You are on page 1of 1

2.3.2.

4 patofisiologi Karsinoma sel skuamosa adalah kanker sel-sel epidermis, yang dapat menyebar secara horizontal di kulit atau secara vertikal ke dalam dermis. Penyebaran dapat agresif atau lambat. Karsinoma sel skuamosa dapat bermetastasis ke bagian lain tubuh. Karsinoma sel skuamosa paling sering timbul pada lansia dan terjadi akibat pajanan sinar matahari yang berkepanjangan. Tumor ini sering timbul di daerah-daerah kulit yang memperlihatkan lesi lesi prakanker, misalnyakeratosis (pertumbuhan bersisik), dermatitis aktinik, atau di daerahkulit yang pernah berubah warnanya, dan di bekas jaringan parut misalnya jaringan parut luka bakar. Penggunaan obat penekan imun(imunosupresif) memicu timbulnya tumor ini pada pasien transpiankarena sensitivitas akibat obat terhadap radiasi uva dan uvb. Orangyang tinggal di daerah dengan ikiim tropis, seperti australia (negaradengan insidens kasus terbesar) berisiko tinggi menderita karsinomasel skuamosa. kelainan patologi karsinoma sel skuamosa dapat dijumpai dalam berbagai derajat keganansan dimulai dari stadium awal pralesi displasia, karsinoma in situ sampai dengan stadium lanjut invasif.(18,20,22). Karsinoma sel skuamosa dapat didahului oleh berbagai macam tumor jinak seperti lesi papiloma skuamosa atai diskeratosis sebelum berubah menjadi displasi. Pada displasia stadium awal gambaran patologi belum menunjukan terjadi perubahab sel,yang terjadi hanya perubahan sel menjadi atipik,dimana secara histologis belum termasuk kriteria keganasan.displasia mempunyai gradasi dari sel atipik yang ringan sampai berat,bergantung pada ketebalan perubahan sel epitel.karsinoma in situ sering dimasukan dalam kategori kelainan displasia berat oleh banyak peneliti. Apabila sel yang telah berubahs sifat tersebut ,menembus membrana bsalis maka lesi tersebut merupakan karsinoma invasif .karsinoma sel skuamosa terjadi akibat progresivitas karsinoma in situ dan displasia berat