BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Artritis reumatoid adalah suatu penyakit inflamasi sistemik kronik yang tidak diketahui penyebabnya, dikarakteristikan oleh kerusakan dan proliferasi membran sinovial, yang menyebabkan kerusakan pada tulang sendi, ankilosis, dan deformitas. (Doenges, E Marilynn, 2000 : hal !"#. $eumatoid artritis termasuk penyakit autoimun yang menyerang persendian tulang. %endi yang ter&angkit biasanya sendi ke'il seperti tangan dan kaki se'ara simetris (kiri dan kanan# mengalami peradangan, sehingga ter&adi pembengkakan, nyeri dan kemudian sendi mengalami kerusakan. (erusakan sendi sudah mulai ter&adi pada ) bulan pertama terserang penyakit ini, dan 'a'at bisa ter&adi setelah 2*+ tahun bila penyakit tidak diobati. ,ntuk memperdalam pemahaman mengenai reumatoid oleh karena itu penulis membuat makalah yang ber&udul -Asuhan (epera.atan pada pasien dengan $heumatoid Arthritis/. B. Rumusan Masalah 0. 1agaimana anatomi dan fisiologi sistem saraf mus'uloskeletal2 2. Apa yang dimaksud dengan Rheumatoid arthritis ($A#2 +. Apakah etiologi dari Rheumatoid arthritis ($A#2 3. Apa sa&a manifestasi klinis dari Rheumatoid arthritis ($A#2 !. 1agaimana patofisiologi Rheumatoid arthritis ($A#2 ). 1agaimana penatalaksanaan medis dari Rheumatoid arthritis ($A#2 4. 1agaimana asuhan kepera.atan untuk pasien dengan Rheumatoid arthritis ($A#2 . 1agaimana analisa kasus untuk Rheumatoid arthritis ($A#2 ". 1agaimana 567 atas kasus yang diberikan2 C. Tujuan ,ntuk menambah pengetahuan pemba'a mengenai Rheumatoid arthritis ($A# dengan mengidentifikasikan definisi, etiologi, manifestasi klinis, patofisiologi, serta bagaimana ren'ana asuhan kepera.atan yang dapat diaplikasikan oleh pera.at.

1

BAB II PEMBAHASAN A. ANATOMI DAN ISIOLO!I SISTEM MUS"ULOS"ELETAL 0. 8ulang 8ulang adalah organ vital yang berfungsi untuk alat gerak pasif, proteksi alat*alat didalam tubuh, pembentuk tubuh, metabolisme kalsium dan mineral, dan organ hemopoetik (setiyohadi, 200)#. 8ulang matur terdiri dari +09 materi organi' (hidup# dan 409 deposit garam. Materi oranik disebut matriks, dan terdiri atas lebih dari "09 serabut kolagen dan kurang dari 009 proteoglikan (protein plus polisakarida#. Deposit garam terutama adalah kalsium dan fosfat, dengan sedikit natrium, kalium karbonat, dan ion magnesium. :aram menutupi matriks dan berikatan dengan serabut kolagen melalui proteoglikan. Matriks organik menyebabkan tulang memiliki kekuatan tensil (resistensi terhadap tarikan yang meregangkan#. :aram tulang menyebabkan tulang memiliki kekuatan kompresi (kemampuan menahan kompresi# (7or.in, 200"#. %ama dengan &aringan penyambung lainnya, tulang terdiri dari komponen selular, ;at dasar, dan komonen fibrosa. <ibroblast dan fibrosit diperlukan untuk produksi kolagen. (omponen selular terdiri atas osteoblast, osteoklas, dan osteosit. 6steoblas merupakan lapisan terluar dari tulang, yang terbentuk dari sel osteoprogenitor. 6steosid merupakan sel tulang yang matur. 6steoklas memungkinkan untuk resopsi tulang. =at dasar, merupakan se&enis ;at berbentuk &eli yang terdiri dari 'airan ekstraseluler dan proteoglikan, kondroitin sulfat, dan asam hialuronik yang membantu mengatur deposisi dari garam kalsium (7opstead > banasik, 200!#. a. ?embentukan tulang ?embentukan tulang berlangsung se'ara terus menerus dan dapat berupa peman&angan dan penebalan tulang. (e'epatan pembentukan tulang ditentukan oleh stimulasi hormonal, faktor makanan, dan banyaknya stress yang dibebankan pada tulang, dan ter&adi akibat aktivitas sel pembentuk tulang, osteoblas. 6steoblas di&umpai pada permukaan luar dan bagian dalam tulang. 6steoblas berespon terhadap berbagai sinyal kimia untuk menghasilkan matriks
2

proses ini memungkinkan tulang tua yang melemah diganti dengan tulang baru yang lebih kuat. aktivitas osteoblas dan aktivitas osteoklas biasanya seimbang sehingga &umlah total massa tulang konstan. matriks organi' disebut osteoid. 8ulang diklasifikasikan sebagai tulang pan&ang.asa. %ebagian osteoblas tetap men&adi bagian osteoid. %etelah selesai di suatu daerah. 6steoblas mulai mengisi daerah yang kosong tersebut dengan tulang yang baru. pipih.aktu. 6steoklas mensekresi berbagai asam dan en. 6steoklas &uga mensekresi berbagai sitokin yang lebih lan&ut menstimulasi resorpsi. '. Dominasi aktivitas osteoklas dapat menyebabkan tulang men&adi rapuh sehingga mudah patah. 3 . ter&adi bersamaan dengan tumbuhnya tulang dan &uga berlangsung seumur hidup. ?ada usia pertengahan aktivitas osteoklas melebihi aktivitas osteoblas dan densitas tulang mulai berkurang. yang disebut diafis. dan atau tidak beraturan. aktivitas osteoblas melebihi aktivitas osteoklas sehingga menyebabkan penebalan dan peman&angan skelet. garam kalsium mulai mengendap pada osteoid dan tulang mulai mengeras. dan disebut osteosit atau sel tulang se&ati. $emodeling Merupakan keseimbangan antara aktivitas osteoblas dan osteoklas yang menyebaban tulang terus*menerus diperbaharui atau mengalami remodeling. b.im yang men'erna tulang dan memudahkan fagositosisnya. Disebelah proksimal dari setiap epifisis terdapat metafisis. 8ulang pan&ang terdiri atas batang tebal pan&ang. (etika tulang terbentuk. dan dua u&ung yang disebut epifisis. ?ada masa de. osteosit di matriks membentuk ton&olan kesetiap tulang yang lain sehingga membentuk sistem kanal mikroskopik (kanalikuli# di tulang. dan memfagosit tulang sedikit demi sedikit. osteoklas menghilang dan osteoblas mun'ul. 6steoklas adalah sel pagosit besar multinukleus yang berasal dari monosit yang terdapat di tulang. Diantara epifisis dan metafisis terdapat daerah kartilago yang tumbuh. 6steoklas biasanya hanya terdapat pada satu bagian ke'il tulang pada satu . ?ada anak dan rema&a. (etika pertama kali dibentuk. Dalam beberapa hari. ?enguraian tulang ?enguraian tulang (resorpsi#. pendek.organik. $esorpsi tulang ter&adi akibat aktivitas sel yang disebut osteoklas.

