You are on page 1of 14

KLIPING TENTANG

DISUSUN

OLEH:

RIDA HAYATI NORA FAUZIAH KELAS : VII A-1

T.A. 2013/2014

HARIMAU YANG TERJERUMUS
Di sebuah hutan, tinggallah binatang-binatang yang kehidupannya aman dan tenteram. Tetapi sejak kedatangan harimau buas, sering terjadi kerusuhan di hutan karena harimau itu sering mengacau. Namun ada satu binatang yang berani menentang harimau, yaitu Pena si kucing jantan. Sampai suatu hari, harimau yang biasa dipanggil Harim, membuat keributan di rumah Pena. Pena yang melihat kalau Harim sedang mengacau di rumahnya. Ia merasa sangat kasihan pada orang tuanya karena itu ia segera mengambil tindakan. Pena berusaha mengalih kan perhatia Harim “He..Harim, keluarlah, kalau kamu jantan kejarlah aku!” Pena sengaja berkata de ngan keras. Mendengar teriakan Pena Harim merasa ditantang. Ia pun segera keluar dari rumah Pena dan mulai mengejar Pena yang telah berlari cukup jauh. Sedangkan itu Pena yang sedang dikejar Harim berusaha mencari ide untuk membuat jera Harim. Tidak terasa mereka telah sampai di tengah hutan. Ketika melihat sumur tua di tengah hutan, Pena pun mendapat ide. Ia sangat yakin kalau harimau yang kelihatannya parkasa dan menakutkan belum tentu mempunyai otak yang cemerlang.Pena segera berhenti ketika sampai di tepi sumur. “Sekarang kamu mau kemana, ha?” kata Harim sambil memamerkan giginya. “Tunggu dulu Harim! Kalau kau mau memangsaku, kau harus kalahkan dulu temanku yang hendak menantangmu. Dan temanku itu bersembunyi dalamsana.” Kata Pena sambil menunjuk pada sumur tua itu. Kemudian Harim mendekati sumur dan ia segera menunjukkan giginya yang runcing. Tapi alangkah kagetnya Harim, karena hewan yang ada dalam sumur itu mengikuti gerakannya dengan sangat mirip. Harim memamerkan cakarnya yang tajam, tapi hewan itu juga menirukannya dengan persis. Kini Hari sangat marah . tanpa berpikir panjang ia segera melompat masuk dalam sumur. Dan tidak lama kemudian Harim telah mati. Pena tersenyum puas karena dapat mengelabuhi Harim. Sebenanya ia tidak tega. Tetapi itu adalah balasan yang setimpal atas perbuatannya pada binatang penghuni hutan. Karena kecerdikannya itu, ia di kenal sebagai hewan yang cerdik, pandai, cerdas dan pemberani.
Yunarsih, Teater Asba SMP Negeri 23 Purworejo, 2006)

Pengumuman Lomba Kementerian Komunikasi dan Informatika Direktorat Jenderal Penyelanggaraan Pos dan Informatika Jl. Medan Merdeka Barat No.17 Jakarta 10110 Lomba Desain perangko Nasional 2011 1 Agustus 2011 S.D. 30 September 2011 Tema: "Jati Diri Bangsa" Sub Tema: "Pengamalan Nilai-Nilai Luhur Pancasila Sebagai Pembentukan Jati diri Bangsa Dalam Kehidupan Sehari-Hari" Diselenggarakan dalam rangkat mengenali potensi dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam proses desain prangko melalui seni olah raga sebagai upaya menjalin kegiatan filateli sebagai pembelajaran. A. Batas Akhir Pengiriman: Tanggal 30 September 2011 (Cap Pos) B. Waktu Penilaian oleh Dewan Juri Tanggal 10 November 2011 C. Pengumuman Nominasi, Pemenang dan Sanggahan: Tanggal 14 S.D. 21 Oktober 2011 D. Pengumuman Pemenang: Tanggal 1 November 2011 E. Pemberian Penghargaan Tanggal 10 November 2011 Pengumuman Lombat Dapat Dilihat Melalui Website 1. Kementerian Kominfo 2. Ditjen PPI 3. PT. Pos Indonesia

JATUH DARI MOTOR
Saat itu pagi hari sehabis subuhan aku di ajak naik motor bersama teman~teman ku berkeliling , Pertamanya aku mbonceng dulu setengah perjalanan baru aku yang menyetir . Setelah sudah setengah perjalanan aku yang menyetir aku menyetir dengan ngebut tapi aku belum berani menyetir di jalan raya makanya aku menyetir nya di desa~desa.

