You are on page 1of 36

MAKALAH DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM

(Landasan Filosofis dan Psikologis Pengembangan Kurikulum)

Disusun oleh : Dika Pratiwi Budianto (1213 23 1!) "#ang $ufidin %o&a Dwi'antara *enn+ Ferli ,enn+ $agita , (1213 23 ) (1213 23 ()) (1213 23 ) (1213 23 )

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PENDIDIKAN KIMIA UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2013/2014

Kata Penganta

Pu#i s+ukur kami 'an#atkan kehadirat -llah $,. atas rahmat dan hida+ah/ %+a sehingga 'enulis da'at men+elesaikan makalah Konsep Kurikulum. 0akalah ini disusun untuk melengka'i salah satu tugas mata kuliah Dasar Pengembangan Kurikulum1 Dengan adan+a makalah ini dihara'kan mahasiswa nantin+a da'at men#adi 'enga#ar +ang bertanggung #awab dalam menghada'i 'eserta didikn+a serta memahami makna kurikulum dengan sebaikn+a sehingga mam'u men2etak generasi masa de'an +ang berguna bagi bangsa dan negara1 -khirn+a semoga makalah ini bermanfaat bagi kami dan bagi 'ara 'emba2an+a3 mohon maaf a'abila terda'at kekurangan dalam 'en+usunan makalah ini1

Bandar Lam'ung3 2 $e'tember 2 13

Pen+usun

i

DAFTAR ISI

K-.- P4%5-%.-61111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111i D-F.-6 7$7111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111ii B-B 7 P4%D-8"L"-% 111 Latar Belakang111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111 112 6umusan 0asalah1111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111112 113 .u#uan Penulisan111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111112 B-B 77 P40B-8-$-% 211 Landasan Filosofi11111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111 21111 Dasar/dasar filsafat Dewe+11111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111 21112 .eori Pendidikan Dewe+11111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111 212 Landasan Psikologi11111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111 21211 Psikologi Perkembangan111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111 a1 b1 $umber Pengembangan Kurikulum1111111111111111111111111111111111111111111111111111 Desain dan 6eka+asa Kurikulum1111111111111111111111111111111111111111111111111111111

21212 Perkembangan .eori Kurikulum111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111 B-B 777 P4%"."P

ii

-K- ii .311 Kesim'ulan11111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111 D-F.-6 P"$.

itik sam'ai berarti kurikulum harus dikembangkan sedemikian ru'a sehingga da'at merealisasi 'erkembangan tertentu3 se'erti dam'ak kema#uan ilmu 'engetahuan dan teknologi tuntutan/tuntutan se#arah masa lalu3 'erbedaan latar belakang murid3 nilai/nilai mas+arakat3 dan tuntutan kultur tertentu1 Landasan 'sikologis 'engembangan kurikulum menuntut kurikulum untuk mem'erhatikan dan mem'ertimbangkan as'ek 'eserta didik dalam 'elaksanaan kurikulum sehingga nantin+a 'ada saat 'elaksanaan kurikulum 1 .BAB I PENDAHULUAN I!1! Lata Be"a#ang Pendidikan mem'un+ai 'eran +ang sangat 'enting dalam keseluruhan as'ek kehidu'an manusia1 8al itu disebabkan 'endidikan ber'engaruh langsung terhada' 'erkembangan manusia3 'erkembangan seluruh as'ek ke'ribadian manusia1 Kalau bidang/bidang lain se'erti ekonomi3 'ertanian3 arsitektur3 dan sebagain+a ber'eran men2i'takan sarana dan 'rasarana bagi ke'entingan manusia3 'endidikan berkaitan langsung dengan 'embentukan manusia1 Pendidikan menentukan model manusia +ang akan dihasilkan1 Landasan 'engembangan kurikulum da'at men#adi titik tolak sekaligus titik sam'ai1 .itik tolak berarti 'engembangan kurikulum da'at didorong oleh 'embaharuan tertentu se'erti 'enemuan teori bela#ar +ang baru dan 'erubahan tuntutan mas+arakat terhada' fungsi sekolah1 .

a'a +ang men#adi tu#uan kurikulum akan ter2a'ai se2ara o'timal1 $ehingga unsur 'sikologis dalam 'engembangan kurikulum mutlak 'erlu di'erhatikan1 Dalam 'roses 'engembangan sebuah kurikulum ban+ak hal +ang 'erlu di'erhatikan3 diantaran+a landasan dalam 'engembangann+a1 Landasan 'engembangan kurikulum diantaran+a3 landasan fisiologis3 landasan 'sikologis3 landasan sosial dan buda+a3 mau'un'erkembangan ilmu dan teknologi1 Dari sekian landasan tadi3 akan dibahas landasan fisiologis3 landasan 'sikologis dari 'engembangan kurikulum I!2! R$%$&an Ma&a"a' -da'un rumusan masalah 'ada makalah ini adalah sebagai berikut: 1.1 <1 =1 )1 !1 1 1 I!3! T$($an 1. "ntuk men#elaskan Pengertian dari Landasan Filosofis "ntuk memahami 'erbedaan 'endekatan antara ilmu dengan filsafat dalam mengka#i atau memahami alam semesta "ntuk menlaskan tiga 2abang filsafat dalam landasan filosofis "ntuk men#elaskan dasar/dasar filsafat menurut dewe+ 2 21 31 (1 . 9elaskan Pengertian dari Landasan Filosofis : -'a 'erbedaan 'endekatan antara ilmu dengan filsafat dalam mengka#i atau memahami alam semesta : 9elaskan tiga 2abang filsafat dalam landasan filosofis : 9elaskan dasar/dasar filsafat menurut dewe+ : -'akah 'endidikan menurut dewe+ : -'a +ang dimaksud dengan kondisi 'sikologis: 9elaskan tentang Psikologi 'erkembangan : 9elaskan metode/metode 'endidikan dalam 'sikologi 'erkembangan : 9elaskan teori 'erkembangan dalam 'sikologi 'erkembangan : 9elaskan tentang 'sikologi bela#ar : 21 31 (1 .

.1 <1 =1 )1 !1 1 1 "ntuk mengetahui 'engertian 'endidikan menurut dewe+ "ntuk mengetahui +ang dimaksud dengan kondisi 'sikologis "ntuk men#elaskan tentang Psikologi 'erkembangan "ntuk men#elaskan metode/metode 'endidikan dalam 'sikologi 'erkembangan "ntuk men#elaskan teori 'erkembangan dalam 'sikologi 'erkembangan "ntuk men#elaskan tentang 'sikologi bela#ar 3 .

BAB II PEMBAHASAN Dalam sebuah sistem 'endidikan mem'un+ai 'eranan 'enting untuk keseluruhan as'ek kehidu'an manusia1 Karena dalam 'endidikan itu sendiri mem'un+ai 'engaruh langsung terhada' 'erkembangan seluruh as'ek ke'ribadian manusia1 Di dalam sebuah 'endidikan'un dibuthkan sebagai ran2angan 'endidikan +ang 'un+a kedudukan +ang men2aku' sentral dalam kegiatan 'endidikan3 diantaran+a menentukan 'roses 'elaksanaan dan hasil 'endidikan1 Karena kurikulum 'un+a 'eranan +ang sangat 'enting dalam 'rosesn ber#alann+a 'roses 'endidikan3 sehingga 'embuatan kurikulum tidak bisa dibuat se2ara sembarangan1 Dalam 'en+usunan kurikulum itu sendiri3 dibutuhkan landasan/ landasan +ang kuat3 +ang didasarkan atas hasil/hasil 'emikiran dan 'enelitian +ang mendalam1 9ika dianalogikan se'erti sebuah bangunan +ang dalam 'embuatann+a3 harus mem'un+ai 'ondasi +ang kuat3 #ika 'ondasin+a sendiri tidak kuat maka sebuah bangunan itu akan ambruk1 Begitu'un +ang ter#adi 'ada landasan 'endidikan khususn+a 'ada kurikulum +ang meru'akan 'ondasi 'endidikan1 Dalam 'embuatann+a harus kuat dan kokoh3 karena #ika kurikulumn+a lemah maka akan ambruk manusian+a1 Landasan utama dalam 'embuatan dan 'engembangan kurikulum harus berlandaskan diantaran+a landasan filosofis3 landasan 'sikologis3 landasan sosial 4 .

