terdapat infeksi akut lokal.4. 3. 4. kecuali bila disertai sumbatan jalan napas atas. Tonsilitis kronis atau Tonsilitis berulang yang diduga sebagai carrier kuman Streptokokus yang tidak menunjukkan repon positif terhadap pengobatan dengan antibiotika. kelainan alergi-imunologik dan infeksi akut. Tonsil yang diperkirakan memerlukan biopsi jaringan untuk menentukan gambaran patologis jaringan. Bau mulut atau bau nafas tak sedap yang menetap pada Tonsilitis kronis yang tidak menunjukkan perbaikan dengan pengobatan. Pembedahan tonsil sebagai pencetus serangan asthma pernah dilaporkan. Keadaan tersebut adalah kelainan hematologik. bahkan mengancam kematian. gangguan‟ pada sistem hemostasis dan lekemi.

tonsil dilepaskan dari jaringan sekitarnya dan diangkat keluar. Teknik :    Bila menggunakan anestesi umum. Setelah relaksasi sempurna otot faring dan mulut. Ujung alat diletakkan diantara tonsil dan pilar posterior.JENIS TEKNIK OPERASI 1) Cara Guillotine Diperkenalkan pertama kali oleh Philip Physick (1828) dari Philadelphia. sedangkan cara yang masih digunakan sampai sekarang adalah modifikasi Sluder. Di negaranegara maju cara ini sudah jarang digunakan dan di Indonesia cara ini hanya digunakan pada anak-anak dalam anestesi umum. Perdarahan dirawat. Tonsil dijepit dengan cunam tonsil dan ditarik ke medial . alat guillotine dimasukkan ke dalam mulut melalui sudut kiri. Cara ini digunakan pada pembedahan tonsil orang dewasa. dengan bantuan jari. kemudian kutub bawah tonsil dimasukkan ke dalam Iubang guillotine. Dipasang alat pembuka mulut Boyle-Davis gag. Operator di sisi kanan berhadapan dengan pasien. mulut difiksasi dengan pembuka mulut. Teknik       Posisi pasien telentang dalam anestesi umum. baik dalam anestesi umum maupun lokal. 2) Cara diseksi Cara ini diperkenalkan pertama kali oleh Waugh (1909). Picu alat ditekan. Dengan jari telunjuk tangan kiri pilar anterior ditekan sehingga seluruh jaringan tonsil masuk ke dalam Iubang guillotine. pisau akan menutup lubang hingga tonsil terjepit. posisi pasien terlentang dengan kepala sedikit ekstensi. Setelah diyakini seluruh tonsil masuk dan terjepit dalam lubang guillotine. Lidah ditekan dengan spatula. Untuk tonsil kanan. Posisi operator di proksimal pasien.

Bahan pendingin yang dipakai adalah freon dan cairan nitrogen. Komplikasi pasca bedah dapat digolongkan berdasarkan waktu terjadinya yaitu immediate. kemungkinan terjadi manipulasi trauma dan kerusakan jaringan lebih sedikit sehingga perdarahan juga akan sedikit. dapat dilakukan penekanan dengan tampon yang mengandung adrenalin . (3) awasi adanya gerakan menelan karena pasien mungkin menelan darah yang terkumpul di faring dan (4) napas yang berbunyi menunjukkan adanya lendir atau darah di tenggorok. Bila diduga ada perdarahan. Penyebabnya diduga karena hemostasis yang tidak cermat atau terlepasnya ikatan.    Komplikasi saat pembedahan dapat berupa perdarahan dan trauma akibat alat. Komplikasi segera (immediate complication) pasca bedah dapat berupa perdarahan dan komplikasi yang berhubungan dengan anestesi. Pendarahan yang tidak berhenti spontan atau berasal dari pembuluh darah yang lebih besar. tonsil dilepaskan dari fosanya secara tumpul sampai kutub bawah dan selanjutnya dengan menggunakan jerat tonsil. karena tindakan ini dapat menyebabkan jaringan berkontraksi dan perdarahan berhenti spontan. Asfiksi inilah yang dapat mengakibatkan tersumbatnya saluran napas dan membuat komplikasi yang berat dan mengancam jiwa. intermediate dan late complication. Bila masih juga gagal. periksa fosa tonsil. Pada operator yang lebih berpengalaman dan terampil. tonsil diangkat. KOMPLIKASI Komplikasi tonsilektomi dapat terjadi saat pembedahan atau pasca bedah. Trauma akibat alat umumnya berupa kerusakan jaringan di sekitarnya seperti kerusakan jaringan dinding belakang faring. 