You are on page 1of 61

Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Memasuki era globalisasi memberikan dampak perubahan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa sekarang ini sangat berperan penting dalam pembangunan nasional. Segala sesuatunya menjadi lebih canggih, lebih mudah, dan lebih cepat. Begitu pula dalam hal pemesinan, perubahan ke arah zaman serba canggih, menjadikan mesin-mesin dapat diprogram oleh komputer, dapat melakukan gerakan-gerakan yang kompleks, dan pembuatan produk yang rumit. Kegiatan observasi proses produksi merupakan sebuah mata kuliah pada semester III di Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, yang mempelajari bagaimana mengoperasikan dan mengetahui komponen-komponen pada mesin bubut, mesin bor, mesin gerinda, mesin coulter dan mesin las listrik. Selain itu, tidak hanya mempelajari bagaimana mengoperasikan dan mengetahui komponen-komponennya tetapi juga diharapkan mendapat pengetahuan dan wawasan yang luas mengenai proses produksi. Hal tersebut penting karena untuk dapat menghasilkan produk yang bermutu dan memenuhi standar diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas.

B. Rumusan Masalah Pada observasi identifikasi mesin perkakas, materi yang dibahas adalah Mesin Bubut, Mesin bor, Mesin gerinda, Mesin Coulter dan Mesin Las Listrik.

Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta

2

C. Tujuan Observasi Tujuan diadakannya observasi identifikasi mesin perkakas adalah sebagai berikut: 1. Dapat menerapkan teori dan menganalisa proses kerja dari mesin bubut, mesin bor, mesin gerinda, mesin coulter, dan mesin las listrik 2. Dapat mengoperasikan dan mengetahui komponen-komponen dari mesin bubut, mesin bor, mesin gerinda, mesin coulter, dan mesin las listrik 3. Menambah pengetahuan yang bermanfaat mengenai proses produksi yang meliputi mesin bubut, mesin bor, mesin gerinda, mesin coulter, dan mesin las listrik.

D. Metode Penulisan Dalam penyusunan laporan ini, penulis melakukan observasi dan pengambilan data yang diperlukan untuk menganalisa permasalahan yang dibahas dalam penulisan laporan ini. Penulis melakukan penyusunan dengan menggunakan beberapa metode, antara lain : 1. Studi Pustaka Penulis mengumpulkan teori dan bahan dari buku-buku/ melalui internet dan perangkat lainnya yang menjadi referensi mengenai permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan 2. Studi Lapangan Data-data yang berkaitan dalam penulisan diambil langsung di lokasi pada saat melakukan observasi proses produksi teknik mesin dasar 3. Metode Gabungan Penulis menggunakan gabungan dari metode studi pustaka dan studi lapangan dalam penyusunan laporan ini.

Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta

3

BAB II LANDASAN TEORI

A. Mesin Bubut 1. Pengertian Mesin Bubut Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan. Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir. Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masingmasing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci.

2.

Bagian-Bagian Mesin Bubut Mesin bubut terdiri dari meja dan kepala tetap. Di dalam kepala tetap terdapat roda-roda gigi transmisi penukar putaran yang akan memutar poros spindel. Poros spindel akan menmutar benda kerja melalui cekal. Eretan utama akan bergerak sepanjang meja sambil membawa eretan lintang dan eretan atas dan dudukan pahat. Sumber utama dari semua gerakkan tersebut berasal dari motor listrik untuk memutar pulley melalui sabuk.

c) Membubut Eksentris Bila garis hati dari dua / lebih silinder dari sebuah benda kerja sejajar maka benda kerja itu di sebut eksentris. jarak antara garis-garis hati itu disebut eksentrisitas. 4. bengkok. Jenis Pengerjaan pada Mesin Bubut a) Membubut Lurus Pada pembuatan memanjang gerak jalan pahat sejajar dengan poros benda kerja. Prinsip Kerja Mesin Bubut Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi pada poros spindel. berjenjang ke kanan / ke kiri. putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 4 3. . b) Membubut Tirus Dapat dilakukan dengan 3 cara :    Dengan menggeser posisi kepala lepas kearah melintang Denganmenggeser sekian derajat eretan atas (penjepit pahat) Dengan memasang perkakas pembentuk. Oleh klem berulir. Melalui roda gigi penghubung. d) Membubut alur Untuk pengerjaan membubut alur di pergunakan pahat bubut pengalur dan jenisnya ada yang lurus. Dalam pembubutan yang otomatis pahat dapat digeserkan maju dan mundur kearah melintang. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir. sedangkan untuk pembubutan yang datar ini pada benda kerja.

pada umumnya pahat bubut tidak terlalu tebal sehingga umur pemakaiannya pendek. Pahatnya punya bentuk tersendiri. pahat profil terutama cocok untuk membubut profil pada produk-produk yang pendek. Kerja kartel ini adalah menekan benda kerja bukan menyayat seperti pahat bubut. segitiga. caranya tidak jauh berbeda dengan membubut lurus.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 5 e) Memotong Benda Kerja Pemotongan benda kerja berbentuk batang pada mesin bubut digunakan sebuah pahat pengalur dengan penyayat yang sangat ramping. Kartel dipasang pada rumah pahat dan kedudukannya harus setinggi senter. f) Mengebor pada Mesin Bubut Pembuatan lubang senter pada mesin bubut ada 2 cara. g) Membubut Dalam Untuk membesarkan lubang yang sudah ada dapat digunakan pahat dalam. yakni benda kerja yang berputar dan senter yang berputar. sebuah benda kerja yang di jepit diantara senter-senter tidak boleh putus karena dapat melentur dan menghimpit pahat. i) Mengkartel Adalah membuat rigi-rigi pada benda kerja dengan gigi kartel yang tersedia. . j) Membubut Ulir Sekrup Untuk membuat ulir sekrap dengan mesin bubut digunakan pahat khusus yang berbentuk seperti : pahat ulir. h) Membubut Profil Untuk membubut pembulatan pahatnya diasah menurut bentuk profilnya. segi empat.

Kolom berbentuk silinder yang mempunyai alur atau reluntuk jalur gerak vertical dari meja kerja. Column (Tiang) Bagian dari mesin bor yang digunakan untuk menyangga bagian-bagian yang digunakan untuk proses pengeboran. biasanya dibaut. Table (Meja) Bagian yang digunakan untuk meletakkan benda kerja yang akan di bor. Bagian-Bagian Mesin Bor a. Untuk meja yang berbentuk lingkaran bias diputar 3600 dengan poros ditengah-tengah meja.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 6 trapesium. Base terletak paling bawah menempel pada lantai. bulat dan jenis khusus lainnya. Pengertian Mesin Bor Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan).Pemasangannya harus kua tkarena akan mempengaruhi keakuratan pengeboran akibat dari getaran yang terjadi. b. Meja kerja dapat disesuaikan secara vertical untuk mengakomodasi ketinggian pekerjaan yang berbeda atau bias berputar ke kiri dan ke kanan dengan sumbu poros pada ujung yang melekat pada tiang (column). Sedangkan Pengeboran adalah operasi menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran-kerja dengan menggunakan pemotong berputar yang disebut BOR. c. Kesemuanya . Base (Dudukan) Base ini merupakan penopang dari semua komponen mesin bor.digunakan mal ulir. 2. Untuk memeriksa pahat ulir. Mesin Bor 1. B.