buda+a dan landasan ilmu dan teknologi1 %amun dalam 'embahasan makalah ini lebih menekankan ke'ada landasan filosofis dan landasan 'sikologis1 2!1 Lan)a&an F*"+&+.* 9ika 'ada 'embahasan awal sudah dibahs bahwa 'endidikan meru'akan interaksi antar manusia3 antar 'endidik dan terdidik untuk men2a'ai tu#uan 'endidikan1 Di dalam interaksi itu sendiri berisikan isi +ang diinteraksikan dan 'roses bagaimana interaksi berlangsung1 $e2ara harafiah3 filosofi: >2inta dan kebi#akan?1 @rang +ang bela#ar filsafat lebih menekankan ke'ada agar orang mengerti dan berbuat se2ara bi#ak1 Dan agar mengerti kehidu'an dan berbuat se2ara bi#ak harus tahu atau ber'engetahuan1 Pengetahuan di'eroleh dari 'roses berfikir3 +aitu berfikir se2ara sistematis3 logis dan mendalam1 Bila dalam filsafat3 'emikiran +ang se'erti ini disebut 'emikiranm radikal dimana berfikir sam'ai dasar1 $e2ara akademik filsafat diganakan untuk menggambarkan dan men+atakan suatu 'andangan +ang sistematis dan kom'erehensif tentang alam semesta dan kedudukan manusia di dalamn+a1 Di dalam berfilsafat menangka' sino'si 'eristiwa/'eristiwa +ang sim'ang siur dalam 'engalaman manusia1 $uatu 2abang ilmu 'engetahuan mengka#i suatu bidang 'engetahuan manusia3 dan daerah 2aku'ann+a terbatas1 Dalam filsafat itu sendiri3 men2aku' keseluruhan 'engetahuan manusia3 +aitu berusaha melihat segala +ang ada sebagai satu kesatuan +ang men+eluruh dan men2oba mengetahui kedudukan manusia di dalamn+a1 9ado3 sering dikatakan filsafat sebagai ibu dari segala ilmu1 -da 'erbedaan antara ilmu dengan ilmu filsafat dalam mengka#i atau memahami alam semesta ini1 Pada 5 .

e/ 2!1!2 Te+ * Pen)*)*#an De.e/ Pendidikan menurut Dewe+ diibaratkan suatu kehidu'an +aitu dari 'erkembangan se#ak lahir hingga menu#u kematian1 Berdasarkan 'ern+ataan tersebut da'at diartikan bahwa 'roses 'endidikan berasal dari 'endidikan tersebut bukan dari luar1 Proses 'endidikan sendiri bersifat kontinu3 +aitu reorganisasi3 rekontruksi3 dan 'engubahan 'engalaman hidu'1 8ubungan antar sifat kontinu tersebut bahwa 'endidikan meru'akan reorganisasi dan rekontruksi +ang konstan dari suatu 'engalaman1 Pada setia' waktu3 tentu ada tu#uan dan 'erbuatan 'endidikan agar tu#uan tersebut ter2a'ai1 $etia' fase 'erkembangan hidu' +aitu masa kanak/ 6 .ilmu menggunakan 'endekatan analitik3 +aitu menguraikan keseluruhan dalam bagian/bagian +ang ke2il dan lebih ke2il13 sedangkan 'ada filsafat merangkum atau mengintegrasikan bagian/bagian ke dalam satu kesatuan +ang men+elurh dan bermakna1 Dalam filsafat terbagi atas metafisika3 e'istomologi3 dan aksilogi1 Filsafat membahas 'ermasalahan +ang dihada'i oleh manusia termasuk masalah/masalah 'endidikan1 7nilah +ang disebut sebagai filsafat 'endidikan1 8ubungan erat antara filsafat dan filsafat 'endidikan menurut Donald Butler1 $edangkan3 menurut Dewe+ hubungan antara filsafat dan filsafat 'endidikan adalah sama1 Dan di bawah ini akan di#elaskan se2ara rin2i mengenai filsafat 'endidikan menurut Dewe+1 2!1!1 Da&a -)a&a F*"&a.at De.

kanak3 masa 'emuda3 dan dewasa meru'akan bagian dari fase 'endidikan dimana semua hal +ang di'ela#ari 'ada masa itu meru'akan suatu 'engalaman1 Pengalaman +ang baik tentu membutuhkan waktu +ang akan melengka'i atau mem'erbaiki Pendidikan meru'akan suatu lembaga +ang konstruktif untuk mem'erbaiki 'erkembangan mas+arakat mas+arakat +ang se2ara realisasin+a keseluruhan dalam bukan bentuk han+a direalisasikan sa#a 'ada 'erkembangan anak/anak dan 'erkembangan 'emuda sa#a1 .u#uan 'endidikan terletak 'ada 'roses 'endidikan +ang membentuk 'engertian/'engertian tentang benda3 hubungan/hubungan dan segala sesuatu sendiri dimana tu#uann+a adalah untuk men2a'ai suatu kehidu'an +ang demokratis3 +aitu sebagai 2ara hidu' bersama3 'engalaman bersama3 dan komunikasi bersama1 $edangkan menurut 9ohn Dewe+3 'endidikan tidak memiliki tu#uan3 melainkan han+a orangtua3 guru3 dan mas+arakatlah +ang memilikin+a1 Pendidikan da'at 'ula diartikan sebagai suatu 'ertumbuhan1 -da'un s+arat 'ertumbuhan adalah adan+a kebelumdewasaan (kemam'uann+a akan berkembang)1 Kebelumdewasaan sendiri bukan berarti negatif melainkan 'ositif3 kemam'uan3 ke2aka'an3 dan kekuatan untuk tumbuh sehingga da'at diartikan suatu anak memiliki semangat untuk berbuat dengan melakukann+a sendiri bukan dengan a'a +ang diberikan oleh orang lain1 Kebelumdewasaan sendiri da'at dibagi men#adi dua3+aitu kebergantungan dan 'lastisitas1 Kebergantungan diartikan sebagai suatu kemam'uan untuk men+atakan hubungan sosial +ang nantin+a akan men+ebabkan indi&idu tersebut matang dalam hubungan sosial1 $elain itu akan tumbuh kemam'uan inter'edensi atau saling kebergantungan antar anggota mas+arakat satu dengan lainn+a1 $edangkan 'lastisitas adalah kemam'uan untuk berubah dimana memiliki ke2aka'an menggunakan keadaan lingkungan sebagai alat untuk men2a'ai tu#uan dan bersifat aktif mengubah lingkungan1 7 .

0enurut 9ohn Dewe+3 'endidikan meru'akan 'ertumbuhan dimana dimulai se#ak lahir dan berakhir 'ada saat kematian1 $ama haln+a dengan 'roses bela#ar1 Pendidikan menurutn+a adalah 'engalaman dimana meru'akan suatu 'roses +ang berlangsung terus/menerus1 Pengalaman dibagi men#adi dua3 +aitu aktif dan 'asif1 Pengalaman +ang aktif ter#adi #ika seorang tersebut berbuat3 berusaha3 men2oba dan mengubah sehingga orang tersebut mengalami sesuatu1 $edangkan 'engalaman +ang 'asif3 +aitu #ika seorang han+a menerima dan mengikuti sehingga han+a menerima akibat dan hasil dari hal tersebut1 Bela#ar dari 'engalaman sendiri da'at membawa 'ada kema#uan atau kemunduran dimana tinggal nantin+a orang tersebut akan merasa senang atau menderita sebagai akibat dari 'engalaman +ang diikutin+a1 Pengalaman +ang efektif adalah 'engalaman +ang reflektif1 -da lima langkah ber'ikir reflektif menurut 9ohn Dewe+3 +aitu: 11 0erasakan adan+a keraguan3 kebingungan +ang menimbulkan masalah 21 31 (1 .1 0engadakan inter'retasi tentati&e (merumuskan hi'otesis) 0engadakan 'enelitian atau 'engum'ulan data +ang 2ermat 0em'eroleh hasil dari 'engu#ian hi'otesis tentati&e 8asil 'embuktian sebagai sesuatu +ang di#adikan dasar untuk berbuat -da'un langkah/langkah ini digunakan sebagai metode bela#ar dalam 'endekatan 'endidikan +ang meru'akan 'ro+ek dari 9ohn Dewe+1 Bela#ar menurut metode ini sama haln+a se'erti 'endidikan3 +aitu 'roses 'ertumbuhan3 bela#ar3 dan berfikir +ang di#adikan satu1 8 .

