You are on page 1of 29

TUGAS FARMASI KLINIK

NUTRISI PARENTERAL PADA ORANG DEWASA

KELOMPOK II ( KELAS B )

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................. II.1 Pengertian Nutrisi ................................................................ II.2 Nutrisi Parenteral ................................................................. II.3 Penilaian Status Nutrisi Pada Critically ill ............................ II.4 Nutrisi Enteral ...................................................................... II.5 Komposisi Larutan Nutrisi Parenteral .................................. II.5.1 Cairan ............................................................................... II.5.2 Nitrogen ............................................................................ II.5.3 Energi Karbohidrat dan Lemak ......................................... II.5.3.1 Karbohidrat .................................................................... II.5.3.2 Lemak ............................................................................ II.5.3.3 Kebutuhan Energi .......................................................... II.5.4 Elektrolit ............................................................................ II.5.5 Mineral dan Unsur Hara.................................................... II.6 Komplikasi pemberian Nutrisi Parenteral............................. II.7 Cara Pemberian Nutrisi Parenteral ...................................... II.8 Prosedur Pemberian Nutrisi Parenteral Total (NPT)............ II.8.1 Nutrisi Parenteral Total Perifer ......................................... II.8.2 Nutrisi Parenteral Total Sentral......................................... BAB III PENUTUP.............................................................................. DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 3 5 5 13 15 17 17 18 21 25 29 34 38 38 43 43 43 43 43 43 43 45

faktor sosio-ekonomi seperti adanya kemampuan individu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi. meningkatkan kebutuhan nutrisi. operasi yang kurang optimal. dan mengarah pada hasil klinis yang jelek. Nutrisi adalah proses dimana tubuh manusia menggunakan makanan untuk membentuk energi. Nutrisi parenteral adalah suatu bentuk pemberian nutrisi yang diberikan langsung melalui pembuluh darah tanpa melalui saluran pencernakan. Nutrisi parenteral diberikan apabila usus tidak dipakai karena sesuatu hal. mempertahankan kesehatan. Selain itu obat dapat menyebabkan kehilangan selera makan.. mempermudah terinfeksi. Enterokolitis Nekrotikans. misalnya: Malformasi Kongenital Intestinal. meningkatkan respon terhadap terapi medis. meningkatkan komplikasi. membangun dan memelihara jaringan. mual dan muntah sehingga pemberian nutrisi secara parenteral perlu dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah timbulnya malnutrisi pada pasien di rumahsakit. mengganggu proses penyembuhan luka. Banyak penyakit yang menurunkan nafsu makan. Masalah nutrisi erat kaitannya dengan makanan dan metabolisme tubuh serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. menyebabkan obstruksi saluran pencernaan dan infeksi pada mulut sehingga makan menjadi sulit dan menyakitkan.BAB I PENDAHULUAN Nutrisi adalah ikatan kimia yang yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu membentuk energi. pertumbuhan dan untuk berlangsungnya fungsi normal setiap organ dan jaringan tubuh. . Hal ini dapat menekan kekebalan. dan Distres Respirasi Berat. Secara umum faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi adalah faktor fisiologis untuk kebutuhan metabolisme basal. faktor patologis seperti adanya penyakit tertentu yang menganggu pencernaan atau meningkatkan kebutuhan nutrisi. serta mengatur proses-proses kehidupan. Malnutrisi dengan berbagai tingkatan sering terjadi pada pasien di rumah sakit.

Indikasi pemberian nutrisi parenteral meliputi persiapan pasien yang kekurangan gizi/makanan (undernourished) sebelum menjalani pembedahan. lemak. ileus. radang pankreas yang parah. protein. short bowel sydrom) atau bila diperlukan untuk mengistrahatkan usus (misalnya pada beberapa tahapan penyakir chorn. namun demikian secara umum dipakai istilah Nutrisi Parenteral untuk menggambarkan suatu pemberian makanan melalui pembuluh darah. 2. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan mengenai nutrisi parenteral total. bukan hanya sebagai suplemen.Nutrisi Parenteral Perifer. operasi besar. gangguan saluran pencernaan yang berat atau berkepanjangan. Bila nutrisi enteral diberikan sebagai satu-satunya sumber nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. trauma atau luka bakar.1 Pengertian Nutrisi Parenteral Nutrisi Parenteral adalah suatu bentuk pemberian nutrisi yang diberikan langsung melalui pembuluh darah tanpa melalui saluran pencernaan. elektrolit. Nutrisi parenteral diberikan bila usus tidak dapat berfungsi ( misalnya karena obstruksi. agar jaringan saluran pencernaan dapat beregenerasi) dan pada kondisi katabolik tertentu dimana kebutuhan nitrogen atau energi tidak dapat dipenuhi melalui rute enteral. Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit harus dikoreksi sedapat mungkin sebelum diberikan nutrisi parenteral. koma yang berkepanjangan atau pasien yang menolak makanan. kemoterapi ataupun radiasi.Nutrisi Parenteral Sentral. dan pada beberapa pasien yang mengalami gagal ginjal atau hati. Para peneliti sebelumnya menggunakan istilah hiperalimentasi sebagai pengganti pemberian makanan melalui intravena. Nutrisi parenteral diberikan secara intravena. Formula Nutrisi Parenteral Total harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi masing-masing individu dan mengandung : cairan. maka nutrisi parenteral dikenal sebagai Nutrisi Parenteral Total (TPN). karbohidrat. . kolitis ulseratif. mineral dan vitamin dalam jumlah yang tepat. Berdasarkan cara pemberian Nutrisi Parenteral dibagi atas: 1. dan akhirnya diganti dengan istilah yang lebih tepat yaitu Nutrisi Parenteral Total. yaitu sebagai berikut : Penggunaan nutrisi parenteral total (NPT) biasanya terbatas pada situasi saluran pencernaan tidak berfungsi atau tidak dapat dilalui.BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.

Yaitu maksud dari tujuan pemerian nutrisi. Intervensi ini seharusnya tidak menyebabkan atau memperburuk komplikasi metabolik lainnya. Konsep Utama Pemberian Nutrisi Parenteral .Komplikasi pemberian makanan secara prenteral meliputi infeksi lewat kateter. Kemudian persyaratan nutrien yang diberikan serta rute pemerian nutrisi yang tepat sudah dapat ditentukan. Pasien obesitas dengan kelebihan cadangan lemak endogen (lebih dari 120% dari berat badan ideal) mungkin memerlukan dukungan kalori yang kurang dibandingkan pasien tidak obesitas dengan kondisi klinik yang sama. pasien yang kehabisan cadangan lemak endogen. Tujuan pemerian kalori khusus adalah (a) asupan energi yang cukup untuk menghasilkan pertumbuhan yang normal dan perkembangan neonatus. Tujuan pemerian nitrogen khusus adalah memberikan keseimbangan nitrogen yang baik serta peningkatan konsentrasi serum penanda protein viseral seperti transferin atau prealbumin. serta penilaian selanjutnya dari pemerian nutrisi. Nutrisi enteral lebih murah. lebih aman dan secara fisiologis lebih dapat diterima daripada nutrisi melalui intravena dan merupakan rute pilihan untuk pasien yang membutuhkan tambahan nutrisi yang dapat diberikan melalui saluran pencernaan. Pemberian nutrisi pada pasien malnutrisi dapat diberikan secara enteral dan parenteral. Tujuan lainnya adalah mengurangi respon metabolisme luka dengan cara meminimalkan stres oksidatif dan memodulasi respon kekebalan tubuh. (c) memberikan keseimbangan energi positif bagi pasien yang fungsi makannya mengalami gangguan. serta cairan lainnya atau ketidaknormalan elektrolit tubuh. II. penentuan kebutuhan unsur hara bagi pencapaian tujuan nutrisi tambahan. Tujuan dari nutrisi tambahan meliputi pemeriksaan kalorik serta keseimbangan nitrogen pasien. Ada empat langkah yang sangat mendasar dan utama untuk memberikan perawatan yang optimal terhadap pasien yang menerima nutrisi tambahan. (b) keseimbangan energi yang bagus serta ketersediaan kalori lemak bagi orang dewasa yang fungsi makannya bagus. Efek samping akibat pemberian nutrisi ya ng terlalu banyak (overfeeding) termasuk disfungsi pernafasan dan hati. pemberian nutrisi yang dibutuhkan. Tujuan terapi pemerian nutrisi pada pasien dapat diketahui setelah ada penilaian gizi atau nutrisi secara menyeluruh.2 Tujuan Pemberian Nutrisi Parenteral Tujuan utama dari pemerian nutrisi tambahan adalah meningkatkan hasil klinik yang positif dari penyakit serta meningkatkan kualitas hidup dari pasien. thrombosis vena (venous thrombosis) atau emboli akibat masuknya gelembung-gelembung udara ke dalam pembuluh vena setelah ruda paksa atau pembedahan (air embolism) ekstravasasi akibat penempatan ujung kateter yang kurang tepat serta gangguan cairan dan metabolik. atau ketidaknormalan vitamin dan elemen lainnya dalam tubuh. bayi dan anak.

