You are on page 1of 11

RANCANGAN PERCOBAAN

RANCANGAN BLOK TERPISAH (Split Block Design or Strip Plot Design)

Disusun Oleh : 1. Anastasia Indri T.K 2. Tinuk Suparyatun 3. Diah Saputri (10305144011 / Matswa 2010) (10305144028 / Matswa 2010) (10305144031 / Matswa 2010)

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2013

RANCANGAN BLOK TERPISAH

Rancangan blok terpisah mirip dengann rancangan petak terpisah, namun dalam rancangan blok terpisah kedua factor merupkan petak utama. Pengaruh perlakuan yang ditekankan dalam rancangan adalah pengaruh interaksi. Penempatan taraf- taraf kedua factor dilakukan saling bersilangan , misal jika taraf factor A diacak dalam plot plot searah kolom maka taraf taraf dalam factor B diacak dalam plot plot searah baris. Rancangan ini dapat diaplikasikan dalam RAK dan RBSL tetapi tidak dapat diaplikasikan dalam RAL Pengacakan (untuk suatu kelompok) Misalkan dua faktor A(A1,A2,A3) dan faktor B(B1,B2,B3) Setiap perlakuan diulang dua kali Langkah- langkah percobaan: Pilihlah kelompok unit percobaan secara acak, Tempatkan taraf- taraf A secara acak pada kelompok mengikuti plot kolom Tempatkan taraf- taraf faktor B secara acak pada setiap kolom mengikuti alur baris Masing- masing kombinasi perlakuan akan menempati alur silang A1 A1B1 A2B1 A3B1 A2 A1B2 A2B2 A3B2 A3 A1B3 A2B3 A3B3 A1 A1B2 A1B3 A1B1 A3 A3B2 A3B3 A3B1 A2 A2B2 A2B3 A2B1

B1 B2 B3

B2 B3 B1

A. Model Linear Aditif dari Rancangan Blok Terpisah RAK i= 1,2,...a j =1,2,...b k=1,2,...,r

Yijk Ki i j ()ij ik jk ijk

: pengamatan pada faktor A taraf ke-i, faktor B taraf ke-j dan kelompok ke-k : rataan umum : pengaruh kelompok ke-k : pengaruh utama faktor A taraf ke-i : pengaruh utama faktor B taraf ke-j : pengaruh interaksi dari faktor A taraf ke-i dan faktor B taraf ke-j : pengaruh acak dari faktor A taraf ke-i dan kelompok ke-k : pengaruh acak pada faktor B taraf ke-j dan kelompok ke-k : pengaruh acak pada faktor A taraf ke-i, faktor B taraf ke-j dan kelompok ke-k

Asumsi untuk model tetap adalah:

Asumsi untuk model acak adalah: ( B. Diagram Blok


A1 B1 B2 B3 R1-R2 R1-R2 R1-R2 A2 R1-R2 R1-R2 R1-R2 A3 R1-R2 R1-R2 R1-R2

Mencari sumber variansi R A R.A B R.B A.B R.A.B C. Tabel ANAVA a. Model Tetap (Faktor A dan B tetap) SV db JK (r)-(1) (a)-(1) (ar)-(a)-(r)+(1) (b)-(1) (br)-(b)-(r)+(1) (ab)-(a)(b)+(1) (abr)-(ab)(ar)+(a)(br)+(b)+(r)(1) (abr)-(1) KTAB/KTRAB KTB/KTRB KTA/KTRA E(KT) Fhit

Kelompok r-1 A RA B RB AB RAB a-1 (a-1)(r-1) b-1 (b-1)(r-1) (a-1)(b-1) (a-1)(b-1) (r-1)

Total

abr-1

b. Model Acak (Faktor A dan B acak) SV Db JK (r)-(1) (a)-(1) (ar)-(a)-(r)+(1) (b)-(1) (br)-(b)-(r)+(1) (ab)-(a)(b)+(1) (abr)-(ab)(ar)+(a)(br)+(b)+(r)(1) (abr)-(1) KTAB/KTRAB Fsemu Fsemu E(KT) Fhit

Kelompok r-1 A RA B RB AB RAB a-1 (a-1)(r-1) b-1 (b-1)(r-1) (a-1)(b-1) (a-1)(b-1) (r-1)

Total

abr-1

c. Model Campuran (Faktor A acak dan B tetap) SV Db JK (r)-(1) (a)-(1) (ar)-(a)-(r)+(1) (b)-(1) (br)-(b)-(r)+(1) (ab)-(a)(b)+(1) (abr)-(ab)(ar)+(a)(br)+(b)+(r)(1) (abr)-(1) KTAB/KTRAB Fsemu KTA/KTRA E(KT) Fhit

Kelompok r-1 A RA B RB AB RAB a-1 (a-1)(r-1) b-1 (b-1)(r-1) (a-1)(b-1) (a-1)(b-1) (r-1)

