You are on page 1of 86

PT PLN (Persero) PUSDIKLAT

WELCOME IN
BOGOR LEARNING CENTRE

“Meningkatkan Kompetensi Menawarkan Solusi “

MATERI PELAJARAN NO : 1

INSTALASI KETENAGALISTRIKAN

“Meningkatkan Kompetensi Menawarkan Solusi “

POKOK BAHASAN :
• 1.1 TOPOLOGI INSTALASI KETENAGALISTRIKAN

• 1.2 INSTALASI PEMBANGKITAN
• 1.3 INSTALASI PENYALURAN (TRANSMISI & GI)

• 1.4 INSTALASI DISTRIBUSI

“Meningkatkan Kompetensi Menawarkan Solusi “

TUJUAN POKOK BAHASAN Setelah menyelesaikan pokok bahasan / sub pokok bahasan,peserta mampu: 1. Menjelaskan topologi instalasi ketenagalistrikan yang dikelola oleh PT PLN (Persero) 2. Menjelaskan fungsi peralatan utama yang terpasang pada instalasi pembangkitan 3. Menjelaskan fungsi peralatan utama yang terpasang pada instalasi penyaluran (instalasi transmisi dan gardu induk) 4. Menjelaskan fungsi peralatan utama yang terpasang pada instalasi distribusi

“Meningkatkan Kompetensi Menawarkan Solusi “

PLTG. PLTD. PLTU.INSTALASI KETENAGALISTRIKAN Instalasi Pembangkitan: PLTA. PLTGU. PLTP AP P Jaringan Distribus i JTM PLTA PLTU Saluran Transmisi Pelanggan Kecil (Rumah) Gardu Induk Gardu Distribusi AP P AP P AP P Pelanggan Besar (Pabrik/Industri ) Gardu PB Instalasi PJU dan Taman Kota (milik Pemda) Pelanggan Sedang (Apartmen/Hotel) .

BAGAN PENGATURAN & PENYAMPAIAN SISTEM TENAGA LISTRIK KEPADA KONSUMEN AREA CONTROL CENTRE CIGERELENG (PUSAT PENGENDALI OPERASI SISTEM JAWA BARAT) 150 KV 150 KV 150 KV 150 KV 500 KV 150 KV LOAD FLOW TELE MESURE FAULTY 500 KV PUSAT2 PEMBANGKIT PERKOTAAN / PERTOKOAN PLTU KONSUMEN BESAR / INDUSTRI PLTG PLTU BATUBARA PLTP (PANAS BUMI) SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI ( SUTT ) TEGANGAN MENENGAH ( SUTM ) SALURAN UDARA PLTA KONSUMEN RUMAH TANGGA GARDU DISTRIBUSI SALURAN UDARA TEGANGAN RENDAH ( SUTR ) GARDU INDUK (GI) UNIT PEMBANGKITAN UNIT PENYALURAN DAN PENGATURAN BEBAN (P3B) UNIT DISTRIBUSI .

INSTALASI KETENAGALISTRIKAN INSTALASI : SISTEM PEMBANGKITAN INSTALASI : SISTEM PENYALURAN (GI & TRANS) INSTALASI : SISTEM DISTRIBUSI .

DLL) MENJADI ENERGI LISTRIK PUSAT PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK YANG TELAH DIMILIKI PLN ADALAH : PLTA.U D I K L A T B O G O R SISTEM PEMBANGKITAN ADALAH : SUATU INSTALASI PUSAT PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK YANG MENGUBAH ENERGI PRIMER (TENAGA AIR. NUKLIR. PLTG. PLTGU. BAHAN BAKAR. PLTP DAN PLTD . PLTU.

U D I K L A T B O G O R PERALATAN PADA SISTEM PEMBANGKITAN • • • • • PENGGERAK MULA / TURBIN GENERATOR TRANSFORMATOR PERALATAN KONTROL DAN PROTEKSI PERALATAN BANTU LAINNYA .

Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) BAGIAN . Bangunan Sentral (PH) . Bendungan dan perlengkapannya 2. Turbin dan Generator 4.BAGIAN UTAMA PLTA 1. Pipa Pesat (Penstok) / Saluran Tekan 3.

Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) INSTALASI PLTA Dam Kolam Tando (recervoir) EP Tangki Pendatar Penstock h EL EK G Tailrace T .

Jenis-jenis turbin air • Turbin Pelton • Turbin Perancis • Turbin Kaplan ENERGI LISTRIK Energi listrik terjadi karena perbedaan medan magnet di generator .Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) ENERGI POTENSIAL Energi potensial air dapat diperoleh dengan menyesuaikan kondisi air dan perbedaan ketinggian : • Jumlah air yang tersedia (Q) • Ketinggian air (tinggi jatuh air) yang ada (h) ENERGI MEKANIK Yaitu energi yang menggerakkan poros dengan perantara sudu jalan dalam rumah trubin.

Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) JENIS-JENIS PLTA • PLTA Aliran sungai langsung tanpa kolam tando • PLTA Aliran sungai langsung dengan kolam tando • PLTA Aliran sungai langsung dengan waduk (reservoir) • PLTA Aliran danau • PLTA Pasang surut • PLTA Pompa • PLTA Sistem Kaskade .

Pressure Tunnel 5. Bendungan 9. Saluran Pembersih 10.Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) PLTA ALIRAN SUNGAI LANGSUNG TANPA KOLAM TANDO 8 1 2 3 4 9 5 10 7 6 11 Keterangan Gambar : 1. Bak Pengendapan Pasir 4. Power House 8. pendatar) 6. Saluran Pengelak 11. Sungai 2. Sungai . Penstock Valve 7. Surge Tank (t. Saringan 3.

Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) PLTA ALIRAN SUNGAI LANGSUNG DENGAN KOLAM TANDO Katup By-Pass Saluran langsung / by-pass Pintu Utama Surge Tank Gedung Sentral Kolam Tando Pipa Pesat Saluran Pelimpah Katup Pembuangan Saluran Pembuangan .

Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) PLTA ALIRAN SUNGAI LANGSUNG DENGAN WADUK (RESERVOIR) Kolam Tando (recervoir) Dam Tangki Pendatar Sungai Penstock Power House h Tailrace Intake Tangki mendatar Power House Kolam Tando (recervoir) Tail Race Saluran Pelimpah Dam .

Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) PLTA ALIRAN DANAU DAM Sungai Danau Spillway Penstock Intake PLTA .

Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) PLTA ALIRAN PASANG SURUT Laut Kolam Kolam Laut Keadaan Pasang Keadaan Surut .

Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) PLTA TURBIN POMPA .

00 14 km 30 km PLTA Wlingi PLTA Lodoyo 100 7 km 0 0 10 20 Jarak km 30 40 50 60 .50 PLTA Sengguruh 200 Sungai Brantas Elevasi m PLTA Sutami Bendungan Wlingi el 163.50 Bendungan Karangkates el 272.50 Bendungan Lodoyo el 136.Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) PLTA SISTEM KASKADE 300 Bendungan Sengguruh el 292.

.FLOW PLTP KAMOJANG Gambar….

GARDU INDUK (GI) .U D I K L A T B O G O R SISTEM PENYALURAN ADALAH : SUATU INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK YANG BERFUNGSI MELAYANI PENYALURAN TENAGA LISTRIK DARI PUSAT PEMBANGKIT SAMPAI KE SISTEM DISTRIBUSI INSTALASI SISTEM PENYALURAN TERDIRI DARI : .JARINGAN TRANSMISI .PUSAT PENGATUR BEBAN .