Dalam 'en+usunan bahan 'enga#aran bukan semata/mata diambil dari buku kemudian diklasifikasikan begitu sa#a3 teta'i anak/anak +ang aktif3 anak/anak +ang beker#a3 dan anak/anak +ang bereks'erimen1 0enurut Dewe+ sendiri3 dalam 'en+usunan bahan 'enga#aran haruslah memertahikan s+arat/s+arat sebagai berikut : 11 Bahan a#aran hendakn+a konkret3 di'ilih +ang benar/benar berguna dan dibutuhkan3 di'ersia'kan se2ara sistematis3 dan mendetail 21 Pengetahuan +ang telah di'eroleh sebagai hasil bela#ar3 hendakn+a ditem'atkan dalam kedudukan +ang berarti3 +ang memungkinkan dilaksanakann+a men+eluruh Peran guru +aitu harus menem'atkan diri dalam seluruh interaksi dengan kebutuhan3 kemam'uan3 dan kegiatan siswa1 0etode menga#ar +ang digunakan'un harus fleksibel dan menimbulkan sika' inisiatif bagi siswa1 $ekolah sendiri meru'akan suatu lingkungan +ang memiliki 'eranan dan fungsi khusus1 -da'un fungsi/fungsi khusus dari sekolah tersebut adalah 11 0en+ediakan lingkungan +ang disederhanakan3 karena siswa tidak akan mam'u memahami seluruh mas+arakat +ang sangat kom'leks 21 0embentuk mas+arakat +ang akan datang men#adi lebih baik dimana siswa tidak bela#ar dari masa lam'au3 teta'i bela#ar dari masa sekarang untuk mem'erbaiki masa datang 31 0en2ari keseimbangan dari berma2am/ma2am unsur +ang ada dalam lingkungan1 $ekolah memberikan 'engarahan sosial3 dengan 2ara mendorong kegiatan/kegiatan +ang berdifat instrinsik3 dalam suatu arah +ang sesuai dengan kebutuhan mas+arakat ($ukmadinata3 1!!= : (1A(()1 kegiatan baru3 dan kegiatan +ang lebih 9 .

)1 2!2 Lan)a&an P&*#+"+g*& 10 .Dalam sekolah 'rogresif3 +ang sekolahn+a ber'atokan 'ada metode 9ohn Dewe+1 Pandangan 'rogresi&isme mengenai konse' bela#ar bertum'u 'ada anak didik1 Disini anak didik di'andang sebagai makhluk +ang mem'un+ai kelebihan3 dibandingkan makhluk lain3 +aitu akal dan ke2erdasan1 Dan dalam 'roses 'endidikanlah 'eserta didik dibina untuk meningkatkan keduan+a1 0enurut 'rogresi&isme3 'roses 'endidikan mem'un+ai dua segi3 +aitu 'sikologis dan sosiologis1 Dari segi sosiologis3 'endidik harus da'at mengetahui tenaga/tenaga atau da+a/da+a +ang ada 'ada anak didik +ang akan dikembangkan (.ugas guru adalah memberikan bimbingan dan mengusahakan ker#asama se2ara indi&idual dimana 'ara siswa dibagi/bagi men#adi kelom'ok/kelom'ok dan beker#asama dalam kelom'ok tersebut serta guru diusahakan men#adi anggota kelom'ok tersebut 'ula1 8al ini karena guru bukanlah di2tator3 melainkan 'emim'in dalam kegiatan kelom'ok tersebut ($ukmadinata3 1!!= : (.antri3 2 12)1 $umber dari 2ontrol sosial 'ada 'endidikan terletak 'ada sifat kegiatann+a +ang berisi kan ker#asama sosial1 Di dalam ker#a sosial ini3 siswa mem'un+ai kesem'atan untuk memberikan sumbangan dan untuk memikul tanggung #awab1 Didalam kelas3terbentuk 'ula organisasi sosial dimana siswa mem'un+ai kesem'atan untuk memberikan 'artisi'asi +ang meru'akan 2ontrol sosial1 Kontrol sosial sendiri tidakada 'eraturan umum3 karena hal tersebut tidak berasal dari luar melainkan timbuk dari kegiatann+a sendiri1 .

ugas utama guru adalah membantu mengo'timalkan 'erkembangan 'eserta didik tersebut1 @leh karena itu3 melalui 'enera'an landasan 'sikologi dalam 'engembangan kurikulum3 tiada lain agar u'a+a 'endidikan +ang dilakukan da'at men+esuaikan dengan hakikat 'eserta didik1 Pen+esuaian +ang dimaksud berkaitan dengan segi materi atau bahan +ang harus disam'aikan3 'en+esuaian dari segi 'roses 'en+am'aian atau 'embela#arann+a3 dan 'en+esuaian dari unsur/unsur u'a+a 'endidikan lainn+a1 -'a +ang dididikan dan bagaimana 2ara mendidikn+a 'erlu disesuaikan dengan tingkat dan 'ola/'ola 'erkembangan anak1 Karakteristik 'erilaku 'ada berbagai tingkat serta 'ola/'ola 'erkembangan anak men#adi bagian dari 'sikologi 'erkembangan1 $ementara itu3 model/model atau 'endekatan 'embela#aran mana +ang da'at memberikan +ang o'timal3 dan bagaimana 11 .Psikologi meru'akan salah satu landasan dalam 'engembangan kurikulum +ang harus di'ertimbangkan oleh 'ara 'engembang1 8al ini dikarenakan 'osisi kurikulum dalam 'roses 'endidikan memegang 'eranan +ang 'enting1 Dalam 'roses 'endidikan ter#adi interaksi antar manusia3 +aitu antara anak didik dengan 'endidik3 dan #uga antara anak didik dengan manusia/manusia lainn+a1 0anusia berbeda dengan makhluk lainn+a karena kondisi 'sikologisn+a1 kondisi 'sikologis adalah kondisi karakteristik 'sikofisik manusia sebagai indi&idu3 +ang din+atakan dalam berbagai bentuk 'erilaku dalam interaksin+a dengan lingkungan1 Perilaku/'erilaku tersebut meru'akan manifestasi dari 2iri/2iri kehidu'ann+a3 baik +ang nam'ak mau'un +ang tidak nam'akB baik 'erilaku kognitif3 afektif mau'un 'sikomotor1 7nteraksi +ang ter2i'ta didalam situasi 'endidikan harus sesuai dengan kondisi 'sikologis dari anak didik dan 'endidik1 7nteraksi 'endidikan di rumah berbeda dengan di sekolah1 7nteraksi antara anak dengan guru 'ada tingkat sekolah dasar berbeda dengan 'ada tingkat sekolah menengah 'ertama dan atas1 -nak didik meru'akan indi&idu +ang sedang berada dalam 'roses 'erkembangan1 .