Total

abr-1

d. Model Campuran (Faktor A tetap dan B acak) SV Db JK (r)-(1) (a)-(1) (ar)-(a)-(r)+(1) (b)-(1) (br)-(b)-(r)+(1) (ab)-(a)(b)+(1) (abr)-(ab)(ar)+(a)(br)+(b)+(r)(1) (abr)-(1) KTAB/KTRAB KTB/KTRB Fsemu E(KT) Fhit

Kelompok r-1 A RA B RB AB RAB a-1 (a-1)(r-1) b-1 (b-1)(r-1) (a-1)(b-1) (a-1)(b-1) (r-1)

Total

abr-1

D. Pengujian Hipotesis a. Hipotesis Model Tetap (Faktor A dan B tetap) Hipotesis pengaruh utama faktor A (faktor A tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati) (faktor A berpengaruh terhadap respon yang diamati)

Hipotesis pengaruh utama faktor B (faktor B tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati) (faktor B berpengaruh terhadap respon yang diamati) Hipotesis pengaruh interaksi (interaksi faktor A dengan faktor B tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati) (interaksi faktor A dengan faktor B berpengaruh terhadap respon yang diamati)

b. Hipotesis Model Acak Hipotesis pengaruh utama faktor A (keragaman faktor A tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati) (keragaman faktor A berpengaruh terhadap respon yang diamati) Hipotesis pengaruh utama faktor B (keragaman faktor B tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati) (keragaman faktor B berpengaruh terhadap respon yang diamati) Hipotesis pengaruh interaksi (keragaman interaksi faktor A dengan faktor B tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati) (keragaman interaksi faktor A dengan faktor B berpengaruh terhadap respon yang diamati) c. Hipotesis Model Campuran (Faktor A acak dan B tetap) Hipotesis pengaruh utama faktor A (keragaman faktor A tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati) (keragaman faktor A berpengaruh terhadap respon yang diamati) Hipotesis pengaruh utama faktor B (faktor B tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati) (faktor B berpengaruh terhadap respon yang diamati) Hipotesis pengaruh interaksi (keragaman interaksi faktor A dengan faktor B tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati) (keragaman interaksi faktor A dengan faktor B berpengaruh terhadap respon yang diamati) d. Hipotesis Model Campuran (Faktor A tetap dan B acak) Hipotesis pengaruh utama faktor A (faktor A tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati) (faktor A berpengaruh terhadap respon yang diamati)

Hipotesis pengaruh utama faktor B (keragaman faktor B tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati) (keragaman faktor B berpengaruh terhadap respon yang diamati) Hipotesis pengaruh interaksi (keragaman interaksi faktor A dengan faktor B tidak berpengaruh terhadap respon yang diamati) (keragaman interaksi faktor A dengan faktor B berpengaruh terhadap respon yang diamati)

Contoh Soal Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh interaksi dosis pupuk nitrogen (N0, N80, N160, N320) dan waktu panen (W1, W2, W3, W4, W5) pada tanaman gula, dengan 2 kelompok. Berikut data tentang hasil panen dalam ton per hektar.
N0 W1 Jumlah W2 Jumlah W3 Jumlah W4 Jumlah W5 Jumlah Jumlah 2.3 21.3 23.6 8.8 12.5 21.3 9.8 16.7 26.5 10.1 21.3 31.4 11.4 19.1 30.5 133.3 N80 N160 N320 10.1 10.2 10.3 9.5 10.8 7.4 19.6 21 17.7 18.2 16.9 19.2 16.9 18.5 17.8 35.1 35.4 37 23.1 22.3 25.9 20.4 22.4 22.8 43.5 44.7 48.7 26.4 28 31.2 29.5 34.2 31.9 55.9 62.2 63.1 29.3 31.2 34.2 26.6 30.3 29.2 55.9 61.5 63.4 210 224.8 229.9 Jumlah 32.9 49 81.9 63.1 65.7 128.8 81.1 82.3 163.4 95.7 116.9 212.6 106.1 105.2 211.3 798

Penyelesaian: a. Hipotesis Hipotesis Pengaruh Dosis Pupuk Nitrogen (Dosis pupuk nitrogen tidak berpengaruh terhadap hasil panen) (Dosis pupuk nitrogen berpengaruh terhadap hasil panen) Hipotesis Pengaruh Waktu Panen (Waktu panen tidak berpengaruh terhadap hasil panen)

(Waktu panen berpengaruh terhadap hasil panen) Hipotesis pengaruh interaksi (interaksi dosis pupuk nitrogen dengan waktu panen tidak berpengaruh terhadap hasil panen) (interaksi dosis pupuk nitrogen dengan waktu panen berpengaruh terhadap hasil panen) b. Taraf nyata: = 0.05 c. Statistik uji: Uji Split blok terpisah d. Kriteria keputusan: H0 ditolak jika Fhit > Ftabel e. Perhitungan

