You are on page 1of 145

ank Garansi, apa dan bagaimana kegunaannya?

Apabila anda bergerak di bidang usaha konstruksi, istilah Bank Garansi tidak asing lagi. Pada saat anda ingin ikut tender, Pimpinan Proyek mensyaratkan anda memberikan Bank Garansi Tender (Tender Bond). Dan apabila anda memenangkan proyek tersebut, maka anda harus menyerahkan Performance Bond (Bank Garansi Pelaksanaan), untuk menjamin bahwa memang anda mampu melaksanakan proyek tersebut. Untuk memahami, apa dan bagaimana Bank Garansi, serta apa kegunaannya, di bawah ini saya akan mencoba menjelaskan berdasar pengalaman selama ini. Apa definisi Bank Garansi? Bank Garansi (atau disingkat BG) adalah perjanjian penanggungan atau borgtocht dimana Bank yang menjadi pihak ketiga (penanggung, guarantor, borg) bersedia bertindak sebagai penanggung bagi nasabahnya yang menjadi debitur dalam mengadakan suatu perjanjian (pokok) dengan pihak lain sebagai kreditur. Dalam bentuk warkat, dapat berupa Garansi Bank atau Standby L/C (letter of Credit).
 

Nasabah (A) atau tertanggung mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan Pemimpin Proyek (X), untuk mengerjakan suatu proyek tertentu Nasabah akan mendatangi Bank, untuk memohon agar Bank bersedia memberikan penjaminan atas nama nasabah berupa Garansi Bank, untuk menjamin proyek antara nasabah (A) dan Pemimpin Proyek (X). Apabila dinilai memenuhi persyaratan, maka Bank akan mengeluarkan Bank Garansi atas nama nasabah A, untuk menjamin proyek yang dikerjakan.

Dasar hukum Bank Garansi, adalah perjanjian penanggungan (borgtocht) yang diatur dalam KUH Perdata pasal 1820 s/d 1850.Untuk menjamin kelangsungan Bank Garansi, maka penanggung mempunyai “Hak istimewa “ yang diberikan undang-undang, yaitu untuk memilih salah satu, menggunakan pasal 1831 KUH Perdata atau pasal 1832 KUH Perdata. Pasal 1831 KUH Perdata: Si penanggung tidaklah diwajibkan membayar kepada si berpiutang, selain jika si berutang lalai, sedangkan benda-benda si berutang ini harus lebih dulu disita dan dijual untuk melunasi utangnya. Sedangkan pasal 1832 KUH Perdata berbunyi: Si penanggung tidak dapat menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dulu disita dan dijual untuk melunasi utangnya… Perbedaan kedua pasal tersebut menjelaskan, bahwa jika Bank menggunakan pasal 1831 KUH Perdata, apabila timbul cidra janji, si penjamin dapat meminta benda-benda si berhutang disita dan dijual terlebih dahulu. Sedangkan jika menggunakan pasal 1832 KUH Perdata, Bank wajib membayar Garansi Bank yang bersangkutan segera setelah timbul cidra janji dan menerima tuntutan pemenuhan kewajiban (klaim).

Dalam Bank Garansi, Bank wajib mencantumkan ketentuan yang dipilihnya dalam Bank Garansi yang bersangkutan, agar pihak yang dijamin maupun pihak yang menerima garansi mengetahui dengan jelas ketentuan mana yang dipergunakan. Apa yang harus ada dalam Bank Garansi? Isi Bank Garansi terdiri dari:
       

Judul “Garansi Bank” atau “Bank Garansi” Nama dan alamat Bank pemberi Bank Garansi Tanggal penerbitan Bank Garansi Transaksi antara pihak yang dijamin dengan penerima garansi Jumlah uang yang dijamin dengan Bank Garansi Tanggal mulai berlaku dan berakhirnya Bank Garansi Penegasan batas waktu penagihan klaim Pilihan berlakunya pasal 1831 atau 1832

Jenis dan macam Bank Garansi
  

Diberikan kepada pemborong atau kontraktor untuk mengerjakan proyek Diberikan untuk menjamin kredit (dapat berupa Standby L/C) Lainnya , seperti : a) BG untuk penangguhan bea cukai (misal: cukai tembakau, cukai alkohol, cukai pita kaset/DVD/VCD). b) BG untuk penebusan barang impor.c) Shipping Guarantee, untuk mengeluarkan barang dari pelabuhan.d) BG untuk pengadaan barang.e) BG untuk pembebasan bea masuk dan penangguhan PPN.

Sedangkan Bank Garansi yang umum digunakan dalam rangka proyek, untuk mendukung usaha konstruksi, adalah: 1. 2. 3. 4. Bid Bond/Tender Bond Performance Bond atau Bank Garansi Pelaksanaan Advance Payment Bond atau Bank Garansi Uang Muka Maintenance Bond atau Bank Garansi Pemeliharaan

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Bank Garansi: 1. 2. 3. 4. Waktu berlaku dan berakhirnya perjanjian pokok Waktu berlaku dan berakhirnya Garansi Bank Waktu terjadinya cidra janji yang secara sah masih dapat ditanggung oleh Garansi Bank Waktu selambat-lambatnya untuk pengajuan klaim oleh tertanggung.

Keempat hal di atas perlu mendapatkan perhatian, terutama bagi tertanggung, agar bilamana terjadi sesuatu yang tak diharapkan, maka klaim masih bisa dilakukan. Bagi tertanggung juga harus memperhatikan, apakah Bank Garansi tadi menggunakan pasal 1831 atau 1832, karena jika menggunakan pasal 1831, Bank tidak serta merta membayar klaim tersebut.

Kegunaan Bank Garansi Kapan anda memerlukan Bank Garansi? Apabila anda seorang kontraktor, pada awal ikut tender, anda harus menyerahkan Bank Garansi tender sebagai persyaratan untuk ikut tender. Karena jumlahnya relatif kecil, biasanya kontra garansi dapat menggunakan uang tunai atau tabungan terbeku. Bilamana anda menang proyek yang diikuti, anda harus menyerahkan Jaminan pelaksanaan, untuk meyakinkan pada pemilik proyek bahwa anda mampu menyelesaikan proyek tersebut. Biasanya dalam SPP/SPK (Surat Perjanjian Pemborongan/Surat Perjanjian Kontrak) telah ditentukan, bahwa anda berhak mendapat uang muka sebesar 20% (misalnya), dengan syarat anda menyerahkan jaminan uang muka atau Advance Payment Bond. Dengan uang muka tersebut, anda sudah mulai bisa mengerjakan proyek. Apabila usaha anda dinilai layak oleh Bank, maka Bank dapat memberikan kredit konstruksi, yang diperhitungkan dengan Bank Garansi uang muka, untuk menyelesaikan proyek. Bila anda bergerak dibidang usaha perdagangan, anda sering harus membeli secara tunai atau kredit, stok barang yang akan dijual. Namun jika perusahaan yang memproduksi produk tadi mau menerima Bank Garansi, maka anda hanya perlu menyerahkan Bank Garansi pengadaan untuk dapat memperoleh stok barang dagangan tadi. Dengan Bank Garansi pengadaan, anda bisa mengatur cash flow, dan baru membayar sesuai yang ditentukan dalam Bank Garansi tersebut. Catatan: Bahan diperoleh dari berbagai sumber (catatan, pelatihan, PBI dan pengalaman selama ini). Mohon maaf jika tak dapat menjawab pertanyaan satu persatu, karena pelatihan tentang masalah Bank Garansi ini minimal memerlukan waktu 3 sesi, sehingga tak mungkin bisa dijawab melalui blog  Apabila dinilai memenuhi persyaratan, maka Bank akan mengeluarkan Bank Garansi atas nama nasabah A, untuk menjamin proyek yang dikerjakan. Bu, numpang nanya… 1. Apa saja persyaratan yang diminta Bank dalam mengeluarkan Bank Garansi? 2. Apakah setiap bank di RI mempunyai persyaratan yang sama (secara acuan KUH nya sama)? 3. Apakah reputasi nama baik (good will) atau latar belakang finansial keluarga dapat dijadikan Bank Garansi (contoh: seperti permohonan perluasan hipotik rumah kepada bank di US) ? Terimakasih bu

Oleh: arifkurniawan as bangaiptop on Januari 8, 2008 at 2:11 am

 Bang Aip, 1. Risiko pemberian Bank Garansi sama seperti risiko pemberian kredit, sehingga penilaian atas pengajuan BG juga seperti analisis pemberian kredit. Mengapa? Jika terjadi wan prestasi maka Bank Garansi tadi akan menjadi kredit efektif, dan ini yang harus dihindari. 2. Bank Garansi yang saya sebutkan di atas berdasarkan Peraturan Bank Indonesia, untuk menjamin agar tertanggung, maupun penanggung haknya dilindungi. KUH Perdata yang digunakan juga sama, justru pasal apa yang digunakan harus tercantum jelas pada Bank Garansi tersebut, agar para pihak dapat memaklumi. Tentunya tertanggung tak mau menerima BG yang menggunakan pasal 1831 KUH Perdata. 3. Latar belakang keluarga, atau good will bisa digunakan, namanya Personal Garansi. Namun dalam menilai PG, harus dinilai kelayakan orang yang memberikan PG, dan harus jelas jumlah yang ditanggungnya. Sebelum krisis banyak sekali PG (Personal Garansi) maupun Corporate Gransi yang tak dapat dieksekusi. Namun saat ini Bank sudah lebih paham, demikian juga BI memperketat aturan agar para pihak tak dirugikan. Menilai PG lebih sulit…karena harus mengukur kekayaan pemberi PG. Kecuali ybs memberikan saham ataupun hipotik sebagai kontra garansinya. Semoga dapat menjawab pertanyaan Bank Aip

Oleh: edratna on Januari 8, 2008 at 7:05 am

 Bu, terus terang saya masih bingung @_@ *buta dengan prosedur kontrak mengontrak* A=yang mengerjakan proyek X=pemimpin proyek B=Bank X menawarkan tender. A berhasil menang tender. dana pengerjaan proyek itu berasal dari A? bukankah nanti X yang akan membayar jasa ke A? kok yang meminta garansi ke B adalah si A? Mohon penerangannya ^^

Oleh: dimasu on Januari 8, 2008 at 1:02 pm

 Dimasu, Proyek yang memerlukan BG adalah proyek besar, yang dananya besar, dan harus dimonitor agar proyek tsb berjalan sesuai aturan oleh para pihak. Agar dapat ikut tender, maka A harus menyerahkan BG tender (tentu saja semua peserta tender harus menyerahkan BG tender). Jika menang, maka ada Perjanjian kerja sama lengkap berikut pasal-pasalnya antara A dan X (pemilik proyek). Dana proyek tsb tak berasal dari X, tapi dari pihak lain (mis APBN/APBD/World Bank/ADB dsb nya). Agar proyek berjalan lancar, maka sebagai jaminan bahwa A dapat melaksanakan proyek tsb, maka harus dijamin BG pelaksanaan (Performance Bond). Sebagai penjamin, Bank harus menilai kemampuan A, karena kalau wan prestasi Bank akan di klaim oleh Pemilik proyek. Agak rumit ya…karena ini melibatkan proyek skala besar.

Oleh: edratna on Januari 8, 2008 at 2:37 pm

 Tabungan terbeku itu maksudnya bagaimana bu? *asyik nih, coba tiap blogger ngasih „kuliah‟ begini, jadi pada pinter deh…* saya jadi kepikiran, kapan saya bisa dapat proyek ya? )

Tapi, baca ini,

Oleh: Donny Reza on Januari 8, 2008 at 7:17 pm

 Mohon maaf. ada banyak sekali pertanyaan dalam benak saya u_u *maklum.katro*

1. Sebelumnya, wan prestasi itu karena ketidakmampuan secara technical pengerjaan proyek atau ketidakmampuan secara finansial? (yang saya tangkap adalah ketidakmampuan secara finansial) 2. X itu menggunakan dana dari, misalnya worldbank, dana ini tidak digunakan untuk pengerjaan tugas proyek yang dikerjakan A? (yang saya tangkap adalah A menggunakan dana dari kasnya sendiri, bukan dari worldbank, dan bank garansi akan membayar hanya jika terjadi wan prestasi) 3. Kapan X membayar jasa si A? (yang saya tangkap adalah ketika proyeknya selesai, karena A harus membiayai sendiri tugas proyeknya. dan pembayaran jasa A oleh X dengan menggunakan dana dari worldbank) 4. Bisakah X itu menggunakan dananya si X sendiri dalam pengerjaan proyek? misalkan saja si X adalah perusahaan bermodal besar. pertanyaan bodoh, tapi saya benar2 tidak tahu jawabnnya

5. Apa syarat umum untuk mendapatkan Bank Garansi? bisakah perusahaan yang belum pengalaman mendapatkan BG ini? Maaf sekali, pertanyaannya banyak. ada lagi sih. tapi cukup 5 dulu :p soalnya saya pikir X itu untung sekali, dia pemilik proyek (atau hanya pemimpin proyek?*pertanyaan lagi*), tetapi modal pengerjaannya ditanggung A, dan pembayaran ke A nanti ketika proyek selesai didanai worldbank. Dan X mendapatkan untung besar tanpa mengeluarkan modal… Terima kasih banyak, bu dosen ^^

Oleh: dimasu on Januari 8, 2008 at 9:19 pm

 Dimasu dan Donny Reza, Tulisan saya masih terlalu umum ya…untuk memudahkan, saya buat contoh, khusus BG dalam rangka proyek. Misal: PT KS mempunyai proyek pemipaan untuk jaringan bawah laut, yang menghubungkan pulau Kalimantan dan pulau Jawa, nilainya Rp.10 miliar….dana milik PT KS sendiri. Setelah ditenderkan, yang menang perusahaan patungan, sebut saja namanya PT Arung. Kebetulan PT Arung nasabah Bank Prima. Agar PT KS yakin, bahwa PT Arung memang mampu mengerjakan proyek tsb, maka PT KS meminta jaminan berupa Bank Garansi.

PT Arung mengajukan kepada Bank Prima, sekaligus 4 buah BG; Tender Bond, Performance Bond, Advance Payment Bond, Maintenance Bond. Bank Prima menganalisa kemampuan dan kelayakan PT Arung, dan karena PT Arung telah membuktikan selama 10 tahun menjadi nasabah Bank Prima dengan kolektibilitas lancar, serta peralatan dan SDM PT Arung mendukung pelaksanaan proyek, maka Bank Prima secara prinsip menyetujui permohonan BG PT Arung. Saat PT Arung akan ikut tender, maka Bank Prima mengeluarkan Tender Bond, yang menjamin PT Arung. Setelah PT Arung menang, dibuktikan dengan surat penunjukkan oleh PT KS, dan disitu disebutkan bahwa PT Arung yang ditunjuk serta dibutuhkan Performance Bond…maka Bank Prima mengeluarkan Performance Bond. Kemudian dalam Perjanjian Kontrak disebutkan, bahwa PT Arung berhak mendapat uang muka 20% dari nilai proyek, asal memberikan BG untuk uang muka…maka Bank Prima mengeluarkan Advance Payment Bond, dan PT Arung mendapat uang muka 20%. Ternyata PT Arung tak mempunyai dana yang cukup untuk mengerjakan proyek, maka PT Arung mohon kredit konstruksi dalam rangka proyek…disini Bank Prima akan menganalisa apakah PT Arung layak diberikan kredit konstruksi (tentunya besar kredit dikurangi uang muka yang akan diterima). Kredit konstruksi ini harus dilunasi sesuai penerimaan termin proyek dari PT KS, jadi setiap pembayaran dari PT KS harus melalui rekening PT Arung di Bank Prima. Untuk ini, agar Bank Prima yakin, harus ada Cessie (dibahas belakangan ya…) dari PT KS bahwa, PT KS menyetujui pembayaran termin melalui rekening PT Arung di Bank Prima. Bila proyek telah selesai, maka PT KS baru membayar 95% dari total nilai…dan pembayaran 100% jika PT Arung memberikan BG pemeliharaan (Maintenance Bond). Begitulah ceritanya…..jika ternyata proyek PT KS dibantu World Bank, maka lebih rumit lagi…jadi sebetulnya adalah bagaimana kontraktor dapat mengerjakan proyek, dan dananya aman, karena memang proyek dilakukan sesuai kontrak yang telah disetujui. Wan prestasi yang dimaksud adalah jika PT Arung tak mampu melakukan tugasnya…misaln ya ternyata pipanya bocor sehingga air laut masuk ke pipa. Jika demikian, maka BG yang dikeluarkan Bank Prima akan di klaim, dan Bank Prima harus membayar sebesar nilai uang yang tercantum dalam BG tsb. Disini Bank Prima dan PT Arung akan mendapatkan kerugian, oleh karena itu analisa Bank Prima terhadap PT Arung harus benar-benar akurat. Demikian juga PT Arung, harus mempunyai tenaga ahli yang memang layak untuk mengerjakan proyek. (sebagai catatan, ada juga proyek kecil-kecil…namun semua harus tetap dinilai kelayakannya…prinsipnya sama)

Oleh: edratna on Januari 9, 2008 at 10:26 am

Donny Reza, Tabungan terbeku, maksudnya jika Donny punya tabungan di Bank Prima, dan kemudian tabungan tadi akan digunakan sebagai jaminan, maka tabungannya Donny akan diblokir (tak dapat ditarik) sebedar nilai yang dijaminkan tersebut. Dalam hal ini Donny harus memberikan instruksi pada Bank untuk menggunakan sebagian nilai rupiah/dolar pada Tabungan, sebagai jaminan. Jadi, prinsipnya, Bank tak bisa melakukan perubahan pada simpanan nasabah, tanpa ada instruksi tertulis dari nasabah yang bersangkutam.

Oleh: edratna on Januari 9, 2008 at 10:30 am

 Terima kasih banyak atas penjelasannya ^^.. Jadi intinya PT KS yang bayar yah

Oleh: dimasu on Januari 9, 2008 at 10:10 pm

 Dimasu, Untuk contoh di atas …”Ya” Contoh lain, mis. proyek PLN, tapi PLN dapat pinjaman dari World Bank…nahh disini WB berkepentingn proyeknya lancar. Maka dibuat aturan agar semua langkah bisa dimonitor. Karena PLN milik pemerintah, maka pembayaran dicicil seseuai kesepatan/perjanjian, tentunya dengan bunga yang telah ditentukan. Jadi dalam satu proyek, perjanjiannya bisa bertahap….tapi intinya semua harus dapat dimonitor, aturan main ketat (kriteria yang menang tender, selain secara teknis memenuhi spek, juga harus nilainya wajar…melalui panitia tender lelang yang dibentuk dari berbagai unsur dan keahlian). Tentu saja, jika proyek kecil, dan sederhana, hanya melibatkan kedua belah pihak, monitornya juga lebih mudah, perjanjian kontrakpun relatif lebih sederhana. Bank sebagai penanggung hanya melihat kemampuan yang ditanggung, plus juga kemampuan tertanggung apakah memang mampu mengucurkan dananya. Lha nanti proyek selesai, pemilik proyek ganti yang tak punya dana. Jadi, umumnya Bank juga memilih menanggung nasabah, untuk proyek yang dananya

sudah jelas. Karena kalau yang wan prestasi pemilik proyek, berakibat pada kekacauan cash flow nasabah…dan pada gilirannya akan merembet ke Bank (nasabah tak mampu membayar pinjaman tepat waktu)

Oleh: edratna on Januari 10, 2008 at 4:31 am

 jadi si pemilik proyek lah yang sebenarnya yang membayar (apakah itu berhutang ke pihak lain ataupun dana sendiri), tetapi si kontraktor yang mengajukan jaminan ke bank garansi. Tujuannya adalah untuk melindungi si pemilik proyek dari kemungkinan kegagalan yang akan terjadi jika si kontraktor gagal dalam teknis pelaksanaan yang sudah tercantum pada spesifikasi kontrak kerja. Jadi peran bank garansi di sini adalah sebagai semacam “auditor” si kontraktor di hadapan si pemilik proyek. Bukan begitu, Bu? *mudah2an tafsiran saya bener*

Oleh: dimasu on Januari 11, 2008 at 6:50 am

 Dimasu, Bank Garansi (atau disingkat BG) adalah perjanjian penanggungan atau borgtocht dimana Bank yang menjadi pihak ketiga (penanggung, guarantor, borg) bersedia bertindak sebagai penanggung bagi nasabahnya yang menjadi debitur dalam mengadakan suatu perjanjian (pokok) dengan pihak lain sebagai kreditur…. atau Bank Garansi adalah jaminan dari Bank atas transaksi keuangan nasabah yang dianggap bankable, kepada pihak ketiga…. Peran garansi adalah penjamin, dan bukan auditor. Bedakan penjamin dan auditor…auditor tugasnya mengaudit apakah segala sesuatu sesuai ketentuan yang digariskan. BG merupakan jaminan dari kontraktor pada pemilik proyek bahwa dia sanggup melaksanakan proyek sesuai yang diperjanjikan. Jadi risiko kegagalan proyek tadi diambil alih oleh Bank…oleh sebab itu Bank harus menilai kelayakan kontraktor tadi.

Mudah2an nggak makin bingung…

Oleh: edratna on Januari 11, 2008 at 10:50 am

 bu saya mau tanya ttg BG..apakah ada pemberlakuan kolektibilitas untuk BG. kemudian bagaimana cara menghitung PPAP dari BG tersebut..? terimakasih Anwar, Bank Garansi kan juga seperti halnya kredit, karena kalau wan prestasi akan menjadi kredit efektif, jadi tetap ada perhitungan kolektibilitas. bagaimana cara menghitungnya, bisa dipelajari dari peraturan Bank Indonesia…yang bisa dilihat dari web sitenya…lihat pada bagian peraturan.

Oleh: anwar on Februari 18, 2008 at 3:32 pm

 bu mau tanya ? counter guarantee itu apa ya saya bingung nih , and contohnya bisa di kasih tau bu dosen. salam ya Ifan, Maksudnya kontra garansi ya? Semacam jaminan bagi Bank atas penerbitan Bank Garansi tadi, bisa berupa cash collateral maupun lainnya.

Oleh: ifan hikmawan putra on Februari 26, 2008 at 9:07 am

 bu terimakasih atas penjelasannya tentang Bank Garansi. Studi kasus tentang PT KS & PT Arung sangat bagus.

Ada pertanyaan bu: 1. Kira-kira berapa nilai dari Tender Bond, Performance Bond, Advance Payment Bond, dan Maintenance Bond dalam persentase nilai proyek? 2. Apa saja fee yang dikenakan bank terhadap nasabah (A)? Kira-kira berapa besar fee tersebut? 3. Apa hanya bank yang lumrah mengeluarkan garansi? Bagaimana dengan perusahaan pembiayaan lainnya? (Ibu jg sudah menyebutkan tentang Personal Garansi) 4. Mohon dijelaskan lebih lanjut tentang Cessie. Lebih lanjut, bagaimana alternatif lain jika pemberi garansi bukanlah bank sehingga tidak mempunyai akses terhadab akun nasabah (pembayaran proyek tidak bisa lewat pemberi garansi) Banyak sekali pertanyaannya ya bu. Mohon pencerahan. Ihedge, a. Nilai Bank Garansi yang diminta tergantung dari Surat Perjanjian Pemborongan. Namun pada umumnya seperti ini: – Bid Bond (Tender Bond) = nilainya 1-3% dari nilai penawaran – Performance Bond = 5% dari nilai proyek – Advance Payment Bond = 10-20% dari nilai proyek – Maintenance Bond = 5% dari nilai proyek b. Fee yang dikenakan juga bermacam-macam tergantung dari banknya (seperti halnya suku bunga, nilai fee sangat tergantung dari risiko, spread dan bunga yang harus dibayar Bank pada pihak ketiga), tapi yang jelas lebih rendah dari kredit…, karena sebenarnya ini berupa jaminan, yang diharapkan tak terjadi klaim. c. Kalau judulnya Bank Garansi, berarti garansi yang dikeluarkan oleh Bank. Namun ada juga Personal Guarantee, Corporate Guarantee. Tentu saja jika Personal Guarantee, harus dinilai kelayakan orang yang memberikan PG tsb, dan harus jelas berapa yang di cover oleh PG tadi (harus jumlah tertentu, berupa apa). Demikian juga tentang CG, biasanya untuk menjamin anak perusahaannya…disini juga harus dinilai kemampuan Corporate tadi…jadi akhirnya kembali pada hasil analisisnya. Jadi, prinsipnya harus dilihat kemampuan penanggung atau penjamin (yang memberikan garansi); 1) Apa yang ditanggung, 2) Jumlah yang ditanggung, 3) Kewenangan menanggung, 4) kemampuan menanggung, 5) Pilihan pasal 1831 atau 1832. d. Cessie adalah pengalihan hak tagih. Jadi apabila ihedge menandatangani Perjanjian pemborongan dengan PT Amin, kemudian agar ihedge bisa mendapatkan uang muka dari PT Amin, syaratnya harus memberikan Bank Garansi sejumlah uang muka yang diberikan, maka yang dilakukan oleh ihedge adalah meminta kepada Bank untuk mengeluarkan BG tsb. Bank akan meminta Cessie, agar tagihan dari ihedge pada PT Amin dapat dialihkan kepada Bank, dan dimasukkan rekening ihedge pada Bank tsb. Bank juga tak bisa mendebet rekening seenaknya, sebelumnya harus telah diperjanjikan dengan ihedge berapa hak Bank. Pada umumnya pemberian Bank Garansi berkaitan dengan pemberian kredit konstruksi, dan untuk menurunkan plafond kredit konstruksi, sumber dananya dari pembayaran termin secara bertahap dari pemilik proyek.

Kalau hanya meminta Bank Garansi, biasanya hanya memberikan kontra garansi, bisa berupa uang tunai atau ditambah dengan aktiva tetap lainnya. Namun risikonya besar, karena pada BG belum terjadi klaim, sehingga belum ada perikatan seperti halnya dengan pinjaman. Bagaimana jika pemberi garansi bukan bank, tapi perseorangan (PG) atau perusahaan (CG)? Tentu saja mereka juga akan menilai kemampuan perusahaan yang meminta garansi, dan tentu ada jaminannya berupa kontra garansi (bisa berupa uang tuai, atau uang tunai plus saham, plus sertifikat tanah/bangunan). Memang yang sulit adalah tak ada akses untuk mengambil rekening di bank, kecuali sudah diperjanjikan terlebih dahulu dan diketahui bank dimana nasabah tadi menyimpan dananya (harus jelas memang sumber dana tadi bisa di blog…biasanya pemilik dana yang keberatan). Harus diingat, bahwa Bank juga tak bisa seenaknya mendebet rekening nasabah, karena semuanya harus diperjanjikan terlebih dahulu, jelas jumlah dan tujuan penggunaannya, jadi memang fair. Pada akhirnya adalah bagaimana kita menganalisis kemampuan perusahaan maupun key person dari yang meminta Bank Garansi maupun si pemberi garansi. Fungsi Bank adalah sebagai intermediary agar proses perjanjian kedua belah pihak dilakukan dengan sepatutnya. Mudah2an jawabanku bisa dipahami, atau malah tambah bingung?

Oleh: ihedge on Maret 13, 2008 at 1:05 pm

 Bu, apakah di Indonesia praktek factoring cukup banyak dipakai? Ihedge, Secara legal dan praktek harusnya layak, tapi kelihatannya tak terlalu berkembang. Mungkin suatu saat nanti, apalagi sebetulnya banyak perusahaan yang bisa menggunakan tagihannya untuk diperjual belikan.

Oleh: ihedge on Maret 13, 2008 at 1:13 pm

 terimakasih bu atas jawabannya yang panjang lebar. Sepertinya nggak tambah bingung bu.

Ihedge, Syukurlah….

Oleh: ihedge on Maret 14, 2008 at 5:32 pm

 Saya pernah lihat BG dalam nilai USD sangat besar dari bank asing, tapi saya perhatikan lembaran BG itu tertera untuk kredit line atau rolling program, tolong penjelasannya dan bagaimana bila ada proyek yang mau memakai BG tersebut tapi nilainya lebih kecil dari nilai yang tertera di BG tsb. thanks Stevenlytan, Saya tak bisa menjawab pertanyaanmu, karena belum jelas yang dimaksud. Mungkinkah yang dimaksud adalah Stand by L/C? Ini juga sejenis Bank Garansi, biasanya untuk untuk menjamin pinjaman. SB L/C biasanya mempunyai line atau plafond tertentu, sehingga dapat menjamin sampai maksimum dari batas kredit, sepanjang masih dalam line SB L/C tsb. Tapi bisa juga yang di maksud berbeda….karena memang belum jelas. Prinsipnya kembali pada KUHP, apa yang disebut dengan jaminan atau tanggungan….karena disitulah dasar hukumnya…Kemudian pada Peraturan Bank Indonesia, jaminan apa saja yang dibolehkan…karena Bank adalah highly regulatory…jadi semua ada dasar untuk melakukan operasionalnya.

Oleh: stevenlytan on Maret 24, 2008 at 11:20 am

 Mau tanya nich…………Bank Garansi itu baru bisa di terbitkan, apabila sebelumnya pihak nasabah telah menandatangani “Perjanjian Kredit” dengan pihak Bank, artinya setelah itu nasabah akan mendapatkan “Plafond off balance sheet” bagi BG yang akan diterbitkan nantinya. Dalam praktek sehari-hari, seringkali nasabah ada yang meminta Bank untuk menerbitkan BG dengan tanggal tertentu, dan sering saya menemukan BG yang masa berlakuknya terjadi sebelum “Perjanjian Kredit” ditandatangani nasabah dan ada pula BG yang masa berlakunya melampaui tanggal berakhirnya “Perjanjian Kredit”, yang jadi pertanyaan, bagaimana kedudukan BG tersebut secara hukum? karena pada dasarnya telah terjadi penerbitan BG di luar masa berlakukanya “Perjanjian Kredit”.

Yulfentri Munaf, Yang harus diingat, Bank Garansi adalah perjanjian accesoar…atau perjanjian buntut. Oleh karena itu harus ada perjanjian pokoknya. Jika ada BG tanpa perjanjian kredit, atau perjanjian kredit lahir belakangan setelah penerbitan BG, jika terjadi wan prestasi maka BG tadi tak dapat di klaim. Begitu juga jika telah jatuh tempo, maka BG akan berakhir dengan sendirinya….(lihat pasal penanggungan dalam KUH Perdata).

Oleh: Yulfentri Munaf on Maret 25, 2008 at 12:11 pm

 Mau tanya nih. Apakah untuk L/C Lokal harus menngunakan Perfomance Bond ? Bowo, Saya tak tahu maksudmu. L/C adalah singkatan dari Letter of Credit, dan jelas penggunaannya berbeda dengan Performance Bond. Coba baca lagi, pemahaman tentang Performance Bond yang adalah BG untuk jaminan pelaksanaan, dan jelas tak ada hubungan dengan L/C.

Oleh: bowo on April 10, 2008 at 6:19 pm

 makasih banyak, materi ini yg aku cari

Oleh: rifqi on April 28, 2008 at 7:50 pm

 Permisi, saya mau tanya sebagai tambahan referensi saya: Apa peranannya BG di dalam Perdagangan Internasional?dan apa beda SBLC dan LC? Apakah mungkin BG disalahgunakan dalam int trading?(misalnya perdagangan palm oil,ketika

pembeli mengeluarkan BG sebagai bukti pada penjual sebagai bukti kemampuan melaksanakan perdagangan. Sebelum ditandatangani kontrak kerjasama, apakah BG yang tersebut dapat disalahgunakan?) terima kasih Sony, L/C adalah letter of credit. Jika perusahaan A akan mengimport barang dari negara lain (mis London), maka perusahaan A akan mendatangi Bank agar diterbitkan L/c untuk impor barang tsb. Bank akan menilai kelayakan, karena kalau Bank menerbitkan maka berarti Bank juga akan menanggung riisko sebesar L/C yang diterbitkan. Jadi Bank akan menilai kelayakan A seperti menilai untuk kredit. Sedangkan SBLC adalah jaminan yang dikeluarkan oleh bank sebesar plafond tertentu….dan Bank yang mengeluarkan SBLC yang akan digunakan sebagai jaminan ini, akan meminta jaminan dari debitur…dinilai lagi kelayakan usahanya kecuali cash collateral. Yang harus diingat, Bank Garansi adalah perjanjian assesoar (pelajari/baca dari kitab hukum Perdata)….tanpa ada perjanjian pokok maka BG tak mungkin keluar. BG yang dikeluarkan juga didasarkan atas perjanian pokoknya. Jika perusahaan (mis Unilever) minta jaminan BG agar pembeli bisa mendapatkan barang dagangannya….maka perusahaan (Unilever) harus mencantumkan itu dalam surat tertulis. Atas dasar ini, maka pedagang akan mendatangi Banknya…dan Bank akan menilai kelayakan usaha pedagang tsb, kecuali cash collateral (dijamin penuh sebesar BG yang dikeluarkan, dan pedagang membayar dalam bentuk uang tunai atau deposito yang di blok).

Oleh: Sony on Juni 19, 2008 at 3:25 pm

 oke, terima kasih.. oiya satu lagi: Apa dan bagaimana ICC 500/600 strandard itu? terima kasih sebelumnya

Oleh: Sony on Juni 20, 2008 at 8:30 am

 BG menurut standard tersebut bagaimana? Sony, Anda bisa ikut kursus pengetahuan devisa atau coba cari di website…saya tak mungkin menjawab pertanyaanmu semuanya disini. Untuk memahami devisa, saya butuh pengalaman beberapa tahun dan kursusnya 2 bulan.

Oleh: Sony on Juni 20, 2008 at 8:36 am

 PAgi bu, Mohon info, apakah ada ketentuan BI yang mengatur mengenai jangka waktu maksimal BG yang boleh diberikan? Atau jangka waktu BG tsb bebas (tidak diatur)? Depend on jangka waktu kontrak/proyek yang dikerjakan? Tks infonya Lusi, Lihat di PBI (ada web nya)….diatas sudah ada penjelasannya.

Oleh: lusi on Juni 25, 2008 at 9:31 am

 heeemmm…. butuh buanget informasi nichh. saya sedang menyusun tugas akhir. rencananya pengen bikin analisis perbedaan bank garansi sama surety bond. boleh tolong dikirimin ilmu2 tentang bank garansi gak ? proses akseptasinya,pengertian,kegunaan,lama penanggungan, luas jaminan, sebab2 batalnya pemnjaminan bank garansi,dll.

boleh tolong dikirim ke alamat email saya aja ?? thanks buanget bantuannya

Oleh: nyit2 on Juni 30, 2008 at 11:52 am

 siang bu..butuh infon dari,apa yang dimaksud dengan hypo bank.thks infonya

Oleh: arie on Juli 13, 2008 at 11:26 am

 bu aku mau tanya, untuk BG penawaran apakah boleh dicairkan oleh kontraktor (yg memohon BG) sebelum jatuh tempo? dan apa kriterianya.terima kasih

Oleh: yudi on Juli 29, 2008 at 8:12 am

 bu, saya mau tanya, bank garansi bisa untuk transaksi jual beli tanah engga ? Tony, Anda bisa baca lagi tulisan di atas apa yang dimaksud dengan Bank Garansi, kalau belum puas bisa dibaca dari Kitab Undang-undang Hukum Perdata.

