You are on page 1of 17

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar belakang Spermatozoa yang baik merupakan salah satu factor dari fertilitas jantan. Spermatozoa merupakan suatu system sito structural yang motil dimana pembentukannya memerlukan kondisi yang baik secara internal dan eksternal agar terbentuk spermatozoa yang mampu menetrasi sel telur secara sempurna. Analisis spermatozoa merupakan suatu cara untuk mengevaluasi spermatozoa apakah cukup fertile untuk memfertilisasi sel telur. Analisis spermatozoa ini dilakukan dengan melalui beberapa macam cara seperti misalnya pengamatan konsentrasi, morfologi, motilitas, pengamatan perlapangan pandang dan viabilitas.

1.2

Permasalahan Permasalahan yang dihadapi dalam melakukan percobaan ini adalah bagaimana dapat menghitung konsentrasi spermatozoa pada mencit jantan dewasa dan bagaimana membuat preparat spermatozoa untuk pengamatan morfologi.

1.3

Tujuan Percobaan yang berjudul analisis spermatozoa mencit bertujuan bagaimana dapat menghitung konsentrasi spermatozoa pada mencit jantan dewasa dan bagaimana membuat preparat spermatozoa untuk pengamatan morfologi.

Bulu mereka berkisar dalam warna dari cokelat muda sampai hitam. lumbung. yaitu tak berflagellum dan berflagellum.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mencit (Mus musculus) Kingdom: Animalia Phylum: Chordata Classis: Mammalia Order: Rodentia Familia: Muridae Genus: Mus Species: Mus musculus Mus musculus (mencit) 65-95 mm panjang dari ujung hidung mereka ke ujung tubuh mereka. fencerows. dan bahkan daerah-daerah berhutan.2 Spermatozoa Macam – macam spermatozoa menurut struktur ada 2 kelompok. Karena asosiasi mereka dengan manusia. yakni nematode. Beberapa individu menghabiskan musim panas di ladang dan pindah ke lumbung dan rumah-rumah dengan mulainya musim gugur cuaca dingin. Banyak bentuk-bentuk domestik tikus telah dikembangkan yang bervariasi dalam warna dari putih menjadi hitam dan dengan bintik-bintik. Mereka juga menduduki ladang yang ditanami. crustacean. Yang berflagellum lazim memiliki bagian – bagian : kepala dan ekor. Mus musculus umumnya tinggal di dekat dengan manusia di rumah-rumah. 2. ada yang dua ( jarang ). mereka adalah ekor 60-105 mm. dan mereka umumnya memiliki putih atau bellys Buffy. Yang berflagellumlah yang umum terdapat pada hewan. diplopoda. Yang tak berflagellum terdapat pada beberapa jenis evertebrata. tapi mereka jarang menyimpang jauh dari bangunan. dll. Mereka memiliki ekor panjang yang memiliki sedikit bulu dan memiliki deretan lingkaran sisik (annulations). Flagellum itu ada yang satu ( umum ). gudang. mencit cenderung memiliki panjang bulu ekor dan lebih gelap ketika hidup erat dengan manusia. Mus musculus telah dapat mendiami daerah-daerah yang tidak ramah (seperti tundra dan padang pasir) yang mereka tidak akan dapat menempati secara mandiri. Kepala sebagai penerobos jalan menuju dan . Mereka berkisar 12-30 g berat badan.