kartilago habis.an misalnya antara kedua os.an sendi. %e'ara anatomi'.a&ah. (artilago digantikan oleh osteoblas. $a. baik yang memungkinkan tulang*tulang tersebut dapat bergerak satu sama lain.in. diartrosis dibagi dalam beberapa sendi. Diantara tulang yang saling berhubungan tersebut terdapat &aringan yang dapat berupa &aringan ikat. tulang*tulang yang saling berhubungan dilapisi ra. 1erdasarkan bentuknya. antara gigi dan rahang. S#nartr$s#s adalah sendi yang tidak memungkinkan tulang*tulang yang berhubungan dapat bergerak satu sama lain. diartrosis. sendi ini tersusun atas bonggol sendi (kapsul artikulare#. 200!#. Diantara tulang*tulang bersendi tersebut terdapat rongga yang disebut kavum artikulare. sedang kan tulang pendek di&umpai dipergelangan kaki dan tangan. ?ada akhir usia rema&a.i&aya. lempeng epifisis berhenti berfusi. sendi pelana (karpometakarpal#. 8ulang pan&ang dapat ditemukan di ekstremitas. dan tulang berhenti tumbuh. sendi peluru (glenohumeral# dan sendi buah pala ('oAae#. yaitu sinartrosis. Am%#artr$s#s merupakan sendi yang memungkinkan tulang*tulang yang saling berhubungan dapat bergerak se'ara terbatas. humeroulnaris. misalnya sendi sarkoiliaka dan sendi korpus vertebra. ?ada sendi synovial (diartrosis#. tulang . Diatrosis disebut &uga sendi synovial. dan tulang meman&ang. %endi %endi adalah daerah tempat dua tulang menyatu (7or. dan amfiartrosis. sendi dibagi +. D#artr$s#s adalah sambungan antara dua tulang atau lebih yang memungkinkan tulang*tulang tersebut bergerak satu sama lain. maupun tidak dapat bergerak satu sama lain (sumariyono > . yaitu: sendi engsel (interfalang. seperti pada tulang tengkorak.yang disebut lempeng epifisis atau lempeng pertumbuhan. ?ubika pada orang de.an sendi merupakan &aringan avaskular dan &uga tidak 4 . 2. 200"# %endi adalah semua persambungan tulang. 8ulang tidak beraturan men'akup vertebra. dll@ atau &aringan tulang ra. 8ulang pan&ang tumbuh dengan 'ara mengakumulasi kartilago di lempeng epifisis. antara radius dengan ulna. sendi telur (radiokarpea#. 8ulang pipih ditemukan ditengkorak dan selubung iga.asa. talokruralis#. dan rahang. bursa sendi dan ikat sendi (ligamentum#.

an sendi.an sendi (kondrisit# dan matriks ra. ?roteoglikan merupakan molekul yang kompleks yang tersusun atas inti protein dan molekul glikosominoglikan. Matriks ra. (ondrosit berfungsi menyintesis dan memelihara matriks ra. berfungsi sebagai bantalan terhadap beban yang &atuh kedalam sendi. proteoglikan membentuk agregat yang dapat menghisap air dari sekitarnya sehingga mengembang sedemikian rupa dan membentuk bantalan yang baik sesuai dengan 5 .an sehingga fungsi bantalan ra.an sendi terutama terdiri dari air. dan kolagen. 1ersama*sama dengan asam hialuronat. $a. :likosominoglikan yang menyusun proteoglikan terdiri dari keratin sulfat. proteoglikan.an sendi dibentuk oleh sel ra.an sendi tetap ter&aga dengan baik. kondroitin*)*sulfat dan kondroitin*3*sulfat.memiliki &aringan saraf.

an sendi. karakteristik 'airan sendi 6 . oleh karena itu makanan didapatkan dengan &alan difusi. hanya beberapa ml volumenya dalam sendi yang normal. %endi dilapisi oleh suatu &aringan avaskular yang disebut membrane synovial. Membrane synovial tersusun atas 0*+ lapis sel*sel synovial (sinoviosit# yang menutupi &aringan subsinovial diba. tetapi tidak satupun yang men'apai lapisan sinoviosit.fungsi ra. %el sinoviosit 1 berperan menyintesis dan mensekresikan hialuronat yang merupakan .an sendi merupakan &aringan yang avaskuler.ahnya. %el sinoviosit terdiri dari 2 tipe sel. 7airan sendi yang normal bersifat &ernih. %el sinoviosit tipe A berfungsi melepaskan debris*debris sel dan material khusus lainnya ke dalam rongga sendi. tetapi tidak melapisi permukaan ra. 1eban yang intermiten pada ra.an sendi sangat baik bagi fungsi difusi nutrien untuk ra. Baringan pembuluh darah ini berperan dalam transfer konstituen darah ke dalam rongga sendi dan pembentukan 'airan sendi. Membrane ini li'in dan lunak. berlipat*lipat sehingga dapat menyesuaikan diri pada setiap gerakan sendi dan perubahan tekanan intra*artikular.at aditif dalam 'airan sendi yang berperan dalam mekanisme lubrikasi.an sendi. 5alaupun banyak pembuluh darah dan limfe didalam &aringan subsinovial. kekuningan dan vis'ous. 8able 0. Membran synovial melapisi permukaan dalam kapsul sendi. yaitu sinoviosit tipe A yang mempunyai banyak persamaan dengan makrofag dan sinoviosit tipe 1 yang mmepunyai banyak persamaan dengan fibroblast. tanpa dibatasi oleh membrane basalis. $a.an sendi.