7stilah ini 'ada mulan+a berasal dari kata dalam bahasa Cunani +aitu >psyche”.'roses 'elaksanaann+a memerlukan studi +ang sistematik dan mendalam1 $tudi +ang demikian meru'akan bidang 'engka#ian dari 'sikologi bela#ar1 Dengan demikian3 'aling tidak ada dua bidang 'sikologi +ang harus menda'at 'erhatian 'ara 'engembang kurikulum3 +akni 'sikologi 'erkembangan dan 'sikologi bela#ar1 Keduan+a sangat di'erlukan terutama di dalam 'roses 'emilihan dan 'en+usunan isi 'endidikan serta 'roses mendidik atau menga#ar1 8al ini dimaksudkan agar anak didik da'at dila+ani se2ara 'ro'orsional 2!2!1 P&*#+"+g*& Penge%0angan Psikologi meru'akan sebuah istilah +ang berasal dari bahasa 7nggris3 +aitu >psychology”. berarti3 #iwa atau da+a hidu'3 sedangkan >logos” berarti ilmu1 9adi se2ara harafiah3 >psychology” berarti ilmu +ang meme'ela#ari tentang ke#iwaan atau >7lmu 9iwa >1 0enurut 'ara ahli 'sikologi3 'engertian 'sikologi se2ara istilah adalah sebagai berikut : • • • 0eru'akan ilmu tentang kesadaran manusia1 0eru'akan ilmu +ang mem'ela#ari 'rilaku dan 'roses mental1 0eru'akan ilmu tentang akti&itas/akti&itas indi&idu ( meli'uti 'erilaku motorik3 kognitif3 dan emosi )1 • 0eru'akan ilmu +ang mem'ela#ari tentang #iwa3 dimana #iwa termanifestasi dalam tingkah laku atau akti&itas/ akti&itas baik motorik3 kognitif3 mau'un emosi1 $edangkan 'engertian 'erkembangan3 Dha'lin (2 'erkembangan sebagai: a1 b1 Perubahan +ang berkesinambungan dan 2) mengartikan dalam 'rogresif organisme3 dari lahir hingga mati3 Pertumbuhan3 12 .

21 d1 Perubahan dalam bentuk dan dalam integrasi dari bagian/bagian #asmaniah ke bagian/bagian fungsional13 Kedewasaan atau kemun2ulan 'ola/'ola asasi dari tingkah laku +ang tidak di'ela#ari1 1) menafsirkan3?Perkembangan $ementara itu3 6eni -kbar 8awadi (2 se2ara luas menun#uk 'ada keseluruhan 'roses 'erubahan dari 'otensi +ang dimiliki indi&idu dan tam'il dalam kausalitas kemam'uan 3sifat dan 2iri/2iri +ang baru1 Dalam istilah 'erkembangan #uga ter2aku' konse' usia +ang diawali saat 'embuahan dan berakhir dengan kematian?1 Perkembangan itu menun#ukkan suatu 'roses tertentu3 +aitu suatu 'roses +ang menun#ukkan kede'an dan tidak da'at diulangi kembali1dalam 'erkembangan manusia ter#adi 'erubahan/'erubahan +ang sedikit ban+ak bersifat teta' dan tidak da'at diulangi1 Perkembangan menun#ukkan 'ada 'erubahan E 'erubahan dalam suatu arah +ang bersifat ma#u1 Psikologi 'erkembangan lebih mem'ersoalkan fa2tor/faktor umum +ang meme'engaruhi 'roses 'erkembangan +ang ter#adi di dalam diri seseorang1 .itik berat +ang diberikan oleh 'ara 'sikolog 'erkembangan adalah relasi antara ke'ribadian dan 'erkembangan1 8al ini disebabkan oleh 'enda'at sebagian besar 'ara 'sikolog bahwa keseluruhan ke'ribadian itulah +ang berkembang meski'un bebera'a kom'onen da'at lebih menon#ol 'erkembangan 'ada masa E masa tertentu dari'ada kom'onen +ang lain3 misaln+a fungsi indra dan fungsi motorik menon#ol 'ada tahun E tahun 'ertama1 Dengan kata lain3 'sikologi 'erkembangan lebih tertarik 'ada struktur +ang berbeda E beda +ang tam'ak 'ada orang +ang tengah berkembang itu1 7a tertarik antara struktur/ struktur itu1 Berhubung dengan itulah kadang/kadang di'akai istilah stadium +ang berurutan3 bila 'embi2araan berkisar 'ada suatu kom'onen tertentu3 misaln+a 'erkembangan intelegensi1 Kadang E 13 .

kadang di'akai istilah fase bila 'embi2araan berkisar 'ada hubungan+a antara kom'onen E kom'onen dalam 'eriode 'erkembangan tertentu1 Dengan begitu orang bi2ara mengenai masa/masa 'enghidu'an3 +ang #elas da'at dibedakan antara masa anak/anak3 masa rema#a3 masa dewasa hingga masa lan#ut usia1 0asa 'emuda atau masa rema#a kurang #elas batasn+a dengan masa kanak/kanak mau'un masa dewasa awal3 meski'un memang ada 2irri/2iri +ang khas +ang membedakan masa rema#a dengan masa sebelumn+a1 Berhubung dengan sifat seseorang +ang khas serta #alan 'erkembangan+a +ang khas 'ula3 maka 'sikologi 'erkembangan #uga da'at di'andang sebagai 'sikologi #alan hidu' seseorang1 Desmita dalam bukun+a >Psikologi Perkembangan” men+im'ulkan bahwa Perkembangan itu tidak terbatas 'ada 'engertian 'ertumbuhan +ang semakin memebesar melainkan didalamn+a #uga terkandung serangkaian 'erubahan+ang berlangsung se2ara terus menerus dan bersifat teta' dari dari fungsi/fungsi #asmaniah dan rohaniah +ang dimiliki indi&idu menu#u ke tahab kematangan melalui 'ertumbuhan3 'ematangan3 dan bela#ar1 Perkembangan menghasilkan bentuk/bentuk dan 2irri/2iri kemam'uan baru +ang berlangsung dari tahab akti&itas +ang sederhana ke tahab +ang lebih tinggi1 Perkembangan itu bergerak se2ara berangsur/angsur teta'i 'asti3 melalui suatu bentuk F taha' ke bentuk F taha' berikutn+a3 +ang kian hari bertambah ma#u3 mulai dari masa 'embuahan hingga berakhir dengan kematian1 7ni menun#ukkan se#ak masa konse'si sam'ai meninggal dunia3 indi&idu tidak 'ernah statis3 melainkan mengalami 'erubahan/ 'erubahan +ang 'rogresif dan berkesinambungan1 $elama masa kanak/ kanak hingga mengin#ak rema#a misaln+a3 ia mengalami 'erkembangan dalam struktur fisik dan mental3 #asmani dan rohani sebagai 2irri/2iri dalam memasuki #en#ang kedewasaan1 Demikian seterusn+a3 14 .

'erubahan/'erubahan dalam diri indi&idu itu terus berlangsung tan'a henti3 meski'un 'erkembangan semakin hari semakin 'elan3 setelah ia men2a'ai titik 'un2akn+a1 Dari 'en#elasan diatas3 da'at diambil kesim'ulan bahwa 'sikologi 'erkembangan adalah: 11 7lmu +ang lebih mem'ersoalkan fa2tor/faktor umum +ang mem'engaruhi 'roses 'erkembangan ( 'erubahan )dalam diri seseorang +ang menitikberatkan 'ada relasi antara ke'ribadian dan 'erkembangan (Penda'at Prof1 Dr1 F191 0onks3 Prof1 Dr1 -101P dan Prof1 Dr1 $iti 6aha+u dalam bukun+a >Psikologi Perkembangan”)1 21 7lmu +ang mem'ela#ari tingkah laku manusia +ang mulai 'eriode masa ba+i3 rema#a3 dewasa hingga lan#ut usia (Penda'at Kartini Kartono dalam bukun+a >Psikologi Anak”)1 a Met+)e )a"a% P&*#+"+g* Penge%0angan Pengetahuan mengenai 'erkembangan indi&idu +ang dida'atkan melalui studi +ang bersifat longitudinal3 2ross se2tional3'sikoanalitik3 sosiologik3 atau studi kasus1 $tudi longitudinal menghim'un informasi tentang 'erkembangan indi&idu melalui 'engamatan dan 'engka#ian 'erkembangan se'an#ang masa 'erkembangan 3 dari saat lahir sam'ai dengan dewasa1 Dengan 'endekatan ini diteliti bebera'a as'ek tingkah laku 'ada satu atau dua orang +ang sama dalam waktu bebera'a tahun1 Dengan begitu akan di'eroleh gambaran as'ek 'erkembangan se2ara men+eluruh1 8al ini se'erti +ang 'ernah dilakukan oleh williard D1 @lson1 Pendekatan ini 'un mem'un+ai kelebihan dan kelemahan1 Diantara kelebihan 'endekatan ini adalah : 15 .