Oleh: tony on Agustus 13, 2008 at 9:50 pm

 selamat sore bu… saya mohon penjelasan dari ibu. misalnya jika ada dua garansi bank, misalnya satu bank garansi pelaksanaan dan satu lagi bank garansi pemeliharaan, dengan akhir jangka waktu garansi bank yang sama, apakah kedua-duanya bisa di klaim oleh bouwheer apabila terjadi wanprestasi. apabila dalam klausul bank garansi tidak disebutkan adanya klausul bahwa bank garansi yang satu dapat menggugurkan bank garansi yang lain. misalnya garansi bank pelaksanaan dapat gugur apabila suatu bank menerbitkan bank garansi pemeliharaan untuk proyek yang sama. sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih… mohon penjelasannya ya bu…

Oleh: oke ferdiana on Agustus 21, 2008 at 4:19 pm

 terima kasih atas ilmunya saya ingin bertanya sebelumnya maaf kalo pertanyaan agak Ndeso karena saya bukan Orang Perbankan. Bidang saya IT Apakah ada dalam instrument perbankan dimana pencairan pinjaman yang seperti bank garansi, Standby L/C atau SEJENISNYA, yang membutuhkan BIAYA PROVISI dan Biaya lainnya untuk mencairkannya…? Sebab teman Ayah saya mencoba mencairkan dana di Bank yang jaminannya dalam bentuk instrument (entah namanya) senilai kurang lebih satu Trillyun Rupiah atau kurang lebih $100 million ternyata dikenakan biaya hampir 30 milyar. Dan harus dibayarkan dulu alias dibayar dimuka. Apa itu benar? mohon dijawab atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih (loh kok kayak surat ajah lol

Oleh: nefi on Agustus 21, 2008 at 8:42 pm

 Dear Ibu, Mohon Informasinya. Saya adalah peserta tender untuk project Hotel swasta dlm wkt dekat. 1. Apakah BG juga diperlukan untuk project swasta/khusus pemerintah? 2.Apakah staus hukum perush saya berpengaruh terhadap besarnya nilai kontrak? Atau perorangan juga boleh mendapatkan Nilai Kontrak besar? 3.Berapa besar jaminan uang muka yg hrs kami serahkan utk di-hold oleh bank spy mendapatkan AP Bond dari nilai total DP yg akan diterima? (dlm %). Dan kpn dana kami dpt kami cairkan? 4.Apakah sisa termin pembayaran setelah DP sampai menjelang Maintenance (95%) tidak memerlukan BG lagi? Sehingga cukup berdasarkan performance kami saja? Mengingat kami pasti kehabisan dana utk biaya operasional kami. Mohon pencerahan secepatnya & many thanks before.

Oleh: Ganesrn on Oktober 26, 2008 at 12:19 am

 Oke, Nefi dan Ganesrn, Sekali lagi tolong di baca pelan-pelan… Bank Garansi adalah perjanjian accesoir (ikutan/buntut), jadi harus ada perjanjian pokoknya dulu. Perjanjian pokok ini adalah perjanjian antara Pimpinan Proyek dan pemenang tender proyek. Agar Pimpro yakin bahwa pemenang tender memang layak, dan bisa menyelesaikan pekerjaaannya…maka diminta Bank Garansi (jaminan dari Bank). Sebagai penjamin, tentu saja Bank harus menilai kelayakan perusahaan pemenang tender yang akan diberikan Bank Garansi tadi. Berapa besar Bank Garansi yang diminta dsb nya? Itu tergantung dari SPP/SPK antara Pimpro dan pemenang proyek, jadi ya case by case. Dengan penjelasan ini, maka buat pertanyaan lain, sudah terjawab, jadi jelas Bank Garansi hanya bisa dicairkan oleh Pemilik Proyek, jika pekerjaan wan prestasi (bukan oleh yang dijamin).

Maaf saya tak bisa menjawab pertanyaan via email, karena sebetulnya case ini lebih tepat jika di diskusikan di kelas. Bagi yang belum memahami, bisa mengikuti pelatihan di beberapa lembaga pelatihan.

Oleh: edratna on Oktober 26, 2008 at 6:32 am

 numpang nanya bu… apabila BG dicairkan oleh penerima BG, sehingga BG yang dicairkan tersebut menjadi fasilitas kredit. Apakah kolektibilitas kredit tersebut otomatis menjadi macet?

Oleh: olly on Desember 1, 2008 at 10:32 am

 Mau nanya Bu…. Saat ini perusahaan konsultan jasa non konstruksi tempat saya bekerja sdg mengerjakan tahap akhir pekerjaan kajian di suatu departemen. Nah dept ini meminta kami membuat BG dalam rangka bilamana terjadi wanprestasi/keterlambatan penyerahan pekerjaan maka KPKN bisa langsung mencairkan BG tsb. Saya sdh menghubungi bank tempat kami membuat rekening tapi mereka terpola dg istilah performance bond padahal BG dimaksud bukan spt itu. pekerjaan kajian tsb sesuai kontrak adlh sejak tgl 21 juli 2008 s/d 17 desember 2008, tapi BG yg disyaratkan oleh Dept tsb adlh sejak dikeluarkan pengumuman jaminan BG hingga 31 Desember 2008. Pada akhirnya pihak bank menolak & tetap bersikukuh bahwa yg kami perlukan adl. performance bond. Bgm jalan keluarnya Bu, mohon saran Ibu. Terima kasih.

Oleh: hira on Desember 5, 2008 at 2:44 pm

Saya mau nanyak bu.. Sebelum ke pertanyaan utama, terlebih dahulu saya ingin bertanya hal2 mendasar dulu. Pertayaannya sebagai berikut: Apakah Bank Garansi = Garansi Bank? Apakah L/C = SKBDN? Mengapa Bank Garansi hanya identik dengan kegiatan tender proyek dan sejenisnya? Pertanyaan utamanya adalah: Apakah perbedaan Bank Garansi (BG) dengan L/C? Padahal kan keduanya sama-sama jaminan dari Bank yang mana diterbitkan untuk masing-masing pihak merasa aman dalam melakukan kegiatan perdagangan. Itu saja pertanyaan saya, dan terima kasih banyak saya ucapkan jika pertanyaan saya dapat dijawab…

Oleh: sabon on Desember 5, 2008 at 3:32 pm

 Bank Garansi Untuk Proyek Konstruksi Sejak keluarnya peraturan pemerintah yang mewajibkan kontraktor yang mengerjakan proyekproyek pemerintah harus menggunakan jaminan berupa bank Garansi, sejumlah perusahaan kontraktor mengalami kesulitan mengikuti tender. Tidak semua bank bersedia memberikan bank gansi, selain juga persyaratan yang ketat. Namun ada solusi untuk itu, kontraktor bank garansi dapat memperoleh bank garansi dari perbankan dengan hanya membayar premi asuransi 5% (nego) dari nilai bank garansi, tanpa harus menyetor dana tunai. Sehingga kontraktor mendapat kemudahan: - Administrasi cepat dam mudah - Tidak memerlukan setoran dana Tunai (cukup premi) - Terjamin (bank dan Asuransi adalah BUMN) - Dapat mengikuti dan mengerjakan berbagai proyek tanpa harus menyetor jaminan tunai Hubungi: Asep Risman (08129668361), Wanna (081315452612)

Oleh: arisman on Januari 5, 2009 at 11:21 am

 bu, saya mau tanya: 1. bagaimanakah sifat keperdatan dari bank garansi? 2. bagaimanah peranan notaris dalam pembuatan bank garansi? 3. apabila seorang kontraktor lalai dalam proyeknya apakah ada denda penalti yang diberikan pada kontraktor? kalau ada berapa besarnya dan faktor2 apa yang menyebabkan kelalaian tersebut? terimakasih atas perhatiannya.

Oleh: donda s on Januari 29, 2009 at 11:02 am

 Asslamu‟alaikum..bu saya mau tanya ne : apa persamaan dan perbandingan antara bank garansi dengan surety bond? kemudian dalam hal kita m‟minta penjaminan dalam menjamin suatu proyek yang mana lebih menguntungkan, fleksibel dan transparan di bank atau asuransi? atas jawaban yang ibu berikan saya ucapkan jazakallahu khairan katsiran..

Oleh: darul on Februari 5, 2009 at 12:35 pm

 Bu, mau tanya: Sepengetahuan saya bahwa BG dibayarkan kalau ada klaim dari pihak pemegang BG, dengan syarat tentunya adanya wan prestasi dari pihak yang dijamin. Pertanyaan: Apa yang menjadi kriteria wan prestasi, apakah harus ada keput pengadilan ataukah cukup dengan informasi yang diberikan oleh pemegang/penerima garansi, bagaimana seandainya ternyata pihak yang dijamin meng- klaim bahwa dia tidak melakukan wanprestasi? Catatan: Pertanyaan seperti ini tak bisa hanya dijawab disini…memerluan diskusi di kelas, karena ada

kaitan dengan hukum, operasional, akuntansi dll. Kalau dibaca lagi, sebetulnya sudah jelas…..baca aja PBI nya….bisa diakses melalui internet

Oleh: Tumpal Naibaho on Maret 2, 2009 at 10:31 am

 Mau tanya bu, boleh ya ! 1.Apakah pemberian BG mengikuti waktu pelaksanaan dalam Perjanjian ? 2.Apakah BG dapat diperpanjang dan apa yang menjadi dasar perpanjangannya ? 3.Apakah BG dapat diberikan dalam waktu melebihi tahun anggaran ? Terimakasih. Buya, Perhatikan! BG adalah perjanjian accessoir atau perjanjian buntut…jadi yang penting adalah perjanjian pokoknya (BG baru ada kalau ada perjanjian pokoknya). Perjanjian pokoknya masih ada apa tidak? Jangan dibalik. Dan coba baca buku KUHP tentang borgtoct…disitu akan jelas sekali.

Oleh: Buya on Maret 4, 2009 at 2:46 pm

 Selamat pagi bu…… Numpang tanya nih bu.Saya kerja di kontraktor pengadaan barang dan jasa.dan saya belum lama di perusahaan saya kerja baru sekitar 7 bulanan.Yang saya mau tanyakan selain dikelurkan oleh bank Bank garansi juga dapat dikelurkan oleh perusahaan asuransi, itu pun saya tau dari para senior saya.karena basic saya teknik saya tidak tahu dengan jelas.Apakah ada kiranya penjelasan yang menerangkan tentang Bank garansi ini dapat dikelurkan oleh Bank maupun perusahaan asuransi.maklum bu pengetahuan saya masih minim soal hal ini.Saya ucapkan banyak-banyak Terima Kasih kiranya pertanyaan saya dapat ibu temukan jawabannya.

Oleh: otoy on Maret 18, 2009 at 9:01 am

 Terimaksih bu atas jawabannya. Bu saya coba cari PBI-nya tapi tidak ketemu, boleh tau nomornya bu? Thx Tumpal Naibaho, Memang udah lama sekali.. Btw kalau memang ingin mempelajari masalah perkreditan, dan continngent lainnya (L/C, SB L/C, Bank Garansi dsb nya, sebaiknya ikut pelatihan aja. Bisa lihat daftar pelatihannya di LPPI…biasanya perbankan menggunakan lembaga pelatihan ini, karena memang bergerak di bidang perbankan. Karena hal-hal seperti ini hanya bisa dijelaskan secara tatap muka, dan diskusi di kelas.

Oleh: Tumpal Naibaho on Maret 30, 2009 at 4:15 pm

 Bu, terima kasih untuk info BG dan ada sedikit permasalah yang sedikit perlu pencerahan mengenai BG yang diterbitkan oleh Bank Lokal di Luar negeri. contoh kasus: Kontraktor A (Indonesia) order barang dari Singapore dan mewajibkan Kontraktor A untuk menyerahkan BG yang diterbitkan oleh Bank Umum Indonesia yang mempunyai cabang di Singapore. Kami menyanggupi, namun permasalahannya adalah aspek hukum/warranty seperti apa yang mesti kami berikan dalam Bank Garansi agar Kontraktor A tidak terjebak hukum di Singapore mengingat BG menggunakan Hukum Singapore bukan Hukum Indonesia dan apakah melanggar hukum jika Kontraktor A menerbitkan BG tersebut sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk informasinya Troumaz dan teman-teman lain, Pertanyaan dari teman-teman memerlukan waktu diskusi dan pertemuan tatap muka, sehingga tak bisa dijawab disini. Harus diingat, ini adalah blog, yang sekedar sharing informasi, namun untuk diskusi waktu saya sendiri terbatas. dan diskusi masalah keuangan tak memungkinkan dilakukan melalui media blog, harus tatap muka. Jika berminat, anda dapat mengikuti pelatihan di LPPI atau lembaga pelatihan perbankan atau manajemen.

Oleh: troumax on Maret 31, 2009 at 12:22 pm

 Baik Ibu, dan terimakasih atas penjelasannya. Salam

Oleh: Tumpal Naibaho on Maret 31, 2009 at 1:01 pm

 bu saya masih agak bingung dengan garansi ini kebetulan memang saya tidak bekerja di bidang konstruksi yang saya yang sangant awam ini ingin mengajukan pertanyakan yang mungkin lebih simple sebagai berikut: 1. Bank menerbitkan Tender Bond untuk peserta tender yang menyatakan bahwa bank menjamin peserta tender bahwa peserta tender ……..? 2. Bank menerbitkan Performance Bond untuk melindungi siapa ? dengan performance bond bank memberikan jaminan kepada pemilik proyek bahwa pemenang tender akan …….? apabila pemenang tender tidak dapat melaksanakan apa yang dijamin oleh bank maka bank bersedia untuk ? 3. Advance Payment Bond apakah semacam dana talangan sebelum pemilik proyek menyerahkan biaya pengerjaan proyek dan mutlak sebagai hutang pemenang tender kepada bank? 4. pada masa pemeliharaan bank memberikan garansi Maintenance Bond dimana apabila pada masa tenggang tersebut ada ketidak sesuaian atau cacat yang harus di perbaiki maka bank akan menanggung biaya pemeliharaannya dan itu juga merupakan hutang pemenang tender kepada bank ? jadi kapan pemilik proyek dapat mengklaim bonds tersebut? apakah bonds tersebut dapat dipersamakan dengan jaminan bahwa apabila peserta/pemenang tender wanprestasi maka pemilik proyek dapat mengklaim bonds tersebut sebagai pembayaran/denda/sanksi atas wanprestasinya si peserta/pemenang tender dan apabila pemilik proyek mengklaim bonds tersebut pada saat dicairkan maka pada saat itu pula menjadi hutangnya peserta/pemenang proyek kepada bank …. mohon pencerahan terima kasih

Weka, Sulit untuk menjelaskan disini karena pembaca mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Namun jika berminat, ada beberapa kursus yang menyelenggarakan pelatihan….

Oleh: weka on Mei 12, 2009 at 4:49 pm

 *bu saya nih baru jadi aao di salah satu bank, dan saya skarang ini disuruh untuk mengerjakan BG padahal saya blum mengerti skali, kalau boleh saya mau tau lebih jauh dari ibu, tentang proses BG dan Kontra Garansi, dan kontra garansi apa yang paling aman bu. bu kalau boleh saya boleh minta dijelaskan dengan bagan(work flow) juga penjelasannya dari proses pengajuan BG dst… *satu lagi bu, target saya cukup besar 15M,dan sudah brjalan 2 bln ini baru 5% outstanding saya, saya butuh masukkan/wejangan dari ibu kira2 apa yg harus dilakukan untuk mendapat nasabah(cara/trik2nya), dan pengalaman ibu. *mungkin untuk ibu ketahui sejauh ini yg sudah saya lakukan adalah menawarkan door to door bu, karena relasi saya di tempat saya bekerja skarang bisa dibilang tidak ada, untuk sekedar tau saya ditempatkan di cirebon bu.. *bu, mohon petunjuk ya…. trimakasih banyak *klau memungkinkan,tlng kirim ke email saya ya bu…,makasih ya bu skali lg Jemmy pn, Kalau udah diterima menjadi AAO, paling tidak ada pelatihan….atau minimal belajar dulu dari seniornya. Anda bisa tanya pada senior, pada Manajer Pemasaran, atau Manajer Operasional, bahkan pada Pemimpin Cabang langsung. Untuk menuliskannya disini tak mungkin, anda bisa lihat dari banyaknya komentar, ternyata menulis tak mudah, juga yang baca persepsinya berbeda. Jalan satu2nya ya ikut pelatihan…..kalau anda udah kerja di Bank lebih mudah, bisa tanya senior yang lebih ahli, karena setiap Bank punya Manual Kebijakan, bisa Standar Operasional Prosedur (SOP), atau kadang disebut Prosedur Pemberian Kredit (PPK), yang merupakan penjelasan lebih detail dari KUP.

Oleh: jemmy pn on Mei 12, 2009 at 9:31 pm

 sore, bu.saya mahasiswa FH dan baru bertemu dengan teman saya serta berdiskusi mengenai Bank garansi. ada salah satu bahasan kami yang saya masih belum yakin dengan jawabannya. Mohon bantuan dari Ibu. pertanyaan saya, apakah Bank Garansi bisa diterbitkan secara back dated? misalnya PT. A meminta kepada Bank X untuk menerbitkan suatu Bank Garansi pada tanggal 19 Mei 2009 akan tetapi jangka waktu BG adalah sejak tanggal 19 Mei 2009 sampai dengan tanggal 25 Mei 2009. Tanggal mundur ini mungkin disebabkan administrasi dari si tertanggung yang menghendaki adanya BG sejak 10 Mei 2009. Apabila diperbolehkan apakah dasar ada hukumnya ? karena Pasal 1820-1850 KUHPer adalah termasuk Buku III sehingga dapatkah diasumsikan bahwa selama Bank X dan tertanggung setuju, maka BG dengan Back Dated tersebut dapat diterbitkan ? tanggal penandatangan BG tetap tgl. 19 Mei atau tgl 10 Mei ? atas masukan dari Ibu saya ucapkan banyak terimakasih sebelumnya. Rei, Karena anda dari Fak Hukum, coba baca KUH Perdata. Bank Garansi adalah perjanjian assecoar (buntut), jadi harus ada perjanjian pokoknya dulu. Tentu saja karena mengikuti perjanjian pokok, masa berlaku tak boleh melebihi tanggal yang diminta pada perjanjian pokok tsb.

Oleh: rei on Mei 19, 2009 at 3:59 pm

 Sore Bu… nanya banyak nih, Ada ga kemungkinan release Bank Garansi sebelum jatuh temponya???

Oleh: Yuko Syahputra on Juni 8, 2009 at 5:35 pm

 Ibu apa sih bedanya Bank Garansi dengan Back To Back, Terima Kasih sebelumnya Upe, Baca dulu dong, tulisan ku sampai selesai…jadi kalau mau tahu betul, ya harus ikutan pelatihan… Juga memahami hukum, karena Garansi ini terdapat dalam pasal KUH perdata

Oleh: upe on Juni 9, 2009 at 1:46 pm

 bu mau tanya, kalau pimpinan proyek, ada ga jaminan bahwa ia akan membayarnya (apa jaminan bahwa peimpinan proyek atau yang memberikan proyek akan membayar, apakah ada jaminan dan apakah jaminan pembayaran nya,thks

Oleh: FRESA A R on Juni 27, 2009 at 12:39 am

 Ibu, bagaimana tentang cessie yg belum sempat dijelaskan di atas? 1. Pengertiannya apa? 2. Kapan diperlukan? 3. dll nya thks bgt

Oleh: amrihg on Juli 4, 2009 at 12:14 pm

 Ibu saya mau nanya nih: 1. Jika tidak terjadi cidera janji, apakah jaminan BG akan dikembalikan kepada nasabah? 2. Jika terjadi cidera janji, apakah bank menyita benda si nasabah seharga nilai kontrak? bagaimana jika kekayaan nasabah tidak mencapai nilai kontrak 3. secara umum, apa perbedaan BG dengan asuransi? pada kasus pemberian izin penggunaan utilitas, yang cocok memakai BG atau asuransi? Trims

Oleh: armen on Juli 7, 2009 at 2:50 pm

 Bu, Bank Garansi dari penjelasan diatas berkaitan dengan pekerjaan konstruksi, kontrak pembangunan/proyek; pertanyaan saya 1. apakah BG berlaku juga untuk usaha dagang semisal produsen dengan distributor atau pabrikan mobil dengan dealernya 2. Jenis BG tersebut apa dan 3.Bgmn memastikan BG yang diterima adalah sah dikeluarkan oleh bank ybs. Terimakasih atas penjelasan ibu.

Oleh: erie wibowo on Juli 15, 2009 at 4:10 pm

 bu..nasabah saya minta dibuatkan BG untuk perusahaan rokok..sedangkan saya belum pernah menggarap BG..yang saya tanyakan : - bagaimana cara analisisnya?apakah sama seperti membuat paket kredit untuk KI atau KMK? - apa yang harus dipersiapkan? - jangka waktunya BG berapa lama?apakah sesuai permintaan perus rokok tsb? - keuntungan yg diperoleh pihak bank apa saja? - apakah harus ada jaminan agunan?kalau ada berupa apa? terima kasih ….

Rudi, Anda mestinya baca catatan di bawah tulisan saya. Untuk menjawab pertanyaanmu…ikut pelatihan di Lembaga perbankan

Oleh: rudi on Agustus 19, 2009 at 7:36 pm

 Bu mau tanya: BG itu ada masa berlakunya dan ada masa klaim. Dari masa berlaku masa klaim ditambah 14 hari. Yang 14 hari ini didapat dari mana? Apa ada peraturan atau UU yang mengatur? Terima kasih

Oleh: Asden on Agustus 26, 2009 at 10:00 am

 Penjelasannya sangat lengkap. Saya jadi lebih mengerti. Satu saja pertanyaan saya. Apakah bentuk BG setiap Bank sama ataukah ada bentuk Baku dari BI? Thanx..

Oleh: Ronald on Agustus 26, 2009 at 3:10 pm

 ibu, nanya dong.. usaha sy bergerak di pengadaan raw material u handycraft. sekarang ini sy ditawarin untuk memenuhi permintaan ke luar negeri via eksportir. konsekwensinya sy harus mengadakan raw material yang banyak. pembayaran oleh exportir dilakukan 2 kali, pertama DP 30% saat barang siap berangkat, kedua jangka 2 minggu. gimana caranya agar sy bisa save dengan bisnis ini bu… , trims

Oleh: oca on September 1, 2009 at 3:51 pm

 Bu, Mohon penjelasan, Apakah BG dapat dipindah tangankan dari satu debitur ke debitur lain ? misal, seorang iomportir “A”mau mengimpor barang dari LN, trus dia minta kepada seseorang “B”yang punya cash collateral di bank “X”, apakah bisa bank “X” menerbitkan BG atas nama “A” dengan ketentuan “A” memberikan Fee kepada “B” dalam bentuk uang sewa BG tersebut atau pembayaran sebagai harga beli BG setelah dipotong diskonto misalnya 20% , Tks .

Oleh: anwar on September 7, 2009 at 8:58 am

 Bu apakah BG itu bisa di gadaikan atau bisa dijaminkan kan di bank lain selain bank yang menerbitkan BG tersebut. thanks

Oleh: irdan on September 11, 2009 at 5:36 pm

 salam kenal bu edratna sy edy di bandung bu bisa bantu saya untuk memberikan infromasi mengenai langkah2-langkah apa yang sekiranya bisa saya tempuh untuk mencari link / perusahaan2 dalam dan luar negeri untuk saya bisa tawarkan kerjasama / meminjamkan dengan sistem kontrak dari uang colleterall fisik yg saya miliki saya lagi butuh informasi nya Bu, agar sudi kirannya memberikan wawasan ke saya

terima kasih email saya: changedy2002@yaho.com yahoo massager: edy.harianto45 @yahoo.com thx, saya tunggu bantuannya bu

Oleh: edy on Oktober 18, 2009 at 4:06 pm

 Mba Edratna salam kenal, Sejauh ini penjelasan anda sangat menambah pengetahuan saya, terima kasih satu pertanyaan saya, apakah mba punya teman di perbankan yg bisa mengecek ke absahan BG dari HSBC dari cabang 8 Canada Square, London E14 5HQ, United Kingdom..? Ada seorang investor yg cukup terkenal di indonesia menawarkan kpd saya BG ini, utk membiayai project listrik yg sedang saya jalani sekarang, masalahnya banyak sekali BG “bodong” yg berkeliaran di indonesia, saya takut utk mengeceknya sendiri ke bank, kira2 proses apa yg harus saya kerjakan terlebih dahulu, mohon nasehatnya ya mba… Terima Kasih Kembali pada dasar hukumnya, Bank Garansi adalah perjanjian buntut (lihat KUHP), jadi tak ada orang atau lembaga yang menawarkan BG. Yang ada adalah berupa kontrak kerjasana. Dan mengapa orang atau lembaga berani memberikan kontrak kerjasama, karena memang ada proyek yang dikerjakan, dan lembaga yang mendapat tawaran memang lulus dari proses penilaian (biasanya ditenderkan). Jadi namanya Bank Garansi, adalah jika telah ada kontrak kerja sama yang ditanda tangani para pihak, kemudian Bank menjamin orang atau perusahaan yang mendapatkan kerja sama untuk proyek tsb. Tentu saja Bank akan menilai siapa pemberi proyek, serta siapa yang akan mengerjakan proyeknya, penilaian kelayakan Bank ini sangat penting, jadi tak bisa setiap orang yang datang minta Bank Garansi langsung diberi, namun harus melalui penilaian kelayakan dulu. Saya tak tahu apa yang anda maksud, tulisan saya bukan pada konteks tersebut.

Oleh: Johansen on November 29, 2009 at 11:14 pm

 Ibu, terima kasih banyak atas “pencerahan”nya mengenai Bank Garansi. Aku baru aj pindah kerjaan ke perusahaan pengadaan barang TNI en terdapat banyak sekali hal2 yg berkenaan dengan BG. Ilmu yg ibu berikan, manfaatnya kerasa bgt!! sukses ya bu…

Oleh: Deni on Desember 2, 2009 at 9:50 am

 Bu ada sample contoh Corporate Guarantee atau Personal Guarantee gak? untuk lebih memperjelas saja bu. Thanks Salam sukses

Oleh: Agus on Desember 16, 2009 at 1:19 pm

 Hi Bu Edna saya ingin bertanya tentang eksekusi bank garansi, dari pengalaman ini apakah eksekusi bank garansi itu sulit dan memakan waktu yang lama? misalnya: X (debitur) memberikan jaminan bank garansi kepada Y (kreditur) sampai tanggal jatuh tempo yang ditentukan si X belum juga menyelesaikan pekerjaannya dan tidak ada niatan baik dari x, sampai pada akhirnya si Y memutuskan untuk melakukan pencairan/penarikan atas bank garansi tersebut. Tapi walaupun pemberitahuan sudah disampaikan kepada bank dan diserahkan bukti bahwa X default/wanprestasi, bank tidak serta merta melakukan pencairan atas bank garansi tersebut, bank

melakukan kroscek kepada X, yang mana X menyangkal telah melakukan wanprestasi. Bank tidak berani mengambil tindakan yang tegas dalam hal pencairan bank garansi tersebut (walaupun di bank garansinya tegas2 disebut pemberlakuan pasal 1832 BW), dan sudah ada bukti2 wanprestasi atas X. bank beralasan bahwa pencairan bank garansi harus dengan sepengetahuan X dan memperhitungkan kemampuan bayar X. (padahal praktek dilapangan mayoritas debitur akan menyangkal telah melakukan wanprestasi) Mohon sharingnya Bu… salam & terimakasih. Baca lagi artikel di atas, yang memberikan Bank Garansi adalah Bank…namanya juga Bank Garansi…..atau Guarantee Bank. Untuk bisa memberikan BG, Bank akan menilai apakah telah ada kerja sama antara para pihak…serta nasabah yang diberi Bank Garansi telah dinilai, memang usaha layak. Juga pihak penyandang dana. Jadi tak bisa debitur (X) memberikan BG kepada Y. Baca dalam KUHP…apa yang dimaksud dengan penjamin..borgttoch Itu yang dimaksud dalam artikel di atas..

Kredit Sindikasi: dilihat dari aspek hukum dan permasalahannya
Workshop tentang “Strategi dan Teknik Pemberian Kredit Sindikasi” yang dilaksanakan oleh IRPA (Indonesian Risk Professional Association) selama 2 (dua) hari pada tanggal 10-11 Maret 2010 berlangsung menyenangkan, dipenuhi diskusi dan debat yang hangat. Hal yang menarik untuk didiskusikan adalah bagaimana permasalahan sindikasi jika ditinjau dari aspek Hukum. Peserta yang berasal dari berbagai Bank ikut membuat diskusi berlangsung hangat dan penuh sharing pengalaman. Tanpa kita sadari, permasalahan yang hari-hari ini banyak diperdebatkan, banyak kaitannya dengan masalah hukum. Dan karena negara Indonesia adalah negara Hukum, apapun langkah yang kita lakukan harus dimulai dengan memenuhi aspek legal terlebih dahulu. Saya hanya mencoba menuliskan beberapa potongan diskusi, yang menurut saya cukup menarik. Tentang tulisan mengenai “Kapan memerlukan kredit sindikasi” yang juga menjelaskan, tentang apa, dan bagaimana proses kredit sindikasi pernah saya tulis disini. Pembukaan workshop, dilakukan oleh ketua IRPA, yang sekaligus menjadi pembicara pada sesi awal, dilanjutkan oleh pembicara lainnya. Kredit Sindikasi memang menarik, apalagi pemerintah sedang menggalakkan pembangunan infrastruktur untuk mendorong perekonomian. Pembiayaan infrastruktur yang memerlukan biaya besar, tentu saja akan memberatkan jika hanya dibiayai oleh salah satu Bank, sehingga kredit sindikasi tepat dilakukan untuk membiayai proyek yang layak namun dibutuhkan dana yang besar. Selain itu, dari sisi perbankan, net margin Bank pada tahun 2009 menurun, sedang untuk tahun 2010 diperkirakan suku bunga simpanan akan meningkat dan lending rate tetap. Untuk menghadapi tantangan tahun 2010, perbankan harus meningkatkan pertumbuhan kredit minimal sebesar 20 persen, serta meningkatkan fee base income melalui jasa perbankan. Efisiensi biaya juga harus digalakkan.

Kredit sindikasi adalah kredit yang diberikan oleh dua atau lebih lembaga keuangan dengan syarat/ketentuan yang sama bagi para peserta sindikasi, menggunakan dokumentasi yang sama, dan diadministrasikan oleh Agen yang sama pula (Stanley Hurn, 1990). Aspek hukum yang harus dipahami dalam pemberian kredit sindikasi, antara lain: 1. Hak, kewajiban dan tanggung jawab anggota sindikasi harus diatur secara detail dalam perjanjian 2. Hak, kewajiban dan tanggung jawab debitur terhadap kreditur, misalnya terjadi default, apakah default terjadi pada satu kreditur atau pada kreditur yang lain pula 3. Fungsi dan peran tanggung jawab agen 4. Komplikasi dalam cidera janji 5. Pernyataan cidera janji termasuk cross default dan technical default (tidak dipenuhinya rasio keuangan yang disetujui, atau menjual aset yang tidak diperlukan tanpa meminta mayoritas kreditur) 6. Enforcement hak-hak anggota sindikasi 7. Hukum dan yuridiksi: sebagian besar kredit sindikasi dengan Bank-bank asing diatur berdasarkan hukum negara lain (jika porsi dalam pemberian kredit sindikasi lebih besar pada Bank dari LN). Biasanya yang diatur dengan hukum Indonesia adalah security agreement, jika aset berada di Indonesia. Salah satu aspek hukum yang pernah terjadi, misalnya salah satu kreditur menarik diri. Dalam kredit sindikasi, hal ini diperkenankan, dan dilakukan langkah sebagai berikut: “Jika ada suatu hal yang menyebabkan satu kreditur tidak dapat (bertentangan dengan hukum) untuk meneruskan kewajibannya dalam perjanjian sindikasi, atau membiayai partisipasinya dalam setiap pinjaman, atau penarikan atau bagian daripadanya, maka kreditur tersebut melalui agen akan memberitahukan kepada debitur.” Sejak pemberitahuan tsb, komitmen kreditur ybs dibatalkan. Kasus ini pernah terjadi di Indonesia: a) Pada saat krisis tahun 98-99 yang melibatkan IMF, dalam suatu sindikasi yang terdiri dari Bank swasta dan Bank BUMN, salah satu Bank BUMN harus kembali ke khittah nya, tidak boleh melayani pembiayaan properti di luar perumahan, sehingga harus keluar dari kredit sindikasi. b) Pada suatu sindikasi terdiri dari beberapa Bank asing dan satu Bank dalam negeri. Tujuan pemberian kredit sindikasi adalah untuk membiayai pembelian dan penjualan kembali saham yang diperdagangkan di Bursa Efek. Saat PK (Perjanjian Kredit) telah ditandatangani keluar peraturan BI, bahwa Bank dilarang membiayai jual beli saham. Pada kedua kasus ini, kreditur meminta debitur membayar kembali pinjamannya. Permasalahan yang timbul apabila terjadi restrukturisasi kredit, yang tidak hanya melibatkan Bank peserta sindikasi, namun juga Bank di luar sindikasi. Bagi Bank yang tergabung dalam sindikasi, akan lebih mudah karena telah dikoordinir oleh agen fasilitas, namun juga belum tentu mudah jika peserta sindikasi terdiri dari berbagai Bank, dari berbagai negara, yang ketentuannya berbeda. Juga bilamana terjadi sengketa yang ketentuannya belum diatur dalam PK (perjanjian Kredit) atau SLA (Syndicated Loan Agreement). Misalkan kreditur meminta adanya cash flow management diatur Bank, sedang debitur keberatan karena tak diatur dalam perjanjian sebelumnya. Juga Bank-bank pemerintah terikat pada peraturan dan UU dalam negeri. Sedangkan Bank Asing, memakai perhitungan sendiri, dapat langsung meminta cut loss.