Setelah sudah naik motor teman-temanku pun pada pulang tapi ada 2 orang yang belum pulang yang mengajak aku naik motor aku pun naik motor lagi tapi di perjalanan aku mendapat tugas untuk mengantar undangan . Aku pun bersedia mengantar undangan satu persatu aku mengantar undangan sehabis itu aku bertemu teman ku yang juga ingin berkeliling naik motor . Akhirnya pun kita naik motor lagi.

Belum lama dari desa tadi ada jalan yang lurus dan enak untuk ngebut aku pun ngebut dengan gigi 4 kecepatan 60 Tetapi aku masih urutan ke tiga . Tapi Tiba-tiba ada polisi tidur di ujung jalan . teman-teman ku pada mengerem mendadak aku pun tidak bias langsung mengerem GRUSAKK aku pun jatuh dari motor untung saja aku tidak jatuh ke sawah . tapi tangan kanan ku lecet dan tidak bisa merayakan hari idul fitri itu .

Kendaraan Pribadi Tak Dibatasi, Jakarta Selamanya Macet
Oleh Ilyas Istianur Praditya Posted: 30/11/2013 12:02

Liputan6.com, Jakarta : Semakin banyaknya warga Jakarta yang memiliki kendaraan pribadi baik itu motor ataupun mobil yang tanpa diimbangi dengan pertumbuhan jalan raya mengakibatkan ruas-ruas jalanan di Jakarta tak pernah sepi. Beberapa kalangan menilai kemacetan di Jakarta ini sepertinya tidak akan mudah teratasi jika penjualan kendaraan pribadi masih terus berlangsung. Jakarta pun terancam macet total selamanya. "Selama di Jakarta jumlah mobil pribadi dan angkutan umum berbeda, mobil pribadi tidak dibatasi, masalah kemacetan tidak akan bisa kita atasi," ungkap Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementrian PU Danis H Sumadilaga seperti yang ditulis, Sabtu (30/11/2013). Meski di sekitaran Jakarta juga terdapat sarana jalan berbayar yang bebas hambatan (jalan tol) hal itu nampaknya juga belum memberikan solusi yang berarti bagi warga Jakarta. "Kemacetan bukan hanya dalam tol saja," jelasnya. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) Eka Sari Lorena sebelumnya bahkan memprediksikan kurang dari 1 tahun Jakarta akan mengalami macet total jika tidak segera membenahi transportasi umumnya. "Nggak sampai 1 tahun kita akan berhenti total karena jalan itu isinya mobil dan motor semua. Bayangkan tiap tahun pertambahan motor saja mencapai 1.200-1.500 unit. Saya rasa ini bukan lagi lampu kuning, tetapi sudah lampu merah bagi transportasi kita," ujar Eka. Menurut dia, cara untuk menghindari dampak kemacetan yang lebih parah lagi yaitu dengan menyediakan angkutan umum yang nyaman dengan harga yang murah sehingga masyarakat diharapkan akan beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. "Masyarakat harus bisa pergi dengan biaya transportasi yang murah," lanjutnya. Eka juga mengkritisi kebijakan pemerintah yang malah mengeluarkan kebijakan mobil murah dibandingkan melakukan perbaikan pada transportasi umum. Selain itu, penyataan mobil murah tersebut akan ramah terhadap lingkungan dinilai tidak benar karena masih menyedot bahan bakar dalam jumlah yang banyak.

