You are on page 1of 7

Tujuh Buah-buahan Pencegah Penyakit Stroke di Sekitar Kita

Written by Meily Cintadwi Published in Solusi Kesehatan Read 20987 times font size decrease font size increase font size Print Email

1 inShare 0 Berdasarkan data terhadap penyakit stroke tahun 2012, lembaga American Stroke Association menyebutkan angka 795.000 orang, di Amerika saja. Itu berarti setiap 40 detik ada satu orang yang terkena stroke. Penyakit pembuluh darah ini bisa disebabkan oleh penyumbatan aliran darahyang disebut stroke iskemikatau pecahnya pembuluh darah sehingga aliran darah tidak mencapai otakyang disebut stroke hemorrhagik. Gejala stroke yang umum adalah matinya sensor atau respon sebagian tubuh karena rusaknya jaringan otak. Banyak orang sudah mengetahui bahwa mengonsumsi buah-buahan dapat bermanfaat untuk kesehatan, tetapi hanya sedikit yang tahu bahwa buah juga bisa mencegah penyakit stroke. Apa saja buah yang dimaksud?

Tomat
Banyak orang mengonsumsi tomat hanya untuk membuat makanan lebih nikmat. Tetapi ternyata kandungannya punya banyak khasiat. Hasil riset menunjukkan bahwa kandungan lycopene, zat berwarna merah dalam tomat, dapat menurunkan resiko stroke pada pria dewasa.

Penelitian yang dilansir dalam jurnal Neurology tersebut melibatkan subyek 1.031 pria dewasa yang dibagi dalam empat kelompok. Pada awal penelitian, terdapat 25 kasus penyakit stroke dari 258 pria yang kadar lycopene dalam darahnya kecil. Sementara, hanya ada 11 kasus penyakit stroke dari 258 pria dengan kadar lycopene darah yang tinggi. Dr. Jouni Karppi, dari University of Eastern Finland di Kuopio, menyatakan, Penelitian ini menambah bukti bahwa menu buah dan sayuran dalam diet sangat penting untuk menurunkan resiko penyakit stroke.

Citrus
Memakan buah jeruk, atau sejenisnya, selalu mencitrakan kehidupan yang sehat. Tetapi, rupanya tidak hanya itu. Hasil penelitian yang dilansir dalam jurnal Stroke menyimpulkan bahwa buah citrus dan sejenisnya, menurunkan hingga 19 persen resiko stroke iskemik, yang diakibatkan oleh tersumbatnya pembuluh darah ke otak. Penemuan ini merupakan bagian dari riset Nurses Health Study , dan melibatkan hampir 70.000 wanita. Para peneliti tersebut mengamati kadar zat flavonoid yang terdapat dalam berbagai buah citrus, dan mereka menyimpulkan bahwa setiap orang dianjurkan makan 2-4 porsi buah semacam itu per hari untuk menurunkan resiko penyakit stroke. Penelitian-penelitian sebelumnya telah mendapati bahwa vitamin C dan kalium, yang keduanya ada dalam kadar yang besar dalam buah-buahan ini, juga dapat membantu melindungi kitaterhadap penyakit jantung dan stroke.

Kedelai
Kedelai, dalam bentuk susu atau makanan lain, tentu sangat enak. Namun, kedelai juga bermanfaat dalam menurunkan resiko penyakit stroke. Kedelai dapat menurunkan kolesterol, khususnya kolesterol jahat (LDL) hingga 28 persen. Angka ini hampir menyamai angka yang dicapai dengan obat-obatan statin.

Noni
Buah Noni terkenal karena kemampuannya menjaga tekanan darah tetap stabil. Karena itu Noni juice sering dimanfaatkan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita darah tinggi, dan dengan demikian mencegah terjadinya penyakit stroke.

Buah Noni memiliki kandungan xeronin, juga kaya akan kandungan vitamin dan mineral lainnya, yang bisa memperbaiki fungsi tubuh sehingga bisa digunakan untuk terapi stroke.