3) Cryogenic tonsilectomy Tindakan pembedahan tonsil dapat menggunakan cara cryosurgery yaitu proses pendinginan jaringan tubuh sehingga terjadi nekrosis. Keadaan ini cukup berbahaya karena pasien masih dipengaruhi obat bius dan refleks batuk belum sempurna sehingga darah dapat menyumbat jalan napas menyebabkan asfiksi. Dari laporan berbagai kepustakaan. bibir terjepit. Bekuan darah di fosa tonsil diangkat. Perdarahan yang terjadi karena pembuluh darah kapiler atau vena kecil yang robek umumnya berhenti spontan atau dibantu dengan tampon tekan. Jumlah perdarahan selama pembedahan tergantung pada keadaan pasien dan faktor operatornya sendiri. Perdarahan segera atau disebut juga perdarahan primer adalah perdarahan yang terjadi dalam 24 jam pertama pasca bedah. dapat dilakukan ligasi arteri karotis eksterna. 4) Electrosterilization of tonsil Merupakan suatu pembedahan tonsil dengan cara koagulasi listrik pada jaringan tonsil.Perdarahan mungkin lebih banyak bila terdapat jaringan parut yang berlebihan atau adanya infeksi akut seperti tonsilitis akut atau abses peritonsil. maka pada fosa tonsil diletakkan tampon atau gelfoam. kemudian pilar anterior dan pilar posterior dijahit. Bila dengan cara di atas tidak menolong. gigi patah atau dislokasi sendi temporomandibula saat pemasangan alat pembuka mulut. Yang penting pada perawatan pasca tonsilektomi adalah (1) baringkan pasien pada satu sisi tanpa bantal. Bila perdarahan belum berhenti. dihentikan dengan pengikatan atau dengan kauterisasi. (2) ukur nadi dan tekanan darah secara teratur. Perdarahan dirawat. Dengan menggunakan respatorium/enukleator tonsil. umumnya perdarahan yang terjadi pada cara guillotine lebih sedikit dari cara diseksi.

Nekrosis uvula jarang terjadi. Komplikasi lain adalah adanya sisa jaringan tonsil. 24 Desember 2009 23:53 WIB Seorang pasien kritis setelah menjalani operasi amandel di Rumah Sakit Advent.kadang merupakan gejala otitis media akut karena penjalaran infeksi melalui tuba Eustachius. Late complication pasca tonsilektomi dapat berupa jaringan parut di palatum mole. Rizal Ronal. komplikasi paru dan otalgia. Bantahan ini ditanggapi lagi oleh pihak keluarga yang meminta dokter menjelaskan penyebab Evi kritis. dan biladijumpai biasanya akibat kerusakan bilateral pembuluh darah yang mendarahi uvula.1:1000. Evi masih terbaring di ruang instalasi khusus (care unit) menggunakan alat bantu pernafasan. dapat juga oleh karena ikatan jahitan yang terlepas. infeksi. tetapi umumnya perdarahan primer lebih sering dijumpai pada cara guillotine. Bila dengan cara di atas perdarahan belum berhasil dihentikan. bekuan darah atau kadang-kadang tampon yang tertinggal dapat menyebabkan asfiksi. Dengan kemajuan teknik anestesi. membantah pihaknya telah melakukan malpraktik. jaringan granulasi yang menutupi fosa tonsil terlalu cepat terlepas sebelum luka sembuh sehingga pembuluh darah di bawahnya terbuka dan terjadi perdarahan. Pada pengamatan pasca tonsilektomi. tetapi bilacukup banyak dapat mengakibatkan tonsilitis akut atau abses peritonsil Berbagai Kasus Fatal Paska operasi Amandel Seorang Pasien Kritis Usai Operasi Amandel Sumber : Metro Malam Kamis. Umumnya terjadi pada hari ke 5 10. komplikasi paru jarang terjadi dan ini biasanya akibat aspirasi darah atau potongan jaringan tonsil. Cara penanganannya sama dengan perdarahan primer. Pasien bernama Evi Kaduri itu dioperasi pada 7 Desember lalu dan dua hari kemudian muntah darah hingga tak sadarkan diri. Lendir. Bila berat. Perdarahan hebat jarang terjadi karena umumnya berasal dari pembuluh darah permukaan.    