You are on page 1of 26

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan Negara pertanian, artinya pertanian memegang peranan yang penting dari keseluruhan nasional. Hal ini dapat ditunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang hidup atau bekerja pada sector pertanian atau produk nasional yang berasal dari pertanian. Komoditas hortikultura yang terdiri dari tanaman buah-buahan, sayuran tanaman hias, dan tanaman obat, merupakan komoditas yang sangat prospektif untuk dikembangkan mengingat potensi sumber daya alam, sumber daya manusia ketersediaan teknologi, serta potensi serapan pasar di dalam negeri dan pasar internasional yang terus meningkat (Hanani dkk.2 !". #eruk nipis atau limau nipis adalah tumbuhanperdu yang menghasilkan buah dengan nama sama. $umbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat, ber%arna hijau atau kuning, memiliki diameter !-& cm, umumnya mengandung daging buah masam, agak serupa rasanya dengan lemon. #eruk nipis, yang sering dinamakan secara salah kaprah sebagai jeruk limau, dipakai perasan isi buahnya untuk memasamkan makanan, seperti pada soto. 'ungsinya sama dengan cuka. (ebagai bahan obat tradisional, perasan langsung buah jeruk nipis dipakai sebagai obat batuk, diberikan bersama dengan kapur untuk menurunkan demam. )erasannya juga dipakai sebagai obat batuk. $omat (Lycopersiconesculentum Mill." adalah komoditas hortikultura yang penting baik karena harganya yang cukup baik maupun penggunanya dalam konsumsi masyarakat. $omat dapat dikonsumsi sebagai sayur atau buah segar maupun dikonsumsi dalam bentuk olahan seperti saus tomat. $omat (Solanumlycopersicum syn. Lycopersicumesculentum" adalah tumbuhan dari keluarga (olanaceae, tumbuhan asli *merika $engah dan (elatan, dari +eksiko

,

sampai )eru. $omat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi , sampai ! meter. $omat merupakan keluarga dekat dari kentang. $omat yang termasuk dalam family (olanaceae, merupakan tanaman yang mudah tumbuh di Indonesia. $omat mampu tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi. -uah ini sangat cocok tumbuh di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. 'actor pendukung lain adalah tanah Indonesia yang subur dan gembur serta curah hujan yang cukup yaitu sekitar ./ -,2/ mm0tahun. 1leh karena itu hamper setiap daerah di Indonesia mampu memproduksi tomat sehingga mendukung para petani untuk berbondong-bondong menanam tomat. 1.2 Rumusan Masalah -erdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dirumuskan masalah sebagai berikut 2 ,. -erapa penerimaan yang diperoleh petani pada usahatani #eruk nipis dan usahatani $omat tahun 2 ,2 pada kondisi ekonomi inflasi tinggi, moderat, dan rendah 3 2. -erapa prediksi penerimaan yang diperoleh petani pada usahatani #eruk nipis dan usahatani tomat tahun 2 ,! pada kondisi ekonomi inflasi tinggi, moderat, dan rendah 3 !. -agaimana kemungkinan resiko yang mengiringi keputusan petani dalam memilih usahataninya 3 1.3 Tujuan Dan Tujuan *dapun yang menjadi tujuan dari praktek lapang ini adalah 2 ,. 4ntuk mengetahui penerimaan yang diperoleh petani pada usahatani #eruk nipis dan usahatani $omat tahun 2 ,2 pada kondisi ekonomi inflasi tinggi, moderat, dan rendah. 2 egunanaan Praktek La!ang

2. 4ntuk mengetahui prediksi penerimaan yang diperoleh petani pada usahatani #eruk nipis dan usahatani $omat tahun 2 ,! pada kondisi ekonomi inflasi tinggi, moderat, dan rendah. !. 4ntuk mengetahui kemungkinan resiko yang mengiringi keputusan petani memilih usahataninya. egunaan *dapun yang menjadi kegunaan dari penelitian ini adalah 2 ,. (ebagai bahan informasi bagi petani yang ada di 5esa -ulotalangi -arat tentang penerimaan yang diperoleh petani pada usahatani #eruk nipis dan usahatani $omat tahun 2 ,2 pada kondisi ekonomi inflasi tinggi, moderat, dan rendah, guna meningkatkan hasil yang optimal sehingga usahatani #eruk nipis dan $omat layak untuk dikembangkan sebagai usaha agribisnis. 2. (ebagai input bagi pemerintah dan instansi terkait dalam mengambil kebijakan untuk pengembangan usahatani #eruk nipis dan $omat, sehingga tingkat pendapatan dan taraf hidup petani menjadi lebih baik. !. 4ntuk menambah pengetahuan mahasis%a, terutama dalam penerimaan yang di peroleh petani pada kondisi ekonomi inflasi tinggi, moderat, rendah terhadap produksi usaha tani #eruk nipis dan $omat.