Apel
Sebutir apel sehari, kamu tidak akan pernah ke dokter, begitu kira-kira kata pepatah barat. Ya, banyak pakar gizi menyetujui hal itu. Sebutir apel sehari dapat menurunkan resiko penyait stroke hingga 50 persen. Buah ini kaya akan kandungan quercetin yang terbukti mampu mengatasi inflamasi. Tentu hal ini relevan mengingat pengerasan pembuluh darah seringkali terjadi akibat inflamasi.

Pisang
Inilah salah satu alasan Anda perlu memasukkan pisang dalam menu makan siang Anda: Pisang kaya akan kandungan kalium. Hasil riset menunjukkan bahwa diet rendah kalium (kurang dari 1.5 gram per hari) dapat meningkatkan resiko penyakit stroke hingga 28 persen. Dan riset Health Professionals Follow-Up Study mendapati bahwa para partisipan penelitian yang mengonsumsi buah yang mengandung banyak kalium sebanyak sembilan porsi per hari ternyata 38 persen lebih rendah mengalami resiko peyakit stroke dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi empat porsi sehari.

Kacang-Kacangan
Kacang-kacangan juga baik untuk kesehatan pembuluh darah karena mengandung banyak asam folat. Menurut sebuah penelitian selama 20 tahun terhadap hampir 1.000 subyek dewasa, mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat yang tinggi dapat mengurangi resiko penyakit stroke hingga 20 persen. Nah, setelah tahu tentang ketujuh buah ini, Anda pasti langsung terpikir untuk mulai mengonsumsi buah-buahan tersebut. Buah-buahan itu tidak hanya bisa mengurangi resiko penyakit stroke, tetapi kita yakin itu juga bisa mencegah berbagai penyakit lain.

Terapi Stroke Tahukah anda, ternyata stroke bisa ditangani secara alami.
Disini akan dijelaskan terapi stroke dan gejala gejala stroke dan juga pengobatan stroke. Beberapa tanda dan gejala timbulnya stroke, yaitu: 1. Gejala Sementara Sakit kepala secara tiba-tiba, pusing, bingung. Penglihatan kabur atau kehilangan ketajaman penglihatan pada satu atau dua mata. Kehilangan keseimbangan (limbung), lemah. Rasa kebal atau kesemutan pada sisi tubuh.

2. Gejala Ringan Mengalami beberapa atau semua gejala stroke sementara Kelemahan / kelumpuhan tangan / kaki Bicara tidak jelas 3. Gejala Berat Mengalami beberapa atau semua gejala stroke sementara dan ringan Koma jangka pendek (kehilangan kesadaran) Kelemahan / kelumpuhan tangan/kaki Bicara tidak jelas / hilangnya kemampuan bicara Sukar menelan Kehilangan kontrol terhadap pengeluaran air seni dan feses Kehilangan daya ingat dan konsentrasi

Terjadi perubahan perilaku misalnya: bicara tidak menentu, mudah marah, tingkah laku seperti anak kecil dan sebagainya Pencegahan Stroke 1. Pola makan seimbang Hindari makanan yang terlalu manis karena dapat menaikkan kadar gula darah yang berarti berisiko tinggi bagi penderita diabetes mellitus. Demikian juga dengan mengkonsumsi garam yang tidak terkendali. Makanan yang kecut /asam perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan keasaman dalam darah. Darah yang semakin akan semakin kental. Jika darah kental maka aliran dalam pembuluh darah terganggu yang berisiko terhadap terjadinya stroke. 2. Olah raga teratur Fungsi olah raga dalam mencegah stroke yaitu: Membakar lemak sehingga dapat menurunkan kolesterol penyumbat aliran darah Meningkatkan kinerja dan kekuatan jantung sehingga pompa darah ke otak berjalan lancar Gerak tubuh yang seimbang melancarkan pasokan darah ke seluruh organ Membuang kotoran tubuh melalui keringat 3. Istirahat yang cukup Pada saat istirahat, banyak hal positive yang terjadi di dalam tubuh kita. Urat saraf yang mengendur, perbaikan sel-sel yang rusak, memberi istirahat bagi sebagian organ tubuh, proses detoksifikasi (menghilangkan racun) dan lain sebagainya. Selama tidur terjadi proses-proses pemulihan yang bermanfaat mengendalikan kondisi seseorang pada keadaan semula. Dengan begitu, kondisi tubuh yang awalnya mengalami kelelahan akan menjadi segar kembali. Jika proses ini terhambat, organ tubuh bisa tidak bisa bekerja secara maksimal. Akibatnya, orang yang kurang tidur akan cepat lelah dan mengalami penurunan konsentrasi. Pengobatan Stroke Selain menggunakan obat-obatan atau vaksin, stroke bisa juga disembuhkan oleh obatobatan alami. Diantara bahan alami yang baik untuk terapi stroke adalah buah mengkudu. Dan berkat kemajuan teknologi, kini mengkudu sudah tersedia dalam kemasan siap konsumsi. Diantara merk jus mengkudu yang mempunyai kualitas baik di Indonesia adalah javanony, bisa di beli secara online disini www.tokoherbalonline.com

Musik Terapi untuk Stroke



inShare

Musik telah terbukti mempengaruhi bagian dari otak. Bagian dari terapi ini adalah kemampuan musik untuk mempengaruhi emosi dan interaksi sosial. Penelitian oleh Nayak et al. menunjukkan bahwa terapi musik dikaitkan dengan penurunan depresi, suasana hati membaik, dan pengurangan dalam kecemasan negara. Kedua studi deskriptif dan eksperimental telah mendokumentasikan efek musik terhadap kualitas hidup, keterlibatan dengan lingkungan, ekspresi perasaan, kesadaran dan respon, asosiasi positif, dan sosialisasi. Selain itu, Nayak et al. menemukan bahwa terapi musik memiliki efek positif pada hasil sosial dan perilaku dan menunjukkan beberapa kecenderungan menggembirakan sehubungan dengan suasana hati. Penelitian saat ini juga menunjukkan bahwa ketika terapi musik digunakan dalam hubungannya dengan terapi tradisional itu meningkatkan tingkat keberhasilan secara signifikan. Oleh karena itu, hipotesis bahwa terapi musik membantu korban stroke memulihkan lebih cepat dan dengan lebih sukses dengan meningkatkan emosi positif pasien dan motivasi, yang memungkinkan mereka untuk menjadi lebih sukses dan didorong untuk berpartisipasi dalam terapi tradisional. Penelitian telah menunjukkan kemampuan terapi musik untuk meningkatkan interaksi sosial yang positif, emosi positif, dan motivasi pada pasien stroke. Wheeler et al. menemukan bahwa sesi terapi grup musik meningkatkan kemudahan di mana pasien stroke menanggapi interaksi sosial dan peningkatan sikap positif laporan dari keluarga pasien, sementara sesi individu membantu untuk memotivasi pasien untuk pengobatan. Selain itu, mungkin ada mediasi faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi musik. Sebagai contoh, Nayak et al. menemukan perilaku individu lebih terganggu sosial pada awal pengobatan, semakin besar kemungkinan dia adalah untuk manfaat dari terapi musik. Sebuah studi oleh Jeong Kim meneliti dampak dari terapi musik bila dikombinasikan dengan terapi stroke tradisional dalam program rehabilitasi berbasis masyarakat.

Manfaat termasuk penurunan tekanan darah, denyut jantung, dan tingkat kecemasan pada pasien jantung. Namun, efeknya tidak konsisten di seluruh studi, menurut Joke Bradt, PhD, dan Cheryl Dileo, PhD, keduanya dari Temple University di Philadelphia. Musik tampaknya tidak banyak berpengaruh pada tekanan psikologis pasien. "Kualitas bukti tersebut tidak kuat dan signifikansi klinis tidak jelas", para pengulas memperingatkan. Dalam 11 studi pasien menjalani operasi jantung dan prosedur, di sembilan mereka MI pasien, dan dalam tiga pasien rehabilitasi jantung. Para 1.461 peserta sebagian besar kulit putih (rata-rata 85%) dan laki-laki (67%). Dalam kebanyakan studi, pasien mendengarkan musik satu sesi 30-menit. Hanya dua digunakan terapis musik terlatih bukan musik rekaman.