Legenda Batu Menangis

Dikisahkan zaman dulu ada sepasang suami-istri. Si suami bernama Awang dan si istri bernama Sari. Setelah beberapa lama menikah, akhirnya Sari mengandung. Ketika tiba waktunya melahirkan, Sari dan Awang begitu gembira. Karena, anaknya sungguh cantik. Hal yang unik adalah proses kelahirannya. Saat bayi cantik yang dinamai Putri ini lahir, cuaca sungguh tidak bersahabat. Angin bertiup kencang, gelap, dan pertanda buruk alam lainnya. Proses kelahiran inilah kelak mempengaruhi sifat Putri yang tidak sesuai dengan harapan orangtuanya. Ya, setelah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik, perilakunya sedemikian buruk. Putri memiliki jiwa pemalas. Kerjanya setiap hari hanyalah bersolek tanpa pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Sifatnya pun manja dan kekanak-kanakan. Dimana, setiap permintaannya harus dituruti tanpa peduli keadaan kedua orang tuanya. Suatu ketika, Putri diajak Sari ibunya berbelanja di pasar yang terletak lumayan jauh dari rumahnya. Untuk mencapainya mereka harus berjalan melewati beberapa desa. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Putri bersolek sambil berjalan melenggaklenggok bak bidadari. Terlebih-lebih ketika perjalanan pulang, Putri yang tidak mau membawa belanjaan membiarkan Ibu kerepotan membawa sendirian. [Baca kumpulan cerita rakyat Nusantara lainnya] Hal ini Putri lakukan supaya dirinya terlihat orang-orang lebih dulu saat melewati desa. Dan betul saja, begitu melewati sebuah desa, banyak para pemuda memperhatikan dirinya. Mereka mengagumi kecantikan Putri yang tiada tara. Seorang pemuda sebut saja bernama Jafar memberanikan diri untuk bertanya kepada Putri. “Hai, gadis cantik,” kata Jafar menyapa putri dengan ramah, “Boleh aku berkenalan denganmu?”

“Tentu saja,” sahut Putri. Dan berbincang-bincanglah mereka dengan akrab sampai akhirnya Jafar bertanya mengenai seorang perempuan renta yang bersamanya. “Oh, bukan siapa-siapa? Ia cuma pembantuku.” Kejadian serupa terjadi berulang-ulang setiap kali, Putri dan Ibu melewati desa. Para pemuda bertanya siapa perempuan yang bersama Putri. Dan Putri selalu menjawab dengan jawabanya yang tidak jauh berbeda, seperti “Ia budakku.” “Ia alas kakiku.” Mendengar jawaban-jawaban seperti itu, Ibu sakit hati. Ia menggumam, “Ya, Tuhan, tega sekali anakku Putri berkata seperti itu kepada orang-orang. Apakah ia tak memikirkan perasaanku sama sekali. Sakit, Tuhan, sakit sekali hatiku mendengarnya. Aku tak tahan lagi. Berilah pelajaran kepadanya…” Seketika, tubuh Putri membeku. Ia pun berteriak, “Ibu… Ibu… apa yang terjadi pada diriku?” Ibu yang tidak menduga bahwa omongannya didengar oleh Tuhan, segera menghampiri Putri. Ibu juga menangis melihat keadaan Putri yang perlahan-lahan berubah menjadi batu. “Ibu… Ibu… apa yang telah terjadi?” tanya Putri lagi. Ibu menggeleng dan menjauh. “Tidak, Tuhan, tidak! Aku tidak menginginkan Putri menjadi batu. Aku menginginkan Engkau memberinya pelajaran, bukan dijadikan batu.” Putri pun menangis. Ia tiba-tiba menyadari semua kekeliruannya telah menghinakan Ibunya. Namun, penyesalan selalu datang di akhir cerita. Dan itu terlambat! “Ibu… maafkan aku…” Dan tubuh Putri pun semua menjadi batu. Konon, saat ini patung batu itu masih mengeluarkan air mata. Orang-orang menyebut batu ini sebagai legenda Batu Menangis. Demikianlah cerita dongeng yang berasal dari Kalimantan. Semoga bermanfaat.