BERUPA KABEL TANAH (UNDER GROUND CABLE) DAN KABEL LAUT (SUBMARINE CABLE) .U D I K L A T B O G O R SALURAN TRANSMISI BERFUNGSI UNTUK MENYALURKAN TENAGA LISTRIK DARI : • DARI PUSAT PEMBANGKIT KE GARDU INDUK • • DARI GARDU INDUK KE GARDU INDUK DARI GARDU INDUK KE KONSUMEN TEGANGAN TINGGI MEDIA PENYALURAN • • MELALUI KAWAT. BERUPA SALURAN UDARA (TRANSMISI) MELALUI KABEL.

150 KV • SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI (SUTET) : 500 KV .380 V • SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) : 20 KV • SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) : 70 KV .U D I K L A T B O G O R SALURAN UDARA BERDASARKAN TEGANGAN (YANG ADA DI PLN) • SALURAN UDARA TEGANGAN RENDAH (SUTR) : 220 V .

SISTEM 500 KV JAKARTA BANTEN
2.1 2.2 1.1 1.2 3.3 4.1 4.2 1.3 1.0 3.1 3.2 4.3

7

6

5

4

3

2

1

A

7

6

5

4

3

2

1

A

1

2

3

4

5

2.3

6

7

8

9 10

SURALAYA
B

MUARATAWAR
B 1 2

IBT-1 2 1 2 1

IBT-2

KEMBANGAN
IBT-1 IBT-2

CAWANG

BEKASI

A

4

3

2

B

1

2

B

1

2

B

1

2

CIBATU CIRATA SAGULING

B

A

A

A

IBT-1 IBT-2

IBT-2 IBT-1 1 2 IBT-1 IBT-2 1 2 3 4 5 IBT-1 TASIK

IBT-1 IBT-2 2 1

CILEGON

BALARAJA
A

A

n

n

n

n

A

1

2

3

4

5

GANDUL
B

DEPOK
B

CIBINONG
B

1

2

1

2

IBT-1 IBT-2

SUBSISTEM SURALAYA, CILEGONBARU, KEMBANGAN

A

7

6

5

4

3 2

1

SURALAYA
B

GIS Conv SALIRA 1 Gandul
6 3 2 1 4 5

PASAR KEMIS

SEPATAN

TELUKNAGA

2 1 2 3 4 PENDO A Tangerang

B
CIKANDE BALARAJA CIKUPA JATAKE

KRAKATAU STEEL CILEGON

PENI MITSUI PLTGU CILEGON PUNCAK AM CITRA HABITAT CURUG A B 1 2
4 3 2

PT DSS

CILEDUK MAXIM

Cibinong

Durikosambi SERANG 150 kV 70 kV TIGARAKSA 2 1 B A LEGOK

KOPO

CILEGON BARU
ALINDO POLYPRIMA ASAHIMAS

KEMBANGAN
LENGKONG Rangkasbitung Gandul RANGKASBITUNG Petukangan/ Bintaro NEW SENAYAN SERPONG