Spermatogonia B akan berkembang menjadi spermatosit primer dan sekunder. Lapisan paling luar sel-sel seminiferi merupakan spermatogonia yang pada masa pubertas mengalami diferensiasi. Jika tiba musim kawin dikeluarkan sekaligus semua. Pada pria proses spermatogenesis meliputi spermatositogenesis dan spermiogenesis sedang pada wanita disebut oogenesis. Spermatozoa tersusun di sekeliling lumen tubuli seminiferi. Spermatogenesis terjadi dalam tubuli seminiferi. Menurut Cormack dalam bukunya Clinically Integrated Histology bahwa perkembangan epitel seminiferi dalam pembentukan spermatozoa melalui 6 tahap dan terjadi dalam 64-74 hari. lalu dicadangkan.2. Spermatogonia tersebut dinamakan spermatogonia primitif atau spermatogonia Ad (dark tipe A spermatogonia). Kepala spermatozoa bentuknya bulat telur dengan ukuran panjang 5 mikron. kepalanya menempel ke sel sertoli dan ekornya melambai ke arah lumen (Yatim. sesuai dengan betina yang waktu itu mengeluarkan semua telurnya sekaligus ( Wildan Yatim. 1988 ) Spermatozoa dihasilkan terus – menerus setiap hari. Pada bagian anterior kepala spermatozoa terdapat akrosom. Dari spermatogonia Ad akan dihasilkan sepasang generasi spermatogonia Ad yang baru. Tapi bagi hewan yang memiliki musim kawin penghasilan itu lebih kentara giat jika tiba musim itu.masuk ke dalam ovum. 1988 ) Spermatogenesis merupakan proses pembentukan. ( Wildan Yatim. dan membawa makanan genetic yang akan diwariskan kepada anak-cucu. Salah satu dari Spermatogonia Ad tersebut akan membelah menjadi sepasang spermatogonia Ap (pale tipe A spermatogonia) yang akan berkembang menjadi sepasang spermatogonia B. Spermatogonia ini sifatnya selalu membelah. suatu struktur yang berbentuk topi yang menutupi dua per tiga bagian anterior kepala dan mengandung . Ekor untuk pergerakkan menuju tempat pembuahan dan untuk mendorong kepala menerobos selaput ovum. Ada pula penghasilan berlangsung terus sebelum musim kawin. Pembentukan spermatozoa pada pria normal berlangsung terus sampai usia lanjut. pembelahan dan pematangan sel-sel gamet sampai menjadi sel gamet (sel kelamin) yang siap berperan dalam proses reproduksi. Hal ini dimungkinkan selama spermatogonium induk (bakal sperma) masih tersedia. Spermatosit sekunder setelah mengalami proses mitosis berubah menjadi spermatid dan pada akhirnya membentuk ekor menjadi spermatozoa 3. 1984). diameter 3 mikron dan tebal 2 mikron yang terutama dibentuk oleh nukleus berisi bahan-bahan sifat penurunan ayah.

It is used as an antidote for cyanide poisoning and as a bacteriological stain.co. Chemical formula: C 16 H 18 N 3 SCl. 2005 ) 16 H 18 N 3. asam hidrolase dan Corona Penetrating Enzim (CPE) yang semuanya penting untuk penembusan ovum (sel telur) pada proses fertilisasi ( Wildan Yatim. 1988 ) 2.dua bagian yang panjang ( pada tiap-tiap sisi kamar ) lebih tinggi daripada kamar.id. esterase. 2. kertas lensa atau ujung jari. bilas dengan air hangat 3. ( www.ARS – equine. bilas dengan alcohol atau aseton untuk mengeringkan 5.beberapa enzim hidrolitik antara lain: hyaluronidase. 2. hati-hati jangan sampai menggores kamar. simpan di tempat bebas debu dengan penutup dan Hemacitometer dibungkus secara terpisah dalam tissue.4 Hemacitometer Improved Neubeauer Pada hemacitometer ini terdapat kisi-kisi pada tiap dua bagian. proakrosin. akrosin. maka harus digunakan factor perkalian untuk menghitung jumlah spermatozoa dari semen. Hemacitometer memerlukan beberapa perawatan khusus. bilas dengan air destilasi 4. Pada kamar Hemacitometer terdapat dua puluh lima persegi dan pada tiap-tiap persegi terdapat 16 kotak. Gosok permukaannya dengan halus dengan menggunakan tissue. Konsekuensinya jika beratnya melebihi tempat pada kamar maka ada volume yang sangat spesifik dari pengenceran semen yang melebihi kisi. kamar dan penutup Hemacitometer dicuci dengan deterjen yang sangat halus.Digunakan sebagai pewarna dalam aplikasi . bagian yang lebih lebar ( kamar) dari Hemacitometer. Untuk membersihkan Hemacitometer langkah yang harus diambil adalah sebagai berikut : 1.3 Metylen Blue Sebuah pewarna dasar yang membentuk solusi biru tua bila dilarutkan dalam air. Alat yang kotor atau tergores akan mengakibatkan perhitungan yang tidak akurat. Hal ini digunakan sebagai antidot untuk keracunan sianida dan sebagai noda bakteriologi Rumus Kimia: C terapeutik dan diagnostik.