Table Clamp Table Clamp digunakan untuk mengunci kedudukan table. Spindle head Merupakan rumah dari konstruksi spindle yang digerakkan oleh motor dengan sambungan berupa belt dan diatur oleh drill feed handle untuk proses pemakananya. Mata bor yang paling sering digunakan adalah bor spiral. g. d.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 7 itu dilengkapi pengunci (table clamp) untuk menjaga agar posisi meja sesuai dengan yang dibutuhkan. Drill Chuck (Mata Bor) Adalah suatu alat pembuat lubang atau alur yang efisien. yang memegang/ mencekam mata bor. f. Spindle Bagian yang menggerakkan chuck atau pencekam. e. Untuk menjepit benda kerja agar diam menggunakan ragum yang diletakkan di atasmeja. sudut-sudut sayat yang menguntungkan dan bidang potong dapat diasah tanpa mengubah diameter bor. h. . karena daya hantarnya yang baik. Drill Feed Handle Handel untuk menurunkan atau menekankan spindle dan mata bor ke benda kerja (memakankan). penyaluran serpih (geram) yang baik karena alur-alurnya yang berbentuk sekrup. Bidang–bidang potong bor spiral tidak radial tetapi digeser sehingga membentuk garis-garis singgung pada lingkaran kecil yang merupakan hati bor.

memcemper lobang dan mengetap. balok penahan yang sesuai tingginya dan diikat dengan mur baut pengikat agar tidak merusak ragum. b.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 8 3. benda kerja diletakan pada sebuah balok V dan dijepit dengan batang pengikat khusus. kemudian ditahan dengan menggunakan balok yang sesuai dan diikat oleh mur baut pada meja mesin bor. penjepit khusus. Pemasangan Mata Bor pada chuck 1) Bor dengan tangkai lurus (taper) langsung dimasukan pada lubang sumbu mesin bor. Agar ragum tidak turut bergerak. ragum diikat denagan menggunakan mur baut pada meja bor. membesarkan lobang.Pekerjaan yang banyak menuntut ketelitian yang tinggi pada pengeboran adalah pada saat menempatkan mata bor pada posisi yang tepat di titik senter. 3) Untuk mengebor logam batang berbentuk bulat. Pemasangan Benda Kerja 1) Jika menggunakan ragum. 4) Untuk benda kerja yang akan dibor tembus. Pengerjaan pada Mesin Bor Untuk Mekanisme Proses pengerjaan pengeboran adalah sebagai berikut: a. maka mesin bor dapat berfungsi untuk membuat lobang silindris dan bertingkat. dibagian bawah benda kerja ditahan denagan bantalan yang rata dan sejajar (paralel). untuk benda kerja rata dan mendatar dengan ukuran benda tebalnya lebih pendek dari ukuran tinggi mulut ragum. dua buah penjepit bentuk U dengan dua balok penahan yang sesuai. tidak boleh menggunakan pemegang . 4. Prinsip Pengeboran Berdasarkan pekerjaan yang dilakukan. 2) Jika tidak menggunakan ragum. benda kerja dijepit dengan menggunakan batang. benda kerja diikat pada meja bor dengan menggunakan dua buah mur baut.

3) Bor dengan kepala bulat lurus diperguanakan pemegang/ penjepit bor otomatis (universal).Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 9 bor. sepotong kayu harus diletakan dibawahnya. sehingga menghasilkan putaran bor. maka mulutnya akan membuka atau menjepit dengan sendirinya (otomatis). lubang alur menerima ujung taper dan lubang taper diimbangi oleh selubang yang distandarisasi (dinormalisasikan). sehingga mata bor tidak akan rusak pada saat jatuh. 2) Bor dengan tangkai selinder diguanakan “ Pemegang bor berkonsentrasi sendiri” dengan dua atau tiga rahang. Dengan demikian. . 5) Mata bor yang baik asahan mata potongnya akan mengebor dengan baik dan akan menghasilkan tatal yang sama tebal dengan yang keluar melalui kedua belah alur spiral bor. setelah itu jangan lupa mengunci semua pengunci. sehingga terdapat bermacam-macam ukuran. Ujung taper tidak digunakan untuk memegang tapi untuk mempermudah dilepas dari selumbung dengan menggunakan soket. untuk gerak putar mejanya cukup membuka pengunci di bawah meja dan di sesuaikan. Sebelum melepas bor. dipergunakan cerek khusus tempat bahan pendingin. Permukaan bagiaan dalam pemegang berhubungan dengan tangakai mata bor. Untuk bahan memerlukan pendinginan. Atur posisi benda kerja dengan menggerakkan meja. untuk arah vertical cukup memutar handle. 4) Bor dengan kepala tirus dipergunakan taper atau sarung pangurang yang dibuat sesuai dengan tingkatan dan kebutuhan. dimana bila diputar kuncinya. c. Bor harus dimasukan sedalam mungkin sehinggan tidak selip pada saat berputar.

Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 10 d. tekan sakelar off untuk mematikan mesin Untuk Mesin bor tangan / pistol sakelar khusus untuk pilhan putaran ke kanan dan ke kiri. Pengertian Mesin Gerinda Mesin gerinda adalah suatu alat yang ekonomis untuk menghasilkan permukaan yang halus dan dapat mencapai ketelitian yang tinggi. f. d. Memotong benda kerja yang ketebalanya yang tidak relatif tebal Menghaluskan dan meratakan permukaan benda kerja Sebagai proses jadi akhir ( finishing ) pada benda kerja Mengasah alat potong agar tajam Menghilangkan sisi tajam pada benda kerja Membentuk suatu profil pada benda kerja ( baik itu elips. f. h. pengasahan. c. kemudian tekan sakelar on (pada saat ini spindle sudah berputar). g. Mesin Gerinda 1. penajaman. dimana mata potongnya berjumlah sangat banyak yang digunakan untuk mengasah/memotong benda kerja dengan tujuan tertentu. Atur kecepatan yang sesuai dengan benda kerja. Fungsi Utama Mesin Gerinda a.Mesin Gerinda merupakan salah satu jenis mesin perkakas dengan mata potong jamak. Gunakan cairan pendingin bila perlu. Tancapkan steker mesin ke stop kontak sumber listrik. .Prinsip kerja mesin gerinda adalah batu gerinda berputar bersentuhan dengan benda kerja sehingga terjadi pengikisan. 2. e. putar Drill feed Handle sehingga mata bor turun dan memakan benda kerja. C. Setelah selesai. e. dan lain-lain ). b. Untuk pemakanan ke benda kerja. siku. atau pemotongan.

Kelebihan dan Kekurangan Mesin Gerinda a. mata bor.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 11 3. Flat wheels. b. untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti handtap. Kekurangan 1) Skala pemakanan( depth of cut ) harus kecil 2) Waktu yang diperlukan untuk mengerjakan cukup lama 3) Biaya yang diperlukan untuk pengerjaan cukup mahal. dan sebagainya b. countersink. 4. Cup wheels. Kelebihan 1) Dapat mengerjakan benda kerja yang telah dikeraskan 2) Dapat menghasilkan permukaan yang sangat halus hingga N6 3) Dapat mengerjakan benda kerja dengan tuntutan ukuran yang sangat presisi. dan sebagainya . Macam-Macam Bentuk Batu Gerinda a. untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti cutter. pahat bubut.

Cylindrical grinding wheels. Dish grinding wheels.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 12 c. . Shaped grinding wheels. untuk melakukan penggerindaan profil pada cutter d. e. untuk memotong alat potong ataupun material yang sangat keras. seperti HSS. untuk melakukan penggerindaan diameter dalam suatu jenis produk. material yang sudah mengalami proses heat treatment.

Diamond Grinding Wheels. Dalam roda berlian berlian industri tetap terikat ke tepi. Biasanya para bikers melakukan prosesi ini untuk meningkatkan tenaga dari kuda besi miliknya. Saucer Grinding Wheels. Gerinda ini biasa digunakan untuk mengerinda bergelombang dan gerinda pemotong.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 13 f. Ini menemukan penggunaan yang luas di non-mesin daerah. Sebuah melihat menggorok dirancang untuk mengiris batu permata seperti bahan keras D. Mesin Coulter 1. Digunakan untuk mengerinda bahan-bahan keras seperti beton. . batu permata dll. Pengertian Mesin Coulter Korter adalah peranti untuk membulatkan dan membesarkan blok silinder. g. karena hal ini filers bertemu digunakan oleh roda piring untuk menjaga bilah gergaji.