CIUNG WANARA
Rabu Barma Wijaya Kusuma memerintah kerajaan Galuh yang sangat luas. Permaisurinya 2 orang. Yang pertama bernama Pohaci Naganingrum dan yang kedua bernama Dewi Pangrenyep. Keduanya sedang mengandung. Pada bulan ke9 Dewi Pangrenyep melahirkan seorang putra. Raja sangat bersuka cita dan sang putra diberi nama Hariang Banga. Hariang Banga telah berusia 3 bulan, namun permaisuri Pohaci Naganingrum belum juga melahirkan. Khawatir kalau-kalau Pohaci melahirkan seorang putra yang nanti dapat merebut kasih sayang raja terhadap Hariang Banga, Dewi Pangrenyep bermaksud hendak mencelakakan putra Pohaci. Setelah bulan ke-13 Pohaci pun melahirkan. Atas upaya Dewi Pangrenyep tak seorang dayang-dayang pun diperkenankan menolong Pohaci, melainkan Pangrenyep sendiri. Dengan kelihaian Pangrenyep, putra Pohaci diganti dengan seekor anjing. Dikatakannya bahwa Pohaci telah melahirkan seekor anjing. Bayi Pohaci dimasukkannya dalam kandaga emas dihanyutkannya ke sungai Citandui. Karena aib yang ditimbulkan Pohaci Naganingrum yang telah melahirkan seekor anjing, raja sangat murka dan menyuruh Si Lengser (pegawai istana) untuk membunuh Pohaci. Si Lengser tidak sampai hati melaksanakan perintah raja terhadap Pohaci, permaisuri junjungannya. Pohaci diantarkannya ke desa tempat kelahirannya, namun dilaporkannya telah dibunuh. Hiduplah seorang Aki bersama istrinya, Nini Balangantrang, tinggal di desa Geger Sunten tanpa bertetangga. Sudah lama mereka menikah, tetapi belum dikarunia anak. Suatu malam Nini bermimpi kejatuhan bulan purnama. Mimpi itu diceritakannya kepada suami dan sang suami mengetahui takbir mimpi itu, bahwa mereka akan mendapat rezeki. Malam itu juga Aki pergi ke sungai membawa jala untuk menangkap ikan. Betapa terkejut dan gembira ia mendapatkan kandaga emas yang berisi bayi beserta telur ayam, Mereka asuh bayi itu dengan sabar dan penuh kasih sayang. Telur ayam itu pun mereka tetaskan, mereka memeliharanya hingga menjadi seekor ayam jantan yang ajaib dan perkasa. Anak angkat ini disertai telur ayam dan

mereka beri nama Ciung Wanara. Setelah besar bertanyalah Ciung Wanara kepada ayah dan ibu angkatnya. Terus terang Aki dan Nini menceritakan tentang asal-usul Ciung Wanara. Setelah mendengar cerita ayah dan ibu angkatnya, tahulah Ciung Wanara akan dirinya. Suatu hari Ciung Wanara pamit untuk menyabung ayamnya dengan ayam raja, karena didengarnya raja gemar menyabung ayam. Taruhannya ialah, bila ayam Ciung Wanara kalah ia rela mengorbankan nyawanya. Tetapi bila ayam raja kalah, raja harus bersedia mengangkatnya menjadi putra mahkota. Raja menerima dengan gembira tawaran tersebu. Sebelum ayam berlaga, ayam Ciung Wanara berkokok dengan anehnya, melukiskan peristiwa bertahun-tahun yang lampau tentang permaisuri yang dihukum mati dan kandaga emas yang berisi bayi yang dihanyutkan. Raja tidak menyadari hal itu, tetapi sebaliknya Si Lengser sangat terkesan akan hal itu. Bahkan ia menyadari sekarang Ciung Wanara yang ada di hadapannya adalah putra raja sendiri. Setelah persabungan, ayam baginda kalah dan ayam Ciung Wanara menang. Raja menepati janji dan Ciung Wanara diangkat menjadi putra mahkota. Dalam pesta pengangkatan putra mahkota, raja membagi 2 kerajaan untuk Ciung Wanara dan Hariang Banga. Selesai pesta pengangkatan putra mahkota Si Lengser bercerita kepada raja tentang hal yang sesungguhnya mengenai permaisuri Pohaci Naganingrum dan Ciung Wanara. Mendengar cerita itu, raja memerintahkan pengawal agar Dewi Pehgrenyep ditangkap. Akibatnya timbul perkelahian antara Hariang Banga dengan Ciung Wanara. Tubuh Hariang Banga dilemparkan ke seberang sungai Cipamali yang sedang banjir besar. Sejak itulah kerajaan Galuh dibagi menjadi 2 bagian dengan batas sungai Cipamali. Di bagian barat diperintah oleh Hariang Banga. Orang-orangnya menyenangi kecapi dan menyenangi pantun. Sedangkan bagian timur diperintah oleh Ciung Wanara. Orang-orangnya menyenangi wayang kulit dan tembang. Kegemaran penduduk akan kesenian tersebut masih jelas dirasakan sampai sekarang.