Pasca bedah. Komplikasi yang berhubungan dengan tindakan anestesi segera pasca bedah umumnya dikaitkan dengan perawatan terhadap jalan napas.Mengenai hubungan perdarahan primer dengan cara operasi. tetapi kadang. komplikasi yang terjadi kemudian (interme-diate complication) dapat berupa perdarahan sekunder. Jarang terjadi dan penyebab tersering adalah infeksi serta trauma akibat makanan. karena secara anatomik fosa tonsil berhubungan dengan ruang parafaring. Abses parafaring akibat tonsilektomi mungkin terjadi. Evi mengalami gagal ginjal sehingga harus cuci darah setelah operasi. Perdarahan sekunder adalah perdarahan yang terjadi setelah 24 jam pasca bedah. Meskipun jarang terjadi. laporan di berbagai kepustakaan menunjukkan hasil yang berbeda-beda. . Bila sedikit umumnya tidak menimbulkan gejala. Direktur Rumah Sakit Advent. pasien dibawa ke kamar operasi dan dilakukan perawatan perdarahan seperti saat operasi. pihak keluarga mengatakan. Selanjutnya bila masih gagal dapat dicoba dengan pemberian hemostatik topikal di fosa tonsil dan hemostatik parenteral dapat diberikan. Bandar Lampung. Hingga Kamis (24/12). pada hari ke dua uvula mengalami edem. gerakan palatum terbatas dan menimbulkan ri nolalia. Pihak keluarga berencana menuntut pihak rumah sakit atas dugaan malapraktik. Tim dokter memvonis Evi mengalami infeksi pada luka operasinya. komplikasi infeksi melalui bakteremia dapat mengenai organ-organ lain seperti ginjal dan sendi atau mungkin dapat terjadi endokarditis. Namun. hematom dan edem uvula. Gejala otalgia biasanya merupakan nyeri alih dari fosa tonsil.

Yang terakhir ini membawa hasil. Operasi amandel yang kemudian ternyata berakibat fatal bagi Erni. “Sebab itu saya berkesimpulan Erni harus dioperasi. Atas persetujuan dr. Dibantu dua perawat ia berjuang menyelamatkan Erni. Setelah itu disuntikkan obat bius pentotal. Erni meninggal jam enam sore. sehingga korban meninggal. Mayat Erni memang diautopsi. “Tak ada ketentuannya”. Tapi keadaan itu ternyata tak berlangsung lama. Lantas disuntikkan pula suksinil. “Saya sudah melakukan segalanya. biaya perawatan Evi digratiskan pihak rumah sakit. Syaiful. jantungnya melemah. pasal 361 KUHP.” Tapi dalam sidang Nyonya Julianti membantah keterangan dr. Resiko komplikasi ini meningkat terutama pada penderita yang mengalami hipersensitifitas atau alergi yang tidak ringan. evi akan dirujuk ke rumah sakit di Jakarta bila keluarga menyetujui. Ada apa dengn jantung Erni yang melemah? Dalam Ipersidangan dr. Katanya ia baru tahu anaknya itu sakit amandel justru dari dr.” ujarnya. Pembedahan dilaksanakan di tempat praktek dr. Kejadian komplikasi paska operasi amandel tersebut meski jarang tetapi beberapa kali terjadi kasus yang dilaporkan. Di situ sedang diadili dua orang dokter. dan merosot kembali. Kelurahan Menteng Daiam. Jakarta. Kedua terdakwa nampak tenang saja menghadapi tuduhan jaksa.” seorang ahli bedah memberikan ulasan. SH yang mempermasalahkan surat kematian yang ditulis dr. SH dituduh “berlaku kurang hati-hati atau berbuat ceroboh dalam melakukan operasi amandel atas diri Erni Handayani. Anak itu dibaringkan di Intensive Care Unit. Dan saksi ahli akan memberikan keterangan dalam persidangan berikutnya. Operasi berjalan lancar dan hanya memakan waktu setengah jam. tiga hari menjelang Natal.” katanya. Amelia di Jalan