Ukur panjang pemegang dan pisau dengan mikrometer khusus.0015 inchi ukuran sebenarnya guna memperhalus pekerjaan. Pasang mesin pada blok silinder dengan menggunakan klem pengikat. yang merupakan kelengkapan mesin untuk menentukan besarnya diameter yang kaan dibor.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 14 2. pisau akan memotong sendiri g. Pemboran yang tebal harus dilakukan berulang kali. tempat pisau ada ditengahtengah silinder yang akan dibor dan dapat disetel keluar masuk pada porosnya terhadap silinder c. Cara untuk Mengkorter Blok Silinder a.002 inchi untuk menghaluskan e. . Ukuran diameter silinder yang akan dibor adalah atas dasar ukuran diameter torak yang akan dipakai dan dikurangi lebih kurang 0. kemudian pisau ditarik keatas dan matikan meisn untuk melihat keadaan pemotongan dengna ukuran silinder. kendorkan cakramnya dan poros pemegang pisau ditarik keatas f. setelah itu keraskan pengikat bor pada blok motor. maka dapat diteruskan pemboran dan dengan sebuah pengatur otomatik. pisau diturunkan sehingga memotong sedikit. Setelah selesai pengeboran pertama. Cakra tersebut dapat disetel keluar masuk pada porosnya terhadap silinder d. Pisau pemotongnya dipasang pada poros yang dapat digerakkan naik-turun di dalam silinder b. untuk berikutnya sisakan ukuran 0. Setelah di periksa menurut ketentuan. Poros ini memiliki 3 buah cakra poros. Hidupkan mesin. Cakra dipasang sesuai dengna ukuran silinder sehingga poros pemotong terletak ditengah-tengah lubang silinder. Periksa lubang mesin bor.

Pengertian Mesin Las Listrik Las busur listrik atau pada umumnya disebut las listrik termasuk suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas. Pengelasan (wedding) adalah tenik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa penekanan dan menghasilkan sambungan yang kontinyu. pipa pesat. las mekanik dan seterusnya. . las kimia. las tekan. Gerakan busur api diatur sedemikian rupa. Elektroda mencair bersama-sama dengan benda kerja akibat dari busur api arus listriik. Klasifikasi Cara Pengelasan dan Pemotongan Sampai pada waktu ini banyak sekali cara-cara pengklasifikasian yang digunakan dalam bidang las. antara elektroda las dan benda kerja. ini disebabkan karena perlu adanya kesepakatan dalam hal-hal tersebut. rangka baja. Mesin Las Listrik 1. Benda kerja merupakan bagian dari rangkaian aliran arus listrik las. Klasifikasi pertama membagi las dalam kelompok las cair.Secara konvensional cara-cara pengklasifikasi tersebut vpada waktu ini dapat dibagi dua golongan. yaitu klasifikasi berdasarkan kerja dan klasifikasi berdasarkan energi yang digunakan.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 15 E. sehingga benda kerja dan elektroda yang mencair. setelah dingin dapat menjadi satu bagian yang sukar dipisahkan. pipa saluran dan sebagainya.Sedangkan klasifikasi yang kedua membedakan adanya kelompok-kelompok seperti las listrik. Mesin las adalah alat yang digunakan untuk menyambung logam. Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam kontruksi sangat luas. bejana tekan. jembatan. Jadi surnber panas pada las listrik ditimbulkan oleh busur api arus listrik. 2. las patri dan lain-lainnya. meliputi perkapalan.

Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 16 Berdasarkan klasifikasi ini pengelasan dapat dibagi dalam tiga kelas utama yaitu : pengelasan cair. Pematrian adalah cara pengelasan diman sambungan diikat dan disatukan denngan menggunakan paduan logam yang mempunyai titik cair rendah. d. Las busur: Elektroda terumpan Las busur gas 1) Las m16 2) Las busur CO2 .Dibawah ini klasifikasi dari cara pengelasan : a. Pengelasan tekan 1) Las resistensi listrik 2) Las titik 3) Las penampang 4) Las busur tekan 5) Las tekan 6) Las tumpul tekan 7) Las tekan gas 8) Las tempa 9) Las gesek 10) Las ledakan 11) Las induksi 12) Las ultrasonic c. Dalam hal ini logam induk tidak turut mencair. Pengelasan cair adalah cara pengelasan dimana sambungan dipanaskan sampai mencair dengan sumber panas dari busur listrik atau sumber api gas yang terbakar b. Pengelasan tekan adalah pcara pengelasan dimana sambungan dipanaskan dan kemudian ditekan hingga menjadi satu c. a. Cara yang banyak digunakan dalam pengelasan adalah pemotongan dengan gas oksigen dan pemotongan dengan busur listrik. pengelasan tekan dan pematrian. Pengelasan cair 1) Las gas 2) Las listrik terak 3) Las listrik gas 4) Las listrik termis 5) Las listrik elektron 6) Las busur plasma b.

Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 17 e. dipergunakan butiran–butiran fluks / slag sehingga bususr nyala terpendam di dalam ukuran–ukuran fluks tersebut 3) ESW (Electro Slag Welding) adalah pengelasan busur terhenti. Las busur gas dan fluks 1) Las busur CO2 dengan 6) Las busur dengan elektroda berisi fluks 7) Las busur terendam 8) Las busur tanpa pelindung 9) Elektroda tanpa terumpan 10) Las TIG atau las wolfram gas elektroda berisi fluks 2) Las busur fluks 3) Las elektroda berisi fluks 4) Las busur fluks 5) Las elektroda tertutup 3. Jenis ini paling banyak dipakai dimana–mana untuk hampir semua keperluan pekerjaan pengelasaan. Untuk mecegah oksidasi cairan metal induk dan material tambahan. Berdasarkan Panas Listrik 1) SMAW (Shield Metal Arch Welding) adalah las busur nyala api listrik terlindung dengan mempergunagakan busur nyala listrik sebagai sumber panas pencair logam. Namun secara umum yang dipakai berkisar 80 – 200 Ampere 2) SAW (Submerged Arch Welding) adalah las busur terbenam atau pengelasan dengan busur nyala api listrik. busur terhenti dan proses pencairan fluk berjalan terus dam menjadi bahan pengantar arus listrik (konduktif). Tegangan yang dipakai hanya 23 sampai dengan 45 Volt AC atau DC. Sehingga elektroda terhubungkan dengan benda yang dilas melalui konduktor tersebut. sedangkan untuk pencairan pengelasan dibutuhkan arus hingga 500 Ampere. Klasifikasi Mesin Las a. pengelasan sejenis SAW namun bedanya pada jenis ESW busurnya nyala mencairkan fluks. Panas yang dihasilkan dari tahanan terhadap arus listrik melalui cairan fluk / .

Contohnya adalah pada pembuatan pipa ERW. gunanya untuk menyambung bagian satu konstruksi baja dengan bagian yang terdapat di dalam beton (baut angker) atau “ Shear Connector “ 5) ERW (Electric Resistant Welding) adalah las tahanan listrik yaitu dengan tahanan yang besar panas yang dihasilkan oleh aliran listrik menjadi semakin tinggi sehingga mencairkan logam yang akan dilas. MIG digunakan untuk mengelas besi atau baja.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 18 slag cukup tinggi untuk mencairkan bahan tambahan las dan bahan induk yang dilas tempraturnya mencapai 3500° F atau setara dengan 1925° C 4) SW (Stud Welding) adalah las baut pondasi. sedangkan gas pelindungnya adalah mengunakan Karbon dioxida CO2. atau pada pagar kawat 6) EBW (Electron Beam Welding) adalah las dengan proses pemboman elektron. MIG (Metal Active Gas) dan MAG (Metal Inert Gas) adalah pengelasan dengan gas nyala yang dihasilkan berasal dari busur nyala listrik. b. yang dipakai sebagai pencair metal yang di–las dan metal penambah. TIG digunakan untuk mengelas logam non besi dan gas pelindungnya menggunakan Helium (He) dan/atau Argon (Ar) . sehingga menghapus kemungkinan terjadinya oksidasi atau kontaminasi. pengelasan plat–plat dinding pesawat. Sebagai pelindung oksidasi dipakai gas pelindung yang berupa gas kekal (inert) atau CO2. suatu pengelasan uang pencairannya disebabkan oleh panas yang dihasilkan dari suatu berkas loncatan elektron yang dimamapatkan dan diarahkan pada benda yang akan dilas. Berdasarkan Panas Listrik dan Gas 1) GMAW (Gas Metal Arch Welding) terdiri dari . Penelasan ini dilaksanakan di dalam ruang hampa.