Beberapa penyelidikan memiliki laporan tentang efek positif dari nutrisi parenteral pada komplikasi dan kematian. dan kemudian pemantauan untuk mengevaluasi kesesuaian regimen nutrisi terhadap perubahan kondisi klinis pasien. Empat langkah dalam pengembangan pemerian nutrisi yang baik yaitu. dan kondisi klinis. 4. prosedur peracikan bahan. 3. 5. dan rasionalisasi penyesuaian pemerian nutrisi parenteral ketika terjadi kelainan metabolik. Indikasi Nutrisi Parenteral Hubungan antara kekurangan gizi serta perkembangan komplikasi dan kematian diperlihatkan dengan baik pada pasien dewasa dan anak anak. Penelitian terkini telah dikritik karena cacat dalam desain . penentuan rute pemerian nutrisi yang tepat. 7. status gizi (nutrisi) pasien. Biaya yang berhubungan dengan terapi pemerian nutrisi parenteral dapat diminimalkan denga cara penggunaan nutrisi parenteral yang tepat pasien. 8. dan meminimalkan limbah dari nutrisi parenteral. air. serta asupan gizi (nutrisi). serum kimia. lemak. resiko dari aspirasi. peracikan bahan. Pengukuran secara biokimia dan klinik sangat dibutuhkan untuk keefektifan dari monitoring pasien yang menerima nutrisi parenteral seperti. 6. Rute yang tepat dari pemerian nutrisi tergantung pada kondisi fungsional dari saluran cerna pasien. tanda-tanda vital. diharapkan juga durasi dari terapi nutrisi. Nutrisi parenteral meliputi pemerian intravena seperti protein. elemen yang dibutuhkan dan zat-zat lainnya. durasi dari ganggaun saluran cerna dan resiko yang mungkin terjadi pada awal pemerian nutrisi. dekstrosa. elektrolit. Meskipun peningkatan status gizi seperti yang didefinisikan oleh berbagai tanda klinis telah dilaporkan pada pasien yang menerima nutrisi parenteral . 9. Komplikasi tanpa penggunaan kateter yang berhubungan dengan pemerian nutrisi parenteral dapat diminimalkan melalui pemerian nutrisi berdasarkan usia. 2. total dari asupan dan kehilangan cairan harian. Cairan Nutrisi parenteral juga diberikan secara infus terus menerus dan infus bertahap. Pengidentifikasian pasien yang sangat bermafaat dari terapi pemerian nutrisi yaitu pertimbangan umur pasien.1. penentuan kebutuhan nutrisi. frekuensi pemantauan. memaksimalkan pembelian yang secara efektif dari cairan nutrisi parenteral. dampak pada hasil klinis ini sulit untuk ditunjukkan pada banyaknya populasi orang dewasa. Cairan nutrisi parenteral sangat tepat diformulasikan untuk pemerian perifer dan melalui vena sentral. sedangkan yang lainnya telah gagal untuk menunjukkan setiap perbedaan. maksud dari tujuan pemerian nutrisi. pengguanan yang tepat dari hasil pengukuran laboratorium yang terkait dengan terapi nutrisi parenteral. untuk meminimalkan atau mengobati komplikasi secepatnya.

b.penelitian. Dampak dari nutrisi parenteral pada hasil klinis telah berhasil menunjukkan hasil yang akurat pada penyakit bayi dan anak. Namun. Muntah yang hebat ketika pemerian nutrisi enteral selama 714 hari c. Ketidakmampuan untuk menyerap nutrisi melalui saluran pencernaan karena satu atau lebih dari hal berikut: a. penggunaannya mungkin lebih hati-hati bagi pasien tertentu yang telah gagal pengujian invasif dan terapi medis memiliki status kinerja yang baik. status klinis. pengacakan tidak sesuai. laporan yang telah diterbitkan dapat berfungsi sebagai sumber daya untuk pengembangan lembaga-spesifik standar. Diare yang berat d. dan konsistensi status gizi dasar antara kelompok studi. Nutrisi parenteral tidak mungkin bermanfaat bagi pasien dengan kanker stadium lanjut yang ganasyaitu pasien yang tidak responsif terhadap pengobatan. Keputusan untuk memulai pemerian nutrisi parenteral didasarkan pada penilaian bahwa pasien tidak dapat memenuhi persyaratan gizinya melalui saluran GI. terapi radiasi . Obstruksi usus e. Indikasi Pemerian Nutrisi Parenteral pada Orang Dewasa Indikasi Pemerian Nutrisi Parenteral pada Orang Dewasa 1. Sayangnya. terutama mereka yang diakuisisi atau yang mengalami anomali kongenital saluran cerna. Pedoman yang telah disepakati untuk penggunaan nutrisi parenteral pada orang dewasa (tabel1) dan (Tabel 2) pasien pediatrik didasarkan pada pengalaman klinis dan penyelidikan di populasi pasien tertentu. yang terhalang oleh dampak terapi nutrisi parenteral. status gizi. seperti ukuran sampel yang kecil. kemoterapi dan terapi radiasi c. seperti infeksi dan kelainan metabolik lainnya. harapan hidup diperkirakan lebih dari 40 .60 hari. Kanker : terapi antineoplastic. data yang bertentangan telah mengakibatkan kurangnya konsistensi dalam pedoman yang diterbitkan dari berbagai sumber. Tabel 1. Penilaian ini harus mencakup evaluasi terhadap pasien. usia. yang mempersulit identifikasi pasien yang kemungkinan besar bermanfaat bagi pemerian nutrisi parenteral. . Nutrisi parenteral tidak secara rutin diberikan bagi yang gizi baik maupun yang mengalami malnutrisi selama pasien yang menjalani operasi. dan potensi risiko memulai terapi. atau HSCT a. Besarnya reseksi usus kecil: biasanya pasien dengan kurang dari 100 cm distal ligamentum kecil dari Treitz tanpa kolon. Fistula GI : Nutrisi parenteral diindikasikan ketika tidak adanya asupan nutrisi selama 5-7 hari bagi yang tidak bisa diberikan nutrisi enteral 2. Nutrisi parenteral dapat diberikan untuk pasien malnutrisi berat yang aktif menerima pengobatan antikanker yang tidak bisa diberikan nutrisi enteral b. atau kurang dari 50 cm dari usus kecil dengan kolon utuh. Namun.

Pra operasi: selama 7-14 hari untuk pasien dengan gizi buruk hebatyang sedang menjalani operasi besar saluran cerna. Bila nutrisi enteral tidak memungkin untuk menyediakan kebutuhan gizi yang cukup a. Perawatan kritis a. Nutrisi parenteral harus diberikan ketika nutrisi enteral memperparah nyeri abdomen. Pascaoperasi: Nutrisi parenteral harus digunakan pada pasien yang dikontraindikasikan nutrisi enteral atau tidak memungkinkan mendapatkan asupan gizi yang memadai selama7-10 hari 6. nutrisi parenteral harus digunakan pada pasien yang tidak bisa menerima nutrisi enteral dan tidak memungkinkan mendapatkan asupan gizi yang memadai selama 4-5 hari 5. Pasien pediatrik lainnya dalam waktu 5-7 hari 2. Diare dan/atau muntah-muntah e. Reseksi besar pada usus halusyang mengakibatkansindromususpendek b. Nutrisi parenteral harus digunakan pada pasien yang kontraindikasi terhadap nutrisi enteral dan tidak memungkinkan mendapatkan asupan gizi yang memadai selama 5-10 hari b. Ketikasaluran pencernaantidak berfungsiatau tidak dapat digunakan a. BayiPrematurdalam waktu 24-48 jam b. Penyakit Graft-versus-host . Neonatalnecrotizingenterocolitis c. Kegagalan organ (hati. Hiperemesis gravidarum: ketika nutrisi enteral tidak dapat diberikan 7. ascites. atau pernapasan): Nutrisi parenteral harus digunakan pada pasien yang sedang mengalami katabolisme parah ketika nutrisi enteral tidak dapat diberikan c. Gangguan makan: Nutrisi parenteralharus dipertimbangkan untukpasien dengananoreksianervosa danmalnutrisiparah yang tidak mampuatau tidak dapatmenelannutrisi yang cukup Tabel 2. Penyakit pembengkakan usus yang hebat d. Pankreatitis : Nutrisi parenteral dapat diberikan bagi pasien yang mengalami pankreatitis hebat ketika tidak adanya asupan nutrisi selama 5-7 hari bagi yang tidak bisa diberikan nutrisi enteral. Indikasi Pemerian Nutrisi Parenteral pada anak-anak Indikasi Pemerian Nutrisi Parenteral pada anak-anak 1. jika operasi dapat dengan amanditunda b.dengan dukungan sosial dan keuangan yang kuat 3. Luka bakar. Nutrisi Parenteral Sebelum operasi a. atau output fistula 4. ginjal.

Pemeriksaan antropometri seperti berat badan/tinggi badan. komposisi dan fungsinya. II. Usaha-usaha untuk mencari tes multiparameter untuk meningkatkan sensitivitas dan spesifisitas masih dalam penelitian dan hasilnya belum memuaskan.3 Penilaian Status Nutrisi Tujuan penilaian status nutrisi adalah untuk mencari kemungkinan malnutrisi yang sudah ada sebelumnya untuk mencegah penurunan berat badan lebih lanjut terutama massa sel. atau pernapasan): Nutrisi parenteral harus digunakan pada pasien anak yang sedang mengalami katabolisme parah ketika nutrisi enteral tidak dapat diberikan. penilaian status nutrisi lebih ditujukan pada penderita-penderita dengan kecurigaan malnutrisi saat masuk ICU.f. Pengukuran berat badan merupakan parameter universal yang mudah dan baik untuk menilai status gizi. biokimia dan immunologis yang sensitif dan spesifik pada anak sakit berat.5 dan 2 hari mempunyai korelasi yang lebih baik dengan perubahan akut status nutrisi dan metabolisme dibanding albumin yang mempunyai half life 20 hari. Di klinik. semuanya mempunyai keterbatasan. Protein-protein yang dikeluarkan oleh hepar seperti albumin. lipatan kulit ( skinfold ) dan lingkar dada pada anak yang dirawat di ICU kurang memberi informasi yang cukup untuk menilai status nutrisi dan status metabolisme. tetapi pada anak sakit berat sering disertai edema sehingga penilaian berat badan sulit dipakai. Penurunan kadar CRP bisa menjadi petanda bahwa bayi atau anak sudah dalam fase pemulihan dari stres akut. retinol binding protein dan prealbumin bisa dipakai untuk menentukan status nutrisi penderita. CRP (C-reactive protein) suatu acute phase reactant sudah lama dikenal dan digunakan untuk menilai stres metabolik akut. Penderita malnutrisi sering disertai gangguan immunitas seluler. Kegagalan organ (hati. pada pemeriksaan sering didapat penurunan jumlah limfosit total yang berhubungan dengan status nutrisi anak. Poskemoterapi 3. Tidak ada satupun tes atau parameter status nutrisi seperti pengukuran antropometri. tapi karena penderita-penderita gawat yang dirawat di ICU sering mengalami gangguan fungsi hepar. Bayi dan anak yang memerlukan oksigenasi membran extrakorporeal 4.berat badan/umur. produksi protein ini sering terganggu dan kurang efektif dalam menilai status nutrisi penderita. Protein-protein yang mempunyai half life pendek seperti retinol binding protein dan prealbumin dengan half life masingmasing 0. seperti Prognostic Nutritional Index ( PNI ) . ginjal. penderita dengan penyakit atau keadaan yang menurunkan daya tahan tubuh sehingga tehnik maupun interpretasi tes kulit di ICU sulit. Tetapi di ICU penggunaan tes kulit untuk menilai immunitas seluler mempunyai keterbatasan karena berbagai faktor seperti radioterapi. transferin. namun secara tehnik penilaian status nutrisi pada penderita-penderita gawat sulit dan tidak banyak membantu. kemoterapi.

0955 + 9. karena itu dianjurkan untuk kasus-kasus berat dengan ventilasi mekanik dan pada anak usia diatas 2 bulan dianjurkan menggunakan formula “Band and Altman” yang lebih akurat dan sesuai.756 A W = berat dalam kg.775 A Wanita : REE ( Kcal/hari ) = 655. hiperkapnea dan obat-obatan yang dipakai akan mempersulit pemeriksaan dan interpretasi penderita yang dirawat di ICU.8 Penderita-penderita di ICU jarang berada dalam keadaan metabolik basal karena itu penghitungan kebutuhan tidak didasarkan pada basal energy expenditure ( BEE ) tapi memakai resting energy expenditure ( REE ) yang dihitung dengan persamaan Harris-Bennedict sbb. Secara fisiologis RQ ini menggambarkan hubungan antara oksidasi dan sintesis berbagai substrat metabolik. : Laki-laki : REE ( Kcal/hari ) = 66. Penentuan kolorimetri tidak langsung adalah dengan cara menentukan konsumsi oksigen (VO2) dan produksi CO2 (VCO2). kemudian ditentukan respiratory quotient (RQ) yaitu ratio antara produksi CO2 dan konsumsi oksigen. A = Umur dalam tahun H = Tinggi dalam cm Tapi dari penelitian terhadap 100 anak sakit berat dengan ventilasi mekanik yang membandingkan pengukuran pemakaian energi dengan formula standar seperti tersebut diatas White MS et al.7 Protein = 0.4.0033 H – 4.0 Lemak = 0.6534 W + 1.1 ) ( VCO2 ) REE ( Kcal/hari ) = 1440 x Kcal/menit Kelemahan cara kolorimetri indirek adalah kebocoran pada pipa endotracheal dan tidak bisa dipakai bila konsentrasi oksigen ( FiO2 ) > 40%. tetapi sulit dilakukan pada penderita yang dirawat di ICU karena dibutuhkan ketrampilan dan keahlian khusus serta peralatan yang lebih kompleks dan persyaratan lain seperti kesadaran penderita dan faktor-faktor metabolik seperti hipoksia. kurang memberikan hasil yang baik pada kasus-kasus medik dan ICU. .pada kasus-kasus bedah.mendapatkan bias yang lebih besar. sebagai berikut: EE ( KJ/hari ) = ( 17 x A ) + ( 48 x W ) + ( 292 x suhu tubuh ) – 9677 Cara lain adalah dengan penghitungan metabolic cart dengan formula sbb.8946 H .7516 W + 5. Alat evaluasi yang mungkin berguna terutama penderita-penderita yang dirawat di ICU adalah penentuan balans nitrogen dan kolorimetri tidak langsung (indirect colorimetry).5230 + 13. Respiratory Quotient ( RQ ) : Karbohidrat = 1. Test fungsi otot seperti handgrip dynamometri dan pengukuran kekuatan otot pernafasan cukup memberikan hasil yang baik. RQ = V CO2/ V O2 Respiratory quotient ini menggambarkan penggunaan substrat dalam tubuh. : REE ( Kcal/menit ) = ( 3.0 )( VO2 ) + ( 1.