Buku Harian Dear Diary, Hari kebahagiaan payah itu pun akhirnya belajar datang.Setelah akhirnya kami

bersusah

kami

mendapatkan apa yang kami inginkan yaitu LULUS.Kami semua merasa senang bercampur sedih karena harus berpisah dengan teman teman semu yang sejak 6 tahun selalu bersama.Mereka yang selalu menemaniku dalam suka maupun duka.Canda tawa, suka duka, kami lalui bersama selama 6 tahun di SD.Kami pun harus berpisah dengan guru kami tercinta yang rela bangun pagi hanya untuk menjadikan kami manusia yang berguna di masa depan. Kebersamaanku ingin di SD sangatlah kami berharga.Gak tak tau tau apa

kenapa? Mungkin karena 6 tahun lamanya hingga tak berpisah? Ya.... penyebabnya.Yang jelas sekarang kami sudah bahagia atas kelulusan kami sekarang.Kami sudah memasuki pintu sering gerbang datang SMP.Walaupun dalam kadang aku kenangan tak itu pikiranku peduli.

Ah udah dulu ya nanti dilanjutin lagi tapi ngomong2 ini diary atau puisi ya hahaha.....

Kumpulan Pantun Biasa

Bunga anyelir tumbuh di taman Warna nya indah menarik hati Bencana banjir kan jadi anyaman Bila hutan terus digunduli

Jalan jalan diwaktu malam Melihat bulan saat purnama Jangan rusak kekayaan alam Anak cucu kan hidup bahagia

Coba coba taman tomat Siapa tau buahnha lebat Coba coba kirim surat Siapa tau jadi sahabat

Berburu kepadang datar Dapat rusa belang kaki Berguru kepalang ajar Bagai bunga kembang tak jadi

Asam sirat asam gelugur Dbawa itik pulang petang Mengis mayat di pintu kubur Teringat diri tak pernah sembahyang

Pantun Karmina Ikan kakap makan kepompong Banyak cakap suka bohong Di rumpun bambu ada buaya Kalau tak tahu hendaklah tanya Air panas di dalam panci Kurang pantas memuji diri. Gendang gendut tali kecapi Kenyang perut senang hati Pinggan tak retak, nasi tak dingin Tuan tak hendak ,kami tak ingin Kayu lurus dalam gudang Kerbau kurus banyak tulang Ayam jago terbang ke awan Ayo kita menjadi kawan Ikan sembilang di balik batu Sudah dibilang jangan mengganggu

Syair
1. Manusia turun kebumi untuk diuji, Untuk menjadi manusia sejati, Muliakan hati untuk mendapatkan derajat tertinggi, Menjadi kekasih yang dikasihi dan diberkati 2. Beri aku penerang jalan-Mu, Agar tak tersesat saat ku melaju, Kuatkan awak kapalku, Saat badai menghalangi jalanku 3.Sakit hati makin terasa, Karena dia sudah ada yang punya, Tetapi hati merasa bahagia, Karena masih ingat Yang Maha. 4 Pada zaman dahulu kala, Tersebutlah sebuah cerita, Sebuah negeri yang aman sentosa, Dipimpin sang raja yang bijaksana. 5. Malam ini bulan seolah tenggelam, Tak memberi sinar untuk sang malam, Akupun teringat kisahku silam, Membuat hatiku menjadi kelam. 6. Bumi ini tak perlu terbelah, Barat dan timur pastilah pisah, Cinta remaja tidaklah salah, Tapi mampukah kita bertingkah.

Gurindam
1. Apabila banyak mencela orang, Itulah tanda dirinya kurang. 2. Dengan orang tua hendaknya hormat, Supaya badan dapat selamat. 3. Barang siapa mengenal akhirat, Tahulah ia dunia mudharat. 4. Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan, Daripada segala berat dan ringan. 5. Ingatkan dirinya mati, Itulah asal berbuat bakti. 6. Anggota tengah hendaklah ingat, Di situlah banyak orang yang hilang semangat. 7. Barang siapa melaksanakan sholat lima waktu, Maka orang itu hidupnya aman selalu. 8. Barang siapa meninggalkan haji, Tiadalah ia menyempurnakan janji. 9. Apabila anak tidak dilatih, Jika besar bapanya letih.