! %angat tinggi 8idak ber. 2000#. B. 'enderung kronik dan mengenai sendi serta &aringan ikat sendi se'ara simetris. (Arif Mans&our. 2000 : hal !+)#. Artritis reumatoid adalah suatu penyakit inflamasi sistemik kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh.! 8inggi (ekuningan 8ransparan 8ak mudah putus 200*2000 F2! Cegatif fakultas kedokteran :roup DD (inflamasi# G+. 200"#. ml# Eiskositas 5arna (e&ernihan 8ransparan 1ekuan Musim 8ak mudah putus HeukositImm+ 200 %el ?MC (9# F2! (ultur M6 Cegatif Sumber: buku ajar ilmu penyakit dalam.000 G!00. 2000 : 023 #.000 G!0 G4! Cegatif ?ositif universitas kedokteran Indonesia.! $endah (uning :roup DDD (septi'# G+. ?enyakit reumatik adalah penyakit inflamasi non* bakterial yang bersifat sistemik. hal. ( $as&ad 7hairuddin.in. DE INISI RHEUMATOID ARTHRITIS Arthritis rheumatoid ($A# adalah suatu penyakit inflamasi kronis yang menyebabkan degenerasi &aringan penyambung (7or. 0)! #. hal 1086 mikroorganisme 8ranlusen*opak 6pak Mudah putus Mudah putus 2000*000.%ifat dan 'airan Cormal F+.arna :roup D (non inflamasi# G+. ?engantar Dlmu 1edah 6rthopedi.! 1ervariasi 8ergantung sendi Eolume (lutut. progesif. Artritis $eumatoid adalah gangguan autoimun kronik yang menyebabkan proses inflamasi pada sendi (Hemone > 1urke. 7 . $heumatoid arthritis merupakan suatu penyakit inflamasi kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh.((apita %elekta (edokteran.

C. mikoplasma.Ada beberapa teori yang dikemukakan sebagai penyebab artritis reumatoid. Autoimmun 3. 1iasanya merupakan kombinasi dari faktor genetik. 2000#. 2. hormonal dan faktor sistem reproduksi. Dnfeksi %treptokkus hemolitikus dan %trepto'o''us non*hemolitikus. Agen pemi'unya adalah bakteri. <aktor genetik serta pemi'u lingkungan ?ada saat ini artritis reumatoid diduga disebabkan oleh faktor autoimun dan infeksi. Autoimun ini bereaksi terhadap kolagen tipe DD@ faktor infeksi mungkin disebabkan oleh karena virus dan organisme mikroplasma atau grup difterioid yang menghasilkan antigen tipe DD kolagen dari tulang ra. ETIOLO!I ?enyebab utama penyakit reumatik masih belum diketahui se'ara pasti. mikoplasma dan virus (Hemone > 1urke. D. lingkungan. Metabolik !. PATO ISIOLO!I Arthritis rheumatoid (A$# adalah penyakit autoimun yang ter&adi pada individu rentan setelah respon imun terhadap antigen pemi'u yang tidak diketahui. atau virus yang menginfeksi sendi atau mirip 8 . Endokrin +. Camun faktor pen'etus terbesar adalah faktor infeksi seperti bakteri. yaitu: 0.an sendi penderita.

200"#. $< menetap di kapsul sendi sehingga menyebabkan inflamasi kronis kerusakan &aringan (7or.al. (edua reaksi ini menyebabkan inflamasi. adalah pagositik yang terdiri atas polimorphonuklear (?MC# leukosit. bengkak. #.sendi se'ara antigenik. 5alaupn respon ini berhasil menghan'urkan mikroorganisme.ks. 1entuk kompleks imun antigen*antibodi ini menyebabkan pengaktifan sistem 'omplement dan pembebasan en. Antibody $< berkembang dan mela. individu yang mengalami A$ mulai membentuk antibody lain. (erusakan kartilago dan tulang 9 . asam arasidonik# yang menyebabkan hyperemia. terhadap antibody Dg: a. Baringan granulasi menguat karena radang menimbulkan gangguan pada nutrisi kartilago artikuer.an antibody itu sendiri (Dg:# dan akibatnya ter&adi transformasi Dg: men&adi antigen atau protein luar yang harus dimusnahkan. Dg: sebagai antibody alami tidak 'ukup kemudian tubuh membentuk antibody ($<# yang mela. ?annus menutupi kartilago dan kemudian masuk ke tulang sub 'hondria.im lisosom dari leukosit. %inovium yang menebal men&adi ditutup oleh &aringan granular inflamasi yang disebut panus" #anus dapat menyebar keseluruh sendi sehingga menyebabkan inflamasi dan pembentukan &aringan parut lebih lan&ut. 8ingkat erosi dari kartilago menentukan tingkat ketidakmampuan sendi. monosit. 1ila kerusakan kartilago sangat luas maka ter&adi adhesi diantara permukaan sendi. 1iasanya respon antibody a. dan menebalkan membrane synovial (1la'k > Ja.im additional (radikal oksigen.an Dg: untuk membentuk kompleks imun. biasanya oleh DgM atau Dg:. ?agositik menonaktifkan kompleks imun dan menstimulasi produksi en. 200"#.al terhadap mikroorganisme diperantarai oleh Dg:. edema. dan limfosit. Jipertropi synovial menyebabkan aliran darah tersumbat dan lebih lan&ut manstimulasi nekrosis sel dan respon inflamasi.in.in. karena &aringan fibrosa atau tulang bersatu (ankilosis#. Antibody yang ditu&ukan ke komponen tubuh sendiri ini disebut faktor rheumatoid (Rheumatoid factor R!#. ?roses ini se'ara lambat akan merusak tulang dan menimbulkan nyeri hebat deformitas (7or. (ompleks imun yang tersimpan didalam membrane synovial atau lapisan superfi'ial kartilago. Makrofag dan limfosit menghasilkan sebuah proses pathogenesis dari respon imun untuk antigen yang tidak spesifik. (artilago men&adi nekrosis.

Dnvasi dari tulang sub 'hondrial bisa menyebkan osteoporosis setempat. 10 .menyebabkan tendon dan ligamen &adi lemah dan bisa menimbulkan subluksasi atau dislokasi dari persendian.