BBD. Amelia menyebutkan adanya indikasi tertentu sehingga ia merasa perlu untuk mengangkat amandel Erni. kedua orang dokter itu melanggar pasal 359 KUHP jo. Amelia. Bangun.Sejauh ini. segera berusaha menormalkan kembali jantung si pasien.” katanya. Di persidangan ahli anestesi dr. berlangsung 21 Desember 1979. tujuh tahun. Padahal jika terbukti mereka bisa dihukum penjara lima tahun.” Menurut jaksa. Amelia Syukri. tapi jantungnya tetap. Nyonya Julianti katanya mengemuIakan bahwa Erni sudah dibawa ke beberapa dokter: Namun amandelnya tak kunjung sembuh. “Disayangkan ahli anestesi terlalu menganggap mudah pemakaian obat yang daya kerjanya begitu cepat. Kalangan dokter yang mengikuti persilangan menyesalkan Hakim Pitoyo. Syaiful Ismangun menceritahan bahwa dalam melaksanakan pengangkatan amandel. Amelia tadi. Denyut jantung yang tadinya hanya 20/menit naik menjadi 108. Pengadilan Untuk Yang Mengangkat Amandel RUANGAN sidang Pengadilan Jakarta Selatan 4 Agustus sarat dengan pengunjung. adalah penderita diphtheri atau pasien yang berusia di atas 40. Ia berikan suntikan Sulfas antropin. dr Syaiful Ismangun membawa pasien ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. “Secara fisik keadaan Erni tidak ada kelainan. Banyak yang terpaksa berdiri. Amelia Syukri di . si Erni diberikan suntikan Sulfas atropin.R. Tapi malangnya begitu Erni hendak disadarkan kembali. Karena tak membaik ia suntik pula dengan adrenalin. melemah. Keterangan mengenai kematian Erni itu mungkin bisa terungkap dalam pengadilan. karena terlalu dalamnya pentotal. jarang terjadi karena tindakan operasi amndel merupakan tindakan operatif ringan.” urainya. Manajemen rumah sakit juga berjanji bertanggung jawab mengembalikan kondisi pasien. Keadaan kritis dan mencemaskan di ruangan praktek pribadi itu berlangsung sekitar 25 menit. Tebet. Tak Ada Keharusan Dalam persidangan dr. Ada pendapat lain: Melemahnya jantung Erni itu kemungkinan. Pasien yang harus diperiksa jantungnya sebelum tindakan operasi. Nyonya Amelia Syukri (bukan nama asli) spesialis THT dan ahli anestesi Syaiful Ismangun (bukan nama sebenarnya) oleh Jaksa J.”Karena keadaan Erni benar-benar gawat. Amelia Syukri mengatakan tak ada keharusan untuk memeriksa jantung si pasien sebelum mel kukan operasi. Berdasarkan wawancara dengan Nyonya Julianti (ibu Erni) ia berkesimpulan anak tersebut mengidap radang amandel dan pilek yang kronis.

kematian bocah cantik ini karena kelalaian pembiusan kendati pihak rumah sakit sudah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa kejadian itu bukan karena kesalahan medis Operasi Amandel Yang Berujung Kematian Operasi pengangkatan amandel berujung maut. Dokter Samsudin.atas kertas resep. warga perumahan Bogor Asri Blok B5 No. Di persidangan. siswa kelas III. Dadang Krisna agar anaknya diperbolehkan pulang. SH. Kemudian Ihsan dibawa ke ruang ICU. sumber :http://id. Setelah berusia 8 tahun. Humas RSD Cibinong. Tapi yang mendorong Nyonya Julianti mengadu justru keterangan tentang kematian yang ditulis di atas kertas resep. Sehari setelah operasi di bawa ke ruang perawatan dan kondisinya terus membaik. Peristiwa ini membuat Oki dan istrinya tak bisa menahan rasaharu. Menurut Oki sang ayah..shvoong. Bahkan Ihsan mengeluarkan air kencing. bocah 6 tahun. Kamis. Malam itu. “Tak selayaknya memberikan keterangan kematian dalam blanko resep. Keterangan di atas kertas resep itu sebenarnya sudah cukup. Tapi Samsudin beranggapan belum waktunya dokter dituntut. 26 Januari lalu di RS Mitra Keluarga. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia Pusat menganggap pengaduan masyarakat terhadap tindak tanduk dokter merupakan gejala perkembangan masyarakat. Oki meminta Dr.” Dan buat dia tentu bukan uang duka itu yang mendesak. Sebelumnya dia menjalani operasi amandel dan saat mau pulang suster menyuntiknya hingga tubuhnya kebiru-biruan lalu meninggal. suster itu terlihat panic. dr Wahju Kurnijanti membantah bila kematian Ihsan akibat malpraktik. Peralatan teknis kedokteran untuk mengetahui sebab kecelakaan pengobatan belum memadai. Ihsan menderita amandel sejak kecil. putra pertama pasangan Oki Nasputra dengan Agustin Isa Putri. Rupanya dia menganggap cara itu kurang senonoh. Tapi keterangan yang tuntas mengenai kematian anaknya itu.com/medicine-and-health/1759630-operasi-amandel-yangberujung-kematian/ . Dadang Krisna dan berjalan lancer. Nyonya Julianti mengaku pernah menerima uang duka Rp 500. namun Jumat Ihsan meninggal dunia. menyuntik Ihsan kembali. menahan rasa sakitnya.” kata Pitoyo. Bocah lelaki berusia 8 tahun tewas di duga mal praktik setelah mendapat 2 suntikan di RSUD Cibinong. Saat itu. Oki membawa putranya ke RSU Cibinong untuk operasi pengangkatan amandel. Amelia.13 Kelurahan Nanggewer. menghembuskan nafas terakhirnya di ruang unit gawat darurat anak lantai dua. Reviandra Savitri. Anak pertama pasangan Johan Aidar dan Efriani meninggal saat menjalani operasi amandel. Bogor. Sesaat setelah disuntik tubuh Ihsan mendadak biru-biru. Kita „kan orang timur. sebagaimana di Barat. Meninggal Paska Operasi Amandel Sumber : Republika. Kemudian. Rabu Ihsan masuk ke ruang operasi yang ditangani dr. Tapi itu katanya diberikan “39 hari setelah Erni meninggal dan setelah pengaduan sampai ke pihak kepolisian. Dugaan malpraktik ini menimpa Ihsan Akbar Kinanti.000 dari dr. Yang memberatkan kedua dokter ialah operasi tadi dilaksanakan tanpa adanya surat keterangan persetujuan dari pihak pasien. Namun sebelum pulang dating seorang suster yang membawa empat pet suntikan dan menyuntikkannya kepada ihsan. Sempat ada dugaan. Sebab masyarakat di sini katanya belum cukup matang.

Sriyanah kembali dibawa ke ruang operasi untuk dioperasi kembali. dr Atikah yang ahli paru-paru mengatakan paru-paru Sriyanah berisi air dan HB turun drastis. telinga. Rasa Terbakar. karena kelalaian menyebabkan orang meninggal. Sriyanah mengalami kejang-kejang lagi. Pada 5 Desember. Serelah dihentikan. Komplikasi Pascaoperasi Amandel Penggunaan peralatan pembakaran (cautery) selama operasi tonsil atau lebih dikenal operasi amandel. ketiak kanan kiri. Warga Pesanggrahan.00 WIB sampai pukul 11. Operasi berlangsung selama 1 jam. Perkiraan secara kasar yaitu sekitar 10 persen pasien mengalami rasa terbakar yang hebat . “Kejang-kejangnya sangat mengerikan. operasi pengangkatan dari tonsil bersama kelenjar adenoid yang berdekatan tetap menjadi salah satu operasi yang paling umum di Amerika serikat. Sriyanah. Pukul 09. Untuk menghentikan pendarahan. Menurut Novita. kedua kelopak matanya berwarna kuning. M Djutari. Kedua dokter dianggap lalai karena telah menyebabkan pasiennya meninggal. yakni almarhumah Sriyanah.45 WIB. Mereka diduga melakukan malpraktik yang menyebabkan pasiennya meninggal dunia. pada 31 Oktober dibawa ke RSAL Mintohardjo untuk mendapatkan perawatan sebelum operasi amandel. 1 November pukul 08. Novita Sulistyowati. Keluarga almarhumah Rodiah diwakili adiknya.30 WIB. pukul 17. Didampingi LBH Kesehatan. Sriyanah kemudian disuntik antikejang oleh dr Rony. Setelah ditangani dokter Syarif. Dari mulutnya juga keluar cairan dan darah tanpa henti. 9 Desember pukul 06.15 WIB. pasal 51 huruf a juncto 79 huruf c UU 29/2004 tentang praktik kedokteran yang berbunyi.327 operasi yang dilakukan di Primary Children‟s Medical Center (PCMC). Pada 1 Desember. Sriyanah kejang-kejang dan matanya melotot tidak berkedip. tidak menjalankan tindakan medis sesuai SOP. dada. Namun setelah tindakan tersebut. Sriyanah ditangani dokter ahli kulit. yakni terdapat bercak-bercak merah di belakang tubuh. Syarif Hidayat. Dokter adalah dr R yang praktik di RSAL Mintohardjo di kawasan Benhil. keluarga melihat ada keganjilan.30 WIB.” tutur Novi. Kedua laporan tersebut masing-masing bernomor 4848/K/XII/2006/SKP Unit II dan 4849/K/XII/2006/SKP Unit II.” ujar dia.30 WIB. Sriyanah mengalami pendarahan hingga lebih dari satu ember. kakaknya. Menurut Dr Albert H Park dari University of Utah School of Medicine. Amerika Serikat. Ancaman Dokter tersebut diancam dengan pasal 359 KUHP. dia sering kangen sama maminya. kulit kemerahannya memang berkurang. Laporan disampaikan keluarga kedua korban.Pasien Amandel Tewas. Sekitar 61 responden melaporkan memiliki pasien yang merasakan rasa terbakar di sekitar mulutnya. sehingga obat dihentikan. Pada 4 Desember. Salt Lake. sejak pukul 06. Sabtu (23/12/2006). Sementara itu. lengan kanan kiri. dapat mengakibatkan komplikasi pascaoperasi yaitu rasa terbakar di sekitar bibir dan mulut. Bahkan pada 3 Desember. Penelitian dilakukan terhadap anak-anak dan remaja itu mengungkap. Keluarga yang melaporkan didampingi Direktur LBH Kesehatan Moch Sentot Sedayuaji. tapi merambah ke paha kaki Sriyanah. dari 298 survei yang dilakukan. keluarga Sriyanah juga akan menyampaikan tuntutan perdata yang pekan depan akan didaftarkan ke PN Jakpus. sebanyak 101 dijawab dengan lengkap. tujuh pasien yang mengalami rasa mulut terbakar dari 4. Sriyanah tidak sadarkan diri selama 1 bulan 9 hari. Mbak Nana menemui ajalnya. kadang-kadang anaknya masih sering ngajak ke kuburan maminya. Dokter Dilaporkan sumber detikNews Dokter di RSAL Mintohardjo dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Operasi yang dilakukan oleh dokter Radito ternyata tidak berjalan lancar. “Kematian kakak saya tragis sekali. Empat hari kemudian. Jakarta Selatan itu juga diberi obat untuk otaknya. Namun obat tersebut menyebabkan kulit Sriyanah memerah dan jadi sangat tebal. Operasi terhadap ibu satu anak yang bekerja sebagai PNS di BLKD itu dilakukan keeseokan harinya. sedangkan almarhumah Siti Rodiah diwakili suaminya.

Bila pertimbangan yang tidak benar seperti di atas dijadikan alasan operasi.sehingga membutuhkan perawatan tambahan. sebagian besar rasa terbakar tersebut timbul ketika proses pengangkatan tonsil dengan peralatan yang digunakan dengan membakar di sekitar area Bagaimana Sikap Orangtua    Bila indikasi absolut terjadi pada penderita maka memang sebaiknya orangtua atau penderita tidak usah ragu dalam melakukan operasi. tidak ada salahnya penderita menunda melakukan operasi tetapi segera melakukan second opinion kepada dokter lain sebelum memutuskan tindakan operasi amandel. Diperkirakan. . Dalam keadaan kondisi relatif bisa saja ditunda bila terdapat pertimbangan keuangan atau takut resiko efek samping operasi amandel yang terjadi. Pada umumnya penderita baru tahu resikonya bila sudah terjadi. bila perlu bisa saja melakukan second opinion atau pendapat kedua pada dokter lainnya. Bila terdapat indikasi Relatif maka pertimbangan untuk rugi tindakan harus dilakukan dengan cermat. Akibat dan resiko operasi ini juga harus diinformasikan kepada penderita. Meskipun jarang memang setiap tindakan operasi bisa mengakibatkan efek samping selama operasi dan paska operasi.