Ada pula yang memakai bahan pemanas yang terdiri dari campuran gas hidrogen (H) dan zat asam (O2) yang disebit OHW (Oxy Hidrogen Welding) d. Gas pelindungnya juga sama-sama menggunakan Karbon dioxida CO2. pada mesin las FCAW ditambah robot yang bertugas untuk menjalankan pengelasan biasa disebut dengan super anemo 4) PAW (Plasma Arch Welding) adalah las listrik dengan plasma yang sejenis dengan GTAW hanya pada proses ini gas pelindung menggunakan bahan campuran antara Argon (Ar). Berdasarkan Panas yang Dihasilkan Campuran Gas OAW (Oxigen Acetylene Welding) adalah sejenis dengan las karbid / las otogen. Panas yang didapat dari hasil pembakaran gas acetylene (C2H2) dengan zat asam atau Oksigen (O2). Ada juga yang sejenis las ini dan memakai gas propane (C3H8) sebagai ganti acetylene. c.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 19 2) GTAW (Gas Tungsten Arch Welding) atau TIG (Tungsten Inert Gas) adalah pengelasn dengan memakai busur nyala dengan tungsten/elektroda yang terbuat dari wolfram. Nitrogen (N) dan Hidrogen (H) yang lazim disebut dengan plasma. Berdasarkan Ledakan dan Reaksi Isotermis EXW (Explosion Welding) adalah las yang sumber panasnya didapatkan dengan meledakkan amunisi yang dipasang pada suatu . Biasanya. sedangkan bahan penambahnyyadigunakan bahan yang sama atau sejenis dengan material induknya. dipakai gas kekal (inert) 99 % Argon (Ar) murni 3) FCAW (Flux Cored Arch Welding) pada hakikatnya hampir sama dengan proses pengelasan GMAW. Plasma adalah gas yang luminous dengan derajat pengantar arus dan kapasitas termis / panas yang tinggi dapat menampung tempratur diatas 5000°C. Untuk mencegah oksidasi.

Pada las listrik dengan elektroda karbon. . Jenis – Jenis Mesin Las Listrik Jenis – jenis mesin las berdasarkan panas listrik adalah sebagai berikut : a. slenk. sehingga cairan metal terpadu dan mengisi ruangan yang tersedia didalam mold.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 20 mold/cetakan pada bagian tersebut dan mengisi cetakan yang tersedia. Cara pelaksanaannya adalah ujung-ujung tambang kawat dimasukkan ke dalam mold yang telah terisi amunisi selanjutnya serbuk ledak tersebut dinyalakan dengan pemantik api. Ledakan tersebut mencairkan kedua ujung kawat baja yang terdapat didalam mold tadi. Las listrik dengan Elektroda Karbon 1) Las listrik dengan elektroda karbon tunggal 2) Las listrik dengan elektroda karbon ganda 4. Cara ini sangat praktis untuk menyambung kawat baja / wire rope. maka terjadilah reaksi kimia eksotermis yang sangat cepat sehingga menghasilkan suhu yang sangat tinggi sehingga terjadilah ledakan. maka busur listrik yang terjadi diantara ujung elektroda karbon dan logam atau diantara dua ujung elektroda karbon akan memanaskan dan mencairkan logam yang akan dilas.

Tegangan yang dipakai hanya 23 sampai dengan 45 Volt AC atau DC. Las listrik dengan elektroda logam 1) SMAW (Shield Metal Arch Welding) Las busur nyala api listrik terlindung dengan mempergunaakan busur nyala listrik sebagai sumber panas pencair logam. Untuk arus AC (Alternating Current). kurang cocok untuk arus yang lemah. pole dapat dipertukarkan. sedangkan untuk pencairan pengelasan dibutuhkan arus hingga 500 Ampere.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 21 b. Jenis ini paling banyak dipakai dimana–mana untuk hampir semua keperluan pekerjaan pengelasaan. arc starting lebih sulit terutama untuk diameter elektrode kecil. tidak semua jenis elektroda dapat dipakai. pada voltage drop panjang kabel tidak banyak pengaruhnya.Namun secara umum yang dipakai berkisar 80 – 200 Ampere. . dapat dipakai untuk arus kecil dengan diameter electroda kecil. arc starting lebih mudah terutama untuk arus kecil. sudut atau bagian yang banyak lekukanya. Sedangkan pada arus DC (Direct Current). pole tidak dapat dipertukarkan. arc bow bukan merupakan masalah. voltage drop sensitif terhadap panjang kabel sependek mungkin. semua jenis elektrode dapat dipakai. arc bow sensitif pada bagian ujung.

Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 22 2) SAW (Submerged Arch Welding) Las busur terbenam atau pengelasan dengan busur nyala api listrik. dan perlengkapan untuk menaburkan fluks. kontrol.Loncatan busur listrik dari elektroda ke benda kerja mencairkan keduanya. Las Busur terpendam banyak digunakan untuk penyambungan penyambungan tabung-tabung benda-benda gas. serta dan banyak. nosel. Elektroda berjalan dan menyentuh benda kerja. Untuk mecegah oksidasi cairan metal induk dan material tambahan. Pengelasan dimulai dengan mengalirkan arus listrik pada rangkaian listrik SAW. . Pengelasan dilakukan secara otomatis dan fluksnya berupa butiran.Pada saat bersamaan butiran fluks ditaburkan agar deposit lasan yang terbentuk terlindung dari udara luar. yang pipa sama besar. dipergunakan butiran–butiran fluks / slag sehingga bususr nyala terpendam di dalam ukuran–ukuran fluks tersebut.Satu unit mesin las SAW terdiri dari sebuah travo. elektroda gulungan.

Mesin Las listrik arah searah (DC) Mesin ini mengubah arus listrik bolak-balik (AC) yang masuk.Tangkai las dilengkapi dengan nosel keramik untuk penyembur gas pelindung yang melindungi daerah las dari pengaruh luar pada saat pengelasan.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 23 3) TIG (tungsten inert gas) Las listrik TIG merupakan pengelasn dengan memakai busur nyala dengan tungsten/elektroda yang terbuat dari wolfram. 5. Arus Las Listrik a.Busur listrik yang terjadi antara ujung elektroda wolfrm dan bahan dasar adalah merupakan sumber panas untuk pengelasa.Sebagai bahan tambah dipakaielektroda tanpa selaput yang digerakkan dan didekatkan ke buur listrik yang terjadi antara elektroda wolfram dengan bahan dasar.Titik cair dari eletroda wolfram sedemikan tingginya samapai 3410o sehingga tidak ikut mencair pada saat terjadi busur listrik. menjadi arus listrik searah (DC) yang keluar. Keuntungan dari mesil las DC adalah sebagai berikut : 1) Busur nyala stabil 2) Dapat menggunakan elektroda berselaput dan tidak berselaput 3) Dapat mengelas pelat tipis .