"#4 $ molekul intraokulin %% G. virus Antigen melekat pa!a "#4$ ?embentukan antigen oleh mikroorganisme E. lori&ersi "#4 $ Aktivasi mediator kimia Dnterupsi pada sistem saraf :angguan rasa nyaman: nyeri Makrofag dan limfosit 1 terangsang untuk mengaktifkan respon pagositiknya > menghasilkan antibodi Antibo!' terbentuk ( berikatan !gn antigen *erbentuk kompleks imun )ompleks imun ber!i&usi pa!a membrane sinovia engen!apan kompleks imun !i membran sinovial Aktivasi sistem komplemen !an pelepasan komplemen "5a embentukan pannus 11 pannus menumpuk !ikartilago . Aktivasi "#4$ %nterkulin 1 Dkatan A?7 dan 7D3 K membentuk kompleks antigen trimokuler .Agen pemicu: bakteri. mikoplasma.

!an membran s'novial menebal )erusakan 4aringan kolagen !an proteoglikan kartilago 2engkak pa!a sen!i. peruba.ambat proses !i&usi.an kulit . e!ema.ermebilitas vaskuler molimononuklear .'aluronate p3 viskositas cairan sinovial roses in&lamasi 1'peremia. nutrisi !ikartilago )artilago rusak )ekakuan pa!a sen!i #egranulasi sel mast !an pembentukan ra!ikal oksigen #epolimerasi .0 12 .kulit memera. +/0 tertarik +/ mem&agosit kompleks imun +eng.

deviasi &ari*&ari. deformitas boutonniere dan leher angsa. Hambat laun membengkak. ?oli artritis simetris sendi perifer  %emua sendi bisa terserang. maka pada $A terdapat tiga stadium yaitu: a. 8anda dan ge&ala setempat a. %tadium sinovitis ?ada stadium ini ter&adi perubahan dini pada &aringan sinovial yang ditandai adanya hiperemi. meskipun sendi yang lebih besar seringkali terkena &uga !5 Artritis erosif  sifat radiologis penyakit ini. anoreksia 1ila ditin&au dari stadium. ?eradangan sendi yang kronik menyebabkan erosi pada pinggir tulang dan ini dapat dilihat pada penyinaran sinar L e5 Deformitas  pergeseran ulnar. siku. g5 (ronik  7iri khas rematoid arthritis 2.asa. lemah '. (ekakuan ini berbeda dengan kekakuan osteoartritis yang biasanya tidak berlangsung lama. lutut. pergelangan tangan. 8anda dan ge&ala sistemik dari $A merupakan lemah. kaki. ?aling sering mengenai sendi ke'il tangan. %endi yang lebih besar mungkin &uga terserang yang disertai penurunan kemampuan fleksi ataupun ekstensi. panggul. subluksasi sendi metakarpofalangea. bengkak. pergelangan tangan. kekakuan berlangsung tidak lebih dari +0 menit dan dapat berlan&ut sampai ber&am*&am dalam sehari. %endi mungkin mengalami ankilosis disertai kehilangan kemampuan bergerak yang total &5 $ematoid nodul  merupakan massa subkutan yang ter&adi pada 0I+ pasien de. berat badan turun. 13 . kasus ini sering menyerang bagian siku (bursa olekranon# atau sepan&ang permukaan ekstensor lengan ba. bentuknya oval atau bulat dan padat. nyeri pada saat istirahat maupun saat bergerak. rahang dan bahu. edema karena kongesti. demam ta'hikardi. panas merah.ah. b. anemia. dan kekakuan.MANI ESTASI "LINIS 0. %akit persendian disertai kaku terutama pada pagi hari (morning stiffness# dan gerakan terbatas.

3. Artritis simetris. (riteria arthritis rheumatoid Co.an*ne'k. 8erdapat titer abnormal faktor rheumatoid serum yang diperiksa dengan 'ara yang memberikan hasil positif. '. %elain tanda dan ge&ala tersebut diataster&adi pula perubahan bentuk pada tangan yaitu bentuk &ari s. 0. sekurangnya selama satu &am sebelum perbaikan maksimal. :ambaran radiologis yang khas bagi arthritis rheumatoid pada pemeriksaan sinar*L harus menun&ukkan adanya erosi 14 ter&adi pembengkakan satu persendian tangan. efusi (bukan pertumbuhan tulang# pada sekurang*kurangnya tiga sendi se'ara bersamaan. ankilosis fibrosa. (riteria (aku pagi hari. Codul subkutan pada penon&olan tulang atau permukaan ekstensor atau daerah &uksa artikular. 4. !.b. . berlan&ut pada pembentukan pannus.ali adanya sinovitis. dan terakhir ankilosis tulang 8able 2. Codul rheumatoid. +. Artiritis pada persendian tangan. Definisi (ekakuan pada pagi hari pada persendian dan sekitarnya. Artritis pada tiga daerah persendian atau ?embengkakan &aringan lunak atau lebih lebih. ?erubahan pada sendi dia. %tadium deformitas ?ada stadium ini ter&adi perubahan se'ara progresif dan berulang kali. ?erubahan gambaran radiologis. 2. %tadium destruksi ?ada stadium ini selain ter&adi kerusakan pada &aringan sinovial ter&adi &uga pada &aringan sekitarnya yang ditandai adanya kontraksi tendon. deformitas dan ganggguan fungsi se'ara menetap. <aktor rheumatoid serum positif. ). %ekurang*kurangnya (eterlibatan sendi yang sama.

penyakit reumatik dapat menyerang semua umur. organ atau sistem tidak dapat berfungsi se'ara adekuat. disabilitas ter&adi apabila suatu &aringan. ?ada pasien $A.mur. dan perubahan posisi struktur ekstremitas (dislokasi atau sublukasi#. perubahan . tetapi frekuensi penyakit terdapat pada kelompok umur tertentu. nyeri merupakan keluhan utama pada pasie dengan reumatik. f# 1engkak sendi dan deformitas. membaik disiang hari. diperlukan ri. Anamnesis a# $i. pasien sering mengalami bengkak sendi. g# Disabilitas dan handi'ap. pasien merasa sukar untuk menggerakkan sendinya.ayat penyakit yang deskriptif dan kronologis. penyakit sendi inflamator baik yang disertai maupun tidak disertai keterlibatan multisystem akan menyebabkan peningkatan reaktan fase akut seperti peninggian HED atau 7$?. ?asien sebaiknya diminta untuk men&elaskan lokasi nyeri serta penyebarannya. Jandi'ap adalah apabila disabilitas menyebabkan aktivitas sehari*hari terganggu. h# :e&ala siskemik. penurunan berat badan. kelelahan. $00% H. termasuk aktivitas sosial.atau dekalsifikasi tulang yang berlokasi pada sendi atau daerah yang berdekatan dengan sendi. Sumber: buku ajar ilmu penyakit dalam. PEMERI"SAAN 0.ayat penyakit. '# Benis kelamin. misalnya penyakit rheumatoid arthritis lebih banyak ditemukan pada usia lan&ut. e# (aku sendi.arna. dengan perbandingan +:0 d# Cyeri sendi. nyeri yang paling berat ter&adi dipagi hari. perubahan bentuk. tanyakan faktor yang memperberat penyakit dan hasil pengobatan untuk mengurangi keluhan penyakit. dan sedikit lebih berat dimalam hari. lesu dan mudah 15 . penyakit rheumatoid arthritis lebih banyak diderita oleh . b# . (eadaan ini biasanya akibat desakan 'airan yang berada disekitar &aringan yang mengalami inflamasi. %elain itu akan disertai dengan ge&ala siskemik seperti panas. merupakan rasa reperti diikat.anita daripada pria.