SUBSISTEM GANDUL - CIBINONG
Ketapang Ancol
Pd Kelapa JATIRANGON

MUARAKARANG

7 6

5 4

3

8 7 6

5 4

3 2

1

A

ANGKE

Bekasi/ Cawang

M Tawar

1 2 3 4 5 B

A Cilegon B

ITP

NEW TANGERANG
Karet BUDIKEMULIAAN GROGOL
LMK

Miniatur

KEBON SIRIH

GANDARIA

CIBINONG
Gandul

SEMEN BARU

DURIKOSAMBI

KEBONJERUK

KARETBARU

CENGKARENG
Kembangan TANGERANG SENAYAN

SENTUL

Cileungsi PT Semen Gandaria ABADI GP
CIMANGGIS BOGOR BARU

Cianjur
SALAK BARU

BINTARO Jatake

PETUKANGAN Cawang Mampang

150 kV

SERPONG

GANDUL

DANAYASA

DEPOK

SALAK

Lengkong

A

1 2 3 4 5

A

n n n n

Kedungbadak Ciawi

Ciawi CIBADAK BARU

B

KEMANG

B

Suralaya Kembangan Cibinong

Gandul Cibinong
Ubrug

Muarakarang CSW Abadi GP/ Danayasa ANGKE

SUBSISTEM CAWANG, BEKASI
ANCOL
8 7 6 5 4 3 2 1

PRIOK A
5 4 3 2 1

GD POLA

KETAPANG

KEMAYORAN B

MAMPANG PLUMPANG KARET MANGGARAI GAMBIR
40 kA 20 kA

GAMBIRBARU

JABABEKA

MANGGABESAR

CL CIKARANG

DUREN3

Cibinong/ Bekasi

CIPINANG

PULOMAS

KELAPAGADING KD SAPI P KARANG

MARUNDA

CIBATU
1 2

B

2
TAMAN RASUNA

A 1

PEGANGSAN A
1 2

FAJAR SW

GANDA MEKAR

CAWANG BARU

BEKASI
B

Kosambi

SETIABUDI

CAWANG

PULOGADUNG

GIS

CONV PENGGILINGAN

Cawang/ Cibinong

PD KELAPA

TAMBUN

Wahana Gandul DUKUH ATAS PGadung Depok Gandaria

Tosan

Gandaria MINIATUR

Jatirangon PONCOL Poncol Toyogiri

Cawang Gambir

SUBSISTEM 70 KV JAKARTA BANTEN PULOGADUNG CAWANG CIBINONG SEMENBARU TAMBUN GAMBIR GANDARIA PT SEMEN TYGRI DEPOKBARU CILEUNGSI ASPEX P PONCOL SERANG KEDUNG BADAK BOGORBARU 70 kV CIBADAKBARU RANGKAS BITUNG CIAWI Cianjur LEMBUR SITU BUNAR KRACAK UBRUG MENES SAKETI PELABUHAN RATU .

PEMBERSIHAN KONDUKTOR SUTT/SUTET .

SUSPENSION TOWER TENSION TOWER .

.

.

.

.

.

.

TOWER SUTET ( 500 KV ) .

TOWER SUTET ( 500 KV ) .

TOWER SUTET ( 500 KV ) .

TOWER SUTET ( 500 KV ) .

U D I K L A T B O G O R GARDU INDUK (GI) • PENGERTIAN & FUNGSI GARDU INDUK • KLASIFIKASI GARDU INDUK • PERALATAN UTAMA GARDU INDUK • INSTALASI GARDU INDUK • SINGLE LINE TUNGGAL) GARDU INDUK • SISTEM HUBUNGAN BUSBAR) • GARDU INDUK “ GIS ” RANGKAIAN (SISTEM DIAGRAM (BAGAN KUTUB .

U D I K L A T B O G O R GARDU INDUK (GI) PENGERTIAN DAN FUNGSI GARDU INDUK : GARDU INDUK ADALAH : SUATU INSTALASI LISTRIK YANG BERFUNGSI UNTUK MENERIMA DAN MENYALURKAN TENAGA LISTRIK MELALUI SISTEM TEGANGAN EKSTRA TINGGI (TET). . TEGANGAN TINGGI (TT) DAN TEGANGAN MENENGAH (TM) TENAGA LISTRIK YANG DITERIMA / DISALURKAN BERASAL DARI PUSAT-PUSAT PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK ATAUPUN DARI GARDU INDUK LAIN.

U D I K L A T B O G O R KLASIFIKASI GARDU INDUK BERDASARKAN : TEGANGANNYA • GI TRANSMISI • GI DISTRIBUSI PENEMPATAN PERALATANNYA: • • • • • GI PASANGAN DALAM (IN DOOR SUBSTATION) GI PASANGAN LUAR (OUT DOOR SUBSTATION) GI SEBAGIAN PASANGAN LUAR (COMBINED OUT DOOR SUBSTATION) GI PASANGAN BAWAH TANAH (UNDER GROUND SUBSTATION) GI SEBAGIAN PASANGAN BAWAH TANAH (SEMI UNDER GROUND SUBSTATION) • GI MOBIL (MOBILE SUBSTATION) ISOLASI YANG DIPAKAI • GI ISOLASI UDARA • GI ISOLASI GAS (GIS) .

