You are on page 1of 15

PENDAHULUAN Persalinan cesarea didefinisikan sebagai kelahiran fetus melalui insisi dinding abdominal (laparotomy) dan dinding uterus

(histerotomi). Definisi ini tidak termasuk pengangkatan fetus dari kavum abdominal akibat ruptur uterus atau pada kasus kehamilan abdominal. Pada beberapa kasus, dan paling sering disebabkan oleh komplikasi yang muncul seperti perdarahan yang tidak berhenti, histerektomi abdominal diindikasikan dalam persalinan.1 Terdapat beberapa isu dalam obstetri modern yang menjadi kontroversi mengenai penanganan anita dengan persalinan seksio cesarea sebelumnya. Dalam beberapa dekade, jaringan parut pada uterus dipercaya sebagai kontraindikasi persalinan oleh karena kekuatiran terjadinya ruptur uterus. Pada tahun 1!1", #ragin membuat kutipan yang sangat terkenal, dan sekarang nampaknya dipegang secara menyeluruh, $sekali cesarea, selalu cesarea.$ %arus diingat bah a saat pernyataan ini dibuat, insisi uterus yang digunakan adalah vertikal klasik dan digunakan hampir universal. Tidak sampai tahun 1!&1 'err merekomendasikan insisi transversal. Diantara mereka yang hidup sejaman dengan #ragin, terdapat beberapa yang tidak sepenuhnya setuju dengan insisi transversal. Tulisan dalam edisi keempat dari Williams Obstetrics, (. )hitridge )illiams (1!1*) memasukkan pernyataan $suatu hal yang dibesar+besarkan.$ ,aat ini, edisi ke+1- dan hampir !. tahun kemudian, perdebatan masih terus berlanjut.& ,ejak tahun 1!-/, World Health Organisation ()%0) menerbitkan pernyataan konsensus (dan ditegaskan lagi di tahun 1!!1) mengusulkan bah a tidak ada keuntungan tambahan terhadap kesehatan yang berhubungan dengan seksio cesarea dengan angkanya hanya diatas 1. sampai 1/2. negara.3 4ngka pada berbagai rumah sakit menunjukkan bah a seksio cesarea meningkat sesuai umur maternal. 5enunda kelahiran sampai sampai umur 1. an memicu konsekuensi peningkatan angka seksio cesarea. 6aktor+faktor lain yang menyebabkan peningkatan seksio cesarea termasuk73,1 8 Peningkatan penggunaan electronic foetal monitoring (965) 8 Peningkatan penggunaan epidural anaesthesia Pernyataan ini didasarkan pada perkiraan angka nasional sesarea dan angka mortalitas ibu dan perinatal dari berbagai

3.8 Penurunan penggunaan forcep 8 Perbaikan kemanan cesarea.2 mereka yang telah menjalani seksio cesarea mengalami cesarea ulang sesudah cesarea primer. tanpa memperhatikan paritas) untuk distosia dan fetal distress dan miningkatkan angka vaginal birth after caesarean (=>4#) untuk mengurangi efek self-perpetuating dari prosedur.2 karena fetal distress. . 3. 112 dilakukan karena presentase sungsang dan 1.1 <ambaran ini memunculkan banyak rekomendasi dalam praktek dengan tujuan untuk menurunkan jumlah cesarea primer (yaitu cesarea bagi anita yang tanpa ri ayat cesarea sebelumnya.3 . anita mulai terlibat lebih banyak dalam pengambilan keputusan untuk proses dan penanganan persalinan mereka. diperkirakan sebesar 3"2 di 4merika . . sedangkan di negara yang sedang berkembang kira+kira 3. sampai pada dekade terakhir ini.erikat. menjadi lebih sering terjadi di seluruh dunia.ebagai akibat dari peningkatan jumlah kelahiran cesarea. tanpa adanya indikasi medik.tudi+studi dari beberapa negara menunjukkan bah a angka permintaan ibu untuk cesarea elektif berkisar dari /+ 1-2.3 .elain itu.2 dilakukan karena distosia. Permintaan ibu untuk cesarea atau cesarea :elektif. saat ini persentase anita dengan seksio cesarea sebelumnya.