Nitrogen . glukosa lebih sedikit. Perkiraan kebutuhan cairan juga dapat dihitung dengan asumsi kebutuhan 30-35 ml cairan per kg berat badan per hari. Larutan ini harus diinfuskan secara perlahan-lahan ke dalam pembuluh darah besar yang aliran darahnya baik. demam. perdarahan. pada pasien dengan pengeluaran cairan fistula intestinal dalam jumlah besar. tetapi kebutuhannya dapat beragam.4 Komposisi Larutan Nutrisi Parenteral Nutrisi Parenteral Total bertujuan untuk memenuhi kebutuhan: a. Sebagai petunjuk. luka bakar). Pasien lanjut usia. Osmolalitas Cairan Osmolalitas menyatakan jumlah partikel (solute) yang dilarutkan dalam cairan. Sebagai contoh. osmolalitas larutan nutrisi parenteral sentral kira-kira 2000 mOsmol/kg tetapi karena larutan tersebut diencerkan secara cepat dalam vena sentral. muntah. luka. a. osmolalitas sediaan (campuran) untuk infus perifer tidak boleh lebih dari 700 – 800 mOsm/kg. Komplikasi tromboembolik dapat dikurangi dengan menginfuskan larutan yang osmolalitasnya lebih rendah (misalnya. maka risiko tromboplebitis berkurang. pada umumnya membutuhkan cairan dalam jumlah yang lebih kecil dan pemberian obat secara parenteral merupakan pemasukan cairan yang cukup berarti. hati dan jantung dan pasien yang mengalami hipoalbuminaemia (secondary hyperaldosteronism) pembatasan pemberian cairan perlu dilakukan. dan lebih banyak lemak karena emulsi lemak mempunyai osmolalitas yang hamper sama dengan osmolalitas darah). ditambah dengan 20 ml setiap kg berat badan berikutnya (lihat rumus dibawah). cairan yang dikeluarkan oleh fistula. Tambahan cairan harus diberikan untuk mengganti kehilangan cairan akibat diare. muntah atau diare. Di lain pihak. trauma) dan kehilangan cairan lain yang cukup bermakna (misalnya. Cairan 1. dehidrasi (e. b. Volume Cairan Jumlah cairan sebanyak 2-2. volume yang lebih besar. kadar urea serum terlalu tinggi sehingga tidak sebanding dengan kreatinin serum). Perhitungan Kebutuhan Cairan: Jumlah cairan yang diperlukan oleh tubuh dapat diperkirakan dengan memberikan 1500 ml untuk 20 kg pertama.g.Karena sulitnya mendapat parameter yang sensitif dan spesifik. maka yang lebih penting adalah penilaian secara klinik termasuk penurunan berat badan (> 10% dari BB ideal) dan pemeriksaan fisik merupakan cara penilaian yang bisa dipercaya. kehilangan darah 9misalnya pembedahan. nasogastric aspirates.5 liter per hari sering diberikan melalui nutrisi parenteral. Merupakan faktor yang penting untuk dipertimbangkan karena larutan hipertonik mengiritasi dinding pembuluh (vessels) dan pada penggunaan infuse vena perifer sering mengakibatkan inflamasi pembuluh vena (phlebitis) dan oklusi vena. b. II.

. untuk stres berat Sumber kalori yang utama adalah karbohidrat dan lemak. Jika tidak tersedia cukup. Kebutuhan kalori secara sederhana dapat diperkirakan dari berat badan.Energi Karbohidrat dan Lemak Kalori adalah unsur yang mutlak harus diberikan cukup. untuk kondisi tanpa stres • 30 kkal/kgBB. Jumlah yang sesungguhnya dibutuhkan. Sumber kalori yang utama dan harus selalu ada adalah glukosa. terutama bila cairan dekstrosenya bersifat hipertonis.25-0. Otak dan eritrosit mutlak memerlukan glukosa ini setiap saat. untuk stres ringan • 35 kkal/kgBB. bagaimanapun tergantung pada situasi klinis dan derajat malnutrisi. Trombosis 2. untuk stres sedang • 40 kkal/kgBB. Sesuai dengan table diatas 2.25 (0.14-0.Pasien rata-rata menerima 9-14 g nitrogen per hari. Tetapi bila kebutuhan NP hanya dipenuhi oleh karbohidrat.40) Perhitungan kebutuhan nitrogen pada orang dewasa dapat dilakukan sbb: 1. yaitu: 1.17-0. Howard Lyn6 menyerdehanakan perhitungan kalori menjadi: • 25 kkal/kgBB.30 (0.20-0. Kebutuhan pasien akan nitrogen kira-kira 0.3 g/kg/hari (1-2 g asam amino/kg/hari) tergantung pada status metaboliknya seperti dibawah ini: Keadaan Metabolik Normal Hipermetabolik 5-25% 25-50% >50% Kehabisan cadangan Nitrogen (g/kg/hari) 0.17 (0. Meningkatkan kebutuhan insulin 3.20-0.20 (0.30) 0.35) 0. Sumber kalori adalh karbohidrat dan lipid.25) 0.20) 0.30 (0. Bahaya hipoglikemia bila infus dekstrose hipertonis dihentikan mendadak.15-0. tubuh melakukan glukoneogenesis dari substrat lain. ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berdasarkan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu: IMT = berat badan (kg) / [tinggi badan (m)]2 IMT < 16 16-19 20-25 26-30 31-40 >40 Interpretasi Kekurangan berat badan parah Kekurangan berat badan Berat badan normal Kelebihan berat badan sedikit Kelebihan berat badan sedang Kelabihan berat badan parah c.

penurunan nukleotida adenin hati. (start slow and go slow). dan dapat diberikan dalam berbagai konsentrasi dengan nilai kalori 4 kkal/g. Karbohidrat Glukosa. Bila terjadi hiperglikemia. infus glukosa yang berlebihan atau kecepatan infus lebih dari yang dianjurkan berakibat lipogenesis. Kebutuhan tersebut juga digunakan untuk memenuhi energi yang diperlukan oleh susunan saraf pusat dan perifer. Mengingat . Untuk menghindari hiperglikemia yang tiba. karena nonglukosa (fruktose. misal 5% menuju 20% harap bertahap. Selain itu glukosa juga lebih dipilih karena. minimal diperlukan 100-150 g glukosa. Fruktosa. Jika cairan glukosa diselingi cairan yang lain.dimetabolisme lebih cepat di hati dan mempunyai efek hemat nitrogen lebih baik. dan jaringan hanya dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi. banyak persediaan. Perubahan menjadi glukosa terutama terjadi dalam hati. xylitol. selanjutnya lebih baik mengurangi kecepatan infus glukosa debanding dengan pemberiaan insulin. karena protein sangat penting untuk regenerasi sel dan sintesis protein viseral seperti enzim. Untuk dapat memberikan pengaruh maksimum terhadap keseimbangan nitrogen.4. yang akan memperburuk keadaan.glukosa merupakan substrat paling fisiologis. peningkatan bilirubin dan asam urat. Pada keadaan produksi insulin menurun. Agar fluktuasi seminimal mungkin.7 mg/kgBB/menit. lebih sedikit teriritasi vena. maltose dan oligosakharida) lebih menyebabkan gangguan metabolik dari pada glukosa. Keduanya tidak dapat digunakan langsung sebelum diubah menjadi glukosa di dalam hati. fibrolas yang aktif dan fagosit tertentu yang menggunakan glukosa sebagai satu. Jangan menggunakan protein sebagai sumber energi. sorbitol. setengah sumber kalori nonprotein dapat digantikan dengan emulsi lemak karena produksi CO2 akan ditekan. Tetapi kebanyakkan jaringan tidak menggunakan fruktosa secara langsung. eritrosit. secara natural ada dalam darah. albumin dan imunoglobulin. Gula alkohol (sorbitol dan xylitol). peningkatan konsentrasi glukosa. Jenis ini juga tidak memerlukan insulin untuk menembus dinding sel. Glukosa merupakan sumber karbohidrat selain nonglukosa. Beban glukosa akan merangsang pankreas mengeluarkan insulin. murah. besar kemungkinan kadar glukosa darah fruktuasi karena over shoot insulin dari waktu ke waktu. Meningkatkan BMR 5. Fruktosa merupakan sumber kalori yang potensial karena tidak memerlukan insulin untuk masuk ke dalam sel. Meningkatkan produksi CO2. seperti pada sepsis. namun glukosa merupakan pilihan yang terbaik. larutan karbohidrat dibagi rata sepanjang 24 jam. Kecepatan infus yang dianjurkan adalah 6. Untuk mengatasi keadaan ini.tiba.satunya sumber energi. hipoposfatemia. leukosit. Kerugian lain menggunakan fruktosa ialah bila infus terlalu cepat atau berlebihan dapat menyebabkan asidosis laktat.