pasien akan berusaha mengurangi tekanan artikular pada sendi yang sakit dengan mengatur posisi sendi tersebut senyaman mungkin. disebut gaya ber&alan antalgik. gangguan tidur dapat disebabkan oleh adanya nyeri kronik. ?emeriksaan fisik ?emeriksaan fisik pada sistem mus'uloskeletal meliputi: • • • Dnspeksi pada saat diam Dnspeksi pada saat gerak ?alpasi mengangkat tungkai yang nyeri atau deformitas. i# (repitus. bisa disebabkan oleh 'airan. akan lebih terlihat pada saat bergerak d# ?erubahan kulit. biasanya diikuti oleh gerakan lengan yang asimetris. seperti merasa tidak enak badan. atau tulang. (adang*kadang pasien mengeluh hal yang tidak spesifik. b# %ikapIfostur badan. g# Cyeri raba h# ?ergerakan. &# Atropi dan penurunan kekuatan otot k# (etidakstabilan l# :angguan fungsi. '# Deformitas. ?ada orang tua disertai dengan gangguan mental. &aringan lunak. e# (enaikan suhu sekitar sendi. biasanya dalam posisi pleksi. sementara tungkai yang nyeri akan lebih lama diletakkan dilantai. sinovitis akan menyebabkan berkurangnya luas gerak sendi pada semua arah. terbentuknya fase reaktan. 2. i# :angguan tidur dan depresi. gangguan fungsi sendi dinilai dengan observasi pada penggunaan normal. kemerahan disertai deskuamasi pada kulit di sekitar sendi menun&ukkan adanya inflamasi pada sendi. menandakan adanya proses inflamasi di daerah sendi tersebut f# 1engkak sendi. obat antiinflamasi nonsteroid.terangsang. seperti bangkit dari kursi atau kekuatan menggenggam 16 a# :aya ber&alan yang abnormal pada pasien $A yaitu pasien akan segera . merupakan bunyi berderak yang dapat diraba sepan&ang gerakan struktur yang diserang.

)# Eas'ular: lesi vas'ulitik dapat ter&adi di organ mana sa&a namun yang paling sering ditemukan di kulit. %erangan &antung . 17 . merupakan komplikasi sekunder akibat efek obat*obatan. dan neutropenia#. disfungsi miokard. atau infark digital. dan ge&ala perikarditis konstriktif &arang. dan 'a'at konduksi kadang*kadang diamati. dan obliterans bron'hiolitis*pengorganisasian pneumonia. borok kulit. termasuk efusi pleura . 20 Bantung: morbiditas dan mortalitas kardiovaskular yang meningkat pada pasien dengan $A. sering lebih dari titik*titik tekanan (misalnya. <aktor risiko non tradisional tampaknya memainkan peran penting. peradangan. olekranon.m# Codul. penyakit katup. vaskulitis koroner. Miokarditis. sa'rum# n# ?erubahan kuku. yaitu: 0# (ulit: nodul subkutan (nodul rheumatoid# ter&adi pada banyak pasien dengan $A yang nilai $< nya normal. seperti dengan keterlibatan gin&al. !# :in&al: :in&al biasanya tidak terpengaruh oleh $A langsung. obat anti* inflammatory peradangan (misalnya. Jati sering terkena pada pasien dengan sindrom <elty (yaitu splenomegali. Hesi kulit dapat bermanifestasi sebagai purpura teraba atau ulserasi kulit. p# $heumatoid arthritis mempengaruhi berbagai organ dan sistem lainnya. termasuk karena obat*obat (misalnya. fibrosis interstisial. dan efusi perikardial tanpa ge&ala yang umum. siku. sering ditemukan pada berbagai atropi. Hesi dapat hadir sebagai purpura gamblang. thimble pitting ony'holysis atau serpihan darah o# ?emeriksaan sendi satu persatu. adanya bunyi krepitus dan bunyi lainnya. sindrom %&Mgren dengan kelainan tubulus gin&al#. . nodul (7aplan sindrom#. tumit belakang. dan penyakit lainnya. adanya &ari tabuh. meliputi pemeriksaan rentang pergerakan sendi. 40 :D: keterlibatan usus. dan penyakit yang terkait (misalnya.mumnya akibat pengaruh. umumnya ditemukan pada permukaan ekstensor (punggung tangan. amyloidosis #. 30 ?aru: $A mempengaruhi paru*paru dalam beberapa bentuk.