GARDU INDUK PASANGAN LUAR (OPEN TYPE) .

PEMUTUS TENAGA ( PMT / CB ) 3. REAKTOR (XL) 8.TRAFO ARUS (CT) . TRAFO • TRAFO TENAGA (TRAFO DAYA) • TRAFO INSTRUMEN (PENGUKURAN) : . PERALATAN SISTEM PENTANAHAN 10. LIGHTNING ARRESTER (LA) 7. PEMISAH (PMS / DS ) 4. STATIC CAPASITOR (SC) 9.TRAFO TEGANGAN (PT) 2. ISOLATOR 6. PERALATAN KOMUNIKASI (PLC / JWOTS) . BUSBAR (REL DAYA) 5.U D I K L A T B O G O R PERALATAN UTAMA GARDU INDUK 1.

60 MVA 13 1 8 24 25 26 2 7 20 KV / 380 V  23 .U D I K L A T B O G O R PENGHANTAR  (150 KV) 1 2 3 4 5 6 CONTOH : INSTALASI GARDU INDUK 7 8 9 17 10 150 KV TT Busbar/Rel 11  12 14 15 20 KV 16 19 20 2 1 2 2 150/20 KV.

U D I K L A T B O G O R KETERANGAN GAMBAR 1. 15. 4. LIGHTNING ARRESTER (LA) TRAFO TEGANGAN (PT) PMS TANAH PENGHANTAR I 150 KV PMS PENGHANTAR (PMS LINE) I 150 KV TRAFO ARUS (CT) PMT (CB) 150 KV PENGHANTAR I PMS REL 150 KV PENGHANTAR I REL (BUSBAR) 150 KV PMS REL 150 KV TRAFO I PMT 150 KV TRAFO I TRAFO ARUS (CT) SISI 150 KV TRAFO I TRAFO TENAGA 150/20 KV. 3. 18. 23. 27. 6. 9. 21. 22. 24. 20 KV / 380 KV . 10. 5. 14. 30 MVA NETRAL GROUNDING RESISTANCE (NGR) TRAFO ARUS (CT) SISI 20 KV TRAFO I PMT 20 KV TRAFO I PMS REL 20 KV TRAFO I TRAFO TEGANGAN (PT) REL 150 KV REL (BUSBAR) 20 KV PMS REL 20 KV PENYULANG I PMT 20 KV PENYULANG I TRAFO ARUS (CT) PENYULANG I PMS KABEL PENYULANG I PMS TANAH PENYULANG I PMS REL TRAFO PS (PEMAKAIAN SENDIRI) PMT 20 KV TRAFO PS TRAFO ARUS (CT) TRAFO PS. 19. 16. 26. 25. 7. 2. 20. TRAFO PS. 8. 12. 17. 13. 11.

.U D I K L A T B O G O R SINGLE LINE DIAGRAM (BAGAN KUTUB TUNGGAL GARDU INDUK) ADALAH : SUATU DIAGRAM LISTRIK PADA GARDU INDUK YANG MENUNJUKKAN TERAPASANG INDUK PERALATAN PADA GARDU SERTA TERSEBUT HUBUNGAN RANGKAIANNYA.

SUTET MANDIRANCAN . REAKTOR I 100 MVAr BUS A 7A IBT II 500 / 150 KV . 7AB 7B BUS B 1 SUTET BANDUN G SELATAN 2 3 SUTET SURABAYA BARAT I/II 5 .U D I K L A T B O G O R GITET UNGARAN IBT I 500 / 150 KV .

SINGLE BUSBAR ( REL TUNGGAL) : • REL TUNGGAL • REL TUNGGAL DENGAN PMS BAGIAN • REL TUNGGAL DENGAN PMT DAN PMS BAGIAN 2. DOUBLE BUSBAR ( REL GANDA) : • REL GANDA STANDAR • REL GANDA DENGAN SISTEM 1.5 CB • REL GANDA DENGAN SISTEM 2 CB • REL GANDA DENGAN SISTEM 4 BAGIAN (MENGGUNAKAN BUS SECTION) .U D I K L A T B O G O R SISTEM HUBUNGAN RANGKAIAN (SISTEM BUSBAR) DI GARDU INDUK 1.