peningkatan asam urat darah dan diuresis osmotik. Komsumsi oksigen berlebihan. Larutan pekat bersifat hipertonik dan dapat menyebabkan nyeri dan trombosis (terutama jika diberikan melalui vena perifer). Maltosa memiliki beberapa keuntungan sebagai karbohidrat alternatif. gula alkohol ini tidak mempunyai keunggulan dibanding glukosa. Kandungan kalori dan osmolitas larutan glukosa (dinyatakan dalam glukosa anhidrat) dapat dilihat pada tabel berikut: Konsentrasi Energi Energi Osmolitas larutan (kkal/l) (kJ/l) (mOsm/kg) Glukosa (b/v) 5% 190 794 278 10 % 380 1588 556 15 % 570 2382 834 20 % 760 3177 1112 40 % 1520 6352 2224 50 % 1900 7942 2780 Glukosa tidak seharusnya digunakan sebagai sumber energi tunggal karena: 1. Infiltarsi lemak pada hati (karena kelebihan glukosa diubah menjadi asam lemak) 3. 4. 2. tetapi proses intraselular mutlak masih memerlukannya. lebih tinggi nilai energinya per unit volume dibanding . lemak juga berfungsi sebagai sumber energi dengan nilai 9 kkal/g. Infus yang berlebihan menyebabkan pemborosan melalui urin.adanya resiko asidosis laktat. Resiko hiperglikemia dan glikosuria. 7. Glukosa dosis tinggi dapat menyebabkan endepan glikogen dan lemak yang berlebihan pada hati dan menyebabkan abnormalitas fungsi hati. xylitol diberikan dalam kemasan kombinasi dengan glukosa dan fruktosa (GFX= Glukosa-Fruktosa-Xylitol) dengan perbandingan 4:2:1 yang dianggap ideal secara metabolik. Pemberian dosis yang aman dan efisien adalah 1. Maltosa. • Isotonis. Produksi karbondioksida berlebihan. Defisiensi asam lemak essensial. Untuk mendapatkan efek positif. 5. Nilai normal maksimum glukosa yang dapat digunakan adalah 5 g/kgBB/hari. Meskipun tidak memerlukan insulin untuk masuk sel. sehingga dapat diberikan melalui vena perifer dan dapat dicampur dengan cairan lain yang hipertonis (untuk menurunkan osmolaritas). terutama pada pasien DM.5 g/kgBB/hari. karena: • Mengandung 2 molekul glukosa. bisa sampai eksresi melebihi 25% dari maltosa yang diinfuskan. Lemak Selain karbohidrat. 6. • Tidak memerlukan insulin saat menembus dinding sel.

Kecepatan infus emulsi lemak tidak melebihi 0.ah optimal. 5. 6. dapat diteteskan bersama karbohidrat dan asam amino. Lemak penting untuk integritas dinding sel. Sesuai dengan batas maksimal kemampuan ambilan lemak.8 jam. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemberian emulsi lemak sebesar 30.8% dari kalori total sehari. Isotonis. Nutrisi parenteral dengan kemasan bebas lemak untuk jangka panjang menyebabkandefisiensi asam lemak essensial yang terlihat sebagai alopepsia.karbohidrat. Emulsi lemak adalah sumber asam lemak essensial (asam linoleat dan asam linolenat) dan asam lemak lain (asam oleat. Tiap 500 ml diberikan dalam waktu 6. dapat diberikan melalui vena perifer. asam palmitat dan asam stearat) dan dapat berfungsi sebagai medium pembawa vitamin yang larut dalam lemak. Mempunyai keuntungan metabolik spesifik. sintesis prostaglandin dan sebagai pelarut vitamin yang larut lemak. perlu diberikan asam lemak essensial sebanyak 4. Ada juga infus yang mengandung trigliserida rantai panjang (long chain triglycerides. Kandungan energi per unit volume tinggi. 8. Emulsi lemak adalah emulsi minyak dalam air yang mengandung minyak kacang kedelai ( atau kombinasi minyak kacang kedelai dan safflower) dalam konsentrasi 10. LCT) dan kombinasi trigliserida rantai panjang dan rantai sedang (long and medium chain triglycerides.40% dari kalori total merupakan juml. 7. Beberapa kerugian berkaitan dengan penggunaan emulsi lemak antara lain: . memungkinkan infus perifer. LCT/MCT). Iso-osmotik dengan plasma. Emulsi lemak 10% dan 20% tidak hipertonis. Perkiraan kandungan energi berbagai konsentrasi emulsi lemak sebagai berikut: Konsentrasi (b/v) 10 % 20 % 30 % lemak Volume (ml) Perkiraan kandungan energi (kkal) 500 550 500 1000 333 1000 Emulsi lemak mempunyai sejumlah keuntungan dibandingkan glukosa : 1. dermatits. misal oksidasi lemak menghasilkan lebih sedikit CO2/kkal dari pada glukosa. perlemakan hati dan gangguan fungsi imunitas. Efek perlindungan pada vena. Mengurangi resiko hipoglikemia karena adanya lemak sebagai sumber energi maka dosis glukosa dapat dikurangi. 4. 2. pH netral. Mencegah defisiensi asam lemak essensial. Sumber vitamin E yang larut dalam lemak. Untuk mencegah defisiensi asam lemak essensial. 9. hal ini penting bagi pasien yang mengalami gagal napas.5 g/kgBB/jam. 20 dan 30% b/v. 3.

lemak perlu dikombinasikan dengan kalori karbohidrat dalam perbandingan 1:1. seperti olahraga.0 B + 656 Lebih dari 60 11.7 dengan mempertimbangkan jenis kelamin. usia dan berat badan. Wanita kkal/hari Pria kkal/hari 15-18 th 13. pada pasien yang kemampuannya membersihkan lemak dari peredaran darah berkurang. konsumsi makanan.paru (dapat mengganggu pertukaran gas). dan kegelisahan. tergantung pada ada atau tidak adanya beberapa faktor.7 B + 585 th th B (berat badan) = berat badan dalam kg . 5. 4. Keuntungan kombinasi lemakkarbohidrat : 1. Reaksi dapat berubah demam sesekali dan respon anafilaksis yang jarang. termasuk pada paru. Endepan lemak pada organ tubuh utama. Larutan kaya energi dengan rasio energi/ volume tinggi. BMR) Laju energi yang dikeluarkan oleh tubuh untuk kerja eksternal dan internal disebut sebagai laju metabolik. Kebutuhan energi orang dewasa dapat dihitung dengan memeprhatikan faktor-faktor berikut : 1. Stres metabolik berkurang. Sebagai sumber kalori. 4. Sistem energi ganda secara metabolik lebih efisien dari pada sistem energi tunggal. d. Kebutuhan Energi Kebutuhan energi perhari tergantung pada kondisi klinis pasien dan energi yang digunakan. Tetesan lemak dapat mempengaruhi sejumlah pemeriksaan darah rutin.3 B + 690 15-18 th 17. Terjadi “infusional hyperlipidaemia”. 6. 2.1. Mencegah komplikasi akibat hanya menggunakan glukosa.6 B + 656 18-3o th 14. demam. Ini dapat diperkirakan dari tabel 14.4 B + 870 Lebih dari 60 9. Efek nitrogen-sparing.7 Persamaan untuk memperkirakan laju metabolik basal. terutama pada pasien yang klirens lemaknyakurang dari normal (misalnya pada pasien gagal hati dan ginjal. Tabel 14. 5. Laju metabolik bervariasi.0 B + 690 30-60 th 8. Laju metabolik basal adalah energi yang diperlukan untuk memelihara fungsi tubuh dasar pada saat istirahat. Lebih sedikit kalori yang dibutuhkan untuk mencapai keseimbangan nitrogen. 7. Lebih sedikit retensi air. diabetes dan pada pasien yang sudah mempunyai gangguan hiperlipidemia sebelumnya). Reaksi tipe hipersensitivitas sementara akibat penginfusan emulsi dingin. 2.8 B + 485 18-3o th 15. 3. Laju metabolik basal (Basal metabolic rate. 3.1 B + 842 30-60 th 11.