'. dominasi neutrofil ()0* 09# yang diamati dalam 'airan sinovial (kontras dengan dominasi sel mononuklear di sinovium#. Heukopenia ditemukan pada pasien dengan sindrom <elty. uveitis. anti* ?(7. antibodi antinu'lear#. seperti pada saraf median di 'arpal. nilai 7$? dari . selain itu. multipleks mononeuritis. leu'openia.al dari sindrom %&Mgren sekunder. anti*$A++. lesi vas'ulitik.aktu ke . 8anda peradangan. # Ceurologis: biasanya saraf &eratan. ?arameter hematologi termasuk &umlah 717 dan analisis 'airan sinovial. Analisis 'airan sinovial 0# Dnflamasi 'airan sinovial (517 'ountG 2000INH# hadir dengan &umlah 517 umumnya dari !.4# Jematologi: %ebagian besar pasien aktif memiliki penyakit anemia kronis. dan eosinofilia. meskipun yang terakhir ini &arang ter&adi. +. 1iasanya. perikardial. berhubungan dengan aktivitas penyakit. kadar glukosa 'airan pleura. trombositopenia. dan s'leritis nodular yang dapat menyebabkan s'leromala'ia. "# 6kular: kerato'on&un'tivitis si''a adalah umum pada orang dengan $A dan sering manifestasi a. b. 18 . Mata mungkin &uga episkleritis . ?emeriksaan laboratorium a. tetapi kurang dari 309 pasien dengan $A dini. dan myelopathy leher rahim dapat menyebabkan konsekuensi serius neurologis. 2# +# e. d. leukositosis. ?arameter imunologi meliputi autoantibodies (misalnya $<. Bumlah sel darah lengkap (anemia.aktu berkorelasi dengan kema&uan radiografi.000 I uH. $< ditemukan pada sekitar )0* 09 pasien dengan $A selama penyakit mereka. $heumatoid fa'tor $heumatoid <aktor. seperti HED dan 7$?. f. trombositosis. termasuk anemia normokromik*normositik. dan sinovial pada pasien dengan $A sering rendah dibandingkan dengan kadar glukosa serum.000*!0. (arena 'a'at transportasi.

. sendi bahu pada pasien obesitas# dan kista. kulit. I. anti*?(7 antibodi. b. anti*$A++. dengan peningkatan frekuensi hasil positif di a. Antibodi yang lebih baru (misalnya. PENATALA"SANAAN enatalaksanaan 7A enilaian A6al )linis 7a!iolo 19 . Densitometri: 8emuan berguna untuk membantu mendiagnosa perubahan dalam kepadatan mineral tulang yang mengindikasikan osteoporosis.ltrasonografi: ini memungkinkan pengakuan efusi pada sendi yang tidak mudah diakses (misalnya. %elain itu. $adiografi: mungkin ter&adi erosi ada pada kaki. syaraf. h. '. namun hasil tes antibodi terhadap antigen subset paling nuklir negatif. (ehadiran kedua*anti antibodi ?(7 dan $< sangat spesifik untuk $A. 3. ?emeriksaan ?enun&ang a. M$D: modalitas ini digunakan terutama pada pasien dengan kelainan tulang belakang leher@ pengenalan a. e.al erosi berdasarkan 'itra M$D telah 'ukup divalidasi.g. Artroskopi diagnostik (histologi#. bahkan tanpa adanya rasa sakit dan tidak adanya erosi di tangan. menun&ukkan prognosis yang buruk. Antibodi Antinu'lear: Dni adalah hadir di sekitar 309 pasien dengan $A. %'anning tulang: dapat membantu membedakan inflamasi yang disebabkan peradangan atau hal lain pada pasien yang mengalami pembengkakan. anti*?(7#: ?enelitian terbaru dari antibodi anti*?(7 menun&ukkan sensitivitas dan spesifisitas sama atau lebih baik daripada $<. d. gin&al# dapat dipertimbangkan &ika vaskulitis atau amyloidosis disarankan. seperti halnya $<.al $A. rektum. lemak. 1ersama aspirasi sinovial. sendi pinggul. ?emeriksaan lainnya berupa pemeriksaan JHA*D$3 yang diagnosis a. !. dan biopsi (misalnya.al $A ).

an kan .la.emeriksaan 9aboratorium +ulai terapi *u4uan *erapi : 15 +enekan proses in&lamasi 25 +engurangi n'eri. #+A7# :tabil 2eberapa mengganggu sen!i *erapi &isik.raga *erapi .kupasi: emin!aian. memperta. ::tabilisas i (pengga ntian men4alani .i!up normal 'ang 8isioterapi *erapi simtomatis local !an :aran . "OMPLI"ASI (elainan sistem pen'ernaan yang sering di&umpai adalah gastritis dan ulkus peptik yang merupakan komplikasi utama penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid (6ADC%# atau obat pengubah per&alanan penyakit ( disease modifying antirhematoid 20 .i 2e!a. memungkinkan pasien *erapi 1: 8armakologis .memperta. perlin!ungan !an 2antuan serta a!aptasi era6atan : en!i!ikan #ukungan sikologi: enilaian ( !ukungan 8ollo6 up !an nilai ulang secara teratur <agal merespon +ulai atau uba. in4eksi steroi! intraokular &.ankan &ungsi0.at table0 *erapi 2 : en!ekatan +ulti!isiplin A.9i.

(omplikasi saraf yang ter&adi memberikan gambaran &elas . 3. bengkok. DIA!NOSA "EPERA'ATAN 1erdasarkan tanda dan ge&ala yang dialami oleh pasien dengan artritis ditambah dengan adanya data dari pemeriksaan diagnostik.atan o Dorong klien untuk mengungkapkan rasa takut dan 'emasnya mengahdapi proses penyakit. sehingga sukar dibedakan antara akibat lesi artikuler dan lesi neuropatik. +.atan yang sering mun'ul yaitu: 0. 2. (ondisi ini dapat membantu untuk menyadari keadaan diri. o 1erikan support yang sesuai. 8u&uan : (ebutuhan rasa nyaman klien terpenuhi atau klien terhindar dari rasa nyeri 21 .drugs. Cyeri berhubungan dengan perubahan patologis oleh artritis rhematoid. :angguan body image berhubungan dengan perubahan penampilan tubuh. bengkok. o Memodifikasi lingkungan sesuai dengan kondisi klien 2. :angguan mobilitas fisik berhubungan dengan kekakuan pada sendi L. o Dorong klien untuk mandiri. !. deformitas. DMA$D # yang men&adi faktor penyebab morbiditas dan mortalitas utama pada arthritis reumatoid. (emandirian membantu meningkatkan harga diri. $isiko 'edera berhubungan dengan hilangnya kekuatan otot. :angguan body image berhubungan dengan perubahan penampilan tubuh. Cyeri berhubungan dengan perubahan patologis oleh artritis rhematoid. rasa nyeri. 8u&uan : klien memahami perubahan*perubahan tubuhnya akibat proses penyakit $e'anaItindakan (epera. deformitas. . :angguan aktifitas sehari*hari berhubungan dengan terbatasnya gerakan. Jal ini dapat membantu meningkatkan upaya menerima dirinya. (urang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi. ). sendi. sendi. maka diagnosa kepera.mumnya berhubungan dengan mielopati akibat ketidakstabilan vertebra servikal dan neuropati iskemik akibat vaskulitis. INTER(ENSI DAN IMPLEMENTASI "EPERA'ATAN 0. ".