• $am'el lebih sedikit3 sehingga memungkinkan untuk melakukan analisa terhada' 'ertumbuhan dan 'erkembangan setia' indi&idu1 • • 0emungkinkan mengetahui gangguan/gangguan dalam 'erkembangan3 baik se2ara 'ribadi mau'u dalam kelom'ok1 0emungkinkan melakukan analisa terhada' hubungan antara 'roses sama1 • 0emberikan kesem'atan untuk menganalisa efek lingkungan terhada' 'erubahan tingkah laku dan ke'ribadian1 $edangkan kelemahan dari 'endekatan ini adalah : • • • 0embutuhkan waktu +ang +ang lama dan bia+a +ang besar1 0emerlukan ban+ak 'eneliti +ang kemungkinan memiliki 'engalaman +ang berbeda/beda1 Kemungkinan ter#adin+a gangguan dalam selang waktu 'enelitian +ang sedang dilakukan3 misaln+a bila orang 'indah tem'at atau meninggal1 'ertumbuhan3 baik as'ek kematangan mau'un 'engalaman3 karena data +ang di'eroleh berasal dari anak +ang 0etode 2ross se2tional 'ernah dilakukan oleh arnold 5essel1ia mem'ela#ari beribu/ribu anak dengan tingkatan usia +ang beragam3 men2atat 2iri/2iri fisik dan mentaln+a3'ola/'ola 'erkembangan 'ada masing/masing anak serta kemam'uann+a3 dan sifat mereka1 kemudian 'ada studi 'sikoanalitik +ang dilakukan oleh sigmund freud beserta 'ara 'engikutn+a1 Psikoanalitik adalah sebuah model 'erkembangan ke'ribadian3 filsafat tentang sifat manusia3 dan metode tera'in+a1 $tudi ini lebih ban+ak diarahkan untuk mem'ela#ari 'erkembangan anak 'ada masa/masa sebelumna3 terutama 'ada masa kanak/kanak (balita)1 0enurut mereka3 'engalaman +ang di alami 'ada masa balita ini akan da'at mem'engaruhi 'ada masa/masa berikutn+a1 16 .

era'i ini memiliki dasar teori +ang kuat1 Dengan tera'i ini tera'is bisa lebih mengetahui masalah 'ada diri klien3 karena 'rosesn+a dimulai dari men2ari tahu 'engalaman/'engalaman masa lalu 'ada diri klien1 • .ingkah laku sering ditentukan oleh faktor/faktor tak sadar1 Perkembangan masa dini kanak/kanak ber'engaruh kuat terhada' ke'ribadian masa dewasa1 .$umbangan dari teori 'sikoanalitik tentang 'andangan manusia +aitu: 11 Kehidu'an mental indi&idu men#adi bisa di'ahami dan 'emahaman 21 31 (1 tentang sifat manusia 'ada 'eredaran 'enderitaan manusia1 .eori 'sikoanalitik men+ediakan kerangka ker#a untuk memahami 2ara +ang digunakan indi&idu dalam mengatasi ke2emasan dengan mengandaikan adan+a mekanisme untuk menghindari ke2emasan1 .era'i Psikoanalisis Kelebihan • • .1 Pendekatan 'sikoanalitik memberikan 2ara men2ari keterangan dari ketaksadaran melalui analisis atas mim'i3 resistensi3 dan transferensi1 Kelebihan Dan Kekurangan .era'i ini bisa membuat klien mengetahui masalah a'a +ang selama ini tidak disadarin+a1 Kekurangan • • • .aktu +ang dibutuhkan dalam tera'i terlalu 'an#ang 0emakan ban+ak bia+a bagi klien Karena waktun+a lama3 bisa membuat klien men#adi #enuh 17 .

• Di'erlukan tera'is +ang benar/benar terlatih untuk melakukan tera'i 0etode sosiologik digunakan oleh robert ha&ighurst1 7a mem'ela#ari 'erkembangan anak +ang dilihat dari tuntutan terhada' tugas/tugas +ang harus dihada'i dan dilakukan dalam mas+arakat1 .untutan akan tugas/tugas kehidu'an mas+arakat ini +ang dilakukan oleh ha&ighurst diseb#t sebagai tugas/tugas 'erkembangan (de&elo'mental tasks)1 -da seraka+an tugas/tugas tentang 'erkembangan +ang harus dikuasai indi&idu dalam setia' taha' 'erkembangan1 Kemudian 'ada metode lainn+a +ang sering digunakn untuk membahas tentang 'erkembangan anak adalah studi kasus1 Dengan mem'ela#ari kasusFmasalah tertentu3 'ara ahli 'sikologi 'erkembangan menarik bebera'a kesim'ulan tentang 'ola/'ola 'erkembangan anak1 Digunakan untuk mem'eroleh gambaran rin2i tentang as'ek/as'ek 'sikologi siswa atau sekelom'ok siswa1 $tudi ini biasan+a diikuti oleh studi lain +ang berskala lebih besar untuk men2a'ai generalisasi hasil tes1 0enga'a demikian: Kesim'ulan hasil studi kasus dihasilkan dari 'enelitian terhada' se#umlah ke2il sub#ek +ang tentu sa#a akan sulit untuk di#adikan sam'el dari sebuah 'o'ulasi +ang besar1 LaGimn+a3 fenomena +ang diselidiki dengan metode ini diikuti terus/menerus dalam kurun waktu tertentu1 Bahkan3 tak #arang di'erlukan waktu bertahun/tahun untuk menghim'un data1$tudi demikian 'ernah dilakukan oleh #ean 'iaget tentang 'erkembangan kognitif anak1 Kemudian anak atau'un orang +ang telah dewas meru'akan kesatuan #asmani dan rohani +ang tidak da'at di'ih/'isahkan dan menuntu#aka 2iri/2iri +ang khas 1 lalu de&idisi dari indi&idu manusia adalah sesuatu +ang kom'leks teta'i unik1 7a mem'un+ai 18 .

ban+ak as'ek se'erti as'ek #asmani3 intelektual3 sosial3 emosional3 moral3 teta'i keseluruhann+a membentuk satu kesatuan +ang khas1 .eta'i walau'un indi&idu meru'akan saru kesatuan +ang tidak da'at di'isah/'isahkan3 untuk meme'ermudah dalam 'enlitian3 biasan+a 'embahasan dilakukan 'er as'ek 'erkembangan1 Berarti hal ini as'ek tertentulah +ang menda'atkan sorotan utama3 +ang men#adi fokus 'engka#ian3 teta'i tidak berarti as'ek/as'ek lainn+a akan diabaikan1 Lalu 'erkembangan +ang dialami suatu anak meru'akan 'erkembangan +ang emn2aku' seluruh as'ek ke'ribadian3 akan teta'i tem'o dan irama 'ada 'erkembangan masing/masing anak 'ada setia' as'ek tidak selalu akan sama satu dengan +ang lainn+a1 $eorang nak mungkin akan lebih 2e'at 'erkembangann+a 'ada taha' tertentu 3 teta'i lambat 'ada taha' lainn+a3 atau 'erkembangan as'ek tertentu lebih 2e'at bila dibandigkan dengan as'ek lainn+a1 Para ahli 'sikologi 'erkembangan tidak selalu mem'un+ai 'enda'at +ang sama tentang 'erkembangan 3 baik se2ara men+eluruh mau'un 'eras'ek 'erkembangan1 8al itu didasari oleh 'erbedaan 'enda'at titik tolakn+a3 atau 'erbedaan 'enda'at +ang mereka 'akai3 'o'ulasi +ang digunakan3atau as'ek 'erkembangan +ang men#adi fokusn+a1 -dan+a 'erbedaan/'erbadaan tersebut sering menimbulkan kwbingungan 'ada 'ara guru3 teta'i #ustru akan mem'erka+a dan meme'rluas 'enegtahuan 'ara 'emaki teori/teori 'erkembangan anak1 0 Te+ * Pe #e%0angan Pada 'erkembangann+a3 dikenal ada tiga teori atau 'endekatan tentang 'erkembangan indi&idu +aitu 'endekatan 'entaha'an (stage a''roa2h)3 'endekatan diferensial (differential a''roa2h) dan 'endekatan i'satif (i'sati&e a''roa2h)1 19 .