6. yaitu yang menghubungkan pesawat las dengan benda kerja. 2) Kabel masa. b. Pemegang Elektroda Ujung yang berselaput dari elektroda dijepit dengan pemegang elektroda. yaitu kabel yang menghubungkan pesawat las dengan elektroda. yaitu : 1) Kabel elektroda . Perlengkapan Las Listrik a. Kabel Las Kabel las biasanya dibuat dari tembaga yang dipilin dan dibungkus dengan karet isolasi. yaitu kabel yang menghubungkan sumber tenaga atau jaringan lisrtik dengan pesawat las. sehingga memperkecil kemungkinan timbulnya keropos pada rigi – rigi las 2) Perlengkapan dan perawatan lebih mudah. Mesin las litrik arah bolak – balik (AC) Mesin ini memerlukan sumber arus bolak-balik denganteganganyang lebihrendahpadalengkung listrik.Keuntungan dari mesin AC adalah: 1) Busur nyala kecil. 3) Kabel tenaga. Yang disebut kabel las ada tiga macam.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 24 4) Dapat dipakai untuk mengelas pada tempat lembab b. .Ini penjepit dibungkus dan oleh terdiri dari mulut yang pemegang bahan penyekat (biasanya dari embonit).

Gunakanlah kaca mata pada waktu poembersihan terak. sebeb dapat memercikan pada mata.Tempat yang dijepit harus bersih dari kotoran (karet. cat. Sikat Kawat Sikat kawat digunakan untuk : 1) Membersihkan benda kerja yang akan dilas. Tang penjepit Digunakan untuk memegang atau memindahkan benda kerja yang masih panas sehabis pengelasan. Terbuat dari bahan yang menghantar dengan baik (tembaga). Palu Las Palu ini digunakan untuk melepaskan dan mngeluarkan terak las pada jalur las dengan jalan memukulkan atau menggoreskan pada daerah las. minyak dan sebagainya). . f. 2) Membersihkan terak las yang sudah dilepas dari jalur las oleh pukulan palu las. Klem Massa Alat untuk menghubungkan kabel masa ke benda kerja.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 25 c. e. yang dapat menjepit benda kerja dengan baik.Klem masa dilengkapi dengan pegas yang kuat. d.

Merk Mesin : Sanyuen GF 2000 A : Mesin Bubut Konvensional semi otomatis. Mesin Bubut a. Identifikasi Mesin Perkakas 1. Jenis Mesin c. b. Gambar Mesin : .Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 26 BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A.

Gambar Mesin : . Jenis Mesin c. Merk Mesin : West Lake Drilling : Mesin Bor Konvensional b. Mesin Bor a.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 27 2.

Jenis Mesin c.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 28 3. Gambar Mesin : . Merk Mesin : Wipro Grind Force 6000 : Mesin Gerinda Konvensional b. Mesin Gerinda a.

Jenis Mesin c.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 29 4. Gambar Mesin : . Mesin Coulter a. Merk Mesin : Coulter Waida : Mesin Coulter Konvensional semi otomatis b.

Bagian-Bagian Mesin Perkakas beserta Fungsinya a. Merk Mesin : Modern Welding : Mesin Las Konvensional b. Kepala Lepas (Tail Stock) Keterangan : Kepala lepas atau Tail Stock adalah bagian dari mesin bubut yang letaknya di sebelah kanan dan dipasang di atas alas atau meja mesin. Mesin Las Listrik a. Jenis Mesin c. Bagian ini berfungsi untuk tempat pemasangan senter yang digunakan . Gambar Mesin : B. Mesin Bubut ( Sanyuen GF 2000 A) Gambar 1.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 30 5.

C (Tuas pompa oli) : Sebagai penyalur oli kebagian eretan. . D B C A Gambar 2. Eretan mlintang Keterangan : A (Eretan memanjang) : Sebagai penggerak sumbu Y pada pahat saat menyayat benda kerja atau arah kanan-kiri. B (Tuas otomatis arah melintang) : Sebagai saklar penggerak otomatis pada eretan arah melintang.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 31 sebagai penumpu ujung benda kerja dan sebagai dudukan penjepit mata bor pada saat melakukan pengeboran. tail stock juga dapat digerakkan maju atau mundur atau arah melintang saat digunakan untuk keperluan pembubutan benda yang konis. Eretan memanjang. D (Eretan melintang) : Sebagai penggerak sumbu X pada pahat saat menyayat benda kerja atau arah maju-mudur. Tuas otomatis arah melintang. Selain digeser sepanjang alas atau meja mesin. dan dikencangkan dengan perantara mur dan baut atau dengan tuas pengencang. Tail Stock ini dapat digerakkan atau digeser sepanjang meja mesin. Tuas pompa oli.

Eretan atas. Lampu Keterangan : E (Eretan atas) : Sebagai pengatur sudut putar pahat untuk proses pembubutan tirus. F (Tool Post) : Sebagai rumah pahat atau tempat pencekaman pahat bubut. Tool Post.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 32 G F E Gambar 3. . G (Lampu) : Sebagai penerang saat mengukur bagian dalam atau tersulit saat benda kerja dicekam di chuck.

Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 33 H I J Gambar 4. Chuck Keterangan : H (Head Stock) : Sebagai bagian utama dari mesin bubut yang digunakan untuk menyangga poros utama. I (Spindle mesin) : Sebagai penggerak chuck ( penjepit benda kerja ) saat diputar. yaitu poros yang digunakan untuk menggerakkan spindle. Head Stock. J (Chuck) : Sebagai tempat untuk memegang benda kerja. Spindle mesin. .

L (Main Switch) : Untuk mematikan dan menghidupkan mesin. Coolant pump switch. N (Tuas rem) : Untuk mengerem atau memperlambat gerakan pada mesin. Main switch. Gear levers. . M (Gear Levers) : Sebagai pengatur putaran gear sebelum diteruskan ke spindle pada mesin. Tuas rem Keterangan : K (Coolant Pump Switch) : Untuk menghidupkan pompa cooling oil.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 34 L M K N Gambar 5.

Spindle Handle Keterangan : O (Spindle Change Lever): Digunakan untuk merubah kecepatan putar pada Speed Gear Box dengan merubah posisi handle. . P (Left and Right Hand Thread Change Lever) : Digunakan untuk proses pembuatan ulir kanan maupun kiri.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 35 P O Gambar 6. Gambar 7. Motor listrik Keterangan : Motor listrik berfungsi sebagai sumber daya untuk menjalankan mesin.

column Keterangan : A (Head) : Kepala dari mesin bor yang berisi tali pemutar dan spindle head yang diteruskan pada mata bor. Head. . B (Quill Feed) : Untuk menurunkan atau menekankan spindle dan mata bor ke benda kerja (memakankan). E (Column/ tiang) : Bagian dari mesin bor yang digunakan untuk menyangga bagian-bagian yang digunakan untuk proses pengeboran.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 36 b. on/ off switch. Mesin Bor (West Lake Drilling) A B C D E Gambar 8. motor listrik. C (On/ Off Switch) : Untuk menghidupkan/ mematikan mesin. Kolom berbentuk silinder yang mempunyai alur atau reluntuk jalur gerak vertical dari meja kerja. Quill feed. D (Motor listrik) : Sebagai sumber daya penghidupan pada mesin.

Meja kerja dapat disesuaikan secara vertikal untuk mengakomodasi ketinggian pekerjaan yang berbeda atau bias berputar ke kiri dan ke kanan dengan sumbu poros pada ujung yang melekat pada tiang (column). karena daya hantarnya yang baik. . Table. Untuk menjepit benda kerja agar diam menggunakan ragum yang diletakkan di atas meja. Bidang–bidang potong bor spiral tidak radial tetapi digeser sehingga membentuk garisgaris singgung pada lingkaran kecil yang merupakan hati bor. penyaluran serpih (geram) yang baik karena alur-alurnya yang berbentuk sekrup. sudut-sudut sayat yang menguntungkan dan bidang potong dapat diasah tanpa mengubah diameter bor.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 37 G F H Gambar 9. Base Keterangan : F (Drill Chuck) : Adalah suatu alat pembua tlubang atau alur yang efisien. G (Table) : Bagian yang digunakan untuk meletakkan benda kerja yang akan di bor. Untuk meja yang berbentuk lingkaran bias diputar 3600 dengan poros ditengah-tengah meja. Mata bor yang paling sering digunakan adalah bor spiral. Kesemuanya itu dilengkapi pengunci (table clamp) untuk menjaga agar posisi meja sesuai dengan yang dibutuhkan. Drill Chuck.

c. Mesin Gerinda (Wipro Grind Force 6000) A B D E F G C H Gambar 10. Base terletak paling bawah menempel pada lantai. Bagian lengkap mesin gerinda Keterangan : A (Tutup roda gerinda) : Untuk menutupi roda gerinda B (Saklar) : Untuk menyalakan dan mematikan mesin C (Pengatur sudut) : Untuk mengatur kemiringan sudut meja pengasah D (Tempat air pendingin) : Sebagai tempat air pendingin E (Motor listrik) : Sebagai penggerak mesin . Pemasangannya harus kuat karena akan mempengaruhi keakuratan pengeboran akibat dari getaran yang terjadi. biasanya dibaut.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 38 H (Base) : Base ini merupakan penopang dari semua komponen mesin bor.

Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta

39

F (Meja pengasah) : Untuk menyangga benda kerja G (Batu gerinda) : Untuk menggerinda H (Badan mesin gerinda) : Sebagai dudukan mesin gerinda

d. Mesin Coulter

(Coulter Waida)

A

B

C

Gambar 11. Column, Box, Pengunci box Keterangan : A (Column/ tiang) : Untuk menyangga bagian dari mesin B (Box) : Tempat untuk menempatkan bahan-bahan yang berbentuk silinder. C (Pengunci Box) : Untuk mengunci bahan agar tidak bergetar atau bergerak saat pengerjaan.

Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta

40

J

I

H

G

F E D
Gambar 12. Bagian lengkap mesin coulter Keterangan : D (Coulter chuck) : Untuk mengkolter bahan yang di tempatkan pada box E (Eretan) : Untuk menggerekkan coulter chuck dari atas ke bawah F (Table) : Untuk menempatkan benda kerja pada box G (Coulter Quill Feed) : Sebagai sumber putaran untuk pemakanan bersamaan dengan coulter chuck. H (Motor listrik) : Sebagai sumber daya penghidupan pada mesin.

Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta

41

I (Coulter feed) : Sebagai pembantu untuk mengkolter bahan sebelum pada Coulter Quill Feed. J (Head) : Sebagai pusat dari putaran yang berisi spindle coulter yang diikatkan pada belt, kemudian di teruskan pada coulter chuck.

e.

Mesin Las Listrik (Modern Welding)

B

C A D

Gambar 13. Mesin las, elektroda, klem massa, pemegang elektroda Keterangan : A (Mesin las) : Sumber untuk melalukan las dari arus listrik di alirkan pada handle yang dijepitkan pada elektroda. B (Elektroda) : Bahan untuk mengelas C (Klem massa) : Sebuah penjepit yang dialiri arus listrik apabila elektroda mengenainya atau saling menguatkan antara bersifat negatif dan positif. D (Pemegang elektroda) : Alat untuk menjepit elektroda

Perlegkapan-Perlengkapan Mesin Perkakas a.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 42 C. Drill bits Keterangan : Drill Bits fungsinya sebagai berikut: 1) Pembuatan Lubang Mengumpan mata bor pada suatu benda kerja untuk membuat lubang 2) Pembesaran Lubang Mengumpan mata bor pada benda kerja yang telah memiliki lubang sebelumnya guna untuk memperbesar diameter lubang pada benda kerja. antara lain :     Chamfer untuk membersihkan chip / bram Chamfer untuk pembuatan ulir Chamfer untuk dudukan kepala baut konus Chamfer untuk dudukan paku keling. 3) Chamfer Chamfer adalah suatu proses untuk menghilangkan sisi tajam dari sebuah bentuk slindris. Drill bits Gambar 14. . Chamfer pada proses counter sink yang dimaksudkan ada beberapa macam penggunaan.

ragum dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam produksi di bengkel-bengkel kecil dimana umumnya memerlukan penyesuaian peralatan dan teknik/metode untuk pekerjaan-pekerjaan secara manual dengan tangan. Ragum Gambar 15. Operasi-operasi di bengkel besar akan memerlukan jig atau alat tekan yang dapat digabung dengan ragum tertentu atau alat lain dari ragum biasa. Ragum Keterangan : Berdasarkan kapasitasnya untuk mencekam dengan kuat atau memberikan tekanan tetap. masalah lain yaitu bagaimana memegang part kecil dengan ragum yang relatif besar. Terlepas dari alas penyelip atau jepitan lunak yang dapat digunakan untuk melindungi benda kerja. Karena ketipisannya dan disokong dengan jepitan logam. seringkali hal ini cukup untuk memegang benda kerja dengan kardus seperti pada kardus rokok. hal ini akan . Ada solusi mudah untuk masalah-masalah tersebut. Satu masalah yang timbul adalah bagaimana mencekam benda kerja dengan kuat tanpa meninggalkan bekas kasar dari ragum.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 43 b.

ragum kecil tertentu. Kunci pas Keterangan : Kunci pas digunakan untuk mengencangkan dan melepas baut dan mur yang tidak terlalu kuat momen pengencangannya atau kepala baut dan mur yang telah dilonggarkan dengan kunci ring. c. dan berdasar prinsipnya. untuk fungsi ini. Jika bagian utama dari benda kerja mengalami permesinan atau akan mengalami kerusakan akibat dari jepitan ragum standar. menjadi sebuah mesin ragum tetap. kunci ini mepunyai tangkai . sepasang permukaan halus dari baja lunak akan mengubah bangku ragum. kunci pas dibuat dari bahan baja tensil tinggi yaitu logam paduan chrome vanadium. atau penjepit ragum. serta semua material logam lunak juga dapat digunakan. Kunci Pas Gambar 16. dan bahkan tempa pembuat perkakas dapat dipasang untuk benda kerja kecil. dengan menggunakan mesin ragum untuk memasang benda kerja. Kontruksi kunci Pas. memegang sebuah mesin ragum lebih nyaman dilakukan pada bagian dasar/kaki bangku ragum. Saat ini. Lembaran logam seperti alumunium dan kuningan.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 44 memberikan cekaman yang lebih kuat pada benda kerja daripada jepitan fiber yang tebal.

33. d. Tang Keterangan : Tang adalah alat yang digunakan untuk mencengkram atau memegang komponen yang akan di buka dengan cara diputarkan bagiannya. Tetapi yang umum digunakan di otomotif adalah 6 mm dengan kenaikan setiap 1 mm hingga ukuran 36 mm. Tang ini juga dapat digunakan untuk mengencangkan atau melonggarkan mur dan baut tetapi tidak dianjurkan untuk penggunaan tersebut karena kekuatan cengkraman Tang tidak sekuat cengkrama Kunci Pas dan kunci kunci yang lainnya. Untuk satuan metric ukuran a mm hingga 80 mm.34 dan 35 mm tidak disediakan. kecuali ukuran 31. Satuan ukuran kunci pas terdiri dari mm (metrik) dan inch (imperial). Spesifikasi kunci Pas. . Tang Gambar 17.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 45 (shank) dengan kepala di masing masing ujung yang membuat sudut 15 derajat terhadap tangkainya.

mikrometersekrup dapat digunakan untuk mengukur dimensi luar dari benda yang sangat kecil maupun tipis seperti kertas. Dan jika terpaksa Tang juga bisa digunakan untuk memukul benda benda yang keras seperti paku yang melengkung dan lain lain. . maupun kawat.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 46 Kontruksi Tang Tang terbuat dari baja tensil tinggi sehingga Tang sangat kuat ketika dipukulkan pada benda kerja seperti mur dan baut. Mikrometer sekrup Keterangan : Adapun kegunaan dari mikrometer sekrup adalah sebagai alat ukur panjang dengan tingkat ketelitian tinggi. e. pisau silet. Mikrometer Sekrup Gambar 18. Alat ini biasanya difungsikan untuk mengukur diameter benda-benda berukuran milimeter atau beberapa centimeter saja. Dengan ketelitiannya yang sangat tinggi.