Bilamana peserta sindikasi terdiri dari jumlah kreditur yang banyak, agen akan mengusulkan dibentuknya suatu Steering Committee yang beranggotaakan Bank-bank sebagai perwakilan. Pada masa krisis 98-99, pemerintah membentuk Prakarsa Jakarta (The Jakarta Inisiative Task Force) untuk menjembatani keperluan kreditur dan debitur, sehingga tidak terjadi kebuntuan dalam negosiasi. Tugas Steering Committee (SC) ini pertama-tama adalah mengatur tata cara pengambilan keputusan karena kalau tidak, kesepakatan tidak akan pernah tercapai. SC juga akan membahas secara intensif proposal restrukturisasi dan melakukan negosiasi dengan debitur. Jika SC menilai bahwa proposal tersebut akan diterima kreditur, baru akan dibahas bersama kreditur untuk diputuskan. Yang sulit, apabila PK atau SLA tidak mengatur bagaimana memutus suatu masalah, apakah berdasar total majority atau unanimous consent (setuju suara bulat). Selain keuntungan ikut dalam sindikasi yang telah dibahas dalam postingan sebelumnya, diketahui pula kerepotan yang terjadi jika dalam SLA ada hal-hal yang belum diatur. Oleh karena itu, sebaiknya Bank peserta sindikasi memperhatikan betul apa yang akan tertuang dalam Perjanjian Kredit atau SLA, sehingga di kemudian hari jika terjadi permasalahan tidak sulit. Yang harus diperhatikan dalam PK atau SLA antara lain: 1. Keputusan kredit harus jelas, berapa plafond nya, bentuk (menurun, pengaturan draw down, line kredit dsb nya), jangka waktu, keperluan kredit, keperluan, suku bunga, provisi, penalty rate (yang disesuaikan untuk masing-masing pinjaman). 2. Prasyarat yang harus dipenuhi sebelum pencairan kredit 3. Syarat umum, termasuk konversi pinjaman 4. Persyaratan menjamin (Representations and Warranties) 5. Syarat yang harus dilaksanakan debitur (Affirmative Covenants) 6. Hal-hal yang tidak boleh dilakukan debitur (Negative Covenants) 7. Pelanggaran atas ketentuan Kredit (Even of Defaults) 8. Klausula Perjumpaan Hutang 9. Klausula kuasa-kuasa Selain itu, yang juga harus dipahami adalah “Tanggung Jawab Kreditur Terpisah“. Hak dan kewajiban dari masing-masing kreditur dalam perjanjian sindikasi adalah terpisah. Jumlah yang terutang setiap waktu oleh debitur kepada masing-masing kreditur atau agen adalah hutang yang terpisah, dan berdiri sendiri, masing-masing kreditur dan agen berhak untuk melindungi dan melaksanakan haknyayang timbul dari perjanjian tersebut. Dengan kata lain, jika suatu Bank telah komitmen untuk ikut dalam sindikasi, masing-masing Bank tetap harus menilai kelayakan proyek tersebut sebagaimana halnya penilaian kredit dalam perjanjian bilateral (hanya satu Bank dan satu debitur), dan tidak bisa menggantungkan diri bahwa karena kredit sindikasi maka merupakan tanggung jawab bersama. Tulisan ini tak bisa menjawab semua permasalahan yang ada, hanya beberapa hal yang penting dari hasil diskusi yang dibahas pada workshop tersebut. Sumber bahan bacaan:

1. Angreni dkk. Strategi dan Teknik Pemberian Kredit Sindikasi. Workshop series: Indonesian Risk Professional Association, Menara BDN lt.18. Jakarta: 10-11 Maret 2010. 2. Dari hasil bahasan saat diskusi antara pembicara dan peserta. 3. Pengalaman penulis dalam keikutsertaan sindikas

4. Kapan memerlukan Kredit sindikasi?
5. Saat perusahaan makin besar, serta permasalahan makin kompleks, maka struktur organisasi juga makin besar. Di satu sisi kebutuhan akan pembiayaan juga makin besar. Misalkan sebuah perusahaan menang tender untuk membiayai pembangunan infrastrutur, yang jelas membutuhkan biaya sangat besar. Di satu sisi, masing-masing Bank mempunyai batasan Legal Lending Limit, berapa maksimal pinjaman yang boleh diberikan pada satu debitur atau satu grup usaha. Pada kondisi seperti ini, apabila dinilai usaha layak dibiayai, maka dua Bank atau lebih akan bergabung untuk memberikan pembiayaan pada perusahaan tersebut. 6. Apa yang dimaksud dengan kredit sindikasi? Kredit yang diberikan oleh dua atau lebih lembaga keuangan dengan syarat/ketentuan yang sama bagi para peserta sindikasi, menggunakan dokumentasi yang sama dan diadministrasikan oleh Agen yang sama pula (Stanley Hurn, 1990) Perkembangan kredit sindikasi di Indonesia dapat dilihat dari: •Surat Edaran BI no.6/33/UPK tanggal 3 Okt 73 mengenai pembiayaan bersama Bankbank Pemerintah (konsorsium) •Surat Edaran BI No.11/26/UPK dimana Bank Pemerintah membiayai kredit investasi ≥Rp.500 juta dan KMK≥Rp.750 juta harus ditawarkan secara konsorsium •Setelah deregulasi, dengan SE BI no.61/1/UKU tanggal 1 Juni 1983 pelaksanaan diserahkan kepada bank Sindikasi •Pakto 88, tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), sindikasi berkembang sangat efektif untuk mengatasi BMPK 7. Konsorsium dan sindikasi dapat dibedakan sebagai berikut:

8. 9. Perbedaan kredit konsorsium dan kredit sindikasi 10. Dari sisi debitur, kredit sindikasi sangat menguntungkan dan memudahkan, dengan alasan: •Merupakan solusi mendapatkan kredit dalam jumlah besar dan lebih efisien karena hanya perlu menunjuk satu arranger untuk meng arrange kredit sindikasi pada Bank-

bank sehingga debitur tak perlu mendatangi Bank satu per satu •Memupuk kerja sama atau net working (nasional atau int‟l) dengan Bank-bank lain, sehingga lain kali lebih mudah melakukan kerja sama •Menambah kredibilitas debitur, terutama bila peserta sindikasi terdiri dari Bank besar dan ternama •Untuk kepentingan publikasi (image), terutama bila dicantumkan dalam announcement di majalan int‟l (bila kredit sindikasi melibatkan Bank int‟l) Sedangkan kegunaan bagi Bank, antara lain: •Dapat mengatasi masalah BMPK •Risk Sharing dengan Bank lain •Memupuk hubungan kerjasama dengan Grup Usaha, yang biasanya telah mempunyai pilihan Bank sendiri •Meningkatkan Fee Based Income •Learning process bagi participating Bank. •Agar dikenal di pasar sindikasi. Bagi Bank sulit untuk masuk ke dalam suatu kredit sindikasi terutama apabila tidak mempunyai pengalaman sindikasi. Terdapat istilah raising flag, dimana Bank akan mendapat banyak tawaran untuk turut serta dalam sindikasi apabila telah dikenal dalam pasar sindikasi 11. Proses untuk mengakses pasar sindikasi dapat dilihat dari bagan sebagai berikut:

12. 13. Proses mengakses pasar sindikasi 14. Bagaimana peminjam dapat mengakses pasar sindikasi? •Diskusi persyaratan dengan arranger potensial •Memutuskan yang terbaik dari berbagai persyaratan •Dapat memilih dan menunjuk arranger •Dapat belajar bersama arranger dalam proses sindikasi

Apa tipe struktur kredit? •Tiap pinjaman dapat berbeda •Bisa berupa revolver atau term loan •Extended drawdown •Bullet/amortizing •Early Repayment •Multi Currency •Secured/Unsecured •Multi tranch 15. Bank yang dapat berperan sbg kreditur dalam kredit sindikasi •Bank Internasional dan Bank lokal •Perusahaan asuransi •Hedge Funds, terutama untuk pasar baru yang agresif 16. Ada 10 tahapan dalam proses sindikasi, 8 tahapan pertama dikoordinir oleh arranger, yaitu: 1)Analisa fasilitas, 2) Penawaran/offer letter, 3) Mandate, 4) Invitation, 5) Alokasi penyertaan final (allocation), 6) Dokumentasi sindikasi, 7) Penandatanganan (signing), 8) Publisitas. Dua langkah selanjutnya dilakukan oleh Agen: 9) Pelaksanaan Pemberian Kredit,10) Administrasi proses sindikasi Apakah dalam kredit sindikasi, arranger harus ikut memberi kredit? Dalam praktek perbankan ada dua aliran: a.Anglo Saxon style: bisa zero portfolio, sepanjang investment banking dapat meyakinkan para penyandang dana, serta dapat melakukan buku kegiatan atau running the book, maka arranger tak ikut memberikan kredit. b.Europe style, arranger harus turut memberikan kredit (certain portion) 17. Dengan demikian pihak-pihak yang terkait dengan sindikasi, adalah: a)Debitur, b) Arranger. Apabila di dalam suatu pengumuman tercantum lead bank, maka biasanya lead bank tersebut berfungsi sebagai arranger, c) Kreditur, d) Agen 18. Kreditur terdiri dari: •Lead Manager, sebetulnya kreditur biasa yang tidak terlibat dalam fungsi apapun, tapi mempunyai jumlah pemberian kredit yang besar. Misalkan dalam undangan disebutkan, bahwa kreditur yang mempunyai jumlah>30% dimasukkan dalam lead manager •Manager, dalam undangan sindikasi bisa disebutkan kreditur yang mempunyai jumlah 20-25% masuk dalam kategori ini •Participant, istilah ini dalam praktek bisa bermacam-macam, bisa juga untuk lead manager, manager dan participant. Untuk masing-masing posisi tersebut mempunyai fee yang berbeda-beda. Fungsi agen, dibedakan menjadi: 1.Agen fasilitas (Facility Agent), bertugas mengelola pelaksanaan pemberian kredit sindikasi dan administrasinya, setelah loan agreement ditandatangani dan menjadi operasional. Dalam praktek pada tahapan dokumentasi, agen sudah diundang oleh arranger 2.Agen sekuritas (Security Agent), bertanggung jawab atas penyelesaian pengikatan

jaminan dan dokumentasi 3.Agen escrow (Escrow Agent), bertanggung jawab atas pengelolaan escrow agent. Di Indonesia umumnya baru timbul Agen Escrow apabila sudah ada masalah sebab setiap pemasukan dan pengeluaran harus seizin Bank. 19. Agen fasilitas •Pelaksanaan pemberian kredit sindikasi, yaitu dalam hal pemenuhan ketentuan atau persyaratan penarikan (condition precedent), mengkoordinasikan penarikan kredit sejak dari penarikan kredit Bank-bank sampai pemberian kepada debitur •Administrasi kredit sindikasi, yaitu dalam hal: a) pemenuhan persyaratan perjanjian kredit, b) menentukan review suku bunga, c) menghitung, memungut, mendistribusikan fee, d) monitoring kredit dan jaminan, e) meminta dan mendistribusikan laporan dari debitur, f) mengkoordinasikan site fisik 20. Proses legal dalam sindikasi 1.Legal documentation •Representation and Warranties, merupakan jaminan dari debitur bahwa semua statement atau pernyataan yang dikeluarkan adalah benar •Condition Precedent, adalah syarat-syarat awal yang harus dipenuhi sebelum kredit dapat ditarik •Covenant, merupakan batasan-batasan, apa yang diperbolehkan dan yang tidak boleh dilakukan oleh client, baik affirmative (yang harus dilakukan) maupun negative covenant (yang tak boleh dilakukan) •Yield Protection, atau proteksi hasil, umumnya yang tetap adalah spread nya, misalnya SIBOR + 2,5%, meskipun SIBOR sifatnya fluktuatif, tetapi angka 2,5% yang jadi patokan •Default. Dalam hal terdapat ketidak lancaran membayar kewajiban oleh debitur 21. 2.Pihak-pihak yang terkait dengan dokumentasi legal •Legal/Law Firm (Legal Advisor). Umumnya untuk sindikasi besar dan rumit, maka arranger akan menunjuk Legal Advisor yang bertindak untuk mewakili Bank Sindikasi, untuk melakukan negosiasi dengan Legal Advisor dari debitur tentang draft perjanjian sinsikasi •Notaris. Untuk sindikasi yang besar, maka penandatanganan perjanjian kredit dilakukan dihadapan notaris (secara notariil) 22. Sedangkan pasar sindikasi dapat dibedakan: 1.Sindikasi Primer. Sindikasi kredit yang dibentuk oleh Bank-bank, yang sejak awal terpilih sebagai anggota sindikasi. 2.Sindikasi sekunder. Terjadi setelah perjanjian kredit sindikasi telah ditandatangani. Terdapat 3 metode untuk menciptakan sindikasi sekunder: •Risk Participation. Antara salah satu anggota sindikasi dengan pihak lain diluar sindikasi dimana debitur tidak perlu mengetahui. Perjanjian kredit primer tidak berubah dan tak perlu mendapat persetujuan dari debitur. •Assigment (clause). Bank mempunyai hak menjual sebagian atau seluruhnya atas persetujuan lebih dulu dari debitur, certificate of transfer kepada agen di tanda tangani kedua belah pihak. Tak terjadi sales of assets atau perubahan perjanjian kredit sindikasi •Novation. Perjanjian kredit diubah dengan komposisi baru (misal ada anggota sindikasi baru yang masuk). Dalam hal ini terjadi sales of assets, perjanjian kredit diubah dengan komposisi baru sehingga jaminan harus turut diubah kembali

23. Karakteristik pinjaman sindikasi •Pada dasarnya pinjaman sindikasi meupakan pinjam meminjam biasa, dimana terdapat debitur dan kreditur (lebih dari satu). •Karakteristik lain adalah adanya Lead Bank yang bertugas memimpin proses; a) Evaluasi kelayakan kredit, b) Uji tuntas atau due dilligence, yang melibatkan penasehat hukum, konsultan keuangan, konsultan pajak yg akan melihat kelayakan kreditnya,c) Pembuatan proses penawaran, d) Pembentukan sindikasi dan pembagian porsi pinjaman setiap anggota sindikasi, e) Negosiasi persyaratan pinjaman, f) Penunjukan agen yang memfasilitasi pinjaman sindikasi dan agen yang mengatur masalah jaminan kepada kreditur (security agent), dan bila ada escrow account, siapa yang dipilih jadi escrow agent, g) Closing dari perjanjian sindikasi •Penjaminan kepada semua kreditur bersifat paripasu •Tanggung jawab kreditur bersifat individual, sehingga kelalaian atau cidera janji satu kreditur tidak mempengaruhi kewajiban kreditur lainnya, kecuali perjanjian menyatakan lain •Semua hak dan komunikasi dengan debitur dilakukan melalui facility agent •Hak jaminan dipegang dan dilaksanakan oleh Security Agent, jadi tidak oleh semua Bank sekaligus. Masing2 Bank telah memberikan kuasa kepada security agent Catt: Karena berdasar kuasa, maka dalam perjanjian harus dijelaskan secara rinci mengenai hak dan kewajiban dari Agen •Cidera janji debitur kepada satu kreditur merupakan cidera janji kepada seluruh kreditur (cross default), dimana proses penyelesaiannya dilakukan oleh facility agent •Keputusan kreditur sindikasi, termasuk menyatakan debitur lalai atau cidera janji, didasatkan atas mayoritas dari sisa jumlah terutang, dalam hal ini voting dapat dilakukan untuk keputusan yang bersifat penting. 24. Beberapa aturan hukum yang harus diperhatikan dalam pinjaman sindikasi •Hak, kewajiban dan tanggung jawab anggota sindikasi yang harus diatur detail dalam perjanjian •Hak, kewajiban dan tanggung jawab debitur terhadap kreditur, misalnya terjadi default apakah default terjadi pada satu kreditur atau kepada kreditur yang lain pula •Fungsi dan peran tanggung jawab agen •Komplikasi dalam cidera janji •Komplikasi dalam pernyataan cidera janji termasuk cross default dan technical default (tak dipenuhinya rasio keuangan yang disetujui, atau menjual aset yang tak diperlukan tanpa meminta persetujuan majority kreditur) •Masalah enforcement hak-hak anggota sindikasi •Masalah dengan hukum dan yurisdiksi, karena sebagian besar kredit sindikasi dengan Bank-bank asing diatur berdasarkan hukum asing. Biasanya yang diatur dengan hukum Indonesia adalah perjanjian jaminan (karena aset berada di Indonesia). 25. Bagi Bank yang belum pernah memberikan kredit kepada perusahaan atau korporasi besar, dan ingin belajar, maka ikut serta dalam keanggotaan Bank yang akan memberikan kredit sindikasi, merupakan cara yang mudah, karena daam rangkaian proses sindikasi, akan terjadi beberapa meeting yang membahas kelayakan pemberian kredit dari segala segi. Walaupun sebagai partisipan, maka Bank anggota sindikasi tetap harus mempertimbangkan risikonya, dan betapapun kecil porsi yang diberikan, tidak membatasi untuk ikut serta dalam diskusi dan memberikan ide tentang penyusunan term

& condition dalam struktur kredit. Daftar Pustaka: •Kredit Sindikasi. Rangkaian Lokakarya Terbatas Hukum Kepailitan dan wawasan Hukum Bisnis Lainnya. Kerjasama antara Pusat Pengkajian Hukum & Mahkamah Agung RI. Jakarta, 20-21 Agustus 2002. •Herlina Suyati Bachtiar,S.H., MBA. Aspek legal Kredit Sindikasi. PT RajaGrafindo Persada. Jakarta, 2002 •Edi H. Sidharta. Syndicated Lending: The Global Perspectives of Origination, Underwriting & Securitization of Loan Facilities. The Syndicated Lending Workshop. Business Point Enterprises. Sheraton Hotel, Bandung, October 23-25,2008.

Mengapa harus selalu memperhatikan “cash flow”?
Untuk memahami suatu bisnis dalam kondisi berkembang atau tidak, maka anda perlu mempelajari laporan keuangan, yang terdiri dari: Balance Sheet (neraca keuangan), Income Statement (Laporan Laba Rugi) dan Cash Flow (Laporan arus kas). Dari ketiga hal tersebut, yang paling kritis adalah laporan arus kas atau cash flow. Mengapa? Apabila anda telah menjalankan usaha sesuai strategi bisnis yang telah dikaji sebelumnya, hasil akhir dari pengelolaan usaha tadi akan tercermin dalam laporan keuangan. Laporan keuangan dapat dibuat secara mingguan, bulanan, triwulanan atau tahunan. Perusahaan yang baik, minimal akan membuat laporan keuangan minimal secara bulanan, namun cash flow sebaiknya di buat mingguan. Arus kas ibaratnya seperti darah segar ditubuh kita, oleh karena itu sebagai pimpinan perusahaan atau orang yang bertanggung jawab di bidang keuangan, anda harus mencermati aliran kas tersebut. Jika hasil usaha anda terdiri dari berbagai produk/jasa, maka melalui laporan arus kas, anda akan bisa melihat produk atau jasa mana yang paling menguntungkan, usaha mana yang paling banyak mengeluarkan biaya, usaha mana yang perputarannya cepat tetapi marginnya kecil, dan sebagainya. Bahkan anda akan bisa mengenal seperti apa tipe pelanggan anda, apakah ada perubahan keinginan konsumen yang terlihat dari pergeseran arus kas dari penjualan produk/jasa tertentu. Dari laporan keuangan, terutama arus kas, anda bisa membaca semuanya, dan memperkirakan bagaimana prospek penjualan suatu produk untuk beberapa minggu ke depan. Pelajari juga, apakah pada akhir minggu posisi kas positif atau negatif? Bagaimana proyeksi pada minggu berikutnya. Ada beberapa produk yang cara penjualannya berbeda-beda, ini semua akan tergambar pada aliran kas. Dengan mempelajari aliran kas, anda akan dapat segera mengambil langkah jika ada beberapa produk yang ternyata kurang laku. Apakah anda akan menggenjot pemasaran, ataukah harus menjual diskon, atau bahkan menghentikan atau mengurangi produksi barang tersebut untuk tahap berikutnya, dan hanya menjual barang yang laku dipasaran. Pada akhirnya, dengan mengawasi cash flow, anda akan bisa mengetahui posisi likuiditas perusahaan anda, apakah produk dan jasa yang anda jual masih dalam posisi yang aman. Jadi,

betapa pentingnya mempelajari aliran kas di perusahaan anda. Anda belum melakukannya? Segera lakukan, dan lihat hasilnya, anda akan tertarik untuk lebih memahami bisnis anda.
About these ads

Ditulis dalam Keuangan « Risiko yang harus diantisipasi dalam pemberian delegasi wewenang. Menanam bunga di lahan yang sempit »

Tanggapan
1. another nice article, saya kuliah di ekonomi perikanan tapi gak mudeng2 soal akuntansi… yah walhasil selalu binun dengan masalah cashflow. saya akhirnya cuma mencatat uang masuk uang keluar saja… itu juga kalo inget parahh mungkin saya harus bayar orang kali yah. btw menurut ibu lebih baik per berapa bulan yah untuk menghire orang, apabila saya ingin menghitung cash flow dan lain2. kalo setiap bulan… wah gak ada duitnya..:P or apa 6 bulan sekali? dengan pencatatan uang masuk dan keluar, merupakan data yg cukup-kan bu untuk menghitung “Balance Sheet (neraca keuangan), Income Statement (Laporan Laba Rugi) dan Cash Flow (Laporan arus kas)” need your direction, soale campany-companyan saya baru jalan 2 bulan ini thanks
o

Oleh: anggi on Desember 14, 2007 at 12:56 am

2. Anggi, Nggak usah bingung dengan istilah di atas. Laporan Laba rugi, pada dasarnya cuma pendapatan dikurangi biaya, hasilnya keuntungan. Kalau punya usaha, sebagian keuntungan ini digunakan untuk menambah

modal lagi agar perusahaan berkembang, dan sisanya namanya free cash flow. Free cash flow ini yang digunakan atau sebagai dasar untuk angsuran jika ingin pinjam modal pada pihak ketiga atau Bank. Biaya, pisahkan biaya yang fixed (seperti listrik, air, gas, biaya tenaga kerja), dan biaya variabel (operasional dan pemasaran). Gajinya pemilik diambil dari biaya gaji….dan tentu tak boleh seenaknya ambil dari usaha, nanti usahanya malah bangkrut, bukannya berkembang. Sederhana kok…kalau mau mengerti betul, bisa diskusi dengan teman-teman yang punya latar belakang ekonomi…atau kursus (saya dulu kursus di Lembaga Manajemen FEUI, tiap sore).
o

Oleh: edratna on Desember 14, 2007 at 1:31 am

3. Bu, dalam posisi bagaimana sebuah usaha itu dikatakan harus gulung tikar: apakah benar usaha itu sebaiknya “digulung tikarnya” manakala dari cash flow itu terlihat jelas, lebih besar paku daripada palu maksudnya rugi terus lah…
o

Oleh: kurtubi on Desember 14, 2007 at 1:52 am

4. Ma Kurt, Sesuai hukum perusahaan dinyatakan bangkrut, jika modal perusahaan telah mengalami rugi sebesar 75%. Artinya modal sudah tak mengcover hutangnya. Sedang dari cash flow atau aliran kas, kita akan mengetahui apakah dari aliran kas tadi hasil akhirnya positif atau negatif. Jika negatif, maka akan memakan modal, dan jika dimakan terus menerus maka modalnya akan negatif…kalau udah begini maka perusahaan udah nggak bisa menutup hutangnya. Jika terjadi seperti ini, pertama-tama yang harus dilakukan, terpaksa menjual aktiva tetapnya untuk menutup hutang.

Dengan monitor cash flow kita bisa melihat sejak dini, dan mengetahui apa sumber masalahnya. Apakah penjualan kita besar tapi penjualan secara kredit, dan sulit menagihnya (piutang pada pihak ketiga banyak tak tertagih)….jika ini yang terjadi, maka harus menggalakkan penagihan, dan pembeli yang tak bisa dipercaya jangan diberikan penjualan kredit, tapi harus tunai. Saat krisis ekonomi, semua harus tunai, membeli bahan baku harus tunai dan penjualan tunai…ini untuk mengatasi cash flow perusahaan. Semoga jawaban saya bisa memuaskan.
o

Oleh: edratna on Desember 14, 2007 at 2:30 am

5. hai…bu… saya mahasiswi akuntansi disebuah PTN. Nice artikel, artikel ini mungkin bisa saya pake sebagai tambahan dalam penulisan skripsi saya. bu saya mo tanya apakah ibu punya artikel tentang kemunculan laporan arus kas atau jurnal-jurnal tentang mengapa laporan arus kas wajib di laporankan dalam laporan keuangan suatu perusahaan/instansi. Saya harap ibu bisa membantu saya karena saat ini saya sedang dalam tahap penulisan skripsi. judul skripsi yang saya teliti adalah “kemampuan laba dan laporan arus kas dalam memprediksi laba dan arus kas masa depan. mohon bantuannya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih
o

Oleh: neni fitriana on Desember 28, 2007 at 12:34 pm

6. Neni fitriana. Seharusnya banyak ya buku-buku yang sesuai, karena laporan arus kas memang wajib dilaporkan…pernah baca laporan audit akuntan? Kan selalu ada laporan arus kas nya, laporan sumber penggunaan dana, bahkan sampai detail sekali. Saya justru mendapatkannya saat bekerja (latar belakang saya non ekonomi), karena ada pendidikan klasikal, yang terus di up date sesuai tingkatan. Yang jelas pengajarnya para bankir dan dosen UI atau LPPM…bahkan dari Citibank dan Cahse Manhatan Bank. Coba

cari di Gramedia…atau malah kemungkinan majalah ekonomi. Di perpustakaan universitas tak ada? Kadang yang bagus memang buku dalam bahasa Inggris…coba deh, saya yakin di perpustakaan ada.
o

Oleh: edratna on Desember 28, 2007 at 2:13 pm

7. Mbak Neni. Menurut saya laporan keuangan suatu perusahaan wajib dilaporkan secara detail dan akurat untuk tujuan laporan perpajakan. Karena dari itu Proses audit atau laporan audit KAP diperlukan (kususnya utk perusahaan publik) utk memastikan transaksi2 yg dilaporkan di laporan keuangan akurat. Internal reporting: laporan keuangan utk di review oleh management di perusahaan tsb, performance review, profit and losses review, expense control, Budgeting dan forecasting.(accrual and cash basis) External reporting: Pembayaran pajak ke pemerintah, dan biasanya berdasarkan cash flow/cash basis (berapa cash yg diterima dari A/R installment per period) bukan accrual basis ( total Sales regardless cash/ A/R). referensi yg waktu saya pakai semasa kuliah. “Intermediate Accounting” Publikasi McGraw Hill pengarang;Spiceland, Sepe, dan Tomassini semoga itu cukup membantu! dan semoga sukses dengak skripsinya
o

Oleh: Adi on Januari 12, 2008 at 12:18 pm

8. Adi, Thanks infonya, semoga membantu Neni

o

Oleh: edratna on Januari 12, 2008 at 1:07 pm

9. maaf, saya mau tanya kalau free cash flow (aliran kas bebas) dengan idle funds (dana nganggur) itu sama ato beda ya?… Soalnya ada yang berpendapat kalo FCF itu sama dengan IF, tapi saya cari di buku ga dapet. tolong penjelasannya ya? soalnya ini penting bgt bwt skripsi yg lg saya buat.. Thx b4..
o

Oleh: isma on Januari 15, 2008 at 9:45 am

10. Isma, Jika mau buat skripsi harus mendasarkan pada teorinya dulu…(konsep dan teori), baru bagaimana aplikasinya dilapangan. Saya tak tahu yang dimaksud pertanyaanmu tentang IF, harus dijelaskan dulu. Tapi yang disebut Free Cash Flow (FCF), adalah cash flow setelah dikurangi dengan biaya lainnya (termasuk biaya untuk angsuran hutang)…jadi benar-benar cash flow yang bisa dimanfaatkan…bisa untuk investasi, atau modal kerja, atau menambah cadangan…cadangan ini jangan-jangan yang dimaksud dengan IF. Cek lagi, karena kita tak bisa sekedar menduga…lihat teorinya.
o

Oleh: edratna on Januari 15, 2008 at 9:53 am

11. GUE ENGGAK NGERTI SAMA SEKALI MASALAH CASH FLOW, TOLONG AJARIN DONG

Andhi, Jika berminat dan ingin belajar, bisa ikut kursus yang diadakan di berbagai lembaga pendidikan, seperti : LM FEUI, LPPM, LPPI, IPPM, IPPM Prasetya Mulya dll.
o

Oleh: ANDHI on Maret 22, 2008 at 3:55 pm

12. pengen tanya about free cash flow, kira2 FCF ini kalo investor pengen investasi jd pertimbangan g sih??terutama di Indonesia??soalnya di Amerika FCF jd p‟timbangan banget. truz ada yg pny alamat email or website sapa gt yg bisa diajak sharing dan ngerti masalah ini???thx b4 Dina, Jelas free cash flow sangat penting, karena yang lain udah nggak bisa diutak atik. Dengan melihat pergerakan FCF ini, kita bisa melihat kemampuan perusahaan untuk mengelola likuiditasnya… dan justru ini yang biasanya diperhatikan oleh investor, Bank, perusahaan asuransi dll. Kayaknya untuk masalah finance nggak mudah sharing melalui email, karena setiap peusahaan atau setiap laporan keuangan punya keunikan sendiri-sendiri….tapi anda bisa saja mencoba terutama menghubungi pemilik blog yang mengkhususkan diri pada bidang ini. Namun biasanya mereka juga orang-orang sibuk, dan tentu saja hanya menjawab dari hal-hal yang berkaitan dengan yang tertulis pada tulisan yang diterbitkan pada blognya. Bukankah menulis hal-hal serius lebih sulit? Oleh karena itu sekolah bisnis dasarnya adalah praktek, diskusi dari berbagai studi kasus yang pernah terjadi di dunia nyata.
o

Oleh: dina on Mei 6, 2008 at 7:43 am

13. Bu, kalau mau ngitung free cash flow? kalau accrued taxes di balance sheet nilainya negatif,kalau mau nyari net working capitalnya itu mengurangi atau menambah?kan net working capital = current assets – current liabilities. tolong dibalas di wordpress saya ya bu.

Nandi Wardhana, Membahas laporan keuangan dalam blog ternyata tidak mudah ya. Free cash Flow artinya benar-benar free…yaitu cash flow yang sudah tak tergantung pada apapun. Dalam laporan keuangan, FCW ini adalah benar-benar sudah merupakan laba tiap periode berjalan. Dan FCW ini tak ada kaitan dengan Net Working Capital.…karena NWC untuk menilai likuiditas perusahaan, dan letaknya pada neraca. Sedangkan FCW adalah untuk membuat perencanaan untuk melakukan investasi dan ekspansi usaha, baik untuk meningkatkan modal kerja atau yang lain, dan letaknya pada Laporan Laba Rugi. Dan ini juga tak ada hubungan dengan accrued taxed, dan saya tambah aneh kenapa accrued taxes nilainya negatif? Coba Nandi diskusi dengan teman yang memahami laporan keuangan, jangan-jangan pemahamanmu keliru.
o

Oleh: nandi wardhana on Mei 21, 2008 at 5:34 pm

14. rumus mancari free cashflow => cari net working capital tahun ini = current assets – current liabilities. cari net investment in working capital= net working capital tahun ini kurangi net working capital tahun kemarin. Cara mencari Nopat= Ebit x (1-tax rate). dan kemudian free cashflow itu = Nopat – net investment in working capital. kan accrued tax itu masuk current liabilities bu. dan dikasus finance tentang Kota Fibres LTD itu accrued tax memang negatif. kalau perlu saya kirimkan casenya bu kalau ibu ternyata memang perlu. Nandi, Kalau case riil memang bermacam-macam…apalagi setelah krisis ekonomi, banyak perusahaan yang negatif cash flow…dan hal ini hari-hari saya temui pada tahun-tahun sekitar 1999-2004, saat saya masih memimpin Divisi Restrukturisasi. Maksud saya, diskusi tentang hal ini sulit jika tak tatap muka….dan tentu saja blog ini hanya sekedar pancingan, serta bagi kaum pemula. Untuk diskusi finance yang lebih detail dan advance diperlukan ruang tersendiri.
o

Oleh: nandi on Juni 1, 2008 at 12:24 am

15.

Bu kalau mau bikin cashflow yang benar apa betul. dari data rmbts ( Biaya ) dikurangi dengan penerimaan piutang. untuk cash flow unit
o

Oleh: belva on Juni 9, 2008 at 10:04 am

16. dalam menghitung FCF terdapat banyak rumus yang digunakan. kira2 apakah perbedaan rumus tersebut dapat menimbulkan hasil FCF yang sebenarnya dimiliki juga berbeda???
o

Oleh: diana on Juli 13, 2008 at 6:16 pm

17. saya pernah liat perhitungan FCF, disitu unsur deferred tax dan interest expenses. mu nanya kaitan k2 ny dengan perhitungan FCF..makasi
o

Oleh: betty on Agustus 21, 2008 at 11:48 am

18. Mencermati CF bagi perusahaan memang sangat penting. Meski laba di income statement tinggi, kalau CF jelek, kemungkinan besar perusahaan akan bangkrut karena tidak mampu membayar kewajiban2nya. Nah, uniknya di sektor pemerintahan (yang memiliki karakteristik sangat berbeda dengan bisnis) yang “masih” menerapkan cash basis, CF tidak dipandang terlalu penting dalam hal pelaporan, tetapi paling penting dalam hal pelaksanaan. Artinya, para pejabat berebut untuk menerima aliran kas keluar dalam bentuk belanja (=biaya)…
o

Oleh: syukriy on Agustus 26, 2008 at 6:43 am

19. bu, saya mau minta tolong ni tentang FCF, saya gk ngert bagaimana perhitungan nya,apakah ada cara tercepat untuk melihat suatu perusahaan tersebut memiliki FCF negatif atau Positif? sedangkan saya lagi membhas topik tersebut dalam proposal saya?…tolong yah bu…tolong secepatnya yah…saya tidak akan melupakan jasa ibu…thanx a lot.
o

Oleh: shelly on Oktober 26, 2008 at 6:59 am

20. FCF tu terletak di laporan laba rugi ya seperti yang ibu bilang,tapi bagaimana cara melihatnya mksudnya mengetahuinya?karena saya uda mencari-cari tapi gk ketemu2….thanx a lot
o

Oleh: shelly on Oktober 26, 2008 at 7:03 am

21. kalo free cash flow perusahaan tinggi, biasanya dividen yang akan dibagikan ke pemegang saham gimana? lalu kalo free cash flow nya rendah juga gimana pengaruhnya ke pembagian dividen?
o

Oleh: yolanda on Oktober 31, 2008 at 7:25 am

22.

kalo free cash flow perusahaan tinggi, maka dividen yang akan dibagikan ke pemegang saham gimana? lalu kalo free cash flow nya rendah juga gimana?
o

Oleh: ekinceng on Oktober 31, 2008 at 7:27 am

23. Pengaruh FCF terhadap dividen?
o

Oleh: ekinceng on Oktober 31, 2008 at 7:28 am

24. bu, saya mo minta tolong niy,,,bedanya free cash flow yg positif dan negatif apa??? trus dampaknya terhadap pemegang saham apa?? apakah bisa dihubungkan dengan teori sinyal atau hanya dengan teori keagenan saja?? terima kasih ya bu,,,tolong bantu saya ya bu,,,penting sekali untuk tesis saya buk…tolong ya buk…terima kasih sebelumnya……
o

Oleh: tania on Desember 1, 2008 at 11:40 am

25. sore bu”"” aku tertarik dengan masalah cash flow.. mungkin minta bayangan mengenai cash flow.. ???? secara bacgrond pendidikan saya lulusan teknik Industri di Bandung.. sekarang saya bekerja di kawasan tangerang,,, kebetulan saya bulan depan ada niat untuk buka usaha kecil kecilan yaitu jualan baso, mie ayam sama es buah dan bermacam just…

saya minta masukannya dari ibu bagai mana cara membuat cash flow yang baik… jujur saya pernah diajarin di kampus tapi saya sudah lupa… mohon penjelasannya ya bu???? terima kasih
o

Oleh: yadi S on Desember 2, 2008 at 4:17 pm

26. hmmm, mw nanya.. apa si bedanya arus kas internal sm arus kas eksternal??
o

Oleh: lisa on Desember 4, 2008 at 3:37 pm

27. Bu Edratna, saya sudah menjalankan usaha saya kurang lebih 2 tahun, tapi sampai saat ini saya belum pernah membuat cash flow. Gimana cara memulai untuk membuat cash flow ? Trimakaih sebelumnya Bu.
o

Oleh: akbar achmad on Desember 7, 2008 at 9:28 am

28. Bu saya mahasiswa program profesi apoteker, saya mau tanya jika cash flow negatif..sebaiknya asumsi yang harus kita berikan apa? apa yang kita sarankan untuk bisa merubah cash flow menjadi positif? terima kasih bu (r4chko@yahoo.com)

o

Oleh: rahmat riyadi on Desember 11, 2008 at 10:42 am

29. Halloo.. Ibu Ratna, salam kenal:).. Bu, Thanks banget untuk artikel „Cash Flow‟ -nya yaa.. coz menolong aku di saat bekerja (ditempatkan) di luar kota, so pada saat diminta memaparkan pembahasan cash flow di desa ga jadi gagap n bindun… berhubung semua buku2 ekonom tidak di bawa.. Ok, c u again:)..
o

Oleh: Silvara on Februari 10, 2009 at 5:25 pm

30. Dear Bu Ratna, saya lagi ngedit buku berjudul Great Cash Management Great Profit yang ditulis oleh seorang mantan direktur keuangan Telkom. Buku tersebut menitikberatkan pengelolaan uang yang dilakukan oleh manajer/direktur keuangan sebuah perusahaan. Pertanyaan saya: Apakah tiap manajer bagian lain atau nonkeuangan harus memahami laporan keuangan yang dibuat manajer/direktur keuangan? Kadang terjadi konlik antarbagian di sebuah perusahaan karenaa tiap bagian berbeda konsep tentang konsep keuangan. Kalau ibu punya naskah finansial yang berisikan cara menghadapi dampak krisis finansial, monggo bu. Atau Ibu mau membahas pengelolaan keuangan keluarga? Salam, Rayendra L. Toruan Editor PT Elex Media Komputindo Gedung KOMPAS GRAMEDIA Jl. Palmerah Barat 29-37 Jakarta 10270

Rayendra, Sebaiknya setiap orang (baik ibu rumahtangga), apalagi seorang manajer, memahami tentang laporan keuangan. Bagi pekerja, memahami laporan keuangan penting, untuk mengetahui bagaimana arah perusahaan, pengelolaan keuangan perusahaan….bahkan ibu rumah tanggapun akan jadi lebih bisa mengatur keuangan keluarganya jika memahami hal ini. Konflik sebetulnya dapat dihindari jika memahami fungsi masing-masing dan adanya transparansi di perusahaan tsb, bahkan unit lain bisa membantu kondisi perusahaan di masa sulit, misalnya dengan menerapkan efisiensi. Terimakasih tawarannya, cuma saat ini masih sibuk banget, belum punya kesempatan menulis untuk dijadikan buku. Menulis di blog kan berbeda dibanding jika kita menulis untuk sebuah buku.
o

Oleh: Rayendra L. Toruan on April 15, 2009 at 10:49 am

31. Selamat siang ibu Ratna yang hebat, Mau komentar, takuuuut salah. Tapi pingin cerita sedikit saja. Meskipun saya seorang guru sedikit mengenal Cash Flow juga, pingin menganalisa terapannya dalam kehidupan. Sayang sampai hari ini masih belajar, belajar menulis seindah ibu Ratna. Puspita, Sayapun sampai sekarang masih belajar juga kok…
o

Oleh: Puspita W on Mei 12, 2009 at 2:59 pm

32. bu, saya dinda mahasiswi PTS di jakarta. sekarang ini saya sedang menyusun skripsi akuntansi dg judul “Analisa Pengaruh Free Cash Flow dan Kepemilikan Manajerial terhadap Kebijakan Utang pd Perusahaan Manufaktur di BEI” saya sudah selesai mengolah data. hasil olah data saya : 1. Free cash flow tidak memiliki pengaruh yg signifikan terhadap kebijakan utang 2. Kpemelikan manajerial memiliki pengaruh yg signofikan terhadap kebijakan utang.

yg ingin saya tanyakan adalah : apa alasan logis free cash flow tidak memiliki pengaruh yg siginifikan terhadap kebijakan utang ?? itulah yg ditanyakan oleh dosen pembimbing saya, dan saya bingung menjawabnya. saya harap ibu dapat membantu saya.. oiya bu, sekedar tambahan, skripsi saya mengangkat isu tentang konflik keagenan di perusahaan, dalam hal ini kaitanya dengan free cash flow…
o

Oleh: dinda on Juli 13, 2009 at 1:59 pm

33. saya mau buka usaha cash dan credit bu cash flow nya gimana bu …
o

Oleh: NIRWATI on Januari 14, 2010 at 8:00 pm

34. Salam, Bu Ratna, saya sedang menjalankan usaha perdagangan dan masih belajar mengenai cash flow… sekiranya bentuk pencataatan yang seperti apa ya bu‟ untuk dapat memantau laporanlaporan mengenai arus kas nya… terima kasih bu ratna, mohon referensinya.
o

Oleh: wisnu aji on Februari 8, 2010 at 8:31 pm

35. salam bu… saya masih mahasiswi adm.niaga, namun sedang bekerja juga di supplier sbg tenaga accounting, sya diharuskan menangani maslh keuangan dan pajak. semasa kuliah sy

merasa akuntansi itu mudah karna sy bisa menjawab soal dg cukup baik, ternyata pada saat kerja, sy kesulitan utk mengerjakan laporan keuangan, aplagi pajak. sy mau minta saran bu, gmn saya bisa mendapatkan referensi yg bagus supaya sy bisa mngerjakan pkrjaan sy sbg adm semaksimalnya. terima kasih.
o

Oleh: henny on Juni 11, 2011 at 1:46 pm

36. salam hangat perkenalkan saya mamluatul hikmah mahasiswi unikom bandung saya mau bertanya bu ibu punya rekomendasi judul buku yang menjelaskan secara detail mengenai free cash flow ini? saya sangat memerlukannya karena judul skripsi yang akan saya bahas yaitu “pengaruh earning per share dan free cash flow terhadap harga saham”. tolong dibantu yah bu Lulu, Di Gramedia banyak kok….memang tak semua ada di satu buku. Dan bukankah kalau menulis skripsi buku yang dibaca harus banyak. Jadi saya tak menjawab pertanyaanmu, silahkan ke toko buku, atau perpustakaan, cari buku tentang manajemen keuangan (a.l. buku tentang Account Officer) …sedang tentang saham ada banyak buku, lihat di bagian investasi keuangan, analisis saham dll. terima kasih sebelumnya wassalam
o

Oleh: Mamluatul Hikmah on September 23, 2011 at 1:57 pm

37. Saya mempunya toko textile dengan omset rata-rata Rp 275 juta/bulan. tetapi sampai saat ini saya belum punya pembukuan yang baik, termasuk untuk cash flow. yang ingin saya tanyakan, apa ukuran pasti bagi kita untuk menentukan waktu yang tepat untuk kita melakukan ekspansi bisnis atau memperkuat bisnis yang ada?

o

Oleh: fahmi on September 27, 2011 at 11:32 am

38. salam kenal y bu.. Ibu..izin baca2 tulisannya ya..^_^
o

Oleh: Junud on Oktober 19, 2011 at 4:46 pm

39. ibu, perkenlakan sy seorang mahasiswa… saya mengikuti organisasi PA dan dipercayakan menjadi bendahara, dan diharuskan membuat laporan. kira2 laporan keuangan apa yg harus sy buat untuk per bulannya??
o

Oleh: re on Maret 27, 2012 at 8:23 pm

40. ikutan ah…. bu mau tanya gimana caranya kalau menghitung keuntungan bisnis koperasi dari cash flow apakah hal itu bisa dilakukan.karena item produknya banyak? Bisa….jenis usaha apapun bisa dilihat cash flownya, karena justru ini yang harus dimonitor apakah usaha tsb menguntungkan apa tidak. Anda bisa belajar dari buku, atau kursus singkat…kalau di Jakarta, Lembaga Manajemen Fakultas EkonomiUI banyak memberikan workshop untuk memahami hal tesebut.