.ah lutut. 1antu dan a&ari klien untuk menghindari gerakan eksternal rotasi pada ekstremitas. mengurangi tegangan otot. o Memberikan obata*obatab sesuai terapi dokter misal. (arena gerakan*gerakan yang kasar akan semakin menimbulkan nyeri o :unakan terapi panas misal kompres hangat pada areaIbagian tubuh yang sakit. o Hakukan pea. memperthankan fungsi semaksimal mungkin 22 .atan o Dstirahatkan klien sesuai kondisi (bed rest#. Jal ini membantu meningkatkan aliran darah relaksasi otot. hindari fleksi leher.atan kulit dan masase perlahan. o ?ertahankan posisi fisiologis dengan benar atai body alignment yang baik. men'egah deformitas. o 1ila diren'anakan klien dapat menggunakan splint. (emungkinan &uga dapat membvantu pengeluaran endorfin yaitu se&enis morfin yang diproduksi oleh tubuh. anti inflamasi. mengurangi kekakuan. +. relaksai otot*otot. $isiko 'edera berhubungan dengan hilangnya kekuatan otot dan sendi 8u&uan : (lien terhindar dari 'edera $e'anaItindakan (epera. menggunakan pegangan dikamar mandi. dan menghambat impuls*impuls nyeri serta merangsang pengeluaran endorfin.atan o :unakan sepatu yang menyokong. Jal ini dapat membantu menurunkan stress muskuloskeletal. Jindarkan menggunakan bantal diba. hindarkan lantai yang li'in. o Hakukan latihan $6M (bila memungkinkan#. tetapi letakkan bantal diatara lutut. dan meningkatkan relaksasi karena kelelahan dapat mendorong ter&adinya nyeri.atan dengan hati*hati khususnya pada anggota*anggota tubuh yang sakit. o Jindari gerakan yang 'epat dan tiba*tiba karena dapat menimbulkan dislokasi dan stres pada sendi*sendi o Hakukan pera.ntuk meningkatkan mobilitas dan kekuatan otot. Jal ini dapat men'egah deformitas lebih lan&ut. ?anas dapat meningkatkan sirkulasi.$e'anaItindakan (epera. antipiretik. analgetik. atau bra'e.

al obat*obatan yang ada. o Diskusi tentang diit. dan hindarkan peningkatan berat badan o 1erikan &ad.atan o 8ekankan kembali tentang pentingnya latihan atau aktivitas yang dian&urkan. 3. :angguan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan sendi 8u&uan : Mobilitas persendian klien dapat meningkat $e'anaItindakan (epera. dan kebutuhan lain selam memang diperlukan. tu&uanIefek. anam dosis. o 1antu klien untuk makan.atan dirumah. !. menggunakan pegangan saat dikamar mandi. 23 . .atan o A&arkan aktifitas sehari*hari agar klien mulai terkondisi untuk melakukan aktivitas sesuai dengan kemampuanyya dan bertahap. $e'anaItindakan (epera. :angguan aktifitas sehari*hari (defisit self 'are# berhubungan dengan terbatasnya gerakan.o Monitor atau observasi efek penggunaan obat*obatan misal ada perdarahan pada lambung. 8u&uan : (lien akan mandiri sesuai kemampuan dalam memenuhi aktifitas sehari* hari $e'anaItindakan (epera.ntuk memelihara fungsi sendi dan kekuatan otot meningkatkan elasitias serabut* serabut otot. o $en'anakan program latihan setiap hari (dapat beker&a sama dengan dokter dan fisioterapi# o Hakukan observasi untuk setiap kali latihan o 1erikan istirahat se'ara periode o 1erikan lingkungan yang aman misal. 8u&uan : (lien dan keluarga dapat memahami 'ara pera. (urang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi. efek samping dan tanda kera'unan obat. tongkat yang u&ungnya se&enis karet sehingga tidak li'in ). hematemesis.atan o 1antu klien untuk melakukan $6M aktif maupun pasif. berpakaian. proses penyakit dan keterbatasan*keterbatasannya.

a klien harus menghindari ter&adinya konstipasi o Belaskan. amati .kur kekuatan otot 50 (a&i tingkat nyeri. Cy.o Belaskan bah. (asus Cy. kapan klien harus periksa ulang M. 30 Hakukan pengukuran passive range of mation pada sendi*sendi sinovial • • • • • 7atat bila ada deviasi (keterbatasan gerak sendi# 7atat bila ada krepitasi 7atat bila ter&adi nyeri saat sendi digerakkan 40 Hakukan inspeksi dan palpasi otot*otot skelet se'ara bilateral 7atat bia ada atrofi. $i. dan pembengkakan. lembut tidaknya kulit. b. STUDI "ASUS ). $i. tonus yang berkurang . 2# ?erasaan tidak nyaman dalam beberapa periodeI.aktu sebelum pasien mengetahui +# dan merasakan adanya perubahan pada sendi.ayat (epera. Pengkaj#an a.: )0 tahun mengeluh persendian terasa kaku terutama dipagi hari dan pergelangan tangan mengalami pembengkakan yang tampak sama pada kedua tangan. *. atau pada tungkai.ayat ?sikososial ?asien dengan $A mungkin merasakan adanya ke'emasan yang 'ukup tinggi apalagi pad pasien yang mengalami deformitas pada sendi*sendi area ia merasakan adanya kelemahan*kelemahan pada dirinya dan merasakan kegiatan 24 . ?emeriksaan <isik 10 Dnspeksi dan palpasi persendian untuk masing*masing sisi (bilateral#.arna 20 kulit. ukuran.atan 0# Adanya keluhan sakit dan kekakuan pada tangan. dera&at dan mulainya 60 (a&i aktivitasIkegiatan sehari*hari '. : &uga merasa mudah lelah dan demam yang tidak terlalu tinggi.

