Gawat Janin Akut dan Kronik, Hambatan Pertumbuhan dan Kematian Janin

Dr.Rajuddin

Fetal Distres
Fetal distres adalah suatu keadaan dimana Terganggu kerusakan lama. Fisiologi sehingga permanen fetus kematian menjadi sudah atas suatu

kemungkinan dalam waktu relatif tak

.Fetal Distres Keadaan ini merupakan gangguan pada oksigenasi yang normal pada janin. Berkisar dari hipoksia ringan → asfiksia berat.

.Fetal Heart Rate Untuk mengenal atau mengidentifikasi janin yang berada dalam keadaan gawat ( distres ). Upaya penyelamatan dilakukan tepat untuk mencegah waktu kerusakan permanen atau kematian janin → monitor FHR ( Fetal Heart Rate ).

Ketebalan membran bertambah . Luas plasenta yang fungsional berkurang c.Plasenta bisa mengalami gangguan fungsi oleh karena : a. Pengurangan aliran darah ke plasenta b.

Hipertensi kronik dengan kehamilan .DM dengan kehamilan .Ibu hamil dengan malnutrisi .Sindroma insufisiensi uteroplasents. Sindroma ini sering terjadi pada kehamilan resiko tinggi misalnya : . Ketiga point tersebut merupakan suatu sindroma yang secara klinis dikenal sindroma insufisiensi uteroplasents.

Gangguan fungsi plasenta dibagi dalam 2 (dua ) kategori : 1. Gangguan fungsi nutrisi → yang pada mengakibatkan pertumbuhan ( IUGR ) hambatan dalam kandungan 2. . Gangguan fungsi respirasi → yang mengakibatkan hipoksia ringan sampai berat → asidosis → KJDK.

● Peralihan dari 1 tingkat ke tingkat yang lebih berat umumnya terjadi secara perlahan → misalnya Ibu hamil dengan hipertensi kronik ● Berlangsung cepat → Solusio plasenta → Kompresi tali pusat → Prolapsus funi kuli .Gangguan Fungsi Plasenta Gangguan dahulu fungsi nutrisi biasanya terjadi terjadi lebih fungsi baru kemudian gangguan respirasi.

Masa penderitaan janin disebut gawat janin ( fetal distres ). Evaluasi kesehatan janin ( deteksi dini ) dalam periode ante partum sudah boleh dilakukan mulai kehamilan 30 atau 32 minggu keatas .

Pada wanita hamil resiko tinggi dengan insufisiensi uteroplasenta → penilaian ulang dilakukan 3-4 hari sekali misalnya : post maturitas Hipertensi kronik IUGR DM .

Pada keadaan yang berat dapat diulang setiap hari → non stress stest Progresivitas penurunan kesehatan janin Fetal well – being ↓ Nutritional compromise ↓ Fetal growth Restriction ↓ Marginal Racental Respiratory Disfunction ↓ Fetal Hypoxia & Distres ↓ Decreasing Respiratory Function ↓ Residual effects of intermittent hypoxia ↓ Profound Respiratory compromise ↓ Asphyxia ↓ intrantenia Death .

Faktor – faktor Resiko Insufisiensi Uteroplasenta Hipertensi Kronik DM IUGR Hipertensi akibat kehamilan Kehamilan Post maturitas Oligohidramnion Riwayat KJDK .

Penyakit Kardiovaskuler Penyakit Ginjal kronik Sindroma anti fosfalipid dan lupus eritomatosus sistemik Infeksi Intra uteri Gerakan janin berkurang Thalasemia .

Fetal movement counts Contraction stres test Non stres test Fetal acoustic stimulation test Maternal perception of sound – provoked fetal movement Biophysical Profile Modified biophysical profile Doppler velocimetry . 2. 3.Antepartum fetal testing 1. 8. 6. 7. 5. 4.

Fetal Movement Counts ( FMC ) Janin sehat banyak bergerak kuat Janin sakit gerakan berkurang dan lemah Untuk mengetahui apakah janin bergerak dengan baik → subjektif ( ditanya pada Ibu ). Objektif ( USG ) .1.

2. Cara oleh Pearson & Weaver : bila gerakan janin dalam 12 jam hanya 10 kali atau kurang → janin tidak sehat. Cara oleh Basket Listen atau Moore : hitungan gerakan janin selama 4 jam pagi hari → bila gerakan < 10 gerakan → tindak lanjuti dengan uji coba objektiv.Pemamfaatan Subjektiv : 1. .

bila terjadi kontraksi uterus ( his ) → jantung janin akan mengalami desekrasi lambat Hal ini dapat atas terjadi sebagai reaksi ( oksitosin oxytocin endogen oksitosin eksogen chaillenge test ) .2. Contraction Stress test ( CST ) Dasar uji coba ini → kontraksi uterus menyebabkan pengurangan aliran darah yang masuk ke plasenta. Bila dari sejak awal sudah terjadi pengurangan aliran darah ke plasenta.

.3. Non Stress Test ( NST ) Janin sehat bergerak jantungnya secara spontan mengalami aksekrasi dan variabilitas yang dapat dilihat pada rekaman.

Uji coba ini mempunyai daya prediksi sepeka uji coba NST sekaligus menghemat waktu.Foetal acoustic Stimulation Test ( FAST ) Dilakukan dengan mempergunakan sebuah laring buatan yang ditempatkan pada dinding perut Ibu hamil tepat pada kepala janin dan dihidupkan selama satu detik. . rangsangan suara akan menyebabkan janin bergerak disertai akselerasi jantung jika janin itu dalam keadaan sehat.

penuh. penuh. < 2 episoda akselerasi atau akselerasi > 15 beat per menit dalam 20 atau 30 menit masa observasi Gerakan tubuh Tonus otot janin NonNon-stress Test reaktiv Volume cairan ketuban > 1 kantong cairan setebal 2 Kantong terbesar berukuran cm pada pengukuran < 2 cm dalam pengukuran vertikal vertikal . dalam 30 menit observasi 2 atau lebih episoda <2 episoda gerakan gerakan tubuh/tungkai tubuh/tungkai dalam 30 dalam 30 menit observasi menit masa observasi (episoda gerakan yang bersambung dinilai sebagai satu gerakan tunggal) tunggal) Minimal 1 episoda ekstensi aktif dan kembali fleksi dari tungkai atau badan. Membuka dan menggemgam tangan dianggap tonus normal. ekstensi parsial. gerakan.Biophysical Profile ( BPP ) Parameter biofisika Gerakan pernapasan Normal ( nilai = 2 ) Abnormal ( nilai = 0 ) > 1 episoda gerakan yang Tidak ada gerakan atau tidak berlangsung > 30 detik ada episoda yang dalam 30 menit observasi. badan. > 2 episoda ekselerasi dari > 15 beat permenit yang berlangsung > 15 detik pada waktu janin bergerak dalam 20 atau 30 menit masa observasi Ekstensi lambat dan kembali fleksi parsial. berlangsung > 30 detik observasi. atau tangan separuh terbuka. tidak ada gerakan. terbuka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful