You are on page 1of 9

Kegiatan Belajar

'
DESKRIPSI MODUL
Modul kelima disusun untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan menyimak dan membuat catatan. Keterampilan menyimak sangat penting agar mahasiswa dapat lebih mudah memahami informasi lisan dalam konteks akademik seperti kuliah, ceramah atau seminar di bidang agribisnis. Pada modul ini proses pembelajaran dirancang melalui pendekatan cooperative integrated reading composition (CIRC), yang bertujuan untuk melatih mahasiswa agar mampu mengidentifikasi informasi lisan sesuai dengan konteks dan menyimpulkan gagasan serta terampil menuliskan kembali secara cepat dan tepat informasi yang didengar. Modul ini terdiri dari dua kegiatan belajar yaitu prinsip dasar dan strategi menyimak. Mahasiswa diharapkan membaca materi modul ini dengan cermat, mulai dengan membaca konsep, uraian dan contoh yang terdapat di dalamnya. Pemahaman yang menyeluruh dan tepat terhadap modul ini akan sangat menunjang pemahaman mahasiswa terhadap modul-modul berikutnya. Belajarlah menyimak secara tekun melalui siaran berita radio, televisi, maupun tuturan lisan lainnya.

!K"#K M!"$#M%K
TUJUAN PEMBELAJARAN

&

etelah

selesai

mempelajari

kegiatan

belajar

pertama,

peserta

diharapkan dapat menentukan ketepatan penggunaan bahasa yang digunakan penutur dan menangkap gagasan utama sebuah wacana lisan serta mampu mengaplikasikannya dalam kegiatan akademik.

()

MATERI POKOK
• *agam teks informatif, macam-macam teknik menyimak Menyimak adalah suatu proses kegiatan menyimak lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interprestasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. +engan menyimak seseorang dapat menyerap informasi atau pengetahuan yang disimaknya. Menyimak juga mempelancar keterampilan berbicara dan menulis. &emakin baik daya simak seseorang maka akan semakin baik pula daya serap informasi atau pengetahuan yang disimaknya. %pakah yang dimaksud dengan teks informatif, #nformasi itu, artinya berita, kabar, penjelas-pemberitahuan tentang suatu hal-objek tertentu. &umber-pemberi informasi disebut informan yaitu orang yang memberikan informasi. +alam konteks ini yang dimaksud dengan teks informatif ialah teks yang memuat berita, kabar, panjelas-pemberitahuan tentang suatu hal.

(.

1.1. Ragam Teks Informatif &ebagai sumber informasi lisan, teks informatif terdapat dalam berbagai bentuk berikut. 1. Teks Berita eks berita, yaitu teks yang memuat informasi tentang kabar atau pemberitahuan tentang suatu hal, yang disampaikan secara langsung oleh pembicara atau pembawa pesan atau melalui radio dan televisi. Bahasa yang digunakan di dalam teks berita bersifat lugas dan tegas. Karakter media yang berbeda mengakibatkan berlainan pula sapaan yang digunakan oleh pembawa acara. a. &apaan pembaca teks berita radio &elamat siang pendengar. &aya, Bagus, dari studio / akan menyampaikan berbagai peristiwa yang hangat dan menarik yang terjadi selama hari ini. &elamat mendengarkan0 b. &apaan pembaca teks berita televisi &elamat siang pemirsa. Kami dari studio ini, Bagus dan %yu, akan menyampaikan berbagai peristiwa yang hangat dan menarik yang terjadi sepanjang hari ini. &elamat menyaksikan0 &ilahkan Bagus0 Baik %yu0 2.Teks Pidato eks pidato, yaitu teks pembicaraan seseorang secara langsung 1tatap muka2 di hadapan orang banyak memuat arahan atau kebijakan tentang hal tertentu. Keberhasilan seseorang di dalam berpidato ditandai oleh antusiasnya pendengar mendengarkan isi pidatonya. &eseorang yang berpidato dengan nada bervariasi dan bersemangat, akan membuat pendengar juga bersemangat, sebaliknya. 3. Teks Cera a! Kata ceramah asal mulanya dalam bahasa Melayu berarti nyinyir, banyak bicara, cerewet. Kata ini mengalami perkembangan makna menjadi positif, yaitu menyampaikan sesuatu di hadapan orang banyak untuk menambah pengetahuan, pengalaman atau informasi tertentu. ". Teks O#i$i 3pini berarti pendapat, pikiran pendirian atau pandangan. eks opini ialah yang memuat pendapat, pikiran, pendirian atau pandangan seseorang tentang