eptember &. . 3/ tahun hamil 3*+3.13.5B.@P Prof.tahun dengan siklus teratur.5 7 3/ Tahun 7 )onasa 'ombos 7 5uslim 7 Abu rumah tangga 7 1& (uni &.minggu C 0bservasi inpartu C bekas .ekarang + ?yeri perut bagian ba ah ingin melahirkan belum dirasakan teratur. janin intrauterine tunggal hidup letak sungsang.1& dengan taksiran tanggal partus &! (uni &. + 5ual (+) + 5utah (+) + P4? dilakukan sebanyak ! kali di puskesmas 'ombos + TT 1 kali. 'andou dengan diagnosis7 < 3P&4.13 .# & kali C >04 C %ipertensi kronis. Bi ayat kehamilanDpersalinan dahulu 7 ?y. + >4'D>4> biasa Bi ayat haid %aid pertama pada usia 1. Anamnesa 'eluhan @tama Pasien dirujuk dari Poli 0bstetri B. Bi ayat Penyakit . %ari pertama haid terakhir && . Eamanya haid "+* hari.LAPORAN KASUS Identitas ?ama @mur 4lamat 4gama Pekerjaan 5B. + Pelepasan lendir campur darah (+) + Pelepasan air dari jalan lahir (+) + Pergerakan janin (C) .

P>E 11 cm.kg TD7 11.. 3/ tahun hamil 3*+3.. #ross match. informed consent. cm >erat badan .# di B.@P Prof. Punggung kiri 7 1/. @. Diagnosa <3P&4. Bh +D+. >((. massa (+).. .# atas indikasi panggul sempit. . bising usus (C) normal Pemeriksaan luar Tinggi 6undus uteri Eetak anak >unyi jantung anak %is Pemeriksaan dalam Portio tebal lunak arah posterior. gr.1..# cito 'onseling. bayi laki+laki dengan persalinan .<. Eab.ungsang.>7 3".minggu C observasi inpartu C bekas . ?. >>E 1-. presenting part bokong masih tinggi. 9'<. 7 3& cm 7 . h +D+ 7 datar. %A./G # 7 /. gr. observasi T?B.+ + + &. 'andou dengan >>E &". meninggal dalam kandungan 'ehamilan sekarang. pembukaan (+). mm%g ?7 -.? vesikuler . bayi perempuan dengan persalinan .FDmenit B7 &1 FDmenit 7 .ikap 5B.+1". ?T (+).". &...T. (anin inrauterine tunggal hidup letak sungsang. Pemeriksaan Fisik 'eadaan umum 7 #ukup Paru+paru 4bdomen Tinggi badan7 11.# & kali C>0% C Preeklampsi ringan.D1.. FDmnt 7 jarang+jarang .

eptember &.>7 3". Laboratorium !"# $uni #%"&' + Eeuko 13. + %P%T && .# & kali C >04 C %ipertensi kronis. 'andou dengan diagnosis7 <3P&4.! 3" 7 9stimasi fetal eight (96))7 ± 31.. pembukaan (+)./ *1 ./G # 7 /. 3/ tahun hamil 3*+3..ungsang.minggu C 0bservasi inpartu C bekas . Status praesens: 'eadaan umum 7 #ukup Tinggi badan7 11/ >erat badan .kg TD7 11.D1. Pasien dirujuk dari Poli 0bstetri B.. 7 3& cm 7 .Resume masuk + <3P&4..*! + %emoglobin 1..@P Prof. + 9ritrosit 1. mm%g ?7 -. Punggung kiri 7 1/.. + #r + @r @..minggu C observasi inpartu C bekas . janin intrauterine tunggal hidup letak sungsang. (anin inrauterine tunggal hidup letak sungsang.13.FDmenit B7 &1 FDmenit Status obstetrik Tinggi 6undus uteri Eetak anak >unyi jantung anak %is Pemeriksaan da am Portio tebal lunak arah posterior.. 3/ tahun hamil 3*+3. FDmnt 7 jarang+jarang @rine bakar 7 C (positif 1) . presenting part bokong masih tinggi.< 3/.1& dengan TTP &! (uni &. gr Plasenta di fundus gr AA+AAA + Trombosit 3".1..# & kali C>0% C Preeklampsi ringan.+ %#T + <D.+1".