. n adalah jumlah spermatozoa yang tampak dalam Hemacitometer Improved Neubaeur. Gambar 4. p V Dengan Q adalah jumlah konsentrasi pada sperma. dan V merupakan volume Hemacitometer.Berikut adalah gambar dari Hemacitometer Improved Naubaeur.1 Hemacitometer Improved Neubaeur dan pipet Thoma Cara menghitung spermatozoa dengan menggunakan alat ini adalah dengan memakai rumus : ΣQ = n . p adalah pengenceran yang digunakan.

9 % dalam kaca arloji atau cawan Petri dibunuh mencit dengan cara dislokasi servikalis dibedah mencit dan diamati alat reproduksinya. selanjutnya digunting epididimis caudanya dimasukkan epididimis cauda dalam kaca arloji yang telah berisi 1 ml NaCl 0. metylen blue. gunting bedah.9 % digunting – gunting sehalus mungkin epididims kauda dalam cawan petri tersebut diaduk hingga homogen ditambahkan larutan eosin 1 tetes diletakkan suspensi yang sudah homogen di atas gelas obyek ditutup dengan gelas penutup diamati dibawah mikroskop dicatat jumlah sperma . kaca arloji / cawan Petri. pinset. 3. Pengmatan perlapagan pandang Mencit jantan dewasa Hasil disediakan 1 ml larutan NaCl 0.1 Alat dan Bahan Alat – alat yang digunakan dalam melakukan percobaan ini adalah pipet. sedangkan bahan – bahan yang digunakan adalah mencit ( Mus muscullus ) jantan dewasa seksual. Hemacitometer Improved Neubareur .9 %.METODOLOGI 3. eosin Y. NaCl 0.2 Skema Kerja A.

B. pengamatan viabilitas spermatozoa Suspensi sspermatozoa Hasil diteteskan suspensi sebanyak 1 tetes ke dalam gelas obyek ditambahkan larutan eosin negrosin sebanyak 1 tetes ditutup dengan gelas penutup diamati dibawah mikroskop dihitung viabilitas spermatozoa . pengamatan motilitas spermatozoa Suspensi spermatozoa Hasil diamati di bawah mikroskop suspensi diteteskan pada gelas obyek sebanyak 2 tetes dihitung spermatozoa yang bergerak C.5 dihisap larutan NaCl 0.9% sampai dengan tanda 11 ditahan larutan dalam pipet thoma kemudian digoyang-goyang hingga homogen ditetesi pada hemasitometer improved neubauer dihitung spermatozoa dalam kamar D. Menghitung konsentrasi spermatozoa Suspensi spermatozoa Hasil dihisap spermatozoa hingga garis/ tanda 0.

D.diteteskan kurang lebih dua tetes suspensi spermatozoa pada percobaan sebelumnya di atas kaca objek.Direndam dalam eosin Y selama 5 menit dan dibilas kelebihan warna dengan air ledeng . kemudian diratakan dengan kaca objek yang lain .dikeringkan dengan menganginkannya beberapa menit dan direndam dalam methanol selama 5 menit .Dibiarkan sampai kering. Pengamatan morfologi spermatozoa Suspensi spermatozoa . dan diamati kelainan morfologi yang terjadi Hasil .Direndam dalam metilen blue selama 5 menit dan dibilas kelebihan warna dengan air ledeng .