'endekatan +ang bersifat men+eluruh men2aku' segala segi 'erkembangan3 se'erti 'erkembangan fisik dan gerakan motorik3 so2ial3 intelektual3 moral3 emosional3 +ang religi dan sebagain+a1 Kedua3 'endekatan bersifat khusus mendeskri'sikan salah satu segi atau as'ek 'erkembangan sa#a1 Pendekatan ini lebih ban+ak dianut oleh 'ara ahli Psikologi3 karena lebih #elas menggambarkan 'roses atau urutan 'erkembangan dan kema#uan indi&idu1 Kedua +aitu 'endekatan diferensial1 Pendekatan diferensial melihat bahwa setia' indi&idu memiliki 'ersamaan dan 'erbedaan1 -tas dasar 'ersamaan dan 'erbedaan itulah3 indi&idu dikategorikan atas kelom'ok/kelom'ok berbeda1 $e'erti kelom'ok indi&idu berdasarkan #enis kelamin3 ras3 agama3 dan sebagain+a1 $elan#utn+a +aitu 'endekatan isa'tif1 Pendekatan isa'tif meru'akan 'endekatan +ang berusaha melihat karakteristik 'ada masing/ masing indi&idu1 .Pertama +aitu 'endekatan 'entaha'an1 0enurut 'endekatan 'entaha'an3 'erkembangan indi&idu ber#alan melalui .-8-P-% P46K40B-%5-%1 Dan 'ada setia' taha' 'erkembangan memiliki karakteristik masing/masing +ang berbeda dengan taha' +ang lainn+a1 Dalam 'endekatan 'entaha'an3 dikenal adan+a dua &ariasi1 Pertama.aha'n/taha'an 'erkembangan menurut 'ara ahli1 9ean 9a2Hues 6ousseau1 6ousseau membagi masa 'erkembangan anak atas em'at taha' 'erkembangan1 0asa ba+i (infancy)3 usia /2 tahun meru'akan taha' 'erkembangan fisik1 0asa anak (childhood)3 usia 2/12 tahun3 masa 'erkembangan sebagai manusia 20 .-8-P-%/ .

tahun3 masa bertualang +ang ditandai dengan 'erkembangan intelektual dan kemam'uan nalar +ang 'esat1 0asa rema#a (adolescence)3 usia 1.1 <1 =1 )1 !1 1 1 kebergantungan/ keberdirisendirian3 memberi/menerima kasih sa+ing3 hubungan so2ial3 'erkembangan kata hati3 'eran bio/sosio dan 'sikologis3 'en+esuaian dengan 'erubahan badan3 'enguasaan 'erubahan badan dan motorik3 bela#ar memahami dan mengontrol lingkungan fisik3 'engembangan kemam'uan konse'tual dan s+stem s+mbol3 kemam'uan melihat hubungan dengan alam semesta1 21 .untutanakan kemam'uan meme2ahkan 'roblema dalam setia' fase 'erkembangan disebutn+a sebagai tugas/tugas 'erkembangan1 -da se'uluh kelom'ok tugas 'erkembangan +ang harus dikuasai anak 'ada setia' fase +ang membentuk 'ola3 +aitu 'ola: 11 21 31 (1 . tahun3 masa hidu' sebagai manusia +ang beradab3 masa 'ertumbuhan seksual3 so2ial3 moraldan kata hati1 $tanle+ 8all1 8all menera'kan teori reka'itulasi3 salah stu konse' dalam teori e&olusi 'ada 'erkembangan anak1 0enurut teori ini 'erkembangan indi&idu meru'akan reka'itulasi dari 'erkembangan s'esiesn+a1 8all membagin+a dalam em'at taha'1 0asa kanak/ kanak (infancy)3 usia /( tahun1 0asa anak ( childhood)3 usia (/) tahun3 masa manusia 'emburu1 0asa 'uer (youth)3 usia )/12 tahun3 masa manusia belum beradab1 0asa rema#a (adolescence) usia 12F13 tahun sam'ai dewasa3 meru'akan manusia beradab1 6obert 91 8a&ighurst1 Beliau men+usun fase/fase 'erkembangan atas dasar 'roblema/'roblema +ang harus di'e2ahkan dalam setia' fase1 .'rimiti&e1 0asa rema#a awal ('ubes2an2e)3 usia 12/1./ 2.

ingkat .aha' 777 Post2on&entional moral reasoning . Dontra2tual legalisti2 orientation .ingkat 3 5ood bo+ orientation .aha' 77 Don&entional moral reasoning .ingkat 11obedien2e and 'unishment orientations .ingkat 2 %ai&el+ egoisti2 orientation .aha' 7 Pre2on&entional moral reasoning1 .ingkat ( -uthorit+ and so2ial order maintenan2e orientation .ingkat < Dons2ien or 'rin2i'le orientation1 Pada taha' 'ertama3 'ertimbangan moral seseorang menga2u ke'ada ob#ek/ob#ek dan 'eristiwa +ang konkret dan bersifat fisik1 0ereka belum mam'u memberi 'ertimbangan moral atas dasar standar/standar sosial1 -2uan 'embuatan adalah kekuasaan dan 22 .9ean Piaget1 Piaget mengemukakan taha' taha' 'erkembangan dari kemam'uan kognitif anak1 Canga ter'entiang adalah 'enguasaan dan kategori konse'/konse'3 sehingga anak da'at mengenal lingkungan dan meme2ahkan 'roblema +ang dihada'i1 -da em'at taha' kognitif menurut Piaget3 11 21 31 (1 sensorimotor3 usia /2 tahunB 'rao'ersional3 usia 2/( tahunB konkret o'erasional3 usia =/11 tahunB formal o'erasional3 usia 11/1. tahun1 Lawren2e Kohlberg1 Lawren2e Kohlberg mengembangkan teori tentang 'erkembangan moral kognitif dengan menga2u 'ada teori 'iaget1 Kohlberg menemukan ada tiga taha' 'erkembangan moral kognitif1 .

aha' ketiga +aitu 'ertimbangan moral 'as2a kon&ensional1 Pada taha' ini 'ertimbangan moral didasarkan atas 'andangan +ang bersifat relati&e3 unsure/unsur sub#ektif dari aturan sosial1 -turan/ aturan sosial bukan satu/satun+a +ang +ang benar3 teta'i #uga ada kebenaran/kebenaran lain1 4ri2k 8amburger 4rikson1 0eru'akan tokoh 'sikologi analisis1 7a memusatkan studin+a terhada' 'erkembangan 'sikososial1 -da dela'an taha' 'erkembangan 'sikososial menurut erikson1 Perkembangan Psikososial Taha Usia p Trus"#$is"rus" (u"onom'# )hame* +oub" .aha' kedua adalah 'ertimbangan moral kon&ensional1 Pada taha' ini 'erilaku dinilai atas hara'an orang lain atau orang ban+ak1 $uatu 'erbuatan di'andang baik bila sesuai dengan hara'an orang ban+akatau mas+arakat1 .n an"ile#-eni"al Krisis Psikososial Kemampuan Perkembangan Psikoseksual reu! &ral respira"or' (nal#Ure"hral 7#12 .kekuatan1 0ereka 'atuh karena takut dihukum3 segala 'erbuatann+a dikontrol oleh kekuasaan +ang dating dari luar1 .n eriori"' 1a"en2' 23 .ni"ia"i%e#-uil" To ge"#"o gi%e in re"urn To hol! on To le" go To make#.n!us"r'# ."o make like/ 0pla'ing To make "hing To make "hing .