<....+11. FDmnt &1. FDmnt 1-. jarangH lama.. 7 interval.+1-.. mg 0bservasi T?B..+13....FDmnt &3...4ir ketuban cukup 'esan7 hamil aterm.+1/.+1!..FDmnt 11. 3/ tahun hamil 3*+3. .l+1/lH >(( 13.+13. FDmnt &&. jarangH lama... jarangH >(( 13.+&3..+1".minggu C belum inpartu C bekas . jarangH lama.ikap 7 ./ᴼ# 7 Portio tebal lunak arah posterior. jarangH lama. 7 interval.+11.. -l+!lH lama 1. FDmnt 1/. 7 interval. (anin intrauterine tunggal hidup letak sungsang. jarangH >(( 13-+11. jarangH lama. Ober)asi Persa inan "# $uni #%"& 'u7 cukup. jarangH >(( 11.. @.D!.. Diangosis ker(a <3P&4. jarangH >(( 1&.minggu C observasi inpartu C bekas .# & kali C>0% C Preeklampsi ringan.# & kali C>0% C Preeklampsi ringan...+&. %A.. 7 interval... 3/ tahun hamil 3*+3..FDmnt 13... jarangH lama..+11/ FDmnt 1!. jarangH >(( 1&....# cito 4ntibiotik 'onseling Anformed consent 'onseling sterilisasi Eab.+13.b7 3". 7 interval. 7 Abu merasakan nyeri perut yang semakin teratur ?7 *... 7 interval.+&&.+13. pembukaan (+) pp bokong masih tinggi ... letak sungsang.. #ross match Euminal & F 1.. 7 interval. 7 interval.... >(( (am 1&..+1/.. jarangH >(( 1&. jarangH >(( 1&-+13/ FDmnt 1*. jarangH lama.FDm B7 1-FDmmt . 'es7 cm T7 11. mm%g PD Diangosis <3P&4. jarangH >(( 1&-+11. jarangH lama. 7 interval.

. sementara jalan naps dibersihkan.l+1/lH >(( 13.. FDmnt .l+1/lH >(( 1&/+11.1.l+1/lH >(( 1&.1.ikap 7 .3. FDmnt . dilakukan insisi pfanentiel dan insisi diperdalam lapis demi lapis secara tajam dan tumpul sampai tampak peritoneum. Peritoneum dijepit dengan & pinset.1/ (am ..3.+.&.l+1/lH >(( 1&.&.eksio cesarea cito 0bservasi T?B. 7 interval.>B dijepit dengan beberapa ringtang. ditutup dengan doek steril kecuali lapangan operasi.. -l+!lH lama 1. uterus dijahit & lapis simpul . -l+!lH lama 1. digunting dan diperlebar. 4pgar score /+*. FDmnt &3. 7 interval.minggu C inpartu kala A C bekas . PP bokong % A+AA DF 7 <3P&4.3.3. janin letak sungsang (bokong). >ayi diserahkan ke neonati. >(( &3. (anin dilahirkan dengan meluksir.#TP C sterilisasi Pomeroy 7 Eahir bayi laki+laki.3. P>E 1* cm...+.. (am . (A@T% letak sungsang. >>E &/.3..+&3..PD 7 eff */ 2 pembukaan 1+& cm. 7 interval. gr.# & kali C>0% C Preeklampsi ringan. 7 interval. gr. Plasenta dilahirkan dengan tarikan ringan pada tali pusat. dilakukan tindakan antiseptik pada abdomen dan sekitarnya.l+1/lH >(( 13.. plasenta berimplantasi pada fundus uteri. 7 Pasien didorong ke 0' cito 7 0perasi dimulai dilakukan . Dalam kondisi general anestesia..+11. Eahir bayi laki+laki.. identifikasi janin. .l+1/lH >(( 13&+11. Adentifikasi plasenta..1. -l+!lH lama 1. FDmnt . 7 interval..+.. ketuban (C). .. Adentifikasi plika vesiko uterine. dijepit dan digunting.3. (am . P>E 1* cm.etelah yakin tidak ada usus diba ahnya... Diperlebar kekiri dan kekanan.+13/ FDmnt (am .+.1. Euka ..+11..1.+11! FDmnt . 4pgar score /+* 7 0perasi selesai Laporan operasi Penderita terlentang diatas meja operasi. -l+!lH lama 1. %A. >>E &/. 3/ tahun hamil 3*+3. ...3...1. Tampak uterus gravidarum.. -l+!lH lama 1.&.>B diinsisi semilunar kemudian diperdalam sampai menembus cavum uteri.+. 7 interval. tali pusat dijepit pada & tempat dan digunting diantaranya. 'avum uteri dibersihkan dari sisa+sisa selaput ketuban. keluar cairan putik keruh. -l+!lH lama 1..