!

BAB II TIN"AUAN PU#TA A
2.1 Usahatan$ "eruk N$!$s $anaman Citrus aurantifolia (6ristm." (%ingle dikenal di pulau (umatra dengan nama Kelangsa (*ceh", di pulau #a%a dikenal dengan nama jeruk nipis ((unda" dan jeruk pecel (#a%a", di pulau Kalimantan dikenal dengan nama lemau nepi, di pulau (ula%esi dengan nama lemo ape, lemo kapasa (-ugis" dan lemo kadasa (+akasar", di +aluku dengan naman puhat em nepi (-uru", ahusi hisni, aupfisis ((eram", inta, lemonepis, ausinepsis, usinepese (*mbon" dan 7anabeudu (Halmahera" sedangkan di Nusa tenggara disebut jeruk alit, kapulungan, lemo (-ali", dangaceta (-ima", mudutelong ('lores", mudakenelo ((olor" dan delomakii (8ote". (inonim 2 Limonia aurantifolia 6hristm., Limon spinosum +ill., Citrus limonia 1sbeck, Citrus lima 9uman, Citrus spinosissima :.'.7. +eyer, Citrus acida 8o;b., Citrus aurantium #eruk nipis termasuk salah satu jenis citrus :eruk. #eruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. $ingginya sekitar ,/-!,/ m. -atang pohonnya berkayu ulet, berduri, dan keras. (edang permukaan kulit luarnya ber%arna tua dan kusam. 5aunnya majemuk, berbentuk ellips dengan pangkal membulat, ujung tumpul, dan tepi beringgit. )anjang daunnya mencapai 2,/< cm dan lebarnya 2-/ cm. -unganya berukuran majemuk0tunggal yang tumbuh di ketiak daun atau di ujung batang dengan diameter ,,/-2,/ cm. kelopak bungan berbentuk seperti mangkok berbagi =-/ dengan diameter ,=- ,. cm ber%ama putih kekuningan dan tangkai putik silindris putih kekuningan. 5aun mahkota berjumlah =-/, berbentuk bulat telur atau lanset dengan panjang ,.-,,2/ cm dan lebar ,2/- ,/ cm ber%arna putih. $anaman jeruk nipis pada umur 2 ,02 tahun sudah mulai berbuah. -uahnya

=

berbentuk bulat sebesar bola pingpong dengan diameter !,/-/ cm ber%arna (kulit luar" hijau atau kekuning-kuningan. 2.2 Ek%n%m$ Manajer$al >?an #. 5ouglas (,<</" memberi pengertian ekonomi manajerial sebagai berikut2 >konomi manajerial adalah cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip metodologi ekonomi dalam proses pengambilan keputusan perusahaan atau organisasi. >konomi manajerial adalah pengetahuan yang menunjukkan adanya aplikasi teori ekonomi dan analisis pengetahuan pengambilan keputusan yang menelaah bagaimana organisasi dapat mencapai tujuan secara efisien. (5ominic (al?atore, ,<<&". -erdasarkan berbagai teori yang telah di kemukakan oleh beberapa pakar di atas, dapat di definisikan bah%a >konomi +anajerial merupakan aplikasi teori ekonomi dan perangkat ilmu keputusan untuk menemukan solusi optimal dalam berbagai masalah kaputusan manajerial. )usat perhatian ekonomi manajerial adalah konsep keuntungan, dimana keuntungan merupakan selisih penerimaan perusahaan total dengan biaya total. >konomi manajerial banyak menggunakan model dengan tujuan untuk pendidikan, penjelasan, dan prediksi. (imbol yang digunakan dalam model dapat berupa ?ariabel, grafik, dan matematik. 2.3 r$ter$a ke!utusan Ilmu keputusan terdiri dari perangkat matematika ekonomi dan ekonometri (statistika" untuk membentuk dan mengestimasi model keputusan yang ditujukan untuk menentukan prilaku optimum perusahaan yaitu mencapai tujuannya dengan cara yang paling efisien. +atematika ekonomi digunakan untuk memformulakan (menggambarkan dalam bentuk persamaan" model ekonomi yang dipostulatkan dalam teori ekonomi. 5an >konometri kemudian menerapkan peralatan ststistik /

(terutama analisis regresi" pada data sunia nyata untuk mengestimasi model yang dipostulatkan oleh teori ekonomi dan digunakan untuk peramalan (forecasting". (ebagai contoh, teori ekonomi mempostulatkan bah%a kuantitas yang diminta (@" untuk suatu komositas adalah fungsi yang tergantung pada harga komoditas tersebut ()", pendapatan konsumen (A", dan harga komoditas lain yang berhubungan yaituB komoditas komplementer ()c", dan substitusi ()s". -ila diasumsikan bah%a selera tidak berubah maka kita dapat mempostulatkan model formal matematika sebagai berikut 2 ' ( )*P+ ,+ P-+ Ps.

