You are on page 1of 9

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Baja (steel) adalah material yang paling banyak dan umum digunakan di dunia industri, hal ini karena baja memberikan keuntungan – keuntungan yang banyak yaitu pembuatannya mudah dan ekonomis. Baja pada dasarnya adalah bentuk perpaduan suatu logam dengan logam induk (base metal) besi (Fe), berdasarkan pengertian ini maka baja diklasifikasikan menjadi dua kelompok besar yaitu baja karbon dan baja paduan (selain karbon). Salah satu pemanfaatan baja di dunia teknik adalah sebagai bahan atau material konstruksi (struktur) pada bangunan – bangunan seperti pada jembatan, tower, dan rangka gedung. Jenis – jenis baja kontruksi umumnya sangat banyak sekali baik menurut standard ASTM, DIN, JIS, BS dan lain-lain. Baja – baja yang digunakan pada konstruksi umumnya memiliki spesifikasi tegangan (tensile strenght) yang jelas. Karena dasar pemilihan baja kontruksi untuk pembuatan suatu bangunan didasarkan pada kekuatan dari baja tersebut. Oleh karena itu pada standard DIN dan JIS pada pengkodean baja konstruksi, dijelaskan berapa tegangan maksimal yang masih bisa bekerja pada tiap – tiap baja. Misal DIN St 37 artinya kekuatan tarik maksimum yang diperbolehkan adalah 37 Mpa (N/mm2). Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam pemilihan material konstruksi. Pada praktikum ini praktikan memilih baja DIN St 37 (baja konstruksi) sebagai spesimen untuk dilakukan proses metalografi (foto mikro). Diharapkan dengan melakukan pengujian tersebut praktikan mampu mengerti struktur mikro dari baja St 37 dan beberapa kakakteristik mekanik dari paduan ini. I.2 Tujuan Praktikum ini memiliki tujuan antara lain sebagai berikut : 1. Mengetahui struktur mikro beserta fasa – fasa yang ada pada baja St 37 2. Mengetahui sifat – sifat mekanik pada baja St 37

Laporan Praktikum Metalurgi 2 Teknik Material dan Metalurgi FTI-ITS

Parindra Kusriantoko 2710.100.066

1

3 Diagram alir (flow chart) Praktikum Start Menyiapkan spesimen uji dan alat Pemotongan Spesimen Mounting Grinding Polishing Etching Pengamatan metalografi dan pengambilan foto Finish Laporan Praktikum Metalurgi 2 Teknik Material dan Metalurgi FTI-ITS Parindra Kusriantoko 2710.I.066 2 .100.

1000. 7.3 Peralatan Menunjang yang Digunakan Pada praktikum ini peraltan yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Mikroskop optis dengan kamera pengambil foto metalografi dengan kapasitas sampai 1000x perbesaran.066 3 . dan 2000. 5. Laporan Praktikum Metalurgi 2 Teknik Material dan Metalurgi FTI-ITS Parindra Kusriantoko 2710. Proses pemotongan dilakukan secara mekanik dengan menggunakan gergaji agar tidak menimbulakan overheating yang dapat menyebabkan kerusakan secara metalurgis (perubahan fasa) pada spesimen. Kertas gosok dengan grid 180. 400. 6.100.25 sampai 1 inch. 600.1 Standar Pengujian Standar pengujian yang digunanakan dalam preparasi specimen uji metalografi ini adalah ASTM E3 II. Etching reagent dengan menggunakan Nital dengan komposisi seperti pada table 2.BAB II METODE PELAKSANAAN II.4 Prosedur Pelaksanaan 1. 1500. Pemotongan Spesimen (cutting) Berdasarkan pada ketentuan ukuran diameter spesimen berkisar antara 0. 2.2 Material yang Digunakan Material yang digunakan dalam praktikum ini adalah baja St 37 II. Resin cair dan katalis beserta cetakan dari PVC yang berdiameter < 3 cm. Tabel 2. Dengan alasan lebih kecil atau lebih besar dari ketentuan di atas akan menyulitkan dalam proses penggosokan. 9 Metallography and Microstructures II. 4. 3. Hydraulic mounted specimen press. 800. Untuk meratakan permukaan digunakan gerinda. Mesin grinding .1 Komposisi kimia Nital HNO3 2 mL Alkohol (95%) 98 mL Diambil dari buku ASM Handbook Vol.1. 1200. 320. Mesin polishing dan kain beludru (servyt). 240.