U D I K L A T B O G O R SINGLE BUSBAR PENGHANTAR I 70 KV PENGHANTAR II 70 KV BUSBAR (REL) TRAFO I 10 MVA 70/20 KV TRAFO II 5 MVA 70/20 KV TRAFO III 20 MVA 70/20 KV .

U D I K L A T B O G O R SINGLE BUSBAR DENGAN PMS SEKSI PENGHANTAR I 70 KV PENGHANTAR II 70 KV TRAFO I 20 MVA 70/20 KV TRAFO II 30 MVA 70/20 KV .

U D I K L A T B O G O R SINGLE BUSBAR DENGAN PMS DAN PMT SEKSI PENGHANTAR II 70 PENGHANTAR I 70 KV KV TRAFO I 20 MVA 70/20 KV TRAFO II 20 MVA 70/20 KV .

U D I K L A T B O G O R DOUBLE BUSBAR (REL GANDA) STANDAR PENGHANTAR I PENGHANTAR II KOPEL TRAFO TENAGA .

U D I K L A T B O G O R DOUBLE BUSBAR DENGAN SISTEM 1.5 UNGARAN SAGULING CB PENGHANTAR SUTET 500 KV TRAFO 500 MVA 500/150 KV .

U D I K L A T B O G O R DOUBLE BUSBAR DENGAN SISTEM 2 PMT PENGHANTAR I PENGHANTAR II TRAFO TENAGA .

U D I K L A T B O G O R REL GANDA DENGAN SISTEM 4 BAGIAN (MENGGUNAKAN BUS SECTION) PENGHANTAR ATAU PENYULANG PENGHANTAR ATAU PENYULANG TRAFO I TRAFO II .

TRANSFORMATOR TENAGA .

UMUMNYA GARDU INDUK INI MENGGUNAKAN GAS SF6 (SF6 GAS INSULATED SWITCHGEAR EQUIPMENT) .U D I K L A T B O G O R GARDU INDUK GIS (GAS INSULATED SWITCHGEAR) ADALAH : GARDU INDUK YANG MENGGUNAKAN GAS UNTUK MENGISOLASI BAGIAN .BAGIAN BERTEGANGAN ANTARA FASA MAUPUN DENGAN BADAN / TANAH.

GARDU INDUK “GIS” .

GARDU INDUK “GIS” .

BIAYA / HARGA RELATIF LEBIH TINGGI BILA DIBANDINGKAN DENGAN GI KONVENSIONAL . KEANDALAN TINGGI 3. REDUKSI WAKTU INSTALASI 6. ENVIROMENTAL HARMONY 5. HEMAT PENGAWASAN DAN PERAWATAN 4.U D I K L A T B O G O R KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN GIS DIBANDING DENGAN GI KONVENSIONAL 1. HEMAT RUANG 2. KEAMANAN KERUGIAN : 1.

U D I K L A T B O G O R SISTEM DISTRIBUSI ADALAH : SUATU INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK YANG MELAYANI DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK DARI SISTEM PENYALURAN SAMPAI KE KONSUMEN INSTALASI SISTEM DISTRIBUSI MELIPUTI : • • • • GARDU INDUK SISI 20 KV (SWITCH GEAR 20 KV) PUSAT PENGATUR DISTRIBUSI (DCC) SAAT INI APD / UPD JARINGAN TEGANGAN MENENGAH (SUTM / SKTM) GARDU HUBUNG / GARDU DISTRIBUSI • • • JARINGAN TEGANGAN RENDAH (SUTR / SKTR) SAMBUNGAN PELAYANAN (SAMPEL) ALAT PENGUKUR DAN PEMBATAS / APP .