Kunci L Gambar 19. Kunci tool post Keterangan : Kunci tool post merupakan salah satu alat bantu yang digunakan untuk mengencangkan atau mengendorkan baut yang berbentuk eksentrik yang berada pada kepala tool post. .Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 47 f. Kunci L Keterangan : Kunci L merupakan alat bantu yang digunakan untuk pengunci atau mengendorkan baut yang ada pada chuck. Kunci Tool Post Gambar 20. g.

maka daya dapat diteruskan kecak yang menggengam mata bor. Mata bor yang berputar dan ditekan ke bawah dengan menggunakan tuas tekannya. putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Mesin Gerinda Menggerinda sejatinya merupakan suatu proses pengerjaan mekanik yang pengerjaanya dengan menggesekkan atau menyentuhkan benda kerja ke batu gerinda yang sedang berputar secara perlahan dan kontinyu terusmenerus hingga sesuai hasil akhir yang diinginkan dengan depth of cut sangat kecil. 3. 2. Oleh klem berulir. Dengan menggunakan daya motor listrik dan ditransmisikan dengan menggunakan hubungan puli dan sabuk. maka bahan atau objek yang berada di bawah mata bor terlubangi. putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. Mesin Bor Prinsip kerja alat atau perkakas bor ini adalah memutar mata bor yang memiliki alur puntir (Twist) yang digenggam oleh cak (Chuck) yang terpasang pada poros spindel yang dapat digerakkan naik atau turun untuk mengupankan mata bor ke bahan yang akan dibuat lubang. . Melalui roda gigi penghubung. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir. Cara Kerja Mesin Perkakas secara Umum 1. Mesin Bubut Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi pada poros spindel.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 48 D.

Setelah di periksa menurut ketentuan. Ukuran diameter silinder yang akan dibor adalah atas dasar ukuran diameter torak yang akan dipakai dan dikurangi lebih kurang 0. tempat pisau ada ditengahtengah silinder yang akan dibor dan dapat disetel keluar masuk pada porosnya terhadap silinder c. Cakra dipasang sesuai dengna ukuran silinder sehingga poros pemotong terletak ditengah-tengah lubang silinder. setelah itu keraskan pengikat bor pada blok motor.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 49 4. Mesin Coulter Sebagai contoh mengkolter box silinder yaitu: a. Periksa lubang mesin bor. Hidupkan mesin. yang merupakan kelengkapan mesin untuk menentukan besarnya diameter yang kaan dibor. kendorkan cakramnya dan poros pemegang pisau ditarik keatas f. pisau akan memotong sendiri g. Pisau pemotongnya dipasang pada poros yang dapat digerakkan naik-turun di dalam silinder b. Poros ini memiliki 3 buah cakra poros. Cakra tersebut dapat disetel keluar masuk pada porosnya terhadap silinder d. Pemboran yang tebal harus dilakukan berulang kali. Pasang mesin pada blok silinder dengan menggunakan klem pengikat. Ukur panjang pemegang dan pisau dengan mikrometer khusus. Setelah selesai pengeboran pertama.0015 inchi ukuran sebenarnya guna memperhalus pekerjaan. kemudian pisau ditarik keatas dan matikan meisn untuk melihat keadaan pemotongan dengna ukuran silinder.002 inchi untuk menghaluskan e. maka dapat diteruskan pemboran dan dengan sebuah pengatur otomatik. pisau diturunkan sehingga memotong sedikit. untuk berikutnya sisakan ukuran 0. .

dimana hanya menggunakan rangkaian sistem switching.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 50 5. Inverter ini sangat ringan dibanding mesin las dengan menggunakan trafo besar. Saat kawat las bekerja. Mesin Las Listrik Sebenarnya sebuah mesin las sejatinya adalah sebuah adaptor penurun tegangan. Lapisan inilah yang menyala terang saat kita melakukan pengelasan. E. Dengan kemampuan daya besar ini las listrik bisa melelehkan kawat las. cas hp. Saat ini sudah ada mesin las dengan sistem adaptor switching atau mesin las inverter. karena inverter menggunakan rangkaian yang sistem kerjanya sama dengan regulator elektronik yang banyak digunakan sekarang (Misalnya adaptor ps2. Macam Benda Kerja yang Diproduksi 1) Kop mesin : 6 buah per hari . Kawat las sendiri adalah sebuab kawat besi yang dibungkus bahan sejenis kembang api kawat dengan kemampuan melelehkan kawat. sebenarnya saat itu kita mengkonsletkan atau membuat arus pendek antara positiv dan negativ (biasanya negativ kita sambungkan ke benda yang akan dilas. Benda Kerja yang Diproduksi a. cas laptop dll). Sebuah mesin las umumnya mengeluarkan output sekitar 40 volt dengan daya yang besar hingga mampu mengeluarkan ratusan ampere. dan positiv kita sambungkan pada kawat las).

.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 51 2) Bearing : 10 buah per hari 3) Noken As : 10 buah per hari Selain itu juga masih banyak lagi benda yang diproduksi dan juga tergantung pesanan pada bengkel tersebut.

Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 52 b. kemudian dibalik untuk mengerjakan Bagian II ( Gambar 22) Φ 34 Φ26 Φ30 . γ=0o. pahat kanan.3. ( Tabel yang direkomendasikan oleh produsen mesin bubut) :   α =8o. Dengan geometri pahat dan kondisi pemotongan dipilih dari Tabel 2. γ=14o. Gambar benda kerja yang akan dibuat Perencanaan proses bubut : 1) Material benda kerja : Mild Steel ( ST 37). Cara Membuat Benda Kerja Gambar 21. v = 34 m/menit (HSS) α =5o. Benda kerja dikerjakan Bagian I terlebih dulu. diameter 34 mm x 75 mm 2) Material Pahat : HSS atau Pahat Karbida jenis P10 . v = 170 m/menit (Pahat karbida sisipan) : Mesin Bubut dengan Kapasitas 3) Mesin yang digunakan diameter lebih dari 1 inchi 4) Pencekam benda kerja : Cekam rahang tiga.

f = 0. v. b. panjang ujung pahat dari tool post sekitar 10 sampai dengan 15 mm. .Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 53 Tabel 1. Untuk pahat karbida : v = 170 m/menit. a = 2 mm. χr = 93o. 7) Bahan benda kerja telah disiapkan (panjang bahan sudah sesuai dengan gambar).1 mm/putaran. geometri pahat. a = 2 mm. 6) Data untuk elemen dasar : Untuk pahat HSS : v = 34 m/menit. f = 0. kedua permukaan telah dihaluskan. Penentuan jenis pahat.1 mm/putaran. a. dan f ( EMCO) 5) Pemasangan pahat : menggunakan tool post (tempat pahat tunggal) yang tersedia di mesin.

Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 54 8) Perhitungan elemen dasar berdasarkan rumus dan gambar rencana jalannya pahat adalah sebagai berikut II I 50 5 Gambar 22. penya yatan. Gerakan pahat dijelaskan seperti Gambar 23 4) Gerakan pahat dari titik 4 ke titik 1 adalah gerak maju dengan cepat (rapid) a. Gerakan pahat dari titik 1 ke titik 2 adalah gerakan penyayatan dengan f = 0.1 mm/putaran . dan lintasan pahat Keterangan : 1) Benda kerja dicekam pada Bagian II. sehingga bagian yang menonjol sekitar 50 mm 2) Penyayatan dilakukan 2 kali dengan kedalaman potong a1 = 2 mm dan a2 = 2 mm. Rencana pencekaman. Pemotongan pertama sebagai pemotongan pengasaran (roughing) dan pemotongan kedua sebagai pemotongan finishing 3) Panjang pemotongan total adalah panjang benda kerja yang dipotong ditambah panjang awalan (sekitar 5 mm) dan panjang lintasan keluar pahat ( sama dengan kedalaman potong) .