9% 1 ml diletakkkan di Eosin berwarna pink Pengamatan 2 - Pengamatan Motilitas Spermatozoa Susupensi diletakkan pada gelas obyek sebanyak 2 tetes Diamati dibawah mikroskop Dihitung spermatozoa yang bergerak Perbesaran 10x Tipe 1 = 20 (bergerak lurus dan cepat) Tipe 2 = 9 (bergerak lambat/ zig%motilitas spermatozoa = = = 2.89 zag) Tipe 3 = 6 (bergerak ditempat ) Tipe 4= 86 ( tidak bergerak ) .Dicari saluran epididimisnya Epididimis berwarna putih berupa saluran dengan 2-3 mm .Setelah ketemu epididimisnya.Epididimis dipotong-potong sampai halus .Kemudian suspensi diletakkan di atas geas obyek .Mencit didislokasi servikalis .9% dan eosin .Ditutup dengan gelas penutup .Disiapkan NaCl cawan petri . epididimisnya dipotong dan dimasukkan ke cawan petri yang diberisi larutan NaCl 0.Diamati dibawah mikroskop .Dicatat jmlah sperma Perbesaran 100x Jumlah sperma = 121 0.1 Tabel pengamatan No Perlakuan 1 Pengamatan Per-Lapangan Pandang .BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.Dibedah bagian caudalnya .

Diamati di bawah mikroskop .Kemudian penghisapan larutan NaCl 0.Spermatozoa dihisap sampai garis/ tanda 0.No Perlakuan 3 Menghitung Konsentrasi Spermatozoa .5 .Dihitung spermatozoa dalam 25 kamar = = = = 120 4 Pengamatan Viabilitas Spermatozoa .Larutan ditahan dalam pipet thoma kemudian Larutan bercampur sempurna digoyang-goyangkan hingga homogen .Ditambahkan larutan eosin negrosin sebanyak satu tetes .Ditutup dengan gelas penutup .Dihitung viabilitas spermatozoa Perbesaran 40x Total spermatozoa = 40 Spermatozoa hidup = 26 %viabilitas spermatozoa = .Diteteskan pada hemacitometer improved neubauer .Dihitung spermatozoa dalam 25 kamar Sel yang dihitung dalam kamar hitung Pojok 1 = 13 Pojok 2 = 3 Pojok 3 = 3 Pojok f = 6 tengah = .9% sampai dengan tanda 11 Pengamatan .Suspensi diteteskan sebanyak 1 tetes ke gelas obyek Larutan eosin negrosin berwarna pink .

Gepeng = 1 Metanol berwarna Eosin  berwarna 4.Dibilas kembali kelebihan warnanya .Direndam dalam metylen blue 5 menit .1 Perbedaan Morfologi Mencit dan Marmut Mencit adalah jenis yang tikus yang paling di kenal tikus ini berukuran kecil.  5 - Pengamatan Morfologi Spermatozoa .Berukuran raksasa = 3 . Hewan ini diperkirakan sebagai mamalia terbanyak setelah manusia. 4.Dibilas kering . Mencit memiliki organ terlengkap sebagai mamalia. .Kepala saja= 2 . Kelebihannya yaitu pandai menyesuaikan perubahan – peribahan yang sengaja dibuat oleh manusia.Diamati kelainan morfologinya .Direndam metanol selama 5 menit . Percobaan ini bertujuan bagaimana dapat menghitung konsentrasi spermatozoa pada hewan tertentu dan bagaiman cara mengamati morfologi dari spermatozoa tersebut. kawin pada usia 50 hari dan mengalami masa kehamilan selama 20 hari. Berkembangbiak dengan beranak.Direndam dalam eosoin  selama 5 menit .2.Tidak ada kepala = 1 .2 Pembahasan Percobaan yang berjudul analisis spermatozoa ini menggunakan mencit sebagai bahan percobaan.Dibilas kelebihan warnanya .Dikering-anginkan beberapa menit .Terdapat dua kepala = 3 .Ekor saja = 3 .Suspensi ditetskan sebanyak 2 tetes ke gelas obyek .