dan jelujur dengan kromik catgut &. 'avum uterus baik. luka ditutup dengan gaas steril. dilakukan reperitonealisasi. . mm%g . kontrol perdarahan. eksplorasi uterus bentuk arkuatus.ikap 7 + A=6D BE7D/ 2 &7&. cc) 7 P34. bekas . 3. 0perasi selesai.i. 'es7 #5 T7 11. kontraksi uterus baik 7 peristaltik (C). Eahir bayi laki+laki >>E &/.b7 3". tertutup gaas 7 +DC (&/..FDm B7 &. dinding abdomen ditutup lapis demi lapis. FDm .# & kali C>0% C ?7 -.D-.#TP hari A a. kulit dijahit subkutikuler. 3/ tahun Post . gttDmnt + #eftriaFone injeksi & F 1 gr A= + 5etronidaIole & F /.. 4pgar score /+*. perdarahan tidak ada. P>E 1* cm. gr. kontrol perdarahan kembali jika tidak ada perdarahan. Fo o* up "& $uni #%"& .tatus puerpuralis7 5amae T6@ 4bdomen >4>D>4' Diangosis . mg A= + =it # 3 F 1 ampul + Ba at luka + Diet bertahap + 5obilisasi 7 laktasi +D+ H tanda+tanda infeksi7 +D+ 7 setinggi pusat." ᴼ# Preeklampsi ringan. luka operasi baik. 7 nyeri luka operasi 0 7 'u7 cukup.

.").1. berat lahir &". . 'onjugata vera merupakan diameter . Meskipun demikian. Namun.. berat lahir 1-.! "alam kasus ini seorang pasien dengan diagnosis <3P&4. Akan dibahas secara rinci setiap bagian mengapa pasien ini tergolong high risk pregnancy. kontraktilitas uterus dan progresifitas servikal. cm atau jika diameter transversa J 1./+1. penanganan persalinan dan postpartum yang terstandarisasi../+1& cm. &. sebagai indikasi seksio cesarea pada persalinan pertama (&. jalan lahir yang cukup luas../ Kesempitan pintu atas panggul o Panggul sempit relatif : jika konjugata vera -. Perencanaan kelahiran adalah bagian yang penting pada saat evaluasi antenatal.etiap kelainan pada diameter panggul yang mengurangi kapasitas panggul sehingga dapat menimbulkan distosia pada persalinan. Panggul sempit adalah masalah yang paling sering ditemui dalam bidang obstetri dan dapat memicu komplikasi yang berbahaya bagi ibu dan anak jika diagnosis panggung sempit terlambat ditegakkan. panjang badan 11 cm. seperti posisi bayi. . 6aktor resiko pertama adalah panggul sempit. bayi laki+laki dengan persalinan seksio cesarea atas indikasi panggul sempit.. Terdapat kelompok wanita hamil yang tidak bisa dilakukan persalinan pervaginam dan harus dilakukan persalinan rute abdominal atau seksio cesarea.. &.DISKUSI Tujuan safe motherhood and childbirth secara primer dapat dicapai melalui penanganan antenatal yang baik. 3/ tahun hamil 3*+3. gr. meninggal dalam kandungan. periode yang sangat penting untuk menentukan rute persalinan yang harus diambil adalah pada periode intrapartum. terdapat berbagai faktor penting yang turut berperan dalam pengambilan keputusan persalinan. Bi ayat persalinan dahulu. gr. Panggul sempit dapat diklasifikasikan sebagai berikut71.minggu C bekas seksio cesarea & kali C >0% C Preeklampsi ringan. sehingga dilakukan sectio cesarea. bayi perempuan dengan persalinan seksio cesarea. yang dapat dievaluasi secara klinik untuk menjamin terutama kesuksesan persalinan pervaginam.".