80 6. 34 30 26 42 n (rpm) 338. Perhitungan elemen dasar proses bubut ( untuk pahat HSS) v= f= a= a1= a2= a3= do= dm1= dm2= lt= Proses Bubut rata a1 Bubut rata a2 34 0. Gerakan pahat dari titik 3 ke titik 4 adalah gerakan cepat ( dikerjakan dengan memutar eretan memanjang) 2 3 1 4 Gambar 23.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 55 b. a. Hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 2.80 3 .24 1.84 38.1 mm/putaran c. Gerakan pahat dari titik 2 ke titik 3 adalah gerakan penyayatan dengan f = 0. Rencana gerakan dan lintasan pahat Setelah rencana jalannya pahat tersebut di atas kemudian dilakukan perhitungan elemen dasar pemesinannya..72 mm/menit mm/putara mm n mm mm mm mm mm mm mm Vf (mm/menit) 33.38 386.09 Z(cm /menit) 6.1 4 2 2 .67 tc(menit) 1.

dan lintasan pahat . Perhitungan elemen dasar proses bubut ( untuk pahat Karbida P10) v= f= a= a1= a2= a3= do= dm1= dm2= lt= 170 0.36 tc(menit) 0.00 3 Bagian II : Benda kerja dibalik. I II 60 5 Gambar 24. penyayatan.nya berbeda. yaitu (50+5+2) mm.19 193. Rencana pencekaman. Lintasan pahat sama dengan lintasan pahat pada Gambar 23 hanya panjang penyayatan.25 0.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 56 b. sehingga bagian I menjadi bagian yang dicekam seperti terlihat pada Gambar 24.22 Z(cm /menit) 34.58 Vf (mm/menit) 169..00 34.88 1933. 34 30 26 42 mm/menit mm/putara n mm mm mm mm mm mm mm mm Proses Bubut rata a1 Bubut rata a2 n (rpm) 1691.1 4 2 2 .

.68 Z(cm /menit) 6.84 tc(menit) 1.34 Z(cm /menit) 34..1 mm/putara n a= 2 mm a1= . Perhitungan elemen dasar proses bubut ( untuk pahat Karbida) v= 170 mm/menit f= 0..88 Vf (mm/menit) 169. Perhitungan elemen dasar proses bubut ( untuk pahat HSS) v= f= a= a1= a2= a3= do= dm1= dm2= lt= Proses Bubut rata a3 ...Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 57 Hasil perhitungan elemen dasar pemesinan dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah : Tabel 3..38 b.19 tc(menit) 0.00 3 Catatan : 1) Pada prakteknya parameter pemotongan terutama putaran spindel (n) dipilih dari putaran spindel yang tersedia di mesin bubut tidak seperti hasil perhitungan dengan rumus di atas. Kalau putaran spindel hasil perhitungan tidak ada yang sama (hampir sama) . mm 57 mm lt= Proses Bubut rata a3 n (rpm) 1691. Hasil perhitungan eleman dasar pemesinan Bagian II a. 34 mm/menit 0..80 3 n (rpm) 338. mm a2= .1 mm/putara 2 mm n mm mm 2 mm 34 mm 30 mm mm 57 mm Vf (mm/menit) 33. mm a3= 2 mm do= 34 mm dm1= 30 mm dm2= . .

Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 58 dengan tabel putaran spindel di mesin sebaiknya dipilih putaran spindel di bawah putaran spindel hasil perhitungan 2) Apabila parameter pemotongan n diubah. waktu penyiapan mesin/ pahat b. 5) Untuk benda kerja tunggal waktu penyelesaian suatu benda kerja lebih banyak dari pada pembuatan massal (ukuran benda kerja sama dalam jumlah banyak). waktu yang diperlukan untuk mengantarkan benda kerja (dari bagian penyiapan benda kerja ke mesin). waktu pengecekan ukuran benda kerja e. dan mesin bubut yang disetel khusus untuk membuat bahan benda kerja) c. perhitungan elemen dasar pada prinsipnya sama dengan bubut luar . karena waktu penyiapan mesin tidak dilakukan untuk setiap benda kerja yang dikerjakan. maka elemen dasar pemesinan yang lain berubah juga 3) Waktu yang diperlukan untuk membuat benda kerja jadi bukanlah jumlah waktu pemotongan (tc) keseluruhan dari tabel perhitungan di atas. waktu yang diperlukan untuk melepas benda kerja g. waktu pemasangan benda kerja d. tetapi pada bubut dalam diameter awal (do) lebih kecil dari pada diameter akhir (dm). 4) Tidak ada rumus baku untuk menentukan waktu non produktif. Waktu non produktif diperoleh dengan mencatat waktu yang diperlukan untuk masing-masing waktu non produktif tersebut. waktu (retract) yang diperlukan pahat untuk mundur f. 6) Untuk proses bubut rata dalam. . waktu penyiapan bahan benda kerja (dengan mesin gergaji. Waktu pembuatan benda kerja harus ditambah waktu non produktif yaitu : a.

Hasil Pengerjaan .Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 59 7) Apabila diinginkan pencekaman hanya sekali tanpa membalik benda kerja. maka benda kerja harus diberi lubang senter pada kedua ujungnya. 9) Pahat karbida lebih produktif dari pada pahat HSS. maka bahan benda kerja dibuat lebih panjang sekitar 30 mm. Dengan demikian waktu ditambah dengan waktu pembuatan lubang senter. c. Akan tetapi hal tersebut akan menyebabkan pemborosan bahan benda kerja jika membuat benda kerja dalam jumlah banyak. 8) Apabila benda kerja dikerjakan dengan dua senter.

ketelitian. dan daya analisa yang tinggi pada saat pengerjaannya. B. kita juga harus mengenal jenis-jenis mata pahat pada mesin bubut.mesin gerinda. Tidak hanya itu. maka diperlukan suatu saran/usulan. Saran Untuk dapat meningkatkan efektifitas pada proses produksi. dan elektroda pada las listrik. mata bor. Mesin-mesin yang diobservasi proses produksi adalah mesin las listrik dan mesin konvensional seperti mesin bubut. dan menyambung plat dengan las listrik. Karena gambar teknik adalah awal dari perancangan sebuah produk yang divisualisasikan melalui media gambar yang memiliki standar. Kami selaku penyurvey atau pengamat akan memberikan saran yang bersifat membangun sebagai berikut : 1. Pada proses produksi masih terdapat kekurangan . maka harus memiliki kesungguhan. Dari seluruh observasi proses produksi dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1.Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 60 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Observasi proses produksi menghasilkan produk seperti membubut tirus. serta batu gerinda yang dibutuhkan 3. membuat huruf M pada permukaan plat. menganalisa. Cara mengoperasikan mesin-mesin tersebut tidaklah sulit bila kita dapat memahami komponen mesin beserta fungsinya. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah aspek yang sangat penting dalam proses produksi. Mahasiswa jurusan pendidikan teknik mesin harus dapat membaca. dan membuat gambar teknik. mesin coulter dan mesin bor. Dari gambar kita dapat mengetahui bentuk dan berapa ukuran dari produk yang akan dibuat 2. Tingkat kepresisian dari suatu produk merupakan kunci utama keberhasilan pada proses produksi. Untuk membuat produk yang baik dan berkualitas.

kacamata pelindung dan sarung tangan las 2. Sehinngga kemungkinan-kemungkinan yang terburuk dapat terhindari. Kurangnya perawatan pada mesin-mesin di bengkel. tidak dijelaskan 3. maka mesin-mesin tersebut harus dirawat agar kinerja dan produktivitas tetap terjaga .Laporan Observasi Identifikasi Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 61 dalam hal penyediaan alat keselamatan kerja. penjelasan tentang mesin beserta komponen dan fungsinya harus secara mendetail. Misalnya. Hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan. Sebelum memulai proses produksi.