5engan formula diatas kita dapat mengestimasi hubungan empirisnya (ekonometri" yang memungkinkan perusahaan untuk menentukan seberapa besar perubahan @ degan adanya perubahan dalam ), A, )c, dan )s untuk meramalkan permintaan di masa yang akan datang untuk komoditas tersebut agar manajemen dapat mencapai maksud dan tujuan perusahaan (maksimasi laba" dengan cara yang paling efisien. 2.& L$ngkungan Ek%n%m$ 5alam teori ekonomi terdapat dua macam teori mikroekonomi dan makroekonomi. +ikroekonomi ialah ilmu yang mempelajari tingkah laku ekonomis secara indi?idual sebagai unit pengambil keputusan sepertiB konsumen indi?idu, pemilik sumber daya, dan perusahaan bisnis didalam sistem perdagangan bebas. (edangkan makroekonomi sebaliknya yaitu ilmu yang membahas output, konsumsi, pekerjaan, in?estasi, dan harga secara keseluruhan (agregat" di perekonomian. $eori ekonomi memprediksi dan menjelaskan prilaku ekonomi yang menjadi faktor penentu yang paling penting atas pengambilan keputusan.

&

2./ Anal$s$s Res$k% +enurut *l -ahar dan 6randall (,<< ", analisis risiko didefinisikan sebagai sebuah proses yang menggabungkan ketidakpastian dalam bentuk kuantitatif, menggunakan teori probabilitas, untuk menge?aluasi dampak potensial suatu risiko. 9angkah pertama untuk melakukan tahapan ini adalah pengumpulan data yang rele?an terhadap risiko yang akan dianalisa. 5ata C data ini dapat diperoleh dari data historis perusahaan atau dari pengalaman proyek pada masa lalu. #ika data historis tersebut kurang memadai, dapat dilakukan teknik identifikasi risiko yang lain. (etelah data yang dibutuhkan terkumpul, selanjutnya dilakukan proses e?aluasi dampak dari sebuah risiko. )roses e?aluasi dampak risiko dilakukan dengan mengkombinasikan antara probabilitas (sebagai bentuk Duantitatif dari faktor ketidakpastian 0 uncertainty" dan dampak 0 konsekuensi dari terjadinya sebuah risiko.4ntuk melakukan proses e?aluasi tersebut, dibutuhkan suatu parameter yang jelas untuk dapat mengukur dampak dari suatu risiko dengan tepat. +enurut 9oosemore, 8aftery, 8eilly dan Higgon (2 &", 8isiko adalah hal yang tidak akan pernah dapat dihindari pada suatu kegiatan 0 akti?itas yang idlakukan manusia, termasuk akti?itas proyek pembangunan dan proyek konstyruksi. Karena dalam setiap kegiatan, seperti kegiatan konstruksi, pasti ada berbagai ketidakpastian (uncertainty". 'aktor ketidakpastian inilah yang akhirnya menyebabkan timbulnya risiko pada suatu kegiatan. )ara ahli mendefinisikan risiko sebagai berikut 2 ,. 8isiko adalah suatu ?ariasi dari hasil C hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu pada kondisi tertentu (7illiam E Heins, ,<F/". 2. 8isiko adalah sebuah potensi ?ariasi sebuah hasil (7illiam, (mith, Aoung, ,<</". !. 8isiko adalah kombinasi probabilita suatu kejadian dengan konsekuensi atau akibatnya ((iahaan, 2 .".

.

2.0

e!utusan In1estas$ Keputusan In?estasi, opportunity cost memegang peranan yang penting.