Pada panggul sempit relatif dan absolut. Kesempitan panggul tengah: Diagnosis dapat ditegakkan atas dasar pemeriksaan radiologis. langkah terbesar yang pernah dibuat adalah dalam menentukan resiko fetus terhadap resiko sampingan dari obstetri. diagnosis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan dalam dengan menentukan konjugata diagonalis./ cm./ cm. Panggul tengah mungkin sempit bila jumlah diameter interspinarum dan diameter sagitalis posterior pelvis (normalnya 1. dan dilakukan melalui persalinan seksio cesarea./ cm) mencapai J 13. yang berperan dalam kesuksesan persalinan adalah strategi untuk menentukan cephalopelvic disproportion (#PD). serta faktor+faktor lain yang berhubungan seperti graviditas dan paritas yang digunakan untuk menentukan resiko seksio cesarea khususnya #PD. yang diperoleh dari pemeriksaan radiologis. pada kasus ini yaitu kematian janin dalam kandungan $%&#"' yang terjadi pada persalinan kedua $ ()('. Pada keadaan ini dapat terjadi distosia. Diameter biparietalis kepala janin yang aterm dapat ditentukan dengan @. status nutrisi.. *elama beberapa dekade yang lalu./ cm. %stilah + bad . Pada panggul sempit absolut.< sebelum persalinan dan rata+rata antara !.cm. >ila diameter interspinarum J ! cm. =ariabel+variabel penting dalam hal ini termasuk ukuran fetus. biasa diartikan sebagai kesempitan pintu atas panggul. maka panggul tengah pasti sempit. Kesempitan pintu bawah panggul: Diagnosis dapat ditegakkan atas dasar distansia tuberum J .terkecilyang harus dilalui oleh kepala janin. serta total peningkatan berat badan selama kehamilan. >erbagai faktor yang berhubungan dengan panggul sempit. 'arena itu sebagian bayi sukar./ cm. o Panggul sempit absolut : (ika konjugata vera ≤ -.cm. umumnya untuk bayi cukup bulan persalinan harus diakhiri dengan tindakan sectio cesaria berencana. ukuran tubuh maternal. komplikasi persalinan atau maternal disease./+!. bahkan tidak mungkin dapat mele ati pintu atas panggul dengan konjugata vera J 1. 'onjugata vera K konjugata diagonalis L 1.. cm./ cm C / cm K 1/. umur gestasional./+* #aktor resiko kedua pada pasien ini adalah bad obstetric history. >ila konjugata diagonalis J 11.

yang berkontribusi psikologi.-.+ diterapkan pada ibu yang sebelumnya memiliki prognosis termasuk riwayat faktor obstetri yang buruk yang bisa menentukan perilaku. Penanganan prenatal dapat terorganisir dengan baik jika penilaian resiko dilakukan pada setiap wanita hamil. dilakukan seksio cesarea b.ila diketahui bila seksio cesarea yang lalu korporal → seksio cesarea primer o .0 #aktor resiko ketiga pasien ini adalah bekas seksio cesarea $ ((1 dan ()('. obstetrik atau lingkungan. dapat dilihat pada klasifikasi berikut3 ). kehamilan saat ini. 5urang dari ) tahun. #aktor/faktor sosial. &ntuk menentukan tindakan yang harus diambil pada pasien/pasien yang pernah mengalami *2 sebelumnya. 4umlah seksio cesarea yang lalu3 a. medis. serta dinamis yang memungkinkan mengangkat kepermukaan setiap masalah selama kehamilan dan memungkinan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Penilaian resiko secara formal dilakukan menggunakan lembar data yang terstandarisasi dan tes investigatif. 4enis seksio cesarea yang lalu3 *2TP dan 5lasik $korporal' .ila seksio cesarea sudah dilakukan sebanyak seksio cesarea primer kali → . *ebenarnya dengan faktor ini saja sudah cukup menjadi alasan dilakukan seksio cesarea. pernah "ari anamnesis seksio diketahui cesarea bersangkutan mengalami kali bahwa yang sebelumnya.ila indikasi seksio cesarea yang lalu adalah sebab yang tetap seperti panggul sempit. demografik. dilakukan seksio cesarea Penanganan pasien bekas seksio cesarea3 o .obstetric history atau . maka persalinan dilakukan seksio cesarea primer. o . "ua kali bekas seksio cesarea.