setelah itu dibiarkan beberapa menit. Pembunuhan ini dilakukan dengan cara memegang leher dan ujung pangkal ekor mencit lalu ditarik dengan sekuat tenaga sampai bunyi. kemudian mencit dibunuh dengan cara dislokasi servikalis. Setelah itu mencitnya dibedah dan dicari epididimis caudalnya. karena ketika percobaan ini dilakukan sesuai prosedur kerja. Setelah itu suspensi diletakkan di atas gelas obyek lalu ditutup dengan gelas penutup. selain itu agar supaya sambungan tulang belakang lepas dan tidak merusak organ yang ada di dalamnya. eosin berwarna pink. Mereka dapat dikenali dari bentuk tubuhnya yang pendek dan gemuk.Marmut merupakan binatang pengerat. .9% lalu ditambah lagi eosin 1 tetes. Pada setiap kaki terdapat empat atau lima jari. dengan ekor terjuntai panjang di bagian belakangnya. Setelah terlihat epididimis caudalnya dipotongpotong sampai halus dan dicampur dengan larutan NaCl 0. 4. Epididimis caudal pada mencit berwarna putih berupa saluran dengan ukuran 2-3 mm.3 Pengamatan morfologi spermatozoa Pada pengamatan spermatozoa kali ini. kaca arloji. gunting bedah. karena begitu ditarik dengan sekuat tenaga tadi seketika juga sambungan saraf terputus dan perlahan mencit kehabisan napas dan akhirnya mati.2.2. karena lartan isotonis degan spermatozoa. Marmut mempunyai sepasang mata dan sepasang telinga yang agak menjorok sehingga seperti tidak tampak karena tertutup bulu. Selain itu juga mempunyai dua pasang kaki yang pendek. Setelah itu larutan NaCl 0. pinset. hal pertama yang dilakukan adalah suspensi spermatozoa mencit diteteskan sebanyak dua tetes di atas kaca objek lalu diratakan dengan kaca objek lainnya.2 Pengamatan perlapangan pandang Pada awalnya semua bahan dan alat disiapkan antara lain. Penggunaan larutan NaCl adalah agar spermatozoa tidak mengalami lisis dan berubah bentuk. Dari pengamatan jumlah spermatozoa didapatkan sperma yang ditemukan adalah sebanyak 121 4. Dalam melakukan percobaan ini terdapat kesalahan. dan mencit jantan. Pembunuhan mencit dilakukan dengan cara dislokasi servikalis karena pembunuhan ini menghemat biaya dan lebih cepat. Diamati dibawah mikroskop dengan perbesarab 40x dan dicatat jumlah spermatozoa yang tampak. Hemacitometer Improved Naubaeur.9% disiapkan dalam kaca arloji. Marmut juga mempunyai gigi lengkap berupa gigi seri dan gigi geraham untuk mencerna makanannya. Adapun tubuh marmut diliputi bulu tebal. denga kaki depan dilengkapi cakar.

bagian leher dan bagian ekor. obat. Gangguan itu mungkin karena factor hormonal. akibat radiasi. nutrisi. Gambar 4. atau oleh penyakit (Yatim. dan membawa bahan genetic yang diwariskan. 2005) Berikut adalah gambar dari struktur sperma yang normal pada mamalia. Bagian ekor spermatozoon berfungsi untuk pergerakan spermatozoon menuju ke tempat pembuahan dan untuk menerobos selaput ovum (Awik. terutama waktu spermiogenesis. 1994) Dari pengamatan didapaykan data –data spermatozoa yang .4 Sperma abnormalndorong kepala Gambar 4. hal ini disebabkan karena berbagai macam gangguan dalam spermatogenesis. Bagian kepala berfungsi sebagai penerobos jalan menuju masuk ke dalam ovum.Sel spermatozoon terdiri dari bagian kepala yang terlatak di bagian ujung dan tersusun atas satu set kromosom yang bersifat haloid yang kompak.3 sperma normal Ada beberapa macam sperma abnormal yang ada dalam tubuh jantan. Mitokondria yang terdapat pada bagian middle piece berfungsi sebagai penyuplai ATP sebagai energi yang digunakan sel spermatozoon untuk pergerakan ekor.