Tabel ANAVA F-tabel SV db JK KT F-hit Kelompok 1 40.40 40.40 (r) 9.28 3 605.69 201.90 2.80 A 3 216.05 72.02 RA 6.39 4 1560.28 390.07 31.64 B 4 49.31 12.33 RB 2.69 12 306.74 25.56 5.61 AB 12 54.72 4.56 RAB 39 2833.20 Total f. Kesimpulan Pengaruh Dosis Pupuk Nitrogen Karena Fhitung = 2.80 < F0.05(3,3) = 9.28 maka H0 diterima. Jadi tidak ada perengaruh perbedaan dosis pupuk nitrogen terhadap hasil panen

Pengaruh Waktu Panen Karena Fhitung = 31.64 > F0.05(4,4) = 6.39 maka H0 ditolak. Jadi Waktu panen berpengaruh terhadap hasil panen. Pengaruh interaksi Karena Fhitung = 5.61 > F0.05(12,12) = 2.69 maka H0 ditolak Jadi interaksi dosis pupuk nitrogen dengan waktu panen berpengaruh terhadap hasil panen

Soal Suatu percobaan dengan 4 macam varietas kedelai yang diambil secara acak yaitu Hc 48, Hc G 4, Hc 33, Hc G 45 yang mempunyai respon yang berbeda terhadap pemupukan nitrogen. Dosis pupuk nitrogen yang diperlukan untuk varietas kedelai juga diambil secara acak yaitu 60 kg/ha, 90 kg/ha dan 120 kg/ha. Dalam percobaan yang ingin dilihat lebih cermat adalah interaksi anatara varietas kedelai dengan pupuk nitrogen oleh karena itu perobaan dilakukan dengan rancangan blok terpisah dari 3 kelompok. Anggap asumsi-asumsi dalam Anava terpenuhi. Lakukan pengujian hipotesis sesuai dengan yang dimaksud, gunakan taraf nyata 0.05 Berikut data produktifitas kedelai (ton/ha): Dosis Pupuk Kelompok Nirogen 1 60 kg/ha 2 3 Total 1 120 kg/ha 2 3 Total 1 90 kg/ha 2 2.9 3 3 2.85 11.75 Hc 40 2.05 2.25 2.45 6.75 3.3 3.5 3.45 10.25 2.95 Hc G 4 2.5 2.6 2.45 7.55 3.25 2.95 3 9.2 2.85 Hc 33 2.15 2.5 2.35 7 3.25 3.45 3.5 10.2 2.75 Hc G 45 2.6 2.5 2.25 7.35 2.95 3.05 3.15 9.15 3 9.3 9.85 9.5 28.65 12.75 12.95 13.1 38.8 11.55 Varietas kedelai Total

3 Total Total

2.95 8.8 25.8

3.15 9 25.75

3 8.75 25.95

2.95 8.8 25.3

12.05 35.35 102.8

A : dosis pupuk nitrogen, B : varietas kedelai a = 3, b = 4, r = 3 Penyelesaian: a. Hipotesis Hipotesis Pengaruh Dosis Pupuk Nitrogen (Dosis pupuk nitrogen tidak berpengaruh terhadap produktifitas kedelai (ton/ha)) (Dosis pupuk nitrogen berpengaruh terhadap produktifitas kedelai (ton/ha)) Hipotesis Pengaruh Varietas Kedelai (Varietas Kedelai tidak berpengaruh terhadap produktifitas kedelai (ton/ha)) (Varietas Kedelai berpengaruh terhadap produktifitas kedelai (ton/ha)) Hipotesis pengaruh interaksi (interaksi dosis pupuk nitrogen dengan varietas kedelai tidak berpengaruh terhadap produktifitas kedelai (ton/ha)) (interaksi dosis pupuk nitrogen dengan varietas kedelai berpengaruh terhadap produktifitas kedelai (ton/ha)) b. Taraf nyata: = 0.05 c. Statistik uji: Uji Split blok terpisah d. Kriteria keputusan: H0 ditolak jika Fhit > Ftabel e. Perhitungan

Tabel ANAVA SV db Kelompok A B AB RA RB RAB Total JK 0.055972 4.439306 0.026111 0.481806 0.029861 0.130139 0.230694 5.393889 Ftabel KT Fhit 0.027986 2.219653 0.008704 3.00 0.080301 4.177002 0.007465 0.02169 0.019225

2 2 3 6 4 6 12 35

f. Kesimpulan Pengaruh interaksi Karena Fhitung = 4.18 > F0.05(6,12) = 3.00 maka H0 ditolak Jadi interaksi dosis pupuk nitrogen dengan varietas kedelai berpengaruh terhadap produktifitas kedelai (ton/ha)