Perlukah memahami analisis sumber dan penggunaan dana?

Mengapa kita harus memahami sumber dan penggunaan dana? Pemahaman ini diperlukan, agar kita bisa mengelola keuangan dengan benar, dan tidak terjadi missmatch antara sumber dan penggunaan dana. Pemahaman tentang sumber dan penggunaan dana ini, tak hanya perlu untuk pimpinan perusahaan, atau orang yang bertanggung jawab di bidang keuangan, namun juga diperlukan ibu rumah tangga agar bisa mengelola keuangan secara benar. Apabila kita melihat sebuah laporan keuangan, selain menilai perkembangan laporan keuangan tersebut, serta melihat angka ratio-ratio keuangan perusahaan, maka kita juga perlu melihat apakah dana yang ditanam dalam perusahaan tersebut telah digunakan sesuai tujuannya. Bagaimana cara mengetahui hal tersebut? Pertama-tama harus mengetahui sumber dan penggunaan dana, apakah dana yang berasal dari dana jangka pendek, digunakan untuk keperluan jangka pendek (misal:meningkatkan modal kerja), serta telah tertanam dalam aktiva lancar, serta tidak digunakan untuk keperluan investasi. Untuk menganalisis bagaimana sumber dan penggunaan dana suatu perusahaan, di bawah ini disampaikan “high light” laporan keuangan PT XYZ, yang bergerak dibidang usaha jasa perhotelan.

Untuk menganalisis sumber dan penggunaan dana, sebelumnya harus dipahami, apa yang termasuk dalam sumber dana, dan apa yang termasuk dalam kategori penggunaan dana. Di bawah ini disampaikan pos-pos sumber dan penggunaan dana berdasar konsep Net Working Capital (NWC). Menurut konsep ini, kita melihat perubahan-perubahanang ada pada laporan keuangan di luar aktiva lancar dan hutang jangka pendek (NWC= aktiva lancar-hutang jangka pendek) Yang termasuk dalam Sumber Dana, adalah:
    

Laba usaha Penyusutan Penurunan Aktiva tetap Penurunan Aktiva lain-lain Penurunan Net Working Capital

Sedangkan yang termasuk dalam Penggunaan Dana, adalah:
    

Kenaikan aktiva tetap Kenaikan aktiva lain-lain Kenaikan Net Working Capital Pembayaran Hutang jangka panjang Kerugian

Dari laporan keuangan PT XYZ dapat di susun laporan sumber dan penggunaan dana sebagai berikut :

Berdasar sumber dan penggunaan dana tersebut di atas, terlihat bahwa PT XYZ telah menggunakan sumber dan penggunaan dana sesuai tujuan. Darimana kita mengetahui jika terjadi penggunaan dana yang tidak wajar? Jika terjadi selisih antara sumber dana dan penggunaan dana, dimana penggunaan dana lebih kecil dibanding sumber dana. Hal ini perlu diteliti lebih lanjut, apakah penggunaan tadi telah mendapat persetujuan RUPS atau Direktur keuangan yang berwenang. Pada perusahaan keluarga, hal seperti ini sering terjadi, yang menunjukkan bahwa masih tercampurnya administrasi keuangan perusahaan dengan keuangan keluarga.

Mengapa harus bisa membaca apa yang ada dibalik laporan keuangan?
Pernahkah mendengar tentang forensik accounting? Dalam perkembangan, accounting tidak sekedar bisa menyusun laporan keuangan, namun sebagai pimpinan kita harus bisa membaca apa yang ada dibalik laporan keuangan tersebut. Bayangkan jika Anda seorang investor, dan ingin menanamkan modal pada perusahaan A, maka Anda tentunya harus mengetahui kinerja perusahaan A yang tercermin dalam laporan keuangannya. Apakah itu cukup? Ada 3 (tiga) jenis laporan keuangan yang harus diperhatikan: 1. Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan (disebut home statement) 2. Laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan terdaftar (audit accounting) 3. Laporan keuangan yang telah dilakukan recasting Dimanakah fungsi forensik accounting? Dari laporan yang telah diaudit akuntan sebetulnya diharapkan laporan telah menunjukkan keadaan yang sebenarnya, apalagi bila dalam opininya akuntan telah menyatakan bahwa laporan audit wajar tanpa catatan, namun sebagai seorang investor, atau Bank yang harus menilai kinerja perusahaan yang menerima pinjaman, maka diperlukan satu upaya lagi untuk lebih meyakinkan bahwa laporan keuangan tadi telah menunjukkan hal yang wajar. Laporan keuangan ini juga berguna bagi pemilik perusahaan, untuk mengetahui bagaimana perkembangan perusahaan, serta bagaimana posisinya di tingkat persaingan dengan usaha sejenis. Apa yang dimaksud dengan recasting laporan keuangan? Kegiatan yang dilakukan dengan meneliti dan menyusun kembali laporan keuangan ke dalam suatu format yang lebih sesuai dengan tujuan tertentu. Menyusun ke dalam format dan klasifikasi, adalah dengan melakukan penyusunan ulang laporan keuangan dengan memisahkan: - Transaksi kas dan non kas - Tangible dan intangible assets - Operasional dan non operasional - Lainnya

Misalkan: Untuk rekening piutang, perhatikan apa saja yang terdapat pada rekening piutang. Bagi bank, yang diperhatikan hanya piutang dagang atau piutang usaha, karena unsur inilah sebetulnya yang mempengaruhi modal kerja untuk perputaran usaha. Untuk persediaan, buat agingnya, dan yang mempengaruhi usaha adalah perputaran persediaan, baik perputaran bahan baku, barang setengah jadi maupun barang jadi. Laba, yang perlu diperhatikan berapa laba riil atau laba kas dan laba operasional. Sedangkan revaluasi aktiva hanya menambah aktiva agar perusahaan terlihat berkembang, namun tidak ada pengaruhnya terhadap cash flow Recasting dilakukan terhadap pos-pos tertentu dalam laporan laba-rugi maupun dalam neraca Recasting Laporan Laba/Rugi Pisahkan pendapatan dan beban - Operasional dan non operasional - Kas dan non kas - Bunga Bank/pihak ketiga - Lainnya, seperti biaya Research & Development Recasting neraca Pisahkan aktiva operasional dan non operasional - Perhatikan aktiva leasing, baik off balance sheet maupun on balance sheet - Pos-pos afiliasi (hubungan terkait) - Senioritas hutang - Perhatikan mutu aktiva dan perkembangannya. Pada prinsipnya recasting dilakukan pada setiap pos dalam neraca maupun laba/rugi, untuk mengetahui apakah ada yang tersembunyi dibalik pos-pos tadi. Setelah dilakukan recasting , maka disusun kembali laporan keuangan berdasarkan hasil recasting tadi, dan bila memungkinankan dibandingkan dengan usaha sejenis yang skala usahanya hampir sama. Misalkan, kita memiliki data laporan keuangan beberapa industri sepatu. Maka bisa dibuat perbandingan antara industri sepatu, dan dianalisis dari berbagai segi (termasuk analisa ratio), sehingga akan diketahui:
 

Industri sepatu mana yang paling efisien, dapat dilihat dari perbandingan BOPO (Biaya Operasional dibanding dengan Pendapatan Operasional). Industri mana yang labanya paling tinggi. Dilihat apakah laba yang tinggi tersebut karena penjualan meningkat pesat, atau disamping itu ada efisiensi biaya (menggunakan analisa vertikal dan horizontal) Berapa rata-rata perputaran piutang dan persediaan, dan berapa perputaran modal kerjanya. Semakin cepat perputaran modal kerja, maka industri tersebut juga akan makin baik, karena segera akan diperoleh uang kas. Apakah hal ini benar? Bagaimana jika sebetulnya perusahaan mendapatkan kemudahan untuk mengambil barang dan membayarnya dua bulan kemudian, tanpa dikenai bunga?

Bagaimana komposisi dalam persediaan, dan piutang? Hal ini bisa dilihat dari aging piutang, apakah banyak piutang yang tak tertagih?

Dari hasil analisa, maka akan dapat diketahui industri mana yang paling baik, dan bila kita sebagai pemilik perusahaan, kita dapat mempelajari dari laporan keuangan, dimana pos-pos yang masih dapat ditingkatkan, serta bagaimana caranya. Sebagai pemilik perusahaan, akan lebih mudah dalam mencari data-data sumber laporan keuangan tersebut. Namun hal ini berbeda jika kita berada pada posisi auditor, disini kita harus bisa menganalisis apa yang ada dibalik laporan keuangan tersebut, apakah laporan keuangan telah disajikan secara benar, apakah ada data-data lain yang belum bisa tergali? Dari beberapa kasus keuangan, maka auditor harus bisa memastikan bahwa laporan keuangan yang disajikan telah benar, agar tidak terjadi permasalahan dikemudian hari. Karena bila terjadi sesuatu dikemudian hari, selain pemilik perusahaan, akuntan, maka auditor juga akan dihadapkan pada pertanyaan apakah telah dilakukan audit secara benar, apalagi jika perusahaan tersebut merupakan perusahaan terbuka (go public).

Apa perbedaan dan kegunaan pembiayaan untuk investasi dan modal kerja?
Pernahkah memperhatikan arus proses bisnis di suatu perusahaan? Misalkan A berusaha dibidang perdagangan kelontong. Pada awalnya A membeli barang persediaan dari uang yang berasal dari modalnya sendiri, kemudian barang tsb dijual. Apabila barang laku, dan dibeli secara tunai, maka akan kembali berputar menjadi kas. Sedangkan jika dibayar secara angsuran, maka terjadi piutang. Satu siklus dari kas……persediaan…piutang… kembali menjadi kas …disebut sebagai satu siklus perputaran usaha. Siklus perputaran setiap jenis usaha berbeda, bahkan yang jenis usahanya sama juga berbeda, karena tergantung dari pengelolaan usaha masing-masing. Apabila usaha makin besar, maka A membutuhkan tambahan modal. Tambahan modal ini bisa diperoleh dari pencairan tabungan A, maupun berasal dari pinjaman (pinjaman pihak ketiga ataupun pinjaman dari Bank). Di bawah ini akan dicoba dibahas, untuk lebih memahami apa pembiayaan yang paling tepat untuk meningkatkan usaha, jika dirasakan usaha makin membesar. Karena pembiayaan yang tepat akan menghasilkan peningkatan usaha yang lebih sustainable , serta tidak membesar secara tiba-tiba yang dapat menimbulkan kesulitan dikemudian hari. Secara garis besar, pembiayaan yang digunakan untuk meningkatkan usaha dibagi menjadi 2, yaitu: pinjaman untuk investasi dan pinjaman untuk modal kerja.
Investasi - Digunakan untuk membeli aktiva tetap, seperti mesin produksi, menambah bangunan gudang, menambah bangunan toko, membeli peralatan dan lain-lain, yang gunanya untuk Modal Kerja -Digunakan untuk pembelian persediaan atau stock barang dagangan, serta menggantikan modal yang tertanam pada piutang.

meningkatkan kapasitas produksi usaha - Untuk menilai apakah rencana investasi layak, maka perlu dibuat worksheet dan proyeksi cash flow, berapa total project cost (TPC), sampai dengan pinjaman lunas (termasuk jika melakukan pembiayaan dengan pinjaman). Cash flow akan menggambarkan, perkembangan usaha setelah dilakukan investasi, berapa omzet penjualannya, berapa laba operasionalnya, sampai dapat diproyeksikan berapa perkiraan labanya.

-Cara menilai berapa sebetulnya kebutuhan modal kerja yang wajar adalah:   Hitung berapa perputaran persediaan, perputaran piutang serta perputaran hutang usaha. Berapa perkiraan omzet usaha yang akan ditingkatkan? Disini perhitungan agar dilakukan hati2 dan setelah melakukan riset pasar, agar A telah menghitung secara benar. Yang utama diperhatikan adalah, apakah peningkatan omzet usaha tadi didukung oleh rencana pemasaran yang benar, serta apakah masih ada celah pasarnya. Dari perhitungan perputaran persediaan ditambah dengan perputaran piutang (setelah peningkatan omzet) dikurangi oleh hutang usaha yang akan selalu ada, akan diperoleh besarnya tambahan kebutuhan modal kerja.

- Hitung Net Present Value, bahwa dari nilai laba+penyusutan dari tiap periode, dihitung dengan nilai sekarang. Mengapa yang dihitung laba+penyusutan? Karena penyusutan adalah nilai yang dihitung berdasar perkiraan penyusutan aktiva tetap, yang nilainya dari nilai aktiva saat pembelian dikurangi nilai sekarang, , yang sebenarnya nilai penyusutan ini tidak riil dikeluarkan, sehingga dalam perhitungan cash flow dihitung kembali. - Proyek investasi dinilai layak, apabila: Net Present Value >0 B/C ratio >1 Internal Rate of Return> cost of equity

- Dari kebutuhan modal kerja tersebut, kemudian dikurangi dengan hutang pada pihak ketiga, apabila memang hutang pihak ketiga yang berupa hutang usaha tsb akan selalu ada. Misalnya untuk membeli stock barang dagangan, A diberi kesempatan membayar s/d saat barang tiba, atau selambat-lambatnya satu bulan. Karena harganya sama dengan jika membayar tunai sekaligus, akan lebih baik jika A mempergunakan kesempatan membayarnya sebulan kemudian. Uang yang ada bisa disimpan di Bank, yang akan memberikan bunga bulanan, dan A hanya mempergunakan uangnya jika diperlukan.

Yang perlu diperhatikan adalah, bahwa apapun pembiayaan yang akan dilakukan untuk meningkatkan omzet usaha, harus didasarkan atas perhitungan secara cermat, apalagi jika pembiayaan tadi menggunakan hutang pihak ketiga (bisa dari orang/perusahaan lain ataupun dari kredit Bank).

A juga harus memantau secara ketat, agar uang untuk tambahan modal kerja maupun untuk investasi, digunakan sesuai dengan tujuannya. Pemantauan ini juga termasuk pemantauan, apakah setelah tambahan investasi/modal kerja, omzet usaha sesuai dengan yang direncanakan (sesuai proyeksi cash flow)? Apabila tidak sesuai, maka A harus bekerja keras untuk menggiatkan pemasaran sehingga target bisnis dapat tercapai. Demikian juga pemantauan meliputi, apakah perputaran piutang masih wajar, jika makin banyak yang belum tertagih, segera tingkatkan penagihan. Juga perlu dilihat, apakah perputaran usaha A memang wajar sesuai usaha sejenis (baik jenis usaha maupun besaran usaha/skala bisnisnya). Kemudian A harus memperhatikan, sebetulnya apa yang diperlukan? Apakah perlu untuk meningkatkan kapasitas produksi (menambah ruangan toko, gudang), atau untuk tambahan modal kerja karena toko yang ada dirasakan masih memadai. Hal ini sangat penting agar tak terjadi kesalahan dalam sumber dan penggunaan dana, yang berakibat pada mismatch pendanaan. Sebagaimana diketahui, untuk pembiayaan investasi yang diperlukan adalah dana jangka panjang, sedang untuk modal kerja adalah dana jangka pendek, karena perputaran usaha tidak sampai 1 (satu) tahun. Apabila terjadi kesalahan penggunaan dana, misalkan pembiayaan investasi menggunakan dana jangka pendek, apalagi mengambil sebagian modal kerja, hal ini dapat berakibat fatal karena modal kerja usaha akan terbatas, yang pada gilirannya A akan kesulitan likuiditas, jika sewaktu-waktu terjadi kenaikan permintaan akan barang. Si Ghe Si Ghe Cara Membuat Jurnal Akuntansi Mudah Di si-ghe.blogspot.com

Rumus Analisis Rasio Laporan Keuangan Perusahaan
Saturday, November 24th, 2012 | on Analisis Keuangan, Laporan Keuangan

Mengapa analisis Laporan keuangan diperlukan?
Analisis rasio laporan keuangan yang dijasikan oleh manajemen suatu perusahaan diperlukan karena informasi yang disajikan relatif seragam, sedangkan kebutuhan dari pemakai laporan keuangan sangat beragam. Pihak luar tidak terlibat dengan operasi perusahaan sehingga mereka hanya bergantung kepada laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen perusahaan. Kebutuhan mereka kadang tidak dapat secara mudah terpenuhi oleh informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Diperlukan interpretasi, analisis, dan bahkan proyeksi untuk memenuhi kebutuhan sebagian dari pengguna laporan keuangan tersebut.

Tujuan analisis laporan keuangan
Terlepas dari siapa yang akan menggunakan informasi keuangan, umumnya analisis laporan keuangan akan menyangkut usaha untuk mengetahui:

Kondisi likuiditas jangka pendek. Pengguna informsi ingin mengetahui keberlangsungan dari suatu perusahaan dalam waktu dekat. Hal ini merupakan pertanyaan yang paling mendasar sebelum analisis dilakukan, yaitu memastikan bahwa dalam jangka pendek perusahaan masih memiliki cukup uang kas atau aktiva lancar lainnya untuk membiayai kegiatan opersional perusahaan. Arus dana (funds flow). Analisis digunakan untuk mengetahui bagaimana arus kas masuk dan keluar dari perusahaan saat ini dan dimasa depan. Dengan memanfaatkan analisis laporan keuangan, dicoba untuk memprediksi pemasukan dan pengeluaran kas dimasa depan berdasarkan laporan cash flow yang disajikan dalam satu periode yang lalu (historis). Struktur permodalan dan solvabilitas. Lewat analisis laporan keuangan, pengguna informasi ingin mengetahui kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan. Pendapatan akan digunakan untuk membiayai pengeluaran dan sisanya merupakan keuntungan yang berarti menambah kekayaan pemegang saham. Return dari investasi (return of investment). Sebagai pemilik modal pada perusahaan tentu saja nilai yang ada pada saham merupakan nilai investasi yang semestinya menghasilkan profit (keuntungan) atau memaksimalkan nilai investasi pada satu periode akuntansi dengan periode akuntansi lainnya. Utilitas atau penggunaan asset. Dalam menghasilkan pendapatan (revenue) dibutuhkan adanya aset. Aset atau aktiva yang ada merupakan alat bagi perusahaan untuk kemudian beroperasi, menghasilkan pendapatan , mendapatkan keuntungan, dan menambah modal pemilik lewat pemupukan keuntungan perusahaan. Kinerja operasi perusahaan. Dengan analisis laporan keuangan, akan diketahui kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan dan menutupi pengeluaran sedemikian rupa hingga dapat menghasilkan laba operasi yang maksimal. Demikian juga bila dibandingkan dengan industry sejenis. Kinerja yang baik akan ditunjukkan salah satunya dengan hasil usaha atau keuntungan yang diatas rata-rata industry sejenisnya.

Teknik analisis laporan keuangan

Laporan keuangan yang akan dianalisis meliputi :
  

Neraca Laporan rugi-laba Laporan cash flow

Analisis laporan keuangan dimulai dari data financial yang disajikan pada laporan keuangan untuk kemudian ditarik suatu kesimpulan. Analisis dapat dilakukan atas beberapa tahun buku untuk kemudian didapatkan pola perubahan yang disebut sebagai trend. Bisa juga dilakukan terhadap komponen yang ada dalam laporan keuangan dalam satu periode. Adapun analisis laporan keuangan bisa dilakukan dengan beberapa metode (pilih untuk melihat pembahasannya) :
           

Rasio penjualan bersih terhadap aktiva Modal kerja dan rasio lancar Analisis vertikal Analisis horizontal Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemilik Perputaran piutang usaha Rasio Perputaran Persediaan Rasio kiamat – Doomsday ratio Rasio aktiva tetap terhadap kewajiban jangka panjang Rasio cepat – Quick Ratio Hasil dividen – Dividend Yield Rasio harga terhadap laba – Price Earnings Ratio

Untuk analisis laporan keuangan lainnya sedang dalam proses penyusunan (update), semoga dengan membaca artikel ini memberikan anda pemahaman mengenai pembacaan laporan keuangan. Semoga bermanfaat.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Debit dan Kredit
Thursday, January 5th, 2012 | on Akuntansi Dasar

Apa itu Debit dan Kredit?
Oleh Oni Zamroni Debet dan kredit. Saya fikir teman-teman sudah faham mengenai apa itu akuntansi, karena kita sudah membahas panjang lebar mengenai akuntansi pada kesempatan yang lalu. Pada obrolan

sebelumnya kita telah membahas mengenai Dasar Akuntansi atau Persamaan Akuntansi, anda masih ingat bukan? Okey jika masih ingat, kita lanjutkan obrolan kita. Telah kita ketahui bahwa persamaan akuntansi terdiri dari :

Harta = Kewajiban + Modal

Konsep Debit dan Kredit Dalam persamaan akuntansi terdapat istilah Debit (Dr) dan Kredit (Cr). Debit dan kredit digunakan untuk membedakan penambahan dan pengurangan dari setiap Akun. Bagi anda yang belum mengetahui Akun, pemahaman sederhananya yaitu nama umum dari persamaan akuntansi. Jadi, harta disebut akun, kemudian Kewajiban disebut akun, begitu dengan modal juga disebut akun. Semua yang ada pada persamaan akuntansi baik harta, kewajiban, dan modal adalah kumpulan Akun. Untuk pemahaman mengenai akun akan kita bicarakan pada obrolan berikutnya, okey.

Debit Sisi Kiri dan Kredit Sisi Kanan
Perlu anda fahami mengenai debit kredit, keduanya mempunyai sisi yang berlawanan dalam hal tata letak (lay out) seperti halnya sandal jepit, ada yang sebelah kiri dan ada yang sebelah kanan. Jika anda hanya memiliki sandal yang sebelah kiri, tentu saja anda malu untuk memakainya, kecuali anda menciptakan satu trend baru hehe. Lanjut, jadi harus ada keseimbangan antar keduanya. Tata letak Debit, wajib berada pada sisi sebelah kiri dan sebaliknya untuk Kredit, wajib berada di sisi sebelah kanan. Lihat ilustrasi :

DEBIT

<<== Sisi Kiri KREDIT

Sisi Kanan ==>>

Jika kita hubungkan antara debit dan kredit dengan persamaan akuntansi, bisa diilustrasikan sebagai berikut : Keterangan Harta Kewajiban Modal

Penambahan (+) Pengurangan (-)

Debit Kredit

Kredit Debit

Kredit Debit

Setiap akun memiliki saldo normal, untuk Harta akun normalnya adalah debit atau jika ada penambahan berada di sisi debit dan jika ada pengurangan berada di sisi kredit. Untuk Kewajiban akun normalnya adalah kredit atau jika ada penambahan berada di sisi kredit dan apabila ada pengurangan berada di sisi debit. Modal sama halnya dengan Kewajiban, akun normalnya adalah kredit atau jika ada penambahan berada di sisi kredit dan apabila ada pengurangan berada di sisi debit.

Ilustrasi Debit dan Kredit
Gimana, pusingkan? Saya tidak memaksa anda untuk langsung mengerti, saya faham bahwa setiap orang memiliki kapasitas yang berbeda dalam menerima sesuatu yang baru. Okey, kita ilustrasikan dengan contoh pada pembahasan kita yang lalu mengenai dasar akuntansi. Masih ingat, anda sudah menginvestasikan uang untuk usaha “Jualan gado-gado” anda? Betul, anda menginvestasikan sebesar Rp 1 Juta yang alokasinya dari pinjaman sebesar Rp 250 ribu dan uang pribadi anda (modal) Rp 750 ribu, begini ilustrasinya : Investasi anda Rp 1 Juta, menambah akun Harta sebesar 1 Juta, jika harta bertambah artinya posisi ada di sisi debit. Pada Kewajiban bertambah Rp 250 ribu, atas pinjaman yang anda lakukan. Untuk penambahan kewajiban dicatat pada sisi kredit. Pada Modal bertambah Rp 750 ribu, atas modal pribadi anda. Untuk penambahan modal dicatat pada sisi kredit. Akun
Harta Kewajiban Modal

Debit Rp 1 juta -

Kredit Rp 250 ribu Rp 750 ribu

Saya fikir anda sudah memahami apa itu Debit dan Kredit, untuk dialog silahkan anda gunakan fasilitas komentar pada website ini. Sampai jumpa pada obrolan berikutnya, semoga bermanfaat. Silahkan baca artikel sebelumnya; Dasar Akuntansi, Akuntansi Itu Mudah
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

asar Akuntansi
Tuesday, January 3rd, 2012 | on Akuntansi Dasar

Dasar Akuntansi Yang Sederhana
Oleh Oni Zamroni Dasar akuntansi, dari tema yang saya buat di atas tidak sekedar hanya sebatas tema saja. kenapa saya mengusung tema tersebut? Dari pengalaman saya dalam mempelajari ilmu akuntansi, hal dasar yang harus anda fahami dalam ilmu akuntansi adalah dasar akuntansi. Tingkat kesulitan yang saya dapatkan dalam proses belajar dasar akuntansi itu sangat minim sekali, dengan itu mengapa saya menetapkan kata-kata di atas sebagai tema pada obrolan ini. Untuk memahami akuntansi, anda tidak diharuskan menghafal rumus apapun. Anda hanya perlu memahami apa itu dasar akuntansi. Pada umumnya dasar akuntansi disebut juga dengan istilah persamaan akuntansi. Bagi anda yang baru mengenal akuntansi, jangan bingung dengan istilahistilah seperti itu. Anda boleh menyebutnya dengan dasar akuntansi atau juga dengan persamaan akuntansi, itu juga boleh yang penting anda tidak bingun dalam menyebutkan salah satunya. Jika masih bingung, anda boleh berpegangan dulu hehe.

Konsep Dasar Akuntansi

Persamaan Akuntansi atau Dasar Akuntansi
Persamaan akuntansi atau dasar akuntansi, bisa kita analogikan atau umpamakan seperti unit komputer. Anda tahu dong komputer, yang ada di depan anda ini namanya komputer jika anda belum tahu hehe. Okey kita lanjut, komputer terdiri dari CPU (control processing unit) atau mesin, monitor, keyboard, dan mouse, secara umum itulah kira-kira unit computer. Jika kita petakan lagi : Unit Komputer = CPU + Monitor + Keyboard + Mouse Jika salah satu bagian dari unit computer tidak ada, misalnya tidak ada CPU atau tidak ada monitor maka fungsi komputer tidak akan berjalan. Dengan kata lain, dengan tidak lengkapnya bagian dari computer maka kita tidak bisa mengatakan bahwa itu adalah unit computer. Okey sekarang kita hubungkan dengan persamaan akuntansi atau dasar akuntansi. Secara umum persamaan akuntansi bisa kita gambarkan sebagai berikut :

Harta = Kewajiban + Modal
Saya tidak akan memberikan definisi dari gambaran di atas, tapi saya coba membantu anda memberikan pemahaman mengenai gambaran persamaan akuntansi. Jika anda ingin mengetahui definisi dari harta, kewajiban ataupun modal, anda tinggal Googling saja ya di internet, di Google banyak sekali website yang membahas masalah definisi mengenai harta, kewajiban dan modal. Seperti halnya unit computer, pada masing-masing elemen atau bagian dari persamaan akuntansi harus saling melengkapi. Ada harta tentu saja harus ada kewajiban ataupun modal, dan begitu sebaliknya ada kewajiban dan modal tentu harta tidak boleh ketinggalan.

Deskripsi Persamaan Akuntansi
Kita perluas lagi obrolannya, umpamanya anda berniat untuk membuka usaha jualan gado-gado. Usahanya masih tetap sama “Jualan Gado-gado” seperti pada obrolan kita yang lalu mengenai akuntansi itu mudah, agar tetap nyambung yah. Anda membutuhkan dana sebesar Rp 1 juta untuk memulai usaha jualan gado-gado. Dana 1 juta tersebut anda peroleh dari dana pribadi Rp 750 ribu dan dana pinjaman Rp 250 ribu total 1 juta rupiah. Kemudaian seluruhnya anda investasikan pada usaha anda, gambarannya seperti ini : ANDA ================================>> USAHA JUAL GADO-GADO 1 Juta ============= investasi ===========>> 1 Juta Perlu anda ingat, dana Rp 1 juta yang anda miliki sudah anda investasikan kepada usaha jual gado-gado. Jadi, kepemilikan Rp 1 juta sudah tidak menjadi hak anda lagi, dalam hal ini kepemilikan berpindah kepada usaha “Jual gado-gado” anda. Masalah pemisahan kepemilikan akan kita diskusikan pada waktu yang berbeda okey, biar anda lebih fokus. Kita lanjut : USAHA JUAL GADO-GADO => 1 Juta Anda dan saya sepakat bahwa dana 1 juta sudah menjadi milik usaha “Jual gado-gado”. Adapun penjabarannya adalah Harta dari usaha Rp 1 Juta yang terdiri dari Pinjaman atau Kewajiban Rp 250 ribu dan Modal pribadi Rp 750. Persamaan akuntansi : Harta 1 Juta = = Kewajiban 250 ribu + + Modal 750 ribu

Mudah kan? Saya fikir anda sudah memahami fungsi dasar akuntansi atau persamaan akuntansi secara umum, semoga bermanfaat. Anda juga bisa baca artikel Akuntansi itu mudah.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Persamaan Dasar Akuntansi
Friday, January 13th, 2012 | on Akuntansi Dasar

Persamaan Dasar Akuntansi
Oleh Oni Zamroni

Persamaan dasar akuntansi Persamaan dasar akuntansi. Secara dasar saya anggap anda sudah memahami apa itu akuntansi, dengan beberapa topik yang sudah kita obrolkan sebelumnya tentu anda sudah mempunyai konsep memahami akuntansi dari sudut yang berbeda dan tentunya dengan kesederhanaan. Pernah di singgung pada bahasan sebelumnya, bahwa antara kepemilkan pribadi dengan kepemilikan usaha (perusahaan) adalah terpisah. Anda dan usaha “Jual gado-gado” terpisah, masing-masing memiliki satu kesatuan yang utuh. Uang anda ya uang anda, uang perusahaan ya uang perusahaan (meskipun pada dasarnya adalah uang anda sendiri, tetapi anda sudah menginvestasikan kepada usaha anda, jadi 100% milik usaha anda), dalam akuntansi hal itu dinamakan konsep entitas bisnis (business entity), yaitu pemisahan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan perusahaan. Okey kita masuk pada contoh yang lebih real pada persamaan dasar akuntansi, misalnya anda memiliki usaha dengan nama “Bengkel Mobil Sukses” anggap saja usaha anda ini sudah disahkan oleh menteri Hukum dan HAM menjadi bentuk CV sehingga menjadi “CV. Bengkel Mobil Sukses”. Ingat, sekarang terdapat dua entitas, anda dan perusahaan anda. Dari pembentukan CV. Bengkel Mobil Sukses (perusahaan), anggap saja anda menginvestasikan uang Rp 25.000.000,- guna menjalankan bisnis anda. Maka, uang tersebut menjadi milik bisnis anda tetapi anda masih mempunyai kepentingan atau hak pada usaha anda. Apabila kedua hal tersebut kita aplikasikan pada persamaan dasar akuntansi, maka akan terlihat sebagai berikut :

SISI KIRI
Harta / Aktiva 25.000.000,-

SISI KANAN =
Modal Pemilik 25.000.000,Keterangan Setoran pemilik

Dari persamaan di atas terlihat bahwa harta perusahaan anda bertambah Rp 25.000.0000,- dan modal pemilik bertambah sebesar Rp 25.000.0000,-. Anda harus selalu ingat dengan konsep Debit dan Kredit, dengan persamaan ini akan selalu seimbang antara sisi kiri dan kanan. Jika tidak begitu, saya jamin anda akan mengalami kesulitan. So, follow me okey .