1pportunity cost merupakan pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu. +isalnya dalam penggantian mesin lama dengan mesin baru, harga jual mesin lama harus diperhitungkan dalam mempertimbangkan in?estasi pada mesin baru. Karena keputusan in?estasi didasarkan pada aliran kas, maka pajak atas laba merupakan unsur informasi penting yang ikut dipertimbangkan dalam perhitungan aliran kas untuk pengambilan keputusan in?estasi. #ika suatau usulan in?estasi diperkirakan akan mengakibatkan penghematan biaya atau tanbahan pendapatan, maka disisi lain akan mengakibatkan timbulnya laba diferensial, yang akan menyebabkan tambahan pajak penghasilan yang akan dibayar oleh perusahaan. 1leh karena itu dalam memperhitungkan aliran kas keluar dari in?estasi, perlu diperhitungkan pula tambahan atau pengurangan pajak yang harus dibayar akibat adanya penghematan biaya atau penambahan pendapatan tersebut dan sebaliknya. 5alam pemilihan usulan in?estasi, manajemen memerlukan informasi akuntansi sebagai salah satu dasar penting untuk menentukan pilihan in?estasi.

F

BAB III MET2DE PRA TE

LAPAN3

3.1 Tem!at 4an 5aktu Kegiatan praktek lapang ini dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 2& +ei 2 ,2 di 5esa -ulotalangi -arat Kecamatan -ulango $imur Kabupaten -one -olango. 9okasi ini dipilih karena petani di lokasi tersebut mengusahakan tanaman jagung dan cabe ra%it. 3.2 #am!el $eknik pengambilan sampel mengunakan %a%ancara dan kuisioner. )etani yang menjadi subyek kajian adalah masyarakat 5esa -ulotalangi -arat Kecamatan -ulango $imur Kabupaten -one -olango dengan jumlah , orang petani sekaligus merupakan sampel dalam pelaksanaan kajian ini. 3.3 "en$s 4an #um6er Data *dapun data yang diperlukan dalam kegiatan praktek lapang ini adalah data primer dan data sekunder. 5ata primer diperoleh dari hasil %a%ancara langsung dengan petani sample di 5esa -ulotalangi -arat Kecamatan -ulango $imur Kabupaten -one -olango. (edangkan data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait yaitu Kantor 5esa -ulotalangi -arat Kecamatan -ulango $imur Kabupaten -one -olango.

<

3.& Anal$s$s Data 5ata yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan2 ,. *nalisis $8 ($otal 8e?enue" 0 )enerimaan. 5engan menggunakan rumus2 $8 G ) ; @ 5imana 2 $8 G $otal 8e?enue ()enerimaan" ) @ G )rice (Harga jual" G @uantity (#umlah )roduksi"

2. *nalisis 8esiko dan Keputusan In?estasi. 5engan menggunakan rumus2 (tandar >rror ((e" G HI)i (Ji-K"2 5imana 2 )i Ji K G G G )eluang ()robability" )enerimaan 8ata-rata )enerimaan berdasarkan peluang

,

BAB I7 EADAAN UMUM L2 A#I
&.1 Letak 3e%gra)$s 4an 5$la8ah A4m$n$strat$) 5esa -ulotalangi -arat Kecamatan -ulango $imur Kabupaten -one -olango merupakan salah satu 5esa yang ada di Kecamatan -ulango $imur Kabupaten -one -olango. 5esa dengan luas %ilayah ,/. Ha dan ketinggian tanah dari permukaan laut & m ini, berbatasan dengan 5esa +iranti Kecamatan $apa di sebelah utara, 5esa Huntu 4tara Kecamatan -ulango (elatan di sebelah selatan, 5esa $olu%aya Kecamatan -ulango $imur di sebelah barat, serta 5esa -ulotalangi di sebelah timur. &.2 ea4aan Ikl$m 4an T%!%gra)$ Keadaan iklim di 5esa -ulotalangi -arat Kecamatan -ulango $imur Kabupaten -one -olango menunjukkan bah%a banyaknya curah hujan 2. mm0hm dengan tofografi dataran rendah, tinggi pantai & mm0hm. &.3 P%la Penggunaan Lahan )enggunaan lahan yang dimanfaatkan di 5esa -ulotalangi -arat Kecamatan -ulango $imur Kabupaten -one -olango diperinci menurut jenisnya, tanah perkebunan dengan luas lahan 2,/ ha, tanah hutan F/ pegunungan !! ha dan lahan tidur 2.&/ ha. &.& ea4aan !en4u4uk 4an mata Pen-ahar$an 5esa -ulotalangi -arat Kecamatan -ulango $imur Kabupaten -one -olango mempunyai jumlah penduduk ,.&< orang yang terbagi atas laki-laki dengan jumlah F/2 ji%a dan perempuan F!F ji%a. Keadaan penduduk dan mata pencaharian di 5esa -ulotalangi -arat dapat di lihat pada $abel , berikut ini2 ha, tanah kering =!/ ha,