!en"i"' 3 4epu!a"ion .sola"ion 6.!en"i"' !i usion . 50#a"as 7 2!2!2 P&*#+"+g* Be"a(a Psikologi bela#ar meru'akan suatu studi tentang bagaimana indi&idu bela#ar1 Ban+ak sekali definisi tentang bela#ar 1 $e2ara sederhana bela#ar da'at diberi definisi sebagai akti&itas +ang dilakukan indi&idu se2ara sadar untuk menda'atkan se#umlah kesan dari a'a +ang telah di'ela#ari dan sebagai hasil dari interaksin+a dengan lingkungan sekitarn+a1 -kti&itas disini di'ahami sebagai serangkaian kegiatan #iwa raga3 'sikofisik3 menu#u ke 'erkembangan 'ribadi indi&idu seutuhn+a3 +ang men+angkut unsure 2i'ta (kognitif)3 rasa (afektif)3 dan karsa ('sikomotor)1 0enurut definisi 0orris L1 Bigge dan 0auri2e P1 8unt ada tiga keluarga atau rum'un teori bela#ar3 +aitu teori disi'lin mental3 beha&iorisme3 dan 2ogniti&e gestalt field1 Pertama +aitu Kelom'ok .eori Disi'lin 0ental 0enurut kelom'ok teori disi'lin mental dari kelahirann+a 3 anak telah memiliki 'otensi/ 24 .."oge"her 12#18 . 20#an -enera"i%i"'# )el (bsorp"ion ..n"ima2' 3 soli!ari"' ..n"egri"'#+ispair ha%e been* To To make be* "o "ake 2are o To be* "hrough a2e no" being 7 To be one sel To share being on sel To lose an! in! one sel Puber"' an! (!oles2en2e 20#an 5a"ure -eni"ali"' 6.

eori a'erse'si bersumber 'ada 'sikologi strukturalisme3 tokohn+a 8erbart1 0enurut teori ini anakmem'un+ai kemam'uan untuk mem'ela#ari sesuatu +ang akan membentuk massa a'erse'si3 (sukmadinata3 2 12 : .eori bela#ar beha&ioristik adalah sebuah teori +ang di2etuskan oleh 5age dan Berliner tentang 'erubahan tingkah laku sebagai hasil dari 'engalaman1 .eori naturalisme (self a2tualiGation)3 ber'angkal dari Psikologi %aturalisme 6omantik3 tokohutaman+a 9191 6ousseau1 Kelebihan dari teori ini adalah mereka berasumsi bahwa indi&idu bukan han+a memiliki 'otensi atau kemam'uan untuk berbuat berbagai tugas3 teta'i #uga memiliki kemam'uan serta kemauan untuk berkembang dan bela#ar sendiri1 .()1 Kedua +aitu kelom'ok terori Beha&iorisme atau Beha&ioristik .eori beha&ioristik dengan model hubungan stimulus/res'onn+a3 mendudukkan orang +ang bela#ar sebagai indi&idu +ang 'asif1 6es'on atau 'erilaku tertentu dengan menggunakan metode 'elatihan atau 25 .'otensi tertentu1Bela#ar meru'akan u'a+a untuk mengembangkan 'otensi/'otensi tersebut1 -da bebera'a teori +ang termasuk kelom'ok teori disi'lin mental +aitu : disi'lin mental theistik3 disi'lin mental humanistik3 naturalisme3 dan a'erse'si1 Disi'lin mental theistik berasal dari Psikologi Da+a3 menurut teori ini anak telah memiliki se#umlahda+a mental se'erti da+a mengamati3 mengangga'3 mengingat3 dan sebagain+a1 Disi'lin mental humanistik3 bersumber ke'ada 'sikologi humanisme klasik dari Plato dan-ristoteles +ang lebih menekankan keseluruhan3 keutuhan1 .3/.eori ini lalu berkembang men#adi aliran 'sikologi bela#ar +ang ber'engaruh terhada' arah 'engembangan teori dan 'raktik 'endidikan dan 'embela#aran +ang dikenal sebagai aliran beha&ioristik1 -liran ini menekankan 'ada terbentukn+a 'erilaku +ang tam'ak sebagai hasil bela#ar1 .

eori/teori dalam rum'un ini bersifat molekular3 karena memandang kehidu'an indi&idu terdiri atas unsur/unsur se'erti haln+a molekul/ molekul1 Bebera'a 2iri dari rum'un teori ini3 +aitu: a1 b1 21 0engutamakan unsur/unsur atau bagian/bagian ke2il Bersifat mekanistis 0enekankan 'eranan lingkungan 26 .'embiasaan semata1 0un2uln+a 'erilaku akan semakin kuat bila diberikan 'enguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman1 Bela#ar meru'akan akibat adan+a interaksi antara stimulus dan res'on1 $eseorang diangga' telah bela#ar sesuatu #ika dia da'at menun#ukkan 'erubahan 'erilakun+a1 0enurut teori ini dalam bela#ar +ang 'enting adalah in'ut +ang beru'a stimulus dan out'ut +ang beru'a res'on1 $timulus adalah a'a sa#a +ang diberikan guru ke'ada 'ebela#ar3 sedangkan res'on beru'a reaksi atau tangga'an 'ebela#ar terhada' stimulus +ang diberikan oleh guru tersebut1 Proses +ang ter#adi antara stimulus dan res'on tidak 'enting untuk di'erhatikan karena tidak da'at diamati dan tidak da'at diukur1 Cang da'at diamati adalah stimulus dan res'on3 oleh karena itu a'a +ang diberikan oleh guru (stimulus) dan a'a +ang diterima oleh 'ebela#ar (res'on) harus da'at diamati dan diukur1 .eori ini mengutamakan 'engukuran3 sebab 'engukuran meru'akan suatu hal 'enting untuk melihat ter#adi atau tidakn+a 'erubahan tingkah laku tersebut1 Faktor lain +ang diangga' 'enting oleh aliran beha&ioristik adalah faktor 'enguatan (reinfor2ement)1 Bila 'enguatan ditambahkan ('ositi&e reinfor2ement) maka res'on akan semakin kuat1 Begitu 'ula bila res'on dikurangiFdihilangkan (negati&e reinfor2ement) maka res'on #uga semakin kuat3 (anonim3 2 13)1 6um'un teori ini disebut beha&oristik atau beha&iorisme karena sangat menekankan 'erilaku atau tingkah laku +ang da'at diamati atau diukur1 .

eori Koneksionisme 0enurut teori bela#ar ini3 bela#ar 'ada hewan dan 'ada manusia 'ada dasarn+a berlangsung menurut 'rinsi'/'rinsi' +ang sama1 $elan#utn+a3 dalam teori koneksionisme dikemukakan hukum/ hukum bela#ar sebagai berikut: a) 8ukum Kesia'an (Law of eadiness) Dimana hubungan antara stimulus dan res'ons akan mudah terbentuk manakala ada kesia'an dalam diri indi&idu1 7m'likasi 'raktis dari hukum ini adalah3 bahwa keberhasilan bela#ar seseorang sangat tergantung dari ada atau tidak adan+a kesia'an1 b) 8ukum Latihan (Law of !"ercise) 8ukum ini men#elaskan kemungkinan kuat dan lemahn+a hubungan stimulus dan res'ons1 7m'likasi dari hukum ini adalah makin sering suatu 'ela#aran diulang3 maka akan semakin dikuasain+a 'ela#aran itu1 2) 8ukum -kibat (Law of !ffect) 8ukum ini menun#uk ke'ada kuat atau lemahn+a hubungan stimulus dan res'ons 7m'likasi tergantung ke'ada akibat +ang ditimbulkann+a1 dari hukum ini adalah a'abila menghara'kan agar seseorang da'at mengulangi res'ons +ang sama3 maka harus diu'a+akan agar men+enangkan dirin+a1 Penera'an teori bela#ar koneksionisme +aitu : a1 b1 5uru dalam 'roses 'embela#aran harus tahu a'a +ang diberikan 'ada siswa Dalam 'roses 'embela#aran3 tu#uan +ang akan di2a'ai harus dirumuskan dengan #elas3 masih dalam #angkauan kemam'uan siswa 27 .d1 e1 0ementingkan 'embentukan reaksi atau res'ons 0enekankan 'entingn+a latihan Pada rum'un beha&iorisme atau beha&ioristik ini ada bebera'a teori bela#ar +ang termasuk 'ada3 antara lain: 11 .