Transaksi Persamaan Dasar Akuntansi
Jika kemudian perusahaan anda meminjam uang dari kreditor atau Bank sebesar Rp 20.000.000,maka harta perusahaan anda bertambah Rp 20.000.000,- dan Utang usaha dari pinjaman bank bertambah Rp 20.000.000,- sementara Modal pemilik tidak ada penambahan, kecuali anda investasi lagi kepada perusahaan anda. Okeh, kita masukkan lagi pada persamaan dasar akuntansi :

Aktiva = 25.000.000

Utang Usaha

+ Modal Pemilik 25.000.000

Keterangan
Setoran pemil ik Pinjaman Bank Total

20.000.000 45.500.000 =

20.000.000 20.000.000 + 25.500.000

Perusahaan anda didirikan tentunya untuk memaksimalkan laba atau menghasilkan keuntungan. Kegiatan perusahaan anda berupa pelayanan kepada pelanggan, yaitu jasa perbaikan kendaraan. Misalkan perusahaan anda memberikan service kepada pelanggan, dan sebagai imbalannya perusahaan menerima uang sebesar Rp 500.000,- atas jasa service tersebut. Adapun pengaruh transaksi pada persamaan dasar akuntansi adalah sebagai berikut :

Aktiva

= Utang Usaha + Modal Pemilik

Keterangan

25.000.000 20.000.000 500.000 45.500.000 = 20.000.000 + 20.000.000

25.000.000

500.000 25.500.000

Setoran pemilik Pinjaman Bank Pendapatan service Total

Mari kita peta kan mengenai deskripsi di atas :
 

Uang perusahaan bertambah sebesar Rp 500.000,- dari pedapatan service, transaksi ini menambah harta perusahaan. Penambahan harta karena kegiatan usaha mempengaruhi penambahan Modal, sehingga secara tidak langsung akan menambah akun Modal pemilik sebesar Rp 500.000,-.

Pada contoh kasus di atas, perusahaan anda menjual jasa service yang kemudian langsung menerima uang imbalannya. Penjualan jasa sperti ini disebut penjualan tunai. Kadang dapat saja perusahaan sudah memeberikan pelayanan jasa akan tetapi uangnya tidak langsung diterima. Transaksi ini merupakan penjualan jasa secara kredit atau non-tunai. Karena perusahaan telah memberikan pelayanan jasanya kepada pelanggan berarti perusahaan telah menciptakan pendapatan. Dengan itu perusahaan mempunyai tagihan jasa kepada pelanggan, maka kemudian transaksi ini juga harus dicatatat. Misalkan perusahaan menjual jasa service secara kredit Rp 750.000,- maka harta perusahaan berupa piutang usaha bertambah sebesar Rp 750.000,- dan modal pemilik bertambah sebesar Rp 750.000,-, adapun persamaan dasar akuntansinya akan tampak sebagai berikut :

Aktiva 25.000.000 20.000.000 500.000

+

Piutang = Utang Usaha + Usaha

Modal Pemilik 25.000.000

Keterangan
Setoran pemilik Pinjaman Bank Pendapatan service Pendapatan service kredit Total

20.000.000 500.000 750.000 750.000

45.500.000 +

750.000 =

20.000.000 +

26.250.000

Pada kegiatan usaha perusahaan disamping mendatangkan pendapatan, juga mengakibatkan munculnya pengeluaran uang, misalnya untuk membayar gaji karyawan, membayar biaya listrik, dan telepon dan laiinya. Misalnya perusahaan anda membayar gaji karyawan sebesar Rp 1.150.000,- maka pengaruh dari transaksi ini adalah sebagai berikut :
 

Harta perusahaan berkurang sebesar Rp 1.150.000,Modal perusahaan berkurang sebesar Rp 1.150.000,-

Adapun transaksi tersebut persamaan dasar akuntansinya akan tampak sebagai berikut :

Aktiva 25.000.000 20.000.000 500.000

+

Piutang Usaha

= Utang Usaha +

Modal Pemilik 25.000.000

Keterangan
Setoran pemilik Pinjaman Bank Pendapatan service Pendapatan service kredit Biaya gaji karyaw an Total

20.000.000 500.000 750.000 750.000

-1.150,000

-1.150,000

44.350.000 +

750.000 =

20.000.000 +

25.100.000

Pengurangan harta dan atau bertambahnya utang yang diikuti oleh pengurangan modal sebagai akibat oleh kegiatan usaha disebut expense atau beban atau biaya. Dengan demikian biaya menunjukkan besarnya pengorbanan untuk memperoleh pendapatan. Transaksi keuangan yang lain dapat berupa penyetoran uang oleh pemilik dan penarikan uang oleh pemilik. Penyetoran uang mengakibatkan kas perusahaan bertambah dan modal bertambah, namun penambahan ini tidak berasal dari kegiatan usaha, oleh karena itu bukan termasuk pendapatan atau revenue. Semoga bermanfaat, baca juga Pengguna Akuntansi.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Apa itu Chart of Account?
Oleh Oni Zamroni

Chart of account. Apa yang anda fikirkan dengan tema ini? Jawabnya, ga usah difikirkan. Anda ga usah bingung dengan tema yang saya tulis di atas, pada obrolan yang lalu telah kita bahas mengenai dasar akuntansi atau persamaan akuntansi (nb: jika belum, sebaiknya baca dasar akuntansi), dijelaskan bahwa persamaan akuntansi adalah :

Harta = Kewajiban + Modal
Okeh, kita refresh kembali ingatan kita mengenai persamaan di atas. Harta bisa dikatakan akun, kewajiban adalah akun, dan modal juga adalah akun. Kesimpulannya dari persamaan di atas adalah kumpulan akun. Jadi secara sederhana chart of account adalah kumpulan dari banyak akun (bagan akun).

Chart of Account Mudah kan? Jika anda bertanya apa definisi chart of accounts secara teori, ya anda tinggal mengetikkan kata kunci tersebut di search engine misalnya google, dan saya tidak menjamin jika anda langsung memahami definisi teorinya, bisa jadi anda malah dibuat bingung. Kita ambil yang sederhana saja dari pemahaman saya di atas, jika anda mendengar kata akun sudah tentu anda faham ya.
Harta = Kewajiban + Modal 2 Kewajiban 2.1 Utang usaha

1 1.1

Aktiva/Harta Kas

1.2 1.3 1.4 1.5 1.6

Piutang usaha Perlengkapan

2.2
3

Sewa diterima dimuka
Modal

3.1 Asuransi dibayar dimuka 3.2 Tanah Peralatan kantor

Modal pemilik Saldo laba

Chart of Account atau Bagan Akun

Tabel di atas adalah persamaan akuntansi yang telah saya modifikasi. Sederhananya, Akun Harta atau Aktiva telah diuraikan menjadi terdiri atas Kas, piutang usaha, perlengkapan, asuransi dibayar dimuka, tanah, dan peralatan. Jadi akun aktiva bisa kita katakan sebagai grup, yang personilnya kas, piutang, dan lainnya. Pada Kewajiban juga sama, kita sebut sebagai grup yang personilnya dalam kasus ini adalah Utang usaha dan sewa dibayar dimuka. Begitu juga dengan modal adalah grup yang personilnya terdiri dari akun Modal pemilik dan saldo laba. Untuk penomoran yang saya buat di atas merupakan kode akun atau nomer akun yang fungsinya sebagai pembeda antara akun satu dengan akun yang lain. Kode akun untuk Aktiva secara umum adalah 1, untuk kewajiban adalah 2 dan untuk modal adalah 3. Sebetulnya ada beberapa kode akun lagi yang belum saya sebutkan di atas, alasannya saya khawatir anda malah menjadi bingung. Saya coba beri yang sederhana dulu, biar lebih mudah difahami, jika anda sudah faham tentu saya akan diskusikan pada topik berikutnya. Chart of Account, apa itu? Jawabnya, ya kumpulan akun. Terdiri dari nama akun dan kode akun. Okeh sekarang anda sudah tau jawabannya. Sampai bertemu di obrolan selanjutanya, semoga bermanfaat. Silahkan baca artikel sebelumnya; Akuntansi Perusahaan, Debit dan Kredit, Dasar Akuntansi, Akuntansi Itu Mudah
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Piutang Usaha
Thursday, May 2nd, 2013 | on Akuntansi Dasar

Penjelasan mengenai Piutang Usaha dan bagiannya
Piutang usaha (Account Receivable) adalah klaim yang diajukan kepada pihak lain dalam bentuk uang, barang, atau jasa. Piutang usaha timbul dari suatu siklus normal bisnis, yaitu siklus dalam perusahaan yang dimulai dari uang kas, membeli bahan baku, mengolah bahan baku menjadi produk. Menjual dengan kredit atau nilai tunai, memiliki piutang, dan kemudian menerima pembayaran piutang dalam bentuk kas. Piutang usaha menjadi penting untuk dianalisis karena dalam praktek sehari-hari hampir semua penjualan yang terjadi jarang yang tunai atau cash and carry. Dengan demikian, diperlukan

waktu untuk merealisasi pembayarannya. Waktu ini bisa berkisar dari hari, minggu, atau bahkan bulan tergantung jenis pembayarannya. Meskipun ada dua jenis usaha yang merealisasi penjualannya dengan tunai saat itu juga, misalnya perusahaan penjualan eceran seperti pompa bensin, tol, supermarket dan sebagainya. Penjualan tunai juga hampir selalu dipersyaratkan untuk penjualan kepada pembeli yang track record-nya belum diketahui. Bila kemudian ternyata lancar, pembelian berikutnya dapat dilakukan dengan kredit yang berarti melibatkan perkiraan piutang.

Piutang dalam penyajian di laporan keuangan harus dibedakan menjadi:
 

Piutang dagang (trade receivables) Piutang bukan dagang (non-trade receivables)

Piutang dagang timbul dari siklus normal bisnis, umunya dari hasil penjualan produk kepada pembeli. Piutang bukan dagang adalah segala piutang yang timbul di luar transaksi penjualan atau transaksi bisnis perusahaan. Piutang non-dagang dipisahkan penyajiannya untuk memberikan informasi yang lebih lengkap karena piutang ini muncul bukan dari kegiatan inti perusahaan. Oleh karena itu, dalam menganalisis kinerja perusahaan hanya dipakai angka piutang dagang. Yang termasuk piutang non-dagang adalah pinjaman yang diberikan kepada karyawan perusahaan, penjualan aktiva yang tidak dibayar tunai, penjualan harta lain perusahaan, dan lainnya. Penyajian jumlah piutang dalam laporan keuangan harus mencerminkan suatu jumlah yang dapat direalisasi dalam bentuk kas. Artinya, bila ada piutang yang dimiliki oleh suatu perusahaan, namun kecil kemungkinan dapat ditagih, piutang ini harus dikeluarkan dari total piutang. Piutang tidak tertagih biasa terjadi karena satu atau lain hal. Oleh karena itu, piutang yang dicantumkan dalam laporan keuangan adalah piutang dikurangi dengan kemungkinan tidak tertagihnya sebagian dari piutang yang ada.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Biaya Overhead Pabrik – Manufacturing Overhead
Monday, January 14th, 2013 | on Akuntansi Biaya

Biaya Overhead Produksi
Biaya overhead produksi / pabrik. Yang termasuk dalam kategori overhead pabrik adalah semua pendukung bagi produksi suatu barang baik berupa bahan pembantu, tenaga kerja tidak langsung, maupun biaya lainnya. Yang termasuk bahan pembantu adalah semua bahan yang digunakan untuk produksi, namun tidak terkait langsung hanya dengan produk tersebut atau telalu kecil nilainya sehingga tidak material untuk dihitung secara detail pembebanannya ke produk tersebut. Tenaga kerja langsung juga demikian, termasuk semua upah dan komponennya dari semua bagian yang ikut serta dalam mendukung proses produksi barang. Biaya overhead produksi lainnya bisa berupa bahan maupun jasa, selain bahan pembantu dan upah diatas. Depresiasi peralatan produksi, perlengkapan, bahan standar pembantu seperti lem, benang, dan lainnya termasuk dalam biaya overhead produksi lain.

Pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa atau lembaga nirlaba, konsep biaya produksi tetap digunakan. Tentu saja tanpa biaya bahan baku dan bahan pembantu. Pada perusahaan jasa konsultan misalnya, biaya upah langsung adalah upah dari konsultan yang bekerja secara langsung pada proyek klien. Overhead produksi dapat berupa upah tidak langsung, yaitu tenaga kerja yang mendukung pemberian jasa konsultansi, baik tenaga riset, administrasi, HRD, pengiriman, dan lainnya. Overhead lainnya dapat berupa depresiasi perlengkapan kantor, biaya listrik, telepon, dan lainnya.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Pengertian dan Contoh Biaya Langsung – Direct Cost

Friday, January 11th, 2013 | on Akuntansi Biaya

Biaya Langsung – Direct Cost
Biaya Langsung – Salah satu fungsi akuntansi biaya (cost accounting) adalah membantu manajemen dalam melakukan kontrol atas biaya yang terjadi pada masing-masing departemen atau bagian dalam perusahaan. Biaya yang timbul ini sejauh mungkin harus dapat diidentifikasikan ke masing-masing departemen atau bagian. Biaya-biaya yang jelas dapat dibebankan secara langsung ke departemen atau bagian yang bersangkutan dinamakan biaya langsung. Pada perusahaan perakitan mobil, biaya tenaga kerja bagian pengecatan, pengelasan, dapat diidentifikasikan sebagai biaya yang terjadi pada departemen produksi dan berkaitan langsung dengan proses perakitan mobil.

Demikian juga upah biaya bahan baku berupa lempengan besi yang akan dicetak menjadi badan mobil, bahan penolong berupa ban, aki, dan lainnya yang berhubungan langsung dengan departemen produksi. Lihat juga artikel lainnya Job order costing, semoga bermanfaat.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Biaya Tidak Langsung Indirect Cost – Pengertian Contoh
Saturday, January 12th, 2013 | on Akuntansi Biaya

Biaya Tidak Langsung (indirect cost)
Biaya tidak langsung. Kebalikan dari biaya langsung maka biaya jenis ini tidak dapat diasosiasikan (dihubungkan) secara langsung kepada unit yang diproduksi. Dalam gaji manajemen perusahaan seperti gaji direktur, bagian HRD, akunting, dan bagian pendukung lainnya tidak dapat diasosiasikan dengan produk yang dihasilkan. Dengan demikian, biaya ini menambah biaya produksi namun tidak dapat diidentifikasikan berapa nilainya per unit produk. Gaji kepala pabrik yang terdiri dari berbagai departemen tentu tidak dapat disebut sebagai biaya gaji suatu departemen saja, oleh karena itu disebut biaya tidak langsung (indirect cost). Tetapi gaji kepala pabrik yang hanya terdiri dari satu departemen tentu menjadi biaya langsung (direct cost) karena dapat diasosiasikan dengan departemen yang bersangkutan.

Sedapat mungkin manajemen berusaha mengidentifikasikan biaya yang timbul ke suatu departemen atau bagian dan mendapatkan pengaruhnya terhadap biaya produksi per unit. Dalam usaha meningkatkan efisiensi biaya produksi maka biaya tidak langsung (indirect cost) merupakan biaya yang harus dikontrol ketat karena bila biaya ini dikurangi tidak akan member pengaruh terhadap kualitas atau mutu produk yang dihasilkan. Baca artikel lainnya, job order costing. Semoga bermanfaat.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Biaya Bahan Baku Langsung – Direct Material Cost
Monday, January 14th, 2013 | on Akuntansi Biaya

Biaya Bahan Baku Langsung
Bahan baku langsung (direct material). Biaya ini merupakan pengeluaran yang dilakukan untuk pemakaian bahan baku produksi utama yang terkait langsung dengan produk yang akan

dihasilkan. Bahan baku inilah yang diproses dalam departemen produksi dan dapat diidentifikasikan dalam bentuk produk akhir. Pada saat dibeli disebut sebagai bahan baku, beberapa bagian disimpan sebagai persediaan bahan baku, dan yang dipakai untuk produksi saja yang dinamakan sebagai bahan baku langsung. Contoh: dalam industri garmen atau penjahitan pakaian jadi, bahan baku yang merupakan bahan baku utama adalah tekstil atau kain.

Suatu produk tidak dapat diidentifikasikan seluruh material yang membentuknya dengan detail. Terdapat beberapa material atau bahan tambahan yang digunakan dalam produk, namun tidak dapat dikuantifikasi atau diketahui jumlah biaya yang terkait karena jumlahnya kecil. Misalnya suatu produk pakaian, bahan baku utamanya adalah tekstil. Bahan pembantunya adalah benang, lining, kancing, material pembungkus (plastik, karton, jepit untuk packing, dan lainnya). Bahan pembantu ini sangat sulit diidentifikasikan berapa kuantitas yang dipakai karena menyangkut jumlah yang kecil. Bisa saja diperoleh data tersebut dengan perhitungan yang presisi (teliti), namun ada risiko biaya menghitungnya lebih besar ketimbang nilai informasi yang diperoleh. Keseluruhan bahan pembantu tersebut dikumpulkan dalam satu perkiraan overhead dan dialokasikan ke masingmasing produk dalam bentuk alokasi biaya overhead. Baca artikel lainnya, controllable cost dan noncontrollable cost. Semoga bermanfaat.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Pengantar Akuntansi Dasar
Wednesday, December 19th, 2012 | on General Akuntansi

Pengantar Akuntansi Dasar
Pengantar akuntansi. Akuntansi adalah kata yang sering dikonotasikan dengan hal yang berbau angka, rumit, dan detail. Akuntansi kerap juga dicampuradukkan dengan tata buku atau pembukuan. Definisi dari akuntansi sendiri secara mudah adalah suatu sistem untuk mengumpulkan dan memproses, termasuk melakukan analisis, mengukur, dan mencatat, semua data keuangan atau transaksi keuangan yang tersedia dalam suatu organisasi dan melaporkan hasil proses informasi tersebut kepada pengambil keputusan. Dari definisi ini dapat diambil beberapa poin penting yang akan membantu pemahaman kita tentang akuntansi.

Apa yang dihasilkan akuntansi
Pertama kita akan membahas mengenai apa yang dihasilkan oleh akuntansi. Secara singkat, akuntansi menghasilkan informasi keuangan. Informasi keuangan tersebut dijabarkan dalam suatu format atau bentuk tertentu yang kemudian dikenal sebagai laporan keuangan.

Untuk medukung pembaca laporan keuangan memahami apa yang tercantum di sana dibutuhkan suatu pedoman. Pedoman ini berguna agar penyajian informasi tadi dalam format yang seragam dan konsisten. Pedoman ini dikeluarkan oleh suatu badan pengatur yang disepakati oleh mereka yang berada di dunia akuntansi. Di Indonesia badan tersebut adalah Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Laporan keuangan terdiri dari: Neraca (Balance sheet). Neraca memberikan informasi mengenai berapa jumlah harta, utang, dan modal dari suatu organisasi pada suatu titik waktu, biasanya akhir tahun atau akhir periode akuntansi yang ditetapkan. Laporan Rugi-laba (Income statement). Laporan laba-rugi memberikan informasi mengenai kenaikan kekayaan entitas (perusahaan) karena pendapatan yang diperoleh serta penurunan

kekayaan karena biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu (untuk membedakannya dengan neraca yang menggambarkan posisi suatu titik waktu tertentu). Biasanya periode ini ditetapkan sebagai satu tahun buku yang bisa dimulai dalam bulan apa saja. Di Indonesia umumnya dimuali bulan Januari s.d Desember. Laporan arus kas (Statement of cash flow). Laporan ini memberikan suatu informasi mengenai arus kas masuk (cash inflow) dan arus kas keluar (cash outflow) selama suatu periode tertentu, sesuai dengan periode laporan keuangan. Laporan Modal (Retained earning statement). Laporan ini menggambarkan bagaimana modal organisasi didistribusikan (dalam bentuk perincian komposisi pemilik modal), keuntungan pada suatu periode dibagikan dalam bentuk pembagian laba kepada para pemegang saham atau kerap disebut sebagai dividen. Dan laporan ini mengikuti periodisasi laporan laba-rugi.

Apa yang diolah
Transaksi keuangan dapat dikatakan sebagai semua kejadian yang mempengaruhi perusahaan. Namun dari semua kejadian tersebut, hanya kejadian yang dapat dikuantifikasi (diukur) secara moneter saja yang diperlakukan sebagai transaksi keuangan. Banyak kejadian yang secara nyata mempengaruhi organisasi atau perusahaan, namun karena tidak dapat dikuantifikasi secara moneter maka dianggap bukan transaksi keuangan. Misalnya perusahaan memperoleh penghargaan sebagai perusahaan terbaik tahun ini dalam hal pelayanan kepada nasabah. Apakah kejadian ini, yaitu penganugerahan gelar tersebut akan mempengaruhi perusahaan? Jelas ya, karena di masa depan pasti akan lebih banyak pelanggan yang datang dan ini berarti akan meningkatkan pendapatan perusahaan. Lalu berapa nilai gelar ini? Jawabannya tidak terukur secara moneter. Karena itu, kejadian ini justru tidak dicatat sebagai transaksi keuangan perusahaan. Demikian pengantar akuntansi yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini. Untuk dasardasar akuntansi lainnya, silahkan and abaca juga artikel menarik lainnya di website ini. Semoga bermanfaat.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Akuntansi Perusahaan Dagang
Thursday, November 15th, 2012 | on Akuntansi Dasar, Akuntansi Perusahaan

Bagaimana Pencatatan Akuntansi untuk Perusahaan Dagang?
Akuntansi perusahaan dagang harus memiliki sistem untuk mencatat penerimaan barang dagang, menyajikan informasi mengenai persediaan barang dagang yang akan dijual, serta mencatat penjualan dan beban atau harga pokok barang dagangan yang dijual.

Ciri Perusahaan Dagang
Kegiatan perusahaan jasa dalam menghasilkan pendapatan melibatkan pemberian pelayanan berupa jasa kepada pelanggan. Penghasilan atas jasa dilaporkan sebagai pendapatan jasa atau pendapatan honor (fee). Untuk mendapatkan laba bersih perusahaan jasa, pendapatan jasa atau honor dikurangi beban operasi yang terjadi pada saat menghasilkan jasa.

Sedangkan aktivitas perusahaan dagang dalam menghasilkan pendapatan diperoleh dari penjualan barang dagang. Dan untuk menghasilkan barang dagang diperlukan adanya aktivitas pembelian persediaan barang dagang. Dengan begitu, ketika barang dagangan telah terjual, pendapatan tersebut dilaporkan pada akun penjualan dan untuk biaya atas barang dagang yang dijual dicatat pada akun harga pokok barang dagang (cost of merchandise sold) atau pada Harga pokok penjualan.

Akuntansi Pembelian untuk Perusahaan Dagang
Terdapat dua sistem akuntansi untuk mencatat persediaan barang dagang, pertama sistem persediaan perpetual dan kedua, sistem persediaan periodik. Sistem persediaan perpetual (perpetual inventory system) mencatat pembelian dan penjualan barang dagang pada akun persediaan. Sedangkan sistem persediaan periodik (periodic inventory system) mencatat jumlah persediaan barang dagangan pada saat akhir periode dengan melakukan perhitungan secara fisik persediaan barang dagang (physical inventory atau stok opname). Pada sistem persediaan perpetual pencatatan pembelian barang dagang secara tunai adalah sebagai berikut :

(Dr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx (Cr) Kas Rp xxx Dan pembelian secara kredit dicatat sebagai berikut : (Dr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx (Cr) Utang Usaha Rp xxx Sementara untuk sistem persediaan periodik pencatatan pembelian barang dagang secara tunai adalah sebagai berikut : (Dr) Pembelian Rp xxx (Cr) Kas Rp xxx Sedangkan pembelian secara kredit dicatat sebagai berikut : (Dr) Pembelian Rp xxx (Cr) Utang Usaha Rp xxx Dan pada saat dilakukannya stock opname pada akhir periode pada sistem periodik mencatat harga pokok penjualan adalah sebagai berikut : (Dr) Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp xxx (Dr) Pembelian Rp xxx
Diskon Pembelian

Untuk mencatat diskon pembelian pada sistem persediaan perpetual adalah sebagai berikut : Pada saat mencatat utang, (Dr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx (Cr) Utang Usaha Rp xxx Pada saat pembayaran utang dengan diskon pembelian, (Dr) Utang Usaha Rp xxx (Cr) Kas Rp xxx

(Cr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx – Diskon pembelian secara langsung mengurangi jumlah stok persediaan barang dagang. Sedangkan untuk sistem persediaan periodik pencatatan diskon pembelian adalah sebagai berikut : Pada saat mencatat utang, (Dr) Pembelian Rp xxx (Cr) Utang Usaha Rp xxx Pada saat pembayaran utang dengan diskon pembelian, (Dr) Utang Usaha Rp xxx (Cr) Kas Rp xxx (Cr) Diskon Pembelian Rp xxx
Retur dan Potongan Pembelian

Untuk mencatat retur dan potongan pembelian pada persediaan perpetual adalah sebagai berikut : (Dr) Utang Usaha Rp xxx (Cr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx – Retur dan potongan pembelian secara langsung mengurangi jumlah stok persediaan barang dagang. Pada persediaan periodik untuk mencatat retur dan potongan pembelian jurnal akuntansinya adalah seperti di bawah ini : (Dr) Utang Usaha Rp xxx (Cr) Retur dan Potongan Pembelian Rp xxx

Akuntansi Penjualan untuk Perusahaan Dagang
Biasanya pendapatan atas penjualan barang dagang dapat diidentifikasi pada buku besar sebagai Penjualan. Atau bisa juga perusaahan menggunakan istilah yang lebih tepat seperti Penjualan Barang Dagang.
Penjualan Tunai

Pada sistem persediaan perpetual, penjualan atas barang dagang secara tunai dapat dilakukan pencatatan akuntansi sebagai berikut :

Mencatat penjualan, (Dr) Kas Rp xxx (Cr) Penjualan Rp xxx Mencatat Harga pokok penjualan, (Dr) Harga Pokok Penjualan Rp xxx (Cr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx – Mengurangi persediaan sesuai dengan modal barang dagang yang dijual. Pencatatan jurnal penjualan tunai untuk sistem persediaan periodik adalah sebagai berikut : (Dr) Kas Rp xxx (Cr) Penjualan Rp xxx Dalam sistem persediaan periodik pencatatan jurnal akuntansi untuk Harga pokok penjualan dilakukan pada saat stok opname akhir periode.
Penjualan Kredit

Pada sistem persediaan perpetual, penjualan atas barang dagang secara kredit dapat dilakukan pencatatan akuntansi sebagai berikut : Mencatat penjualan, (Dr) Piutang Usaha Rp xxx (Cr) Penjualan Rp xxx Mencatat Harga pokok penjualan, (Dr) Harga Pokok Penjualan Rp xxx (Cr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx – Mengurangi persediaan sesuai dengan modal barang dagang yang dijual. Pencatatan jurnal penjualan kredit untuk sistem persediaan periodik adalah sebagai berikut : (Dr) Piutang Usaha Rp xxx (Cr) Penjualan Rp xxx

Dalam sistem persediaan periodik pencatatan jurnal untuk Harga pokok penjualan dilakukan pada saat stok opname akhir periode.
Diskon Penjualan

Untuk pencatatan jurnal Diskon penjualan, sistem perpetual dan sistem periodik memiliki persamaan dalam hal pencatatannya, yaitu sebagai berikut : (Dr) Diskon Penjualan Rp xxx (Cr) Piutang Usaha Rp xxx
Retur dan Potongan Penjualan

Pada sistem persediaan perpetual untuk mencatat jurnal Retur dan potongan penjualan adalah sebagai berikut : Mencatat Retur dan potongan penjualan, (Dr) Retur dan Potongan Penjualan Rp xxx (Cr) Piutang Usaha Rp xxx Jurnal untuk mencatat pengembalian persediaan, (Dr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx (Cr) Harga Pokok Penjualan Rp xxx Untuk sistem persediaan periodik tidak ada proses pencatatan Retur dan potongan penjualan dikarenakan pencatatan persediaan dilakukan pada saat perhitungan persediaan (stock opname) pada saat akhir periode. Demikian informasi mengenai pencatatan akuntansi perusahaan dagang, semoga bermanfaat untuk anda. Terima kasih.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
Thursday, November 15th, 2012 | on Akuntansi Perusahaan, Laporan Keuangan

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
Bagi anda yang sedang mencari referensi contoh Laporan keuangan perusahaan dagang, kebetulan saya memiliki contoh laporan keuangan yang saya ambil dari salah satu laporan klien saya. Tentu nama dari perusahaan saya samarkan dengan nama lain untuk melindungi privacy klien saya. Laporan keuangan perusahaan dagang saya sajikan untuk 2 laporan inti, yaitu Laporan Neraca dan Laporan Laba-rugi. Laporan neraca terdiri dari aktiva, kewajiban, dan modal pemegang saham. Sesi aktiva terdiri dari aktiva lancar, aktiva tetap dan aktiva lainnya. Untuk kewajiban terdiri dari utang lancar, utang jangka panjang. Laporan laba rugi perusahaan dagang terdiri dari penjualan, harga pokok penjualan, biaya tenaga kerja, biaya penjualan dan administrasi umum, penghasilan dan beban diluar usaha. Untuk selengkapnya silahkan anda pelajari laporan keuangan perusahan dagang di bawah ini. Rekomendasi dari saya silahkan anda baca juga artikel akuntansi perusahaan dagang, semoga bermanfaat.
PT. AIM Pro Trade Indonesia Neraca Per 31 Desember 2011 31-Dec-10 I 1 1 2 3 4 5 5 5 6 7 AKTIVA Aktiva Lancar Kas – Idr Kas – Usd WOORI BANK IDR BANK CENTRAL ASIA IDR – BUKITDURI BANK CENTRAL ASIA IDR – PS MINGGU BANK WOORI USD BANK MANDIRI Piutang Usaha Deposito Berjangka 2.280.323.725, 44 1.250.000,00 1.767.200,00 1.829.643,00 70.000,30 0,00 7.832.832,00 63.228.987,34 2.204.345.062, 80 0,00 3.718.343.514, 07 3.718.343.514, 07 0,00 0,00 0,00 536.954.435,00 1.605.391.814, 46 4.738.942,00 1.726.272,00 1.197.043,00 70.000,30 0,00 60.384.455,10 3.276.079,06 1.533.999.023, 00 0,00 31-Dec-11

2 1 2 3 4 3

Persediaan Barang Dagang Barang Dalam Proses Bahan Baku Barang Dalam Perjalanan Aktiva Lancar Lainnya

322.350.718,07 322.350.718,07 0,00 0,00 0,00 1.340.168.309,

1 2 3 4 5 6 7 8 4 1 2 3 4 5 6 5 1 2

Pembayaran di muka Asuransi Dibayar Dimuka Sewa Dibayar Dimuka Pinjaman Dinas Pinjaman Pribadi PPN Pembelian Pajak dibayar dimuka Jaminan Simpanan Aktiva Tetap Bangunan Lainnya Mesin-mesin Peralatan & Perabot Pabrik Peralatan & Perabot Kantor Kendaraan Akumulasi Penyusutan Aktiva Ditangguhkan Biaya Pendirian Akumulasi Depresiasi

353.280.000,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 183.674.435,00 0,00 461.325.079,17 0,00 0,00 0,00 893.452.200,00 0,00 (432.127.120,8 3) 0,00 0,00 0,00 6.996.946.753, 67

00 408.470.000,00 0,00 413.310.000,00 0,00 22.750.000,00 193.502.309,00 302.136.000,00 0,00 309.373.670,83 0,00 0,00 0,00 978.192.410,00 0,00 (668.818.739,1 7) 0,00 0,00 0,00 3.577.284.512, 36

TOTAL AKTIVA II 1 1 2 3 4 5 6 2 1 KEWAJIBAN DAN MODAL Passiva Lancar Hutang Usaha Lokal Hutang Usaha Import Hutang Ymh Dibayar Hutang Pajak PPN Keluaran Pendapatan Diterima Dimuka Hutang Jangka Panjang Pinjaman Group Jangka Panjang

6.278.879.045, 72 0,00 6.112.523.570, 07 49.891.252,65 3.327.728,00 113.136.495,00 0,00 0,00 0,00

1.533.141.964, 77 0,00 1.476.918.038, 77 53.173.614,00 3.050.312,00 0,00 0,00 0,00 0,00 2.044.142.547, 39 1.600.375.000, 00 (1.079.856.259, 05) 1.523.623.806,

3 1 2 3

Modal Pemegang Saham Modal Persero ($.175.000 x 9145) Laba Ditahan Laba Tahun Berjalan

718.067.707,95 1.600.375.000, 00 (1.737.670.842, 66) 855.363.550,61

44 TOTAL KEWAJIBAN DAN MODAL 6.996.946.753, 67 3.577.284.512, 16

PT. AIM Pro Trade Indonesia Laporan Laba / Rugi Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2011 N o . Keterangan 31-Dec-10 12.901.008.480 ,89 12.901.008.480 ,89 0,00 10.064.736.924 ,51 6.278.255.569, 00 7.504.824.869, 58 13.783.080.438 ,58 3.718.343.514, 07 2.836.271.556, 38 31-Dec-11 13.562.610.186 ,00 13.562.610.186 ,00 0,00 9.092.326.311, 69 3.718.343.514, 07 5.696.333.515, 69 9.414.677.029, 76 322.350.718,07 4.470.283.874, 31 1.815.140.322, 45 1.718.343.514, 07 32.422.392,90 22.183.116,00 34.844.847,00 7.346.452,48 0,00 0,00 1.010.823.029, 56 254.989.331,52 0,00 0,00 70.189.331,52

1

Penjualan 1 2 Penjualan Return Penjualan

2

Harga Pokok Penjualan Barang Dagangan Awal Barang Dagangan Pembelian Jumlah Barang Dagangan Akhir

3

Laba Bruto Total

4 1 2 3 4 5 6 7

Biaya Tenaga Kerja Gaji Karyawan Bonus Tunjangan Makan Tunjangan Kesehatan Tunjangan Jamsostek Tunjangan PPh 21 Tunjangan Lain – lain

898.327.118,48 820.364.977,57 24.316.794,68 18.485.930,00 29.037.372,50 6.122.043,73 0,00 0,00

5 1 2 3 4

Biaya Penjualan & umum Listrik & Air Pengangkutan Sewa Pemeliharaan & Perbaikan

982.046.168,45 302.198.907,36 0,00 0,00 66.998.907,36

5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 5 1 6 1 7 1 8

Pemakaian Kantor Penyusutan Asuransi Perjalanan Amortisasi Kendaraan Pemeliharaan Kendaraan Perhubungan Bea Materai & Pajak Lainnya Pelayanan Iklan E.M.K.L By.Administrasi Administrasi Bank Komisi & Perijinan By. Lain-Lain By. Mess

91.815.900,12 37.919.046,86 61.032.954,70 84.111.550,74 0,00 29.707.860,92 9.841.532,40 19.646.213,08 13.992.954,70 13.551.550,74 0,00 0,00 0,00 52.599.958,72 141.970.561,96 56.658.268,80 0,00

96.188.085,84 39.724.715,76 71.931.696,61 99.131.470,52 0,00 31.122.520,97 10.310.176,80 20.581.747,03 14.659.285,87 14.196.862,68 0,00 0,00 0,00 55.104.718,66 173.336.804,19 59.356.281,60 0,00 1.644.320.522, 30

6

Penghasilan Netto Penghasilan Diluar Usaha Penghasilan Bunga Keuntungan Tukar Valas – Transaksi Keuntungan Penjualan Aktiva Penghasilan Lain-Lain Pengeluaran Diluar Usaha Beban Bunga Kerugian Tukar Valas – Transaksi Kerugian Penjualan Aktiva Sumbangan Kerugian Lain – Lain Laba Bersih

955.898.269,45

7 1 2 3 4

23.260.509,86 17.407,20 12.075.458,31 0,00 11.167.644,35

29.644.447,39 590.569,07 15.094.322,88 0,00 13.959.555,44

8 1 2 3 4 5 9

123.795.228,70 0,00 123.795.228,70 0,00 0,00 0,00 855.363.550,61

150.341.163,25 0,00 149.741.163,25 0,00 600.000,00 0,00 1.523.623.806,

44

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa
Friday, November 16th, 2012 | on Akuntansi Perusahaan, Laporan Keuangan

Ini adalah contoh laporan keuangan perusahaan jasa tahun 2011
Laporan keuangan perusahaan jasa pada dasarnya tidak begitu berbeda dengan laporan keuangan perusahaan dagang. Letak perbedaannya adalah pada laporan akuntansi perusahaan dagang terdapat akun persediaan barang dagang pada neraca, sedangkan untuk laporan keuangan perusahaan jasa tidak memiliki akun persediaan barang dagang. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh laporan keuangan perusahaan jasa di bawah ini.