Pada praktikum ini mounting yang digunakan adalah resin. Beberapa bahan yang sering digunakan untuk mounting adalah thermoplastik seperti resin yang mencair pada temperatur 150o C. Sebelum difoto specimen harus dipress dahulu dengan menggunakan Hydraulic mounted specimen press. 6. Metode yang digunakan pada proses pengetsaan ini adalah metode swab.066 4 . Berdasarkan referensi yang ada untuk specimen paduan aluminium maka larutan etsa yang digunakan adalah adalah larutan nital dengan komposisi seperti pada tabel 2. Pengampelasan (grinding) Proses pengampelasan dilakukan dengan menggunakan grid 180 sampai 2000. Pemolesan dilakukan hingga goresan yang terjadi akibat pengampelasan menghilang.2. Foto mikro Foto mikro dilakukan dengan mikroskop khusus untuk metalografi. 5. Pemolesan (polishing) Pemolesan dilakukan dengan menggunakan metal polish dan dengan menggunakan mesin polish yang di bagian atas piringannya diberi lapisan kain beludru (servyt). Laporan Praktikum Metalurgi 2 Teknik Material dan Metalurgi FTI-ITS Parindra Kusriantoko 2710. Pengetsaan (etching) Pengetsaan dilakukan dengan menggunakan larutan yang sesuai dengan specimen yang digunakan. 4. Benda kerja yang kecil akan sangat sukar dipegang sehingga diperlukan proses mounting ini.100. Mounting Proses mounting dilakukan untuk mempermudah dalam proses pengampelasan dan polishing. 3. Perbesaran yang diambil mulai dari 500x sampai 1000x.1.

2 St 37. Nital dengan perbesaran 500x Perlit ferit Gambar 3.066 5 .1 Data Dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan hasil metalografi baja St 37 sebagai berikut: Gambar 3. Nital dengan perbesaran 1000x Laporan Praktikum Metalurgi 2 Teknik Material dan Metalurgi FTI-ITS Parindra Kusriantoko 2710.1 St 37.BAB III DATA DAN PEMBAHASAN III.100.

Proses pendinginan baja hipoeutectoid.Tabel 3.2 Pembahasan Setelah dilakukan foto mikro pada baja St 37. A Gambar 3.1 dan 3.045 P 0. Terbentuknya perlit ini dimulai dengan terbentuknya inti sementit (biasanya pada butir austenit). Inti ini akan bertumbuh dengan mengambil sejumlah karbon dari austenit di sekitarnya.2.co. Unsur yang mempengaruhi adanya struktur ini adalah kadar karbon yang rendah (hipoeutectoid) hal ini dapat dilihat pada diagram fasa Fe-Fe3C di bawah ini.045 Fe sisanya Diambil dari steelstrip.uk (A guide to hot and cold rolled steel strip) III.40 0.100. Laporan Praktikum Metalurgi 2 Teknik Material dan Metalurgi FTI-ITS Parindra Kusriantoko 2710.3 yang dinyatakan oleh garis A.17 %. seperti ditunjukan pada gambar 3.066 6 .17 1.1 Prosentase komposisi kimia St 37 C Mn S 0. struktur yang diperoleh adalah ferit (α) dan perlit (α + Fe3C) seperti yang ditunjukkan pada gambar 3.3 Diagram fasa Fe-Fe3C (diambil dari buku Materials Science and Engineering An Introduction – Callister and Rethwisch ) Sebagai ilustrasi akan dijelaskan pendinginan St 37 secara equiribium dengan kandungan karbon 0.

uk (A guide to hot and cold rolled steel strip) Laporan Praktikum Metalurgi 2 Teknik Material dan Metalurgi FTI-ITS Parindra Kusriantoko 2710. yaitu dengan mengambil besi dari austenit di sekitarnya. antara sementit dan ferit. sehingga austenit di sekitar ferrit itu akan kelebihan karbon dan mulai membentuk sementit di sebelah ferrit yang ada.4 Schematic representations of the microstructures for an iron–carbon alloy of hypoeutectoid composition C0 (containing less than 0.Karenanya austenit di sekitar inti sementit itu akan kehabisan karbon dan austenit dengan kadar karbon sangat rendah ini pada temperatur ini akan menjadi ferrit( transformasi allotropik).2 Mechanical properties Baja St 37 Material Yield min ST-37 235 Tensile 360/510 Diambil dari steelstrip.co. Gambar 3.066 7 . sehingga diperoleh struktur yang berselang-seling. (diambil dari buku Materials Science and Engineering An Introduction – Callister and Rethwisch ) Tabel 3.76 wt% C) as it is cooled from within the austenite phase region to below the eutectoid temperature. Ferrit ini juga akan bertumbuh.100. Demikian seterusnya.

Baja St 37 memiliki property mekanik seperti yang ditunjukkan pada tabel 3. Baja St 37 pada keadaan temperature kamar memiliki fasa ferit (α) dan sementit (Fe3C) dengan struktur mikro ferit (α) dan perlit (α + Fe3C). 2.BAB IV KESIMPULAN Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan : 1.066 8 .2. Laporan Praktikum Metalurgi 2 Teknik Material dan Metalurgi FTI-ITS Parindra Kusriantoko 2710.100.

2010. William D.066 9 .uk/structural_steels.inc. Diakses pada tanggal 16 mei 2012 pukul 20. ASM Handbook Vol 09: Metallography and Microstructures 9th Edition . USA : John Willey & Sons . 1985.steelstrip. Surabaya : ITS Surabaya Suherman. Suherman.DAFTAR PUSTAKA Anonim.co. Wahid. 2003. and Rethwisch. Ilmu Logam I.. Materials Science and Engineering An Introduction 8th Edition. Wahid. Ilmu Logam II. 1999.100. Surabaya : ITS Surabaya Laporan Praktikum Metalurgi 2 Teknik Material dan Metalurgi FTI-ITS Parindra Kusriantoko 2710. USA : ASM International. Callister. 2012. ASM International Team.00 WIB. David G.htm. http://www.