.okoh teori ini adalah 7&an Pa&lo& (1)(!/1!3<)1 7a adalah ahli 'sikologi/refleksologi dari 6usia1 31 .eori $perant #onditioning Psikologi 'enguatan atau %operant conditioning” meru'akan 'erkembangan lebih lan#ut dari teori koneksionisme dan %conditioning”.ugas +ang melebihi kemam'uan 'eserta didik tidak akan meningkatkan kemam'uan siswa dalam 'eme2ahan 'ermasalahann+a1 21 .eori 'engkondisian (conditioning) meru'akan 'engembangan lebih lan#ut dari teori koneksionisme1 .okoh utaman+a adalah $kinner1 $kinner adalah 28 . maka 'ada teori 'enguatan +ang dikondisi atau di'erkuat adalah res'onsn+a1 $eorang anak +ang bela#ar dengan giat dan dia da'at men#awab semua 'ertan+aan dalam ulangan atau u#ian3 maka guru memberikan 'enghargaan 'ada anak itu dengan nilai +ang tinggi3 'u#ian3 atau hadiah1 Berkat 'emberian 'enghargaan ini3 maka anak tersebut akan bela#ar lebih ra#in dan lebih bersemangat lagi1 8adiah itu me/reinforce hubungan antara stimulus dan res'ons1 (1 .eori Pengkondisian (#onditioning) .21 d1 0oti&asi dalam bela#ar tidak begitu 'enting3 +ang 'enting adalah adan+a res'on/res'on +ang benar terhada' stimuli "langan +ang teratur 'erlu sebagai um'an balik bagi guru3 a'akah 'roses 'embela#aran sudah sesuai dengan t+u#uan +ang ingin di2a'ai atau belum e1 f1 g1 h1 $iswa +ang sudah bela#ar dengan baik segera diarahkan $ituasi bela#ar dibuat dengan kehidu'an n+ata3 sehingga ter#adi transfer dari kelas kelingkungan luar 0ateri 'embela#aran +ang telah diberikan harus da'at ditera'kan dalam kehidu'an sehari/hari .eori Penguatan ( einforcement) Kalau 'ada teori 'engkondisian (conditioning) +ang diberi kondisi adalah 'erangsangn+a (stimulus).

eori Dogniti&e 5estalt/Filed meru'akan .eori bela#ar 5oal 7nsight berkembang dari 'sikologi 2onfigurationism1 0enurut mereka3 indi&idu selalu berinteraksi dengan lingkungan1 Perbuatan indi&idu selalu bertu#uan3 diarahkan ke'ada 'embentukan hubungan dengan lingkungan1 Bela#ar meru'akan usaha untuk mengembangkan 'emahaman tingkat 29 .seorang 'akar teori bela#ar berdasarkan 'roses %conditioning” +ang 'ada 'rinsi'n+a mem'erkuat dugaan bahwa timbuln+a tingkah laku adalah karena adan+a hubungan antara stimulus dengan res'ons1 Ketiga .eori kognitif dikembangkan oleh 'ara ahli 'sikologi kognitif1 0enurut teori ini3 bahwa +ang utama 'ada kehidu'an manusia adalah mengetahui (knowing) dan bukan res'ons1 $uatu konse' +ang 'enting dalam 'sikologi 5estalt adalah tentang >insight?3 +aitu 'engamatan dan 'emahaman mendadak terhada' hubungan/hubungan antar bagian/ bagian dalam suatu situasi 'ermasalahan1 Dalam 'ers'ektif 'sikologi kognitif3 bela#ar 'ada asasn+a adalah 'eristiwa mental1 6um'un 'sikologi 5estalt bersifat molar3 +aitu menekankan keseluruhan +ang ter'adu3 alam kehidu'an manusia dan 'erilaku manusia selalu meru'akan suatu keseluruhan3 suatu keter'aduan1 Dogniti&e 5estalt Field3 terdiri dari teori insight3 teori goal insight3 teori 2ogniti&e field .eori bela#ar 'ertama dari rum'un ini adalah teori insight1 -liran ini bersumber dari 'sikolog+ 5estalt Field menurut mereka bela#ar adalah 'roses mengembangkan insight atau 'emahaman baru atau mengubah 'emahaman lama1 Pemahaman ter#adi a'abila indi&idu menemukan 2ara baru dalam menggunakan unsur/unsur +ang ada dalam lingkungan3 termasuk struktur tubuhn+a sendiri1 5estalt Field melihat bahwa bela#ar itu meru'akan 'erbuatan +ang bertu#uan eI'lorati&e3 ima#inati&e dan 2reati&e1 .

tinggi1 Pemahaman +ang bermutu tinggi (tingkat tinggi) adalah 'emahaman +ang telah teru#i3 +ang berisi ke2aka'an menggunakan suatu ob#ek3 fakta3 'roses3 atau'un ide dalam berbagai situasi3 'emahaman tingkat tinggi memungkinkan seseorang bertindak inteligen3 berwawasan luas3 mam'u meme2ahkan berbagai masalah1 .ingkah laku seseorang 'ada suatu saat meru'akan fungsi dari semua faktor +ang ada +ang saling bergantung 'ada +ang lain1 30 .eori bela#ar 2ogniti&e field bersumber 'ada 'sikologi la'angan (field 'sikolog+)3 dengan tokoh utaman+a Kurt Lewin1 7ndi&idu selalu beradadalam suatu la'angan 'sikologis +ang oleh Lewin disebut life s'a2e1 Dalam la'angan ini selalu ada tu#uan +ang ingin di2a'ai3 ada motif +ang mendorong 'en2a'aian tu#uan dan ada hambatan/hambatan +ang harus diatasi1 Perbuatan indi&idu selalu terarah ke'ada 'en2a'aian sesuatu tu#uan3 oleh karena itu sering dikatakan 'erbuatan indi&idu adalah 'ur'osi&e1 -'abila ia telah berhasil men2a'ai sesuatu tu#uan maka timbul tu#uan lain +ang ingin di2a'ai dan berada dalam life s'a2e baru1 $etia' orang berusaha men2a'ai tingkat 'erkembangan dan 'emahaman +ang terbaik3 di dalam la'angan 'sikologisn+a masing/masing1 La'angan 'sikologis terbentuk oleh interelasi +ang simultan dari orang/orang dan lingkungan 'sikologisn+a di dalam suatu situasi1 .

BAB III PENUTUP 1!1 Ke&*%1$"an -da'un kesim'ulan +ang da'at ditarik dari makalah ini sebagai berikut: 11 .e 31 .

DAFTAR PUSTAKA -hmadi3 -bu dan Drs1 0unawar $holeh1 2 6ineka Di'ta 0onks dkk1 1!!21 Psikologi .16a#a 5rafindo Persada1 $ukmadinata3 %ana $+aodih1 1!!=1 Pengembangan Kurikulum1 Bandung: P.16ema#a 6osdakar+a htt':FFris2a'utantri1blogs'ot12omF2 12F1 Fteori/'endidikan/menurut/#ohn/ dewe+1html htt':FFsolehanbahasahati1blogs'ot12omF2 12F )Fmakalah/'sikologi/ 'erkembangan1html 32 .1 Psikologi Perkembangan3 9akarta: Pengantar dalam berbagai Perkembangan bagian+a1 Cog#akarta: 5a#ah 0ada "ni&ersit+ Press 0ud+ahard#o3 6ed#a1 1!!)1 Pengatar Pendidikan1 9akarta: P.