inflammatory bowel disease) Infeksi (demam dengan peningkatan suhu +5% hingga 10% tubuh > 1oC +10 % hingga 30% Luka bakar sedang. makin besar energi yang dikeluarkan dan makin besar pula kebutuhan energi perhari pasien tersebut.8 Tingkat stress % peningkatan dari garis dasar Kelaparan sebagian (penurunan berat -5 hingga +15% badan lebih dari 10%) Luka bakar ringan. patah tulang (fraktur) tunggal. ruda paksa multiple. Tabel 14. Faktor aktivitas Aktivitas pasien dan mobilitas merupakan faktor-faktor yang penting untuk dipertimbangkan. Dalam hal ini. Sasaran terapi nutrisi parenteral Tergantung pada kondisi klinis pasien. Jika diperlukan peningkatan cadangan energi. BBI pria = 50 kg + 2. masing-masing nilai stress ditambahkan sebagai faktor stress. kurang dari 4 hari +10 % sesudah operasi. Faktor Stress Kebutuhan energi juga tergantung pada tingkatan stress pasien tersebut Tabel 14. sasaran terapi nutrisi parenteral meliputi penambahan berat badan. masukan energi dikurangi 400-1000 kkal/hari.3 kg/inci > 5 kaki . BBI (Berat Badan Ideal/ Ideal Body Weight) Perhitungan BBI (dalam kg) • Jika satuan tinggi dalam kaki dan inci maka. Makin banyak aktivitas pasiean.9 Terbaring ditempat tidur dan tidak bergerak +10% Terbaring di tempat tidur dan bergerak atau +15% hingga 20% dapat duduk Bergerak di ruangan +25% 4.2. ditambahkan 400-1000 kkal/hari. patah tulang. pasien +20% hingga 70% yang menggunakan alat respirator Luka bakar yang berat Catatan : jika lebih dari satu faktor stress. Jika diperlukan pengurangan cadangan energi. penting untuk mempertimbangkan berat badan ideal pasien. penyembuhna luka dan mengurangi resiko komplikasi malnutrisi. 3. panjang multiple (multiple long bone fractures) +25% Infeksi (demam dengan peningkatan suhu +20% hingga 50% >2oC Sepsis parah.

konsentrasi solut diukur per liter larutan dan dinyatakan sebagai milimol (mmol) per liter atau kadang-kadang dalam miliekivalen (mEk) per liter. 4 cm = 45.T) x 0. dapat digunakan memperkirakan kebutuhan kalori. kalsium. Elektrolit Elektrolit digunakan untuk mengoreksi gangguan dalam homeostasis cairan dan elektrolit atau keseimbangan asam-basa dan mengembalikan keseimbangan osmotic ion-ion spesifik.89] Jika T < 152. Elektrolit yang biasa ditambahkan dalam nutrisi parenteral adalah: natrium. diterima secara luas tetapi kurang akurat. dan fosfat (infuse glukosa dapat menimbulkan hipofosfatemia).89] BBI wanita Jika T > 152.89] 5.152.400 hingga 1000 kkal) = JUMLAH = kkal/hari Catatan : Metode lain yang lebih sederhana.5 + [(152. magnesium.152.5 kg + 2. klorida.4 .5 + [(T. Miliekivalen diubah menjadi milimol dengan membaginya dengan valensi ion. Perhitungannya adalah sebagai berikut : Kebutuhan energi = 30 hingga 35 kkal/kg/hari e. asetat (merupakan precursor metabolic bikarbonat dan lebih stabil dalam larutan). 4 cm = 45. Jumlah kebutuhan energi Merupakan penjumlahan berbagai faktor yang telah dibicarakan diatas : LMD = Faktor stress = Faktor aktivitas = Penyesuaian penambahan atau pengurangan untuk mencapai sasaran perubahan berat badan (+/.10 Elektrolit .BBI wanita = 45. kalium.4 – T) x 0.fungsi dan kebutuhannya Elekrtolit (kadar Fungsi utama Rata-rata .4) x 0. 5 cm = 50 + [(T.3 kg/inci > 5 kaki • Jika satuan tinggi dalam cm maka : (Dimana T = tinggi) BBI pria Jika T > 152. Dalam praktek klinis.89] Jika T < 152. Pemberian dosis pemeliharaan elektrolit sering dilakukan kecuali bila pasien mengalami: • Kehilanhan cairan dalam jumlah yang signifikan • Kehilangan elektrolit dalam jumlah yang signifikan • Disfungsi hati • Disfungsi ginjal • Gangguan asam-basa Tabel 14.5 cm = 50 – [(152. Ketidaknormalan cairan dan elektrolit harus dikoreksi sedapat mungkin sebelum mulai memberikan nutrisi parenteral.4) x 0. Kandungan elektrolit dalam nutrisi parenteral cenderung empiris tergantung pada hasil pemantauan dalam urin dan darah.

mmol/l) Natrium Kation ekstraseluler utama (135-145) Regulasi keseimbangan air Kontraklitas neuromuskuler Kalium Kation ekstraseluler utama (3. Untuk menghitung konsentrasi kalsium dalam plasma yang “terkoreksi”: Jika konsentrasi albumin plasma sebesar[alb]g/l dan konsentrasi kalsium total terukur sebesar [Ca]mmol/l.45}mmol/l Sebagai contoh.02 × {[alb] .5.2 – 2.normal dalam serum. maka Untuk [alb]<40. kalsium terkorelasi = [Ca] .5 .6) Fosfat (0.8 – 1.7 – 1.0) Regulasi asam-basa keseimbangan kebutuhan hari (mmol) 80 – 120 per 80 – 120 Kontraklitas neuromuskuler Magnesium (0. kalsium terkorelasi = [Ca] + 0. [Ca] = 2.02 x 10) Kofaktor sistem enzim Kontraklitas neuromuskuler Mineralisasi: tulang dan gigi Kontraklitas neuromuskuler Anion intramuskuler utama Keseimbangan asam-basa Energi Anion ekstaseluler utama Keseimbangan asam .4) Klorida (95 – 105) Bikarbonat (23 – 30) (diadaptasi dari Malone 1999) Kalsium terikat pada albumin luas.0.1 + (0.02 × {40 .basa bervariasi. Hanya hasil kalsium “terkoreksi” yang memperhitungkan kadar albumin yang digunakan.[alb]}mmol/l Untuk [alb]>45.0) Kalsium* (2. menurun asidosis Bervariasilebih stabil jika asetat 10 – 30 5 – 10 5 – 14 .1 mmo/l [alb] = 30 g/l Kalsium koreksi = 2.

MINERAL Kalsium • Untuk absorpsi diperlukan vitamin D. pengaturan suhu tubuh. Pemberian mineral biasanya dimulai sejak awal pemberian NPT untuk mencegah dan mungkin juga untuk mengobati defesiensi yang ada. asam nukleat. Mineral dan Unsur Hara Adalah komponen enzim dan ko-enzim esensial dalam berbagai proses biokimia dalam tubuh (misalnya. Pada keadaan defisiensi berat mengakibatkan tetani dan konvulsi.f. selama laktasi dan pada wanita pascamenopause. sintesa. kontraktilitas otot dan kepekaan saraf. • Perbandingan kandungan kalsium dan fosfor dalam makanan dianjurkan 1 : 1. Magnesium • Magnesium mengaktivasi banyak sistem enzim (misalnya alkali fosfatase. • Fosfor penting sebagai buffer cairan tubuh. transport membran dan pencegahan kerusakan radikal bebas oleh bahan-bahan oksigen aktif). Fosfor • Terdapat pada semua jaringan tubuh dan di dalam tulang dan gigi dalam jumlah yang hampir sama dengan kalsium. Jumlah mineral yang diberikan secara intravena harus lebih sedikit dari pada yang diberikan per oral karena bila diberikan per oral hanya sebagian yang dapat diabsorpsi oleh usus. Kalium . • Bayi yang mendapat susu buatan memerlukan tambahan kalsium. leusin aminopeptidase) dan merupakan kofaktor yang penting pada fosforilasi oksidatif. • Hipomagnesemia meningkatkan kepekaan saraf dan transmisi neuromuskuler. • Kebutuhan kalsium meningkat pada masa pertumbuhan.