merupakan faktor resiko selanjutnya dan bisa menjadi faktor tersendiri dilakukanya seksio cesarea. hidrosephalus. jumlah air ketuban relative lebih banyak. sedangkan pada kehamilan cukup bulan. frekuensi letak sungsang lebih tinggi. janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala. "engan kemungkinan demikian. kembar.)( :etak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan di dalam uterus. hidramnion.9. Angka mortalitas dari presentasi sungsang yang dilahirkan pervaginam sebesar kali bila dibandingkan dengan letak kepala. panggul sempit. letak sungsang atau lintang. "engan demikian dapat di mengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan. Pada kehamilan sampai lebih kurang dari ! sehingga minggu. maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri. kelainan genetik. Prevalensi letak sungsang mengalami penurunan dari kira/kira )67 pada umur kehamilan 8/! minggu menjadi antara !/97 pada umur kehamilan aterm.5elainan letak dalam persalinan pada pasien ini $sungsang' dengan presentase letak bokong. tumor uterus.eberapa rumah sakit memiliki kebijakan untuk melakukan seksio cesarea elektif pada umur kehamilan !0 minggu untuk semua presentasi sungsang. anensefalus.8. Terdapat beberapa faktor yang berperan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya multiparitas. prematuritas. 5etakutan yang besar mengenai persalinan pervaginam pada presentasi sungsang karena kurangnya informasi secara umum mengenai persalinan pervaginam yang aman untuk presentasi ini. implantasi plasenta di daerah fundus. 5arena bokong dengan dua tungkai yang terlipat lebih besar dari kepala.8. plasenta previa. . janin bergerak lebih leluasa. sedangkan kepala berada dalam ruang yang lebih kecil di segmen bawah uterus. kelainan bentuk uterus.6. janin sebagian besar ditemukan adalah dalam presentasi kehamilan kepala. Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif lebih berkurang.)( .

+ 1*. mm %g dan P9 ringan sama dengan <% ditambah dengan protein urin sebanyak 3. Kesimpu an dan Saran . mg total protein terdapat dalam urine &1+ jam. namun karena bersamaan dengan faktor/ faktor resiko yang lain. penanganan antental yang tepat. pengenalan dini dan rujukan serta penanganan yang adekuat sangat dibutuhkan. maka dipertimbangkan sebagai salah satu faktor resiko penting. Haemolysis levated !iver en"ymes and !ow Platelet count syndrome (%9EEP). Penyakit hipertensi pada kehamilan dapat berkembang dan menyebabkan komplikasi berat pada ibu dan bayi seperti eklampsi..1& Prognosis pasien ini sebelum menjalani operasi kurang. Dengan tindakan yang tepat dengan seksio cesarea akan memberikan hasil yang baik pada pasien.. dan mencegah komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan dan persalinan. mm %g atau sistolik M1*. minggu atau segera setelah persalinan. Pengenalan dan pencegahan faktor+faktor resiko sangat penting untuk menjaga kelangsungan hasil konsepsi.#aktor resiko selanjutnya pada pasien ini adalah preeklamsia ringan. mm %g dan proteinuria berat jika M/. mm %g atau sistolik antara 11. . dialami pada kira+kira "2 + -2 dari seluruh kehamilan di seluruh dunia. <ejala ini dapat timbul sebelum &.D!/ + 11. abruptio placentae.11.1& <angguan hipertensi selama kehamilan adalah salah satu penyebab kematian dan morbiditas maternal berat.11. mg total protein antara &1 jam. Preeklamsi ialah timbulnya proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah umur kehamilan &.pektrum gangguan hipertensi pada kehamilan mulai dari hipertensi genstasional ringan (<%) atau preeklampsia (P9) sampai pada kondisi+kondisi berat selanjutnya. minggu bila terjadi penyakit trofoblastik.. <% ringan didefinisikan sebagai tekanan darah diastolik antara !. walaupun faktor resiko ini bukan menjadi indikasi absolut dilakukan seksio cesarea.. %ipertensi berat didefinisikan sebagai tekanan darah diastolik M11. aspiksia atau intra-uterine fetal death. Dalam usaha untuk menurunkan mortalitas dan morbiditas maternal dan fetus pada anita dengan penyakit hipertensi pada kehamilan... terlihat dari ri ayat persalinan sebelumnya dengan resiko yang cukup besar. Pada kedua kondisi ini tekanan darah normal dimulai saat kehamilan sampai minggu ke+&. L /.