Reproduksi pria mulai dari rete tesis.89 dari perhitungan di atas bisa ketahui jumlah prosentase sperma yang masih motil yaitu 2. sperma yang bergerak lambat/ zigzag ditemukan ada2. kecepatan bergerak melingkar dan rata-rata amplitudo letak kepala sperma sisi lateral. kecepatan bergerak lurus. Parameter yang diukur dalam menentukan kualitas motilitas sperma diantaranya gerakan. 2007) Dalam pengamatan motilitas kita ingin mengetahui bagaimana sperma bergerak. sperma yang bergerak ditempat ditemukan ada 6. Gangguan pada saluran reproduksi tersebut dapat mempengaruhi keberhasilan konsepsi yang pada akhirnya dapat mengakibatkan infertilitas (Saputri. Kemudian diamati .2. berperan sangat vital dalam mendukung perjalanan sperma.abnormal yaitu tidak berkepala sebanya 1. Pertama kita teteskan suspense ke dalam gelas obyek lalu ditutup dengan gelas penutup. Selanjutnya akan dicari prosentase dari sprema yang motil dengan menggunakan rumus. berukuran raksasa sebanyak 3. Langkah pertama percobaan ini adalah dengan meneteskan suspensi ke gelas obyek. duktuli eferentes. Untuk tipe sperma yang terahir menunjukkan bahwa sperma tersebut sudah mati. epididimis. dan terahir ditemukan sperma yang tidak bergerak sama sekali ada 86. %motilitas spermatozoa = = = 2. terutama dalam menembus lendir serviks. terdapat dua kepala sebanyak 3 dan gepeng ada 1. duktus deferen sampai duktus ejakulatorius. 4.selanjutnya ditambahkan eosin satu tetes juga lalu ditutup dengtan gelas penutup. ekor saja sebanyak 3.4 Pengamatan Motilitas Spermatozoa Motilitas sperma berperan penting dalam suksesnya proses konsepsi. dari pengamatan ini didapatkan beberapa macam pergerakakn spermatozoa. Pengamatan viabilitas spermatozoa Pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui prosentase viabilitas atau kemampuan bertahan hidup sperma.89%. Setelah itu diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10x. Pertama sperma yang bergerak dengan cara lurus dan cepat ditemukan ada satu. kepala saja sebanyak 2. Eosin berwarna pink dan tujuan pemberian eosin disini dalah sebagai indiakor warna sehingga kita lebih mudah mengamati spermatozoa.

Sedangkan jumlah total spermatozoa yang ditemukan ada 40.dibawah mikroskop dengan perbesaran 40x. Selanjutnya kita hitung prosentase viabilitas sperma menggunakan rumus : %viabilitas spermatozoa =   Dari perhitungan di atas diketahui bahwa kemampuan viabilitas sperma Mus musculus adalah 65%. hasil dari pengamatan meneumkan jumlah sperma yang masih hidup ada 26. .

BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan yang berjudul analisis spermatozoa mencit adalah praktikan dapat menghitung konsentrasi spermatozoa dan membuat preparat spermatozoa untuk pengamatan morfologi. dan ekor. letak ekor abaksial. Macam spermatozoa abnormal antara lain : kepala dua. bagian tengah besar. ada sisa sitoplasma melekat. ekor pendek. . Konsentrasi sperma normal pada mencit adalah 20 sampai 40 juta/ml. kepala raksasa. Spermatozoa normal terbagi atas beberapa bagian kepala yaitu kepala. kepala kecil. leher. kepala gepeng. ekor berujung dua. Pada spermatozoa abnormal bagian – bagian tersebut bisa berkurang atau bertambah.

Awik . Wildan. Bandung www. P. “ Reproduksi dan Embriologi “. A. Pengaruh Pemberian Ekstrak Kedelai (Glycine max) Terhadap Motilitas Sperma Mencit Balb/c Jantan.DAFTAR PUSTAKA    Nurhayati. “ Perkembangan Hewan “. ARS – equine.id. 2005 . A. Penerbit Tarsito. 2007. Surabaya Yatim. UnDip press: Semarang . 1988. 2005 Saputri.co. Biologi ITS. D.