penggunaan kortikosteroid atau laksan jangka lama. Fluor • Fluor terdapat pada gigi dan bermanfaat untuk menurunkan insidens karies dentis terutama pada anak. Selain itu fluor juga membantu retensi kalsium pada tulang. Seng (Zn) • Zn kofaktor lebih dari 100 enzim & penting untuk metabolisme asam nukleat dan sintesis protein. • Hiperkalemia disebabkan gangguan ekskresi kalium oleh ginjal yang dapat terjadi pada pasien dengan insufisiensi korteks adrenal. • Penyebab hipokalemia lain adalah diare yang berkepanjangan terutama pada anak. • Kadarnya dalam cairan tubuh diatur oleh mekanisme homeostatik. • Absorpsi dipercepat oleh ligan berat molekul rendah yg berasal dari pankreas. ±20-30% Zn peroral diabsorpsi pada duodenum & usus halus bagian proksimal. tiamin dan biotin mengandung sulfur. • Pembatasan natrium seringkali dianjurkan pada pasien gagal jantung kongestif. gagal ginjal kronik terminal. spermatozoa. kuku. tulang dan prostat. terapi cairan parenteral yang tidak tepat atau tidak mencukupi. • Hipokalemia dapat terjadi pada anak-anak yang makanannya tidak mengandung protein. • . • Kehilangan klorida berlebihan dapat menyertai kehilangan berlebihan natrium. • Alkalosis metabolik hipokloremik dapat terjadi setelah muntah yang lama atau penggunaan diuretik berlebihan. konduksi impuls saraf dan keseimbangan dan volume cairan tubuh. sirosis hati dan hipertensi. suplementasi vitamin K yang tidak sesuai dosis atau indikasinya.2 ppm merupakan cara yang paling efisien dan ekonomis untuk menjamin asupan fluor yang cukup. atau penggunaan antagonis aldosteron Natrium • Natrium penting untuk membantu mempertahankan volume dan keseimbangan cairan tubuh. rambut.7-1. hiperaldosteronisme. gagal ginjal akut. • Didistribusikan keseluruh tubuh dan kadar tertinggi didapat pd koroid mata. • Fluoridasi air minum dengan kadar optimum 0. Penyebab hipokalemia yang paling sering adalah terapi diuretik terutama tiazid. Klorida • Klorida merupakan anion yang paling penting dalam mempertahankan keseimbangan elektrolit. Sulfur • Beberapa asam amino.Perbedaan kadar kalium (kation utama dalam cairan intrasel) dan natrium (kation utama dalam cairan ekstrasel) mengatur kepekaan sel.

• Dibutuhkan 100-300 µg/hari sampai 1 mg/hari.05-0. Vitamin Fungsi Fisiologis Kebutuhan (iv) per hari yang Disarankan (dewasa) Thiamin. • Pada orang dewasa asupan 2-5mg aman dan cukup jumlahnya. Vitamin yang lart dalam lemak (kelompok vitamin A. Vitamin Vitamin adalah substansi organik yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah kecil pada berbagai proses metabolik. hati. Molibden • Diabsorpsi dgn baik dan terdapat dalam tulang. B1 Metabolisme 3 mg karbohidrat Ko-enzim dekarboksilasi Riboflavin. • Diperkirakan asupan selenium melalui makanan telah mencukupi kebutuhan. • Kebutuhan meningkat pd anak yg sedang tumbuh & wanita hamil dan laktasi. • Defisiensi menyebabkan hiperplasia dan hipertrofi kelenjar tiroid (goiter endemik).15-0. Vitamin yang larut dalam air (kelompok vitamin B dan C) diekskresi melalui ginjal tidak disimpan dalamjumlah yang besar. hati.• Ekskresi terutama melalui feses (±2/3) Selenium • Selenium merupakan unsur enzim glutation peroksidase yang terdapat pada sebagian besar jaringan tubuh. pankreas. Vitamin dapat dibagi menjadi vitamin yang larut dalm lemak dan vitamin yang larut dalam air. terutama pada kelenjar hipofisis. Mangan • Terdapat pada mitokondria sel. Defisiensi vitamin dapat terjadi dengan cepat pada pasien kekurangan gizi (malnourished). E. g. D. • Molibden 0. Kromium • Kromium trivalen berperan sebagai kompleks kofaktor untuk insulin dan berperan pada penggunaan glukosa secara normal di dalam tubuh.2 mg/hari aman untuk orang dewasa. Vitamin tidak disintesa tubuh atau disintesa dalam jumlah yang kecil atau tidak mencukupi. ginjal.6 mg enzim flavoprotein . Yodium • Merupakan bagian dari hormon tiroid: tetrayodotironin (tiroksin) & triyodotironin. ginjal dan tulang.5 mg/hari diperkirakan cukup dan aman untuk orang dewasa dan dapat dipenuhi oleh makanan sehari-hari. K) disimpan dalam tubuh dan kecil kemungkinan kekurangan vitamin tersebut dalam waktu yang pendek. B2 Bagian dari beberapa 3. • Selenium 0.

B6 Ko-enzim pada 4 mg transformasi metabolik asam amino Asam folat o-enzim pada sintesa 400 µg purin dan pirimidin Sianokobalamin. dan faktor koagulasi lainnya II. Fungsi sel epitel Vitamin D Pemeliharaan 200 I.U.U. B12 Sintesa DNA 5µg Pemeliharaaan fungsi normal sumsum tulang (bone marrow) dan sistem syaraf Asam pantotenat Bagian dari ko-enzim A 15 mg Metabolisme karbohidrat.U. dan permasalahan dengan penggunaan kateter. Penggunaan kateter yang Niasin . lemak dan protein Sintesa asam lemak. Memelihara struktur dan integritas semua membrane Vitamin K Sintesa prothrombin 5 I. homeostasis kalsium dan fosfat Struktur tulang normal Vitamin E Antioksidan 10 I. masalah ketika pemberian “sets” atau ‘tubing”.U. sterols dan hormon steroid Biotin Proses karboksilasi 60 µg Siklus urea Sintesa aspartat Asam askorbat Hidroksilasi prolin 100 mg Pembentukan kolagen Vitamin A Penglihatan normal 3300 I.5 Komplikasi Pemberian Nutrisi Parenteral Komplikasi Mekanik Atau Teknik (2) Komplikasi mekanik atau teknik termasuk malfungsi pada sistem yang digunakan untuk pemberian larutan iv. seperti kegagalan pompa infus (pump infusion).Komponen NAD dan 40 mg NADP Sintesa asam lemak Glikolisis Respirasi jaringan Piridoksin.

Sayangnya. Komplikasi Metabolik Dan Nutrisional (2) Komplikasi metabolik dan nutrisional berhubungan dengan angka terapi nutrisi parenteral. Kateter adakalanya rusak selama penggunaan. “arterial puncture”. Infeksi terjadi ketika kateter yang dipakai pasien mengalami kolonisasi oleh invasi langsung bakteri pada tempat dimasukkannya atau pada sisi infusi kateter. Tabel 9. kolonisasi dapat terjadi setelah manipulasi ganda dari penggunaan “line” nutrisi parenteral. ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Ketika hal tersebut terjadi (kolonisasi) maka penggunaan terapi antimikroba digunakan sebagai langkah awal. berpotensi fatal. Contoh lain seperti teknik penyimpanan yang salah. Penggunaan antibiotik spektrum luas secara frekuentif dan malnutrisi merupakan faktor penentu terjadinya infeksi. Sebagai contoh. Abnormalitas Metabolik yang dihubungkan dengan Makronutrien . pendarahan. dan hematoma mungkin terjadi selama penempatan kateter. atau bisa saja dilepas dan diganti pada temapt berbeda. Komplikasi Infeksi (2) Komplikasi infeksi dapat terjadi akibat masalah sistem imun atau adanya infeksi. Abnormalitas metabolik berhubungan dengan intolerensi substrat. etiologi abnormalitas metabolik berhubungan dengan nutrisi parenteral yang secara frekuentif multifaktor. dimana “line” tersebut digunakan untuk pemberian obat lain.salah dapat berbahaya. dan ketidakseimbangan asam-basa yang telah dirangkum dalam tabel berikut. Jika masalah ini tidak dapat diperbaiki segera. kesalahan migrasi kateter ke vena yang salah atau ketidaksesuaian posisi dengan “cardiac chambers”. dan perawatan yang salah terhadap sisi yang dimasukkan. Pneumothorax. dan jika tidak diatasi. Kateter dapat pula dilepaskan dan diganti pada tempat yang sama. maka kateter dapat diganti dengan jalan pembedahan.

seperti stress metabolik yang berlanjut menjadi malnutrisi. Rute perifer juga dapat digunakan pada pasien yang tidak membutuhkan seluruh nutrien yang dibutuhkan secara intravena. II. nutrisi parenteral melaui rute perifer disarankan hanya digunakan untuk jangka waktu pendek. Rute pemberian yang normal terhadap larutan nutrisi hiperosmolar adalah melaui kateter vena sentral. Dengan pertimbangan bahwa larutan hipertonik mengiritasi vena perifer. kemudian dihubungkan dengan bagian bawah infus yang mempunyai filter berukuran 0. Prosedur pemberian NPT secara perifer (4) : • Larutan asam amino. biasanya ke dalam venan jungular atau vena subklavian.Komplikasi nutrisional lain pada terapi nutrisi parenteral dapat terjadi selama terapi (mingguan atau bulanan) sebagai hasil pemasukan yang tidak tepat sebagai partikulat nutrien. Sebagai contoh. trombosis dan obstruksi pada vena. Maksimum konsentrasi dekstrose yang digunakan adalah 12. Osmolaritas cairan yang diberikan antara 300-900 mosm/L. meyebabkan radang.5%.6 Cara Pemberian Nutrisi Parenteral Larutan dapat diinfuskan secara perifer maupun sentral.22 um. asidosis laktat dan komplikasi berbahaya lain yang berhubungan dengan defisiensi tiamin telah dilaporkan pada pasien yang menerima nutrisi parenteral tanpa suplementasi vitamin.7 Prosedur Pemberian Nutrisi Parenteral Total Nutrisi Parenteral Total Perifer Nutrien diberikan melalui vena perifer yang biasanya vena pada kaki atau tangan. Pada kondisi tertentu. asam amino 2% dan 400 mg/dl kalsium glukonas (4). II. 22 atau 24 F) atau melalui wing needle. mungkin merupakan gejala yang diperoleh akibat defisiensi berlebihan jika nutrisi tidak disediakan secara tepat. dekstrose dan lipid dapat diberikan perinfus melalui kateter plastik (No. . • Dekstrose dan asam amino dicampur pada botol yang sama.

karena hal ini menimbulkan kerugian berupa insiden trombosis tinggi. vitamin dan unsur kelumit.5 u/ml cairan II. Dapat ditambahkan mineral. biasanya tidak diberikan nutrisi enteral selama terpasang kateter arteri umbilikal. 2. 9 F sedangkan untuk bayi yang lebih besar digunakan No. Semua cairan infus disipakan oleh bagian farmasi.• • • • • • • Cairan lipid dihubungkan dengan infus diluar filter melalui bagian atas dari T-connector atau Y-connector. • Semua cairan disiapkan di bagian farmasi. V. Kateter harus diarahkan sedemikian rupa sehingga ujungnya terletak pada sambungan antara atrium kanan dan V. Saphena. • Karena tingginya resiko infeksi pada pemberian secara sentral. Cairan parenteral dan cairan lipid diganti setiap hari. konsentrasi dekstrose 15-25% (4). karena berhubungan dengan sindroma Vena Cava Superior dan erosi dinding pembuluh darah. Prosedur pemberian NPT sentral (4) : • Kateter dipasang pekutan atau melalui vena seksi. • Kateter dapat dimasukkan melalui V. Obat-obatan tidak boleh melalui cairan NPT. Obat-obatan diberikan setelah kateter dibilas dengan NaCl dan melalui cairan intravena. Sebaiknya dihindari penggunaan kateter double lumen yang lebih besar. kecuali untuk lipid diganti setiap 24 jam. Cava superior/inferior. Jugularis interna dan eksterna. 1. • Sebaiknya hindari penggunaan keteter arteri umbikalis untuk infus NPT pada BBLSR. Pada BBLSR digunakan kateter silastik yang paling kecil. V. termasuk tube dan jarum intravena harus diganti setiap 3 hari. Sebaiknya jarum intravena dipindahkan ke tempat lain setiap 48 jam. Subkalvia atau yang lebih jarang melalui V. Dapat digunakan emulsi lemak 10 atau 20% Nutrisi Parenteral Total Sentral Osmolaritas cairan yang digunakan dapat diatas 900 mosm/L. V. maka tidak boleh digunakan untuk pengambilan darah. Umbikalis atau fermoralis. 7 F. yaitu No. sama dengan pemberian perifer. • Cairan yang diberikan dengan infusion pump melalui penghubung Y atau T. pemberian obatobatan maupun transfusi. Infusion pump dibutuhkan untuk mempertahankan tetesan cairan infus agar tetap konstan. • Heparin ditambahkan dengan konsentrasi 0.8 Pemantauan Penderita . tidak dapat digunakan untuk memperoleh sampel darah. Antekubiti. Infus set.

11). BAB III PENUTUP KESIMPULAN Nutrisi parenteral total (NPT) berdasarkan cara pemberiannya dibedakan atas dua macam yaitu nutrisi parenteral total (NPT) sentral dan nutrisi parenteral total (NPT) perifer. trauma atau luka bakar. Sementrara nutrisi enteral dinaikkan kandungan subtratnya. koma yang berkepanjangan atau pasien yang menolak makanan. Protein dan albumin mula-mula dua kali seminggu. c. dan pada beberapa pasien yang mengalami gagal ginjal atau hati. Darah rutin : Pemeriksaan hemoglobin. kemudian sekali seminggu. Indikasi pemberian NPT meliputi persiapan pasien yang kekurangan gizi/makanan (undernourished) sebelum menjalani pembedahan. . gangguan saluran pencernaan yang berat atau berkepanjangan. Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan adalah: 1. kemudian dua kali seminggu. kemoterapi atau terapi radiasi.10. Sesudah tercapai nutrisi enteral yang adekuat (2/3 dari jumlah kebutuhan energi total) nutrisi enteral baru dapat dihentikan (9. operasi besar (major surgery).Kemajuan dan kemunduran keadaan umum penderita dipantau setiap harinya. hemetokrik. b. Gula darah setiap hari selama seminggu. leukosit. mulamula dua kali seminggu selanjutnya sekali seminggu. Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit harus dikoreksi sedapat mungkin sebelum diberikan nutrisi parenteral. Cara yang kami anjurkan adalah melangkah mundur menuju regimen hari pertama.9 Penghentian Nutrisi Parenteral Penghentian nutrisi parentral harus dilakukan dengan cara bertahap untuk mencegah terjadinya rebound hipoglkemia. II. Urine Volume urine diukur setiap jam. termasuk keseimbangan cairan dan elektrolitnya (bila fasilitas ada). 2. Darah a. Pada penggunaannya Nutrisi Parenteral Total (NPT) biasanya terbatas pada situasi saluran pencernaan tidak berfungsi atau tidak dapat dilalui.

PT. 2. mineral dan vitamin dalam jumlah yang tepat. elektrolit. 5. Efek samping akibat pemberian nutrisi terlalu banyak (overfeeding) termasuk disfungsi pernapasan dan hati. hal 65. Department of Pediatrics All India Institute of Medical Sciences Ansari Nagar.E. Vinod K Paul. trombosis vena (venous thrombosis)). Jakarta. protein. hal. Jakarta. Pusat Pengembangan Paliatif dan Bebas Nyeri Rsu dr.) 2007. 4. Aru W. Fakultas Kedoteran UI.N. Ramesh Agarwal. Ilmu Penyakit Dalam jilid I ed. Terapi Nutrisi Pada Penderita Kanker. American Society for Parenteral and Enteral Nutrition (A. 3. M. Parenteral nutrition. Ashok Deorari. IV. New Delhi –110029.org. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam.66. Nutrisi enteral lebih murah. ekstravasasi akibat penempatan ujung kateter yang kurang tepat serta gangguan cairan dan metabolik. Anu Thukral .www. Indryani. . 2006.P. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.S. Komplikasi pemberian makanan secara parenteral meliputi infeksi lewat kateter. Farmasi Klinik. Deepak Chawla. ASLAM. 2003.nutritioncare. lebih aman dan secara fisiologis lebih dapat diterima daripada nutrisi melalui intravena dan merupakan rute pilihan untuk pasien yang membutuhkan tambahan nutrisi yang dapat diberikan melalui saluran pencernaan. 225-227. Soetomo – Fk Unair Surabaya. Division of Neonatology. W. karbohidrat. DAFTAR PUSTAKA 1.Formula NPT harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi masing masing individu dan mengandung : cairan. lemak. Sudoyo.

1999. Medan. Surya B. Ramli M. 8. Wilson. Jalur Nutrisi Parenteral. 10. Modern Nutrition in Health and Disease. 11. A. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Ilmu Penyakit hati. 7. Jakarta. Adam Malik. 2005. Pankreas. dan Peritoneum.6. 9th edition. Jakarta. S. Practical Aspects of Nutritional Supports: an Advanced Practice Guide. 2006. Kandung Empedu. 3. Penerbit Buku Kedokteran. Lippincott Williams & Wilkins. dan Lorraine M. Persatuan Ahli Penyakit Dalam. . 2006. Majalah Kedokteran Nusantara Volume 39 No. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Unhas/ RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Balai Penerbit FK UI. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. 2004. Saunders. Departemen Ilmu Bedah/Sub Bagian Bedah Digestif FK-USU/RSUP H. Konsep Dasar Nutrisi Parenteral. 2006. 9. Price.