dilihat dari ri ayat persalinan.aran + + Penentuan faktor resiko serta pencegahan adalah faktor penting diketahui selama pemeriksaan antenatal Pada persalinan primer sedapat mungkin menghindari penanganan persalinan seksio cesarea untuk menghindari resiko seksio cesarea pada kehamilan selanjutnya. bad obsetric history. . pemeriksaan fisik.Dari laporan kasus diatas dapat diambil kesimpulan bah a + + Pasien tergolong dalam resiko tinggi persalinan pervaginam. dan preeklampsi ringan. . bekas seksio cesarea & kali. 6aktor resiko pasien diantaranyaH panggul sempit. kelainan letak yaitu letak sungsang dengan presentase bokong.

=ol 1. /.. @niversity of <roningen. Prior cesarean delivery7 Antroduction. &. Nia... &.. 1. #arbonnel 5. =ascular health and risk management.. >ad obstetric history. #ase report.. 5ansjoer 4. 4A5.. et al. 4ccess medical. Pra irohardjo .1. >reech presentation.DAF+AR PUS+AKA 1. . &. 4vailable at. ".11. !. 0pen access to scientific and medical research. Eeveno '(.1.. . (akarta75edia 4esculapius. &.. Eo don <. &. (akarta 7 Oayasan >ina Pustaka .. @niversity of Pennsylvania %ealth . 11. @Ian (. . *.elekta 'edokteran. <overnment of ... &. dkk. 1.risupundit '.outh 4ustralian Perinatal Practice <uideline )orkgroup. && edition.11.ystem. omen at term7 a case series... (ournal 4utumn.. 5anagement of gestational hypertension and mild pre+ eclampsia at term.. Bevie . #esarean Delivery and Peripartum %ysterectomy7 Antroduction. )illiams 0bstetrics.outh 4ustralia. Department of 6amily 5edicine and #ommunity %ealth. &. 4ccess medical. ?o 3. ?ovember &.. &. >est practice evidence+based guideline. The active management of impending cephalopelvic disproportion in nulliparous ../ 4dam BT. ?e Nealand <uidelines <roup. Eeveno '(.4. diagnosis. )illiams 0bstetrics. &. the ?etherlands.ar ono Pra irohardjo.meditreatments. Eabor and delivery.com. #are of omen ith breech presentation or previous cesarean birth.1. 4sk the doctor. 5c<ra %ill. >reech presentation. 'apita . 'ellar E#.1. && edition. ?icholson (5.1. and management.hort stature as an independent risk for cephalopelvic disproportin in country of relatively small+siIe mothers..1&) &-/71/13L1/1". 5aternal+ fetal medicine. Almu 'ebidanan. 5c<ra %ill. Philadelphia. Tongsong T. #hapter 1.. caesarean operation versus normal birth. Eabor and delivery. 4rch <ynecol 0bstet (&.*. 'oopmans #5. #unningham 6<. -. &. #unningham 6<. 1&.*.. 3. #hapter &. et al. Pre+eclampsia7 Pathophysiology. Thesis.11. 5aternity care in . &. . ne sletter. #hapter 1.