INSTALASI GI SISI 20kV. JENIS KUBIKEL .

GARDU BETON (GARDU TEMBOK) .

GARDU BETON (GARDU TEMBOK) .

INSTALASI GARDU BETON .

KUBIKEL DALAM GARDU BETON .

JENIS-JENIS KUBIKEL 20 kV PADA GARDU BETON .

BEBAN JURUSAN PADA RAK TEGANGAN RENDAH (TR) .

SINGLE LINE DIAGRAM GARDU BETON .

SUTM DAN GARDU CANTOL .

GARDU TIANG (GARDU PORTAL) .

TRAFO DISTRIBUSI FUNGSI : Berfungsi sebagai penurun tegangan dari 20 kV ( TM ) menjadi 380 Volt ( TR ) .

GARDU TIANG (GARDU PORTAL) .

SINGLE LINE DIAGRAM GARDU TIANG(GARDU PORTAL) .

TRAFO DISTRIBUSI PADA GARDU TIANG .

ALAT PENGUKUR DAN PEMBATAS (APP) .

AUTOMATIC METER READING (AMR) .

KEANDALAN TINGGI .U D I K L A T B O G O R SASARAN / TARGET DALAM SISTEM TENAGA LISTRIK : • • ENERGI LISTRIK DIBANGKITKAN DENGAN BIAYA SEEKONOMIS MUNGKIN BISA DISALURKAN KE KONSUMEN DIMANAPUN BERADA.KUANTITAS CUKUP DAN KUALITAS YANG BAIK . DENGAN : .

U D I K L A T B O G O R BAGAN PENYAMPAIAN TENAGA LISTRIK KEPADA PELANGGAN .

YAITU : EKONOMI.U D I K L A T B O G O R KATA KUNCI DALAM PENGOPERASIAN SISTEM TENAGA LISTRIK TERDAPAT TIGA KATA KUNCI YANG MERUPAKAN KOMBINASI OPTIMAL DALAM PENGOPERASIAN STL. KUALITAS DAN KEANDALAN EKONOMI KEANDALAN KUALITAS .

SEPERTI GAMBAR DI BAWAH INI : NORMAL PEMULIHAN SIAGA DARURAT .U D I K L A T B O G O R KONDISI OPERASI DALAM STL DIKENAL 4 KONDISI OPERASI.

MAKA SISTEM BISA KEMBALI KE KONDISI NORMAL KONDISI DARURAT : APABILA UPAYA PERBAIKAN GAGAL DILAKUKAN DAN KONDISI LEBIH MEMBURUK. TETAPI SALAH SATU BATASAN KEANDALAN ATAU KUALITAS TIDAK TERPENUHI. SEHINGGA TERJADI PEMUTUSAN PELAYANAN. AGAR SISTEM MENJADI NORMAL KEMBALI .U D I K L A T B O G O R KONDISI NORMAL : SELURUH KEBUTUHAN TENAGA LISTRIK DAPAT DILAYANI PADA KEANDALAN DAN KUALITAS YANG TERPENUHI KONDISI SIAGA : SELURUH KEBUTUHAN TENAGA LISTRIK MASIH TERPENUHI. MAKA KONDISI OPERASI MENJADI KONDISI DARURAT KONDISI PEMULIHAN : KONDISI DIMANA DILAKUKAN TINDAKAN-TINDAKAN PEMULIHAN. SETELAH DILAKUKAN PENGENDALIAN / PERBAIKAN KONDISI OPERASI.

U D I K L A T B O G O R KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN GIS DIBANDING DENGAN GI KONVENSIONAL 1. BIAYA / HARGA RELATIF LEBIH TINGGI BILA DIBANDINGKAN DENGAN GI KONVENSIONAL . ENVIROMENTAL HARMONY 5. KEANDALAN TINGGI 3. HEMAT RUANG 2. REDUKSI WAKTU INSTALASI 6. KEAMANAN KERUGIAN : 1. HEMAT PENGAWASAN DAN PERAWATAN 4.