((

masalah tertentu sedang hangat dibicarakan di masyarakat. 3pini dapat juga memuat kritik terhadap orang atau lembaga yang menangani masalah tertentu. 3pini seseorang tentang suatu hal dapat di simak melalui ceramah, pidato, wawancara, ceramah, diskusi atau talk show. %. Teks Prosed&ra' eks prosedural adalah teks yang memuat butir-butir atau langkah-langkah kegiatan tertentu berupa petunjuk yang mudah diikuti pelaksanaanya. +i televisi sering ditayangkan acara melakukan sesuatu, misalnya acara membuat masakan, acara menjaga kesehatan, langkah yang dilalui dalam mengatasi suatu masalah dll. 1.2. Macam-macam menyimak Menyimak kritis adalah aktivitas menyimak yang dilakukan dengan sungguhsungguh untuk memberikan penilaian secara objektif, menentukan keaslian, kebenaran, dan kelebihan maupun kekurangan-kekurangan bahan simakan. 2. Me$(i ak kreati) Menyimak kreatif adalah aktivitas menyimak untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas penyimak. Kreativitas penyimak dilakukan dengan cara mengemukakan gagasan yang sama dengan bahasa yang berbeda, merekonstruksi pesan yang disampaikan, menyusun petunjuk atau langkah-langkah dari materi yang disimak. 3. Me$(i ak eks#'orati) Menyimak eksploratif adalah aktivitas menyimak yang dilakukan dengan penuh kesungguhan untuk mendapat informasi baru. Pada akhir aktivitas, seorang penyimak eksploratif akan menemukan informasi baru, gagasan baru, dan menemukan topik baru yang dikembangkan dalam bidang tertentu. 1. Me$(i ak kritis

(4

Kegiatan Belajar

6
& *% !5# M!"$#M%K

&
• 2.1.

TUJUAN PEMBELAJARAN
etelah selesai mempelajari kegiatan belajar kedua, peserta diharapkan dapat menyimak untuk memahami informasi lisan dalam konteks akademik, membuat kutipan langsung sesuai dan tidak langsung, dan mengidentifikasi informasi lisan dengan konteks

menyimpulkan gagasan serta terampil membuat catatan cepat secara tepat informasi yang telah disimak

MATERI POKOK
&trategi menyimak dan pembuatan catatan dari informasi lisan Strategi Menyimak erdapat beberapa pendapat mengenai strategi dalam menyimak. %nda dapat menggunakan salah satu dari beberapa strategi yang ditawarkan. Beberapa model tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut. 1. Strate*i Me$(i ak Ba!asa &ecara garis besar, setidak-tidaknya terdapat dua langkah dalam strategi menyimak bahasa. &trategi tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut. a. Memusatkan perhatian %gar kita dapat menyimak dengan baik kita harus memusatkan perhatian pada tuturan pembicara. Pembicara biasanya menggunakan isyarat verbal dan visual untuk menyampaiakn pesan dan mengarahkan perhatian penyimak. #syarat visual antara lain gerak tubuh 1gesture2, ekspresi wajah 1mimik2, dan tukisan atau kerangka informasi. #syarat verbal meliputi perhentian, naik

(7

turunnya suara, lambatnya pengucapan butir-butir penting, dan pengulangan informasi penting. b. Membuat catatan Membuat catatan dapat membantu aktivitas menyimak karena mendorong berkonsentrasi, menyediakan bahan-bahan untuk mereviu, dan dapat membantu mengingat. %kan tetapi sebaliknya, membuat catatan juga membutuhkan konsentrasi. 8al ini akan berdampak pada berkurangnya atau mengganggu proses menimak yang sedang kita lakukan. beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. i. 9atatan bersifat sederhana Buatlah catatan berupa frase-frase atau kalimat pendek tentang ide-ide pokok. 3leh karena itu, buatlah cacatan berupa kerangka 1outline2. $ang kita catat hanyalah ide pokok yang kita anggap penting atau materi yang faktual. ii. 9atatan menggunakan singkatan-singkatan dan simbol Buatlah simbol-simbol yang dapat %nda pahami dengan baik. iii. 9atatan harus jelas catatan kita Meskipun dalam membuat kita lakukan dengan cepat, tetapi catatan harus jelas agar tidak mengalami kesulitan sewaktu dibaca ulang. 2. Strate*i Me$(i ak La$+&t +alam strategi menyimak lanjut terdapat dua pendapat. Masing-masing pendapat dapat dikemukakan sebagai berikut. a. &trategi ompkins ompkins dan 8osskison 1'77'2 menyatakan bahwa terdapat enam langkah yang digunakan untuk belajar menangkap gagasan inti simakan. Keenam langkah tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut. b. Membentuk gambar dalam pikiran. eknik citraan ini sangat berguna jika penutur banyak menggunakan citraan visual, deskriptif, dan ketika menyimak untuk mendapatkan kesenangan. 9erita dan gambar membantu kita dalam membuat citraan. +engan demikian, kita dapat menggambar atau menuliskan gambar mental yang kita ciptakan. %gar dalam membuat catatan tidak mengganggu konsentrasi menyimak maka terdapat