D#agn$sa/ #nter0ens#/ . mempertahankan . : mengeluh persendian :angguan mobolitas fisik terasa kaku terutama dipagi hari ?ergelangan mengalami yang kedua tangan Data tambahan: %: + o7 Cy. istrahat untuk men'egah kelehan.:angguan mobilitas 8u&uan: fisik sendi bd kekakuan %etelah &am teratasi.sehari*hari men&adi berubah. mempertahankan kekuatan.. meningkatkan akan dilakukan intervensi dalam 2A23 mobilitas fisik dapat dan 'riteria intervensi 0. 8ingkat aktivitas I I proses sisitemik selama akut dan penyakit tampak sama tangan pembengkakan pada (erusakan integritas kulit inflamasi I rasa sakit latihan tergantung dari perkembangan Oresolusi inflamasi dian&urkan eksaserbasi seluruh fase dari gangguan 2. : merasa mudah lelah Demam tidak terlalu tinggi Dntoleransi aktivitas :angguan termoregulasi: hipertermi -. 'OC . ?era.atan 8u&uan hasil 0. aktivitas memberikan istirahat menerus terganggu gerak aktif atau pasif.al 2. bantu dengan rentang +. evalusi pada sendi istirahat tirah baring I duduk &ika diperlukan. Anal#sa .an ras#$nal Diagnosa kepera. dekubitus#. atau fungsi meningkatkan 25 malam hari yang tidak +. +. yang dan untuk periode terus tidur $asional tingkat 0.atan Cy. pertahankan &ad. kriteria hasil: pasien mempertahankan posisi fungsi dengan tidak ada komplikasi (kontraktur.ata Data 6b&ektif Data %ub&ektif Masalah (epera.at dapat melakukan pengka&ian terhadap konsep diri klien khususnya aspek body image dan harga diri klien.

mempermudah pera. +. dan !.atan diri dan fungsi kemandirian pasien sendi. kekuatan otot. memaksimalkan 2. berdiri. se'ara posisi. mempertahankan kebersihan karena kulit yang kering dapat men&adi barier infeksi.atan 8u&uan dan 'riteria intervensi demikian &uga latihan resistif dan isometrik &ika memungkinkan 3. dorong pasien mempertahankan postur tegak dan duduk tinggi. atau teknik bantuan dengan &umlah personil $asional sendi. menghilangkan tekanan pada &aringan dan meningkatkan sirkulasi. 0. pertahankan .Diagnosa kepera. dan sensasi atau dalan instruksikan higiene kulit +. 3. (riteria: Menun&ukan tingkah lakuIteknik untuk men'egah kerusakan kulit kulit dalam 0.kerusakan integritas kulit 1D edema pada sendi 8u&uan: %etelah dilakukan intervensi 2A23 kerusakan integritas dapat teratasi. sirkulasi. menentukan garis dasar turgor. meningkan aliran darah ke&aringan 26 dapat dan intervensi &am. ber&alan posisi dengan 'ukup. ubah yang demonstrasikan bantu pemindahan penggunaan mobilitas !. 2. ka&i kulit setiap hari. ubah 2. mempertahankan mobilitas hasil kekuatan dan fungsi bagian yang sakit. mengurangi stres pada titik tekanan. dan stamina umum. seperai kebutuhan teratur dan ganti sesuai dimana perubahan pada status dibandingkan melakukan yang tepat.

atan 8u&uan dan 'riteria intervensi $asional dan meningkatkan proses kesembuhan. +. instruksikan aktif dalam pasien latihan pasien latihan 0. suhu tubuh serta la&u . dapat 0. itoleransi aktivitas 8u&uan: 1D hilangnya %etelah &am dilakukan pasien dapat kekuatan otot intervensi dalam 2A23 beraktivitas kemampuan (riteria hasil: ?asian meningkatkan kekuatan atau fungsi organ yang sakit dan mengkompensasi bagian tubuh. memperbaiki meningkatkan kenyamanan pasien. meningkatkan untuk aliran untuk dapat berperan rentang gerak menggunakan darah ke otot dan tulang.2 dapat 0A23 &am 0. motivasi asupan 'airan +. meminimalkan peningkatan metabolik 27 dasar deteksi dini dan evaluasi asupan 'airan akibat pebris dan resiko infeksi. berguna dalam membuat aktivitas individu yang sesuai dengan kemampuan klien. (riteria hasil: %uhu tubuh pasien =7# dalam batas normal (+). memberikan intervensi 2.Diagnosa kepera. dorong isometrik mulai dengan tungkai yang tidak sakit +. 3. hindari kontak dengan infeksi 3. +. hasil atau meningkatkan kesembuhan. monitoring dan 'atat suhu teratur 2. :angguan termoregulasi: hipertermi proses imflamasi 8u&uan: Dalam 1D gangguan termoregulasi teratasi.!*+4. konsul dengan ahli terapi fisik atau okupasi tungkai dan membantu mempertahankan kekuatan dan masa otot +. &aga pasien agar tetap beristirahat tubuh se'ara 0. meningkatkan gerak sendi 2. kontraksi otot isometrik tampa atau menekuk sendi menggerakkan sesuai 2.

atan 8u&uan hasil dan 'riteria intervensi $asional 3. mengurangi metabolik la&u BAB III PENUTUP A. deformitas. Artritis rematoid adalah merupakan penyakit inflamasi sistemik kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh.Diagnosa kepera. %e'ara klinis ditandai dengan nyeri. 8erlibatnya sendi pada pasien artritis rematoid ter&adi setelah penyakit ini berkembang lebih lan&ut 28 .an sendi yang berkembang lambat dan berhubungan dengan usia lan&ut. dan hambatan gerak pada sendi P sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban. "ESIMPULAN ?enyakit reumatik adalah kerusakan tulang ra. pembesaran sendi.

2.ntuk pera.at yang utama adalah sering mengobservasi akan kebutuhan klien yang mengalami rheumatoid artritis. pendokumentasian harus &elas dan dapat men&alin hubungan yang baik dengan klien dan keluarga.atan.at mengetahui atau mengerti tentang ren'ana kepera. ?asien dapat &uga menun&ukkan ge&ala berupa kelemahan umum 'epat lelah. pera. 29 . Dalam melakukan asuhan kepera.atan pada pasien dengan rheumatoid artritis.atan yang akan datang. . Dalam rangka mengatasi masalah resiko in&uri pada klien dengan rheumatoid artritis maka tugas pera. diantaranya : 0. SARAN ?ada kesempatan ini penulis akan mengemukakan beberapa saran sebagai bahan masukan yang bermanfaat bagi usaha peningkatan mutu pelayanan asuhan kepera. +. B.sesuai dengan sifat progresifitasnya.at diharapkan mampu men'iptakan hubungan yang harmonis dengan keluarga sehingga keluarga diharapkan mampu membantu dan memotivasi klien dalam proses penyembuhan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful