You are on page 1of 14

Detektor HPLC-Fluorescence

Anita Sari Syafiana Anggota Nunung Nurfaizah Irwan Agung Sutarno

dua hal ini merupakan point penting penentu keberhasilan proses analisis . sehingga dapat memberikan perubahan sinyal yang besar pada perubahan konsentrasi komponen cuplikan yang kecil .PENGANTAR Prinsip dasar HPLC adalah memisahkan setiap komponen dalam sanpel untuk selanjutnya di identifikasi dan di hitung berapa konsentrasi dari masing-masing komponen tersebut. Detektor merupakan suatu bagian integral dari sebuah peralatan analitik Kromatografi cair yang modern Fungsi detektor dalam HPLC adalah untuk mendeteksi komponen cuplikan hasil pemisahan kolom . yaitu mempunyai banyak pilihan detektor yang dapat digunakan. Detektor HPLC yang baik harus memiliki sensitivitas yang tinggi atau mempunyai limit deteksi yang sangat kecil. HPLC mempunyai keunggulan dibanding kromatografi lain. Dua hal yang krusial dalam metode HPLC adalah pada saat proses pemisahan dan padaa proses identifikasi.

jenis detektor Detektor universal Detektor khusus Yaitu detektor yang bisa langsung digabungkan ke dalam instrumen HPLC tanpa memerlukan tambahan sistem khusus Detektor Indeks bias Yaitu detektor yang memerlukan sistem khusus agar bisa digunakan Detektor UV-Vis Detektor Fluorescence .

terutama pada senyawa aromatik. Setidaknya 15% senyawa yang ada memiliki sifat fluorescence secara alami. Fluorescence sendiri aktivitasnya dipengaruhi oleh ikatan konjugasi elektron pi. fluorophore menyerap energi dalam bentuk cahaya pada panjang gelombang spesifik untuk mencapai tingkat energi yang lebih tinggi (panjang gelombang eksitasi) lalu meng-emisikan cahaya yang diserap untuk kembali ke kondisi semula (panjang gelombang emisi). Dengan demikian. .Detektor Fluorescence Apa itu Fluorescence?? Fluorescence atau fluoresensi adalah emisi cahaya setelah penyerapan sinar UV atau sinar tampak oleh molekul fluoresensi atau disebut fluorophore.

Contoh senyawa Sangat bersifat fluorescence Tidak bersifat fluorescence .

Efek gelombang .

maka zat ini akan berfluoresensi. Sinar yang dipancarkannya ditangkap dengan phototube. spesifik.Detektor Fluorescence Detektor Fluorescence merupakan detektor HPLC yang paling sensitif. Prinsip dari detektor ini adalah sampel dikenai sinar UV yang sesuai. Tipe-tipe Detektor Fluorescence : -Single wavelength excitation fluorescence detector -Multi wavellength fluorescence detector -Laser Induced Fluorescence Detector (LIFD) . Detektor ini memungkinkan untuk mendeteksi sebuah molekul analit tunggal di dalam sampel dengan tepat. Intensitas sinar fluoresensi ini akan sebanding dengan kadar sampel yang diamati. Detektor Fluorescence memiliki sensitivitas 10-10000 kali lebih kuat daripada detektor UV untuk sebuah senyawa yang menyerap sinar tampak. dan selektif diantara detektor HPLC yang lain. Detektor ini sangat cocok untuk ‘trace analysis’ karena bersifat spesifik dan sensitif.

Sama seperti halnya pada single beam detektor. . single beam memiliki kelemahan yaitu rentan mengalami goyangan atau turun naiknya lampu. Multi wavellength fluorescence detector Detektor ini merupakan pengembangan dari single beam detektor. Untuk mengatasi ini maka digunakan dual beam detektor.Single wavelength excitation fluorescence detector Single beam biasanya lebih populer karena dapat meningkatkan efektifitas cahaya dan meningkatkan potensial untuk detection limit yang lebih rendah. Cahaya yang berasal dari sumber akan dibelokkan oleh sebuah quartz beam splitter dalam diode atau photomultiplier. sehingga menyebabkan ketidakstabilan. pada dual beam detektor juga memiliki potensi terjadinya goyangan pada lampu. Pertama untuk mengukur signal yang keluar dari lampu. Pada detektor ini terdapat dua buah monokromator. dan yang kedua untuk mengukur emisi dari analit. Namun. Namun hal ini dapat diatasi dengan ditambahkannya magnet di sekitar lampu.

siklik hidrokarbon aromatik.Laser Induced Fluorescence Detector (LIFD) Mendeteksi Emisi optical dari molekul yang mengalami eksitasi menuju tingkat energi yang lebih tinggi akibat penyerapan radiasi elektromagnetik. LIFD biasanya digunakan untuk analisis ‘capillary electrophoresis’. dan senyawa yang beracun seperti sianida . LIFD merupakan teknik deteksi optical yang paling sensitif. asam nuleat. LIFD dipakai sebagai alat terpisah untuk analisis produk reaksi berantai polimer. penentuan larutan seperti protein.

Xenon lamp memiliki tegangan yang lebih tinggi daripada Deuterium yang menyebabkan xenon tidak stabil sehingga lampu ini tidak ber-umur panjang Xenon-Mercury Lamps : Lampu ini berisi gas xenon dengan sedikit penambahan mikroliter merkuri. Xenon Lamps : saat ini banyak instrumen yang menggunakan Xenon lamp.Sumber detektor fluorescence Deuterium Lamps : lampu ini merupakan pilihan yang baik jika eksitasi ultraviolet serta stabilitas yang panjang diperlukan. Eksitasi terdapat pada pancaran maksimal paling dekat lampu dengan absorpsi komponen maksimal. . Alasannya karena Xenon lamp dapat menghasilkan energi eksitasi melebihi jangkauan UV-vis. Xenon lamp yang berbentuk rata dan memiliki permukaan yang luas. sangat cocok untuk proses eksitasi dan untuk tujuan scanning. Lampu ini minim gangguan dan memiliki hasil yang terbatas. Ini akan menghambat ‘background’ mencapai photomultiplier. Xenon lamp digunakan terutama untuk wilayah sinar tampak.

Skema Detektor Fluorescence Double beam detector .

Single beam detector .

Detektor Fluorescence .

Suri O.P” I.S. New Jersey . Kaur navneet.Source : International research journal : High Performance Liquid Chromatography Detectors “Kaushal Ramni. Inc.F college of pharmacy. India Modern HPLC for Praticing Scientists “Brian O’Flaherty” 2006. John willey & sons.