PT. JASA AKUNTANSI INDONESIA BALANCE SHEET Per 31 Desember 2011 No. I 1 1 2 3 4 5 6 2 1 2 Keterangan AKTIVA Aktiva Lancar Kas (Rupiah) Kas (Dolar) Bank Woori (Rupiah) Bank Woori (Dolar) Bank International Indonesia (Dolar) Piutang Usaha Aktiva Lancar Lainnya Pembayaran Dimuka Asuransi Dibayar Dimuka 614.287.499,4 3 1.314.430,00 2.697.300,00 487.500,00 54.640.285,02 3.852.733,41 551.295.251,0 0 871.389.944,0 0 862.000.000,0 0 0,00 1.122.857.699, 40 850.496,00 9.068,00 457.566,00 353.559.597,0 8 100.611.636,3 2 667.369.336,0 0 220.549.695,9 5 132.000.000,0 0 15.930.803,95 31-Dec-10 31-Dec-11

3 4 5 6 3 1 2 3 4 5 6 7 8 4 1 2 5 1

Pinjaman Pribadi PPN Pembelian Pajak Dibayar Dimuka (PPh Pasal 23) Pajak Dibayar Dimuka (PPh Pasal 25) Aktiva Tetap Tanah Bangunan Bangunan Lainnya Mesin – Mesin Kendaraan Peralatan & Perabot Pabrik Peralatan & Perabot Kantor Akumulasi Penyusutan Aktiva yang ditangguhkan By. Pendirian Akumulasi Amortisasi Aktiva Lainnya Jaminan Simpanan AKTIVA TOTAL KEWAJIBAN DAN MODAL Utang Lancar

4.500.000,00 4.889.944,00 0,00 0,00 787.573.650,1 7 293.300.000,0 0 0,00 157.000.000,0 0 240.201.870,0 0 14.750.000,00 28.200.000,00 154.101.074,0 0 (99.979.293,83 ) 11.616.666,68 32.800.000,00 (21.183.333,32 ) 1.505.200,00 1.505.200,00 2.286.372.960, 28

2.000.000,00 60.025.657,00 10.593.235,00 0,00 1.881.678.772, 92 293.300.000,0 0 680.000.000,0 0 337.000.000,0 0 415.201.870,0 0 223.006.000,0 0 28.200.000,00 157.100.074,0 0 (252.129.171,0 8) 3.416.666,68 32.800.000,00 (29.383.333,32 ) 1.505.200,00 1.505.200,00 3.230.008.034, 95

I I 1 1 2 3 4 5

Hutang Usaha Hutang Import Hutang YMH Dibayar Simpanan Penerimaan Pajak PPN Penjualan

561.095.720,7 1 504.474.478,7 1 0,00 51.987.685,00 4.633.557,00 0,00

1.838.835.643, 03 119.153.557,0 6 209.916.692,7 5 32.298.796,00 14.726.321,00 0,00

6 7 8 2 1 3 1 2 3

Simpanan Sementara Pendapatan Diterima Dimuka Hutang Lain – lain Utang Jangka Panjang Hutang Sewa Guna Usaha Modal Pemegang Saham Modal Saham Laba Sesudah Pembetulan Laba Rugi Bulan Berjalan TOTAL KEWAJIBAN DAN MODAL

0,00 0,00 0,00 6.027.778,00 6.027.778,00 1.719.249.461, 57 2.077.650.000, 00 (211.725.008,4 5) (146.675.529,9 8) 2.286.372.960, 28

1.462.740.276, 22 0,00 0,00 124.002.512,8 4 124.002.512,8 4 1.267.169.879, 08 2.077.650.000, 00 (358.400.538,4 3) (452.079.582,4 9) 3.230.008.034, 95

” PT. JASA AKUNTANSI INDONESIA” RUGI / LABA Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2011 31-Dec-10 31-Dec-11

No.

Keterangan

I

1 1

Pendapatan Pendapatan Jasa

1.901.825.003 ,00 1.901.825.003 ,00 725.303.352,0 4 545.547.726,5 2 179.755.625,5 2 0,00 0,00

2.509.301.099 ,00 2.509.301.099 ,00 1.214.114.383 ,04 1.006.531.757 ,52 205.701.625,5 2 1.881.000,00 0,00

II

4 1 2 3 4

Biaya Tenaga Kerja Gaji Karyawan Bonus Tunjangan Makan Tunjangan Kesehatan

6 7 8 II I 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 I V 6

Tunjangan Jamsostek Tunjangan PPh 21 Tunjangan Lain – lain Biaya Penjualan & umum Perjalanan Perhubungan Listrik & Air Bea Materai & Pajak Lainnya Pelayanan Sewa Pemeliharaan & Perbaikan Pemakaian Kantor Penyusutan Asuransi Amortisasi Pengangkutan Kendaraan Pemeliharaan Kendaraan By.Eksport Iklan Contoh By.Administrasi Komisi & Administrasi Bank Komisi & Perijinan By. Lain-Lain

0,00 0,00 0,00 1.310.729.056 ,22 156.473.325,5 2 194.971.927,5 2 6.064.917,00 11.155.080,00 160.118.625,5 2 0,00 158.562.359,5 2 182.604.374,5 2 37.076.986,42 2.704.750,00 0,00 0,00 26.170.715,00 6.172.005,00 0,00 3.575.000,00 0,00 0,00 3.702.732,18 201.043.225,5 2 160.333.032,5 2 (134.207.405, 26)

0,00 0,00 0,00 1.747.265.144 ,20 188.210.915,5 2 239.157.879,5 2 0,00 3.660.072,00 261.435.133,5 2 350.000,00 179.417.154,5 2 197.204.204,5 2 60.843.393,50 4.177.521,88 0,00 0,00 13.491.500,00 6.128.948,00 0,00 6.761.500,00 0,00 0,00 7.338.404,01 231.066.225,5 2 348.022.291,7 1 (452.078.428, 24)

Penghasilan Netto

V

7 1 2 3 4 5

Penghasilan Diluar Usaha Penghasilan Bunga Keuntungan Tukar Valas – Transaksi Klaim Keuntungan Penjualan Aktiva Penghasilan Lain-Lain Pengeluaran Diluar Usaha Beban Bunga Kerugian Tukar Valas – Transaksi Klaim Sumbangan Amortisasi Kerugian Lain – Lain

8.996.462,66 44.581,12 8.926.879,54 0,00 0,00 25.002,00

70.507.676,62 44.456,37 61.707.720,25 0,00 0,00 8.755.500,00

V I 8 1 2 3 4 5 6 V I I 9

21.464.587,38 287.778,00 10.376.806,39 0,00 2.600.000,00 8.199.999,99 3,00 (146.675.529, 98)

70.508.830,87 2.925.429,84 56.303.381,03 0,00 2.950.000,00 8.200.000,00 130.020,00 (452.079.582, 49)

Laba Bersih

Bagi anda yang membutuhkan contoh laporan keuangan perusahaan dagang silahkan lihat pada tautan berikut ini : Laporan keuangan perusahaan dagang. Semoga bermanfaat untuk anda.

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur
Monday, November 19th, 2012 | on Akuntansi Perusahaan, Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Terbaru
Pada pertemuan sebelumnya kita telah melihat contoh laporan keuangan perusahaan dagang dan laporan keuangan jasa, pada kali ini saya akan share mengenai laporan keuangan perusahaan manufaktur. Pada perusahaan manufaktur terdapat persediaan bahan baku dan persediaan barang jadi yang tentunya tidak dimiliki oleh perusahaan dagang dan perusahaan jasa.

Perusahaan manufaktur memiliki kemampuan untuk memproses bahan baku menjadi barang jadi yang siap untuk dijual. Proses tersebut tercermin dalam Laporan Harga Pokok Produksi, untuk selengkapnya silahkan anda lihat contoh laporan dibawah ini :

PT. INDONESIA MANUFAKTUR BALANCE SHEET Per 31 Desember 2011 No. I 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 Piutang Usaha Keterangan AKTIVA Aktiva Lancar K a s Rupiah K a s Dollar Bank KEBI -Idr Bank Permata -Idr Bank International Indonesia Idr Bank Woori Indonesia -Idr Bank KEBI -Usd Bank Permata – Usd Bank International Indonesia Usd Bank Woori Indonesia -Usd 14.528.561.733 ,03 98.051.073,14 265.692.297,21 61.760.777,57 283.027.808,07 86.760.086,59 1.994.000,00 46.538.764,65 487.845.366,30 1.846.122,03 2.937.809,25 13.192.107.628 ,22 6.720.416.440, 73 5.250.220.738, 63 0,00 1.470.195.702, 10 0,00 0,00 2.676.812.280, 67 155.875.183,69 0,00 0,00 64.648.325,53 20.200.804.920 ,08 165.155.763,14 275.415.799,66 1.945.108,85 21.413,00 591.685.800,54 314.544.806,50 1.060.244.524, 72 14.214.452,72 12.108.500,40 1.491.911.339, 80 16.273.557.410 ,75 7.690.225.731, 54 5.918.101.917, 45 0,00 1.772.123.814, 09 0,00 0,00 3.599.351.750, 89 155.875.183,69 0,00 0,00 17.086.305,28 31-Dec-10 31-Dec-11

2 1 2 3 4 5

Persediaan Bahan Baku Barang Dalam Proses Barang Jadi Bahan Pembantu Barang & Sparepart

3 1 2 3 3

Aktiva Lancar Lainnya Pembayaran Dimuka Beban Dibayar Dimuka Pinjaman Pribadi Asuransi Dibayar Dimuka

4 5 6 7 4 1

PPN Pembelian Pajak Dibayar Dimuka PPN Lebih Bayar Hak Pemakaian Listrik Aktiva Lain Lain Jaminan Simpanan

1.842.556.983, 00 613.731.788,44 0,00 0,00 0,00 0,00 41.671.075.859 ,67 3.231.730.000, 00 18.105.105.085 ,00 27.406.189.759 ,58 8.057.811.780, 21 3.728.795.218, 00 1.405.661.654, 00 (20.264.217.63 7,12) 65.596.866.314 ,09

2.597.798.791, 00 828.591.470,92 0,00 0,00 871.870.000,00 871.870.000,00 40.707.664.901 ,57 3.231.730.000, 00 18.105.105.085 ,00 29.465.639.907 ,82 8.116.494.180, 21 5.032.980.018, 00 1.555.347.549, 00 (24.799.631.83 8,46) 73.069.917.304 ,09

5 1 2 3 4 5 6 7

Aktiva Tetap Tanah Bangunan Mesin-Mesin Peralatan & Perabot Pabrik Kendaraan Peralatan & Perabot Kantor Akumulasi Penyusutan

6 I I 1 1 2 3 4 4 5

AKTIVA

KEWAJIBAN DAN MODAL Utang Lancar Hutang Usaha Hutang Import Hutang Ymh dibayar Simpanan Penerimaan Pajak PPN Penjualan Simpanan Sementara 40.797.551.878 ,27 24.356.526.466 ,73 14.825.120.555 ,54 1.530.413.108, 00 85.491.748,00 0,00 0,00 15.303.725.020 ,44 12.623.564.587 ,30 691.299.354,04 1.988.861.079, 10 38.855.173.189 ,50 22.001.074.289 ,93 14.793.953.534 ,58 1.813.831.482, 00 246.313.883,00 0,00 0,00 16.406.098.730 ,14 12.771.978.756 ,00 2.203.023.895, 04 1.431.096.079, 10

2 1 2 3

Utang Jangka Panjang Pinjaman Dengan M.U.A Hutang Sewa Guna Usaha Pinjaman Group Jangka Panjang

3 1 2 3

Modal Pemegang Saham Modal Saham Laba Sesudah Pembetulan Laba Rugi Bulan Berjalan

9.495.589.415, 38 1.811.800.000, 00 5.247.438.565, 51 2.436.350.849, 88 65.596.866.314 ,09

17.808.645.384 ,44 1.811.800.000, 00 7.026.473.665, 38 8.970.371.719, 06 73.069.917.304 ,09

4

KEWAJIBAN DAN MODAL

PT. INDONESIA MANUFAKTUR HARGA POKOK PRODUKSI Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2011 No. Keterangan 31-Dec-10 31-Dec-11

1 1 2 3

Bahan Baku Persediaan Awal Pembelian Lokal Pembelian Import Total Persediaan Retur Pembelian Potongan Pembelian Jumlah 6 Persediaan Akhir Tenaga Kerja 1 2 3 4 5 6 4 Gaji Karyawan Bonus Pesangon Tunjangan Makan Tunjangan Kesehatan Tunjangan Jamsostek Tunjangan Lain-Lain Biaya Overhead Pabrik Listrik & Air

4 5

53.478.907.103 ,32 1.087.104.747, 32 38.939.464.404 ,30 18.833.922.461 ,44 58.860.491.613 ,05 131.363.771,10 0,00 58.729.127.841 ,95 5.250.220.738, 63 10.763.146.097 ,28 9.540.349.979, 28 859.764.095,00 87.578.969,00 0,00 0,00 275.453.054,00 0,00 20.384.755.501 ,29 5.507.246.826,

58.964.191.985 ,22 5.250.220.738, 63 32.095.803.239 ,50 27.552.911.988 ,54 64.898.935.966 ,67 16.642.064,00 0,00 64.882.293.902 ,67 5.918.101.917, 45 14.368.268.065 ,00 12.335.887.810 ,00 821.118.119,00 0,00 846.502.500,00 9.558.510,00 355.201.126,00 0,00 18.649.027.621 ,78 5.782.513.092,

2

3 1

2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 4

Bahan Bakar Pengangkutan Sewa Pemeliharaan & Perbaikan Pemakaian Penyusutan Asuransi Bongkar Muat Pemeliharaan Mobil Pembungkus Lain – Lain Jumlah Biaya Produksi Awal Barang Dalam Proses Akhir Barang Dalam Proses

00 97.532.000,00 343.771.870,28 0,00 76.759.842,60 9.867.252.759, 84 4.121.029.166, 85 135.857.142,72 40.031.850,00 11.710.023,00 183.314.020,00 250.000,00 84.626.808.701 ,89 0,00 0,00 84.626.808.701 ,89 800.339.749,86 1.470.195.702, 10 83.956.952.749 ,65

00 5.581.500,00 89.400.293,86 0,00 22.960.000,00 8.096.047.688, 48 4.301.383.884, 46 88.921.239,99 4.159.500,00 37.556.870,00 220.503.553,00 0,00 91.981.487.672 ,00 0,00 0,00 91.981.487.672 ,00 1.470.195.702, 10 1.772.123.814, 09 91.679.559.560 ,01

5

Harga Pokok Produksi Awal Barang Jadi Akhir Barang Jadi

6

Harga Pokok Penjualan

PT. INDONESIA MANUFAKTUR RUGI / LABA Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2011 No. Keterangan 31-Dec-10 31-Dec-11

1 1 2 3 4 5

Penjualan Exports Lokal Lokal (Maklon) Retur Penjualan Potongan Penjualan

93.843.210.908 ,14 0,00 93.849.326.238 ,00 0,00 0,00 (6.115.329,86) 83.956.952.749 ,65

112.188.757.54 7,00 0,00 112.191.094.20 3,00 0,00 (2.336.656,00) 0,00 91.679.559.560 ,01

2

Harga Pokok Penjualan

3

Penghasilan Bruto

9.886.258.158, 49 4.507.897.471, 98 4.507.897.471, 98 0,00 0,00 0,00 2.367.735.356, 67 0,00 0,00 0,00 14.101.170,00 207.762.722,00 384.842.634,60 58.117.254,91 13.435.112,50 0,00 587.734.455,50 72.727.946,66 209.839.801,00 232.486.975,28 138.246.574,00 5.452.640,00 95.652.588,22 338.633.482,00 8.702.000,00 3.010.625.329, 84 1.222.214.334, 58 4.826.715,42 1.107.270.096, 83 63.911.108,02 46.206.414,30 1.796.488.814, 54

20.509.197.986 ,99 6.381.098.039, 00 5.599.313.450, 00 100.689.250,00 120.060.000,00 0,00 4.806.687.757, 33 0,00 0,00 0,00 31.044.400,00 137.300.885,00 496.846.225,21 35.406.510,91 290.111.548,00 0,00 669.095.240,00 39.549.939,00 217.913.222,00 562.232.692,29 407.528.873,00 56.328.619,00 126.489.617,92 448.133.670,00 1.061.424.952, 00 9.321.412.190, 66 1.142.840.399, 34 5.006.056,31 1.071.760.519, 69 58.252.708,33 7.821.115,00 1.493.880.870, 94

4 1 2 4 5 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8

Biaya Tenaga Kerja Gaji Karyawan Bonus Tunjangan Makan Tunjangan Kesehatan Biaya Penjualan & umum Listrik & Air Pengangkutan Sewa Pemeliharaan & Perbaikan Pemakaian Kantor Penyusutan Asuransi Perjalanan Amortisasi Kendaraan Pemeliharaan Kendaraan Perhubungan Bea Materai & Pajak Lainnya Pelayanan By.Administrasi Administrasi Bank Komisi & Perijinan By. Lain-Lain

6

Penghasilan Netto

7 1 2 3 4

Penghasilan Diluar Usaha Penghasilan Bunga Keuntungan Tukar Valas – Transaksi Keuntungan Penjualan Aktiva Penghasilan Lain-Lain

8

Pengeluaran Diluar Usaha

1 2 3 4

Beban Bunga Kerugian Tukar Valas – Transaksi Sumbangan Kerugian Lain – Lain

812.648.256,18 909.821.058,36 46.600.000,00 27.419.500,00 2.436.350.849, 88 0,00 2.436.350.849, 88

675.180.271,32 810.090.599,62 8.610.000,00 0,00 8.970.371.719, 06 0,00 8.970.371.719, 06

9 1 1 0

Laba Bersih Sebelum Pajak Pajak Penghasilan Laba Bersih Setelah Pajak

Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Perseorangan Terbaru
Monday, December 10th, 2012 | on Akuntansi Perusahaan, Laporan Keuangan

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Perseorangan
Pada dasarnya dari contoh laporan keuangan yang sudah diberikan pada postingan sebelumnya seperti laporan keuangan perusahaan jasa, perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur tidak berbeda jauh dengan laporan keuangan perusahaan perseorangan. Hanya saja akun laporan keuangan perusahaan perseorang lebih sederhana. Perbedaan laporan keuangan perseorangan dengan laporan keuangan Perseroan Terbatas (PT) berada pada pemilik modal, perseorangan dimiliki oleh satu orang atau lebih yang diwakili dengan jumlah setoran modal pada masing-masing orang (sekutu) sedangkan PT dimiliki oleh lebih dari satu orang dan yang terpenting adalah kepemilikannya diwakili oleh sejumlah saham perusahaan. Untuk pembahasan mengenai perbedaan perusahaan perseorangan dengan PT lebih lanjut bisa anda googling di www.google.co.id, berikut adalah contoh laporan keuangan perusahaan perseorangan, semoga membantu.

CV. MAKMUR MANDIRI BALANCE SHEET Per 31 Desember 2012 No. Keterangan 31-Dec-11 31-Dec-12

I 1 1 2 3 4 5 6 7 2 1 2 3 4 5

AKTIVA Aktiva Lancar K a s Rupiah K a s Dollar Bank Permata -Idr Bank KEBI -Usd Bank Woori – Usd Piutang Usaha Pinjaman Jangka Pendek Persediaan Bahan Baku Barang Dalam Proses Barang Jadi Bahan Pembantu Barang & Sparepart 1.555.622.546, 00 0,00 0,00 0,00 26.137.546,00 0,00 0,00 1.529.485.000, 00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 1.381.134.487, 50 1.371.860.632, 50 0,00 0,00 0,00 9.273.855,00 0,00 0,00 0,00 1.677.841.443, 49 21.471.690,00 3.596.400,00 2.516.203,00 8.719.112,16 39.669.730,56 1.601.868.307, 77 0,00 (0,00) 0,00 0,00 (0,00) 0,00 0,00 1.100.583.852, 04 849.903.502,94 0,00 0,00 61.721.160,44 24.706.977,00 164.252.211,66 0,00 0,00 5.136.181.245, 48 0,00 0,00 5.106.883.987, 00 240.485.631,42 0,00 124.800.666,58 (335.989.039,5 2) 7.914.606.541, 01

3 1 2 3 4 5 6 7 8

Aktiva Lancar Lainnya Pembayaran Dimuka Beban Dibayar Dimuka Pinjaman Dinas Asuransi Dibayar Dimuka PPN Pembelian Pajak Dibayar Dimuka PPN Lebih Bayar Hak Pemakaian Listrik

4 1 2 3 4 5 6 7

Aktiva Tetap Tanah Bangunan Mesin-Mesin Peralatan & Perabot Pabrik Kendaraan Peralatan & Perabot Kantor Akumulasi Penyusutan

100.173.567,71 0,00 0,00 88.000.000,00 1.744.983,42 0,00 11.623.766,58 (1.195.182,29) 3.036.930.601, 21

5

AKTIVA

I I 1 1 2 3 4 5 6 PASIVA Hutang Lancar Hutang Usaha Hutang Import Hutang Ymh dibayar Simpanan Penerimaan Pajak PPN Penjualan Simpanan Sementara 111.761.105,00 111.761.105,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 2.107.726.429, 28 1.840.552.317, 15 0,00 261.606.983,82 5.567.128,31 0,00 0,00 3.281.638.075, 00 0,00 3.281.638.075, 00 0,00 2.525.242.036, 73 3.079.500.000, 00 (154.330.503,7 9) (399.927.459,4 8) 7.914.606.541, 01 (0,00)

2 1 2 3

Hutang Jangka Panjang Pinjaman Dengan M.U.A Hutang Sewa Guna Usaha Pinjaman Group Jangka Panjang Kekayaan Pemegang Saham 1 2 3 Modal Pemilik Laba Ditahan Laba Rugi Tahun Berjalan

0,00 0,00 0,00 0,00 2.925.169.496, 21 3.079.500.000, 00 0,00 (154.330.503,7 9) 3.036.930.601, 21 0,00

3

4

PASIVA

CV. MAKMUR MANDIRI HARGA POKOK PRODUKSI Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2012 No. Keterangan 31-Dec-09 Komersial 31-Dec-10 Total 1.290.479.408, 24 0,00 1.290.479.408, 24 0,00

1 1 2 3

Bahan Baku Persediaan Awal Pembelian Lokal Pembelian Import

0,00 0,00 0,00 0,00

4 5

Total Persediaan Retur Pembelian Potongan Pembelian Jumlah Persediaan Akhir

0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

6

1.290.479.408, 24 0,00 0,00 1.290.479.408, 24 0,00 2.114.430.621, 43 2.013.113.524, 33 101.317.097,10 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 1.694.129.997, 47 5.385.413,00 0,00 76.125.530,00 450.259.335,00 41.897.020,00 673.526.573,00 313.297.798,92 4.066.311,56 22.800.000,00 0,00 0,00 66.311.109,00 0,00 0,00 40.460.907,00 0,00 5.099.040.027, 14 0,00 0,00 5.099.040.027,

2 1 2 3 4 5 6 7

Tenaga Kerja Gaji Karyawan Bonus Pesangon Tunjangan Makan Tunjangan Kesehatan Tunjangan Jamsostek Tunjangan Lain-Lain

0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6

Biaya Overhead Pabrik Listrik & Air Bahan Bakar Pengangkutan Sewa Pemeliharaan & Perbaikan Pemakaian Penyusutan Asuransi Bongkar Muat Kendaraan Pemeliharaan Mobil Pembungkus Biaya Import E.M.K.L Pembuatan Lain – Lain

953.020,49 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 953.020,49 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

4 1 2 5

Jumlah Biaya Produksi Awal Barang Dalam Proses Akhir Barang Dalam Proses Harga Pokok Produksi

953.020,49 0,00 0,00 953.020,49

1 2 6

Awal Barang Jadi Akhir Barang Jadi Harga Pokok Penjualan

0,00 0,00 953.020,49

14 0,00 (0,00) 5.099.040.027, 14

CV. MAKMUR MANDIRI RUGI / LABA Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2012 Keterangan 31-Dec-09 Komersial 31-Dec-10 Komersial 5.680.292.352, 00 0,00 5.680.292.352, 00 0,00 5.099.040.027, 14 581.252.324,86 552.787.370,47 520.364.977,57 32.422.392,90 0,00 0,00 0,00 307.695.698,01 0,00 0,00 0,00 37.981.240,00 52.049.830,00 21.496.058,31 0,00 0,00 0,00 16.841.191,00 5.579.100,00 11.137.309,00

1 1 2 3

Penjualan Exports Lokal Lokal (Maklon)

0,00 0,00 0,00 0,00

2 3 4 1 2 3 4 5 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2

Harga Pokok Penjualan Penghasilan Bruto Biaya Tenaga Kerja Gaji Karyawan Bonus Tunjangan Makan Tunjangan Kesehatan Tunjangan Jamsostek Biaya Penjualan & umum Listrik & Air Pengangkutan Sewa Pemeliharaan & Perbaikan Pemakaian Kantor Penyusutan Asuransi Perjalanan Amortisasi Kendaraan Pemeliharaan Kendaraan Perhubungan

953.020,49 (953.020,49) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 29.599.661,80 0,00 0,00 0,00 0,00 28.239.000,00 242.161,80 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 1.118.500,00

1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 By. Lain-Lain 0,00 32.119.200,00 (279.230.743,6 2) 29.644.447,39 590.569,07 15.094.322,88 0,00 13.959.555,44 150.341.163,25 0,00 149.741.163,25 0,00 600.000,00 (399.927.459,4 8) Komisi & Perijinan 0,00 85.058.400,00 Administrasi Bank 0,00 29.818.570,70 Pelayanan 0,00 7.682.285,00 Bea Materai & Pajak Lainnya 0,00 7.932.514,00

6 7 1 2 3 4 8 1 2 3 4

Penghasilan Netto Penghasilan Diluar Usaha Penghasilan Bunga Keuntungan Tukar Valas – Transaksi Keuntungan Penjualan Aktiva Penghasilan Lain-Lain Pengeluaran Diluar Usaha Beban Bunga Kerugian Tukar Valas – Transaksi Kerugian Penjualan Aktiva Sumbangan

(30.552.682,29) 17.407,20 17.407,20 0,00 0,00 0,00 123.795.228,70 0,00 123.795.228,70 0,00 0,00 (154.330.503,7 9)

9

Laba Bersih

Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Rasio Cepat – Quick Ratio
Tuesday, February 19th, 2013 | on Analisis Keuangan

Menghitung Rasio Cepat – Quick Ratio atau Acid-test ratio
Rumus rasio cepat. Sebuah perusahaan harus mampu membayar kewajiban lancarnya dalam periode waktu jangka pendek, biasanya satu tahun.

Salah satu ukuran kemampuan perusahaan untuk melakukan pembayaran ini adalah rasio cepat (quick ratio) atau acid-test ratio. Ratio cepat dihitung dengan cara sebagai berikut:

Rasio cepat = Aktiva Cepat / Kewajiban Lancar Rasio cepat mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar utang dengan segera, dengan menggunakan aktiva cepat yang dimilikinya. Aktiva cepat adalah kas, ekuivalen kas, dan piutang yang dapat dengan cepat dikonversi menjadi kas. Biasanya, sebuah perusahaan sebaiknya memiliki rasio cepat lebih dari 1. Rasio yang kurang dari 1 mengindikasikan bahwa kewajiban lancar tidak mampu ditutupi oleh kas dan aktiva-aktiva lancer lainnya.

Sebagai ilustrasi, asumsikan bahwa PT. Part Elektro Indonesia dan PT. Graha Elektronic memiliki aktiva cepat, kewajiban lancar, dan rasio cepat sebagai berikut:
dalam Jutaan PT. Part Elektro Indonesia Aktiva cepat: Kas Ekuivalen kas Piutang usaha (bersih) Total Kewajiban lancar Utang usaha Utang upah 100.000 47.000 84.000 231.000 PT. Graha Elektronic 55.000 65.000 472.000 592.000

125.000 65.000

427.000 120.000

Utang pajak penghasilan Wesel bayar Total Rasio cepat

22.000 8.000 220.000 1,05

45.000 148.000 740.000 0,8

Seperti dapat anda lihat, PT. Part Elektro Indonesia memiliki aktiva cepat yang lebih besar dari kewajiban lancarnya, atau rasio cepat sebesar 1,05. Rasio yang melebihi 1 mengindikasikan bahwa aktiva cepat yang ada, mencukupi untuk memenuhi kewajiban lancar. Namun PT. Graha Elektronic memiliki rasio cepat sebesar 0,8. Aktiva cepat yang dimilikinya tidak mampu menutupi kewajiban lancar. PT. Graha Elektronic dapat memecahkan masalah ini dengan meminta bank untuk mengkonversi utang jangka pendek sebesar Rp 148.000.000,- menjadi utang jangka panjang. Hal ini akan memindahkan wesel bayar dari kewajiban lancar. Jika PT. Graha Elektronic melakukan hal ini, rasio cepatnya akan naik menjadi 1 (Rp 592.000.000 : Rp 592.000.000), yang berarti aktiva cepatnya akan mencukupi untuk menutup kewajiban lancar. Baca artikel lainnya, Rasio aktiva tetap terhadap kewajiban jangka panjang dan doomsday ratio. Semoga membantu.

Rasio Keuangan : Modal Kerja dan Rasio Lancar
Monday, October 8th, 2012 | on Analisis Keuangan

Rasio Keuangan : Modal Kerja dan Rasio Lancar
Diposkan Oleh Oni Zamroni Modal kerja dan rasio lancar. Kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya disebut solvensi (solvency) – Baca juga: analisis horisontal. Dua tolok ukur keuangan untuk mengevaluasi solvensi jangka pendek dari suatu perusahaan adalah modal kerja dan rasio lancar. Modal kerja (working capital) adalah kelebihan aktiva lancar terhadap kewajiban lancar suatu perusahaan seperti diperlihatkan di bawah ini: Modal kerja = Aktiva lancar – Kewajiban lancar Adanya kelebihan aktiva lancar terhadap kewajiban lancar mengisyaratkan bahwa perusahaan mampu membayar kewajiban lancarnya. Jika kewajiban lancar lebih besar dari aktiva lancar, perusahaan mungkin tidak mampu membayar utang-utangnya dan harus menghentikan usahanya.

Sebagai contoh, modal kerja PT. Zamroni Kasep (kasepak bola.. hehe) pada akhir tahun 2011 adalah Rp 6.455.000.000,- sebagaimana dihitung berikut ini. Jumlah modal kerja ini mengisyaratkan bahwa PT. Zamroni Kasep mampu membayar kewajiban lancarnya. Modal kerja = Aktiva lancar – Kewajiban lancar Modal kerja = Rp 7.845.000.000 – Rp 1.390.000.000 Modal kerja = Rp 6.455.000.000,-

Rasio lancar (current ratio) adalah cara lain untuk melihat hubungan diantara aktiva lancar dan kewajiban lancar. Rasio lancar dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan kewajiban lancar seperti berikut ini. Rasio lancar = Aktiva lancar / Kewajiban lancar Sebagai contoh, rasio lancar untuk PT. Zamroni Kasep pada akhir tahun 2011 adalah 5,6 yang dihitung sebagai berikut : Rasio lancar = Aktiva lancar / Kewajiban lancar Rasio lancar = Rp 7.845.000.000 / Rp 1.390.000.000 Rasio lancar = 5,6 Rasio lancar bermanfaat dalam membuat perbandingan antara perusahaan dan dengan rata-rata industri. Sebagai gambaran, anggaplah pada tanggal 31 Desember 2011 modal kerja suatu perusahaan merupakan pesaing PT. Zamroni Kasep jauh lebih besar dari Rp 6.455.000.000,tetapi rasio lancarnya hanya 1,3. Jika hanya berdasarkan data ini saja, PT. Zamroni Kasep berada dalam posisi yang lebih menguntungkan untuk memperoleh pinjaman jangka pendek meskipun pesaing tersebut mempunyai modal kerja yang lebih besar – Baca lainnya: analisis vertikal.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Rasio Keuangan : Rasio Penjualan Bersih Terhadap Aktiva
Tuesday, October 9th, 2012 | on Analisis Keuangan

Rasio Penjualan Bersih Terhadap Aktiva
Diposkan Oleh Oni Zamroni Rasio penjualan bersih terhadap aktiva. Rasio ini mengukur seberapa efektif perusahaan dalam menggunakan aktivanya untuk menghasilkan penjualan. Rasio yang tinggi menunjukkan penggunaan aktiva yang efektif. Aktiva yang digunakan dalam menghitung rasio bisa berupa total aktiva pada akhir tahun, total aktiva rata-rata pada awal dan akhir tahun, atau aktiva rata-rata bulanan. Untuk ilustrasi kali ini, kita akan menggunakan total aktiva rata-rata pada awal dan akhir tahun. Adapun rumus rasio penjualan bersih terhadap aktiva sebagai berikut: Rumus rasio penjualan bersih terhadap aktiva = Penjualan bersih / Total aktiva rata-rata

Untuk mengilustrasikan penggunaan rasio ini, kita ambil contoh laporan keuangan tahun 2011 pada PT. Zamroni Kasep dan PT. Salazam:
PT. Zamroni Kasep 38.236.000,33.130.000,36.137.000,PT. Salazam 23.649.000,17.102.000,22.088.000,-

Penjualan bersih Total aktiva - Awal tahun - Akhir tahun

Rasio penjualan bersih terhadap aktiva untuk masing-masing perusahaan adalah sebagai berikut: PT. PT.

Rasio penjualan bersih terhadap aktiva:

Zamroni Kasep 1,10*

Salazam 1,21**

* 38.236.000 / [(33.130.000+36.137.000) / 2] ** 23.649.000 / [(17.102.000+22.088.000) / 2] Berdasarkan rasio ini, PT. Salazam terlihat lebih baik daripada PT. Zamroni Kasep dalam memanfaatkan aktiva untuk menghasilkan penjualan. Pembandingan rasio ini dari waktu ke waktu untuk PT. Zamroni Kasep dan PT. Salazam, dan dengan rata-rata industri akan memberikan dasar yang baik untuk interpretasi kinerja keuangan masing-masing perusahaan. Baca rasio keuangan lainnya.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Analisis Rasio Perputaran Piutang Usaha
Wednesday, December 12th, 2012 | on Analisis Keuangan

Contoh Analisis Perputaran Piutang Usaha
Perusahaan yang memberikan jangka waktu kredit yang panjang cenderung memiliki jumlah piutang usaha yang relatif tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang memberikan jangka waktu kredit yang pendek. Namun, dalam kedua situasi di atas, adalah penting untuk menagih piutang secepat mungkin. Kas yang diperoleh dari penagihan piutang akan meningkatkan solvensi dan mengurangi risiko kerugian dari piutang tak tertagih. Dua ukuran yang sangat berguna untuk mengevaluasi efisiensi penagihan piutang adalah (1) perputaran piutang usaha, dan (2) jumlah hari penjualan dalam piutang. Perputaran piutang usaha (accounts receivable turnover) mengukur seberapa sering piutang usaha berubah menjadi kas dalam setahun. Sebagai contoh, dengan ketentuan kredit 2/10, n/30, piutang usaha harus berputar sedikit di atas 12 kali dalam setahun. Perputaran piutang usaha dihitung sebagai berikut : Perputaran piutang usaha = Penjualan kredit bersih / Piutang usaha rata-rata

Piutang usaha rata-rata dapat ditentukan dengan menggunakan data-data bulanan atau dengan menambahkan saldo piutang usaha awal tahun dan akhir tahun serta kemudian dibagi dengan dua. Sebagai contoh, asumsikan bahwa PT. Farah Elektro memiliki penjualan kredit bersih sebesar Rp 360.000.000,- dan saldo piutang usaha awal tahun dan akhir tahun masing-masing adalah Rp 10.800.000,- dan Rp 12.200.000,-. Perputaran piutang usaha untuk PT. Farah Elektro adalah sebagai berikut : Perputaran piutang usaha = Penjualan kredit bersih / Piutang usaha rata-rata Perputaran piutang usaha = Rp 360.000.000 / (Rp 10.800.000 + Rp 12.200.000) = 31,3 Jumlah hari penjualan dalam piutang (number of days receivables) merupakan estimasi lamanya piutang usaha beredar. Dengan ketentuan kredit 2/10, n/30, jumlah hari penjualan dalam piutang harus lebih rendah dari 30 hari. Hal ini dihitung sebagai berikut : Jumlah hari penjualan dalam piutang = Piutang usaha, akhir tahun / Penjualan kredit rata-rata harian Penjualan kredit rata-rata harian ditentukan dengan membagi penjualan kredit bersih dengan 365 hari. Sebagai contoh, dengan menggunakan data-data sebelumnya milik PT. Farah Elektro, jumlah hari penjualan dalam piutang adalah 12,4 seperti diperlihatkan berikut ini : Jumlah hari penjualan dalam piutang = Piutang usaha, akhir tahun / Penjualan kredit rata-rata harian Jumlah hari penjualan dalam piutang = Rp 12.200.000 / (Rp 360.000.000 / 365 hari) = 12,4 Agar ukuran-ukuran di atas memiliki arti, ukuran-ukuran tersebut harus dibandingkan dengan ukuran dari periode sebelumnya dan dengan industri secara umum. Peningkatan efisiensi

penagihan piutang usaha terjadi jika perputaran piutang usaha meningkat dan jumlah hari penjualan dalam piutang menurun. Semoga bermanfaat.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Analisis Rasio Perputaran Persediaan
Monday, December 17th, 2012 | on Analisis Keuangan

Rumus Perputaran Persediaan
Perputaran persediaan. Sebuah perusahaan dagang harus menyimpan persediaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Kegagalan untuk melakukan hal itu bisa mengakibatkan hilangnya penjualan. Di sisi lain, terlalu banyak menyimpan persediaan akan mengurangi solvensi karena tertimbunnya sejumlah dana yang semestinya dapat digunakan untuk melakukan ekspansi dan memperbaiki operasi. Selain itu, kelebihan persediaan juga dapat menambah beban seperti menyimpan, asuransi, dan pajak properti. Terakhir, persediaan yang berlebihan akan meningkatkan resiko kerugian akibat penurunan harga, kerusakan, atau perubahan pola belanja pelanggan. Sama seperti banyak jenis analisis keuangan yang lain, adalah mungkin untuk menggunakan lebih dari satu ukuran dalam menganalisis efisiensi dan efektivitas pengelolaan persediaan perusahaan. Dua ukuran yang dimaksud adalah perputaran persediaan dan jumlah hari penjualan dalam persediaan.

Perputaran persediaan (inventory turnover) mengukur hubungan antara volume barang dagang yang dijual dengan jumlah persediaan yang dimiliki selama periode berjalan. Rasio ini dihitung sebagai berikut:

Perputaran Persediaan = Harga Pokok Penjualan / Persediaan Rata-rata Persediaan rata-rata dapat dihitung dengan menggunakan angka-angka mingguan, bulanan, atau tahunan. Untuk menyederhanakan, kita menentukan persediaan rata-rata dengan membagi jumlah persediaan pada akhir dan awal tahun dengan 2. Sepanjang jumlah persediaan yang dimiliki sepanjang tahun stabil, rata-rata ini akan akurat bagi analisis kita. Sebagai ilustrasi, data-data berikut diambil dari laporan tahunan PT. Farah Elektro dan PT. Garuda Teknologi:
PT. Farah Elektro Harga pokok penjualan Persediaan: Awal tahun Akhir tahun Rata-rata Perputaran persediaan 15.040.177.000,00 PT. Garuda Teknologi 705.379.000,00

1.113.937.000,00 1.109.791.000,00 1.111.864.000,00 13,5

81.091.000,00 79.192.000,00 80.141.500,00 8,8

Perputaran persediaan bagi PT. Farah Elektro adalah 13,5 dan untuk PT. Garuda Teknologi adalah 8,8. Secara umum, semakin besar perputaran persediaan, semakin efisien dan efektif perusahaan mengelola persediaannya. Jumlah hari penjualan dalam persediaan (number of day’s sales in inventory) adalah ukuran kasar mengenai lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membeli, menjual, dan mengganti persediaan. Hal ini dihitung sebagai berikut: Jumlah Hari Penjualan dalam Persediaan = Persediaan Akhir Tahun / Harga Pokok Penjualan rata-rata harian Harga pokok penjualan rata-rata harian ditentukan dengan membagi harga pokok penjualan dengan 356 (jumlah hari dalam 1 tahun). Jumlah ini dalam persediaan PT. Farah Elektro dan PT. Garuda Teknologi adalah:
PT. Farah Elektro Harga pokok penjualan rata-rata harian 15.040.177.000,00/3 65 705.379.000,00/365 PT. Garuda Teknologi

41.205.800,00 1.932.545,00

Persediaan akhir Jumlah hari penjualan dalam persediaan

1.109.791.000,00 26,9 hari

79.192.000,00 41 hari

Secara umum, semakin rendah jumlah hari penjualan dalam persediaan, semakin baik. Seperti halnya dengan perputaran persediaan, setiap industri mempunyai karakteristik yang berbeda antara satu dengan lainnya, sehingga tidak ada rasio yang tepat yang berlaku bagi seluruh industri. Semoga bermanfaat.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Rasio Aktiva Tetap terhadap Kewajiban Jangka Panjang – Utang
Tuesday, February 19th, 2013 | on Analisis Keuangan

Menghitung Rasio Aktiva Tetap terhadap Utang Jangka Panjang
Kewajiban jangka panjang seringkali dijamin oleh aktiva tetap. Rasio total aktiva tetap terhadap kewajiban jangka panjang menyediakan ukuran solvensi yang mengindikasikan marjin pengaman kepada kreditor. Rasio tersebut juga memberikan indikasi mengenai kemampuan potensial perusahaan untuk meminjam dana tambahan atas dasar jangka panjang.

Rasio aktiva tetap terhadap kewajiban jangka panjang (ratio of fixed assets to long-term liabilities) dihitung sebagai berikut: Rasio Aktiva Tetap terhadap Kewajiban Jangka Panjang = Aktiva tetap (bersih) / Kewajiban jangka panjang

Sebagai ilustrasi, data-data berikut diambil dari laporan keuangan PT. Part Elektro Indonesia tahun 2012 dan 2011:
2012 Rp 11.118.000.00 0,Rp 4.670.000.000,2011 Rp 11.026.000. 000,Rp 5.161.000.0 00,-

Properti, pabrik, dan peralatan (bersih) Utang jangka panjang

Rasio aktiva tetap terhadap kewajiban jangka panjang (utang) untuk tahun 2012 adalah 2,4 (11.118.000.000/4.670.000.000) dan 2,1 (11.026.000.000/5.161.000.000) untuk tahun 2011. Peningkatan rasio ini dari 2,1 pada tahun 2011 menjadi 2,4 pada tahun 2012 mengindikasikan lebih banyak marjin pengaman bagi para kreditor.

Sama seperti ukuran-ukuran keuangan lainnya, interpretasi dan analisis akan lebih berarti jika dibandingkan dengan rasio yang sama pada periode lainnya dan dengan rata-rata industry. Lihat artikel lainnya, Rasio kiamat – doomsday ratio dan Pengertian marginal cost dan biaya rata-rata. Semoga bermanfaat.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Kamus Akuntansi Indonesia Inggris
Monday, August 27th, 2012 | on Kamus Akuntansi

Istilah Akuntansi Bagian I
Income summary account > Perkiraan ikhtisar laba-rugi > Perkiraan yang digunakan dalam proses penutupan buku besar untuk mengikhtisarkan perkiraan pendapatan dan beban. Income from operation > Laba operasi > Kelebihan laba kotor atas total beban operasi. Income statement > Perhitungan laba-rugi > Laporan laba rugi > Ikhtisar pendapatan dan beban satu kesatuan usaha untuk jangka waktu tertentu. Invoice > Faktur > Nota tagihan yang dikeluarkan oleh penjual (disebut faktur pajak penjualan) kepada seorang pembeli (disebut faktur pajak pembelian) untuk barang yang dibeli. Investment center > Pusat investasi > Suatu unit terdesentralisasi dimana manajer mempunyai tanggung jawab dan wewenang untuk mengambil keputusan yang mempengaruhi tidak hanya biaya dan pendapatan, tetapi juga aktiva tetap yang tersedia pada pemusatan tersebut.

Inventory turnover > Perputaran persediaan > Hubungan antara volume barang terjual dan persediaan, yang dihitung dengan membagi harga pokok penjualan dengan persediaan rata-rata. Internal controls > Pengendalian internal > Prosedur rinci yang diikuti perusahaan untuk mengendalikan operasinya. Interim statement > Laporan interim > Laporan keuangan yang dikeluarkan untuk suatu periode yang kurang dari satu tahun fiskal. Intangible asset > Aktiva tak berwujud > Aktiva berumur panjang dalam opersi perusahaan yang tidak disimpan untuk dijual, dan tidak mempunyai bentuk fisik. Installment method > Metode cicilan > Metode pengakuan pendapatan, dimana setiap penerimaan kas dari penjualan cicilan dianggap terdiri dari pembayaran sebagian harga pokok barang yang dijual dan laba kotornya. Inflation > Inflasi > Suatu periode dimana harga-harga umum naik dan daya beli uang turun. Indirect method > Metode tak langsung > Suatu metode pelaporan arus kas dari aktivitas operasi sebagai laba bersih operasi yang disesuaikan untuk semua deferral dari penerimaan dan pembayaran kas dimasa lalu dan semua akrual dari penerimaan dan pengeluaran kasi dimasa depan yang diperkirakan. Indirect expense > Beban tak langsung > Suatu beban yang timbul untuk keseluruhanp perusahaan sebagai unit dan bukan dibawah pengendalian manajer masing-masing departemen. Indirect cost > Biaya tak langsung > Suatu biaya untuk unit tertentu dalam perusahaan atau organisasi, tidak dapat ditelusuri secara langsung pada unit itu. Beberapa dalam kamus akuntansi ini telah kami update guna kelengkapan istilah akuntansi pada blog ini.
Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Metode dan Jenis Analisis Laporan Keuangan
Terdapat dua macam metode analisis laporan keuangan yang biasa dipakai yaitu: 1. Analisis vertical (statis), yaitu analisis yang dilakukan terhadap hanya satu periode laporan keuangan saja. 2. Analisis horizontal (dinamis) merupakan analisis yang dilakukan dengan membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode. Jenis-jenis teknik analisis laporan keuangan yang dapat dilakukan adalah: 1. Analisis perbandingan antara laporan keuangan 2. Analisis trend

3. Analisis persentase per komponen 4. Analisis sumber dan penggunaan dana 5. Analisis sumber dan penggunaan kas 6. Analisis rasio 7. Analisis kredit 8. Analisis laba kotor 9. Analisis BEP Kasmir,S.E., M.M Widarti Rahardjo
Posted in Analisis Laporan Keuangan Leave a comment October 27, 2012

Tujuan dan Manfaat Analisis Laporan Keuangan
Tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan adalah: 1. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu; 2. Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan perusahaan; 3. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki; 4. Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan untuk penilaian kinerja manajemen. Langkah yang dilakukan dalam analisis keuangan adalah: 1. Mengumpulkan laporan keuangan dan data yang diperlukan selengkap mungkin; 2. Melakukan pengukuran-pengukuran atau perhitungan-perhitungan dengan rumus-rumus tertentu. 3. Melakukan interpretasi terhadap hasil perhitungan dan pengukuran; 4. Membuat laporan tentan posisi keuangan perusahaan; 5. Memberikan rekomendasi yang dibutuhkan sehubungan dengan hasil analisis tersebut Kasmir, S.E., M.M. Widarti Rahardjo
Posted in Analisis Laporan Keuangan Leave a comment October 27, 2012

Cara Membaca Laporan Keuangan
CARA MEMBACA LAPORAN KEUANGAN 1. Lihat apakah sudah diaudit Umumnya kategori laporan keuangan memuat hal-hal sebagai berikut: a. Surat CEO b. Laporan Keuangan yang terdiri dari - Neraca - Laporan laba rugi - Laporan aliran kas - Laporan perubahan posisi keuangan - Laporan modal pemegang saham c. Catatan kaki d. Penjelasan dan analisis (kekuatan dan kelemahannya jika ada) e. Laporan oleh audit independen 2. Catatan kaki Catatan kaki harus diperiksa untuk melihat apakah perusahaan telah mengubah prinsip atau metode akuntansinya. Seandainya perusahaan mengubah metode akuntansinya, mungkin mereka sedang menyajikan angka-angka yang terbaik. Kemudian cari tahu alasan perubahan tersebut, yaitu sebagai berikut: a. Apakah periode penyusutan lebih dari seharusnya, atau karena aktiva yang tidak dipakai sehingga memiliki umur pakai yang lebih lama? b. Jika penjualan tidak berkembang sebagaimana yang ditargetkan perlu dijelaskan di catatn kaki. c. Pendapatan meningkat karena adanya keberuntungan dan manajemen ingin menyimpan sebagian hasil untuk masa masa di mana penjualan sedang menurun atau melonggarkan pembayaran pajak. d. Apakah penjualan menurun karena adanya perubahan dalam akuntansi dan bukan karena penjualan? Dalam catatan kaki, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar catatan kaki dapat dimengerti, yaitu sebagai berikut: 1. Kalimat yang mengatakan memulihkan kerugian tiap tahun sebelumnya. Pahami jika ada kalimat manajemen yang mengatakan bahwa hanya dialah yang berani membersihkan perusahaan dan menyalahkan kerugian akibat manajemen lalu. 2. Penggunaan metode penyusutan dan sediaan mesti dilihat secara jelas mengingat peraturan pajak yang sering berubah. 3. Pahami jika ada kalimat cadangan untuk masa sulit atau suatu hal dan lainnya. Kalimat ini mungkin menyembunyikan keberuntungan besar yang diperoleh perusahaan. 4. Penundaan pengeluaran, yaitu ada pengeluaran yang tidak ditulis seluruhnya pada saat pengeluaran itu terjadi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan konsumen sehingga daoat meningkatkan pendapatan. 5. Pengambilan persentase penyelesaian, untuk memperoleh laba manajemen memasukkan biaya-biaya dalam kontrak jangka panjang, karena yakin mereka membuat kemajuan. Ini dapat dilakukan, walaupun tidak ada uang yang diterima. Hal ini membantu untuk menyebarkan kesuksesan lebih merata sesuai waktu terutama untuk tujuan pajak atau tujuan-tujuan lainnya. 3. Laporan keuangan

Dalam membandingkan rasio dari seluruh tahun yang dilaporkan, berikan perhatian khusus untuk piutang dan sediaan. Jika laporan tidak menyebutkan rasionya. Anda harus melakukannya sendiri. Pertanyaan yang harus diajukan adalah sebagai berikut: a. Periksa apakah piutang dan sediaan meningkat secara lebih cepat dibandingkan penjualan atau sebaliknya. b. Periksa apakah ini berarti perusahaan sedang berusaha meningkatkan atau menjaga penjualan dengan kebijakan kredit yang kurang baik. c. Periksa apakah perusahaan tetap mengoperasikan pabrik pada tingkat tinggi tanpa adanya penjualan. d. Apakah produksi tersebut dimaksudkan untuk sediaan di saat penjualan sedang tinggi? e. Periksa rasio lancar dan lihat apakah perusahaan membayar tepat waktu dan memiliki kebijakan penagihan piutang yang baik. f. Periksa apakah utang jangka panjang meluas. Hal ini berarti umumnya baik, namun jika penjualan menurun, hal tersebut mungkin tidak terlalu baik. g. Lihat nilai aktiva kemudian bandingkan dengan perusahaan sejenis apakah perusahaan menaksir terlalu tinggi, apakah ada penjelasan, menaksir terlalu tinggi tidak terlalu berrarti tidak ada pembelian yang antusias. Kemudian, perlu dicari apakah ada perbedaan dengan cara membandingkan antara laporan keuangan yang ada. 1. Periksa dan perhatikan aliran kas menurut waktunya dan apa saja yang sudah dilakukan dengan kas tersebut. 2. Periksa apakah uang dinvestasikan lagi, digunakan untuk membayar dividen, membayar utang yang jumlahnya besar. 3. Periksa apakah penjualan meningkat, tetap atau turun. Penjualan menurun menunjukkan kemungkinan ada masalah. Penjualan harus bisa mengikuti inflasi, penjualan juga dapat menurun karena alasan kepemilikan, misalnya sebagian perusahaan dijual. 4. Periksa laba lembar per saham (earning per share/EPS). Persepsi bisa salah jika sebagian perusahaan dijual, terjadi penurunan promosi, penelitian dan pengembangan, penundaan terhadap beberapa pengeluaran yang mengakibatkan pendapatan meningkat. EPS juga bervariasi tergantung metode akuntansi yang digunakan. EPS tidak menggambarkan risiko terhadap perusahaan atau suatu devisi dari perusahaan tersebut. EPS tidak dihitung untuk investasi yang dibutuhkan sebagai modal kerja atau kebutuhan modal tetap. 4. Surat CEO Periksa surat CEO atau presiden karena surat ini memberikan petunjuk mengenai jalannya perusahaan. Isi surat itu harus sejalan dengan apa yang telah anda temukan seperti berikut ini: a. Perhatikan kata-kata lemah dalam surat ini seperti: kami sedang berusaha melakukan, terus bergerak maju, hampir selesai, dianggap demikian, serta kecuali untuk, dan seterusnya. b. Waspadai juga kata-kata yang terkesan seperti permohonan maaf atau yang lebih banyak dibumbui ketimbang kata-kata tindakan saat menganalisis perubahan dalam penjualan utang atau laba. c. Surat tersebut harus memberi penjelasan yang mudah dipahami mengenai apa yang sedang terjadi, perusahaan sedang menuju ke arah mana, bagaimana cara mencapainya dan mengapa. Surat yang baik akan melaporkan sebagaimana aslinya dan lengkap (lebih dari lima belas halaman, jarang dilakukan). d. Periksa laporan tahunan catatan kaki, apakah penyusutan dihitung dengan metode garis lurus

untuk laporan tahunan, namun metode dipercepat untuk laporan pajak. e. Selain itu, sediaan umumnya dilaporkan dalam laporan tahunan dengan sediaan rata-rata, namun dalam formulir pajak dengan LIFO atau FIFO, ini cara yang legal untuk menghindari pajak. 5. Penjelasan dan Analisis Langkah selanjutnya adalah periksa penjelasan dan analisis yang disediakan dalam laporan keuangan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: a. Perhatikan apakah saham telah dijual dan digunakan, apakah untuk meluaskan pabrik atau meningkatkan penjualan, ataukah untuk membayar utang. Jika memungkinkan, lihat seberapa banyak saham yang merupakan milik karyawan atau dewan pengurus, apakah mereka membeli atau menjual. b. Periksa kualifikasi manajemen puncak. Jika tersedia, lihat masalah-masalah hukum, apakah telah terselesaikan, dengan siapa masalah terjadi, kantor pajak, kreditur, pelanggan atau badan pengendali lingkungan. Perhatikan berapa lama masalah tersebut terjadi. Kasmir, S.E., M.M. Widarti Rahardjo
Posted in Analisis Laporan Keuangan Leave a comment September 30, 2012

Komponen Laporan Laba Rugi
LAPORAN LABA RUGI Dalam praktiknya komponen pendapatan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi terdiri dari dua jenis 1. Pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok (usaha utama) perusahaan. 2. Pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dari di luar usaha pokok (usaha sampingan) perusahaan. Demikian juga dengan pengeluaran atau biaya-biaya. Komponen-komponen yang terdapat dalam laporan laba rugi: 1. Penjualan (pendapatan) 2. Harga pokok penjualan (HPP) 3. Laba kotor 4. Biaya operasi 5. Laba kotor operasional 6. Penyusutan (depresiasi) 7. Pendapatan bersih operasi 8. Pendapatan lainnya 9. Laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT (Earning Before Interest and Tax) 10. Biaya bunga terdiri dari:

11. Laba sebelum pajak atau EBT (Earning Before Tax) 12. Pajak 13. Laba sesudah bunga dan pajak atau EAIT (Earning After Interest and Tax). 14. Laba per lembar saham (Earning per Share) Kasmir, S.E., M.M. Widarti
Posted in Analisis Laporan Keuangan Leave a comment September 30, 2012

Komponen Neraca
NERACA Secara garis besar komponen neraca dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Aktiva lancar a. Kas b. Rekening pada bank (rekening giro dan rekening tabungan) c. Deposito berjangka (time deposit) d. Surat-surat berharga (efek-efek) e. Piutang f. Pinjaman yang diberikan g. Sediaan h. Biaya yang dibayar di muka i. Pendapatan yang masih harus diterima j. Aktiva lancar lainnya 2. Aktiva tetap a. Aktiva tetap berwujud - Tanah - Mesin - Bangunan - Peralatan - Kendaraan - Akumulasi penyusutan - Aktiva tetap lainnya b. Aktiva tetap tidak berwujud - Goodwill - Hak Cipta - Lisensi - Merek dagang

3. Aktiva lainnya a. Gedung dalam proses b. Tanah dalam penyelesaian c. Piutang jangka panjang d. Uang jaminan e. Uang muka investasi Kemudian, komponen utang (kewajiban) serta modal (ekuitas) tergambar dalam posisi pasiva sebagai berikut: 1. Utang lancar (kewajiban jangka pendek) a. Utang dagang b. Utang wesel c. Utang bank d. Utang pajak e. Biaya yang masih harus dibayar f. Utang sewa guna usaha g. Utang dividen h. Utang gaji i. Utang lancar lainnya 2. Utang jangka panjang a. Utang hipotek b. Utang obligasi c. Utang bank jangka panjang d. Utang jangka panjang lainnya 3. Ekuitas a. Modal saham b. Agio saham c. Laba ditahan d. Cadangan laba e. Modal sumbangan Kasmir, S.E., M.M Widarti
Posted in Analisis Laporan Keuangan Leave a comment September 30, 2012

Pengertian
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN Suatu kegiatan usaha (bisnis) yang dijalankan oleh suatu perusahaan, tentu memiliki beberapa

tujuan yang ingin dicapai oleh pemilik dan manajemen yaitu: 1. Pemilik perusahaan menginginkan keuntungan yang optimal atas usaha yang dijalankannya. 2. Pemilik menginginkan usaha yang dijalankan tidak hanya untuk satu periode kegiatan saja. 3. Perusahaan tetap mampu untuk menghasilkan atau menyediakan berbagai jenis barang dan jasa untuk kepentingan masyarakat umum. 4. Usaha yang dijalankan dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat, baik yang berada dalam lingkungan perusahaan maupun dilingkungan luar perusahaan. Agar tujuan tersebut dapat dicapai, manajemen perusahaan harus mampu membuat perencanaan yang tepat dan akurat, pelaksanaan di lapangan dilakukan secara baik dan benar sesuai dengan rencana yang telah disusun, manajemen harus mampu mengawasi dan mengendalikan kegiatan usaha yang dijalankannya apabila terjadi penyimpangan. Agar usaha yang dijalankan dapat dipantau perkembangannya, setiap perusahaan harus mampu membuat catatan, pembukuan dan laporan terhadap semua kegiatan usahanya. Catatan, pembukuan, dan laporan dibuat baik dalam suatu periode tertentu. Pemilik dan manajemen harus mengetahui berapa uang yang keluar dan masuk ke perusahaan dalam suatu periode tertentu dan perincian penggunaan. Catatan keuangan selama periode tertentu dibuat dalam bentuk laporan keuangan. Untuk mampu membaca, mengerti dan memahami arti laporan keuangan, perlu dianalisis terlbeih dahulu dengan berbagai alat analisis yang biasa digunakan. Dengan menggunakan alat analisis ini dapat diketahui berbagai hal yang berkaitan dengan keuangan dan kemajuan perusahaan. Alat analisis keuangan yang biasa digunakan adalah rasio-rasio keuangan seperti: 1. Rasio likuiditas 2. Rasio solvabilitas 3. Rasio aktivitas 4. Rasio rentabilitas 5. Analisis laba kotor 6. Break even point 7. Rasio lainnya Dalam praktiknya, secara umum ada lima macam jenis laporan keuangan yang biasa disusun yaitu: 1. Neraca 2. Laporan laba rugi 3. Laporan perubahan modal 4. Laporan arus kas 5. Laporan catatan atas laporan keuangan Kasmir, S.E., M.M.

rosedur Akuntansi aktiva tetap tanah

َّ ‫ن اا‬ ‫حيم‬ ‫بِس‬ ِ ‫ر‬ ِ َ ْ‫ْــــــــــــــــم اﷲِالرَّح‬ ِ ‫م‬

Dalam pembahasan tentang aktiva tetap sebelumnya telah diterangkan tentang konsep aktiva tetap dalam akuntansi, metode penyusutan aktiva tetap hingga latihan soal dan pembahasan penyusutan aktiva tetap. Pada kesempatan ini akan dibahas secara khusus tentang salah satu jenis aktiva tetap yaitu aktiva tetap tanah. tanah merupakan jenis aktiva tetap yang unik, karena lain dari jenis aktiva tetap yang lainnya. Keunikan aktiva tetap tanah antara lain adalah tidak adanya penyusutan dari aktiva tetap ini, melainkan aktiva tetap tanah nilainya selalu meningkat seiring dengan perkembangan pasar. Untuk lebih detailnya tentang aktiva tetap tanah dapat dibaca dalam uraian berikut ini:

Definisi Aktiva tetap tanah
Tanah adalah aktiva tetap berwujud yang diperoleh dalam kondisi siap pakai atau diperoleh lalu disempurnakan sampai siap pakai untuk operasi perusahaan yang mempunyai manfaat ekonomi lebih dari satu tahun, serta tidak diperjualbelikan dalam kegiatan operasi normal perusahaan. Nilai wajar tanah adalah harga pasar bebas obyektif pada tanggal transaksi perolehan atau berdasar penilaian profesional yang dapat diterima secara umum dan dapat diandalkan.

Pengakuan aktiva tetap tanah
Tanah pada awalnya dinilai berdasar harga perolehan. Harga perolehan tanah adalah seluruh biaya yang diperlukan untuk memperoleh tanah tersebut hingga tanah siap untuk digunakan dalam operasi perusahaan. Pengeluaran untuk memperoleh tanah diakui secara terpisah dari pengeluaran legal hak atas. Biaya perolehan tanah antara lain meliputi: 1) Harga transaksi pembelian tanah termasuk tanaman, prasarana, bangunan diatasnya yang harus dibeli kemudian dimusnahkan. 2) Biaya konstruksi atau pembuatan tanah, bila lahan tanah diciptakan. 3) Biaya ganti rugi penghuni, biaya relokasi. 4) Biaya pembelian tanah lain sebagai pengganti. 5) Biaya komisi perantara jual beli tanah. 6) Biaya pinjaman terkapitalisasi kedalam tanah. 7) Biaya pematangan tanah. Beban Tangguhan untuk pengurusan legal Hak Atas Tanah antara lain meliputi: 1) Biaya legal audit seperti pemeriksaan keaslian sertifikat tanah, rencana tata kota.

2) Biaya pengukuran-pematokan- pemetaan ulang. 3) Biaya notaris, biaya jual beli & PPAT 4) Pajak terkait pada jual - beli tanah 5) Biaya resmi yang harus dibayar ke Kas Negara, untuk perolehan

Penyusutan Aktiva tetap tanah
Secara umum aktiva tetap tanah tidak mengalami penyusutan, namun dalam beberapa kondisi khusus tanah disusutkan, adapun kondisi khusus yang dimaksud antara lain sebagai berikut: 1) Kondisi kualitas tanah tak layak lagi untuk digunakan dalam operasi utama entitas. 2) Sifat operasi utama meninggalkan tanah dan bangunan begitu saja apabila proyek selesai. Contoh aktiva tetap tanah dan bangunan di daerah terpencil. Dalam hal ini tanah disusutkan sesuai perkiraan panjang jadwal operasi utama atau proyek tersebut. 3) Prediksi manajemen atau kepastian bahwa perpanjangan atau pembaharuan hak kemungkinan besar atau pasti tidak diperoleh. Apabila disusutkan, tanah disajikan berdasar nilai perolehan atau nilai terbawa lain sesuai revaluasi tanah atau PSAK tentang penurunan nilai aset, dikurangi akumulasi penyusutan. Dalam kondisi normal tanah tidak mengalami penyusutan namun selalu mengalami kenaikan nilai sesuai perkembangan pasar, Bisa saja tanah yang sekarang dibeli dengan harga Rp 100.000.000 beberapa tahun kemudian bernilai Rp 200.000.000. Lalu bagaimana pencatatan yang dilakukan saat terjadi keadaan demikian? untuk lebih jelasnya simak ilustrasi berikut ini: Pada tahun 1990 PT Kali jaya mempunyai aktiva tetap dengan harga perolehan Rp 50.000.000, setelah beberapa tahun kemudian tepatnya tahun 2008 PT Kali jaya mengadakan revaluasi atau penilaian kembali harga perolehan aktiva tetap yang dimilikinya, hasil dari revaluasi tersebut diketahui bahwa nilai aktiva tetap tanah adalah Rp 80.000.000. Berdaskan data tersebut buatlah jurnal adanya kenaikan nilai tanah! Diketahui bahwa harga perolehan tanah mula-mula adalah Rp 50.000.000 setelah dilakukan revaluasi nilai tanah menjadi Rp 80.000.000 dengan demikian terjadi peningkatan niai tanah sebesar Rp 30.000.000, Maka jurnal yang dibuat untuk mencatat adanya peningkatan nilai tanah tersebut adalah: Aktiva tetap tanah (apresiasi)........... Rp 30.000.000 Modal (apresiasi)............... Rp 30.000.000 Dalam jurnal diatas terlihat adanya peningkatan nilai tanah dan peningkatan modal PT Kali jaya.

Penyajian Tanah dalam Laporan Keuangan (Neraca)
Tanah disajikan sebagai bagian kelompok aktiva tetap berwujud. Adapun nilai yang disajikan adalah berdasarkan harga perolehan tanah tersebut, kecuali dalam kondisi khusus sepertti yang telah disampaikan diatas maka nilai yang disajikan adalah nilai perolehan atau nilai terbawa lain sesuai revaluasi tanah atau PSAK tentang penurunan nilai aset, dikurangi akumulasi penyusutan. Semua hak atas tanah,

disajikan sebagai Beban Tangguhan-Hak Atas Tanah dalam neraca, terpisah dari Beban Tangguhan yang lain. Kesimpulan Aktiva tetap tanah adalah Tanah adalah aktiva tetap berwujud yang diperoleh dalam kondisi siap pakai atau diperoleh lalu disempurnakan sampai siap pakai untuk operasi perusahaan yang mempunyai manfaat ekonomi lebih dari satu tahun, serta tidak diperjualbelikan dalam kegiatan operasi normal perusahaan. Dalam kondisi secara umum nilai tanah tidak mengalami penyusutan sebaliknya nilainya akan selalu meningkat sehingga dikenal adanya apresiasi nilai tanah atau peningkatan nilai tanah. Apresiasi ini kebalikan dari depresiasi atau penyusutan (penurunan nilai). Penyajian aktiva tetap tanah dalam neraca adalah sebesar harga perolehan tanah, tetapi dalam kondisi khusus apabila terdapat penyusutan tanah maka penyajian aktiva tetap tanah adalah berdasar nilai perolehan atau nilai terbawa lain sesuai revaluasi tanah atau PSAK tentang penurunan nilai aset, dikurangi akumulasi penyusutan. Description: Membahas Akuntansi aktiva tetap tanah secara tepat mulai dari pengakuan aktiva tetap tanah hingga penyajian aktiva tetap tanah Rating: 5.0

Latihan Soal Perhitungan Penyusutan Aktiva Tetap

َّ ‫ن اا‬ ‫حيم‬ ‫بِس‬ ِ ‫ر‬ ِ َ ْ‫ْــــــــــــــــم اﷲِالرَّح‬ ِ ‫م‬

Pada pembahasan sebelumnya telah diterangkan tentang jenis-jenis metode penyusutan aktiva tetap, agar pemahaman tentang metode penyusutan aktiva tetap lebih jelas maka dirasa penting untuk memahami postingan ini. Dalam kesempatan ini akan dibahas tentang Latihan soal perhitungan penyusutan aktiva tetap, diharapkan setelah membaca dan memahami postingan ini dengan baik maka pemahaman pembaca tentang metode penyusutan aktiva tetap meningkat sehingga dapat diterapkan dalam proses akuntansi pada bidang usaha yang ditekuni bagi anda yang soerang wirausaha atau dapat mengantarkan anda meraih kesuksesan belajar-mengajar bagi anda yang bergelut dalam pendidikan. Agar anda dapat memahami pembahasan Latihan soal perhitungan penyusutan aktiva tetap ini dengan baik disarankan untuk membaca dengan baik ilustrasi soal yang tersedia setelah itu anda berusaha menjawab soal tersebut dengan berbekal pada pemahaman anda tentang metode penyusutan aktiva tetap yang telah dibahas sebelumnya, selanjutnya sesudah menemukan jawaban atas soal yang telah anda

pahami, langkah berikutnya adalah mencocokan jawaban anda dengan pembahasan soal penyusutan aktiva tetap yang penulis sajikan dibawah ilustrasi soal, silahkan baca dan pahami ilustrasi soal berikut ini:

Ilustrasi soal penyusutan aktiva tetap
1) Pada tanggal 1 desember 2012, PT jaya kusuma membeli sebuah mobil angkut bekas dengan harga perolehan Rp 85.000.000. Mobil tersebut diperkirakan mempunyai umur ekonomis 5 tahun, dengan nilai residu Rp 10.000.000. Berdasarkan data dalam ilustrasi ini hitunglah besarnya penyusutan dengan metode garis lurus! 2) Sebuah mesin produksi dengan harga Rp 315.000.000 mulai digunakan untuk operasi perusahaan pada bulan Januari 2011. Umur penggunaan ditaksir selama 5 tahun dengan nilai residu Rp 15.000.000. Hitunglah penyusutan tiap tahun dari penggunaan mesin tersebut dengan metode jumlah angka tahun! 3) Sebuah mobil mulai dioperasikan untuk usaha pada tanggal 1 Januari 2012. Mobil tersebut diperoleh dengan harga Rp 165.000.000 dan ditaksir dapat dioperasikan untuk usaha selama 5 tahun. Hitunglah penyusutan tiap tahun dengan metode menurun berganda! 4) Harga perolehan mesin produksi Rp 12.500.000 dengan Nilai Residu Rp 780.000, selama 4 tahun ditaksir akan menghasilkan 40.000 unit dengan perincian sebagai berikut: tahun pertama 1500 unit, tahun kedua 10.000 unit, tahun ketiga 8000 unit, dan tahun keempat 7000 unit. Hitunglah penyusutan perunit dan penyusutan tiap tahun dari mesin tersebut dengan metode satuan unit produk! 5) Harga perolehan mesin produksi Rp 12.500.000 dengan Nilai Residu Rp 780.000,umur ekonomis empat tahun. selama 4 tahun mesin tersebut digunakan sebanyak 10.000 jam,sedangkan kegiatan untuk tahun pertama 3500 jam, tahun kedua 2800 jam, tahun ketiga 2000 jam, dan tahun keempat 1700 jam. Hitunglah penyusutan tiap tahun dari mesin tersebut dengan metode satuan jam kerja!