,,

Ta6el 1.

ea4aan !en4u4uk 6er4asaran mata !en-ahar$an 4$ Desa Bul%talang$ Barat e-amatan Bulang% T$mur a6u!aten B%ne B%lang%. N% Ura$an "umlah *2rang. , Karya%an 2 - )N( - $NI - (%asta 2 ! = / & . 7iras%asta0)edagang $ani )ertukangan -uruh $ani Nelayan )emulung . = = , = /2 2 -

F #asa ! Sumber : Data sekunder setelah diolah, 2012 -erdasarkan tabel , di atas mata pencaharian merupakan sumber penghasilan dari setiap indi?idu dalam meningkatkan kesehjateraan dan taraf hidupnya. +ata pencaharian yang ada di 5esa -ulotalangi -arat Kecamatan -ulango timur Kabupaten -one -olango di perinci berdasarkan lapangan usaha. 9apangan usaha tersebut menjadi beberapa kelompok lapangan usaha yaitu yang pertama adalah karya%an terbagi atas )N(, $NI, dan s%asta, dari tiga kategori karya%an ini, )N( memiliki jumlah . orang, sedangkan $NI dan s%asta tidak ada, kemudian %iras%asta atau pedagang memiliki jumlah = orang dan selanjutnya masing-masing untuk lapangan usaha lainnya adalah tani dengan jumlah = , orang, pertukangan = orang, buruh tani /2 orang, nelayan 2 orang, jasa ! orang dan untuk pemulung tidak ada.

BAB 7
,2

HA#IL DAN PEMBAHA#AN
/.1 I4ent$tas Petan$ Res!%n4en )etani adalah setiap orang yang melakukan usaha untuk memenuhi atau sebagian seluruh kebutuhan hidupnya di bidang pertanian dalam arti luas yang meliputi usaha pertanian, peternakan, perikanan termasuk penangkapan ikan dan pemungutan hasil laut. )engenalan identitas responden dirasakan perlu karena responden yang ditunjuk tersebut telah dianggap me%akili keadaan tersebut, dimana petani mengusahakan dua cabang usahatani. *dapun petani responden yang di%a%ancarai identitasnya dapat dilihat pada $abel berikut2

Ta6el 2. I4ent$tas Petan$ Res!%n4en 4$ Desa Bul%talang$ Barat+ Bulang% T$mur+ a6u!aten B%ne B%lang%+ 2912.

e-amatan

No

Identitas 8esponden

4raian
Indramanto 2, $ahun (+) ((ekolah +enengah )ertama" 2 orang , $ahun 4sahatani #eruk Nipis dan $omat

,. Nama 2. 4mur !. )endidikan =. #umlah $anggungan Keluarga /. 9ama -erusahatani &. #enis0macam 4sahatani Sumber : Data rimer Setelah Diolah, 2012

-erdasarkan $abel 2 diatas, dapat dilihat identitas petani responden (Indramanto" yang meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, jumlah tanggungan keluarga, dan lama berusahatani. (ecara rinci identitas petani responden tersebut adalah sebagai berikut2 /.1.1 Umur

,!

4mur petani akan mempengaruhi kemampuan fisik, bekerja, dan cara berfikir. (emakin muda umur seorang petani relatif muda menerima teknologi baru yang dianjurkan dibandingkan petani yang berumur tua. Hal ini disebabkan karena petani yang masih muda berani menanggung resiko. -erdasarkan kriteria umur, umur kurang dari ,/ tahun dikategorikan umur belum produktif, ,& C & tahun dikategorikan umur produktif, dan umur lebih dari & tahun dikategorikan umur tidak produktif lagi. )etani responden (Indramanto" berumur 2, tahun, dimana umur ini tergolong usia produktif (antara ,& C & tahun". Ini berarti bah%a petani responden mempunyai kemampuan fisik dan bekerja yang baik. /.1.2 T$ngkat Pen4$4$kan )endidikan pada umumnya mempengaruhi pengetahuan dan cara berpikir petani. )endidikan yang relatif lebih tinggi menyebabkan petani lebih dinamis. $ingkat pendidikan yang yang diperoleh petani berasal dari dua sumber, yaitu pendidikan formal dan informal. )endidikan formal adalah pendidikan yang pernah ditempuh oleh petani sampel mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. (edangkan pendidikan informal adalah pengetahuan yang diperoleh petani tanpa melalui sekolah seperti pengalaman, informasi dari tetangga, petani lain, pamong desa, petugas penyuluh, dan dan lain-lain. $ingkat pendidikan petani responden menggambar daya pikir petani dalam mengelola usahataniya. )endidikan petani responden (Indramanto" adalah (+) ((ekolah +enengah )ertama". 5engan tingkat pendidikan yang ada meskipun rendah petani minimal telah dapat mengetahui pentingnya penggunaan teknologi baru (pupuk dan obat-obatan" serta keberhasilan pekerjaan dan produksi yang diperoleh. /.1.3 "umlah Tanggungan eluarga

,=

)etani sebagai kepala keluarga merupakan orang yang bertanggung ja%ab atas segala kejadian dalam rumah tangganya serta berusaha untuk memenuhi kebutuhan dari semua anggota keluarga yang menjadi tanggungan. $anggungan keluarga adalah jumlah anggota keluarga petani atau semua orang yang ditanggung biaya hidupnya oleh petani responden. #umlah tanggungan keluarga mempengaruhi pendapatan petani. (emakin besar jumlah tanggungan keluarga petani akan termotifasi untuk bekerja memperoleh pendapatan yang besar agar dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. )etani responden (Indramato" mempunyai jumlah tanggungan keluarga 2 (dua" orang. Ini berarti bah%a petani harus memperoleh pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan 2 anggota keluarganya. /.1.& Pengalaman Berusahatan$ )engalaman berusahatani merupakan faktor penentu dalam

keberhasilan usahatani. (emakin lama usahatani yang dilakukan maka semakin banyak pengalaman yang diperoleh. (emakin banyak pengalaman maka petani semakin banyak memiliki kemampuan dalam mengelola usahataninya sehingga dapat meningkatkan pendapatan usahatani yang sedang dikembangkan. (elain itu, petani-petani muda biasanya mengambil pengalaman dari orang tuanya dalam melaksanakan usahataninya, dan akhirnya akan mengambil tanggung ja%ab orang tuanya yang semakin tua. *dapun pengalaman berusahatani dari petani responden adalah , tahun. Ini berarti bah%a petani responden sudah cukup mempunyai pengalaman untuk melaksanakan usahataninya dengan baik.

/.2 Pener$maan Usahatan$

,/

)enerimaan usahatani dapat diperoleh dari hasil kali antara jumlah produksi yang diperoleh petani dengan harga jual yang ditetapkan petani yang berlaku di pasar pada kondisi ekonomi inflasi tinggi, inflasi moderat dan inflasi rendah. *dapun penerimaan usahatani dari 2 cabang usahatani pada tahun 2 ,2 dan prediksi tahun 2 ,! adalah 2 /.2.1 Pener$maan Usahatan$ Tahun 2912 * satu mus$m tanam . 1. In)las$ T$ngg$ )enerimaan usahatani #eruk Nipis adalah2 8p ,.,2/. $8 G ) ; @ +aka2 $8 G ../ R! 1.12/.999 )enerimaan usahatani $omat adalah2 8p & $8 G ) ; @ +aka2 $8 G /. R! 099.999 2. In)las$ M%4erat )enerimaan usahatani #eruk Nipis adalah2 8p < $8 G ) ; @ +aka2 $8 G , . R! :99.999 )enerimaan usahatani $omat adalah2 8p &= . dimana 2 ) @ ; < G R! :99.999 G G . 8p , . < kg 0kg dimana 2 ) @ ; ,2 G R! 099.999 G G . 8p /. ,2 kg 0kg dimana 2 ) @ G G 8p ../ ,/ kg 0kg

; ,/ G R! 1.12/.999

#adi )enerimaan usahatani jeruk nipis tahun 2 ,2 adalah sebesar

#adi )enerimaan usahatani $omat tahun 2 ,2 adalah sebesar

#adi )enerimaan usahatani #eruk Nipis tahun 2 ,2 adalah sebesar

,&

$8 G ) ; @ +aka2 $8 G F.

dimana 2 ) @ ; F G R! 0&9.999

G G

8p F. F kg

0kg

#adi )enerimaan usahatani tomat tahun 2 ,2 adalah sebesar R! 0&9.999 3. In)las$ Ren4ah )enerimaan usahatani #eruk Nipis adalah2 < $8 G ) ; @ +aka2 $8 G ,2. R! :99.999 )enerimaan usahatani $omat adalah2 / $8 G ) ; @ +aka2 $8 G , . dimana 2 ) @ ; / G R! /99.999 G G . 8p , . / kg 0kg dimana 2 ) @ ; ./ G R! :99.999 G G . 8p ,2. ./ kg 0kg

#adi )enerimaan usahatani jeruk nipis tahun 2 ,2 adalah sebesar

#adi )enerimaan usahatani tomat tahun 2 ,2 adalah sebesar R!/99.999 /.2.2 Pener$maan Usahatan$ Pre4$ks$ Tahun 2913 *satu mus$m tanam. 1. In)las$ T$ngg$ - )enerimaan usahatani #eruk Nipis adalah2 8p ,.2./. $8 G ) ; @ +akaB $8 G F./ R! 1.2;/.999 )enerimaan usahatani $omat adalah2 8p .2 . ,. dimana 2 ) @ G G 8p F./ ,/ kg 0kg

; ,/ G R! 1.2;/.999

#adi )enerimaan usahatani jeruk nipis tahun 2 ,! adalah sebesar

$8 G ) ; @ +akaB $8 &. R! ;29.999 2. In)las$ M%4erat -

dimana 2

) @

G G

8p &. ,2 kg

0kg

; ,2 G R! ;29.999

#adi )enerimaan usahatani tomat tahun 2 ,! adalah sebesar

)enerimaan usahatani #eruk Nipis adalah2 8p. << . $8 G ) ; @ +akaB $8 G ,,. R!. ::9.999 dimana 2 ) @ ; < G R! ::9.999 G G 8p ,,. < kg 0kg

#adi )enerimaan usahatani jeruk nipis tahun 2 ,! adalah sebesar )enerimaan usahatani $omat adalah 2 8p. .2 . $8 G ) ; @ +akaB $8 G <. dimana 2 ) @ ; F G R! ;29.999 G G . 8p. <. F kg 0kg

#adi )enerimaan usahatani tomat tahun 2 ,! adalah sebesar R! ;29.999 3. In)las$ Ren4ah )enerimaan usahatani #eruk Nipis adalah 2 8p <./. $8 G ) ; @ +akaB $8 G ,!. R! :;/.999 dimana 2 ) @ ; ./ G R! :;/.999 G G 8p. ,!. ./ kg 0kg

#adi )enerimaan usahatani jeruk nipis tahun 2 ,! adalah sebesar

-

)enerimaan usahatani $omat adalah 28p // .

,F

$8 G ) ; @ +akaB $8 G ,,.

dimana 2

) @

G G

8p ,,. / kg

0kg

; / G R! //9.999

#adi )enerimaan usahatani jagung tahun 2 ,! adalah sebesar R! //9.999

/.3 Anal$s$s Res$k% 4an

e!utusan In1estas$

,<

*nalisis resiko dan keputusan in?estasi petani responden pada usahatani cabe ra%it dan usahatani jagung tahun 2 ,2 dan prediksi tahun 2 ,! dapat dirinci sebagai berikut 2 /.3.1 Anal$s$s Res$k% 4an adalah 2 ,. e!utusan In1estas$ Tahun 2912 *nalisis resiko dari petani responden pada usahatani cabe ra%it dan jagung

#e pada 4sahatani #agung pada tahun 2
5ik2 ,2& 2. ,.! 2 ./

,2

,2& ; 2. ,= ; ,.! 2 ,!= ; ./

G /2 G /2 ,F G 22/ ,.2&/,F

#e

G H ,2& ( 2

- ,2&/,F "2 L ,= ( ,! 2 C ,2&/,F "2 L ,!= ( ./ C ,2&/,F "2

G H( ,2& M /!< =<,&= " L ( ,= M ,!, ,== " L ( ,!= M 2&& =<,&= " G H,= ,/2,< &= L /2=,,.& L < =/&,F..& G H 2!,,!!,<&

#e

G &<9+;;

2.

#e pada 4sahatani 6abe 8a%it pada tahun 2
5ik2 ,2& ;, G ,/ ;2 G ,/ ;! G =

,2

,2& ; ,/ G !< ,= ; ,/ ,!= ; = G& G ,!,& ,,2,&

2

#e G H ,2& ( ,/ C ,,2,& "2 L ,= ( ,/ C ,,2,& "2 L ,!= ( = C ,,2,& "2
G H( ,2& M ,!<F,.& " L ( ,= M ,!<F,.& " L ( ,!= M /2. ,.& " G H!&!,&F L //<,/ L ,.<2, & G H2.,/,2=

#e ( /2+19< 5ari hasil #e yang diperoleh maka keputusan in?estasi tahun 2 ,2 yang sebaiknya diambil oleh petani sebagai manajer adalah pada usahatani 6abe 8a%it. /.3.2 Anal$s$s Res$k% 4an adalah 2 ,. e!utusan In1estas$ !a4a Pre4$ks$ Tahun 2913

*nalisis resiko dari petani responden pada usahatani cabe ra%it dan jagung

#e pada 4sahatani #agung pada tahun 2
5ik2 ,& ,2 ;, G !. ;2 G 2. ;! G ,.2

,!.

,2 ; !. ,& ; 2. ,2 ; ,.2

G & G,.2 G 2= 2. =

#e G H ,2 (!

C 2 = "2 L ,& ( 2 " L ( ,& M ,&

C 2 = "2 L ,2 ( ,2 " L ( ,2 M . /& "

C 2 = "2

G H( ,2 M <2,&

G H,F=!2 L <& L ,=,,2 G H!2&=

#e G /;1+31&

2,

2.

#e pada 4sahatani 6abe 8a%it pada tahun 2
5ik2 ,& ,2 ;, G ! ;2 G !,/ ;! G ,

,! ,2 M ! G &

,& M !,/ G ,F< ,2 M , G 2 2&<

#e G H ,2 ( !

C 2&< "2 L ,& ( !,/ C 2&< "2 L ,2 (,

C 2&< "2

G H( ,2 M <&, " L ( ,& M 2,,& " L ( ,2 M 2F/&, " G H,<2,2 L ,2&<,& L /.,2,2 G H.,.= #e ( <&+0:: 5ari hasil (e yang diperoleh maka keputusan in?estasi tahun 2 ,2 yang sebaiknya diambil oleh petani adalah pada usahatani #agung

BAB 7I E#IMPULAN DAN #ARAN 0.1. es$m!ulan -erdasarkan hasil dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut 2

22

,. -erdasarkan kondisi ekonomi tahun 2 ,2 penerimaan petani pada usahatani #agung (satu musim tanam" inflasi tinggi 8p.2. 8p.,.! 2. 8p.= . ,(satu musim tanam" inflasi tinggi 8p.!. . ,,- dan inflasi rendah 8p.,.2 . . ,- inflasi moderat 8p.!,/. . ,- inflasi ,- dan inflasi rendah 8p../ . inflasi tinggi 8p.,/ . ,- inflasi moderat 8p.,/ . . ,- inflasi moderat ,- dan inflasi rendah ,-. 5an pada usahatani 6abe 8a%it

2. -erdasarkan kondisi ekonomi prediksi tahun 2 ,! penerimaan petani pada usahatani #agung moderat 8p.2. rendah 8p, . ,-. 5an pada usahatani ,- dan inflasi

6abe 8a%it inflasi tinggi 8p.!

!. Kemungkinan resiko yang dihadapi petani tahun 2 ,2 secara statistik adalah (e G =F ,.. pada 4sahatani #agung dan (e G /2,, F pada usahatani 6abe 8a%it. (edangkan pada tahun 2 ,! Kemungkinan resiko yang dihadapi petani secara statistik adalah (e G /.,,!,= pada 4sahatani #agung dan (e G F=,&<< pada 6abe 8a%it. 0.2 #aran -erdasarkan kesimpulan yang diperoleh, maka saya dapat menyarankan 2 ,. (ebagai acuan kepada petani agar dapat berusaha tani dengan sebaik mungkin. 2. (ebagai bahan masukan bagi pemerintah daerah terkait dengan kebijakan dan pembinaan sektor usaha pertanian. !. +enambah ilmu pengetahuan mahasis%a mengenai adanya sector usaha tani di daerah, dan sebagai bahan pengetahuan dan %a%asan secara baik dan benar.

2!

DA=TAR PU#TA A *nonim, 2 =. Laporan Evaluasi Tahunan 2003. 5inas )ertanian dan Ketahanan )angan )ro?insi :orontalo. *n%as *di%ilaga, ,<<2. Ilmu Usahatani. *94+NI, -andung. -iro )usat (tatistik *BP#. :orontalo, 2 2002. :orontalo /. Kabupaten Gorontalo dalam Angka

2=

-ungaran (aragih, 2 (I)-".

2. !istem dan Usaha Agribisnis. Institut )ertanian -ogor

>?an #. 5ouglas ,<</. Ekonomi "ane#erial Kota +eksiko,*merika

Lam!$ran Peta Desa Bul%talang$ Barat

e-. Bulang% T$mur

a6. B%ne B%lang%

2/

D%kumentas$ Prakek La!ang 4$ Desa Bul%talang$ Barat a6. B%ne B%lang%

e-. Bulang% T$mur

2&