4:

c. Mengelompokkan #nformasi Kita harus mengklasifikasikan informasi jika pesan penutur berisi potonganpotongan informasi, perbandingan dan kontras. +alam hal ini, kita harus membuat bagan kategori dari informasi yang kita terima. Misalnya, ketika kita menyimak perbandingan antara gandum, padi, dan jagung. d. Mengajukan Pertanyaan Kita harus mengajukan pertanyaan untuk meningkatkan pemahaman terhadap pesan yang kita terima. Pertanyaan tersebut terutama untuk mendapatkan kejelasan dari apa yang kita simak. e. Menemukan pola organisasi informasi Kita harus mengenali pola-pola organisasi informasi yang disampaikan penutur, seperti urutan, deskripsi, perbandingan, sebab akibat, atau pemecahan masalah. f. Mencatat informasi penting +alam proses menyimak, kita harus mengidentifikasi informaasi penting dari materi yang kita simak. 9atatan tersebut dapat berupa kerangka. g. Memusatkan perhatian Penutur atau pembicara dalam mengemukakan gagasannya sering kali menggunakan isyarat tertentu baik visual maupun verbal. #syarat verbal dan visual tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan dan mengarahkan perhatian penyimak. #syarat visual antara lain gerak tubuh 1gesture2, ekspresi wajah 1mimik2, dan tukisan atau kerangka informasi. #syarat verbal meliputi perhentian, naik-turunnya suara, lambatnya pengucapan butir-butir penting, dan pengulangan informasi penting. 3. Strate*i Pri(at i Menurut Priyatmi 16:::2, keberhasilan menyimak akan ditentukan oleh keterampilan-keterampilan yang dimiliki penyimak. 3leh karena itu, Priyatmi menyarankan beberapa keterampilan yang seyogyanya dimiliki oleh penyimak agar dapat menyimak dengan baik. Beberapa keterampilan tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut. a. Mengantisipasi topik dari gagasan umum yang terdapat dalam tuturan yang disimak atau didengar.

4'

b. Menentukan topik yang dibahas dalam wacana yang disimak berdasarkan gagasan-gagasan umum yang telah ditemukan. c. Menentukan ide pokok 1subject matter2 dan ide-ide penjelas dari tuturan yang didengar. d. Mengajukan pertanyaan, menjawab, atau merumuskan hal-hal penting berkaitan dengan wacana yang disimak. e. Memberikan komentar atau respon terhadap isi tuturan yang didengarnya. f. Membedakan fakta, opini, dan kesimpulan dari wacana yang didengarnya. g. Menunjukkan nilai estetis dari wacana yang didengarnya. 2.2.Me ,&at Catata$ +alam membuat catatan terdapat dua pola yang dapat dilakukan berdasarkan sumber wacananya. Kedua sumber wacana tersebut adalah wacana lisan dan wacana tulis. Kedua sumber wacana tersebut menuntut teknik yang berbeda dalam pembuatan catatan. Membuat catatan dari wacana lisan berkaitan dengan aktivitas menyimak. ;ntuk meningkatkan kemampuan menulis melalui kegiatan menyimak dapat dilakukan dengan menyimak berbagai informasi untuk dapat menangkap unsur kebahasaan sampai dengan memahami bahan simakan berupa wacana pendek maupun wacana yang kompleks. <acana yang dapat disimak bisa berupa wacana berita, iklan, pidato, ceramah, puisi, drama, maupun cerita. +alam kaitannya dengan menyimak wacana lisan, yang perlu dipahami bahwa ketika kita sedang mendengarkan seseorang berbicara maka yang kita tangkap bukanlah rentetan kata atau kalimat. +alam peristiwa itu, kita menangkap gagasan atau ide yang terkandung di dalamnya. Karena sesungguhnya gagasan itulah yang dikomunikasi oleh pembicara. &edangkan kalimat atau kata begitu diucapkan maka dia langsung hilang, sedangkan gagasan masih terekam dalam benak kita. Banyak sedikitnya gagasan yang bisa terwadahi dalam ingatan kita dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain panjang atau pendeknya wacana yang disimak, tingkat familieritas kita dengan wacana yang disimak, tingkat konsentrasi kita ketika menyimak, dan daya ingat penyimak.

46

=ika demikian, apa yang perlu dilakukan ketika kita membuat cacatan dari wacana lisan, Beberapa '. langkah berikut mungkin dapat membantu kita dalam membuat catatan yang bersumber dari wacana lisan. emukan gagasan pokok dan gagasan penjelas yang terdapat dalam informasi tersebut. 6. 9atatlah gagasan pokok dan gagasan penjelas yang %nda temukan itu. >. ;ntuk memudahkan merekonstruksi wacana jagalah kronologis gagasan secara utuh. ?. &usunlah gagasan-gagasan tersebut menjadi sebuah kerangka karangan.

SOAL-SOAL LATI.AN
'. &imaklah berita yang disiarkan di @*# pada acara +unia +alam Barita. Buatlah catatan berdasarkan wacana yang %nda simak, Kembangkan catatan tersebut menjadi wacana tulis yang runtut dan sistemtis, 6. &imaklah wacana lisan dalam perkuliahan yang %nda ikuti0 Buatlah pokokpokok pikiran dari proses perkuliahan tersebut menjadi sebuah rangkuman yang terstruktur. >. Mengapa aktivitas menyimak tidak dapat dikerjakan secara sambil lalu, Daftar Referensi %rifin, Bustanul dkk. Menyimak.Penerbit ;niversitas erbuka. 6::(. cetakan-'

4>