Pembahasan soal penyusutan aktiva tetap
Pembahasan soal 1 Dalam soal 1 diketahui harga perolehan mobil Rp 85.000.000, Umur ekonomis 5 tahun, dan nilai residu Rp 10.000.000. Berdasarkan data tersebut dapat dicari besarnya penyusutan dengan metode garis lurus tiap tahun dengan perhitungan sebagai berikut: Penyusutan tiap tahun = (Harga perlehan-Nilai residu)/ Umur ekonomis = (85.000.000 - 10.000.000)/5 = Rp 15.000.000 Pembahasan soal 2 Dalam soal 2 dapat diketahui Harga perolehan mesin Rp 315.000.000, nilai residu Rp 15.000.000, dan umur ekonomis 5 tahun. Berdasarkan data tersebut besarnya penyusutan tiap tahun dengan metode jumlah angka tahun dapat dicari dengan perhitungan sebagai berikut:

Langkah pertama mencari jumlah angka tahun umur aktiva; Jumlah angka tahun => 1+2+3+4+5 = 15 Setelah diketahui jumlah angka tahun selanjutnya dapat dicari penyusutan tiap tahun dengan rumus berikut ini: Penyusutan= Sisa umur penggunaan x (harga perolehan-nilai residu) Jumlah angka tahun Penyusutan tahun 1 => (5/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 100.000.000 Penyusutan tahun 2 => (4/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 80.000.000 Penyusutan tahun 3 => (3/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 60.000.000 Penyusutan tahun 4 => (2/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 40.000.000 Penyusutan tahun 5 => (1/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 20.000.000 Pembahasan soal 3 Dalam soal 3 dapat diketahui bahwa Harga perolehan Rp 165.000.000, nilai ekonomis 5 tahun. Berdasarkan data tersebut dapat dihitung besarnya penyusutan tiap tahun dengan metode menurun ganda dengan perhitungan sebagai berikut: Langkah pertama mencari besarnya besarnya persentase penyusutan tiap tahun; Jika dalam metode garis lurus persentase penyusutan tiap tahun adalah: => 100%/ umur ekonomis => 100%/5 = 20% Karena dalam metode menurun berganda besarnya persentase penyusutan 2x dari persentase metode garis lurus maka besarnya persentase penyusutan metode menurun berganda adalah 40%. Langkah berikutnya adalah menentukan besarnya penyusutan tiap tahun dengan perhitungan sebagai berikut: Penyusutan = persentase penyusutan x Harga buku aktiva tetap Penyusutan tahun 1 => 40% x 165.000.000 = Rp 66.000.000 Penyusutan tahun 2 => 40% x 99.000.000 = Rp 39.600.000 Penyusutan tahun 3 => 40% x 59.400.000 = Rp 23.760.000 Penyusutan tahun 4 => 40% x 35.640.000 = Rp 14.256.000 Penyusutan tahun 5 => 40% x 21.384.000 = Rp 8.553.600 Note: Harga buku = Harga perolehan - Akumulasi penyusutan, Pada tahun 1 belum ada akumulasi penyusutan karena mobil masih baru sehingga Harga buku aktiva = Harga perolehan. Pembahasan soal 4 Dalam soal 4 dapat diketahui Bebeara hal yaitu: Harga perolehan aktiva tetap dalam hal ini mesin sebesar Rp 12.500.000 Nilai Residu Rp 780.000 Umur ekonomis selama 4 tahun Jumlah total produk yang dapat dihasilkan oleh mesin tersebut selama umur ekonomis sejumlah 40.000 unit, dengan perincian tahun pertama 1500 unit, tahun kedua 10.000 unit, tahun ketiga 8000 unit, dan tahun keempat 7000 unit. Berdasarkan data tersebut maka kita dapat mencari penyusutan mesin dari tiap unit produk yang dihasilkan maupun penyusutan mesin tiap tahun, adapun perhitungan yang diperlukan adalah sebagai berikut:

Penyusutan mesin perunit produk = (Harga perolehan-Nilai residu) Total unit produk = (12.500.000-780.000)/40.000 = Rp 293 Penyusutan mesin per tahun dapat diketahui dengan perhitungan sebagai berikut: Penyusutan pertahun = penyusutan per unit x jumlah produk pertahun Tahun 1 => 293 x 15.000 = Rp 4.395.000 Tahun 2 => 293 x 10.000 = Rp 2.930.000 Tahun 3 => 293 x 8000 = Rp 2.344.000 Tahun 4 => 293 x 7000 = Rp 2.051.000 Pembahasan soal 5 Dalam soal 5 dapat diketahui Bebeara hal yaitu: Harga perolehan aktiva tetap dalam hal ini mesin sebesar Rp 12.500.000 Nilai Residu Rp 780.000 Umur ekonomis selama 4 tahun Jumlah total jam penggunaan mesin dalam operasional perusahaan selama umur ekonomis sejumlah 41.000 jam, dengan perincian tahun pertama 3500 jam, tahun kedua 2800 jam, tahun ketiga 2000 jam, dan tahun keempat 1700 jam. Berdasarkan data tersebut maka kita dapat mencari penyusutan mesin dalam tiap jam penggunaan mesin tersebut maupun penyusutan mesin tiap tahun, adapun perhitungan penyusutan mesin dengan metode satuan jam kerja adalah sebagai berikut: Penyusutan mesin perjam = (Harga perolehan-Nilai residu)/Total jam kerja = (12.500.000-780.000)/10.000 = Rp 1.172 Penyusutan mesin per tahun dapat diketahui dengan perhitungan sebagai berikut: Penyusutan pertahun = penyusutan per unit x jumlah jam kerja pertahun Tahun 1 => 1.172 x 3500 = Rp 4.102.000 Tahun 2 => 1.172 x 2800 = Rp 3.281.000 Tahun 3 => 1.172 x 2000 = Rp 2.344.000 Tahun 4 => 1.172 x 1700 = Rp 1.992.000 Demikianlah pembahasan Latihan soal perhitungan penyusutan aktiva tetap, semoga dapat meningkatkan pemahaman anda dalam konsep perhitungan penyusutan aktiva tetap. Seperti yang telah kita ketahui bahwa aktiva tetap akan disusutkan nilainy kecuali aktiva tetap dalam bentuk sebidang tanah. Sebidang tanah tidak mengalami penyusutan, lalu bagaimanakah perlakuan atas sebidang tanah dalam akuntansi? Untuk mengetahui perlakuan akuntansi tentang aktiva tetap tanah disarankan membaca dan memahami postingan selanjutnya tentang perlakuan aktiva tetap tanah dalam akuntansi.

Description: Membahasa Latihan soal perhitungan penyusutan aktiva tetap disertai pembahasan soal dengan lima jenis metode penyusutan aktiva tetap Rating: 5.0

Metode Penyusutan Aktiva Tetap dalam Akuntansi

َّ ‫ن اا‬ ‫حيم‬ ‫بِس‬ ِ ‫ر‬ ِ َ ْ‫ْــــــــــــــــم اﷲِالرَّح‬ ِ ‫م‬

Aktiva tetap mempunyai nilai yang semakin berkurang dari suatu periode ke periode berikutnya, misalnya usahawan membeli sebuah mesin untuk operasional usahanya dengan harga Rp 10.000.000 setelah lima tahun ke depan nilai mesin tersebut bukan Rp 10.000.000 lagi tetapi nilainya sudah semakin rendah misalnya menjadi Rp 6000.000. Dengan demikian nilai aktiva tetap akan menjadi turun apabila sudah dipakai atau digunakan dalam periode tertentu, Namun ada aktiva tetap yang nilainya tidak akan turun melainkan akan semakin tinggi nilainya yaitu aktiva tetap tanah. Aktiva tetap dalam bentuk sebidang tanah nilainya akan semakin tinggi seiring dengan pertambahan waktu. Nilai aktiva tetap akan menjadi berkurang karena adanya pemakaian aktiva tetap tersebut sehingga dalam akuntansi dikenal adanya penyusutan aktiva tetap. Penyusutan atau depresiasi adalah pengalokasian harga perolehan dari suatu aktiva tetap karena adanya penurunan nilai aktiva tetap tersebut. Untuk mengetahui besarnya penyusutan atau depresiasi dari suatu aktiva tetap dikenal beberapa metode antara lain metode garis lurus, metode jumah angka tahun, metode menurun berganda, metode satuan jam kerja, dan metode satuan hasil produksi. Agar lebih memahami metode penyusutan aktiva tetap tersebut terlebih dahulu perlu diketahui istilah-istilah penting berikut ini: a. Harga perolehan adalah harga barang ditambah biaya-biaya yang menyertainya b. Harga Buku aktiva tetap adalah harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan aktiva tetap c. Nilai residu adalah perkiraan nilai aktiva tetap setelah digunakan sesuai umur ekonomis, niali residu disebut juga nilai sisa d. Umur ekonomis adalah perkiraan usia barang atau batas waktu penggunaan barang Setelah mengetahui makna istilah di atas simaklah pembahasan Jenis-jenis metode penyusutan aktiva tetap berikut ini:

Metode Penyusutan aktiva tetap garis lurus
Metode garis lurus atau disebut juga straight line method adalah suatu metode penyusutan aktiva tetap dimana beban penyusutan akiva tetap per tahunnya sama hingga ahir umur ekonomis aktiva tetap tersebut. Rumus penyusutan aktiva tetap metode garis lurus Penyusutan = Harga Perolehan-Nilai Residu

Umur Ekonomis atau dengan cara lain berikut ini: a) mencari tarif penyusutan tiap tahun Tarif Penyusutan = 100% : umur ekonomis b) Mencari beban penyusutan tiap tahun Beban Penyusutan = Tarif penyusutan x (Harga perolehan-Nilai Residu) c) Mencari Nilai Buku Aktiva tetap Harga Buku Aktiva Tetap= Harga Perolehan- Akumulasi Penyusutan

Metode Penyusutan aktiva tetap menurun ganda
Metode menurun ganda disebut juga metode Double Declining Balance Methode, menurut metode ini maka penyusutan aktiva tetap ditentukan berdasarkan persentase tertentu yang dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan. Persentase penyusutan dapat dicari atau dihitung dengan mengalikan persentase penyusutan dengan metode garis lurus dengan angka 2 (dua). Dengan ungkapan lain persentase penyusutan besarnya 2x Persentase atau tarif penyusutan metode garis lurus. Rumus penyusutan aktiva tetap metode menurun ganda Penyusutan = {2 x (100% : umur ekonomis)} x Harga buku aktiva tetap

Metode Penyusutan aktiva tetap Jumlah Angka Tahun
Metode Jumlah Angka Tahun disebut juga sum of the years digit method, Berdasarkan metode jumlah angka tahun besarnya penyusutan aktiva tetap tiap tahun jumlahnya semakin menurun. Rumus metode penyusutan aktiva tetap metode Jumlah angka Tahun Penyusutan = Sisa Umur Penggunaan x(Harga perolehan-nilai residu) Jumlah Angka Tahun Keterangan: Sisa Umur Penggunaan = misalnya umur ekonomis 5 tahun, maka pada tahun pertama sisa umur penggunaan jumlahnya 5, tahun kedua 4 dan seterusnya. Jumlah angka taun = misalnya umur ekonomis 5 tahun, maka jumlah angka tahun dihitung=> 1+2+3+4+5 = 15 Harga Buku aktiva tetap = harga perolehan - nilai residu

Metode Penyusutan Aktiva Tetap Satuan Jam Kerja
Metode satuan Jam Kerja atau disebut juga Service Hours Method, menurut metode ini beban Penyusutan Aktiva Tetap ditetapkan Berdasarkan jam kerja yang dapat dicapai dalam periode yang bersangkutan. Rumus penyusutan aktiva tetap metode satuan jam kerja Beban Penyusutan per tahun = Jam kerja yang dapat dicapai x Tarif penyusutan tiap jam Tarif penyusutan per jam = Harga Perolehan-nilai residu Jumlah total Jam Kerja penggunaan aktiva tetap

Metode Penyusutan aktiva tetap Satuan hasil Produksi

Metode satuan hasil produksi atau disebut Productive Output Method, Menurut metode ini beban penyusutan aktiva tetap ditetapkan berdasarkan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan. Rumus penyusutan aktiva tetap metode satuan hasil produksi Beban Penyusutan per tahun = Jumlah satuan produk yang dihasilkanxTarif penyusutan per produk Tarif penyusutan per satuan produk = Harga perolehan-Nilai residu Jumlah total produk yang dihasilkan Kesimpulan Penyusutan merupakan proses pengurangan nilai aktiva tetap karena faktor penggunaan aktiva tetap tersebut, faktor usia atau faktor sejenisnya. Perhitungan besarnya beban penyusutan dapat dilakukan dengan beberapa metode diantaranya metode garis lurus, metode menurun ganda, metode jumlah angka tahun, metode satuan jam kerja dan metode satuan hasil produksi. Setelah dilakukan perhitungan selanjutnya dilakukan pencatatan beban penyusutan aktiva tetap, proses pencatatan beban penyusutan aktiva tetap dilakukan setiap ahir periode akuntansi yaitu dengan adanya bukti transaksi yang berupa memo yang isinya menunjukan adanya ayat jurnal penyesuaian yang menyatakan jumlah saldo penyusutan periode tersebut. Dalam jurnal penyesuaian beban penyusutan aktiva tetap dicatat dengan mendebet beban penyusutan aktiva tetap dan mengkredit akumulasi penyusutan aktiva tetap atau dapat juga dicatat dengan mendebet beban penyusutan aktiva tetap dan mengkredit aktiva tetap yang bersangkutan. Demikianlah pembahasan Metode Penyusutan aktiva tetap dalam akuntansi, agar anda lebih menguasai konsep penyusutan aktiva tetap disarankan untuk membaca Soal perhitungan penyusutan aktiva tetap yang akan dipublikasikan segera. Description: Membahas jenis-jenis metode penyusutan aktiva tetap sacara benar berdasarkan prinsip akuntansi

Soal dan Pembahasan Cara Perolehan Aktiva Tetap
Soal latihan dalam postingan ini merupakan kelanjutan dalam pemahan konsep aktiva tetap dalam akuntansi. Sebagaimana telah dijelaskan dalam postingan sebelumnya bahwa cara perolehan aktiva tetap dapat dilakukan dengan 3 (tiga) cara yaitu Pembelian secara tunai, Pembelian dengan angsuran dan pertukaran atau barter. Agar Anda dapat memahami dengan baik tentang cara perolehan aktiva tetap, maka dalam postingan ini akan dibahas tentang cara perolehan aktiva tetap dalam bentuk ilustrasi soal disertai pembahasannya. Setelah membaca postingan ini diharapkan kemampuan pemahaman anda tentang cara perolehan aktiva tetap dapat meningkat, sehingga bagi pembaca khusunya seorang pelajar, maupun mahasiswa dapat meningkat prestasi belajar akuntansi dan bagi anda yang seorang pendidik penulis berharap postingan ini dapat membekali dalam proses pembelajaran akuntansi serta bagi anda yang seorang usahawan semoga postingan ini dapat menjadi sarana dalam pencatatan aktiva tetap secara benar. Berikut ini akan dikemukakan ilustrasi soal tentang cara perolehan aktiva tetap dan dibawah ilustrasi soal disajikan pembahasan dari ilustrasi soal tersebut yang penulis jelaskan dengan semaksimal mungkin.

َّ ‫ن اا‬ ‫حيم‬ ‫بِس‬ ِ ‫ر‬ ِ َ ْ‫ْــــــــــــــــم اﷲِالرَّح‬ ِ ‫م‬

Soal Latihan cara perolehan aktiva tetap
1. Pembelian Aktiva tetap secara tunai dalam kondisi yang normal (Pembelian 1 (satu) jenis aktiva tetap Pada tanggal 1 februari 2013 PT Kali jaya yang bergerak dalam bidang Peternakan ayam Membeli sebuah mobil angkut yang akan difungsikan untuk pemasaran ayam dan telur ayam seharga Rp. 40.000.000, Berdasarkan transaksi ini buatlah jurnal umum yang disusun oleh PT Kali Jaya! 2. Pembelian Aktiva Tetap secara tunai dimana aktiva yang dibeli lebih dari satu jenis tetapi dibeli dalam satu harga. Seorang usahawan membeli gedung di atas sebidang tanah yang luasnya 200 m sedangkan luas gedung 60 m dengan harga Rp 240.000.000. Berdasarkan info pasar harga tanah per 1 meter adalah Rp 1000.000 dan menurut tipe gedung harga per meter Rp 1.200.000. Diminta, buatlah perhitungan Harga Perolehan aktiva tetap yang dibeli dan susunlah jurnal pembelian aktiva tetap tersebut! 3. Pembelian Aktiva tetap dengan angsuran dimana harga Tunai aktiva tetap yang dibeli diketahui. Aktiva tetap dengan jenis kendaraan dengan harga tunai Rp 50.000.000 dibeli secara mengangsur selama 60 kali bulanan dengan uang muka Rp 5000.000 dan bunga 12% per tahun. Diminta; Perhitungan dan jurnal-jurnal yang diperlukan atas pembelian aktiva tetap tersebut! 4. Cara perolehan aktiva tetap dengan cara pertukaran dimana aktiva tetap yang ditukar berbeda jenis. Aktiva tetap mesin yang harga perolehannya Rp 20.000.000 sudah disusutkan sebesar Rp 5000.000 ditukarkan dengan aktiva tetap kendaraan yang harga perolehannya Rp 25.000.000 belum ada penyusutan (Kendaraan Baru). Apabila Aktiva tetap mesin diakui (harga pasar) nilainya sebesar Rp 16.000.000, maka buatlah perhitungan dan jurnal yang diperlukan atas pertukaran aktiva tetap tersebut! 5.Cara Perolehan Aktiva tetap dengan cara pertukaran dimana aktiva yang ditukarkan sejenis. Perusahaan Pak Subkhan ingin menukar mesin lamanya dengan mesin baru. Harga perolehan mesin lama $ 4000 dengan penyusutan $3200 dan harga pasar mesin tersebut $1.100. Mesin baru yang diinginkan pak Subkhan mempunyai harga perolehan $5000. Berdasarkan data tersebut buatlah perhitungan dan jurnal yang diperlukan!

Pembahasan Soal Cara perolehan aktiva tetap
Pembahasan soal 1 Dalam soal 1 terjadi pembelian aktiva tetap secara tunai dalam bentuk sebuah mobil angkut dengan harga Rp 40.000.000, pada kondisi ini tidak ada perhitungan yang diperlukan karena harga perolehan mobil telah diketahui sehingga tinggal menyusun jurnal pembelian mobil tersebut. Jurnal yang disusun PT Kali jaya adalah sebagai berikut:

Mobil.............Rp 40.000.000 Kas ...............Rp 40.000.000 Pembahasan Soal 2 Dalam soal 2 terjadi pembelian aktiva tetap secara tunai dengan satu harga tetapi aktiva tetap yang dibeli lebih dari satu jenis aktiva tetap yaitu aktiva tetap tanah dan gedung. Berdasarkan transaksi ini maka harus diketahui terlebih dahulu harga perolehan Tanah dan harga perolehan gedung. Perhitungan untuk mengetahui harga perolehan tanah dan gedung yang dibeli tersebut adalah sebagai berikut: Mencari Harga Pasar Relatif Tanah => 200 m x Rp 1000.000 = Rp 200.000.000 Gedung=> 60 m x Rp 1200.000 = Rp 72.000.000+ Harga Pasar Relatif...................= Rp 272.000.000 Mencari Harga Perolehan Harga Perolehan Tanah dicari dengan cara sebagai berikut: (200.000.000/272.000.000) x 240.000.000 = Rp 176.470.588 Harga Perolehan Gedung dicari dengan cara sebagai berikut: (72.000.000/272.000.000) x 240.000.000 = Rp 63.529.412 Jurnal yang dibuat atas pembelian aktiva tetap Tanah .............Rp 176.470.588 Gedung............Rp 63.529.412 Kas ....................Rp 240.000.000 Pembahasan Soal 3 Dalam soal 3 terjadi pembelian aktiva tetap dengan angsuran, dimana harga tunai aktiva tetap tersebut diketahui yaitu Rp 50.000.000. Perhitungan yang diperlukan adalah sebagai berikut: Mencari utang pokok pinjaman Harga Tunai => Rp 50.000.000 Uang Muka => Rp 5.000.000Utang Pokok Pinjaman => Rp 45.000.000 Mencari Bunga Pinjaman Lama angsuran 60 kali bulanan sama dengan 5 tahun, sedangkan bunga 12% per tahun sehingga besar bunga dalam persen =>12% x 5 tahun = 60% Bunga dalam rupiah => 60% x 45.000.000 = Rp 27.000.000 Mencari angsuran yang dibayarkan setiap bulan Besarnya utang total = utang pokok + utang bunga = 45.0000.0000+27.000.000 = Rp 72.000.000 Angsuran utang pokok perbulan => 45.000.000 : 60 = Rp 750.000 Angsuran utang bunga perbulan => 27.000.000 : 60 = Rp 450.000 Jadi Besarnya kas yang dibayarkan setiap bulan untuk membayar angsuran adalah sebagai berikut: => Angsuran utang poko per bulan + Angsuran utang bunga perbulan => Rp 750.000 + Rp 450.000 = Rp 1.200.000, atau dapat juga dihitung dengan cara berikut ini:

=

Total = = Rp 1.200.000.

Utang 72.000.000

:

Lama :

angsuran 60

Jurnal yang disusun saat pembelian Aktiva tetap Kendaraan........................Rp 50.000.000 Beban Bunga ditetapkan dimuka...........Rp 27.000.000 Utang .................................................................Rp 72.000.000 Kas ......................................................................Rp 5.000.000 Jurnal saat pembayaran angsuran; Utang .................Rp 1.200.000 Kas ......................Rp 1.200.000 Beban Bunga angsuran kendaraan ............Rp 450.000 Beban Bunga ditetapkan dimuka ..............Rp 450.000 Pembahasan soal 4 Dalam soal 4 terjadi transaksi pertukaran aktiva tetap berbeda jenis yaitu aktiva tetap mesin lama akan ditukarkan dengan aktiva tetap kendaraan baru. Perhitungan untuk menentukan laba rugi atas adanya pertukaran Nilai buku (nilai sekarang) mesin => Harga perolehan - Penyusutan => Rp 20.000.000 - Rp 5000.000 = Rp 15.000.000 Harga Pasar Mesin ................................................... = Rp 16.000.000 Laba Pertukaran => Rp 16.000.000 - Rp 15.000.000 = Rp 1.000.000 Terjadi laba dalam pertukaran karena harga pasar lebih besar dari nilai buku. Perhitungan untuk menentukan kas yang harus dibayar untuk pertukaran aktiva tetap Harga Pasar mesin Rp 16.000.000 sedangkan harga kendaraan (baru) yang diinginkan Rp 25.000.000 Sehingga jika ingin menukarkan mesin dengan kendaraan harus menambah uang sebesar Rp 9000.000 Note;kendaraan masih baru sehingga harga perolehan = harga pasar. Jurnal yang disusun atas pertukaran aktiva tetap Kendaraan ................................Rp 25.000.000 AKml. Penyusutan Mesin ...........Rp 5000.000 Mesin........................................................Rp 20.000.000 Laba pertukaran aktiva.............................Rp 1000.000 Kas............................................................Rp 9000.000 Note; Tujuan Jurnal diatas adalah memunculkan akun kendaraan dan menghapus akun mesin. Pembahasan Soal 5 Dalam soal 5 terjadi pertukaran aktiva tetap dimana aktiva tetap yang ditukar masih satu jenis, yaitu pertukaran aktiva tetap mesin lama akan ditukarkan dengan mesin baru. Perhitungan menentuka laba-rugi perhitungan Nilai Buku mesin lama => $4000 -$3200 = $ 800 Harga Pasar Mesin Lama => .......................= $ 1.100 Laba Pertukaran => $1100 - $ 800 = $ 300

Karena dalam pertukaran aktiva tetap satu jenis tidak mengakui adanya laba pertukaran maka laba pertukaran diperlakukan sebagai pengurang Harga perolehan mesin baru, jadi harga perolehan mesin baru $5000 - $300 = $4700 Perhitungan menentukan besarnya kas yang dibayarkan untuk pertukaran aktiva tetap Harga pasar mesin lama $ 1.100 sedangkan harga mesin baru $ 5000 sehingga kas yang dibayar untuk menukar mesin lama dengan mesin baru adalah $5000 - $1100 = $ 3900 Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut Mesin baru .......................................$ 4700 Akml Penyusutan mesin lama ..........$ 3200 Mesin lama ......................................$ 4000 Kas.....................................................$ 3900 Demikianlah Pembahasan tentang soal dan pembahasan cara perolehan aktiva tetap, semoga dengan berahirnya pembahasan ini tujuan atau harapan penulis dapat tercapai. Agar anda semakin menguasai konsep aktiva tetap maka disarankan membaca artikel tentang penyusutan aktiva tetap yang akan diterbitkan segera. Description: Membahas soal dan pembahasan cara perolehan aktiva tetap secara tepat sesuai prosedur akuntansi Rating: 5.0

Memahami Konsep Aktiva Tetap dengan Benar

َّ ‫ن اا‬ ‫حيم‬ ‫بِس‬ ِ ‫ر‬ ِ َ ْ‫ْــــــــــــــــم اﷲِالرَّح‬ ِ ‫م‬

Pada postingan ini akan dibahas tentang salah satu komponen dalam laporan neraca yaitu aktiva tetap. Aktiva tetap dapat diartikan sebagai kekayaan perusahaan yang mempunyai nilai guna ekonomis jangka panjang yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan serta tidak untuk dijual kembali. Dalam akuntansi aktiva tetap harus dicatat sebesar Harga perolehan, tetapi harus diketahui juga nilai sekarang atau disebut juga nilai buku. Harga perolehan adalah biaya pembelian ditambah biaya yang menyertainya hingga aktiva tetap tersebut siap digunakan untuk operasional perusahaan. Nilai buku adalah harga perolehan dikurangi depresiasi atau penyusutan.

Macam-Macam Aktiva tetap

Berdasarkan umurnya aktiva tetap dapat dibedakan menjadi dua (2) yaitu Aktiva tetap yang berumur terbatas dan aktiva tetap yang umurnya tidak terbatas. a. Aktiva tetap berumur terbatas yaitu aktiva tetap yang nilainya harus dialokasikan setiap tahunnya yaitu dengan cara membentuk depresiasi atau penyusutan. Aktiva tetap jenis ini mempunyai dua jenis yang pertama aktiva tetap yang ada penggantinya contohnya mesin, kendaraan dan sebagainya. Yang kedua aktiva tetap yang tidak ada penggantinya misalnya tambang dan sebaginya. b. Aktiva tetap yang umurnya tidak terbatas Yaitu aktiva tetap yang umurnya tidak perlu dialokasikan karena nilainya selalu bertambah, contoh aktiva ini adalah tanah.

Ciri-ciri Aktiva tetap
Aktiva tetap mempunyai beberapa ciri-ciri sebagai berikut: a. Aktiva tetap digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan dan bukan untuk diperjual belikan. Contoh, Mobil yang dimiliki dalam usaha peternakan ayam digunakan untuk mengangkut ayam dan telur ayam untuk menjual ayam dan telur ke konsumen. Dalam contoh ini mobil termasuk aktiva tetap karena mobil digunakan untuk operasional perusahaan, sebaliknya mobil dalam Mobil dalam dealer mobil bukan termasuk aktiva tetap melainkan barang dagang karena mobil tersebut tidak digunakan operasional perusahaan melainkan untuk dijual pada konsumen. b. Aktiva tetap bukan merupakan Investasi jangka panjang perusahaan. Contoh, Tanah yang digunakan dalam usaha ternak ayam yaitu untuk berdirinya kandang-kandang ayam, atau tempat lainnya untuk menunjang usaha ternak ayam tersebut maka tanah ini termasuk Aktiva tetap, namun apabila tanah difungsikan bukan untuk menunjang operasional perusahaan misalnya untuk pengusaha membeli tanah dengan tujuan untuk ekspansi dimasa depan maka tanah dalam artian ini tidak bisa disebut aktiva tetap melainkan digolongkan ke investasi jangka panjang. c. Aktiva tetap memiliki nilai material yang cukup besar d.Digunakan perusahaan dalam jangka waktu beberapa periode akuntansi untuk operasional.

Cara perolehan Aktiva tetap
Aktiva tetap dapat dimiliki perusahaan dengan cara pembelian secara tunai atau secara angsuran. 1. cara perolehan Aktiva tetap dengan cara tunai a. Pembelian aktiva tetap secara normal Saat terjadi pembelian aktiva tetap dilakukan pencatatan dalam jurnal umum sebagai berikut: Aktiva tetap (...)..............Rp xxx Kas..............................Rp xxx b. Pembelian beberapa Aktiva tetap (lebih dari 1) dengan satu harga saat terjadi pembelian beberapa aktiva tetap dengan satu harganya, maka harus dicari harga perolehan dari masing-masing aktiva tetap yang dibeli, dalam hal ini dengan menggunakan harga pasar relatif. Contoh pembelian beberapa aktiva tetap dengan satu harga adalah saat pembelian

gedung yang didirikan diatas sebidang tanah dengan satu harga tertentu, dalam hal ini ada dua aktiva tetap yaitu tanah dan gedung. 2. Pembelian Aktiva tetap dengan cara angsuran Harga perolehan aktiva tetap yang dibeli dengan mengangsur adalah sebesar pembayaran terhadap aktiva tetap tersebut jika dibayar tunai, bukan seluruh uang yang dibayarkan, dengan kata lain biaya bunga tidak termasuk Harga perolehan. 3. Cara perolehan aktiva tetap dengan Cara Pertukaran (barter) Perolehan aktiva tetap dengan Cara Pertukaran (barter) dapat dilakukakan dengan dua cara yaitu, pertukaran tidak sejenis dan pertukaran sejenis. Saat terjadi transaksi dengan pertukaran tidak sejenis terdapat pengakuan rugi atau laba. Saat terjadi transaksi dengan pertukaran sejenis terdapat pengakuan rugi namun tidak mengakui saat terjadi laba. Demikianlah pembahasan Memahami Konsep Aktiva tetap dengan benar yang meliputi pengertian aktiva tetap, ciri-ciri aktiva tetap, jenis aktiva tetap dan cara perolehan aktiva tetap. Pembahasan ini merupakan pembahasan awal tentang aktiva tetap, untuk mengetahui konsep aktiva tetap lebih dalam silahkan baca soal dan pembahasan cara perolehan aktiva tetap dan Metode penyusutan aktiva tetap. Description: Membahas definisi aktiva tetap, jenis aktiva tetap, ciri-ciri aktiva tetap dan cara perolehan aktiva tetap sesuai prosedur akuntansi Rating: 5.0

Neraca Saldo
Neraca Saldo merupakan pengelompokkan saldo akhir didalam buku besar, atau daftar yang berisi kumpulan seluruh rekening/perkiraan buku besar. Neraca Saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan kapan saja untuk memastikan keseimbangan Buku Besar. Untuk menyiapkan Neraca Saldo, saldo tiap perkiraan harus ditentukan terlebih dahulu. Fungsi neraca saldo adalah mengevaluasi adanya kesalahan posting atau penjurnalan melalui ketidaksamaan antara debet dan kredit, atau untuk memastikan bahwa Buku Besar secara matematis adalah akurat dengan pengertian bahwa jumlah saldo-saldo debet selalu sama dengan saldo-saldo kredit. Namun keseimbangan bukan berarti catatancatatan akuntansi benar-benar akurat. Dalam neraca saldo terdapat hampir semua perkiraan pendapatan dan beban perusahaan. Dikatakan hampir semua, karena masih ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh lebih dari satu periode akuntansi. Itulah sebabnya neraca ini disebut dengan neraca saldo yang belum disesuaikan. Untuk itu diperlukan jurnal penyesuaian. Saldo setiap rekening disusun berurutan dari rekening Neraca dan rekening Rugi Laba sebagai berikut: 1. Aktiva Lancar 2. Aktiva Tetap 3. Aktiva Lain-lain 4. Hutang Lancar 5. Hutanng Tidak Lancar 6. Ekuitas

َّ ‫ن اا‬ ‫حيم‬ ‫بِس‬ ِ ‫ر‬ ِ َ ْ‫ْــــــــــــــــم اﷲِالرَّح‬ ِ ‫م‬

7. Pendapatan 8. Pendapatan 9. Beban 10. Beban Non Operasi

Non

Operasi Operasi Operasi

Bentuk atau Format Neraca Saldo dapat dilihat pada gambar berikut ini:

(klik Gambar Untuk Memperjelas Tampilan)

Keterangan : - Kolom Nomor Rekening digunakan untuk menampung nomor-nomor rekening buku besar. - Kolom nama Rekening Digunakan untuk menampung nama-nama rekening buku besar - Kolom debet dan kredit digunakan untuk menampung jumlah saldondari rekening yang bersangkutan. Kesimpulan Tujuan Penyusunan Neraca Saldo adalah mengevaluasi adanya kesalahan posting atau penjurnalan melalui ketidaksamaan antara debet dan kredit, atau untuk memastikan bahwa Buku Besar secara matematis adalah akurat dengan pengertian bahwa jumlah saldo-saldo debet selalu sama dengan saldo-saldo kredit. Sumber penyusunan Neraca saldo adalah dari Buku besar, jadi Kode akun, ama dan jumlah saldo akun diperoleh dari buku besar. Neraca saldo yang benar akan memunculkan jumlah saldo di sisi Debet dan sisi Kredit yang sama. Demikianlah pembahasan Neraca saldo di Akuntansi Pendidik, semoga pembahasan ini memberi manfaat bagi anda. setelah anda menguasai neraca saldo maka disarankan anda untuk membaca dan memahami jurnal penyesuaian.

Penggolongan kode akun atau rekening
Kode akun adalah simbol atau tanda yang diberikan pada tiap-tiap akun dengan tujuan agar mudah dimengerti, dipahami, dicari, dan mudah diingat.

َّ ‫ن اا‬ ‫حيم‬ ‫بِس‬ ِ ‫ر‬ ِ َ ْ‫ْــــــــــــــــم اﷲِالرَّح‬ ِ ‫م‬

Karakteristik kode akun
a. Luwes, mudah disisipkan bila terdapat penambahan akun baru b. Sederhana, sesuai dengan tujuan akun” mudah dimengerti” c. Setiap akun mempunyai kode masing-masing d. Penempatan atau urutan akun sesuai dengan akun Rill(akun neraca/ akun tetap) dan Nominal (akun R/l atau akun sementara)

Penggolongan kode akun
Kode Akun dapat digolongkan menjadi empat golongan, antara lain sebagai berikut: 1. Desimal, yaitu pemberian kode akun dengan menggunakan angka nol (0) sampai Sembilan (9). Contoh - KAS kode akunnya 0 atau 1 - MESIN kode akunnya 10 atau 11 2. Numerial, yaitu pemberian kode akun dengan memberikan kode berupa angka pada kelompok, golongan, dan jenis akun tersebut. Contoh : - KAS kode akunnya 1.1.1 atau 1.0.1 - MESIN kode akunya 1.2.5 atau 1.1.5 3. Mnemonik, yaitu pemberian kode akun dengan menggunakan huruf Contoh : - KAS kode akunnya A.a.a atau H.L.kas - MESIN kode akunnya A.b.e atau H.T.mesin 4. Kombinasi, yaitu pemberian kode akun dengan menggunakan angka dan huruf Contoh : - KAS kode akunya 1.1.a atau 1.1.kas atau A.a.1 atau H.L.1 - MESIN kode akunya 1.2.e atau 1.2.mesin atau A.b.5 atau H.T.5 Dari empat golongan akun diatas, dalam postingan ini akan dibahas lebih lanjut penggolongan akun secara Numerial. Penggolongan akun secara numerial ini merupakan penggolongan yang sering digunakan dalam praktik akuntansi baik perusahaan jasa, perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur. Penggolongan akun secara numerial secara teknis dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Dari gambar diatas dapat terlihat bahwa kode yang pertama (A) merupakan kodekelompok Akun, kode kedua (B) merupakan kode golongan akun dan kode ketiga (C) merupakan kode Jenis akun. penggolongan akun secara numerial yang dibahas di blog akuntansi pendidik ini terdiri dari tiga digit namun sebenarnya kode akun juga bisa terdiri dari empat digit, hal ini tergantung dari banyaknya jenis akun yang digunakan perusahaan. dengan kata lain mungkin saja suatu perusahaan menggunakan kode akun tiga digit namun perusahaan lainnya menggunakan kode akun empat digit. Contoh penggolongan akun secara numerial ini adalah kode untuk kas 1.1.1 dimana kode 1 pertama merupakan kelompok akun yaitu Kelompok harta, kode 1 kedua merupakan golongan akun yaitu golongan harta lancar sedangkan kode 1 ketiga merupakan jenis akun yaitu jenis kas.

Untuk memperjelas pemahaman saudara silahkan lihat tabel tentang kode akun berikut ini: Description: Membahas penggolongan kode akun yang digunakan dalam akuntansi serta memahami sifat kode akun Rating: 4.5